0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan2 halaman

Pengertian Pendekatan Person Centered

Pendekatan person-centered therapy berfokus pada kemampuan setiap individu untuk memahami diri sendiri dan memecahkan masalahnya tanpa bantuan luar. Terapi ini didasarkan pada tiga kondisi inti yaitu kongruensi, empati, dan penerimaan positif tanpa syarat dari terapis kepada klien, yang memungkinkan klien untuk mengambil kendali atas proses penyembuhannya sendiri. Pendekatan ini bertujuan untuk membant
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
82 tayangan2 halaman

Pengertian Pendekatan Person Centered

Pendekatan person-centered therapy berfokus pada kemampuan setiap individu untuk memahami diri sendiri dan memecahkan masalahnya tanpa bantuan luar. Terapi ini didasarkan pada tiga kondisi inti yaitu kongruensi, empati, dan penerimaan positif tanpa syarat dari terapis kepada klien, yang memungkinkan klien untuk mengambil kendali atas proses penyembuhannya sendiri. Pendekatan ini bertujuan untuk membant
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Pengertian  Pendekatan Person Centered


Pendekatan Person-Centered Therapy merupakan pendekatan yang berasumsi
bahwa setiap manusia dapat dipercaya, manusia memiliki potensi untuk memahami
dirinya sendiri dan memecahkan masalah mereka sendiri  tanpa adanya intervensi dan
terapis dan mereka mampu menumbuhkan pengarahan dirinya sendiri tanpa dilibatkan
dalam hubungan terapeutik tertentu. Secara umum hakikat konseling pada person
centered therapy adalah memecahkan masalah klien dengan memberikan fungsi
secara penuh kepada diri klien untuk menyadari dirinya dan mengarahkan diri sendiri
untuk perubahan dirinya dalam tindakan dan tingkah laku, karena person centered
memandang manusia secara positif dan optimistic, maka klien memiliki kapasitas
untuk menjauh dari kesalahan dan pengaturan diri dalam kesehatan psikologisnya. 
Person centered therapy ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh
Rogers yang didesain guna meningkatkan keterbukaan, pertumbuhan dan perubahan
dalam memahami proses konseling. Pendekatan ini sangat praktis dan memiliki
manfaat di bidang pendidikan, karena dapat memecahkan beberapa masalah yang
dihadapi siswa di luar hukum. Merupakan hal yang penting untuk memadukan
beberapa aspek yang dapat mempercepat informasi tentang kondisi yang dapat
mendukung atau memfasilitasi pertumbuhan di bidang pendidikan, seperti empati,
dukungan dan hal positif dari orang lain. Pendekatan ini juga memiliki kelemahan
yakni sulit untuk bisa menciptakan suatu lingkungan belajar yang bebas dari
gangguan. Maka dari itu, dalam Person Centered Therapy ini siswa yang berperan
sebagai klien diharuskan untuk bisa bertanggung jawab atas perbuatannya dan dapat
menjadi solusi dari permasalah tersebut.
Berbeda dengan pendekatan terapeutik lainnya, person centered therapy ini
ditemukan melalui suatu prinsip sikap, serta didasarkan pada tiga “kondisi inti” yaitu
kongruensi, empati dan hal positif tanpa syarat, yang diturunkan dari enam hal yang
dimiliki konselor untuk mengatasi hubungan Person Centered Therapy ini tidak
menangani penyebab dari permasalahan dan mencari cara yang terbaik. Klien dalam
melakukan konseling harus memiliki suatu hubungan yang terbuka dengan terapis,
yang memberdayakan individu untuk melakukan kontrol terhadap penyembuhan
dirinya sendiri. Dalam hal ini penyembuhan berasal dari dalam diri klien itu sendiri,
bukan dari teknik profesional seorang konselor yang membuat penyembuhan.
Konselor tidak memiliki teknik khusus yang diterapkan dalam setiap situasi, setiap
terapis memilih apa hal yang paling sesuai dengan kasus yang sedang ditangan.

Rogers menemukan dan mengembangkan teknik konseling yang dikenal


sebagai client centered therapy, yakni teknik terapi yang berpusat pada klien.
Dibandingkan teknik terapi pada masa itu, teknik ini adalah pembaharuan karena
mengasumsikan posisi yang sejajar antara konselor dan klien. Hubungan konselor-
klien diwarnai kehangatan, saling percaya, dan klien diperlakukan sebagai orang
dewasa yang dapat mengambil keputusan sendiri dan bertanggung jawab atas
keputusannya. Bertolak dari peran konselor sebagai guru dengan beragam
tindakannya dalam memberikan perlakuan terhadap siswa, maka client centered
sebagai model dalam konseling merupakan deskripsi proses konseling, tujuan
konseling, teknik konseling, kelebihan dan keterbatasan serta hasil konseling dan
penerapan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Tugas konselor adalah
membantu klien mengenali masalahnya sendiri dan menemukan solusi bagi dirinya
sendiri. Ketika individu paham dan mengerti akan dirinya yang sebenarnya dengan
apa yang diharapkan maka akan semakin mudah ia memiliki konsep diri positif.
Karena konsep diri itu sendiri adalah bagaimana individu mengenal dirinya baik dari
aspek fisik, psikis maupun kemampuan yang lainnya. Konseling dengan pendekatan
person centered dapat digunakan untuk membantu siswa dalam meningkatkan konsep
diri positifnya hal ini sejalan dengan tujuan konseling person centered.

Anda mungkin juga menyukai