Komunikasi Organisasi FKAR Bandar Lampung
Komunikasi Organisasi FKAR Bandar Lampung
Skripsi
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat Guna
Memperoleh Gelar Sarjana Komunikasi Islam ([Link])
Dalam Ilmu Komunikasi
Oleh :
NYI AYU LARAS PUTRI LESTARI
NPM: 1341010032
SKRIPSI
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-syarat Guna
Memperoleh Gelar Sarjana Komunikasi Islam ([Link])
Dalam Ilmu Komunikasi
Oleh :
NYI AYU LARAS PUTRI LESTARI
NPM: 1341010032
Oleh
Nyi Ayu Laras Putri Lestari
ii
MOTTO
v
RIWAYAT HIDUP
Penulis bernama Nyi Ayu laras Putri Lestari dilahirkan di Bandar Lampung
Pada tanggal 27 Juli 1995. Anak ke dua dari tiga bersaudara dari pasangan Papa
Riwayat pendidikan yang penulis tempuh yaitu Sekolah Dasar Negeri/ SDN 2
Teladan Rawa Laut tahun 2003- 2008, kemudian dilanjutkan di SMP 23 Bandar
Selanjutnya atas izin Allah Pada tahun 2013 melanjutkan studi di Universitas
Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi
kader, tahun 2014- 2015 sebagai staff bidang Dana Usha Oranisasi
(DUO), tahun 2015- 2016 sebagai ketua bidang Dana Usha Oranisasi
(DUO), tahun 2016- sekarang sebagai MPMF- Fakultas Dakwah dan Ilmu
Komunikasi.
iii
2. Unit kegiatan Mahasiswa Bidang Pembinaan Dakwah (UKM BAPINDA)
iv
KATA PENGANTAR
Puji Syukur Kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayah-Nya
Se- Kota Bandar Lampung” dapat diselesaikan. Sholawat dan salam selalu
Nabi Muhammad SAW. Semoga shalawat dan salam juga tersampaikan kepada
keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang senantiasa menjalankan dan menjaga
terimakasih sebesar- besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dan
1. Bapak Prof. Dr. H Khomsahrial [Link] selaku Dekan Fakultas Dakwah dan
Lampung;
ix
3. Bapak Prof Dr. H. M. Nasor,[Link] selaku pembimbing I dan Bapak
ini; serta Bapak Dr. Mawardi,MA yang telah menguji skripsi penulis
4. Muarif, [Link] selaku ketua Forum Kerjasama Alumni Rohis yang telah
5. Bapak Prof Dr. H Afif Ansori selaku kepala perpustakaan Institut Agama
dan Ibu Dosen Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) yang telah
Intan Lampung;
Kemahasiswaan;
x
9. Kader- Kader Terbaik UKM-F Rabbani Fakultas Dakwah dan Ilmu
penulis;
10. Kader demisioner bidang Dana Usaha Organisasi tahun 2016, Andana,
menguatkan penulis;
Semoga kebaikan yang telah diberikan mendapat balasan terbaik dari Allah
SWT, dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan mampu memberikan kontribusi
xi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.......................................................................................i
ABSTRAK......................................................................................................ii
HALAMAN PERSETUJUAN.....................................................................iii
HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................iv
MOTTO..........................................................................................................v
PERSEMBAHAN.........................................................................................vi
RIWAYAT HIDUP......................................................................................vii
KATA PENGANTAR...................................................................................ix
DAFTAR ISI.................................................................................................xii
DAFTAR GAMBAR....................................................................................xv
DAFTAR TABEL........................................................................................xvi
DAFTAR LAMPIRAN...............................................................................xvii
BAB I PENDAHULUAN
A. Penegasan Judul.................................................................................1
B. Alasan Memilih Judul........................................................................6
C. Latar Belakang Masalah.................................................................... 7
D. Rumusan Masalah............................................................................12
E. Tujuan Penelitian..............................................................................13
F. Metode Penelitian.............................................................................13
G. Tinjauan Pustaka...............................................................................22
xii
D. Komunikasi Organisasi ................................................................... 37
1. Pengertian Komunikasi Organisasi ............................................... 37
2. Fungsi Komunikasi dalam Organisasi .......................................... 39
3. Arus Komunikasi dalam Organisasi ............................................. 41
E. Kepemimpinan ................................................................................ 43
1. Pengertian Kepemimpinan ............................................................ 43
2. Tipe-tipe Kepemimpinan...............................................................46
3. Kepemimpinan Dalam Islam.........................................................51
F. Ciri Dasar dan Prinsip Pembinaan Keaagamaan..............................53
G. Strategi Pembinaan Keagamaan.......................................................55
H. Tujuan Pembinaan Keagamaan........................................................56
I. Indikator Keberhasilan Pembinaan Keagamaan...............................57
xiii
BAB IV PELAKSANAAN KOMUNIKASI ORGANISASI KEPEMIMPINAN
FORUM KERJASAMA ALUMNI ROHIS
A. Beberapa Temuan...................................………............................113
B. Perbandingan Temuan Dengan Teori.............................................117
1. Proses Komunikasi Organisasi Dalam Kepemimpinan FKAR
Untuk Membina Rohis Se-Kota Bandar Lampung...................117
2. Keberhasilan Pembinaan Rohis Yang Dilakukan FKAR......... 123
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
xiv
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
xvii
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
xviii
DAFTAR LAMPIRAN
xix
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Penegasan Judul
Judul merupakan hal yang sangat penting dari karya ilmiah, karena judul
ini akan memberikan gambaran tentang keseluruhan isi skripsi. Adapun judul
karya ilmiah yang penulis bahas dalam skripsi ini adalah:” Komunikasi
terkandung dalam judul agar tidak terjadi salah pengertian dalam memahami
maksud judul tersebut. Hal ini selain dimaksudkan untuk lebih mempermudah
pemahaman, juga untuk mengarahkan pada pengertian yang jelas sesuai dengan
yang dikehendaki penulis. Berikut ini dapat dijelaskan beberapa istilah yang
dan Kelley yang dikutip oleh Roudhonah dalam buku ilmu komunikasi yaitu : “
1
Roudhonah , Ilmu Komunikasi (Jakarta : Ilmu Jaya, 2007) , h. 21.
2
(behavior) komunikan.
bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama, melalui suatu jenjang kepangkatan
dan pembagian kerja”.2 Selain itu juga “ organisasi telah dibentuk sejak manusia
berada dimuka bumi, didorong oleh tiga motif unsur dasar yaitu orang-orang
(sekelompok orang), kerjasama dan tujuan yang akan dicapai”.3 Tiga motif
organisasi saling ketergantungan satu sama lain, dan penghubung itu semua
adalah komunikasi.
kepada seluruh aparatur organisasi untuk memberi makna yang sama atas visi,
misi, tugas pokok, sub organisasi, individu, maupun kelompok kerja dalam
melakukan pembinaan Rohis (Rohani Islam) se-kota Bandar Lampung sesuai visi,
2
Soleh Soemirat , dkk, Komunikasi Organisasional ( Jakarta :Universitas Terbuka,
2009), h. 15.
3
Yayat Hayati Djatmiko, Perilaku Organisasi (Bandung : Alfabeta, 2005), h. 2.
4
Alo Liliweri, Sosiologi dan Komunikasi Organisasi (Jakarta:[Link] Aksara,2014), h.
373.
5
[Link] Pace dan Don [Link], Komunikasi Organisasi (Bandung : [Link]
Rosdakarya, 2001), Edisi Terjemahan, h. 31.
3
kerja kelompok, perolehan dukungan dan kerja sama dari orang-orang diluar
ditambahkan awalan “ke” dan akhiran “an”, maka kepemimpinan dapat dibagi
menjadi beberapa bagian yaitu : a) orang atau sekelompok orang yang memimpin;
6
Veithzal Rivai dan Deddy Mulyadi, Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi
(Jakarta:Rajawali Pers,2012), h. 2.
7
[Link], Dasar- dasar Kepemimpinan ( Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya,1992) , h. 1-2.
8
Setyowati, Organisasi dan Kepemimpinan Modern ( Yogyakarta:Graha Ilmu, 2013), h.
104.
4
pada sasaran dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan. Ringkasnya, pemimpin
dapat membawa usahanya untuk maju pesat atau bahkan mundur jika ia salah
memengaruhi dan memberi contoh dari FKAR (Forum Kerjasama Alumni Rohis)
(Rohani Islam) untuk mencapai apa yang diharapkan bersama. Dalam hal ini
adalah akhlak dan prestasi anak-anak muslim pelajar di kota Bandar Lampung.
di bidang dakwah sekolah , anggota FKAR biasa disebut ADS ( Aktivis Dakwah
Lampung.9
mengusahakan dengan keras supaya lebih baik (maju dan sempurna), sedangkan
usaha tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara efisien dan efektif untuk hasil
Islam” ini sering disebut dengan istilah “Rohis” yang berarti sebagai suatu wadah
9
[Link] (21 Oktober 2016).
10
Departemen Pendidikan Nasional, KBBI ( Jakarta: Balai Pustaka, 2010), h. 152.
5
besar yang dimiliki oleh siswa untuk menjalankan aktivitas dakwah disekolah.11
Kerohanian Islam berasal dari kata dasar “Rohani” yang mendapat awalan ke- dan
akhiran –an yang berarti hal-hal tentang rohani, dan “Islam” adalah mengikrarkan
dengan lidah dan membenarkan dengan hati serta mengerjakan dengan sempurna
formal yang dilaksanakan secara sadar, terencana, terarah, dan bertanggung jawab
keislaman dan membangun potensi agar sasaran pembinaan yaitu pelajar muslim
Bandar Lampung mampu menjadi anak- anak rohis yang memiliki kepribadian
yang islami, kemampuan ilmiah dan dakwah, keterampilan individu dan kolektif,
dimaksud dengan judul skripsi ini adalah suatu penelitian yang membahas tentang
ide atau gagasan diantara para pelajar muslim upaya melakukan pembinaan
karakter keagamaan, pembinaan sikap dan nilai serta kepribadian yang pada
akhirnya bermuara pada penerapan akhlak mulia pelajar muslim yang mengikuti
11
Koesmarwanti, Nugroho Widiyantoro, Dakwah Sekolah di Era Baru (Solo:Era Inter
Media,2000), h. 124.
12
Hasbi Al-Shiddieqy, Al-Islam (Jakarta:Bulan Bintang, 1977), h. 34.
6
organisasi merupakan suatu hal yang sangat penting dan menjadi sarana utama
dalam kegiatan rohis dalam hal akhlak, potensi akademik maupun non
akademik meningkat. Hal ini yang membuat penulis ingin meneliti pembinaan
FKAR terhadap rohis-rohis yang ada di Bandar Lampung. Penelitian ini dapat
7
FKAR terhadap rohis-rohis yang ada di Bandar Lampung. Penelitian ini dapat
sarana, prasarana, dana, waktu dan tempat yang mudah dijangkau serta data-
dalam menjalankan semua tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi. Pemimpin
dan organisasi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Organisasi tanpa pemimpin
tidak akan berjalan dengan baik, dan sebaliknya pemimpin tanpa organisasi tidak
ada gunanya. Pemimpin adalah ujung tombak dari segalanya. Baik buruknya
mendengar keluh kesah mereka dan memberikan solusi terbaik untuk mereka.
Maka dengan sendirinya bawahan akan termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi.
Dari ayat tersebut jelas bahwa pemimpin harus bertingkah laku lemah
penting untuk meningkatkan kinerja suatu perusahaan. Menurut W.G Scott dan
T.R Mitchell yang dikutip oleh Stephen P. Robbins dalam buku perilaku
oleh seorang pemimpin dapat diterima, dan dipahami oleh anggotanya maka
seorang pimpinan harus menerapkan pola komuniksi yang baik pula. Pengetahuan
organisasi.
formal. Secara formal misalnya dengan diadakan rapat atasan dan bawahan, surat
13
Al-Qur’an Terjemah Mushaf Marwah (Bandung :Hilal).
14
Stephen [Link], Perilaku Organisasi ( Jakarta : PT. Prenhallindo, 1996) , Edisi
Bahasa Indonesia, h. 5.
9
merupakan desas desus yang terjadi diorganisasi. Seperti dikemukakan oleh Arni
Suatu organisasi adalah suatu sistem terbuka yang dinamis yang menciptakan dan
15
Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi (Jakarta : Bumi Aksara, 2009), h. 125.
10
pesan yang dikirimkan itu diartikan sama dengan apa yang dimaksudkan oleh si
pengirim.16
pula. Mudah berkomunikasi dengan sesama rekan kerja atau dengan atasan akan
faktor penting dalam membangun kinerja anggota. Dengan terbuka dengan atasan
mengenai apa saja yang menjadi kendala dalam organisasi, akan sedikit
merasa dihargai. Selain itu bawahan dapat memberikan suatu ide, gagasan, atau
bahkan kritikan untuk organisasi. Hal ini senada dengan pendapat Toto Tasmara
Rohis (Rohani Islam) yang ada di Bandar Lampung. Dibalik organisasi yang
16
Khomsahrial Romli, Komunikasi Organisasi Lengkap (Jakarta: [Link], 2011), h.
7.
17
Toto Tasmara,Komunikasi Dakwah (Jakarta: Gaya Media Pratama,1997), h. 22.
11
sudah lama dan besar ini dengan pemimpin yang ahli pada bidangnya. Dalam
setiap kegiatan tersebut, komunikasi sangat diperlukan sekali untuk mengatur dan
mengorganisir anggota.
dalam pembentukan akhlak para pelajar. FKAR melihat bahwa pelajar atau remaja
adalah elemen masyarakat yang memiliki jumlah besar dan rentan dengan
masalah, maka dakwah dikalangan pelajar adalah suatu keniscayaaan. Sangat naif
untuk tidak terjun didunia dakwah remaja dalam kondisi jaman yang semakin
Dalam skripsi ini penulis membatasi objek penelitian dan fokus hanya
departemen ini merupakan visi misi dari organisasi tersebut dalam melakukan
dan Requitment (DPR) dapat terlihat dari banyaknya pelajar yang direkrut untuk
12
Lampung pada setiap tahunnya . Pada tahun 2016, FKAR berhasil merekrut 1500
Keberhasilan ini tidak semata-mata karena anggota yang kerja total dan
loyal, namun ada yang berperan penting yaitu pemimpin. Pemimpinlah yang
memberikan instruksi tugas dan motivasi kepada anggotanya, berimbas besar pada
kinerja anggotanya.
sesuai dengan tujuannya. Dengan latar belakang inilah yang membuat penulis
D. Rumusan Masalah
(forum kerjasama alumni rohis) untuk membina Rohis (rohani Islam) se-
E. Tujuan Masalah
FKAR.
F. Metode Penelitian
penelitian adalah “suatu proses mencari sesuatu secara sistematik dalam waktu
1. Pendekatan Penelitian
mempunyai proses yang lain dari pada penelitian kuantitatif. Kalau penelitian
18
[Link], Metode Penelitian (Jakarta:Ghalia Indonesia,1988), h. 99.
14
secara mendalam yang jelas tidak diberikan oleh hasil penelitian dengan metode
kuantitatif.19
longgar, yaitu suatu penelitian interpretatif terhadap suatu masalah dimana peniliti
merupakan sentral dari pengertian yang dibuat mengenai masalah itu. Dalam
penelitian kualitatif data merupakan sumber teori atau teori berdasarkan data,
kontak terus menerus dalam orang-orang dalam setting alamiah dan rutinitas
penelitian yaitu pada pengurus utama FKAR di Kedaton Bandar Lampung, Rohis
membuat berkas primer dan sekunder jika relevan dengan wawancara , maka bisa
19
Farouk Muhammad,Djaali, Pengantar Metode Penelitian( Jakarta: Ghalia
Indonesia,2003), h. 100.
20
Ibid, h. 100.
15
2. Desain Penelitian
sehari-hari, desain penelitian adalah “suatu rencana tindakan untuk berangkat dari
sini ke sana, dimana “di sini” bisa diartikan sebagai rangkaian pertanyaan awal
yang harus dijawab, dan “di sana” merupakan serangkaian konklusi (jawaban)
(case study), studi kasus merupakan strategi yang lebih cocok bila pokok
pertanyaan suatu penelitian berkenaan dengan ”how” atau “why”, bila peneliti
fakta dan sifat-sifat populasi tertentu.23 Kasus yang akan diangkat dalam
21
Robert [Link], Studi Kasus (Jakarta:[Link] Grafindo Persada, 1996), Edisi terjemahan
[Link] Mudzakir, h. 27.
22
Ibid, h. 1.
23
Usman Rianse, Abdi, Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi; Teori dan Aplikasi
(Bandung:Alfabeta,2009), h. 30.
16
Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah Pengurus FKAR
dan ekstrakulikuler Rohis yang berada di Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-
derajat dan Sekolah Menengah Atas (SMA) se-derajat kota Bandar Lampung.
Dalam penelitian ini, teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive
tertentu.
segenap anggota sampel yang akan di interview terlebih dahulu dengan kriteria
yaitu:
sebagai informan kunci yaitu: Ketua, seketaris dan bendahara FKAR ( Forum
FKAR.
tahunnya.
tahunnya.
penelitian yaitu Rohis SMAN 8 Bandar Lampung dan SMKN 3 Bandar Lampung.
a. Metode Observasi
FKAR (Forum Kerjasama Alumni Rohis) di Jalan Badak Gang Scorpio kelurahan
Sidodadi Kecamatan Kedaton Bandar Lampung dan Rohis yang menjadi sampel
18
dalam penelitian ini. Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkecil kemungkinan
dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan secara sistematik dan
pembinaan yang sudah berjalan di rohis, seberapa besar tingkat keaktifan anak-
FKAR, Efek yang muncul kepada anak- anak rohis setelah mengikuti pembinaan
FKAR.
program yang diselenggarakan, apa saja perubahan yang terjadi dalam diri setelah
24
Sutrisno Hadi, Metodologi Research (Yogyakarta:Andi Offset, 2004), h. 193.
19
mengkuti Rohis ,apa saja yang ingin diharapkan kedepannya terhadap organisasi
FKAR .
c. Metode Dokumentasi
langsung ditujukan pada subjek penelitian, namun melalui dokumen, berupa buku,
surat, laporan, notulen rapat dan dokumen lainnya.25 Untuk mendapatkan data
Analisis data pada penelitian ini lebih bersifat deskriptif kualitatif, yaitu
yang diperoleh melalui observasi dan wawancara, setelah itu dianalisis yang
Analisis data ini terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara
1) Reduksi Data
25
[Link] Hasan, [Link], h. 87.
20
2) Penyajian Data
tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah diraih. Dengan demikian,
penulis dapat melihat apa yang sedang terjadi, dan menentukan apakah menarik
3) Menarik Kesimpulan/Verifikasi
dalam pikiran penulis, suatu tinjauan ulang pada catatan-catatan lapangan. Makna-
kecocokannya, yakni yang merupakan validitasnya. Jika tidak demikian, yang kita
miliki adalah cita-cita yang menarik menganai suatu yang terjadi dan tidak jelas
Pengumpulan
Data Penyajian
Data
Reduksi
Data
Kesimpulan-
kesimpulan :
Penarikan/ Verifikasi
26
Mattew [Link], Analisis Data Kualitatif (Jakarta: Universitas Indonesia, 1992), h. 16-
20.
22
G. Tinjauan Pustaka
Dalam penulisan skripsi ini penulis merujuk pada buku, serta skripsi-
yang digunakan diantaranya Ilmu Komununikasi Teori dan Praktek karya Onong
diantaranya :
Dewan Pimpinan Wilayah Jakarta Dalam Berdakwah. Penulis Farah Nurul Hikam
Agustin. Fokus masalah yang diteliti mengenai pola komunikasi antara pengurus
dengan pengurus PITI, pengurus dengan jamaah PITI, dan jamaah dengan jamaah
lainnya.
Kopri (Korps PMII Putri) Wilayah Lampung. Penulis Siti Wuryan. Fokus masalah
Kopri wilayah Lampung dan pola pengawasan kepada para anggota perempuan.
23
penulis ajukan tidak sama dengan ke tiga skripsi di atas. Pada skripsi ini penulis
Lampung, selain itu perbedaanya terletak pada tempat penelitian, pada skripsi ini
penulis meneliti FKAR, Rohis SMAN 8 dan SMKN 3 Bandar Lampung yang
BAB II
KOMUNIKASI ORGANISASI
A. Komunikasi
1. Pengertian Komunikasi
atau pesan sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Komunikasi berasal dari bahasa
latin „communis‟ atau „common‟ dalam bahasa inggris yang berarti sama.
Selain itu menurut Cherry dalam Stuart dikutip oleh Hafied Cangara
atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Komunikasi juga
berasal dari akar kata dalam bahasa Latin Communico yang artinya membagi.2
Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa komunikasi adalah terjadi
antara dua orang atau lebih yang mencoba berbagi informasi, gagasan dengan
partisipan lain.
1
[Link] Sendjaya,Teori Komunikasi ( Jakarta:Univ Terbuka,1994), h. 131.
2
Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi (Jakarta:Rajawali Pers,2012), h. 20.
25
Amerika yang telah banyak memberi perhatian pada studi riset komunikasi,
khususnya membuat definisi bahwa “ komunikasi adalah proses dimana suatu ide
dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih, dengan maksud untuk
dalamnya terdapat dua bentuk umum tindakan yang terjadi yaitu pertunjukkan
gagasan dan ide melalui media tertentu dimana efek dari penyampaian ini adalah
1. Unsur-unsur Komunikasi
a. Komunikator
dari satu orang, tetapi bisa juga dalam bentuk kelompok misalnya partai,
3
Ibid, h. 22.
4
[Link] Pace dan Don [Link], Komunikasi Organisasi ( Bandung,
Rosdakarya,2006), h. 26-28.
26
komunikator, diantaranya :
2) Kemampuan berkomunikasi
4) Sikap
b. Pesan
tatap muka atau melalui media komunikasi. Isinya bisa berupa imu pengetahuan,
hiburan, informasi, nasihat atau propaganda. Dalam bahasa inggris pesan biasanya
5
Hafied Cangara,[Link] , h. 27.
6
Astrid, Komunikasi Dalam Teori Dan Praktek (Jakarta: Binacipta,1974), h. 2.
7
Effendy, Kepemimpinan dan Komunikasi (Yogyakarta: Al-Amin Press, 1996) , h. 59.
8
Hafied Cangara,[Link] , h. 27.
27
informasi dijelaskan oleh Norbert Wiener bahwa informasi adalah nama untuk
pesan verbal dan nonverbal. Pesan verbal dalam organisasi misalnya seperti surat,
sekali yang tidak diucapkan atau tidak ditulis seperti, bahasa gerakan
dibedakan atas pesan internal dan eksternal. Pesan internal khusus dipakai
terbuka yang berkaitan dengan lingkungan dan masyarkat umum. Pesan eksternal
yaitu inovasi. Pesan inovasi ini adalah sangat penting bagi organisasi untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan yang selalu berubah-ubah. Pesan inovsi ini
9
Astrid, Opcit, h. 2.
28
misalnya rencana baru organisasi, kegiatan baru, program baru atau pengarahan
c. Media
dapat diragukan lagi. Sejak ditemukannya radio dan televisi digunakannya media
tadi dalam kampanye pemilu di Amerika pada tahun tiga puluhan, sehingga ada
tanggapan bahwa calon kontestan pemilu yang dapat menguasai media tadi akan
komunikasi. Selain indra manusia, ada juga saluran komunikasi seperti telepon,
antara sumber dan penerima yang sifatnya terbuka,dimana setiap orang dapat
dibedakan atas dua macam, yakni media cetak dan media elektronik. Media cetak
seperti halnya surat kabar, majalah, buku, leaflet, brosur, stiker, buletin, hand out,
poster, spanduk , dan sebagainya. Sementara itu, media elektronik antara lain:
10
Khomsahrial Romli, Komunikasi Organisasi Lengkap (Jakarta: Grasindo,2014), h. 14-
15.
11
[Link], Studi Ilmu Komunikasi ([Link]: FDIK Raden Intan Lampung,2009), h.
24.
29
radio, film, televisi, video recording, komputer, elektronik board, audio casette
dan semacamnya.12
d. Penerima
Penerima adalah pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh
sumber. Penerima bisa terdiri satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelompok,
partai atau negara. Penerima bisa disebut dengan berbagai macam istilah , seperti
khalayak, sasaran, komunikan, atau dalam bahasa Inggris disebut Audience atau
adalah akibat karena adanya sumber. Tidak ada penerima jika tidak ada sumber.
dialah yang menjadi sasaran dari komunikasi. Jika pesan tidak diterima oleh
penerima, akan menimbulkan berbagai macam masalah yang sering kali menuntut
e. Efek
dirasakan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan.
Pengaruh ini bisa terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang.
Oleh karena itu, pengaruh bisa juga diartikan perubahan atau penguatan keyakinan
pesan.14
12
Hafied Cangara,Pengantar Ilmu Komunikasi (Jakarta:Rajawali Pers,2012), h. 28.
13
Ibid, h. 29.
14
Ibid, h. 29.`
30
Komunikasi sebagai proses ini dapat dianalogikan dengan apa yang dikatakan
Heraclitus enam abad sebelum Masehi bahwa “seseorang manusia tidak akan
pernah melangkah di sungai yang sama dua kali”. Pada saat yang kedua itu,
manusia itu berbeda, dan begitu juga sungainya. Ketika kita menyeberangi sungai
untuk kedua kali, ketiga kali dan seterusnya pada hari yang lain, maka
sudah berubah, dari segi usia lebih tua, dari pengalaman juga lebih meningkat.15
komunikasi saling memengaruhi, seberapa kecil pun pengaruh itu baik lewat
pengetahuan hingga berubah pandangan dunia dan perilakunya). Ada orang yang
perubahannya sedikit demi sedikit dari waktu ke waktu, tetapi perubahan akhirnya
(secara kumulatif) cukup besar. Namun ada juga orang yang berubah secara tiba-
tiba, misalnya cuci otak atau konversi agama. Misalnya dari seorang nasionalis
menjadi komunis, atau dari seorang Hindu menjadi seorang Kristen atau Muslim.
15
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar (Bandung : [Link]
Rosdakarya,2001), h. 110.
31
Jadi, kita tidak menyandi pesan, lalu menunggu untuk menyandi balik respons
orang lain. Hal tersebut dilakukan pada saat yang hampir bersamaan ketika
berkomunikasi.
sekelompok orang seperti dalam rapat atau kuliah, sebenarnya komunikasi itu
berjalan dua-arah, karena orang-orang yang kita anggap sebagai pendengar atau
penerima pesan sebenarnya juga menjadi pembicara atau pemberi pesan pada saat
hal berikut:17
16
Ibid, h.107-108.
17
Stewart [Link] dan Sylvia Moss, Human Communication, Edisi ke-7. Newyork:
McGraw-Hill, 1994
32
modelnya pun tidak lagi ditandai dengan suatu garis lurus bersifat linier
(satu-arah).
saat yang sama, mulai dari proses kimiawi dalam otak kita hingga
dasarnya, unsur-unsur tersebut tidak berada dalam susunan tatanan yang bersifat
33
linier, sirkuler, helikal atau tatanan lainnya. Unsur-unsur proses komunikasi boleh
jadi beroperasi dalam suatu tatanan tadi, tetapi mungkin pula setidaknya sebagian
dalam suatu tatanan yang acak. Oleh karena itu, sifat nonsekuensial alih-alih
D. Organisasi
1. Pengertian Organisasi
kelompok. Tujuan dari usaha manusia akan lebih mudah diperoleh dengan cara
meraih hasil yang sebelumnya tidak dapat dicapai oleh individu secara sendiri-
sendiri. Organisasi merupakan suatu unit terkoordinasi yang terdiri setidaknya dua
buku Kepemimpinan dan Pelaku Organisasi oleh Veithzal Rivai, Surat An-nisa
ayat 71 :
18
Bert [Link], Fundamentals of Speech Communication: The Credibility of Ideas, (
Dubuque: [Link], 1981), h. 5-6.
19
Veithzal Rivai,Kepeminpinan dan Perilaku Organisasi (Jakarta :
[Link],2012), h. 169.
34
orang-orang dari suatu organisasi dapat bekerjasama secara efektif dalam usaha
Organisasi sebagai sistem tata hubungan kerja adalah suatu sistem tata
hubungan kerja yang sangat rumit tetapi sistematis sehingga dapat menimbulkan
suatu bentuk kerjasama yang baik dan serasi diantara para anggota atau unit
satuan kerja yang ada sebagai usaha untuk mencapai tujuan bersama.21
merupakan suatu unit yang terkoordinasi dengan dua orang untuk mencapai suatu
merupakan sistem kerjasama dan sistem tata hubungan kerja dimana sistem kerja
untuk mencapai tujuan, sedangkan sistem tata hubungan kerja menjalin hubungan
baik kerjasama bersama para anggota untuk mencapai tujuan. Misalnya dalam
“kata organisasi adalah kata benda, kata ini juga merupakan suatu mitos”. Bila
20
Wursanto,Dasar-dasar Ilmu Organisasi (Yogya :[Link] Offset,2003), h. 44.
21
Ibid, h. 46.
35
anda mencari organisasi, anda tidak akan menemukannya. Yang akan anda
bentuk yang seringkali kita nyatakan secara tidak tepat bila kita membicarakan
Penekananya terletak pada aktivitas dan proses. Organisasi adalah suatu sistem
satu interaksi antara dua atau lebih individu (a quality inherent in an interaction
22
Khomsahrial Romli, Komunikasi Organisasi Lengkap (Jakarta: Grasindo,2014), h. 37-
38.
36
untuk mempengaruhi tindakan satu sama lain, maka muncul dalam interaksi
Menurut French dan Raven, ada lima tipe kekuasaan, yaitu: reward,
[Link] Power
memberi ganjaran atau imbalan atas pekerjaan atau tugas yang dilakukan orang
lain. Kekuasaan ini akan terwujud melalui suatu kejadian atau situasi yang
[Link] Power
kemampuan untuk memberi hukuman kepada orang lain. Tipe koersif ini berlaku
[Link] Power
atau liking, dalam arti ketika seseorang mengidentifikasi orang lain yang
[Link] Power
memiliki pengetahuan, keahlian dan informasi yang lebih banyak dalam suatu
[Link] Power
power), ketika seseorang melalui suatu persetujuan dan kesepakatan diberi hak
untuk mengatur dan menentukan perilaku orang lain dalam suatu organisasi. Tipe
kekuasaan ini masih bersandar pada struktur sosial dalam suatu organisasi, dan
E. Komunikasi Organisasi
komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi
23
Syaiful Rohim, Teori Komunikasi Perspektif, Ragam, dan Aplikasi ( Jakarta:Rineka
Cipta,2009) , h. 118-120.
38
komunikasi formal dan informal, lain halnya dengan persepsi Redding dan
Sanborn yang dikutip oleh Arni Muhammad dalam buku Teori Komunikasi,
merupakan arus data yang akan melayani komunikasi organisasi dan proses
Dalam hal ini [Link] Pace dan Don F. Faules dalam buku komunikasi
menjabarkan bahwa definisi komunikasi organisasi dapat dilihat dari dua sudut
24
Khomsahrial Romli, [Link], h. 2.
25
Syaiful Rohim, Teori Komunikasi Perspektif, Ragam dan Aplikasi ( Jakarta:Rineka
Cipta,2009) , h. 110.
39
pandang yaitu definisi subjektif dan definisi objektif. Keduanya memiliki ciri khas
masing-masing.
atas apa yang terjadi antara hubungan dengan personal dan masyarakat.
Ada dua fungsi komunikasi organisasi, yakni fungsi umum dan fungsi
khusus :
a. Fungsi umum
terkini mengenai sebagian atau keseluruhan hal yang berkaitan dengan pekerjaan.
bagaimana seorang atau sekelompok orang harus mengerjakan satu tugas tertentu.
26
[Link] Pace dan Don F. Faules, Komunikasi Organisasi (Bandung:Rosdakarya,
2006) , h. 33.
40
pendapat, fakta, termasuk menjual sikap organisasi dan sikap tentang sesuatu yang
dan lain-lain.
para karyawan agar mereka bisa belajar dari orang lain (internal), belajar tentang
apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dikerjakan orang lain, tentang apa yang
bagaimana organisasi membagi pekerjaan, atau siapa yang menjadi atasan dan
b. Fungsi khusus
pasti.28
27
Alo Liliweri, Sosiologi dan Komunikasi Organisasi ( Jakarta: [Link] Aksara,2014),
h. 373.
28
Ibid, h. 374.
41
Karena dalam komunikasi ada interaksi sosial yang ditandai adanya pertukaran
makna untuk menyatukan perilaku atau tindakan setiap individu. Dengan adanya
perbedaan fungsi yang sangat jelas. Adler dan George Rodman dalam buku
a. Komunikasi Vertikal
informasi bisa dengan lisan, tulisan, gambar, skema, atau kombinasi diantara
sudah dilaksanakan.
maupun pekerjaannya.
b. Komunikasi Horizontal
mendatar atau sejajar diantara para karyawan ataupun bagian yang memiliki
D. Kepemimpinan
1. Pengertian Kepemimpinan
Dalam organisasi formal dan non formal selalu ada seseorang yang
dianggap lebih dari yang lain. Seseorang yang memiliki kemampuan lebih
tersebut kemudian diangkat atau ditunjuk sebagai orang yang dipercayakan untuk
mengatur orang lainnya. Biasanya orang yang seperti itu disebut pemimpin.
para ahli banyak berpendapat, Veithzal Rivai dalam buku Kepemimpinan dan
untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam suatu situasi dan kondisi tertentu.
memengaruhi orang lain, untuk melakukan sesuatu agar dicapai hasil yang
29
[Link] ,dkk,Teori Komunikasi (Jakarta: Universitas Terbuka, 1994), h. 133.
30
Veithzal Rivai,Kepeminpinan dan Perilaku Organisasi (Jakarta :
[Link],2012) , h. 2.
44
tujuan. Hal ini berarti bawahan dalam memenuhi kebutuhannya tergantung pada
Selain itu, Ordway Tead seperti yang dikutip Wursanto dalam bukunya
untuk memengaruhi pihak lain bekerjasama guna mencapai tujuan tertentu untuk
adalah seni mempengaruhi orang lain dalam suatu situasi tertentu. Kepemimpinan
merupakan aktivitas atau kegiatan yang bersifat dinamis dilakukan oleh seorang
membimbing dan memengaruhi orang lain guna mencapai visi misi tertentu.
pemimpin yaitu: teori kelebihan, teori sifat, teori sosial dan teori kharismatis.
a. Teori kelebihan
yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin mencakup 3 (tiga) hal, yaitu:
31
Khomsahrial Romli, Komunikasi Organisasi Lengkap (Jakarta: Grasindo,2014), h. 92.
32
Wursanto,Dasar-dasar Ilmu Organisasi (Yogya:[Link] Offset,2003), h. 196.
45
pemimpin harus mempunyai moral yang tinggi karena pada dasarnya pemimpin
badaniah ini bukan merupakan faktor pokok atau faktor yang menentukan.
b. Teori sifat
yang baik apabila memiliki sifat-sifat yang lebih daripada yang dipimpin.
adil, suka melindungi, penuh percaya diri, penuh inisiatif, mempunyai daya tarik,
c. Teori Sosial
menjadi pemimpin. Setiap orang mempunyai bakat untuk menjadi pemimpin asal
dia diberi kesempatan. Setiap orang dapat dididik menjadi pemimpin karena
orang yang bersangkutan mendapat kesempatan atau tidak. Banyak orang yang
d. Teori Kharismatis
besar. Kharisma itu diperoleh dari Kekuatan Yang Maha Kuasa. Pemimpin yang
bertipe kharismatis biasanya memiliki daya tarik, kewibawaan dan pengaruh yang
sangat besar.33
2. Tipe-Tipe Kepemimpinan
oleh gaya bersikap dan bertindak seorang pemimpin yang bersangkutan. Gaya
bersikap dan bertindak akan tampak dari cara memberi perintah, cara memberi
kesalahan bawahan.34
adalah pola menyeluruh dari tindakan seorang pemimpin, baik yang tampak
33
Ibid, h. 197-200.
34
Khomsahrial Romli, [Link], h. 100.
47
perilaku dan strategi, sebagai hasil kombinasi dari falsafah, keterampilan, sifat,
Ada enam berbagai tipe kepemimpinan antara lain: tipe otokratis, tipe
laisser faire, tipe paternalistik, tipe militeristik, tipe demokratis, dan tipe open
leadership.
a. Type Otokratis
Otokratis berasal dari kata otokrat, dari kata autos dan kratos.
Autos berarti sendiri, dan kratos berarti kekuatan atau kekuasaan (power). Jadi,
pada dirinya.
35
Veithzal Rivai,Kepeminpinan dan Perilaku Organisasi ( Jakarta :
[Link],2012), h. 42.
48
bawahan.
dilaksanakan.
yang tidak mempunyai keahlian teknis. Tipe laisser mempunyai ciri-ciri antara
lain:
bawahan.
baik.
tercapai.
c. Tipe Paternalistik
dewasa.
kepada bawahan.
persoalan.
50
d. Tipe Militeristis
e. Tipe Demokratis
2) Bersifat terbuka.
51
memberikan ssaran, tetapi keputusan tetap ada ditangan pimpinan. Apakah saran-
saran dari bawahan itu diterima dan dipakai atau tidak, hal itu tergantung kepada
pimpinan.36
apalagi masyarakat besar karena dengan adanya pemimpin umat akan lebih teratur
dan kehancuran. Oleh sebab itu Islam selalu membimbing pemeluknya agar hidup
bersama pemimpin, misalnya imam shalat, imam safar, amil zakat, pemimpin haji,
36
Wursanto, [Link], h. 201-204.
52
„alaihi wa sallam, sabdanya "Setiap kalian adalah pemimpin. Dan setiap kalian
wanita juga pemimpin atas rumah suaminya dan anak-anaknya. Maka setiap
kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas
dambaan bagi setiap orang. Sebab pemimpin itulah yang akan membawa maju-
dunia.
37
Nawawi Hadari, Kepemimpinan Menurut Islam, (Yogyakarta: Gama University Press,
1993), h. 20.
53
wajib.
keagamaan.
segala aspek pribadi sasaran dari segi intelektual, psikologis, sosial dan
spritiual .
e. Pola dan teknik pembinaan yang dirancang selalu disesuaikan dengan minat
dan bakat saran atau peserta didik atas dasar nilai-nilai luhur Agama.38
38
Omar Mohammad al-Toumy al-Syaibani, Falsafah Pendidikan Islam, (terj.) Hasan
Langgulung, Falsafah al-Tarbiyah al-Islamiyah, ( Jakarta: Bulan Bintang, 1979), h. 490-512.
39
Bustami [Link] dan Salim Bahri, Dasar-dasar Pokok Pendidikan Karakter Islam,
(Jakarta: Bulan Bintang, 1987), h. 173-174.
55
masyarakat. Dan diaktualisasikan atas dasar aspek ajaran Islam yakni meliputi,
Sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad Saw adalah sebagai Nabi yang bisa
atas keberhasilan Nabi Muhammad Saw dalam membentuk akhlak mulia manusia
a. Mengubah pola pikir (mindset) umat manusia yang bertumpu pada keharusan
40
Ibid, h.38.
41
Contoh dan pembiasaan akhlak mulia ini misalnya Rasulullah tunjukkan dalam hal
berumah tangga, berbuat baik kepada sahabat dan sesama, berjual beli, bergaul dengan komunitas
yang berbeda Agama, berdiplomasi, berperang dan memimpin Negara.
56
terhadap akhlak masa lalu yang tidak baik dengan cara evolutif.
internalisasi dan transformasi nilai-nilai yang baik menurut ajaran Islam kedalam
perilaku sehari-hari.44
pada pembentukan budaya sekolah atau perguruan tinggi, yaitu nilai-nilai yang
dipraktikkan oleh semua warga sekolah atau perguruan tinggi dan masyarakat
42
Abu Laila, Apa Kerugian Dunia Akibat Kemerosotan Umat Islam, (Jakarta:
Rajagrafindo, 1992), h. 126-137.
43
Bustami [Link] dan Salim Bahri,[Link]. h. 112.
44
E. Mulyasa, Manajemen Pendidikan Karakter ( Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013 ), h. 9.
57
sekitarnya. Budaya sekolah atau perguruan tinggi merupakan ciri khas, karakter
atau watak dan citra sekolah atau perguruan tinggi tersebut dimata masyarakat
luas.45
Qur‟an dan Hadist bukan sekedar mengajarkan hal yang baik atau buruk
peserta didik secara utuh dalam berbagai perwujudan perilaku sehari-hari yang
peserta didik.
4. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas.
45
Ibid, h. 10.
58
dimilikinya.
kehidupan sehari-hari.
15. Menerapkan hidup bersih dan sehat serta mampu memanfaatkan waktu luang
dengan baik.
17. Memahami hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain dalam pergaulan di
menulis.
jelas diketahui akan tampak wujud tingkah laku dari yang dibina didalam
46
Ibid, h. 12.
59
berfikir secara logis, kreatif sampai dapat mengetahui pengetahuan yang lebih
BAB III
GAMBARAN UMUM
masyarakat yang memiliki jumlah besar dan rentan dengan masalah, maka dakwah di
kalangan pelajar adalah suatu keniscayaan. Sangat naif untuk tidak terjun di dunia
dakwah remaja dalam kondisi jaman yang semakin tidak menentu ini. Pertengahan
1998, beberapa alumni yang rata-rata ketika di SMA-nya aktif di Rohis, sepakat
untuk membuat organisasi yang mewadahi semua sumberdaya alumni Rohis yang ada
penyeimbang kekuatan kebatilan yang dari hari ke hari makin kuat menancapkan
kuku pengaruhnya di benak remaja muslim. Pertemuan yang digagas itu pertengahan
1998 itu akhirnya membuahkan hasil. Nama Forum Kerjasama Alumni Rohis SMA-
SMK se-Lampung akhirnya resmi dipilih sebagai cover organisasi yang menaungi
Sengaja mengambil skup Lampung supaya space dakwah semakin luas dan
bisa menjadi trigger bagi daerah lain. Saat itu pula motto FKAR diluncurkan ke
61
tengah khalayak. Laboratorium Dakwah Remaja yang masih relevan sampai dengan
saat ini. Saat itu AD/ART belum ada, termasuk pedoman keorganisasian masih
seperti itu tidak terlalu dibutuhkan. Karena pada saat itu, FKAR langsung dihadapkan
pada sejumlah kebutuhan di lapangan dimana Rohis harus dibina dan diberdayakan
menjadi bukti bagaimana keseriusan itu demikian nampak untuk lebih fight
berdakwah di kalangan pelajar. Sekian ide dan gagasan coba untuk dirumuskan. Dari
sekian hal strategis itu menghasilkan keputusan bahwa wilayah kerja FKAR
“dipersempit” hanya untuk wilayah kota Bandar Lampung. Ini mengingat fokus kerja
di kota yang belum maksimal sepanjang FKAR berdiri. Dan mulai saat itu, FKAR
Lampung.
Senin, 5 November 2001, hari yang bersejarah bagi FKAR, karena pada saat
mulai saat itu, FKAR menjalani kehidupannya layaknya organisasi yang menuju ke
1
FKAR, Kenalkan nama kami FKAR (Lampung: FBI Press,2004), h. 3.
62
Rohis. Bukankah masalah pelajar atau remaja adalah masalah yang spacenya luas dan
tidak hanya untuk mereka yang berada di Rohis? Pertanyaan itu memang sangat kritis
untuk dijawab secara bijaksana. FKAR memandang bahwa Islam adalah sebuah
sistem (manhaj) bagi semua manusia. Oleh karenanya standar yang dipakai adalah
Ini mengingat bahwa Rohis itu adalah milik semua, bukan hanya milik segelintir
pengurus atau pelajar yang eksklusif yang asing di tengah lingkungan sekolah.
Bahwa Rohis adalah organisasi Islam itu adalah mutlak. Karena dia Islam, maka dia
terbuka untuk semua orang. Lagipula, yang akan diraup dengan daya jangkau dakwah
Rohis adalah semua kalangan pelajar dan bukan dari kalangan tertentu saja.
FKAR sebagai wadah bernaung semua alumnus Rohis tentunya tidak akan
berdaya kalau bekerja hanya pada tataran konsep. Perlu ada yang langsung terjun
menangani serta bersentuhan langsung dengan obyek dakwah yang dalam hal ini
adalah siswa atau pelajar. Untuk itulah sebagai ujung tombak FKAR di tiap sekolah,
ada tim yang akrab disebut Tim Kerja Sekolah atau yang biasa dikenal dengan TKS.
TKS inilah yang paling banyak berperan dalam memajukan kegiatan Rohis
dan membina kepribadian siswa di sekolah. TKS biasanya diambil dari alumni Rohis
sekolah. Maka tidak heran kalau banyak diantara TKS yang berasal dari luar alumni
sekolah tersebut, bahkan banyak yang berasal dari luar Bandar Lampung, misalnya
dari Jakarta.
sering terusik oleh kecurigaan pihak sekolah. Pihak sekolah sering merasa khawatir
kalau-kalau alumni yang datang mengajarkan hal yang membahayakan Rohis apalagi
serta komunikasi yang lebih intens dengan pihak sekolah. Dari beberapa pengalaman
seperti kasus di SMA YP Unila dan SMAN 8 (kepala sekolahnya beragama Nasrani)
kecurigaan pihak sekolah menjadi hilang ketika momen silaturahmi dengan pihak
alumni yang punya banyak pengalaman, mereka akan memberikan bekal keislaman,
masing. Efek positifnya memang sangat banyak, yang paling terasa adalah hubungan
dengan pihak sekolah terutama guru dan kepala sekolah terjalin dengan hangat.
Bahkan para alumni sudah menganggap guru di sekolah sebagai orang tua mereka
tokoh pendidikan Bandar Lampung oleh Drs. Hi. Merayu Sukma Hasyim,M.M:
“Namun dalam era globalisasi ini mencari sosok pemuda yang dapat
mengemban amanah pahlawan untuk meneruskan cita-cita proklamasi
tidaklah mudah namun juga tidak sulit. Perlu keuletan dan semangat yang
64
Berikut ini jumlah sekolah atau Rohis yang sudah tertangani oleh FKAR di
TERTANGANI FKAR
Berikut jumlah sekolah atau Rohis yang belum tertangani oleh FKAR
anatara lain:
sumber daya manusia dalam jumlah banyak. Tetapi, inilah kendala klasik di
lapangan, jumlah permintaan selalu lebih besar daripada jumlah penawaran. Artinya,
jumlah sekolah yang harus ditangani jauh lebih banyak dibandingkan sumber daya
manusia yang tersedia. Belum lagi kalau beberapa sekolah meminta agar kegiatan
pengajian (tutorial) di sekolah tersebut diwajibkan. Jelas, butuh banyak tutor atau
mentor untuk menangani itu semua. Lagi-lagi FKAR ditantang untuk menyelesaikan
semua kendala di lapangan tersebut dan berpacu dengan waktu yang terasa begitu
formal. Salah satu wujud dari hal tersebut adalah dengan jalan menyusun struktur
organisasi yang terdiri dari perangkat pengurus beserta tugas-tugas yang harus
diembannya. Sebuah struktur organisasi merupakan pola formal dari aktivitas dan
Personalia pengurus FKAR saat ini terdiri dari : Ketua umum, wakil ketua
umum I, wakil ketua umum II, sekretaris umum, bendahara umum dan empat
2
Ibid, h.5-7.
3
John [Link], Robert Konopaske, Perilaku dan Manajemen Organisasi ( Jakarta, PT.
Gelora Aksara Pratama,2006), h.21.
67
pengurus harian FKAR Bandar Lampung melaksanakan masa jabatan selama satu
periode terhitung sejak tanggal pelantikan. Dalam keadaan tertentu dapat diadakan
hubungan antara dewan pembina dengan ketua umum, wakil ketua I, dan wakil ketua
II bersifat koordinatif dan konsultatif sedangkan hubungan antara ketua umum dan
dua orang wakil ketua dengan seketaris, bendahara, departemen beserta staff bersifat
instruktif.
4
Pasal 18 ayat 1 dan 2 , AD FKAR Bandar Lampung.
5
Pasal 17 ayat 3 dan 4 , AD FKAR Bandar Lampung.
68
SUSUNAN KEPENGURUSAN
Dewan
Penasihat
Ketua Umum
Sekretaris Bendahara
Umum Umum
kepengurusan, adanya struktur ini membuat organisasi akan berjalan dengan baik dan
terstruktur. Dalam hal ini struktur organisasi rohis yang akan diuraikan adalah rohis
pengurus rohis saat ini terdiri dari: ketua umum, wakil ketua umum, seketaris umum,
Dalam bagan tersebut terlihat , bahwa hubungan antara pembina rohis dengan TKS,
ketua umum, wakil ketua umum, sekretaris umum dan bendahara umum bersifat
koordinatif dan konsultatif sedangkan hubungan antara ketua umum, wakil ketua
bersifat instruktif.
Untuk periode tahun ini, Rohis SMKN 3 Bandar Lampung belum melakukan
“Untuk tahun ini hambatan belum adanya reorganisasi yang pertama adalah
jadwal PKL yang tidak sama seperti biasanya dan dari kondisi anak-
anaknya yang kurang aktif, dikarenakan pembinaan di ikhwan kelas
sebelas kurang aktif jadi TKS sulit menentukan pengurusnya selain itu
jadwal praktik yang lebih padat dari pada tahun sebelumnya sehingga
untuk berorganisasi kurang ada waktu”6
6
Dwi ayu, Tim Kerja Sekolah Di SMKN 3 Bandar Lampung, Wawancara, 26 Januari 2017,
Di Musolla SMKN 3 Bandar Lampung.
70
SUSUNAN KEPENGURUSAN
Pembina Rohis
SMAN 8
Ketua
KetuaUmum
Umum TKS Rohis
SMAN 8
Wakil Ketua
Umum
Seketaris Bendahara
Umum Umum
SUSUNAN KEPENGURUSAN
Pembina Rohis
SMKN 3
Wakil Ketua
Umum
Seketaris Bendahara
Umum Umum
1. Visi
2. Misi
Lampung.
Lampung.
g. Membentuk dan mengelola sarana yang kreatif dan inovatif dalam syi‟ar
dan jurnalistik.
organisasi.
dan profesional.7
Lampung, maka misi program kerja sebagai organisasi yang secara integral dan
karenanya program kerja FKAR Bandar Lampung memiliki ruang lingkup program
sebagai berikut:
negara.8
HUMAN
DAKWAH RESOURCE
KEISLAMAN DEVELOPMENT
PEMBINAAN PROGRAM
MORAL KERJA
8
Dokumentasi, Profil FKAR Bandar Lampung.
75
1. Pembinaan Pelajar
pembinaan keorganisasian. Program ini dijalankan oleh beberapa orang yang disebut
dengan TKS (Tim Kerja Sekolah), yang jumlahnya mencapai lebih dari 200 orang
dan tersebar di hampir 45 sekolah se- Bandar Lampung. Semuanya terdiri atas para
Berikut ini program kerja pembinaan pelajar dibagi menjadi dua yakni unit
Program kerja Unit SMP ada dua yakni “Young Generation Top (Yogurt)”
dan “Kajian keremajaan menjadi remaja yang tangguh” . Yogurt ini program yang
sifat-sifat keprajuritan dan kemimpinan. Kajian keremajaan ini agar lebih menarik
dibentuk acara talkshow yang tujuannya membentuk remaja yang dapat membentengi
diri dari godaan di era layar serta memiliki kecerdasan dalam pemanfaatan IPTEK.
Program kerja Unit SMA ada tiga yakni “ Dauroh thulabi”, “Majalah
( Mabit dan Jalsah) Akbar” dan “Rohis Camp”. Dauroh thulabi ini dibuat menjadi 3
tahap ada dauroh thulabi satu sampai tiga dimana tujuan program kerja ini adalah
9
AD dan ART. Bab 2 Azas, sifat, tujuan, kegiatan
76
pemenuhan dan peningkatan skill serta tsaqofah kader pelajar dalam pengelolaan diri
dan jama‟i serta pembentukan kader pelajar andalan dalam aspek keorganisasian dan
Mabit dan jalsah akbar agenda ini diperuntukkan untuk seluruh sekolah
menengah atas yang ada di Bandar Lampung dimana bentuk kegiatan ini adalah
menginap satu hari satu malam dengan berbagai kegiatan didalamnya seperti kajian
hubungan dengan Allah ta‟ala dan kecintaan kepada Rasulullah SAW baik secara
ruhi, fikri maupun „amali, terteladaninya pola hidup Rasulullah SAW dan
memperkuat ukhuwah.10
Rohis Camp ini adalah bentuk kegiatan kemah anak rohis yang diperuntukkan
untuk sekolah menengah atas di Provinsi Lampung tujuan dari program kerja ini
„amal jama‟i. Dihadiri 480 orang peserta dari sekolah menengah atas se-provinsi
Lampung.11
10
Dokumentasi, Program Kerja Pengurus FKAR Bandar Lampung periode 2016-2017.
11
Observasi, Pelaksanaan Rohis Camp oleh FKAR Bandar Lampug, 19-21 Desember 2016,
Di wira garden Batu Putu Lampung.
77
2. Skill Training
entrepreneurship, dan lain sebagainya membuat wilayah ini turut menjadi konsentrasi
FKAR. Tidak hanya itu, kebutuhan pelajar non-Rohis juga harus bisa di handle
dengan baik, seperti motivasi belajar ujian Nasional, tips sukses, motivasi, dan lain
sebagainya serta kebutuhan skill TKS harus tetap diarahkan oleh FKAR.
Berikut ini beberapa program kerja yang berkaitan dengan skill training
PGB (Tim Kerja Sekolah Pengembangan) dengan tujuan menyamakan suhu TKS
PGB dalam peningkatan kafaah TKS, sarana silaturahim antar TKS PGB,
Comunity program ini dibuat untuk anak rohis dan non rohis dikumpulkan dan
kemampuan rohis maupun non rohis secara akademik maupun non akademik serta
branding rohis.
PPK (Pembekalan Persiapan Kelulusan) SMP dan SMA program kerja ini
dirancang guna pemenuhan dan peningkatan skill serta tsaqofah kader pelajar dalam
pengelolaan diri dan jama‟i dan pembentukan kader pelajar andalan dalam aspek
keorganisasian dan dakwah dengan sasaran kader rohis dan non rohis. Sekolah SC (
78
masyarakat dari organisasi ini, maka di tahun 2010 FKAR mengembangkan dua
media massa yang sesuai dengan kebutuhan pelajar, media online dan media cetak.
Media online yang dimaksud adalah jaringan resmi situs personal [Link],
blog, facebook, friendster, dan beberapa situs jejaring sosial yang banyak digunakan.
Berikut ini beberapa program yang berkaitan dengan media online serta
publikasi info kegiatan FKAR/Sekolah update per hari. [Link] dan [Link]
program ini bertujuan terbentuknya produk Web sebagai majalah online untuk
menyebarkan isu-isu dan fikroh islam untuk remaja, sarana publikasi yang memuat
SMS Gateway program kerja ini dalam bentuk sms dan taujih memiliki
12
Dokumentasi, Lokakarya dan LPJ FKAR Bandar Lampung.
13
Observasi, Pelaksanaan Media Online FKAR Bandar Lampung, 2 Januari 2017.
79
tujuan program ini terpublikasinya kegiatan FKAR ke TKS dan Rohis serta sarana
berbicara sesuai dengan realita. Kebutuhan data dan penelitian tidak bisa dihindarkan.
Oleh karena itu, tahun 2010 FKAR telah membentuk sebuah lembaga penelitian
khusus pelajar yang di handle langsung oleh para sarjana dan dibantu oleh lembaga
Adanya rapat pleno, rapat pimpinan dan rapat rutin semua itu dilaksanakan dengan
Back to nature atau refresh FKAR program ini dibuat untuk pengembangan
pantai kalianda. Road to school program ini dengan bentuk silahturahim bertujuan
pengukuhan amar, sarana silaturahim rohis Se Bandar Lampung dan syiar rohis.
Acara ini dihadiri sebanyak 1500 peserta anak rohis terdiri dari sekolah menengah
minimnya sumber dana amat memungkinkan terealisasinya dalam jangka waktu yang
panjang. Oleh karena itu, sebagai katalis FKAR pun berusaha mengelola pelajar-
pelajar dalam bentuk ormas yang mencakup seluruh pelajar se-Bandar Lampung dan
terbentuk.16
Berikut ini beberapa program kerja ormas pelajar dan komunitas yang
untuk mendapatkan pengurus forkapmi yang baru. Forum ini dibuat untuk
14
Dokumentasi, Program Kerja FKAR Bandar Lampung Tahun 2016-2017.
15
Observasi, Pelaksanaan Grand Launching Anggota Muda Rohis, 25 September 2016, Di
Gedung serba guna IAIN Raden Intan Lampung.
16
AD dan ART, Bab 2 Azas, sifat, tujuan, kegiatan .
81
menjembatani FKAR dengan pelajar yang ada di Bandar Lampung dimana mereka
nantinya akan membantu program-program kerja FKAR di lapangan, selain itu juga
Forkapmi tahun 2017 ini sudah dikukuhkan dan dilaksanakan pada tanggal 12
februari 2017 pada pukul 13.00 bertempat di SMP Wiyatama, FKAR telah melantik
50 pengurus hasil seleksi tes wawancara dan tulis untuk SMA se-derajat.17 Sarasehan
FORKAPMI-an.18
agar terus datang bekerja dan memotivasi karyawan untuk mencapai tingkat kinerja
Prestasi dan penghargaan yang di raih oleh FKAR Bandar Lampung sebagai
berikut:
17
Observasi, Pelaksanaan Reor Pengurus Forkapmi Periode 2017, 12 Februari 2017, Di SMP
Wiyatama Bandar Lampung.
18
Dokumentasi, Program Kerja Pengurus FKAR Bandar Lampung periode 2016-2017.
19
John [Link], Robert Konopaske, Perilaku dan Manajemen Organisasi ( Jakarta, PT.
Gelora Aksara Pratama,2006), h.226.
82
Bandar Lampung. Ketua FKAR mengatakan dalam talkshow ini FKAR dan
perpustakaan Unila. Pengurus FKAR khususnya wanita ada enam orang ini
telah berhasil meraih juara satu dalam kompetisi ini. Aspek penilaian
20
Dokumentasi, [Link], diakses pada tanggal 23 Mei 2016.
21
Dokumentasi, Penghargaan FKAR Bandar Lampung.
83
gambar.22
sebagai berikut:
Lampung atas kerja keras nya dalam merekrut anggota rohis terbanyak di
sekolah lain untuk terus aktif dalam organisasi rohis dan mengajak teman-
dilihat dari keaktifan rohis dalam mengikuti kegiatan yang diadakan oleh
FKAR. Rohis SMAN 8 Bandar Lampung ini adalah rohis yang paling
kegiatan FKAR. Salah satu contoh kegiatan besar tahunan FKAR adalah
22
Dokumentasi, [Link], diakses pada tanggal 1 Februari 2017.
84
diucapkan saat beribadah sholat lima waktu dalam sehari. Syahadat sendiri secara
bahasa berarti pernyataan, janji, dan sekaligus sumpah untuk beriman kepada Allah
dan RosulNya dengan membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan serta
(konsisten) dalam diri seorang muslim untuk mengerjakan apa yang sudah menjadi
Dalam rutinitas kehidupan sehari-hari pengurus FKAR ada yang bekerja dan
ada pula yang sebagai mahasiswa. Namun, dengan kesibukan-kesibukan yang mereka
jalankan untuk keduniaan karena sudah tertanam kokoh aqidah dan akhlak yang kuat
dan kewajibannya kepada Sang Pencipta yaitu menunaikan sholat tepat waktu dan
Selain ada yang bekerja di berbagai elemen seperti guru dan karyawan serta
bahkan sampai ada dua kelompok yang dibina yang dilakukan seminggu sekali.
Semua dilakukan dengan seimbang, ibarat teko yang berisi air ketika membina
diibaratkan kita menuangkan air itu dari dalam teko ke sebuah gelas dan untuk
mengisi kembali air itu kedalam teko, pengurus FKAR mempunyai rutinitas untuk
pengajian. Semua itu dilakukan agar selalu berkesinambungan agar teko tersebut
mengadakan program pesantren kilat di bulan ramadhan. Hal ini beririsan dengan
waktunya untuk hal-hal kebaikan dan bermasyrakat. Dalam sepekan pengurus FKAR
sudah dijadwalkan.
Untuk melihat kondisi keagamaan pengurus rohis maka tidak bisa dilepaskan
dari konteks bahwa mereka sudah mengikuti ekskul rohis selama kurang lebih satu
diragukan lagi seperti melaksanakan sholat wajib lima waktu di awal waktu tidak
jarang mereka melakukan sholat sunnah sebagaimana yang Rosul contohkan, seperti
sholat sunnah dhuha, sholat tahajud serta puasa sunnah senin kamis. Selain itu,
kewajiban ibadah selain sholat wajib lima waktu Allah memerintahkan kepada
masjid Al-Furqon. Tidak ada rasa puas dalam belajar agama itu dirasakan oleh
diadakan oleh FKAR, BBQ ( belajar baca Qur‟an) di waktu sekolah dan masih belajar
kepada anggota rohis yang sudah jarang kumpul untuk kembali aktif mengikuti
kegiatan rohis.
a. Visi
b. Misi
a. Visi
b. Misi
pengajian untuk buta huruf Al-Qur‟an rutin setiap minggu. Setiap pekan FKAR
mengadakan pengajian ini untuk adik-adik Rohis buta huruf Al-Qur‟an, FKAR
bimbingan baca Qur‟an, FKAR juga mengajarkan tentang kecakapan hidup dan
berikut:
“Proses pembinaannya itu dia melalui mentoring atau yang disebut dengan
BBQ, nah dirohis itu ada BBQ itu wajib diikuti oleh seluruh anggota rohis
setiap minggunya seminggu sekali. Disitu salah satu sarana tarbiyahnya salah
satu sarana untuk belajar anak rohis tidak hanya belajar baca Qur‟an tapi ada
juga pembahasan materi, belajar menjadi MC, tilawah tahsinnya diperbaiki
disitu sarana untuk pembinaannya. Tidak hanya BBQ ada juga tasqif, jalsah
dan mabit.”27
25
Dokumentasi, Bulletin Pengurus Rohis SMKN 3 Bandar Lampung.
26
Dokumentasi, [Link] diakses pada tanggal 17 Juli 2016.
27
Desliyani, Seketaris Umum FKAR Bandar Lampung periode 2016-2017, Wawancara, 22
Januari 2017, Di Musolla Darul Hikmah Bandar Lampung.
89
yang kurang optimal. Secara tahun ini program pembinaan Rohis se-Bandar
Lampung alhamdulillah berjalan dengan lancar terlihat dari rekrutmen yang
dari tahun ke tahun tidak jauh dari targetan yang FKAR targetkan.”28
Menurut Dwi ayu terkait proses pembinaan yang sudah berjalan di Rohis
SMKN 3 Bandar Lampung berjalan namun tidak semua berjalan terkhusus yang laki-
laki dikelas sepuluh disebabkan waktu masuk sekolah yang tidak serempak maupun
pulang sekolah, ditahun ini jadwal sekolah SMKN 3 Bandar Lampung kelas 11 dan
12 masuk sekolah pagi sedangkan kelas 10 masuk sekolah siang. Hal ini yang
menyulitkan TKS dan pengurus rohis untuk intensif melakukan pembinaan di tahun
ini.
Mabit (Malam Bina dan Taqwa) ikhwan program kerja ini dikhususkan
untuk anggota rohis yang laki-laki. Dalam mabit ikhwan ini mereka menginap di
28
Muarif, Ketua FKAR Bandar Lampung, Wawancara, 5 Februari 2017, Di Musolla SMAN
8 Bandar Lampung.
29
Masdiana, Tim Kerja Sekolah Di SMAN 8 Bandar Lampung, Wawancara, 20 Januari
2017, Di Musolla SMAN 8 Bandar Lampung.
90
masjid sekolah dimana rangkaian acara dalam mabit ini guna mendekatkan diri
kepada Allah SWT. Kajian keislaman yang dipandu oleh para TKS ikhwan, sholat
wajib berjama‟ah, sholat tahajud berjama‟ah sampai olah raga untuk kebugaran fisik
anak rohis. Program kerja mabit ikhwan ini di selenggarakan 2x dalam satu bulan.
tausiyahnya di hari jumat pagi dikelas-kelas secara bergantian. Program ini bertujuan
untuk mengajak , menyeru dalam kebaikan serta ber amar ma‟ruf nahi munkar.
Tasqif Akbar program kerja ini dalam bentuk kajian keislaman yang
dihadiri oleh anak-anak rohis yang berada di Bandar Lampung. Dengan tasqif ini
dibuat bertujuan untuk mempererat tali silahturahim antar anak rohis dari sekolah
kepengurusan.30
bersih Musolla) program kerja ini dibuat untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan
30
Dokumentasi, Program Kerja Kepengurusan Rohis SMAN 8 Bandar Lampung Tahun 2017.
91
musolla. Kegiatan bersih-bersih musollah ini para anggota rohis diberi tugas
bergantian untuk mencuci alat sholat perempuan dan laki-laki. Frekuensi bersih-
Selain itu bidang musolla/ kesekretarian bertanggung jawab atas infaq jumat,
anak-anak rohis bertugas untuk mengambil infaq murid-murid yang ada di SMAN 8
dari kelas ke kelas. Infaq yang terkumpul di peruntukkan untuk kebersihan musolla
dan kegiatan-kegiatan keislaman yang rohis selenggarakan. Infaq jumat yang rohis
koordinir ini sudah disetujui oleh pihak sekolah, sehingga tidak ada kecemburuan
Dalam bidang PSDM anak-anak rohis dilatih sesuai dengan minat dan
bakat yang ada. Bakat yang sudah terlihat di anak-anak rohis SMAN 8 yakni dalam
bidang nasyid, hadroh, qosidah serta dai. Frekuensi latihan dimasing-masing bakat
satu kali dalam seminggu. Dengan pelatih kakak tingkat yang sudah mahir dalam
bidangnya.
Obor ( Olah raga bareng anak rohis) program kerja ini dibuat dengan
tujuan kebugaran fisik anak-anak rohis, menambah spirit dalam kegiatan, dan
31
Dokumentasi, Program Kerja Kepengurusan Rohis SMAN 8 Bandar Lampung Tahun 2017.
92
sepak bola, senam, dan bulu tangkis. Frekuensi program kerja ini dilaksanakan satu
Program kerja dalam bidang dana usaha semuanya dalam bentuk mencari
dana untuk membantu disetiap agenda yang dilaksanakan rohis SMAN 8 Bandar
Lampung. Program rutin yang dilaksanakan setiap hari yakni “Jualan Keliling”
anggota dana usaha bekerjasama dengan produsen makanan ringan untuk dijualkan
kembali dengan untung beberapa persen, makanan ini dijual kepada murid-murid
moment besar seperti perlombaan atau agenda besar lainnya. Program ini dibuat
untuk mencari tambahan dana dan melatih jiwa kewirausahaan dalam diri anak-anak
5. Bidang Kominfo
Arahan kerja bidang ini adalah untuk memperluas jaringan hubungan rohis
SMAN 8 dengan rohis-rohis sekolah lainnya. Bentuk nyata program kerjanya yakni
STAR ( Silahturahim antar Rohis) program ini dibuat untuk saling tukar fikiran untuk
kemajuan rohis serta mempererat ukhuwah islamiyah. Dalam agenda ini rohis SMAN
32
Dokumentasi, Program Kerja Kepengurusan Rohis SMAN 8 Bandar Lampung Tahun 2017.
33
Dokumentasi, Program Kerja Kepengurusan Rohis SMAN 8 Bandar Lampung Tahun 2017.
93
8 mengundang beberapa rohis dari sekolah lain untuk hadir dalam Star. Pada tanggal
5 februari 2016 agenda star dilaksanakan dengan 29 orang yang hadir. Frekuensi
Metis ( mading rutin Rohis ) program kerja ini diadakan rutin perbulan
keislaman dan sebagainya. Mading ini khusus dibuat oleh anggota rohis sebagai
media komunikasi tertulis selain itu melatih kreativitas anak-anak rohis dalam
6. Bidang Keputrian
tentang kewanitaan, fiqih wanita dan lain sebagainya. Jalsah akbar dihadiri oleh
beberapa rohis dari sekolah lain di Bandar Lampung. Hari Ibu , bidang keputrian
membuat program ini dengan kreasi membuat bunga dan dibagikan kepada ibu-ibu
34
Observasi, Pelaksanaan Silahturahim Antar Rohis, 5 Februari 2017, Di Musolla SMAN 8
Bandar Lampung.
35
Dokumentasi, Program Kerja Kepengurusan Rohis SMAN 8 Bandar Lampung Tahun 2017.
36
Dokumentasi, Program Kerja Kepengurusan Rohis SMAN 8 Bandar Lampung Tahun
2017.
94
1. Komunikator
komunikator dalam hal ini TKS (Tim Kerja Sekolah) sebagai komunikator sekaligus
seorang Da‟i dalam membina anak-anak Rohis. Yang harus diperhatikan oleh TKS
berkomunikasi.
dikarenakan TKS berhubungan langsung baik dengan kepala sekolah ataupun guru
terlebih kepada adik-adik rohis. Salah satunya kepada kepala sekolah atau guru harus
mempunyai sopan santun dan akhlak yang baik karena TKS posisi nya bukan lagi
warga inti sekolah jadi untuk keluar masuknya ke sekolah harus memperoleh
perizinan dari pihak sekolah ketika kepribadian TKS sudah dikenal baik oleh pihak
sekolah maka pihak sekolah akan menerima dengan baik TKS untuk membina
sedangkan untuk komunikan atau anak-anak rohis, mereka melihat TKS ketika TKS
nya itu bagus mereka akan mencontoh kalaupun tidak bagus juga akan dicontoh jadi
TKS sebagai seorang Da‟i harus pintar bersikap yang baik karena pada dasarnya
“Untuk kredibilitas TKS kita ketahui bahwasannya TKS itu sebagai sosok
pembina di sekolah masing-masing sehingga tentu ada pembeda antara
seorang TKS dengan yang dibina. Khususnya kita di bagian pembinaan
pelajar otomatis yang harus dimiliki seorang TKS yaitu terkait kemampuan
dalam menyampaikan sesuatu baik itu terkait keagamaan maupun terkait
psikologis yang dibina. Untuk TKS itu sendiri diharapkan memang perlu
adanya tambahan-tambahan muatan yang dimiliki misalnya pengetahuan
keagamaannya, pengetahuan terkait psikologis pelajar oleh karena itu, TKS
diharapkan mampu mencari muatan-muatan atau ilmu-ilmu seperti
mengikuti kajian-kajian dari FKAR Bandar Lampung maupun dari
beberapa pengajian yang lain kemudian bisa melalui referensi buku bacaan
dan lain sebagainya.”37
rohis yang sekarang berada di universitas Islam dan Universitas Negeri atau berada
di lembaga keislaman. Di antara mereka adalah Riska Aprilia, mahasiswi yang duduk
di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dan merupakan alumni rohis
Selain itu, Muarif, [Link] adalah ketua FKAR yang merupakan karyawan
[Link]. Prima Kalianda Team Research and Probiotic, alumni rohis SMAN 8
Bandar Lampung ditahun 2009 dan alumni kader FOSSI ( rohisnya kampus) tingkat
pengabdian masyarakat.
Universtas Islam Negeri Raden Intan Lampung, pernah menjabat sebagai ketua
bidang keputrian di Unit kegiatan mahasiswa badan pembinaan dakwah UIN Raden
37
Muarif, Ketua FKAR Bandar Lampung, Wawancara, 1 maret 2017, lewat handphone.
97
Intan Lampung. Selanjutnya Dwi ayu seorang TKS SMKN 3 Bandar Lampung,
memiliki akhlak yang baik tercermin dari tingkah laku sehari-hari serta memiliki
2. Pesan
Pesan dalam hal ini adalah materi-materi yang diberikan oleh TKS atau
FKAR dalam membina rohis dipilih sedemikian rupa agar pesan yang disampaikan
tepat sasaran dan mudah diterima. Hal ini mengingat psikologis remaja berbeda
dengan orang dewasa. Mereka tergolong baru mencari jati dirinya lewat pembinaan
ini FKAR mampu membantu anak-anak rohis yang tergolong remaja ini agar
menemukan jati diri kearah yang baik dan membentuk kepribadian yang berbudi
luhur.
Bagi TKS dan FKAR sendiri, membangun pondasi keimanan seseorang itu
harus diutamakan dan mendapat perhatian khusus. Apalagi anak-anak rohis yang
latar belakang orangtua nya yang awam tentang agama. Sudah menjadi kewajiban
TKS untuk membina, memberikan asupan tentang keimanan kedalam diri anak-anak
rohis. Jika pondasi ini rapuh karena ajaran yang diterima dan diamalkannya berasal
dari sumber yang salah, maka bangunan itu akan runtuh secara keseluruhan.
Sebaliknya jika pondasi ini kokoh kuat maka akan membentengi keimanan anak-anak
rohis ini.
Untuk itu TKS memberikan materi-materi dasar dan inti yang sudah
dirancang secara khusus. Sumber dan cara yang dijalankan oleh TKS dan FKAR ini
98
adalah berdasarkan pada kitab suci Al-Qur‟an dan Al-Hadist, tidak jarang muatan-
muatan materi ini didapat melalui kajian-kajian keislaman yang diselenggarakan oleh
akhlak kepada kaum muslim, fastabiqul khoirot dan lain-lain. Selanjutnya materi
keislaman seperti dzikrul maut, keutamaan sabar, siroh nabawiyah dan lain-lain.
a) Aqidah
dan Allah benar-benar baik dan sesuai syariat. Dalam materi aqidah ini dibagi lagi
mengetahui bacaan Qur‟an binaan dengan benar ketika bacaan Qur‟an sudah
ketenangan dan ketentraman jiwa dengan aqidah memberikan jawaban yang pasti
paham tentang bacaan Qur‟an yang benar maka selanjutnya harus diyakini oleh
makna syahadat didalam hidupnya sebagai orang yang beragama Islam. Dijelaskan
bahwa kandungan dan makna syahadat adalah sebuah pernyataan, janji dan sumpah
sebagai umat muslim untuk beribadah hanya kepada Allah dan mengikuti sunnah-
99
b) Akhlak
dirinya dari perbuatan yang dilarang Sang PenciptaNya dan berusaha menghias
akan terhindar dari pergaulan modern ala kebaratan yang tidak sesuai dengan aturan
labil mencari jati dirinya tanpa dibentengi dengan pengetahuan akhlak yang Islami
maka mereka akan terbawa arus jaman yang serba modern ala kebarat-baratan.
Seperti akhlak nabi yaitu akhlakul karimah yang menjadi percontohan dalam setiap
materi yang disampaikan dalam membina anak-anak rohis. Materi akhlak itu
meliputi: Birrul walidain, akhlak kepada Allah, akhlak, akhlak kepada rasul, akhlak
c) Keislaman
Sesuai dengan definisi Islam yang menunjuk kepada penyerahan diri, baik lahir
maupun batin kepada Allah SWT. Menurut Masdiana motivasi yang sering diberikan
100
kepada pengurus rohis adalah lebih semangat dalam berorganisasi terus yang sabar
terkadang mereka ada beda pendapat dan pendapatnya itu harus diikutin jadi
motivasi yang saya berikan semua keputusan harus dilakukan dengan musyawarah
dan bersabar.”38
nabawiyah, sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, taubat. Materi-materi ini
3. Media
komunikator menyampaikan suatu pesan dan informasi. Dalam hal ini TKS
rohis bertemu tatap muka melakukan pembinaan. Menurut Masdiana media dalam
membina anak-anak rohis agar lebih menarik yaitu dengan media menonton film,
lewat media menonton ini pesan atau materi yang disampaikan akan lebih cepat
yang ingin FKAR sampaikan kepada anak-anak rohis. Hal ini disebabkan dengan
38
Masdiana, Tim Kerja Sekolah Di SMAN 8 Bandar Lampung, Wawancara, 20 Januari
2017, Di Musolla SMAN 8 Bandar Lampung.
101
penyesuaian jaman yang semakin meluas di teknologi sehingga tanpa melakukan itu
4. Penerima
Penerima bisa disebut komunikan atau bisa disebut audiens dan mad‟u,
dalam hal ini komunikan FKAR adalah anak-anak rohis sebagai binaan pelajar di
Bandar Lampung. Anak-anak rohis merupakan sasaran yang tepat sebagai penerima
pesan dari komunikator dalam hal ini adalah TKS. Dalam membina, TKS membagi
tersampaikan dengan efektif. Satu kelompok diisi oleh 8- 10 orang dengan satu TKS
sebagai komunikator.
berbagai media, maka yang diharapkan seorang TKS sebagai komunikator adalah
efek atau feedback, timbal balik dan pengaruh pesan yang disampaikan terhadap diri
penerima dalam hal ini adalah anak-anak rohis. Tujuan pembinaan keagamaan
menurut Al-Qur‟an dan Hadist bukan hanya sekedar mengajarkan atau memberikan
pembinaan, merasa malu jika tidak sholat berjama‟ah dimasjid walaupun tidak ada
yang menegur dirinya sekalipun. Lewat kegiatan malam bina taqwa dengan teman-
102
teman rohis, ibadahnya pun tidak pernah terlalaikan lagi.39 Selanjutnya Marni
sudah mulai mengenakan hijab syar‟i kemudian tidak lagi meninggalkan sholat wajib
Pengaruh efek dari pembinaan ini dirasakan juga oleh pengurus rohis SMKN
3 Bandar Lampung, menurut titik bahwa ada semangat tersendiri menjadi anak rohis
untuk tidak meninggalkan sholat wajib, dalam mengaji lebih banyak memperbaiki
serta berpakaian menjadi lebih rapih.41 Lain halnya dengan saras dirinya merasa lebih
Tidak hanya berpengaruh untuk anak-anak rohis namun dalam membina ini
berikut:
39
[Link] Mukhlas, Ketua Umum Rohis periode 2016-2017 Di SMAN 8 Bandar Lampung,
Wawancara, 21 Januari 2017, Di Ruang Kelas SMAN 8 Bandar Lampung.
40
Sumarni, Bendahara Rohis periode 2016-2017 Di SMAN 8 Bandar Lampung, Wawancara,
21 Januari 2017, Di Ruang Kelas SMAN 8 Bandar Lampung.
41
Titik, Seketaris Umum Rohis periode 2014-2015 Di SMKN 3 Bandar Lampung,
Wawancara, 26 Januari 2017, Di Kantin SMKN 3 Bandar Lampung.
42
Saras, Seketaris Bidang Dana Usaha Rohis periode 2014-2015 Di SMKN 3 Bandar
Lampung, Wawancara, 26 Januari 2017, Di Kantin SMKN 3 Bandar Lampung.
103
pernah kita terima dari instansi atau sekolah ataupun nama pribadi tidak
membawa nama sekolah saat kita mengadakan agenda besar.”43
FKAR nantinya.
Transaksional
pengurus rohis dilakukan secara rutin seminggu sekali. Tidak dipungkiri selain
komunikasi yaitu handphone kepada pengurus rohis agar terjalin komunikasi yang
intensif.
membina rohis adalah anak-anak rohis berubah bukan sedekar berubah dari ilmu
pengetahuan yang semakin bertambah namun akhlak yang baik seperti yang
rohis SMAN 8 mengungkapkan bahwa dirinya sudah mulai mengenakan hijab syar‟i
kemudian tidak lagi meninggalkan sholat wajib dan belajar menunaikan sholat
43
Desliyani, Seketaris Umum FKAR Bandar Lampung periode 2016-2017, Wawancara, 22
Januari 2017, Di Musolla Darul Hikmah Bandar Lampung.
104
sunnah.44 Sedangkan menurut seketaris umum rohis SMKN 3 mengakui bahwa ada
semangat tersendiri menjadi anak rohis untuk tidak meninggalkan sholat wajib, dalam
penerima. Jalannya BBQ pada anak rohis SMAN 8 Bandar Lampung adanya proses
serempak. Penerima pesan yaitu anak rohis tidak merespons dengan cepat. Ketika
menjawab pertanyaan. Masih terlihat kebingungan diraut wajah anak-anak rohis, pada
Komunikasi FKAR dalam hal ini melibatkan TKS untuk membina rohis
nonsekuensial itu berjalan dua-arah, karena anak-anak rohis yang kita anggap sebagai
pendengar atau penerima pesan sebenarnya juga menjadi pembicara atau pemberi
pesan pada saat yang sama, yaitu lewat perilaku nonverbal mereka dengan ditandai
beberapa sirkuler.
44
Sumarni, Bendahara Rohis periode 2016-2017 Di SMAN 8 Bandar Lampung, Wawancara,
21 Januari 2017, Di Ruang Kelas SMAN 8 Bandar Lampung.
45
Titik, Seketaris Umum Rohis periode 2014-2015 Di SMKN 3 Bandar Lampung,
Wawancara, 26 Januari 2017, Di Kantin SMKN 3 Bandar Lampung.
46
Observasi, Pelaksanaan BBQ, 27 Januari 2017, Di Musolla SMAN 8 Bandar Lampung.
105
yaitu anak-anak rohis, TKS sering menerima perilaku nonverbal dari mereka berupa
tatapan mata yang tidak bersemangat, ada yang menahan rasa kantuk, bahkan
ekspresi yang seakan mereka sedang dilanda banyak masalah. Secara tidak sadar
anak-anak rohis pemberi pesan nonverbal mereka pada saat TKS memberi materi.
Adanya umpan balik saat pemberian materi tersebut, menyadari pesan nonverbal
yang diterima TKS pun kembali mensiasati kondisi tersebut dengan diselingi games
8. Komunikasi Vertikal
Dalam hal ini komunikasi antara pengurus FKAR dengan pengurus Rohis
FKAR dengan anggota rohis terkhusus pengurus rohis SMAN 8 Bandar Lampung
berjalan baik sebagaimana yang diungkapkan oleh ketua rohis SMAN 8 Bandar
Lampung:
masalah internal yang ada didalam rohis SMAN 8 sebagaimana keterangan sebagai
berikut:
47
Masdiana, TKS SMAN 8 Bandar Lampung, Wawancara, 24 Maret 2017.
48
M. Anang Mukhlas, Ketua Rohis periode 2016-2017 Di SMAN 8 Bandar Lampung,
Wawancara, 20 Januari 2017, Di Musolla SMAN 8 Bandar Lampung.
106
itu pernah Cuma saya belum tau tiba-tiba sudah selesai kemungkinan itu
karena TKS, masalah pemahaman itu TKS yang turun langsung”.49
kurang aktif di kegiatan-kegiatan rohis hal ini TKS memberikan solusi dan nasihat
“Setiap ada masalah pasti kita cerita ke TKS nya dan TKS memberikan
solusi dan nasihat seperti ada beberapa pengurus yang kurang aktif kita
kasih ke mereka supaya aktif lagi sebelum itu TKS sudah memberikan
nasihat bahwa nanti ketika kepengurusan kalian akan ada masalah-
masalah, anggotanya kayak gini kayak gitu yang penting kalian tetep
istiqomah”. 50
49
M. Anang Mukhlas, Ketua Rohis periode 2016-2017 Di SMAN 8 Bandar Lampung,
Wawancara, 20 Januari 2017, Di Musolla SMAN 8 Bandar Lampung.
50
Sumarni, Bendahara Rohis periode 2016-2017 Di SMAN 8 Bandar Lampung, Wawancara,
21 Januari 2017, Di Ruang Kelas SMAN 8 Bandar Lampung.
51
M. Anang Mukhlas, Ketua Rohis periode 2016-2017 Di SMAN 8 Bandar Lampung,
Wawancara, 20 Januari 2017, Di Musolla SMAN 8 Bandar Lampung.
107
Salah satu unsur – unsur komunikasi yaitu efek atau feedback dimana
pengirim pesan komunikasi menerima timbal balik atau pengaruh dari penerima
“Disini TKS sama sekali tidak dapat fee dari sekolah ataupun FKAR,
kalau untuk feedback dari ade-adenya alhmdulillah bukan karena kita ya
memang semua di gerakkan sama Allah ya tadi ada yang awalnya belum
pakai jilbab sekarang pakai jilbab setelah jadi pengurus, yang tadinya
jilbabnya agak kecil sekarang sudah lebar menutup dada itu untuk yang
perempuan. Kalau untuk yang laki-laki berubah jadi lebih tanggung jawab
dengan ibadah dan progja-progja mereka.”52
Bandar Lampung pada tahun ini berjalan baik menurut Titik bahwa setiap minggu
rutin BBQ dengan TKS hal ini yang membuat rohis terpantau serta jalannya
silahturahim.53 Adapun komunikasi lain yang dilakukan pengururus FKAR atau TKS
adalah dalam bentuk kerjasama antara pengurus rohis SMKN 3 Bandar Lampung
“Sering banget melakukan kerjasama seperti acara untuk adik kelas acara
rujak party, games, outbond dan lain-lain mba. Ada juga rihlah tapi ini
belum terlaksana karena masalah waktu dengan adik-adik yang belum
ketemu.”54
komunikasi lainnya yang dilakukan pengurus FKAR atau TKS kepada rohis SMKN 3
Bandar Lampung adalah dengan cara melakukan musyawarah disetiap masalah yang
52
Masdiana, Tim Kerja Sekolah Di SMAN 8 Bandar Lampung, Wawancara, 20 Januari
2017, Di Musolla SMAN 8 Bandar Lampung.
53
Titik, Seketaris Rohis periode 2014-2015 Di SMKN 3 Bandar Lampung, Wawancara, 26
Januari 2017, Di Kantin SMKN 3 Bandar Lampung.
54
Saras, Seketaris Bidang Dana Usaha periode 2014-2015 Di SMKN 3 Bandar Lampung,
Wawancara, 26 Januari 2017, Di Kantin SMKN 3 Bandar Lampung.
108
berikut:
“Sering mba waktu kita bener-bener ada masalah kita langsung ke TKS
bilang kak kita ada masalah ini gimana cara menyelesaikannya kami
sama-sama sharing masalah rohis ini gimana kedepannya”.
Hambatan dan kendala di sebuah organisasi pasti ada begitu pun kendala
saat pembinaan atau berkomunikasi tatap muka dengan para TKS, sebagaimana
9. Komunikasi Horizontal
mencapai tujuan kerja yang sesuai dengan bidang nya masing-masing, ketua FKAR
berikut:
“Setiap bulan kita ada program rapat pimpinan ya itu untuk kepala
bidang- kepala bidang sedangkan untuk pengurus secara keseluruhan
biasanya kita laksanakan 2 bulan sampai 3 bulan sekali sedangkan untuk
kepala bidang sebulan sekali. Secara struktur itu ada intruksi dari saya
55
Dwi Ayu, Tim Kerja Sekolah Di SMKN 3 Bandar Lampung, Wawancara, 26 Januari 2017,
Di Musolla SMKN 3 Bandar Lampung.
109
untuk sebulan sekali tapi secara koordinasi tidak mesti sebulan sekali ya
bisa 2 minggu sekali atau 3 minggu sekali bahkan jika dibutuhkan untuk
koordinasi mendadak itu kita lakukan ya atau memang seandainya ada
program kerja yang akan dilaksanakan dekat-dekat hari ini maka kita
akan melakukan koordinasi itu”.56
arus data yang akan melayani komunikasi organisasi dan proses interkomunikasi
dalam beberapa cara. Dia memperkenalkan tiga sistem komunikasi dalam organisasi
yaitu pertama, berkenaan dengan kerja organisasi seperti data mengenai tugas-tugas
“Karena kita sudah ada program kerja otomatis kita ada pembahasan
terkait untuk melaksanakan program kerja itu, kita ada rapat pimpinan
yang dilaksanakan sebulan itu dua kali ada juga rapat pleno yang dihadiri
oleh seluruh pengurus FKAR itu dilaksanakan sebulan sekali selebihnya
masing-masing departemen maupun presedium dia melaksanakan rapat
merancang kinerja-kinerja nya itu selama sepekan sekali, hal tersebut
bukan bentuk perintah namun merupakan kewajiban agar memaksimalkan
kerjanya jadi memang harus dipersiapkan.”57
pengurus FKAR guna menambah keahlian, wawasan, dan tanggung jawab atas
56
Muarif, Ketua FKAR Bandar Lampung, Wawancara, 5 Februari 2017, Di Musolla SMAN
8 Bandar Lampung.
57
Desliyani, Seketaris Umum FKAR Bandar Lampung periode 2016-2017, Wawancara, 22
Januari 2017, Di Musolla Darul Hikmah Bandar Lampung.
110
amanah yang diemban selama kepengurusan di FKAR ini. Hal ini biasa dilakukan
“Untuk FKAR sendiri pada prinsipnya tetap ada pelatihan biasanya kita
sebut orientasi pengurus ya baik itu di indoor maupun di outdoor, jadi
biasanya setelah pelantikan kita adakan orientasi pengurus yang mana
pesertanya itu seluruh pengurus FKAR termasuk presedium, kepala
bidang-kepala bidang dan anggotanya biasanya kita adakan 2 hari di akhir
pekan sabtu minggu karena kondisinya dihari itu mereka libur bekerja dan
kuliah. Dan sedangkan untuk ada beberapa bidang juga yang mengadakan
pelatihan sendiri internal bidang sewaktu ketika mereka membutuhkan
contohnya seperti departemen humas ya, humas itu kita berikan pelatihan
tersendiri khusus untuk bidang humas seperti pelatihan tentang
kemediaan, jurnalistik dan sebagainya. Begitu pun dengan bidang lain
jika memungkinkan kita untuk training untuk bekal bidangnya sendiri
maka kita laksanakan.”58
atau kendala, mengingat semua pengurus FKAR terdiri dari banyak elemen seperti
yang sudah bekerja dan yang masih kuliah. Sebagaimana keterangan sebagai berikut:
58
Muarif, Ketua FKAR Bandar Lampung periode 2016-2017, Wawancara, 5 Februari 2017,
Di Musolla SMAN 8 Bandar Lampung.
111
pengurus FKAR itu membina ke sekolah-sekolah dan itu tidak hanya satu
kelompok ada yang dua sampai tiga kelompok. Tapi itu semua bisa
dikondisikan di pengurusan FKAR.”59
pengurus yang berbeda-beda, semua ini ternyata FKAR punya cara untuk
“Kesulitan pasti ada yang sulit untuk mengatur jadwal rapat rutin atau
yang hadir semua dalam setiap agenda itu pasti ada karena ya tadi mereka
punya kewajiban tersendiri yang mahasiswa mungkin dengan tugasnya
sebagai seorang mahasiswa, yang pegawai mungkin bisa ada waktu nya di
weekend tapi kita mengantisipasinya dengan sosial media ya kita
mempergunakan itu kita punya whatsApp, ada grup pengurus, nah
mungkin sering lebih berkoordinasinya disitu.”60
berpengaruh kepada pimpinan baik itu diserahkan oleh bawahan atau diputuskan
secara sepihak , banyak tipe kepemimpinan dalam sebuah organisasi. Dalam hal ini
ketua FKAR melibatkan pengurus yang lain untuk memutuskan suatu keputusan yaitu
59
Muarif, Ketua FKAR Bandar Lampung periode 2016-2017, Wawancara, 5 Februari 2017,
Di Musolla SMAN 8 Bandar Lampung.
60
Desliyani, Seketaris Umum FKAR Bandar Lampung periode 2016-2017, Wawancara, 22
Januari 2017, Di Musolla Darul Hikmah Bandar Lampung.
112
kita akan undang semua kepala bidang atau biasa kita sebut kepala
departemen.”61
Dalam sebuah organisasi akan ada pembagian kerja semua itu akan
bekerja sesuai dengan apa yang dibidangnya. Pimpinan mempunyai arahan kerja yang
berbeda dengan yang lainnya, begitu pun bidang satu dengan yang lain mempunyai
kebijakan bahwa ada yang harus dilaksanakan dan ada yang tidak boleh sehingga
jarang dari pengurus FKAR yang melakukan diluar instruksi pimpinan FKAR.62
61
Muarif, Ketua FKAR Bandar Lampung periode 2016-2017, Wawancara, 5 Februari 2017,
Di Musolla SMAN 8 Bandar Lampung.
62
Muarif, Ketua FKAR Bandar Lampung periode 2016-2017, Wawancara, 5 Februari 2017,
Di Musolla SMAN 8 Bandar Lampung.
113
BAB IV
Pada bab ini akan menjelaskan mengenai bab sebelumnya. Pada bagian
(FKAR).
A. Beberapa Temuan
Forum Kerjasama Alumni Rohis (FKAR) Untuk Membina Rohis Se-Kota Bandar
pelajar yang dilatarbelakangi oleh realita remaja Indonesia khususnya remaja sang
bumi ruwa jurai yang semakin memperhatinkan dari hari ke hari, demoralisasi
akhlak yang lekat terjadi di setiap lini jenjang pendidikan menghancurkan pemuda
bangsa tidak hanya pelajar SMA, dan SMP namun juga kepada pelajar SD. Sebuah
sebagai generasi penerus peradaban, terlebih lagi untuk negeri yang berpenduduk
mayoritas muslim.
pertemuan yang digagas itu pertengahan 1998 itu akhirnya membuahkan hasil.
dipilih sebagai cover organisasi yang menaungi semua sumberdaya alumni Rohis.
Dalam skup organisasi, FKAR menganggap bahwa Rohis adalah wadah yang
Dilihat dari visi FKAR yang menjadikan lembaga dakwah sekolah yang kokoh dan
2. Setelah dibuat berbagai departemen tidak lupa pula FKAR memilih nahkoda untuk
dan departemen pengembangan rekrutmen pada tahun ini mendekati target tujuan
FKAR dalam muatan banyaknya anak rohis yang sudah direkrut dan sekolah-
yang dirancang oleh departemen pembinaan pelajar salah satunya adalah BBQ (
makhroj dan tajwid yang benar dan mengajarkan tentang kecakapan hidup dan
3. Melihat kondisi program BBQ yang dilaksanakan oleh FKAR maka alumni rohis
anak rohis, FKAR menyebutnya dengan TKS ( Tim kerja Sekolah). Dimana TKS
penyampaian materi seperti kredibilitas seorang TKS yang menjadi contoh yang
baik, memiliki pengetahuan yang luas tentang keislaman dan sikap yang lemah
kepentingan psikologis anak-anak rohis dimana umur mereka yang rata-rata masih
remaja. Materi pokok yang disampaikan TKS menyangkut aspek aqidah, akhlak
dan keislaman. Metode penyampaian materi selain dengan BBQ, FKAR juga
dari luar yang memang berkompeten dalam menyampaikan materi yang berkaitan
tatap muka kepada pengurus rohis dilakukan secara rutin seminggu sekali. FKAR
membina rohis, FKAR dapat merubah anak-anak rohis melalui komunikasi bukan
sedekar berubah dari ilmu pengetahuan yang semakin bertambah namun akhlak
serempak. Penerima pesan yaitu anak rohis tidak merespons dengan cepat.
point ini komunikasi TKS dengan anak-anak rohis berjalan dua arah. Dimana
anak-anak rohis bukan sedekar pendengar atau penerima pesan namun mereka
juga termasuk pemberi pesan kepada TKS. Dalam kondisi anak-anak rohis merasa
kantuk, tidak fokus itu merupakan perilaku nonverbal yang memberi isyarat pesan
kepada TKS bahwa mereka belum siap menerima materi, sehingga TKS
8. Upaya dakwah Forum Kerjasama Alumni Rohis (FKAR) yang dilakukan melalui
yang menjaga aqidah dan memelihara akhlaknya agar semakin kokoh dan mampu
menghadapi setiap godaan yang terus menghampiri dari luar dirinya. Terlebih dari
kemajuan teknologi yang semakin modern serta memiliki link dalam mensuport
agenda besar.
117
Membina Rohis
temuan yang didapat dengan teori yang relevan, agar diperoleh kesimpulan yang
benar. Dilihat dari sasaran dakwah yang menjadi studi kasus dalam penelitian ini
yaitu Membina Rohis se- Kota Bandar Lampung memiliki beberapa strategi
dengan cara merumuskan program kerja dengan baik, dan program kerja tersebut
kerja yang mereka lakukan seperti: BBQ ( Bimbingan Baca Qur’an), jalsah ruhiyah,
membina rohis. Hal ini sesuai dengan teori Organisasi sebagai sistem kerjasama yaitu
(FKAR) sebelumnya sebagaimana yang telah penulis paparkan pada BAB III bahwa
organisasi ini melakukan pembinaan pelajar dengan melihat masalah dekadensi moral
di kalangan pelajar yang realitanya remaja Indonesia khususnya remaja sang bumi
ruwa jurai yang semakin memperhatinkan dari hari ke hari. Sehingga para alumnus-
alumnus rohis yang mengadakan musyawarah besar dan tercetus untuk membuat
wadah pembinaan pelajar. Dan mulai saat itu, FKAR lebih memprioritaskan pada
sekolah masing-masing biasa disebut TKS ( Tim Kerja Sekolah) dengan membina
anak-anak rohis dengan bekal pengetahuan keislaman yang sudah matang didapat
dari pembekalan yang dilakukan FKAR berupa kajian keislaman, dan referensi buku.
ummat dengan sasaran program terciptanya kualitas pelajar dan pemuda Indonesia
rohis.
119
anak-anak rohis bukan sedekar berubah dari ilmu pengetahuan yang semakin
bertambah namun akhlak yang baik seperti yang dialami oleh bendahara umum rohis
SMAN 8 dan seketaris umum rohis SMKN 3 Bandar Lampung bahwa mereka sudah
mulai mengenakan pakaian menurut aurat dengan hijab syar’i, tidak lagi
meninggalkan sholat wajib dan menambah sholat sunnah serta meruntinkan dalam hal
itu berjalan dua-arah, anak-anak rohis yang kita anggap sebagai pendengar atau
penerima pesan sebenarnya juga menjadi pembicara atau pemberi pesan pada saat
yang sama, yaitu lewat perilaku nonverbal mereka dengan ditandai adanya umpan
balik saat pemberian materi dimana TKS sering menerima perilaku dari mereka
berupa tatapan mata yang tidak bersemangat, ada yang menahan rasa kantuk, bahkan
pada saat TKS memberi materi, sehingga TKS memahami dan kemudian memberikan
selingan permainan yang membuat binaan kembali fokus (lihat Bab III hal.105). Saat
pertanyaan dilontarkan kepada binaan, ada kalanya mereka tidak bisa menjawab atau
merespons berbagai pertanyaan tersebut. Oleh karena itu, tidak jarang TKS kembali
mengulang dan memperjelas materi yang disampaikan (lihat Bab III hal. 104).
dalam kepemimpinan FKAR untuk membina rohis ada beberapa yang sejalan dengan
120
teori yang dinyatakan oleh Deddy Mulyana, yaitu terdapat 3 (tiga) sifat dalam proses
yang sama dua kali”. Ketika kita menyeberangi sungai untuk kedua kali,
ketiga kali dan seterusnya pada hari yang lain, maka sesungguhnya
penyeberangan itu bukanlah fenomena yang sama. Kita sendiri sudah berubah,
dari segi usia lebih tua, dari pengalaman juga lebih meningkat.
perilakunya). Ada orang yang perubahannya sedikit demi sedikit dari waktu
ada juga orang yang berubah secara tiba-tiba, misalnya cuci otak atau
konversi agama.
kepada seseorang lainnya atau kepada sekelompok orang seperti dalam rapat
yang kita anggap sebagai pendengar atau penerima pesan sebenarnya juga
menjadi pembicara atau pemberi pesan pada saat yang sama, yaitu lewat
Dalam hal ini ada satu teori yang tidak sejalan dalam proses komunikasi
kita tidak menyandi pesan, lalu menunggu untuk menyandi balik respons orang lain.
Hal tersebut dilakukan pada saat yang hampir bersamaan ketika berkomunikasi.
sebagaimana diungkapkan dalam teori di Bab II. Pertama, membina yang dilakukan
oleh para TKS sebagai komunikator dalam meningkatkan pengetahuan Islam dan
akhlak anak-anak rohis se-Kota Bandar Lampung. Sebagaimana data yang penulis
dapatkan bahwa dalam membina, TKS memerlukan kredibilitas yang tinggi guna
untuk memberikan contoh yang baik kepada anak-anak rohis dan membangun
prosesual yang dilakukan secara rutin dalam seminggu sekali. Ketiga, berjalannya
pembinaan yang dilakukan adanya perubahan sedikit demi sedikit dari binaan
berdasarkan wawancara pada Bab III bukan hanya perubahan pengetahuan terlebih
nonsekuensial sirkuler komunikasi itu berjalan dua-arah karena orang-orang yang kita
anggap sebagai pendengar atau penerima pesan sebenarnya juga menjadi pembicara
122
atau pemberi pesan pada saat yang sama, yaitu lewat perilaku nonverbal mereka.
Berdasarkan wawancara (lihat Bab III hal.105) TKS sebagai pemberi pesan menerima
pesan dari binaan lewat perilaku berupa ekspresi kantuk, tidak fokus dan lainnya.
Sehingga hal tersebut membuat TKS mencoba memahami dengan cara menyelingi
encoding dan decoding. Proses decoding ini tidak berjalan baik yang seharusnya
dapat direspon dengan cepat oleh binaan namun TKS kembali memperjelas materi
baik maka pimpinan FKAR menggunakan kekuasaan nya dengan efektif sehingga
sekolah untuk bekerja dan berkarya lebih baik melalui reward power sebagaimana
teori yang terdapat pada BAB II halaman 35 terlihat dari FKAR memberikan
membina berjalan lancar dilihat rekrutmen yang dari tahun ke tahun tidak jauh dari
targetan yang FKAR targetkan. FKAR hanya mengevaluasi para TKS bagaimana
kinerja mereka dalam pembinaan pelajar Bandar Lampung, seandainya ada masalah,
123
Dari hasil yang telah dikonfirmasikan dengan teori yang relevan, maka
disimpulkan bahwa berdasarkan teori yang ada penulis pahami bahwa keberhasilan
membina bisa dilihat dari menonjolnya tujuan Agama dan akhlak mulia serta
pengembangan terhadap segala aspek pribadi sasaran dari segi intelektual, psikologis,
dapat dilihat dari misi organisasi FKAR yang pertama (lihat Bab III hal. 72) tentang
merujuk pada teori pada Bab II hal. 56 bahwasanya tujuan pembinaan keagamaan
menurut Al-Qur’an dan Hadist bukan hanya sekedar mengajarkan atau memberikan
pengetahuan tentang baik dan buruk. Melainkan upaya praktik dalam pembiasaan,
baik menurut ajaran Islam kedalam diri seseorang secara utuh, terpadu dan seimbang
dan tentang unsur-unsur komunikasi salah satunya yaitu efek adalah perbedaan antara
apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah
menerima pesan. Pengaruh ini bisa terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku
atas kewajiban beribadah. Diantara mereka malu jika tidak melakukan sholat
berjama’ah di masjid. Dan berdasarkan data salah satu dari pengurus rohis mengaku
sudah belajar mengenakan jilbab syar’i (lihat Bab III hal. 102).
di banyak sekolah dan berupa kepercayaan pihak sekolah kepada FKAR terkait TKS
yang mengisi BBQ di ekskul rohis serta sering kali FKAR mendapatkan bantuan dana
infaq dari instansi atau sekolah ketika mengadakan agenda-agenda besar ( lihat Bab
III hal.102).
hasil yang dicapai sesuai dengan teori pada Bab II halaman 56 yaitu mengamalkan
ajaran Agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik dan
menunjukan sikap percaya diri dan memahami hak dan kewajiban diri sendiri serta
pendapat.
sehari-hari.
125
125
BAB V
A. Kesimpulan
berikut:
(FKAR) untuk membina Rohis se-Kota Bandar Lampung berjalan sesuai teori
proses komunikasi. Dilihat dari proses komunikasi dalam membina rohis ada
yaitu materi dakwah seperti akidah, akhlak dan keislaman. Selanjutnya, proses
dilakukan terlihat perubahan sedikit demi sedikit dari binaan bukan hanya
sirkuler komunikasi berjalan dua-arah karena binaan yang kita anggap sebagai
pemberi pesan pada saat yang sama, yaitu lewat perilaku nonverbal mereka.
Berikutnya teori yang tidak relevan dengan kenyataan yang ada yaitu proses
126
dimana decoding terjadi tidak serempak. Dalam hal ini anak-anak rohis tidak
merespon dengan cepat materi yang diberikan TKS saat diajukan pertanyaan.
bekerja dan berkarya lebih baik melalui reward power dengan memberikan
dilihat dari pengamalan ajaran Agama yang diterapkan anak-anak rohis mulai
dari ibadah dan akhlak serta memiliki sebuah kepercayaan dalam membina di
sekolah-sekolah.
B. Saran
1. Perlu bagi Forum kerjasama alumni rohis dibuat departement dana usaha untuk
menghabiskan dana yang tidak sedikit, harapannya departement dana usaha ini
2. Perlu bagi FKAR untuk memfasilitasi anak-anak rohis pelatihan rutin tentang
minat bakat mereka seperti kaligrafi, dai –daiyah, tilawah Qur’an, dan nasyid
sehingga potensi non akademik bisa terlihat bahkan anak-anak rohis mampu
3. Kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh FKAR harus lebih banyak lagi yang
difokuskan untuk anak-anak rohis SMP karena diumur belia saat SMP ini lah
rohis yang berada di SMP saat melanjut ke sekolah menengah atas tidak ragu lagi
C. Penutup
Puji Syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan
tulisan ini belum sempurna dan penulis berharap tulisan ini dapat bermanfaat bagi
semua, saran dan kritik yang bersifat konstuksif dari pembaca dapat menjadikan
khususnya dan pembaca pada umumnya. Atas kesalahan yang penulis lakukan mohon
di ma’afkan dan kepada Allah SWT penulis mohon ampun. Semoga kita selalu dalam
lindungan-Nya.
DAFTAR PUSTAKA
Abdi Rianse Usman. Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi; Teori dan Aplikasi.
Bandung: Alfabeta,2009.
Abu Laila. Apa Kerugian Dunia Akibat Kemerosotan Umat Islam. Jakarta:
Rajagrafindo, 1992.
Bustami [Link] dan Salim Bahri. Dasar-dasar Pokok Pendidikan Karakter Islam.
Jakarta: Bulan Bintang, 1987.
Liliweri Alo. Sosiologi dan Komunikasi Organisasi (cet.I). Jakarta: Bumi Aksara,
2014.
M. Nasor. Studi Ilmu Komunikasi. Bandar Lampung: FDIK IAIN Raden Intan
Lampung, 2009.
Susanto Phil Astrid. Komunikasi Dalam Teori Dan Praktek. Jakarta: Bina Cipta,
2014.
Syaiful Rohim. Teori Komunikasi; perspektif, ragam, dan aplikasi (cet.I). Jakarta:
Rineka Cipta, 2009.
Yin K. Robert. Studi Kasus. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1998.
Sumber dari Internet :