TUGAS KEWIRAUSAHAAN
Apriyanti Jamaluddin
Nur Haniska Khalik
Nanna Muspirat
Andi Fiedyah
Sri Wahyuni
Nur Nengsi
TAHUN AKADEMIK 2022
1
1. Perencanaan (Planning)
Unsur yang paling penting dalam proses manajemen adalah perencanaan. Tanpa
perencanaan usaha, kegiatan apotek tidak memiliki arah dan tujuan. Akibatnya,
hampir dibilang tidak mungkin memperoleh efisiensi dalam kegiatan sehari-hari.
Dalam membangun sebuah wirausaha tentunya memerlukan suatu proses
manajemen yaitu tahapan-tahapan dalam mencapai sebuah tujuan.
Adapun proses manajemen yang perlu dilalui yaitu:
1. Perencanaan
Dalam membangun sebuah apotek tentunya memerlukan berbagai macam
perencanaan sebagai berikut:
a. Tahapan dasar dalam merencanakan bisnis apotek adalah memiliki ide yang
kuat dan unik, baik dari segi operasional bisnis apotek, pelayanan apotek, konsep
desain apotek dan lain sebagainya.
b. Tahapan kedua yaitu menetapkan visi misi apotek tersebut
c. Tahapan ketiga yaitu merencanakan deskripsi bisnis apotek seperti bagaimana
tata letak apotek, lokasi dan jam operasi apotek, berapa jumlah staf apotek,
berapa rata-rata jumlah resep per hari, sediaan farmasi apa yang sering
ditawarkan dan sebagainya.
2
Denah Apotek Anna Farma
2. Pengorganisasian (Organizing)
Dalam membangun sebuah usaha tentunya memerlukan yang namanya anggota
seperti halnya dalam membangun apotek memerlukan beberapa orang yaitu
diantaranya APA (Apoteker Penanggungjawab Apotek, Apoteker Pendamping,
Tenaga Teknis Kefarmasian, dan Staf Administrasi. Pengorganisasian ini dibentuk
agar dapat memastikan pelayanan berjalan sesuai dengan visi dan misi apotek
dalam mencapai tujuan. Selain itu, pengorganisasian juga dapat mengevaluasi
3
kinerja setiap anggota.
Tenaga Kerja di Apotek beserta tugas dan kewajibannya masing-masing:
a. APA (Apoteker Penanggungjawab Apotek)
Tugas dan kewajiban
1. Memimpin seluruh kegiatan apotek
2. Mengatur melaksanakan, dan mengawasi seluruh kegiatan bagian
administrasi.
3. Membayar pajak yang berhubungan dengan perapotekan
4. Mengusahakan apotek yang dipimpinnya memberikan hasil yang optimal
sesuai dengan rencana kerja
5. Melakukan kegiatan-kegiatan untuk pengembangan apotek
b. APING (Apoteker Pendamping)
Tugas dan kewajiban
Seorang APING bertugas untuk mendampingi APA dan menggantikan APA
ketika tidak ada di tempat saat APA berhalangan hadir untuk menjalankan
tugasnya.
4
c. Tenaga Teknis Kefarmasian
Tugas dan kewajiban
1. Dalam pelayanan obat bebas dan resep mulai dari menerima pasien sampai
menyerahkan obat yang diperlukan
2. Memelihara kebersihan ruang peracikan dan lemari obat
3. Menyusun obat-obat dan mencatat obat dengan adanya kartu stok dengan
rapi d. Staf administrasi.
d. Staf Admistrasi
Tugas dan kewajiban
1. Mencatat penerimaan uang setelah dihitungnya terlebih dahulu, begitu
pula dengan uang, yang harus dilemgkapi dengan pendukung berupa
kwitansi, nota, tanda setoran dan lain-lain yang sudah diparah oleh APA
2. Membuat laporam harian serta bertanggungjawab untuk melaksanakan
kegiatan administrasi sesuai dengan petunjuk atau instruksi dari APA dan
semua perundang-undangan yang berlaku.
3. Pengarahan (Directing)
Dalam membangun sebuah apotek tentunya terdapat perencanaan-perencanaan
yang ingin dilaksanakan berdasarkan visi misi dan peraturan-peraturan yang
sudah ditetapkan. Akan tetapi sebelum memulai tentunya terdapat prosedur
dan syarat dalam membangun sebuah apotek.
Adapun prosedur dan syarat pendirian apotek yaitu :
5
4. Pengendalian (Controlling)
Pengendalian adalah suatu proses dalam menentukan ukuran kinerja dan pengambilan
tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan
kinerja yang telah ditetapkan.
6
Jadi dalam sebuah usaha tentunya memerlukan yang namanya pengendalian dalam
menghadapi berbagai macam kendala. Namun, Proses manajemen yang paling sering
diabaikan adalah mengendalikan atau mengawasi kegiatan klinis dan bisnis. Secara
umum diasumsikan bahwa proses mengarahkan (directing) sudah cukup untuk
memastikan bahwa apotek beroperasi secara efektif dan efisien. Namun, hal ini tidak
terjadi. Terlibat dalam kegiatan apotek sehari-hari, akan mudah kehilangan sudut
pandang secara keseluruhan bahkan manajer paling terampil sekalipun, apa tujuan yang
sedang dicapai dan apakah strategi yang dikembangkan selama proses perencanaan
masih sesuai.
Dengan demikian, proses pengendalian (controlling) melibatkan penilaian berkala
terhadap status apotek. Tercapaikah tujuannya? Apakah strategi bisnis bekerja dengan
baik? Akankah perubahan dalam organisasi, staf, ataupun metode dalam mengarahkan
(directing) memberikan hasil usaha yang lebih baik?
Ada berbagai cara di mana pengendalian dapat dipertahankan selama kegiatan usaha.
Sebagian didasarkan secara kuantitatif, seperti ulasan tentang laporan keuangan untuk
menentukan apakah pendapatan dan pengeluaran berada dalam batas-batas yang
dianggarkan. Cara lainnya yang lebih kualitatif, seperti mengevaluasi tingkat kepuasan
pasien dan kinerja karyawan.
5. Teknik Pemasaran (Marketing)
Strategi pemasaran atau marketing merupakan suatu kegiatan yang penting bagi
setiap unit bisnis tidak terkecuali unit bisnis apotek.
Adapun beberapa strategi yang dapat diterapkan yaitu
1. Marketing Farmasi Secara Mandiri
7
a) Iklan melalui media cetak
Walaupun pengguna media cetak saat ini sudah berkurang namun tidak
ada salahnya untuk mencobanya. Anda dapat memasukan artikel mengenai
proses pendirian apotek anda atau kiat-kiat kesuksesan apotek anda pada
koran ataupun majalah lokal. Disana anda dapat menyisipkan konten
promosi pada artikel tersebut.
b) Iklan Media Sosial dan Media Online lainnya
Media sosial media dan online ini adalah media iklan yang sangat pesat
perkembangannya saat ini. Anda dapat memberikan konten edukasi pada
platform media sosial yang tujuannya menciptakan kesadaran tentang
brand apotek anda beserta keunggulannya.
2. Marketing Melalui Relasi dan Kegiatan Komunitas
a) Kerjasama dengan Fasilitas Kesehatan dan Influencer
Membangun kerjasama dengan pihak kesehatan lainnya seperti dokter,
klinik dan puskesmas terdekat. Sehingga keberadaan apotek anda dapat
diketahui secara luas dan juga membangun kepercayaan terhadap apotek
Anda. Selain itu, anda juga dapat melakukan kegiatan edukasi atas nama
apotek anda pada akun media sosial seorang influencer farmasi dengan
membahas suatu topik farmasi.
b) Menjadi Sponsor Kegiatan Komunitas
Turut serta dalam mensponsori kegiatan komunitas di sekitar apotek juga
dapat menjadi salah satu strategi marketing yang patut anda coba. Selain
meningkatkan pengetahuan atas brand apotek juga dapat menciptakan
8
hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar anda.
3. Marketing di Apotek
a) Pelayanan Kefarmasian yang Unggul
Menjadikan pelayanan kefarmasian yang unggul oleh staf farmasi
merupakan salah satu strategi marketing secara tidak langsung. Pelayanan
dengan rasa empati, cara yang ramah, serta memberikan solusi yang tepat
pada pasien harus dilakukan dengan baik.
Bentuk komunikasi yang empati contohnya adalah menanyakan keluhan
yang dirasakan pasien dan mendengarkannya dengan baik serta
memberikan solusi untuk semua keluhan yang dirasakan oleh pasien.
Ketika pasien sudah puas maka kemungkinan ia untuk menjadikan
pelanggan tetap akan lebih besar. Selain itu, pelanggan juga akan
merekomendasikan apotek anda kepada kerabat terdekatnya.
b) Fasilitas Informasi Obat Gratis
Pemberian informasi obat secara gratis akan meningkatkan kepuasan
pelanggan apotek. Terutama untuk saat ini, kebutuhan masyarakat tentang
informasi obat lebih tinggi. Selain pemberian informasi yang gratis, juga
harus memastikan kebenaran informasi obat yang kita sampaikan.
Karena jika informasi yang disampaikan salah, dapat menurunkan
kepercayaan pelanggan terhadap apotek. Selain secara verbal anda juga
dapat memberikan informasi obat melalui tulisan terutama untuk pasien
lanjut usia yang memiliki masalah dalam mengingat informasi.
c) Display Obat di Apotek
9
Salah strategi marketing yang dapat dilakukan di apotek adalah dengan
menampilkan display obat yang dapat menarik pelanggan untuk membeli.
Pastikan produk OTC serta produk lainnya dengan kebutuhan tinggi
mendapatkan paparan yang cukup kepada pelanggan apotek. Sehingga
akan meningkatkan volume penjualan sediaan farmasi disamping obat
resep yang akan ditebus
d) Menggunakan Teknologi dalam Operasional Apotek
Kerja sama dengan pihak yang menyediakan peresepan obat secara online
dapat meningkatkan nilai jual apotek anda. Hal ini dikarenakan
masyarakat lebih sering menggunakan aplikasi yang praktis dan tidak
perlu mengantri ke dokter dan menebus obat. Sehingga menjadi partner
digital resep akan menguntungkan.
4. Diskon dan promosi
a) Program Diskon
Program diskon ini tidak dapat menjadi program marketing utama, namun
dapat dilakukan pada momen-momen tertentu. Namun anda juga harus
melakukan perhitungan terlebih dahulu, jangan sampai karena
mengadakan diskon obat anda mengalami kerugian. Anda juga dapat
bekerja sama dengan pihak PBF untuk mendapatkan harga obat yang lebih
murah, sehingga walaupun anda memberikan diskon maka anda tetap
mendapatkan margin keuntungan produk tersebut.
b) Program Referral / Rekomendasi
Media marketing terakhir yang dapat anda coba terapkan di apotek adalah
10
dengan menciptakan program referal atau rujukan. Singkatnya adalah
dengan memberikan imbalan umumnya berupa produk gratis kepada
pelanggan yang merekomendasikan orang lain untuk membeli obat di
apotek anda. Namun sekali lagi anda juga harus mempertimbangkan
kemampuan keuangan anda dalam menjalankan program rekomendasi ini.
11
12