0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan12 halaman

Pengaruh Latihan Ballhandling pada Dribble

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan ballhandling terhadap peningkatan kemampuan dribble siswa ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 1 Subang. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan pretest dan posttest. Hasilnya menunjukkan latihan ballhandling memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan dribble siswa.

Diunggah oleh

Levin Sinaga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan12 halaman

Pengaruh Latihan Ballhandling pada Dribble

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan ballhandling terhadap peningkatan kemampuan dribble siswa ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 1 Subang. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan pretest dan posttest. Hasilnya menunjukkan latihan ballhandling memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan dribble siswa.

Diunggah oleh

Levin Sinaga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ISSN (p) 2461-3961 (e) 2580-6335

Doi: 10.35569
Vol. 6 No.2 Tahun 2020 Pp. 145-152
Biormatika :
Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
[Link]

Pengaruh Latihan Ballhandling Terhadap Peningkatan Kemampuan


Dribble pada Siswa Ekstrakurikuler Bola Basket SMA Negeri 1 Subang

Rizki Saputra¹, Gempar Al-Hadist, [Link]², Iyan Nurdiyan Haris, [Link]³


Universitas Subang
rizki.saputra13031996@[Link], gemparalhadist15@[Link],
iyanharisss@[Link]

Info Artikel Abstrak

Sejarah Artikel: Penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Latihan


Diterima September 2020 Ballhandling Terhadap Peningkatan Kemampuan Dribble
Disetujui September 2020
Pada Siswa Ekstrakurikuler Bola Basket SMA Negeri 1
Subang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen
Dipublikasikan September
2020
dengan desain “One Group Pretest Posttest Design”.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler
bola basket SMA Negeri 1 Subang yang berjumlah 13
orang. Sampel yang diambil dari hasil total sampling.
Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan
dribble adalah AAHPERD basketball control dribble Test.
Validitas tes sebesar 0.37 – 0.91” dan Reabilitas tes
sebesar 0.88 – 0.95’. Hasil penelitian tersebut
dideskripsikan menggunakan analisis statistik deskriptif
sebagai berikut, untuk hasil pretest, rata-rata (mean) =
10.42, dengan simpangan baku (std. Deviation) = 0.87,
sedangkan untuk posttest, rata-rata (mean) = 9.75, dengan
simpangan baku (std. Deviation) = 0.62. Hasil analisis
data menunjukan bahwa: latihan ballhandling memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan dribble
siswa ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 1 Subang,
dengan nilai signifikansi p sebesar 0.000 < 0.05.
Kata kunci: Permainan Bola Basket, Kemampuan Dribble,
Ballhandling

Abstract

This study was to determine the effect of ballhandling


training on the improvement of dribble skills in basketball
extracurricular activities at SMA Negeri 1 Subang. This
study used an experimental method with the design of "One
1
Group Pretest Posttest Design". The population in this
study were 13 basketball extracurricular students at SMA
Negeri 1 Subang. Samples taken from the results of total
sampling. The instrument used to measure dribbling ability
is the AAHPERD basketball control dribble test. The
validity of the test is 0.37 - 0.91 "and the reliability of the
test is 0.88 - 0.95". The results of the study were described
using descriptive statistical analysis as follows, for the
pretest results, the mean (mean) = 10.42, with the standard
deviation (std. Deviation) = 0.87, while for the posttest, the
average (mean) = 9.75, with deviation standard (std.
Deviation) = 0.62. The results of the data analysis show
that: ballhandling exercises have a significant effect on the
dribble abilities of basketball extracurricular students at
SMA Negeri 1 Subang, with a significance value of p of
0.000 <0.05.

Keywords: Basketball Game, Dribble Ability,


Ballhandling

PENDAHULUAN Jerman pada tahun 1936. Bola basket ini


masuk di Indonesia sekitar tahun 1948
Bola basket adalah cabang olahraga yang lalu dan berkembang setelah
permainan yang sangat digemari oleh proklamasi kemerdekaan. Namun baru
banyak kalangan dewasa ini. Dari anak- tanggal 23 Oktober 1951 didirikanlah
anak, remaja, pelajar dan mahasiswa, Persatuan Basketball Seluruh Indonesia
sampai orang dewasa gemar akan (PERBASI). Dengan adanya PERBASI
olahraga ini. Hal ini ditandai dengan ini perkembangan bola basket di
semakin merebaknya perkumpulan- Indonesia jauh lebih maju karena ada
perkumpulan bola basket di berbagai suatu organisasi yang bertujuan
daerah, dan sering pula diselenggarakan mengembangkan olahraga bola basket
pertandingan-pertandingan bola basket mulai dari pusat (PB PERBASI), daerah
antar wilayah atau daerah baik yang tingkat I oleh pengurus daerah (Pengda
bersifat umum maupun pelajar atau PERBASI), sampai kepelosok tanah air
mahasiswa. di daerah tingkat II oleh pengurus
Permainan bola basket di Indonesia cabang (Pengcab PERBASI)
sekarang ini mulai menunjukan (Sarumpaet, 2013).
perkembangan yang sangat pesat, Kecakapan adalah kemahiran atau
sekarang banyak sekali terlihat lapangan penguasaan hal yang memerlukan gerak
bola basket di berbagai kota maupun di tubuh dan diperoleh melalui latihan.
pelosok-pelosok tanah air, itu bertanda Seperti jenis olahraga lainnya, untuk
bahwa masyarakat di tanah air ini mulai dapat bermain bola basket setiap orang
menyukai permainan bola basket. yang ingin menekuni olahraga tersebut,
Permainan bola basket ini sudah terlebih dahulu harus menguasai
dipertandingkan dalam Olympiade di beberapa keterampilan dasar dalam

2
permainan bola basket seperti passing, adalah salah satu dasar bola basket yang
dribbling, dan shooting (Nurrochmah, S. pertama diperkenalkan kepada para
2009: 41). Pada permainan bola basket, pemula, karena keterampilan ini sangat
untuk mendapatkan gerakan efektif dan penting bagi setiap pemain yang terlibat
efisien perlu didasarkan pada dalam pertandingan bola basket (Oliver,
penguasaan keterampilan teknik dasar 2007: 49). Dribbling atau menggiring
yang baik. Keterampilan teknik dasar bola dapat dilakukan dengan sikap
dalam permainan bola basket dapat berhenti, berjalan, atau berlari.
dibagi menjadi enam, yaitu: 1) Teknik Pelaksanaannya dapat dilakukan dengan
melempar dan menangkap (passing), 2) tangan kanan atau tangan kiri. Melihat
Teknik menggiring bola (dribbling), 3) fakta di lapangan masih banyak pemain
Teknik menembak (shooting), 4) Teknik yang kesulitan saat melakukan
pivot, 5) Teknik tembakan lay-up dribbling, pemain masih terlihat kaku
(Sodikun, I. 1992: 48). Melalui olahraga pada saat dribbling dan kebanyakan cara
ini dapat diperoleh beberapa manfaat dribbling bolanya masih banyak yang
antara lain adalah persendian menjadi dipukul-pukul dan pandangan mata
baik, otot-otot menjadi kuat, peredaran masih banyak tertuju pada bola.
darah menjadi lancar, pernafasan tidak Seharusnya bola dipantul- pantulkan dan
terhambat dan pemikiran dilatih untuk tidak ada suara dari sentuhan antara
dapat memecahkan masalah dengan tangan dengan bola.
cepat dan tepat (Sumiyarsono (2002: 2). Pandangan mata saat melakukan
Salah satu sisi hiburan menarik dari dribbling sebaiknya tertuju pada situasi
permainan bola basket yaitu sekitar, selain itu gerakan melindungi
dilakukannya dribbling yang bervariasi bola saat melakukan dribbling juga
baik arah dan kecepatannya untuk belum nampak. Pada saat bermain
menerobos lawan dan selanjutnya permainan terlihat sangat monoton tidak
memasukkan bola ke dalam keranjang. ada variasi-variasi sedikitpun. Jarang
Banyak angka tercipta diawali dengan peserta didik yang berusaha untuk
dribble yang baik dan diakhiri tembakan menggiring bola, jadi bolanya hanya
yang akurat. Dribbling pada prinsipnya berpindah-pindah dari tim satu ke tim
membawa bola dengan dipantul- yang satunya dan berputar di area
pantulkan dengan satu tangan yang tengah lapangan saja. Berdasarkan
dilakukan dengan berjalan atau berlari. pengamatan di lapangan, kemampuan
Dribbling adalah usaha untuk membawa pada siswa ekstrakurikuler bola basket
bola menuju sasaran serang di SMA Negeri 1 Subang terutama
(Sumiyarsono, 2002: 40). Menurut pemain putra dalam melakukan dribble
Ahmadi (2007: 17), menggiring bola masih kurang baik. Hal tersebut
adalah membawa lari bola ke segala disebabkan banyak faktor yang
arah sesuai dengan peraturan yang ada. mempengaruhi, salah satunya adalah
Pemain diperbolehkan membawa bola kurang variasi latihan atau sarana dan
lebih dari satu langkah asal bola prasarana yang digunakan oleh pelatih
dipantulkan ke lantai. Menggiring bola masih kurang, sehingga dapat
harus menggunakan satu tangan. menyebabkan kurangnya kemampuan
Kegunaan menggiring bola adalah dan pengetahuan pemain dalam
mencari peluang serangan, menerobos melakukan dribble.
pertahanan lawan, ataupun Pada hakikatnya dribbling bukan
memperlambat tempo permainan teknik yang pokok yang harus dikuasai
(Ahmadi, 2007: 17). Menggiring bola
3
dalam bermain bola basket tetapi

4
dribbling mempunyai keunggulan meningkatkan keterampilan dribbling.
tersendiri dalam permainan bola basket Berdasarkan hal tersebut selama ini
yaitu untuk memudahkan serangan fast banyak pelatih kurang atau
break (serangan balik cepat setelah mengabaikan latihan ballhandling
posisi terserang), lebih cepat menuju ke sebagai suatu rangkaian awal sebelum
ring lawan, untuk menerobos pertahanan mengajarkan atau melatih teknik
lawan, untuk mengendalikan permainan, menembak, mengoper dan menggiring
dribbling yang bervariatif baik arah dan bola. Untuk menyempurnakan teknik
kecepatannya dan selanjutnya dalam bola basket maka menuntut
memasukkan bola ke keranjang lawan kepada para pelatih untuk
bisa dikatakan hal yang menarik dalam mengembangkan formasi melatih
permainan bola basket. kepada hal yang fundamental permainan
Ballhandling merupakan bola basket yang baik, sehingga melatih
pendasaran atau fundamental movement ballhandling merupakan syarat utama.
dribbling, dengan kata lain terdapat Ballhandling merupakan suatu
hubungan yang sangat erat antara bentuk latihan sentuhan - sentuhan bola
ballhandling dan dribble. Seorang pada bagian telapak tangan serta
pemain bola basket harus dapat mengontrol dan mengolah bola yang
menguasai bola baik dengan tangan dirasakan dan dihayati terhadap gerakan
kanan maupun kiri. Arifin (2004: 39) bola dalam keadaan apapun dan
mengatakan bahwa “sebelum dilakukan secara variatif mulai dari
mempelajari teknik bermain dribbling, pengaturan tempo sampai dengan
passing, dan shooting perlu terlebih koordinasi antara mata dan tangan yang
dahulu diajarkan ballhandling bertujuan untuk meningkatkan
(penguasaan bola) hal ini ditunjukan keterampilan dribbling.
agar pemain memiliki kemampuan Dilihat dari permasalahan di atas,
untuk mengenali, menguasai dan perlu di cari model latihan yang dapat
memainkan bola sehingga teknik-teknik meningkatkan kemampuan pemain
dasar lain dapat dilakukan dengan baik”. dalam melakukan dribble. Peneliti
Menurut Kosasih (2007: 18), bermaksud memberikan metode latihan
ballhandling merupakan “kemampuan ballhandling guna untuk meningkatkan
seorang pemain untuk menguasai bola kemampuan menggiring bola pada siswa
atau bagaimana mereka menyukai dan ekstrakurikuler bola basket di SMA
menikmati suatu latihan yang akan Negeri 1 Subang terutama pemain putra.
menentukan seberapa baik teknik
passing, catching, dribbling, dan
shooting dari seorang pemain”. METODE
Sedangkan menurut Prusak (2007: 25), Penelitian ini berakar dari
latihan ballhandling pada dasarnya permasalahan untuk mengetahui
adalah suatu bentuk latihan sentuhan- pengaruh latihan ballhandling terhadap
sentuhan bola pada bagian telapak kemampuan dribble. Penelitian ini
tangan serta mengontrol dan mengolah termasuk eksperimen, dengan metode
olah bola yang dirasakan dan dihayati eksperimen dengan sampel tidak
terhadap gerakan bola dalam keadaan terpisah, karena tidak dapat mengontrol
apapun dan dilakukan secara variatif semua variabel yang mempengaruhi hasil
mulai dari pengaturan tempo sampai eksperimen (Arikunto, 2002: 398).
dengan koordinasi antara mata dan Metode eksperimen dengan sampel tidak
tangan yang bertujuan untuk
5
terpisah maksudnya peneliti hanya

6
memiliki satu kelompok (sampel) saja, kurang dari 100, lebih baik diambil
yang diukur dua kali, pengukuran semua sehingga penelitiannya merupakan
pertama dilakukan sebelum subjek diberi penelitian populasi.
perlakuan (pretest), kemudian perlakuan Instrumen didefinisikan sebagai alat
(treatment), yang akhirnya ditutup ukur yang digunakan dalam penelitian
dengan pengukuran kedua (posttest). merupakan suatu alat yang digunakan
Desain yang digunakan dalam penelitian untuk mengukur variabel yang diamati
ini adalah “One Group Pretest Posttest (Sugiyono, 2007: 148). Menurut
Design” atau tidak adanya grup kontrol Arikunto (2002: 136) instrumen
(Sukardi, 2003: 18) adapun rancangan penelitian adalah alat atau fasilitas yang
tersebut dapat digambarkan sebagai digunakan peneliti dalam pengumpulan
berikut: data agar pekerjaannya lebih mudah dan
Y1 X lebih baik. Dalam suatu penelitian proses
Y2 pengumpulan data sangat penting, karena
(Sukardi, 2003: 18) dengan hasil yang diperoleh dari
pengukuran dapat dilihat gejala atau
Keterangan: perkembangannya yang terjadi pada
sampel yang diteliti. Teknik
Y1 : Pengukuran Awal (Pretest) pengumpulan data dilakukan dengan cara
langsung mengamati di lapangan dengan
X : Perlakuan (Treatment) melakukan tes.
Y2 : Pengukuran Akhir Tes dan pengukuran dribble yang
(Posttest) digunakan adalah AAHPERD basketball
Populasi adalah keseluruhan subjek control dribble Test. Validitas tes sebesar
penelitian (Arikunto, 2002: 115). 0.37 – 0.91” dan Reabilitas tes sebesar
Menurut Sugiyono (2007: 55) populasi 0.88 – 0.95’. Tes ini bertujuan untuk
adalah wilayah generalisasi yang terdiri mengukur kemampuan dribble pemain
atas objek atau subjek yang mempunyai dan sebagai alat ukur untuk melihat
kuantitas dan karakteristik tertentu yang perkembangan kemampuan dribble
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari pemain.
dan kemudian disimpulkan berdasarkan
defisini tersebut di atas, maka dapat
disimpulkan bahwa populasi adalah
keseluruhan individu atau objek
penelitian yang diduga memiliki sifat dan
karakteristik yang sama. Populasi dalam
penelitian ini adalah anggota tim bola
basket putra SMA Negeri 1 Subang yang
berjumlah 13 orang. Lapangan Control Dribble Test
Menurut Sugiyono (2007: 56)
sampel adalah sebagian dari jumlah dan Sumber: (AAHPERD)
karakteristik yang dimiliki oleh populasi.
Jumlah populasi 13 orang tersebut, Dalam prosedur penelitian ini ada
semuanya digunakan sebagai sampel, dan beberapa tahapan yang dilakukan oleh
disebut total sampling. Hal ini sesuai peneliti, di antaranya:
dengan pendapat yang dikemukakan oleh a. Pretest (Tes Awal)
Arikunto (2002: 120) bahwa untuk b. Treatment (Perlakuan)
sekedar patokan maka apabila subjeknya
7
c. Posttest (Tes Akhir)

8
Sebelum dilakukan pengujian
hipotesis, maka perlu dilakukan uji Pretest Interval F
prasyarat. Pengujian data hasil 1 9.30-9.83 3
pengukuran yang berhubungan dengan 2 9.84-10.37 5
hasil penelitian bertujuan untuk
membantu analisis agar menjadi lebih 3 10.38-10.91 1
baik. Untuk itu dalam penelitian ini 4 10.92-11.45 2
akan diuji normalitas dan uji 5 11.46-11.99 2
homogenitas data.
Posttest Interval F
1 8.85-9.26 3
HASIL DAN PEMBAHASAN 2 9.27-9.68 2
Hasil penelitian ini diperoleh dari
tes dribble, yaitu pretest dan posttest.
3 9.69-10.10 4
Pretest bertujuan untuk mencari data 4 10.11-10.52 3
siswa sebelum diberikan perlakuan atau 5 10.53-10.94 1
untuk membandingkan dengan hasil
posttest. Tes dribble (posttest) dilakukan Apabila ditampilkan dalam bentuk
setelah siswa diberikan latihan diagram dapat dilihat tabel berikut:
ballhandling. Penelitian ini digunakan
untuk mengetahui Pengaruh Latihan
Ballhandling Terhadap Peningkatan
Kemampuan Dribble Pada Siswa Pretest
Ekstrakurikuler Bola Basket SMA 6
Negeri 1 Subang, hasil penelitian 4
tersebut dideskripsikan sebagai berikut: 2
Hasil penelitian tersebut 0
Pretest
dideskripsikan menggunakan analisis
statistik deskriptif sebagai berikut, untuk
hasil pretest, rata-rata (mean) = 10.42,
dengan simpangan baku (std. Deviation)
= 0.87, sedangkan untuk posttest, rata-
rata (mean) = 9.75, dengan simpangan
baku (std. Deviation) = 0.62. Hasil
selengkapnya dapat dilihat pada tabel Posttest
berikut:
5
Pretest Posttest 4
3
N 13 13
2
Rata-rata 10.42 9.75 1 Posttest
Simpangan .87 .62 0
Baku
Jumlah 135.56 126.86

Deskripsi hasil penelitian pretest


Berdasarkan analisis uji t yang
dan posttest Siswa Ekstrakurikuler Bola
dilakukan maka dapat diketahui
Basket SMA Negeri 1 Subang.
beberapa hal untuk mengambil

9
kesimpulan apakah ada peningkatan dapat juga memperbaiki kecepatan
kemampuan dribble siswa tangan dan penguasaan jari.
ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri Menurut Prusak (2007: 25) latihan
1 Subang setelah mengikuti latihan ballhandling pada dasarnya adalah suatu
ballhandling. Adapun uji t ini digunakan bentuk latihan sentuhan-sentuhan bola
untuk mengetahui apakah terdapat pada bagian telapak tangan serta
perbedaan hasil yang di peroleh antara mengontrol dan mengolah olah bola
pretest dan posttest. yang dirasakan dan dihayati terhadap
Berdasarkan hasil analisi gerakan bola dalam keadaan apapun dan
menunjukan bahwa nilai signifikansi p dilakukan secara variatif mulai dari
sebesar 0.000 < 0.05, hasil ini pengaturan tempo sampai dengan
menunjukan bahwa terdapat perbedaan koordinasi antara mata dan tangan yang
yang signifikan antara pretest dan bertujuan untuk meningkatkan
posttest kemampuan dribble siswa keterampilan dribbling. Bentuk- bentuk
ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri latihan ballhandling tersebut perlu
1 Subang. dikenalkan kepada peserta didik, karena
Olah bola atau ballhandling dalam pemain bola basket yang memiliki
bola basket merupakan hal paling ballhandling yang kurang baik maka
mendasar dari semua keterampilan bola pemain tersebut akan mengalami
basket. Hal ini dapat dipenuhi dengan kesulitan dalam mempelajari bentuk-
memperbanyak menyentuh bola dalam bentuk teknik dalam permainan bola
berbagai situasi dan kegiatan. Mampu basket khususnya dribbling. Bola
mengontrol bola sambil “memeriksa dikuasai dan tetap dalam penguasaan
sekitar‟ adalah keterampilan yang pemain pada saat dalam permainan.
terpenting, seperti halnya mengontrol Arifin (2004: 39) mengatakan bahwa
bola menggunakan tangan kidal. “sebelum mempelajari teknik bermain
Sesungguhnya mengontrol bola tidak dribbling, passing, dan shooting perlu
hanya terbatas pada satu tangan saja, terlebih dahulu diajarkan ballhandling
melainkan melibatkan seluruh badan. (penguasaan bola) hal ini ditunjukan agar
Beragam keterampilan kontrol dan olah pemain memiliki kemampuan untuk
bola dibutuhkan karena bola basket mengenali, menguasai dan memainkan
adalah olahraga yang bersifat sangat bola sehingga teknik-teknik dasar lain
dinamis, dan selalu berubah. Perubahan dapat dilakukan dengan baik”.
keterampilan tergantung pada unsur- Sedangkan menurut Kosasih (2007: 18),
unsur tertentu, seperti bola pada posisi ballhandling merupakan “kemampuan
badan, terhadap tim lawan, serta seorang pemain untuk menguasai bola
terhadap posisi pemain itu sendiri di atau bagaimana mereka menyukai dan
lapangan. menikmati suatu latihan yang akan
Dalam permainan bola basket menentukan seberapa baik teknik
sebelum pemain melakukan teknik- passing, catching, dribbling, dan
teknik dasar dalam bola basket alangkah shooting dari seorang pemain”.
baiknya pada awal latihan untuk Latihan ballhandling merupakan
memperbaiki keterampilan hendaknya bentuk latihan yang sederhana yang
melatih ballhandling terlebih dahulu, dilakukan dengan langsung
karena latihan ini tidak hanya dapat menggunakan bola. Dalam tahap latihan
membantu untuk mendapatkan ballhandling setiap pemain bola basket
pemikiran positif dalam latihan serta ditekankan pada pemahaman terhadap

10
gerak ataupun pengolahan bola, baik

11
menggunakan tangan kanan ataupun DAFTAR PUSTAKA
tangan kiri. perkenaan bola pada bagian
telapak tangan dan jari tangan yang Ahmadi. N. (2007). Permainan
selalu terbuka agar mudah mengontrol Bolabasket. Era Intermedia. Solo.
bola dan mengolah bola. Pemain harus Arikunto. S. (2002). Prosedur Penelitian.
bisa merasakan apabila bola sedang Yogyakarta: Rineka Cipta.
dipantul-pantulkan atau sedang dalam Kosasih. D. (2008). Fundamental
penyentuhannya. Selain itu pemain harus Basketball. Penerbit: Karmedia.
bisa mengatur tempo apakah mereka Mochamad. A. (2004). Metode Pelatihan
harus dribbling cepat atau lambat atau Bolabasket Dasar. Surabaya:
dribbling diam di tempat, selanjutnya Diktat.
pemain dianjurkan mampu melewati Nurrochmah. S. (2009). Pengembangan
penghalang yang mengganggu Instrumen Tes Bola Basket Bagi
pergerakannya dan pandangan mata Pemula. Jakarta: Depbuti IPTEK
diharuskan tidak tertuju pada bola. Olahraga
Dalam penelitian ini yang dimaksud Oliver. J. (2007). Dasar-dasar
ballhandling adalah latihan sentuhan- Bolabasket. Jakarta: Inisiasi Pers.
sentuhan bola pada bagian telapak tangan PERBASI. (2004). Peraturan Bolabasket
berupa mengontrol dan mengolah bola Resmi 2008. Jakarta: Tim
serta melatih kecepatan dribbling dan Penerjemah PB. PERBASI
kelincahan saat melakukan dribbling Bidang III PB. Perbasi.
yang dilatihkan melalui berbagai Prusak. (2007). Permainan Bolabasket,
permainan-permainan yang bisa Yogyakarta: PT Citra Aji
mendukung keberhasilan dribbling dalam Parama.
cabang olahraga bola basket. Dalam Sodikun. I. (1992). Olahraga Pilihan Bola
penelitian ini bentuk-bentuk latihan Basket. Jakarta: Depdikbud
ballhandling disajikan dalam bentuk Dirjen Pendidikan Tinggi.
latihan yang bersifat tidak monoton dan Sugiyono. (2007). Metode Penelitian
mencangkup unsur melatihkan Kuantitatif dan R & D. Bandung:
komponen biomotorik fisik dasar Penerbit Alfabeta.
misalnya: kekuatan, kelincahan, Sukadiyanto. (2005). Pengantar Teori dan
kecepatan, koordinasi dan fleksibilitas. Metodologi Melatih Fisik.
Hal ini bertujuan agar tidak terjadi Yogyakarta: FIK UNY.
kebosanan juga menuntut agar setiap Sukardi. (2003). Metodologi Penelitian
pemain tetap aktif dan tujuan maupun Pendidikan. Jakarta: Bumi
sasaran latihan tercapai. aksara.
Sumiyarsono. D. (2002). Keterampilan
KESIMPULAN Bolabasket. Yogyakarta: Fakultas
Berdasarkan deskripsi, hasil analisis Ilmu Keolahragaan (FIK)
data, pengujian hasil penelitian, dan Universitas Negeri Yogyakarta
pembahasan, dapat diambil kesimpulan UNY.
bahwa latihan ballhandling memberikan Sarumpaet dkk. (2013). Permainan Besar.
pengaruh yang signifikan terhadap Jakarta: Depdikbud
kemampuan dribble siswa
ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri
1 Subang, dengan nilai signifikansi p
sebesar 0.000 < 0.05.

12

Anda mungkin juga menyukai