LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS
ANALISIS STUDI KELAYAKAN BISNIS USAHA UMKM MINIMARKET
Dosen pengampu:
Nikmatul Husna, SE., MM
Disusun oleh :
1. Regina Retri Fani (21101155310234)
2. Sri Wahyuni Defitri (21101155310241)
3. Yuan Apra Fathasena (21101155310398)
4. Ancilla Da Costa (21101155310447)
5. Jelia Omaiza (21101155310464)
6. Nisaul Hasanah (21101155310473)
7. Shelvina Meiliza Pramesti (21101166310480)
8. Yulita Indriani (21101155310464)
9. Khaifatul Husna (21101155310706)
PROGRAM SRUDI “STUDI KELAYAKAN BISNIS”
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK” PADANG
2022/2023
BAB I
Pendahuluan (Latar Belakang)
Minimarket merupakan bentuk modern dari toko kelontong. Seperti halnya toko
kelontong, minimarket juga menjual bermacam-macam barang dan makanan.
Perbedaannya, minimarket mempunyai kodisi yang lebih nyaman dan juga menerapkan
sistem seperti yang berlaku di pasar swalayan, yaitu dimana pembeli mengambil sendiri
barang yang ingin dibeli dari rak-rak minimarket lalu membayarnya di meja kasir. Kasir
dituntut untuk melayani secepat mungkin agar tidak terjadinya antrian pada saat
pembayaran dan yang terpenting tidak terjadi kesalahan dalam menghitung jumlah
belanjaan pelanggan. Ketika dilakukan secara manual, tentunya tidak efisien karena akan
memakan banyak waktu. Maka dari itu, banyak minimarket menggunakan sistem point of
sale. Point of sale (POS) adalah sebuah sistem yang terdiri dari hardware dan software yang
didesain sesuai dengan keperluan dan dapat diintegrasikan dengan beberapa alat
pendukung agar dapat membantu mempercepat proses transaksi (Hendry, 2010:1). Produk
yang bervariasi dengan jumlah yang banyak, membuat pengelola harus sangat teliti dalam
melakukan pencatatan agar tidak terjadi kesalahan baik dalam hal perhitungan jumlah
produk, sisa produk, maupun jumlah produk yang akan dibeli serta data yang lainnya.
Minimarket Erick merupakan perusahaan dagang yang bergerak di bidang retail untuk
berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Minimarket Erick telah menerapkan sistem point of
sale yang terkomputerisasi layaknya minimarket pada umumnya. Sistem ini mempercepat
kasir dalam melakukan pencatatan dan perhitungan transaksi sekaligus mempermudah
dalam membuat laporan penjualan harian. Namun sistem ini diterapkan secara offline
sehingga tidak memungkinkan untuk diawasi secara langsung. Pengawasan terhadap
penjualan pada Minimarket Erick hanya dilakukan melalui laporan penjualan harian.
Laporan penjualan harian ini berisikan seluruh transaksi penjualan yang terjadi dalam satu
hari.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah yang
dihadapi yaitu:
1. Berapa besar pendapatan penjualan di minimarket Erick.
2. Berapa besar tingkat kelayaka usaha minimarket Erick di daerah penelitian.
3. Bagaimana pengruh faktor (modal, jam kerja dan lama usaha)
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penyusunan Laporan Akhir ini adalah :
1. Untuk mengetahui berapa besar pendapan usaha penjualan minimarket Erick di daerah
penelitian.
2. Untuk mengetahui Berapa besar tingkat kelayakan usaha penjualan minimarket Erick di
daerah penelitian.
3. Untuk mengetahui Bagaimana pengaruh faktor (modal, jam kerja dan lama usaha)
terhadap pendapatan penjualan minimarket Erick.
Manfaat Penelitian
Adapun Manfaat dari penulisan Laporan Akhir ini adalah:
1. Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan, yang berkaitan tentang analisis
pendapatan minimarket.
2. Sebagai masukan bagi pemilik minimarket dalam mengembangkan usahanya.
3. Sebagai bahan untuk melengkapi tugas yang merupakan salah satu syarat untuk
menempuh ujian akhir semester.
BAB II
Penilaian Aspek Hukun Terhadap Perusahaan Yang Dibuat
Indonesia merupakan negara terbesar di Asia yang rata-rata penduduknya berprofesi sebagai
pedagang khususnya pedagang tradisional di pasar, namun saat ini masyarakat sudah mulai
berpikir maju dengan adanya pasar modern, namun masing-masing memiliki kelebihan dan
kekurangan setiap kali saya akan membahas cara Menjamur pasar modern atau mini market
di indonesia khususnya di padang, Aumatera Barat. Minimarket sudah bukan lagi istilah yang
asing bagi masyarakat umum khususnya yang tinggal di kota besar, Minimarket merupakan
perantara pemasar antara produsen dan konsumen akhir yang kegiatannya melakukan
penjualan eceran, Pemerintah daerah merupakan pihak yang paling berwenang untuk
mengatur dan mengeluarkan segala kebijakan dan mengontrol berjalannya suatu kebijakan di
suatu daerah, Pemerintah daerah selanjutnya dalam hal ini dalam membuat kebijakan tentang
pengelolaan minimarket harus berpedoman dan mengacu pada kedua peraturan perundang-
undangan tersebut,
Minimarket merupakan pasar yang dikelola dengan manajemen modern, umumnya terdapat
didaerah perkotaan, Sebagai penyedia barang dan jasa dengan kualitas dan pelayanan yang
baik kepada konsumen Dalam waktu beberapa tahun minimarket dan masih banyak
minimarket lainnya yang tersebar di berbagai kota padang. Hingga saat ini belum ada Perda
atau Peraturan yang secara formal mengatur penataan minimarket. Namun, hanya ada aturan
yang berlaku dalam pendirian minimarket di Kota Padang yang kemudian harus dipatuhi oleh
investor minimarket dan sejenis lainnya.