EFEKTIVITAS SARANA PEMBELAJARAN ONLINE DI MEDIA
RUANGGURU
Muhammad Aji Prasetyo
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Interstudi
Jl. Wijaya II No.62 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160
ajiprstyo81@[Link]
Pendahuluan
Menurut (Rahmadani & Setiawati, 2019) Pada masa kini, perkembangan teknologi
terjadi sangat cepat dan kita sebagai manusia tidak bisa menghindarinya, mau tidak mau
harus menyesuaikan dengan perkembangan dunia. Salah satu perkembangan teknologi yang
membantu jalannya proses dalam pembelajaran yaitu ruang guru. Pendidikan merupakan hal
yang sangat penting bagi manusia, karena dengan pendidikan setiap manusia dapat
menambah wawasan dan ilmu yang bermanfaat. Setiap manusia wajib mendapatkan
pendidikan yang layak dimanapun berada dan pendidikan dapat mengubah pola pikirmenjadi
lebih baik dan positif.
Pemanfaatan teknologi informasi menjadi solusi yang selaras dengan kebijakan
pemerintah di masa pandemi ini dimana orang-orang tidak boleh berkerumun dan
mengurangi kegiatan-kegiatan di luar rumah, sehingga konsumen mulai beralih lebih banyak
melaksanakan aktivitas secara online. Pembelajaran secara daring memiliki tantangan,
kekuatan dan hambatan tersendiri, platform-platform online yang lain bisa menjadi solusi
alternatif dalam pembelajaran secara daring, demi kelangsungan pembelajaran pada setiap
satuan Pendidikan. (Kusumo, 2022)
Menurut Zaniyati (Dalam Wulandari, Kaharuddin, & Ashar, 2022) Dalam pendidikan
menyarankan semua pelajar untuk efektivitas yang artinya untuk mengukur pola pikir pelajar
dan memahami pelajaran secara baik untuk mencapai target yang kita mau. Belajar
merupakan suatu siklus yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan penyesuaian
tingkah laku. Perubahan ini terjadi karena hubungan antara individu dan keadaannya saat ini.
Akibatnya, belajar bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.
Menurut Tafiardi, (2005, p.90) Pelaksanaan E-learning, diklasifikasikan menjadi dua,
yaitu: (a) Dilaksanakan secara langsung yang artinya pada saat instruktur memberikan
pelajaran secara langsung dapat didengarkan oleh murid, (b) Dilaksanakan secara tidak
langsung yang artinya pesan dari instruktur direkam terlebih dahulu sebelum digunakan
untuk mengoperasikannya.
Karakteristik e-learning ini antara lain menurut Tafiardi, (2005, p.91) adalah: (a)
Memanfaatkan jasa teknologi elektronik. Guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau guru
dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa ada hambatan; (b)
Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan computer networks); (c)
Menggunakan bahan ajaran bersifat mandiri (self learning materials) dapat disimpan di
komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang
bersangkutan membutuhkannya; (d) Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil
kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat
kapan aja dan dimana aja di komputer.
Kemampuan dalam pembelajaran secara online atau daring masih banyak siswa, guru
dan dosen belum ahli dalam menggunakan pembelajaran secara online terutama bagi siswa,
guru ataupun dosen yang berada di daerah pedalaman. Pembelajaran daring ini merupakan
pemanfaatan jaringan internet dalam proses pembelajaran. Dengan pembelajaran jarak jauh
atau daring baik siswa, guru maupun dosen memiliki keleluasaan waktu dalam
pelaksanaannya. (Abidin, Hudaya, & Anjani, 2020)
Ada banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk membantu proses belajar mengajar,
misalnya whatsapp, zoom, web blog, edmodo dan lain-lain. Selama masa pendemi covid19
pemerintah juga berperan dalam menangani ketimpangan kegiatan belajar. Ada 12 platform
yang bisa diakses oleh peserta didik untuk belajar dari rumah dilansir dari laman resmi
Kemendikbud RI yaitu (1) Rumah belajar; (2) Meja kita; (3) Icando; (4) Indonesiax; (5)
Google for education; (6) Kelas pintar; (7) Microsoft office 365; (8) Quipper school (9)
Ruang guru; (10) Sekolahmu; (11) Zenius; (12) Cisco webex. (Kusumo, 2022).
Perlu waktu lama untuk mempelajari sistem pembelajaran melalui platform daring
tersebut. Jika dipahami, ada kemungkinan dapat memberikan dampak positif pada proses
pembelajaran. Namun, guru atau dosen sekalipun belum tentu paham dalam penggunaan
media-media ini. Apalagi orang tua dengan berbagai latar belakangnya.
Ruang guru adalah sebuah perusahaan digital asal indonesia yang bergerak dibidang
nonformal. Ruang guru ini media platform untuk pembelajaran berbasis kurikulum sekolah
melalui video tutorial oleh dan animasi di aplikasi tersebut. Aplikasi ruangguru ini sangat
efektiv untuk pembelajaran online, secara tidak langsung membuat pelajar secara mandiri dan
dapat meningkatkan motivasinya.
Ruang guru adalah program pendidikan sekolah berbasis internet gratis, berbagai
rekaman pembelajaran untuk setiap poin dan tingkat kelas, pendahuluan gratis, dan berbagai
pertanyaan dan jawaban. Selanjutnya, program kelas merupakan kerangka belajar bagi semua
instruktur dan perintis sekolah. Ini memberikan strategi pembelajaran berbasis web yang
sukses, teknik dan konfigurasi untuk SDM para eksekutif di sekolah. Saat ini jumlah siswa di
aplikasi Ruangguru lebih dari 15 juta siswa SD, SMP, dan SMA di seluruh Indonesia.
Apalagi banyak dari mereka mendapatkan sertifikat dari bagian inspirasi belajar, positioning
atau memasuki sekolah fantasi mereka.
Penelitian ini tidak terlepas dari penelitian-penelitian terdahulu yaitu, penelitian yang
dilakukan oleh Zainal Abidin, Universitas Indraprasta PGRI Jakarta tahun 2020 yang
berjudul EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA MASA PANDEMI
COVID-19, lalu ada jurnal Al Ikhlas, yang berjudul Efektivitas Whatsapp sebagai media
Belajar Daring di Sekolah Dasar Tahun 2022, dan jurnal Aviva Aurora yang berjudul
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran E-learning terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa
di Universitas Negeri Padang Tahun 2019.
Dari Latar Belakang di atas maka Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah
“Seberapa Efektif Sarana Pembelajaran Online Di Media Ruang Guru ?” Serta tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektif Sarana Pembelajaran Online Di Media Ruang
Guru.
Tinjauan Literatur
Untuk mendukung penelitian ini, peneliti menganalisis tiga penelitian yang sudah
terlebih dahulu diteliti oleh peneliti lain berkaitan tentang penelitian sebelumnya
menggunakan Jurnal Komunikasi metode yang serupa dengan penelitian yang akan
dilakukan, sehingga memiliki relevansi dengan penelitian ini.
Artikel jurnal yang pertama diambil dari Zainal Abidin, Universitas Indraprasta
PGRI Jakarta tahun 2020 yang berjudul EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN JARAK JAUH
PADA MASA PANDEMI COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode
kualitatif yang sifatnya deskriptif yang artinya penelitian yang mengacu pada teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara mendalam dengan key informan dan
informan.
Teori New Media McQuail adalah wadah dimana semua pesan komunikasi bisa
terpusat dan mudah untuk disalurkan menggunakan teknologi internet dan melibatkan
audiens untuk meningkatkan proses interaksi dan komunikasi.
Artikel jurnal yang kedua diambil dari Aviva Aurora, Universitas Negeri Padang
tahun 2019 yang berjudul Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran E-learning terhadap
Motivasi Belajar Mahasiswa di Universitas Negeri Padang. Metode penelitian yang
digunakan metode penelitian deskriptif korelasional.
Teori New Media McQuail adalah wadah dimana semua pesan komunikasi bisa
terpusat dan mudah untuk disalurkan menggunakan teknologi internet dan melibatkan
audiens untuk meningkatkan proses interaksi dan komunikasi.
Artikel jurnal yang ketiga diambil dari Yulianti Retno Wulandari, Universitas
Muhammadiyah Makassar tahun 2022 yang berjudul EFEKTIVITAS PENGGUNAAN
APLIKASI RUANG GURU PADA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS VI DALAM
PENINGKATAN KULITAS PENDIDIKAN DI KOTA MAKASSAR. Metode penelitian
yang digunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu menggambarkan
hasil penelitian dengan mendeskripsikan data aktual yang diperoleh dalam efektivitas
penggunaan aplikasi ruang guru dalam peningkatan kualitas pendidikan di kota Makassar
sumber data dipilih dengan purposive sampling (sampel bertujuan), data dikumpulkan dengan
menggunakan teknik wawancara, obrservasi, dan dokumentasi, teknik analisis dengan
menggunakan analisis deskriptif kualitatif, yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan
kesimpulan atau verifikasi.
Teori New Media McQuail adalah wadah dimana semua pesan komunikasi bisa
terpusat dan mudah untuk disalurkan menggunakan teknologi internet dan melibatkan
audiens untuk meningkatkan proses interaksi dan komunikasi.
Teori dikutip dari buku Etika Komunikasi dalam Media Sosial: Saring Sebelum
Sharing (2021) karya Rahmanita Ginting, dkk, new media adalah media yang menggunakan
internet berbasis teknologi online, berkarakter fleksibel, berpotensi interaktif, serta dapat
berfungsi secara privat atau publik.
Secara harfiah, new diartikan baru, sedangkan media berarti alat yang digunakan
komunikator untuk mengirim pesan kepada komunikan. Jadi bisa dimaknai bahwa new media
adalah alat baru yang digunakan komunikator untuk mengirim pesan kepada komunikan.
(Ginting, et al., 2021)
Pengertian Media Online
John M. Echols dan Hasan Shadily memberikan definisi mengenai online. On berarti
sedang berlangsung, dan line berarti garis, barisan, jarak dan tema Singkatnya, online berarti
proses pengaksesan informasi yang sedang berlangsung melalui media internet.
Menurut Asep Samsul M. Romli dalam bukunya yang berjudul jurnalistik online,
media online adalah media yang berbasis komputer dan internet. media online adalah portal,
website (situs web, termasuk blog dan media sosial seperti facebook dan twitter), radio
online, tv online, dan email.
Karakteristik Media Online
a. Multimedia: Menyajikan berita/informasi dalam bentuk teks, audio, video,
grafis dan gambar secara bersamaan.
b. Aktualitas: Berisikan info aktual karena mudah dan cepat dalam penyajian.
c. Cepat: Ketika diposting, semua orang dapat melihat.
d. Update: informasi dapat dilakukan dengan cepat/fast news dari segi konten
maupun redaksional, Ketika salah ketik/ejaan.
e. Kapasitas luas: Halaman web dapat menampung naskah sebanyak mungkin.
f. Fleksibel: Editing naskah bisa kapan saja dan dimana saja, juga jadwal terbit
bisa kapan saja, setiap saat.
g. Luas: Menjangkau seluruh dunia yang memiliki akses internet
h. Interaktif: Mempunyai fasilitas kolom komentar dan chat room.
i. Terdokumentasi : informasi tersimpan di “bank data” (arsip) dan fasilitas
“cari” (search).
j. Hyperlinked : terhubung dengan sumber lain (link) yang berkaitan dengan
informasi tersaji.
Jenis – Jenis Media Online
Media online berupa situs berita bisa diklasifikasikan menjadi empat kategor.
1. situs berita berupa "edisi online" dari media cetak surat kabar atau
majalah.
Suatu situs pemberitaan yang dapat diambil dari sebuah surat kabar
atau majalah dalam mempublikasian disitus portal pemberitaan. Disini tidak
hanya berita saja yang tersedia, di media cetak akan tetapi media juga tersedia
di media situs onine. Contohnya seperti: republika online, kompas
cybermedia, [Link].
2. situs berita berupa "edisi online" media penyiaran radio.
Suatu situs berita yang berasal dari suatu saluran radio, sekarang sudah
bisa dinikmati melalui media online. Karena untuk memepermudah pengguna
atau pendengar menikmati siarannya radio maka juga disediakan versi
onlinenya seperti sama persis streamingnya. Contohnya seperti: [Link],
[Link].
3. situs berita online" murni yang tidak terkait dengan media cetak atau
elektronik.
Suatu situs berita yang tidak terkait dengan media cetak maupun media
televisi ataupun radio. Situs berita online ini murni prodak pemberitaan
sendiri, sehingga menjadikan media online sebagai prodak utama dalam media
keredaksian sehingga pemberitaan selalu diperbarui setiap perjam karena salah
satu karakter dari pemberitaan online adalah selalu cepat diperbarui.
Contohnya seperti: [Link], [Link] dan [Link]
4. situs "indeks berita" yang hanya memuat link-link berita dari situs berita
lain.
Suatu situs berita yang tidak memiliki tim keredaksian dalam
pembuatan berita, jadi situs berita ini hanya mengambil dari situs berita milik
media online. Contohnya seperti media online milik dari: yahoo! news, google
news, cealsea news dan news now.
Pengertian Efektivitas
Menurut kurniawan (2005:209) efektivitas adalah kemampuan seseorang
melaksanakan tugas dan fungsi (operasi kegiatan program atau misi) dari suatu organisasi
atau sejenisnya untuk yang tidak adanya tekanan atau ketegangan diantara pelaksanaanya.
Menurut Gie (2007:2) efektivitas adalah terjadinya efek atau akibat yang dikehendaki,
jadi perbuatan seseorang yang efektif ialah perbuatan yang menimbulkan akibat sebagaimana
dikehendaki oleh orang itu, setiap pekerjaan 9 yang efisien tentu berarti juga efektif, karena
dilihat dari segi usaha hasil yang dikehendaki telah dicapai dan bahkan dengan penggunaan
unsur minimal.
Pengertian Sarana
Menurut Wahyuningrum (2004), sarana pendidikan adalah segala fasilitas yang wajib
dilakukan dalam proses pembelajaran, yang meliputi barang bergerak maupun barang tidak
bergerak supaya tujuan pembelajaran tercapai.
Definisi Sarana
Menurut Moenir (2006), sarana adalah Segala sesuatu peralatan yang berfungsi
sebagai alat utama/ alat langsung untuk mencapai tujuan. Seperti: tempat tidur, toilet, tempat
sampah, dan lain-lain.
Fungsi Sarana
Menurut Dikdasmen Depdikbud (1997:7), fungsi sarana pendidikan adalah alat
pembelajaran, alat peraga, dan media pendidikan dalam proses pembelajaran yang sangat
penting untuk mencapai tujuan pendidikan.
Pengertian Pembelajaran Online
Pembelajaran online atau yang biasa disebut Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) itu pembelajaran
yang menggunakan internet melalui Aplikasi seperti zoom,gmet,whatsupp,Edmodo,ruang
guru. Aplikasi tambahan ini memudahkan para siswa untuk melakukan pembelajaran online,
karena kita hanya membutuhkan internet yang bagus supaya bisa memakai aplikasi tersebut.
Metode Penelitian
Paradigma Penelitian
Penelitian ini menggunakan paradigma positivistik / positivisme. Paradigma jenis ini
menganggap bahwa terdapat sebuah kebenaran tunggal dari suatu kejadian atau pandangan.
Paradigma ini menganggap realitas sosial yang terjadi sebagai sesuatu yang memiliki sifat
empirik, dan dapat di observasi secara nyata serta dapat di buktikan secara ilmiah.
Pendekatan Penelitian
Pada penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah Kuantitatif. Adapun tujuan
dari pendekatan jenis ini adalah untuk memberikan kebenaran secara objektif, empiris,
sistematis, dan terorganisir. Penelitian Kuantitatif memiliki sifat yang konkret dan dapat
dikuantitaskan berupa angka-angka, sehingga penelitian ini bersifat objektif yang dimana
hasil dari penelitian ini dapat digeneralisasikan terhadap populasi, dan juga dapat ditafsirkan
sama oleh semua orang.
Penelitian Kuantitatif adalah sebuah pendekatan yang di dalamnya terdapat banyak
angka-angka. Penelitian Kuantitatif adalah penelitian yang menggambarkan atau menjelaskan
suatu masalah dengan hasil yang dapat digeneralisasikan. Penelitian Kuantitatif juga dapat
diartikan sebagai bagian dari serangkaian investigasi sistematika terhadap suatu fenomena
dengan cara mengumpulkan data yang nantinya akan dilakukan pengukuran dengan teknik
statistik matematika atau komputasi.
Dengan menggunakan Pendekatan Kuantitatif diharapkan nantinya peneliti akan
memperoleh skor-skor empiris yang menggambarkan sikap responden, dimana dalam
penelitian ini yang menjadi responden ialah siswa-siswi SMPN 124.
Metode Penelitian
Metode yang digunakan oleh peneliti adalah Metode Survei. Survei adalah metode
penelitian yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai instrument utama untuk
pengumpulan datanya. Tujuannya adalah guna memperoleh informasi tentang jumlah
responden yang dianggap mewakili populasi tertentu (Pratama & Anggraeni, Vol 1, No. 1,
November 2019).
Jenis Penelitian
Penelitian ini berjenis Kuantitatif Deskriptif yang merupakan sebuah jenis penelitian
yang akan mendeskripsikan, memaparkan atau merangkum berbagai keadaan, kondisi atau
kejadian berdasarkan pada kondisi yang ada sebagai penanda bahwa terdapat data yang
difoto, di interview dan juga dilakukan pengamatan yang bisa dijelaskan dengan subjek
dokumentasi.
Populasi Sampel
Populasi adalah sebuah subjek atau kepaduan dari suatu kelompok orang pada tempat
serta waktu yang telah ditentukan oleh peneliti. Populasi merupakan keseluruhan subjek
penelitian, atau biasa disebut dengan sebutan “objek sasaran penelitian”. Populasi dapat
berupa manusia, hewan, gejala, sikap hidup dan sebagainya.
Populasi adalah kelengkapan data penelitian. Populasi berfungsi sebagai pusat
perhatian dan menjadi sumber data utama dalam sebuah penelitian. Adapun populasi dalam
penelitian ini adalah siswa-siswi SMPN 124 kelas 8 dengan berjumlah 230 orang.
Teknik sampel
Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini dijalankan dengan melakukan survei melalui kuesioner kepada 230
orang responden. Kuesioner merupakan sebuah daftar pertanyaan dan pernyataan yang harus
diisi / dijawab oleh para responden. Adapun ketentuan kuesioner dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut: (1) Kuesioner Pertanyaan Tertutup, adalah sebuah kuesioner yang memiliki
beberapa pilihan jawaban yang telah disiapkan oleh periset, dan nantinya responden hanya
akan diminta untuk memilih jawaban mana yang menurutnya sesuai dengan realitas yang
dialaminya. (2) Kepustakaan, peneliti akan mencari data melalui berbagai perpustakaan yang
didatangi untuk menggali informasi yang berhubungan dengan judul yang diambil oleh
peneliti. (3) Observasi, adalah sebuah proses yang kompleks dan tersusun dari berbagai
proses biologis dan psikologis. Observasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah dengan
cara mendatangi lokasi penelitian. Tujuannya adalah guna melihat dan mengamati aktivitas
yang dilakukan oleh para responden. Dalam penelitian ini tempat yang dimaksud adalah
SMPN 124. (4) Data Sekunder, merupakan data yang diperoleh dengan menggunakan studi
literature yang diakukan terhadap banyak buku berdasarkan catatan-catatan yang
berhubungan dengan penelitian ini. Selain itu pada penelitian ini peneliti juga
mempergunakan data yang diperoleh dari internet.
Teknik Pengolahan Data
Teknik pengolahan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi software Statistical
Product and Service Solution (SPSS) versi terbaru. Program SPSS ini berfungsi untuk
melakukan analisis statistik yang cukup tinggi. Selain itu, program ini dapat dengan mudah
dipahami cara pengoperasiannya. Teknik pengukuran menggunakan skala likert, yang dimana
setiap item dari instrument yang dijawab akan diberi skor dari sangat mengetahui sampai
tidak mengetahui sama sekali. Berikut ini penjabaran dari Skor Skala Likert:
1 = Setuju (S)
2 = Tidak setuju (TS)
3 = Ragu-ragu (RG)
4 = Sangat setuju (SS)
5 = Sangat tidak setuju (STS)
Teknik Analisis Data
Analisis data menggunakan teknik Statistika Deskriptif. Statistika Deskriptif adalah
statistika yang digunakan untuk mengkaji sebuah data melalui metode “menjelaskan” dan
“mengilustrasikan” data yang telah diperoleh seperti adanya tanpa dengan sengaja membuat
suatu kesimpulan yang berlaku pada khalayak dan generalisasi. Teknik statistik deskriptif
terdiri dari rata-rata (mean), standar (deviasi), minimum dan maksimum. Data dituliskan ke
dalam beberapa tabel yaitu tabel distribusi frekuensi dan tabel silang.
Operasional Konsep
Menurut Sugiyono (2015), pengertian operasional dalam sebuah penelitian adalah
ciri, sifat dan nilai pada objek yang memiliki variabel yang telah dipelajari oleh peneliti
untuk diambil dan dijadikan sebuah kesimpulan. Operasional adalah definisi yang
menjelaskan sebuah variabel dalam memberikan penjelasan dalam bentuk yang dapat diukur.
Definisi operasional ini memberikan informasi-informasi yang diperlukan untuk melakukan
pengukuran terhadap variabel yang diteliti. Operasional konsep berfungsi untuk mengukur
variabel yang akan digunakan dalam penelitian. Selain itu dapat menurunkan konsep-konsep
yang digunakan menjadi indikator-indikator yang akan menjelaskan secara lebih spesifik
tentang konsep konsep tersebut sehingga nantinya para calon responden akan lebih mudah
untuk mengerti.
Daftar Pustaka
Abidin, Z., Hudaya, A., & Anjani, D. (2020). EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN JARAK
JAUH PADA MASA PANDEMI COVID-19. Research and Development Journal Of
Education, 131 - 146.
Agung Kurniawan 2005. Transpormasi Pelayanan Publik. Yogjakarta: Pembaharuan
Aurora, A., & Effendi, H. (2019). Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran E-learning
terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa di Universitas Negeri Padang. JTEV (JURNAL
TEKNIK ELEKTRO DAN VOKASIONAL), 11 - 16.
Dalam Wulandari, Y. R., Kaharuddin, & Ashar. (2022). EFEKTIVITAS PENGGUNAAN
APLIKASI RUANG GURU PADA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS VI
DALAM PENINGKATAN KULITAS PENDIDIKAN DI KOTA MAKASSAR.
Nusantara Hasana Journal, 142 - 147.
Depdikbud.(1997).PedomanAdministrasiSekolahDasar,Jakarta:DitjenDikdasmen.
Gie, The Liang. 2007. Administrasi Perkantoran Modern. Yogyakarta : Liberty
Ikhlas, A. (2022). Efektivitas Whatsapp sebagai media Belajar Daring di Sekolah Dasar.
Jurnal Inovasi Pendidikan, 165 - 171.
Kusumo, A. T. (2022). Efektivitas NataKelas Selama Pandemi Covid-19 Sebagai Media
Pembelajaran Daring. JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA , 13 -
17.
Moenir, 2006, Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara.
Rahadian, D., Rahayu, G., & Oktavia, R. R. (2019). Teknologi Pendidikan: Kajian Aplikasi
Ruangguru Berdasarkan Prinsip dan Paradigma Interaksi Manusia dan Komputer. Jurnal
PETIK, 5 (1):12-13.
Riyanto. (2017). EFEKTIVITAS MEDIA INTERNET TERHADAP KEPUASAN
KHALAYAK MEDIA. Jurnal Komunikasi, 61 - 70.
Romli, A. S. (2012). Jurnalistik Online: Panduan Mengelola Media Online. Bandung:
Nuansa Cendekia.
Wahyuningrum (2004) buku ajar manajemen fasilitas [Link]: FIP UNY.
(Online) http// staff [Link]/Bab [Link].
Tanggak Akses : 13 Februari 2013 Pukul :13.55.