SRS AIRBAG
[Link] Kendaraan
Kendaraan mempunyai dua keamanan yang dibutuhkan. Pertama keamanan aktif, untuk
mencegah kecelakaan sebelum terjadi, dan keamanan pasif, untuk melindungi penumpang kendaraan
pada saat terjadinya tabrakan. Dalam melindungi penumpang pada saat tabrakan, meminimalkan
kerusakan bodi kendaraan sama pentingnya dengan melindungi penumpang dalam kendaraan itu.
Struktur penyerap benturan, sabuk keselamatan, SRS (Supplemental Restraint System) airbag dll.
adalah penyempurna sistem keamanan.
[Link] CIAS (Crash Impact Absorbing Structure)
Menyerap dan menghilangkan kekuatan akibat benturan melalui deformasi bagian
depan/belakang bodi kendaraan bisa melindungi penumpang dari kerasnya benturan. Kabin yang kuat
juga meminimalkan deformasi kabin.
[Link] keselamatan
Sabuk keselamatan adalah alat utama dalam mengencangkan penumpang. Menggunakan sabuk
keselamatan bisa melindungi penumpang terlempar keluar jika terjadi kecelakaan dan juga
meminimalkan kecelakaan sekunder di dalam kabin.
[Link] (Supplementary Restraint System) airbag
SRS airbag dirancang sebagai alat proteksi lebih lanjut setelah adanya sabuk keselamatan.
Untuk mencegah kecelakaan parah dari depan atau samping, Dengan menggembungkan diri, SRS
airbag bekerja bersamaan dengan sabuk keselamatan untuk melindungi dari kecelakaan.
Kebutuhan sabuk keselamatan dan airbag
Pada saat kendaraan menabrak obyek lain, akan berhenti secara tiba-tiba- tapi tidak secara
langsung. Contoh, jika kendaraan menabrak obyek tidak bergerak dengan kecepatan 50 km/h (30mph)
secara berhadapan maka dibutuhkan 0.1 detik untuk berhenti sempurna.
Pada saat itu bumper depan berhenti bergerak tapi bodi kendaraan lain masih bergerak dengan
kecepatan yang sama. Kendaraan akan menyerap energi itu dan pelan-pelan melambat seiring dengan
hancurnya bagian depan. Selama benturan, ruangan penumpang berangsur melambat tapi si
penumpang masih tetap melaju dengan kecepatan yang sama dalam ruangannya itu.
Jika penumpang tidak mengenakan sabuk keselamatan, mereka akan terus bergerak dengan kecepatan
50 km/h (30 mph) hingga mereka bertabrakan dengan interior kendaraan. Pada contoh ini, penumpang
akan menabrak interior kendaraan secepat orang yang jatuh dari lantai tiga sebuah bangunan.
Jika penumpang mengenakan sabuk keselamatan maka akan melambat kecepatannya sehingga
mengurangi daya dorong ke badannya akibat benturan. Namun pada kecelakaan yang parah, mereka
akan tetap menabrak interior walaupun kekuatannya lebih sedikit dibanding tidak mengenakan sabuk
keselamatan. SRS airbag melindungi wajah dan kepala akibat daya dorong ke interior dan
menyerapnya dengan cara memperlambat daya yang terjadi pada diri penumpang.
Cara Kerja
(1)Dalam tabrakan, sensor airbag mendeteksi derajat tumbukan dan ketika derajat itu melonjak dari
nilai spesifik sensornya, maka inisiator memulai pengembangan.
(2)Inisiator menyalakan enhancer (pencetus) dan bahan pendorong yang menghasilkan gas yang sangat
besar pada saat itu.
(3)Gas akan menggembungkan airbag untuk mengurangi daya tumbuk pada penumpang dan kemudian
mengempis melalui lubang yang terdapat di belakang airbag. Hal ini untuk mengurangi daya tumbuk
ke airbag dan untuk menghasilkan daya pandang penumpang.
PERINGATAN:
• Setelah airbag mengembang, asap dan gas nitrogen keluar melalui lubang di belakang
airbag tersebut. Gas itu tidak berbahaya walau terhisap. Tapi jika terkena kulit, pastikan
untuk menghilangkan residunya dengan mencuci untuk mencegah dari terjadinya iritasi
kulit minor.
• Airbag yang mengembang dengan cepat bisa menyebabkan sedikit goresan, terbakar
atau bengkak.
• Komponen bagian airbag (kemudi, dashboard) akan panas dalam waktu beberapa
menit, tapi airbag-nya tidak.
•
PETUNJUK:
SRS airbag dirancang untuk mengembang sekali saja. Oleh karena itu, komponen yang berhubungan
dengan airbag harus diganti setelah adanya pengembangan.
SRS Airbag akan mengembang (pengemudi, penumpang)
Sistem SRS airbag depan dirancang untuk mengembang guna melindungi daya dorong ke depan yang
sangat keras dalam area yang dinaungi antara tanda panah dalam ilustrasi berikut.
SRS airbag depan akan mengembang jika keparahan daya dorong berada di atas ambang batas yang
ditetapkan, kira-kira 20 km/h - 25 km/h (12 mph - 15 mp) ketika menabrak obyek yang tidak bergerak
atau hancur. Jika daya dorongnya kurang dari itu, SRS airbag depan tidak akan mengembang.
Namun kecepatan batas ini bisa lebih tinggi bila kendaraan menabrak benda seperti kendaraan yang
terparkir atau tiang rambu yang bisa bergerak atau berubah jika tertabrak. Atau juga dalam kondisi
tabrakan "under ride" (contoh, bila hidung mobil tabrakan dengan kolong truk, dll.)
SRS airbag tidak mengembang (pengemudi, penumpang)
(1)SRS airbag depan tidak akan mengembang jika tabrakan ada di sisi kendaraan atau dari belakang,
jika terguling atau tabrakan frontal dalam kecepatan rendah.
(2)SRS airbag depan tidak akan mengembang jika terjadi tumbukan kuat di bawah kendaraan.
Beberapa contoh terdapat dalam ilustrasi.
SRS airbag akan mengembang (samping, curtain shield airbag)
(1)Airbag samping + curtain shield airbag (depan)
<1>SRS airbag samping dan curtain shield airbag dirancang untuk bekerja jika ruang kendaraan
mengalami tumbukan di bagian samping.
<2>Jika kendaraan mengalami tumbukan di sisi diagonal atau sisi samping seperti dalam ilustrasi di
kiri, tapi tidak dalam ruang kendaraan, SRS airbag samping dan curtain shield airbag tidak akan
beroperasi.
(2)Airbag samping + airbag curtain shield (depan + belakang)
<1>SRS airbag dan curtain shield airbag tidak dirancang untuk beroperasi jika ruang dalam kendaraan
menerima tumbukan samping atau samping belakang.
<2>Ketika kendaraan mengalami tumbukan dari sisi diagonal atau sisi yang tampak pada ilustrasi di
kanan ini tapi tidak dalam ruang kendaraan, SRS airbag samping dan curtain shield airbag tidak akan
mengembang.
SRS airbag tidak mengembang (samping, curtain shield airbag)
SRS airbag samping dan curtain shield airbag dirancang untuk tidak bekerja bila tumbukan ke arah
depan atau dari belakang, terguling atau dari sisi samping dalam kecepatan rendah.
Tipe SRS airbag
• Airbag pengemudi depan (single-stage, dual-stage)
• Airbag penumpang depan (single-stage, dual-stage)
• Airbag samping
• Curtain shield airbag (depan saja, depan + belakang)
Tipe sensor airbag
• Sensor airbag depan
• Pemasangan sensor pusat airbag (pemasangan sensor airbag)
• Sensor airbag samping (Sensor airbag samping dan curtain shield airbag)
• Sensor curtain shield airbag (hanya jika curtain shield airbag di pasang di depan dan
belakang)
• Sensor pintu samping (hanya ada di mobil 2 pintu dan 3 pintu dengan pintu atap dengan airbag
samping)
• Sensor airbag di posisi tempat duduk (hanya ada di dual-stage airbag)
• Sensor deteksi penumpang
LATIHAN SOAL..
1 Sebutkan 2 sistem keamanan pada mobil dan jelaskan !
2 Apa yang terjadi jika pada mobil tidak terdapat Sistem AirBag?
3 Berapa waktu yang dibutuhkan agar SRS dapat mengembang maksimal dan pada kecepatan
berapa SRS mengembang maksimal?
4 Mengapa SRS hanya mengembang sekali saja kemudian setelah mengembang harus diganti?
5 Jelaskan perbedaan Sistem AirBag depan dan Sistem AirBag samping !
6 Jelaskan fungsi utama seat belt !
7 Bagaimana prinsip kerja seat belt tighteners?
8 Sebutkan jenis model pre tensioner pada seat belt tighteners !
9 Bagaimana cara memeriksa kerusakan pada sistem Air Bag ?
10 Apa yang harus diperhatikan pada saat menaruh kursi bayi pada kendaraan