Pembiasaan Shalat untuk Pendidikan Karakter
Pembiasaan Shalat untuk Pendidikan Karakter
SKRIPSI
Disusun Oleh:
Tri Cahyantari
NIM.: 14480016
YOGYAKARTA
2018
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya agar dapat
diketahui oleh anggota dewan penguji
ii
SURAT PERNYATAAN BERJILBAB
NIM : 14480016
program studi PGMI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta (atas pemakaian jilbab dalam ijazah Strata Satu saya). Seandainya
suatu hari nanti terdapat instansi yang menolak ijazah tersebut karena penggunaan
jilbab.
iii
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga FM-UINSK-BM-05-03/RO
Kepada Yth.
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Di Yogyakarta
Dengan ini kami mengharap agar skripsi/ tugas akhir Saudari tersebut di atas
dapat segera diajukan/ dimunaqosyahkan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima
kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
iv
MOTTO
1
Soenarjo, dkk., Al-Qur’an dan terjemahnya (Jakarta: Depag RI, 2004), hlm. 7
vi
HALAMAN PERSEMBAHAN
Almamater Tercinta
Yogyakarta
vii
ABSTRAK
viii
KATA PENGANTAR
ين
ِ هللا ال َر ْح َو ِي ال َر ِح
ِ س ِن
ْ ِب
,ِس ْى ُل هللا ْ َش َهد اَىْ ََلاِلَهَ اِ اَل هللاُ َوا
ُ ش َه ُد اَىا ُه َح اودًا َر ْ َ ا,اَ ْل َح ْو ُد هلل َر ِّب العلَ ِويي
ْ َسلِييَ َو َعلَي آلِ ِه َوا
, َص َحابِ ِه اَ ْج َو ِعيْي َ ف ْاْل ًْبِيَا ِء َوال ُو ْرِ ش َرْ َس ََل ُم َعلَى ا
ص ََلةُ وال ا َوال ا
.ُاَ اها بَ ْعد
Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
ini. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW
semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dorongan serta bimbingan
1. Bapak Dr. Ahmad Arifi, [Link]., selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
2. Ibu Dr. Aninditya Sri Nugraheni, M.P.d. dan Dr. Nur Hidayat, [Link].,
selaku ketua dan sekretaris Prodi PGMI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
masukan dan nasihat kepada peneliti selama menjalani studi program Strata
dan dukungan.
ix
4. Bapak Dr. H. Sedya Santosa. SS., [Link]. sebagai pembimbing skripsi yang
memberi nasihat serta masukan yang tidak ternilai harganya kepada peneliti.
[Link].I dan ibu Suryanti [Link].I sebagai guru MI Sultan Agung yang
7. Kedua orang tua saya, Bapak Mujianto dan Ibu (alm.) Sumarni, kedua
kakak saya Eka Supriyantari dan Dwi Haryantari, beserta kedua keponakan
saya Nindya Raisha Khaerani dan Fabian Aji Permana yang senantiasa
x
9. Teman-teman KKN 93 saya di Kranggan Kidul, Kulon Progo yaitu Afni,
Ayu Oga, Sari, Sanah, mas Hiban, mas Ami, mas Koko, dan mas Faris yang
seperjuangan dalam kelompok magang III Yuli, Giska, Litta, Nurin, Farha,
Puspita, Muhlisin, Ahmad yang pernah berada di lokasi yang sama, dan
saling berbagi ilmu dan teman-teman KSR PMI Unit VII 2015 A, terkhusus
10. Semua pihak yang telah ikut berjasa dalam penyusunan skripsi ini yang
Semoga amal baik yang telah diberikan dapat diterima di sisi Allah SWT.
arahan medapatkan pahala yang setipal dari Allah SWT. Peneliti menyadari
bahwa skripsi ini masih jauh dalam kesempurnaan. Oleh karena itu, peneliti
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak. Semoga
skripsi ini bermanfaat bagi peneliti khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Tri Cahyantari
NIM. 14480016
xi
DAFTAR ISI
BAB I: PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................ 11
C. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian......................................................... 11
1. Tujuan Penelitian ........................................................................... 11
2. Kegunaan Penelitian....................................................................... 11
a. Kegunaan Teoritis .................................................................... 12
b. Kegunaan Praktis ..................................................................... 12
xii
BAB III: METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ..................................................................................... 56
B. Tempat dan Waktu Penelitian .............................................................. 57
1. Tempat............................................................................................ 57
2. Waktu Penelitian ............................................................................ 64
C. Subjek Penelitian.................................................................................. 64
D. Data dan Sumber Data ......................................................................... 67
E. Teknik Pengumpulan Data ................................................................... 69
F. Teknik Analisis Data ............................................................................ 71
G. Teknik Keabsahan Data ....................................................................... 74
BAB V: PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................................................ 113
B. Keterbatasan Penelitian ...................................................................... 115
C. Saran ................................................................................................... 115
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel IV.1 Indikator Karakter Peserta didik melalui Shalat Berjamaah .... 103
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
xv
BAB I
PENDAHULUAN
maupun yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan
tetapi juga membentuk manusia yang memiliki kepribadian dan akhlak mulia.
Hal ini ditegaskan dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem
1
Choirul Mahmud, Pendidikan Multikultural (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2010), hlm.
32.
2
Undang-Undang no. 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Jakarta:
Sinar Grafika Offset, 2011), hlm. 3-4.
3
Ibid, hlm. 4.
1
Akan tetapi, pelaksanaan pendidikan di Indonesia belum sesuai dengan
berkaitan dengan moral. Salah satu krisis moral yang terjadi di Indonesia
terutama pada lingkungan anak Sekolah Dasar yaitu adanya aksi saling bully
anak, yaitu tindakan kekerasan yang dilakukan anak Sekolah Dasar terhadap
4
Ayuk Fitri, “Sadis, Anak Sd Sadi Korban Bully Teman Sebayanya Hingga Tewas,
Telinga Korban Disumbat Pakai Ini”, dalam laman [Link]
diunduh tanggal 16 Desember 2017 pukul 22.09 WIB.
2
mengkhawatirkan. Kekhawatiran ini sejalan dengan temuan Badan Pusat
menunjukkan kenaikan dari 325.317 pada 2014 menjadi 352.936 pada 2015.5
Salah satu cara untuk mengatasi masalah budaya dan karakter bangsa
mengatasi mulai terkikis dan hilangnya karakter bangsa luhur yang dimiliki
keilmuan dan kecerdasan peserta didik. Adapun aspek moral dan etis sebagai
karakter dan budaya yang kuat akan semakin memperkuat eksistensi suatu
5
Ida Ayu Grhamtika Saitya, “Upaya Meredam Aksi Kriminalitas”, dalam laman
[Link] diunduh tanggal 16
Desember 2017 pukul 22.30 WIB.
6
Kamni, “Implementasi Kebijakan Sekolah Dalam Upaya Pengembangan Pendidikan
Karakter melalui Program Pembiasaan Sholah Dhuhur Berjamaah”, Jurnal Kebijakan dan
Pengembangan Pendidikan, Vol. 2, No.2, Juli 2014, hlm. 120.
3
bangsa dan negara. Keadaan tersebut mendorong lembaga pendidikan dalam
didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya,
masyarakat dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif, dan kreatif
lebih tinggi dari pendidikan moral, karena pendidikan karakter bukan hanya
7
Sedya Santosa dan Afroh Nailil Hikmah, “Upaya Pembentukan Karakter Siswa melalui
Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SDIT Salsabila Klaseman Sinduharjo Ngaglik Sleman”,
Jurnal Pendidikan Dasar Islam, Vol. 7, No. 1, ISSN : 2085-0034, Juni 2015, hlm. 63-64.
8
Dhikrul Hakim, “Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah”, Jurnal Studi Islam, Vol. 5, No. 2,
ISSN: 1978-306X; 145-168, Oktober 2014, hlm. 166.
9
Mulyasa, Manajemen Pendidikan Karakter (Jakarta: Bumi Aksara, 2013), hlm. 3.
4
madrasah, dan seluruh komponen yang terdapat dalam masyarakat. Dengan
kelompok.10
melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik untuk Tuhan Yang Maha Esa, diri
hanya sebatas mendidik peserta didik menjadi manusia yang pandai, tetapi
madrasah juga mempunyai peran dalam membina karakter peserta didik agar
Salah satu upaya yang dapat diterapkan di Sekolah Dasar atau Madrasah
5
Allah SWT. Dengan demikian tujuan dan fungsi pendidikan agama adalah
kesejahteraan manusia sebagai hamba Allah secara lahir dan batin di dunia
pendidikan atau sekolah menjadi sangat penting, agar dikemudian hari peserta
Satu mata pelajaran yang diajarkan tidak bisa berdiri sendiri dalam
saja harus didasari oleh akhlak mulia. Namun sementara ini yang sering
agama dan persoalan kehidupan lain pada umumnya. Maka yang lahir adalah
kehidupan pribadi yang tidak utuh. Seolah-olah antara pasar sebagai upaya
12
Nasrullah, “Pendidikan Karakter Siswa Melalui Pendidikan Agama Islam”, Salam,
Vol.18, No.1, Juni 2015, hlm. 70.
13
Kamni, “Implementasi Kebijakan Sekolah …,hlm. 120.
6
berjamaah. Ke masjid dianggap mencari bekal di akhirat, sementara ke pasar
Ibadah kepada Allah SWT merupakan suatu hal yang sangat penting,
karena Allah SWT adalah zat yang menciptakan manusia, bahkan dunia
seisinya. Allah SWT mewajibkan ibadah kepada umat manusia bukan untuk
derajat taqwa yang dapat menyucikan kita dari kesalahan dan kemaksiatan,
sehingga kita dapat keuntungan dengan keridhaan Allah SWT dan surga-Nya
Salah satu ibadah yang penting adalah shalat. shalat berarti berharap
sebagai ibadah yang menempati posisi penting yang tidak dapat digantikan
oleh ibadah apapun juga, shalat merupakan tiang agama yang mana ibadah
shalat dalam garis besarnya, dibagi kepada dua jenis, yaitu: pertama, shalat
yang difardhukan, dinamai maktubah; dan yang kedua, shalat yang tidak
Salah satu usaha yang diberikan oleh Sekolah atau madrasah untuk
membentuk karakter peserta didik dan memiliki akhlak yang baik, yaitu
14
Imam Suprayogo, Pengembangan Pendidikan Karakter (Malang: UIN Maliki Press,
2013), hlm. 21.
15
Zaitun dan Siti Habiba, “Implementasi Shalat Fardhu Sebagai Sarana Pembentuk
Karakter Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ahli Haji Tanjungpinang”, Jurnal Pendidikan
Agama Islam-Ta’lim, Vol.11, No.2, 2013, hlm.154.
16
Ibid.
7
wajib. Sekolah mapun madrasah memberikan kesempatan kepada peserta
kebiasaan ini diharapkan peserta didik akan mengerti bahwa shalat itu
merupakan keharusan atau kewajiban bagi setiap umat Islam, bila dewasa
Dalam shalat jamaah memiliki dampak yang baik bagi peserta didik dan
guru dalam membentuk karakter peserta didik untuk lebih baik dan dapat
pendidikan yang sangat besar manfaatnya. Oleh karena itu, shalat berjamaah
yang dilakukan secara teratur dalam setiap hari terutama dilakukan dalam
lingkungan sekolah atau madrasah akan membawa dampak positif pada diri
peserta didik. Dalam shalat berjamaah banyak hikmah yang dapat diambil dan
Sleman sebagai salah satu madrasah yang berciri khas Islam memiliki
dengan sikap yang ditunjukkan peserta didik terhadap guru maupun sikap
8
peserta didik lain ketika mengikuti pembelajaran.17 Kegiatan shalat berjamaah
ini bertujuan untuk mendidik peserta didik agar menjadi peserta didik yang
memiliki akhlak terpuji dan terhindar dari akhlak yang [Link] tetapi
untuk mewujudkan tujuan ini diperlukan usaha yang keras untuk menghimbau
Salah satu usaha untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah dipaparkan
pagi hari sebelum pembelajaran dimulai dan shalat Dhuhur dilaksanakan pada
sela-sela jam istrirahat. Shalat berjamaah diikuti peserta didik dari kelas III
(tiga) sampai kelas VI (enam) dengan antusias yang tinggi. Pada pelaksanaan
shalat Dhuha peserta didik datang lebih pagi sebelum shalat dhuha
9
observasi, peneliti melihat perilaku peserta didik di MI Sultan Agung seperti
metode Qiroati.19
nilai karakter peserta didik sesuai dengan visi dan misi di MI Sultan Agung.
melalui pembiasaan shalat berjamaah (Dhuha dan Dhuhur) bagi peserta didik
19
Ibid.
20
Wawancara dengan Mukson, [Link].I Kepala Madrasah Ibtidaiyah Sultan Agung, Depok
Sleman, di Kantor Kepala Madrasah MI Sultan Agung, Tanggal 4 Desember 2017.
10
khususnya bagi peserta didik kelas V di MI Sultan Agung Depok Sleman
Yogyakarta.
B. Rumusan Masalah
Yogyakarta?
1. Tujuan Penelitian
Yogyakarta.
11
kelas V di MI Sultan Agung, Babadan Baru Depok Sleman
Yogyakarta.
a. Kegunaan teoritis
b. Kegunaan praktis
1) Bagi Madrasah
2) Bagi guru
3) Bagi peneliti
12
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
sebagai berikut:
khususnya untuk kelas III, IV, V dan VI. Pembiasaan shalat berjamaah
kegiatan itu.
113
Terkait pelaksanaan kegiatan, kepala madrasah mensyaratkan bagi
Jawab.
114
terlambat, sehingga mengurangi tingkat konsentrasi peserta didik yang
B. Keterbatasan Penelitian
dikarenakan shaf yang diacak atau dicampur dari kelas III sampai kelas
khususnya kelas V.
2. Dalam observasi peneliti tidak bisa mengamati satu hari penuh dalam
pengamatan.
C. Saran
115
2. Dalam pelaksanaan shalat berjamaah, guru pendamping hendaknya
jawab dan disiplin yang tinggi maka dalam pengondisian peserta didiik
dapat tercapai.
116
Daftar Pustaka
Amri, Burhanudin, “Perilaku Keagamaan Peserta didik Sebagai Dampak dari Shalat
Berjamaah (Studi Kasus Program Penunjang Aspek Afektif PAI) di SD NU
Sleman Ypgyakarta”, Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2015.
Bungin, Burhan, Realitas Sosial dan Data Kualitatif, Edisi Pertama Cetakan ke-2,
Jakarta: Kencana, 2008.
Daryanto dan Darmiatun, Suryatri, Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah,
Yogyakarta, Gava Media, 2013.
Fadlillah, Muhammad dan Khorida, Lilif Mualifatu, Pendidikan Karakter Anak Usia
Dini: Konsep & Aplikasinya dalam PAUD, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media,
2013.
Fitri, Agus Zaenul , Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Etika di Sekolah,
Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012.
Fitri, Ayuk, “Sadis, Anak Sd Sadi Korban Bully Teman Sebayanya Hingga Tewas,
Telinga Korban Disumbat Pakai Ini”, dalam laman
[Link] diunduh tanggal 16 Desember
2017 pukul 22.09 WIB.
117
Hakim, Dhikrul, “Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah”, Jurnal Studi
Islam, Vol. 5, No. 2, ISSN: 1978-306X; 145-168, Oktober 2014.
Majid, Abdul dan Andayani, Dina , Pendidikan Karakter Perspektif Islam, Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2011.
118
Musbikin, Imam , Misteri Shalat Berjama’ah Bagi kesehatan Fisik dan Psikis,
Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2007.
Putra, Nusa, Metode Penelitian Kualitatif Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers, 2013.
Rachman, M. Fauzi , Shalat For Character Building: Buat Apa Shalat Kalau Akhlak
Tidak Menjadi Lebih Baik, Bandung: Mizania, 2007.
Sabiq, Sayyid Fiqih Shalat Panduan lengkap Shalat Seperti Nabi, Zaenal Muttaqin,
Terjemahan, Bandung: Penerbit Jabal, 2012.
Saitya, Ida Ayu Grhamtika, “Upaya Meredam Aksi Kriminalitas”, dalam laman
[Link]
7 diunduh tanggal 16 Desember 2017 pukul 22.30 WIB.
Samani, Muchlas dan Hariyanto, Konsep dan Model Pendidikan Karakter, Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2013.
Santosa, Sedya dan Hikmah, Afroh Nailil, “Upaya Pembentukan Karakter Siswa
melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SDIT Salsabila Klaseman
Sinduharjo Ngaglik Sleman”, Jurnal Pendidikan Dasar Islam, Vol. 7, No. 1,
ISSN : 2085-0034, Juni 2015.
Soleh, Moh, “Pembiasaan Shalat Berjamaah Dalam Pembinaan Akhlak Peserta didik
Kelas 4 di MI Ma’Arif Candran Yogyakarta”, Skripsi, Jurusan Pendidikan
Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta, 2013.
119
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D, Bandung: Alfabeta, 2009.
Zaitun dan Habiba, Siti, “Implementasi Shalat Fardhu Sebagai Sarana Pembentuk
Karakter Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ahli Haji Tanjungpinang”,
Jurnal Pendidikan Agama Islam-Ta’lim, Vol.11, No.2, 2013.
120
Daftar Narasumber
Pratiwi, Septi Kurnia , Salah satu orang tua kelas V MI Sultan Agung.
121
Lampiran I
PEDOMAN WAWANCARA
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBIASAAN SHALAT
BERJAMAAH BAGI PESERTA DIDIK KELAS V DI MI SULTAN AGUNG
Hari/tanggal :
Narasumber : Kepala Madrasah
122
2. Bagaimana perilaku secara umum peserta didik baik terhadap kepala
madrasah, guru, karyawan serta peserta didik yang lain?
3. Sejak kapan mulai diadakannya kegiatan Shalat Berjamaah di MI Sultan
Agung ?
4. Apa tujuan diadakannya pelaksanaan Shalat berjamaah di MI Sultan Agung,
Babadan Baru Sleman ?
5. Upaya apa saja yang dapat membentuk karakter peserta didik khususnya
melalui shalat berjamaah?
6. Aturan apa saja yang diterapkan untuk membentuk karakter disiplin bagi
peserta didik?
7. Bagaimana perilaku peserta didik dalam melaksanakan shalat berjamaah?
8. Bagaimana upaya sekolah dalam mendukung pembentukan karakter peserta
didik MI Sultan Agung?
9. Adakah nilai-nilai karakter dalam pembiasaan shalat berjamaah ini?
a. Bagaimana pembentukan/penanaman nilai religius pada pembiasaan shalat
berjamaah?
b. Bagaimana pembentukan/penanaman nilai disiplin pada pembiasaan shalat
berjamaah?
c. Bagaimana pembentukan/penanaman nilai kerja keras pada pembiasaan
shalat berjamaah?
d. Bagaimana pembentukan/penanaman nilai bersahabat pada pembiasaan
shalat berjamaah?
e. Bagaimana pembentukan/penanaman nilai peduli sosial pada pembiasaan
shalat berjamaah?
f. Bagaimana pembentukan/penanaman nilai tanggung jawab pada
pembiasaan shalat berjamaah?
10. Apa saja faktor pendukung dalam upaya pembentukan karakter peserta didik
melalui pembiasaan shalatr berjamaah?
11. Apa saja faktor penghambat apa yang dihadapi dalam kegiatan Shalat Dhuha
dan Dhuhur Berjamaah di MI Sultan Agung ?
123
Narasumber : Peserta didik
1. Menurut anda, apakah yang dimaksut Pendidikan Karakter?
2. Bagaimana perasaan saudara selama bersekolah di MI Sultan Agung Babadan
Baru, Sleman Yogyakarta?
3. Bagaimana perilaku secara umum peserta didik baik terhadap kepala
madrasah, guru, karyawan serta peserta didik yang lain?
4. Apakah peserta didik sudah melaksanakan aturan yang baik di Madrasah?
5. Bagaimana perilaku peserta didik dalam melaksanakan shalat berjamaah?
6. Apakah kamu tahu tentang nilai-nilai karakter?
7. Nilai karakter apa saja yang didapatkan dalam pembiasaan shalat berjamaah?
a. Religius
1) Apakah kamu tahu tentang nilai religius?
2) Bagaimana minat kamu dalam mengikuti shalat berjamaah?
3) Bagaimana kekhusyukanmu dalam melaksanakan shalat jamaah?
b. Disiplin
1) Apakah kamu tahu tentang nilai disiplin?
2) Dalam shalat berjamaah apakah kamu diajarkan untuk bersikap
disiplin?
3) Dalam mengikuti shalat berjamaah apakah diharuskan untuk tertib dan
tidak gaduh?
4) Apa kamu datang ke masjid tepat waktu untuk mengikuti shalat
berjamaah?
5) Apakah kamu menjalankan shalat secara tertib dan benar?
6) Apakah kamu berpakaian sopan dan rapi (menuturpi aurat) dalam
shalat ?
7) Apakah kamu selalu membawa perlengkapan shalat dan buku
doa/yasin untuk berdoa setelah shalat?
8) Apakah kamu mengikuti gerakan imam sesuai dengan gerakan dan
urutannya?
124
c. Kerja keras
1) Apakah kamu tentang nilai karakter kerja keras?
2) Apakah kamu bersegera menuju ke masjid dengan tujuan dapat
menjalankan shalat wajib maupun sunnah berjamaah dengan tepat
waktu?
3) Apakah kamu dapat dengan mudah menghafal bacaan doa setelah
shalat berjamaah?
d. Bersahabat
1) Apakah kamu tentang nilai karakter bersahabat?
2) Apakah kamu dapat berbagi tempat saat pelaksanaan shalat jamaah
dimulai?
3) Apakah kamu mengajari teman yang belum bisa doa-doa shalat?
4) Apakah kamu suka mengajak teman untuk menunaikan shalat
berjamaah di sela-sela jam istirahat?
e. Peduli sosial
1) Apakah kamu tentang nilai karakter peduli sosial?
2) Dalam shalat berjamaah apakah kamu diajarkan untuk peduli sosial?
3) Apakah kamu mau meminjamkan kepada teman jika ada yang tidak
membawa alat shalat?
f. Tanggung jawab
1) Apakah kamu tentang nilai karakter tanggung jawab?
2) Apakah dalam shalat berjamaah kamu diajarkan untuk tanggung
jawab?
3) Apakah kamu selalu merapikan kembali alat shalat dengan rapid dan
menyimpannya dengan benar?
4) Apakah kamu bertanggung jawab menjaga fasilitas yang ada di
masjid?
5) Apakah kamu selalu menjaga sikap agar tidak mengganggu
kekhusyukan teman yang lain?
125
Narasumber : Guru Kelas
1. Menurut anda, apakah yang dimaksut Pendidikan Karakter?
2. Bagaimana perilaku secara umum peserta didik baik terhadap kepala
madrasah, guru, karyawan serta peserta didik yang lain?
3. Bagaimana perilaku peserta didik dalam pembelajaran di kelas?
4. Bagaimana upaya sekolah dalam mendukung pembentukan karakter peserta
didik MI Sultan Agung?
5. Apa contoh teladan yang anda beri untuk peserta didik dalam membentuk
karakter peserta didik?
6. Bagaimana perilaku peserta didik dalam melaksanakan shalat berjamaah?
7. Adakah nilai-nilai karakter dalam pembiasaan shalat berjamaah ini?
8. Apa saja faktor pendukung dalam upaya pembentukan karakter peserta didik
melalui pembiasaan shalatr berjamaah?
9. Apa saja faktor penghambat apa yang dihadapi dalam kegiatan Shalat Dhuha
dan Dhuhur Berjamaah di MI Sultan Agung ?
126
LAMPIRAN II
Catatan Lapangan 1
Deskripsi Data:
Dari hasil observasi terungkap bahwa pada kegiatan Shalat Dhuha Berjamaah
di MI Sultan Agung diikuti dari kelas III (tiga) sampai IV (enam). Kegiatan
dilaksanakan pukul 06.30-07.00 WIB. Pada pukul 06.15 peserta didik sudah mulai
tiba di sekolah, dan pada pukul 06.26 selaku koordinator kegiatan Shalat Dhuha
sekaligus Imam Shalat Dhuha mulai mengintruksikan peserta didik untuk bersiap-
siap masuk masjid dan memulai membaca shalawat sebelum shalat dhuha dimulai.
Rutinitas sebelum shalat dimulai Pak Syarif mengajak peserta didik untuk membaca
surat yasin dahulu. Pak Syarif memulai shalat dengan disiplin dan tegas, peserta didik
mengikuti dengan khusyu’ serta tertib dan tidak gaduh dalam shalat.
Interprestasi :
Guru membiasakan peserta didik untuk berangkat awal agar peserta didik
melatih kedisiplinan peserta didik dan dapat menghagai waktu.
127
Catatan Lapangan 2
Deskripsi Data:
Interprestasi :
Strategi dan metode untuk menanamkan nilai karakter pada peserta didik yaitu
dengan keteladanan dan pembiasaan.
128
Catatan Lapangan 3
Deskripsi Data:
Dari hasil observasi terungkap bahwa pada kegiatan Shalat Dhuha Berjamaah
di MI Sultan Agung diikuti dari kelas III (tiga) sampai IV (enam). Kegiatan
dilaksanakan pukul 06.30-07.00 WIB. Pada pukul 06.15 peserta didik sudah mulai
tiba di sekolah, dan pada pukul 06.26 selaku koordinator kegiatan Shalat Dhuha
sekaligus Imam Shalat Dhuha mulai mengintruksikan peserta didik untuk bersiap-
siap masuk masjid dan memulai membaca shalawat sebelum shalat dhuha dimulai.
Rutinitas sebelum shalat dimulai Pak Syarif mengajak peserta didik untuk membaca
surat yasin dahulu. Pak Syarif memulai shalat dengan disiplin dan tegas, peserta didik
mengikuti dengan khusyu’ serta tertib dan tidak gaduh dalam shalat.
Interprestasi :
Guru membiasakan peserta didik untuk berangkat awal agar peserta didik
melatih kedisiplinan peserta didik dan dapat menghagai waktu.
129
Catatan Lapangan 4
Deskripsi Data:
Interprestasi :
Strategi dan metode untuk menanamkan nilai karakter pada peserta didik yaitu
dengan keteladanan dan pembiasaan.
130
Catatan Lapangan 5
Deskripsi Data:
Interprestasi :
131
Catatan Lapangan 6
Deskripsi Data:
Interprestasi :
Mengajarkan untuk saling tolong menolong dan berbagi dengan yang lain
termasuk salah satu membentuk karakter peserta didik.
132
Catatan Lapangan 7
Deskripsi Data:
Observasi kedua ini masih dilaksanakan di hari yang sama dengan observasi
sebelumnya namun observasi kedua ini mengamati kegiatan shalat dhuhur berjamaah
yang dilaksanakan pada jam istirahat kedua pukul 12.30 setelah shalat berjamaah
warga setempat dilaksanakan. Pelaksanaan shalat dhuhur diimami oleh Bapak Gimam
wali kelas IIIA, dengan guru pendamping untuk menertibkan peserta didik dalam
mengikuti shalat berjamaah.
Interprestasi :
133
Catatan Lapangan 8
Sumber Data :
Deskripsi Data:
Interprestasi:
134
Catatan Lapangan 9
Sumber Data :
Deskripsi Data:
Kegiatan shalat dhuhur di masjid Sultan Agung ini dilaksanakan setelah shalat
berjamaah warga selesai. Shalat berjamaah warga dengan peserta didik memang
sengaja dipisah agar tidak mengganggu ketenangan warga sekitar yang sedang
melaksanakan shalat. Masjid sultan Agung memang tempat ibadah umum dan untuk
siapa saja yang ingin beribadah disana. Fasilitas masjid di MI Sultan Agung sudah
layak untuk digunakan dalam shalat berjamaah, seperti serambi yang cukup luas
sehiingga cukup untuk digunakan shalat peserta didik, terdapat tempat wudhu putra
dan putri yang dipisahkan peralatan shalat yang lengkap.
Interprestasi:
135
Catatan Lapangan 10
Sumber Data :
Deskripsi Data:
136
Catatan Lapangan 11
Sumber Data :
Deskripsi Data:
137
Catatan Lapangan 12
Sumber Data :
Deskripsi Data:
138
Catatan Lapangan 1
Deskripsi Data:
139
Menurut Bapak Syarif pelaksanaan shalat Dhuha sudah dimulai sejak
tahun 2003/2004 dan setelah meninggalnya Bapak Syaifudin yakni pendiri MI
Sultan Agung yang mengamanatkan kepada bapak Syarif untuk melanjutkan
dan mengkoordinir shalat dhuha berjamaah di pagi hari. Menurut Bapak
Syarif tujuan diadakannyashalat Dhuha berjamaah yang paling pokok adalah
melatih peserta didik membiasakan untuk bertanggungjawab memiliki
kewajiban untuk melaksanakan shalat 5 (lima) waktu, dan dari pihak sekolah
dan harus ada serta dukungan dari orangtua untuk membiasakan peserta didik
agar mau melaksanakan shalat sunnah. Dengan adanya shalat berjamaah ini,
secara tidak langsung nanti orangtua bisa merasakan bahwa anak sudah reflek
untuk melaksanakan shalat berjamaah tanpa harus disuruh di dalam kehidupan
sehari-hari.
140
berada di masjid. Kemudian saat pelaksanaan di dalam saat shalat tidak boleh
berbicara, baca Yasin mengikuti bacaannya dan peserta didik harus
melaksanakan semua aturan yang ada di dalam masjid. Ketiga yakni kerja
keras, dengan adanya shalat berjamaah pada rapor peserta didik akan muncul.
Nilai diberi oleh guru-guru secara pengamatan. Penilaian shalat jamaah pada
rapot muncul dalam penilaian ranah afektif.
“karna lingkungan itu sesuatu yang ada di sekitar kita sampai hal-hal
lainnya yang besar pengaruhnya terhadap baik buruknya kepribadian
seseorang itu. Oleh karena itu, seharusnya lingkungan yang ada
hendaknya diciptakan yang serba mendidik. Lingkungan yang
dimaksud dalam hal ini adalah keluarga, masyarakat dan keadaan
madrasah dimana para peserta didik berkembang. Dan untuk nilai
peduli sosial disini biasanya ada yang membawa yasin 3, dipinjamkan
kepada temannya, ada yang membawa (rukuh) mukena diantar untuk
meminjam di dalam masjid. Peduli sosialnya seperti itu”.
141
madrasah menyediakan fasilitas yang sudah baik untuk menunjang
pelaksanaan pembiasaan ini. Pembentukan karakter melalui shalat berjamaah
ini khususnya untuk shalat Dhuha tentu memiliki faktor penghambat antara
lain guru kurang mendukung pelaksanaan, seperti datang telat sehingga tidak
dapat memantau peserta didik dalam mengikuti shalat Dhuha berjamaah di
pagi hari.
Interprestasi :
142
Catatan Lapangan 2
Deskripsi Data:
143
Ibu Yanti mengungkapkan bahwa dalam membentuk karakter itu harus
ada contoh keteladanan dari seseorang guru maupun orang tua, Ibu Yanti
menjelaskan
Interprestasi :
144
perilaku peserta didik tidak hanya saat shalat berjamaah di masjid, akan tetapi
perilaku peserta didik pada pembelajaran di kelas. perilaku peserta didik MI
Sultan Agung khususnya kelas V sudah cukup baik. Mereka bisa saling
menghargai dan berteman dengan baik. Peserta didik di dalam di kelas bisa
mengikuti pembelajaran, hanya ada beberapa anak yang masih harus
diingatkan dalam perilakunya.
145
Catatan Lapangan 3
Deskripsi Data:
146
gurunya lebih segan. Secara tingkah laku, anak-anak lebih segan
kepada yang lebih tua, menghormati dan menghargai.
147
bahwa pihak madrasah memberikan fasilitas lain seperti buku Yasin untuk
dibaca peserta didik dan wajib dibawa dalam pelaksanaan sebelum shalat
dhuha. Kemudian faktor penghambat dari kegiatan ini adalah masih adanya
orangtua yang mengantar anak ke madrasah di pagi hari dengan terlambat.
Orangtua kadang mengantarnya tidak sesuai dengan jamnya (telat) sehingga
peserta didik juga telat dalam mengikuti shalat dhuha berjamaah di pagi hari.
Interprestasi :
148
Catatan Lapangan 4
Deskripsi Data:
149
didik melalui pembiasaan shalat berjamaah peserta didik dapat melaksanakan
itu di sekolah maupun di rumah selalu melaksanakan shalat, guru dan
orangtua harus terus memantau dengan buku pantauan, selama ini upaya
madrasah dalam membentuk karakter melalui shalat berjamaah yaitu dengan
adanya sangsi bagi peserta didik yang sering datang terlambat.
“memang anak itu setiap jamaah perlu harus diopyak-opyak lagi, kalau
sudah waktunya masih suka bermain, ada yang duduk dan masih
disuruh untuk segera wudhu masuk ke masjid duduk langsung
shalawatan. Seperti orang dewasapun juga masih sulit untuk tepat
waktu, maka dari itu perlu adanya pembiasaan”
Sebagai kepala madrasah Bapak Mukhson mempunyai kebijakan
untuk guru khususnya untuk guru lelaki yaitu adanya jadwal menjadi Imam
atau memimpin pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah pukul 12.30-13.00
WIB. Menurut Bapak Mukhson shalat berjamaah merupakan tanggung jawab
bagi peserta didik dan terbiasa menyelesaikan tugas dan kewajibannya baik
terhadap sendiri, orang lain, maupun terhadap Tuhan. Madrasah selalu
mengajarkan untuk bertanggung jawab atas kewajibannya sebagai umat Islam
dan bertanggungjawab atas aturan sekolah.
150
murid akan dipanggil ke madrasah. Semua itu untuk mendisiplinkan peserta
didik agar mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh madrasah.
Interprestasi :
151
madrasah membentuk karakter melalui proram-program dari pemerintah
maupun dari pihak madrasah sendiri. Pendidikan karakter di MI Sultan Agung
termasuk membentuk akhlak peserta didik dan saling menghormati kepada
satu sama lain.
152
Lampiran III
HASIL OBSERVASI
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBIASAAN SHALAT BERJAMAAH BAGI
PESERTA DIDIK KELAS V DI MI SULTAN AGUNG
c. berpakaian sopan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 -
dan rapi (menuturpi
aurat) dalam shalat
d. membawa √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 -
perlengkapan shalat
dan buku doa/yasin
untuk berdoa
setelah shalat
153
e. membaca yasin √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 5 7
dengan serentak dan
mengikuti bacaan
dengan benar
f. mengikuti gerakan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 -
imam sesuai dengan
gerakan dan
urutannya
g. Menahan tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 10 2
berbicara sewaktu
membaca doa
bersama setelah
shalat.
3. Kerja a. bersegera menuju ke √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 -
Keras
masjid dengan tujuan
dapat menjalankan
shalat wajib maupun
sunnah berjamaah
dengan tepat waktu
b. dapat dengan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 5 7
mudah menghafal
bacaan doa setelah
shalat berjamaah
4. Bersahabat a. berbagi tempat saat √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 11 1
/Komunikat
pelaksanaan shalat
if
jamaah dimulai
b. mengajari teman √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - 12
yang belum bisa
doa-doa shalat
c. mengajak teman √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 5 7
154
untuk menunaikan
shalat berjamaah di
sela-sela jam
istirahat
5. Peduli a. meminjamkan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - 12
Sosial
kepada teman jika
ada yang tidak
membawa alat
shalat.
6. Tanggung a. merapikan kembali √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 -
Jawab
alat shalat dengan
rapi dan
menyimpannya
dengan benar
b. bertanggung jawab √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 -
menjaga fasilitas
yang ada di masjid
c. menjaga sikap agar √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 9 2
tidak mengganggu
teman yang lain
KETERANGAN:
Dhuha Dhuhur
Pertemuan Hari/Tanggal Pertemuan Hari/tanggal
P1 Senin, 29 Januari P7 Senin, 12 Februari
P2 Kamis, 1 Februari P8 Selasa, 13 Februari
P3 Jumat , 2 Februari P9 Rabu, 14 Februari
P4 Senin, 5 Februari P10 Kamis, 15 Februari
P5 Kamis, 8 Februari P11 Sabtu, 17 Februari
P6 Jumat, 9 Februari P12 Senin, 19 Februari
155
Lampiran IV
DENGAN GURU
Keterangan :
156
bermanfaat daripada secara perkembangan seseorang
instan melalui pembiasaan-
pembiasaan yang
Pak Mukhson tentang akhlak anak-anak dan nantinya diharapkan bisa
agama, yang tua menyayangi menjadi manusia yang
dan yang muda menghormati berkarakter
2. Bagaimana perilaku secara umum peserta Pak Syarif sopan santunnya anak-anak Secara umum tingkah
157
didik baik terhadap kepala madrasah, kurang, tugas kita yang laku peserta didik MI
guru, karyawan serta peserta didik yang membimbing perlu membina Sultan Agung sudah baik,
lain anak-anak agar perilakunya saling menghormati
muncul. Salah satunya sering dengan yang lebih tua.
kita tegur dalam berkata. Akan tetapi, masih ada
beberapa anak yang
Pak Mukhson Secara umum perilakunya sopan santunnya masih
sudah hormat kepada guru kurang, maka dari itu
maupun kepala sekolah, tapi perlu adanya teguran dan
kadang-kadang kalau jalan bimbingan.
merekat tangan.
3. Bagaimana perilaku secara umum peserta Bu Yanti kelas V cukup sopan, dan Wali kelas VB
didik baik terhadap kepala madrasah, menghargai yang lebih tua mengungkapkan bahwa
guru, karyawan serta peserta didik yang [Link],terdapat perilaku kelas VB secara
lain, khususnya untuk kelas V ini? beberapa anak yang ramai atau umum cukup sopan dan
158
bercanda tapi sejauh ini anak menghargai walaupun
cukup baik dalam mengikuti masih ada yang suka
pembelajaran di kelas ramai jika pembelajaran
berlangsung, akan tetapi
anak sudah cukup baik
dalam mengikuti
pembelajaran di kelas
4. Apa contoh teladan yang anda beri untuk Bu Yanti Memberi nasihat untuk anak- Sebagai wali kelas, guru
peserta didik dalam membentuk karakter anak yang kurang mematuhi berusaha memberikan
peserta didik? aturan, diri sendiri harus nasihat dan pendekatan
memberi contoh yang bisa kepada peserta didik.
diteladani untuk anak-anak.
Pendekatan untuk anak-anak
pun juga sangat penting.
Sejak kapan mulai diadakannya kegiatan
5 Berjamaah di MI Sultan Agung ?
Shalat Pak Mukhson shalat dhuha berjamaah Berdirinya shalat
. berdirinya sejak mulai full day berjamaah yaitu sejak
school, yaitu pada tahun 1998. dicanangkan full day
school pada tahun 1998
Pak Syarif Shalat berjamaah berdiri dan setelah meninggalnya
sekitar tahun 2003/2004 dan bapak Syaifudin, beliau
sejak meninggalnya bapak mengamanatkan kepada
Syaifudin dan diamanatkan Pak Syarif untuk
kepada bapak Syarif untuk menerusan pelaksanaan
mengkoordinir shalat dhuha shalat dhuha sekitar
berjamaah di pagi hari. taahun 2003/2004.
Apa tujuan diadakannya pelaksanaan
6 berjamaah di MI Sultan Agung, Pak Mukhson
Shalat Peserta didik di sekolah Tujuan diadakannya
. maupun di rumah selalu shalat berjamaah yaitu
159
Babadan Baru Sleman ? melaksanakan shalat, guru dan membiasakan peserta
orangtua harus terus memantau didik untuk shalat 5
dengan buku pantauan, untuk waktu baik di sekolah
melihat peserta didik jika di maupun di rumah agar
rumah shalatnya jamaah atau peserta didik memiliki
munfarid tanggung jawab
kewajibannya sebagai
Pak Syarif melatih peserta didik umat Islam.
membiasakan shalat dan
memiliki tanggung jawab
kewajiban untuk melaksanakan
shalat 5 (lima) waktu,
pembiasaan dilatih di sekolah
dan harus ada dukungan dari
orangtua.
Upaya apa saja yang dapat membentuk
7. karakter peserta didik khususnya melalui Pak Mukhson pemantauan dari guru dan Upaya yang dilakukan
shalat berjamaah? orang tua dengan buku untuk membentuk
pantauan, karakter melalaui shalat
berjamaah antara lain
Pak Syarif memberi keteladanan untuk dengan pemantauan dari
anak tidak hanya memberi tahu guru dan orangtua
tapi memberi contoh dalam melalui buku pantauan.
bertindak agar anak dapat Memberi keteladanan
menirukan hal-hal yang baik. untuk peserta didik dan
memberikan arahan
Bu Karti Memberikan arahan untuk kepada peserta didik.
shalat jamaah itu yang baik
seperti apa, meluruskan supaya
anak tidak diulangi kembali
160
jika salah untuk diperbaiki
kembali.
Aturan apa saja yang diterapkan untuk
8. membentuk karakter bagi peserta didik? Pak Mukhson Adanya sangsi bagi peserta Aturan yang diterapkan
didik yang datang terlambat antara lain memberi
tetapi tetap bisa ikut shalat dan
sangsi bagi anak yang
setelah shalat, sangsinyamelanggar aturan, peserta
disuruh menambah shalat didik harus datang tepat
sendiri waktu dalam pelaksanaan
shalat berjamaah, untuk
Pak Syarif Pertama, shalat dhuha pagi hari shalat dhuha membawa
peserta didik harus datang ke buku yasin.
sekolah jam 06.15 itu harus
sudah ada di masjid sampai
jam 07.00. kedua, peserta didik
membawa surat yasin dan yang
putri juga membawa rukuh
(mukena) kemudian jika
terlambat diberi hukuman
yaitu shalat 6 rakaat menjadi
12 rakaat atau jika banyak
bicara disuruh shalat sendiri,
tidak membaca yasin disuruh
baca yasin sendiri, karna
memang peserta didik harus
ditegasi.
Bagaimana perilaku peserta didik dalam
9. melaksanakan shalat berjamaah? Pak Mukhson setiap jamaah masih perlu Perilaku peserta didik
diperingatkan, kalau sudah dalam shalat berjamaah
waktunya masih suka bermain, yaitu masih perlu
161
ada yang duduk dan masih diperingatkan, kalau
disuruh untuk segera wudhu sudah waktunya masih
masuk ke masjid duduk suka bermain. jika ada
langsung shalawatan. Seperti yang mendampingi
orang dewasapun juga masih seperti guru, shalatnya
sulit untuk tepat waktu, maka anak-anak tenang dan
dari itu perlu adanya tertib.
pembiasaan
162
mendukung pembentukan karakter pembiasaan, sekolah dan
melalui pembiasaan shalat berjamaah Pak Syarif diharapkan bisa saling orangtua bisa saling
bagi peserta didik MI Sultan Agung? mendukung. Salah satu contoh mendukung. Salah satu
adanya absensi/presensi untuk contoh yaitu adanya
peserta didik dalam shalat absensi/presensi untuk
jamaah agar dapat mengetahui peserta didik dalam shalat
shalat dhuha anak-anak yang jamaah. Membiasakan
tertib dan yang telat siapa saja. diri untuk kedepannya
Jika ada yang membantu dewasa sudah ada
mendamping anak, anakpun penanaman agama, jadi
juga tertib. Perlu ada bantuan sejak MI sudah
dari guru-guru yang lain untuk didapatkan dari sekolah.
mendampingi
163
ada guru tertentu yang mereka
disegani, guru masuk kelas
saja anak-anak sudah tenang
denan sendirinya
11. Adakah nilai-nilai karakter yang muncul Pak Syarif Ada, Diharapkan dengan Diharapkan dengan
dari pembiasaan shalat berjamaah ini? adanya pelaksanaan shalat adanya pelaksanaan
berjamaah ini melatih peserta shalat berjamaah ini
didik untuk disiplin dan melatih peserta didik
bahkan berkarakter. untuk disiplin dan bahkan
berkarakter.
12. Bagaimana pembentukan/penanaman Pak Syarif nilai religiusnya ya kalau Pak Syarif
nilai religius pada pembiasaan shalat shalat dhuha untuk bisa lebih mengungkapkan nilai
berjamaah? dengan keikhlasan dan religius bisa lebih dengan
manfaatnya nanti kalau anak keikhlasan dan
sudah dewasa bisa merasakan, manfaatnya nanti kalau
kalau sekarang kan sebetulnya anak sudah dewasa bisa
hanya bagaimana anak-anak merasakan.
bisa untuk melatih shalatnya. Kereligiusannya dari
Biasanya kalau sudah penghayatan shalat anak-
SMP/SMA ada hasilnya, jika anak terbiasa shalat
sudah lulus dari MI, sunnah dan shalat
kereligiusannya dari wajibnya
penghayatan shalat dhuha itu
dan anak-anak terbiasa shalat
sunnah dan shalat wajibnya
13. Bagaimana pembentukan/penanaman Pak Syarif disiplin salah satu contohnya Pembentukan karakter
nilai disiplin pada pembiasaan shalat yaitu waktu shalat dhuha jam disiplin antara lain datang
164
berjamaah 06.15 WIB paling tidak sudah tepat waktu, saat shalat
berada di masjid. Yang kedua, tidak berbicara sendiri,
pelaksanaan di dalam saat dan mengikuti baca surah
shalat tidak berbicara, baca yasin maupun doa dan
yasin mengikuti bacaannya dan harus melaksanakan
intinya semua harus semua aturan yang ada di
melaksanakan semua aturan dalam masjid. Kemudian
yang ada di dalam masjid pembentukan disiplin
adanya pembrian sangsi
Pak Mukhson pembentukan disiplin dengan dengan adanya buku
adanya buku catatan poin catatan poin pelanggaran
pelanggaran, nanti kalau anak- jika terdapat peserta didik
anak melanggar peanggaran yang melanggar aturan.
poin 100 nanti anaknya kami
panggil, jika sudah 250 nanti
orangtua akan dipanggil ke
sekolah
Bagaimana pembentukan/penanaman
14. nilai kerja keras pada pembiasaan shalat Pak Syarif dengan adanya shalat Penanaman nilai kerja
berjamaah? berjamaah nanti ini di raport keras yakni dengan
anak-anak akan muncul dari adanya shalat berjamaah
nilai shalat ini. Dan yang nanti ini di raport anak-
memberi dari guru-guru anak akan muncul dari
sendiri secara pengamatan. nilai shalat ini. jika
Peserta didik untuk shalat selama pengamatan anak
jamaah di rapot muncul dalam itu baik, maka nilai
penilaian ranah afektif religius di raport juga
baik.
Pak Mukhson kerja keras jika peserta didik
berprestrasi akan diberi
165
penghargaan, seperti di dalam
raport untuk nilai shalat
jamaaah jika selama
pengamatan anak itu baik,
maka nilai religius di raport
juga baik
Bagaimana pembentukan/penanaman
15. nilai bersahabat pada pembiasaan shalat Pak Syarif bersahabat antar teman, Penanaman nilai
berjamaah? biasanya untuk mengajak bersahabat yaitu Untuk
shalat komando dari saya. saat ini shalat dhuha
Kalau yang sudah terbiasa belum ada kesadaran
dengan diantar oleh orangtua mengajak temannya.
langsung ke masjid,Untuk saat Peserta didik untuk taraf
ini shalat dhuha belum ada sd belum ada kesadaran
kesadaran mengajak temannya. untuk mengajak teman
Peserta didik untuk taraf sd lainnya dan mengisi shaf
belum ada kesadaran untuk depan shalat. Akan tetapi,
mengajak teman lainnya dan setelah shalat peserta
mengisi shaf depan shalat didik terbiasa saling
berjabat tangan satu sama
Pak Mukhson pendidikan dalam shalat lain.
jamaah misalnya pada shalat
jamaah contohnya setelah
shalat saling berjabat tangan
satu sama lain
Bagaimana pembentukan/penanaman
16. nilai peduli sosial pada pembiasaan shalat Pak Syarif Biasanya ada yang membawa Penanaman nilai
berjamaah? yasin 3, dipinjamkan kepada peduli sosial ketika ada
temannya, ada yang membawa teman yang tidak
(rukuh) mukena diantar untuk membawa yasin, saling
166
meminjam di dalam masjid. berbagi dan membaca
Peduli sosialnya seperti itu bersama-sama dan jika
ada yang membawa
(rukuh) mukena diantar
untuk meminjam di
dalam masjid.
Bagaimana pembentukan/penanaman
17. nilai tanggung jawab pada pembiasaan Pak Syarif tanggung jawab salah satu Penanaman nilai
shalat berjamaah? contoh kalau yang sudah tanggung jawab yaitu
disiplin datangnya jam 06.15 sadar akan datang tepat
berarti sudah tanggung jawab. waktum membawa yasin
Disuruh bawa yasin, mereka dan membawa
tanggung jawabjuga bawa , perlengkapan shalat.
yang putri suruh bawa rukuh,
sudah membawa semua
167
dengan kata-kata. Guru
Bu Karti untuk penilaian itu biasanya pendamping mengamati
diakhir itu mbak, melalui anak satu persatu, dan
absen kalau yang rajin nilainya untuk semua kelas dari
A, kalau yang berangkatnya kelas 3 sampai 6.
seenaknya sendiri paling C tapi
kan dalam Kurtilas ini tidak
boleh memberi nilai C harus B
minimal. Penilaiannya melalui
leger dan dideskripsi dengan
kata-kata. Saya mengamati
anak satu persatu, dan untuk
semua kelas dari kelas 3
sampai 6. Kebetulan saya
banyak yang hafal dan paham
anak-anaknya.
Apa saja faktor pendukung dalam upaya
19. pembentukan karakter peserta didik Pak Mukhson adanya presensi, sarana Faktor pendukung antara
melalui pembiasaan shalatr berjamaah? prasarana juga sudah baik, lain adanya presensi,
masjid sudah ada, tempat sarana prasarana
wudhu juga baik khususnya masjid sudh
baik, sekolah
Pak Syarif Dari pihak sekolah menyediakan buku yasin
mewajibkan anak-anak wajib untuk peserta didik,
ikut shalat berjamaah. Dengan orangtua memberi
diadakannya shalat berjamaah, dukungan adanya
sekolah menyediakan yasin pelaksanaan shalat
dikasih dari sekolah jamaah dhuha maupun
dhuhur.
Bu Yanti selama ini orangtua sangat
168
mendukung dengan adanya
shalar berjamah dhuha maupun
dhuhur. Pernah direncanakan
shalat dhuha dilaksanakan dari
kelas 4 keatas, akan tetapi wali
murid dari kelas 3 banyak
yang protes, karna mereka
ingin anaknya juga
melaksanakan shalat dhuha di
pagi hari
169
direncanakan guru mengawasi dhuha berjamaah di pagi
anak-anak dalam shalat, dan hari.
dibentuk piket pagi dan siang.
Hanya saja dalam praktiknya
masih banyak guru yang belum
melaksanakan tugasnya dalam
mengawasi anak-anak karna
dengan alasan masing-masing.
170
REDUKSI, PENYAJIAN DATA DAN KESIMPULAN
171
menyayangi menyayangi akan
tetapi peserta didik ada
Azzahra Citra menghormati, baik, sopan yang jail seperti anak
Everest kecil pada umumnya.
Apakah peserta didik sudah
3 Arif Bima Ya, saya sudah melaksanakan Secara garis besar,
melaksanakan
. aturan yang baik Wicaksono aturan disini peserta didik di MI
di Madrasah? Sultan Agung sudah
Firman Aditya Sudah, contohnya datang tepat mengikuti aturan yang
Pratama waktu, mengikuti pelajaran berlaku di MI Sultan
dengan tertib Agung seperti datang
tepat waktu,
Inda Krisnawati Sudah, contohnya berangkat menggunakan seragam
tepat waktu, memakai seragam yang sesuai dengan
sekolah aturannya, dan
mengikuti pelajaran
Azzahra Citra Sudah, contohnya berangkat dengan tertib.
Everest tepat waktu,mematuhi aturan
disini
Bagaimana perilaku peserta
4 Arif Bima Tenang, berusaha untuk tenang, Dalam pelaksanaan
didik. dalam melaksanakan Wicaksono tapi kadang diganggu dan shalat berjamaah baik
shalat berjamaah? biasanya kelas VI suka dhuha maupun dhuhur
mengganggu perilakunya tenang
dan berusaha untuk
Firman Aditya Saya jika shalat berusaha untuk sungguh-sungguh
Pratama khusyu’, shalat dengan dalam shalat dan
sungguh-sungguh dengan adanya guru
pendamping yang
Inda Krisnawati
172
mengawasi saat
Azzahra Citra ya dengan shalat tidak bercanda pelaksanaan shalat
Everest khusyu’ berjamaah
Bagaimana minat kamu dalam
5 Arif Bima Senang, karna bisa mendoakan Minat peserta didik
mengikuti
. shalat berjamaah? Wicaksono orangtua cepat sukses dalam mengikuti
shalat berjamaah yakni
Firman Aditya suka, sangat berminat karna dengan antusias yang
Pratama bersama-sama teman yang lain tinggi, selain karna
kebijakan dari
Inda Krisnawati ya dengan shalat tidak Madrasah, peserta
bercanda, khusyu’ didik juga
bersemangat
Azzahra Citra dalam shalat berjamaah saya mengikuti pembiasaan
Everest sangat bersemangat shalat berjamaah ini
Bagaimana kekhusyukanmu
6 Arif Bima Khusyu’, kalau ada yang Kekhusyukan shalat
dalam
. melaksanakan shalat Wicaksono mengganggu saya tetap khusyu’ berjamaah peserta
jamaah? dalam shalat didik menjawab
berusaha untuk
Firman Aditya khusyu’. Berusaha untuk khusyu’ dengan
Pratama khusyu dibantu pengawasan
dari guru pendamping
Inda Krisnawati khusyu’. Berusaha untuk
khusyu dan membaca sesuai
bacaan shalat
173
Dalam mengikuti shalat
7 Arif Bima Ya dengan tertib Dalam mengikuti
berjamaah
. apakah diharuskan Wicaksono shalat berjamaah
untuk tertib dan tidak gaduh? diharuskan untuk
Firman Aditya tentu, Semua guru mengikuti dengan
Pratama mengharuskan untuk shalat tertib
jamaah dengan tertib
174
Apakah kamu berpakaian sopan
9 Arif Bima Ya, berpakaian sopan
dan .rapi (menuturpi aurat) Wicaksono
dalam shalat ?
Firman Aditya Ya, berpakaian sopan
Pratama
175
urutannya.
Inda Krisnawati Ya, saya mengikuti gerakan
imam dan gerakannya
176
hafal
177
Everest yang dipimpin oleh
guru/Imam
Apakah kamu suka mengajak
1 Arif Bima Iya, saya mengajak teman Pada pelaksanaan
teman
6 untuk menunaikan shalat Wicaksono untuk ke masjid shalat berjamaah
.
berjamaah di sela-sela jam khususnya shalat
Firman Aditya Iya, contohnya dalam dhuhur, saat istirahat
istirahat? Pratama kehidupan sehari-hari saat di kedua setelah ada
rumah waktu hari minggu saya panggilan dari guru,
mengajak teman saya ke masjid peserta didik segera
untuk berjamaah bersiap-siap untuk
pelaksanaan shalat
Inda Krisnawati Belum dhuhur berjamaah
Azzahra Citra Iya
Everest
Apakah kamu mau
1 Arif Bima Iya, contohnya pernah Menurut peserta didik,
meminjamkan
7 kepada teman Wicaksono meminjamkan peci kepada mereka mau jika
jika .ada yang tidak membawa temanku meminjamkan alat
shalatnya kepada
alat shalat? Firman Aditya Iya, contohnya pernah teman yang tidak
Pratama meminjamkan peci kepada membawa.
temanku (Ibnu)
178
membawa
Apakah kamu bertanggung
1 Arif Bima Saya bertanggung jawab Peserta didik tidak
jawab
8 menjaga fasilitas yang Wicaksono menjaga fasilitas masjid merusak fasilitas yang
. masjid?
ada di ada di masjid, seperti
Firman Aditya Saya bertanggung jawab jika masuk ke masjid
Pratama menjaga fasilitas masjid sebaiknya kaki
dibersihkan terlebih
Inda Krisnawati Saya bertanggung jawab dahulu dan tidak
menjaga fasilitas masjid merusak fasilitas
wudhu. Kemudian jika
Azzahra Citra Saya bertanggung jawab meminjam alat shalat,
Everest menjaga fasilitas masjid setelah digunakan
dikembalikan ke
tempat semula.
179
Lampiran V
180
Serambi Masjid MI Sultan Agung untuk pelaksanaan Shalat Berjamaah
Tempat wudhu
181
Pelaksanaan Shalat Dhuha peserta didik mengikuti shalat dengan tenang
182
Lampiran VI
183
18 1214 M. Risky Ikbar Hastowo B+
32
Keterangan :
184
PENILAIAN SHALAT BERJAMAAH KELAS VB
7. Dinda Trisnawati B+
8. Dwina Ramadhanty A
Permatasari
185
18. Muhammad Rifay B+
24. Sabrina B+
Keterangan :
186
Lampiran VII
187
Lampiran VIII
188
Lampiran IX
189
Lampiran X
190
Lampiran XI
191
Lampiran XII
192
Lampiran XIII
193
Lampiran XIV
194
Lampiran XV
195
Lampiran XVI
196
Lampiran XVII
197
Lampiran XVIII
198
Lampiran XIX
199
Lampiran XX
200
Lampiran XXI
201
Lampiran XXII
202
Lampiran XXIII
A. Data Pribadi
Nama Lengkap : Tri Cahyantari
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 12 Agustus 1996
Alamat : Tepan, Bangunkerto Turi Sleman
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Status : Belum Nikah
Golongan Darah :A
Kewarganegaraan : Indonesia
Email : tcahyantari@[Link]
B. Data Orang tua
Nama Orang Tua
1. Ayah : Mujianto
2. Ibu : Sumarni
C. Riwayat Pendidikan
1. SD/MI : SD N Turi 3
2. Smp/MTs : SMP Muhammadiyah 1 Turi
3. SMA/MA : SMK Muhammadiyah 1 Tempel
4. S1 : PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2014-2018)
D. Pengalaman Organisasi
1. Bidang Kajian Dakwah Islam di Ikatan Pelajar Muhammadiyah di SMK
Muhammadiyah 1 Tempel (2012-2013)
2. Anggota di KSR PMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2014-sekarang)
3. Sekretaris Karang Taruna di Dusun Tepan.
203