0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan12 halaman

Dominasi Konsep Berpikir Sejarah

1. Dokumen tersebut membahas konsep berpikir kronologis, sinkronik, dan diakronik dalam analisis sejarah serta peristiwa pemberontakan petani Banten tahun 1888. 2. Dokumen menjelaskan beberapa teori mengenai proses masuknya agama Hindu dan Islam ke Indonesia, serta peninggalan kerajaan Majapahit dan tradisi Kerajaan Islam Mataram. 3. Kebijakan dan praktik pemerintahan kolonial Belanda di baw

Diunggah oleh

mutiara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan12 halaman

Dominasi Konsep Berpikir Sejarah

1. Dokumen tersebut membahas konsep berpikir kronologis, sinkronik, dan diakronik dalam analisis sejarah serta peristiwa pemberontakan petani Banten tahun 1888. 2. Dokumen menjelaskan beberapa teori mengenai proses masuknya agama Hindu dan Islam ke Indonesia, serta peninggalan kerajaan Majapahit dan tradisi Kerajaan Islam Mataram. 3. Kebijakan dan praktik pemerintahan kolonial Belanda di baw

Diunggah oleh

mutiara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1. Konsep berpikir kronologis,singkronik,diagronik?

Konsep berfikir kronologi adalah sebuah metode analasis suatu peritiwa yang terjadi pada masa lalu
dengan menitik beratkan pada waktu. Artinya waktu dari satu kejadian ke peristiwa lain yang telah
terjadi pada masa lalu yang saling berhubungan akan diurutkan secara runtut. Berpikir sinkronik dapat
pula diartikan sebagai cara berpikir yang mementingkan penggambaran ruang yang lebih luas, tetapi
tidak terfokus kepada dimensi waktunya. Pada umumnya, konsep berpikir sinkronik adalah ilmu yang
sering digunakan dalam cabang ilmu, politik, sejarah, ekonomi, antropologi, hingga ilmu sosial. Konsep
berpikir diakronik dalam sejarah merupakan konsep berpikir kronologis atau secara urutan yang
digunakan dalam menganalisis sebuah peristiwa. Dalam hal ini, kronologis artinya catatan mengenai
berbagai kejadian yang diurutkan sesuai dengan waktu kejadiannya.
Pada tahun 1888, terjadi pemberontakan yang dilakukan oleh para petani di Banten. Peristiwa
pemberontakan tersebut ditulis dalam sebuah buku oleh Sartono Kartodirjo yang berjudul
pemberontakan Petani Banten 1888. Fokus kajian dari buku Sartono ini para petani dengan melihat
pola-pola, gejala, dan karakter sosial mereka. Menurutnya, pemberontakan petani di Banten disebabkan
para petani tidak menginginkan modernitas. Selain itu, ia juga menjelaskan peran lain kaum bangsawan
dan elit agama yang membantu petani melakukan perlawanan terhadap kebudayaan Barat. Namun,
dalam praktiknya, para petani justru bersifat pasif dan hanya dijadikan alat oleh para bangsawan dan elit
agama untuk memberontak agar tetap bepegang pada sistem tradisional.
Konsep berpikir sejarah yang dominan digunakan dalam penulisan peristiwa sejarah tersebut adalah…
Sinkronik
2. Konsep perubahan dan berkelanjutan? (Disajikan gambar masa lampau dan sekarang)

3. Nilai-nilai gotong royong ,religius,sosial,kemanusian,dan lain-lain di kehidupan masyarakat pra-


aksara ?

4. Teori masuknya agama hindu ke indonesia?


 Teori Waisya N.J Krom yang menyebutkan proses masuknya kebudayaan Hindu melalui
hubungan dagang antara India dan [Link] pedagang (Waisya) India yang berdagang di
Indonesia mengikuti angin musim. Jika angin musim tidak memungkinkan mereka untuk
kembali, dalam waktu tertentu mereka menetap di Indonesia
 Teori Brahmana Teori ini diungkapkan oleh Jc. Van Leur yang mengatakan kebudayaan Hindu-
Buddha India menyebar melalui golongan [Link] Brahmana dikenal menguasai
bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa, sehingga jelas bahwa ada peran Brahmana dalam
masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia.
 Teori Ksatria
C.C. Berg menjelaskan bahwa golongan ksatria yang turut menyebarkan kebudayaan Hindu-
Budha di Indonesia. Para ksatria India ini ada yang terlibat konflik dalam masalah perebutan
kekuasaan di Indonesia.
Mookerji juga mengatakan bahwa golongan ksatria dari India yang membawa pengaruh
kebudayaan Hindu-Budha ke Indonesia.
J.L. Moens mencoba menghubungkan proses terbentuknya kerajaan- kerajaan di Indonesia pada
awal abad ke-5 dengan situasi yang terjadi di India pada abad yang sama.
 Teori Arus Balik Pendapat ini menjelaskan peran aktif dari orang-orang Indonesia yang
mengembangkan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia.
 Teori Sudra Teori ini disampaikan Von Van Faber yang mengatakan bahwa peperangan yang
terjadi di India pada saat itu menyebabkan golongan Sudra menjadi buangan.

5. Perkembangan kehidupan masyarakat pada masa kerajaan sriwijaya ?


 Kehidupan Sosial Kerajaan Sriwijaya
Kehidupan sosial masyarakat di Kerajaan Sriwijaya berbaur dengan para pedagang dari luar,
karena saat itu wilayah tersebut merupakan pelabuhan bagi kapal-kapal asing yang singgah.
Kemungkinan bahasa yang berkembang adalah bahasa melayu kuno, mereka menggunakan
bahasa tersebut untuk berkomunikasi dengan para pedagang.
 Kehidupan Agama di Kerajaan Sriwijaya
Agama yang dianut oleh masyarakat Kerajaan Sriwijaya adalah Hindu dan Budha. Masuknya
agama Hindu dan Budha dibawa oleh para pedagang dari India. Dikutip dari wikipedia, agama
pertama yang dianut adalah agama Hindu. Kemudian menurut catatan I Tsing, pada
perkembangan selanjutnya agama Budha mendominasi kehidupan masyarakat Sriwijaya.
Bahkan sebagai pusat study agama Budha (I Tsing). Kehidupan agama di Kerajaan Sriwijaya
dipengaruhi oleh letaknya yang strategis, agama-agama yang dianut merupakan hasil dari
campur baur dengan pedagang dari India dalam kegiatan perdagangan.
 Kehidupan Ekonomi Kerajaan Sriwijaya
Kehidupan Ekonomi Kerajaan Sriwijaya meliputi kegiatan pertanian, hasilnya kemudian diperjual
belikan kepada para pedagang asing yang singgah. Hal ini didukung dengan letak yang sangat
strategis sebagai jalur perdagangan Internasional. Hasil bumi dari pertanian tersebut
mendongkrak kegiatan perdagangan, akibatnya banyak pedagang dari China dan India ramai-
ramai [Link] lain pendukung kegiatan ekonomi adalah berhasilnya Sriwijaya
menguasai wilayah-wilayah strategis di sekitarnya seperti Selat Sunda, Selat Malaka, Laut
Natuna dan Laut Jawa.
 Kehidupan Politik Kerajaan Sriwijaya

6. Bukti peninggalan maja pahit yang berlaku hingga saat ini ?


 Candi Panataran
 Candi Jabung
 Gapura Bajangratu
 Situs Trowulan
 Candi Wringin Lawang
 Kitab Sutasoma
 Candi Tikus
7. Proses masuknya islam ke indonesia ?
 Teori india atau teori Gujarat agama islam masuk ke Indonesia melalui para pedagang dari india
muslim (Gujarat) yang berdagang di nusantara pada abad ke-13. Para saudagar dari Gujarat yang
datang dari Malaka kemudian menjalin relasi dengan orang-orang di wilayah barat di Indonesia
kemudian setelah itu terbentuklah sebuah kerajaan Islam yang bernama kerajaan Samudra Pasai
 Teori Persia agama islam masuk ke Indonesia di antara rentang tahun 7 hingga 13 Masehi
melalui pedagang yang berasal dari Persia. Agama islam pertama kali masuk ke Nusantara di
Pulau Sumatera.
 Teori Arab agama tersebut masuk langsung dari tanah Arab. Masuknya Islam dari Arab atau
Mekah adalah pada masa kekhalifahan. Tokoh Indonesia yang mengamini teori ini diantaranya
adalah Buya Hamka.
8. Tradisi masa kerajaan islam mataram/demak yang masih berjalan sampai saat ini ?
Upacara Sekaten. Upacara ini bertujuan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad pada
bulan Maulud, atau orang-orang biasanya menyebut dengan kata Maulid Nabi.
9. Lokasi awal kedatangan bangsa belanda di indonesia ?
Datang pertama kali dibawah pimpinan Cornelis De Houtman tahun 1596 mendarat yaitu di Pelabuhan
Banten. Tujuan kedatangan Belanda ke nusantara adalah rempah – rempah yang membuat Belanda
memperoleh keuntungan yang sangat besar, Belanda berusaha mengadakan monopoli perdagangan dan
menjajah
10. Ciri perlawanan rakyat indonesia setelah abad-20 ?
Perhatikan pernyataan berikut!
1) Bersifat sendiri-sendiri (kedaerahan)
2) Bersifat nasional dan terorganisir
3) Dipelopori oleh kaum terpelajar
4) Bertujuan hanya untuk mengusir penjajah
5) Mulai melakukan cara diplomasi untuk kemerdekaan
Berdasarkan pernyataan diatas, manakah ciri perlawanan Bangsa Indonesia terhadap penjajah setelah
abad ke-20…
11. Penyebab rakyat indonesia melakukan perlawanan terhadap bangsa belanda ?
Disebabkan oleh adanya campur tangan Belanda ke dalam masalah internal kerajaan.
 Keinginan rakyat di berbagai daerah untuk hidup tenang sesuai dengan adat istiadat setempat
seperti sebelum kedatangan bangsa-bangsa Barat.
 Sistem kolonialisme dan imperialism (baik kuno maupun modern) sangat membelenggu
masyarakat yang berada di bawah sistem tersebut.
 Keinginan untuk menegakkan kedaulatan di wilayah yang dikuasainya dan tidak ingin dicampuri
oleh bangsa asing.

12. Kebijakan deandles saat memerintah indonesia?


Bidang politik dan pemerintahan :
 Membatasi pengaruh kekuasaan kerajaan-kerajaan tradisional Indonesia terhadap aspek-aspek
kehidupan masyarakat
 Menmbagi pulau Jawa menjadi 23 karisidenan
 Kedudukan Bupati sebagai penguasa tradisional daerah diubah menjadi pegawai dibawah
pemerintah kolonial
 Membagai wilayah Jawa bagian timur menjadi 5 prefektur (setingkat provinsi) yaitu Surabaya,
Sumenep, Rembang, Pasuruan, Gresik
Sosial dan ekonomi Daendels di Indonesia:
 Mengharuskan rakyat pribumi untuk melaksanakan penyerahan wajib atas hasil
pertaniannya
 Menjual tanah-tanah Indonesia kepada pihak swasta
 Menanam tanaman komoditas yang laku di pasar internasional
 Memungut pajak kepada rakyat pribumi
 Menggabungkan wilayah Kasunanan dan Kasultanan ke dalam wilayah pemerintah kolonial
Pertahanan dan Keamanan:
 Mendirikan pangkalan angkatan laut di Anyer dan Ujungkulon.
 Mendirikan benteng-benteng pertahanan baru
 Meningkatkan jumlah tentara dengan mengambil orang-orang pribumi sehingga jumlahnya
menjadi 18.000 orang
 Membangun jalan raya Anyer-Panarukan yang memiliki panjang sekitar 1.100 km

1) Memindahkan pusat pemerintahan dari Sunda Kelapa ke Welterreden (sekarang gedung


Mahkamah Agung di Jakarta)
2) Membangun jalan raya dari Anyer sampai Panarukan
3) Rakyat dipaksa melakukan kerja paksa (rodi)
4) Menyarankan tanah jajahan harus menanam tanaman yang laku dijual di pasar dunia, guna
memulihkan perekonomian Pemerintah Belanda
5) Membagi pulau Jawa menjadi 16 keresidenan
Berdasarkan pernyataan diatas, manakah yang merupakan kebijakan Deandels dalam memerintah
Indonesia…
13. Dampak positif dan negatif penjajahan belanda untuk kehidupan bangsa indonesia sekarang?
Penjajahan Belanda Dampak positif: banyak dibangun jalan raya, rel kereta api, dan jaringan telepon.
Dampak negatif: pembangunan tersebut mengorbankan banyak pekerja Indonesia dan kesengsaraan
bagi masyarakat saat itu.
14. Faktor interens munculnya nasionalisme di indonesia?
Faktor internal yakni (1) penderitaan yang berkepanjangan akibat penjajahan; (2) kenangan kejayaan
masa lalu, seperti pada masa Kerajaan Sriwijaya atau Majapahit; dan (3) munculnya kaum intelektual
yang menjadi pemimpin gerakan.
15. Dampak pendudukan jepang di indonesia?
 Kebijakan romusha menyebabkan munculnya berbagai macam permasalahan sosial yang
mengakibatkan trauma bagi masyarakat Indonesia
 Eksploitasi besar-besaran yang dilakukan Jepang mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan
rakyat Indonesia
 Kehidupan yang menderita dan sengsara karena kemiskinan. Hal ini dikarenakan segala potensi
ekonomi di Indonesia digunakan untuk mendukung Jepang dalam perang.
 Penyebaran intelijen dan polisi khusus menghadirkan rasa takut di kalangan rakyat. Penyebaran
ini dilakukan guna mengawasi rakyat Indonesia yang dicurigai sebagai golongan anti-Jepang.
 Pembatasan aktivitas pers mengakibatkan tidak adanya pers nasional yang bebas dari pengaruh
Jepang. Pers nasional pada saat itu harus tunduk pada pemerintah Jepang.
16. Tokoh pahlawan nasional yang melawan belanda ?
 Tuanku Imam Bonjol (Sumatra Barat)
 Cut Nyak Dien (Aceh)
 Pangeran Diponegoro (Yogyakarta)
 Sultan Hasanuddin (Sulawesi Selatan)
 Pattimura (Maluku)
 Raden Ajeng Kartini (Jawa Tengah)
 Dewi Sartika (Jawa Barat)
 Cut Meutia (Aceh)
Penyebab khusus terjadinya Perang Diponegoro adalah…
Tanah leluhur Keluarga Diponegoro dibuat jalan oleh Belanda
17. Makna proklamasi dibidang politik,ekonomi,sosial,hukum ?
 Bidang Politik Proklamasi Indonesia membuat Indonesia semakin memiliki kedaulatan rakyat,
yakni berupa pengakuan dari segenap rakyat Indonesia bahwa pemerintah Indonesia
merupakan pemegang kekuasaan tertinggi serta terlepas dari belenggu penjajah.
 Bidang Sosial Masyarakat berhak berpartisipasi dan berkarya dalam bidang apapun sesuai
keinginan, tidak ada perbedaan suku, agama, rasa, pandangan politik, dan sebagainya.
 Bidang Ekonomi Dalam bidang ekonomi ada kewenangan bagi bangsa Indonesia menuju
masyarakat sejahtera dengan menguasai dan mengelola sumber-sumber daya ekonomi secara
mandiri
 Bidang Budaya Dalam bidang budaya, proklamasi kemerdekaan memiliki makna yang besar.
Indonesia memiliki kepribadian nasional yang berasal dari kebudayaan bangsa Indoensia.
Pancasila mencerminkan nilai-nilai kepribadian, mulai dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan,
demokrasi, hingga keadilan sosial.
 Bidang Pendidikan Makna proklamasi dalam bidang pendidikan bahwa setiap anak di Indonesia
berhak mendapatkan pendidikan dan wajib belajar selama 12 tahun. Pendidikan diperoleh
masyarakat Indonesia seutuhnya, baik pria atau wanita maupun kaya atau miskin.

18. Kehidupan politik pada masa demokrasi liberal ?


Kehidupan politik di Indonesia pada masa Demokrasi Liberal tidak stabil. Hal ini terjadi karena pada saat
itu Indonesia menggunakan sistem multipartai. Masing-masing partai selalu mengedepankan
kepentingannya sendiri sehingga menyebabkan konflik di kalangan partai politik. Konflik ini kemudian
sangat mempengaruhi kedudukan kabinet sehingga sering terjadi pergantian kabinet. Dalam waktu 9
tahun terjadi pergantian kabinet sebanyak 7 kali. Hal ini terjadi karena dalam pembentukan kabinet
pada saat itu tidak didasarkan pada zaken kabinet melainkan berasal dari koalisi partai politik.
Kehidupan tidak sehat dari partai politik itu kemudian juga menjadi penyebab retaknya dwi tunggal
Soekarno-Hatta.
19. Nilai perjuangan proklamasi kemerdekaan indonesia?
 Persatuan dan kesatuan
 Rela berkorban
 Cinta tanah air
 Kemanusiaan
 Musyawarah dan mufakat
 Saling menghargai
 Kerja sama
20. Hasil perjanjian linggar jati dan renville
Perjanjian Linggarjati :
 Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan meliputi wilayah kekuasaan yakni
Sumatra, Jawa dan Madura.
 Belanda harus meninggalkan wilayah de facto (Sumatra, Jawa, dan Madura) paling lambat yakni
pada tanggal 1 Januari 1949.
 Belanda dengan Republik Indonesia akan bekerja sama dalam pembentukan Negara Indonesia
Serikat dengan nama Republik Indonesia Serikat yang salah satu bagiannya ialah Republik
Indonesia.
 Belanda bersama dengan Republik Indonesia Serikat (RIS) akan membentuk Uni Indonesia –
Belanda dengan ketuanya adalah Ratu Belanda.
Perjanjian Renville :
 Pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan segera.
 Republik Indonesia merupakan negara bagian dalam RIS.
 Belanda tetap menguasai seluruh Indonesia sebelum RIS terbentuk.
 Wilayah Indonesia yang diakui Belanda hanya Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatera.
 Wilayah kekuasaan Indonesia dengan Belanda dipisahkan oleh garis demarkasi yang disebut
Garis Van Mook.
 Tentara Indonesia ditarik mundur dari daerah-daerah kekuasaan Belanda (Jawa Barat dan Jawa
Timur).
 Akan dibentuk Uni Indonesia-Belanda dengan kepalanya Raja Belanda.
 Akan diadakan plebisit atau semacam referendum (pemungutan suara) untuk menentukan nasib
wilayah dalam RIS.
 Akan diadakan pemilihan umum untuk membentuk Dewan Konstituante RIS.
21. Dampak pemberontakan pki madiun 1948?
 Pembangunan Terganggu
 Banyak Masyarakat Yang Merasa Tidak Aman
 Aktivitas Terganggu
22. Latar belakang pemberontakan rms,andi aziz,dan apra?
RMS : (1adanya keinginan untuk mempertahankan NIT sebagai negara federasi. (2)Adanya konflik di
antara dua kekuatan di Negara Indonesia Timur (NIT). (3)Memisahkan diri dari Negara Indonesia Timur
(NIT) dan membentuk negara sendiri. (4)Ingin melepaskan wilayah Maluku dari NKRI.
Andi Aziz : (1)penolakan Andi Azis terhadap rencana penyatuan NIT ke dalam bagian Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI). (2)Menolak masuknya pasukan APRIS yang berasal dari TNI ke Makassar.
(3)Keinginan untuk mempertahankan keberadaan Negara Indonesia Timur (NIT).
Apra : (1)Kerajaan Belanda akan menarik pasukan KL (Koninklijk Leger) dari Indonesia. (2)Tentara KNIL
(Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger) akan dibubarkan dan akan dimasukkan ke dalam kesatuan-
kesatuan TNI,Pasukan KL dan KNIL merasa dirugikan dengan keputusan KMB. (3)Mulai dibubarkannya
negara bagian bentukan Belanda di Republik Indonesia Serikat (RIS) yang bergabung kembali ke Republik
Indonesia. (4)APRA tidak menyetujui adanya rencana pembubaran Republik Indonesia Serikat (RIS)
melalui hasil Konferensi Meja Bundar.
23. Tokoh perjuangan di tahun 1948-1965?
 Jenderal Gatot Soebroto
 Abdul Haris Nasution
 Letkol Slamet Riyadi
24. Oprasi penumpasan,pemberontakan yang berlatar belakang ideologi?
Pki madiun gerakan oprasj militer gatot subroto dan sungkono
Ditii jabar oprasi pagar betis
G30spki oprasi merapi ,oprasi trisula,oprasi kikis
25. Tokoh yang pernah menjabat sebagai perdana mentri di era demokrasj liberal?
1) Muhamad Hatta (Pimpinan Kabinet RIS)
2) Abdul Halim (Kabinet Halim)
3) Soekarno (Kabinet Dwikora)
4) Sutan Sjahrir (Kabinet Sjahrir 1-3)
5) Djuanda Kartawidjaja (Kabinet Djuanda)
Berdasarkan data tokoh diatas, manakah yang merupakan tokoh yang pernah menjadi Perdana Menteri
di era Demokrasi Liberal…

26. Contoh keberhasilan demokrasi parlementer tahun 1950-1959 ?


Dilaksanakannya pemilu pertama di Indonesia pada tahun 1955.
Periode ini ditandai oleh sering terjadinya pergantian kabinet, sehingga masa pemerintahan kabinet
tidak berlangsung lama dan membuat program kerja kabinet tidak dapat terlaksana. Meski demikian,
masa pemerintahan Demokrasi Liberal membawa beberapa keberhasilan, salah satunya keberhasilan di
bidang politik.
Pada bidang politik, keberhasilan Demokrasi Liberal adalah berhasil melaksanakan pemilu pertama di
Indonesia yang diselenggarakan pada masa kabinet Burhanuddin Harahap pada tahun 1955. Pemilu
tersebut kemudian menjadi tonggak awal dilaksanakannya pesta demokrasi pemilu di Indonesia yang
masih tetap dilaksanakan hingga masa sekarang.

27. Latar belakang diberlakukan demokrasi terpimpin ?


Kegagalan Konstituante dalam merumuskan konstitusi baru, dikeluarkannya Dekrit Presiden 1959, serta
kondisi politik nasional yang tidak stabil akibat sering dikeluarkannya mosi tidak percaya di parlemen.
28. Penyimpangan pada masa demokrasi terpimpin ?
 Presiden membubarkan DPR hasil Pemilu 1955 melalui Penetapan Presiden No. 3 Tahun 1960
 Pembentukan MPRS
 Terpisahnya Penafsiran Pancasila
 Pergeseran Makna Demokrasi Terpimpin
 Pembentukan DPRGR
 Presiden Seumur Hidup
 Konsep Pancasila Berubah Menjadi Konsep Nasakom
29. Super semar
faktor penyebab dikeluarkannya SUPERSEMAR dan penyebab lengsernya Presiden Soekarno :
 Pada 1965, keadaan ekonomi Indonesia tengah terpuruk
 Inflasi besar-besaran hingga 600% lebih
 Terendusnya keterlibatan Amerika Serikat dalam peristiwa G30S/PKI
 Timbulnya demonstrasi besar yang dilakukan oleh rakyat, mahasiswa, KAMI dan KAPPI
 Membentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) pada Oktober 1965.
 Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), KABI, KASI, KAWI, dan KAGI
Pasca peristiwa pemberontakan G30 S PKI, menjadi salah satu latar belakang penyebab lengsernya
Soekarno sebagai Presiden karena dianggap gagal dalam menangani kasus tersebut sehingga
dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret 11 (SUPERSEMAR). Berikut ini merupakan faktor penyebab
dikeluarkannya SUPERSEMAR dan penyebab lengsernya Presiden Soekarno adalah, kecuali…
Berhasilnya mengadakan KAA (Konferensi Asia-Afrika) pertama kali
30. Kebijakan politik dan ekonomi jaman orde baru ?
Kebijakan politik dalam negeri
Pelaksanaan pemilu,penyederhanaan partai politik,pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila
Kebijakan politik luar negeri
Kembali menjadi anggota pbb,pemulihan hubungan diplomatik dwngan malaysia dan singapur dan
pemutusan hubungan dengan china,memperkuat kerja sama regional dan internasional
Ekonomi
Rencana pembangunan lima tahun,revolusi hijau
31. Pemicu munculnya gerakan reformasi?
 Partai Golongan Karya Mendominasi bidang politik
 Hasil pembangunan tidak merata
 Munculnya krisis ekonomi
 Retaknya kekuasaan Orde Baru
 Gerakan antikemapanan
 Penyelewengan dan perlakuan tidak adil pada era Orde Baru.
 Ketidakadilan tersebut terjadi di berbagai bidang, yaitu politik, hukum, dan ekonomi.
 Di mana semua bidang terjadi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)
 Krisis Kepercayaan
32. Bentuk otonomi dibidang politik,ekonomi dan pendidikan ?

33. Perbedaan pemilu era orde baru dan reformasi ?


Pada masa orde baru, terdapat fusi atau pengelompokkan partai menjadi tiga golongan, sehingga Pemilu
hanya diikuti tiga partai, yakni Golkar, PPP dan PDI.
Sementara pada masa kini, tepatnya sejak masa reformasi, Pemilu diikuti banyak partai.
• Pada masa orde baru, Golkar selalu menang secara meyakinkan dan meraih kedudukan mayoritas
mutlak. Sementara pada masa reformasi, partai yang menang bergantung pada hasil pilihan rakyat.
• Pada masa orde baru, kekuatan politik berada di tangan pemerintah. Sementara pada masa reformasi,
berada di tangan tiap partai politik.
• Pada masa orde baru, presiden dan wakil presiden dipilih oleh majelis permusyawaratan rakyat (MPR).
Sementara pada masa reformasi, dipilih secara langsung oleh rakyat.
• Pada masa orde baru, Pemilu memilih anggota MPR, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Sementara pada masa reformasi, terdapat juga pemilihan untuk suatu lembaga baru, yakni Dewan
Perwakilan Daerah (DPD), yang mewakili kepentingan daerah secara khusus.
• Pada masa orde baru, pemilih memberikan suara kepada partai dan partai yang memberikan suaranya
kepada calon dengan nomor urut teratas.
Sementara pada masa reformasi, pemilih dapat memberikan suaranya secara langsung kepada calon
yang dipilih.
• Pada masa orde baru, Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) mendapatkan jatah kursi di MPR
dan DPR tanpa perlu mengikuti Pemilu.
Sementara pada masa reformasi, dwifungsi ABRI dihapuskan sehingga keterlibatan TNI dalam politik
praktis dihapuskan.
• Pada masa orde baru, calon-calon kepala daerah dipilih DPRD dan diajukan kepada pemerintah untuk
kemudian dipilih dan diangkat sebagai kepala daerah. Saat itu, kepala daerah dominan berasal dari
Golkar atau ABRI.
Sementara pada masa reformasi, pemilihan kepala daerah dilakukan secara langsung oleh rakyat sejak
Juni 2005.
34. Peran pemuda dalam politik dan tata negara indonesia?
Peran pemuda berpengaruh besar terhadap Indonesia. Kontribusi dari para pemuda dapat
mempengaruhi politik dan ketatanegaraan Indonesia.
Organisasi pelajar yang pertama kali dibentuk yaitu Trikoro Darmo. Gerakan-gerakan yang dibentuk
untuk memperluas asal dari para pemudanya pada saat itu antara lain Jong Java, Pemuda Indonesia, dan
Jong Sumatra. Selain itu, ada juga gerakan pemuda yang belatarbelakang keagamaan
35. Tuntutan mahasiswa pada reformasi 1998 ?
 Mengadili Soeharto dan para pengikutnya.
 Amandemen UUD 1945.
 Otonomi daerah seluas-luasnya.
 Menghapus Dwifungsi ABRI.
 Hapuskan KKN (korupsi, kolusi, nepotisme).
 Menegakkan supremasi hukum.
 penegakan hak asasi manusia dan demokrasi
 penegakan kebebasan pers
36. Peran indonesia dalam konflik vietnam dan kamboja ?
Perang Kamboja–Vietnam adalah konflik yang terjadi antara Republik Sosialis Vietnam dan Kamboja.
Perang ini dimulai dengan invasi dan pendudukan Vietnam terhadap Kamboja, pelengseran rezim Khmer
Merah dari kekuasaan dan berakhirnya genosida Kamboja.
Berdasarkan artikel tersebut, upaya apa yang dilakukan Indonesia dalam meredam konflik Kamboja-
Vietnam…
Mengadakan perundingan JIM (Jakarta Informal Meeting) kemudian dilanjutkan dengan Perjanjian Paris
(Paris Peace Agreement) sebagai bentuk upaya perdamaian
37. Alasan indonesia menjadi negara non-blok dan asean?
Untuk menghindar dari polarisasi dunia atas terjadinya Perang Dingin antara Amerika Serikat (AS) dan
Uni Soviet.
Indonesia menganut paham politik luar negeri bebas aktif.

38. Peran indonesia dalam menjaga perdamaian dunia ?


Partisipasi dan kontribusi aktif melalui Misi Garuda atau Misi Kontingen Garuda.
 Mengirim kontingen Garuda merupakan peran Indonesia dalam PBB untuk ikut serta
menciptakan perdamaian dunia.
 Peran Indonesia dalam perdamaian dunia lainnya yakni bersama negara Mesir, India, Yugoslavia,
dan Ghana, menjadi pelopor berdirinya Gerakan Non Blok (GNB)
 Ikut secara aktif membantu menyelesaikan konflik di Kamboja dengan mensponsori
penyelenggaraan Jakarta Informal Meeting (JIM I) bulan Juli 1988
 Hubungan Internasional
39. Lembaga yang berperan penting daam pengembangan teknologi di indonesia?
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) adalah Lembaga Pemerintah Non-Kementerian yang
berada dibawah koordinasi Badan Riset Inovasi Nasional yang bertanggung jawab langsung ke Presiden
dalam menjalankan tugas pemerintahan di bidang pengkajian dan penerapan teknologi.
40. Bentuk dari implementasi revolusi hijau ?
Program revolusi hijau di Indonesia dimulai pada masa orde baru melalui program Bimas (Bimbingan
Massal) dan Panca Usaha Tani yang mendorong petani untuk (1) menggunakan bibit unggul (2)
Pemupukan (3) Pemberantasan hama dan penyakit (4) Pengairan dan (5) Perbaikan cocok tanam.
Essay!!
1. Perbedaan diakronik dan sinkronik
Perbedaan konsep berpikir sinkronis dan diakronis terletak pada cakupan waktu dan [Link]
berpikir sinkronis tidak berfokus pada waktu, sedangkan diakronis menekankan aspek waktu ketimbang
cakupan ruangnya.
2. Bentuk akulturasi antara kesultanan islam dengan hindu budha
 Penanggalan Jawa kalender atau penanggalan Jawa menghubungkan sistem penanggalan saka
yang selalu digunakan sejak masa Hindu dan Budha dengan penanggalan hijriah atau
penanggalan Islam
 Sekaten Sekaten adalah perayaan pada hari maulid nabi atau (hari lahir nabi Muhammad )
 Masjid yang memiliki arsitektur gabungan dengan hindu budh contoh masjid agung
cirebon,masjid agung demak
 Upacara dan ritual mendoakan leluhur yanv sudah meninggal
 Makam dengan gundukan
3. Makna sumpah pemuda
Sebagai rasa cinta tanah air. Kemerdekaan Indonesia didapatkan dari perjuangan ratusan tahun yang
melibatkan pengorbanan jiwa dan harta benda rakyat. Sumpah Pemuda menyumbangkan besar pada
gerakan kemerdekaan sebagai cerminan rasa cinta yang besar para pemuda kepada tanah air. Termasuk
mencintai keragaman budaya, keyakinan, bahasa, dan suku.
Merupakan wujud dari persatuan pemuda di seluruh Indonesia
4. Perjanjian linggarjati
Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi
Sumatra, Jawa, dan Madura. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari
1949. Pihak Belanda dan Indonesia sepakat membentuk negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Dalam
bentuk RIS, Indonesia harus tergabung dalam persemakmuran Indonesia-Belanda di bawah kerajaan
Belanda.
5. Perubahan yang terjadi akibat amandemen UUD 1945
Menghilangkan pasal-pasal yang multitafsir pada UUD 1945. Dapat menyesuaikan UUD 1945 dengan
perkembangan zaman. UUD 1945 akan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Mengubah kekuasaan pemerintahan yang otoriter dan sentralistik menjadi kekuasaan yang demokratis
berdasarkan atas hukum dan desentralistis.

Common questions

Didukung oleh AI

Hinduism and Buddhism introduced during early trade interactions underpinned the development of kingdoms like Sriwijaya, enhancing its socio-economic standing through religious centers attracting foreign traders . Islam’s introduction, primarily through commerce with Gujurati and Persian traders, fostered new Islamic sultanates that replaced Hindu-Buddhist kingdoms, exemplifying shifts in social and cultural norms while maintaining strong economic trade practices . Each religion's arrival marked a transition in leadership structures, economy, and cultural identity, showing a flexible adaptation of Indonesian societies to external influences .

Dutch colonial policies had a profound and largely detrimental impact on the economic development of Indonesia. The implementation of the Cultivation System forced farmers to prioritize the production of cash crops over subsistence farming, reducing food sovereignty and leading to famines. The introduction of forced labor and land taxes placed significant economic burdens on indigenous populations, impeding local economic initiatives and development. Infrastructure projects, such as road and rail construction, primarily served colonial extraction needs rather than regional development. These policies entrenched economic inequalities by prioritizing Dutch and metropolitan interests, creating an unbalanced economic structure that persisted into the post-colonial era .

The introduction of Hinduism and Buddhism had a profound impact on the cultural and socio-political landscape of early Indonesian societies. Culturally, these religions brought new artistic, literary, and architectural developments, exemplified by the construction of significant religious monuments and the adoption of the Sanskrit language. Socially, they influenced hierarchical structures through the establishment of new social classes and religious practices. Politically, the influx of Hindu-Buddhist cultural paradigms facilitated the formation and centralization of early Indonesian kingdoms, such as Sriwijaya, where religious concepts underpinned the divine right of kings. The dual influence of these religions furthered regional connectivity, embedding Indonesia into broader Asian trade and cultural exchanges .

European interventions during the colonial period drastically altered traditional governance structures in Indonesia by imposing centralized colonial administration over existing localized systems. The Dutch, for instance, curtailed the authority of local rulers by integrating them into the colonial administration as subservient officials, while redefining territorial jurisdictions to align with colonial economic interests. This not only diminished the influence of indigenous leadership but also disrupted traditional governance frameworks that were rooted in customary law (adat). The introduction of Western legal and administrative systems further entrenched colonial dominance, radically shifting Indonesia's political landscape from an array of autonomous kingdoms to a more centralized colonial governance model .

The Indonesian independence movement effectively co-opted traditional cultural symbols and practices to unify diverse ethnic groups and galvanize support against colonial powers. Symbols such as the keris (traditional dagger) and practices including traditional dance and music were infused with nationalist sentiment to emphasize Indonesia's distinct cultural identity and heritage. The movement leveraged these cultural elements as symbols of resistance, signifying unity and continuity of native traditions against colonial oppression. By embedding nationalist messages within culturally resonant frameworks, leaders were able to forge a collective identity that transcended regional and ethnic divisions, fostering a cohesive independence narrative .

The theories of Hinduism's introduction to Indonesia include: the Vaishya theory which posits that Indian traders brought Hindu culture , the Brahmin theory suggesting that learned Brahmins spread the religion due to their knowledge of Sanskrit and script , the Kshatriya theory where warrior classes supposedly brought with them Hindu traditions during their conflicts , Reverse Current Theory emphasizing Indonesian active participation in their adoption of Hindu culture , and the Sudra theory which implies that migrations due to conflict in India led to Sudras bringing Hindu ideas .

The Kingdom of Sriwijaya became a trade hub due to its strategic location and the integration of diverse cultures through trade . The social interaction with foreign traders, facilitated by the development of Old Malay for communication, strengthened its economy . The practice of Hindu and later dominant Buddhism among locals, introduced by Indian traders, also played a major role in integrating religious and cultural elements which attracted more traders to the area .

The socio-economic structure of the Sriwijaya Kingdom significantly contributed to its role as a major trade hub due to its strategic geographical location, which facilitated interaction and integration with international trade networks. Sriwijaya functioned as a key maritime and economic power due to its control over the Malacca and Sunda straits, pivotal maritime routes for traders between India and China. The presence of a cosmopolitan society was marked by a blend of local and foreign cultures, and the use of Old Malay as a lingua franca facilitated communication with traders. Agama Hindu and Buddhism, brought by Indian traders, further augmented its status as a cultural and religious center. The vibrant trade atmosphere, backed by a robust economy based on agriculture and control of strategic maritime routes, led to a flourishing trade environment attracting traders from various regions including China and India .

The underlying causes of the Banten Peasant Revolt in 1888 were rooted in the peasantry's resistance to modernization imposed by external forces, which they perceived as a threat to their traditional way of life. Sartono Kartodirjo's analysis highlights the involvement of various social groups in the revolt, where the peasants sought to withstand Western cultural impositions. The revolt was characterized by the role of local nobility and religious elites who amplified dissent among the peasantry, using them as intermediaries to challenge colonial and modernizing influences. Despite appearing unified, the peasantry largely remained passive, co-opted by these elites as instruments of resistance, showcasing a division of intentions among different social factions .

Indonesian youth organizations played a crucial role in catalyzing political and social changes during the late colonial and early independence periods by serving as incubators for nationalist thought and activism. Organizations such as Trikoro Dharmo, Jong Java, and Pemuda Indonesia facilitated the development of a cohesive national identity by bridging regional and ethnic divides. These organizations were instrumental in the spread of nationalist ideologies, fostering political consciousness and solidarity among the youth. Their contributions culminated in pivotal movements and proclamations, such as the Youth Pledge in 1928 affirming a united Indonesian identity. Post-independence, these youth organizations leveraged their organizational and activist experience to influence the new political landscape, advocating for democratic reform and national development .

Anda mungkin juga menyukai