NASKAH DRAMA KELOMPOK 1
TUGAS SENBUD
JUDUL:
HIDDEN INTENT
TIM DRAMA HIDDEN INTENT:
1. Produser dan Scriptwriter: Shafwa Nadya Faizah Haris
2. Sutradara: Syaima Luvena Lysandra
3. Tim Kreatif: Raya Putri Fadhillah dan Deviane Widya Talitha
4. Editor: Agni Nurhasanah dan Tiara Putri Humaira
5. Aktor: SEMUA
TOKOH DRAMA HIDDEN INTENT:
1. Dissya Awalia Putri sebagai Putri (Bendahara Kelas/ yang dibully)
2. Shafwa Nadya Faizah Haris sebagai Kak Nadya (Kakak Putri)
3. Lubna Nur Azizah sebagai Alea (Sahabat Putri)
4. Annisa Azzahra sebagai Asa (Sahabat Putri)
5. Raya Putri Fadhillah sebagai Rika (Pembully Putri)
6. Syaima Luvena Lysandra sebagai Seline (Pembully Putri)
7. Agni Nurhasanah sebagai Talita (Pembully Putri)
8. Qayla Fithrotunnisa sebagai Nata (Pembully Putri)
9. Widya sebagai Bu Pia (Kepala Sekolah)
10. Salsabila Apriska sebagai Bu Riska (Bu guru)
11. Tiara Putri Humaira sebagai Nara (Ketua Kelas)
12. Syafiya Maula Khansa sebagai Fiona (Sekretaris kelas)
13. Rifa Nur Amalia sebagai Riri (Teman sekelas Putri)
14. Zahra Nadhira Alhamidah sebagai Dina (Teman sekelas Putri)
15. Yusrin Kamilah sebagai Kanaya (Teman sekelas Putri)
16. Nabilla Putri Syalwa sebagai Salwa (Teman sekelas Putri)
-DIALOG-
Adegan Pertama
(Adegan pemandangan sekolah)
Putri: (sambil bicara)” Sekolah adalah tempat untuk kita mencari ilmu
sebagai bekal kehidupan kita di masa depan. Selain itu, sekolah itu juga
kegiatan yang sangat menyenangkan, karena kita bisa bermain dengan
teman-teman, berinteraksi dengan banyak orang,mengembangkan
kemampuan kita dan masih banyak lagi, tetapi aku merasa sekolah itu
seperti tempat penyiksaan bagiku, meskipun aku murid yang baik-baik di
sekolah,tetapi namanya bullying itu… memangnya bisa dihindari?”
Adegan Kedua
(Di kelas murid murid kelas 9K sedang belajar IPA)
Bu Riska:” Oke anak-anak silahkan kalian catat apa yang ibu tulis di
papan tulis lalu kerjakan Latihan di LKS ya,ibu izin dulu ke ruang guru
ya”
Murid-murid:” Iya buu”
Bu Riska:” KM, mana KM?” (Sambil mencari-mencari)
Nara: “Di sebelah sini bu” (sambil mengangkat tangan)
Bu Riska:” Ingat! awasin teman-teman mu ini, jangan sampai mereka
keluar kelas”.
Nara: “Baik bu”
Selagi yang lain fokus mencatat materi, Rika dan teman-temannya malah
tidak mencatat dan menyuruh Putri untuk mengerjakan PR pelajaran
yang lain.
Rika:” Heh, kamu!!! Kerjain tugas kita nih!
(sambil melemparkan buku tugas ke arah Putri)
Nata:” Awas jangan lupa dikerjain! Kalau enggak, lu tau kan apa
akibatnya?”. (sambil membelai kepala putri dengan kasar)
Putri:”Iya…” (sambil menghindari tatapan mereka)
Seline:” Ohh Thanks put~ , ini semua berkat kepintaran lu jadi lu tuh
berguna bangett”.
Talita:” Betull dong dia kan pinter buanget ,sekolah disini aja beasiswa
karenaa…” (sambil berbisik)
Rika:” Yatim Piatu!!! Hahahaha”
(Asa yang mendengar ucapan mereka pun langsung membela Putri)
Asa:” Kalian bisa ga sih jangan ganggu Putri terus?? Putri itu kesusahan
gara-gara digangguin terus sama kalian!! (sambil emosi)
Seline:” lu apa-apa an ikut campur urusan kita hah?” (sambil melotot)
Asa:” Yaa karena aku….” (suara mempelan karena ketakutan)
Alea:” karena kita sahabat Putri!” (tiba-tiba Alea ikut pembicaraan
mereka)
Alea:” Heran dah sama kalian malah ngehina orang lain, bukannya
belajar”
Nara:” Rika,Nata,Talita sama Seline cepet kembali lagi ke kursi nya
masing-masing jangan ganggu orang lain lagi belajar”
Rika:” Siap bu bos”
Akhirnya Rika dan teman-temannya Kembali ke kursi masing-masing
Putri:” Asa… Alea …. makasih banyak ya”
Asa:“ sama - sama put,lain kali kamu jangan takut ama mereka lawan
ajaa, hajar kabeuh, hahaha”
Alea:” Dihh tadi aja kamu lawan mereka langsung takut”
Asa:” Ya sorry gw kan manusia lemah”
Alea:” Pfftt, manusia lemah”
Putri:” Udah-udah kalian juga balik lagi ke kursi,nanti Bu riska keburu
dah balik, nanti dimarahin”.
Asa dan Alea:” Iya-iya” (Asa dan Alea Kembali ke kursinya masing-
masing)
Adegan ketiga
Setelah jam istirahat Putri mendapati ada secarik surat di dalam tasnya
yang berisi “Pulang sekolah langsung pergi ke Aula,awas kalau g
datang” Lalu ia meremas Kertasnya hingga kusut
(Pulang sekolah)
Alea:” Guys aku pulang duluan ya dah dijemput bye”
Asa:” Oh okay babay Al”
Putri:” Hati-hati Al”
(Alea mengacungkan jempol)
Asa:”Put, ayo kita pulang bareng”
Alea:” Eh sorry tadi aku disuruh Bu Pia ke ruang guru,kamu duluan aja”.
Asa:” Oalah ya sudah aku pulang dulu ya say,bye”
Putri:” Dadah juga”
(Di dalam perjalanan ke aula tiba2 Putri didekap mulutnya dan dibawa
ke wc dan ternyata yang membawa dirinya adalah seline dan teman2-
nya)
(Di wc)
Putri:” Kalian ini mau ngapain?” (Sambil tangannya di pegang oleh Nata
dan Seline)
Rika:” Hmm ngapain ya….”
(tiba-tiba Talita mengguyur kepala Putri,dan mereka pun tertawa)
Putri hanya dapat menahan nangis karena dia tidak berani melawan
mereka dan sudah terbiasa mendapat perlakuan seperti ini dari mereka.
Seline:” Huuu hari ini panas banget ya Put”
Nata:” Kita guyur lagiii”
Kepala Putri pun diguyur lagi
(Di aula)
Rika:” Woy lu bawa itu kan?”
Talita:” Bawa dongs,tapi napa lu tiba-tiba gini lagi,ga takut ketahuan guru
nanti?”
Rika:” Ya, si Putri bikin gw jengkel aja tadi, jadinya gw kan pengen
ngejailin dia”
Talita:” Haha, me too”
(Lalu Putri diseret oleh Seline dan Nata ke Aula yang tidak jauh dari Wc
tadi,lalu Rika menghampiri Putri yang sedang basah kuyup)
Rika:” Heh lu tau ga kenapa gw benci banget lo?” (Putri tidak
menjawab)
Seline:” Ehhh ditanya malah diem”
(lalu Putri ditampar oleh Rika)
Rika:” Sekarang bisa jawab,hah?”
Putri:” Bisa…(merintih kesakitan), tapi please, emangnya aku salah apa
ke kalian? padahal aku ga ada masalah apapun sama kalian, tiba-tiba aja
kalian terus ngehina aku karena aku g punya ortu,emangnya itu salah
ya?” (Bicara sambil air mata bercucuran)
Talita:”Salah” (Putri terkejut)
Rika:” Karena menurut gw lo tuh orang yang menyedihkan,ya gitu aja
makanya gw manfaatin lu aja, biar hidup lu tu ga terlalu menyedihkan
banget”
Putri:” Kalian bener-bener orang yang ga punya hati, aku ga akan diam
diri melihat perlakuan kalian kali ini, aku bakal lap”
(Tiba-tiba Putri Dicekik lehernya oleh Rika dan tiba-tiba wajah Putri
dirias dengan acak oleh Talita dan di foto/video oleh Nata dan seline)
Rika:” Lu kalau berani lapor aja, tapi kita bakal unggah foto ini ke
medsos dan ngata-ngatain lo yang ga bener”
Nata:” Awas lu”
(Rika dan teman-temannya pun meninggalkan Putri sendirian di Aula)
Adegan keempat
(masih di aula)
Putri menangis di aula sendirian dan melihat layar hp nya yang dari tadi
terus menerus ada panggilan dari Asa dan kak Nadya,
Tiba-tiba Asa dan Alea muncul dari pintu aula dan berlari menuju Putri.
Asa:”Putri!!”
Putri:”Kalian kenapa bisa ada disini”?
Alea:” Asa khawatir kamu kenapa-napa makanya dia ajak aku ke sekolah
buat mastiin kamu baik-baik aja”
Asa:” Putrii kamu bajunya kenapa basah gini terus muka kamu kok jadi
gini,kamu tadi diganggu lagi sama mereka kan?”
Putri:”Ga kok…”
Alea:” Jangan bohong, ini pasti Rika kan yang ngelakuin lo jadi gini?
soalnya tadi Rika sama temen-temennya baru keluar dari gerbang
sekolah.
(Putri tidak menjawab)
Asa:” Put kita lapor aja ya ke guru demi kebaikan kamu sendiri juga”
(cemas)
Alea:” Iya bener put,kelakuan mereka dah di luar batas”
Putri:” Ga! Aku ga mau lapor ke guru
Asa:” Kenapa?”
Putri:” Karena…aku ga mau kak Nadya jadi khawatir, kalian juga tau kan
Kakak aku berusaha keras buat cari nafkah untuk aku sekolah, makanya
aku ga mau kakak tau masalah ini,tolong kalian paham sama kondisi aku
yang sekarang…” (sambil menangis)
Asa:” Iya put, maafin kita dah ngedesak kamu buat lapor ke guru”
Alea:” Iya put aku juga maaf”
(mereka pun berpelukan dan saling menangis kecuali Alea yang masih
membersihkan wajah Putri yang penuh riasan)
Putri:” Kalian kenapa tau aku masih ada disini?”
Asa:” Soalnya tadi waktu pulang kamu sikapnya aneh, jadi gw khawatir
terus telpon Alea buat pergi kesini, buat kamu dah pulang atau belum’
Putri:” Makasih ya teman-teman.. ”
Asa dan Alea:” Sama- Sama Put”
Adegan kelima
(Di rumah Putri)
Putri membuka pintu rumah
Putri:” Assalamualaikum kak”
Kak Nadya:” Waalaikumsalam sayangku” (sambil memeluk Putri)
Putri:” Ihh kak Nadya,kan aku dah bilang jangan panggil aku kek gituu”
(cemberut)
Kak Nadya:” Iya-iya maafin kakak, sekarang makan dulu,tuh kakak dah
siapin ayam goreng,mumpung masih anget”
Putri:” Emm aku mandi dulu ya kak”
Kak Nadya:” Okey kakak simpen makanannya di lemari ya, kakak mau
lanjut ngerjain kerjaan dulu,dikit lagi kok”
Putri:” Harusnya kakak istirahat dulu” (dalam hati)
Putri:” Iya kak”
Adegan keenam
Setelah mandi, Putri langsung makan dan Kak Nadya yang sudah
menyelesaikan pekerjaannya langsung menemani Putri.
Putri:” Kak ini kakak belinya di tempat yang biasa kan?”
Kak Nadya:” Iya dongg,tempat favorit you,hihi”
Putri:” Makasih kak,kakak ikut makan juga dong”
Kak Nadya:” Kakak udah makan kok tadi,By the way tadi sekolah
gimana? Ga ada kejadian apa-apa kan?”
(Putri yang sedang makan tiba-tiba berhenti makan dan mengingat apa
yang terjadi tadi di sekolah)
Putri:” Ga ada apa-apa kok, tenang aja kak”
Kak Nadya:” Oh okey, kalau ada apa-apa jangan sembunyiin ya dek,
kakak ga mau kamu kenapa-napa okeyy, Promise??” (Sambil
mengacungkan jari kelingkingnya ke Putri)
Putri:” Iya janji” (menyatukan jari kelingkinya dengan Kak Nadya)
Adegan ketujuh
(Keesokannya di kelas,Putri yang baru duduk di bangku dihampiri oleh
Asa dan Alea)
Asa:” Hai Put, kamu gapapa sekolah hari ini?”
Putri:” Gapapa”
Alea:” Harusnya kamu jangan sekolah dulu,takutnya kamu diapa-apain
lagi sama mereka”
Putri:” Tapi aku harus tetep sekolah,soalnya sekarang kan banyak
ujian,masa aku izin,kan sayang”
Asa:” Duhh semangatt Put, moga kamu masih bisa pertahanin nilai”
Putri:” Makasih sa, kamu juga sama Alea mangat jugaa”
Setelah istirahat, Kelas ada pelajaran Matematika,tetapi gurunya tidak
hadir)
Asa:” Asikk jamkos, ayo kita ngobrol2”
Alea:” Eitss belajar dong,manfaatkan waktu dengan baik”
Asa:” Iya-iya teteh Alea” (Putri tertawa)
(Dina memanggil Putri dari belakang)
Dina:” Put,maaf aku mau minta uang 50 ribu dari uang kas buat beli
kebutuhan kelas,soalnya dah pada habis”
Putri:” Oh iya,sebentar ya” (sambil membuka tas dan mengambil dompet
khusus untuk uang kelas tetapi ternyata isi dompetnya kosong)
Putri:” Eh sebentar kok uangnya gaada…”
Dina:” Eumm? Kok uangnya gaada put?” (ikut kebingungan)
Putri:” Aku juga ga tau Dina,padahal kemarin uangnya aku ga dikemana-
manain,disimpen di tas” (khawatir uangnya dicuri)
Dina:” Terus gimana dong?” (ikut khawatir)
(lalu KM datang karena mendengar percakapan mereka)
Nara:” Put, uang kas ilang?”
Putri:” Iya Nara, padahal kemarin uangnya masih ada..”
Nara:”hmm, Kalian semua coba cari uang kas di kelas ini soalnya uang
kelas kita hilang”
(Lalu semua orang mencari uang di kelas)
Rika:” Lahh buat apa dicari, uangnya dipake sama si Putri kalii”
Nata:” Putri juga yang pegang uangnya, dah pasti kan?”
Alea:” Jangan asal ngomong, emang kalian punya buktinya?”
Rika:” Buktinya? Tanya aja sendiri ke Putri”
(lalu semua orang menatap dan menunggu jawaban dari Putri dan tiba2
Asa mulai berbicara)
Asa:” Bukannya kalian ber-empat ya yang ngambil uang dari tas nya
Putri?” (Semua orang terkejut)
Rika:” Heh, lu apa-apa an asal nuduh gitu?”
Salwa:” Lah tadi nuduh, dituduh balik malah ga terima”
Rika:” Eitss, lu ngomong apa barusan?”
Salwa:” Eh nggak kok”
Nara:” Udah-udah jangan berantem, kita cari lagi aja, siapa tau ketemu”
(Bu Riska masuk kelas)
Bu Riska:” Assalamualaikum”
Murid-murid:” Waalaikumsalam bu”
Bu Riska:” Ini kenapa semua pada berdiri? Ada apa?
Nara:” Ini bu uang kas kita hilang bu, jadi kita lagi nyari”
Bu Riska:” Oalah, kok bisa gitu, disini siapa bendaharanya ibu lupa lagi”
Riri dan Kanaya:” Hadeuhh” (di dalam hati sambil saling menatap)
Fiona:” Putri bu bendaharanya”
Bu Riska:” Oh,iya benar ya Putri yang jadi bendahara ,ibu lupa ,haduhh,
maafkan. Jadi gimana kok bisa hilang gitu Putri?”
Putri:” Iya bu saya bendaharanya, Sebenarnya uang itu kemarin masih
ada tapi tadi waktu buka dompet uangnya sudah tidak ada, saya juga
gatau kenapa uangnya bisa hilang bu…”
Bu Riska:” Hmm, kemungkinan uangnyaa hilang karena jatuh atau ada
yang mengambilnya secara diam-diam”
Alea:” Bu maaf, sepertinya Rika dan teman-temannya yang mengambil
uang kas kelas kita”
Rika:” Ibuu, kok jadi saya dan teman-teman saya yang dicurigai?”
Seline:” Iya bu kan harusnya Putri yang seharusnya dicurigain”
Asa:” Tapi bu Alea juga ga sembarang mencurigai Rika dan teman2-nya”
Alea:” Iya bu soalnya kemarin kita kan ke sekolah lagi buat ngejemput
Putri, nah kita ga sengaja ngeliat Rika sama temen-temennya keluar dari
sekolah sambil memegang uang”
Asa:” Ini bu buktinya”
(Setelah melihat poto tsb, Bu Riska langsung menuju ke meja
Rika,Seline,Nata dan Talita)
Rika:” Eh ibuu kok tiba-tiba geledah tas kita”
(Dan ternyata memang ada uang kas yang disembunyikan di tas nya
Talita)
Bu Riska:” Ternyata memang benar kalian, yang lain tolong keluar kelas
sedangkan Rika,Nata,Talita dan Seline tetap di dalam kelas”
Adegan ke-delapan
Bu Riska:” Kalian berempat, apa benar uang yang didalam tas Talita ini
adalah uang kas yang kalian ambil dari dompet putri?”
Bu Riska:” Cepat jawab yang sejujurnya, kalau tidak ibu bawa kalian ke
kepsek,mau?”
Ber4:” Ngakk mau buu”
Talita:” Iya bu itu uang kas yang kita ambil diem-diem dari Putri,tapi aku
disuruh sama Rika…”(Rika mengernyit ke Talita)
Bu Riska:” Ok, Sekarang kalian bisa kasih hp kalian ke ibu”
Nata:” Kok jadi ke hp sih bu??” (Bu Riska menatap tajam Nata)
Akhirnya mereka ber 4 memberikan hp nya ke Bu Riska,tanpa disengaja
saat Bu Riska melihat galeri Seline dan Nata ternyata ada video dan
Foto Putri yang sedang dirundung
Bu Riska:” KALIAN! Apa maksud foto dan video ini??”
Sontak hal itu membuat Rika dan teman-temannya terdiam dan kaget
karena tidak menyangka bahwa video dan foto itu akan terlihat oleh Bu
Riska
Adegan ke-sembilan
(Di tempat kerja Kak Nadya)
Tiba-tiba Kak Nadya dapat panggilan telepon dari Bu Riska,dan
menerima panggilan telepon tersebut.
Kak Nadya:” Assalamualaikum”
Bu Riska:” Waalaikumsalam”
Kak Nadya:”Iya bu ada apa ya ?”
Kak Nadya langsung bergegas pergi ke sekolah setelah mendengar
penjelasan bahwa Putri adalah korban Pembullyan
Di sekolah,Kak Nadya bertemu dengan Bu Riska dan Bu Pia dan
Putri,Kak Nadya langsung memeluk Putri yang sedari tadi menahan
nangis.
Kak Nadya:” Assalamualaikum”
Bu Pia,Bu Riska,Putri: “Waalaikumsalam”
Bu Pia:”kami mohon maaf sekali,karena keterlambatan kami dalam
mengetahui tentang pembully-an terhadap Putri. Kami akan menindak
lanjuti siswa yang sudah melakukan hal ini terhadap Putri”.
Kak Nadya:” Tidak apa-apa bu dan terimakasih banyak Bu Pia dan Bu
Riska, saya juga salah karena kurang memerhatikan adik saya di sekolah
bu..”
Bu Riska:” Sama-sama bu”
Bu Pia:” Putri,kenapa kamu selama ini tidak melapor kepada Bu Riska
dan Kakak kamu sendiri ?”
Putri:” Karena…. saya tidak berani untuk melapor ke guru dan aku tidak
mau merepotkan kakak ku dalam masalah ini..”
Bu Riska:” Untuk kedepannya jangan seperti itu Putri, kita semua selalu
ada disini untuk semua murid,jadi kalau kamu di ganggu lagi oleh mereka
langsung lapor ke ibu, jangan takut ya sayang”
Putri:” Iya bu terimakasih banyak”
Kak Nadya:” Bu maaf apa boleh Putri saya bawa pulang sekarang? ”.
Bu Pia:” Boleh Bu, Lebih baik Putri istirahat dulu ya”
Kak Nadya:” Terimakasih banyak bu,ayo kita pulang dik”
Putri:” Bu saya pulang dulu. Terimakasih banyak Bu, Assalamualaikum”
Bu Pia dan Bu Riska:” Waalaikumsalam hati2 Putri”
Adegan ke-sepuluh
(sesampainya di rumah)
Kak Nadya:” Dek…. kakak minta maaf…kakak ga tau kalau kamu
ternyata mendapat perlakuan seperti itu di sekolah….maaf kakak masih
belum bisa menjadi kakak yang baik” (sambil menangis dan memeluk
Putri)
Putri:” Gapapa kak…. justru aku ga mau kakak tahu hal ini…karena aku
tahu,jika kakak tahu hal ini nantinya kakak bakal nyalahin diri sendiri…
aku minta maaf juga,karena aku juga ga nepatin janji aku sama kakak”
(menangis)
Kak Nadya:” Gapapa jangan minta maaf karena hal itu, seharusnya kamu
dari dulu jujur ke kakak kalau kamu dihina sama dibully oleh Rika dan
teman2nya di kelas, kalau kamu cerita dari dulu ke kakak, kamu ga akan
di bully terus-terusan oleh mereka dan kakak akan langsung melindungi
kamu , lain kali kamu harus jujur ke kakak ,agar hal ini tidak terjadi lagi
ke kamu,karena kamu satu-satunya keluargaku dik, jadi kakak ga mau
kamu kenapa-kenapa”
Putri:” Aku juga ga mau kakak kenapa-napa karena aku, karena kak
Nadya adalah seorang kakak sekaligus orang tua-ku,sayang kakak”
Kak Nadya:” Kakak juga sayang Putri”
Putri:” Kakak jangan nangis lagi dong”
Kak Nadya:” Kamu juga jangan nangis”
Adegan ke-sebelas
(Seminggu kemudian,bertepatan dengan masuknya Rika dan teman-
temanya setelah di skors seminggu yang lalu)
Asa:” Put, kamu hari ini ga akan kenapa-napa?”
Putri:” Emangnya kenapa?”
Putri:” Oh… hmm keknya aku bakalan baik2 aja”
Alea:” Kok gitu? Kamu harus balas dendam dong ke mereka”
Putri:” Aku ga mau gitu Al, soalnya menurut aku lebih baik memaafkan
daripada aku ngebuang energi buat ngebalas dendam ke mereka, mending
dipake untuk yg lebih bermanfaat kan ,bisa jadi mereka juga akan
intropeksi diri,untungnya aku belum masuk ke tahap trauma makanya,
sekarang juga aku baik-baik aja soalnya ada kalian yang selalu menemani
ku di sekolah dan kak Nadya yang selalu mendukungku dan menjagaku”
Asa:” Wah, aku respect ke kamu Put, kamu keren banget bisa memaafkan
orang lain yang udah nyakitin kamu”
Putri:” Aku ga keren kok, kan emang sudah seharusnya kita bersikap kek
gitu kan?”
Alea:” Betull”
(Rika,Nata,Talita dan Seline menghampiri meja Putri)
Nata:” Anu… Putri kita disini mau minta maaf atas perilaku kita ke kamu
dan ke yang lain juga..”
Seline:” Iya Putri, aku juga mau minta maaf waktu kejadian di aula…”
Talita:” Aku juga maaf waktu itu ngecorat-coret muka kamu tanpa izin,
terus dah sering ngehina kamu, maaf banget”
(Mereka sudah meminta maaf, kecuali Rika yang masih menundukan
kepalanya,sehingga semua orang yang dikelas memerhatikan dia)
Alea:” Duhh ini si biang keroknya kok ga ngomong2 daritadi sih”
Putri:” Ehh, Alea jangan gitu” (berbisik)
Rika:” PUTRI!!” (Berteriak sambil menangis)
(dan orang2 yang disana kaget dan bingung terlebih lagi Putri)
Putri:” Ehh, kamu kenapa nangis? (Bingung)
Rika:” AKU MINTA MAAF PUTRI KARENA AKU GANGGU KAMU
SELAMA INI,AKU JANJI MULAI SEKARANG AKU GA AKAN
GANGGU KAMU LAGI” (sambil menangis)
Salwa:” Lah kok lu yang ceurik?”
Rika:” Ihh lu bisa diem ga si?”
Riri:” Salwa kamu jangan asal ngomong dong”
Kanaya:” Iya ih jangan ikut campur Sal”
Dina:” Kamu mau dibebek ku Rika?”
Nara:” Ssst” (Ke salwa,Riri,Kanaya dan Dina)
Putri:” Iya-iya Rika, aku maafin kalian semua,asalkan jangan pernah
bully orang lagi ya”
Rika:” Iya aku dah sadar kalau aku ternyata ngelakuin hal yang buruk ke
kamu dan ke kalian semua,aku akan mulai intropeksi diri,ya kan?”
(sambil melihat ke Seline,Nata dan Talita dan mereka pun mengangguk
setuju)
Talita:” Makasih Putri sudah memaafkan kesalahan kami”
Putri:” Iya sama-sama”
(Asa mulai tepuk tangan dan yang lain juga ikut tepuk tangan karena
bagi kelas ini momen ini adalah momen yang mereka tunggu-tunggu)
Adegan ke-dua belas
(Saat jam istirahat)
Dina:” Menurut kalian Rika bener tulus ga ya minta maaf ke Putri?”
(Khawatir)
Riri:” Kata aku sih keknya tulus,soalnya baru pertama kali liat dia nangis
gitu”
Salwa:” Ahh nggak deh keknya dia Cuma pura-pura”
Kanaya:” Ihh kamu daritadi asa anuan. Udah deh jangan ngomongin
Rika-rika lagi,yang penting sekarang Rika gaakan ngapa-ngapain Putri
sama kita juga”
Fiona:” Tapi Putri keren ya, ngemaafin mereka gitu, padahal dia kan
korban, kan ga gampang buat ngelupain perbuatan mereka terhadap
dirinya sendiri”
Salwa:” Iya kek aku”
Kanaya:” Idih”
Nara:” Udah kalian ngobrolnya, mending siap-siap belajar buat
remedial,nanti udah istirahat Bu Riska bakalan ngumumin nilai ujian
harian IPA”
Riri:” Oh iyaaa sekarang kan hari selasa,lupaa sekarang pengumuman
nilai”
Dina:” Aku sih pasti remed”
Nara:” Makanya belajar dulu takut remedialnya dadakan”
Kanaya:” Pasti nilai yang paling gede Putri ya”
Dina:” Pasti lah,siapa lagi kalau bukan Putri?”
Riri:” Iya bener ya”
Fiona:” Dina,kamu dah minta uang kas lagi buat beli kebutuhan kelas ke
Putri belum?”
Salwa:” Iya ihh, pengharum lantai kita habis,tisu habis”
Kanaya:” Ssst,bacot lu”
Dina:” Oh iya aku belum minta lagi sejak kejadian yang itu, sekarang aja
we mintanya?”
Fiona:” Boleh-boleh aja”
Kanaya:” Tapi Putrinya kemana ya?”
Alea:” Putri lagi beli pensil sama Asa.”
Kanaya:” Oh iya makasih Al” (Alea menjawab dengan bahasa tubuh)
Adegan ke-tiga belas
(Jam pelajaran Bu Riska)
Bu Riska:” Baik anak-anak sekarang ibu akan mengumumkan nilai Ujian
Harian IPA yang belum sempat ibu bagikan waktu itu”
Murid2:” Baik bu”
Bu Riska:” Yang dipanggil oleh ibu, kesini bawa kertas jawabannya ya”
(Satu-satu murid dipanggil dan yang terakhir dipanggil adalah Putri)
Bu Riska:” Baik yang terakhir,,,Putrii silakan maju ke depan”
(Putri maju ke depan)
Bu Riska:” Nah nilai tertinggi ujian kali ini seperti biasa diraih lagi oleh
Putri,selamat ya Putri pertahankan nilai mu ya”
Putri:” Iya bu,terimakasih”
(Putri kembali duduk)
Asa:” Wah Putri selamat ya, kamu semua nilai ujian pada bagus2 ihh,iri
aku”
Putri:” Makasih Asa,kamu juga bagus2 kok”
Bu Riska:” Oh iya anak-anak tolong fokus dulu sebentar, ibu akan
memberikan tugas kerja kelompok,kelompoknya sudah ibu tentukan,
sekretaries tolong catat ya”
Fiona:” Baik bu”
Bu Riska:” Ok kelompok pertama ada Asa,Nara,Kanaya,Seline,
Fiona,Salwa dan Alea lalu kelompok kedua ada
Rika,Riri,Talita,Nata,Dina dan Putri.”
Bu Riska:” Nah tugasnya untuk kelompok 1 kalian membuat video
tentang membuat makanan fermentasi sedangkan kelompok 2 kalian
membuat video tentang penjelasan materi tumbuhan yang ada di bukit
atau hutan ya”
Bu Riska:”Bagi kelompok 2,tempat bikin vidionya jangan terlalu jauh ya
yang dekat dekat saja,baik?”
Murid2:” Baik bu”
Bu Riska:” Batas pengumpulan tugas ini waktunya 3 minggu kedepan ya
anak-anak karena ini tugas proyek, jadi santai saja ya mengerjakannya”
Murid2: “Siap bu”
Bu Riska:” Baik ibu pamit dulu ya, Wassalamualaikum anak-anak”
Murid2:” Waalaikumsalam bu, terimakasih banyak”
Adegan ke-empat belas
3 Hari kemudian (Di Rumah Putri)
Putri:” Kak,kakak,kak”
Kak Nadya:” Iya ada apa dek?”
Putri:” Aku mau berangkat sekarang kak”
Kak Nadya:” Hah? Kemana? (sambil berpikir dan mulai mengingat
percakapan mereka)
(Hari sebelumnya)
Putri:” Kak aku besok izin keluar rumah mau kerja kelompok di
hutan,boleh yaa soalnya ini tugas pwenting”
Kak Nadya:” Kok jauh di hutan segala?”
Putri:” Ya terus emang tempatnya disana, cuman bikin video kok”
Kak Nadya:” Hmm ya udah kakak ijinin asalkan dah selesai kerja
kelompok kamu langsung pulang,jangan main g jelas kemana-mana”
Putri:” Siap kaa”
(kembali ke sekarang)
Putri:” Iya kak aku pergi dulu yaa”
Kak Nadya:” Mau dianter sama kakak gak?”
Putri:” Ga usah kak,aku berangkat kesana bareng2 sama temen di
sekolah, kakak istirahat aja”
Kak Nadya:” Okey, nanti langsung chat kakak ya kalau dah nyampe sama
mau pulang,jangan lupa yaw”
Putri:” Iya kakak”
Kak Nadya:” Hati-hati ya adikku sayang ,pulangnya jangan malem2 ya”
(sambil memeluk erat Putri)
Putri:” Siap bos, hehe”
Adegan ke lima belas
(Sesampainya di sekolah)
Yang lain sudah menunggu Putri di parkiran sekolah
Putri:” Kalian… maaaf aku telat” (sambil napas bengek)
Riri:” Gapapa kok ga telat ini”
Dina:” Ini semua dah ada disini kan?”
Nata:” Udahh”
Dina:”Ayo kita berangkat sekarang”
Semuanya:” Ayoo”
(Mereka pun berangkat ke Hutan menaiki angkutan umum)
Adegan ke-enam belas
(Sesampainya disana mereka langsung mengerjakan tugas dan membuat
video)
(Selesai mengambil video mereeka pun akhirnya pulang,kecuali Rika dan
Putri)
Rika:” Eu… Putri boleh ga kita bicara berdua?”
Putri:” Oh boleh”
Rika:” Putri, aku mau minta maaf secara pribadi atas perlakuan yang
buruk ke kamu, maaf banget,pasti kamu masih ga bisa maafin aku
ya..”(dengan muka yang menunjukkan betapa menyesalnya dia)
Putri: “ Sejujurnya sekarang aku masih perlahan-lahan mencoba untuk
melupakan perbuatan kamu sama teman-temen mu ke aku, tapi ya emang
hal itu ga mudah..”
Rika:” Hikss, maaf karena perbuatan aku,kamu kesusahan dan merasa
takut selama ini, maaf put aku pasti akan selalu mencoba yang terbaik
untuk memperbaiki sikap aku sendiri”
Putri:” Iya kamu pasti bisa, aku cuman berharap semoga kamu bisa
instropeksi diri dan selalu berbuat baik mulai dari sekarang”
Rika:” Iya,Terimakasih banyak Putri”
Putri:” Iya sama-sama Rika”
Rika:” Btw, kamu mau foto bareng gak? Buat kenang-kentandanya kita
dah baikan..he”
Putri:” Boleh banget”
(Mereka pun berfoto)
Rika:” Aku pulang dulu ya Put”
Putri:” Iyaa,hati-hati Rik”
Rika:” Tapi kamu kapan pulang?ayo bareng aja sama aku”
Putri:” Ohh aku masih mau disini,liat pemandangan hehe,kamu duluan
aja”
Rika:”Oh ok,bye put”
Putri:” bye-bye”
(Rika pun pulang dan Putri masih menikmati pemandangan dan tiba-tiba
Kak Nadya menelepon)
Putri:” Assalamualaikum kak”
Kak Nadya:” Waalaikumsalam Dek, kamu kerkom nya dah belum?dah
pulangkah?”
Putri:” Kerkomnya beres ko kak,tapi aku belum pulang, ini aku masih liat
pemandangan,pemandangannya cantik banget lho kak,aku potoin
ya,sebentar”
(Putri mengambil poto dan mengirimkannya ke Kak Nadya)
Kak Nadya: “Wah cantik banget dik,kok ada kamu di potonya?”
(tertawa)
Putri:´”Aku kan adik kakak yang paling cantik”
Kak Nadya:” Iya-iya kamu adik kakak yang paling cantikkk”
Putri:” Kakak tau ga aku sama Rika dah baikan,bahkan tadi aku foto
bareng lho”
Kak Nadya:” Wahh bagus dong, semoga kalian bisa berteman dengan
baik ya”
Putr:” Aamiin,kak aku mau pulang sekarang nih,laper”
Kak Nadya:” Okey,kakak dah beli ayam goreng kesukaan kamu nih,hati2
ya pulangnya,kalau ada apa2 kabarin kakak ya”
Putri:” Siap kakak, aku tutup ya teleponnya,Wassalamualaikum”
Kak Nadya:” Iya hati-hati adikku tersayang, Waalaikumsalam”
Adegan ke-tujuh belas
(Keesokan harinya di kelas,saat pelajaran Bu Riska lagi mengabsen
murid)
Bu Riska:” Anak-anak ibu akan mengabsensi yang tidak hadir hari ini.
Sekre siapa aja yang tidak hadir hari ini?”
Fiona:” Alea bu dia ga sekolah izin sakit”
Bu Riska:” Syafakillah, lalu ada lagi?
Asa:” Putri bu, dia ga masuk hari ini bu,tapi ga tau gara-gara apa”
Fiona:” Iya bu Putri tidak ada keterangan”
Bu Riska:” oalah tumben Putri ga masuk sekolah hari ini”
Bu Riska:” Kenapa ya? Kakaknya juga ga ga mengabari ” (di dalam
hati)
Bu Riska:” Baik anak-anak sekarang buka lks Ipa hal 45”
(Pada jam istirahat, Kak Nadya menghampiri Bu Riska di ruangannya)
Kak Nadya:” Assalamualaikum bu”
Bu Riska:” Waalaikumsalam eh kak Nadya,mari sini duduk”
(Kak Nadya duduk)
Bu Riska:” Kak Nadya, Putri hari ini kenapa dia ga masuk sekolah?sakit
atau karena apa ya?”
Kak Nadya:”Bu..” (Sambil menahan nangis)
Bu Riska:” Ehh, Bu Nadya kenapa?ada apa”
Kak Nadya:” Putri bu, dari kemarin sore dia ga pulang-pulang bu,saya
telfon dari kemarin tapi hp-nya tidak aktif”
Bu Riska:” Innalillahi, kamu sekarang tau Putri ada dimana sekarang?”
Kak Nadya:” Saya gatau dimana dia sekarang bu, tapi saya khawatir adik
saya kenapa-napa bu”
(Bu Pia datang menghampiri mereka)
Bu Pia:” Assalamualaikum Bu Riska,ini Bu Nadya kenapa Bu Ris?”
Bu Riska:” Ini bu Putri dari kemarin belum pulang ke rumah sehabis
kerja kelompok”
Bu Pia:” Astagfirullah” (terkejut)
Bu Pia:” Bu Nadya, apa ibu sudah melapori hal ini ke polisi?
Kak Nadya:” Belum bu”
Bu Pia:” Mau saya minta bantuan pada kenalan saya yang seorang polisi
bu? Semoga dia bisa membantu dalam mencari Putri?”
Bu Riska:” Kalau begitu saya juga akan bertanya ke teman-teman sekelas
[Link] tau mereka ada yan tau dimana Putri berada”
Kak Nadya:” Terimakasih banyak bu Riska dan Bu Pia atas
bantuannya,mohon maaf saya telah mengganggu waktu ibu”
Bu Pia:” Tidak apa-apa Bu Nadya,memang sudah seharusnya kepala
sekolah mengurus hal ini juga,saya dan Bu Riska akan mengabari
ibu apabila ada ada yang tahu dimana Putri”
Kak Nadya:” Baik Bu Pia saya izin pamit pergi,saya juga mau mencari
Putri ada dimana, Assalamualaikum bu
Bu Riska dan Bu Pia:” Waalaikumsalam”
Adegan ke-delapan belas
(Sesudah bel istirahat,Bu Riska memasuki kelas yang memang jam
pelajarannya sedang kosong)
Bu Riska:” Anak-anak ibu mau memberitahu sesuatu yang penting,tadi
Kak Nadya kakaknya Putri datang kesini dan memberitahu ibu
bahwa Putri dari kemarin belum pulang,barangkali kelompok 2
yang kerkom kemarin ada yang tau Putri pergi kemana”
(semua orang menjadi khawatir karena mendengar hal itu,terutama Asa)
Rika:” Ibu kemarin saya sebelum pulang,ngobrol berdua dulu sama Putri
ksn,kalau ga salah waktu aku mau pulang aku nawarin pulang bareng ke
Putri, tapi dia masih pengen disana,katanya pengen lihat2 dulu
pemandangan . Kalau soal Putri kemana2-nya aku kurang tau bu”
Bu Riska:” Baik terimakasih banyak Rika,yang lain bagaimana ada yang
tau lagi atau ada yang liat Putri kemarin kemana lagi?”
Murid2:” Ga tau bu”
Bu Riska:” Baik,kalau begiitu ibu pergi dulu ya,Wassalamualaikum anak-
anak”
Murid-murid” Waalaikumsalam bu”
(Setelah Bu Riska pergi meninggalkan kelas,seketika kelas menjadi
heboh karena persoalan Putri itu)
Adegan ke-sembilan belas
(Keeseokan Harinya di kelas,Alea sudah masuk kembali lagi ke sekolah)
Alea:” Assalamualaikum”
Murid-murid: “Waalaikumsalam”
(Alea merasa aneh karena teman-temannya di kelas sepi tidak seperti
biasanya,dan dia mnghampiri Asa0
Alea:” Asa ini kenapa pada sepi? Salah gw kah?”
Asa;” Bukan”
Alea:” Terus apa?”
Asa:” Putri..dia dari kemarin hilang sampai sekarang’
Alea:” HAH?HILANG?”(Alea terkejut)
Asa;” Iya kam,dari kerkom dia ga pulang2,aku khawatir dia kenapa-
kenapa “
Alea;” Kok bisa Putri ga pulang2,pantes tadi shubuh aku wa dia ga aktif”
Asa:” Ga tau,padahal Putri orangnya ga suka pulang soe banget apalagi
ini sampe ga puulang2”
Alea:” Iya semoga Putri cepet ketemu dan dalam keadaan selamat ya
semuanya,Aaamiin”
Murid2 yang lain:” Aamiin”
Asa:” Hari ini kita jadi kan ngerjain tugas Ipa di rumah kamu A?l”
Alea:” Iya jadi lah”
Asa:”Kalian yang kelompok 1 tugas IPA jangan lupa ya pulang sekolah
sekarang kita ke rumah Alea ngerjain tugas ipa ya”
Kel 1:”Iya siap”
(Saat pulang sekolah,mereka pergi ke Rumah Alea,dan sedang
mengerjakan tugas)
Asa:” Kalian aku ke dapur ya mau buang sampah ini”
Kanaya:” Ok,makasih ya Sa”
(Asa pergi menuju ke dapur dan membuang sampah tetapi dia melihat
ada yang janggal di tempat sampah tersebut dan ternyata di sana ada
gantungan kunci milik Putri)
Adegan ke-dua puluh
(Di kelas)
Nara:” Asa,aku ada yang mau dibicarakan sama kamu”
Asa:” Oh iya apa?”
(Mereka pindah ke tempat yang lebih sepi)
Nara:”Asa,aku mau ngomongin tentang Putri”
Asa:”Putri?”
Nara:” Iya,aku bakal jujur ke kamu kalau aku ini sebenarnya indigo dan
aku ini punya kemampuan psikometri…”
Asa:” APA? Psikometri?Tapi kenapa kamu tiba-tiba menceritakan hal ini
ke aku Ra?”
Nara:” Begini,sebenarnya aku merasa kalau hilangnya Putri itu ada
kaitannya dengan Alea,soalnya selama mengerjakan tugas di rumah Alea
saat aku memegang benda yang ada di kamar Alea itu ada hubungannya
dengan Putri”
Asa:” Waktu kamu megang barang2 di rumah Alea, ada informasi apa?”
Nara:” Kebanyakan ini tentang kehidupan pribadi Alea..aku ga mau
ganggu privasi dia,tapi di saat aku menyentuh mejanya,Alea itu sering
belajar sambil bicara2 yang ga baik tentang Putri,bahkan sampai ingin
membunuh Putri…”
Asa:” Tapi kalau Alea seperti itu mana mungkin,dia itu baik banget ke
Putri,ga mungkin”
Nara:” Itu karena dia ada Niat tersembunyi tersendiri ke Putri,Sa”
Asa:” Nilai?”
Nara:” Ya,kek yang tadi aku ceritain sepertinya orang tua Alea sangat
obsesi dengan nilai,bisa jadi karena itu,tapi belum 100 persen akurat
juga,semoga Alea memang tidak seperti itu”
Asa:” Kalau kamu Psikometri.. Kamu bisa membaca peristiwa yang
terjadi dalam benda ini?” (Mengasongkan gantungan kunci)
Nara:”Ini kan punya Putri,kamu dapet dari mana?”
Asa:” Di tempat sampah rumah Alea.. Kamu bisa kan?
Nara:” Aku usahain,tapi setelah ini kita harus menemui Kak Nadya”
Asa:”Aku setuju”
Adegan ke-dua puluh satu
(Di Rumah Kak Nadya)
Kak Nadya sedang shalat dan setelah shalat,Dia berdoa agar Putri dapat
segera ditemukan dalam keadaan baik-baik saja
Kak Nadya melihat poto terakhir yang dikirim oleh Putri ke dia dan mata
mulai berkaca-kaca karena dia sangat merindukan Putri”
Lalu tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
Asa:” Assalamualaikum”
Kak Nadya:” Waalaikumsalam(sambil membuka pintu),Eh ada Asa”
Kak Nadya melihat ke arah Nara dan terdiam,lalu Asa menyadarinya
dan mulai mengenalkan Nara ke Kak Nadya”
Asa:” Kak kenalin ini Nara”
(Nara salim ke Kak Nadya)
Kak Nadya:” Oh iya,kalian sini masuk dulu”
(mereka pun duduk)
Kak Nadya:” Kalian kesini ada urusan apa? Apakah tentang Putri?”
Asa:” Iya kak, ada hal yang mau kita bicarain ke kakak”
(Mereka pun mulai menjelaskan apa yang terjadi ke Kak Nadya,Kak
Nadya terdiam karena dia tidak pernah membayangkan hal itu)
Kak Nadya:” Haa mana dia mungkin dia melakukan hal itu,kakak tau
baik dia orang seperti apa”
Nara:” Aku sudah mengira kakak pasti akan seperti ini sama seperti
Asa,tapi.. Kak siapa yang tau,kalau hal itu ternyata benar”
Di waktu yang bersamaan di hutan, Bu pia menelfon Kak Nadya
Kak Nadya:”Assalamualaikum”
Bu Pia:” Bu Nadya…..” (Merintih menahan tangis)
Kak Nadya:”Iya bu,kenapa ibu seperti sedang menangis?”
Bu Pia:”Putri…”
Kak Nadya:” Putri? Ada apa dengan Putri bu?”
Asa:” Putri???”
(sambil menatap mata dengan Nara)
Bu Pia:” Lebih baik saya mengatakannya lewat pesan daripada bicara
seperti ini” (mematikan teleponnya)
Kak Nadya:” Bu ada apa bu?” *Dering pesan*
(Lalu kak Nadya mendapat pesan dari Bu Pia bahwa Putri telah
ditemukan dalam keadaan meninggal,Nara pun dikabari hal itu juga oleh
Bu Riska)
Kak Nadya:”Putri…adikku ga mungkin,GA MUNGKIN!!
(sambil menangis)
Lalu Nara dan Asa pun langsung menghampiri Kak Nadya yang sedang
menangis histeris dan menenangkannya
Adegan ke-dua puluh dua
Kak Nadya:” Setelah meninggalnya adikku, semalaman aku menangis
karena kenyataan bahwa aku tidak bisa menepati janjiku dengan mamah
dan papah yang meminta aku untuk selalu menjaga diriku sendiri dan
adikku…”
Kak Nadya memutuskan untuk pergi ke sekolah untuk mengambil
beberapa barang putri yang ada di sekolah
(Di sekolah)
Kak Nadya bertemu dengan Alea di dekat wc
Alea:” eh.. Assalamualaikum kak,Kakak kenapa ada disini?”
Kak Nadya:” Waalaikumsalam, kakak disini mau ngambil barang Putri”
Alea:” Ehh Putri dah ketemu kak?”
(Kak Nadya langsung menyadari bahwa Alea belum tau kalau
Putri sudah meninggal)
Kak Nadya:” Kamu ga buka hp kah?”
Alea:” Oh aku ga buka hp dari kemarin,ya soalnya hp nya disita”
Kak Nadya:” Kakak mau ngobrol berdua sama kamu,boleh?”
Alea:” Bolehh”
*pindah ke wc*
Kak Nadya:”Kamu tau kalau kemarin Putri ditemukan? Tapi dia sudah
meninggal”
*Alea terdiam*
Kak Nadya:” Makanya kakak disini mau mengambil barang2 nya yang
ada di sekolah,tapi setelah disini kakak mau ngobrol sama kamu Al,
Kakak langsung berubah pikiran karena omongan teman kamu
kemarin(omongan Asa tentang kemunkinan bahwa Alea ada
sangkutpautnya dengan hilangnya putri)”
Kak Nadya:” Kamu mau tau apa yang dia bilang ke kakak?”
(sambil menatap Alea)
Katanya kamu ada sangkut pautnya dengan hilangnya Putri”
Alea:” Apa?aku ga tau apa-apa kak,sumpah,aku juga baru tau kalau Putri
meninggal”
Kak Nadya:” Awalnya kaka juga ga percaya,tapi setelah dia ngasih
ini(gantungan kunci) dan bilang kalau ini ada di rumah kamu,kakak jadi
percaya kamu ada hubungannya dengan hilangnya Putri”
Alea:” Kok bisa ada di kak Nadya?”
Alea:” Aku ga tau apa-apa kak,aku juga baru tau kalau Putri meninggal”
Kak Nadya:” Dasar,jangan pura-pura ga tau”
Alea:”Beneran ka aku ga pura-pura,aku ga tau apa-apa sama sekali,please
lepasin tangan aku”
Kak Nadya:” Nilai?”
(kata singkat yang diucapkan oleh Kak Nadya,membuat Alea yang
tadinya sedang berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Kak
Nadya menjadi diam sambil menatap dingin Kak Nadya lalu tertawa)
Kak Nadya:” Ouh ternyata benar karena nilai”
Alea:” Ternyata kak Nadya dah tau ya…. Tapi,kakak dah tau kalau aku
yang ngebunuh adik kakak?”
(Kak Nadya terdiam sebentar dan melepaskan genggaman tangannya)
*FLASHBACK*
Alea: Saat Putri mau pulang dari hutan saat kerkom, aku itu sebenarnya
ada disana..
(di Hutan)
Alea:” Putri”
Putri:”Eh Alea,kamu kok bisa ada disini?”
Alea: Aku kesini ada yang mau diomongin sama kamu
Putri: Kek dejavu,tadi juga Rika minta ada yang mau diomongin ke
aku”
Alea:” Ngomongin apa?”
Putri:”Bukan apa-apa kok,yu kita ngobrol tapi jangan lama-lama,mau
dimana?”
Alea:”Di atas aja”
Putri:”boleh”
(setelah di atas)
Putri:” Wahh pemandangannya bagus,iya kan Al?”
Alea:” Iya bagus,suasananya bagus buat nyiksa orang”
(putri menoleh karena dia terkejut dengan jawaban Alea)
Putri: “Maksud kamu?”
Alea:” Kamu tau luka ini,gara-gara apa?” (memperlihatkan luka yang
ada di tangannya)
Putri:”Alea,ini kamu kenapa bisi gini”(khawatir)
Alea:”Jawab pertanyaan tadi,jangan jawab yang lain”
(Putri tidak menjawab)
Alea:” (menghebuskan napas),luka ini aku dapat dari ayah aku”
Putri:” Kenapa ayah kamu ngelakuin ini,ini kamu lukanya dah
parah,ayo kita ke rumah aku,kita obatin” (sambil memegan tangan
Alea dan tiba-tiba Alea menyingkirkan tangan Putri darinya)
Alea:”Kamu ga paham apa maksud aku?”
Putri:”Paham apa Al?”
Alea:”AYAH AKU MUKUL GW,GARA-GARA LU!! Cuman karena
nilai aku kecil,karna kamu selalu yang dapet nilai paling tinggi di
kelas,aku dimarahi tiap hari bahkan sering dipukul ama ayah
gw,makanya gw benci lu karena lu yang membuat semua ini
terjadi,GW BENCII!!”
Putri:”Alea maaf aku ga tau ternyata kamu dapat perlakuan buruk
dari ayah kamu,sekarang tenang dulu,kita bicarain baik-baik”
Alea:” GA MAU PUT!! Gw dah capek karena masalah ini buat apa
diselesain baik-baik,ga mau gw benci,benci!!”
(Alea tak sengaja mendorong Putri dan membuatnya terjatuh)
Putri:”Alea,tolong!”
Alea:”Putriii”
(Alea menjulurkan tangannya tapi terlambat karena putri sudah
terjatuh dan terguling-guling dan kepalanya terbentur oleh batu,Alea
ketakutan dan menghampiri Putri yang sudah tergeletak bersimbah
darah,dia pun langsung memegang leher Putri, untuk memastikan apa
masih hidup atau mati, dan ternyata masih hidup tetapi Alea tidak
menolong dia. Alea menutupi jasad Putri dengan daun2 kering dan
sampah agar tidak ketahuan)
Alea:”Ya gitu akhirnya gw ninggalin Putri aja”
Kak Nadya:” Dasar sinting!!! Kamu ga punya hati hah?? Kenapa ga
bantuin Putri,Kenapa?? Kalau kamu ngebantuinnya pasti sekarang dia
masih ada.. (Berteriak sambil menangis)
Alea:” Buat apa aku ngebantuin orang yang dah bikin gw kesusahan??
Repot tau”
Kak Nadya:”Aku akan laporin kamu ke polisi dan pastiin kamu mendapat
hukuman yang pantas”
Alea:”Silahkan2x,tapi emang kakak punya buktinya? Jangan laporin
orang seenaknya kalau gaada bukti”
Kak Nadya:”Kata siapa ga ada bukti? Ini liat(memperlihatkan rekaman
suara yang dari tadi sudah direkam)”
Kak Nadya:”Pengakuan kamu cukup kan buat tanda bukti tindakan
kejahatan kamu?”
Alea:” Kak,jangan laporin aku kak,aku minta maaf,kalau kakak
laporin,nasib aku gimanaa”(sambil menangis)
Kak Nadya:”Ga bisa,karena kamu harus menanggung konsekuensi atas
perbuatan kamu dan kakak ga akan maafin kamu karena perbuatan kamu
yang ngebuat Putri meninggal,padahal putri satu-satunya keluarga
kakak!!”
(Kak Nadya memukul Alea karena dia sudah emosi terhadap
perbuatannya kepada adik nya,lalu Bu Riska, Bu Pia dan teman-teman
sekelas menghampiri Kak Nadya dan berusaha menghentikan
perbuatannya)
Adegan ke-dua puluh tiga (Ending)
Kak Nadya:”Putri,terimakasih telah menemani kakak selama ini,jika ga
ada kamu kakak ga ada tujuan hidup sama sekali, karena kamu adalah
alasan kakak masih hidup sampai saat ini, kamu adalah sumber
penyemangat kakak. Kakak juga maaf karena kakak belum bisa menjadi
seorang kakak yang baik selama ini dan tidak menepati janji dengan
mamah papah untuk selalu menjaga kamu,maaf dik. Kakak berharap
semoga kamu di atas sana tenang bersama mamah dan papah. Sekali lagi
maaf dan terimakasih,adik tercintaku..”
Kak Nadya berpelukan dengan Putri (imajinasinya)
-THE END-