0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
97 tayangan4 halaman

Tawasuth dalam Akidah dan Akhlak

Dokumen tersebut membahas tentang kisi-kisi aqidah akhlak semester ganjil. Terdiri dari 3 bab yang membahas tentang makna asmaul husna, bukti kebenaran asmaul husna, pengertian dan contoh tasamuh, musawah, tawasuth, ukhuwah, pengertian dan cara menghindari akhlak tercela seperti nifaq, keras hati, dan ghadab beserta dampak buruknya.

Diunggah oleh

Ganda Praa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
97 tayangan4 halaman

Tawasuth dalam Akidah dan Akhlak

Dokumen tersebut membahas tentang kisi-kisi aqidah akhlak semester ganjil. Terdiri dari 3 bab yang membahas tentang makna asmaul husna, bukti kebenaran asmaul husna, pengertian dan contoh tasamuh, musawah, tawasuth, ukhuwah, pengertian dan cara menghindari akhlak tercela seperti nifaq, keras hati, dan ghadab beserta dampak buruknya.

Diunggah oleh

Ganda Praa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KISI-KISI AQIDAH AKHLAK XII SEMESTER GANJIL

BAB 1

1. Dapat menjelaskan makna asmaul Husna (al afuww, al razzaq, al malik, al hasib, al hadi,
al Khaliq, dan al hakim)
- Al-Afuww : (menghapus, membinasakan, mencabut akar sesuatu) berarti Allah Maha
memaafan kesalahan hambanya, pemaafan secara universal bahkan sebelum mereka
meminta maaf.

- Al-Razaq : (rezeki) Allah Maha pemberi rezeki artinya Allah yang memberi banyak
rezeki kepada makhluknya dan secara berulang-ulang.

- Al-Malik : (raja/penguasa, kekuatan, kekasihan) imam Al-Ghazali menjelaskan =


ialah Dia yang tidak butuh pada sesuatu dan Dia adalah yang dibutuhkan. Dia adalah
Penguasa dan Pemilik secara muttlak segala sesuatu yang ada.

- Al-Hasib : (menghitung/mencukupkan) imam Al Ghazali menjelaskan = Dia yang


mencukupi siapa yang mengandalkannya. Allah saja laah yang dapat mencukupi dan
diandalkan oleh semua makhluk.

- Al-Hadi : imam Al-Ghazali menjelaskan = Dia yang Maha memberikan petunjuk


kepada makhluk-Nya untuk mengenal Nya.

- Al-Khaliq : (mengukur/menghapus) berarti menciptakan dari tiada dan menciptakan


tanpa suatu contoh terleebih dahulu. (Allah Maha pencipta segala sesuatu).

- Al-Hakim : (bijaksana) Al-Ghazali menjelaskan = pengetahuan akan sesuatu yang


paling utama karena Dia mengetahui ilmu yang abadi dan hanya Dia yang
mengetahui wujud yang mulia.

2. Dapat menjelaskan bukti kebenaran asmaul Husna (al afuww, al razzaq, al malik, al
hasib, al hadi, al Khaliq, dan al hakim)
- Al-Afuww : Allah memaafkan segala kesalahan hamba”-Nya, Allah tidak langsung
mengazab hamba-Nya yang berbuat dosa, Allah memberikan kesempatan kepada
hamba-Nya untuk bertaubat kepada-Nya.
- Al-Razaq : Allah menurunkan hujan sebagai rahmad, Allah memberi rezeki kepada
seluruh makhluk, rezeki yang Allah beri dapat berupa materi dan bukan materi.
- Al-Malik : kekuasaan Allah yang meliputi langit dan bumi yang bersifat sempurna
dan mutlak (Qs. Az-Zukhruf : 85)
- Al-Hasib : Allah mencukupkan segala sesuatu untuk hamba-Nya
- Al-Hadii : Allah memberikan petunjuk kepada hamba”-Nya yang bermaksiat untuk
bertaubat.
- Al-Khaliq : Allah telah menciptakan alam semesta termasuk manusia,
hewan,tumbuhan dan ada banyak lagi macam nya.

BAB 2

1. Dapat menjelaskan pengertian tasamuh, musawah, tawasuth, ukhuwah


- Tasamuh : (menghargai) saling menghargai antar sesama manusia.
- Musawah : (persamaan) pandangan bahwa semua manusia sama harkat dan
martabatnya.
- Tawassuth : sikap tengah- tengah, sedang- sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim
kanan.
- Ukhuwah : (persaudaraan) persaudaraan seagama Islam dan persaudaraan yang
jalinannya bukan karena agama.

2. Dapat menganalisis bentuk dan contoh tasamuh, musawah, tawasuth, ukhuwah


- Tasamuh : lapang dada menerima setiap perbedaan, tidak mencela/memaki
sesembahan orang lain, tidak memaksakan agama kepada orang llain, tetap bergaul
dengan orang yang berbeda keyakinan.
- Musawah : persamaan dalam unsur kemanusiaan & penciptaan, persamaan dalam hak
sipil dan perlakuan, dll
- Tawasuth : menghindari perbuatan & ungkapan ekrim dalam menyebarkan agama
Islam, menghindari perilaku penghakiman kepada seseorang karena perbedaan
pemahaman, memegang prinsip persaudaraan & toleransi dalam kehidupan
bermasyarakat
- Ukhuwah :
a. Ukhuwah bayariyah : persaudaraan yang lahir dari kodrat kehidupan manusia,
terutama dalam dimensi kehidupan
b. Ukhuwah insaniyah : persaudaraan yang terbawa oleh kodrat manusia sebagai
makhluk berfikir
c. Ukhuwah Islamiyah : persaudaraan yang lahir karena keyakinan Islam yang
dipeluk.

3. Dapat menyebutkan dalil tasamuh, musawah, tawasuth, ukhuwah


- Tasamuh : Qs. Al-Maidah : 2
- Musawah : Qs. Al-Hujurat : 13 dan Qs. An-Nisa : 1
- Tawasuth : Qs. Al-Baqarah : 143
- Ukhuwah : Qs. At-Taubah : 11 dan Qs. Al-Hujurat : 10

BAB 3
1. Dapat menjelaskan pengertian akhlak tercela nifaq, keras hati, dan ghadhab
- Nifak : (berpura-pura)
a. Nifak Akbar/i’tiqady (besar) : nifak yang menyebabkan pelakunya kekal dineraka.
b. Nifak Asghar/amaly (kecil) : seseorang yang mengerjakan beberapa sifat dan
amal orang munafik.
- Keras hati/qaswah al qalb : tidak peduli/acuh terhadap lesusahan orang lain.
- Ghadab/marah : sifat gusar, jengkel, muak, luapan emosi karena tidak senang
terhadap suatu hal.

2. Dapat menganalisis konsep, penyebab, dan cara menghindari akhlak tercela nifaq, keras
hati, dan ghadhab
- Nifak
a. Penyebab : tergantung opsi
b. Cara menghindari :
1. tidak menjadikan orang munafik sebagai penolong, pelindung, pemimpin
2. waspada dan tidak mudah trgoda ajakan orang munafik
3. mengetahui bahaya sifat munafik
4. mndekatkan diri kepada Allah mengikuti kajian Islam
5. tidak bergaul dengan orang yang berakhlak buruk

- keras hati (qaswah al qalb)


a. penyebab : melanggar janji kepada Allah, tertawa berlebihan, makan dan minum
berlebihan, melakukan hal-hal yang meusak hati
b. cara menghindari :
1. Meningkatkan keimanan & selalu ingat Allah SWT
2. Belajar ilmu agama
3. Berbuat baik kepada anak yatim & orang miskin
4. Banyak mengingat kematian
5. Mengatur pola makan agar tidak terlalu kenyang

- Ghadab/marah :
a. Penyebab : tergantung opsi
b. Cara menhindari :
1. Membaca Ta’awudz
2. Merubah posisi
3. Berwudhu’
4. Diam
5. Memberi maaf

3. Dapat menjelaskan dampak buruk akhlak tercela nifaq, keras hati, dan ghadhab
- Nnifak
a. Dampak : merugikan dan menjerumuskan oranng lain, hilangnya kepercayaan
dari orang lain, merusak tatanan kehidupan masyarakat, dll

- Keras hati (qaswah al qalb)


a. Dampak :
Diri sendiri
1. Tercela dalam pandangan Allah
2. Hilangnya kepercayaan dari orang lain
3. Tidak disenangi dalam pergaulan
4. Mempersempit jalan memperoleh rizki
5. Mendapat siksa di akhirat

Orang lain
1. Menimbulkan kekecewaan, merusak persahabatan
2. Peluang munculnya fitnah
3. Mencemarkan nama baik keluarga & masyarakat

- Ghadab/marah
a. Dampak : sumber keburukan, menimbulkan kerusakan hubungan baik antar
manusia, membahayakan kesehatan tubuhh, dll

Anda mungkin juga menyukai