0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan118 halaman

Pembiasaan Shalat untuk Pendidikan Karakter

Skripsi ini membahas tentang pendidikan karakter melalui pembiasaan shalat berjamaah bagi peserta didik kelas V di MI Sultan Agung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai karakter dan faktor pendukung serta penghambat pembiasaan shalat berjamaah. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter meliputi religius, disiplin, kerja keras, bersahabat dan tanggung jawab. Faktor pendukung antara l

Diunggah oleh

Raudi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan118 halaman

Pembiasaan Shalat untuk Pendidikan Karakter

Skripsi ini membahas tentang pendidikan karakter melalui pembiasaan shalat berjamaah bagi peserta didik kelas V di MI Sultan Agung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai karakter dan faktor pendukung serta penghambat pembiasaan shalat berjamaah. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter meliputi religius, disiplin, kerja keras, bersahabat dan tanggung jawab. Faktor pendukung antara l

Diunggah oleh

Raudi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBIASAAN

SHALAT BERJAMAAH BAGI PESERTA DIDIK


KELAS V DI MI SULTAN AGUNG

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan


Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
untuk Memenuhi Syarat Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan

Disusun Oleh:
Tri Cahyantari
NIM.: 14480016

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA
2018
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama : Tri Cahyantari
NIM : 14480016
Program Studi : PGMI
menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi saya ini tidak terdapat
karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu
perguruan tinggi, dan skripsi saya ini adalah asli hasil karya atau penelitian sendiri
dan bukan plagiasi dari karya atau penelitian orang lain.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya agar dapat
diketahui oleh anggota dewan penguji

Yogyakarta, 09 April 2018

ii
SURAT PERNYATAAN BERJILBAB

Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha

Penyayang. Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Tri Cahyantari

NIM : 14480016

Program Studi : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Fakultas : Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya tidak menuntut kepada

program studi PGMI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga

Yogyakarta (atas pemakaian jilbab dalam ijazah Strata Satu saya). Seandainya

suatu hari nanti terdapat instansi yang menolak ijazah tersebut karena penggunaan

jilbab.

Demikian surat pernyataan saya buat dengan sesungguhnya dan dengan

penuh kesadaran ridha Allah.

Yogyakarta, 09 April 2018

iii
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga FM-UINSK-BM-05-03/RO

SURAT PERSETUJUAN SKRIPSI/ TUGAS AKHIR

Hal : Persetujuan Skripsi/ Tugas Akhir


Lamp :-

Kepada Yth.
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Di Yogyakarta

Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Setelah membaca, meneliti, menelaah, memberikan petunjuk dan mengoreksi
serta mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami selaku pembimbing
berpendapat bahwa skripsi Saudari:

Nama :Tri Cahyantari


NIM :14480016
Program Studi :PGMI
Fakultas :lmu Tarbiyah dan Keguruan
Judul Skripsi :Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan Shalat
Berjamaah bagi peserta didik kelas V di MI Sultan Agung.
sudah dapat diajukan Kepada Program Studi PGMI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Strata Satu Pendidikan.

Dengan ini kami mengharap agar skripsi/ tugas akhir Saudari tersebut di atas
dapat segera diajukan/ dimunaqosyahkan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima
kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

iv
MOTTO

َۡ ۡ‫َواَقِيۡ ُمواۡالصَّلۡوةَۡ َواۡتُواۡال َّزكۡوةَۡ َوارۡ َكعُوۡاۡ َم َعۡال ّۡر ِك ِعي‬


ۡ ۡ‫ن‬
Artinya: Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-
orang yang ruku'. (QS. Al Baqarah [2] : 43)1

1
Soenarjo, dkk., Al-Qur’an dan terjemahnya (Jakarta: Depag RI, 2004), hlm. 7

vi
HALAMAN PERSEMBAHAN

Skripsi ini peneliti persembahkan untuk:

Almamater Tercinta

Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan

UIN Sunan Kalijaga

Yogyakarta

vii
ABSTRAK

Tri Cahyantari. “Pendidikan karakter pada Pembiasaan Shalat berjamaah


bagi Peserta didik Kelas V MI Sultan Agung”. Skripsi. Yogyakarta: Program
Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan UIN Sunan Kalijaga, 2018.
Latar belakang masalah ini ialah bahwa banyaknya kasus kejahatan dan
kenakalan remaja yang terjadi di sekitar kita. Hal ini dikarenakan banyak hal
diantaranya pendidikan agama dan moral yang diajarkan di sekolah atau madrasah
masih kurang karena lebih mengajarkan pada dasar-dasar agama, sementara
akhlak atau kandungan nilainya belum sepenuhnya disampaikan selain itu
pengaruh globalisasi yang semakin tak terkendlikan sehingga karakter bangsa ini
menjadi menurun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai Pendidikan
Karakter pada Pembiasaan Shalat Berjamaah dan untuk mengetahui faktor
pendukung dan penghambat dari Pembiasaan Shalat Berjamaah bagi peserta didik
kelas V MI Sultan Agung Depok Sleman Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif tentang studi kasus pada
Madrasah Ibtidaiyah Sultan Agung Depok Sleman Yogyakarta. Pengumpulan data
dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang
terkumpul kemudian diseleksi dan dianalisis melalui reduksi data, penyajian data,
dan simpulan. Adapun yang menjadi narasumber adalah Kepala Madrasah, Imam
shalat Dhuha (koordinator), wali kelas V, Guru Pendamping dan peserta didik
kelas V MI Sultan Agung Depok Sleman Yogyakarta.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: pertama, pelaksanaan Pembiasaan
Shalat Berjamaah di Madrasah Ibtidaiyah Sultan Agung Depok Sleman
Yogyakarta merupakan kegiatan rutin setiap pagi dan siang yaitu Shalat Dhuha
dan Dhuhur. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari mulai pukul 06.30-07.00 WIB
dan pada pukul 12.30-12.45 WIB. Sesampainya di Masjid peserta didik akan
mempersiapkan diri untuk melaksanakan Shalat berjamaah baik Dhuha maupun
Dhuhur. Kedua, nilai-nilai karakter yang terkandung dalam pembiasaan Shalat
berjamaah ini meliputi: religius, disiplin, kerja keras, bersahabat/komunikatif, dan
tanggung jawab. Ketiga, faktor pendukung meliputi: adanya presensi shalat,
tersedianya fasilitas masjid yang sudah layak untuk digunakan, madrasah
menyediakan buku Yasin untuk pelaksanaan Shalat Dhuha, dukungan atau respon
dari orang tua dengan diadakannya Shalat berjamaah. Faktor penghambat
meliputi: belum seimbang antara jumlah peserta didik dan pendamping kegiatan,
kesadaran guru dalam mendampingi peserta didik dan terkadang guru pendamping
terlambat, peserta didik sering bercanda berlebih terhadap temannya dalam
kegiatan, pada peserta didik yang terlambat.
Kata kunci: Pendidikan Karakter,Pembiasaan, Shalat Berjamaah, MI Sultan
Agung

viii
KATA PENGANTAR

‫ين‬
ِ ‫هللا ال َر ْح َو ِي ال َر ِح‬
ِ ‫س ِن‬
ْ ِ‫ب‬
,ِ‫س ْى ُل هللا‬ ْ َ‫ش َهد اَىْ ََلاِلَهَ اِ اَل هللاُ َوا‬
ُ ‫ش َه ُد اَىا ُه َح اودًا َر‬ ْ َ‫ ا‬,‫اَ ْل َح ْو ُد هلل َر ِّب العلَ ِويي‬
ْ َ‫سلِييَ َو َعلَي آلِ ِه َوا‬
, َ‫ص َحابِ ِه اَ ْج َو ِعيْي‬ َ ‫ف ْاْل ًْبِيَا ِء َوال ُو ْر‬ِ ‫ش َر‬ْ َ‫س ََل ُم َعلَى ا‬
‫ص ََلةُ وال ا‬ ‫َوال ا‬
.ُ‫اَ اها بَ ْعد‬
Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan

rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi

ini. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW

sebagai figur teladan yang baik.

Pada kesempatan ini, peneliti menyampaikan rasa terima kasih kepada

semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dorongan serta bimbingan

kepada peneliti. Ucapan terima kasih ini peneliti sampaikan kepada:

1. Bapak Dr. Ahmad Arifi, [Link]., selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan

Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta beserta staf-stafnya.

2. Ibu Dr. Aninditya Sri Nugraheni, M.P.d. dan Dr. Nur Hidayat, [Link].,

selaku ketua dan sekretaris Prodi PGMI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan

Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang telah memberikan banyak

masukan dan nasihat kepada peneliti selama menjalani studi program Strata

Satu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

3. Bapak Sigit Prasetyo, [Link].I, [Link]., selaku dosen penasihat akademik

yang telah meluangkan waktu dalam membimbing, memberi nasehat, arahan

dan dukungan.

ix
4. Bapak Dr. H. Sedya Santosa. SS., [Link]. sebagai pembimbing skripsi yang

telah meluangkan waktu, mencurahkan pikiran, mengarahkan, dan

memberikan petunjuk dalam penelitian skripsi ini dengan penuh keikhlasan

memberi nasihat serta masukan yang tidak ternilai harganya kepada peneliti.

5. Bapak Mukhson [Link].I selaku Kepala Madrasah Ibtidaiyah Sultan Agung

Depok Sleman Yogyakarta yang telah memberikan izin uuntuk mengadakan

penelitian di MI Sultan Agung.

6. Bapak Syarif Hidayatullah [Link]. Koordinator dan Imam Shalat Dhuha

berjamaah yang telah membantu terlaksananya penelitian ini. Ibu Sukarti

[Link].I dan ibu Suryanti [Link].I sebagai guru MI Sultan Agung yang

mendukung selama penelitian ini berlangsung dan Peserta didik kelas V MI

Sultan Agung atas ketersediaannya menjadi informan dalam pengambilan

data penelitian ini.

7. Kedua orang tua saya, Bapak Mujianto dan Ibu (alm.) Sumarni, kedua

kakak saya Eka Supriyantari dan Dwi Haryantari, beserta kedua keponakan

saya Nindya Raisha Khaerani dan Fabian Aji Permana yang senantiasa

mendoakan dan memberikan dukungan baik moral maupun materi selama

belajar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

8. Kepada Sahabat terbaik, Dhyajeng A S, Aghnia Rafika R, Miftahul

Munawaroh, dan teman-teman saya Fifi Sintyasari, dan Fahrudin yang

senantiasa mendoakan saya dan memberikan dukungan moral selama belajar

di UIN Sunan Kalijaga Yogayakarta.

x
9. Teman-teman KKN 93 saya di Kranggan Kidul, Kulon Progo yaitu Afni,

Ayu Oga, Sari, Sanah, mas Hiban, mas Ami, mas Koko, dan mas Faris yang

telah menjadi penghibur dan penyemangat. Kemudian Teman-teman

seperjuangan dalam kelompok magang III Yuli, Giska, Litta, Nurin, Farha,

Puspita, Muhlisin, Ahmad yang pernah berada di lokasi yang sama, dan

saling berbagi ilmu dan teman-teman KSR PMI Unit VII 2015 A, terkhusus

untuk bang zul, Sarah, Maya, dan lainnya.

10. Semua pihak yang telah ikut berjasa dalam penyusunan skripsi ini yang

tidak dapat peneliti sebutkan satu persatu.

Semoga amal baik yang telah diberikan dapat diterima di sisi Allah SWT.

Peneliti hanya bisa mendoakan semoga bantuan, bimbingan, dukungan, dan

arahan medapatkan pahala yang setipal dari Allah SWT. Peneliti menyadari

bahwa skripsi ini masih jauh dalam kesempurnaan. Oleh karena itu, peneliti

mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak. Semoga

skripsi ini bermanfaat bagi peneliti khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Yogyakarta, 11 April 2018


Yang menyatakan

Tri Cahyantari
NIM. 14480016

xi
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................... i


SURAT PERNYATAAN ................................................................................. ii
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................... iv
HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... v
HALAMAN MOTTO ..................................................................................... vi
HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... vii
HALAMAN ABSTRAK ............................................................................... viii
KATA PENGANTAR ..................................................................................... ix
DAFTAR ISI ................................................................................................... xii
DAFTAR TABEL ......................................................................................... xiv
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xv

BAB I: PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................ 11
C. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian......................................................... 11
1. Tujuan Penelitian ........................................................................... 11
2. Kegunaan Penelitian....................................................................... 11
a. Kegunaan Teoritis .................................................................... 12
b. Kegunaan Praktis ..................................................................... 12

BAB II: KAJIAN PUSTAKA


A. Landasan Teori ..................................................................................... 13
1. Kajian Tentang Pendidikan Karakter ............................................. 13
a. Pengertian Pendidikan .............................................................. 13
b. Pengertian Karakter .................................................................. 15
c. Pendidikan Karakter ................................................................. 18
d. Tujuan Pendidikan Karakter .................................................... 22
e. Fungsi Pendidikan Karakter ..................................................... 25
f. Nilai-nilai Pendidikan Karakter ............................................... 27
g. Strategi Penerapan Pendidikan Karakter .................................. 30
h. Pendekatan Pendidikan Karakter ............................................. 33
2. Pembiasaan Shalat Berjamaah ....................................................... 36
a. Pengertian Pembiasaan............................................................. 36
b. Pengertian Shalat ...................................................................... 39
c. Urgensi dalam Shalat ............................................................... 42
d. Nilai-nilai dalam Shalat............................................................ 43
e. Pengertian Shalat Berjamaah ................................................... 45
f. Nilai dan Manfaat dalam Shalat Berjamaah............................. 47
g. Tinjauan Shalat Dhuha ............................................................. 51
h. Shalat Dhuhur ............................................................... 52
B. Kajian Penelitian yang Relevan ........................................................... 52

xii
BAB III: METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ..................................................................................... 56
B. Tempat dan Waktu Penelitian .............................................................. 57
1. Tempat............................................................................................ 57
2. Waktu Penelitian ............................................................................ 64
C. Subjek Penelitian.................................................................................. 64
D. Data dan Sumber Data ......................................................................... 67
E. Teknik Pengumpulan Data ................................................................... 69
F. Teknik Analisis Data ............................................................................ 71
G. Teknik Keabsahan Data ....................................................................... 74

BAB VI: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Proses Pembiasaan Shalat Berjamaah di MI Sultan Agung ................. 76
1. Pelaksanaan Shalat Dhuha di MI Sultan Agung ............................ 78
2. Pelaksanaan Shalat Dhuhur di MI Sultan Agung ........................... 83
B. Nilai-nilai Karakter Pembiasaan Shalat Berjamaah ............................. 91
C. Faktor Pendukung dan Penghambat ................................................... 106
1. Faktor Pendukung ........................................................................ 106
2. Faktor Penghambat....................................................................... 110

BAB V: PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................................................ 113
B. Keterbatasan Penelitian ...................................................................... 115
C. Saran ................................................................................................... 115

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 117

DAFTAR NARASUMBER .......................................................................... 121

LAMPIRAN-LAMPIRAN ........................................................................... 122

xiii
DAFTAR TABEL

Tabel II.1 nilai-nilai Karakter menurut Kemendiknas ................................ 28

Tabel III.1 nama-nama peserta didik kelas V ............................................. 66

Tabel IV.1 Indikator Karakter Peserta didik melalui Shalat Berjamaah .... 103

xiv
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I. Pedoman Wawancara ............................................................ 122


Lampiran II. Catatan Lapangan................................................................. 127
Lampiran III. Hasil Observasi ................................................................... 153
Lampiran IV. Reduksi, Penyajian data dan Kesimpulan Wawancara ...... 156
Lampiran V. Dokumentasi Kegiatan ........................................................ 180
Lampiran VI Penilaian Shalat Berjamaah kelas V ..................................... 183
Lampiran VII. Penunjukan Pembimbing Skripsi ...................................... 187
Lampiran VIII. Bukti Seminar Proposal ................................................... 188
Lampiran IX. Surat Izin ke Gubernur ....................................................... 189
Lampiran X. Surat Izin ke Sekolah ........................................................... 190
Lampiran XI. Surat Izin dari Kesbangpol ................................................. 191
Lampiran XII. Surat Keterangan telah Melakukan Penelitian .................. 192
Lampiran XIII. Sertifikat OPAK............................................................... 193
Lampiran XIV. Sertifikat SOSPEM.......................................................... 194
Lampiran XV. Sertifikat magang II .......................................................... 195
Lampiran XVI. Sertifikat Magang III ....................................................... 196
Lampiran XVII. Sertifikat KKN .............................................................. 197
Lampiran XVIII. Sertifikat ICT ................................................................ 198
Lampiran XIX. Sertifikat TOEC ............................................................... 199
Lampiran XX. Sertifikat IKLA ................................................................. 200
Lampiran XXI. Sertifikat PKTQ ............................................................... 201
Lampiran XXII. Ijazah SMK .................................................................... 202
Lampiran XXIII. Daftar Riwayat Hidup ................................................... 203

xv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan upaya yang dilakukan dengan tujuan untuk

menumbuhkan dan mengembangkan potensi-potensi, baik secara jasmani

maupun yang sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat dan

kebudayaan.1 Pendidikan tidak sekedar membentuk manusia yang cerdas,

tetapi juga membentuk manusia yang memiliki kepribadian dan akhlak mulia.

Hal ini ditegaskan dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional pasal 1 yang menyatakan bahwa:

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan


suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk mempunyai kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan darinya,
masyarakat bangsa dan negara.2

Sedangkan fungsi dan tujuan dijelaskan bahwa:

Pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan


membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggung jawab.3

1
Choirul Mahmud, Pendidikan Multikultural (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2010), hlm.
32.
2
Undang-Undang no. 20 Tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Jakarta:
Sinar Grafika Offset, 2011), hlm. 3-4.
3
Ibid, hlm. 4.

1
Akan tetapi, pelaksanaan pendidikan di Indonesia belum sesuai dengan

amanah Undang-Undang Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional, yaitu pendidikan yang tidak hanya membentuk insan

yang cerdas, namun juga berkarakter. Berdasarkan penjelasan di atas,

pendidikan pada dasarnya menekankan pentingnya penanaman karakter.

Pentingnya penanaman karakter di semua jenis dan jenjang pendidikan telah

diprioritaskan oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Pengembangan aspek

pengetahuan, sikap, dan keterampilan semestinya berjalan dengan seimbang.

Dunia pendidikan negara kita menitikberatkan pada aspek pengetahuan

(kognitif), dan mengabaikan aspek sikap (afektif) peserta didik dalam

pembelajaran, yaitu pendidikan yang hanya berorientasi pada “angka”. Hal

tersebut menunjukkan ketidaksesuaian dengan amanah Undang-undang No.

20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Saat ini, semakin banyak kasus terjadi di Indonesia, terutama yang

berkaitan dengan moral. Salah satu krisis moral yang terjadi di Indonesia

terutama pada lingkungan anak Sekolah Dasar yaitu adanya aksi saling bully

di sekolah. Akhir-akhir ini juga sering terdengar berita tentang anarkisme

anak, yaitu tindakan kekerasan yang dilakukan anak Sekolah Dasar terhadap

teman sekelasnya. Bahkan kasus tersebut menyebabkan tewasnya anak yang

menjadi korban kekerasan.4 Selain itu, tindak kejahatan seperti pencurian,

perampokan, pembunuhan, korupsi, dan kesusilaan di Indonesia masih

4
Ayuk Fitri, “Sadis, Anak Sd Sadi Korban Bully Teman Sebayanya Hingga Tewas,
Telinga Korban Disumbat Pakai Ini”, dalam laman [Link]
diunduh tanggal 16 Desember 2017 pukul 22.09 WIB.

2
mengkhawatirkan. Kekhawatiran ini sejalan dengan temuan Badan Pusat

Statistik (BPS) dalam Statistik Kriminal Tahun 2016 yang menempatkan

kejahatan hak milik diperingkat teratas dengan 114.013 kejadian. Kejadian

yang mengancam nyawa dan kejahatan narkotika menempati peringkat kedua

mencakup 36.874 kejadian. Angka kriminalitas menurut data BPS,

menunjukkan kenaikan dari 325.317 pada 2014 menjadi 352.936 pada 2015.5

Salah satu cara untuk mengatasi masalah budaya dan karakter bangsa

adalah pendidikan. Pendidikan merupakan cara yang paling tepat dalam

mengatasi mulai terkikis dan hilangnya karakter bangsa luhur yang dimiliki

bangsa Indonesia. Pendidikan dianggap sebagai alternatif yang bersifat

preventif karena pendidikan membangun generasi baru bangsa yang lebih

baik. Pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi muda

bangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi

penyebab berbagai masalah budaya dan karakter bangsa.6

Melihat realitas pada saat ini, pendidikan hanya mengedepankan aspek

keilmuan dan kecerdasan peserta didik. Adapun aspek moral dan etis sebagai

basis pembentukan karakter dan budaya bangsa semakin terpinggirkan.

Karakter dan budaya dalam kehidupan bangsa dapat membawa kemunduran

dalam peradaban bangsa, sebaliknya kehidupan masyarakat yang memiliki

karakter dan budaya yang kuat akan semakin memperkuat eksistensi suatu

5
Ida Ayu Grhamtika Saitya, “Upaya Meredam Aksi Kriminalitas”, dalam laman
[Link] diunduh tanggal 16
Desember 2017 pukul 22.30 WIB.
6
Kamni, “Implementasi Kebijakan Sekolah Dalam Upaya Pengembangan Pendidikan
Karakter melalui Program Pembiasaan Sholah Dhuhur Berjamaah”, Jurnal Kebijakan dan
Pengembangan Pendidikan, Vol. 2, No.2, Juli 2014, hlm. 120.

3
bangsa dan negara. Keadaan tersebut mendorong lembaga pendidikan dalam

hal ini sekolah memiliki tanggung jawab untuk memberi pengetahuan,

ketrampilan, dan mengembangkan nilai-nilai karakter baik melalui

pendidikan formal maupun non formal.7

Pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter pada diri peserta

didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya,

menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota

masyarakat dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif, dan kreatif

dimaknai sebagai Pendidikan karakter8 Pendidikan karakter memiliki makna

lebih tinggi dari pendidikan moral, karena pendidikan karakter bukan hanya

berkaitan dengan masalah benar-salah, akan tetapi bagaimana cara

menanamkan kebiasaan (habit) tentang hal-hal yang baik dalam kehidupan

kepada peserta didik, sehingga anak/peserta didik memiliki kesadaran, dan

pemahaman yang tinggi, serta dalam kehidupan sehari-hari dapat diterapkan

kepedulian dan komitmen untuk menerapkan kebajikan.9

Faktor lingkungan dengan landasan teori kondisioning berfungsi bahwa

karakter ditentukan oleh lingkungan. Lingkungan sangat menentukan perilaku

seseorang. Seseorang akan menjadi pribadi yang berkarakter apabila dapat

tumbuh pada lingkungan yang berkarakter. Tentunya ini memerlukan usaha

secara menyeluruh yang dilakukan semua pihak: keluarga, sekolah atau

7
Sedya Santosa dan Afroh Nailil Hikmah, “Upaya Pembentukan Karakter Siswa melalui
Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SDIT Salsabila Klaseman Sinduharjo Ngaglik Sleman”,
Jurnal Pendidikan Dasar Islam, Vol. 7, No. 1, ISSN : 2085-0034, Juni 2015, hlm. 63-64.
8
Dhikrul Hakim, “Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah”, Jurnal Studi Islam, Vol. 5, No. 2,
ISSN: 1978-306X; 145-168, Oktober 2014, hlm. 166.
9
Mulyasa, Manajemen Pendidikan Karakter (Jakarta: Bumi Aksara, 2013), hlm. 3.

4
madrasah, dan seluruh komponen yang terdapat dalam masyarakat. Dengan

itu perlu dibangun character building yang berlandaskan dengan nilai-nilai

moral kemanusiaan di kalangan masyarakat, baik individu maupun

kelompok.10

Penerapan program pembiasaan dapat mewujudkan nilai-nilai karakter

penting. Nilai-nilai inilah nantinya sebagai output dari segala pelaksanaan

pembelajaran dan budaya sekolah atau madrasah. Adapun nilai-nilai tersebut

ialah komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, tindakan untuk

melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik untuk Tuhan Yang Maha Esa, diri

sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi insan

kamil. Usaha yang dapat dilakukan dalam rangka membangun karakter

bangsa adalah penguatan budaya bangsa, aktualisasi nilai-nilai luhur

pancasila, implementasi ajaran-ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari,

keteladanan dari semua komponen bangsa, dan melalui pendidikan baik

formal, informal, maupun nonformal.11 Peran sekolah atau madrasah bukan

hanya sebatas mendidik peserta didik menjadi manusia yang pandai, tetapi

madrasah juga mempunyai peran dalam membina karakter peserta didik agar

mampu diterima dan membawa manfaat di lingkungan masyarakat.

Salah satu upaya yang dapat diterapkan di Sekolah Dasar atau Madrasah

Ibtidaiyah yaitu dengan diberi pendidikan agama. Pendidikan agama

diselenggarakan di lembaga pendidikan atau sekolah bertujuan untuk

menumbuhkembangkan keimanan, ketakwaan dan berakhlak mulia kepada


10
Sri Wening, “Pendidikan Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Nilai”, Jurnal
Pendidikan Karakter, [Link], No. 1, Februari 2012, hlm. 56.
11
Kamni, “Implementasi Kebijakan Sekolah…, hlm. 121.

5
Allah SWT. Dengan demikian tujuan dan fungsi pendidikan agama adalah

sebagai realisasi dari cita-cita ajaran Islam, yang membawa misi

kesejahteraan manusia sebagai hamba Allah secara lahir dan batin di dunia

maupun akhirat. Menumbuhkembangkan kepada peserta didik di lembaga

pendidikan atau sekolah menjadi sangat penting, agar dikemudian hari peserta

didik dapat mengamalkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. 12

Satu mata pelajaran yang diajarkan tidak bisa berdiri sendiri dalam

meningkatkan pendidikan karakter bangsa, tetapi pendidikan karakter bangsa

tersebut diberikan oleh semua guru mata pelajaran. Penerapan pendidikan

karakter biasa diwujudkan melalui program pengembangan diri atau kegiatan

ekstra, contohnya melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, dan

keteladanan dari guru dan tenaga kependidikan di sekolah maupun madrasah.

An-Nahlawi menyatakan bahwa salah satu metode pendidikan dan pembinaan

akhlak adalah melalui pembiasaan diri dan pengalaman.13

Serupa dengan misi Rasulullah yang utama adalah untuk

menyempurnakan akhlak yang mulia. Seorang muslim dalam melakukan apa

saja harus didasari oleh akhlak mulia. Namun sementara ini yang sering

terjadi, bahwa masih terdapat pemisahan yang sedemikian tajam persoalan

agama dan persoalan kehidupan lain pada umumnya. Maka yang lahir adalah

kehidupan pribadi yang tidak utuh. Seolah-olah antara pasar sebagai upaya

mencari rezeki dianggap berbeda dari ketika ke masjid untuk shalat

12
Nasrullah, “Pendidikan Karakter Siswa Melalui Pendidikan Agama Islam”, Salam,
Vol.18, No.1, Juni 2015, hlm. 70.
13
Kamni, “Implementasi Kebijakan Sekolah …,hlm. 120.

6
berjamaah. Ke masjid dianggap mencari bekal di akhirat, sementara ke pasar

untuk mendapatkan rezeki untuk mencukupi kegiatan di dunia.14

Ibadah kepada Allah SWT merupakan suatu hal yang sangat penting,

karena Allah SWT adalah zat yang menciptakan manusia, bahkan dunia

seisinya. Allah SWT mewajibkan ibadah kepada umat manusia bukan untuk

kepentingan-Nya, melainkan untuk kebaikan kita sendiri, agar kita mencapai

derajat taqwa yang dapat menyucikan kita dari kesalahan dan kemaksiatan,

sehingga kita dapat keuntungan dengan keridhaan Allah SWT dan surga-Nya

serta dijauhkan dari api neraka dan adzab-Nya.

Salah satu ibadah yang penting adalah shalat. shalat berarti berharap

kepada Allah dan takut kepada-Nya serta menimbulkan keagungan, kebesaran

dan kesempurnaan kepada Allah SWT.15 Kedudukan shalat dalam Islam

sebagai ibadah yang menempati posisi penting yang tidak dapat digantikan

oleh ibadah apapun juga, shalat merupakan tiang agama yang mana ibadah

shalat dalam garis besarnya, dibagi kepada dua jenis, yaitu: pertama, shalat

yang difardhukan, dinamai maktubah; dan yang kedua, shalat yang tidak

difardlukan, dinamai shalat sunnah.16

Salah satu usaha yang diberikan oleh Sekolah atau madrasah untuk

membentuk karakter peserta didik dan memiliki akhlak yang baik, yaitu

dengan melakukan pembiasaan shalat berjamaah baik shalat sunnah maupun

14
Imam Suprayogo, Pengembangan Pendidikan Karakter (Malang: UIN Maliki Press,
2013), hlm. 21.
15
Zaitun dan Siti Habiba, “Implementasi Shalat Fardhu Sebagai Sarana Pembentuk
Karakter Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ahli Haji Tanjungpinang”, Jurnal Pendidikan
Agama Islam-Ta’lim, Vol.11, No.2, 2013, hlm.154.
16
Ibid.

7
wajib. Sekolah mapun madrasah memberikan kesempatan kepada peserta

didik untuk turut serta melakukan shalat bersama-sama. Sebab dengan

kebiasaan ini diharapkan peserta didik akan mengerti bahwa shalat itu

merupakan keharusan atau kewajiban bagi setiap umat Islam, bila dewasa

kelak menjadi tanggung jawab moral dalam melaksanakannya.

Dalam shalat jamaah memiliki dampak yang baik bagi peserta didik dan

guru dalam membentuk karakter peserta didik untuk lebih baik dan dapat

memiliki karakter yang disiplin. Shalat berjamaah banyak nilai-nilai

pendidikan yang sangat besar manfaatnya. Oleh karena itu, shalat berjamaah

yang dilakukan secara teratur dalam setiap hari terutama dilakukan dalam

lingkungan sekolah atau madrasah akan membawa dampak positif pada diri

peserta didik. Dalam shalat berjamaah banyak hikmah yang dapat diambil dan

dapat berpengaruh pada perilaku keagamaan peserta didik.

Dengan memperhatikan latar belakang di atas, MI Sultan Agung, Depok

Sleman sebagai salah satu madrasah yang berciri khas Islam memiliki

program keagamaan untuk menanamkan pendidikan karakter dan memberikan

latihan keagamaan, sehingga diharapkan nantinya para peserta didik akan

tumbuh menjadi peserta didik yang berkarakter. Dengan kegiatan tersebut,

peserta didik mampu mendalami dan menghayati pendidikan karakter

kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dilihat

dengan sikap yang ditunjukkan peserta didik terhadap guru maupun sikap

8
peserta didik lain ketika mengikuti pembelajaran.17 Kegiatan shalat berjamaah

ini bertujuan untuk mendidik peserta didik agar menjadi peserta didik yang

memiliki akhlak terpuji dan terhindar dari akhlak yang [Link] tetapi

untuk mewujudkan tujuan ini diperlukan usaha yang keras untuk menghimbau

peserta didik agar mau melaksanakan shalat berjamaah.

Salah satu usaha untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah dipaparkan

di atas, MI Sultan Agung, Babadan Baru, Depok Sleman menanamkan

pendidikan karakter yang dapat menyentuh ranah kognitif, afektif, dan

psikomotorik, agar peserta didik MI Sultan Agung Depok Sleman Yogyakarta

memiliki karakter yang lebih tinggi. Dalam membentuk karakter terhadap

peserta didik, salah satunya melalui rutinitas shalat berjamaah. Adapun

pembiasaan shalat berjamaah di MI Sultan Agung yaitu shalat Dhuha

berjamaah dan shalat Dhuhur berjamaah. Pembiasaan shalat berjamaah di MI

Sultan Agung dilaksanakan saat pelaksanaan shalat Dhuha berjamaah pada

pagi hari sebelum pembelajaran dimulai dan shalat Dhuhur dilaksanakan pada

sela-sela jam istrirahat. Shalat berjamaah diikuti peserta didik dari kelas III

(tiga) sampai kelas VI (enam) dengan antusias yang tinggi. Pada pelaksanaan

shalat Dhuha peserta didik datang lebih pagi sebelum shalat dhuha

dilaksanakan, sedangkan pelaksanaan shalat Dhuhur dilaksanakan disela-sela

jam istirahat setelah shalat berjamaah warga selesai.18

Peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah Sultan Agung memiliki karakter

yang cukup baik diantara sekolah atau madrasah lainnya. Berdasarkan


17
Observasi Program Keagamaan Dalam Membentuk Karakter di MI Sultan Agung,
Depok Sleman,Tanggal 20 Oktober 2017.
18
Ibid.

9
observasi, peneliti melihat perilaku peserta didik di MI Sultan Agung seperti

saling berjabat tangan setelah pelaksanaan shalat berjamaah, tenang saat

pembelajaran berlangsung, menghormati guru, dan yang menjadi ciri khas

adalah ketertiban peserta didik dalam hafalan surat-surat pendek dengan

metode Qiroati.19

Berdasarkan hasil wawancara oleh Bapak Mukhson, [Link].I selaku kepala

madrasah MI Sultan Agung Depok Sleman Yogyakarta, mengatakan bahwa

MI Sultan Agung adalah madrasah yang menjadikan kegiatan shalat

berjamaah sebagai rutinitas peserta didik di madrasah dengan tujuan

membentuk karakter. Bapak Mukhson selaku kepala madrasah

mengungkapkan, kegiatan shalat Dhuha di MI Sultan Agung dilaksanakan

setiap hari mulai pukul 06.30-07.00 WIB. Sedangkan shalat Dhuhur

berjamaah dilaksanakan pada pukul 12.00-12.30 WIB. Dengan harapan dapat

meningkatkan pemahaman tentang pendidikan agama dan menanamkan nilai-

nilai karakter peserta didik sesuai dengan visi dan misi di MI Sultan Agung.

Melalui shalat berjamaah, peserta didik diharapkan terbiasa melakukannya

dan dapat menerapkannya dikehidupan sehari-hari baik di lingkungan

madrasah maupun di rumah20

Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini penting dilakukan untuk

mengetahui pendidikan karakter atau nilai-nilai apa saja yang muncul

melalui pembiasaan shalat berjamaah (Dhuha dan Dhuhur) bagi peserta didik

19
Ibid.
20
Wawancara dengan Mukson, [Link].I Kepala Madrasah Ibtidaiyah Sultan Agung, Depok
Sleman, di Kantor Kepala Madrasah MI Sultan Agung, Tanggal 4 Desember 2017.

10
khususnya bagi peserta didik kelas V di MI Sultan Agung Depok Sleman

Yogyakarta.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, peneliti merumuskan beberapa

rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana proses pelaksanaan pembiasaan Shalat Berjamaah bagi peserta

didik kelas V di MI Sultan Agung Depok Sleman Yogyakarta?

2. Nilai-nilai pendidikan karakter apa saja yang dapat ditemukan pada

peserta didik kelas V melalui pembiasaan Shalat Berjamaah di MI Sultan

Agung Depok Sleman Yogyakarta?

3. Apa faktor pendukung dan penghambat dalam pendidikan karakter

melalui pembiasaan Shalat Berjamaah di MI Sultan Agung Depok Sleman

Yogyakarta?

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1. Tujuan Penelitian

a. Untuk mengetahui proses pelaksanaan pembiasaan Shalat Berjamaah

bagi peserta didik kelas V di MI Sultan Agung Depok Sleman

Yogyakarta.

b. Untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter apa saja yang dapat

ditemukan pada peserta didik kelas V melalui pembiasaan Shalat

Berjamaah di MI Sultan Agung Depok Sleman Yogyakarta.

c. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pendidikan

karakter melalui pembiasaan Shalat Berjamaah bagi peserta didik

11
kelas V di MI Sultan Agung, Babadan Baru Depok Sleman

Yogyakarta.

2. Kegunaan penelitian ini:

a. Kegunaan teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan

tentang pentingnya pendidikan karakter sejak dini melalui pembiasaan

Shalat Berjamaah di sekolah/madrasah.

b. Kegunaan praktis

1) Bagi Madrasah

Dapat menjadi bahan kajian dan evaluasi dalam pendidikan

karakter disiplin melalui kegiatan shalat Berjamaah di MI Sultan

Agung Depok Sleman Yogyakarta.

2) Bagi guru

Sebagai bahan pertimbangan dan sumber data guna perbaikan dan

peningkatan perannya dalam upaya pelaksanaan pendidikan

karakter di Sekolah atau Madrasah.

3) Bagi peneliti

Menambah wawasan tentang teori dan praktik pendidikan karakter

melalui kegiatan shalat berjamaah.

12
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian tentang pendidikan karakter dalam pembiasaan

Shalat Berjamaah bagi peserta didik kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Sultan

Agung Depok Sleman Yogyakarta yang telah dijelaskan dalam bab-bab

sebelumnya pada skripsi ini, maka peneliti dapat mengambil simpulan

sebagai berikut:

1. Pelaksanaan pembiasaan shalat berjamaah di Madrasah Ibtidaiyah

Sultan Agung Depok Sleman Yogyakarta adalah salah satu kegiatan

intrakurikuler yang merupakan kewajiban bagi setiap peserta didik

khususnya untuk kelas III, IV, V dan VI. Pembiasaan shalat berjamaah

di MI Sultan Agung dilakukan dua kali yaitu shalat Dhuha dan

Dhuhur. Kegiatan shalat Dhuha dilaksanakan setiap hari mulai pukul

06.30-07.00 WIB dan shalat Dhuhur setiap hari dilaksanakan pada

pukul 12.30-12.45 WIB.

Berkenaan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut, untuk

mengontrol aktifitas peserta didik, madrasah memberlakukan absensi

kegiatan, sehingga peserta didik merasa kegiatan tersebut penting dan

enggan untuk tidak mengikutinya. Absensi tersebut juga dimasukkan

rapot sehingga menambah semangat peserta didik berpartisipasi dalam

kegiatan itu.

113
Terkait pelaksanaan kegiatan, kepala madrasah mensyaratkan bagi

guru yang bertugas memimpin kegiatan tersebut sesuai jadwal, supaya

hadir lebih awal dan dapat mengondisikan peserta didik. Guru

pendamping tersebut bertugas mendampingi dan mengawasi perilaku

peserta didik saat shalat berjamaah sedang berlangsung.

2. Nilai-nilai karakter yang terkandung dalam pembiasaan shalat

berjamaah baik Dhuha maupun Dhuhur bagi peserta didik kelas V di

Madrasah Ibtidaiyah Sultan Agung Depok Sleman Yogyakarta

meliputi 9 karakter yaitu: religius, jujur, disiplin, kerja keras, mandiri,

bersahabat/komunikatif, gemar membaca, peduli sosial, dan tanggung

Jawab.

3. Faktor pendukung dalam pembiasaan shalat berjamaah bagi peserta

didik kelas V Madrasah Ibtidaiyah Sultan Agung Depok Sleman

Yogyakarta, meliputi: adanya presensi shalat, tersedianya fasilitas

masjid yang sudah layak untuk digunakan, madrasah menyediakan

buku Yasin untuk pelaksanaan shalat Dhuha, dukungan atau respon

dari orang tua dengan diadakannya shalat berjamaah.

Sedangkan faktor penghambat dalam pembiasaan shalat berjamaah

di madrasah Ibtidiyah Sultan Agung Depok Sleman Yogyakarta

meliputi: belum seimbang antara jumlah peserta didik dan pendamping

kegiatan, kesadaran guru dalam mendampingi peserta didik dan

terkadang guru pendamping terlambat, peserta didik sering bercanda

berlebih terhadap temannya dalam kegiatan, pada peserta didik yang

114
terlambat, sehingga mengurangi tingkat konsentrasi peserta didik yang

lain, tingkat kekhusyu’an peserta didik masih rendah.

B. Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini yang berjudul “Pendidikan Karakter melalui

Pembiasaan Shalat Berjamaah bagi peserta didik kelas V di MI Sultan

Agung” masih terdapat kekurangan karena keterbatasan penelitian.

Keterbatasan tersebut meliputi:

1. Peneliti mengalami kesulitan dalam observasi pembiasaan shalat

berjamaah di masjid khususnya untuk mengamati kelas V. Hal ini

dikarenakan shaf yang diacak atau dicampur dari kelas III sampai kelas

VI. Sehingga peneliti harus menghafal satu persatu peserta didik

khususnya kelas V.

2. Dalam observasi peneliti tidak bisa mengamati satu hari penuh dalam

shalat berjamaah, akan tetapi secara bergantian terlebih dahulu yakni

satu minggu pengamatan pertama shalat Dhuha terlebih dahulu

kemudian shalat Dhuhur. Hal ini dikarenakan adanya agenda dari

pihak madrasah yang tidak memungkinkan untuk melakukan

pengamatan.

C. Saran

1. Kepala Madrasah hendaknya dapat memberikan fasilitas/sarana

pembelajaran yang memunkinkan dapat mendukung untuk

meningkatkan kualitas pembelajaran itu sendiri.

115
2. Dalam pelaksanaan shalat berjamaah, guru pendamping hendaknya

lebih bertanggung jawab dan disiplin karena hal tersebut menentukan

tercapainya tujuan kegiatan shalat berjamaah. Dengan bertanggung

jawab dan disiplin yang tinggi maka dalam pengondisian peserta didiik

akan lebih efektif dan dapat membentuk karakter.

3. Guru pendamping seharusnya bekerjasama dalam mengarahkan dan

mengatur peserta didik agar tujuan dari kegiatan shalat berjamaah

dapat tercapai.

4. Peserta didik diharapkan dapat lebih mematuhi tata tertib kegiatan

shalat berjamaah baik shalat Dhuha maupun Dhuhur.

116
Daftar Pustaka

Al Qahthani, Abu Abdillah Musnid , empat puluh Manfaat Shalat Berjamaah ,


Jakarta: Yayasan al-Sofwa, 1997.

Amri, Burhanudin, “Perilaku Keagamaan Peserta didik Sebagai Dampak dari Shalat
Berjamaah (Studi Kasus Program Penunjang Aspek Afektif PAI) di SD NU
Sleman Ypgyakarta”, Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2015.

Asmani, Jamal Ma’mur , Buku Panduan Internalisasi Pendidikan Karakter di


Sekolah, Yogyakarta: Diva Press, 2011.

Az-Zuhaili, Wahbah, Penerjemah Abdul hayyie al-Kattani, Fiqih Islam 2, Jakarta:


Gema Insani, 2010.

Bungin, Burhan, Realitas Sosial dan Data Kualitatif, Edisi Pertama Cetakan ke-2,
Jakarta: Kencana, 2008.
Daryanto dan Darmiatun, Suryatri, Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah,
Yogyakarta, Gava Media, 2013.

Fadlillah, Muhammad dan Khorida, Lilif Mualifatu, Pendidikan Karakter Anak Usia
Dini: Konsep & Aplikasinya dalam PAUD, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media,
2013.

Fathurrohman, Pupuh dkk, Pengembangan Pendidikan Karakter, Bandung: Riefika


Aditama, 2013.

Fitri, Agus Zaenul , Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Etika di Sekolah,
Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2012.

Fitri, Ayuk, “Sadis, Anak Sd Sadi Korban Bully Teman Sebayanya Hingga Tewas,
Telinga Korban Disumbat Pakai Ini”, dalam laman
[Link] diunduh tanggal 16 Desember
2017 pukul 22.09 WIB.

Gunawan, Heri, Pendidikan Karakter Konsep dan Implementasi, Bandung: Alfabeta,


2012.

117
Hakim, Dhikrul, “Implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di Sekolah”, Jurnal Studi
Islam, Vol. 5, No. 2, ISSN: 1978-306X; 145-168, Oktober 2014.

Haryanto, Sentot , Psikologi Shalat Kajian Aspek-Aspek Psikologis Ibadah Shalat,


Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2007.

Kamni, “Implementasi Kebijakan Sekolah Dalam Upaya Pengembangan Pendidikan


Karakter melalui Program Pembiasaan Sholah Dhuhur Berjamaah”, Jurnal
Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, Vol. 2, No.2, Juli 2014.

Kesuma, Dharma, Pendidikan Karakter kajian Teori dan Praktik di Sekolah,


Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011.

Kholidah, Umi, “Pendidikan Karakter dalam Sistem Boarding Schooll di MAN


Wonosari Gunung Kidul”, Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas
Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2011.

Maemonah, “Pendidikan Karakter pada Materi PAI Dalam Pembentukan Manusia


Berkualitas”, Jurnal Pendidikan Dasar Islam, Vol. 7, No. 1, ISSN : 2085-
0034, Juni 2015.

Mahmud, Choirul, Pendidikan Multikultural, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2010.

Majid, Abdul dan Andayani, Dina , Pendidikan Karakter Perspektif Islam, Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2011.

Makhdlori, Muhammad , Menyingkap Mukjizat Shalat Berjamaah, Jogjakarta: Diva


Press, 2007.

Margono, S. , Metode Penelitian Pendidikan: Komponen MKDK, Jakarta: Rineka


Cipta, 2010.

Masturin, “ Implementasi Pendidikan Karakter di Madrasah/Sekolah”, Jurnal


Pendidikan Dasar Islam, Vol. 7, No. 1, ISSN : 2085-0034, Juni 2015.

Moleong, Lexy J, Metodelogi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya,


2007.

Mulia, Siti Musdah , Karakter Manusia Indonesia, Bandung: Nuansa Cendekia,


2013.

Mulyasa, Manajemen Pendidikan Karakter, Jakarta: Bumi Aksara, 2013.

118
Musbikin, Imam , Misteri Shalat Berjama’ah Bagi kesehatan Fisik dan Psikis,
Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2007.

Muslich, Masnur, Pendidikan Karakter Menjawab Tantangan Krisis


Multidimensional, Jakarta: Bumi Aksara, 2011.

Nasrullah, “Pendidikan Karakter Siswa Melalui Pendidikan Agama Islam”, Salam,


Vol.18, No.1, Juni 2015.

Putra, Nusa, Metode Penelitian Kualitatif Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers, 2013.

Rachman, M. Fauzi , Shalat For Character Building: Buat Apa Shalat Kalau Akhlak
Tidak Menjadi Lebih Baik, Bandung: Mizania, 2007.

Raco, Metode Penelitian Kualitatif , Jakarta: Gramedia, 2010.

Raswad, Myr, 27 Keutamaan Shalat Berjama’ah di Masjid, Jakarta: Pustaka Al-


Kautsar, 2011.

Sabiq, Sayyid Fiqih Shalat Panduan lengkap Shalat Seperti Nabi, Zaenal Muttaqin,
Terjemahan, Bandung: Penerbit Jabal, 2012.

Saitya, Ida Ayu Grhamtika, “Upaya Meredam Aksi Kriminalitas”, dalam laman
[Link]
7 diunduh tanggal 16 Desember 2017 pukul 22.30 WIB.

Samani, Muchlas dan Hariyanto, Konsep dan Model Pendidikan Karakter, Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2013.

Santosa, Sedya dan Hikmah, Afroh Nailil, “Upaya Pembentukan Karakter Siswa
melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SDIT Salsabila Klaseman
Sinduharjo Ngaglik Sleman”, Jurnal Pendidikan Dasar Islam, Vol. 7, No. 1,
ISSN : 2085-0034, Juni 2015.

Sholikin, Muhammad, The Miracle Of Shalat Mengungkap Kedahsyatan Energi


Shalat, Jakarta: Erlangga, 2011.

Soleh, Moh, “Pembiasaan Shalat Berjamaah Dalam Pembinaan Akhlak Peserta didik
Kelas 4 di MI Ma’Arif Candran Yogyakarta”, Skripsi, Jurusan Pendidikan
Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta, 2013.

Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif,, Bandung: Alfabeta, 2007.

119
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D, Bandung: Alfabeta, 2009.

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan


R&D, Bandung: Alfabeta, 2012.

Sukmadinata, Nana Syaodih , Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Remaja


Rosdakarya, 2009.

Suparman, Deden, “Pembelajaran Ibadah Shalat Dalam Perspektif Psikis dan


Medis”, ISSN 1979-8911, [Link], No.2, Juli 2015.

Suprayogo, Imam, Pengembangan Pendidikan Karakter, Malang: UIN Maliki Press,


2013.

Suyadi, Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter, Bandung: Remaja Rosdakarya,


2013.

Trianto, Pengantar Penelitian Pendidikan bagi Pengembangan Profesi Pendidikan


dan Tenaga Kependidikan, Jakarta: Kencana, 2010.

Wening, Sri, “Pendidikan Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Nilai”, Jurnal


Pendidikan Karakter, [Link], No. 1, Februari 2012.

Wibowo, Agus, Pendidikan Karakter: Strategi Membangun Karakter Bangsa


Peradaban, Yogyakarta: Pustaka Pelajara, 2012.

Wibowo, Agus, Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah,


Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.

Yaumi, Muhammad, Pendidikan Karakter: Landasan, Pilar, dan Implementasi,


Jakarta: Prenadamedia Group, 2014.

Zaitun dan Habiba, Siti, “Implementasi Shalat Fardhu Sebagai Sarana Pembentuk
Karakter Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ahli Haji Tanjungpinang”,
Jurnal Pendidikan Agama Islam-Ta’lim, Vol.11, No.2, 2013.

Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter: Konsep dan Aplikasinya dalam Lembaga


Pendidikan, Jakarta: Kencana, 2011.

120
Daftar Narasumber

Everest, Azzahra Citra, Peserta didik kelas V MI Sultan Agung.

Hidayatullah, Syarif, Koordinator Shalat Dhuha di MI Sultan Agung.

Krisnawati Inda, Peserta didik kelas V MI Sultan Agung.

Maulida, Salah satu orang tua kelas V MI Sultan Agung.

Mukhson, Kepala MI Sultan Agung Depok Sleman Yogyakarta.

Pratama, Firman Aditya, Peserta didik kelas V MI Sultan Agung.

Pratiwi, Septi Kurnia , Salah satu orang tua kelas V MI Sultan Agung.

Sukarti, Koordinator guru pendamping shalat berjamaah.

Suryanti, Wali kelas VB MI Sultan Agung.

Wicaksono, Arif Bima, Peserta didik kelas V MI Sultan Agung.

121
Lampiran I

PEDOMAN WAWANCARA
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBIASAAN SHALAT
BERJAMAAH BAGI PESERTA DIDIK KELAS V DI MI SULTAN AGUNG
Hari/tanggal :
Narasumber : Kepala Madrasah

1. Menurut anda, apakah yang dimaksut Pendidikan Karakter?


2. Bagaimana perilaku secara umum peserta didik baik terhadap kepala
madrasah, guru, karyawan serta peserta didik yang lain?
3. Sejak kapan mulai diadakannya kegiatan Shalat Berjamaah di MI Sultan
Agung ?
4. Apa tujuan diadakannya pelaksanaan Shalat berjamaah di MI Sultan Agung,
Babadan Baru Sleman ?
5. Upaya apa saja yang dapat membentuk karakter peserta didik khususnya
melalui shalat berjamaah?
6. Aturan apa saja yang diterapkan untuk membentuk karakter disiplin bagi
peserta didik?
7. Bagaimana perilaku peserta didik dalam melaksanakan shalat berjamaah?
8. Bagaimana upaya sekolah dalam mendukung pembentukan karakter peserta
didik MI Sultan Agung?
9. Adakah nilai-nilai karakter dalam pembiasaan shalat berjamaah ini?
10. Apa saja faktor pendukung dalam upaya pembentukan karakter peserta didik
melalui pembiasaan shalatr berjamaah?
11. Apa saja faktor penghambat apa yang dihadapi dalam kegiatan Shalat Dhuha
dan Dhuhur Berjamaah di MI Sultan Agung ?

Narasumber : Imam Shalat Dhuha


1. Menurut anda, apakah yang dimaksut Pendidikan Karakter?

122
2. Bagaimana perilaku secara umum peserta didik baik terhadap kepala
madrasah, guru, karyawan serta peserta didik yang lain?
3. Sejak kapan mulai diadakannya kegiatan Shalat Berjamaah di MI Sultan
Agung ?
4. Apa tujuan diadakannya pelaksanaan Shalat berjamaah di MI Sultan Agung,
Babadan Baru Sleman ?
5. Upaya apa saja yang dapat membentuk karakter peserta didik khususnya
melalui shalat berjamaah?
6. Aturan apa saja yang diterapkan untuk membentuk karakter disiplin bagi
peserta didik?
7. Bagaimana perilaku peserta didik dalam melaksanakan shalat berjamaah?
8. Bagaimana upaya sekolah dalam mendukung pembentukan karakter peserta
didik MI Sultan Agung?
9. Adakah nilai-nilai karakter dalam pembiasaan shalat berjamaah ini?
a. Bagaimana pembentukan/penanaman nilai religius pada pembiasaan shalat
berjamaah?
b. Bagaimana pembentukan/penanaman nilai disiplin pada pembiasaan shalat
berjamaah?
c. Bagaimana pembentukan/penanaman nilai kerja keras pada pembiasaan
shalat berjamaah?
d. Bagaimana pembentukan/penanaman nilai bersahabat pada pembiasaan
shalat berjamaah?
e. Bagaimana pembentukan/penanaman nilai peduli sosial pada pembiasaan
shalat berjamaah?
f. Bagaimana pembentukan/penanaman nilai tanggung jawab pada
pembiasaan shalat berjamaah?
10. Apa saja faktor pendukung dalam upaya pembentukan karakter peserta didik
melalui pembiasaan shalatr berjamaah?
11. Apa saja faktor penghambat apa yang dihadapi dalam kegiatan Shalat Dhuha
dan Dhuhur Berjamaah di MI Sultan Agung ?

123
Narasumber : Peserta didik
1. Menurut anda, apakah yang dimaksut Pendidikan Karakter?
2. Bagaimana perasaan saudara selama bersekolah di MI Sultan Agung Babadan
Baru, Sleman Yogyakarta?
3. Bagaimana perilaku secara umum peserta didik baik terhadap kepala
madrasah, guru, karyawan serta peserta didik yang lain?
4. Apakah peserta didik sudah melaksanakan aturan yang baik di Madrasah?
5. Bagaimana perilaku peserta didik dalam melaksanakan shalat berjamaah?
6. Apakah kamu tahu tentang nilai-nilai karakter?
7. Nilai karakter apa saja yang didapatkan dalam pembiasaan shalat berjamaah?
a. Religius
1) Apakah kamu tahu tentang nilai religius?
2) Bagaimana minat kamu dalam mengikuti shalat berjamaah?
3) Bagaimana kekhusyukanmu dalam melaksanakan shalat jamaah?
b. Disiplin
1) Apakah kamu tahu tentang nilai disiplin?
2) Dalam shalat berjamaah apakah kamu diajarkan untuk bersikap
disiplin?
3) Dalam mengikuti shalat berjamaah apakah diharuskan untuk tertib dan
tidak gaduh?
4) Apa kamu datang ke masjid tepat waktu untuk mengikuti shalat
berjamaah?
5) Apakah kamu menjalankan shalat secara tertib dan benar?
6) Apakah kamu berpakaian sopan dan rapi (menuturpi aurat) dalam
shalat ?
7) Apakah kamu selalu membawa perlengkapan shalat dan buku
doa/yasin untuk berdoa setelah shalat?
8) Apakah kamu mengikuti gerakan imam sesuai dengan gerakan dan
urutannya?

124
c. Kerja keras
1) Apakah kamu tentang nilai karakter kerja keras?
2) Apakah kamu bersegera menuju ke masjid dengan tujuan dapat
menjalankan shalat wajib maupun sunnah berjamaah dengan tepat
waktu?
3) Apakah kamu dapat dengan mudah menghafal bacaan doa setelah
shalat berjamaah?
d. Bersahabat
1) Apakah kamu tentang nilai karakter bersahabat?
2) Apakah kamu dapat berbagi tempat saat pelaksanaan shalat jamaah
dimulai?
3) Apakah kamu mengajari teman yang belum bisa doa-doa shalat?
4) Apakah kamu suka mengajak teman untuk menunaikan shalat
berjamaah di sela-sela jam istirahat?
e. Peduli sosial
1) Apakah kamu tentang nilai karakter peduli sosial?
2) Dalam shalat berjamaah apakah kamu diajarkan untuk peduli sosial?
3) Apakah kamu mau meminjamkan kepada teman jika ada yang tidak
membawa alat shalat?
f. Tanggung jawab
1) Apakah kamu tentang nilai karakter tanggung jawab?
2) Apakah dalam shalat berjamaah kamu diajarkan untuk tanggung
jawab?
3) Apakah kamu selalu merapikan kembali alat shalat dengan rapid dan
menyimpannya dengan benar?
4) Apakah kamu bertanggung jawab menjaga fasilitas yang ada di
masjid?
5) Apakah kamu selalu menjaga sikap agar tidak mengganggu
kekhusyukan teman yang lain?

125
Narasumber : Guru Kelas
1. Menurut anda, apakah yang dimaksut Pendidikan Karakter?
2. Bagaimana perilaku secara umum peserta didik baik terhadap kepala
madrasah, guru, karyawan serta peserta didik yang lain?
3. Bagaimana perilaku peserta didik dalam pembelajaran di kelas?
4. Bagaimana upaya sekolah dalam mendukung pembentukan karakter peserta
didik MI Sultan Agung?
5. Apa contoh teladan yang anda beri untuk peserta didik dalam membentuk
karakter peserta didik?
6. Bagaimana perilaku peserta didik dalam melaksanakan shalat berjamaah?
7. Adakah nilai-nilai karakter dalam pembiasaan shalat berjamaah ini?
8. Apa saja faktor pendukung dalam upaya pembentukan karakter peserta didik
melalui pembiasaan shalatr berjamaah?
9. Apa saja faktor penghambat apa yang dihadapi dalam kegiatan Shalat Dhuha
dan Dhuhur Berjamaah di MI Sultan Agung ?

126
LAMPIRAN II

Catatan Lapangan 1

Metode Pengumpulan Data : Observasi

Hari, Tanggal : Senin, 29 Januari 2018

Waktu : 06.15 WIB (Shalat Dhuha)

Lokasi : Masjid MI Sultan Agung

Sumber Data : Bapak Syarif

Deskripsi Data:

Observasi ini adalah pertama kalinya peneliti melakukan observasi pada


pelaksanaan Shalat Dhuha Berjamaah. Peneliti melakukan pengamatan langsung pada
kegiatan Shalat Dhuha Berjamaah hari Sabtu dan sekaligus mengawali penelitian
observasi.

Dari hasil observasi terungkap bahwa pada kegiatan Shalat Dhuha Berjamaah
di MI Sultan Agung diikuti dari kelas III (tiga) sampai IV (enam). Kegiatan
dilaksanakan pukul 06.30-07.00 WIB. Pada pukul 06.15 peserta didik sudah mulai
tiba di sekolah, dan pada pukul 06.26 selaku koordinator kegiatan Shalat Dhuha
sekaligus Imam Shalat Dhuha mulai mengintruksikan peserta didik untuk bersiap-
siap masuk masjid dan memulai membaca shalawat sebelum shalat dhuha dimulai.
Rutinitas sebelum shalat dimulai Pak Syarif mengajak peserta didik untuk membaca
surat yasin dahulu. Pak Syarif memulai shalat dengan disiplin dan tegas, peserta didik
mengikuti dengan khusyu’ serta tertib dan tidak gaduh dalam shalat.

Pukul 06.55 shalat selesai, kemudian dilanjutkan dengan membaca asmaul


husna dan doa setelah shalat dhuha. Pak Syarif mengajak peserta didik untuk
mengangkat kedua tangannya dalam berdoa. Setelah shalat dhuha selesai peserta
didik merapikan alat shalatnya dan bersalam-salaman.

Interprestasi :

Guru membiasakan peserta didik untuk berangkat awal agar peserta didik
melatih kedisiplinan peserta didik dan dapat menghagai waktu.

127
Catatan Lapangan 2

Metode Pengumpulan Data : Observasi

Hari, Tanggal : Kamis, 01 Februari 2018

Waktu : 06.15 WIB (Shalat Dhuha)

Lokasi : Masjid MI Sultan Agung

Sumber Data : Bapak Syarif

Deskripsi Data:

Observasi ini adalah kedua kalinya peneliti melakukan observasi pada


pelaksanaan Shalat Dhuha Berjamaah. Peneliti melakukan pengamatan langsung pada
kegiatan Shalat Dhuha Berjamaah hari Kamis pukul 06.30-0Dari hasil observasi
terungkap bahwa pada kegiatan Shalat Dhuha Berjamaah di MI Sultan Agung diikuti
dari kelas III (tiga) sampai IV (enam). Kegiatan dilaksanakan pukul 06.30-07.00
WIB. Pada penelitian kedua, peneliti mengamati langsung berjalannya pembiasaan
shalat dhuha di pagi hari. Peserta didik mengikuti dengan tenang dan tidak gaduh,
pada pelaksanaan shalat dimulai, peserta didik sudah berada di dalam masjid dan siap
untuk mengikuti. Peneliti melihat terdapat peserta didik (kelas V) yang berbagi shaf
kepada peserta didik lain (kelas III).

Dalam pelaksanaan Shalat Dhuha, pak Syarif selaku imam sekaligus


koordinator sangat tegas dengan kedisiplinan, seperti menegur bagi anak yang tidak
tertib dan memberi hukuman seperti menambah rakaat shalat dhuha untuk anak
tersebut yang tidak patuh. Setelah shalat selesai, pak Syarif mengajak peserta didik
mengangkat kedua tangannya untuk berdoa bersama-sama.

Interprestasi :

Strategi dan metode untuk menanamkan nilai karakter pada peserta didik yaitu
dengan keteladanan dan pembiasaan.

128
Catatan Lapangan 3

Metode Pengumpulan Data : Observasi

Hari, Tanggal : Jumat, 02 Februari 2018

Waktu : 06.15 WIB (Shalat Dhuha)

Lokasi : Masjid MI Sultan Agung

Sumber Data : Bapak Syarif

Deskripsi Data:

Observasi ini adalah penelitian ketiga kalinya peneliti melakukan observasi


pada pelaksanaan Shalat Dhuha Berjamaah.

Dari hasil observasi terungkap bahwa pada kegiatan Shalat Dhuha Berjamaah
di MI Sultan Agung diikuti dari kelas III (tiga) sampai IV (enam). Kegiatan
dilaksanakan pukul 06.30-07.00 WIB. Pada pukul 06.15 peserta didik sudah mulai
tiba di sekolah, dan pada pukul 06.26 selaku koordinator kegiatan Shalat Dhuha
sekaligus Imam Shalat Dhuha mulai mengintruksikan peserta didik untuk bersiap-
siap masuk masjid dan memulai membaca shalawat sebelum shalat dhuha dimulai.
Rutinitas sebelum shalat dimulai Pak Syarif mengajak peserta didik untuk membaca
surat yasin dahulu. Pak Syarif memulai shalat dengan disiplin dan tegas, peserta didik
mengikuti dengan khusyu’ serta tertib dan tidak gaduh dalam shalat.

Interprestasi :

Guru membiasakan peserta didik untuk berangkat awal agar peserta didik
melatih kedisiplinan peserta didik dan dapat menghagai waktu.

129
Catatan Lapangan 4

Metode Pengumpulan Data : Observasi

Hari, Tanggal : Senin, 05 Februari 2018

Waktu : 06.15 WIB (Shalat Dhuha)

Lokasi : Masjid MI Sultan Agung

Sumber Data : Bapak Syarif

Deskripsi Data:

Observasi ini adalah keempat kalinya peneliti melakukan observasi pada


pelaksanaan Shalat Dhuha Berjamaah. Peneliti melakukan pengamatan langsung pada
kegiatan Shalat Dhuha Berjamaah hari Kamis pukul 06.30-07.00 WIB. Dari hasil
observasi, peneliti mengamati perilaku peserta didik pada hari ini tidak seperti hari-
hari biasanya, yaitu sedikit gaduh. Kegaduhan disebabkan oleh kelas VI yang
berbicara sendiri saat membaca yasin, Pak Syarif memberikan hukuman kepada
beberapa peserta didik kelas VI dengan duduk jongkok. Dalam pelaksanaan Shalat
Dhuha, pak Syarif selaku imam sekaligus koordinator sangat tegas dengan
kedisiplinan, seperti menegur bagi anak yang tidak tertib dan memberi hukuman
seperti menambah rakaat shalat dhuha untuk anak tersebut yang tidak patuh. Setelah
shalat selesai, pak Syarif mengajak peserta didik mengangkat kedua tangannya untuk
berdoa bersama-sama.

Interprestasi :

Strategi dan metode untuk menanamkan nilai karakter pada peserta didik yaitu
dengan keteladanan dan pembiasaan.

130
Catatan Lapangan 5

Metode Pengumpulan Data : Observasi

Hari, Tanggal : Kamis, 08 Februari 2018

Waktu : 06.15 WIB (Shalat Dhuha)

Lokasi : Masjid MI Sultan Agung

Sumber Data : Bapak Syarif

Deskripsi Data:

Observasi ini peneliti melihat Authar dan teman-temannya yaitu kelas VB


sedang menunggu di depan masjid sebelum pukul 07.00 WIB. Mereka menaruh
sepatu dengan rapi agar nantinya setelah pelaksanaan shalat selesai tidak bingung
mencarinya. Setelah pak Syarif memberi intruksi untuk masuk ke dalam masjid,
mereka bersama-sama bersegera menuju ke dalam masjid untuk mengikuti. Pada
observasi ini, peneliti mengamati ketenangan peserta didik dalam pembiasaan shalat
dhuha di pagi hari dengan bimbingan dari pak Syarif, dan pada pengamatan kelima
peserta didik mengikuti shalat dengan tenang tidak gaduh.

Interprestasi :

Membiasakan atau menumbuhkan kepada peserta didik untuk


bertanggungjawab atas kewajibannya sendiri.

131
Catatan Lapangan 6

Metode Pengumpulan Data : Observasi

Hari, Tanggal : Jumat, 09 Februari 2018

Waktu : 06.15 WIB (Shalat Dhuha)

Lokasi : Masjid MI Sultan Agung

Sumber Data : Bapak Syarif

Deskripsi Data:

Di pengamatan shalat dhuha terakhir peserta didik megikuti dengan tenang


dan didampingi oleh beberapa guru. Peneliti mengamati saat berlangsungnya
membaca surat Yasin sebelum melakukan shalat, terdapat peserta didik yang tidak
membawa buku yasin. Kemudian pak Syarif memperingatkan kepada pesereta didik
yang membawa buku yasin untuk saling berbagi dengan membaca bersama-sama atau
dengan meminjamkan kepada temannya yang tidak membawa. Peneliti melihat
peserta didik saling berbagi untuk membaca surat yasin bersama-sama dengan tenang.

Interprestasi :

Mengajarkan untuk saling tolong menolong dan berbagi dengan yang lain
termasuk salah satu membentuk karakter peserta didik.

132
Catatan Lapangan 7

Metode Pengumpulan Data : Observasi

Hari, Tanggal : Senin, 12 Februari 2018

Waktu : 12.30 WIB (Shalat Dhuhur)

Lokasi : Masjid MI Sultan Agung

Sumber Data : Bapak Giman

Deskripsi Data:

Observasi kedua ini masih dilaksanakan di hari yang sama dengan observasi
sebelumnya namun observasi kedua ini mengamati kegiatan shalat dhuhur berjamaah
yang dilaksanakan pada jam istirahat kedua pukul 12.30 setelah shalat berjamaah
warga setempat dilaksanakan. Pelaksanaan shalat dhuhur diimami oleh Bapak Gimam
wali kelas IIIA, dengan guru pendamping untuk menertibkan peserta didik dalam
mengikuti shalat berjamaah.

Dari hasil pengamatan kedua, peneliti menemukan terdapat beberapa peserta


didik yang telat dalam megikuti shalat, akan tetapi Pak Mukhson memberikan
hukuman kepada 2 peserta didik tersebut untuk shalat sendiri dan menghafal beberapa
surat-surat pendek. Peserta didik mengikuti dengan tenang. Setelah shalat dhuhur
selesai, Imam mengajak peserta didik untuk shalat sunnah sebanyak 2 rakaat.

Interprestasi :

Guru memberikan hukuman yang dapat membangun kesadaran peserta didik


untuk lebih disiplin.

133
Catatan Lapangan 8

Metode Pengumpulan Data : Observasi

Hari, Tanggal : Selasa, 13 Februari 2018

Waktu : 12.30 WIB (Shalat Dhuhur)

Lokasi : Masjid MI Sultan Agung

Sumber Data :

Deskripsi Data:

Pada Observasi kali ini peneliti mengamati pembiasaan shalat dhuhur di


masjid Sultan Agung pada pukul 12.30 di sela-sela istirahat peserta didik mengambil
air wudhu dan bersiap-siap untuk mengikuti shalat dhuhur berjamaah. Shalat
dipimpin oleh pak Giman yaitu wali kelas IIIA yang memang sudah terjadwal.
Setelah shalat dhuhur selesai, kemudian dilanjutkan untuk melaksanakan shalat
sunnah yang juga diimami oleh pak Giman. Setelah shalat selesai, peserta didik
bersalaman dengan guru maupun teman sesama. Kemudian peserta didik kembali ke
kelas masing-masing dan menunggu bel berbunyi untuk melanjutkan pelajaran
kembali.

Interprestasi:

Membiasakan anak untuk bersegera menuju masjid saat kegiatan shalat


berjamaah dimulai.

134
Catatan Lapangan 9

Metode Pengumpulan Data : Observasi

Hari, Tanggal : Rabu, 14 Februari 2018

Waktu : 06.15 WIB (Shalat Dhuhur)

Lokasi : Masjid MI Sultan Agung

Sumber Data :

Deskripsi Data:

Kegiatan shalat dhuhur di masjid Sultan Agung ini dilaksanakan setelah shalat
berjamaah warga selesai. Shalat berjamaah warga dengan peserta didik memang
sengaja dipisah agar tidak mengganggu ketenangan warga sekitar yang sedang
melaksanakan shalat. Masjid sultan Agung memang tempat ibadah umum dan untuk
siapa saja yang ingin beribadah disana. Fasilitas masjid di MI Sultan Agung sudah
layak untuk digunakan dalam shalat berjamaah, seperti serambi yang cukup luas
sehiingga cukup untuk digunakan shalat peserta didik, terdapat tempat wudhu putra
dan putri yang dipisahkan peralatan shalat yang lengkap.

Interprestasi:

Memberikan fasilitas yang baik untuk penunjang pendidikan karakter melalui


shalat berjamaah.

135
Catatan Lapangan 10

Metode Pengumpulan Data : Observasi

Hari, Tanggal : Kamis, 15 Februari 2018

Waktu : 12.30 WIB (Shalat Dhuhur)

Lokasi : Masjid MI Sultan Agung

Sumber Data :

Deskripsi Data:

Observasi ini dilaksanakan pukul 12.30 setelah shalat berjamaah warga


setempat dilaksanakan. Pelaksanaan shalat dhuhur diimami oleh Bapak Gimam wali
kelas IIIA, dengan guru pendamping untuk menertibkan peserta didik dalam
mengikuti shalat berjamaah. Dari hasil pengamatan, peneliti menemukan terdapat
beberapa peserta didik yang mengajak temannya untuk melaksanakan shalat dhuhur
berjamaah di sela-sela mereka sedang istirahat.

136
Catatan Lapangan 11

Metode Pengumpulan Data : Observasi

Hari, Tanggal : Sabtu, 17 Februari 2018

Waktu : 06.15 WIB (Shalat Dhuhur)

Lokasi : Masjid MI Sultan Agung

Sumber Data :

Deskripsi Data:

Pada Observasi kali ini peneliti mengamati pembiasaan shalat dhuhur di


masjid Sultan Agung pada pukul 12.30 di sela-sela istirahat peserta didik mengambil
air wudhu dan bersiap-siap untuk mengikuti shalat dhuhur berjamaah. Shalat
dipimpin oleh pak Giman yaitu wali kelas IIIA yang memang sudah terjadwal.
Setelah shalat dhuhur selesai, kemudian dilanjutkan untuk melaksanakan shalat
sunnah yang juga diimami oleh pak Giman. Setelah shalat selesai, peserta didik
bersalaman dengan guru maupun teman sesama. Kemudian peserta didik kembali ke
kelas masing-masing dan menunggu bel berbunyi untuk melanjutkan pelajaran
kembali.

137
Catatan Lapangan 12

Metode Pengumpulan Data : Observasi

Hari, Tanggal : Senin, 19 Februari 2018

Waktu : 12.30 WIB (Shalat Dhuhur)

Lokasi : Masjid MI Sultan Agung

Sumber Data :

Deskripsi Data:

Pada Observasi kali ini peneliti mengamati pembiasaan shalat dhuhur di


masjid Sultan Agung pada pukul 12.30 di sela-sela istirahat peserta didik mengambil
air wudhu dan bersiap-siap untuk mengikuti shalat dhuhur berjamaah. Shalat
dipimpin oleh pak Giman yaitu wali kelas IIIA yang memang sudah terjadwal.
Setelah shalat dhuhur selesai, kemudian dilanjutkan untuk melaksanakan shalat
sunnah yang juga diimami oleh pak Giman. Setelah shalat selesai, peserta didik
bersalaman dengan guru maupun teman sesama. Kemudian peserta didik kembali ke
kelas masing-masing dan menunggu bel berbunyi untuk melanjutkan pelajaran
kembali.

138
Catatan Lapangan 1

Metode Pengumpulan Data : Wawancara

Hari, Tanggal : Senin, 29 Januari 2018

Waktu : 10.00 WIB

Lokasi : Selasar Masjid MI Sultan Agung

Sumber Data : Syarif Hidayatullah

Deskripsi Data:

Bapak Syarif Hidayatullah merupakan koordinator pelaksanaan shalat


Dhuha MI Sultan Agung. Bapak Syarif Hidayatullah menjadi guru silat di MI
Sultan Agung sejak tahun 2003 yang saat ini silat termasuk mata pelajaran
yang diwajibkan. Beliau mengampu pelajaran silat mulai dari kelas I sampai
VI.

Menurut Bapak Syarif, pendidikan karakter adalah cara madrasah


maupun guru menanamkan watak-watak yang baik atau sikap-skap yang baik
pada peserta didik. Pendidikan karakter sebaiknya dilakukan senini mungkin,
dirintis dari kecil, dan dibiasakan terus-menerus, karena hal itu akan lebih
bermanfaat daripada secara instan. Karakter peserta didik saat ini di MI Sultan
Agung khususnya kelas V sudah baik, akan tetapi masih perlu adanya
bimbingan dan upaya untuk membentuk karakter baik dengan kegiatan
intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Bapak Syarif mengungkapkan bahwa
salah satu kegiatan intrakurikuler yang dapat membentuk karakter peserta
didik yaitu melalui shalat Dhuha berjamaah.

139
Menurut Bapak Syarif pelaksanaan shalat Dhuha sudah dimulai sejak
tahun 2003/2004 dan setelah meninggalnya Bapak Syaifudin yakni pendiri MI
Sultan Agung yang mengamanatkan kepada bapak Syarif untuk melanjutkan
dan mengkoordinir shalat dhuha berjamaah di pagi hari. Menurut Bapak
Syarif tujuan diadakannyashalat Dhuha berjamaah yang paling pokok adalah
melatih peserta didik membiasakan untuk bertanggungjawab memiliki
kewajiban untuk melaksanakan shalat 5 (lima) waktu, dan dari pihak sekolah
dan harus ada serta dukungan dari orangtua untuk membiasakan peserta didik
agar mau melaksanakan shalat sunnah. Dengan adanya shalat berjamaah ini,
secara tidak langsung nanti orangtua bisa merasakan bahwa anak sudah reflek
untuk melaksanakan shalat berjamaah tanpa harus disuruh di dalam kehidupan
sehari-hari.

Bapak Syarif mengungkapkan bahwa upaya yang dapat membentuk


karakter peserta didik melalui shalat berjamaah ini adalah shalat jamaah untuk
melatih kedisiplinan anak bagaimana shalatnya bisa tertib karna mengamalkan
shalat jamaah pahalanya sangat besar, memberi keteladanan untuk anak tidak
hanya memberi tahu tapi memberi contoh dalam bertindak agar peserta didik
dapat menirukan hal-hal yang baik. Adapun aturan yang diterapkan oleh
Bapak Syarif dalam pelaksanaan shalat Dhuha adalah datang tepat waktu
sebelum pukul 06.30 sudah berada di madrasah, peserta didik diwajibkan
membawa perlengkapan shalat dan buku Yasin yang telah diberikan oleh
madrasah untuk menunjang pelaksanaan shalat Dhuha berjamaah.

Bapak Syarif menyebutkan beberapa nilai karakter yang muncul


melalui shalat berjamaah ini yaitu religius yang dilihat dari shalat dhuha
untuk bisa lebih dengan keikhlasan dan manfaatnya nanti jika peserta didik
sudah dewasa bisa merasakan, kalau sekarang kan sebetulnya hanya
bagaimana anak-anak bisa untuk melatih shalatnya. Kedua, disiplin salah satu
contohnya yaitu waktu shalat dhuha pukul 06.15 WIB paling tidak sudah

140
berada di masjid. Kemudian saat pelaksanaan di dalam saat shalat tidak boleh
berbicara, baca Yasin mengikuti bacaannya dan peserta didik harus
melaksanakan semua aturan yang ada di dalam masjid. Ketiga yakni kerja
keras, dengan adanya shalat berjamaah pada rapor peserta didik akan muncul.
Nilai diberi oleh guru-guru secara pengamatan. Penilaian shalat jamaah pada
rapot muncul dalam penilaian ranah afektif.

Keempat, bersahabat Bapak Syarif menjelaskan nilai karakter


bersahabat dilihat dari peserta didik yang. mengajak untuk masuk ke dalam.
Kemudian diharapkan peserta didik saling mengajak untuk mengisi shaf depat
pada pelaksanaan. Kelima yaitu peduli sosial, adapun Bapak Syarif
mengungkapkan bahwa

“karna lingkungan itu sesuatu yang ada di sekitar kita sampai hal-hal
lainnya yang besar pengaruhnya terhadap baik buruknya kepribadian
seseorang itu. Oleh karena itu, seharusnya lingkungan yang ada
hendaknya diciptakan yang serba mendidik. Lingkungan yang
dimaksud dalam hal ini adalah keluarga, masyarakat dan keadaan
madrasah dimana para peserta didik berkembang. Dan untuk nilai
peduli sosial disini biasanya ada yang membawa yasin 3, dipinjamkan
kepada temannya, ada yang membawa (rukuh) mukena diantar untuk
meminjam di dalam masjid. Peduli sosialnya seperti itu”.

Keenam, nilai karakter tanggung jawab, salah satu conntoh karakter


tanggung jawab yaitu peserta didik mengikuti aturan dari madrasah seperti
datang tepat waktu dan membewa perlengkapan alat shalat. Kemudian Bapak
Syarif menambahkan bahwa dalam pelaksanaan shalat Dhuha tentu saja
terdapat faktor pendukung dan penghambat. Adapun faktor pendukung dari
pembentukan karakter melalui shalat jamaah ini yaitu pihak madrasah
mewajibkan peserta didik kelas III-VI untuk mengikuti shalat berjamaah dan

141
madrasah menyediakan fasilitas yang sudah baik untuk menunjang
pelaksanaan pembiasaan ini. Pembentukan karakter melalui shalat berjamaah
ini khususnya untuk shalat Dhuha tentu memiliki faktor penghambat antara
lain guru kurang mendukung pelaksanaan, seperti datang telat sehingga tidak
dapat memantau peserta didik dalam mengikuti shalat Dhuha berjamaah di
pagi hari.

Interprestasi :

Bapak Syarif Hidayatullah merupakan koordinator pelaksanaan shalat


Dhuha MI Sultan Agung. Bapak Syarif Hidayatullah menjadi guru silat di MI
Sultan Agung sejak tahun 2003 yang saat ini silat termasuk mata pelajaran
yang diwajibkan. Beliau mengampu pelajaran silat mulai dari kelas I sampai
VI.

Shalat jamaah untuk melatih kedisiplinan anak bagaimana shalatnya


bisa tertib karna mengamalkan shalat jamaah pahalanya sangat besar,
memberi keteladanan untuk anak tidak hanya memberi tahu tapi memberi
contoh dalam bertindak agar peserta didik dapat menirukan hal-hal yang baik.
Adapun nilai-nilai karakter melalui shalat jamaah ini adalah religius, disiplin,
kerja keras, bersahabat, peduli sosial dan tanggung jawab.

142
Catatan Lapangan 2

Metode Pengumpulan Data : Wawancara

Hari, Tanggal : Rabu, 07 Februari 2018

Waktu : 11.00 WIB

Lokasi : Ruang Guru Gedung Barat MI Sutan Agung

Sumber Data : Suryanti

Deskripsi Data:

Ibu Suryanti merupakan wali kelas VA di MI Sultan Agung, peneliti


melakukan wawancara kepada salah satu wali kelas V untuk mengetahui
perilaku peserta didik tidak hanya saat shalat berjamaah di masjid, akan tetapi
perilaku peserta didik pada pembelajaran di kelas.

Menurut Ibu Yanti, pendidikan karakter yaitu proses pembentukan


karakter yang akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan
seseorang dan khususnya kalau di madrasah untuk peserta didik. Oleh karna
itu, pendidikan karater merupakan bagian penting dalam membangun jati diri
peserta didik. Kemudian, Ibu Yanti mengungkapkan bahwa sejauh ini
perilaku peserta didik MI Sultan Agung khususnya kelas V sudah cukup baik.
Mereka bisa saling menghargai dan berteman dengan baik. Peserta didik di
dalam di kelas bisa mengikuti pembelajaran, hanya ada beberapa anak yang
masih harus diingatkan dalam perilakunya.

143
Ibu Yanti mengungkapkan bahwa dalam membentuk karakter itu harus
ada contoh keteladanan dari seseorang guru maupun orang tua, Ibu Yanti
menjelaskan

”Saya berusaha untuk memberi nasihat untuk anak-anak yang kurang


mematuhi aturan, dari pribadi saya sendiri pun harus memberi contoh
yang bisa diteladani untuk anak-anak, contohnya saya selalu berusaha
datang tepat waktu dan menjaga perilaku saya. Pendekatan untuk
anak-anak piun juga sangat penting, karna ada beberapa anak yang
kalau tidak didekati dia tidak mau cerita. Anak-anak kan ada beberapa
yang orangtuanya broken, Kadang kalau ditanya one by one mereka
baru mau cerita.
Begitu pula dengan perilaku peserta didik dalam melaksanakan shalat
berjamaah di Masjid, Ibu Yanti menambahkan bahwa dalam shalat jamaah
jika pagi peserta didik cukup disiplin dan tertib. Akan tetapi, peserta didik
terkadang tergantung yang mengawasi. Shalat dhuha dengan dhuhur pun
sedikit berbeda karna pengawasannya. Adapun faktor pendukung pendidikan
karakter melalui pembiasaan shalat berjamaah ini Ibu Yanti mengatakan:

” selama ini orangtua sangat mendukung dengan adanya shalat


berjamah dhuha maupun dhuhur. Pernah direncanakan shalat dhuha
dilaksanakan dari kelas 4 keatas, akan tetapi wali murid dari kelas 3
banyak yang protes, karna mereka ingin anaknya juga melaksanakan
shalat dhuha di pagi hari”.
Adapun salah satu faktor penghambatnya adalah guru, karna selama
ini direncanakan guru mengawasi peserta didik dalam shalat, dan dibentuk
piket pagi dan siang. Hanya saja dalam praktiknya masih banyak guru yang
belum melaksanakan tugasnya dalam mengawasi anak-anak karna dengan
alasan masing-masing

Interprestasi :

Ibu Suryanti merupakan wali kelas VA di MI Sultan Agung, peneliti


melakukan wawancara kepada salah satu wali kelas V untuk mengetahui

144
perilaku peserta didik tidak hanya saat shalat berjamaah di masjid, akan tetapi
perilaku peserta didik pada pembelajaran di kelas. perilaku peserta didik MI
Sultan Agung khususnya kelas V sudah cukup baik. Mereka bisa saling
menghargai dan berteman dengan baik. Peserta didik di dalam di kelas bisa
mengikuti pembelajaran, hanya ada beberapa anak yang masih harus
diingatkan dalam perilakunya.

145
Catatan Lapangan 3

Metode Pengumpulan Data : Wawancara

Hari, Tanggal : Sabtu, 17 Februari 2018

Waktu : 13.00 WIB

Lokasi : Ruang Kelas IIB

Sumber Data : Sukarti

Deskripsi Data:

Ibu Sukarti merupakan wali kelas IIB di MI Sultan Agung, peneliti


melakukan wawancara kepada Ibu Sukarti karena beliau merupakan guru
koordinator dalam pengawasan peserta didik shalat berjamaah. Ibu Sukarti
ditunjuk sebagai koordinator pendampingan sekaligus memberi penilaian
untuk peserta didik melalui shalat berjamaah dengan cara pengamatan
langsung.

Pendidikan karakter menurut Ibu Sukarti yaitu kegiatan lembaga


khususnya sekolah atau madrasah melakukan suatu tindakan yang mendidik
diperuntukkan oleh peserta didik, melalui pembiasaan-pembiasaan yang
nantinya diharapkan bisa menjadi manusia yang berkarakter. Adapun perilaku
peserta didik terhadap kepala madrasah, guru, karyawan serta peserta didik
yang lain tingkah laku anak kalau yang ngeyel (sedikit), dinasihati justru
menjawab. Tapi kalau anak yang biasa patuh di rumah dengan

146
gurunya lebih segan. Secara tingkah laku, anak-anak lebih segan
kepada yang lebih tua, menghormati dan menghargai.

Menurut Ibu Sukarti upaya yang dapat membentuk karakter peserta


didik khususnya melalui shalat berjamaah yaitu dengan memberi arahan yang
baik dan meluruskan supaya anak tidak diulangi kembali jika salah untuk
diperbaiki kembali. Di dalam shalat berjamaah Ibu Karti menambahkan
bahwa peserta didik diajak untuk membaca surah Yasin sebelum shalat Dhuha
dimulai. Adapun upaya madrasah dalam membentuk karakter peserta didik
seperti yang dikatakan Ibu Karti yakni:

”upaya sekolah itu, mudah-mudahan kan anak-anaknya baik, bisa


mengikuti aturan dan juga hafal bacaan shalat. Intinya untuk
membiasakan diri besok kedepannya dewasa itu sudah ada penanaman
agama, jadi sejak MI kan sudah didapatkan dari sekolah. Mungkin
untuk anak-anak yang tertib bisa mengamalkan dilanjutkan ke SMP
atau SMA nya”.
Peneliti menanyakan kepada Ibu Karti terkait penilaian shalat jamaah
yang dinilai oleh beliau dan dibantu dengan guru-guru yang lain, bahwa untuk
penilaian biasanya diberikan pada akhir semester melalui presensi, jika
peserta didik yang rajin akan mendapatkan nilai A, sedangkan peserta didik
yang berangkat atau hadirnya kurang tepat waktu akan diberi nilai B.
Penilaian dilakukan oleh Ibu Karti melalui pengamatan langsung, penilaian
dilakukan melalui leger dan dideskripsi dengan kata-kata. Ibu Karti
mengamati anak satu persatu, dan untuk semua kelas dari kelas 3 sampai 6.
Ibu Karti sudah hafal dengan peserta didik karena banyak yang hafal dan
paham anak-anaknya dan juga dibantu dengan guru lainnya maupun wali
kelas masing-masing.

Menurut Ibu Karti, pendidikan karakter melalui pembiasaan shalat


berjamaah ini memiliki faktor-faktor yang dapat menunjang kegiatan maupun
penghambat. Adapun faktor pendukungnya yakni Ibu Karti mengatakan

147
bahwa pihak madrasah memberikan fasilitas lain seperti buku Yasin untuk
dibaca peserta didik dan wajib dibawa dalam pelaksanaan sebelum shalat
dhuha. Kemudian faktor penghambat dari kegiatan ini adalah masih adanya
orangtua yang mengantar anak ke madrasah di pagi hari dengan terlambat.
Orangtua kadang mengantarnya tidak sesuai dengan jamnya (telat) sehingga
peserta didik juga telat dalam mengikuti shalat dhuha berjamaah di pagi hari.

Interprestasi :

Ibu Sukarti merupakan wali kelas IIB di MI Sultan Agung, peneliti


melakukan wawancara kepada Ibu Sukarti karena beliau merupakan guru
koordinator dalam pengawasan peserta didik shalat berjamaah.

Di dalam shalat berjamaah penilaian dilakukan oleh Ibu Karti dan


dibantu oleh guru-guru yang lain. Penilaian diberikan pada akhir semester
melalui presensi, jika peserta didik yang rajin akan mendapatkan nilai A,
sedangkan peserta didik yang berangkat atau hadirnya kurang tepat waktu
akan diberi nilai B. Penilaian dilakukan oleh Ibu Karti melalui pengamatan
langsung, penilaian dilakukan melalui leger dan dideskripsi dengan kata-kata.

148
Catatan Lapangan 4

Metode Pengumpulan Data : Wawancara

Hari, Tanggal : Rabu, 21 Februari 2018

Waktu : 09.25 WIB

Lokasi : Ruang Kantor Kepala Madrasah

Sumber Data : Mukhson

Deskripsi Data:

Bapak Mukhson merupakan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Sultan


Agung Depok Sleman Yogyakarta. Peneliti bertemu dengan Bapak Mukhson
pada hari Rabu tanggal 21 Februari di ruang kepala madrasah dan disambut
dengan ramah. Bapak Mukhson memiliki kebijakan bahwa pelaksanaan shalat
berjamaah baik Dhuha maupun Dhuhur diwajibkan bagi keas III-VI.

Menurut Bapak Mukhson, pendidikan karakter adalah upaya madrasah


membentuk karakter melalui proram-program dari pemerintah maupun dari
pihak madrasah sendiri. Pendidikan karakter di MI Sultan Agung termasuk
membentuk akhlak peserta didik dan saling menghormati kepada satu sama
lain. Karakter peserta didik di MI Sultan Agung menurut Bapak Mukhson,
secara umum sudah baik, peserta didik saling mengghargai, menyayangi
dengan temannya dan menghormati dengan gurunya.

Serupa dengan apa yang diungkapkan oleh Bapak Syarif, Bapak


Mukhson mengatakan untuk tujuan didakannya pendidikan karakter peserta

149
didik melalui pembiasaan shalat berjamaah peserta didik dapat melaksanakan
itu di sekolah maupun di rumah selalu melaksanakan shalat, guru dan
orangtua harus terus memantau dengan buku pantauan, selama ini upaya
madrasah dalam membentuk karakter melalui shalat berjamaah yaitu dengan
adanya sangsi bagi peserta didik yang sering datang terlambat.

Menurut Bapak Mukhson mengatakan tentang perilaku peserta didik


dalam pelaksanaan yakni

“memang anak itu setiap jamaah perlu harus diopyak-opyak lagi, kalau
sudah waktunya masih suka bermain, ada yang duduk dan masih
disuruh untuk segera wudhu masuk ke masjid duduk langsung
shalawatan. Seperti orang dewasapun juga masih sulit untuk tepat
waktu, maka dari itu perlu adanya pembiasaan”
Sebagai kepala madrasah Bapak Mukhson mempunyai kebijakan
untuk guru khususnya untuk guru lelaki yaitu adanya jadwal menjadi Imam
atau memimpin pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah pukul 12.30-13.00
WIB. Menurut Bapak Mukhson shalat berjamaah merupakan tanggung jawab
bagi peserta didik dan terbiasa menyelesaikan tugas dan kewajibannya baik
terhadap sendiri, orang lain, maupun terhadap Tuhan. Madrasah selalu
mengajarkan untuk bertanggung jawab atas kewajibannya sebagai umat Islam
dan bertanggungjawab atas aturan sekolah.

Bapak Mukhson menyebutkan beberapa nilai karakter yang muncul


melalui shalat berjamaah ini yaitu religius dapat dilihat dari kesungguhan
peserta didik dalam mengikuti shalat jamaah walaupun masih selalu dalam
bimbingan serta arahan, kedua, disiplin ditinjau dari pihak madrasah telah
menyediakan buku catatan poin pelanggaran bagi peserta didik yang
melanggar aturan. Adapun cara memberi poin pelanggaran yaitu peserta didik
mendapatkan poin 100, peserta didik dipanggil. Lalu jika sudah 250 poin, wali

150
murid akan dipanggil ke madrasah. Semua itu untuk mendisiplinkan peserta
didik agar mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh madrasah.

Ketiga, nilai karakter kerja keras yaitu dengan memberi penghargaan


kepada peserta didik seperti memberi penilaian baik dalam rapot karena
peserta didik telah melaksanakan kegiatan di madrasah dengan tertib.
Keempat, bersahabat ditinjau dari setelah pelaksanaan shalat, guru
mengajarkan untuk bersalam-salaman kepada teman dan guru. Tujuannya agar
saling mengenal dan menjaga silaturahmi dan menghormati. Kelima,
tanggung jawab merupakan sikap anak yang terbiasa menyelesaikan tugas
dan kewajibannya baik terhadap sendiri, orang lain, maupun terhadap Tuhan.
Madrasah selalu mengajarkan anak untuk bertanggung jawab atas
kewajibannya sebagai umat Islam dan bertanggungjawab atas aturan
madrasah.

Pembentukan karakter melalui pembiasaan shalat berjamaah dapat


berjalan apa yang diharapkan dengan adanya presensi untuk peserta didik,
sarana prasarana yang sudah memadai, dan dukungan dari orangtua.
Kemudian penghambat dari pelaksanaan ini diungkapkan oleh Bapak
Mukhson yaitu

“pendidikan karakter melalui pembiasaan itu kan perlu ada


pendampingan baik intern atau ekstern, nah dari sini tingkat kesadaran
guru masih kurang, masih banyak guru yang jadwalnya mengawasi
kegiatan shalat dhuha di pagi hari tetapi tidak mengikuti karna dengan
berbagai alas an tertentu. Sudah diperingatkan berulang-ulang tetapi
entah kenapa semester ini guru-guru tingkat kesadarannya masih
kurang. pendampingan shalat jamaah”.

Interprestasi :

Bapak Mukhson merupakan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Sultan


Agung Depok Sleman Yogyakarta. Pendidikan karakter adalah upaya

151
madrasah membentuk karakter melalui proram-program dari pemerintah
maupun dari pihak madrasah sendiri. Pendidikan karakter di MI Sultan Agung
termasuk membentuk akhlak peserta didik dan saling menghormati kepada
satu sama lain.

152
Lampiran III

HASIL OBSERVASI
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBIASAAN SHALAT BERJAMAAH BAGI
PESERTA DIDIK KELAS V DI MI SULTAN AGUNG

No Nilai Aspek yang Diamati Dhuha Dhuhur Total


Karakter P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 P11 P12
Y T Y T Y T Y T Y T Y T Y T Y T Y T Y T Y T Y T Y T

1. Religius a. minat dalam √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 -


mengikuti shalat
berjamaah
b. peserta didik √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 8 4
mengikuti dengan
tenang dalam
melaksanakan shalat
jamaah berusaha
untuk khusyu’
2. Disiplin a. mengikuti shalat √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 11 1
berjamaah secara
tertib dan tidak
gaduh
b. datang ke masjid √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 -
tepat waktu untuk
mengikuti shalat
berjamaah

c. berpakaian sopan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 -
dan rapi (menuturpi
aurat) dalam shalat
d. membawa √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 -
perlengkapan shalat
dan buku doa/yasin
untuk berdoa
setelah shalat

153
e. membaca yasin √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 5 7
dengan serentak dan
mengikuti bacaan
dengan benar
f. mengikuti gerakan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 -
imam sesuai dengan
gerakan dan
urutannya
g. Menahan tidak √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 10 2
berbicara sewaktu
membaca doa
bersama setelah
shalat.
3. Kerja a. bersegera menuju ke √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 -
Keras
masjid dengan tujuan
dapat menjalankan
shalat wajib maupun
sunnah berjamaah
dengan tepat waktu
b. dapat dengan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 5 7
mudah menghafal
bacaan doa setelah
shalat berjamaah
4. Bersahabat a. berbagi tempat saat √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 11 1
/Komunikat
pelaksanaan shalat
if
jamaah dimulai
b. mengajari teman √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - 12
yang belum bisa
doa-doa shalat
c. mengajak teman √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 5 7

154
untuk menunaikan
shalat berjamaah di
sela-sela jam
istirahat
5. Peduli a. meminjamkan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - 12
Sosial
kepada teman jika
ada yang tidak
membawa alat
shalat.
6. Tanggung a. merapikan kembali √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 -
Jawab
alat shalat dengan
rapi dan
menyimpannya
dengan benar
b. bertanggung jawab √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 12 -
menjaga fasilitas
yang ada di masjid
c. menjaga sikap agar √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 9 2
tidak mengganggu
teman yang lain
KETERANGAN:

Dhuha Dhuhur
Pertemuan Hari/Tanggal Pertemuan Hari/tanggal
P1 Senin, 29 Januari P7 Senin, 12 Februari
P2 Kamis, 1 Februari P8 Selasa, 13 Februari
P3 Jumat , 2 Februari P9 Rabu, 14 Februari
P4 Senin, 5 Februari P10 Kamis, 15 Februari
P5 Kamis, 8 Februari P11 Sabtu, 17 Februari
P6 Jumat, 9 Februari P12 Senin, 19 Februari

155
Lampiran IV

REDUKSI, PENYAJIAN DATA DAN KESIMPULAN

HASIL WAWANCARA PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBIASAAN SHALAT BERJAMAAH

DENGAN GURU

Keterangan :

Pak Mukhson : Kepala Madrasah

Pak Syarif : Koordinator Shalat Dhuha

Bu Yanti : Wali Kelas VB

Bu Karti : Koordinator Guru Pendamping

No. Pertanyaan Sumber Jawaban Kesimpulan


Menurut anda, apakah yang dimaksud
1. Pendidikan Karakter? Pak Syarif pendidikan karakter itu adalah Pendidikan karakter
menanamkan watak-watak adalah menanamkan
yang baik atau sikap-sikap watak atau sikap yang
yang baik pada peserta didik. baik pada peserta didik,
Pendidikan karakter sebaiknya yang dilakukan sedini
dilakukan sedini mungkin, mungkin. Pendidikan
dirintis dari kecil, dan karakter akan
dibiasakan terus-menerus, memberikan dampak
karena hal itu akan lebih positif terhadap

156
bermanfaat daripada secara perkembangan seseorang
instan melalui pembiasaan-
pembiasaan yang
Pak Mukhson tentang akhlak anak-anak dan nantinya diharapkan bisa
agama, yang tua menyayangi menjadi manusia yang
dan yang muda menghormati berkarakter

Bu Yanti pendidikan karakter yaitu


proses pembentukan karakter
yang akan memberikan
dampak positif terhadap
perkembangan seseorang dan
khususnya kalau di sekolah ya
untuk peserta didik. Oleh
karna itu, pendidikan karater
merupakan bagian penting
dalam membangun jati diri
anak.

Bu Karti Pendidikan karakter kegiatan


lembaga khususnya sekolah
melakukan suatu tindakan
yang mendidik diperuntukkan
oleh peserta didik, melalui
pembiasaan-pembiasaan yang
nantinya diharapkan bisa
menjadi manusia yang
berkarakter

2. Bagaimana perilaku secara umum peserta Pak Syarif sopan santunnya anak-anak Secara umum tingkah

157
didik baik terhadap kepala madrasah, kurang, tugas kita yang laku peserta didik MI
guru, karyawan serta peserta didik yang membimbing perlu membina Sultan Agung sudah baik,
lain anak-anak agar perilakunya saling menghormati
muncul. Salah satunya sering dengan yang lebih tua.
kita tegur dalam berkata. Akan tetapi, masih ada
beberapa anak yang
Pak Mukhson Secara umum perilakunya sopan santunnya masih
sudah hormat kepada guru kurang, maka dari itu
maupun kepala sekolah, tapi perlu adanya teguran dan
kadang-kadang kalau jalan bimbingan.
merekat tangan.

Bu yanti untuk kelas VB sudah cukup


sopan, dan menghargai yang
lebih tua darinya

Bu Karti Tingkah laku anak kalau yang


ngeyel (sedikit), dinasihati
malah menjawab. Tapi kalau
anak yang biasa patuh di
rumah dengan gurunya lebih
segan. Secara tingkah laku,
anak-anak lebih segan kepada
yang lebih tua, menghormati
dan menghargai

3. Bagaimana perilaku secara umum peserta Bu Yanti kelas V cukup sopan, dan Wali kelas VB
didik baik terhadap kepala madrasah, menghargai yang lebih tua mengungkapkan bahwa
guru, karyawan serta peserta didik yang [Link],terdapat perilaku kelas VB secara
lain, khususnya untuk kelas V ini? beberapa anak yang ramai atau umum cukup sopan dan

158
bercanda tapi sejauh ini anak menghargai walaupun
cukup baik dalam mengikuti masih ada yang suka
pembelajaran di kelas ramai jika pembelajaran
berlangsung, akan tetapi
anak sudah cukup baik
dalam mengikuti
pembelajaran di kelas

4. Apa contoh teladan yang anda beri untuk Bu Yanti Memberi nasihat untuk anak- Sebagai wali kelas, guru
peserta didik dalam membentuk karakter anak yang kurang mematuhi berusaha memberikan
peserta didik? aturan, diri sendiri harus nasihat dan pendekatan
memberi contoh yang bisa kepada peserta didik.
diteladani untuk anak-anak.
Pendekatan untuk anak-anak
pun juga sangat penting.
Sejak kapan mulai diadakannya kegiatan
5 Berjamaah di MI Sultan Agung ?
Shalat Pak Mukhson shalat dhuha berjamaah Berdirinya shalat
. berdirinya sejak mulai full day berjamaah yaitu sejak
school, yaitu pada tahun 1998. dicanangkan full day
school pada tahun 1998
Pak Syarif Shalat berjamaah berdiri dan setelah meninggalnya
sekitar tahun 2003/2004 dan bapak Syaifudin, beliau
sejak meninggalnya bapak mengamanatkan kepada
Syaifudin dan diamanatkan Pak Syarif untuk
kepada bapak Syarif untuk menerusan pelaksanaan
mengkoordinir shalat dhuha shalat dhuha sekitar
berjamaah di pagi hari. taahun 2003/2004.
Apa tujuan diadakannya pelaksanaan
6 berjamaah di MI Sultan Agung, Pak Mukhson
Shalat Peserta didik di sekolah Tujuan diadakannya
. maupun di rumah selalu shalat berjamaah yaitu

159
Babadan Baru Sleman ? melaksanakan shalat, guru dan membiasakan peserta
orangtua harus terus memantau didik untuk shalat 5
dengan buku pantauan, untuk waktu baik di sekolah
melihat peserta didik jika di maupun di rumah agar
rumah shalatnya jamaah atau peserta didik memiliki
munfarid tanggung jawab
kewajibannya sebagai
Pak Syarif melatih peserta didik umat Islam.
membiasakan shalat dan
memiliki tanggung jawab
kewajiban untuk melaksanakan
shalat 5 (lima) waktu,
pembiasaan dilatih di sekolah
dan harus ada dukungan dari
orangtua.
Upaya apa saja yang dapat membentuk
7. karakter peserta didik khususnya melalui Pak Mukhson pemantauan dari guru dan Upaya yang dilakukan
shalat berjamaah? orang tua dengan buku untuk membentuk
pantauan, karakter melalaui shalat
berjamaah antara lain
Pak Syarif memberi keteladanan untuk dengan pemantauan dari
anak tidak hanya memberi tahu guru dan orangtua
tapi memberi contoh dalam melalui buku pantauan.
bertindak agar anak dapat Memberi keteladanan
menirukan hal-hal yang baik. untuk peserta didik dan
memberikan arahan
Bu Karti Memberikan arahan untuk kepada peserta didik.
shalat jamaah itu yang baik
seperti apa, meluruskan supaya
anak tidak diulangi kembali

160
jika salah untuk diperbaiki
kembali.
Aturan apa saja yang diterapkan untuk
8. membentuk karakter bagi peserta didik? Pak Mukhson Adanya sangsi bagi peserta Aturan yang diterapkan
didik yang datang terlambat antara lain memberi
tetapi tetap bisa ikut shalat dan
sangsi bagi anak yang
setelah shalat, sangsinyamelanggar aturan, peserta
disuruh menambah shalat didik harus datang tepat
sendiri waktu dalam pelaksanaan
shalat berjamaah, untuk
Pak Syarif Pertama, shalat dhuha pagi hari shalat dhuha membawa
peserta didik harus datang ke buku yasin.
sekolah jam 06.15 itu harus
sudah ada di masjid sampai
jam 07.00. kedua, peserta didik
membawa surat yasin dan yang
putri juga membawa rukuh
(mukena) kemudian jika
terlambat diberi hukuman
yaitu shalat 6 rakaat menjadi
12 rakaat atau jika banyak
bicara disuruh shalat sendiri,
tidak membaca yasin disuruh
baca yasin sendiri, karna
memang peserta didik harus
ditegasi.
Bagaimana perilaku peserta didik dalam
9. melaksanakan shalat berjamaah? Pak Mukhson setiap jamaah masih perlu Perilaku peserta didik
diperingatkan, kalau sudah dalam shalat berjamaah
waktunya masih suka bermain, yaitu masih perlu

161
ada yang duduk dan masih diperingatkan, kalau
disuruh untuk segera wudhu sudah waktunya masih
masuk ke masjid duduk suka bermain. jika ada
langsung shalawatan. Seperti yang mendampingi
orang dewasapun juga masih seperti guru, shalatnya
sulit untuk tepat waktu, maka anak-anak tenang dan
dari itu perlu adanya tertib.
pembiasaan

Pak Syarif Peserta didik jika ada yang


mendampingi seperti guru,
shalatnya anak-anak tenang
dan tertib. Tetapi jika tidak ada
pendampingan, anak-anak
sedikit ramai.

Bu Yanti Peserta didik cukup disiplin,


tetapi mereka terkadang
tergantung yang mengawasi.
Shalat dhuha dengan dhuhur
pun sedikit berbeda karna
pengawasannya

Bu Karti anak-anak disuruh membaca


yasin ada yang membaca ada
yang tidak, tapi banyak yang
membaca daripada yang
bercanda
Bagaimana upaya sekolah dalam
10. Pak Mukhson Dengan adanya

162
mendukung pembentukan karakter pembiasaan, sekolah dan
melalui pembiasaan shalat berjamaah Pak Syarif diharapkan bisa saling orangtua bisa saling
bagi peserta didik MI Sultan Agung? mendukung. Salah satu contoh mendukung. Salah satu
adanya absensi/presensi untuk contoh yaitu adanya
peserta didik dalam shalat absensi/presensi untuk
jamaah agar dapat mengetahui peserta didik dalam shalat
shalat dhuha anak-anak yang jamaah. Membiasakan
tertib dan yang telat siapa saja. diri untuk kedepannya
Jika ada yang membantu dewasa sudah ada
mendamping anak, anakpun penanaman agama, jadi
juga tertib. Perlu ada bantuan sejak MI sudah
dari guru-guru yang lain untuk didapatkan dari sekolah.
mendampingi

Bu Karti bisa mengikuti aturan dan juga


hafal bacaan shalat.
Membiasakan diri untuk
kedepannya dewasa sudah ada
penanaman agama, jadi sejak
MI sudah didapatkan dari
sekolah. Mungkin untuk
peserta didik yang tertib bisa
mengamalkan dilanjutkan ke
SMP atau SMA nya

Bu Yanti Dengan cara pembiasaan, jadi


anak itu suka melihat dari
siapa itu gurunya dan anak itu
sudah niteni karakter dari
masing-masing guru. Kalau

163
ada guru tertentu yang mereka
disegani, guru masuk kelas
saja anak-anak sudah tenang
denan sendirinya

11. Adakah nilai-nilai karakter yang muncul Pak Syarif Ada, Diharapkan dengan Diharapkan dengan
dari pembiasaan shalat berjamaah ini? adanya pelaksanaan shalat adanya pelaksanaan
berjamaah ini melatih peserta shalat berjamaah ini
didik untuk disiplin dan melatih peserta didik
bahkan berkarakter. untuk disiplin dan bahkan
berkarakter.

12. Bagaimana pembentukan/penanaman Pak Syarif nilai religiusnya ya kalau Pak Syarif
nilai religius pada pembiasaan shalat shalat dhuha untuk bisa lebih mengungkapkan nilai
berjamaah? dengan keikhlasan dan religius bisa lebih dengan
manfaatnya nanti kalau anak keikhlasan dan
sudah dewasa bisa merasakan, manfaatnya nanti kalau
kalau sekarang kan sebetulnya anak sudah dewasa bisa
hanya bagaimana anak-anak merasakan.
bisa untuk melatih shalatnya. Kereligiusannya dari
Biasanya kalau sudah penghayatan shalat anak-
SMP/SMA ada hasilnya, jika anak terbiasa shalat
sudah lulus dari MI, sunnah dan shalat
kereligiusannya dari wajibnya
penghayatan shalat dhuha itu
dan anak-anak terbiasa shalat
sunnah dan shalat wajibnya

13. Bagaimana pembentukan/penanaman Pak Syarif disiplin salah satu contohnya Pembentukan karakter
nilai disiplin pada pembiasaan shalat yaitu waktu shalat dhuha jam disiplin antara lain datang

164
berjamaah 06.15 WIB paling tidak sudah tepat waktu, saat shalat
berada di masjid. Yang kedua, tidak berbicara sendiri,
pelaksanaan di dalam saat dan mengikuti baca surah
shalat tidak berbicara, baca yasin maupun doa dan
yasin mengikuti bacaannya dan harus melaksanakan
intinya semua harus semua aturan yang ada di
melaksanakan semua aturan dalam masjid. Kemudian
yang ada di dalam masjid pembentukan disiplin
adanya pembrian sangsi
Pak Mukhson pembentukan disiplin dengan dengan adanya buku
adanya buku catatan poin catatan poin pelanggaran
pelanggaran, nanti kalau anak- jika terdapat peserta didik
anak melanggar peanggaran yang melanggar aturan.
poin 100 nanti anaknya kami
panggil, jika sudah 250 nanti
orangtua akan dipanggil ke
sekolah
Bagaimana pembentukan/penanaman
14. nilai kerja keras pada pembiasaan shalat Pak Syarif dengan adanya shalat Penanaman nilai kerja
berjamaah? berjamaah nanti ini di raport keras yakni dengan
anak-anak akan muncul dari adanya shalat berjamaah
nilai shalat ini. Dan yang nanti ini di raport anak-
memberi dari guru-guru anak akan muncul dari
sendiri secara pengamatan. nilai shalat ini. jika
Peserta didik untuk shalat selama pengamatan anak
jamaah di rapot muncul dalam itu baik, maka nilai
penilaian ranah afektif religius di raport juga
baik.
Pak Mukhson kerja keras jika peserta didik
berprestrasi akan diberi

165
penghargaan, seperti di dalam
raport untuk nilai shalat
jamaaah jika selama
pengamatan anak itu baik,
maka nilai religius di raport
juga baik
Bagaimana pembentukan/penanaman
15. nilai bersahabat pada pembiasaan shalat Pak Syarif bersahabat antar teman, Penanaman nilai
berjamaah? biasanya untuk mengajak bersahabat yaitu Untuk
shalat komando dari saya. saat ini shalat dhuha
Kalau yang sudah terbiasa belum ada kesadaran
dengan diantar oleh orangtua mengajak temannya.
langsung ke masjid,Untuk saat Peserta didik untuk taraf
ini shalat dhuha belum ada sd belum ada kesadaran
kesadaran mengajak temannya. untuk mengajak teman
Peserta didik untuk taraf sd lainnya dan mengisi shaf
belum ada kesadaran untuk depan shalat. Akan tetapi,
mengajak teman lainnya dan setelah shalat peserta
mengisi shaf depan shalat didik terbiasa saling
berjabat tangan satu sama
Pak Mukhson pendidikan dalam shalat lain.
jamaah misalnya pada shalat
jamaah contohnya setelah
shalat saling berjabat tangan
satu sama lain
Bagaimana pembentukan/penanaman
16. nilai peduli sosial pada pembiasaan shalat Pak Syarif Biasanya ada yang membawa Penanaman nilai
berjamaah? yasin 3, dipinjamkan kepada peduli sosial ketika ada
temannya, ada yang membawa teman yang tidak
(rukuh) mukena diantar untuk membawa yasin, saling

166
meminjam di dalam masjid. berbagi dan membaca
Peduli sosialnya seperti itu bersama-sama dan jika
ada yang membawa
(rukuh) mukena diantar
untuk meminjam di
dalam masjid.
Bagaimana pembentukan/penanaman
17. nilai tanggung jawab pada pembiasaan Pak Syarif tanggung jawab salah satu Penanaman nilai
shalat berjamaah? contoh kalau yang sudah tanggung jawab yaitu
disiplin datangnya jam 06.15 sadar akan datang tepat
berarti sudah tanggung jawab. waktum membawa yasin
Disuruh bawa yasin, mereka dan membawa
tanggung jawabjuga bawa , perlengkapan shalat.
yang putri suruh bawa rukuh,
sudah membawa semua

Pak Mukhson mengajarkan untuk


bertanggung jawab atas
kewajibannya sebagai umat
Islam dan bertanggungjawab
atas aturan sekolah
Bagaimana penilaian dari shalat jamaah
18. ini? Pak Syarif shalat berjamaah nanti ini di Penilaian shalat jamaah
raport anak-anak akan muncul yakni penilaian ranah
dari nilai shalat ini. Dan yang afektif, dinilai oleh guru
memberi dari guru-guru pendamping. Cara untuk
sendiri secara pengamatan. penilaian melalui
Peserta didik untuk shalat absen/presensi.
jamaah di rapot muncul dalam Penilaiannya melalui
penilaian ranah afektif. leger dan dideskripsi

167
dengan kata-kata. Guru
Bu Karti untuk penilaian itu biasanya pendamping mengamati
diakhir itu mbak, melalui anak satu persatu, dan
absen kalau yang rajin nilainya untuk semua kelas dari
A, kalau yang berangkatnya kelas 3 sampai 6.
seenaknya sendiri paling C tapi
kan dalam Kurtilas ini tidak
boleh memberi nilai C harus B
minimal. Penilaiannya melalui
leger dan dideskripsi dengan
kata-kata. Saya mengamati
anak satu persatu, dan untuk
semua kelas dari kelas 3
sampai 6. Kebetulan saya
banyak yang hafal dan paham
anak-anaknya.
Apa saja faktor pendukung dalam upaya
19. pembentukan karakter peserta didik Pak Mukhson adanya presensi, sarana Faktor pendukung antara
melalui pembiasaan shalatr berjamaah? prasarana juga sudah baik, lain adanya presensi,
masjid sudah ada, tempat sarana prasarana
wudhu juga baik khususnya masjid sudh
baik, sekolah
Pak Syarif Dari pihak sekolah menyediakan buku yasin
mewajibkan anak-anak wajib untuk peserta didik,
ikut shalat berjamaah. Dengan orangtua memberi
diadakannya shalat berjamaah, dukungan adanya
sekolah menyediakan yasin pelaksanaan shalat
dikasih dari sekolah jamaah dhuha maupun
dhuhur.
Bu Yanti selama ini orangtua sangat

168
mendukung dengan adanya
shalar berjamah dhuha maupun
dhuhur. Pernah direncanakan
shalat dhuha dilaksanakan dari
kelas 4 keatas, akan tetapi wali
murid dari kelas 3 banyak
yang protes, karna mereka
ingin anaknya juga
melaksanakan shalat dhuha di
pagi hari

Bu Karti pendukungnya, dari sekolah


kemarin sudah diberikan buku
yasin untuk dibaca. Jika tidak
membawa yasin nanti kena
denda
Apa saja faktor penghambat apa yang
20. dihadapi dalam kegiatan Shalat Dhuha Pak Mukhson untuk pendidikan karakter Faktor penghambat antara
dan Dhuhur Berjamaah di MI Sultan melalui pembiasaan itu perlu
lain dari segi guru masih
Agung ? berulang-ulang kami
perlu ditingkatkan untuk
peringatan, dan dari segi guru
pendampingan shalat
masih perlu ditingkatkan untuk
jamaah, seharusnya guru
pendampingan shalat jamaah piket datang lebih awal
dan terkadang ada
Pak Syarif Pihak sekolah, guru kurang orangtua yang mengantar
mendukung untuk memantau anaknya kurang tepat
anak-anak, seharusnya guru waktu ke sekolah
piket datang lebih awal. menyebabkan telat pula
dalam mengikuti shalat
Bu Yanti guru, karna selama ini

169
direncanakan guru mengawasi dhuha berjamaah di pagi
anak-anak dalam shalat, dan hari.
dibentuk piket pagi dan siang.
Hanya saja dalam praktiknya
masih banyak guru yang belum
melaksanakan tugasnya dalam
mengawasi anak-anak karna
dengan alasan masing-masing.

Bu Karti kadang orangtua mengantar


anak ke sekolah. Orangtua
kadang mengantarnya tidak
sesuai dengan jamnya (telat)

170
REDUKSI, PENYAJIAN DATA DAN KESIMPULAN

HASIL WAWANCARA PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBIASAAN

SHALAT BERJAMAAH DENGAN PESERTA DIDIK

No. Pertanyaan Sumber Jawaban Kesimpul


an
Bagaimana perasaan saudara
1 Arif Bima bergembira dan merasa senang peserta didik
selama
. bersekolah di MI Sultan Wicaksono merasakan
Agung Babadan Baru, Sleman bergembira, senang
Firman Aditya Perasaan saya senang, bahagia, bersekolah di MI
Yogyakarta? Pratama bergembira Sultan Agung

Inda Krisnawati Perasaan saya senang,


bergembira, tidak ada masalah

Azzahra Citra Perasaan saya senang,


Everest bergembira
Bagaimana perilaku secara
2 Arif Bima Baik dan kadang ada yang suka Perilaku secara umum
umum. peserta didik baik Wicaksono mengejek peserta didik kepada
terhadap kepala madrasah, kepala madrasah, guru
Firman Aditya ada yang baik, ada yang suka dan teman lainnya
guru, karyawan serta peserta Pratama jail yakni berusaha untuk
didik yang lain? baik, sopan,
Inda Krisnawati sopan, baik, menghormati,

171
menyayangi menyayangi akan
tetapi peserta didik ada
Azzahra Citra menghormati, baik, sopan yang jail seperti anak
Everest kecil pada umumnya.
Apakah peserta didik sudah
3 Arif Bima Ya, saya sudah melaksanakan Secara garis besar,
melaksanakan
. aturan yang baik Wicaksono aturan disini peserta didik di MI
di Madrasah? Sultan Agung sudah
Firman Aditya Sudah, contohnya datang tepat mengikuti aturan yang
Pratama waktu, mengikuti pelajaran berlaku di MI Sultan
dengan tertib Agung seperti datang
tepat waktu,
Inda Krisnawati Sudah, contohnya berangkat menggunakan seragam
tepat waktu, memakai seragam yang sesuai dengan
sekolah aturannya, dan
mengikuti pelajaran
Azzahra Citra Sudah, contohnya berangkat dengan tertib.
Everest tepat waktu,mematuhi aturan
disini
Bagaimana perilaku peserta
4 Arif Bima Tenang, berusaha untuk tenang, Dalam pelaksanaan
didik. dalam melaksanakan Wicaksono tapi kadang diganggu dan shalat berjamaah baik
shalat berjamaah? biasanya kelas VI suka dhuha maupun dhuhur
mengganggu perilakunya tenang
dan berusaha untuk
Firman Aditya Saya jika shalat berusaha untuk sungguh-sungguh
Pratama khusyu’, shalat dengan dalam shalat dan
sungguh-sungguh dengan adanya guru
pendamping yang
Inda Krisnawati

172
mengawasi saat
Azzahra Citra ya dengan shalat tidak bercanda pelaksanaan shalat
Everest khusyu’ berjamaah
Bagaimana minat kamu dalam
5 Arif Bima Senang, karna bisa mendoakan Minat peserta didik
mengikuti
. shalat berjamaah? Wicaksono orangtua cepat sukses dalam mengikuti
shalat berjamaah yakni
Firman Aditya suka, sangat berminat karna dengan antusias yang
Pratama bersama-sama teman yang lain tinggi, selain karna
kebijakan dari
Inda Krisnawati ya dengan shalat tidak Madrasah, peserta
bercanda, khusyu’ didik juga
bersemangat
Azzahra Citra dalam shalat berjamaah saya mengikuti pembiasaan
Everest sangat bersemangat shalat berjamaah ini
Bagaimana kekhusyukanmu
6 Arif Bima Khusyu’, kalau ada yang Kekhusyukan shalat
dalam
. melaksanakan shalat Wicaksono mengganggu saya tetap khusyu’ berjamaah peserta
jamaah? dalam shalat didik menjawab
berusaha untuk
Firman Aditya khusyu’. Berusaha untuk khusyu’ dengan
Pratama khusyu dibantu pengawasan
dari guru pendamping
Inda Krisnawati khusyu’. Berusaha untuk
khusyu dan membaca sesuai
bacaan shalat

Azzahra Citra khusyu’. Berusaha untuk


khusyu dan membaca sesuai
bacaan shalat

173
Dalam mengikuti shalat
7 Arif Bima Ya dengan tertib Dalam mengikuti
berjamaah
. apakah diharuskan Wicaksono shalat berjamaah
untuk tertib dan tidak gaduh? diharuskan untuk
Firman Aditya tentu, Semua guru mengikuti dengan
Pratama mengharuskan untuk shalat tertib
jamaah dengan tertib

Inda Krisnawati tentu, dengan waktu


pelaksanaan shalat tidak
brcanda, tidak berbicara

Azzahra Citra tentu, dengan waktu


Everest pelaksanaan shalat tidak
brcanda, tidak berbicara
Apa kamu datang ke masjid
8 Arif Bima Saya datang dengan tepat peserta didik datang
tepat. waktu untuk mengikuti Wicaksono waktu dan mengikuti dengan dengan tepat waktu
shalat berjamaah? tertib dalam mengikuti
shalat jamaah
Firman Aditya Ya dengan tertib dan tepat
Pratama waktu

Inda Krisnawati Ya dengan tertib dan tepat


waktu

Azzahra Citra Ya dengan tertib dan tepat


Everest waktu, tapi dhuhur saya pernah
telat karna belum selesai makan
siang

174
Apakah kamu berpakaian sopan
9 Arif Bima Ya, berpakaian sopan
dan .rapi (menuturpi aurat) Wicaksono
dalam shalat ?
Firman Aditya Ya, berpakaian sopan
Pratama

Inda Krisnawati Ya, saya menggunakan mukena


yang bersih dan wangi

Azzahra Citra Ya, saya membawa alat shalat


Everest
Apakah kamu selalu membawa
1 Arif Bima Ya, saya membawa yasin dan Dalam membawa
perlengkapan
0 shalat dan buku Wicaksono peci perlengkapan shalat,
.
doa/yasin untuk berdoa setelah peserta didik laki-laki
Firman Aditya Ya, saya membawa yasin dan menggunakan peci dan
shalat? Pratama peci perempuan membawa
mukena. Kemudian
Inda Krisnawati Ya, saya membawa yasin dan selalu membawa buku
alat shalat doa/surah Yasin
Azzahra Citra Ya, saya membawa alat shalat
Everest dan yasin
Apakah kamu mengikuti
1 Arif Bima Ya, saya mengikuti gerakan Peserta didik selalu
gerakan
1 imam sesuai dengan Wicaksono imam dan gerakannya mengikuti gerakan
. dan urutannya?
gerakan imam sesuai dengan
Firman Aditya Ya, saya mengikuti gerakan gerakan dan
Pratama imam dan gerakannya

175
urutannya.
Inda Krisnawati Ya, saya mengikuti gerakan
imam dan gerakannya

Azzahra Citra Ya, saya mengikuti gerakan


Everest imam dan gerakannya
Apakah kamu bersegera menuju
1 Arif Bima Ya, saya selalu segera menuju Saat shalat dhuha
ke masjid
2 dengan tujuan dapat Wicaksono ke masjid peserta didik datang
.
menjalankan shalat wajib langsung dari rumah,
Firman Aditya Ya, saya mengikuti gerakan dan untuk dhuhur
maupun sunnah berjamaah Pratama imam dan gerakannya setelah istirahat dan
dengan tepat waktu? pukul 12.30, peserta
Inda Krisnawati Ya, saya selalu segera menuju didik datang ke masjid
ke masjid dengan instruksi dari
guru
Azzahra Citra Ya, saya selalu segera menuju
Everest ke masjid
Apakah kamu dapat dengan
1 Arif Bima Ya, saya dengan mudah Dalam menghafal
mudah
3 menghafal bacaan doa Wicaksono menghafal doa karna setiap hari bacaan doa setelah
. shalat berjamaah?
setelah dibiasakan untuk dibaca shalat, peserta didik
bersama-sama hafal akan tetapi masih
sedikit lupa, harus
Firman Aditya Ya, saya sudah hafal doa, tetapi dibaca bersama-sama
Pratama ada bacaan yang saya belum dengan dipimpin oleh
hafal guru

Inda Krisnawati Ya, saya sudah hafal doa, tetapi


ada bacaan yang saya belum

176
hafal

Azzahra Citra Ya, saya sudah hafal doa, tetapi


Everest untuk bacaan tasyahud akhir
masih sedikit lupa
Apakah kamu dapat berbagi
1 Arif Bima Ya, jika ada orang tidak berbagi peserta didik dapat
tempat
4 saat pelaksanaan shalat Wicaksono shaf aku bergeser sedikit untuk berbagi tempat dengan
. dimulai?
jamaah berbagi dengan yang lain yang lain baik itu
teman kelasnya atau
Firman Aditya Ya, jika ada orang tidak berbagi tean lain kelas.
Pratama shaf aku bergeser sedikit untuk
berbagi dengan yang lain

Inda Krisnawati Ya, saya pernah waktu shalat


dhuhur berbagi tempat dengan
Zahra

Azzahra Citra Ya, saya pernah berbagi tempat


Everest kepada teman
Apakah kamu mengajari teman
1 Arif Bima Tidak Berdasarkan hasil
yang5belum bisa doa-doa Wicaksono wawancara, peserta
.
shalat? didik belum bisa
Firman Aditya Tidak , belum pernah mengajari kepada
Pratama teman lain yang belum
bisa doa-doa shalat,
Inda Krisnawati Tidak , belum pernah dikarenakan masih
sama-sama belajar
Azzahra Citra Tidak , belum pernah melalui pembiasaan

177
Everest yang dipimpin oleh
guru/Imam
Apakah kamu suka mengajak
1 Arif Bima Iya, saya mengajak teman Pada pelaksanaan
teman
6 untuk menunaikan shalat Wicaksono untuk ke masjid shalat berjamaah
.
berjamaah di sela-sela jam khususnya shalat
Firman Aditya Iya, contohnya dalam dhuhur, saat istirahat
istirahat? Pratama kehidupan sehari-hari saat di kedua setelah ada
rumah waktu hari minggu saya panggilan dari guru,
mengajak teman saya ke masjid peserta didik segera
untuk berjamaah bersiap-siap untuk
pelaksanaan shalat
Inda Krisnawati Belum dhuhur berjamaah
Azzahra Citra Iya
Everest
Apakah kamu mau
1 Arif Bima Iya, contohnya pernah Menurut peserta didik,
meminjamkan
7 kepada teman Wicaksono meminjamkan peci kepada mereka mau jika
jika .ada yang tidak membawa temanku meminjamkan alat
shalatnya kepada
alat shalat? Firman Aditya Iya, contohnya pernah teman yang tidak
Pratama meminjamkan peci kepada membawa.
temanku (Ibnu)

Inda Krisnawati pernah meminjamkan mukena


saat mukenanya hilang

Azzahra Citra pernah meminjamkan mukena


Everest saat ada teman yang tdak

178
membawa
Apakah kamu bertanggung
1 Arif Bima Saya bertanggung jawab Peserta didik tidak
jawab
8 menjaga fasilitas yang Wicaksono menjaga fasilitas masjid merusak fasilitas yang
. masjid?
ada di ada di masjid, seperti
Firman Aditya Saya bertanggung jawab jika masuk ke masjid
Pratama menjaga fasilitas masjid sebaiknya kaki
dibersihkan terlebih
Inda Krisnawati Saya bertanggung jawab dahulu dan tidak
menjaga fasilitas masjid merusak fasilitas
wudhu. Kemudian jika
Azzahra Citra Saya bertanggung jawab meminjam alat shalat,
Everest menjaga fasilitas masjid setelah digunakan
dikembalikan ke
tempat semula.

179
Lampiran V

Jadwal piket harian dan pedampingan shalat berjamaah

Nama-nama guru di MI Sultan Agung

180
Serambi Masjid MI Sultan Agung untuk pelaksanaan Shalat Berjamaah

Tempat wudhu

181
Pelaksanaan Shalat Dhuha peserta didik mengikuti shalat dengan tenang

Peserta didik membaca yasin bersama

Guru mengawasi kegiatan shalat berjamaah

182
Lampiran VI

PENILAIAN SHALAT BERJAMAAH KELAS VA

No. NIS Nama Nilai Keterangan

1 1264 Ahmad Royak Ikbal Maulana A

2 1263 Abizar Satrya Dewandaru A

3 1265 Alifa Aulia Zahra B+

4 1295 Annisa Hatala Dzikra B+

5 1332 Ayundha Putri Buana B+

6 1266 Azaria Nugraha A

7 1297 Aziz Nur Cahyo B

8 1267 Chayara Ilma Firdaus B+

9 1268 Daniel Damarraja Siahaan B+

10 1303 Farah Aulia Ahmad B+

11 1269 Farica Putri Surayni B+

12 1404 Finna Zeidgeist Febria B

13 1304 Galvin Kalimata Putra A

14 1305 Hafidz Rafi Akbar Firdaus A

15 1306 Ibnu Salman Abdul Malik A

16 1307 Latifa Eka Nur Syafitri A

17 1276 Lidya Anggun Pramesti A

183
18 1214 M. Risky Ikbar Hastowo B+

19 1414 M. Ziyad Shafiq B

20 1278 Muhamad Faishol Amin Ahda B+

21 1311 Muhammad Haekal Raditya B+

22 1281 Mutia Hanifah B

23 1314 Nafis Abil Ilham B

24 1315 Najwa Munjiha B+

25 1316 Naufal Dzakwan Ammar B+

26 1243 Naufal Eko Saputro B+

27 1286 Raihana Hafidza B+

28 1319 Rayhan Aji Saputra B

29 1288 Rheno Pandu Ibrahim B

30 1552 Ridwan Hakim Santoso B+

31 1480 Sekar Ayu Putri Ruseno B+

32

Keterangan :

A = Anak datang lebih awal dan mengikuti dengan tertib


B+ = anak mengikuti dengan tertib
B = anak sering datang telat dan sedikit gaduh.

184
PENILAIAN SHALAT BERJAMAAH KELAS VB

No. Nama Nilai Keterangan

1. Alvito Adi Rahman B+

2. Arif Bimo Wicaksono B

3. Aulia Putri Azzahra B+

4. Az Zahra Cita Everest B+

5. Deva Pradana Kurniawan B+

6. Dhaneswara Yudhistira Dhanuarta B

7. Dinda Trisnawati B+

8. Dwina Ramadhanty A

9. Febiola Chealsea Siti Faizah B+

Permatasari

10. Firman Aditya Pratama A

11. Heather Fathin Fatimah B+

12. Layla Nahwa Noor Aisyah Putri B

13. Luluk Mamlu’atul Ulumi B+

14. M. Vallensi Zaki Raul Rajendra B

15. Mohammad Faif Fahrudin A

16. Muhammad Da’I Ikhwani B+

17. Muhammad Naufal Authar Taftazani B+

185
18. Muhammad Rifay B+

19. Nurul Chasanah Widarsih B+

20. Prima Indah Herawati A

21. Radik Rahardian Putra Mahardika B+

22. Refandra Desta Rheisava Pratama B

23. Rindu Eliningtara B

24. Sabrina B+

25. Sayyidah Azka Azkiyatun B+

26. Soffina Anisatul Khoiriyah B

27. Tabina Naila Putri B+

28. Talita Nabilah Faustin B+

Keterangan :

A = Anak datang lebih awal dan mengikuti dengan tertib


B+ = anak mengikuti dengan tertib
B = anak sering datang telat dan sedikit gaduh.

186
Lampiran VII

187
Lampiran VIII

188
Lampiran IX

189
Lampiran X

190
Lampiran XI

191
Lampiran XII

192
Lampiran XIII

193
Lampiran XIV

194
Lampiran XV

195
Lampiran XVI

196
Lampiran XVII

197
Lampiran XVIII

198
Lampiran XIX

199
Lampiran XX

200
Lampiran XXI

201
Lampiran XXII

202
Lampiran XXIII

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

A. Data Pribadi
Nama Lengkap : Tri Cahyantari
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 12 Agustus 1996
Alamat : Tepan, Bangunkerto Turi Sleman
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Status : Belum Nikah
Golongan Darah :A
Kewarganegaraan : Indonesia
Email : tcahyantari@[Link]
B. Data Orang tua
Nama Orang Tua
1. Ayah : Mujianto
2. Ibu : Sumarni

Alamat Orang Tua : Tepan Bangunkerto Turi Sleman

C. Riwayat Pendidikan
1. SD/MI : SD N Turi 3
2. Smp/MTs : SMP Muhammadiyah 1 Turi
3. SMA/MA : SMK Muhammadiyah 1 Tempel
4. S1 : PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2014-2018)
D. Pengalaman Organisasi
1. Bidang Kajian Dakwah Islam di Ikatan Pelajar Muhammadiyah di SMK
Muhammadiyah 1 Tempel (2012-2013)
2. Anggota di KSR PMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2014-sekarang)
3. Sekretaris Karang Taruna di Dusun Tepan.

203

Anda mungkin juga menyukai