DAMPAK
KEPERILAKUAN PADA
PERSYARATAN
PELAPORAN
Presents by
Kelompok 7 (Akuntansi Keperilakuan C8)
INTRODUCING GEK ISTA
A. A. AYU ISTA SURYA ASTITI
OUR GROUP MEMBER 2107531038
GABY FEBRI
NI LUH GABRIELLA YULIA ALEXANDRA NI KETUT FEBRIYANI
2107531067 2107531089
TEORI KOMUNIKASI
PENILAIAN DAMPAK PENGARUH
Pada pengirim informasi Persyaratan pelaporan
pada perilaku
PETA KONSEP
VARIABEL
DAMPAK
Yang mempengaruhi
Persyaratan pelaporan
komunikasi akuntansi
pada
MODEL KOMUNIKASI
1 PENGARUH PERSYARATAN
PELAPORAN PADA PERILAKU
PERSYARATAN UNTUK MELAPORKAN INFORMASI
SYARAT- KEPADA ORANG LAIN
tentang siapa atau apa kita ini, bagaimana kita menjalankan
SYARAT hidup kita, bagaimana kita mengerjakan pekerjaan kita, dan
PELAPORAN seterusnya.
INTISARI DARI PROSES AKUNTANSI ADALAH KOMUNIKASI
ATAS INFORMASI YANG MEMILIKI IMPLIKASI KEUANGAN
ATAU MANAJEMEN
INFORMASI YANG DILAPORKAN
ADALAH BAGIAN YANG PENTING DARI
PROSES PENGELOLAAN DAN
PENGENDALIAN ORGANISASI
Tanpa informasi, manajer, kreditor, dan
pemilik tidak dapat mengatakan apakah
segala sesuatu berjalan sesuai dengan
rencana atau apakah tindakan korektif
diperlukan
BAGAIMANA
PERSYARATAN
PELAPORAN
MEMPENGARUHI
PERILAKU?
ANTISIPASI PENGGUNAAN
INFORMASI
Pengirim menggunakan persyaratan pelaporan
iuntuk mengantisipasi bagaimana penerima akan
bereaksi terhadap informasi yang dilaporkan.
Jika pengirim mengantisipasi adanya suatu reaksi
yang tidak menyenangkan terhadap informasi
mengenai perilaku mereka saat ini, mereka
mungkin akan memodifikasi perilakunya
sedemikian rupa sehingga informasi yang
dilaporkan akan menimbulkan reaksi yang lebih
diinginkan.
PREDIKSI SI PENGIRIM
MENGENAI PENGGUNAAN SI
PEMAKAI
Kadang kala, seseorang merasa pasti mengenai bagaimana penerima akan
menggunakan informasi, sementara pada waktu-waktu lain seseorang tidak merasa
mengenai bagaimana informasi tersebut digunakan.
Jika kegunaan yang dimaksudkan tidak dinyatakan secara jelas, maka pengirim akan
menggunakan pengalaman masa lalunya dalam situasi yang serupa guna membuat
estimasi terbaiknya mengenai bagaimana informasi yang dilaporkan akan benar-
benar digunakan.
INSENTIF/SANKSI
Kekuatan dan sifat dari kekuasaan penerima terhadap
pengirim adalah penentu yang penting mengenai
seberapa besar kemungkinan bahwa sipengirim akan
mengubah perilakunya.
Semakin besar potensi yang ada bagi si penerima,
untuk memberikan penghargaan atau sanksi kepada si
pengirim, semakin hati-hati sipengirim akan bertindak
dalam memastikan bahwa informasi yang dilaporkan
dapat diterima oleh si penerima.
PENENTUAN
WAKTU
Waktu adalah faktor penting dalam
menetukan apakah persyaratan pelaporan
akan menyebabkan perubahan dalam
perilakupengirim atau tidak. Supaya
persyaratan pelaporan dapat menyebabkan
pengirim mengubah perilakunya, ia harus
mengetahui persyaratan pelaporan tersebut
sebelum ia bertindak.
STRATEGI RESPON TIDAK ADA RESPON
Strategi dapat diteruskan
ITERATIF
RESPON NEGATIF
Ketika suatu persyaratan pelaporan baru dikenakan, strategi yang Perilaku yang dilaporkan tidak
paling murah adalah untuk terus berperilaku seperti biasa, diinginkan
melaporkan sejujurnya perilaku tersebut, dan menunggu reson
dari penerima.
PENGARUH PERHATIAN
Dampak mengarahkan perhatian dapat dianggap
sebagai dampak dari pencatatan dan bukannya
dampak dari pelaporan informasi karena dampak
tersebut timbul dari kepentingan pengirim itu
sendiri dan tidak bergantung pada informassi yang
dilaporkan kepada siapapun.
Tetapi, dampak tersebut dipertimbangkan karena
dapat terjadi sebagai respon terhadap persyaratan
pelaporan dari luar, meskipun hal tersebut juga
dapat terjadi tanpa adanya persyaratan tersebut.
2 DAMPAK PERSYARATAN
PELAPORAN
Persyaratan pelaporan dapat
memengaruhi perilaku di semua
bidang akuntansi
Akuntansi Keuangan
Akuntansi Perpajakan
Akuntansi Sosial
Akuntansi Manajemen
3 PENILAIAN DAMPAK PADA
PENGIRIM INFORMASI
PENILAIAN DAMPAK PENGAMBILAN KEPUTUSAN DEDUKTIF
PADA PENGIRIM Melibatkan pemikiran secara hati-
INFORMASI hati mengenai bagaimana
persyaratan pelaporan akan
berinteraksi dengan kekuatan
motivasi lainnya guna membentuk
perilaku manajer.
MENANYAKAN LANGSUNG
Contohnya dengan survei, yang
dapat terdiri atas pertanyaan sempit
atau atas pertanyaan luas.
4 TEORI KOMUNIKASI
TEORI KOMUNIKASI
Para ahli, Gibson dkk. (1995) mengatakan
bahwa komunikasi berasal dari kata latin
“communis” yang berarti “sama”.
Hal ini berarti adanya pencarian kesamaan
makna atas hal-hal yang dikomunikasikan
antara pihak pengirim dengan pihak
penerima. Secara terminologi, komunikasi
berarti proses penyampaian suatu
pernyataan oleh seseorang kepada orang
lain.
PENGENDALIAN
Komunikasi bertindak untuk
mengendalikan perilaku anggota
dengan beberapa cara
MOTIVASI
Komunikasi membantu
perkembangan motivasi dengan
menjelaskan kepada karyawan apa
yang seharusnya dilakukan
INFORMASI
Komunikasi memberikan informasi
yang diperlukan oleh individu dan
kelompok untuk mengambil
FUNGSI keputusan
KOMIUNIKASI PENGUNGKAPAN EMOSIONAL
komunikasi menunjukkan
ungkapan emosional dari perasaan
dan merupakan pemenuhan
terhadap kebutuhan sosial
5 MODEL KOMUNIKASI
01 MODEL LASSWELL
MODEL KOMUNIKASI
02 MODEL SHANNON-WEAVER
03 MODEL SMCCR BERLO
04 MODEL WESTLY-MACLEAN
05 MODEL PEMUSATAN KOMUNIKASI
06 SATU MODEL KOMUNIKASI
MODEL LASSWELL
SIAPA... MENGATAKAN APA.... DENGAN CARA APA.... KEPADA SIAPA...
KOMUNIKATOR PESAN MEDIA KOMUNIKAN
....DENGAN AKIBAT APA
UMPAN BALIK
MODEL SHANNON-WEAVER
PENERIMAAN
SINYAL
PESAN SINYAL PESAN
SUMBER
GELOMBANG PENERIMA TUJUAN
INFORMASI
SISTEM
PENGGANGGU
MODEL SCMR BERLO
MODEL WESTLY-MACLEAN
MODEL PEMUSATAN
KOMUNIKASI
MENEKANKAN PADA KESATUAN
INFORMASI DAN TINDAKAN.
KONSEKUENSI MODEL INI ADALAH
KOMUNIKASI SELALU
MENGIMPLIKASIKAN SUATU
HUBUNGAN- SUATU PROSES SALING
MEMBAGI INFORMASI ANTARA DUA
ORANG ATAU LEBIH.
SATU MODEL KOMUNIKASI
SUMBER
PENGODEAN PESAN SALURAN
KOMUNIKASI
UMPAN BALIK
PENERIMA PENGURAIAN
6 VARIABEL YANG MEMENGARUHI
KOMUNIKASI AKUNTANSI
VARIABEL YANG MEMENGARUHI
KOMUNIKASI AKUNTANSI
1. SUMBER
KREDIBILITAS SUMBER
KESAMAAN ANTARA
PENERIMA DAN
SUMBER
VARIABEL YANG MEMENGARUHI
KOMUNIKASI AKUNTANSI
2. PESAN
5 ELEMEN YANG SEBAIKNYA
DIPERTIMBANGKAN
ISI
ORGANISASI
KODE
PERLAKUAN
ELEMEN-ELEMEN PESAN
CASE STUDY
Skandal Akuntansi Perusahaan Toshiba
PENJELASAN KASUS
Toshiba Corporation merupakan perusahaan elektronik asal Jepang dengan reputasi yang sangat baik awalnya.
Toshiba menduduki peringkat sembilan dari 120 perusahaan publik di Jepang dalam Good Governance Practice.
Namun reputasi yang bagus itu kini hancur berantakan hanya karena pressure
yang sangat tinggi untuk memenuhi target performance unit. Kasus ini terjadi
baru-baru ini yaitu tahun 2015. Toshiba terbukti melakukan pembohongan
publik dan investor dengan cara menggelembungkan keuntungan di laporan
keuangan hingga overstated profit 1,2 Miliar US Dollar sejak tahun fiskal 2008.
Dan yang lebih memprihatinkan skandal tersebut melibatkan top management
dari Toshiba Corporation.
Pada 21 Juli 2015, delapan dari 16 petinggi Toshiba yang
terlibat skandal akuntansi resmi mengundurkan diri. Termasuk diantaranya
Presiden Direktur Hisao Tanaka, Wakil Presdir Norio Sasaki dan Chief
Executive Atsutoshi Nishida.
ANALISIS KASUS
Pelanggaran yang dilakukan oleh pihak akuntan Toshiba adalah
pemalsuan laporan keuangan Guna mempercantik kinerja
keuangannya,
Toshiba melakukan berbagai cara baik mengakui pendapatan lebih awal atau menunda
pengakuan biaya pada periode tertentu namun dengan metode yang menurut investigator tidak
sesuai prinsip akuntansi, seperti menggunakan cash-based ketika pengakuan provisi yang
seharusnya dengan metode akrual, memaksa supplier menunda penerbitan tagihan meski
pekerjaan sudah selesai, dan lain-lain.
Budaya yang kurang baik
Presurre untuk pencapaian target Sistem kompensasi karyawan
ANY
QUESTIONS?
TERIMA KASIH