0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan25 halaman

Program LESER: Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga

Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga di Perumnas Mandala melalui kegiatan Lesehan Bersih yang diharapkan dapat menghasilkan produk untuk kebutuhan rumah tangga serta memberdayakan ekonomi keluarga."

Diunggah oleh

Ahmad Rasyid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan25 halaman

Program LESER: Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga

Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga di Perumnas Mandala melalui kegiatan Lesehan Bersih yang diharapkan dapat menghasilkan produk untuk kebutuhan rumah tangga serta memberdayakan ekonomi keluarga."

Diunggah oleh

Ahmad Rasyid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

LESER (LESEHAN BERSIH) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN


KETERAMPILAN IBU RUMAH TANGGA PERUMNAS MANDALA

BIDANG KEGIATAN:
PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Diusulkan oleh:
Putri Grace Larosa 1163371012 2016
Siti Aisyah 1164471002 2016
Ahmad Rasyid Ridho Agus 4174541001 2017

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


MEDAN
2018

i
ii
DAFTAR ISI
Halaman Sampul................................................................................................... i
Halaman Pengesahan............................................................................................. ii
Daftar Isi................................................................................................................ iii
Daftar Gambar....................................................................................................... iv
Bab 1 Pendahuluan................................................................................................ 1
1.1. Latar Belakang.......................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah.................................................................................... 2
1.3. Urgensi..................................................................................................... 2
1.4. Luaran....................................................................................................... 2
1.5. Manfaat..................................................................................................... 2
Bab 2 Gambaran Umum Masyarakat Sasaran....................................................... 3
Bab 3 Metode Pelaksanaan.................................................................................... 5
3.1. Frekuensi Pelaksanaan Program............................................................... 5
3.2. Teknik Pengumpulan, Pengolahan dan Analisis Data.............................. 5
3.3. Tahapan Pekerjaan.................................................................................... 5
Bab 4 Biaya dan Jadwal Kegiatan......................................................................... 9
4.1. Anggaran Biaya........................................................................................ 9
4.2. Jadwal Kegiatan........................................................................................ 9
Lampiran-Lampiran............................................................................................... 10
1. Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pendamping................... 10
2. Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan................................................ 15
3. Lampiran 3. Susunan Organisai Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas....... 16
4. Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana.......................................... 18
5. Lampiran 5. Surat Pernyataan Kesediaan dari Mitra................................... 19
6. Lampiran 6. Denah Detail Lokasi Mitra Kerja............................................ 20

iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Masyarakat Sasaran Program........................................................... 6
Gambar 3.1. Diagram Alur Kegiatan.................................................................... 8
Gambar 3.2. Hasil Keterampilan yang Diajarkan................................................. 8
Gambar L.6. Denah Detail Lokasi Mitra Kerja..................................................... 21

iv
1

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Ibu merupakan sosok spesial yang telah diciptakan tuhan dengan segala
kesempurnaan. Hanya ibu yang dapat mengatur, memanajemen dan membangaun
keluarga yang bahagia baik itu dalam urusan mengurus suami ataupun mengurus
anak. Pada era masyarakat moderen zaman ini, tuntutan kehidupan semakin
bertambah terutama pada bidang sosial dan ekonomi. Tuntutan tersebut
menimbulkan adanya peran ganda dari seorang individu dalam menjalankan
kegiatan kesehariannya, tak terkecuali seorang ibu. Tuntutan peran ganda ini
mengakibatkan status perempuan tidak lagi sebatas ibu rumah tangga saja,
melainkan mereka dituntut untuk lebih bisa memainkan perannya dalam berbagai
bidang kehidupan sosial masyarakat, seperti ikut serta membantu suami dalam
mencari nafkah, bahkan menopang perekonomian keluarga.
Tuntutan perubahan zaman dan ekonomi di era globalisasi yang tidak
dapat dibendung semakin mengharuskan para ibu rumah tangga untuk memiliki
keahlian tambahan. Para ibu rumah tangga semakin dituntut untuk memiliki usaha
yang dapat mendorong kestabilan perekonomian keluarganya. Hal ini sesuai
dengan gagasan yang dicetuskan oleh PKW, salah satu lembaga yang berada di
bawah pimpinan rating (DPRA) PKS untuk membentuk kelompok usaha bersama
para ibu rumah tangga (Tribunners, 4 Januari 2016). Seperti yang dilansir dari
[Link] menyatakan bahwa globalisasi menuntut para ibu rumah tangga
menjadi wanita karir sekaligus ibu kreatif.
Pandangan-pandangan yang demikan mengubah persperktif pemberdayaan
terhadap kaum perempuan, khususnya ibu rumah tangga. Pemberdayaan
perempuan tidak lagi hanya difokuskan pada pemberdayaan bagaimana mereka
mampu melakukan tugas-tugas rumah tangga, akan tetapi pemberdayaan
perempuan harus menjurus kepada pemberdayaan untuk meningkatkan
kemampuan dan produktivitas mereka dalam menghasilkan atau ikut mencari
nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Bahkan mereka dituntut
menjadi super model dalam segala hal, baik bagi anak maupun bagi masyarakat.
Pemberdayaan perempuan adalah usaha sistematis dan terencana untuk
mencapai kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan keluarga dan
masyarakat. Oleh sebab itu upaya pemberdayaan perempuan merupakan upaya
berkelanjutan sesuai dengan dinamika perubahan sosial-budaya atau ekonomi
yang berlangsung secara cepat dalam era globalisasi. Upaya program penambahan
pengetahuan dan profesionalitas perempuan merupakan tuntutan masa depan yang
tidak bisa dielakkan lagi. Namun pada kenyataannya di beberapa daerah,
perempuan khususnya ibu rumah tangga masih memiliki sedikit peluang dalam
hal akses untuk bekerja dan berusaha.
Oleh karena itu, kami menawarkan sebuah program pengabdian LESER
(Lesehan Bersih) sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan ibu rumah
tangga di Kecamatan Percut Sei Tuan khususnya daerah Perumnas Mandala.
2

1.2. RumusanMasalah
1. Bagaimanakah pengaruh yang dihasilkan Lesehan Bersih dalam
meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga?
2. Apa saja produk yang dihasilkan dalam Lesehan Bersih yang bermnafaat bagi
ibu rumah tangga?
3. Apakah Lesehan Bersih dapat bermanfaat dalam pemberdayaan ibu rumah
tangga di bidang ekonomi produktif keluarga?
1.3. Tujuan Program
Adapun tujuan program PKM-M mengenai LESER (Lesehan Bersih)
sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Ibu Rumah Tangga Perumnas
Mandala ialah sebagai berikut:
1. Dengan adanya LESER (Lesehan Bersih) diharapkan dapat meningkatkan
minat dan keterampilan ibu rumah tangga yang ada di Perumnas Mandala
agar tertarik ikut serta dalam pemberdayaan perempuan;
2. Produk yang dihasilkan dalam kegiatan LESER (Lesehan Bersih) diharapkan
mampu berguna dalam meringankan kebutuhan rumah tangga;
3. Meningkatkan persaudaraan atau tali silaturrahmi antara ibu rumah tangga di
Percut Sei Tuan, khususnya Perumnas Mandala.
1.4. Luaran
Adapun luaran yang diharapakan melalui program kegiatan LESER
(Lesehan Bersih) ini ialah sebagai berikut:
1. Menghasilkan ibu rumah tangga yang berdaya dan memiliki kemampuan
untuk menghasilkan;
2. Menghasilkan peningkatan keterampilan ibu rumah tangga yang ada di Percut
Sei Tuan, khususnya Perumnas Mandala melalui usaha ekonomi keluarga;
3. Mampu menghasilkan ibu rumah tangga yang bisa membuat produk-produk
kebutuhan rumah tangganya sehingga ia tidak perlu lagi merogoh kantong
untuk hal-hal yang demikian;
4. Mampu menghasilakn ibu-ibu terampil yang memiliki keahlian tertentu.
1.5. Manfaat
Adapun manfaat yang diharapkan dengan adanya kegiatan ini adalah:
1. Bagi masyarakat sasaran, program ini diharapkan mampu menjadi salah satu
program utama yang dapat meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga di
Percut Sei Tuan, khusunya Perumnas Mandala;
2. Bagi Desa Percut Sei Tuan, kegiatan ini bisa menjadi wadah bagi para ibu
rumah tangga yang tidak memiliki kesibukan,sebagai fasilitator dalam
meningkatkan kecakapan hidupnya;
3. Bagi lingkungan, program ini bisa menjadi sebagai salah satu alternatif dalam
menciptakan industri rumahan yang nantinya ikut berperan dalam
menciptakan lapangan pekerjaan sehingga berpotensi menghasilkan
pemasukan tambahan bagi lingkungan.
3

BAB 2 GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN


Lingkungan 10 Pelikan terletak di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten
Deli Serdang, Provinsi Sumetera Utara. Penduduk yang menghuni Lingkungan 10
Pelikan ini terdiri atas berbagai macam profesi, mulai dari yang berprofesi sebagai
pegawai negeri sipil (PNS), sopir, petani, pedagang dan lainnya. Sementara para
ibu rumah tangga tidak memiliki aktivitas lain selain sebagai Ibu Rumah Tangga
semata.
Lingkungan 10 Pelikan ini hanya memiliki organisasi perwiritan untuk
kaum wanita dan memiliki satu kegiatan harian yaitu program senam yang
diadakan setiap minngu pagi di lapangan. Rata-rata usia ibu rumah tangga yang
tinggal di lingkungan ini, bisa dikatakan tergolong masih muda dengan umur
berkisar antara 35-55 tahun, serta memilki jenjang pendidikan yang bervariasi
mulai dari tamat SD, SMP, SMA dan sedikit yang tamat S1.
Kegiatan yang dilakukan ibu-ibu di Lingkungan 10 Pelikan ini setiap sore
hanya menghabiskan waktu untuk sekedar berjalan-jalan sore di sekitar
lingkungan. Mereka tidak memiliki kegiatan yang memang dapat lebih
dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih baik. Selain itu kegiatan mereka di
setiap harinya juga hanya menghabiskan waktu dirumah, sementara keadaan
ekonomi mereka tak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.
Lingkungan 10 Pelikan ini juga sangat dekat dengan daerah pinggiran
sungai yang memang merupakan kawasan desa pinggiran kota. Jika mereka mau,
sebenarnya mereka bias saja memanfaatkan hasil dari sungai tersebut sebagai
mata pencaharian atau sekedar kegiatan mengisi waktu luang, misalnya saja
menagkap ikan.
Permasalahannya adalah, dibandingkan dengan melakukan hal-hal yang
bermanfaat, mereka merasa bahwa kegiatan yang selama ini mereka lakukan
mereka anggap lebih baik. Namun, beberapa warga masyarakat yang ada disana
justru menunjukkan kondisi sebaliknya. Bisa dikatakan bahwa mereka
membutuhkan sebuah wadah yang memang memilki kegiatan yang lebih
bermanfaat disamping dapat meningkatkan kecakapan hidup mereka. Masyarakat
yang mengalami kondisi seperti ini adalah masyarakat yang rata-rata tinggal di
pinggiran sungai dan di area rel kereta api.
Adapun jumlah kuantitas ibu rumah tangga yang menjadi sasaran kegiatan
program berjumlah 10 orang dari masing-masing kepala keluarga yang ada. Rata-
rata latar belakang pendidikan mereka hanya tamat SD. Sedangkan keadaan
ekonominya masih tergolong menengah ke bawah. Ibu-ibu rumah tangga yang
menjadi sasaran program ini merupakan ibu-ibu yang berusia kisaran 35-40 tahun.
Mereka adalah ibu-ibu yang memang tidak memiliki kegiatan tambahan selain
perannya sebagai ibu rumah tangga saja.
Tanpa disadari, peran seorang ibu sebenarnya lebih dari mengurus anak,
suami dan rumah tangga. Ibu merupakan orang terhebat yang bisa berperan lebih
dari itu. Mengingat hal yang demikianlah, dibutuhkan adanya usaha-usaha
4

pemberdayaan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan


para ibu-ibu agar mereka menjadi ibu yang lebih berdaya dan memiliki
keterampilan serta keahlian yang dapat menunjang perekonomian keluarganya.
Salah satu kegiatan nyata yang bisa dilakukan untuk untuk menciptakan
ibu-ibu yang seperti dijelaskan diatas adalah dengan merealisasikan program-
program kegiatan pelatihan kecakapan hidup bagi mereka melalui pembentukan
industri-industri rumahan atau kegiatan-kegiatan pelatihan yang dapat
menumbuhkembangkan keterampilan dah keahlian, sehingga dapat digunakan
dalam jangka panjang. Industri rumahan merupakan wadah paling besar yang
dapat memberantas pengangguran di negara ini. Terbukti dengan berdirinya
industri-industri rumahan di berbagai daerah mampu meraup tenaga kerja yang
besar di daerah itu sendiri bahkan luar daerah.
Berdasarkan keadaan yang ada di daerah sasaran program kegiatan serta
data yang kami peroleh dari Kepala Lingkungan 10 Pelikan ini, terdapat 25-30
ibu-ibu rumah tangga yang tidak memiliki kegiatan luar yang jelas. Kegiatan
mereka hanyalah kegiatan rumah mulai dari menngurus rumah, mengurus suami
dan anak. Waktu luang mereka banyak digunakan untuk kegiatan yang sia-sia
seperti bergosip dan lain sebagainya.
Melihat keadaan ini serta merespon dari keluhan yang mereka lakukan,
kami mencoba menjalankan sebuah program pemberdayaan dengan membentuk
sebuah wadah yang mampu menampung mereka. Wadah ini dikenal dengan
sebutan LESER (Lesehan Bersih) yang merupakan wadah untuk memfasilitasi
mereka dalam melakukan berbagai kegiatan pengolahan alat rumah tangga seperti
sabun cuci, sabun cuci piring, sabun mandi dan lain sebagainya. Produk-produk
yang dihasilakan ini diutamakan sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Jadi, dengan adanya program ini diharapkan dapat membantu ibu-ibu
rumah tangga tersebut dalam memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan dapat
keterampilan yang mereka peroleh bisa membuat mereka menjadi lebih mandiri
serta membantu meminimalkan pengualarannya. Namun, kami mengharapkan
akan ada kelanjutan dari kegiatan ini. Kegiatan ini kami harapkan nantinya dapat
berkembang menjadi usaha mandiri atau usaha rumahan yang dapat
dikembangkan sebagai mata pencaharian.

Gambar 2.1. Masyarakat Sasaran Program


Sumber: Putri Grace Larosa (Ketua Pelaksana)
5

BAB 3 METODE PELAKSANAAN


3.1. Frekuensi Pelaksanaan Program
Frekuensi pelaksanaan program akan dilakukan dalam jangka waktu empat
bulan dengan pemaksimalan kegiatan pelatihan sebanyak 12 kali kegiatan
pelatihan. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode pelatihan
dan pendampingan. Metode pelaksanaan ini kami pilih dikarenakan dua hal yaitu:
1. Metode ini dianggap sebagai metode yang paling tepat untuk program
LESER;
2. Metode ini dapat bekerja sesuai dengan target capaian.
Diagram Alur Kegiatan
Perancangan pelaksanaan
Analisis kebutuhan program
masyarakat
Tahap persiapan

Pelaksanaan
program

Pengamatan dan Supervisi


program

Kesimpulan dan Evaluasi dan


Laporan Akhir Rekomendasi

Gambar 3.1. Diagram Alur Kegiatan


Sumber: Siti Aisyah (Anggota Pelaksana)
3.2. Teknik Pengumpulan, Pengolahan dan Analisis Data
Teknik pengumpulan data dalam kegiatan ini dilakukan melalui analisis
kebutuhan masyarakat dengan cara mengunjungi daerah sasaran kegiatan
pelatihan. Kunjungan ini disertai dengan kegiatan sosialisasi untuk tujuan
menginformasikan kepada masyarakat sasaran akan urgensi program kegiatan
yang akan dilaksanakan. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan cara
analisis dan pengolahan sederhana yaitu dengan membandingkan data jumlah
penduduk, tingkat pendidikan dan standar kesejahteraan keluarga.
Data yang diperoleh dari kepala lingkungan menunjukkan bahwa memang
sangat dibutuhkan adanya LESER (Lesehan Bersih) di daerah tersebut. Hal ini
jelas menunjukkan bahwa program dibuat berdasarkan kebutuhan masyarakat,
bukan berdasarkan kehendak dari tim pelaksana kegiatan. Jadi, program ini
diprediksi memiliki tingkat keberhasilan yang sangat signifikan jika dijalankan.
6

3.3. Tahapan Pekerjaan


1. Analisis Kebutuhan Masyarakat
Analisis kebutuhan masyarakat sangat diperlukan di dalam penyelesaian
masalah-masalah masyarakat. Seperti yang dijelaskan oleh Kaufman dan English
(Evaluasi Program Pendidikan, 71) bahwa dalam menggunakan analisis sistem,
mengidentifikasi dan mengklarifikasi masalah, kemudian menentukan gejala dan
asumsi penyebab timbulnya masalah merupakan ciri khusus yang tidak dapat
diabaikan. Dengan informasi dan pengertian yang mendalam terhadap gejala dan
asumsi penyebab masalah, tim pelaksana kegiatan akan lebih tepat memilih
alternatif program yang akan dilaksanakan.
Berdasarkan hasil analisis kebutuhan masyarakat yang dilakukan oleh tim
pelaksana kegiatan, memang benar disana merupakan kawasan ibu rumah tangga
tuna karya. Ibu rumah tangga di daerah sasaran rata-rata tidak memiliki kegiatan
yang dapat dijadikan sebagai keahlian atau kecakapan yang bisa menghasilkan.
Pada tahapan ini pula ditemukan berbagai permasalahan seperti permasalahan
ekonomi, sosial, dan pekerjaan. Oleh kerena itu, di tahapan ini, tim pelaksana
melakukan kegiatan analisis kebutuhan dengan berfokus pada pengkajian
masalah-masalah yang dihadapi masyarakat sasaran.
2. Perancangan Pelaksanaan Program
Setelah melakukan analisis kebutuhan, maka ditemukan beberapa
masalahyang dialami oleh ibu-ibu rumah tangga di daerah Percut Sei Tuan,
khususnya ibu-ibu rumah tangga yang berada di Lingkungan 10 Pelikan yaitu
permasalahan ekonomi yang meliputi permasalahan pendapatan keluarga, jumlah
tanggungan keluarga, tingkat pendidikan anak dan tingkat pengangguran.
Selain permasalahan di bidang ekonomi, permasalahan lainnya juga terlihat
di bidang sosial yang meliputi kurangnya kesadaran masyarakat terhadap
lingkungan, sesamanya dan juga tehadap keluarga dan dirinya sendiri. Dalam
pelaksanaan perancangan program LESER (Lesehan Bersih) diperlukan adanya:
(a) koordinasi antar tim pelaksana, (b) persiapan surat-surat perizinan, (c)
persiapan materi pelaksanaan pelatihan, dan (d) penyiapan alat dan bahan
pelatihan.
3. Tahap Persiapan
Tahap persiapan dalam pelaksanaan program akan dimulai dari penyuluhan/
sosialisai kepada masyarakat sasaran, peninjauan lokasi strategis untuk tempat
pelatihan, persiapan materi, alat dan bahan pelatihan, penyusunankerangka
kegiatan pelatihan dan pendampingan, menentukan jumlah masyarakat sasaran
yang akan dilatih, dan penyamaan persepsi antara masyarakat dan juga pelatih
kegiatan yang terdiri atas tim pelaksana kegiatan. Selain kegiatan inti tersebut, tim
pelaksana kegiatan juga menyiapkan alat dan media untuk mendukung kegiatan
pelatihan. Alat-alat pendukung program: (a) buku bacaan (berupa katalog
pelatihan), (b) papan iklan, dan (c) spanduk.
7

Persiapan dilakukan dengan tujuan agar program dapat berjalan sesuai


dengan perencanaan kegiatan. Persiapan dilakukan oleh tim pelaksana dengan
cermat dan penuh tanggung jawab. Semua persiapan dirancang sedemikian rupa
sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan kegiatan. Dalam tahap ini, tim pelaksana
akan mempersiapkan berbagai perlengkapan dan kebutuhan yang memang
menjadi alat utama dan pendukung kegiatan.
4. Pelaksanaan Program
Pelaksanaan program LESER (Lesehan Bersih) dilakukan dengan metode
pelatihan dan pendampingan. Metode ini merupakan metode praktek langsung
terhadap masyarakat sasaran dengan diikuti kegiatan pendampingan oleh tim
pelaksana kegiatan. Cara pelaksanaan program LESER (Lesehan Bersih) adalah
sebagai berikut: (a) LESER (Lesehan Bersih) dilaksanakan dengan bantuan pihak
pemerintah daerah setempat, misalnya kepala lingkungan daerah tersebut, (b)
LESER (Lesehan Bersih) dilakukan dengan menyatukan masyarakat sasaran dari
kalangan yang berbeda-beda, (c) proses pelatihan dan pendampingan dilakukan
setelah penetapan tujuan dan pemilihan materi pelatihan serta penggunaan
metode.
Pada tahap pelaksanaan ini, tim pelaksana kegiatan melakukan pelatihan
dengan beberapa kegiatan pendukung. Inti kegiatan pada tahap ini adalah
membangun hubungan dan kolaborasi perencanaan antar tim pelaksana kegiatan
dengan masyarakat sasaran dan pemerintah di sekitar lingkungan agar saling
terbuka untuk berbagi informasi, melakukan dialog dan konsultasi, dan bersepakat
terhadap aturan pelaksanaan kegiatan yang telah disetujui bersama.
Tim pelaksana bersama dengan masyarakat sasaran kemudian berupaya
menyusun berbagai pengaturan yang diperlukan dan melaksanakan kegiatan
pelatihan sesuai dengan kesepakatan untuk mewujudkan keadaan yang nyaman
dan saling terbuka saat kegiatan sedang dilaksanakan.
5. Pengamatan dan Supervisi Program
Pengamatan dan supervisi program dilakukan dengan beberapa langkah
kegiatan yaitu: (a) menentukan tujuan pengamatan dan supervisi program
kegiatan, (b) menentukan jadwal pengamatan dan supervisi program kegiatan, (c)
menentukan teknik pengamatan dan supervisi program kegiatan, dan (d)
menentukan instrumen pengamatan dan supervisi program kegiatan.
Pengamatan dan supervisi kegiatan akan dilakukan setelah pelaksanaan
program. Pengamatan dan supervisi dilakukan dengan tujuan agar program yang
dilaksanakan dapat berjalan semaksimal mungkin. Pengamatan dan supervisi
program dilaksanakan dengan menggunakan teknik pengamatan sederhana yaitu
dengan memberikan tantangan dan perlombaan, lalu hasilnya diamati dan
disimpulkan. Instrumen yang digunakan dalam pelaksanaan pengamatan dan
supervisi program ialah instrumen hasil pengumpulan data setelah kegiatan
pelatihan dilakukan.
8

6. Evaluasi dan Rekomendasi


Tahap evaluasi dan rekomendasi merupakan proses menetukan hasil yang
telah dicapai oleh kegiatan yang telah dilaksanakan. Tahap evaluasi dan
rekomendasi dilakukan dengan tujuan agar program yang telah dilaksanakan dapat
diperbaiki dan dilakukan kembali dengan cara yang lebih baik berdasarkan hasil
rekomendasi sebelumnya. Kegiatan inti dari tahap evaluasi dan rekomendasi ini
adalah mencari suatu kesimpulan lebih baik yang akan ditrapkan lebih lanjut
dalam pelaksanaan program LESER (Lesehan Bersih).
Program ini akan dilaksanakan disertai dengan tahap evaluasi dan
rekomendasi dari tim pelaksana kegiatan. Untuk dua tahapan awal kegiatan, hasil
pelaksanaannya akan dievaluasi lalu diberikan rekomendasi tentang bagaimana
seharusnya program tersebut dilaksanakan agar program dapat berjalan maksimal.
Pelaksanaan program LESER (Lesehan Bersih) dilakukan dalam jangka waktu
empat bulan pelatihan. Dalam jangka waktu itu, pelatihan akan dilakuakn
sebanyak 12 kali. Pelatihan ini dilakukan dengan tata urutan kegiatan yang telah
dijelaskan. Setelah program terlaksana maka akan dilakukan tahap evaluasi dan
rekomendasi oleh tim pelaksana kepada pemerintah daerah setempat dan
masyarakat mengenai apakah kegiatan pelatihan akan dilanjutkan atau tidak.
Tujuannya adalah untuk membuka lapangan usaha bagi masyarakat yang ada
disana.
7. Kesimpulan dan Laporan Akhir
Tahapan terakhir ialah kesimpulan dan laporan akhir kegiatan yang telah
dilakukan. Setelah tahap evaluasi dan rekomendasi, maka akan dibuat tahapan
kesimpulan dan pelaporan akhirnya. Tahap kesimpulan dan laporan akhir
diperoleh dari hasil evaluasi dan rekomendasi. Kesimpulan dan pelaporan akan
dibuat dengan muatan evaluasi dan rekomendasi dari tim pelaksana kegiatan.

Gambar 3.2. Hasil Keterampilan yang Diajarkan


Sumber: Putri Grace Larosa (Ketua Pelaksana)
9

BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1. AnggaranBiaya

No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)

1 Perlengkapan yang Diperlukan 4.800.000,-

2 Bahan Habis Pakai 3.100.000,-

3 Perjalanan 2.600.000,-

4 Lain-lain 2.000.000.-

Jumlah 12.500.000,-

4. 2. JadwalKegiatan
Bulan
No Jenis Kegiatan
1 2 3 4
Minggu ke- 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Persiapan
2 Pelaksanaan
3 Pengamatan dan
Supervisi
4 Evaluasi dan
Rekomendasi
5 Pelaporan
10
11
12
13
14

Lampiram Biodata Dosen Pendamping


A. Identitas Diri
Nama Lengkap Sani Susanti, [Link].
Jenis Kelamin Perempuan
Program Studi Pendidkan Luar Sekolah
NIP/NIDN 0019048204
Tempat dan Tanggal Lahir Pasar X, 19 April 1982
E-mail [Link]@[Link]
No Telepon/HP 08126468143
B. Riwayat Pendidikan
Gelar Akademik Sarjana S2/Magister S3/Doktor
Nama Institusi Universitas Universitas -
Negeri Medan Negeri
Yogyakarta
Jurusan/Prodi Pendidikan Luar Pendidikan Luar -
Sekolah Sekolah
Tahun Masuk-Lulus 2001-2006 2010-2012 -
[Link] Tri Dharma PT
C.1. Pendidikan/Pengajaran
No Nama Mata Kuliah Wajib/Pilihan SKS
1 Filsafat Pendidikan Wajib 3
2 Profesi Kependidikan Wajib 3
3 Pendidikan Seumur Hidup Wajib 3
4 Magang 1 Wajib 1
5 Magang 2 Wajib 1
6 Magang 3 Wajib 1
7 Profesi PTK PLS Wajib 3
C.2. Penelitian
No Judul Penelitian Penyandang Dana Tahun
1 Meningkatkan Hasil Belajar Mandiri 2015
mahasiswa melalui model
Pembelajaran kooperatif Tipe
Teams Assisted Individualization
(TAI) pada Mata Kuliah Filsafat
Pendidikan.
2 Analisis Tingkat Kepuasan UNIMED 2017
Mahasiswa terhadap Kualitas
Pelayanan Akademik dari Tenaga
Pendidik dan Kependidikan di
Program Studi Pendidikan Luar
15
16

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1. Jenis
Volume Harga Satuan Nilai (Rp)
Perlengkapan
(Rp)
-Ember 20 Rp. 25.000,- Rp. 500.000,-
-Batang pengaduk 20 Rp. 15.000,- Rp. 300.000,-
-Gelas Ukur 20 Rp. 25.000,- Rp. 500.000,-
-Gunting 20 Rp. 7.000,- Rp. 140.000,-
-Toples 20 Rp. 5.000,- Rp. 100.000,-
-Meja 20 Rp. 100.000,- Rp. 2.000.000,-
-Selang 20 Rp. 20.000,- Rp. 400.000,-
-Gayung 20 Rp. 8.000,- Rp. 160.000,-
-Kursi 20 Rp. 35.000,- Rp. 700.000,-
Jumlah Rp. 4.800.000,-
2. Bahan Habis
Volume Harga Satuan Nilai (Rp)
Pakai
(Rp)
-Air 60 liter Rp. 1.000,- Rp. 600.000,-
-Pewarna 100 gr Rp. 2.000,- Rp. 200.000,-
-Sodium sulfat 25 kg Rp. 15.000,- Rp. 375.000,-
-Garam 25 kg Rp. 7.000,- Rp. 175.000,-
-Texafon 20 kg Rp. 13.000,- Rp. 260.000,-
-Foambooster 20 kg Rp. 17.000,- Rp. 340.000,-
-Pewangi 3 liter Rp. 250.000,- Rp. 750.000,-
-Botol 10 bal Rp. 40.000,- Rp. 400.000,-
Jumlah Rp. 3.100.000,-
3. Perjalanan Volume Harga Satuan Nilai (Rp)
(Rp)
-Pembelian bahan 2 Rp. 100.000,- Rp. 200.000,-
-Transportasi 48 Rp. 50.000,- Rp. 2.400.000,-

Jumlah Rp. 2.600.000,-


4. Lain-lain Volume Harga Satuan Nilai (Rp)
(Rp)
-Biaya publikasi - - Rp. 700.000,-
-Perbanyak produk - - Rp. 500.000,-
-Keperluan uji coba - - Rp. 400.000.-
-Sewa laboratorium - - Rp. 400.000,-
Jumlah (Rp) RP. 2.000.000,-
Rp. 12.500.000,-
Jumlah Keseluruhan (Rp)
17

Lampiran 3. Susunan Organisai Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas

Alokasi
No Nama/NIM Program Bidang Waktu Uraian Tugas
Studi Ilmu (jam/minggu)
1 Putri Grace Pendidikan Pendidikan 9 jam Melakukan
Larosa/ Luar Luar sosialisasi
1163371012 Sekolah Sekolah dan
pendamping
pelaksanaan
kegiatan,
melatih
masyarakat
untuk
melakukan
kegiatan
pelatihan
yang
dilaksanakan,
melakukan
pengamatan
dan supervisi
pelaksanaan
kegiatan,
melakukan
evaluasi dan
rekomendasi
akhir
terhadap
kegiatan,
membuat
kesimpulan
dan laporan
akhir.
2 Siti Aisyah/ Pendidikan Pendidikan 8 jam Melakukan
1164471002 Luar Luar sosialisasi
Sekolah Sekolah dan
pendamping
pelaksanaan
kegiatan,
melakukan
pengamatan
18

dan supervisi
pelaksanaan
kegiatan,
melakukan
evaluasi dan
rekomendasi
akhir
terhadap
kegiatan,
membuat
kesimpulan
dan laporan
akhir.
3 Ahmad Pendidikan Biologi 8 jam Melakukan
Rasyid Biologi sosialisasi
Ridho dan
Agus/ pendamping
4174541001 pelaksanaan
kegiatan,
melatih
masyarakat
untuk
melakukan
kegiatan
pelatihan
yang
dilaksanakan,
melakukan
evaluasi dan
rekomendasi
akhir
terhadap
kegiatan,
membuat
kesimpulan
dan laporan
akhir.

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana


19
20
21

Lampiran 6. Denah Detail Lokasi Mitra Kerja

Anda mungkin juga menyukai