TUGAS BESAR PRAK.
PBL
Nama : Indi Ferdianto
Nim : 41422120011
1. Bagaimana caranya mengaklibrasi multimeter, osciloscope dan audio generator
A Multimeter:
Pastikan multimeter Anda terkalibrasi dengan benar. Untuk melakukan kalibrasi,
hubungi teknisi kalibrasi yang terpercaya atau laboratorium kalibrasi yang
terakreditasi.
Jangan menggunakan multimeter yang sudah kadaluwarsa kalibrasi atau yang tidak
terkalibrasi dengan benar.
Jika Anda ingin memastikan bahwa multimeter Anda bekerja dengan benar, Anda
dapat menggunakan standar kalibrasi untuk memverifikasi hasil pengukuran Anda.
B Oscilloscope:
Pastikan oscilloscope Anda terkalibrasi dengan benar. Untuk melakukan kalibrasi,
hubungi teknisi kalibrasi yang terpercaya atau laboratorium kalibrasi yang
terakreditasi.
Jangan menggunakan oscilloscope yang sudah kadaluwarsa kalibrasi atau yang tidak
terkalibrasi dengan benar.
Gunakan sinyal kalibrasi yang diketahui, seperti sinyal gelombang persegi dengan
frekuensi yang diketahui, untuk mengkalibrasi pengukuran tegangan dan waktu pada
oscilloscope.
C Audio generator:
Pastikan audio generator Anda terkalibrasi dengan benar. Untuk melakukan kalibrasi,
hubungi teknisi kalibrasi yang terpercaya atau laboratorium kalibrasi yang
terakreditasi.
Jangan menggunakan audio generator yang sudah kadaluwarsa kalibrasi atau yang
tidak terkalibrasi dengan benar.
Gunakan frekuensi dan amplitudo yang diketahui untuk mengkalibrasi pengukuran
output audio pada audio generator.
2. Jelaskan bagaimana cara menggunakan osciloscope, multimeter dan audio
A Oscilloscope
Langkah pertama adalah menghubungkan probe oscilloscope ke sinyal yang akan
diukur. Probe harus dipilih sesuai dengan jenis sinyal dan jangkauan frekuensi yang
akan diukur.
Atur oscilloscope ke mode pengukuran yang sesuai, seperti AC atau DC coupling,
frekuensi sampel, dan skala waktu dan voltase.
Sinyal yang diukur dapat ditampilkan pada layar oscilloscope sebagai gelombang
osilasi, yang dapat membantu dalam menganalisis sinyal dan mengidentifikasi
masalah.
B Multimeter
Pertama, pilih mode pengukuran yang sesuai untuk jenis sinyal yang akan diukur,
seperti tegangan, arus, atau resistansi.
Hubungkan probe multimeter ke sumber sinyal yang akan diukur, seperti terminal
listrik atau komponen listrik.
Baca nilai pengukuran pada layar multimeter. Pastikan multimeter dalam kondisi
yang benar, seperti memilih jangkauan pengukuran yang sesuai dan memeriksa
apakah baterai multimeter cukup terisi daya.
C Audio Generator
Pertama, hubungkan audio generator ke perangkat audio yang akan diuji, seperti
speaker atau amplifier.
Atur audio generator ke frekuensi yang sesuai untuk pengujian yang dilakukan. Anda
juga dapat memilih bentuk gelombang yang berbeda, seperti sinewave atau
squarewave.
Buka volume audio generator perlahan-lahan untuk menghindari kerusakan pada
perangkat audio yang diuji.
Gunakan oscilloscope atau multimeter untuk memantau sinyal audio dan melakukan
pengukuran, seperti tegangan atau frekuensi.
3. bagaimana cara mengetahui resistor dengan cara perhitungan warna
A. tentukan warna dari setiap gelang resistor. Umumnya, terdapat empat atau lima
gelang pada resistor. Gelang pertama dan kedua menunjukkan nilai angka,
sedangkan gelang ketiga menunjukkan faktor pengali dan gelang keempat (jika
ada) menunjukkan toleransi.
B. Untuk gelang pertama dan kedua, tentukan nilai angka dari warna tersebut. Setiap
warna memiliki nilai angka yang berbeda, seperti pada tabel berikut:
Hitam - 0
Cokelat – 1
Merah - 2
Orange - 3
Kuning - 4
Hijau – 5
Biru - 6
Ungu – 7
Abu-abu - 8
Putih – 9
C Hitung nilai resistor dengan menggabungkan nilai angka dari gelang pertama dan
kedua, kemudian kalikan dengan faktor pengali yang terdapat pada gelang ketiga. Faktor
pengali biasanya berupa angka 10 pangkat n, di mana n adalah nilai angka dari gelang ketiga.
Jika tidak ada gelang ketiga, faktor pengali default adalah 1
D. Jika terdapat gelang keempat, tentukan toleransi resistor dari warna gelang tersebut.
Setiap warna memiliki toleransi yang berbeda, seperti pada tabel berikut:
Perak - 10%
Emas - 5%
Cokelat - 1%
Merah - 2%
Hijau - 0.5%
Biru - 0.25%
Ungu - 0.1%
Abu-abu - 0.05%
E. Tentukan rentang nilai resistor yang mungkin berdasarkan hasil perhitungan dan
toleransi. Nilai resistor yang sebenarnya mungkin saja berada di antara dua rentang nilai
resistor yang mungkin.
4 bagaimana cara mengukur tegangan dan arus pada pengukuran arus?
Untuk mengukur tegangan dan arus pada pengukuran arus bolak-balik (AC), Anda
memerlukan alat pengukur seperti multimeter AC yang dapat membaca nilai tegangan dan
arus AC. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mengukur tegangan dan arus AC
menggunakan multimeter:
1. Pastikan bahwa multimeter Anda sudah diatur pada mode AC.
2. Hubungkan probe merah pada jack pengukuran positif (V/Ω) pada multimeter dan
probe hitam pada jack pengukuran negatif (COM).
3. Untuk mengukur tegangan AC, tempatkan probe merah pada titik pengukuran
tegangan yang akan diukur dan probe hitam pada ground atau titik referensi. Pastikan
bahwa probe tidak terkena bagian yang terhubung dengan sumber tegangan seperti
kabel fase atau kabel netral. Baca nilai tegangan yang tertera pada multimeter.
4. Untuk mengukur arus AC, pertama-tama pastikan bahwa multimeter Anda dapat
mengukur arus AC. Jika tidak, Anda memerlukan multimeter yang mampu mengukur
arus AC. Kemudian, buka klem pada multimeter dan masukkan kabel yang akan
diukur ke dalam klem tersebut. Pastikan bahwa kabel fase dan kabel netral terpasang
dengan benar pada klem pengukur arus. Baca nilai arus yang tertera pada multimeter.
5. Setelah selesai mengukur, pastikan untuk memutuskan koneksi antara multimeter dan
rangkaian listrik yang sedang diukur.
5. Buatlah grafik hubungan tegangan dan arus ?
a. Grafik Rangkaian Resesif
yang termasuk rangkaian resesif adalah rangkaian resesif murni (R) dan rangkaian RLC saat
nilai XL=XC (saat terjadi resonansi).
b. Grafik rangkaian Induktif
terjadi dalam rankaian LC atau RLC saat XL>XC. Tegangan (V) mendahului arus (I) maka grafik V bergeser ke
kiri :
c. Grafik rangkaian Kapasitif
terjadi dalam rankaian LC atau RLC saat XL<XC. Tegangan (V) terlambat terhadap arus (I) maka grafik
V bergeser ke kanan :
atau dengan kata lain arus (I) mendahului tegangan (V) maka grafik I bergeser ke kiri :