Pengertian Transistor
Apa itu Transisitor?
Transistor adalah sebuah komponen semikonduktor yang berfungsi sebagai penguat,
penyambung, pemutus, stabilitas tegangan hingga modulasi sinyal. Alat ini biasa dipakai
dalam rangkaian elektronika.
Fungsi Transistor
Secara umum terdapat dua fungsi transistor diantara lain adalah:
1. Transistor sebagai penguat.
2. Transistor sebagai saklar.
Simak penjelasan dari kedua fungsi transistor diatas sebagai berikut.
1. Transistor sebagai penguat atau amplifier
Cara kerja transistor penguat atau amplifier yaitu dengan meningkatkan nilai amplitudo
gelombang yang masuk melalui input tanpa merubah karakternya.
Anda akan menemui fungsi transistor ini pada rangkaian driver, pengeras suara, instrumen
video, dan alat sejenisnya.
Setidaknya terdapat tiga jenis konfigurasi apabila ingin mengfungsikan transistor sebagai
penguat. Berikut ini ketiga jenis konfigurasi yang paling sering digunakan:
Common Emitter (CE)
Common Collector (CC)
Common Base (CB)
2. Transistor sebagai Saklar (switching)
Seperti saklar pada umumnya, fungsi transistor sebagai saklar yaitu untuk memutus dan
menyambungkan suatu arus. Tentu saja, cara kerja transistor sebagai saklar cukup mudah
untuk dipahami.
Anda bisa menganalogikan cara kerja sebuah saklar ini menjadi seperti kran air. Saat kran
dibuka, maka air akan mengalir. Dan tentu saja sebaliknya, saat kran ditutup maka air pun
tidak bisa mengalir.
Bagaimana, analogi yang sangat sederhana, bukan? Kamu bisa lihat gambar simbol
transistor sebagai saklar dibawah ini.
Alasan pemain elektronika menggunakan transistor sebagai saklar karena memiliki berbagai
kelebihan.
Berikut ini beberapa nilai lebih komponen saklar yang sering dijadikan pertimbangan.
Tidak menimbulkan percikan api saat switcing dari ON ke OFF, begitupun
sebaliknya.
Lebih ringkas, karena posisinya menyatu di dalam rangkaian.
Lebih ekonomis dari sisi biaya.
Umumnya terjadi aus saat kontak mekanis.
Selain sari dua fungsi transisitor di atas, transistor juga memiliki fungsi lainnya yaitu sebagai
pengatur stabilitas komponen, peratas arus, penahan arus, dan pembangkit arus frekuensi
rendah atau tinggi.
Cara Kerja Transistor
Cara kerja transistor berbeda-beda, bergantung pada setiap jenisnya.
Terdapat dua jenis transistor yang umum digunakan, yaitu:
1. Bipolar Junction Transistor (BJT).
2. Field Effect Transistor (FET).
Ternyata dari masing-masing jenis transistor juga memiliki beberapa macam turunan lagi.
Transistor BJT terdiri dari NPN (Negative Positive Negative) dan PNP (Positive Negative
Positive).
Sedangkan jenis transistor FET yang paling umum yaitu JFET (Junction Field Transistor)
dan MOSFET (Metal Oxide Field Effect Transistor).
Jenis-Jenis Transistor dan Simbolnya
Berikut ini penjelasan lengkap mengenai cara kerja dari beberapa jenis transistor.
1. Transistor Bipolar (Bipolar Junction Transistor)
Penamaan transistor bipolar merujuk pada dua kutup polar (bi = dua; polar = polaritas atau
kutub) yang dimilikinya, yakni N dan P.
Ciri-cirinya dapat terlihat pada tiga pin yang memiliki fungsi basis (B), emitor (E), dan
kolektor (K).
Cara kerja transistor bipolar yaitu arus akan mengalir menuju basis. Besarnya arus
tersebut menentukan besar arus yang keluar dari emitor dan kolektor (output). Biasanya
arus yang dialirkan memiliki nilai tegangan 0,5 – 0,7 volt.
Dengan begitu, fungsi transistor bipolar ini akan bekerja dengan baik. Cara kerja transistor
BJT dikategorikan menjadi dua yaitu pada transistor NPN dan PNP.
Perhatikan penjelasan selengkapnya di bawah ini!
NPN (Negative-Positive-Negative)
Cara kerja transistor NPN yaitu pada saat tegangan bias mengalir menuju basis, maka
arus dari kolektor akan mengarah ke emitor. Prinsip tersebut terjadi apabila menginginkan
fungsi transistor NPN sebagai saklar.
Kemudian, transistor akan menduduki fungsi amplifier apabila mengalir sejumlah arus yang
akan dikuatkan menuju basis. Proses selanjutnya kolektor akan meningkatkan kekuatan
arus tersebut.
Salah satu contoh transistor NPN ialah BD139. Fungsi transistor BD139 ialah sebagai saklar
dan penguat sinyal. Besar arus yang dapat dikuatkan oleh BD 139 mencapai 1,5 A.
PNP (Positive-Negative-Positive)
Seperti namanya, cara kerja transistor PNP yaitu sederhananya arus listrik mengalir ke
kutub positif (emiter) menuju negatif (basis), lalu keluar melalui kutub positif (kolektor). Jadi,
dapat disimpulkan bahwa transistor PNP memang memiliki dua kutub positif.
Agar lebih memahaminya, perhatikan simbol transistor PNP diatas.
Salah satu fungsi transistor pnp yaitu sebagai pemutus arus. Contohnya penggunaan
transistor pada alat pengapian semi elektronik yang memakai platina. Fungsi utama dari
jenis transistor PNP yaitu memutus arus di rangkaian primer koil.
2. Transistor Efek Medan (Field Effect Transistor)
Selain transisitor bipolar, jenis transistor efek medan umumnya juga menjadi komponen
yang paling banyak digunakan. Bagian luaran yang dihasilkan pada FET bergantung pada
tegangan atau medan listrik yang masuk pada input. Itulah mengapa pada proses ini disebut
efek medan.
FET memiliki tiga kaki, yaitu Gate (G), Drain (D), dan Source (S). Ada juga yang menyebut
FET dengan sebutan transistor eka kutub atau unipolar transistor. Sebab, muatan yang
mengalir hanya satu jenis saja, positif atau negatif.
FET umumnya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu JEFT dan MOSFET. Berikut ini masing-
masing penjelasan cara kerjanya
JFET (Junction Field Effect Transistor)
JEFT memiliki dua tipe yaitu Kanal N dan Kanal P. Perbedaan dari kedua kanal tersebut
terletak pada bahan semikonduktor yang menjadi penyusun utamanya.
JEFT Kanal N biasanya akan disusun dengan bahan semikonduktor tipe N. Lain halnya
dengan Kanal P yang berbahan semikonduktor tipe P. Namun secara umum keduanya
memiliki prinsip atau cara kerja transistor fet yang hampir sama.
Source menjadi awal arus masuk (input) yang akan mengalir menuju Drain (Output) dengan
besar yang sama. Perubahan besar arus listrik dipengaruhi oleh tegangan pada Gate itu
sendiri.
Bagaimana, sudah terbayang lebih jelas dengan pembahasan di atas? Agar lebih mudah
memahaminya, perhatikan gambar JEFT Kanal N di bawah ini.
MOSFET (Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor)
MOSFET juga memiliki dua tipe berbeda berdasarkan bahan semikonduktornya. Keduanya
yaitu N dan P. MOSFET memiliki lapisan oksidasi yang berada di antara Source dan Drain,
yaitu MOS (Metal Oxide Semiconductor).
Lalu, bagaimana cara kerja transistor MOSFET? MOSFET bekerja layaknya sebuah
saklar dan dipengaruhi oleh MOS. Fungsi MOS ini sendiri ialah mengatur arus dan tegangan
yang mengalir pada Source dan Drain.
UJT
Uni Junction Transistor (UJT) atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan
Transistor Sambungan Tunggal adalah Komponen Elektronika Aktif yang terbuat dari bahan
semikonduktor, UJT memiliki tiga terminal dan hanya memiliki satu sambungan. Pada
umumnya UJT digunakan sebagai Saklar Elektronik dan penghasil Isyarat Pulsa. Seperti
namanya, Uni Junction Transistor atau UJT juga digolongkan sebagai salah satu anggota
dari keluarga Transistor, namun berbeda dengan Transistor Bipolar pada umumnya, Uni
Junction Transistor atau UJT ini tidak memiliki Terminal/Elektroda Kolektor. UJT yang
memiliki Tiga Terminal ini terdiri dari 1 Terminal Emitor (E) dan 2 Terminal Basis (B1 dan
B2). Oleh karena itu, Transistor UJT ini sering disebut juga dengan Dioda Berbasis Ganda
(Double Base Diode).
Struktur Dasar Uni Junction Transistor (UJT)
Struktur dasar Uni Junction Transistor atau UJT dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Pada dasarnya UJT terdiri dari semikonduktor jenis Silikon yang bertipe N yang didoping
ringan dan sepotong Silikon bertipe P yang berukuran kecil dengan doping tinggi (berat) di
satu sisinya untuk menghasilkan sambungan tunggal P-N (P-N Junction). Sambungan
Tunggal inilah yang kemudian dijadikan terminologi UJT yaitu Uni Junction Transistor. Di
kedua ujung batang silikon yang bertipe N, terdapat dua kontak Ohmik yang membentuk
terminal B1 (Basis 1) dan (Basis 2). Daerah Semikonduktor yang bertipe P menjadi Terminal
Emitor (E) pada UJT tersebut.
Berikut ini adalah Bentuk dan Struktur dasar serta Simbol Uni Junction Transistor (Transistor
Sambungan Tunggal).
Cara Kerja Uni Junction Transistor (UJT)
Saat Tegangan diantara Emitor (E) dan Basis 1 (B1) adalah Nol, UJT tidak menghantarkan
arus listrik, Semikonduktor batang yang bertipe N akan berfungsi sebagai penghambat
(memiliki resistansi yang tinggi). Namun akan ada sedikit arus bocor yang mengalir karena
bias terbalik (reverse bias).
Pada saat tegangan di Emitor (E) dan Basis 1 (B1) dinaikan secara bertahap, resistansi
diantara Emitor dan Basis 1 akan berkurang dan arus terbalik (reverse current) juga akan
berkurang. Ketika Tegangan Emitor dinaikan hingga ke level bias maju, arus listrik di Emitor
akan mengalir. Hal ini dikarenakan Hole pada Semikonduktor yang di doping berat bertipe P
mulai memasuki daerah semikonduktor tipe N dan bergabung kembali dengan Elektron yang
di Batang Semikonduktor bertipe N (yang di doping ringan). Dengan demikian Uni Junction
Transistor atau UJT ini kemudian mulai menghantarkan arus listrik dari B2 ke B1.
Aplikasi Uni Junction Transistor (UJT)
Pada umumnya Uni Junction Transistor atau UJT ini digunakan pada beberapa aplikasi
rangkaian elektronika seperti berikut ini :
Osilator Relaksasi (Relaxation Oscillator).
Rangkaian Saklar Elektronik.
Sensor Magnetik flux.
Rangkaian Pembatas Tegangan dan Arus listrik.
Osilator Bistabil (Bistable oscillators).
Rangkaian Regulator Tegangan dan Arus Listrik.
Rangkaian Pengendali Fase (Phase control circuits).