Model Rantai Markov dalam Keputusan
Model Rantai Markov dalam Keputusan
TENTANG
MODEL RANTAI MARKOV
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metode Kuantitatif Pengambilan
Keputusan
Yang Diampu Oleh Ibu Gina Agustina, SE, MM
PRODI MANAJEMEN
2023
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum [Link]
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi
kesehatan dan kelancaran dalam pembuatan makalah yang berjudul Model Rantai
Markov. Sholawat beserta salam kami panjatkan kejunjunan alam Nabi
Muhammad SAW.
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata
kuliah Metode Kuantitatif Pengambilan Keputusan. Dalam makalah ini
disampaikan pembahasan materi mengenai model rantai markov.
Kami berharap makalah ini bisa bermanfaat khususnya bagi kami dan
umummya bagi para pembaca, dan mudah mudahan setelah membaca menjadi
inspirasi bagi pembuat makalah yang akan datang. Selanjutnya, kami selaku
penyusun menyadari bahwa kami masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran sangatlah berguna bagi kami demi kemajuan dimasa yang
mendatang.
Akhir kata, mohon maaf jika dalam penyusun makalah ini ada yang tidak
berkenan bagi yang membaca maupun orang yang akan membuat makalah.
Wassalamualaikum [Link]
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR...................................................................................... iii
DAFTAR TABEL........................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah................................................................................. 2
C. Tujuan Masalah ................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Ruang Lingkup Model Rantai Markov................................................. 3
B. Matriks Probabilitas Transisi................................................................ 5
C. Menghitung Probabilitas Suatu Kejadian di Waktu yang akan Datang 7
D. Menentukan Kondisi Steady State........................................................ 14
E. Contoh Soal Model Rantai Markov...................................................... 16
ii
DAFTAR GAMBAR
iii
DAFTAR TABEL
iv
BAB I
PENDAHULUAN
1
sebenarnya hanya memberikan informasi bagi pengambil keputusan untuk
memperbaiki keputusannya, bukan untuk memberi solusi.
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja ruang lingkup model rantai markov?
2. Bagaimana cara menghitung matriks probabilitas transisi?
3. Bagaimana cara menghitung probabilitas suatu kejadian di waktu yang
akan datang?
4. Bagaimana cara menentukan kondisi steady state?
5. Bagaimana soal perhitungan model rantai markov?
C. Tujuan Masalah
C. Memahami apa saja ruang lingkup model rantai markov
D. Memahami bagaimana cara menghitung matriks probabilitas transisi
E. Memahami bagaimana cara menghitung probabilitas suatu kejadian di
waktu yang akan datang
F. Memahami cara menentukan kondisi steady state
G. Memahami soal perhitungan model rantai markov
2
BAB II
PEMBAHASAN
3
Markov berfokus pada perluasan hukum bilangan besar dalam
berbagai percobaan. Model ini berhubungan dengan suatu rangkaian
proses dimana kejadian akibat suatu eksperimen hanya tergantung
pada kejadian yang langsung mendahuluinya dan tidak tergantung
pada rangkaian kejadian sebelum-sebelumnya yang lain.
3. Ciri-ciri
a. Bila diketahui status suatu kondisi awal, maka pada kondisi
periode berikutnya merupakan suatu proses random yang
dinyatakan dalam probabilitas, yang disebut dengan probabilitas
transisi.
b. Probabilitas transisi tidak akan berubah untuk selamanya.
c. Probabilitas transisi hanya tergantung pada status awal.
4. Sifat
Apabila diketahui proses berada dalam suatu keadaan tertentu,
maka peluang berkembangnya proses di masa mendatang hanya
tergantung pada keadaan saat ini dan tidak tergantung pada keadaan
sebelumnya, atau dengan kata lain rantai Markov adalah rangkaian
proses kejadian dimana peluang bersyarat kejadian yang akan datang
tergantung pada kejadian sekarang.
5. Syarat
a. Jumlah probabilitas transisi untuk suatu keadaan awal dari sistem
sama dengan 1.
b. Probabilitas‐probabilitas tersebut berlaku untuk semua partisipan
dalam sistem.
c. Probabilitas transisi konstan sepanjang waktu.
d. Kondisi merupakan kondisi yang independen sepanjang waktu.
6. Proses
Terdapat 3 prosedur utama untuk dilakukan, yaitu :
a. Menyusun matriks probabilitas transisi.
b. Menghitung probabilitas suatu kejadian di waktu yang akan
datang.
4
c. Menentukan kondisi steady state.
Tabel 2.1
Keterangan:
n = jumlah keaadaaan dalam proses
i = kondisi awal ke-i (i = 1,2, ...., n)
j = kondisi akhir ke-j (j = 1,2, ...., n)
pij = peluang perubahan kondisi dari kondisi ke-i menjadi kondisi ke-j
Oleh karena angka tersebut melambangkan kemungkinan, maka
semuanya merupakan bilangan non negatif dan tidak lebih dari satu.
5
Gambar 2.1
2. Contoh Soal
Masalah perubahan cuaca di Indonesia.
Misal hanya terdapat 2 macam cuaca, yaitu hujan dan cerah.
Diketahui bahwa dalam masalah ini, cuaca di Indonesia selalu berada
pada salah satu dari dua state (status) yang mungkin, yaitu cerah atau
hujan. Perubahan dari satu state ke state yang lain pada periode
berikutnya merupakan suatu proses random yang dinyatakan dalam
probabilitas, yang disebut dengan probabilitas transisi.
Misalnya saja diketahui :
– P(hujan | hujan ) = 0,6 P(hujan | cerah ) = 0,4
– P(cerah | hujan ) = 0,8 P(cerah | cerah ) = 0,2
Tabel 2.2
Contoh lain :
Pada suatu kota kecil terdapat dua pasar swalayan W dan L.
Diasumsikan setiap pembeli di kota tersebut melakukan kunjungan
belanja satu kali per minggu. Dalam sembarang minggu seorang
pembeli hanya berbelanja di W atau L saja, dan tidak dikeduanya.
Kunjungan belanja di sebut percobaan (trial) dari proses dan toko yang
6
dipilih disebut keadaan dari proses. Suatu sample 100 pembeli diambil
dalam periode 10 minggu, kemudian data dikompilasikan.
Dalam menganalisis data, terlihat bahwa dari seluruh pembeli yang
berbelanja di W dalam satu mingguan, 90% tetap berbelanja di toko W
pada minggu berikutnya, sedangkan sisanya berpindah belanja pada
toko L. 80% dari yang berbelanja di toko L dalam satu minggu tetap
berbelanja di toko L sedangkan 20% berpindah belanja pada toko W.
Informasi tersebut disusun pada tabel berikut.
Tabel 2.3
Pada kedua baris berjumlah 100, tetapi jumlah kolom tidak
Informasi ini digunakan untuk membuat matriks kemungkinan
perpindahan keadaan/transisi
Didefinisikan : Keadaan 1 : Pembeli berbelanja di W, Keadaan 2 :
Pembeli berbelanja di L
Dengan demikian matriks kemungkinan transisinya adalah sbb :
Tabel 2.4
Terlihat bahwa kemungkinan dari setiap baris berjumlah satu.
7
memperkirakan perubahan-perubahan variabel di waktu yang akan datang
berdasar atas perubahan-perubahan variabel di waktu yang lalu.
Terdapat 2 cara untuk menemukan informasi tersebut, yaitu:
1. Probabilitas Tree
Probabilitas Tree merupakan cara yang mudah untuk menggambarkan
transisi dengan jumlah terbatas dari suatu proses Markov.
Contoh:
Diketahui probabilitas transisi sebagai berikut:
Tabel 2.5
Ingin dihitung probabilitas cuaca akan berstatus hujan pada hari ke-3,
jika pada hari ini (hari pertama) berstatus hujan.
Penyelesaian:
Gambar 2.2
Jadi,
Probabilitas cuaca akan berstatus hujan pada hari ke-3, jika pada
hari ini (hari pertama) berstatus hujan adalah
HH (3) = 0,36 + 0,32 = 0,68
8
Probabilitas cuaca akan berstatus cerah pada hari ke-3, jika pada
hari ini (hari pertama) berstatus hujan adalah
CH (3) 0,24 + 0,08 = 0,32.
Contoh lain:
Tabel 2.6
Tabel 2.7
a. Probabilitas Transisi
b. Probabilitas hari ke‐3 narik jika hari ke‐1 narik
c. Probabilitas hari ke‐3 mogok jika hari ke‐1 narik
9
d. Probabilitas hari ke‐3 narik jika hari ke‐1 mogok
e. Probabilitas hari ke‐3 mogok jika hari ke‐1 mogok
Jawab :
a. Probabilitas Transisi
Tabel 2.8
Probabilitas Tree
Gambar 2.3
10
Gambar 2.4
b. Probabilitas hari ke‐3 narik jika hari ke‐1 narik = 0,3402 + 0,3084
= 0,6486
c. Probabilitas hari ke‐3 mogok jika hari ke‐1 narik = 0,2431 +
0,1083 = 0,3514
d. Probabilitas hari ke‐3 narik jika hari ke‐1 mogok = 0,4316 +
0,1924 = 0,624
e. Probabilitas hari ke‐3 mogok jika hari ke‐1 mogok = 0,3084 +
0,0676 = 0,376.
2. Perkalian Matriks
Probabilitas tree akan sangat membantu bila periode ke-t di masa
depan cukup kecil.
Bila ingin diketahui probabilitas status pada periode ke-t dimasa
depan, dimana t cukup besar, maka untuk menyelesaikan dengan
probabilitas tree akan menjadi tidak efisien karena membutuhkan
lembar kertas yang besar.
Untuk itu, digunakan cara lain yaitu dengan menggunakan
perkalian matriks
Contoh :
11
Probabilitas kendaraan narik pada periode ke‐i jika pada periode
ke‐1 narik, dilambangkan dengan:
Gambar 2.5
Probabilitas kendaraan mogok pada periode ke‐3 jika pada periode ke‐
1 mogok,dilambangkan dengan:
Gambar 2.6
Jika kendaraan pada hari ke‐1 narik maka berlaku probabilitas sebagai
berikut:
Nn (I) = 1 sedangkan Mm (I) = 0
Jika probabilitas di atas disusun ke dalam vektor baris, maka kita
dapatkan:
(Nn (I) Mm (I)) = (1 0)
Adapun rumus untuk mencari probabilitas periode berikutnya (i+1)
adalah:
(Nn (i + 1) (Mn (i + 1)) = (Nn (i) Mn (i) × Matriks Probabilitas
Transisi
Bila rumus di atas kita gunakan untuk mencari probabilitas hari ke‐2,
maka:
12
Terlihat bahwa hasilnya sama dengan yang diperoleh dengan
menggunakan metode Probabilities Tree. Dengan menggunakan cara
yang sama kita akan dapatkan status untuk periode‐periode berikutnya
sebagai berikut:
13
D. Menentukan Kondisi Steady State
Dalam banyak kasus, Analisis Markov akan menuju suatu kondisi
keseimbangan (Steady State), yaitu suatu kondisi di mana setelah proses
markov berjalan selama beberapa periode, maka akan diperoleh nilai
probabilitas suatu state akan bernilai tetap, dan probabilitas ini dinamakan
probabilitas Steady State.
Untuk mencari Probabilitas Steady State dari suatu Matriks
Transisi, maka kita dapat menggunakan rumus
(Nn (i + 1) (Mn (i + 1)) = (Nn (i) Mn (i) × Matriks Probabilitas Transisi
Dari contoh kasus di atas dengan status hari ke‐1 narik, maka kita
dapatkan:
14
Lalu kita masukkan nilai Nn = 0,6398 ke dalam persamaan (2) didapatkan:
Mn = 0,3602.
Dari contoh kasus kita ketahui bahwa Pemilik Kendaraan memiliki
220 kendaraan. Dengan menggunakan Probabilitas Steady State yang
sudah kita dapatkan, Pemilik dapat mengharapkan jumlah kendaraan setiap
harinya narik atau mogok sebanyak:
Misalkan Pemilik kurang puas dengan tingkat operasi yang ada dan
ingin meningkatkannya, sehingga Pemilik mengambil kebijakan untuk
menggunakan suku cadang asli dalam setiap perawatan armada. Kebijakan
ini membuat Matriks Probabilitas Transisi berubah menjadi:
Artinya kebijakan ini membuat Probabilitas saat ini narik, lalu hari
berikutnya mogok menurun dari 0,4 menjadi 0,3. Probabilitas Steady State
yang baru adalah:
15
Artinya setiap harinya Pemilik dapat mengharapkan kendaraan
yang narik atau mogok sebanyak:
Narik : Nn x 220 = 0,7116 x 220 = 156,55 atau sebanyak 157 kendaraan
Mogok : Mn x 220 = 0,2885 x 220 = 63,47 atau sebanyak 63 kendaraan.
Kebijakan tersebut menghasilkan kenaikan operasional dari 141
kendaraan perhari menjadi 157 kendaraan perhari. Dalam hal ini Pemilik
harus mengevaluasi kebijakan ini, apakah kenaikan pendapatan
operasional dapat menutupi kenaikan biaya operasional karena kebijakan
ini.
Misalkan karena kebijakan ini terjadi kenaikan biaya perawatan
kendaraan sebesar Rp. 1.000.000,‐ setiap harinya. Jadi bila kenaikan
pendapatan operasional lebih besar dari Rp. 1.000.000,‐ maka kebijakan
tersebut layak untuk dijalankan.
Dari contoh ini menunjukkan bahwa Analisis Markov tidak
memberikan solusi atau keputusan, namun analisis tersebut memberikan
informasi yang dapat membantu pembuatan keputusan.
16
Doorway. Tiap merk memiliki 200.000 konsumen yang berencana
untuk membeli sebuah komputer baru pada tahun depan, berapa
banyak komputer dari tiap tipe akan dibeli ?
Penyeleasaian:
Kasus di atas merupakan kasus rantai markov
Tabel 2.9
Table 2.10
Pada tahun depan konsumen yang memiliki komputer Doorway
akan membeli Doorway lagi 66.5%, membeli Bell 18% dan
membeli Kumpaq 15.5%.
Untuk konsumen yang memiliki komputer Bell akan membeli Bell
lagi 82%, membeli Doorway 9.5% dan membeli Kumpaq 8.5%.
17
Sedangkan untuk konsumen yang memiliki komputer Kumpaq
akan membeli Kumpaq lagi 51.5%, membeli Doorway 30.5% dan
membeli Bell 18%.
Banyaknya komputer yang akan di beli pada tahun depan untuk
merek Doorway sebanyak 213000, Bell sebanyak 236000 dan
Kumpaq sebanyak 151000.
Pada tahun depan konsumen yang memiliki komputer Doorway
akan membeli Doorway lagi 66.5%, membeli Bell 18% dan
membeli Kumpaq 15.5%.
Untuk konsumen yang memiliki komputer Bell akan membeli Bell
lagi 82%, membeli Doorway 9.5% dan membelbank mpaq 8.5%.
Sedangkan untuk konsumen yang memiliki komputer Kumpaq
akan membeli Kumpaq lagi 51.5%, membeli Doorway 30.5% dan
membeli Bell 18%.
Banyaknya komputer yang akan di beli pada tahun depan untuk
merek Doorway sebanyak 213000, Bell sebanyak 236000 dan
Kumpaq sebanyak 151000.
2. Eastville adalah sebuat desa yang letaknya jauh dari desa lain. 7000
nasabah bank di Eastville melakukan kegiatan bisnis perbankan dan
keuangan mereka pada dua bank yang ada di kota tersebut, National
Bank (NB) dan Eastville Bank (EB). Eastville Bank sedang
mempertimbangkan untuk melakukan penambahan jasa dan
menaikkan bunga tabungan. Bagian pemasaran bank melakukan riset
dan menemukan bahwa jika seorang pelanggan melakukan transaksi
dengan EB dalam suatu bulan tertentu, terdapat probabilitas sebesar
0,70 pelanggan akan melakukan transaksi pada bank yang sama di
bulan berikutnya, dan sebesar 0,30 bahwa ia akan transaksi dengan
dengan NB di bulan berikutnya. Sebaliknya jika seorang pelanggan
melakukan transaksi dengan NB dalam suatu bulan tertentu, terdapat
probabilitas sebesar 0,85 pelanggan akan melakukan transaksi pada
bank yang sama di bulan berikutnya, dan sebesar 0,15 bahwa ia akan
18
pindah ke EB. Buatlah matriks probabilitas transisi untuk masalah ini.
Tentukan probabilitas keadaan tetap dan indikasikan jumlah pelanggan
yang dapat diantisipasi oleh bank dalam jangka panjang !
Langkah 1
Membuat matriks transisi
Tabel 2.11
Langkah 2
Menentukan probabilitas keadaan tetap
Langkah 3
Menentukan jumlah pelanggan untuk setiap bank
‐ National Bank : 0,667 x 7000 = 4669 Pelanggan
19
‐ Eastville Bank : 0,333 x 7000 ‐= 2331 Pelanggan
3. Di kota A terdapat toko swalayan X dan Y. Diasumsikan bahwa setiap
pembeli melakukan pembelian seminggu sekali di salah satu dari
kedua toko swalayan tersebut (tidak di keduanya).
Jawab:
Dari data yang ada, dapat dibuat tabel probabilitas transisi sebagai
berikut.
Tabel 2.12
20
Jika pada minggu pertama Bambang membeli di toko X, berapa
probabilitas Bambang membeli di toko X pada minggu ketiga?
Dari hasil perhitungan dia tas, maka dapat disimpulkan bahwa jika
Bambang membeli di toko X pada minggu pertama, probabilitas
Bambang membeli di toko X pada minggu ketiga adalah 92,58%.
21
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Analisa Rantai Markov adalah suatu metode yang mempelajari
sifat‐sifat suatu variabel pada masa sekarang yang didasarkan pada sifat‐
sifatnya pada masa lalu dalam usaha menaksir sifat‐sifat variabel tersebut
dimasa yang akan datang. Analisis Markov sering digunakan untuk
membantu pembuatan keputusan dalam dunia bisnis atau industri. Misal,
sebagai alat untuk menganalisis perpindahan merek yang digunakan oleh
konsumen, masalah operasi dan pemeliharaan mesin produksi, perubahan
harga di pasar saham, dan lain-lain. Terdapat 3 prosedur utama untuk
dilakukan dalam model rantai markov, yaitu menyusun matriks
probabilitas transisi, menghitung probabilitas suatu kejadian di waktu yang
akan datang, dan menentukan kondisi steady state. Terdapat dua cara
dalam menghitung probabilitas suatu kejadian di waktu yang akan datang,
yaitu dengan Probabilitas Tree dan perkalian matriks.
B. Saran
Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat menambah wawasan
pengetahuan bagi pembaca mengenai Model Rantai Markov. Selain itu,
penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini.
Oleh sebab itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk
perbaikan makalah ini.
22
DAFTAR PUSTAKA
Nurokhim, Ahmad; 2021; Markov Chain (Rantai Markov): Pengertian,
Perhitungan, Contoh [Link]
chain-rantai-markov-pengertian-perhitungan-contoh/
Wiryawan, Onggo [Link]
Butar Monika Yuliana [Link]
[Link]?page=36
[Link]
[Link]
23
24