0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan96 halaman

Evaluasi Pengobatan TB di Kota Sehat 2024

Dokumen tersebut berisi target-target upaya promosi kesehatan dan upaya kesehatan lingkungan di beberapa wilayah pemerintahan. Terdapat indikator-indikator seperti cakupan rumah tangga yang menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, cakupan posyandu aktif, serta jumlah media promosi kesehatan yang digunakan. Semua target diharapkan tercapai secara bertahap hingga tahun 2026.

Diunggah oleh

Sutiono Diah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLS, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan96 halaman

Evaluasi Pengobatan TB di Kota Sehat 2024

Dokumen tersebut berisi target-target upaya promosi kesehatan dan upaya kesehatan lingkungan di beberapa wilayah pemerintahan. Terdapat indikator-indikator seperti cakupan rumah tangga yang menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, cakupan posyandu aktif, serta jumlah media promosi kesehatan yang digunakan. Semua target diharapkan tercapai secara bertahap hingga tahun 2026.

Diunggah oleh

Sutiono Diah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLS, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TARGET

NO INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL RUMUS


2021 2022 2023 2024 2025 2026
UKM
UKM Esensial
A Upaya Promosi Kesehatan

Sekumpulan perilaku yang diperaktikkan


atas dasar kesadaran sebagai hasil
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pembelajaran, yang menjadikan seseorang,
1.
(PHBS) keluarga, kelompok atau masyarakat
mampu menolong dirinya sendiri (mandiri)
di bidang kesehatan masyarakat

Jumlah Rumah Tangga


menerapkan Perilaku Hidup
Rumah Tangga yang memenuhi strata
Cakupan Rumah Tangga ber- Bersih dan Sehat (PHBS) dibagi
a. utama dan paripurna (minimal 11 dari 16 68.57% 71.43% 74.30% 77.17% 80.04% 82.91%
PHBS / Rumah Tangga Sehat dengan Jumlah Rumah Tangga
indikator PHBS Tatanan Rumah Tangga)
didata Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS) dikali 100%

Posyandu yang mampu melaksanakan


kegiatan utamanya secara rutin setiap
bulan (KIA: Ibu hamil, Ibu nifas, bayi, Jumlah Posyandu dengan Strata
balita, KB, Imunisasi, Gizi, Pencegahan dan Purnama dan Mandiri dibagi
2. Cakupan Posyandu Aktif 60% 62% 64% 66% 68% 70%
penanggulangan diare) dengan cakupan dengan Jumlah Posyandu yang
masing-masing minimal lebih dari 50% dan ada dikali 100%
melakukan kegiatan Serta berstrata
Purnama dan mandiri
Desa atau kelurahan yang penduduknya
dapat mengakses dengan mudah layanan
kesehatan dasar yang memberikan
pelayanan setiap hari melalui Pos
Kesehatan Desa, atau sarana kesehatan
yang ada di wilayah tersebut seperti pusat
kesehatan masyarakat, atau sarana
Jumlah Desa Siaga Aktif dengan
Cakupan Desa Siaga Aktif Strata kesehatan lainnya, serta penduduknya
3. Strata Mandiri dibagi Jumlah Desa 11% 13% 15% 17% 19% 21%
Mandiri mengembangkan Usaha Kesehatan
Siaga Aktif yang ada dikali 100%
Bersumberdaya Masyarakat dan
melaksanakan survelans berbasis
masyarakat (meliputi kedaruratan
kesehatan dan penanggulangan bencana,
serta Penyehatan Lingkungan Sehingga
Masyarakatnya merupakan Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS)

Jumlah jenis media yang


Jumlah jenis media yang digunakan sebagai
digunakan sebagai sarana
4. Jumlah media promosi kesehatan sarana penyebarluasan informasi kesehatan 3 4 4 4 4 4
penyebarluasan informasi
kepada masyarakat
kesehatan kepada masyarakat

Ilmu, seni, dan upaya membantu


masyarakat memiliki gaya hidup
yang sehat secara optimal.
Kesehatan yang optimal
5. Promosi Kesehatan
didefinisikan sebagai
keseimbangan kesehatan fisik,
emosi, sosial, spiritual, dan
intelektual

Jumlah kegiatan promosi


Cakupan promosi kesehatan Persentase kegiatan promosi kesehatan kesehatan untuk program prioritas
untuk program prioritas di dalam untuk program prioritas di dalam gedung di dalam gedung Puskesmas dan
a. 100% 100% 100% 100% 100% 100%
gedung Puskesmas dan Puskesmas dan jaringannya (sasaran jaringannya (sasaran masyarakat)
jaringannya (sasaran masyarakat) masyarakat) minimal 12 kali setahun selama setahun dibagi 12 dikali
100%

Jumlah kegiatan promosi


Cakupan promosi kesehatan Persentase kegiatan promosi kesehatan kesehatan untuk program prioritas
untuk program prioritas melalui untuk program prioritas melalui melalui pemberdayan masyarakat
b. pemberdayan masyarakat di pemberdayan masyarakat di bidang di bidang kesehatan (kegiatan di 100% 100% 100% 100% 100% 100%
bidang kesehatan (kegiatan di kesehatan (kegiatan di luar gedung luar gedung Puskesmas) selama
luar gedung Puskesmas) Puskesmas) minimal 12 kali setahun setahun dibagi 12 bulan dikali
100%
Pondok Pesantren yang melaksanakan
kegiatan Upaya Kesehatan Bersumberdaya
Masyarakat (UKBM) yang meliputi Jumlah Posketren terbentuk
Cakupan Poskestren (Pos
6. pelayanan promotif, preventif, tanpa dibagi jumlah Pondok Pesantren 20% 25% 30% 35% 40% 45%
Kesehatan Pesantren)
mengabaikan aspek kuratif dan yang ada dikali 100%
rehabilitative yang dilaksanakan di bawah
binaan Puskesmas

Implementasi penerapan GERMAS di 5 Jumlah tatanan di wilayah


Cakupan Implementasi Gerakan
tatanan (Rumah Tangga, Institusi puskesmas yang melaksanakan
7. Masyarakat Hidup Sehat 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Pendidikan, Tempat Kerja, Tempat-tempat implementasi GERMAS dibagi 5
(GERMAS)
Umum dan Institusi Kesehatan) dikali 100%

B Upaya Kesehatan Lingkungan

Jumlah KK yang stop BABS dibagi


Prosentase KK yang stop Buang Adalah KK yang mempunyai akses jamban jumlah KK yang mempunyai akses
1 100% 100% 100% 100% 100% 100%
air Besar Sembarangan (jamban aman, layak, Sharing) jamban aman, layak, sharing
dikali 100%

Jumlah KK yang mempunyai


Prosentase KK yang memiliki Adalah KK yang memiliki sarana CTPS di sarana CPPS di rumah dibagi
2 100% 100% 100% 100% 100% 100%
sarana CTPS rumah jumlah KK dalam 1 wilayah
Puskesmas dikali 100%

Jumlah KK yang mempunyai


Prosentase KK yang mengakses Adalah KK yang mempunyai akses air akses air minum layak dibagi
3 60% 65% 70% 75% 80% 85%
air minum minum (perpipaan dan non perpipaan) jumlah akses air minum perpipaan
non perpipaan dikali 100%

Jumlah KK yang melakukan


Prosentase KK yang melakukan adalah KK yang melakukan pengelolaan pengelolaan Sampah Rumah
4 60% 65% 70% 75% 80% 85%
pengelolaan sampah sampah Rumah Tangga Tangga dibagi jumlah KK
diwilayah Puskesmas dikali 100%

Jumlah KK yang melakukan


Prosentase KK yang melakukan
Adalah KK yang melakukan pengelolaan pengelolaan limbah cair rumah
5 pengelolaan limbah cair Rumah 60% 65% 70% 75% 80% 85%
limbah cair rumah tangga tangga dibagi Jumlah KK seluruh
tangga
wilayah puskesmas dikali 100%

adalah Tempat Tempat Umum (Sekolah,


Prosentase TTU yang memenuhi pasar, dan postren, Puskesmas, Hotel, Jumlah TTU memenuhi syarat
6 syarat berdasarkan Iinspeksi Lapas, terminal ) yang memenuhi syarat dibagi jumlah TTU yang di IKL 60% 65% 70% 75% 80% 85%
Kesehatan Lingkungan berdasarkah hasil Inspeksi Kesehatan dikali 100%
Lingkungan
adalah Jumlah Tempat pengolahan
Prosentase TPM yang memenuhi Makanan (Restoran, Rumah makan, kantin, Jumlah TPM memenuhi syarat
7 syarat berdasarkan inspeksi sentra makanan jajanan, DAM, catering) dibagi jumlah TPM yang dilakukan 60% 65% 70% 75% 80% 85%
Kesehatan Lingkungan yang memenuhi syarat berdasarkan hasil IKL x 100%
inspeksi Kesehatan lingkungan

C Upaya Kesehatan Keluarga


a Upaya Kesehatan Ibu

Cakupan Ibu hamil yang pertama kali


Jumlah Ibu hamil K1 dibagi
Persentase Pelayanan ibu hamil mendapat pelayanan antenatal oleh tenaga
1. jumlah sasaran ibu hamil 100% 100% 100% 100% 100% 100%
K1 kesehatan sesuai standart diwilayah kerja
dikalikan 100%
puskesmas pada kurun waktu 1 tahun

Cakupan Ibu hamil yang telah mendapat


pelayanan antenatal sesuai dengan
standart, paling sedikit empat kali dengan Jumlah Ibu hamil K4 dibagi
Persentase Pelayanan ibu hamil
2. distribusi waktu 1 kali pada trimester ke-1, jumlah sasaran ibu hamil 100% 100% 100% 100% 100% 100%
K4
1 kali pada trimester ke-2 dan 2 kali pada dikalikan 100%
trimester ke-3 di wilayah kerja puskesmas
pada kurun waktu 1 tahun

Cakupan Ibu hamil dengan faktor risiko Jumlah Ibu hamil dengan faktor
tinggi yang ditemukan dan mendapat risiko tinggi dan mendapat
Persentase Deteksi Resiko Tinggi
3. penanganan oleh tenaga kesehatan di penanganan oleh tenaga 100% 100% 100% 100% 100% 100%
ibu hamil oleh Nakes
wilayah kerja puskesmas pada kurun waktu kesehatan dibagi 20% kali jumlah
1 tahun sasaran ibu hamil di kali 100%

jumlah Ibu bersalin yang


Cakupan Ibu bersalin yang mendapat
mendapat pertolongan persalinan
Persentase pertolongan persalinan pertolongan persalinan oleh tenaga
4. oleh tenaga kesehatan dibagi 100% 100% 100% 100% 100% 100%
oleh tenaga kesehatan kesehatan di wilayah kerja puskesmas
jumlah ibu sasaran ibu bersalin
dalam kurun waktu 1 tahun
dikalikan 100%

Cakupan Ibu maternal dengan komplikasi


Cakupan Ibu maternal dengan
kebidanan yangmendapat penanganan oleh
Persentase Penanganan komplikasi kebidanan dibagi 20%
5. tenaga kesehatan pada tingkat pelayanan 100% 100% 100% 100% 100% 100%
komplikasi obstetri kali jumlah sasaran ibu hamil
dasar dan rujukan di wilayah kerja
dikalikan 100%
puskesmas dalam kurun waktu 1 tahun
Cakupan pelayanan kepada ibu nifas pada
masa 6 jam sampai dengan 42 hari pasca
bersalin sesuai standar paling sedikit 3 kali
Persentase Pelayanan Nifas (KF) Jumlah KF Lengkap dibagi jumlah
6. dengan distribusi waktu 6 jam-3 hari, 8-14 100% 100% 100% 100% 100% 100%
lengkap oleh tenaga kesehatan sasaran ibu nifas dikalikan 100%
hari dan 36-42 hari setelah bersalin di
wilayah kerja puskesmas pada kurun waktu
1 tahun

Cakupan neonatus yang mendapatkan


pelayanan sesuai standar paling sedikit 3
Jumlah neonatus yang
kali dengan distribusi waktu 1 kali pada 6
Persentase Pelayanan kesehatan mendapatkan pelayanan KN
7. jam - 48 jam, 1 kali pada hari ke 3 - 7 dan 1 100% 100% 100% 100% 100% 100%
neonatus 0 - 28 hari (KN Lengkap) lengkap dibagi jumlah sasaran
kali pada hari ke 8-28 hari setelah lahir di
bayi lahir hidup dikalikan 100%
wilayah kerja puskesmas pada kurun waktu
1 tahun

Cakupan neonatus dengan komplikasi yang


Cakupan neonatus dengan
Persentase pelayanan kesehatan mendapat penanganan oleh tenaga
komplikasi dibagi 15% kali jumlah
8. Neonatal komplikasi yang kesehata pada tingkat pelayanan kesehatan 100% 100% 100% 100% 100% 100%
sasaran Bayi lahir hidup dikalikan
ditangani dasar dan rujukan di wilayah kerja
100%
puskesmas dalam kurun waktu 1 tahun

Pelayanan kesehatan minimal 4 kali yaitu 1


kali pada umur 29 hari-2 bulan, 1 kali pada
umur 3-5 bulan dan 1 kali pada umur 6-8
bulan dan 1 kali pada umur 9-11 bulan Jumlah bayi usia 29 hari- 11
Persentase Pelayanan Kesehatan sesuai standar di wilayah kerja puskesmas bulan yang telah memperoleh 4
9. bayi 29 hari- 12 bulan pada kurun waktu 1 tahun dan telah lulus kali pelayanan kesehatan sesuai 100% 100% 100% 100% 100% 100%
(Kunjungan Bayi) KN lengkap pada kurun waktu tertentu. standar dibagi jumlah sasaran
Pelayanan kesehatan tersebut meliputi bayi dikalikan 100%
pemberian injeksi Vitamin K1, pemberian
Vitamin A1 (satu) kali, imunisasi dasar
lengkap, SDIDTK 4 kali bila sakit di MTBS

Upaya Kesehatan Balita dan Anak


b.
Pra Sekolah

Cakupan balita (0 -59 bulan) yang sakit dan Jumlah balita (0 -59 bulan) yang
Persentase Pelayanan kesehatan mendapatkan pelayanan kesehatan di mendapat pelayanan MTBS dibagi
1 anak balita sakit yang dilayani Puskesmas dan jaringannya sesuai standar jumlah balita(0-59bl) yang 100% 100% 100% 100% 100% 100%
dengan MTBS (MTBS dan MTBM ) di wilayah kerja berkunjung di Puskesmas
puskesmas pada waktu 1 tahun dikalikan 100%
Jumlah anak pra sekolah (60-71
Cakupan anak pra sekolah (60-71 Bulan)
Bulan) yang dilayani Stimulasi
yang dilayani Stimulasi Deteksi Intervensi
Deteksi Intervensi Dini Tumbuh
Persentase Pelayanan Kesehatan Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) minimal 2
2 Kembang (SDIDTK) minimal 2 kali 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Anak Pra Sekolah kali ( pada bulan Juli dan Desember )di
dalam 1 (satu) tahun dibagi
wilayah kerja puskesmas dalam kurun
jumlah sasaran anak pra sekolah
waktu 1 tahun
dikalikan 100%

c. Pelayanan Keluarga Berencana

Jumlah peserta KB baru dan lama yang


masih aktif memakai alat kontrasepsi terus Jumlah peserta KB baru dan lama
Persentase pelayanan peserta KB menerus hingga saat ini untuk yang masih aktif memakai alat
1. 80% 80% 80% 80% 80% 80%
aktif di wilayah Puskesmas menjarangkan kehamilan/mengakhiri kontrasepsi dibagi jumlah PUS
kesuburan diwilayah kerja puskemas dalam dikali 100%
1 tahun

D Upaya Kesehatan Gizi Masyarakat


Jumlah ibu hamil anemia di bagi
Ibu hamil dengan kadar hemoglobin ( Hb)
1. Prosentase ibu hamil anemia jumlah ibu hamil yang di periksa 45 42 39 36 33 30
kurang dari 11,0 g/dl
Hb kali 100 %
Ibu hamil dengan resiko kurang energi
Jumlah ibu hamil resiko KEK
Prosentase ibu hamil resiko Kronik ( KEK ) yang di tandai dengan
2. dibagi Jumlah ibu hamil yang 16 14.5 13 11.5 10 9.5
Kurang Energi Kronik ( KEK ) ukuran Lingkar Lengan Atas ( LILA ) kurang
diukur LILA di kali 100 %
dari 23,5 cm

Ibu hamil yang mendapat tablet tambah


Cakupan ibu hamil yang darah (TTD) sekurangnya mengandunfg zat Jumlah ibu hamil yang mendapat
mendapat tablet tambah darah besi swerta dengan 60 mg besi elemental minimal 90 tablet tambah darah di
3. 80 81 82 83 84 85
(TTD) minimal 90 tablet selama dan 0,4 mg asam folat yang di sediakan bagi jumlah ibu hamil yang ada
kehamilan oleh pemerintah minimal 90 tablet selama kali 100 %
masa kehamilan

Ibu hamil dengan resiko kurang energi


Kronik ( KEK ) yang di tandai dengan Jumlah Ibu hamil KEK yang
Cakupan ibu hamil Kurang Energi
ukuran Lingkar Lengan Atas ( LILA ) kurang mendapat makanan tambahan
4 Kronik ( KEK ) yang mendapat 80 80 80 80 80 80
dari 23,5 cm yang mendapat makanan dibagi Jumlah sasaran Ibu hamil
Makanan Tambahan
tambahan asupan zat gizi di luar makanan KEK yang ada di bagi 100%
utama dalam bentuk makanan pabrikan
Ibu baru melahirkan sampai hari ke-42
yang mendapat 2 kapsul Vitamin A yang
mengandung Vitamin A dosis 200.000 Jumlah Ibu nifas dapat kapsul
Cakupan Ibu Nifas Mendapat
5 satuan Internasional (SI), satu kapsul Vitamin A dibagi Jumlah seluruh 73 76 79 82 85 88
Kapsul Vitamin A
diberikan segera setelah melahirkan dan Ibu nifas di kali 100%
kapsul kedua diberikan minimal 24 jam
setelah pemberian pertama

Bayi yang sampai usia 6 bulan yang hanya Jumlah bayi Usia 6 Bulan
Cakupan Bayi Usia 6 Bulan diberi ASI saja tanpa makanan atau cairan mendapat Asi eksklusif dibagi
6 40 45 50 55 60 65
Mendapat ASI Eksklusif lain kecuali obat, Vitamin dan mineral sejak Jumlah bayi usia 6 bulan di kali
lahir 100%

Bayi Umur 6-11 Bulan yang mendapat


kapsul Vitamin A berwarna Biru dangan
Jumlah Bayi Usia 6-59 Bulan yang
kandungan Vitamin A sebesar 100.000
Cakupan Balita 6-59 Bulan mendapat kapsul Vit. A dibagi
7 Satuan Internasional (SI) dan anak umur 87 88 89 90 91 92
mendapat kapsul Vitamin A jumlah bayi 6-59 bulan dikali
12 sampai 59 bulan yang mendapat kapsul
100%
Vitamin A berwarna merah dengan
kandungan Vitamin A sebesar 200.000 SI

Balita Usia 6 Bulan sampai dengan 59


Bulan dengan kategori status gizi
berdasarkan Indeks Berat Badan menurut
Jumlah Balita Gizi Kurang
Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan
Cakupan Balita Gizi Kurang yang mendapat makanan tambahan
8 menurut Tinggi Badan (BB/TB) memiliki Z- 85 85 85 85 85 85
Mendapat Makanan Tambahan dibagi jumlah seluruh balita Gizi
score -3SD sampai kurang dari -2SD yang
Kurang dikali 100%
mendapat tambahan asupan Gizi selain
makanan utama dalam bentuk makanan
tambahan pabrikan

Anak Usia 0-59 Bulan yang memiliki tanda


klinis gizi buruk dan atau indeks Berat
Badan menurut Panjang Badan (BB/PB)
Jumlah Gizi Buruk pada bayi 0-5
atau Berat Badan menurut Tinggi Badan
bulan + balita 6-59 Bulan yang
Cakupan Kasus Balita Gizi Buruk (BB/TB) dengan nilai z-Score kurang dari -
9 mendapat perawatan dibagi 84 86 88 90 92 94
yang Mendapat Perawatan 3SD atau LILA <11,5 cm pada balita Usia 6-
jumlah seluruh Gizi buruk pada
59 bulan yang di rawat inap maupun rawat
balita 0-59 dikali 100%
jalan di fasilitas pelayanan kesehatan dan
masyarakat sesuai dengan tata laksana gizi
buruk

Jumlah Balita Ditimbang(D) dibagi


cakupan Balita yang Ditimbang Anak yang berusia 0 bulan sampai 59 bulan
10 Jumlah Balita yang ada (S) dikali 70 75 80 85 90 95
berat Badannya (D/S) yang ditimbang berat badannya (D/S)
100%
Anak Umur 0 sampai 59 bulan dengan
Prevalensi Berat Badan Kurang Jumlah Balita berat badan kurang
kategori status gizi berdasarkan indeks
11 (Berat Badan Kurang dan Sangat dibagi jumlah balita yang 15 14 13 12 11 10
Berat Badan menurut Umur (BB/U)
Kurang) pada Balita ditimbang berat badan dikali 100%
memiliki Z-Score kurang dari -2SD

Anak umur 0-59 bulan dengan kategori


status gizi berdasarkan indeks Panjang Jumlah balita Pendek dibagi
Prevalensi Stunting (Pendek dan
12 Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Jumlah balita yang di ukur 14.7 14.5 14.3 14 14 14
Sangat Pendek) Pada Balita
Badan menurut Umur (TB/U) memiliki Z- panjang/ tinggi badan dikali 100%
Score kurang dari -2SD

Anak Umur 0-59 bulan dengan kategori


Jumlah Balita Gizi Kurang dibagi
status Gizi berdasarkan indeks Berat Badan
Presentase Wasting (Gizi Kurang Jumlah Balita yang diukur berat
13 menrut Panjang Badan (BB/ PB) atau berat 6 6 5 5 4 4
dan Gizi Buruk) pada Balita badan dan panjang/ Tinggi badan
Badan menurut Tinggi Bdan menurut Umur
dikali 100%
(BB/TB) memiliki Z-score kurang dari -2SD

Upaya Pencegahan dan Pengendalian


E
Penyakit

Prosentase minimal 85 % bayi yang


mendapat imunisasi dasar lengkap di suatu Jumlah desa yang sudah
1 Cakupan Desa/Kelurahan UCI desa / kelurahan (HB0 1 kali, BCG 1 kali, mencapai UCI Dibagi Jumlah desa 100% 100% 100% 100% 100% 100%
DPT/HB 3 kali, Hbib 3 kali, Polio 4 kali, MR dalam suatu wilayah X 100
1 kali)

Angka penemuan kasus AFP 2 per 100.000 2/100.000 X Jml Penduduk usia <
2 Cakupan penemuan suspek AFP 1 Kasus 1 Kasus 1 Kasus 1 Kasus 1 Kasus 1 Kasus
anak usia < 15 tahun 15 th dalam suatu wilayah

Cakupan Penemuan suspek Angka penemuan kasus Campak 2 per 2/100.000 X Jml Penduduk dalam
3 1 Kasus 1 Kasus 1 Kasus 1 Kasus 1 Kasus 1 Kasus
Campak 100.000 suatu wilayah
Pelacakan Kontak erat pada kasus suspect dan
terkonfirmasi COVID-19 ( identifikasi kontak, Setiap 1 kasus terkonfirmasi
Cakupan Kegiatan Tracing pada pencatatan detai kontak, dan tindak lanjut COVID-19 di lakukan skrining
4 kontak )
100% 100% 100% 100% 100% 100%
kasus COVID-19 terhadap 15 orang yang pernah
bersinggungan/bersamaan

Cakupan pemeriksaan specimen Jumlah kelompok masyarakat resiko tinggi 1/1000 X jumlah penduduk dalam
5 terpapar COVID-19 dan kasus suspek, 1,500 1,500 1,500 1,500 1,500 1,500
Ag/PCR pada kasus COVID-19 suatu wilayah
kasus probabel dan kasus terkonfirmasi
yang diperiksa swab Ag maupun PCR

Jumlah KLB keracunan makanan


Cakupan kasus keracunan Setiap Kejadian KLB keracunan makanan di
6 ditangani < 24 jam dibagi Jumlah 100% 100% 100% 100% 100% 100%
makanan yang ditangani tangani < 24 jam
KLB keracunan makanan X 100
Dosis 1 : Dosis 1 : Dosis 1: Dosis 1: Dosis 1: Dosis 1:
Penduduk usia > 18 tahun yang lolos Jumlah penduduk yang 70 % 90 % 100 % 100 % 100 % 100 %
Cakupan Vaksinasi COVID-19
7 skrining mendapatkan vaksinasi COVID-19 divaksinasi dibagi Jumlah sasaran Dosis 2 : Dosis 2 : Dosis Dosis Dosis Dosis 2 :
usia > 18 tahun
dosis 1, 2 dan 3 vaksinasi dikali 100% 60 % 70 % 2 : 90 % 2 : 95 % 2 : 95 % 95 %
Dosis 3 : Dosis 3 : Dosis Dosis Dosis Dosis 3 :
0% 30 % 3 : 70 % 3 : 80 % 3 : 80 % 80 %
Dosis 1: Dosis 1: Dosis 1:
Jumlah penduduk usia > 6-17 Dosis 1 : Dosis 1: Dosis 1:
Penduduk usia > 6-17 tahun yang lolos 100 % 100 % 100 %
Cakupan Vaksinasi COVID-19 tahun yang divaksinasi dibagi 70 % 100 % 100 %
8 skrining mendapatkan vaksinasi COVID-19 Dosis Dosis Dosis
usia > 6-17 tahun Jumlah sasaran vaksinasi dikali Dosis 2 : Dosis 2 : Dosis 2 :
dosis 1 dan 2 2 : 98 % 2 : 98 % 2 : 98 %
100% 60 % 95 % 98 %

Jumlah kasus DBD yang


Angka yang menunjukkan kejadian
Angka Penemuan Kasus DBD ditemukan dalam kurun waktu 1
9 kesakitan kasus DBD dalam kurun waktu 1 < 35 < 30 < 30 < 28 < 28 < 26
(Insiden Rate DBD) tahun dibagi jumlah penduduk
tahun per 100.000 penduduk
dikali 100.000

Jumlah Kasus DBD yang


Angka yang menunjukkan proporsi meninggal dunia dalam kurun
Angka Kematian DBD (Case
10 kejadian kematian kasus DBD dalam 1 waktu 1 tahun dibagi jumlah <1 % <1 % <1 % <1 % <1 % <1 %
Fatality Rate) DBD
tahun Kasus DBD yang ditemukan dikali
100 persen

Jumlah kasus pneumonia balita


Prosentase kasus pneumonia Angka yang menunjukkan tatalaksana yang ditatalaksana sesuai standar
11 balita yang di tatalaksana sesuai kasus pneumonia balita sesuai dengan dibagi jumlah kasus pneumonia > 90 % > 90 % > 95 % > 95 % > 100 % > 100 %
standar standar program balita yang ditangani dikali 100
persen

Jumlah kasus diare balita yang


Prosentase kasus diare balita Angka yang menunjukkan tatalaksana
ditatalaksana sesuai standar
12 yang di tatalaksana sesuai kasus diare balita sesuai dengan standar 90% 90% 90% 90% >95% >95%
dibagi jumlah kasus diare balita
standar program
yang ditangani dikali 100 persen

Jumlah anak umur 1 - 12 tahun


Angka yang menunjukkan proporsi yang minum obat cacing dibagi
Angka cakupan pemberian obat
13 pemberian obat cacing pada anak usia 1 - jumlah sasaran anak usia 1 - 12 > 90 % > 90 % > 92 % > 92 % > 95 % > 95 %
Pencegahan Masal Kecacingan
12 tahun dalam kurun waktu 1 tahun tahun dalam kurun waktu 1
tahun dikali 100 persen

Jumlah semua kasus TBC yang


Angka yang menunjukkan proporsi ditemukan dan diobati dalam
Angka Penemuan Kasus TBC
14 penemuan kasus TBC yang diobati dalam kurun waktu 1 tahun dibagi 70 70 75 75 80 80
yang diobati (Treatment Coverage)
kurun waktu 1 tahun jumlah perkiraan kasus TBC di
kali 100 %
Angka yang menunjukkan keberhasilan Jumlah Semua Kasus TBC yang
Succes Rate (Keberhasilan pengobatan kasus TBC (sembuh dan sembuh dan pengobatan lengkap
15 >90 >90 >90 >95 >95 95
Pengobatan) Pengobatan lengkap) dalam kurun waktu 1 dibagi jumlah semua kasus TBC
tahun yang diobati di kali 100 persen

Jumlah kasus TBC yang


meninggal dunia dibagi jumlah
Angka kematian TBC (Case Angka yang menunjukkan kematian kasus
16 semua kasus TBC yang diobati <3% <3% <3% <3% <3% <3%
Fatality Rate) TB dalam kurun waktu 1 tahun
dalam kurun waktu 1 tahun dikali
100 persen

Jumlah Kasus HIV yang


Angka yang menunjukkan kejadian Kasus
Angka Penemuan Kasus Baru HIV ditemukan dalam kurun waktu 1
17 HIV dalam kurun waktu 1 tahun per < 0,19 < 0,18 < 0,18 < 0,17 < 0,17 < 0,16
(Insiden Rate HIV) tahun dibagi jumlah penduduk
100.000 penduduk
dikali 100.000
Jumlah Kasus HIV-AIDS yang
Angka yang menunjukkan keberlanjutan
Angka Kepatuhan Minum Obat tetap minum obat dibagi jumlah
18 kasus HIV-AIDS untuk tetap patuh dan >60% >70% >80% >85% >85% >90%
ARV (on ARV) kasus HIV AIDS yang ditemukan
minum obat
dikali 100 persen

Jumlah orang dengan gangguan


Yankes penglihatan : Jumlah orang yang
penglihatan yang mendapatkan
mengalami gangguan penglihatan
pelayanan kesehatan atau
Pelayanan kesehatan indera mendapatkan pelayanan kesehatan atau
19 skrining dibagi jumlah penemuan 100% 100% 100% 100% 100% 100%
penglihatan skrining katarak, kelainan refraksi,
kasus dengan gangguan
glukoma, kebutaan, konjungtivitis,
penglihatan tersebut dikalikan 100
keratitis, follow up pasca operasi katarak
persen

Jumlah orang dengan gangguan


Yankes pendengaran : Jumlah orang yang
pendengaran yang mendapatkan
mengalami gangguan pendengaran
pelayanan kesehatan atau
Pelayanan kesehatan indera mendapatkan pelayanan kesehatan atau
20 skrining dibagi jumlah penemuan 100% 100% 100% 100% 100% 100%
pendengaran skrining otitis media supuratif kronis
kasus dengan gangguan
(OMSK), Serumen, Presbikusis, tuli akibat
pendengaran tersebut dikalikan
bising, tuli kongenital
100 persen

Jumlah penduduk usia ≥7 tahun


ke atas yang di deteksi dini
Jumlah penduduk usia >= 7 tahun ke atas gangguan penglihatan dan
Deteksi dini gangguan indera yang di deteksi dini gangguan penglihatan pendengaran minimal setahun
21 10% 20% 30% 40% 55% 70%
penglihatan dan pendengaran dan pendengaran minimal satu tahun sekali dibagi jumlah penduduk
sekali usia ≥ 7 tahun di wilayah dan
kurun waktu tertentu dikalikan
100 persen
Implementasi Kawasan Tanpa Jumlah 6 tempat yaitu fasilitas pelayanan Jumlah 6 tempat yaitu fasilitas 10% 20% 30% 45% 65% 85%
Rokok (KTR) di 6 tempat kesehatan, perkantoran, tempat proses pelayanan kesehatan,
belajar, tempat ibadah, pasar dan tempat perkantoran, tempat proses
kerja yang melaksanakan KTR belajar, tempat ibadah, pasar dan
tempat kerja yang melaksanakan
22
KTR dibagi jumlah 6 tempat
tersebut dikalikan 100 persen

Upaya Keperawatan Kesehatan


F
Masyarakat

Individu dan keluarganya yang termasuk


dalam keluarga rawan ( penderita penyakit -Individu dan keluarganya
menular dan tidak menular termasuk jiwa , mendapat keperawatan kesehatan
ibu hamil resiko tinggi dan KEK, balita masyarakat dibagi jumlah
KEK, miskin) yang mendapat keperawatan keluarga rawan dikali 100 %
Individu dan keluarganya dari
kesehatan masyarakat oleh tim terpadu '- Jumlah
keluarga rawan yang mendapat
1. Puskesmas ( medis, paramedis, gizi, kesling keluarga rawan adalah data 60% 60% 65% 65% 70% 70%
keperawatan kesehatan
dll sesuai kebutuhan) untuk penilaian jamkesmas di Kecamatan x 2,66%
masyarakat ( Home care)
lingkungan ( keadaan rumah, keluarga, '-
keuangan) dan pemeriksaan fisik (menilai Berdasarkan dataKunjungan
keadaan awal, deteksi penyakit, respon Rumah PIS-PK yang IKS nya Tidak
terapi dll) di wilayah kerja Puskesmas pada Sehat/ Pra -Sehat
waktu tertentu.

Kenaikan tingkat kemandirian keluarga KM


I adalah Keluarga menerima keperawatan
kesehatan masyarakat KM II adalah
Keluarga tahu dan dapat mengungkapkan
masalahkesehatannya secara benar, dan Jumlah keluarga yang mengalami
Kenaikan tingkat kemandirian melakukan tindakan keperawatan kenaikan tingkat kemandirian
2. 50% 50% 50% 50% 50% 50%
keluarga setelah pembinaan sederhana sesuai anjuran. KM III adalah dibagi jumlah seluruh keluarga
Keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan yang dibina dikali 100%
kesehatan secara aktif dan melakukan
tindakan pencegahan secara aktif. KM IV
adalah keluarga melakukan tindakan
promotif secara aktif

UKM Pengembangan
A Upaya Kesehatan Remaja
Remaja Perempuan berusia 12-18 tahun
yang bersekolah di SMP/SMA atau Jumlah remaja putri mendapat
Cakupan remaja Putri mendapat sederajat mendapat Tablet Tambah Darah TTD dibagi Jumlah seluruh remaja
1. 52 54 56 58 60 62
tablet Tambah darah (TTD) (TTD) seminggu sekali yang sekurangnya putri 12-18 tahun disekolah dibagi
mengandung zat besi setara dengan 60mg 100%
besi elemental dan 0,4 mg asam folat

Pelayanan kesehatan yang peduli remaja,


mencakup upaya promotif dan prefentif
meliputi keterampilan hidup sehat (PKHS),
kesehatan reproduksi remaja, kesehatan Jumlah Posyandu Remaja di
2. Pembentukan Posyandu Remaja 1 1 2 2 2 2
jiwa dan pencegahan penyalahgunaan Puskesmas
NAPZA, Gizi, Aktifitas Fisik, pencegahn
penyakuit Tidak Menular (PTM) dan
pencegahan kekerasan pada remaja.

B Upaya Pelayanan Kesehatan Jiwa


1. Deteksi dini orang dengan Jumlah penduduk usia 15 - 59 tahun yang Jumlah penduduk usia 15 - 59 20% 30% 40% 55% 70% 85%
masalah kejiwaan (ODMK) di deteksi dini masalah kesehatan jiwa tahun yang di deteksi dini
dengan form Self Reporting Quesionare masalah kesehatan jiwa dengan
(SRQ) 29 form Self Reporting Quesionare
(SRQ) 29 dibagi jumlah penduduk
usia 15 - 59 tahun di wilayah dan
dalam kurun waktu tertentu
dikalikan 100 persen
2. Pelayanan kesehatan jiwa Jumlah orang yang mendapatkan Jumlah orang yang mendapatkan 100% 100% 100% 100% 100% 100%
pelayanan kesehatan atau skrining pelayanan kesehatan atau
gangguan mental organik, gangguan skrining gangguan mental organik,
penggunaan napza, skizofrenia dan gangguan penggunaan napza,
gangguan psikotik kronik lain, gangguan skizofrenia dan gangguan psikotik
psikotik akut, Bipolar, Depresi, Neurotik, kronik lain, gangguan psikotik
Retardasi tidur non organik, gangguan jiwa akut, Bipolar, Depresi, Neurotik,
dan perilaku yang berhubungan dengan Retardasi tidur non organik,
masa nifas, retardasi mental, gangguan gangguan jiwa dan perilaku yang
kesehatan jiwa pada anak dan remaja, berhubungan dengan masa nifas,
epilepsi dan percobaan atau kasus bunuh retardasi mental, gangguan
diri kesehatan jiwa pada anak dan
remaja, epilepsi dan percobaan
atau kasus bunuh diri dibagi
jumlah penemuan kasus
kesehatan jiwa tersebut dikalikan
100 persen

C Upaya Kesehatan Sekolah (UKS)

Persentase Pembinaan Usaha Kesehatan


Cakupan Pembinaan Usaha Sekolah (UKS) yang meliputi pendidikan Jumlah UKS yang dibina dibagi
1. 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Kesehatan Sekolah (UKS) kesehatan, pelayanan kesehatan dan Jumlah UKS yang ada dikali 100%
lingkungan sekolah sehat

Terbentuknya wadah kegiatan


pengembangan pengetahuan, pembinaan
keterampilan, penambahan pengalaman
Terbentuknya Pangkalan Saka terbentuk pangkalan Saka Bakti
2. dan pemberian kesempatan pada anggota 1 1 1 1 1 1
Bakti Husada (SBH) Husada Puskesmas
Pramuka untuk membaktikan dirinya
kepada masyarakat dalam bidang
kesehatan

D Upaya Kesehatan Tradisional


Penyehat Tradisional Ramuan yang
memiliki STPT ( Surat Terdaftar Penyehat
Tradisional) yang ada di wilayah kerja
Jumlah Penyehat Tradisional
Puskesmas. Penyehat Tradisional Ramuan
Ramuan yang memiliki STPT
adalah seseorang yang memiliki
Penyehat Tradisional Ramuan dibagi jumlah Penyehat
1. pengetahuan pengobatan radisional tentang 10% 10% 10% 10% 10% 10%
yang memiliki STPT Tradisional Ramuan yang ada di
ramuan ( ramuan Indonesia, ramuan
wilayah kerja Puskesmas dikali
shinshe) yang diperoleh secara turun
100%
temurun atau kursus penyehat tradisional
ramuan dan memberikan pelayanan
menggunakan ramuan

Penyehat Tradisional Keterampilan yang


memiliki STPT yang ada di wilayah kerja
Puskesmas. Penyehat tradisional Jumlah Penyehat Tradisional
Ketrampilan adalah seseorang yang Keterampilan yang memiliki STPT
Penyehat Tradisional memiliki pengetahuan tradisional dibagi jumlah Penyehat
2. 10% 10% 10% 10% 10% 10%
Keterampilan yang memiliki STPT ketrampilan ( pijat, bekam kering, terapi Tradisional Keterampilan yang ada
energi, energi spiritual, SPA dan olah pikir) di wilayah kerja Puskesmas dikali
yang diperoleh secara turun temurun atau 100%
kursus dan memberikan pelayanan
menggunakan metode ketrampilan

Desa / Kelurahan yang memiliki Kelompok


Asuhan Mandiri dengan SK Kepala Desa /
Kelurahan di wilayah kerja Puskesmas.
Kelompok Asuhan Mandiri adalah kelompok Jumlah Desa / Kelurahan yang
masyarakat yang mampu memelihara dan memiliki kelompok Asuhan
Kelompok Asuhan Mandiri yang meningkatkan kesehatan serta mencegah Mandiri dengan SK Kepala Desa/
3. 10% 10% 10% 10% 10% 10%
terbentuk dan mengatasi [Link] Kelurahan dibagi jumlah desa
kesehatan ringan secara mandiri oleh yang ada di wilayah kerja
individu dalam keluarga, kelompok atau Puskesmas dikali 100%
masyarakat dengan memanfaatkan
Tanaman Obat Keluarga/TOGA dan
akupresur.
Panti Sehat berkelompok yang berijin yang
ada di wilayah Kerja Puskesmas.
Jumlah Panti Sehat berkelompok
Panti Sehat adalah tempat yang digunakan
yang berijin dibagi jumlah Panti
Panti Sehat berkelompok yang untuk melakukan perawatan kesehatan
4. Sehat berkelompok yang ada di 10% 10% 10% 10% 10% 10%
berijin tradisional empiris yang berijin dan yang
wilayah kerja Puskesmas dikali
memberikan pelayanan lebih dari 1 ( satu)
100%
orang penyehat tradisional ( Hattra)

Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tradisional


berkelompok yang berijin yang ada di Jumlah Fasilitas Pelayanan
wilayah kerja Puskesmas adalah fasilitas Kesehatan Tradisional
pelayanan kesehatan yang berkelompokyang berijin dibagi
Fasilitas Pelayanan Kesehatan
menyelenggarakan pengobatan/perawatan jumlah Fasilitas Pelayanan
5. Tradisional berkelompok yang 10% 10% 10% 10% 10% 10%
pelayanan kesehatan tradisional Kesehatan Tradisional
berijin
komplementer yang sudah berijin dan yang berkelompokyang berijin yang ada
memberikan pelayanan lebih dari 1 ( satu) di wilayah kerja Puskesmas kali
orang tenaga kesehatan tradisional 100%
( nakestrad yang lulusan minimal D3)

Jumlah Penyehat Tradisional yang


mendapat pembinaan oleh
Penyehat Tradisional yang ada di wilayah
Pembinaan ke Penyehat petugas/ kader kesehatan di bagi
6. kerja Puskesmas yang mendapat 35% 35% 35% 35% 35% 35%
Tradisional jumlah Penyehat Tradisional yang
pembinaan oleh petugas/ kader kesehatan
ada di wilayah kerja Puskesmas
dikali 100%

E Upaya Kesehatan Olah Raga


1 Jumlah kelompok yang dilakukan jumlah hasil kelompok yang dilakukan 2 3 4 5 6 6
pendataan Adalah kegiatan pendataan yang dilakukan oleh pendataan yang dilakukan di wilayah
puskesmas terhadap kelompok olah raga yang ada di puskesmas
wilayahnya
2 Prosentase Pembinaan kelompok Jumlah pembinaan yang dilakukan pada 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Olahraga kelompok olahraga dibagi jumlah seluruh
kelompok olah raga dalam satu wilayah
adalah jumlah kegiatan pembinaan yang dilakukan puskesmas di kali 100%
oleh puskesmas terhadap kelompok olah raga yang
ada di wilayah puskesmas
3 Prosentase Pelayanan Kesehatan Jumlah orang yang mendapatkan 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Olahraga adalah jumlah orang (ibu hamil, calon jamaah haji, pelayanan kesehatan olah raga dibagi
karyawan, anak sekolah, lanjut usia, yang diberikan jumlah orang seluruh kelompok olah raga
pelayanan kesehatan olah raga dalam satu wilayah dikali 100%
puskesmas
F Upaya Kesehatan Kerja

1 Jumlah kelompok yang dilakukan Adalah kegiatan pendataan yang dilakukan oleh jumlah hasil kelompok yang dilakukan 2 3 4 5 6 6
pencatatan puskesmas terhadap kelompok formal maupun pendataan yang dilakukan di wilayah
informal yang ada di wilayahnya puskesmas
2 Jumlah Pos UKK yang terbentuk di adalah jumlah pos UKK yang dibentuk pada tenaga Jumlah hasil pos UKK yang yang terbentuk 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Wilayah Puskesmas informal yang ada di wilayah puskesmas di wilayah puskesmas

3 Prosentase petugas puskesmas yang adalah petugas puskesmas yang dalam menjalankan Jumlah nakes yang menggunakan APD 100% 100% 100% 100% 100% 100%
menggunakan APD sesuai standard aktivitas pelayanan kesehatannya menggunakan APD dibagi jumlah keseluruhan nakes di
( masker dan atau handscoon) (alat pelindung diri) berupa masker dan atau hanskun puskesmas di kali 100%

G Upaya Kesehatan Matra

Jumlah hasil pemeriksaan jemaah


haji yg dientry dalam siskohat
Hasil pemeriksaan kesehatan
Jemaah haji yang dilakukan pemeriksaan pada 3 bulan sebelum operasional
1. jamaah haji 3 bulan sebelum 75% 75% 75% 75% 75% 75%
kesehatan dibagi dengan jumlah kouta
operasional terdata.
jemaah haji pd tahun berjalan
dikali 100

Terbentuknya Tim TRC [Tim


2. Adanya TRC Puskesmas Adanya SK TRC Puskesmas 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Reaksi Cepat]

H Upaya Kesehatan Masyarakat Lainnya

Melakukan edukasi gema cermat dalam


Program Gerakan Masyarakat rangka upaya peningkatan pengetahuan,
Jumlah masyarakat yang telah
1 Cerdas Menggunakan Obat (GeMa kesadaran, kepedulian, dan keterampilan 50 50 50 50 50 50
diedukasi Gema CerMat (orang)
Cermat) masyarakat mengenai penggunaan obat
secara rasional

Upaya Kesehatan Perorangan

A Pelayanan Non Rawat Inap

Kontak bila peserta JKN (per nomor


identitas peserta) yang terdaftar
Jumlah Peserta terdaftar yang
mendapatkan pelayanan kesehatan (kontak
melakukan kontak dengan
sakit maupun sehat) baik di dalam gedung 100 per 120 per 140 per 150 per 160 per 170 per
1. Angka Kontak Puskesmas dibagi total jumlah
maupun di luar gedung. mil mil mil mil mil mil
peserta terdaftar di FKTP per 1000
Catatan: 1 orang dianggap 1 kunjungan
(seribu) peserta.
dalam 1 bulan tanpa memperhitungkan
frekuensi kedatangan peserta.
Penyakit kronis masuk Prolanis yaitu
Jumlah Peserta Prolanis yang
Diabetes Melitus, Hipertensi, Rujuk Balik
rutin berkunjung (jumlah peserta
(Jantung, Asma, Penyakit Paru Obstruktif
JKN yang terdaftar dalam Prolanis
Kronis (PPOK), Epilepsi, Stroke,
(per nomor identitas peserta) dan
Schizophrenia, dan Systemic Lupus
Rasio Peserta Prolanis Rutin mendapatkan pelayanan
2 Erythematosus (SLE)). Aktifitas Prolanis:(1) 50% 50% 50% 50% 50% 50%
Berkunjung ke FKTP (RPPB) kesehatan dalam gedung maupun
edukasi Klub (2) Konsultasi Medis (3)
di luar gedung. dibagi jumlah
Pemantauan Kesehatan melalui
Peserta Prolanis terdaftar di
pemeriksaan penunjang (4) Senam Prolanis
Puskesmas dan jaringannya dikali
(5) Home Visit (6) Pelayanan Obat secara
100%
rutin (obat PRB)

Rekam medik yang lengkap dalam 24 jam


setelah selesai pelayanan, diisi oleh tenaga
medis dan atau paramedis (identitas,
Jumlah rekam medik rawat jalan
SOAP,KIE,Askep, diagnosis, Kode ICD X,
Kelengkapan pengisian rekam yang diisi lengkap dibagi jumlah
3 Kajian sosial, Pengobat an, tanda tangan ) 100% 100% 100% 100% 100% 100%
medik rawat jalan rekam medik rawat jalan dikali
serta pengisian identitas rekam medik
100%
lengkap oleh petugas rekam medik (nama,
nomor rekam medik, tanggal lahir, jenis
kelamin, alamat, no kartu BPJS)

Jumlah pelayanan persalinan


Pelayanan persalinan normal yang perlu normal satu hari ( one day care)
Pelayanan Persalinan normal mendapat tindakan atau perawatan semi oleh tenaga kesehatan terlatih
4 100% 100% 100% 100% 100% 100%
satu hari ( one day care ) instensif ( observasi) setelah 6 ( enam) jam dibagi seluruh pelayanan
sampai dengan 24 ( dua puluh empat ) jam persalinan di Puskesmas dikali
100%

Jumlah bumil yang mendapat


pemeriksaan gigi di Puskesmas
Bumil yang mendapat Kunjungan baru bumil yang mendapat
5 dibagi jumlah bumil K1 yang 100% 100% 100% 100% 100% 100%
pemeriksaan kesehatan gigi pemeriksaan gigi di Puskesmas
berkunjung ke Puskesmas dikali
100%

Jumlah konseling gizi pasien non


Pelayanan konseling gizi untuk semua
rawat inap dan rawat inap 5% per 5% per 5% per 5% per 5% per 5% per
6 Pelayanan konseling gizi pasien di Puskesmas non rawat inap dan
dibandingkan jumlah kunjungan tahun tahun tahun tahun tahun tahun
rawat inap
pasien ke Puskesmas dikali 100%

B Pelayanan Gawat Darurat


Jumlah tenaga medis, paramedis,
Tenaga medis, paramedis dan sopir
sopir ambulans di UGD yang telah
ambulans di UGD yang telah mengikuti
Standar jumlah dan kualitas mengikuti pelatihan PPGD dibagi
1. Pelatihan PPGD medis/paramedis serta 100% 100% 100% 100% 100% 100%
tenaga di Unit Gawat Darurat jumlah tenaga medis, paramedis
sopir ambulans yang telah mengikuti
dan sopir ambulans di UGD
pelatihan PPGD awam
Puskesmas dikali 100%

Kesesuaian standar PMK 43/2019 tentang Rata2 (Jumlah % kesesuaian


fasilitas (ruang, akses) dan peralatan fasilitas, peralatan,sarana,
Standar fasilitas, peralatan,
( brankar, oksigen, alat bedah minor, alat prasarana dan obat emergensi di
.2. sarana, prasarana dan obat 80% 80% 80% 80% 80% 80%
Bantuan Hidup Dasar ), sarana ( ambulans UGD ) dibagi 5 ( Fasilitas,
emergensi di UGD
dan kelengkapannya) serta obat emergensi peralatan, sarana, prasarana dan
di UGD obat emergensi) dikali 100%

Jumlah informed consent rawat


Kelengkapan pengisian data informed dan
Kelengkapan pengisian informed jalan yang diisi lengkap dibagi
consent , meliputi identitas pasien,
3. consent dalam 24 jam setelah jumlah informed consent di 100% 100% 100% 100% 100% 100%
informasi yang disampaikan dan tanda
selesai pelayanan pelayanan gawat darurat, KB dan
tangan saksi dan pemberi layanan
persalinan dikali 100%

C Pelayanan Laboratorium
50 Jenis pelayanan meliputi: [Link],
Hematokrit, Hitung eritrosit, Hitung
trombosit, Hitung lekosit, Hitung jenis
lekosit, LED, Masa perdarahan dan Masa
pembekuan.b. Kimia klinik: Glukosa,
Protein, Albumin, Bilirubin total, Bilirubin
direk, SGOT, SGPT, Alkali fosfatase, Asam
urat,Ureum/BUN, Kreatinin, Trigliserida,
Kolesterol total, Kolesterol HDL dan
Kolesterol LDL.c. Mikrobiologi dan
Parasitologi: BTA, Diplococcus gram negatif, Jumlah jenis pelayanan yang
Kesesuaian jenis pelayanan
1. Trichomonas vaginalis, Candida albicans, tersedia dibagi Jumlah standar 60% 60% 65% 65% 70% 70%
laboratorium dengan standar
Bacterial vaginosis, Malaria, Microfilaria jenis pelayanan (50) dikali 100 %
dan Jamur permukaan. d. Imunologi: Tes
kehamilan, Golongan darah, Widal, VDRL,
HbsAg, Anti Hbs, Anti HIV dan
Antigen/antibody dengue.e. Urinalisa:
Makroskopis (Warna, Kejernihan, Bau,
Volume), pH, Berat jenis, Protein, Glukosa,
Bilirubin, Urobilinogen, Keton, Nitrit,
Lekosit, Eritrosit dan Mikroskopik
(sedimen).f. Tinja: Makroskopik, Darah
samar dan Mikroskopik.

Jumlah pasien dengan waktu


Waktu mulai pasien diambil sample sampai
Ketepatan waktu tunggu tunggu penyerahan hasil
dengan menerima hasil yang sudah
2. penyerahan hasil pelayanan pelayanan laboratorium < 120 100% 100% 100% 100% 100% 100%
diekspertisi kurang/sama dengan 120
laboratorium menit dibagi jumlah seluruh
menit
pemeriksaan dikali 100%

Pemeriksaan mutu pelayanan laboratorium


Jumlah pemeriksaan mutu
memenuhi +2SD- -2SD (Standar Deviasi)
Kesesuaian hasil pemeriksaan internal yang memenuhi standar
3. oleh Tenaga Puskesmas yang kompeten, 100% 100% 100% 100% 100% 100%
baku mutu internal (PMI) dibagi jumlah pemeriksaan dalam
dilakukan evaluasi, analisa dan tindak
1 bulan dikali 100%
lanjut
Jumlah pemeriksaan Hemoglobin
Pemeriksaan Hemoglobin pada Pemeriksaan Hemoglobin pada ibu hamil K1 pada ibu hamil K1 dibagi jumlah
4. 100% 100% 100% 100% 100% 100%
ibu hamil K1 oleh tenaga yang kompeten ibu hamil K1 di Puskesmas dikali
100%
D Pelayanan Rawat Inap
Jumlah hari perawatan di bagi
hasil kali jumlah tempat tidur
Pemakaian tempat tidur di Puskesmas dengan jumlah hari perawatan di
rawat inap pada kurun waktu tertentu. Puskesmas rawat inap pada kurun
BOR dibawah 40%, untuk memberi waktu tertentu
1. Bed Occupation Rate(BOR) kesempatan pada Puskesmas agar dapat Catatan kinerja Puskesmas: 50% 50% 60% 70% 80% 100%
melaksanakan program2 UKM dan 10%-40% = 100%
pembersihan sarana prasarana dan >40 - <45% = 75%
mengatur kecukupan ketenagaan >45 - <50% = 50%
>50 - <55%= 25%
<10% atau >55%= 0%

Rekam medik yang telah diisi lengkap


dalam 24 jam setelah selesai pelayanan
rawat inap oleh staf medis dan atau
Jumlah rekam medis yang lengkap
perawat (identitas, SOAP, KIE, Asuhan
Kelengkapan pengisian rekam dibagi jumlah seluruh rekam
2. keperawatan, lembar observasi , lembar 100% 100% 100% 100% 100% 100%
medik rawat inap dalam 24 jam medis di pelayanan rawat inap
rujukan, asuhan gizi, resume medis, surat
dikali 100%
pemulangan, informed concent, monitoring
rujukan, Monitoring anestesi dan laporan
operasi )

A Farmamin dan Perbekalan Kesehatan

Pelayanan farmasi meliputi penjelasan


khasiat (efikasi) obat, menjelaskan tentang
larangan penggunaan untuk indikasi atau
kondisi tertentu, penjelasan tentang efek
obat yang tidak diharapkan yang serius dan Pelayanan farmasi sesuai standar
1. Pelayanan Farmasi sesuai standar berpotensi untuk mengakibatkan bahaya dibagi pelayanan farmasi yang ada 100% 100% 100% 100% 100% 100%
bagi keselamatan pasien dan penjelasan dikali 100%
pengaruh obat terhadap kehamilan, ibu
menyusui, anak-anak, gangguan ginjal,
gangguan hati dan lansia
Mempunyai fasilitas (tempat penerimaan
resep, pelayanan peracikan, penyerahan
obat, ruang konseling, ruang penyimpanan
obat BMHP serta ruang arsip) dan peralatan jumlah fasilitas dan peralatan
pelayanan farmasi (meja racik, etiket, pelayanan farmasi sesuai standar
Fasilitas dan peralatan
2 wadah obat, lemari narkotika, lemari dibagi Jumlah fasilitas dan 100% 100% 100% 100% 100% 100%
pelayanan farmasi
pendingin, lemari penyimpanan obat high peralatan pelayanan farmasi yang
alert, Tas emergensi, emergensi kit, kartu tersedia dikali 100%
stock, alat peracikan, Komputer serta
Software, buku referensi, SPO pengkajian)
sesuai standar

Tidak adanya kejadian salah pemberian


obat terkait dosis dan cara penggunaan
Tidak adanya kejadian salah untuk semua bentuk sediaan, usia dan Jumlah kasus kejadian salah
3 0 0 0 0 0 0
pemberian obat kondisi pasien serta penjelasan frekuensi , pemberian obat
waktu dan lama penggunaan obat secara
benar.

STANDAR PELAYANAN MINIMAL

 Yang dimaksud dengan ibu hamil yang Jumlah ibu hamil yang
mendapatkan pelayanan kesehatan mendapatkan pelayanan
A Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil (pembilang) adalah jumlah ibu hamil yang kesehatan dibagi Jumlah ibu 100% 100% 100% 100% 100% 100%
mendapatkan pelayanan antenatal sesuai hamil di kabupaten/kota kali
standar (K4). 100%

 Yang dimaksud dengan ibu hamil yang


mendapatkan pelayanan antenatal sesuai
standar adalah ibu hamil yang telah selesai
menjalani masa kehamilannya (bersalin) di
akhir tahun berjalan.

 Ibu hamil yang belum selesai menjalani


masa kehamilannya pada akhir tahun
berjalan tidak dimasukkan ke dalam
perhitungan, namun dihitung pada tahun
berikutnya.

 Yang dimaksud dengan jumlah ibu hamil


di kaupaten/kota (penyebut) adalah jumlah
sasaran ibu hamil di wilayah kerja
kabupaten/kota tertentu dalam kurun
waktu satu tahun yang sama.
 Ibu hamil yang masuk dalam
perhitungan adalah seluruh ibu hamil yang
berdomisili di Kabupaten/Kota tersebut.

 Ibu hamil dari luar wilayah kerja


Kabupaten/Kota tetap dilayani dan dicatat
tetapi tidak termasuk ke dalam cakupan
perhitungan dan dilaporkan kepada
Kabupaten/Kota sesuai dengan alamat
tinggal ibu hamil tersebut.

 Cakupan perhitungan adalah fasilitas


layanan kesehatan negeri dan swasta.

 Dibuktikan dengan dokumen pendukung


terkait.

 Yang dimaksud dengan jumlah ibu Jumlah ibu bersalin yang


bersalin di kabupaten/kota (penyebut) mendapatkan pelayanan
B Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin adalah jumlah sasaran ibu bersalin di persalinan dibagi Jumlah ibu 100% 100% 100% 100% 100% 100%
wilayah kerja kabupaten/kota tertentu bersalin di kabupaten/kota dikali
dalam kurun waktu satu tahun yang sama. 100%

 Penetapan sasaran dapat menggunakan


data proyeksi BPS atau data riil yang
diyakini benar dengan mempertimbangkan
estimasi dari hasil survey atau riset yang
terjamin validitasnya yang ditetapkan oleh
Kepala Daerah.

 Ibu bersalin dimasukkan ke dalam


perhitungan adalah ibu bersalin yang
berdomisili di Kabupaten/Kota tersebut.

 Ibu bersalin dari luar wilayah kerja


Kabupaten/Kota tetap dilayani dan dicatat
tetapi tidak termasuk ke dalam cakupan
perhitungan dan dilaporkan kepada
Kabupaten/Kota sesuai dengan alamat
tinggal ibu bersalin tersebut.

 Ibu bersalin di rumah dan/atau dukun


beranak tidak dimasukkan ke dalam
cakupan perhitungan.
 Ibu bersalin di polindes atau poskesdes
tidak dimasukkan ke dalam cakupan
perhitungan, KECUALI Pemda dapat
menjamin Polindes dan Poskesdes telah
dilengkapi SDM, sarana prasarana sesuai
standar pelayanan persalinan.

 Cakupan perhitungan fasilitas layanan


kesehatan negeri dan swasta.

 Dibuktikan dengan dokumen pendukung


terkait.

 Yang dimaksud bayi baru lahir


Jumlah bayi baru lahir yang
mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
mendapatkan layanan kesehatan
standar (pembilang) adalah bayi berusia 0-
C Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir sesuai standar dibagi Jumlah bayi 100% 100% 100% 100% 100% 100%
28 hari yang mendapatkan kunjungan
baru lahir di kabupaten/kota
neonatal (KN) minimal 3 kali selama periode
dikali 100%
neonatal.

 Yang dimaksud dengan jumlah bayi lahir


di kabupaten/kota (penyebut) adalah
jumlah sasaran bayi baru lahir di wilayah
kerja kabupaten/kota tertentu dalam kurun
waktu satu tahun yang sama.

 Penetapan sasaran dapat menggunakan


data proyeksi BPS atau data riil yang
diyakini benar dengan mempertimbangkan
estimasi dari hasil survey atau riset yang
terjamin validitasnya yang ditetapkan oleh
Kepala Daerah.

 Bayi baru lahir dari luar wilayah kerja


Kabupaten/Kota tetap dilayani dan dicatat
tetapi tidak termasuk ke dalam cakupan
perhitungan dan dilaporkan kepada
Kabupaten/Kota sesuai dengan alamat
tinggal bayi baru lahir tersebut.

 Cakupan perhitungan adalah data dari


fasilitas layanan kesehatan negeri dan
swasta, polindes, poskesdes, pustu.

 Dibuktikan dengan dokumen pendukung


terkait.
 Yang dimaksud balita mendapatkan
Jumlah balita yang mendapatkan
pelayanan kesehatan sesuai standar
layanan kesehatan sesuai standar
D Pelayanan Kesehatan Balita (pembilang) adalah anak berusia 12-59 100% 100% 100% 100% 100% 100%
dibagi Jumlah balita di
bulan yang mendapatkan pelayanan
kabupaten/kota dikali 100%
kesehatan sesuai standar.

 Yang dimaksud dengan jumlah balita di


kabupaten/kota (penyebut) adalah jumlah
sasaran balita di wilayah kerja
kabupaten/kota tertentu dalam kurun
waktu satu tahun yang sama.

 Penetapan sasaran dapat menggunakan


data proyeksi BPS atau data riil yang
diyakini benar dengan mempertimbangkan
estimasi dari hasil survey atau riset yang
terjamin validitasnya yang ditetapkan oleh
Kepala Daerah.

 Balita dari luar wilayah kerja


Kabupaten/Kota tetap dilayani dan dicatat
tetapi tidak termasuk ke dalam cakupan
perhitungan dan dilaporkan kepada
Kabupaten/Kota sesuai dengan alamat
tinggal balita tersebut.

 Cakupan perhitungan adalah data dari


fasilitas layanan kesehatan negeri dan
swasta, polindes, poskesdes, pustu.

 Dibuktikan dengan dokumen pendukung


terkait.
Jumlah anak usia pendidikan
 Yang dimaksud anak usia pendidikan
dasar yang mendapatkan layanan
dasar mendapatkan pelayanan kesehatan
Pelayanan Kesehatan Pada Usia kesehatan sesuai standar dibagi
E sesuai standar (pembilang) adalah anak 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Pendidikan Dasar Jumlah anak usia pendidikan
berusia 7-15 tahun yang mendapatkan
dasar di kabupaten/kota dikali
pelayanan kesehatan sesuai standar.
100%

 Yang dimaksud dengan pelayanan


kesehatan sesuai standar meliputi skrining
kesehatan dan tindak lanjut hasil skrining
kesehatan.
 Yang dimaksud dengan skrining
kesehatan meliputi penilaian status gizi,
penilaian tanda vital, penilaian kesehatan
gigi dan mulut dan penilaian ketajaman
indera.

 Yang dimaksud dengan tindak lanjut


skrining kesehatan meliputi memberikan
umpan balik hasil skrining kesehatan,
melakukan rujukan apabila diperlukan dan
memberikan penyuluhan kesehatan.

 Yang dimaksud dengan jumlah anak


usia pendidikan di kabupaten/kota
(penyebut) adalah jumlah sasaran anak
usia pendidikan dasar di wilayah kerja
kabupaten/kota tertentu dalam kurun
waktu satu tahun yang sama.

 Penetapan sasaran dapat menggunakan


data proyeksi BPS atau data riil yang
diyakini benar dengan mempertimbangkan
estimasi dari hasil survey atau riset yang
terjamin validitasnya yang ditetapkan oleh
Kepala Daerah berdasarkan Data
Kependudukan dari Dinas Dukcapil yang
berasal dari SIAK.

 Cakupan perhitungan adalah


data/informasi dari pelayanan kesehatan di
satuan pendidikan dasar SD/MI dan
SMP/MTS dan di luar satuan pendidikan
dasar seperti pondok pesantren,
panti/LKSA, lapas/PLKA dan lainnya.

 Dibuktikan dengan dokumen pendukung


terkait.

Jumlah orang usia 15-59 tahun


 Pelayanan kesehatan usia produktif
yang mendapatkan skrining
Pelayanan Kesehatan Pada Usia sesuai standar meliputi edukasi kesehatan
F kesehatan sesuai standar dibagi 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Produktif (keluarga berencana) dan skrining faktor
Jumlah orang usia 15-59 tahun di
resiko penyakit menular dan tidak menular.
kabupaten/kota dikali 100%
 Pelayanan skrining faktor resiko usia
produktif dilakukan minimal satu kali
dalam setahun sedangkan pelayanan
edukasi pada usia produktif adalah edukasi
yang dilaksanakan di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan dan/atau UKBM

 Yang dimaksud dengan skrining


kesehatan meliputi pengukuran tinggi
badan, berat badan dan lingkar perut,
pengukuran tekanan darah, pemeriksaan
gula darah dan anamnesa perilaku berisiko.

 Yang dimaksud dengan jumlah orang


usia 15-59 tahun di kabupaten/kota
(penyebut) adalah jumlah sasaran orang
usia 15-59 tahun di wilayah kerja
kabupaten/kota tertentu dalam kurun
waktu satu tahun yang sama.

 Penetapan sasaran dapat menggunakan


data proyeksi BPS atau data riil yang
diyakini benar dengan mempertimbangkan
estimasi dari hasil survey atau riset yang
terjamin validitasnya yang ditetapkan oleh
Kepala Daerah berdasarkan Data
Kependudukan dari Dinas Dukcapil yang
berasal dari SIAK.

 Warga negara usia produktif dari luar


wilayah kerja Kabupaten/Kota tetap
dilayani dan dicatat tetapi tidak termasuk
ke dalam cakupan perhitungan dan
dilaporkan kepada Kabupaten/Kota sesuai
dengan alamat tinggal warga negara usia
produktif tersebut.

 Cakupan perhitungan adalah data dari


fasilitas layanan kesehatan negeri dan
swasta, puskesmas dan jaringannya.

 Dibuktikan dengan dokumen pendukung


terkait.
Jumlah warga negara usia 60
 Pelayanan kesehatan usia lanjut sesuai tahun ke atas yang mendapatkan
standar meliputi edukasi perilaku hidup skrining kesehatan sesuai standar
G Pelayanan Kesehatan Pada Usia Lanjut 100% 100% 100% 100% 100% 100%
bersih dan sehat dan skrining faktor resiko dibagi Jumlah orang usia 15-59
penyakit menular dan tidak menular. tahun di kabupaten/kota dikali
100%

 Pelayanan skrining faktor resiko usia


lanjut dilakukan minimal satu kali dalam
setahun.

 Yang dimaksud dengan skrining


kesehatan meliputi pengukuran tinggi
badan, berat badan dan lingkar perut,
pengukuran tekanan darah, pemeriksaan
gula darah, pemeriksaan gangguan mental,
pemeriksaan gangguan kognitif,
pemeriksaan tingkat kemandirian usia
lanjut dan anamnesa perilaku berisiko.

 Pelayanan edukasi pada usia lanjut


adalah edukasi yang dilaksanakan di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan/atau
UKBM dan/atau kunjungan rumah.

 Yang dimaksud dengan jumlah warga


negara usia 60 tahun ke atas di
kabupaten/kota (penyebut) adalah jumlah
sasaran orang usia 60 tahun ke atas di
wilayah kerja kabupaten/kota tertentu
dalam kurun waktu satu tahun yang sama.

 Penetapan sasaran dapat menggunakan


data proyeksi BPS atau data riil yang
diyakini benar dengan mempertimbangkan
estimasi dari hasil survey atau riset yang
terjamin validitasnya yang ditetapkan oleh
Kepala Daerah berdasarkan Data
Kependudukan dari Dinas Dukcapil yang
berasal dari SIAK.
 Warga negara usia lanjut dari luar
wilayah kerja Kabupaten/Kota tetap
dilayani dan dicatat tetapi tidak termasuk
ke dalam cakupan perhitungan dan
dilaporkan kepada Kabupaten/Kota sesuai
dengan alamat tinggal warga negara usia
lanjut tersebut.

 Cakupan perhitungan adalah data dari


fasilitas layanan kesehatan negeri dan
swasta, puskesmas dan jaringannya.

 Dibuktikan dengan dokumen pendukung


terkait.

 Yang dimaksud dengan penderita


Jumlah penderita hipertensi yang
hipertensi yang mendapatkan pelayanan
mendapatkan pelayanan
Pelayanan Kesehatan Penderita kesehatan sesuai standar (pembilang)
H kesehatan sesuai standar dibagi 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Hipertensi adalah penderita hipertensi berusia 15
Jumlah penderita hipertensi di
tahun ke atas yang mendapatkan
kabupaten/kota dikali 100%
pelayanan kesehatan sesuai standar.

 Pelayanan kesehatan sesuai standar


meliputi pengukuran tekanan darah yang
dilakukan minimal 1 kali 1 bulan di
Fasyankes, edukasi perubahan gaya hidup
atau kepatuhan minum obat dan
melakukan rujukan apabila diperlukan.

 Yang dimaksud dengan jumlah penderita


hipertensi di kabupaten/kota (penyebut)
adalah jumlah estimasi penderita hipertensi
usia 15 tahun ke atas yang berada di dalam
wilayah kerjanya berdasarkan angka
prevalansi kabupaten/kota dalam waktu
kurun waktu satu tahun yang sama.

 Penetapan estimasi penderita hipertensi


di Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Kepala
Daerah dengan menggunakan data Riset
Kesehatan Dasar terbaru yang ditetapkan
oleh Menteri Kesehatan.
 Cakupan perhitungan adalah data dari
fasilitas layanan kesehatan negeri dan
swasta, puskesmas dan jaringannya.

 Warga negara penderita hipertensi dari


luar wilayah kerja Kabupaten/Kota tetap
dilayani dan dicatat tetapi tidak termasuk
ke dalam cakupan perhitungan dan
dilaporkan kepada Kabupaten/Kota sesuai
dengan alamat tinggal warga negara
penderita hipertensi tersebut.

 Dibuktikan dengan dokumen pendukung


terkait.
 Yang dimaksud dengan penderita DM
Jumlah penderita DM yang
yang mendapatkan pelayanan kesehatan
mendapatkan pelayanan
Pelayanan Kesehatan Penderita sesuai standar (pembilang) adalah penderita
I kesehatan sesuai standar dibagi 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Diabetes Melitus DM berusia 15 tahun ke atas yang
Jumlah penderita DM di
mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai
kabupaten/kota dikali 100%
standar.

 Pelayanan kesehatan meliputi


pengukuran gula darah, edukasi dan terapi
farmakologi.

 Yang dimaksud dengan jumlah penderita


DM di kabupaten/kota (penyebut) adalah
jumlah estimasi penderita DM usia 15
tahun ke atas yang berada di dalam wilayah
kerjanya berdasarkan angka prevalensi
kabupaten/kota dalam waktu kurun waktu
satu tahun yang sama.

 Penetapan estimasi penderita DM di


Kabupaten/Kota ditetapkan oleh Kepala
Daerah dengan menggunakan data Riset
Kesehatan Dasar terbaru yang ditetapkan
oleh Menteri Kesehatan.

 Cakupan perhitungan adalah data dari


fasilitas layanan kesehatan negeri dan
swasta, puskesmas dan jaringannya.
 Warga negara penderita DM dari luar
wilayah kerja Kabupaten/Kota tetap
dilayani dan dicatat tetapi tidak termasuk
ke dalam cakupan perhitungan dan
dilaporkan kepada Kabupaten/Kota sesuai
dengan alamat tinggal warga negara
penderita DM tersebut.

 Dibuktikan dengan dokumen pendukung


terkait.

 Yang dimaksud dengan penderita ODGJ Jumlah penderita ODGJ yang


Berat yang mendapatkan pelayanan mendapatkan pelayanan
J Pelayanan Kesehatan ODGJ Berat kesehatan (pembilang) adalah penderita kesehatan sesuai standar dibagi 100% 100% 100% 100% 100% 100%
ODGJ Berat yang mendapatkan pelayanan Jumlah penderita ODGJ di
kesehatan sesuai standar. kabupaten/kota kali 100%

 Yang dimaksud dengan ODGJ Berat


adalah psikotik akut dan schizophrenia.

 Yang dimaksud dengan pelayanan


kesehatan meliputi pemeriksaan kesehatan
jiwa dan edukasi kepatuhan minum obat.

 Yang dimaksud dengan jumlah penderita


ODGJ Berat di kabupaten/kota adalah
jumlah proyeksi penderita ODGJ Berat yang
berada di dalam wilayah kerjanya
berdasarkan angka prevalensi kab/kota
dalam waktu kurun waktu satu tahun yang
sama.

 Penetapan proyeksi penderita ODGJ


Berat di Kabupaten/Kota ditetapkan oleh
Kepala Daerah dengan menggunakan data
Riset Kesehatan Dasar terbaru yang
ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.

 Cakupan perhitungan adalah data dari


fasilitas layanan kesehatan negeri dan
swasta, puskesmas dan jaringannya.

 Dibuktikan dengan dokumen pendukung


terkait.
 Yang dimaksud dengan penderita TBC Jumlah penderita TBC yang
yang mendapatkan pelayanan kesehatan mendapatkan pelayanan
Pelayanan Kesehatan Orang Terduga
K sesuai standar adalah orang terduga TBC kesehatan sesuai standar dibagi 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Tuberkulosis
yang dilakukan pemeriksaan penunjang Jumlah penderita TBC di
dalam kurun waktu satu satu tahun. kabupaten/kota dikali 100%

 Orang terduga TBC adalah seseorang


yang menunjukkan gejala batuk > 2 minggu
disertai dengan gejala lainnya.

 Yang dimaksud dengan jumlah penderita


TBC di kabupaten/kota adalah jumlah
sasaran orang terduga TBC yang
menggunakan data orang yang kontak erat
dengan penderita TBC dan ditetapkan oleh
Kepala Daerah.

 Cakupan perhitungan adalah data dari


fasilitas layanan kesehatan negeri dan
swasta, puskesmas dan jaringannya.

 Dibuktikan dengan dokumen pendukung


terkait.

 Setiap orang dengan resiko terinfeksi HIV


Jumlah orang dengan resiko
berhak mendapatkan pelayanan kesehatan
terinfeksi HIV yang mendapatkan
sesuai standar yang meliputi skrining
Pelayanan Kesehatan Pada Orang pelayanan deteksi dini HIV sesuai
L (deteksi dini) yang dilakukan dengan 100% 100% 100% 100% 100% 100%
Berisiko Terinfeksi HIV standar dibagi Jumlah orang
pemeriksaan Tes Cepat HIV minimal 1 kali
dengan resiko terinfeksi HIV di
1 tahun dan edukasi perilaku beresiko dan
kabupaten/kota dikali 100%
pencegahan penularan.

 Yang dimaksud dengan orang dengan


resiko terinfeksi HIV adalah ibu hamil,
pasien TBC, pasien infeksi menular seksual,
penjaja seks, lelaki yang berhubungan seks
dengan lelaki, transgender/waria, pengguna
napza suntik dan warga binaan
pemasyarakatan.

 Yang dimaksud dengan orang dengan


resiko terinfeksi HIV di kabupaten/kota
(penyebut) adalah jumlah sasaran orang
terduga HIV yang ditetapkan oleh Kepala
Daerah berdasarkan orang yang beresiko
terinfeksi HIV.
 Dibuktikan dengan dokumen pendukung
terkait.
INDIKATOR KEARIFAN LOKAL
A
PENANGGUNG JAWAB

Sub Koordinator Promkes


Sub Koordinator Kesling
Sub Koordinator KIA
Sub Koordinator KIA

Sub Koordinator KIA

Sub Koordinator KIA

Sub Koordinator KIA

Sub Koordinator KIA

Sub Koordinator KIA


Sub Koordinator KIA

Sub Koordinator KIA

Sub Koordinator KIA

Sub Koordinator KIA

Sub Koordinator KIA


Sub Koordinator KIA

Sub Koordinator KIA

Sub Koordinator Gizi, Usila


Sub Koordinator P2P, Sub
Koordinator PTM, Sub
Koordinator Surveilance,
Imunisasi
P2M_DBD

P2M_DBD

P2M_ISPA

P2M_DIARE

P2M_Kecacingan

P2M_TBC
P2M_TBC

P2M_TBC

P2M_HIV

P2M_HIV

PTM

PTM

PTM
PTM

Sub Koordinator Yandas

Form dan register Keperawatan


Kesehatan Masyarakat dan
Register Kohort Keluarga Binaan
Perkesmas

Register Kohort Keluarga Binaan


Perkesmas

Sub Koordinator Gizi, Usila


Sub Koordinator PTM
Sub Koordinator Promkes, Sub
Koordinator Yandas

Usulan masing masing program


di luar UKM Esensial dan di luar
SPM
Laporan Tribulan PKT (Pelayanan
Kesehatan Tradisional)

Laporan Tribulan PKT

Laporan Tribulan PKT


Laporan Tribulan PKT

Laporan Tribulan PKT

Laporan Tribulan PKT

Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan


Laporan rekapitulasi
pemeriksaan haji

SK TRC

Usulan masing masing program


di luar UKM Esensial dan di luar
SPM

Sub Koordinator Farmamin dan


Perbekkes

Sub Koordinator Yandas, Farmasi

Catatan rujukan dalam P-care


Aplikasi P-Care.

Rekam Medik

PMK no 9 dan PMK 75/2014

Register gigi

Rekam medis
Register

Register gawat darurat

Rekam Medik
Permenkes 37 Tahun 2012
tentang Penyelenggaraan
Laboratorium Puskesmas

Survey Kepuasan Pasien,Register

Hasil pemeriksaan baku mutu


internal

Register pemeriksaan Lab ,


Pedoman KIA
Rekam medik

Register

Sub Koordinator Yandas, Farmasi

Sub Koordinator Farmamin dan


Perbekkes
Sub Koordinator Farmamin dan
Perbekkes

Sub Koordinator Farmamin dan


Perbekkes

Sub Koordinator KIA


Sub Koordinator KIA
Sub Koordinator KIA
Sub Koordinator KIA

Sub Koordinator Promkes


Sub Koordinator PTM
Sub Koordinator Gizi, Usila
Sub Koordinator PTM
Sub Koordinator PTM
Sub Koordinator PTM
Sub Koordinator P2P

Sub Koordinator P2P


Masing-masing Puskesmas
A. PENILAIAN CAKUPAN KEGIATAN
PUSKESMAS : GEYER 1
PERIODE : JANUARI - DESEMBER
TAHUN : 2021

TARGET CAKUPAN
NO JENIS KEGIATAN SATUAN SASARAN PENCAPAIAN SUB VARIABEL VARIABEL
(T) (H) ( SV ) (V)
1 2 3 4 5 6 7
UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT ( UKM ) ESENSIAL #DIV/0!
A UPAYA PROMOSI KESEHATAN #DIV/0!
1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) #DIV/0!
a. Cakupan Rumah Tangga ber PHBS / Rumah Tangga Sehat. Rumah Tangga #DIV/0!
2. Cakupan Posyandu Aktife Posyandu #DIV/0! #DIV/0!
3. Cakupan Desa Siaga Aktife Strata Mandiri Desa #DIV/0! #DIV/0!
4. Jumlah Media Promosi Kesehatan Media #DIV/0! #DIV/0!
5. Promosi Kesehatan #DIV/0!
a. Cakupan promosi kesehatan untuk program prioritas di dalam gedung Puskesmas
dan jaringannya (sasaran masyarakat)
Masyarakat #DIV/0!
b. Cakupan promosi kesehatan untuk program prioritas melalui pemberdayan
masyarakat di bidang kesehatan (kegiatan di luar gedung Puskesmas)
Kegiatan #DIV/0!
6. Cakupan Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) Poskestren #DIV/0! #DIV/0!
7. Cakupan Implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)
Tatanan #DIV/0! #DIV/0!
B KESEHATAN LINGKUNGAN #DIV/0!
1 Prosentase KK yang stop Buang air Besar Sembarangan KK #DIV/0!
2 Prosentase KK yang memiliki sarana CTPS KK #DIV/0!
3 Prosentase KK yang mengakses air minum KK #DIV/0!
4 Prosentase KK yang melakukan pengelolaan sampah KK #DIV/0!
5 Prosentase KK yang melakukan pengelolaan limbah cair Rumah tangga KK #DIV/0!
6 Prosentase TTU yang memenuhi syarat berdasarkan Iinspeksi Kesehatan Lingkungan TTU #DIV/0!
7 Prosentase TPM yang memenuhi syarat berdasarkan inspeksi Kesehatan Lingkungan TPM #DIV/0!
C UPAYA KESEHATAN KELUARGA #DIV/0!
1. Upaya Kesehatan Ibu #DIV/0!
a. Persentase Pelayanan ibu hamil K1 Bumil #DIV/0!
b. Persentase Pelayanan ibu hamil K4 Bumil #DIV/0!
c. Persentase Deteksi Resiko Tinggi ibu hamil oleh Nakes Bumil #DIV/0!
d. Persentase pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan Bulin #DIV/0!
e. Persentase Penanganan komplikasi obstetri Bulin #DIV/0!
f. Persentase Pelayanan Nifas (KF) lengkap oleh tenaga kesehatan Bufas #DIV/0!
9. Persentase Pelayanan kesehatan neonatus 0 - 28 hari (KN Lengkap) Bayi #DIV/0!
h. Persentase pelayanan kesehatan Neonatal komplikasi yang ditangani Bayi #DIV/0!
i. Persentase Pelayanan Kesehatan bayi 29 hari- 12 bulan (Kunjungan Bayi) Bayi #DIV/0!
2. Upaya Kesehatan Balita dan Anak Pra Sekolah #DIV/0!
a. Persentase Pelayanan kesehatan anak balita sakit yang dilayani dengan MTBS Balita #DIV/0!
b. Persentase Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah Anak #DIV/0!
3. Pelayanan Keluarga Berencana #DIV/0!
a. Persentase pelayanan peserta KB aktif di wilayah Puskesmas PUS #DIV/0!
D. Upaya Kesehatan Gizi Masyarakat #DIV/0!
1. Prosentase ibu hamil anemia Bumil #DIV/0!
2. Prosentase ibu hamil resiko Kurang Energi Kronik ( KEK ) Bumil #DIV/0!
3. Cakupan ibu hamil yang mendapat tablet tambah darah (TTD) minimal 90 tablet selama Bumil #DIV/0!
4. Cakupan ibu hamil Kurang Energi Kronik ( KEK ) yang mendapat Makanan Tambahan Bumil #DIV/0!
5. Cakupan Ibu Nifas Mendapat Kapsul Vitamin A Bufas #DIV/0!
6. Cakupan Bayi Usia 6 Bulan Mendapat ASI Eksklusif Bayi #DIV/0!
7. Cakupan Balita 6-59 Bulan mendapat kapsul Vitamin A Balita #DIV/0!
8. Cakupan Balita Gizi Kurang yang Mendapat Makanan Tambahan Balita #DIV/0!
9. Cakupan Kasus Balita Gizi Buruk yang Mendapat Perawatan Balita #DIV/0!
10. cakupan Balita yang Ditimbang berat Badannya (D/S) Balita #DIV/0!
11. Prevalensi Berat Badan Kurang (Berat Badan Kurang dan Sangat Kurang) pada Balita Balita #DIV/0!
12. Prevalensi Stunting (Pendek dan Sangat Pendek) Pada Balita Balita #DIV/0!
13. Presentase Wasting (Gizi Kurang dan Gizi Buruk) pada Balita Balita #DIV/0!
E. Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit #DIV/0!
1. Cakupan Desa/Kelurahan UCI Desa #DIV/0!
2. Cakupan penemuan suspek AFP Orang #DIV/0!
3. Cakupan Penemuan suspek Campak Orang #DIV/0!
4. Cakupan Kegiatan Tracing pada kasus COVID-19 Orang #DIV/0!
5. Cakupan pemeriksaan specimen Ag/PCR pada kasus COVID-19 Orang #DIV/0!
6. Cakupan kasus keracunan makanan yang ditangani Orang #DIV/0!
7. Cakupan Vaksinasi COVID-19 usia > 18 tahun Orang #DIV/0!
8. Cakupan Vaksinasi COVID-19 usia > 6-17 tahun Orang #DIV/0!
9. Angka Penemuan Kasus DBD (Insiden Rate DBD) Orang #DIV/0!
10. Angka Kematian DBD (Case Fatality Rate) DBD Orang #DIV/0!
11. Prosentase kasus pneumonia balita yang di tatalaksana sesuai standar Balita #DIV/0!
12. Prosentase kasus diare balita yang di tatalaksana sesuai standar Balita #DIV/0!
13. Angka cakupan pemberian obat Pencegahan Masal Kecacingan Anak #DIV/0!
14. Angka Penemuan Kasus TBC yang diobati (Treatment Coverage) Orang #DIV/0!
15. Succes Rate (Keberhasilan Pengobatan) Orang #DIV/0!
16. Angka kematian TBC (Case Fatality Rate) Orang #DIV/0!
17. Angka Penemuan Kasus Baru HIV (Insiden Rate HIV) Orang #DIV/0!
18. Angka Kepatuhan Minum Obat ARV (on ARV) Orang #DIV/0!
19. Pelayanan kesehatan indera penglihatan Orang #DIV/0!
20. Pelayanan kesehatan indera pendengaran Orang #DIV/0!
21. Deteksi dini gangguan indera penglihatan dan pendengaran Orang #DIV/0!
22. Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di 6 tempat Tempat #DIV/0!
F. Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat #DIV/0!
1. Individu dan keluarganya dari keluarga rawan yang mendapat keperawatan kesehatan Keluarga #DIV/0!
2. Kenaikan tingkat kemandirian keluarga setelah pembinaan Keluarga #DIV/0!
Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Pengembangan #DIV/0!
A. Upaya Kesehatan Remaja #DIV/0!
1. Cakupan remaja Putri mendapat tablet Tambah darah (TTD) Remaja Putri #DIV/0!
2. Pembentukan Posyandu Remaja Posyandu #DIV/0!
B Upaya Kesehatan Jiwa #DIV/0!
1. Deteksi dini orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) Orang #DIV/0!
2. Pelayanan kesehatan jiwa Orang #DIV/0!
C Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) #DIV/0!
1. Cakupan Pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Sekolah #DIV/0!
2. Terbentuknya Pangkalan Saka Bakti Husada (SBH) SBH #DIV/0!
D Upaya Kesehatan Tradisional #DIV/0!
1. Penyehat Tradisional Ramuan yang memiliki STPT Orang #DIV/0!
2. Penyehat Tradisional Keterampilan yang memiliki STPT Orang #DIV/0!
3. Kelompok Asuhan Mandiri yang terbentuk Desa #DIV/0!
4. Panti Sehat berkelompok yang berijin Kelompok #DIV/0!
5. Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tradisional berkelompok yang berijin Faskes Tradisional #DIV/0!
6. Pembinaan ke Penyehat Tradisional Orang #DIV/0!
E Upaya Kesehatan Olah Raga #DIV/0!
1. Jumlah kelompok yang dilakukan pendataan Kelompok #DIV/0!
2. Prosentase Pembinaan kelompok Olahraga Kelompok #DIV/0!
3. Prosentase Pelayanan Kesehatan Olahraga Orang #DIV/0!
F Upaya Kesehatan Kerja #DIV/0!
1. Jumlah kelompok yang dilakukan pencatatan Kelompok #DIV/0!
2. Jumlah Pos UKK yang terbentuk di Wilayah Puskesmas Pos #DIV/0!
3. Prosentase petugas puskesmas yang menggunakan APD sesuai standard ( masker dan Nakes #DIV/0!
G Upaya Kesehatan Matra #DIV/0!
1. Hasil pemeriksaan kesehatan jamaah haji 3 bulan sebelum operasional terdata. Orang #DIV/0!
2. Terbentuknya Tim TRC [Tim Reaksi Cepat] SK #DIV/0!
H Upaya Kesehatan Masyarakat Lainnya #DIV/0!
1. Program
UPAYA KESEHATAN PERORANGAN
Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa Cermat) Orang #DIV/0! #DIV/0!
STANDAR PELAYANAN MINIMAL #DIV/0!
A Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Bumil #DIV/0!
B Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin Bulin #DIV/0!
C Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir bayi #DIV/0!
D Pelayanan Kesehatan Balita Balita #DIV/0!
E Pelayanan Kesehatan Pada Usia Pendidikan Dasar Anak #DIV/0!
F Pelayanan Kesehatan Usia Produktif Orang #DIV/0!
G Pelayanan Kesehatan Pada Usia Lanjut Orang #DIV/0!
H Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi Orang #DIV/0!
I Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetus Melitus. Orang #DIV/0!
J Pelayanan Kesehatan ODGJ Berat Orang #DIV/0!
K Pelayanan Kesehatan Orang Terduga Tuberkulosis Orang #DIV/0!
L Pelayanan KesehatanPada Orang Berbasis Terinfeksi HIV Orang #DIV/0!

Geyer , April 2023


Mengetahui
Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Kepala UPTD Puskesmas Geyer I
[Link] Widodo dr. Yatino
NIP. 196406271989101001 NIP. 19690807 200212 1 005
#DIV/0!

#DIV/0!
#DIV/0!

#DIV/0!
#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!
#DIV/0!
PUSKESMAS : GEYER I
PERIODE : JANUARI - DESEMBER
TAHUN : 2021
No. Jenis Variabel Cakupan Tingkat Kinerja

Hasil Kinerja Pelayanan Kesehatan #DIV/0! #DIV/0!

A. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial #DIV/0! #DIV/0!


1. Upaya Promosi Kesehatan #DIV/0! #DIV/0!
2. Kesehatan Lingkungan #DIV/0! #DIV/0!
3. Upaya Kesehatan keluarga #DIV/0! #DIV/0!
4. Upaya Kesehatan Gizi Masyarakat #DIV/0! #DIV/0!
5. Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit #DIV/0! #DIV/0!
6. Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat #DIV/0! #DIV/0!
B. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Pengembangan #DIV/0! #DIV/0!
1. Upaya Kesehatan Remaja #DIV/0! #DIV/0!
2. Upaya Kesehatan Jiwa #DIV/0! #DIV/0!
3. Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) #DIV/0! #DIV/0!
4. Upaya Kesehatan Tradisional #DIV/0! #DIV/0!
5. Upaya Kesehatan Olah Raga #DIV/0! #DIV/0!
6. Upaya Kesehatan Kerja #DIV/0! #DIV/0!
7. Upaya Kesehatan Matra #DIV/0! #DIV/0!
8. Upaya Kesehatan Masyarakat Lainnya #DIV/0! #DIV/0!
D. Standar Pelayanan Minimal (SPM) #DIV/0! #DIV/0!
1. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil #DIV/0! #DIV/0!
2. Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin #DIV/0! #DIV/0!
3. Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir #DIV/0! #DIV/0!
4. Pelayanan Kesehatan Balita #DIV/0! #DIV/0!
5. Pelayanan Kesehatan Pada Usia Pendidikan Dasar #DIV/0! #DIV/0!
6. pelayanan Kesehatan Pada Usia Produktife #DIV/0! #DIV/0!
7. Pelayanan Kesehatan Pada Usia Lanjut #DIV/0! #DIV/0!
8. Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi #DIV/0! #DIV/0!
9. Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetus Melitus. #DIV/0! #DIV/0!
10. Pelayanan Kesehatan ODGJ Berat #DIV/0! #DIV/0!
11. Pelayanan Kesehatan Orang Terduga Tuberkulosis #DIV/0! #DIV/0!
12. Pelayanan KesehatanPada Orang Berbasis Terinfeksi HIV #DIV/0! #DIV/0!
PUSKESMAS : GEYER 1
PERIODE : JANUARI - DESEMBER
TAHUN : 2021

TARGET JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGST SEPT OKT NOP DES TOTAL CAKUPAN
NO JENIS KEGIATAN SATUAN SASARAN PENCAPAIAN SUB VARIABEL
VARIABEL
(T) (H) ( SV ) (V)
1 2 3 4 5 6 7
UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT ( UKM ) ESENSIAL #DIV/0!
A UPAYA PROMOSI KESEHATAN #DIV/0!
1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) #DIV/0!
a. Cakupan Rumah Tangga ber PHBS / Rumah Tangga Sehat. Rumah Tangga 0 0 #DIV/0!
2. Cakupan Posyandu Aktife Posyandu 0 0 #DIV/0! #DIV/0!
3. Cakupan Desa Siaga Aktife Strata Mandiri Desa 0 0 #DIV/0! #DIV/0!
4. Jumlah Media Promosi Kesehatan Media 0 0 #DIV/0! #DIV/0! #DIV/0!
5. Promosi Kesehatan 0 #DIV/0!
a. Cakupan promosi kesehatan untuk program prioritas di dalam gedung Puskesmas
dan jaringannya (sasaran masyarakat) 0 0 #DIV/0!
Masyarakat
b. Cakupan promosi kesehatan untuk program prioritas melalui pemberdayan
masyarakat di bidang kesehatan (kegiatan di luar gedung Puskesmas) 0 0 #DIV/0!
Kegiatan
6. Cakupan Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) Poskestren 0 0 #DIV/0! #DIV/0!
7. Cakupan Implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)
0 0 #DIV/0! #DIV/0!
Tatanan
TARGET JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGST SEPT OKT NOP DES TOTAL CAKUPAN
NO JENIS KEGIATAN SATUAN SASARAN PENCAPAIAN SUB VARIABEL
VARIABEL
(T) (H) ( SV ) (V)
1 2 3 4 5 6 7
B KESEHATAN LINGKUNGAN #DIV/0!
1 Prosentase KK yang stop Buang air Besar Sembarangan KK 0 0 #DIV/0!
2 Prosentase KK yang memiliki sarana CTPS KK 0 0 #DIV/0!
3 Prosentase KK yang mengakses air minum KK 0 0 #DIV/0!
4 Prosentase KK yang melakukan pengelolaan sampah KK 0 0 #DIV/0! #DIV/0!
5 Prosentase KK yang melakukan pengelolaan limbah cair Rumah tangga KK 0 0 #DIV/0!
6 Prosentase TTU yang memenuhi syarat berdasarkan Iinspeksi Kesehatan Lingkungan TTU 0 0 #DIV/0!
7 Prosentase TPM yang memenuhi syarat berdasarkan inspeksi Kesehatan Lingkungan TPM 0 0 #DIV/0!
TARGET JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGST SEPT OKT NOP DES TOTAL CAKUPAN
NO JENIS KEGIATAN SATUAN SASARAN PENCAPAIAN SUB VARIABEL
VARIABEL
(T) (H) ( SV ) (V)
1 2 3 4 5 6 7
C UPAYA KESEHATAN KELUARGA #DIV/0!
1. Upaya Kesehatan Ibu #DIV/0!
a. Persentase Pelayanan ibu hamil K1 Bumil 0 0 #DIV/0!
b. Persentase Pelayanan ibu hamil K4 Bumil 0 0 #DIV/0!
c. Persentase Deteksi Resiko Tinggi ibu hamil oleh Nakes Bumil 0 0 #DIV/0!
d. Persentase pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan Bulin 0 0 #DIV/0!
e. Persentase Penanganan komplikasi obstetri Bulin 0 0 #DIV/0!
f. Persentase Pelayanan Nifas (KF) lengkap oleh tenaga kesehatan Bufas 0 0 #DIV/0!
9. Persentase Pelayanan kesehatan neonatus 0 - 28 hari (KN Lengkap) Bayi 0 0 #DIV/0!
h. Persentase pelayanan kesehatan Neonatal komplikasi yang ditangani Bayi 0 0 #DIV/0!
i. Persentase Pelayanan Kesehatan bayi 29 hari- 12 bulan (Kunjungan Bayi) Bayi 0 0 #DIV/0!
2. Upaya Kesehatan Balita dan Anak Pra Sekolah #DIV/0!
Persentase Pelayanan kesehatan anak balita sakit yang dilayani dengan MTBS
0 0 #DIV/0!
a. Balita
b. Persentase Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah Anak 0 0 #DIV/0!
3. Pelayanan Keluarga Berencana #DIV/0!
a. Persentase pelayanan peserta KB aktif di wilayah Puskesmas PUS 0 0 #DIV/0!
TARGET JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGST SEPT OKT NOP DES TOTAL CAKUPAN
NO JENIS KEGIATAN SATUAN SASARAN PENCAPAIAN SUB VARIABEL
VARIABEL
(T) (H) ( SV ) (V)
1 2 3 4 5 6 7
D. Upaya Kesehatan Gizi Masyarakat #DIV/0!
1. Prosentase ibu hamil anemia Bumil 0 0 #DIV/0!

2. Prosentase ibu hamil resiko Kurang Energi Kronik ( KEK ) Bumil 0 0 #DIV/0!
Cakupan ibu hamil yang mendapat tablet tambah darah (TTD) minimal 90 tablet
0 0 #DIV/0!
3. selama kehamilan Bumil
Cakupan ibu hamil Kurang Energi Kronik ( KEK ) yang mendapat Makanan Tambahan 0 0 #DIV/0!
4. Bumil
5. Cakupan Ibu Nifas Mendapat Kapsul Vitamin A Bufas 0 0 #DIV/0!

6. Cakupan Bayi Usia 6 Bulan Mendapat ASI Eksklusif Bayi 0 0 #DIV/0!

7. Cakupan Balita 6-59 Bulan mendapat kapsul Vitamin A Balita 0 0 #DIV/0!

8. Cakupan Balita Gizi Kurang yang Mendapat Makanan Tambahan Balita 0 0 #DIV/0!

9. Cakupan Kasus Balita Gizi Buruk yang Mendapat Perawatan Balita 0 0 #DIV/0!

10. cakupan Balita yang Ditimbang berat Badannya (D/S) Balita 0 0 #DIV/0!
Prevalensi Berat Badan Kurang (Berat Badan Kurang dan Sangat Kurang) pada Balita
0 0 #DIV/0!
11. Balita
12. Prevalensi Stunting (Pendek dan Sangat Pendek) Pada Balita Balita 0 0 #DIV/0!

13. Presentase Wasting (Gizi Kurang dan Gizi Buruk) pada Balita Balita 0 0 #DIV/0!
TARGET JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGST SEPT OKT NOP DES TOTAL CAKUPAN
NO JENIS KEGIATAN SATUAN SASARAN PENCAPAIAN SUB VARIABEL
VARIABEL
(T) (H) ( SV ) (V)
1 2 3 4 5 6 7
E. Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit #DIV/0!
1. Cakupan Desa/Kelurahan UCI Desa 0 #DIV/0!
2. Cakupan penemuan suspek AFP Orang 0 #DIV/0! #DIV/0!
3. Cakupan Penemuan suspek Campak Orang 0 #DIV/0!
4. Cakupan Kegiatan Tracing pada kasus COVID-19 Orang 0 #DIV/0!
5. Cakupan pemeriksaan specimen Ag/PCR pada kasus COVID-19 Orang 0 #DIV/0! #DIV/0!
6. Cakupan kasus keracunan makanan yang ditangani Orang 0 #DIV/0!
7. Cakupan Vaksinasi COVID-19 usia > 18 tahun Orang 0 #DIV/0!
8. Cakupan Vaksinasi COVID-19 usia > 6-17 tahun Orang 0 #DIV/0!
9. Angka Penemuan Kasus DBD (Insiden Rate DBD) Orang 0 #DIV/0!
10. Angka Kematian DBD (Case Fatality Rate) DBD Orang 0 #DIV/0! #DIV/0!
11. Prosentase kasus pneumonia balita yang di tatalaksana sesuai standar Balita 0 #DIV/0!
12. Prosentase kasus diare balita yang di tatalaksana sesuai standar Balita 0 #DIV/0!
13. Angka cakupan pemberian obat Pencegahan Masal Kecacingan Anak 0 #DIV/0!
14. Angka Penemuan Kasus TBC yang diobati (Treatment Coverage) Orang 0 #DIV/0!
15. Succes Rate (Keberhasilan Pengobatan) Orang 0 #DIV/0!
16. Angka kematian TBC (Case Fatality Rate) Orang 0 #DIV/0!
17. Angka Penemuan Kasus Baru HIV (Insiden Rate HIV) Orang 0 #DIV/0! #DIV/0!
18. Angka Kepatuhan Minum Obat ARV (on ARV) Orang 0 #DIV/0!
19. Pelayanan kesehatan indera penglihatan Orang 0 #DIV/0!
20. Pelayanan kesehatan indera pendengaran Orang 0 #DIV/0!
21. Deteksi dini gangguan indera penglihatan dan pendengaran Orang 0 #DIV/0! #DIV/0!
22. Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di 6 tempat Tempat 0 #DIV/0!
TARGET JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGST SEPT OKT NOP DES TOTAL CAKUPAN
NO JENIS KEGIATAN SATUAN SASARAN PENCAPAIAN SUB VARIABEL
VARIABEL
(T) (H) ( SV ) (V)
1 2 3 4 5 6 7
F. Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat #DIV/0!
1. Individu dan keluarganya dari keluarga rawan yang mendapat keperawatan kesehatan m Keluarga 0 0 #DIV/0!
2. Kenaikan tingkat kemandirian keluarga setelah pembinaan Keluarga 0 #DIV/0!
TARGET JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGST SEPT OKT NOP DES TOTAL CAKUPAN
NO JENIS KEGIATAN SATUAN SASARAN PENCAPAIAN SUB VARIABEL
VARIABEL
(T) (H) ( SV ) (V)
1 2 3 4 5 6 7
Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Pengembangan #DIV/0!
A. Upaya Kesehatan Remaja #DIV/0!
1. Cakupan remaja Putri mendapat tablet Tambah darah (TTD) Remaja Putri 0 #DIV/0!
2. Pembentukan Posyandu Remaja Posyandu 0 #DIV/0!
B Upaya Kesehatan Jiwa #DIV/0!
1. Deteksi dini orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) Orang 0 0 #DIV/0!
2. Pelayanan kesehatan jiwa Orang 0 0 #DIV/0!
C Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) #DIV/0!
1. Cakupan Pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Sekolah 0 #DIV/0!
2. Terbentuknya Pangkalan Saka Bakti Husada (SBH) SBH 0 #DIV/0!
D Upaya Kesehatan Tradisional #DIV/0!
1. Penyehat Tradisional Ramuan yang memiliki STPT Orang 0 #DIV/0!
2. Penyehat Tradisional Keterampilan yang memiliki STPT Orang 0 #DIV/0!
3. Kelompok Asuhan Mandiri yang terbentuk Desa 0 #DIV/0!
4. Panti Sehat berkelompok yang berijin Kelompok 0 #DIV/0!
5. Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tradisional berkelompok yang berijin Faskes Tradisional 0 #DIV/0!
6. Pembinaan ke Penyehat Tradisional Orang 0 #DIV/0!
E Upaya Kesehatan Olah Raga #DIV/0!
1. Jumlah kelompok yang dilakukan pendataan Kelompok 0 #DIV/0!
2. Prosentase Pembinaan kelompok Olahraga Kelompok 0 #DIV/0!
3. Prosentase Pelayanan Kesehatan Olahraga Orang 0 #DIV/0!
F Upaya Kesehatan Kerja #DIV/0!
1. Jumlah kelompok yang dilakukan pencatatan Kelompok 0 #DIV/0!
2. Jumlah Pos UKK yang terbentuk di Wilayah Puskesmas Pos 0 #DIV/0!
3. Prosentase petugas puskesmas yang menggunakan APD sesuai standard ( masker dan Nakes 0 #DIV/0!
G Upaya Kesehatan Matra #DIV/0!
1. Hasil pemeriksaan kesehatan jamaah haji 3 bulan sebelum operasional terdata. Orang 0 #DIV/0! #DIV/0!
2. Terbentuknya Tim TRC [Tim Reaksi Cepat] SK 0 #DIV/0!
H Upaya Kesehatan Masyarakat Lainnya #DIV/0!
1. Program
UPAYA KESEHATAN PERORANGAN
Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa Cermat) Orang 0 #DIV/0! #DIV/0!
TARGET JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGST SEPT OKT NOP DES TOTAL CAKUPAN
NO JENIS KEGIATAN SATUAN SASARAN PENCAPAIAN SUB VARIABEL
VARIABEL
(T) (H) ( SV ) (V)
1 2 3 4 5 6 7
STANDAR PELAYANAN MINIMAL #DIV/0!
A Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Bumil 0 #DIV/0!
B Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin Bulin 0 #DIV/0!
C Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir bayi 0 #DIV/0!
D Pelayanan Kesehatan Balita Balita 0 #DIV/0!
E Pelayanan Kesehatan Pada Usia Pendidikan Dasar Anak 0 #DIV/0!
F Pelayanan Kesehatan Usia Produktif Orang 0 #DIV/0!
G Pelayanan Kesehatan Pada Usia Lanjut Orang 0 #DIV/0!
H Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi Orang 0 #DIV/0!
I Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetus Melitus. Orang 0 #DIV/0!
J Pelayanan Kesehatan ODGJ Berat Orang 0 #DIV/0!
K Pelayanan Kesehatan Orang Terduga Tuberkulosis Orang 0 #DIV/0!
L Pelayanan KesehatanPada Orang Berbasis Terinfeksi HIV Orang 0 #DIV/0!

Geyer, April 2023


Mengetahui
Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Kepala UPTD Puskesmas Geyer I

[Link] Widodo dr. Yatino


NIP. 196406271989101001 NIP. 19690807 200212 1 005
PUSKESMAS : GEYER 1
PERIODE : JANUARI - DESEMBER
TAHUN : 2022

TARGET JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGST SEPT OKT NOP DES TOTAL CAKUPAN
NO JENIS KEGIATAN SATUAN SASARAN PENCAPAIAN SUB VARIABEL
VARIABEL
(T) (H) ( SV ) (V)
1 2 3 4 5 6 7
UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT ( UKM ) ESENSIAL #DIV/0!
A UPAYA PROMOSI KESEHATAN #DIV/0!
1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) #DIV/0!
a. Cakupan Rumah Tangga ber PHBS / Rumah Tangga Sehat. Rumah Tangga 0 #DIV/0!
2. Cakupan Posyandu Aktife Posyandu 0 #DIV/0! #DIV/0!
3. Cakupan Desa Siaga Aktife Strata Mandiri Desa 0 #DIV/0! #DIV/0!
4. Jumlah Media Promosi Kesehatan Media 0 #DIV/0! #DIV/0!
5. Promosi Kesehatan #DIV/0!
a. Cakupan promosi kesehatan untuk program prioritas di dalam gedung Puskesmas
dan jaringannya (sasaran masyarakat) 0 #DIV/0!
Masyarakat
b. Cakupan promosi kesehatan untuk program prioritas melalui pemberdayan
masyarakat di bidang kesehatan (kegiatan di luar gedung Puskesmas) 0 #DIV/0!
Kegiatan
6. Cakupan Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) Poskestren 0 #DIV/0! #DIV/0!
7. Cakupan Implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)
0 #DIV/0! #DIV/0!
Tatanan
TARGET JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGST SEPT OKT NOP DES TOTAL CAKUPAN
NO JENIS KEGIATAN SATUAN SASARAN PENCAPAIAN SUB VARIABEL
VARIABEL
(T) (H) ( SV ) (V)
1 2 3 4 5 6 7
B KESEHATAN LINGKUNGAN #DIV/0!
1 Prosentase KK yang stop Buang air Besar Sembarangan KK 0 #DIV/0!
2 Prosentase KK yang memiliki sarana CTPS KK 0 #DIV/0!
3 Prosentase KK yang mengakses air minum KK 0 #DIV/0!
4 Prosentase KK yang melakukan pengelolaan sampah KK 0 #DIV/0!
5 Prosentase KK yang melakukan pengelolaan limbah cair Rumah tangga KK 0 #DIV/0!
Prosentase TTU yang memenuhi syarat berdasarkan Iinspeksi Kesehatan Lingkungan
6 TTU 0 #DIV/0!
Prosentase TPM yang memenuhi syarat berdasarkan inspeksi Kesehatan Lingkungan
7 TPM 0 #DIV/0!
````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````
TARGET JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGST SEPT OKT DES TOTAL CAKUPAN
NO JENIS KEGIATAN SATUAN SASARAN PENCAPAIAN SUB VARIABEL VARIABEL
(T) (H) ( SV ) (V)
1 2 3 4 5 6 7
C UPAYA KESEHATAN KELUARGA #DIV/0!
1. Upaya Kesehatan Ibu #DIV/0!
a. Persentase Pelayanan ibu hamil K1 Bumil 0 #DIV/0!
b. Persentase Pelayanan ibu hamil K4 Bumil 0 #DIV/0!
c. Persentase Deteksi Resiko Tinggi ibu hamil oleh Nakes Bumil 0 #DIV/0!
d. Persentase pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan Bulin 0 #DIV/0!
e. Persentase Penanganan komplikasi obstetri Bulin 0 #DIV/0!
f. Persentase Pelayanan Nifas (KF) lengkap oleh tenaga kesehatan Bufas 0 #DIV/0!
9. Persentase Pelayanan kesehatan neonatus 0 - 28 hari (KN Lengkap) Bayi 0 #DIV/0!
h. Persentase pelayanan kesehatan Neonatal komplikasi yang ditangani Bayi 0 #DIV/0!
i. Persentase Pelayanan Kesehatan bayi 29 hari- 12 bulan (Kunjungan Bayi) Bayi 0 #DIV/0!
2. Upaya Kesehatan Balita dan Anak Pra Sekolah #DIV/0!
Persentase Pelayanan kesehatan anak balita sakit yang dilayani dengan MTBS
a. Balita 0 #DIV/0!
b. Persentase Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah Anak 0 #DIV/0!
3. Pelayanan Keluarga Berencana #DIV/0!
a. Persentase pelayanan peserta KB aktif di wilayah Puskesmas PUS 0 #DIV/0!
TARGET JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGST SEPT OKT NOP DES TOTAL CAKUPAN
NO JENIS KEGIATAN SATUAN SASARAN PENCAPAIAN SUB VARIABEL
VARIABEL
(T) (H) ( SV ) (V)
1 2 3 4 5 6 7
D. Upaya Kesehatan Gizi Masyarakat #DIV/0!
1. Prosentase ibu hamil anemia Bumil 0 #DIV/0!

2. Prosentase ibu hamil resiko Kurang Energi Kronik ( KEK ) Bumil 0 #DIV/0!
Cakupan ibu hamil yang mendapat tablet tambah darah (TTD) minimal 90 tablet
selama kehamilan 0 #DIV/0!
3. Bumil
Cakupan ibu hamil Kurang Energi Kronik ( KEK ) yang mendapat Makanan Tambahan
0 #DIV/0!
4. Bumil
5. Cakupan Ibu Nifas Mendapat Kapsul Vitamin A Bufas 0 #DIV/0!

6. Cakupan Bayi Usia 6 Bulan Mendapat ASI Eksklusif Bayi 0 #DIV/0!

7. Cakupan Balita 6-59 Bulan mendapat kapsul Vitamin A Balita 3020 #DIV/0!

8. Cakupan Balita Gizi Kurang yang Mendapat Makanan Tambahan Balita 0 #DIV/0!

9. Cakupan Kasus Balita Gizi Buruk yang Mendapat Perawatan Balita 0 -

10. cakupan Balita yang Ditimbang berat Badannya (D/S) Balita 0 #DIV/0!
Prevalensi Berat Badan Kurang (Berat Badan Kurang dan Sangat Kurang) pada Balita
Balita 0 #DIV/0!
11.
12. Prevalensi Stunting (Pendek dan Sangat Pendek) Pada Balita Balita 0 #DIV/0!

13. Presentase Wasting (Gizi Kurang dan Gizi Buruk) pada Balita Balita 0 #DIV/0!
TARGET JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGST SEPT OKT NOP DES TOTAL CAKUPAN
NO JENIS KEGIATAN SATUAN SASARAN PENCAPAIAN SUB VARIABEL
VARIABEL
(T) (H) ( SV ) (V)
1 2 3 4 5 6 7
E. Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit #DIV/0!
1. Cakupan Desa/Kelurahan UCI Desa #DIV/0!
2. Cakupan penemuan suspek AFP Orang #DIV/0!
3. Cakupan Penemuan suspek Campak Orang #DIV/0!
4. Cakupan Kegiatan Tracing pada kasus COVID-19 Orang #DIV/0!
5. Cakupan pemeriksaan specimen Ag/PCR pada kasus COVID-19 Orang #DIV/0!
6. Cakupan kasus keracunan makanan yang ditangani Orang #DIV/0!
7. Cakupan Vaksinasi COVID-19 usia > 18 tahun Orang #DIV/0!
8. Cakupan Vaksinasi COVID-19 usia > 6-17 tahun Orang #DIV/0!
9. Angka Penemuan Kasus DBD (Insiden Rate DBD) Orang #DIV/0!
10. Angka Kematian DBD (Case Fatality Rate) DBD Orang #DIV/0!
11. Prosentase kasus pneumonia balita yang di tatalaksana sesuai standar Balita #DIV/0!
12. Prosentase kasus diare balita yang di tatalaksana sesuai standar Balita #DIV/0!
13. Angka cakupan pemberian obat Pencegahan Masal Kecacingan Anak #DIV/0!
14. Angka Penemuan Kasus TBC yang diobati (Treatment Coverage) Orang #DIV/0!
15. Succes Rate (Keberhasilan Pengobatan) Orang #DIV/0!
16. Angka kematian TBC (Case Fatality Rate) Orang #DIV/0!
17. Angka Penemuan Kasus Baru HIV (Insiden Rate HIV) Orang #DIV/0!
18. Angka Kepatuhan Minum Obat ARV (on ARV) Orang #DIV/0!
19. Pelayanan kesehatan indera penglihatan Orang #DIV/0!
20. Pelayanan kesehatan indera pendengaran Orang #DIV/0!
21. Deteksi dini gangguan indera penglihatan dan pendengaran Orang #DIV/0!
22. Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di 6 tempat Tempat #DIV/0!
TARGET JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGST SEPT OKT NOP DES TOTAL CAKUPAN
NO JENIS KEGIATAN SATUAN SASARAN PENCAPAIAN SUB VARIABEL
VARIABEL
(T) (H) ( SV ) (V)
1 2 3 4 5 6 7
F. Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat #DIV/0!
1. Individu dan keluarganya dari keluarga rawan yang mendapat keperawatan kesehatan m Keluarga #DIV/0!
2. Kenaikan tingkat kemandirian keluarga setelah pembinaan Keluarga #DIV/0!
TARGET JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGST SEPT OKT NOP DES TOTAL CAKUPAN
NO JENIS KEGIATAN SATUAN SASARAN PENCAPAIAN SUB VARIABEL
VARIABEL
(T) (H) ( SV ) (V)
1 2 3 4 5 6 7
Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Pengembangan #DIV/0!
A. Upaya Kesehatan Remaja #DIV/0!
1. Cakupan remaja Putri mendapat tablet Tambah darah (TTD) Remaja Putri #DIV/0!
2. Pembentukan Posyandu Remaja Posyandu #DIV/0!
B Upaya Kesehatan Jiwa #DIV/0!
1. Deteksi dini orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) Orang 0 #DIV/0!
2. Pelayanan kesehatan jiwa Orang 0 #DIV/0!
C Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) #DIV/0!
1. Cakupan Pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Sekolah #DIV/0!
2. Terbentuknya Pangkalan Saka Bakti Husada (SBH) SBH #DIV/0!
D Upaya Kesehatan Tradisional #DIV/0!
1. Penyehat Tradisional Ramuan yang memiliki STPT Orang #DIV/0!
2. Penyehat Tradisional Keterampilan yang memiliki STPT Orang #DIV/0!
3. Kelompok Asuhan Mandiri yang terbentuk Desa #DIV/0!
4. Panti Sehat berkelompok yang berijin Kelompok #DIV/0!
5. Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tradisional berkelompok yang berijin Faskes Tradisional #DIV/0!
6. Pembinaan ke Penyehat Tradisional Orang #DIV/0!
E Upaya Kesehatan Olah Raga #DIV/0!
1. Jumlah kelompok yang dilakukan pendataan Kelompok #DIV/0!
2. Prosentase Pembinaan kelompok Olahraga Kelompok #DIV/0!
3. Prosentase Pelayanan Kesehatan Olahraga Orang #DIV/0!
F Upaya Kesehatan Kerja #DIV/0!
1. Jumlah kelompok yang dilakukan pencatatan Kelompok #DIV/0!
2. Jumlah Pos UKK yang terbentuk di Wilayah Puskesmas Pos #DIV/0!
3. Prosentase petugas puskesmas yang menggunakan APD sesuai standard ( masker dan Nakes #DIV/0!
G Upaya Kesehatan Matra #DIV/0!
1. Hasil pemeriksaan kesehatan jamaah haji 3 bulan sebelum operasional terdata. Orang 0 #DIV/0!
2. Terbentuknya Tim TRC [Tim Reaksi Cepat] SK #DIV/0!
H Upaya Kesehatan Masyarakat Lainnya #DIV/0!
1. Program
UPAYA KESEHATAN PERORANGAN
Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa Cermat) Orang #DIV/0! #DIV/0!
TARGET JAN PEB MARET APRIL MEI JUNI JULI AGST SEPT OKT NOP DES TOTAL CAKUPAN
NO JENIS KEGIATAN SATUAN SASARAN PENCAPAIAN SUB VARIABEL
VARIABEL
(T) (H) ( SV ) (V)
1 2 3 4 5 6 7
STANDAR PELAYANAN MINIMAL #DIV/0!
A Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Bumil 0 #DIV/0!
B Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin Bulin 0 #DIV/0!
C Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir bayi 0 #DIV/0!
D Pelayanan Kesehatan Balita Balita 0 #DIV/0!
E Pelayanan Kesehatan Pada Usia Pendidikan Dasar Anak 0 #DIV/0!
F Pelayanan Kesehatan Usia Produktif Orang 0 #DIV/0!
G Pelayanan Kesehatan Pada Usia Lanjut Orang 0 #DIV/0!
H Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi Orang 0 #DIV/0!
I Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetus Melitus. Orang 0 #DIV/0!
J Pelayanan Kesehatan ODGJ Berat Orang 0 #DIV/0!
K Pelayanan Kesehatan Orang Terduga Tuberkulosis Orang 0 #DIV/0!
L Pelayanan KesehatanPada Orang Berbasis Terinfeksi HIV Orang 0 #DIV/0!

Geyer, Mei 2023


Mengetahui
Kepala UPTD Puskesmas Wirosari I PJ UKM

[Link] Rizky Nirashinta SS,[Link]


NIP 19690807 200212 1 005 NIP 09870902 201001 2 016

z
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!
#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!

#DIV/0!
#DIV/0!
PUSKESMAS : GEYER I
PERIODE : JANUARI - DESEMBER
TAHUN : 2022
No. Jenis Variabel Cakupan Tingkat Kinerja

Hasil Kinerja Pelayanan Kesehatan #DIV/0! #DIV/0!

A. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial #DIV/0! #DIV/0!


1. Upaya Promosi Kesehatan #DIV/0! #DIV/0!
2. Kesehatan Lingkungan #DIV/0! #DIV/0!
3. Upaya Kesehatan keluarga #DIV/0! #DIV/0!
4. Upaya Kesehatan Gizi Masyarakat #DIV/0! #DIV/0!
5. Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit #DIV/0! #DIV/0!
6. Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat #DIV/0! #DIV/0!
B. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Pengembangan #DIV/0! #DIV/0!
1. Upaya Kesehatan Remaja #DIV/0! #DIV/0!
2. Upaya Kesehatan Jiwa #DIV/0! #DIV/0!
3. Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) #DIV/0! #DIV/0!
4. Upaya Kesehatan Tradisional #DIV/0! #DIV/0!
5. Upaya Kesehatan Olah Raga #DIV/0! #DIV/0!
6. Upaya Kesehatan Kerja #DIV/0! #DIV/0!
7. Upaya Kesehatan Matra #DIV/0! #DIV/0!
8. Upaya Kesehatan Masyarakat Lainnya #DIV/0! #DIV/0!
D. Standar Pelayanan Minimal (SPM) #DIV/0! #DIV/0!
1. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil #DIV/0! #DIV/0!
2. Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin #DIV/0! #DIV/0!
3. Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir #DIV/0! #DIV/0!
4. Pelayanan Kesehatan Balita #DIV/0! #DIV/0!
5. Pelayanan Kesehatan Pada Usia Pendidikan Dasar #DIV/0! #DIV/0!
6. pelayanan Kesehatan Pada Usia Produktife #DIV/0! #DIV/0!
7. Pelayanan Kesehatan Pada Usia Lanjut #DIV/0! #DIV/0!
8. Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi #DIV/0! #DIV/0!
9. Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetus Melitus. #DIV/0! #DIV/0!
10. Pelayanan Kesehatan ODGJ Berat #DIV/0! #DIV/0!
11. Pelayanan Kesehatan Orang Terduga Tuberkulosis #DIV/0! #DIV/0!
12. Pelayanan KesehatanPada Orang Berbasis Terinfeksi HIV #DIV/0! #DIV/0!

Anda mungkin juga menyukai