MAKALAH
HADITS TARBAWY
HADITS TENTANG PENGARUH PENDIDIKAN
Dosen Pengampu : Dr. Zaenu Zuhdi Lc.,[Link].
Disusun oleh Kelompok: 9
1. Ayu Utami : 2177011760
2. Sonia Wardatul Jannah : 2177011857
3. Uswatun Khasanah : 2177011771
STAI Ma`had Aly Al-Hikam MALANG
2022
Alamat : Jl. Cengger Ayam No.25, Tulusrejo, Kec. Lowokwaru,
Kota Malang, Jawa Timur 41651, Indonesia
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang
berjudul “Hadits Tentang Pengaruh Pendidikan” ini tepat waktu, tanpa kendala
apapun.
Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi
tugas pada mata kuliah Hadits Tarbawy, Selain itu, makalah ini juga bertujuan
untuk menambah wawasan tentang Pokok Filsafat Ilmu Zaman Klasik, beserta
tokoh-tokoh nya bagi para pembaca dan juga bagi penulis. Kami mengucapkan
terima kasih kepada Dr. Zaenu Zuhdi Lc.,[Link]. selaku dosen mata kuliah Hadits
Tarbawy yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan
dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni. Kami juga
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian
pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun selalu kami
nantikan demi kesempurnaan makalah ini.
Malang, 24 Oktober 2022
Penyusun
2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Fungsi utama dari Hadis Nabi saw. adalah sebagai bayan terhadap
Alquran. Dengan fungsi bayan tersebut, maka matan Hadis-hadis Nabi sering kali
datang sesuai dengan konteks yang ada, yang menghendaki sifat Hadis tersebut
adalah rinci dan operasional.
Hadis-hadis Nabi saw. dengan tema pendidikan, pada umumnya, sejalan
dengan fungsi Hadis sebagai bayan, memberikan penjelasan yang bersifat rinci
dan operasional terhadap masalah-masalah pendidikan yang ada ketika itu. Oleh
karenanya, matan Hadis, terutama dalalah matan-nya, sangat dipengaruhi oleh
konteks ketika ia lahir, baik yang berhubungan dengan tempat dan begitu juga
dengan waktu atau masa, yang keduanya bersifat dinamis dan senantiasa
mengalami perubahan. Konteks turunnya hadis, yang di antaranya adalah sebab-
sebab lahirnya Hadis (asbab al-wurud), oleh karenanya, sangat diperlukan dalam
memahami dan merumuskan tema-tema pendidikan berdasarkan hadis, sejalan
dengan kecenderungan yang berkembang dalam penggunaan kaidah al-‘ibrah bi
khusus al sabab la bi ‘umum al-lafzi sebagai padanan terhadap kaidah al- ‘ibrah bi
‘umum al-lafzi la bi khusus al-sabab.
Usaha interpretasi dan reinterpretasi terhadap hadis-hadis pendidikan
sejalan dengan konteks dan kaidah al-‘ibrah bi khusus al sabab la bi ‘umum al-
lafzi, serta menghubungkannya dengan konteks kekinian, adalah di antara
alternatif dalam merespons dinamika dan perubahan yang terjadi terhadap
masalah-masalah yang terkait dengan pendidikan. Dalam upaya memperoleh
pemahaman yang sesungguhnya terhadap hadits-hadits Nabi yang berhubungan
dengan tema-tema pendidikan, perlu kiranya dipergunakan berbagai pendekatan
ilmiah, di antaranya adalah pendekatan teori semantik.
A. Rumusan Masalah
1. Apakah Usia Belajar dan Hukuman?
2. Bagaimana Tugas dan Model Belajar?
3
3. Apa Saja Ragam Kesuksesan Tugas Belajar
4. Apa Saja Tugas Belajar Mengajar?
B. Tujuan
1. Agar dapat Memahami Usia Belajar dan Hukuman.
2. Agar dapat Memahami Tugas dan Model Belajar.
3. Agar dapat Memahami Ragam Kesuksesan Tugas Belajar.
4. Agar dapat Memahami Tugas Belajar Mengajar.
4
BAB II
PEMBAHASAN
1. USIA BELAJAR DAN HUKUMAN
a. Hadits
:-لمDDه وسDDلى هللا عليDDص- ول هللاDDال رسDD ق: قال-رضي هللا عنه- عن جده، عن أبيه،عن عمرو بن شعيب
اج ِع
ِ ضَ وفَ ِّرقُوا بَ ْينَهُ ْم في ال َم، وهم َأ ْبنَا ُء َع ْش ٍر، واضْ ِربُوهُ ْم عليها، َُمرُوا أوالدَكم بالصال ِة وهم َأ ْبنَا ُء َسب ِْع ِسنِين
b. Terjemahan
Dari Amr Bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya berkata: “Rasulullah SAW
bersabda: “Perintahkan anak-anakmu melaksanakan sholat sedang mereka berusia
tujuh tahun dan pukullah mereka karena tinggal sholat sedang mereka berusia 10
tahun dan pisahkan antara mereka di tempat tidurnya.” (H.R Abu Daud)
c. Penjelasan
Hadits menjelaskan bagaimana mendidik agama pada anak-anak. Pendidikan
agama diberikan kepada anak sejak kecil, sehingga nanti usia dewasa perintah-
perintah agama dapat dilakukan secara mudah dan ringan. Diantara perintah
agama yang disebutkan dalam Hadits ada tiga perintah yaitu perintah
melaksanakan shalat, perintah memberi hukuman bagi pelanggarnya dan perintah
mendidik pendidikan seks.
1). Perintah Shalat
Perintah disini maknanya dilakukan secara tegas, sebab pada umumnya
perintah shalat sebenarnya sudah dilakukan orang tua sejak sebelum usia tersebut,
Anak sejak usia empat tahun atau lima tahun sudah diajak orangtuanya
melaksanakan shalat bersama-sama. Anakanak melakukannya walaupun dengan
cara ikut-ikutan atau menirukan gerakan-gerakan shalat. Perintah shalat berarti
pula perintah mengajarkan cara shalat, karena tidak mungkin anak hanya
diperintah sementara ia belum bisa melakukannya. Usia Tujuh tahun dalam
perkembangan anak disebut usia kritis atau mumayyiz dan usia
[Link] agama yang diberikan anak untuk pembiasaan bukan
5
hanya shalat saja, akan tetapi segala kewajiban dan segala larangan bagi seorang
muslim, hendaknya sudah ada pembiasaan pada masa usia tersebut.
2). Memberikan Hukuman Bagi Pembangkangnya.
Hadits ini perinth memberikan hukuman pada anak yang membangkang
perintah atau melanggar larangan. Pukulan disini maknanya adalah hukuman yang
sesuai dengan kondisi, bisa jadi yang dipukul adalah batinnya, atau diartikan
pukulan pada fisik jika diperlukan, yang pada prinsipnya anak bisa mengubah
dirinya menjadi lebih baik sesuai dengan perintah atau larangan. Kalau diartikan
pukulan fisik adalah pukulan yang tidak berbahaya tetapi bisa mengubah sikap
anak menjadi lebih baik dan berfungsi agar anak mengakui kesalahannya dan mau
memperbaikinya. Dan pukulan hendaknya jangan diarahkan pada muka anak,
karena muka identik dengan mental dan kehormatan seseorang. Jangan sesekali
menjatuhkan mental atau kehormatan seorang anak, nanti jadinya anak penakut,
rendah diri dan lain sebagainya.
3). Pendidikan Seks
Perintah memisahkan tempat tidur antara mereka, dimaksudkan
menghindari fitnah seks di tempat tidur, karena usia 10 tahun ini usia menjelang
baligh atau menjelang usia remaja. Perkembangan seks nya mengalami
perkembangan sebagaimana perkembangan jasmani, rohani, dan dan nafsaninya.
Syekh al-Manawi dalam Fath al-Qadir Syarah al-Jami’ al-Shagir berkata bahwa
pemisahan tempat tidur antara mereka untuk menghindari gejolak syahwat
sesksual.
6
d. Pelajaran yang Dipetik dari Hadits
1. Kewajiban orang tua perintah shalat kepada anak-anaknya dan kewajiban
mengajarkan ilmu-ilmu berkaitan dengan kewajiban shalat.
2. Pendidikan secara tegas dalam masalah kewajiban dan perlunya hukuman dan
hadiah dalam mendidik anak untuk memberikan motivasi belajar.
3. Menjaga perkembangan anak dari hal-hal yang menimbulkan fitnah, terutama
pada saat peralihan remaja atau masa pubertas.
4. Usia kritis (tamyiz) dan usia sekolah tujuh tahun dan usia pubertas awal
menjelang baligh berusia sepuluh tahun.
2. TUGAS DAN MODEL BELAJAR
a. Hadits
َاربُونَ فََأقَ ْمنَا ع ْش ِرينَ يَوْ ًما َولَ ْيلَةً َو َكان ِ َصلَّى هَّللا ُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم َونَحْ نُ َشبَةٌ ُمتَق َ ك َأتَ ْينَا ِإلَى النَّبِ ِّي ِ ِعنده ع َْن َمال
صلَّى هَّللا ُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم َر ِحي ًما َرفِيقًا فَلَ َّما ظَ ْن َأنَّا قَ ْد ا ْشتَهَ ْينَا َأ ْهلَنَا َأوْ قَ ْد ا ْفتَ ْقنَا َسَألَنَا َع َّم ْن تَ َر ْكنَا بَ ْع َدنَا َ َرسُو ُل
- ظهَا َأوْ اَل َأحْ فَظُها ْ َ َو َذ َك َر َأ ْشيَا َء َأحْ ف- ال ارْ ِجعُوا ِإلَى َأ ْهلِي ُك ْم فََأقِي ُموا فِي ِه ْم َو َعلِّ ُموهُ ْم َو ُمرُوهُ ْم َ َفََأحْ بَرْ نَاهُ ق
)صاَل ةُ فَ ْليُ َودِّن لَ ُك ْم َأ َح ُد ُك ْم َو ْليَو ُم ُك ْم َأ ْكبَ ُر ُك ْم (متفق عليه ْ ض َر
َّ ت ال َ صلُّوا َك َما َرَأ ْيتُ ُمونِي َأ
َ صلِّي فَِإ َذا َح َ َو
b. Terjemahan
Dari Abi Qilabah berkata; memberitakan kepada kami Malik( bin Al - Huayrits)
r.a. berkata: "kami datang kepada Rasulullah SAW kami beberapa pemuda yang
sebaya usia dan tinggal bersama beliau selama dua puluh [Link] adalah
seorang yang penyayang dan pengasih. Ketika beliau mengira bahwa kami telah
menginginkan bertemu dengan keluarga atau merindukannya, beliau bertanya
tentang keluarga yang kami tinggalkan, dan setelah kami beritahu tentang hal itu
Beliau bersabda : "Pulanglah kamu kepada keluargamu, tinggallah bersama
mereka dan ajarkanlah kepada mereka salat serta perintahkanlah mereka untuk
taat - dan beliau menyebutkan beberapa hal yang aku hafal atau yang aku tidak
hafal. Salatlah sebagaimana engkau melihat aku salat, apabila datang waktu salat
hendaklah adzan salah satu di antara kamu dan hendaklah menjadi imam yang
tertua di antara kamu. " (H.R. Bukhari dan Muslim).
7
c. Penjelasan
Hadis menjelaskan bagaimana kesungguhan para sahabat dalam mencari ilmu
dan belajar ilmu dari Rasulullah SAW, sekalipun mereka datang dari tempat yang
jauh tidak menghalangi belajar. Mereka datang dari Bashrah bersama parawi hadis
ini yaitu Malik bin Al huwayrits untuk belajar dan tinggal bersama Rasulullah
SAW selama 20 hari. Mereka datang sebagai delegasi dari negaranya, rela
meninggalkan kampung halaman, keluarga, harta benda dan kekasihnya demi
untuk tugas mencari ilmu, belajar salat, dan lain-lain.
1). Pulang kembali ke daerah dan mengajar.
Kalau sudah pulang ke kampung halaman, karena mereka sebagai delegasi tidak
boleh diam, hendaknya mereka tinggal bersama keluarga dan masyarakat.
Kemudian ajarkan ilmu-ilmu yang telah diperoleh dari nabi Muhammad SAW dan
perintahkan mereka agar menaatinya.
2). Shalat yang Benar
Salat harus dilaksanakan dengan benar sebagaimana yang diajarkan beliau, yakni
dilaksanakan secara sempurna dengan memperhatikan syarat rukun dan adab-
adabnya. Ini salah satu metode pembelajaran salat yang dilakukan oleh nabi SAW
yaitu metode demonstrasi, di mana beliau mendemonstrasikan pelaksanaan salat
di hadapan para sahabat atau para sahabat melihat, memperhatikan dan menirukan
cara nabi shalat setiap waktu di masjid.
3). Azan dan Shalat Berjamaah
Di sini azan berfungsi sebagai petunjuk waktu salat telah tiba, di samping ajakan
melaksanakan salat secara berjamaah. Maka diperlukan salah satu diantara mereka
saja yang mengumandangkan adzan.
4. Pelajaran yang dipetik dari hadis
a. Kewajiban keluar dari rumah atau merantau dalam mencari ilmu jika di dalam
negerinya tidak ada yang sanggup mengajar atau tidak ada jenjang yang lebih
tinggi atau tidak ada jurusan yang di dalami, baik berkaitan dengan ilmu fardhu
ain maupun ain fardhu kifayah.
8
b. Sunnah bertanya bagi seorang pemimpin atau seorang guru kepada anak buah
atau kepada anak didiknya tentang keadaannya dan keadaan keluarganya.
c. Kasih sayang seorang guru terhadap murid sangat diperlukan sekalipun murid-
murid itu sesudah berusia remaja.
d. Keharusan pulang ke daerah asal setelah sukses belajar dalam tugas belajar ke
luar daerah.
e. Kewajiban mengajar, Amar ma'ruf nahi mungkar dan memimpin masyarakat
setelah pulang dan terjun ke masyarakat terutama dalam keagamaan.
f. Mendahulukan yang lebih tua usia dalam Imamah jika sama dalam pengetahuan
atau yang lebih alim jika usianya sama.
3. RAGAM KESUKSESAN TUGAS BELAJAR
a. Hadits
صلَّى هَّللا ُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم يَقُو ُل ثَاَل ثَةٌ ُأ ْق ِس ُم َعلَ ْي ِه ْن َوَأ َح َّدتُ ُك ْم َح ِديثًاَ ِ اريُّ َأنَّهُ َس ِم َع َرسُو َل هَّللا
ِ عن َأبي َك ْب َشةَ اَأْل ْن َم
َ َصبَ َر َعلَ ْيهَا ِإاَّل زَا َدهُ هللا ِع ًّرا َواَل فَت ََح َع ْب ُد ب
اب َ َظلَ َمةٌ ف ْ ص َدقَ ٍة َواَل ظُلِ َم َع ْب ٌد َم
َ ص َما ُل َع ْب ٍد ِم ْن َ َفَاحْ فَظُوهُ قَا َل َما نَق
ُاب فَ ْق ٍر َأوْ َكلِ َمةً نَحْ َوهَا َوُأ َح ِّدتُ ُك ْم َح ِديثًا فَاحْ فَظُوهُ قَا َل ِإنَّ َما ال ُّد ْنيَا َأِلرْ بَ َع ِة نَفَ ٍر َع ْب ِد َر َزقَهَ ََم ْسَألَ ٍة ِإاَّل فَتَ َح هَّللا ُ َعلَ ْي ِه ب
َو َع ْب ٍد َر َزقَهُ هَّللا ُ َولَ ْم،َاز ِل َ ص ُل فِي ِه َر ِح َمهُ َويَ ْعلَ ُم هَّلِل ِ فِي ِه َحقًّا فَهَ َذا بَِأ ْف
ِ ض ِل ْال َمن ِ َهَّللا ُ َمااًل َو ِع ْل ًما فَهُ َو يَتَّقِي فِي ِه َربَّهُ َوي
ُ َو َع ْب ِد َر َزقَهُ هَّللا، ت بِ َع َمل فَاَل ٍن فَه َُو بَ ْيتِ ِه فََأجْ ُرهُ َما َس َوا ٌء ُ ق النّيّة يَقُو ُل لَوْ َأ ْن لي َمااًل لَ َع ِم ْل
ُ صا ِدَ يُرْ ُز ْقهُ َمااًل فَهُ َو
َمااًل َولَ ْم يَرْ ُزقَهُ ِع ْل ًما فَهُ َو يَ ْخبِطُ َمالِ ِه بِ َغي ِْر ِعلم ال يتقي فيه َربَّهُ َواَل يَص ُل في ِه َر ِح َمهُ َواَل يَ ْعلَ ُم هَّللا ِ فِي ِه َحقًّا فَهَ َذا
ُ َو َع ْب ِد لَ ْم يَرْ ُزقَهُ َواَل ِع ْل ًما فَهُ َو يَقُو ُل لَوْ َأ ْن لي َمااًل لَ َع ِم ْل،َاز ِل
ت فِي ِه بِ َع َم ِل فَاَل ٍن فَهُ َو بِ ْيتِ ِه فَ ِو ْز ُرهُ َما ِ ت ْال َمن
ُ َبَِأحْ ب
ٌ َس َوا ٌء (أخرجه الترمذي) قَا َل َأبُو هَ َذا َح ِد
َ يث َح َس ٌن
ص ِحي ٌح عيسى
b. Terjemahan
Abu Kabsyah (Amru) bin Sa’ad al-Anmary r.a bahwa ia telah mendengar
Rasulullah SAW berdabda: “Ada tiga perkara saya bersumpah padanya dan
aku beritakan kepadamu suatu hadits maka hafalkanlah; 1) Tidak berkurang
harta seseorang karena bersedekah, 2) Dan tiada seseorang yang di aniaya
kemudian tetap sabar, melainkan ditambah kemuliaannya oleh Allah SWT. 3)
Dan tiada seseorang yang membuka pintu meminta-minta melainkan Allah
9
membukakan baginya pintu kemiskinan –atau kalimat yang sama–. Kini saya
beritakan kepadamu suatu hadits, maka hafalkanlah: Sesungguhnya (keadaan
penghuni) dunia ini ada empaat maacam: 10 seorang hamba yang diberi rezeki
harta dan ilmu maka ia gunakan untuk bertakwa dan menghubungi sanak
keluarganya (shilat al-rahim) dan ia mengenal hak Allah di dalamnya (seperti
dibayarkan zakatnya dan digunakan untuk kebaikan). Oraang ini ditingkat yang
tinggi. 2) Seorang hamba yang di beri ilmu tetapi tidak diberi harta, ia
mempunyai niat yang sungguh-sungguh berkata: Andai kata saya diberi harta,
pasti saya akan beramal sebagaimana si Fulan, ia mendapat pahala niatnya, dan
pahala kedua orang tersebut sama. 3) Seorang hamba yang diberi kekayaan
harta tetapi tidak diberi rezeki ilmu, pahalaa amal hartanya batal karena tidak
didasari ilmu, tidak taqwa kepada Tuhaannya dan tidak digunakan untuk
silaturahmi juga tidak mengenal hak Allah di dalamnya, maka orang ini adalah
pada kedudukan yang paling buruk. 4) Seorang hamba yang tidak diberi rezeki
harta dan tidak juga ilmu, lalu ia berkata andaaikaan saya mempunyai harta,
niscaaya saya akan berbuat sebagaimana apa yang dilakukan si Fulan, ia pada
niatnya, dosa keduanya sama”. (HR. al-Turmudzi dan ia berkata Hadits ini
Hasan Shahih).
c. Penjelasan
Tiga perkara adalah konsep kesuksesan yang dipesankan Rasulullah, yaitu
sedekah, bersabar, dan memelihara kehormatan diri untuk tidak meminta-minta
kepada orang lain.
a) Banyak Bersedekah
Harta yang dikeluarkan untuk sedekah tidak akan berkurang hakikatnya,
sekalipun lahirnya berkurang. Bahkan sesungguhnya harta tersebut akan
bertambah karena diberkahi oleh Allah SWT. Dan keberkahannya di dunia
dan di akhirat. Di dunia hartanya berkembang karena diganti oleh Allah
dengan dimurahkan rezekinya dan dimudaahkan segala urusannya, dan di
akhirat akan dilipat gandakan pahalanya.
10
b) Sabar Atas Penganiayaan
Orang yang sabar atas penganiayaan tidak akan semakin rendah status
sosialnya dan tidak mengurangi gengsinya, akan tetapi bertambah naik
derajat dan kemuliaannya. Penganiayaan disini meliputi penganiayaan harta
benda, jiwa raga, dan kehormatan. Sabar artinya menahan kesakitan akibat
penganiayaandan tidak ada dendam untuk membalas. Orang yang sabar
atas kejahatan orang lain akan dinaikkan derajatnya oleh Allah SWT.
c) Tidak Meminta-minta
Islam memerintah bekerja dan melarang meminta-minta. Minta-minta
adalah pekerjaan yang rendah dan hina, tidak diperkenankan dalam islam
kecuali bagi orang yang terpaksa [Link] orang yang
pekerjaannya meminta-minta yang tidak diperkenankan dalam islam, maka
tidak menambah kekayaan dan tidak menambah kesejahteraan dalam
hidupnya, tetapi akan menambah kemiskinan. Allah menciptakan banyak
kebutuhan dan banyak permasalahan serta mencabut nikmat yang telah
diberikan.
d. Penjelasan yang dipetik dari hadis
1. Pemaaf dan pelapang dada sangat terpuji dan tinggi derajatnya baik di
dunia maupun akhirat.
2. Kesuksesan orang kaya bukan dengan usahanya sendiri, akan tetapi
melibatkan orang lain, sebagai syukurnya kepada Allah sedekah kepada
orang-orang yang tidak mampu.
3. Ancaman Allah kepada orang yang pekerjaannya minta-minta padahal
bukan karena terpaksa adalah akan dibuat miskin sungguhan oleh Allah.
4. anjuran menjadi ilmuwan dan sekaligus hartawan atau minimal ilmuwan
agar menjadi manusia yang sukses dan bahagia dunia akhirat.
5. Mencela sukses dalam bidang harta saja yang tidak disertai ilmu, karena
akan menimbulkan fitrah yang berbahaya.
6. Pendidikan Islam sangat mengidolakan tercapainya anak didik yang
sukses ilmu dan harta merupakan cerminan kesuksesan dunia akhirat.
11
4. TUGAS BELAJAR MENGAJAR
a. Hadits
، َنةDالس ُّ ث َم ْعنَا ِر َجاالً يُ َعلِّ ُمونَا القُرْ آنَ َو ْ أن ا ْب َع- صلى هللا عليه وسلم- َجا َء نَاسٌ ِإلَى النّبي:وعن أنس قال
، َونD رْ آنَ َويَتَدَا َر ُسDDُ يَ ْق َرُؤ ونَ الق، فيهم خالي َح َرا َم، القراء:ار يُقَا ُل لَهُ ْم ِ صَ ث ِإلَ ْي ِه ْم َسب ِْعينَ َر ُجالً ِمنَ اَأل ْنَ فَبَ َع
ِهD ِتَرُونَ بD هُ َويَ ْشD َ َويَحْ تَطبُونَ فَيَبِيعُون، ضعُونَهُ في ال َم ْس ِج ِد َ َار يجيبُونَ بِال َما ِء فَي ِ َ يَتَ َعلَّ ُمونَ َو َكانُوا بِالنَّه: بِاللَّي ِْل
َأ
واD َل ْن يَ ْبلُ ُغDوهُ ْم قَ ْبDDُوا لَهُ ْم فَقَتَلDض
ُ لم فَ َع َرDDه وسD صلى هللا علي- فَبَ َعثَهُ ُم النّبي، صفَ ِة َولِلفُقَ َرا ِء َّ الطَّ َعا َم َأَل ْهل ال
ِ ال َأ
نس َ DD َوأتَى َر ُج ٌل َحراما ً َح، ضيتَ عَنا ِ رضينَا َع ْنكَ و َر ِ َك ف َ اللهُم بَلَ َغ عَنا نَبيّنا أنا قَ ْد لَقِينَا: فَقَالُوا، َال َم َكان
ران:- لمDه وسDلى هللا عليD ص- و ُل هللاDا َل رسDَ فَق، ِةDَت َو َربِّ ال َك ْعب ُ ْرDُ ف: َرا ٌمDا َل َحDَ فَق، ُهDَ فَطَ َعن، ِم ْن خَ ْلفِ ِه
وهذا،ق َعلَ ْي ِه ٌ ك ورضيت عنا)) متف َ ضنَا َع ْن ِ اللهم بلغ عَنا بَ ْينَا َأنَّا قَ ْد لَقِينَاكَ فَ َر:إخ َوانَ ُك ْم قَ ْد قُتِلُوا َوإنّهُ ْم قَالُوا ْ
لفظ مسلم بِر ْمح َحتَّى القَدَه
b. Terjemahan
Dari Anas ra berkata: beberapa orang pernah datang menghadap
Rasulullah SAW seraya berkata : " kirimlah bersama kami beberapa orang
delegasi untuk mengajarkan kami Al-Qur'an dan Sunnah."kemudian beliau
mengirimkan sebanyak 70 orang ahli Al-Qur'an (al Qurra') dari sahabat ansor
diantaranya Paman saya bernama haram. Mereka ahli membaca Al-Qur'an dan
tadarus. Pada malam hari mereka mempelajarinya dan pada siang hari mereka
mengangkut air ke masjid, mengambil kayu bakar dan menjualnya untuk
memberikan makanan kepada penduduk Shuffah (ahl - Shuffah) dan orang-
orang kafir. Mereka itulah yang didelegasi Nabi. Sebelum sampai ke tempat
tujuan, mereka diserang dan dibunuh. Makan mereka berdoa : ya Allah
sampaikanlah peristiwa kami ini kepada Nabi kami bahwa kami telah
menemuiMu (wafat syahid) sedangkan kamera ridho kepadamu dan engkau
ridho kepada kami : "Kemudian seorang laki-laki mendatangi Haram( paman
Anas) dari belakang dan menusuknya dengan tombak sehingga [Link]
berkata :"aku beruntung demi Tuhan Ka'bah".Lalu Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya saudara -saudaramu telah terbunuh dan sesungguhnya mereka
berkata : " Ya Allah sampaikanlah peristiwa kami ini kepada nabi kami bahwa
kami telah menemuiMu (wafat syahid) sedangkan kami ridho kepadamu dan
engkau rimba kepada kami." ([Link] 'Alayh dan ini lafal Muslim)
c. Penjelasan
Pada hadis di atas dijelaskan bahwa sekelompok orang yang datang dari
penduduk Najd memohon kepada Rasulullah untuk mengirim para pengajar
Alquran dan Sunnah di negerinya. Lalu Rasulullah mengirim 70 orang
pengajar sahabat ansor yang telah diseleksi yaitu mereka yang ahli membaca
Alquran dan mengetahui Sunnah. Di antara mereka ada paman Anas bin Malik
yang bernama Haram bin Malhan . Mereka itu diberi gelar Al Qurra'( ahli Al-
12
Qur'an). Kriteria pengajar yang dikirim nabi adalah ahli membaca Alquran
pada malam hari, bekerja dan bersedekah pada siang hari dan tulus
melaksanakan tugas.
d. Penjelasan yang dipetik dari Hadits
1. Ketekunan para sahabat dan dalam membaca, tadarus dan mempelajari Al-
Qur'an dan Sunnah
2. Kriteria pengajar yang ditugasi Nabi SAW adalah yang menguasai materi
Al-Qur'an dan Sunnah, berjiwa perjuangan tulus dan senang dengan tugas itu.
3. Para pengajar sahabat rasul yang siap melaksanakan tugas dengan ridha dan
sabar terhadap ujian mendapat penghargaan dari Allah dengan datangnya
wahyu kepada Nabi.
4. Bolehnya makan minum di masjid asal bertanggung jawab.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Perintah shalat kepada anak berumur tujuh tahun dimaksudkan latihan dan
pembiasaan shalat. Pada usia ini anak telah mencapai usia kritis (mumayyiz)
sudah mampu belajar dan berlatih shalat. Usia ini kemudian dijadikan pedoman
pendidikan modern dalam menerima anak sekolah di SD. Usia 10 tahun
pembelajaran shalat semakin diting- katkan karena semakin dekat dengan usia
baligh yang sudah diwajibkan melaksanakan shalat. Ada hukuman dan hadiah
pada usia ini supaya termotivasi dalam melaksanakan perintah Allah. Pendidikan
seks juga diperlukan pada usia ini agar tidak terjadi penyimpangan seksual.
Sistem pendidikan boarding school sudah pernah dilaksanakan masa
Rasulullah yaitu sejumlah orang sahabat dari Bashrah yang dikirim tugas belajar
bersama Rasulullah SAW selama 20 hari. Di situ mereka belajar secara langsung
sunah-sunah Rasulullah SAW. Setelah tercukupi pembekalan kaderisasi sunnah
13
dan terasa mereka sudah me rindukan keluarga diperkenankan pulang ke
daerahnya. Tugas mereka setelah pulang ke daerahnya adalah pulang kembali
kepada masyarakat, hidup bersama mereka, ajarkan ilmu yang telah diperoleh dari
Nabi, shalat yang benar sebagaimana Nabi mengajarkan shalat, azan, shalat
berjemaah dan yang menjadi imam adalah orang yang paling tua usia di antara
mereka. Usia tua lebih didahulukan karena tingkat bacaan dan fakihnya sama di
kalangan mereka.
Daftar Pustaka
Buku hadits tarbawi,hadis-hadis pendidikan karya [Link] Majid Khon [Link]
14
15