Nama : Septiana Larasati
NPM : 22.0101.0001
Kelas : 22 A Manajemen
Resume Manajemen Keuangan BAB 10 : BIAYA MODAL
1.1 Tinjauan atas Biaya Modal Rata-rata Tertimbang (WACC)
Ketika mengalkulasi WACC terfokus pada modal yang harus disediakan oleh
investor utang dengan bunga, saham preferen, dan ekuitas biasa.
Struktur modal target : Gabungan antara utang, saham preferen dan ekuitas biasa yang
direncanakan perusahaan saat akan mendanai proyeknya di masa depan.
2.1 Definisi Dasar
Komponen Modal : Komponen yang disediakan oleh investor berbagai jenis
utang, saham preferen dan ekuitas biasa yang digunakan oleh perusahaan untuk
menghimpun pendanaan.
Biaya Modal Rata-rata Tertimbang (WACC) : Rata-rata tertimbang biaya-biaya
komponen utang, saham preferen dan ekuitas biasa.
3.1 Biaya Hutang, rd(1-T)
Biaya Utang Sebelum Pajak : Tingkat bunga yang harus dibayarkan oleh suatu
perusahaan atas utang yang baru.
Biaya Utang Setelah Pajak : Biaya utang baru yang relevan, dengan menghitung
bunga sebagai pengurang pajak digunakan untuk menghitung biaya modal rata-rata
tertimbang dari tingkat bunga utang.
Hasil saat jatuh tempo utang yang mencerminkan kondisi pasar saat ini adalah
pengukuran biaya utang yang lebih baik dibandingkan tingkat kupon.
4.1 Biaya Saham Preferen, rp
Biaya Saham Prefen : Tingkat pengembalian yang diminta para investor dari saham
preferen perusahaan, dihitung dari dividen preferen(Dp) dibagi dengan harga saat
ini(Pp).
5.1 Biaya Saldo Laba (rs)
Biaya Saldo Laba : Tingkat pengembalian yang diminta oleh pemegang saham atas
saham biasa perusahaan.
Biaya Saham Biasa baru : Biaya ekuitas eksternsl yang didasarkan atas biaya saldo
laba, tetapi dinaikkan untuk biaya emisi.
Ekuitas biasa baru dapat diperoleh melalui 2 cara yaitu :
1) Dengan menahan sebagian laba tahun berjalan (saldo laba)
2) Dengan menerbitkan saham biasa baru
Jika perusahaan tidak dapat menginvestasikan laba ditahan dan mendapatkan
pengembalian minimal sebesar modal perusahaan sebaiknya, membayarkan dana
tersebut kepada para pemegang sahamnya dan membiarkan mereka
menginvestasikannya secara langsung ke dalam asset yang memang memberikan
pengembalian tersebut.
6.1 Biaya Saham Biasa Baru (re)
Perusahaan biasanya menggunakan banker investasi ketika menerbitkan saham biasa
atau preferen dan terkadang untuk menerbitkan obligasi.
Komisi banker disebut biaya emisi.
Dengan imbalan komisi, banker investasi dapat membantu perusahaan menyusun
persyaratan- persyaratan dan menentukan harga emisi, kemudian menjuak emisi
tersebut pada investor.
Dalam kenaikan biaya modal perusahaan harus mendapatkan tingkat pengembalian
yang lebih tinggi dari yang diminta oleh investor atas dana yang investor berikan.
Penyesuaian biaya emisi : Jumlah yang harus ditambahkan ke r s agar diperhitungkan
sebagai biaya emisi untuk menemukan re.
Titik puncak saldo laba : Jumlah atau persentase yang dihimpun selanjutnya harus
diterbikan saham baru biasa.
7.1 Biaya Modal Rata-rata Tertimbang atas Gabungan, WACC
Ekuitas biasa seluruhnya berasal dari saldo laba, sebagai gantinya dapat menerbitkan
saham biasa baru maka WACC-nya akan sedikit lebih tinggi karena tambahan biaya
emisi.
Rumus yang digunakan untuk menghitung WACC ketika seluruh ekuitas biasa baru
berasal dari saldo laba :
WACC = wdrd(1-T) + wprp + wcrs
8.1 Faktor-faktor yang Memengaruhi WACC
Beberapa factor berada di luar kendali perusahaan, tetapi beberapa factor lain
dipengaruhi oleh keputusan-keputusan pendanaan dan investasi perusahaan.
Sejumlah faktor tersebut yaitu antara lain :
1) Faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan perusahaan
o Tingkat bunga dalam perekonomian
o Tingkat umum harga saham
o Tarif pajak : digunakandalam penghitungan komponen biaya utang,, tariff
pajak berperan penting terhadap biaya modal perusahaan.
2) Faktor-faktor yang bisa dikendalikan perusahaan
o Mengubah struktur modal perusahaan
o Mengubah rasio pendapatan dividen
o Mengubah keputusam penganggaran modal untuk menerima proyek-proyek
denga risiko yang lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan di masa lalu.
o Kebijakan dividen
9.1 Menyesuaikan Biaya Modal untuk Resiko
Perusahaan yang menghimpun modal untuk melaksanakan suatu proyek beresiko
akan memiliki biaya modal yang lebuh tinggi dibandingkan dperusahaan yang sedang
berinvestasi di proyek yang lebih aman.
Tingkat tantangan setiap proyek seharusnya mencerminkan risiko dari proyek itu
sendiri, dan bukan risiko yang terkait dengan proyek rata-rata perusahaan tersebut
seperti yang tercermin dalam WACC gabungannya.
WACC digunakan untuk mengevaluasi sebagian besar proyek, tetapi jika memiliki
risiko yang tinggi atau rendah, WACC akan disesuaikan naik atau turun untuk
memperhitungkan selisih risiko.
1.1 Beberapa Masalah lain dalam Estimasi Biaya Modal
Beberapa masalah lainnya yang berkaitan dengan biaya modal yaitu :
1. Dana yang dihasilkan oleh penyusutan
Arus kas penyusutan dapat diinvestasikan kembali atau dikembalikan kepada
investor (pemegang saham dan kreditur). Biaya dana yang dihasilkan oleh
penyusutan yang kira-kira sama dengan WACC dari laba ditahan, saham preferen
dan utang.
2. Perusahaan pribadi
Sebagai aturan umum, prinsip-prinsip estimasi biaya modal yang sama masih
tetap berlaku pada perusahaan pribadi maupun perusahaan public, tetapi masalah
mendapatkan data input di antara keduanya sedikit berbeda.
3. Masalah pengukuran
Dapat lebih menekankan lagi kesulitan-kesulitan praktis ketika mengestimasi
biaya ekuitas.
4. Biaya modal untuk proyek-proyek dengan tingkat risiko yang berbeda.
Suatu hal yang sulit untuk mengukur risiko proyek,atau menyesuaikan biaya
modal dari proyek-proyek penganggaran modal dengan tingkat resiko yang
berbeda-beda
5. Pembobotan struktur modal
Menerima sasaran modal dan kemudian menggunakannya untuk menghitung
WACC.
CONTOH IMPLEMENTASI KASUS
Contoh Implementasi Kasus 1 :
Suatu perusahaan mengeluarkan saham preferen yang baru dengan nilai
nominal Rp.10.000,- per lembar dan deviden sebesar Rp.600,- Penjualan neto
saham tersebut sebesar Rp.9.000,- per lembarnya. Berapa biaya modal saham
preferen (cost of preferred stock) ?
Biaya modal saham preferen = Dp / Pn
Biaya modal saham preferen = 600 / 9000 = 6,67%.
Jika ada biaya penerbitan (floatation cost) maka biaya modal saham preferen
dihitung atas dasar penerimaan kas bersih yang diterima (Pnet)
Contoh Implementasi kasus 2 :
PT. Damai mengeluarkan 10 % (dividen tahunan)saham preferen dengan nilai
nominal sebesar Rp. 174 untuk tiap lbr. Biaya penerbitan dan penjualan
diharapkan sebesar Rp. 10/lb. Berapa biaya modal saham preferen (Kp)?
Penyelesaian :
Dividen tahunan = 10 % x Rp. 174 = Rp. 17,4
Hasil bersih
Penjualan saham preferen Rp. 174 Biaya penerbitan (Rp. 10/Rp. 164)
Rp.164 Kp = (Rp.17,4/Rp. 164) x 100 %
Kp = 10,6 %