0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
104 tayangan88 halaman

Program Kerja Mahasiswa KKN Universitas Negeri Medan

Dokumen tersebut merupakan proposal program kerja mahasiswa KKN di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Program kerja ini bertujuan untuk merevitalisasi desa di era pandemi COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dan mensosialisasikan vaksinasi COVID-19 di desa tersebut. Kegiatan yang direncanakan meliputi pembuatan produk kuliner, senam sehat, peningkatan literasi, dan sosialis

Diunggah oleh

Levin Sinaga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
104 tayangan88 halaman

Program Kerja Mahasiswa KKN Universitas Negeri Medan

Dokumen tersebut merupakan proposal program kerja mahasiswa KKN di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Program kerja ini bertujuan untuk merevitalisasi desa di era pandemi COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dan mensosialisasikan vaksinasi COVID-19 di desa tersebut. Kegiatan yang direncanakan meliputi pembuatan produk kuliner, senam sehat, peningkatan literasi, dan sosialis

Diunggah oleh

Levin Sinaga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM KERJA MAHASISWA KKN UNIVERSITAS

NEGERI MEDAN

Kelurahan : Lumban Suhi- Suhi Toruan


Kecamatan : Pangururan
Kabupaten : Samosir

Nama Nim Prodi Fakultas


Levin Daniel Siinaga 6183121062 PKO FIK

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

2021
REVITALISASI DESA DI ERA NEW NOMRAL DENGAN
PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DAN

SOSIALISASI VAKSINASI DI DESA LUMBAN SUHI- SUHI


TORUAN

Kelurahan : Lumban Suhi- Suhi Toruan


Kecamatan : Pangururan
Kabupaten : Samosir

Nama Nim Prodi Fakultas


Kartini J. Nainggolan 5181151005 PTIK Teknik
Intan Marpaung 2182220003 Sastra Inggris Bahasa
Cindy T. L. G. Silaban 2182220003 Pend. B. Jerman Bahasa
Anri Lumban Gaol 6183121030 Pend. Keolahragaan Keolahragaan
Henri H. Sinaga 5181131005 Pend. Teknik Elektro Teknik
Jhon Freddy Sitinjak 7183341027 Pend. Ekonomi Ekonomi
Levin Daniel Sinaga 6183121062 Pend. Keolahragaan Keolahragaan

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

2021
Deskristina Siregar 5182151002 PTIK Teknik

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat, karunia serta pertolongan-Nya sehingga tugas Program KKN yang
berjudul “Revitalisasi Desa Di Era New Nomral Dengan Penerapan Protokol
Kesehatan Dan Sosialisasi Vaksinasi Di Desa Lumban Suhi- Suhi Toruan” ini
dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.

Penulis juga berterima kasih kepada Dosen Pembimbing Lapangan yaitu


bapak Amirhud Dalimunthe, S.T., [Link]. yang telah membimbing penulis dalam
penyelesaian tugas program kerja mahasiswa ini. Penulis juga berterima kasih
kepada Kepala Desa, Bapak Raja Sondang Simarmata dan para staf jajarannya
yang telah menerima dan mendampingi program KKN ini.

Penulis menyadari bahwa tugas yang sederhana ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari Dosen
pembimbing Lapangan serta para pembaca untuk menyempurnakan susunan
proposal program KKN ini.

Medan, 24 Agustus 2021

Penyusun

Levin Daniel Sinaga


6183121062
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................ i

DAFTAR ISI.................................................................................................ii

DAFTAR GAMBAR...................................................................................iii

DAFTAR TABEL........................................................................................iv

DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................v

BAB I PENDAHULUAN..............................................................................1

A. Gambaran Umum Lokasi KKN..........................................................1


B. Tujuan Pelaksanaan KKN...................................................................4
C. Manfaat Pelaksanaan KKN.................................................................4
D. Program Desa......................................................................................5

BAB II ANALISIS SITUASI DESA............................................................7

A. Potensi Desa........................................................................................7
B. Unit Usaha Desa.................................................................................8
C. Karakteristik Desa...............................................................................8
D. Program Desa......................................................................................9

BAB III RUANG LINGKUP SITUASI DESA.........................................11

BAB IV PERUMUSAN PROGRAM KERJA PADA MASA

PANDEMI COVID-19 DAN NEW NORMAL..........................................14

BAB V HASIL PELAKSANAAN PROGRAM.......................................26

BAB VI PENUTUP.....................................................................................31

A. Kesimpulan.......................................................................................31
B. Saran.................................................................................................32

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................34

LAMPIRAN................................................................................................35
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Peta Desa Lumban Suhi- Suhi Toruan................................. 3

Gambar 2. Pembuatan Abon dan Nugget bahan dasar ikan louhan ....... 14

Gambar 3. Pembuatan bubuk jahe dan bubuk cabai .............................. 15

Gambar 4. Kegiatan senam sehat.......................................................... 16

Gambar 5. Pembuatan dan penempelan nomor rumah .......................... 17

Gambar 6. Pembuatan taman apotek hidup........................................... 18

Gambar 7. Contoh produk untuk digital marketing............................... 19

Gambar 8. Penyemprotan disinfektan................................................... 20

Gambar 9. Kegiatan gotong royong membersihkan pantai Lumban Manik 21

Gambar 10. Pop Up Book .................................................................... 22

Gambar 11. Kegiatan belajar di pojok literasi....................................... 23

Gambar 12. Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan desa .. 23

Gambar 13. Sosialisasi vaksinasi, dan penempelan poster bahaya covid 24

Gambar 14. Desain stiker packaging bubuk cabai................................. 27


DAFTAR TABEL

Tabel 1. Tabel Batas Wilayah .............................................................. 3


DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Format Penilaian Kepala Desa.......................................... 35


Lampiran 2. Format Penilaian Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).... 36
Lampiran 3. Format program Kerja Mahasiswa KKN .......................... 37
Lampiran 4. Format Sampul Program Kerja ......................................... 46
Lampiran 5. Format Penilaian Program Kerja Mahasiswa KKN (DPL) 47
Lampiran 6. Format Sampul Laporan Akhir KKN Mahasiswa ............. 48
Lampiran 8. Format Lembar Pengesahan Laporan KKN Mahasiswa .... 49
Lampiran 9. Format Penilaian Laporan Akhir Mahasiswa KKN (DPL) 50
Lampiran 10. Format Jurnal Kegiatan Harian KKN
Mahasiswa (Individu dan Kelompok)................................................... 51
Lampiran 11. Format Penilaian Presentasi Laporan KKN (DPL).......... 56
Lampiran 12. Berita Acara ................................................................. 57
Lampiran 13. (DPL/ Pimpinan/ Pengelola) ......................................58
Lampiran 14. Surat Pengantar Rektor .............................................61
Lampiran 15. Surat Pernyataan Kepala Desa ...................................... 62
Lampiran 16. Kesediaan Mahasiswa Mengikuti KKN .......................... 63
Lampiran 17. Pernyataan Orang Tua ................................................. 64
Lampiran 18. Kesediaan Mengikuti Prokes ........................................ 65
Lampiran 21. Rek Desa ................................................................. 66
Lampiran 22. Formulir Pendaftaran KKN Mahasiswa ........................ 67
BAB I
PENDAHULUAN
A. Gambaran Umum Lokasi KKN

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa
sejak diberlakukannya kurikulum KKNI di Universitas Negeri Medan bagi
mahasiswa Strata 1 (S1) Program Studi Pendidikan maupun Program Studi Non
Kependidikan dengan bobot 3 sks sebagai mata kuliah.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada


masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada
waktu dan daerah tertentu (wikipedia,2019). Dalam buku pedoman yang berjudul
“Buku Pedoman KuliahKerja Nyata (KKKN) Universitas Negeri Medan (2021)
dijelaskan bahwa perkuliahan KKN sebagai proses pembelajaran mahasiswa
melalui berbagai aktivitas secara langsung di tengah-tengah masyarakat, dan
secara aktif dan kreatif terlibat sebagai bagian dari masyarakat. Keterlibatan
mahasiswa dalam KKN tidak hanya memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk
belajar dari masyarakat, juga memberi pengaruh positif terhadap pengembangan
optimal potensi yang dimiliki desa sehingga memberi warna baru dalam
pembangunan masyarakat secara positif yang pada akhirnya dapat meningkatkan
kualitas kehidupan masyarakat. Berbagai pengetahuan, ketrampilan dan sikap
yang diperoleh di kampus dapat diaplikasikan secara langsung di masyarakat
seperti kemampuan berpikir dan bernalar secara analitik melalui sumber empirik
dan realistik, sehingga mampu merancang dan melaksanakan program yang dapat
mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat, bekerja sama dengan orang lain
baik sesama mahasiswa peserta KKN maupun dengan masyarakat, mengelola diri
sendiri, serta melatih keterampilan dalam bekerja baik secara pribadi maupun
kelompok. Dengan demikian, melalui interaksi mahasiswa dan masyarakat pada
pelaksanaan KKN diperoleh wawasan, pengalaman, dan keterampilan dasar
pembentukan karakter mahasiswa.

Pada Tahun 2021, yang dimulai dari tangal 23 Juli 2021 hingga 14
Agustus 2021, Universitas Negeri Medan (UNIMED) melakukan KKN di daerah
Sumatera Utara dan Salah satu yang menjadi tempat KKN penulis adalah Desa

1
Lumban Suhi-Suhi Toruan, kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera
Utara, Indonesia.

Dikarenakan situasi saat ini sedang tidak baik dikarena oleh penyebaran
virus corona, maka diangkat tema KKn Unimed 2021 yaitu “Revitalisasi Desa di
Era New Normal Menuju Indonesia Emas 2045”, dengan pelaksanaan KKn yang
tetap mematuhi protocol kesehatan.

Sasaran KKN Unimed adalah Masyarakat Desa Lumban Suhi-suhi Toruan.


Desa ini merupakan salah satu desa yang terletak di tepi Danau Toba. Untuk
menempuh perjalanan ke Desa ini bisa melalui dua jalur transportasi, yakni dari
darat maupun danau. Transportasi yang digunakan yakni mobil pribadi, angkutan
umum, kapal dan sepeda motor. Jarak dari Kecamatan Pangururan ke Desa ini
hanya berkisar 8 km dengan waktu tempuh yang diperlukan hanya 20 menit dan
jarak dari Kabupaten Samosir ke Desa Lumban suhi-suhi berkisar 16 km dengan
waktu tempuh 48 menit.

Desa Lumban Suhi-suhi Toruan ini terkenal dengan potensinya dalam


Bertenun membuat Ulos yang dikerjakan sebagian besar Ibu Rumah tangga.
Selain itu potensi yang lain yang bisa di lihat di desa ini adalah di bidang
Pertanian dan Perikanannya. Tanah yang subur memberikan hasil panen yang
baik. Sehingga petani Lumban suhi-suhi Toruan terkenal dengan penghasil
Bawang Sitapak. Dan Danau toba yang luas memberikan hasil panen ikan yang
sangat banyak. Sumber penghasilan masyarakat lebih banyak dari ketiga potensi
ini.

Selain itu, desa ini merupakan salah satu Desa Pariwisata yang berada di
Kampung Tenun yang berpusat di Huta Raja, ini menunjukkan rasa kecintaan
masyarakat terhadap Ulos dan Desa ini merupakan salah satu Desa yang sudah
dikunjungi Bapak Presiden Jokowi. Selain hasil tenun berbentuk Ulos, masyarakat
Lumban suhi-suhi Toruan juga memperkenalkan busana yang terbuat dari Ulos
yang diproduksi di Toko Sakkamadeha. Bahasa Sakkamadeha berasal dari Bahasa
Kuno yang berarti Pohon Kehidupan, sehingga kampung ulos ini dapat menjadi
sumber kehidupan untuk mensejahterakan para penenunnya.

2
Desa ini berkembang tidak lain karena campur tangan dari
pemerintahannya. Salah satunya adalah Kepala Desa yang di pimpin oleh Bapak
Raja Sondang Simarmata. Bapak Raja Sondang Simarmata yang merupakan
jebolan Teknik Pertambangan ITB yang memilih kembali ke kampung
halamannya untuk mengembangkan kampung kelahirannya yang dibantu oleh
aparat desa. Dengan menggagas gerakan “Hita Do Hita”.

a) Letak Geografis Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan

Gambar 1. Peta Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan

Desa Lumban Suhi- Suhi Toruan terdiri dari 3 Dusun, yaitu Dusun 1 berbatasan
langsung dengan Desa Parbaba, Dusun 2 dengan Desa Lumban Suhi- Suhi Dolo,
dan dusun 3 berbatasan langsung dengan Desa Sitolu Huta.

Batas Desa
Utara Desa Sitolu Huta
Selatan Parbaba
Barat Lumban Suhi-Suhi Dolok
Timur Danau Toba
Tabel 1. Tabel Batas Wilayah

b) Jumlah Penduduk

Jumlah penduduk di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan sekitar 2000 jiwa, dengan
lebih kurang 500 Kepala Keluarga. Dengan maa pencaharian terbesar warga desa
adalah bertenun. Selain bertenun mata pencaharian warga desa Lumban Suhi-Suhi
Toruan adalah bertani dan nelayan.

3
c) Jarak dari Kecamatan dan Kabupaten

Jarak Desa menuju kecamatan adalah berkisar 8 km dengan waktu tempuh


yang diperlukan hanya 20 menit dan jarak dari Kabupaten Samosir ke Desa
Lumban suhi-suhi berkisar 16 km dengan waktu tempuh 48 menit.

d) Alat Komunikasi

Alat kominikasi yang digunakan sama seperti di kota yakni penggunaan


smartphone dan handphone. Selain itu untuk menunjang mobilits penduduk,
digunakan sepeda motor, mobil, bus dan becak. Disini ini juga sudah dialiri listrik
oleh PLN, serta untuk air, di Desa ini juga sudah dialiri air oleh PDAM sebanyak
300 kuota yang terbagi di 3 dusun.

B. Tujuan Pelaksanaan KKN

Pelaksanaan KKN bagi mahasiswa Universitas Negeri Medan bertujuan


mengembangkan kompetensi mahasiswa dalam mengaplikasikan pengetahuan,
ketrampilan dan sikap yang telah dimiliki, sehingga mampu merancang dan
melaksanakan program yang dapat mencegah penyebaran dan penanganan
dampak Covid-19 di masyarakat berdasarkan bidang ilmunya.

C. Manfaat Pelaksanaan KKN

KKN mahasiswa Unimed melibatkan 3 (tiga) komponen yaitu mahasiswa,


masyarakat, Pemerintah Daerah dan Unimed. Manfaat yang diperolehmasing-
masing komponen adalah sebagai berikut:

a) Mahasiswa

Manfaat yang diperoleh mahasiswa Unimed sebagai peserta KKN adalah


sebagai berikut:

1. Mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap dalam


mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi di desa pada masa
pandemi Covid-19;

4
2. Melatih kemampuan berpikir dalam melakukan observasi,
penelaahan,perumusan, dan pendampingan untuk memberdayakan potensi
masyarakat desa pada masa pandemi Covid-19;
3. Menumbuhkan rasa soladaritas yang tinggi atas nama kemanusiaan
sebagai warga negara dalam menghadapi pandemi Covid-19.
b) Masyarakat Desa

Manfaat yang diperoleh masyarakat sebagai mitra pelaksanaan KKN adalah


memperoleh manfaat dari sosialisasi dan upaya-upaya pencegahan penyebaran
Covid-19 pada masyarakat.

c) Pemerintah Daerah

Manfaat yang diperoleh Pemerintah Daerah mitra pelaksanaan KKN mahasiswa


Universitas Negeri Medan yaitu membantu pegawai atau staff kantor kelurahan
kampung kwala begumit baik dari segi administrasi maupun kemasyarakatan.

d) Unimed

Manfaat yang diperoleh oleh pihak universitas antara lain sebagai berikut:

1. Merintis dan membangun kerjasama antara Universitas Negeri Medan


dengan Pemerintah Daerah dan masyarakat sehingga dapat menjadi
pendamping pemberdayaan masyarakat;
2. Mendapat informasi yang akurat tentang potensi desa baik sumber daya
alam dan sumber daya manusia sebagai bahan masukan dalam perumusan
kurikulum dan kebijakan tri darma perguruan tinggi; dan
3. Berkontribusi bagi negeri mengabdi dalam penanganan penyebaran Covid-
19.
D. Program Desa

Program desa Lumban Suhi-Suhi Toruan terbagi ke dalam 3 kategori, yakni:

1. Program yang telah berlangsung


a) Karang Taruna
b) Posyandu
c) Pembuatan Tempe

5
d) Pembuatan Bawang Goreng
e) Pengansinan Ikan Jahir
2. Program yang sedang berlangsung
a) Pembuatan kripik Singkong
b) Pembuatan Abon Ikan Louhan
c) Pembuatan Nugget Ikan Louhan
d) Pembuatan Bubuk Jahe
e) Pembuatan Bubuk Cabai
3. Program yang masih dalam perencanaan
a) Festival Seni
b) Pembuatan Bubuk Daun Pandan
c) Pembuatan Sirup Markisa

6
BAB II

ANALISIS SITUASI DESA

A. Potensi Desa

Desa yang terletak di Tepi Danau Toba menjadikan desa ini memiliki ciri
khas tersendiri dilihat dari adatnya yang masih kental dengan budaya Batak Toba.
Desa Lumban Suhi-suhi Toruan ini memiliki jiwa “Satahi Saoloan”, yang
memiliki makna Seiya Sekata. Desa Lumban suhi-suhi Toruan merupakan salah
satu desa yang memiliki keunikan tersendiri baik dari segi potensi desanya dan
kerukunan masyarakatnya. Desa Lumban Suhi-suhi Toruan yang dominan
bersuku Batak Toba ini masih memegang teguh Filsafat Batak yaitu “Somba
Marhula-hula, Elek Marboru, Manat Mardongan Tubu”. Dilihat dari potensi
desanya, Lumban suhi-suhi Toruan merupakan desa yang hidup dari tenunan
Ulos. Kebutuhan sehari-hari bahkan untuk menyekolahkan anak itu diperoleh dari
hasil tenun Ulos. Selain itu masyarakat Lumban suhi-suhi Toruan juga
menjadikan sesuatu yang unik baik itu Busana, Cendramata yang terbuat dari Ulos
yang diproduksikan di toko Sakkamadeha. Kehidupan masyarakat sangat
bergantung pada pekerjaan bertenun ini.

Pengelolaan yang baik terhadap sumber daya alam dan manusia di Desa
Lumban Suhi-Suhi Toruan menjdikan masyarakat kreatif. Saat ini pemerintah
desa sedang mengembangkan Desa Lumban Suhi- Suhi toruan menjadi desa
wisata. Oleh karena ini pemuda setempat lewat karang taruna saat ini diberikan
ilmu mengenai cara meramu kopi atau yang ebh dikenal dengan barista.
Pemerintah desa bekerja sama denganKemenrterian PUPR saat ini sedang gencar
melakukan pembangunan, guna menjadikan desa Lumban Suhi-Suhi menjadi
Desa Wisata.

Selain dari pengembangan potensi pemuda, juga dilakukan pengembangan


terhadap sumber daya alam. Ikan Loihan, yakni ikan asli Danau Toba, adalah ikan
yang sedikit peminat nya. Hal tersebut dikarena tekstur ikan yang keras dan
ukurannya yang kecil, sehingga daya jual nya dipasaran sangat rendah. Oleh
karena itu, pemerintah desa melalui Ibu PKK saat ini sedang melakukan inoasi

7
dengan menciptakan abon dan nugget berbahan dasar ikan louhan. Produk ini di
beri branding dengan nama “BONIRA” yang artinya “Boru Ni Raja”. Di dalam
masyarakat batak, suku bakat dikatakan adalah putri nya raja. Oleh karena itu
penamaan branding ini diprakarsai karena kegiatan ini dilakukan oleh putrinya
raja batak, yakni melalui Ibu PKK.

Selain itu, Lumban suhi-suhi Toruan juga terkenal dibidang pertaniannya


yakni Bawang Sitapak, jagung, kopi, padi dan lain sebagainya. Potensi desa
lainnya adalah Perikanan (nelayan). Dekat dengan tepi Danau Toba membuat
masyarakat antusias untuk mengambil ikan (marsolu). Potensi desa yang terakhir
adalah Pariwisatanya yakni Kampung Tenun yang berada di Huta Raja. Desa Huta
Raja adalah sebuah perkampungan pusat penenun di Kabupaten Samosir dan
menjadi daerah destinasi wisata yang paling diminati wisatawan.

B. Unit Usaha Desa

Untuk saat ini unit usaha desa belum ada. Karena kegiatan-kegiatan yang
telah dijelaskan sebelumnya di atas, yakni pembauatan abon dan nugget,
pembuatan bubuk cabai, bubuk jahe, masih dalam tahap uji laboratorium.
Sehingga untuk unit usaha desa belum ada.

Meski demikian di bidang pertanian, pemerintah desa juga menyediakan


subsidi bubuk kepada petani. Hal ini dapat dikategorikan sebagai unit usaha desa,
karena pemerintah desa secara langsung mealui koperasi desa ynag mengelola
pembagian subsidi pupuk tersebut.

Untuk unit usaha perseorang di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan yakni


pabrik tenun dan gallery pakaian jadi hasil tenun “SAKAMADEHA”. Kain hasil
tenun selanjutnya diproses hingga menghasilkan pakaian jadi, dan kemudian
dipasarkan dan dipamerkan di galeri “SAKAMADEHA”. Produk tenun dan
pakaian ini adalah milik Ny. Simarmata, br. Manik, dimana beliau adalah ibu dari
bapak Kepala Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan. Sedangkan gelri
“SAKAMADEHA” adalah milik Kepala Desa Lumban Suhi-Suhi, Bapak Raja
Sondang Simarmata.

C. Karakteristik Desa

8
Pada umumnya kegiatan atau mata pencaharian masyarakat desa adalah
bertenun. Selain dari bertenun juga petani dan nelayan. Potensi pertanian di desa
ini adalah tanaman jagung, dan bawang.

Masyarakat di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan mayoritas adalah suku


Batak Toba dengan agama mayoritas adalah Kristen Katolik. Bahasa yang sering
digunakan dalam keseharian adalah bahasa batak. Selain itu juga terdapat suku
Nias, dan suku jawa.

D. Program Desa

Desa lumban suhi-suhi juga memiliki Program desa yaitu Karang Taruana
yang beranggotakan anak muda yang masih tinggal di desa, yang memiliki jiwa
membangun desa. Selain itu, program yang berjalan di desa Lumban Suhi-suhi
Toruan juga ada Posyandu yang dibantu oleh Bidan Desa yang dilaksanakan
setiap awal bulan. Di desa ini terdapat dua sekolah negeri yakni SDN 22 Lumban
Suhi- suhi Toruan yang berlokasi di Alngit dan SDN 10 Lumban Suhi-suhi
Toruan yang berlokasi di Lumban Sinaga tepat di belakang Gereja HKBP Lumban
suhi-suhi Toruan. Tetapi selama pandemi ini SD ini di tutup dan menerapkan
belajar online. Desa Lumban Suhi-suhi ini juga mendirikan PAUD Pelita Bangsa
yang berdiri tidak lama setelah dilantiknya Kepala Desa Bapak Raja Sondang
Simarmata yakni berkisar bulan Juli dan lokasi PAUD ini di buat di Kantor
Kepala Desa.

Program desa Lumban Suhi-Suhi Toruan terbagi ke dalam 3 kategori, yakni:

4. Program yang telah berlangsung


f) Karang Taruna
g) Posyandu
h) Pembuatan Tempe
i) Pembuatan Bawang Goreng
j) Pengansinan Ikan Jahir
5. Program yang sedang berlangsung
f) Pembuatan kripik Singkong
g) Pembuatan Abon Ikan Louhan

9
h) Pembuatan Nugget Ikan Louhan
i) Pembuatan Bubuk Jahe
j) Pembuatan Bubuk Cabai
6. Program yang masih dalam perencanaan
d) Festival Seni
e) Pembuatan Bubuk Daun Pandan
f) Pembuatan Sirup Markisa

10
BAB III

RUANG LINGKUP POTENSI DESA

A. Tenun

Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKN


UNIMED, diketahui bahwa potensi desa yang menjadi penopang ekonomi
masyarakat adalah bertenun. Adapun kain hasil tenunan dapat berupa songket,
ulos, sarung, dan selendang yang dijual ke berbagai daerah baik daerah local
maupun luar kabupaten seperti Kabanjahe. Bentuk hasil tenunan berbagai macam
berdasarkan warna, motif, maupun ukiran – ukiran atau susunan benang yang
dibentuk. Kegiatan bertenun ini dilakukan umumnya oleh kaum hawa mulai dari
anak – anak, remaja, dewasa, hingga ibu – ibu di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan.
Akan tetapi, ada juga kaum adam yang melakukan kegiatan bertenun.

Kisaran harga yang biasa dijual dari setiap kain hasil tenunan adalah
Rp.1.200.000 – Rp.2.000.000. Namun, karena masa Pandemi COVID – 19, harga
kain tenunan menjadi turun drastis menjadi Rp.800.000. Hal ini terjadi karena
kurangnya minat konsumen untuk membeli kain hasil tenunan yang disebabkan
oleh tingkat ekonomi yang menurun akibat pandemic Covid – 19.

Di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan juga terdapat sebuah usaha tenun
kecil– menengah milik salah seorang masyarakat desa. Pada usaha tersebut,
banyak warga terkhusus ibu – ibu dan para gadis dewasa yang bekerja bertenun.
Di tempat itu juga terdapat beberapa bapak – bapak yang bekerja sebagai
penenun. Selain itu, karena potensi bertenun yang dimiliki oleh Desa Lumban
Suhi Suhi Toruan maka sebuah kampong yang berada di tengah – tengah desa
diberi sebutan dengan “Kampung Tenun” yang berada di Huta Raja sebagai salah
satu ikon budaya dari Pariwisata Samosir.

B. Pertanian

Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan diketahui bahwa potensi


utama desa yang menjadi penopang ekonomi di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan
adalah bertani. Hampir semua masyarakat di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan

11
memiliki lahan pertanian dengan luas lahan yang berbeda. Kebanyakan
masyarakat menanam padi dan jagung. Selain itu, banyak juga masyarakat yang
menanam bawang merah jenis bawang sitapak yang dimana bawang jenis tersebut
merupakan bawang khas Samosir. Banyak juga masyarakat yang memiliki ladang
pertanian yang menanam berbagai jenis tanaman selain padi, jagung, dan bawang
merah.

C. Nelayan

Kebanyakan dari kaum adam di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan bekerja
sebagai nelayan menangkap ikan di Danau Toba karena letak desa yang tepat
berada di pinggiran Danau Toba. Pekerjaan sebagai nelayan ini tidak hanya
dilakukan oleh orangtua, namun dilakukan juga oleh para remaja maupun dewasa.
Pada umumnya, masyarakat setempat menggunakan jala atau disebut dengan
doton sebagai alat untuk menangkap ikan. Para nelayan akan memasang
perangkap ikan (jala) pada sore atau malam hari dan menunggunya hingga pagi
hari. Selanjutnya nelayan akan menarik perangkap atau jala yang sudah dipasang
pada pagi hari sekitar pukul 05.00 hingga 06.00. kegiatan menangkap ikan ini
dilakukan dengan menggunakan perahu kecil yang disebut dengan solu yang
terbuat dari kayu. Pada zaman dahulu, solu digerakkan hanya dengan
menggunakan dayung, namun dengan berkembangnya zaman dan teknologi maka
sekarang solu dilengkapi dengan mesin untuk menggerakkan perahu. Mesin yang
digunakan pada perahu menggunakan bahan bakar solar.

D. Pariwisata

Salah satu yang menjadi ikon pariwisata dari Desa Lumban Suhi Suhi
Toruan adalah “Kampung Tenun” yang berada di Huta Raja. Hal ini menunjukkan
bahwa salah satu potensi yang ada di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan adalah
bertenun dan hampir dilakukan oleh seluruh kalangan kaum hawa. Ikon pariwisata
ini sudah dikunjungi oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan
menjanjikan akan mengembangkan dinasti pariwisata yang satu ini.

Selain ikon pariwisata yang sedang dikembangkan, ada juga ikon


pariwisata yang direncanakan akan dikembangkan, yaitu Pantai Lumban Manik.

12
Pantai Lumban Manik direncanakan oleh Kepala Desa dan para warga akan
dikembangkan menjadi sebuah pantai yang indah, luas, dan menari yang dapat
memikat hati para pengunjung untuk berkunjung ke tempat tersebut. Oleh karena
itu, kegiatan kebersihan dilakukan secara rutin di pantai tersebut setiap minggunya
pada hari Jumat pagi. Selain itu, acara perayaan Hari Ulang Tahun Republik
Indonesia ke – 75 juga dilakukan di Pantai Lumban Manik dengan tujuan
mempromosikan pantai tersebut kepada kalangan yang lebih luas melalui media
social maupun media cetak. Oleh karena itu, mahasiswa KKN UNIMED membuat
sebuah taman kecil di tepi pantai guna untuk memperindah pantai.

13
BAB IV
PERUMUSAN PROGRAM KERJA MASA PANDEMI COVID-
19 DAN NEW NORMAL
A. Pembuatan Abon dan Nugget Bahan Dasar Ikan Louhan
Kegiatan kewirausahaan ini adalah untuk memaksimalkan penggunaan
potensi yang dimiliki desa. Bahan dasar dari pembuatan abon dan nugget ini
adalah ikan louhan. Ikan louhan adalah ikan yyang banyak ditemukan di Danau
Toba. Tektur ikan ynag keras dan ukurannya yang kecil membuat ikan tersebut
jarang diminati oleh masyarakat sekitar. Padahal kandungan vitamin yang
dimiliki cukup tinggi. Oleh karena itu, Pemerintah Desa bekerja sama dengan Ibu
PKK menggagas suatu ide untuk menjadikan olahan ikan louhan. Nugget dan
abon adalah pilihan yang menjadi kegiatan kewirausahaan ini. Nugget adalah
makanan yang kekiniaan saat ini. Melalui kegiatan ini, Ibu PKK juga
mendapatkan ilmu baru dalam mengelola makanan menjadi makanan yang
kekinian. Kegiatan kewirausahaan ini nantinya akan dikembangkan dan di uji
laboratorium untuk di cek gizi dan masa kadaluarsanya.

Gambar 2. Pembuatan Abon dan Nugget bahan dasar ikan louhan

B. Pembuatan Bubuk Cabai dan Bubuk Jahe


Kegiatan pembuatan bubuk cabai ini diprakarsai oleh Bapak Kepala Desa.
Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan ingin mengadakan inovasi dari bubuk cabai. Saat
ini bubuk cabai tidak hanya dipakai ke dalam masakan, tetapi juga mulai dipakai
untuk pelengkap makanan jadi. Oleh karena itu, pemerintah desa berinisiatif untuk
membuat bubuk cabai yang nantinya akan diberi varian rasa yang unik. Antara
lain, nantinya akan dipadukan dengan andaliman, sehingga bubuk cabai tersebut
akan menjadi icon atau oleh- oleh khas Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan.

14
Sedangkan untuk bubuk jahe, pemerintah desa sudah bekerja sama dengan
beberapa kolega untuk mengekspor bubuk jahe ke Australia. Oleh karena itu
bersamaan dengan pembuatan bubuk cabai maka bubuk jahe juga dilaukan proses
pembuatan.
Untuk saat ini, pembauatn bubuk cabai dan jahe sedang dalam menunggu
dilakukannya uji laboratorium untuk menentukan tanggal kadaluarsanya.
Tahap dalam pembuatan bubuk cabai dan bubuk jahe adalah sebagai berikut:
cabai dan jahe dibersihkan terlebih dahulu, untuk setiap proses dilakukan
pengukuran terhadap berat bahan agar diketahui penyusutannya. Lalu cabi dibelah
dua, sedangkan jahe diiris tipis. Lalu dikeringkan hingga kandungan airnya
sedikit. Selanjutnya dihaluskan dengan blender, lalu dikemas kedalam plastik zip.

Gambar 3. Pembuatan bubuk jahe dan bubuk cabai


C. Kegiatan Senam Sehat Bersama Warga Desa
Kegiatan senam sehat ini adalah untuk menjaga kebugaran tubuh. Senam
sehat ini dilakukan di halaman kantor desa. Senam sehat ini diikuti oleh
mahasiswa KKN dan masyarakat khususnya ibu PKK. Kegiatan ini dipimpin oleh
mahasiswa KKN sebagai instruktur yang berasal dari jurusan olahraga. Kegiatan
ini mndapat respon yang baik, sehingga dapat dilakukan dengan baik pula.

15
Gambar 4. Kegiatan senam sehat
D. Pembuatan dan penempelan Nomor Rumah
Pembuatan nomor rumah adalah gagasan dari mahasiswa KKN Unimed
untuk masyarakat desa. Hal ini dilatarbelakangi oleh tidak adanya nomor rumah
sebagai pengenal alamat di Desa Lumban Suhi- Suhi Toruan. Selain itu data
terhadap jumlah kepala keluarga juga simpang siur, sehingga dilakukanlah
pendataan ulang sekaligus penempelan rumah.
Kegiatan ini diawali dengan perancangan desain. Rancangan dari desain
selanjutnya ditindaklanjuti. Setelah itu memebeli bahan keperluan pembuatan
nomor rumah, yaitu dari triplek, dan pilox. Lalu dibentuk lah triplek tersebut
menjadi persegi dan diberi keterangan nomor dan dusun. Kegiatan ini berlangsung
lebih kurang 3 hari. Dari mulai pembuatan hingga penempelan. Dan sekaligus
dilakukan pendataan ulang terhadap jumlah kepala keluarga di Desa Lumban
Suhi-Suhi Toruan. Kegiatan penempelan nomor rumah ini juga didampingi oleh
kepala dusun masing masing dusun. Respon ynag diterima dari kegiatan ini adalah
baik. Masyarakat menyambut baik tindakan penempelan nomor rumah ini.

16
Gambar 5. Pembuatan dan penempelan nomor rumah

E. Pembuatan Taman Apotek Hidup


Pembuatan taman ini dilakukan di dusun 1 teatnya di Lumban Soit.
Pembauatn taman ini diusung untuk memberikan unsur keindahan di Dusun 1.
Dimana dusun 1 adalah dusun pertama yang menandakan dimasukinya kawasan
desa Lumban Suhi-Suhi Toruan. Pembuatan taman ini tidak hanya sekedar berisi
tanaman hias, tetapi juga ditanami oleh tumbuhan obat- obatan. Dimana saat ini,
tanaman herbal dapat dijadikan obat dimana pandemi agar menajga kekebalan
tubuh.
Kegiatan diawali dengan memebrsihkan lokasi, selanjutnya
menggemburkan tanah. Lalu mencari bambu sebagai bahan untuk pagar. Lalu
memotong dan membuat pagar. Selanjutnya dilakukanpengecatan pagar, dan yang
terkahir melakukan penanaman tanaman. Tanaman yang ditanam antara lain, jahe,

17
kunyit, aneka bunga, lengkuas, serai, dan lain sebagainya. Tanaman juga rutin
dilakukan penyiaraman.

Gambar 6. Pembuatan taman apotek hidup

F. Pembuatan Video Content Digital Marketing


Digital marketing adalah suatu konsep pemasaran atau promosi
sebuah brand atau produk menggunakan media digital atau internet. Tujuan digital
marketing adalah untuk menarik konsumen dan calon konsumen secara cepat.
Seperti yang kita tahu, penerimaan teknologi dan internet di masyarakat sangat
luas sehingga tidak heran kegiatan pemasaran secara digital dijadikan pilihan
utama oleh perusahaan-perusahaan. Akibatnya, perusahaan saling berkompetisi
membuat konten yang menarik untuk ditampilkan dalam pemasarannya di dunia
maya.

Di Desa Lumban suhi- Suhi terdapat galeri yang menjual pakaian dari
hasil tenunan masyarakat. Tetapi karena kurang pengelolaan membuat produk
kurang dikenal dimasyarakat. Oleh karena itu penulis bekerjasama dengan pemilik
galeri, bertepatan Kepala Desa Lumban Suhi- Suhi sendiri, membuat promosi

18
produk dengan memaksimalkan penggunaan media social instagram untuk
mempromosikan produk.

Gambar 7. Contoh produk untuk digital marketing

G. Penyemprotan Disinfektan di Tiap Rumah Warga


Program Penyemprotan desinfektan dilaksanakan dengan latar belakang
bahwa masyarakat masih kurang memahami pentingnya penyemprotan
disinfektan ini. Wabah Pandemi Covid-19 ini mengharuskan masyarakat harus
lebih memperhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. Mahasiswa
dengan perangkat desa berinisiatif melakukan penyemprotan disinfektan di dusun
1 hingga 3 desa lumban suhi- suhi toruan .

Kegiatan penyemprotan ini dilakukan dalam waktu 1 hari , sehingga


program ini mengalami kendala waktu dan bahan yang kurang. Metode
Pelaksanaan yang dilakukan pada tanggal 07 Agustus 2021 diawali dengan
mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan dan melakukan penyemprotan
desinfektan kesetiap rumah masyarakat di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan

19
sekalian mensosialisasikan pentingnya dilakukan penyemprotan untuk menjaga
dan memutus penyebaran Covid-19.

Gambar 8. Penyemprotan disinfektan

H. Gotong Royong Membersihkan Pantai Lumban Manik


Gotong royong dilaksanakan dengan analisis situasu dengan menghias
Pantai Lumban Manik yang akan dijadikan tempat wisata dan keadaan masyarakat
yang masih kurang memberikan perhatian untuk melakukan gotong [Link]
pantai tersebut. Jenis Program pembuatan taman ini merupakan program baru,
sedangkan kegiatan gotong royong di tempat yang sama merupakan program
lanjutan dari kepala desa.

Kegiatan ini dilakukan setiap minggu dan 1 minggu di akhir kegiatan


KKN. Sasaran dalam program ini adalah masyarakat. Metode Pelaksanaan dengan
menanam bibit bunga disepanjang pembatas pantai dan melakukan gotong royong
dipesisir pantai dengan mengundang masyarakat yang tergerak hatinya
meluangkan waktu. Jadwal dari kegiatan ini adalah setiap hari dan kegiatan
gotong royong dilakukan pada tanggal 09 agustus 2021 tepatnya dihari senin.

20
Gambar 9. Kegiatan gotong royong membersihkan pantai Lumban Manik

I. Pembuatan Pop Up Book


Pop up book adalah buku yang timbul. Pop ip book inin dirancang sebagai
media tambahan untuk anak TK Pelita Bangsa. Tema dari Pop Up Book ini adalah
tata surya. Pembuatan Pop Up Book ini bertujuan untuk memperkenalkan anak
TK tentang tata surya mulai dri bintang, bulan, matahari, planet bum, dan meteor.
Bahan dasar dari Pop Up Book ini adalah kertas dan karton. Kegiatan pembuatan
Pop Up Book ini berjalan lancar.

21
Gambar 10. Pop Up Book

J. Pemberian Les Tambahan Lewat Pojok Literasi


Proses pembelajaran secara daring yang dilakukan oleh Negara
mempengaruhi minat belajar siswa. Pengaruh dari proses pembelajaran daring
tersebut menurunkan minat belajar siswa yang secara terus menerus akan
menurun karena pengawasan dari guru yang kurang efektif. Kebanyakan siswa
hanya diberikan tugas yang dikerjakan dirumah masing – masing tanpa adanya
pengawasan lebih dari guru atau pendidik dan jarang sekali memberikan materi
pembelajaran secara online. Guru hanya menyuruh siswa membaca sendiri
bukunya dan mengerjakan tugas. Sehingga tingkat keingintahuan, minat belajar,
dan pengetahuan siswa tidak berkembang atau malah menurun.

Program yang mahasiswa lakukan ini merupakan program baru yang


dilaksanakan di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan khususnya selama masa Pandemi
COVID – 19. Dalam pelaksanaan program ini, tidak sedikit masyarakat yang
senang akan pelaksanaan program ini.

Kegiatan ini adalh untuk memberikan pelajaran tambahan bagi siswa yang
melaksanakan daring. Mulai dari mengajar calistung, pelajaran bahasa inggris,
hingga membantu mengerjakan pekerjaan rumah siswa. Kegiatan ini direspon
baik oleh orang tua siswa.

22
Gambar 11. Kegiatan belajar di pojok literasi

K. Kegiatan Gotong Royong Membersihkan Lingkungan Desa


Kegiatan gotong royong ini dilakukan di hari kamis, 12 agustus 2021.
Kegiatan ini bertujuan agar lingkungan desa terjaga kebersihannya dan sekaligus
untuk persiaoan 17 agustus 2021, agar desa tetap bersih. Kegiatan ini dilakukan
oleh mahasiswa KKN dibantu oleh pemuda setempat. Kegiatan berjalan lancar.

23
Gambar 12. Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan desa

L. Sosialisasi Pentingnya Vaksinasi Kepada Warga Desa dan Penempelan


Poster Bahaya Covid-19
Kegiatan sosialisasi ini dilakukan sebelum dilakukannya vaksinasi tahap 1
bagi lansia. Pada umumnya masyarakat kurang percaya terhadap kegiatan vaksin
ini, dikarena efek samping yang ditimbulkan. Oleh karena itu dilakukan sosialisasi
dan edukasi terhadap pentingnya vasksinasi. Kegiatan ini dilakukan di depan
kantor desa. Kegiatan ini berjalan lancar.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasikan masyarakat tentang bahaya
penularan covid. Oleh karena itu masyarakat mau untuk dilakukan vaksinasi.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengedukasikan kepada masyarakat cara kerja
dari vaksin di dalam tubuh manusia.

24
Gambar 13. Sosialisasi vaksinasi, dan penempelan poster bahaya covid

25
BAB V

HASIL PELAKSANAAN PROGRAM

A. Pembuatan Abon dan Nugget Bahan Dasar Ikan Louhan


Hasil yang dicapai dari kegiatan kewirausahaan ini adalah masyarakat
khususnya ibu- ibu PKK semakin diberikan bekal untuk mengolah kreatifitasnya
untuk memanfaatkan bahan- bahan disekitar dan diolah menjadi makanan jadi dan
kekinian. Hal tersebut menjadi nilai tambah. Selain itu juga dapat dijadikan
peluang usaha.
Hambatan yang ditemukan selama proses kegiatan berlangsung adalah
keterbatasan alat produksi. Selain itu karena produk belum masuk ke tahap uji
laboratorium sehingga untuk masa kadaluarsanya juga belum jelas.
Solusi dari hambatan di atas adalah alat- alat produksi berangsung angsur
sudah dibeli. Mulai dari oackaging sampai kepala alat untuk menghaluskan
daging ikan. Selain itu untuk uji lab sudah dibicarakan dengan pihak laboratorium
untuk dilakukan kerja sama.
B. Pembuatan Bubuk Cabai dan Bubuk Jahe
Untuk pembuatan bubuk cabai, hasil yang didapat adalah pengembangan
kreatifitas di bidang pengolahan makanan. Gagasan untuk membuat produk bubuk
cabai dengan campuran bubuk andaliman mendapat respon yang positif dari
pemerintah desa. Seperti diketahui bahwa andaliman adalah bumbu khas dalam
masakan di Sumatera Utara. Selain itu dalam mengolah kegiatan tersebut,
dibutuhkan tenaga. Oleh karena itu kegiatan ini nantinya akan diambil alih oleh
ibu PKK bersama pemuda desa.
Hambatan atau kendala yang ditemui adalah keterbatasan alat. Selain itu
belum dilakukan tahap uji lab dan desain packaging. Karena program ini adalah
program baru, sehingga masih dilakukan 1 kali percobaan.
Solusi yang ditawarkan adaah dengan membeli alat- alat untuk proses
produksi seperti penggiling/ food processor dan lain sebagainya. Untuk packaging
sudah dilakukan tahap desain. Sedangkan untuk uji lab sudah dilakukan pencarian
partner untuk tahap uji klinis dalam menentukan masa kadaluarsa.

26
Gambar 14. Desain stiker packaging bubuk cabai

C. Kegiatan Senam Sehat Bersama Warga Desa


Hasil dari kegiatan tersebut adalah di dapat tubuh yang bugar. Selain itu
juga sebagai wadah dalam menjalin silahturahmi anatara mahasiswa KKN dengan
masyarakat desa. Semakin mengenal budaya batak, dan sambil mengenal desa dan
masyarakat desa lebih dalam. Hambatan yang dijumpai dari kegiatan ini tidak
ada. Segala sesuatunya berjalan lancar.
D. Pembuatan dan penempelan Nomor Rumah
Pembuatan dan penempelan nomor rumah mendapat tanggapan yang baik
dari masyarakat desa. Masayarakat desa senang karena saat ini terdapat nomor
rumah yang menjadi identitas rumah tersebut.
Kendala yang dijumpai dilapangan berupa jarak yang jauh serta peralatan ynag
kurang. Oleh karena pengerjaan dalam pembuatan nomor rumah ini dilakukan
selama 3 hari. Dan untuk penempelan rumah dilakukan dengan meminjam
kendaraan desa.
E. Pembuatan Taman Apotek Hidup
Kegiatan ini mendapat respon yang baik dari masyarakat desa. Taman
apotik hidup dapat menambah keindah lingkungan sekitar Lumban Soit. Taman
apotek hidup juga memerikan ruang hijau di daerah sekitar Lumban Soit.
Kendala yang ditemukan dalam pembuatan taman apotek hidup adalah
keterbatasan alat. Sehingga untuk solusinya adalah meminjam perkakas kebun
warga seperi cangkul, dan parang. Untuk persentase keberhasilan program kerja
adalah 90%. Karena banyak tanaman yang matin, karena tidak dilakukan

27
penyiraman secara rutin.
F. Digital Marketing
Kegiatan sosialisasi ini diadakan untuk mempromosikan ulos tenunan asli
masyarakat Desa Lumban Suhi-Suhi. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan
ulos hasil tenunan masyarakat Suhi-Suhi. Seperti yang telah kita ketahui bersama,
bahwa mayoritas ppekerjaan di desa ini adalah bertenun, sehingga kegiatan ini
menjadi penghasilan pokok warga, dan warga menggantung hidupnya dari
tenunan. Dalam proses pembuatan digital matketing tidak ditemukan kendala.
Proses berjalan lancar.
G. Penyemprotan Disinfektan di Tiap Rumah Warga
Luaran Kegiatan yang diperoleh dari program penyemprotan disinfektan
ini adalah masyarakat memahami pentingnya penyemprotan disinfektan
setidaknya 1 kali seminggu. Masyarakat diharapkan menyadari pentingnya
menjaga kebersihan saat masa pandemic Covid-19 ini.

Kendala yang dialami dalam melakukan kegiatan ini adalah ketersediaan


alat penyemprotan yang minim yakni hanya 6 unit sehingga membuat proses
penyemprotan kepada seluruh rumah warga membutuhkan waktu yang lebih lama
dan jumlah tenaga kerja yang minim sehingga program desa ini sulit dijalankan
sebelumnya. Kendala lain yang dialami saat pelaksanaan program ini adalah
kurangnya waktu, tenaga dan bahan untuk melakukan penyemprotan.

Solusi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN adalah dengan


mensosialisasikan cara pembuatan cairan disinfektan kepada warga. Sehingga
nantinya warga bisa dengan mandiri melakukan penyemprotan di rumah masing
masing menggunakan bahan- bahan seperti wipol, pembersih lantai, dan yang
lainnya.

H. Gotong Royong Membersihkan Pantai Lumban Manik


Luaran dari pelaksanaan Kegiatan ini adalah pantai juga menjadi lebih
bersih dan sekaligus menanamkan jiwa gotong royong pada masyarakat agar
masyarakat dapat melanjutkan kegiatan gotong royong tersebut di setiap
minggunya yang digerakkan oleh Kepala Desa.

28
Kendala yang dialami selama gotong royong yaitu kurangnya partisipasi
dari masyarakat dalam mengikuti gotong royong dan kurangnya alat alat
kebersihan yang disediakan sehingga pelaksanaan kebersihan kurang maksimal.

Solusi yang dilakukan dalam mengatasi masalah ini adalah dengan tetap
melaksanakan kegiatan gotong royong dengan menggunakan alat yang seadanya.
Diharapkan masyarakat lebih berpartisipasi lagi dalam melaksanakan kegiatan
gotong royong demi terciptanya lingkungan yang bersih dan asri.

I. Pembuatan Pop Up Book


Tujuan dari pembuatan Pop Up Book adalah sebagai media pembelajaran
tambahan kepada siswa TK Pelita Bangsa. Pop Up Book adalah suatu desain buku
yang timbul. Tema dari Pop Up Book yang dikerjakan penulis adalah tata surya.
Pada umumnya di buku pelajaran, jarang sekali memuat materi pelajaran yang
mengenalkan tata surya. Oleh karena itu tema yang dipilih oleh penulis adalah tata
surya. Selain itu karena dalam sistem tata surya, jarang sekali anak- anak
mengetahui bagaimana bentuk dari sistem tata surya. Respon yang diterima adalah
sangat baik. Dalam proses pembauatan tidak ditemukan kendala, atau dengan kata
lain berjalan dengan baik.
J. Pemberian Les Tambahan Lewat Pojok Literasi
Luaran yang di dapat dalam pembelajaran terhadap anak sekolah dasar ini
adalah siswa lebih antusias dalam mendapatkan pelajaran. Selain itu, kegiatan ini
juga dapat menambah pengetahuan siswa yang sempat atau belum diketahui
sebelumnya dari sekolah. Minat belajar siswa yang sebelumnya sempat menurun
karena kurang efektifnya proses pembelajaran yang diterima (secara daring)
meningkat karena mahasiswa KKN UNIMED melakukan kegiatan pembelajaran
tersebut.

Kendala yang dihadapi oleh mahasiswa KKN UNIMED dalam melakukan


kegiatan ini adalah masih ada masyarakat atau orangtua yang enggan memberikan
anaknya untuk di ajari bersama oleh mahasiswa KKN karena masa pandemic
COVID – 19. Banyak orangtua yang memiliki rasa takut melepaskan anaknya
karena takut tertular virus COVID – 19 dari luar.

29
Solusi yang mahasiswa KKN lakukan dalam menghadapi kendala tersebut
adalah dengan cara berkonsultasi langsung dengan orangtua siswa dan
menjelaskan dengan baik maksud dan tujuan dari dilakukannya program tersebut.
Harapan mahasiswa KKN UNIMED setelah melaksanakan program ini adalah
kiranya para siswa yang ada di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan tidak turun
semangatnya dalam hal belajar meskipun proses pembelajaran yang dilakukan
secara daring. Selain itu, kiranya orangtua lebih mengawasi anaknya belajar
dirumah karena pengawasan dari guru sekolah yang kurang.

K. Kegiatan Gotong Royong Membersihkan Lingkungan Desa


Luaran dari pelaksanaan Kegiatan ini adalah pantai juga menjadi lebih
bersih dan sekaligus menanamkan jiwa gotong royong pada masyarakat agar
masyarakat dapat melanjutkan kegiatan gotong royong tersebut di setiap
minggunya yang digerakkan oleh Kepala Desa.

Kendala yang dialami selama gotong royong yaitu kurangnya partisipasi


dari masyarakat dalam mengikuti gotong royong dan kurangnya alat alat
kebersihan yang disediakan sehingga pelaksanaan kebersihan kurang maksimal.

Solusi yang dilakukan dalam mengatasi masalah ini adalah dengan tetap
melaksanakan kegiatan gotong royong dengan menggunakan alat yang seadanya.
Diharapkan masyarakat lebih berpartisipasi lagi dalam melaksanakan kegiatan
gotong royong demi terciptanya lingkungan yang bersih dan asri.
L. Sosialisasi Pentingnya Vaksinasi Kepada Warga Desa dan Penempelan
Poster Bahaya Covid 19
Penempelan poster ini ditujukan untuk memberikan edukasi mengenai
pentingnya menjaga protokol kesehatan di masa pandemi. Selain itu untuk
mengedukasi anak- anak agar tetap menjaga kebersihan. Selain itu diberikan juga
edukasi melalui penanyangan video animasi tenatng bahaya covid 19.
Kendala yang ditemui adalah tidak adanya proyektor untuk penayangan video
sehingga menggunakan laptop secara langsung dibantu dengan speaker.

30
BAB VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kuliah kerja nyata (KKN) merupakan tempat atau wahana bagi mahasiswa
untuk belajar hidup di masyarakat. Dengan adanya kuliah kerja nyata (KKN) ini
diharapkan mahasiswa dapat berperan dan berpartisipasi secara aktif dalam
masyarakat, sebab didalam masyarakat bukan ilmu saja yang diterapkan tetapi
bagaimana cara kita berbaur dengan masyarakat. Pelaksanaan KKN di Desa
Lumban Suhi-suhi Toruan keduanya harus berjalan. Dari kegiatan-kegiatan yang
telah terlaksana dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Mahasiswa KKN harus dapat hidup bermasyarakat dan memahami realita


masyarakat dengan menggunakan pengetahuan, sikap dan keterampilan
yang dimiliki seorang mahasiswa.
2. Mahasiswa KKN dituntut untuk dapat melayani dan membantu
menyelesaikan permasalahan yang ada dalam masyarakat, terutama
masalah pembangunan.
3. Program kerja KKN yang dilaksanakan sebagian besar dapat berjalan
dengan sebagaimana adanya, walaupun ada beberapa penyesuaian waktu
dengan kondisi dan situasi lingkungan sekitar.
4. Keberhasilan program KKN pada akhirnya akan memberikan manfaat
yang saling menguntungkan antara masyarakat dan mahasiswa. Dampak
positif bagi mahasiswa adalah meningkatkan kepedulian terhadap
lingkungan sekitar memperluas cakrawala pemikiran. Sedangkan bagi
masyrakat adalah meningkatkan semangat kerja keras, keinginan untuk
maju, sikap yang baik, mental yang kuat dan pemikiran yang positif serta
kritis yang pada akhirnya mampu mengembangkan pengembangan diri
dan lingkungan. Peran masyarakat, baik secara materi dan non - materi
sangat membantu mahasiswa KKN. Dengan adanya kepedulian warga
yang baik membantu mahasiswa KKN belajar bersosialisasi dengan orang
lain sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Disamping itu masyarakat
juga mendukung dalam kelancaran program KKN.

31
B. Saran
Berdasarkan pengalaman selama KKN di Desa Lumban Suhi-suhi Toruan,
Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, berikut beberapa saran untuk
sejumlah pihak yang diharapkan kedepannya dapat bermanfaat untuk pihak-pihak
terkait.

1. Pemerintah Desa dan Masyarakat :


a) Mahasiswa KKN berharap hubungan baik, rasa persaudaraan,
kerjasama dan silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat Lumban
Suhi-suhi Toruan terus terjalin.
b) Mahasiswa KKN mengharapkan adanya upaya pemerintah dan
masyarakat untuk melanjutkan program kerja yang telah dilakukan
mahasiswa KKN, dan mengembangkannya sesuai kebutuhan
masyarakat.
c) Diharapkan kedepannya masyarakat lebih menjaga kesehatan
lingkungan terutama dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Pemerintah dan masyarakat diharapkan bersinergi untuk menjaga
kebersihan lingkungan lingkungan seperti pekarangan dan pantai.

2. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode berikutnya:


a) Dalam proses KKN hal pertama yang perlu dilakukan adalah
membangun kerjasama yang baik sesama peserta KKN, dengan
kerjasama yang baik dan saling memahami satu sama lain setiap
tantangan dan kendala selama KKN dapat diselesaikan dengan
musyawarah.
b) Sebelum melakukan penyusunan program, sebaiknya mahasiswa
terlebih dahulu melakukan survei dan pendekatan secara langsung
kepada masyarakat agar dapat menyusun program yang lebih relevan
dengan kebutuhan masyarakat.
c) Menjaga nama baik almamater dan sikap selama proses KKN,
menjaga keramah-tamahan dan berbaur dengan kegiatan masyarakat.
Kedekatan tersebut dapat membuat peserta lebih akrab dan mudah
untuk bekerjasama dengan masyarakat.

32
d) Menyusun dan melaksanakan program yang sesuai dengan
kemampuan mahasiswa serta menjalin komunikasi dengan pemerintah
desa dan masyarakat yang baik selama melakukan program.
e) Memberikan sosialisasi mengenai program yang akan dikerjakan
kepada masyarakat agar dapat melakukan kerjasama.
3. Universitas (penyelenggara KKN)
a) Pada penyelanggaraan KKN kedepannya diharapkan pihak LPPM dan
DPL dapat menjalin komunikasi dan memberikan informasi yang baik
dengan mahasiswa dan Pemerintah desa agar perencanaan program
dapat terstruktur dan bermanfaat bagi semua pihak.
b) Diharapkan periode berikutnya mahasiswa dapat dibantu dalam segi
materi untuk mendukung keberhasilan terlaksananya program
c) Melakukan evaluasi KKN secara keseluruhan untuk memperbaiki
teknis yang dinilai kurang, agar dapat diterapkan pada peserta KKN
kedepannya

33
DAFTAR PUSTAKA
LPPM UNIMED. 2020. Buku Pedoman Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas
Negeri Medan. Medan: Unimed Press.

34
LAMPIRAN
Lampiran 1. Format Penilaian Kepala Desa

35
Lampiran 2. Format Penilaian Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)

PENILAIAN DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN PADA


PELAKSANAAN KKN

Kabupaten : Samosir

Kecamatan : Pangururan

Desa/ Kelurahan : Lumban Suhi- Suhi Toruan

Nama Kepala Desa/ Lurah : Raja Sondang Simarmata

Nama Mahasiswa : Levin Daniel Sinaga

NIM 6183121062

Program Studi : Pendidikan Kepelatihan Olahraga

No Komponen Penilaian Skor


1 Moral, etika, sikap dan perilaku
2 Kepatuhan tinggal di lokasi
3 Kepatuhan terhadap tata tertib
4 Kerjasama antar mahasiswa
5 Kerjasama dengan masyarakat
6 Kemampuan dalam menggali potensi
7 Kemampuan dalam penyusunan program
8 Kemampuan dalam melaksanakan program
9 Kemampuan memberdayakan masyarakat
10 Peran dan aktivitas dalam pendampingan masyarakat
11 Tanggungjawab dalam pelaksanaan program
12 Manfaat program bagi masyarakat
Total
Nilai = Skor/120 x 100

*Rentang nilai 1=100


Rentang skor 1-100
Lumban Suhi-Suhi Toruan, 14 Agustus 2021
Penilai

[Link] Dewi,[Link]

36
Lampiran 3. Format program Kerja Mahasiswa KKN

PROGRAM KERJA KKN MAHASISWA TAHUN 2021

Kabupaten : Samosir
Kecamatan : Pangururan
Desa/ Kelurahan : Lumban Suhi-Suhi Toruan
Nama Dosen :[Link] Dewi,[Link]

Anggota Kelompok
NO NIM NAMA PRODI
1 5181151005 Kartini Juita Nainggolan Pendidikan Teknologi
Informatika dan
Komputer
2 2182220003 Intan Marpaung Sastra Inggris
3 2181132003 Cindy Tenet Lay Grafia Silaban Pendidikan Bahasa
Jerman
4 6183121030 Anri Lumban Gaol Pendidikan
kepelatihan
olahraga
5 5181131005 Henri Hasudungan Sinaga Pendidikan Teknik
Elektro
6 7183341027 Jhon Freddy Sitinjak Pendidikan Ekonomi
7 6183121062 Levin Daniel Sinaga Pendidikan
Kepelatihan olahraga
8 5182151002 Deskristina Pendidikan Teknologi
Informatika dan
Komputer

Program 1
1. Tema/ Sub Tema : Kewirausahaan
2. Judul : Pembuatan Abon dan Nugget
bahan Dasar Ikan Louhan
3. Analisis Situasi : Ibu PKK tertarik dengan kegiatan
kewirausahaan Untuk Mengembangkan Potensi Desa
4. Jenis Program (Baru, Lanjutan) : Lanjutan
5. Alokasi Waktu : Senin, 26 Juli 2021 Pukul 10.00-
14.00 WIB
6. Sasaran : Ibu PKK
7. Metode Pelaksanaan : Proses pengolahan dilakukan di
Kantor Desa
37
8. Jadwal Kegiatan : Senin, 26 Juli 2021
9. Luaran Kegiatan :
 Menambah wawasan tentang pengolahan makanan
 Sebagai wadah untuk mengembangkan potensi desa
 Menciptakan peluang kerja
10. Kendala (Fisik dan Non Fisik) :
 Keterbatasan sumber peralatan
 Peralatan masih sederhana sehingga membutuhkan waktu
yang lebih lama
 Belum uji klinis di lab
 Keterbatasan sumber daya manusia
Program 2
1. Tema/ Sub Tema : Kewirausahaan
2. Judul : Pembuatan Bubuk Cabai dan
Bubuk Jahe
3. Analisis Situasi : Pembuatan bubuk cabai dan
jahe tersebut nantinya akan dibuat dengan brand lokal agar dipasarkan
dan rencananya akan di ekspor ke Australia
4. Jenis Program (Baru, Lanjutan) : Baru
5. Alokasi Waktu : Rabu- Kamis, 28-29 Juli
2021 Pukul 10.00-16.00 WIB
6. Sasaran : Masyarakat
7. Metode Pelaksanaan : Proses pengolahan dilakukan di
Kantor Desa
8. Jadwal Kegiatan : Rabu- Kamis, 28-29 Juli 2021
9. Luaran Kegiatan :
 Menambah wawasan tentang pengolahan makanan
 Sebagai wadah untuk mengembangkan potensi desa
 Menciptakan peluang kerja
 Untuk di ekspor ke Australia sebagai bumbu bubuk dari Indonesia
10. Kendala (Fisik dan Non Fisik) :
 Keterbatasan sumber peralatan

38
 Peralatan masih sederhana sehingga membutuhkan waktu
yang lebih lama
 Belum uji klinis di lab
 Keterbatasan sumber daya manusia
Program 3
1. Tema/ Sub Tema : Senam Sehat
2. Judul : Kegiatan Senam Sehat
Bersama Warga Desa
3. Analisis Situasi : Pelaksanaan senam sehat dilakukan
di masa pandemi saat ini agar kesehatan tetap terjaga, dan tetap melakukan
protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak dan
pelaksanaan kegiatan dilakukan di depan kantor desa dengan batasan
kuota maksimal 30 orang
4. Jenis Program (Baru, Lanjutan) : Baru
5. Alokasi Waktu : Jumat, 30 Juli 2021 Pukul 16.00 sd
selesai
6. Sasaran : Masyarakat
7. Metode Pelaksanaan : Kegiatan senam dilakukan di
kantor desa
8. Jadwal Kegiatan : Jumat, 30 Juli 2021
9. Luaran Kegiatan :
 Menjaga kesehatan jasmani
 Sebagai wadah untuk bersosialisasi dengan warga desa
10. Kendala (Fisik dan Non Fisik) :
 Tidak ada kendala
Program 4
1. Tema/ Sub Tema : Penomoran Rumah
2. Judul : Pembuatan dan penempelan nomor
rumah
3. Analisis Situasi : Pembuatan dan penempelan nomor
rumah untuk memberikan nomor pada rumah warga dan melakukan
pendataan ulang

39
4. Jenis Program (Baru, Lanjutan) : Baru
5. Alokasi Waktu : Sabtu- Selasa, 31 Juli- 03 Agustus
2021 Pukul 10.00-16.00 WIB
6. Sasaran : Masyarakat
7. Metode Pelaksanaan : Proses pengolahan dilakukan di
Kantor Desa
8. Jadwal Kegiatan : Sabtu- Selasa, 31 Juli- 03 Agustus
9. Luaran Kegiatan :
 Melakukan pendataan ulang terhadap data masyarakat desa
 Sebagai wadah peserta KKN melakukan interaksi sosial
dengan masyarakat desa
 Memberikan data lokasi rumah warga yang tepat
10. Kendala (Fisik dan Non Fisik) :
 Keterbatasan sumber peralatan
 Banyak rumah yang kosong
 Kurangnya kendaraan untuk penempelan nomor rumah
Program 5
1. Tema/ Sub Tema : Taman Apotek Hidup
2. Judul : Pembuatan Taman Apotek Hidup
3. Analisis Situasi : Pembuatan taman yang berisi
tanaman bunga dan tanaman obat di Dusun 1
4. Jenis Program (Baru, Lanjutan) : Baru
5. Alokasi Waktu : Rabu-Kamis, 04-05 Agustus 2021
Pukul 10.00-16.00 WIB
6. Sasaran : Masyarakat
7. Metode Pelaksanaan : Proses pembuatan taman apotek
hiup dilaksanakan di dusun 1 Lumban Soit
8. Jadwal Kegiatan : Rabu-Kamis, 04-05 Agustus 2021
9. Luaran Kegiatan :
 Menambah keasrian Desa
 Sebagai wadah peserta KKN melakukan interaksi sosial
dengan masyarakat desa

40
10. Kendala (Fisik dan Non Fisik) :
 Keterbatasan sumber peralatan
 Keadaan tanah yang gersang
Program 6
1. Tema/ Sub Tema : Digital Marketing
2. Judul : Pembuatan Video Creator untuk
digital marketing di sosial media instagram
3. Analisis Situasi : Kegiatan ini ditujukan untuk
mempromosikan hasil tenunan ulos masyarakat
4. Jenis Program (Baru, Lanjutan) : Baru
5. Alokasi Waktu : Jumat, 06 Agustus 2021 Pukul
09.00 sd selesai
6. Sasaran : Masyarakat
7. Metode Pelaksanaan : Dilakukan dengan
mendokumentasikan kegiatan menenun, hasil tenun dan melakukan
editing
8. Jadwal Kegiatan : Jumat, 06 Agustus 2021
9. Luaran Kegiatan :
 Menambah tentang tenunan
 Sarana belajar beriklan di sosial media
 Menambah wawasan tentang editing
10. Kendala (Fisik dan Non Fisik) :
 Tidak ada
Program 7
1. Tema/ Sub Tema : Penyemprotan Disinfektan
2. Judul : Penyemprotan Disinfektan di
Tiap Rumah Warga
3. Analisis Situasi : Kegiatan penyemprotan dilakukan
menyeluruh di tiap rumah warga
4. Jenis Program (Baru, Lanjutan) : Lanjutan
5. Alokasi Waktu : Sabtu, 07 Agustus 2021 Pukul
09.00 sd selesai
6. Sasaran : Masyarakat
41
7. Metode Pelaksanaan : Penyemprotan dilakukan di
tiap rumah warga mulai dari dusun 1 sampai dusun 3
8. Jadwal Kegiatan : Sabtu, 07 Agustus 2021
9. Luaran Kegiatan :
 Memberikan pencegahan penyebaran covid-19
 Menyadarkan warga akan pentin nya menjaga kesehatan di
masa pandemi covid-19
10. Kendala (Fisik dan Non Fisik) :
 Kurangnya personil untuk penyemprotan
 Kurangnya peralatan seperti APD dan alat semprot
Program 8
1. Tema/ Sub Tema : Gorong Royong
2. Judul : Gotong Royong Membersihkan
Pantai Lumban Manik di Dusun 3
3. Analisis Situasi : Kegiatan rutin
4. Jenis Program (Baru, Lanjutan) : Lanjutan
5. Alokasi Waktu : Senin, 09 Agustus 2021 Pukul
09.00 sd selesai
6. Sasaran : Masyarakat
7. Metode Pelaksanaan : Kegiatan gotong royong dilakukan
di pantai Lumban Manik, Dusun 3 yaitu membersihkan sampah disekiaran
pantai
8. Jadwal Kegiatan : Senin, 09 Agustus 2021
9. Luaran Kegiatan :
 Menjaga kebersihan lingkungan
 Silahturahmi dengan warga desa lewat kegiatan gotong royong
10. Kendala (Fisik dan Non Fisik) :
 Warga kurang berkontribusi
Program 9
1. Tema/ Sub Tema : Edukasi
2. Judul : Pembuatan Pop Up Book
3. Analisis Situasi : Kegiatan kontribusi peserta KKN

42
4. Jenis Program (Baru, Lanjutan) : Baru
5. Alokasi Waktu : Selasa, 10 Agustus 2021 Pukul
09.00 sd selesai
6. Sasaran : Siswa TK Pelita Bangsa
7. Metode Pelaksanaan : Pembuatan Pop Up Book dilakukan
di BPD Desa
8. Jadwal Kegiatan : Selasa, 10 Agustus 2021
9. Luaran Kegiatan :
 Sebagai sumber belajar siswa TK
10. Kendala (Fisik dan Non Fisik) :
 Hanya tersedia 1 buku
Program 10
1. Tema/ Sub Tema : Edukasi
2. Judul : Pelaksanaan les tambahan
kepada pelajar lewat pojok literasi
3. Analisis Situasi : Dilaksanakan setiap har kamis
di pojok literasi (Dusun 1)
4. Jenis Program (Baru, Lanjutan) : Baru
5. Alokasi Waktu : Rabu, 11 Agustus 2021 Pukul
15.00-16.30 WIB
6. Sasaran : Pelajar tingkat SD - SMP
7. Metode Pelaksanaan : Dilakukan di pojok literasi yang
beradi di Dusun 1, pembelajaran dilakukan menyesuaikan dengan
tugas yang diterima siswa di sekolah dari guru
8. Jadwal Kegiatan : Rabu, 11 Agustus 2021
9. Luaran Kegiatan :
 Sebagai les tambahan siswa
 Menambah pengetahuan siswa
10. Kendala (Fisik dan Non Fisik) :
 Masih banyak anak- anak yang malu untuk ikut di pojok literasi
 Lokasi pojok literasi yang berada di dusun 1 sehingga anak-
anak dari dusun lain kadang kala enggan hadir dikarenakan jarak
yang
43
cukup jauh
Program 11
1. Tema/ Sub Tema : Gorong Royong
2. Judul : Kegiatan Gotong
Royong Membersihkan Lingkungan Desa dari Dusun 1- Dusun
3
3. Analisis Situasi : Gotong royong dilakukan dari
perbatasan dusun 1 sampai ke wilayah perbatasan di dusun 3
4. Jenis Program (Baru, Lanjutan) : Lanjutan
5. Alokasi Waktu : Kamis, 12 Agustus 2021 Pukul
09.00 sd selesai
6. Sasaran : Lingkungan Desa
7. Metode Pelaksanaan : Titik kumpul dilakukan di kantor
desa, selanjutnya membagi tim untuk di sebar di 3 dusun lalu diberikan
alat untuk bersih bersih, dan dilakukan kegiatan gotong royong
bersama warga dan titik kumpul selesai juga dilakukan di Kantor Desa
8. Jadwal Kegiatan : Kamis, 12 Agustus 2021
9. Luaran Kegiatan :
 Menjaga lingkungan agar tetap bersih
 Wadah silahturahmi antara peserta KKN dengan warga desa
10. Kendala (Fisik dan Non Fisik) :
 Warga kurang antusias dengan kegiatan gotong royong
Program 12
1. Tema/ Sub Tema : Pemanfaatan Teknologi di
Masa Covid 19
2. Judul : Pemutaran Video Animasi
tentang Bahaya Covid 19 dan Cara Kerja Vaksin di Tubuh Manusia, dan
Pembuatan dan penempelan poster aman Covid
3. Analisis Situasi : Pelaksanaan di Dusun 1 dan di
Kantor Desa
4. Jenis Program (Baru, Lanjutan) : Baru
5. Alokasi Waktu : Jumat, 13 Agustus 2021 Pukul
09.00 sd selesai
44
6. Sasaran : Lingkungan Desa
7. Metode Pelaksanaan : Dengan melakukan sosialisasi
baaya covid i tubuh manusia lewat pemutaran video animasi, dan
memberikan edukasi lewat pemutaran video animasi tentang cara
kerja vaksin di tubuh manusia
8. Jadwal Kegiatan : Jumat, 13 Agustus 2021
9. Luaran Kegiatan :
 Anak- anak antusias karena cara penyampaian disampaikan
lewat pemutaan video animasi yang menarik
 Penempelan poster dilakukan di warung warga
10. Kendala (Fisik dan Non Fisik) :
 Pemutaran video hanya lewat laptop karena tidak ada proyek

Program 12
1. Tema/ Sub Tema : Sehat Jantung Sehat/Aerobik
2. Judul : Senam Sehat
3. Analisis Situasi : Kegiatan rutin
4. Jenis Program (Baru, Lanjutan) : Lanjutan
5. Alokasi Waktu : Sabtu, 09 Agustus 2021 Pukul
09.00 sd selesai
6. Sasaran : Masyarakat
7. Metode Pelaksanaan : Kegiatan dilaksanakan di depan
kantor desa lumban suhi-suhi toruan sekitar jam 16:00 setiap hari sabtu.
8. Jadwal Kegiatan : Senin, 09 Agustus 2021
9. Luaran Kegiatan :
 Menjaga kebugaran jasmani
10. Kendala (Fisik dan Non Fisik) :
 Areal tempat senam kurang luas

45
46
Lampiran 4. Format Sampul Program Kerja
PROGRAM KERJA KKN MAHASISWA UNIVERSITAS
NEGERI MEDAN

Kabupaten : Samosir
Kecamatan : Pangururan
Desa/ kelurahan : Lumban Suhi-Suhi Toruan
Nama Dosen : [Link] Dewi,[Link]

Oleh:
NO NIM NAMA PRODI
1 5181151005 Kartini Juita Nainggolan Pendidikan Teknologi
Informatika dan Komputer
2 2182220003 Intan Marpaung Sastra Inggris
3 2181132003 Cindy Tenet Lay Grafia Silaban Pendidikan Bahasa Jerman
4 6183121030 Anri Lumban Gaol Pendidikan Keolahragaan
5 5181131005 Henri Hasudungan Sinaga Pendidikan Teknik Elektro
6 7183341027 Jhon Freddy Sitinjak Pendidikan Ekonomi
7 6183121062 Levin Daniel Sinaga Pendidikan Keolahragaan
8 5182151002 Deskristina Siregar Pendidikan Teknologi
Informatika dan Komputer

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2021

47
Lampiran 5. Format Penilaian Program Kerja Mahasiswa KKN (DPL)
PENILAIAN DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN PROGRAM KERJA
MAHASISWA KKN
Nama : Levin Daniel Sinaga
Nim 6183121062
Prodi/ Fakultas : Pendidikan Kepelatihan Olahraga/FIK

Desa/ Kelurahan : Lumban Suhi-Suhi Toruan


Kecamatan : Pangururan
Kabupaten : Samosir
Penilaian dilakukan dengan cara memberi tanda centang () pada angka 4, 3, 2,
ayau 1 pada kolom skor uuntuk setiap pernyataan/ indicator untuk masing- masing
aspek kelayakan. (Kriteria umum ; 4 = sangat jelas, 3= jelas; 2=kurang; 1= sangat
jelas).
No Aspek Yang Dinilai Skor
1 2 3 4
1 Tema Kegiatan
2 Judul Kegiatan
3 Analisis Situasi
4 Jenis Program
5 Solusi Yang Direncanakan
6 Alokasi Waktu
7 Sasaran
8 Metode Pelaksanaan
9 Jadwal Kegiatan
10 Luaran Kegiatan
Jumlah
Nilai= Skor/40 x 100
*Rentang nilai= 1 – 100

Lumban Suhi-Suhi Toruan, 14 Agustus 2021


Penilai

[Link] Dewi,[Link]

48
Lampiran 6. Format Sampul Laporan Akhir KKN Mahasiswa
REVITALISASI DESA DI ERA NEW NOMRAL DENGAN
PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DAN SOSIALISASI
VAKSINASI DI DESA
LUMBAN SUHI- SUHI TORUAN

Kabupaten : Samosir
Kecamatan : Pangururan
Desa/ Kelurahan : Lumban Suhi-Suhi Toruan
Nama Dosen : [Link] Dewi,[Link]
Oleh:
NO NIM NAMA PRODI
1 5181151005 Kartini Juita Nainggolan Pendidikan Teknologi Informatika
dan Komputer
2 2182220003 Intan Marpaung Sastra Inggris
3 2181132003 Cindy Tenet Lay Grafia Silaban Pendidikan Bahasa Jerman
4 6183121030 Anri Lumban Gaol Pendidikan Keolahragaan
5 5181131005 Henri Hasudungan Sinaga Pendidikan Teknik Elektro
6 7183341027 Jhon Freddy Sitinjak Pendidikan Ekonomi
7 6183121062 Levin Daniel Sinaga Pendidikan Keolahragaan
8 5182151002 Deskristina Pendidikan Teknologi Informatika
dan Komputer

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2021

49
Lampiran 8. Format Lembar Pengesahan Laporan KKN Mahasiswa

50
Lampiran 9. Format Penilaian Laporan Akhir Mahasiswa KKN (DPL)

PENILAIAN DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN LAPORAN AKHIR


MAHASISWA KKN
Nama Mahasiswa : Levin Daniel Sinaga
NIM 6183121062
Prodi/ Fakultas : Pendidikan Kepelatihan Olahraga/FIK
Desa/ Kelurahan : Lumban Suhi-Suhi Toruan
Kecamatan : Pangururan
Kabupaten : Samosir
Penilaian dengan cara memberi tanda centang () pada angka 4, 3, 2, atau 1 pada kolom
skor untuk setiap pernyataan/ indicator untuk masing- masing aspek kelayakan. (Skor
=sangat jelas/ sesuai; 3=jelas/ sesuai; 2=kurang jelas/sesuai; 1= sangat kurang
jelas/sesuai).

No Aspek Yang Dinilai Skor


1 2 3 4
A FORMAT PENILAIAN
1 Ukuran kertas
2 Ukuran huruf
3 Spasi
4 Penulisan judul bab
5 Penulisan judul sub bab
6 Margin sampul
7 Margin kertas
8 Kelengkapan isi laporan
B ISI LAPORAN
1 Gambaran umum lokasi KKN
2 Tujuan KKN
3 Manfaat KKN
4 Gambaran program desa yang telah ada
5 Analisis situasi desa
6 Ruang lingkup potensi desa
7 Perumusan program kerja KKN
8 Hasil pelaksanaan program
9 Simpulan
10 Saran
JUMLAH
Nilai = skor/72 x 100
*Rentang nilai 1- 100
Lumban Suhi- Suhi Toruan, 14 Agustus 2021
Penilai

[Link] Dewi,[Link]

Lampiran 10. Format Jurnal Kegiatan Harian KKN Mahasiswa (Individu dan
51
Kelompok)

JURNAL KEGIATAN HARIAN MAHASISWA


KKN UNIVERSITAS NEGERI MEDAN TAHUN
2021

Nama Mahasiswa : Levin Daniel Sinaga


NIM 6183121062
Prodi/Fakultas : Pendidikan Kepelatihan Olahraga /FIK
Desa : Lumban Suhi-Suhi Toruan
Kecamatan : Pangururan
Kabupaten : Samosir
Kepala Desa : Raja Sondang
Simarmata Dosen Pembimbing Lapangan : Dr. Rahma Dewi,
[Link]

No Hari/Tanggal Aktivitas Kendala Solusi Produk Aktivitas


1. Senin, 19 Juli Pelepasan dan Tidak ada Tidak Dilepas dan
pemberangkat kendala. ada. diberangkatkan
2021
an mahasiswa Semua mahasiswa unimed untuk
KKN oleh aktivitas melakukan kegiatan
rektor berjalan KKN di lokasi KKN
UNIMED baik masing-masing dan
secara online. tercapainya hasil diskusi
Melakukan tentang perencanaan
diskusi/rapat KKN
dengan team
secara online
melalui
aplikasi
zoom.

52
53
2. Selasa, 20 Juli Idul Adha Tidak ada Tidak
(libur). diskusi kendala. ada.
2021
daring Bersama Semua
teman KKN berjalan
melalui zoom dengan
terkait baik.
penyusunan
program selama
berlangsungnya
KKN

3. Rabu, 21 Juli Melapor ke Tidak ada Tidak


lokasi KKN, kendala. ada.
2021
memperkenal Kegiatan
kan diri dan berjalan
berdiskusi dengan
dengan baik.
kepling
mengenai
program kerja
KKN.

Kamis, 22 Juli Observasi Tidak ada Tidak


4. lingkungan kendala. ada
2021
lokasi KKN dan
keliling rumah
warga..

54
5. Jumat, 23 Juli Gotong-royong Tidak ada Tidak
membersihkan kendala. ada.
2021
sekitaran Jalan Kegiatan
Huta Raja gotong-
royang
berjalan
dengan
baik.

Pembuatan
Taman Apotik
Hidup di Dusun
1

6. Sabtu, 24 Senam SJS Tidak ada Tidak


Bersama kendala. ada.
Juli 2021
warga Desa Semua
Lumban Suhi- kegiatan
Suhi Toruan berjalan
dengan
baik.

55
7. Senin, 26 Pembuatan Tidak ada Tidak
Nugget dan kendala. ada.
Juli 2021
Abon olahan Semua
dari Ikan kegiatan
Louhan dan berjalan
cabai bubuk dengan
yang menjadi baik.
produk
wirausaha PKK
Desa Lumban
Suhi-Suhi
Toruan.

56
8. Selasa, 27 Juli Kegiatan Tidak ada Tidak
2021 pembuatan kendala. ada.
nomor rumah
warga desa
lumban suhi-
suhi dari
Dusn 1
sampai Dusun
3

9. Rabu, 28 Penyemprotan Tidak ada Tidak


Desinfektan kendala. ada.
Juli 2021
Semua
kegiatan
berjalan
dengan
baik.

57
10. Kamis, 29 Mengajar Tidak ada Tidak
anak TK kendala. ada.
Juli 2021
Pelita Bangsa

11. Jum’at, 30 Juli Mengecat Tidak Tidak


2021 Posko Aman Ada ada
Covid-19 kendala

12 Sabtu, 31 Juli Pembongkaran Tidak Tidak


2021 pupuk kompos ada ada
dan kendala
pengolahannya

58
14 Senin, 2 Agustus Pengembangan Tidak Tidak
2021 wirausaha ada ada
bubuk cabe
produk asli dari
desa lumban
suhi-suhi

15 Selasa, 3 Agustus Penjemuran dan Tidak Tidak


2021 pengemasan Ada Ado
produk usaha
bubuk cabe

16 Rabu, 4 Agustus Rapat Tidak Tidak


2021 koordinasi ada ada
bersama kepala
desa, pemud
desa dan anak
KKN UNIMED
dan UNIKA

59
17. Kamis, 5 Agustus Penempelan Tidak Tidak
2021 nomor Rumah ada ada
warga dusun 3

18 Jum’at, 6 Sosialisasi Tidak Tidak


Agustus 2021 vaksinasi ada ada
pertama desa
suhi-suhi di
depan kantor
desa

19. Sabtu, 7 Agustus Gotong royong Tidak Tidak


2021 di lapangan ada ada
Binanga Borta
untuk persiapan
upacara
memperingati
HUT RI ke -76

20. Senin, 9 Agustus Melatih Renang Tidak Tidak


2021 anak desa ada ada

60
61
62
Lampiran 11. Format Penilaian Presentasi Laporan KKN (DPL)
PENILAIAN PRESENTASI LAPORAN KKN
Nama Mahasiswa :Levin Daniel Sinaga
NIM 6183121062
Prodi/ Fakultas : Pendidikan Kepelatihan Olahraga/FIK
Desa/ Kelurahan : Lumban Suhi- Suhi Toruan
Kecamatan : Pangururan
Kabupaten : Samosir

No Aspek Yang Dinilai Bobot Skor Penguji


1 PENGUASAAN MATERI LAPORAN
A. Penguasaan gambaran umum desa, , unit 10
usaha desa, program desa
B. Penguasaan potensi yang diperoleh dari hasil 20
observasi dan analisis berdasarkan data yang
ada
C. Penguasaan program kerja yang dilakukan 10
2 PENYAJIAN
A. Sistematika penyajian 5
B. Kualitas alat bantu (power pont, video, animasi, 5
gambar, dan lain lain
C. Penggunaan bahasa Indonesia yang baku 5
D. Cara presentasi 5
E. Ketepatan waktu 5
3 KETRAMPILAN MENJAWAB PERTANYAAN
A. Kebenaran dan ketuntasan jawaban 10
B. Kecepatan dan ketepatan 5
C. Cara menjawab pertanyaan 5
4 SIKAP dan PENAMPILAN
A. Sopan santun 5
B. Cara berargumentasi 5
C. Kerapian 5
JUMLAH 100
Lumban Suhi- Suhi Toruan, 14 Agustus 2021

[Link] Dewi,[Link]
NIP.

63
Lampiran 12. Berita Acara

64
Lampiran 13. (DPL/ Pimpinan/ Pengelola)
FORMAT MENTORING PELAKSANAAN KKN OLEH DPL/
PIMPINAN/ PENGELOLA

Hari/ Tanggal : Agustus, 10 Agustus 2021


Desa/ Kelurahan : Lumban Suhi-Suhi Toruan
Kecamatan : Pangururan
Kabupaten : Samosir
Nama Mahasiswa : Levin Daniel Sinaga
Dosen Pembimbing Lapangan : [Link] Dewi,[Link]

Pelaksanaan Program :

No Judul/ Nama Sasaran Ketercapaian keterangan


Program
1 Pembuatan Abon Masyarakat 70% masih dalam tahap
dan Nugget bahan uji knilis
Dasar Ikan Louhan
2 Pembuatan Bubuk Masyarakat 60% masih untuk tahap
Cabai dan Bubuk percobaan, dan
Jahe
belum ada branding
dan packaging
3 Kegiatan Senam Maskayarat 100% sudah terealisasi
Sehat Bersama
Warga Desa
4 Pembuatan dan Masyarakat 90% masih ada data
penempelan nomor keluarga yang
rumah
belum terdata
5 Pembuatan Taman Masyarakat 90% tanaman masih
Apotek Hidup belum sepenuhnya
tumbuh dengan baik
6 Digital Marketing Masyarakat 60% Masih dalam tahap
dan editing
Sakamadeha

65
7 Penyemprotan Masyarakat 100% terealisasi dengan
Disinfektan di Tiap baik
Rumah Warga
8 Gotong Royong Masyarakat 100% terealisasi dengan
Membersihkan baik
Pantai Lumban
Manik di Dusun 3
9 Pembuatan Pop Up Anak- Anak 90% sudah selesai tetapi
Book TK Pelita masih belum serah
Bangsa terima/ diserahkan
dengan guru TK
10 Pelaksanaan les Anak 100% terealisasi dengan
tambahan kepada Sekolah baik
pelajar lewat pojok
literasi
11 Kegiatan Gotong Masyarakat 100% terealisasi dengan
Royong baik
Membersihkan
Lingkungan Desa
dari Dusun 1-
Dusun 3
12 Pemutaran Video Anak- anak 100% terealisasi dengan
Animasi tentang baik
Bahaya Covid 19
dan Cara Kerja
Vaksin di Tubuh
Manusia, dan
pembuatan dan
penempelan poster
aman covid-19

A. Kendala/ Masalah
Dari semua program yang sudah dilaksanakan masalah- masalah yang
dihadapi tidak terlalu berat. Hanya saja lebih kepada peralatan yang kurang
cukup, sehigga proses pembuatan program kerja berlangsung lebih lama dari yang
seharusnya. Tetapi yang kurang selama berlangsungnya kegiatan KKN adalah
kurangnya kesadaran masayarakat untuk tetap melakukan protocol kesehatan
yaitu menggunakan masker dan menjaga jarak. Oleh karena itu dilakukan

66
sosialisasi dan edukasi pentingnya menerapkan protocol kesehatn untuk
menghindari diri dari penyebaran covid-19. Selain itu tidak ada kendala lain yang
termasuk kendala berat, karena semuanya sudah mendapat solusi masing- masing.

B. Solusi

Solusi dari masalah yang ditemukan di atas adalah dengan meminjam


peralatan kebersihan dari rumah warga. Dan melakukan sosialisasi dan edukasi
terhadap pentingnya mematuhi protocol kesehatan dengan memakai masker,
mencuci tangan, menghindari kerumunan dan tetap menjaga jarak.

C. Catatan Tambahan
Untuk program kerja kewirausahaan, masalah yang ditemukan tidak berasal
dari mahasiswa tetap berasal dari fasilitas desa, seperti alat- alat untuk
kewirausahaan yaitu belum tersedianya peralatan dalam pembuatan bubuk cabai,
bubuk jahe dan pembuatan abon dan nugget. Harapan kedepannya semoga
sosialisasi dan edukasi mematuhi protocol kesehatan tetap diingat dan
dilaksanakan.

Lumban Suhi- Suhi Toruan, 14 Agustus Dosen


2021
Pembimbing

[Link] Dewi,[Link]
NIP. 197506182008121002

67
Lampiran 14. Surat Pengantar Rektor

68
Lampiran 15. Surat Pernyataan Kepala Desa

69
Lampiran 16. Kesediaan Mahasiswa Mengikuti KKN

70
Lampiran 17. Pernyataan Orang Tua

71
Lampiran 18. Kesediaan Mengikuti Prokes

72
Lampiran 21. Rek Desa

73
Lampiran 22. Formulir Pendaftaran KKN Mahasiswa

74
ABSENSI KEHADIRAN
11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28
NO NAMA
LAMPIRAN 11. ABSENSI KEHADIRAN MAHASISWA

/7 /7 /7 /7 /7 /7 /7 /7 /7 /7 /7 /7 /7 /7 /7 /7 /7 /7
1 Intan Marpaung √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
2 Henri Hasudungan Sinaga √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
3 Deskristina Siregar √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
4 Levin Daniel Sinaga √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
5 Kartini Juita Nainggolan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
6 Anri P Lumban Gaol √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
7 Cindy Tenet Lay Grafia Silaban √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
8 Jhon Fredy Sitinjak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
NO NAMA
/7 /7 /7 /8 /8 /8 /8 /8 /8 /8 /8 /8 /8 /8 /8 /8 /8 /8
1 Intan Marpaung √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
2 Henri Hasudungan Sinaga √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
3 Deskristina Siregar √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
4 Levin Daniel Sinaga √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
5 Kartini Juita Nainggolan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
6 Anri P Lumban Gaol √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
KKN

7 Cindy Tenet Lay Grafia Silaban √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √


8 Jhon Fredy Sitinjak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

Pangururan, 18 Agustus 2021 Kepala Desa Lumban


Suhi-Suhi Toruan
76
77
78
79
80

Anda mungkin juga menyukai