ADVANCED
FINANCIAL MANAGEMENT
Modul ke
15 Fakultas
Sekolah Pasca
Sarjana
Oleh :
Program Studi Dr. Dede Hertina. S.E.,[Link]
Magister Dr H Supardi. S.E M.M.
Manajemen Dr G.N. Sandhy Widyasthana, Pmp
GOOD CORPORATE GOVERNACE
Latar Belakang Pelaksanaan GCG BUMN
2. Adanya dualisme yg terelakkan dlm
pratek usaha yaitu kebijakan
pemerintah yg positif (ex. deregulasi
dlm arus pasar bebas), sedangkan
1. Landasan yuridis yaitu keputusan
orientasi negatifnya diantaranya
Menteri BUMN No. Kep-117/MMBU/
adalah indikasi tingkat korupsi yg
2002 ttg penerapan praktek GCG pd
tinggi & mendahulukan kepentingan
BUMN.
elitis. Orientasi positif yg dibarengi
orientasi negatif membuat dunia
usaha hanya jago kandang dan atau
kurang kompetitif.
Pengantar
Pentingnya penerapan Good Corporate Governance telah menjadi perhatian bagi
dunia bisnis di setiap negara. Isu ini terus dikaji oleh pelaku bisnis, akademis,
pembuat kebajikan dan lain sebagainya. Pemahaman tentang praktik Corporate
Governance terus berevolusi dari waktu ke waktu.
Istilah Corporate Governance itu sendiri untuk pertama kali
diperkenalkan oleh Cadbury Committee di tahun 1992 yang
menggunakan istilah tersebut dalam laporan mereka yang
kemudian dikenal sebagai Cadbury Report. Laporan ini
dipandang sebagai titik balik (turning point) yang sangat
menentukan bagi praktik Corporate Governance di seluruh dunia.
Corporate Governance merupakan salah satu elemen kunci
dalam meningkatkan efisiensi ekonomis, yang meliputi
serangkaian hubungan antara manajemen perusahaan, dewan
direksi, para pemegang saham dan stakeholder lainnya.
Sejarah CG
Good Corporate Governance mulai berkembang sejak setelah kejadian
The New York Stock Exchange Crash pada 19 Oktober 1987 dimana
cukup banyak perusahaan multinasional yang tercatat di bursa efek
New York, mengalami kerugian finansial yang cukup besar. Di kala itu,
untuk mengantisipasi permasalahan internal perusahaan, banyak para
eksekutif melakukan rekayasa keuangan yang intinya adalah
bagaimana “menyembuyikan” kerugian perusahaan atau memperindah
penampilan kinerja manajemen dan laporan keuangan.
Sejarah GC..
Dengan kesadaran tinggi untuk meningkatkan daya saing bangsa oleh segenap
negarawan, cendekiawan dan usahawan, maka dimulailah gerakan untuk
meningkatkan praktik-praktik yang baik dalam perusahaan. Gerakan ini dimulai
dari tokoh-tokoh di Inggris yang dipimpin oleh Sir Adrian Cadbury, yang pada saat
itu sebagai Directur Bank of England dan mantan CEO Group Cadbury
Sejak terbitnya Cadbury code on Corporate Governance pada tahun 1992,
semakin banyak institusi yang terus melakukan penyempurnaan dalam
prinsip-prinsip dan petunjuk teknis praktik, antara lain International
Corporate Governance Network (ICGN) yang mendorong Organization for
Economic Cooperation and Development (OECD) mengeluarkan OECD
Principles on Corporate Governance. ICGN (International Corporate
Governance Network) sangat berkepentingan dalam implementasi Good
Corporate Governance, karena anggota mereka terdiri dari institusi dana
pensiun dan asuransi yang mengelola dana nasabah untuk investasi
jangka panjang.
Pengertian Corporate Governance
Komite Cadbury (1992) mendefinisikan Corporate Governance
yang diterjemahkan oleh Tjager Nyoman:12 (2003) sebagai,
Sistem yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan
dengan tujuan agar mencapai keseimbangan antara kekuatan
kewenangan yang diperlukan oleh perusahaan, untuk menjamin
kelangsungan eksistensinya dan pertanggungjawaban kepada
stakeholder. Hal ini berkaitan dengan peraturan kewenangan
pemilik, direktur, manajer, pemegang saham, dan sebagainya.
Pengertian Corporate Governance
Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) (2004) yang
diterjemahkan oleh Indra Surya dan Ivan Yustiavandana (2006) mendefinisikan Corporate
Governance adalah sebagai, Sekumpulan hubungan antara pihak manajemen perusahaan,
dewan, pemegang saham, dan pihak lain yang mempunyai kepentingan dengan perusahaan.
Corporate Governance juga mensyaratkan adanya struktur perangkat untuk mencapai tujuan
dan pengawasan atas kinerja. Corporate Governance yang baik dapat memberikan
rangsangan bagi dewan dan manajemen untuk mencapai tujuan yang merupakan
kepentingan perusahaan dan pemegang saham harus mengfasilitasi pengawasan yang
efektif sehingga mendorong perusahaan menggunakan sumber daya yang lebih efisien.
Pengertian GCG (Moeljono, 2005)
Sistem yg mengatur & mengendalikan
perusahaan untuk menciptakan nilai tambah
(value added) bagi semua stakeholder. Ada 2 hal
yg ditekankan dlm konsep ini, yaitu
1. Pentingnya hak pemegang saham untuk memeroleh
informasi yg benar (akurat) & tepat pd waktunya.
2. Kewajiban prusahaan untuk melakukan
pengungkapan (disclosure) scr akurat, tepat waktu &
transparan thd semua informasi kerja perusahaan,
kepemilikan & stakeholder.
Menurut FCGI
(Forum for Corporate Governance in Indonesia) :
Yaitu separangkat peraturan yang mengatur hubungan yang
berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban dari :
pemegang saham,
pengurus (pengelola) perusahaan,
pihak kreditor,
pemerintah,
karyawan, serta
para pemegang kepentingan intern dan ekstern lainnya .
Dengan kata lain…….!
u Corporate
Governance ! Suatu sistem
yang mengatur dan mengendalikan
perusahaan.
u Dengan
TUJUAN ! menciptakan nilai
tambah bagi semua pihak yang
berkepentingan (stakeholders).
Menurut Shampurno
u Yaitu
seperangkat mekanisme yang
digunakan untuk mengelola
hubungan di antara stakeholder
dalam konteks untuk memberikan
batasan dan arahan maupun kinerja
organisasi/perusahaan
Menurut IICG
(The Indonesian Institute for Corporate Governance)
u Yaitu Proses dan struktur yang
ditetapkan dalam menjalankan
perusahaan, dengan tujuan utama
meningkatkan nilai pemegang
saham dalam jangka panjang,
dengan tetap memperhatikan
kepentingan stakeholders yang lain.
PENTINGNYA GCG
Mencegah Menjaga agar
terjadinya kepentingan
Menjamin keputusan benturan manajer puncak
strategik dapat
dilakukan dengan kepentingan selalu sejalan
benar dan efektif. (conflicts of dengan
interest) berbagai kepentingan
pihak stakeholders.
Unsur-Unsur GCG
• Supplier, employees, invesment managers, educational institutions.
Poter (1996)
• Shareholders right, equal treatment of shareholders, the role of share
holders, disclosure (keterbukaan) & transparency.
Asian Development Bank (ADB)
• Fairness, tranparency, accountability & responsibility.
YPPMI & SC (dlm Moeljono 2005)
2. Unsur yg berasal dr luar
1. Unsur yg berasal dr dlm perusahaan & unsur yg
perusahaan & unsur yg selalu
selalu diperlukan di luar
diperlukan di dlm perusahaan
(Corporate Governance- perusahaan (Corporate
Internal Perusahaan) Governance Eksternal
Perusahaan)
Unsur-
Unsur
Corporate
Governance
Unsur-Unsur Corporate Governance (Hariyoto, 2000)
1. Unsur yg berasal dr dlm
2. Unsur yg berasal dr luar
perusahaan & unsur yg selalu
perusahaan & unsur yg selalu
diperlukan di dlm
diperlukan di luar perusahaan
perusahaan (Corporate
(Corporate Governance
Governance-Internal
Eksternal Perusahaan)
Perusahaan)
Pemegang saham, direksi, dewan Kecukupan UU & perangkat
komisaris, manajer, karyawan/ hukum, investor, institusi
serikat pekerja, sistem penyedia informasi, akuntan
remunerasi berdasarkan kinerja, publik, institusi yg memihak
komite audit. kepentingan publik bukan
Sedangkan unsur2 yg selalu golongan, pemberi pinjaman &
dibutuhkan di dlm perusahaan: pengesah legalitas.
keterbukaan & kerahasiaan, Sedangkan unsur2 yg selalu
transparansi, akuntabilitas, dibutuhkan di luar perusahaan:
fairness & aturan dr code of aturan dr code of conduct,
conduct. fairness, akuntabilitas & jaminan
hukum.
PRINSIP UTAMA GCG
Transparancy Accountability Independency
à Keterbukaan à Akuntabilitas à Independen
Stakeholders à
Fairness à
Pihak yg
Kewajaran
berkepentingan
Transparan
u Dapatmengungkapkan atau memberikan informasi tepat waktu,
memadai, jelas dan akurat yang mudah diakses oleh
stakeholders sesuai dengan haknya.
u Kebijakan perusahaan terutama yang menyangkut hal-hal
strategis harus tertulis dan dikomunikasikan kepada
stakeholders
u Menetapkan tanggungjawab yang jelas dari masing-masing
organ perusahaan yang selaras dengan visi, misi, strategi dan
sasaran usaha
Akuntabilitas
u Perusahaan harus memiliki ukuran kinerja dan ada sistem check and balance
dalam pengelolaan perusahaan
u Untuk itu perusahaan harus menjamin dilaksanakannya ketentuan-ketentuan
yang berlaku dan menjadi good corporate citizen yang peduli pada lingkungan
dan melaksanakan tanggungjawab sosial.
Independen
Artinyadalam mengambil
keputusan, perusahaan harus
obyektif dan bebas dari segala
tekanan dari siapapun serta
bebas dari conflict of interest.
Kewajaran
Perusahaanharus
memperhatikan seluruh
kepentingan stakeholders
berdasarkan azas kesetaraan
dan kewajaran (equal treatment)
Stakeholders
u Perusahaan memberikan kesempatan
kepada seluruh stakeholders untuk
memberikan masukan dan
menyampaikan pendapat bagi
kepentingan perusahaan serta
mempunyai akses informasi sesuai
dengan prinsip keterbukaan
Prinsip-Prinsip GCG (Master Plan BUMN 2002-2006)
• Yaitu keterbukaan dlm melaksanakan suatu proses &
dlm mengungkapkan informasi yg material & relevan
1. Transparansi (disclosure) ttg perusahaan., ex. Program BUMN on-
line.
• Yaitu keadaan badan usaha termaksud bebas dr
pengaruh/tekanan pihak lain yg tidak sesuai dg
mekanisme korporasi shg dlm menjalankan tugasnya,
2. Kemandirian komisaris & direksi badan usaha akan terbebas dr
tekanan maupun pengaruh, baik dr dlm maupun luar
perusahaan.
• Diartikan sbg adanya sistem pertanggungjawaban &
wewenang yg jelas yg dimiliki oleh organ persero, yaitu
3. Akuntabilitas pemegang saham, komisaris & direksi sesuai dg fungsi
& tugasnya masing-masing.
Model Corporate Governance (Akadun,
2007)
1. Principal Agent Model
2. The Myopic Market Model
3. Stakeholder Model
1. Principal Agent Model atau Agency
Korporasi dikelola untuk memberikan win-win solution bagi pemegang saham sbg pemilik disatu pihak dan
manager sbg agen di pihak lain. Dlm model ini diasumsikan bahwa kondisi corporate governance suatu
perusahaan akan direfleksikan scr baik dlm bentuk sentimen pasar ([Link] modal, pasar produk& pasar
input).
2. The Myopic Market Model
Masih memfokuskan perhatian pd kepentingan2 pemegang saham & dimana sentimen pasar lbh banyak
dipengaruhi oleh faktor2 lain di luar corporate governance. Oleh krn itu, principals & agent lbh berorientasi
pd keuntungan2 jangka pendek.
3. Stakeholder Model
Memperhatikan kepentingan pihak2 yg terkait dg korporasi scr luas. Artinya dlm mencapai tk. Pengembalian
yg menguntungkan bagi pemegang saham, manajer hrs memerhatika batasan2 yg timbul dlm lingkungan
dmn ia beroperasi, dianataranya: masalah etika & moral, hukum, kebijakan pemerintah, lingkungan hidup,
sosial, budaya, politik & ekonomi.
Fokus perhatian
corporate
governance adalah
hub. diantara
stakeholders.
Pola hub. Antar
stakeholders yg
bagaimana yg
bs
dikategorikan
baik?
Keadilan adalah salah satu ukuran normatif yg sering dikaitkan
dg GCG
Prasyarat Keadilan dlm GCG
1. Transparency
2. Accountability
3. Predictability (Kepastian)
4. Participation
Hubungan antara GCG, Keadilan & Prasyarat-Prasyaratnya (Hariyoto, 2000)
Good Corporate Governance
Fairness
Accountability
Tranparency Predictability
Participation
Pentingnya GCC dlm GCG
Good Corporate Culture (GCC)
merupakan sisi dlm atau sisi nilai dr pengelolaan korporasi , atau
mjd bagian hulu dr GCG dg muatannya yg fokus pd basic values
dr pengeloaan korporasi yg kemudian diturunkan melalui sistem.
Jd GCC merupakan inti dr organisasi perusahaan dpt pula
dikatakan sbg roh atau jiwa suatu lembaga. Lebih fokus lagi GCC,
merupakan inti dr GCC (Moeljono, 2005)
Implementasi GCG, dapat ditinjau dari
aspek :
1. Kepemilikan manajerial
2. Kepemilikan Institusional
3. Komposisi dewan komisaris
4. Komposisi dewan direksi
Hubungan antara Organisasi, Manajemen,
GCG & GCC
Organisasi
Manajemen
GCG
GCC
Perbedaan Budaya Perusahaan dg Peraturan Perusahaan
• Peramuan berpola top-middle-bottom, kenudian disemaikan ke setiap sel
organisasi & mjd nilai2 kehidupan bersama, yg dpt muncul dlm bentuk
Budaya perilaku formal maupun informal
Perusahaan
• Peramuan dr visi-misi-strategi organisasi, berpola top-down, & kemudian
dijadikan aturan main bersama yg bersifat formal yg sebagian bersumber dr
budaya korporasi. Jadi peraturan perusahaan merupakan turunan dr
Peraturan budaya perusahaan.
Perusahaan
GCC = f (P, O, L, I, S)
f = fungsi
P = Nilai kepemimpinan
O = Nilai organisasi
L = Nilai dinamika lingkungan
I = Nilai individu
S = Nilai sosial kemasyarakatan
Terima Kasih Atas Perhatiannya
Dr. Dede Hertina. S.E.,[Link]
Kooordinator Konsentrasi Manajemen Keuangan
Program Magister Manajemen Universitas Widyatama Bandung