0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
55 tayangan13 halaman

Pengertian dan Tujuan Management Letter

Management letter adalah laporan yang dibuat auditor untuk memberikan saran perbaikan kelemahan pengendalian internal perusahaan berdasarkan hasil audit. Management letter bertujuan untuk meningkatkan pengendalian internal perusahaan."

Diunggah oleh

lutfi suhud
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
55 tayangan13 halaman

Pengertian dan Tujuan Management Letter

Management letter adalah laporan yang dibuat auditor untuk memberikan saran perbaikan kelemahan pengendalian internal perusahaan berdasarkan hasil audit. Management letter bertujuan untuk meningkatkan pengendalian internal perusahaan."

Diunggah oleh

lutfi suhud
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Audit II

Management Letter

Dosen Pengampu:

Jennisa Dwina Indriani, SE, [Link]., Ak, CA

Disusun Oleh

KELOMPOK 6:
Fiona Paramitha
Nurhayati Fadila

INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS

HAJI AGUS SALIM BUKITTINGGI

T.A 2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT atas rahmat yang telah
diberikan kepada kami, sehingga kami bisa menyusun makalah dengan judul
Management Letter dalam rangka melengkapi tugas mata kuliah Audit II.

Terima kasih kami ucapkan kepada Dosen Pengajar Ibu Jennisa Dwina
Indriani, SE, [Link]., Ak, CA yang telah memberikan kesempatan kami menyusun
makalah tentang Management Letter. Dengan adanya makalah ini dapat membantu
menambah wawasan dan pengetahuan para pembaca.

Kami sangat menyadari dalam penulisan makalah ini mungkin ada beberapa
kesalahan yang tidak saya ketahui. Kritik dan saran saya harapkan agar dalam
penulisan makalah berikutnya dapat kami lakukan dengan baik.

Bukittinggi, 10 Maret 2023

Hormat Kami;

Penyusun,

Kelompok 6

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................................................ ii
BAB 1 PENDAHULUAN.............................................................................................................. 3
A. Latar Belakang ................................................................................................................ 3
B. Rumusan Masalah. ......................................................................................................... 3
C. Tujuan ............................................................................................................................. 3
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................ 4
A. Pengertian Management Letter ..................................................................................... 4
B. Membuat Management Letter yang baik ...................................................................... 7
C. Manfaat Management Letter ......................................................................................... 8
D. Tugas dan Tanggung Jawab Anggota Tim Audit Dalam Membuat Management Letter 9
BAB III PENUTUP .................................................................................................................... 12
A. Kesimpulan ................................................................................................................... 12

ii
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Akuntan publik, profesionalisme merupakan syarat utama profesi
[Link] selain profesi yang bekerja di atas kepercayaan masyarakat, para
akuntan publik terhadap kesehatan besar. Peran auditor untuk meningkatkan
menjaga dan reputasi perusahaan besar. Sederhananya bahwa agar mesin
perekonomian suatu negara dapat mengalirkan dana masyarakat kedalam
usaha-usaha produktif yang beroperasi secara efisien, maka perlu disediakan
informasi keuangan yang andal, yang mendukung para investor untuk
memutuskan kemana dana mereka akan di investasikan. Untuk itu dibutuhkan
akuntan publik sebagai penilaian kewajaran informasi yang disajikan
manajemen. Jadi jelas bahwa begitu besarnya peran akuntan publik dalam
perekonomian, khususnya dalam lingkup perusahaan menuntut profesi untuk
selalu profesional serta taat pada etika dan aturan yang berlaku. Tidak terlepas
dari pembahasan di atas bahwa untuk memulai dan mengatur beberapa tugas
auditor maka yang pertama kali diperlukan yakni teori, konsep dan standar
dalam melakukan audit terhadap suatu perusahaan atau bidang jasa keuangan
lainnya.
Audit merupakan proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-
bukti tentang informasi ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian informasi
ekonomi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, kemudian melaporkan
hasil pemeriksaan tersebut (Arens & Leobbecke : 1998). Berdasarkan
penjelasan tersebutdapat Kunci bahwa audit merupakan salah satu jasa
atestasi dari profesi akuntan publik dimana orangnya disebut dengan istilah
auditor pekerjaan disebut dengan audit.

B. Rumusan Masalah.
1. Apa pengertian dari Management Letter?
2. Bagaimana membuat Management Letter yang baik?
3. Apa manfaat Management Letter?
4. Apa tugas dan tanggung jawab anggota tim audit dalam membuat
Management Letter?

C. Tujuan
1. Menegetahui pengertian Management Letter.
2. Untuk Untuk mengetahui cara membuat Management Letter yang baik.
3. Untuk mengetahui manfaat Management Letter.
4. Untuk mengetahui tugas dan tanggung jawab anggota tim dalam membuat
Management Letter.

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Management Letter


Management letter adalah suatu surat yang dibuat oleh Kantor
Akuntan Publik (KAP), ditujukan kepada manajemen perusahaan yang
diperiksa laporan keuangannya (di audit), yang di dalamnya memberitahukan
kelemahan dari pengendalian intern perusahaan (baik material maupun
inmaterial weaknesses) yang ditemukan selama pelaksanaan pemeriksaan,
disertai dengan saran- saran perbaikan dari KAP. Whittington, O. Ray dan
Kurt Paniy (2001) menyatakan, management letter ialah suatu laporan kepada
manajemen yang berisi rekomendasi untuk perbaikan kelemahan-kelemahan
yang diungkapkan oleh akuntan publik setelah mempelajari dan
mengevaluasi pengendalian intern perusahaan Selain untuk menyampaikan
informasi-informasi yang bermanfaat kapada manajemen, management letter
juga membantu membatasi tanggung jawab akuntan publik misalnya
dikemudian hari kelemahan pengendalian intern mengakibatkan kerugian
bagi perusahaan. Dalam menjalankan usahanya, KAP tidak diperbolehkan
mengiklankan kantornya atau jasa yang diberikan kantornya, karena jika hal
tersebut dilakukan berarti KAP tersebut melanggar Aturan Etika
Kompartemen Akuntan Publik [Link] satu cara untuk mendapatkan
langganan ialah bekerja sebaik mungkin dalam memeriksa laporan keuangan
suatu perusahaan, sehingga jika perusahaan tersebut merasa puas atas jasa
pemeriksaan dari KAP, diharapakan manajemen perusahaan akan
merekomendasikan kepada teman-teman usahanya untuk menggunakan jasa
KAP tersebut Dalam hal ini management letter, suatu laporan tambahan dari
KAP, disamping laporan pemeriksaan akuntan yang diharapkan dapat
memperbesar kepuasan langganan. Dengan adanya management latter
perusahaan akan senang bila diberitahu kelemahan-kelemahan dalam
pengendalian internnya beserta saran-saran perbaikannya. Jika pengendalian
intern bertambah baik, akan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan
atau kecurangan dalam perusahaan. Management latter bertujuan untuk
memberikan rekomendasi akuntan publik untuk memperbaiki usaha klien.
Rekomendasi memusatkan pada saran untuk dapat beroperasi lebih efisien.
Alasan auditor dalam menulis management latter tersebut yaitu untuk
mendorong hubungan yang lebih baik antara kantor akuntan publik dan
manajemen serta untuk menawarkan jasa pelayanan perpajakan dan
manajemen yang dapat disediakan kantor akuntan publik. Standar Pekerjaan
Lapangan yang diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat,
saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. "Untuk melakukan evaluasi

4
pengendalian intern klien, ada tiga cara yang bisa digunakan oleh akuntan
public yaitu:

1. Internal Control Questionnaires (ICQ)


Cara ini banyak digunakan oleh Kantor Akuntan Publik(KAP),
karena dianggap lebih sederhana dan praktis. Biasanya KAP sudah
memiliki satu set ICQ yang standar yang bisa digunakan untuk
memahami dan mengevaluasipengendalian intern berbagai jenis
perusahaan. Pertanyaan- pertanyaan dalam ICQ diminta untuk dijawab
ya, tidak, atau tidak [Link] pertanyaan tersebut sudah disusun
denganbaik, maka jawaban ya akan menunjukkan ciri internal control
yang baik. Bila dikatakan tidak akan menunjukkan cin internal control
yang lemah, Bila dikatakan tidak relevan berarti pertanyaantersebut tidak
relevan untuk perusahaan tersebut. Dalam ICQ biasanya dikelompokkan
sebagai berikut:

a. Umum
Biasanya pertanyaan menyangkut struktur organisasi,
pembagian tugas dan tanggung jawab, akta pendirian dan pertanyaan
umum lainnya mengenai keadaan perusahaan.

b. Akuntansi
Pertanyaan-pertanyaan menyangkut keadaan pembukuan
perusahaan, misalnya apakah proses pembukuan dilakukan secara
manual atau computerized, jumlah dana kualifikasi tenaga dibagian
akuntansi dan lain-lain."

c. Siklus Penjualan - Piutang - Penerimaan Kas


Pertanyaan-pertanyaan menyangkut sistem dan prosedur yang
terdapat diperusahaan dalam siklus penjualan (kredit dan tunai), utang
dan pengeluaran kas.

d. Siklus Pembelian - Utang Pengeluaran Kas


e. Pertanyaan-pertanyaan menyangkut sistem dan prosedur yang
terdapat diperusahaan dalam siklus pembelian (kredit dan tunai),
utang dan pengeluaran kas.
f. Persediaan
g. Pertanyaan-pertanyaan menyangkut sistem dan prosedur penyimpanan
dan pengawasan fisik persediaan, sistem pencatatan dan metode
penilaian persediaan dan stock opname.
h. Surat Berharga (Securities)
i. Pertanyaan-pertanyaan menyangkut surat berharga,otorisasi untuk
pembelian dan penjualan surat berhargadan penilainnya.

5
j. Asset Tetap
k. Pertanyaan-pertanyaan menyangkut sistem dan prosedur penambahan
dan pengurangan asset tetap, pencatatandan penilaian asset tetap dan
lain-lain.

l. Gaji dan Upah


Pertanyaan-pertanyaan menyangkut kebijakan personalia
(human resources development) serta sistem dan prosedur
pembayaran gaji dan upah. Yang perlu diperhatikan adalah:

a) Auditor harus menanyakan langsung pertanyaanpertanyaan di ICQ


kepada staff klien dan Kemudian mengisi sendin jawabannya, jangan
sekedar menyerahkanICQ kepada klien untuk diisi.
b) Untuk Repeat Engagement (Penugasan yang berikutnya) ICQ tersebut
harus dimutakhirkan berdasarkan hasil tanya jawab dengan klien.
c) Ada kecendrungan bahwa klien akan memberikanjawaban seakan-
akan pengendalian intern sangat baik.
d) Karena itu auditor harus melakukan compliance test untuk
membuktikan efektivitas dari pengendalian intern klien.

2. Bagan Arus (Flowchart)


Flowchart menggambarkan arus dokumen dalam sistem dan
prosedur disuatu unit usaha. misalnya flowchart untuk sistem dan
prosedur pembelian, utang dan pengeluaran kas. digambarkan arus
dukumen mulai dari permintaan pembelian,order pembelian sampai
dengan pelunasan hutang yang berasal dari pembeliantersebut. Untuk
auditor yang terlatih baik, pengunaan flowchartlebih disukai, karena
auditor bisa lebih cepat melihat apa saja kelemahan dan kebaikan dari
suatu sistemdan prosedur Untuk penugasan ditahun berikutnya, auditor
harusselalu update flowchart tersebut untuk mengetahui apakah terdapat
perubahan dalamsistem dan prosedur perusahaan. Setelah flowchart
dibuat,hal yang harus auditor lakukan walk [Link] mengambil dua
atau tiga dokumen untukmengetes apakah prosedur yang dijalankan
sesuai dengan apayang digambarkan dalam flowchart Misalnya ambil
satu set dokumen untuk pelunasan utangyang herasal dari pembelian
persediaan secara [Link] apakah semua dokumen (purchases
requisition purchases order, receiving report,supplier invoice, dan
cashpayment voucher) sudah diproses sesuai dengan proseduryang
digambarkan dalam flowchart pembelian, utang danpengeluaran kas.

6
3. Narrative
Auditor menceritakan dalam bentuk memo, sistem dan prosedur
akuntansi yang berlaku diperusahaan, misalnya prosedur pengeluaran kas.
Cara ini biasa digunakan untuk klien kecil yang pembukuannya
sederhana.

Setelah mengetahui cara tersebut langkah berikutnya melakukan


pembuktian melalui compliance test (test ketaatan) untuk memastikan
bahwa transaksi perusahaan diproses sesuai dengan sistem prosedur
akutansi. Dalam compliance test, perlu dilakukan pemeriksaan transaksi
seperti: Transaksi pengeluaran kas (cash disbursement test), Transaksi
penerimaan kas (cash receipts test), Transaksi penjualan(sales
test),Transaksi pembelian (purchases test), Transaksi pembayaran gaji
(payroll test). Transaksi koreksi penyesuaian (joumal voucher test). Oleh
karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam compliance
test yaitu :

a. Kelengkapan dokumen pendukung


b. Otorisasi oleh pejabat perusahaan yang berwenang
c. Kebenaran perhitungan matematis dalam dokumen pembukuan
d. Kebenaran pendebitan dan pengkreditan transaksi ke setiap perkiraan
buku besar.
Setelah melakukan compliance test, akuntan publik harus
menarik kesimpulan mengenai kebaikan dan kelemahan yang terdapat
dalam pengendalian intern perusahaan. Kemudian hasil temuan tersebut
harus diberitahukan kepada manajemen perusahaan. beserta saran-saran
perbaikannya dalam sebuah surat yang disebut management letter.

B. Membuat Management Letter yang baik


Untuk membuat management letter yang baik dan efektif, perlu
diperhatikan beberapa hal penting diantaranya:
a. Management letter harus tepat waktu,agar perusahaan dapat melakukan
perbaikan pengendalian intemnya. Apabila management letter terlambat
diberikan, ada kemungkinan besar terjadinya kelemahandalam
pengendalian intern yang mengakibatkan terjadinya kesalahan dan
kecurangan yang merugikan perusahaan tersebut.
b. Management letter harus berisi saran-saran yang bermanfaat dan bisa
diterapkan.

c. Komentar dan saran-saran dalam management letter tidak boleh


merupakan sesuatu yang mengejutkan. Untuk itu, sebelumnya, konsep

7
management letter harus didiskusikan terlebih dahulu dengan manajemen
perusahaan dan bagian yang berkaitan dan dimintakan komentar dari
manajemen,
d. Management letter harus ditulis dengan menggunakan bahasa yang baik,
halus dan tidak menyinggung perasaan orang lain. Harus diusahakan agar
walaupun kita mengomentari kesalahan orang lain namun tidak sampai
menyinggung perasaan orang lain.
e. Kelemahan dan saran yang diberikan bisa diurut berdasarkan urut-urutan
pos neraca dan rugi laba (misalnya mulai dari kas, piutang, persediaan,
dan seterusnya) atau menurut hal-hal paling penting yang memerlukan
perhatian khusus dari manajemen dan perlu penanganan secepat mungkin.
f. Saran yang diberikan harus disesuaikan dengan kondisi bisnis perusahaan
dan harus menunjukan kemauan baik kantor akuntan publik untuk
membantu pengembangan usaha perusahaan.
g. Dibagian akhir management letter tidak lupa untuk mengucapkan terima
kasih kepada manajemen dan seluruh staf perusahaan, atas segala bantuan
dan kerjasama yang diberikan mereka selama akuntan publik
melaksanakan pemeriksaannya.

C. Manfaat Management Letter


Terdapat banyak manfaat dalam management letter bukan hanya
untuk klien tetapi juga untuk KAP dan staf (anggota tim pemeriksa) dari
KAP. Manfaatnya yaitu:
a. Untuk klien
• Mengetahui kelemahan yang terdapat dalam pengendalian intern
perusahaannya.
• Dapat mengambil tindakan perbaikan untuk mengatasi kelemahan-
kelemahan tersebut. berdasarkan saran yang diberikan dalam
management letter, sehingga bisa mengurangi kemungkinan
terjadinya kesalahan dan kecurangan di dalam perusahaan.
b. Untuk kantor akuntan publik
• Menjadikan nama kantor akuntan publik menjadi bertambah baik,
karena disamping laporan pemeriksaan akuntan. juga memberikan
management letter yang sangat bermanfaat bagi perusahaan.
• Jika manajemen perusahaan sangat puas, pastinya akan
merokomendasikan kepada teman-teman bisnisnya untuk memakai
jasa kantor akuntan publik tersebut.
• Jika teman-teman bisnis tersebut tertarik, tentunya akan menambah
jumlah klien (langganan) kantor akuntan publik.
c. Untuk staf kantor akuntan publik (anggota tim pemeriksa)

8
• Kesejahteraan pegawai dapat lebih ditingkatkan, jika klien kantor
publik bertambah.
• Memiliki banyak kesempatan untuk mempelajari pengendalian intern
di berbagai macam perusahaan.
• Mendapat kesempatan untuk mempelajari bagaimana membuat
management letter yang baik.

D. Tugas dan Tanggung Jawab Anggota Tim Audit Dalam Membuat


Management Letter
Perlu adanya kerjasama dari seluruh anggota tim audit,untuk
menghasilkan management latter yang baik. Mulai dari junior auditor sampai
dengan audit partner. Berikut ini merupakan tugas dan tanggung jawab dari
masing-masing anggota tim audit (dari kantor akuntan publik) dalam
membuat management letter.
a. Asisten Auditor (junior staf):
• Sebagai petugas yang langsung ke kantor perusahaan setiap hari,
bertugas mengumpulkan data dan informasi yang terdapat dalam
pengendalian intern perusahaan, baik mengenai kebaikan maupun
kelemahan pengendalian intern.
• Mendokumentasikan data dan informasi tersebut beserta
photocopybukti pendukung dalam kertas kerja pemeriksaan, untuk
ditelaah lebih lanjut oleh senior auditornya.
b. Senior Auditor (pimpinan tim pemeriksa):
• Menelaah hasil kertas kerja pemeriksaan yang dibuat oleh asisten
audotor, khususnya yang berkaitan dengan informasi mengenai
kelemahan pengendalian intern perusahaan.
• Mengumpulkan hal-hal yang bisa dimasukkan dalam management
letter, sekaligus menyusun konsep management letter.
• Mendiskusikan konsep management letter tersebut dengan bagian
pajak dan bagian management service dari kantor akuntan publik.
untuk mendapatkan komentar mereka dari segi perpajakan dan sistem
akuntansi. Menyerahkan konsep management letter kepada audit
supervisor/manager untuk ditelaah.
• Setelah ditelaah oleh atasan, melakukan perbaikan-perbaikan yang
diperlukan.
c. Audit Supervisor/Manager:
• Menelaah dan mengedit konsep management letter,
mengusulkanperbaikan-perbaikan yang diperlukan kepada senior
auditor.
• Menyerahkan konsep management letter yang sudah diperbaiki,
kepada audit partner untuk ditelaah.

9
• Setelah ditelaah audit partner dan diperbaiki (jika ada saran perbaikan
dari audit partner). mendiskusikan konsep management letter tersebut
dengan manajemen perusahaan. -Memerintahkan konsep terakhir
management letter untuk difinalisasi.
d. Audit Partner:
• Menelaah dan mengedit konsep management letter yang diterima dari
audit manager dan mendiskusikannya dengan audit manager dan (jika
perlu) dengan audit senior.
• Mengembalikan konsep tersebut berikut saran-saran perbaikan (jika
ada) kepada audit manager.
• Menelaah kembali konsep yang sudah diperbaiki, kemudian meminta
audit manager untuk mendiskusikannya dengan manajemen
perusahaan.
• Membahas dengan audit manager, hasil diskusi konsep management
letter yang telah dilakukan oleh audit manager dengan manajemen
perusahaan.
• Menandatangani management letter yang final untuk dikirimkan
kepada manajemen perusahaan.
e. Menyusun Management Letter (Surat Pernyataan Manajemen)
Auditor harus mengamati berbagai operasi dan organisasi bisnis klien
selama melaksanakan audit Management letter berisi rekomendasi yang
tidak disyaratkan untuk dikomunikasikan dengan komite audit. Biasanya
rekomendasi berkaitan dengan usaha peningkatan efisiensi dan efektifitas
operasi perusahaan klien. Oleh karena itu, management letter menunjukan
pelayanan yang diberikan auditor agar klien puas. Pelayanan menunjukan
adanya perhatian auditor terhadap kesejahteraan dan masa depan klien.
Management letter dapat mencakup komentar atas :
a) Struktur pengendalian intern, yang bukan termasuk reportable
condition.
b) Sumber daya management seperti kas, persediaan dan investasi.
c) Masalah perpajakan.
f. Tanggung Jawab Setelah Audit
Tanggungjawab setelah audit mencakup pertimbangan atas:
• Peristiwa kemudian yang terjadi antara tanggal dan penerbitan laporan
audit.
• Penemuan fakta: yang ada.
• Penemuan prosedur yang dihilangkan.
g. Merumuskan Pendapat Dan Membuat Draft Laporan Audit
Selama pelaksanaan audit, berbagai pengujian audit telah dilaksanakan
auditor. Pelaksanaan pengujian audit dapat dilaksanakan oleh beberapa
auditor yang menangani beberapa area yang berbeda. Pada setiap selesai

10
dilaksanakannya prosedur pengujian audit, staf yang melaksanakan
prosedur tersebut diharapkkan meringkas [Link]
digabungkan dan dievaluasi untuk menentukan pendapat yang diberikan
atas laporan keuangan secara keseluruhan. Proses ini biasanya
dilaksanakan oleh partner, tetapi bisa juga dilakukan oleh manager KAP
dan telah kembali oleh partner Sebelum mencapai keputusan pendapat
yang final, auditor perlu berdiskusi dengan klien. Auditor dapat meminta
klien (manajer perusahaan) untuk melakukan penyesuaian atau
pengungkapan tambahan. Manajer perusahaan dapat menyanggahnya dan
mempertahankan posisinya. Apabila diskusi tersebut menghasilkan
kesepakatan bersama, auditor dapat memberikan pendapat wajar tanpa
pengecualian. Tetapi apabila diskusi tersebut tidak dapat menghasilkan
kesepakatan bersama, auditor dapat memberikan pendapat selain
pendapat wajar tanpa pengecualian.

h. Melakukan Penelaahan Akhir atas Kertas Kerja


Setiap kertas kerja yang telah ditelaah oleh supervisor untuk menilai
kualitas pekerjaan yang dilakukan, bukti yang dihimpun dan kesimpulan
yang ditarik oleh pembuat kertas kerja. Meskipun penelaahan tambahan
terhadap kertas kerja perlu dilakukan pada tahap akhir pekerjaan lapangan
oleh anggota tim audit. Hal ini dapat dilaksanakan oleh partner maupun
manajer. Manajer dapat melakukan penelaahan atas kertas kerja yang
dibuat oleh senioar auditor. maupun yang dibuat oleh asisten atau junior
auditor yang telah ditelaah oleh senior auditor. Partner dapat melakukan
penelaahan atas kertas kerja yang di buat oleh manajer, penelaahan atas
kertas kerja lain yang dipilih.
i. Berkomunikasi dengan Klien
Berkomunikasi dengan auditor dapat dilakukan oleh komite audit, dan
management. Komunikasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan
struktur pengendalian intern klien, atau mengenai pelaksanaan audit
dilakukan dengan komite audit, dan komunikasi manajemen dapat
dilaksanakan melalui manajemen letter.

11
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Management letter ialah suatu surat yang dibuat oleh Kantor Akuntan
Publik (KAP), ditujukan untuk manajemen perusahaan yang diperiksa
laporan keuangannya (di audit). yang isinya memberitahukan kelemahan
dari pengendalian intern perusahaan (baik material maupun in material
weaknesses) yang ditemukan selama pelaksanaan pemeriksaan, disertai
dengan saran- saran perbaikan dari KAP. Dalam menjalankan kegiatan
usahanya, KAP tidak diperbolehkan mengiklankan kantornya atau jasa yang
diberikan kantornya, karena jika hal tersebut dilakukan berarti KAP tersebut
melanggar Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik-IAI. Tujuan
management letter dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi akuntan
publik untuk memperbaiki usaha klien. Management Letter hermanfaat bagi
perusahaan yang diaudit, kantor akuntan public maupun staff kantor akuntan
publik.

12

Anda mungkin juga menyukai