Nama : Asna Nur Rachma
NIM : X9022082217
Prodi : PPG PraJabatan Pendidikan Geografi UNS
Nama Mata Teknologi Baru dalam Pengajaran dan Pembelajaran
kuliah
Review Mata kuliah Teknologi Baru dalam Pengajaran dan Pembelajaran terbagi
pengalaman menjadi tujuh topik. Topik 1 membahas tentang perkembangan teknologi,
belajar media, dan pembelajaran. Topik 2 membahas tentang lingkungan abad 21.
Topik 3 membahas tentang teknologi dan media untuk pembelajaran.
Topik 4 membahas tentang pemanfaatan perangkat digital. Topik 5
membahas tentang perangkat web dalam pembelajaran. Topik 6
membahas tentang pembelajaran jarak jauh. Topik 7 membahas tentang
meningkatkan pembelajaran dengan multimedia. Ketujuh topik tersebut
saling berkaitan dalam menciptakan lingkungan belajar yang terintegrasi
dengan teknologi baru.
Melalui mata kuliah ini, saya memperoleh pemahaman bahwa teknologi
terus mengalami perkembangan dari teknologi sederhana yang menjadi
teknologi canggih masa kini. Guru mengajar menggunakan teknologi
sederhana berupa papan tulis dan siswa menggunakan buku cetak sebagai
sumber belajar. Sementara itu teknologi masa kini, guru menggunakan
media prezi, powerpoint, video dll dalam menyajikan materi. Siswa dapat
menggunakan teknologi masa kini berupa e-book atau sumber belajar
lainnya yang dapat diakses di internet. Selain itu, pembelajaran saat ini
dapat dilakukan secara daring menggunakan aplikasi zoom meeting atau
google meet. Semakin pesatnya perkembangan teknologi, guru
memanfaatkan berbagai teknologi dalam pembelajaran, seperti
penggunaan Laptop, LCD proyektor, speaker, jaringan internet dll.
Saya juga memperoleh pengalaman belajar mengenai peran teknologi dan
media pembelajaran, guru digital, siswa digital, kode etik dan hak cipta,
serta lingkungan belajar yang efektif. Selain itu, saya juga memperoleh
pengetahuan atau informasi mengenai beberapa langkah untuk menjadi
guru profesional dan guru digital untuk dapat melaksanakan dan
mengembangkan pembelajaran abad 21. Saya juga belajar tentang model
ASSURE dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang terstruktur
dan sistematis dengan mengintegrasikan teknologi dan media sehingga
pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna bagi peserta didik.
Saya juga memperoleh pengalaman belajar dalam menyusun modul ajar
yang mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran geografi yaitu
menggunakan google maps, mentimeter dll. Saya juga memperoleh
pengalaman belajar membuat web dalam pembelajaran berupa channel
YouTube yang berisi video-video pembelajaran geografi. Selain itu, saya
juga memperoleh pengalaman langsung melakukan kegiatan pembelajaran
jarak jauh (PJJ) dengan dosen pembimbing mata kuliah saat mempelajari
topik 6 tentang pembelajaran jarak jauh serta membuat modul ajar PJJ.
Selain itu, saya juga belajar tentang contoh pemanfaatan multimedia dalam
pembelajaran seperti menggunakan media video seperti Zoom, Google
Meet, dan Whatsapp VC Group untuk belajar diskusi daring serta
menggunakan media visual seperti peta, gambar, lukisan, dan foto untuk
memperjelas penyampaian materi pelajaran.
Refleksi 1) Mengapa topik-topik tersebut penting dipelajari?
pengalaman Pengalaman belajar yang berkesan menurut saya yaitu saat mempelajari
belajar yang topik tentang perangkat web khususnya jejaring sosial dalam
dipilih pembelajaran. Jejaring sosial memberikan fasilitas bagi penggunanya
untuk berinteraksi online antar pengguna yang biasanya memiliki latar
belakang, minat, kebutuhan, kepentingan, dan pengalaman yang sama.
Jejaring sosial mempunyai kekuatan yang besar untuk dinikmati terutama
oleh anak muda. Peluang ini dapat dimanfaatkan oleh guru untuk
mengintegrasikan pembelajaran dengan jejaring sosial untuk menciptakan
pembelajaran yang lebih menarik. Topik pembelajaran ini penting
dipelajari karena kebutuhan dalam pembelajaran abad 21 yang
mengintegrasikan jejaring sosial. Berdasarkan penelitian Rahayu dkk
(2022) pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
tidak dapat dipisahkan dengan tuntutan pembelajaran abad 21. Salah satu
tuntutan pembelajaran abad 21 yaitu integrasi teknologi sebagai media
pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan belajar. Tuntutan
pembelajaran abad 21 mengharuskan guru kreatif dan inovatif
mempraktekkan model-model pembelajaran yang dapat mengkonstruksi
pengetahuan siswanya. Kombinasi antara model pembelajaran dan
penggunaan teknologi digital akan menimbulkan kreativitas dan inovasi
siswa. Banyak peserta didik sudah menggunakan media sosial seperti
whatsapp, facebook, Instagram, tiktok dll, artinya peserta didik sekarang
sangat melek teknologi Melalui jejaring sosial, peserta didik dapat lebih
aktif, kreatif, dan mandiri sehingga kualitas pelajaran dapat makin
meningkat. Selain itu, jejaring sosial juga memudahkan komunikasi antara
guru dengan peserta didik maupun antar peserta didik serta dapat
memfasilitasi peserta didik untuk dapat belajar di manapun dan kapanpun.
Peserta didik juga dapat menggunakan jejaring sosial untuk berbagi ide,
pesan, informasi, multimedia, serta berkolaborasi dengan orang-orang di
jaringan mereka.
2) Bagaimana saya mempelajari topik-topik yang ada pada mata
kuliah tersebut?
Saya mempelajarinya melalui LMS yang dibagi menjadi beberapa topik
sehingga memudahkan saya untuk mempelajari tiap topik yang ada pada
mata kuliah teknologi baru dalam pengajaran dan pembelajaran.
Pembagian materi kedalam beberapa topik menjadikan saya lebih terfokus
pada materi yang dipelajari sehingga lebih optimal menelaah materi yang
diberikan secara luring maupun mengerjakan penugasan secara
ansinkronus melalui LMS. Topik-topik dalam LMS dipelajari sesuai alur
MERDEKA. M (Mulai dari Diri) yaitu melakukan refleksi melalui
pertanyaan pemantik. E (Eksplorasi Konsep) berupa uraian/sejumlah
informasi terkait topik pembelajaran. R (Ruang Kolaborasi) yaitu latihan
secara berkelompok maupun berpasangan. D (Demostrasi Kontekstual)
yaitu presentasi, simulasi, dan bermain peran di depan rekan-rekannya. E
(Elaborasi Pemahaman) yaitu memberikan pendapat atau pertanyaan. K
(Koneksi antar Materi) yaitu menghubungkan materi perkuliahan dengan
mata kuliah lain/kehidupan realita. A (Aksi Nyata) yaitu melakukan
refleksi kembali terhadap capaian pembelajaran.
Selain itu, dalam mempelajari mata kuliah teknologi baru dalam
pengajaran dan pembelajaran terdapat tugas kelompok dan tugas individu
yang harus dikerjakan pada setiap topik. Melalui tugas kelompok saya
dapat berdiskusi dan berkolaborasi dengan teman-teman di kelas untuk
membahas suatu topik permasalahan yang tersedia. Sebagai contoh, saat
mengerjakan tugas kelompok berupa pembuatan modul ajar, kami
mendiskusikan terkait materi pelajaran, strategi pembelajaran, model
pembelajaran, media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran.
Tugas individu dapat menumbuhkan sikap mandiri dan penuh tanggung
jawab serta melatih cara mencari informasi secara langsung dari berbagai
sumber belajar. Saya berlatih dalam membuat perangkat web khususnya
jejaring sosial berupa akun YouTube dan membuat video pembelajaran.
3) Apakah strategi yang diimplementasikan dalam mempelajari
topik-topik tersebut penting bagi saya? Mengapa?
Strategi yang diimplementasikan dalam mempelajari topik tersebut
penting bagi saya karena selama proses pembelajaran saya dapat
melakukan diskusi dan kolaborasi dengan teman sekelompok, bekerja
secara individu, melakukan penelusuran informasi secara mandiri terkait
topik pembelajaran yang sedang saya pelajari.
Analisis Beberapa artefak pembelajaran yang saya buat sebagai bukti hasil belajar
artefak saya sebagai berikut:
pembelajaran 1) YouTube
Berikut saya lampirkan link perangkat web jejaring sosial berupa
YouTube yang telah saya buat sebagai wujud aksi nyata setelah
mempelajari topik 5 terkait perangkat web dalam pembelajaran.
Channel YouTube: Asna Nur Rachma
Alamat web:
[Link]
Video tersebut berisi tentang materi pembelajaran geografi berupa
ketahanan pangan, bahan industry, dan energy.
2) Perangkat Pembelajaran
Artefak pembelajaran lain yang dapat saya sajikan sebagai bukti
hasil belajar yaitu perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan
perangkat digital. Artefak dapat dilihat pada link berikut:
[Link]
Ei1wjQ-9A/view?usp=share_link
Perangkat pembelajaran tersebut berisi rancangan kegiatan
pembelajaran pada materi ketahanan pangan dengan diintegrasikan
pada media pembelajaran perangkat digital berupa mentimeter,
video pembelajaran, PPT Canva, dan Infografis.
Pembelajaran Saya memperoleh pembelajaran bermakna pada mata kuliah teknologi
bermakna baru dalam pengajaran dan pembelajaran tentang pemanfaatan teknologi
(good practices) dan multimedia dalam pembelajaran secara umum dapat membuat proses
pembelajaran lebih menarik, inteaktif, meningkatkan kualitas belajar
siswa, serta menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa. Berdasarkan
penelitian Rahmanudin (2022) pemanfaatan teknologi informasi menjadi
kebutuhan pokok para guru maupun siswa dalam proses pembelajaran.
Memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran berkontribusi memberikan
kemudahan proses pembelajaran, sehingga belajar akan terjadi secara
aktif. Belajar aktif dapat merangsang stimulus dan respon siswa serta
bersifat menyenangkan. Guru sebagai pendidik profesional memiliki tugas
mendidik, membimbing, melatih, menilai, serta mengevaluasi peserta
didik. Era yang serba digital ini, guru harus memiliki kualifikasi yang
mumpuni agar peserta didik dapat memahami materi yang disampaikan.
Melalui pengetahuan yang saya peroleh, harapannya saya dapat
meningkatkan keterampilan untuk lebih mengintegrasikan teknologi dalam
pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan perkembangan pendidikan di
abad-21mengharuskan setiap peserta didik memiliki keterampilan abad 21,
maka melalui pengintegrasian teknologi yang mendukung proses
pembelajaran tersebut nantinya peserta didik dapat bersaing secara global.
Pengalaman bermakna yang saya peroleh akan saya gunakan dalam
perbaikan sebagai individu dan sebagai guru sebagai berikut:
1) Selalu belajar dan melakukan penyesuaian diri dalam lingkungan
belajar yang berubah dengan cepat.
2) Mengintegrasikan teknologi, media, dan strategi dalam
pembelajaran.
3) Guru sebagai fasilitator bagi peserta didik dalam proses
pembelajaran yang mengintegrasikan beragam teknologi
pembelajaran.
4) Bersedia untuk selalu menggunakan media pembelajaran yang
efektif dan interaktif tanpa mengabaikan karakteristik peserta
didik.
Referensi Rahayu, R., Iskandar, S., & Abidin, Y. (2022). Inovasi Pembelajaran Abad
21 dan Penerapannya di Indonesia. Jurnal Basicedu, 6(2), 2099-
2104.
[Link]
Rahmanudin, L., & Lukman Syah, B. (2022). Penggunaan Metode Fitrah
Berbasis Multimedia dalam Pembelajaran Bahasa Arab. Al-
Fusha: Arabic Language Education Journal, 4(2), 76-83.
[Link]