Ornamen dalam Seni Islam Mesir Kuno
Ornamen dalam Seni Islam Mesir Kuno
id
BAB II
ISI DAN ANALISIS
Manusia yang pertama kali menjejakan telapak kakinya di lembah sungai Nil
ialah Misraim bin Haam bin Nuh. Misraim adalah cucu dari Nabi Nuh yang pada
mulanya tinggal di benua Asia. Lembah Nil yang subur dan makmur, telah menarik
sebagian suku bangsa Misram untuk datang ke sana. Misraim yang pertama kali
datang ke sana, maka penduduk lembah Nil itu dinamakan bangsa Misra atau Mesir,
yaitu bangsa keturunan Misraim (Israr, 1978:130). Dimulai dari suku ini, peradaban
sosial budaya Mesir muncul. Jika tidak ada sungai Nil yang ketika banjir lembah
sungai tersebut menjadi subur maka tidak ada pula manusia yang datang dan tinggal
terhadap dewa dan roh leluhur. Dilihat dengan adanya mitologi dewa dalam
peradaban Mesir kuno, contohnya dewa Ra yaitu dewa matahari dan Osiris yaitu
dewa kematian. Masyarakat Mesir menggunakan seni ornamen pada makam para
Penggunaan ornamen pada saat itu dapat dikelompokan menjadi tiga jenis ornamen
Mesir seperti yang diungkapkan oleh Jones, pertama seni ornamen Mesir digunakan
seabagai konstruksi, yang berupa hiasan seperti kelopak bunga atau batang pada
sebuah pilar yang berfungsi untuk menutupi kerangka dasar pilar tersebut. Kedua,
commit to user
21
[Link] [Link]
22
kepada dewa dan roh leluhur pada sebuah bangunan berupa makam atau dindingnya.
masyarakat Mesir, dapat digunakan pada peralatan. Seni ornamen pada masa Mesir
geometri. Ciri ornamen Mesir, selain penggunaan simbol juga penggunaan warna
pada ornamen. Masyarakat Mesir senang mewarnai segala apa yang mereka ciptakan
seperti sebuah ornamen, teknik pewarnaan juga telah mengenal dengan teknik
bayangan dari warna yang dihasilkan. Warna yang digunakan berupa warna merah
biru dan kuning, warna hitam dan putih untuk membatasi dan memberikan kekhasan
“the colours used by the Egyptian were principally red, blue, and yellow, with black
and white to define and give distinctiveness” (Jones, 1856:25). Pembuatan seni
batang papyrus yang tumbuh subur di lembah sungai Nil menjadi salah satu inspirasi
pembuatan ornamen pada tiang-tiang bangunan, seperti yang diungkapkan oleh Jones
“ the lotus and papyrus, growing on the banks of their river, symbolising the food for
Pembuatan seni ornamen pada waktu itu telah banyak menggunakan bahan
material berupa batu, dan kayu. Pola karakteristik motif dasar ornamen Mesir yang
paling populer pada saat itu antara lain adalah lotus atau teratai, papyrus, zigzag,
persegi, dan beberapa yang terdiri dari hiasan hieroglyph (Wornum, 1879:42). Pola
lotus atau perpaduan dengan pola geometris, spiral atau bergelung dan bergelombang
secara natural yang dipadukan secara simetris dan disetiap detailnya memiliki makna,
merupakan pola yang paling banyak ditemui didalam ornamen (Wornum, 1879:42).
commit to user
[Link] [Link]
23
Pembuatan ornamen dimasyarakat saat itu tidak ditemukan jejak adanya sebuah
infansi atau sebuah pengaruh dari asing, pembuatan ornamen tersebut mengacu pada
alam yang terdapat disekitarnya, seperti yang diungkapkan oleh Jones “in the
therefore, believe that they want inspiration direct from nature” (Jones, 1856:22) dan
ini yang menjadikan ornamen di Mesir menjadi kuat. Masyarakat Mesir tidak dapat
kekuatan dewa dan roh para leluhur. Kepercayaan mistik tersebut membentuk corak
tujuan tersier atau maslachah tachsi>niyyah, yang menjadi tujuan pertama dalam
ajaran Islam yaitu pemantapan aqidah dan fiqih. Seni Islam di Mesir mencapai masa
(Israr, 1978:153). Terjadilah akulturasi ornamen antara Islam dengan ornamen yang
sudah ada yaitu dengan proses stilisasi, abstraksi dan denaturalisasi. Stilisasi adalah
inderawi dalam bentuk abstrak tanpa harus meninggalkan secara totalitas semua
Islam tidak melupakan sisi keindahan sebagai nilai yang penting dalam
keagungan peradaban Islam. Keindahan yang merupakan fitrah dalam diri manusia
24
kesukaan sesuatu yang indah. Menurut As-Sirjani bahwa peradaban Islam itu terkait
Tidak diragukan lagi bahwa seni membentuk dimensi utama dalam peradaban
Islam. Namun, jika peradaban tersebut kosong dari unsur keindahan dan tidak
memiliki sarana-sarana untuk mengekspresikannya adalah peradaban yang tidak
berinteraksi dengan perasaan-perasaan manusia dan tidak memenuhi kebutuhan
jiwa yang selalu merindukan akan sesuatu yang indah” (As-Sirjani, 2012:669).
umumnya dan Islam pada khususnya. Seni juga merupakan ungkapan dari bentuk
suatu peradaban Islam. Seni Islam menjadi cermin yang terang terhadap peradaban
manusia karena seni Islam dinilai sebagai seni yang paling agung diantara seni-seni
yang dihasilkan oleh peradaban dunia pada zaman dahulu dan sekarang (As-Sirjani,
2012:670). Seni Islam di Mesir cukup banyak macamnya, sehingga seni tersebut telah
membentuk karakter yang menjadikan ciri khas pada seni tersebut, antara lain adalah
seni bangunan, seni hiasan atau seni ornamen, seni khat Arab, seni musik, seni tarian
dan sebagainya. Pada bidang ornamen, seni tersebut telah menjadi karakteristik di
dalam peradaban seni Islam sejak zaman mesir kuno hingga sekarang.
Pada seni Islam, khususnya seni ornamen seni Islam para muslim mengarah
ke dunia baru yang lepas dari gambar manusia, hewan, alam atau tumbuhan, sehingga
seni ornamen menjadi sebuah ikon atau ciri khas dan pengaruh dari kebangkitan
peradaban Islam. Ornamen tersebut telah mencapai pada tingkatan seni tinggi, yang
commit to user
[Link] [Link]
25
wilayah dan pada setiap abad sejarah Islam dapat memenuhi empat fungsi (Al-
Faruqi, 2000:412).
Penggunaan seni ornamen di Mesir pada masa itu banyak digunakan pada
bangunan istana, sekolah, masjid, makam dan bangunan arsitektural yang terdapat
menggunakan seni ornamen yang terdapat pada menara, dinding, dan mihrab. Serta
bermacam pula motif dari ornamen yang digunakan. Adapun bangunan arsitektural di
Mesir yang tidak bercirikan arsitektural Islam juga memiliki ornamen, hal itu dapat
terjadi karena adanya pengaruh seni Islam seiring dengan kekuasaan Islam yang
berkembang, misalnya gereja arsitektural bangunan ini juga terdapat ornamen seni
Islam yang dipakai didalamnya. Pada seni Islam semua bentuk ornamentasi ini tidak
keindahan dan dalam tradisi manapun, di Yunani dan Eropa, Cina, India, Persia,
Arab, Melayu dan Jawa lahirnya aneka ekspresi seni terkait dengan aliran-aliran
falsafah yang berkembang dan dominan pada masa tertentu, melalui falsafah inilah
karya seni dapat dijelaskan kaitannya dengan agama dan kebudayaan (Abdul Hadi
W.M dalam Leaman, 13:2005). Seni Islam memiliki tujuan yang sama dengan tujuan
dalam diri seorang muslim, sehingga dapat dikatakan bahwa seni Islam adalah seni
tauhid. Seni Islam merupakan seni yang diciptakan dengan tujuan memberikan
commit to user
[Link] [Link]
26
sebuah gambaran tentang ketuhanan, sehingga seni Islam diciptakan berdasar dan
Seni ornamen Islam diciptakan dengan tujuan untuk mengingat Allah atau
dzikrullah, penciptaan seni untuk mengingat Allah berarti pembuatan seni ornamen
Islam tidak meniru dengan ciptaan Allah secara nyata, naturalis. Seni ornamen Islam
tidak diciptakan secara figuratif, namun secara abstrak, stilis dan denaturalisasi.
Menurut Al-Faruqi (Leaman, 2005:14) seni rupa Islam yang khas adalah seni
menumpukan perhatian pada jenis-jenis lukisan yang bertolak belakang dari tiga
bentuk seni rupa ini. Sama dengan Seyyed Hossein Nasr yang berpendapat bahwa
kaligrafi, arabes dan geometri sebagai bentuk-bentuk pencapaian paling tinggi dalam
seni Islam.
berikut:
1. Abstraksi
memberikan simbol yang secara konseptual dan imajinatif pada suatu objek.
tersebut, sehingga unsur asli yang terdapat pada makhluk yang digambar tidak
commit to user
[Link] [Link]
27
hilang dan masih bisa diketahui unsur figuratifnya. Proses abstraksi dapat
terjadi pada semua objek seni ornamen, seperti hewan, tumbuhan, manusia
dan lain sebagainya. Contohnya pada bangunan masjid Ibnu Thulun terdapat
ornamen berupa motif tumbuhan yang dibentuk secara abstraksi. Namun dari
bentuk baru dari tumbuhan dapat diketahui bahwa ornamen tersebut bermotif
masjid Ibn Thulun yang model arsitekturnya sama dengan masjid di Samara,
tersebut. Selain pada masjid Ibn Thulun ornamen yang mengalami abstraksi
28
abstraksi. Daun yang diciptakan dengan bentuk tidak nyata, tidak secara
natural melainkan diciptakan dengan mengubah bentuk dari daun yang alami
ke bentuk daun yang tidak nyata tanpa mengurangi esensi atau unsur yang
2. Struktur Modular
penggabungan unsur yang dapat menghasilkan suatu desain corak yang baru.
Penggabungan unsur tersebut dapat menjadi desain yang lebih besar dan
komponen yang sama yang digabungkan. Contohnya pada dinding masjid Al-
digunakan adalah bangun berupa bintang, segi enam yang digabungkan secara
commit to user
[Link] [Link]
29
Jendela pada masjid Qaysun merupakan struktur modular yang terdapat pada
jendela tersebut dibentuk dari unsur bangun bintang, segi lima, dan trapesium
3. Kombinasi Berurutan
yang statis, sehingga kombinasi berurutan ini adalah keteratuan urutan yang
statis tanpa ada pemisah pada prosesnya. Pada seni ornamen Islam di Mesir
pola yang telah bergabung atau modular maka akan terdapat keteraturan
commit to user
[Link] [Link]
30
dengan kombinasi yang lebih besar dan berkembang. Pola ornamen kombinasi
berurutan ini dapat di temukan salah satunya pada mimbar di masjid Qus.
Pada pola kombinasi berurutan inilah maka didapatkan motif ornamen yang
4. Repetisi
satuan-satuan visual pada suatu pola. Pada pengulangan pola repetisi tidak
selalu duplikasi secara persis, melainkan juga kemiripan. Ciri ornamen seni
commit to user
[Link] [Link]
31
diterapkan, sehingga kesan yang tak pernah putus akan tercipta. Variasi yang
yang dibentuk dengan bentuk bintang. Bintang yang pertama dengan ukuran
yang kecil, bintang yang kedua dengan ukuran yang lebih besar, kemudian
dan segi empat kecil. Semua pola yang telah digabungkan sedemikian rupa
5. Dinamisme
commit to user
[Link] [Link]
32
ruang. Pengisian ini dapat berupa titik, garis, bentuk dan isi dalam membuat
seni ornamen.
statis, namun sebaliknya apresiasi pola arabes memiliki proses yang dinamis
dalam bentuk motif, struktur secara berturut-turut. Hal ini menjadi bentuk seni
yang paling dinamis dan secara estetis paling aktif dari semua bentuk seni.
ornamen Islam yang ada pada bangunan arsitektural di Mesir dapat dinikmati
6. Intrikasi
berusaha mencari dan menemukan titik akhir pada ornamen seni Islam yang
pembuatan serta kombinasi maka sifat dinamisme dan momen dengan pola
commit to user
[Link] [Link]
33
Contoh di atas merupakan pola intrikasi, pola ornamen seni Islam pada
berupa tangkai atau sulur yang memanjang saling berkaitan antara satu
memiliki titik simetris. Inilah yang menjadikan salah satu ciri ornamen seni
Islam yang kerumitannya menjadi salah satu ciri khas seni ornamen Islam.
7. Denaturalisasi
sebuah proses yang terjadi perubahan pada suatu objek yang terjadi karena
mengikuti bentuk-bentuk secara alami yaitu dengan melalui gubahan, hal ini
misalnya bentuk alami adalah tumbuhan, binatang, manusia dan benda alam
lainnya. Pola denaturalisasi pada ornamen seni Islam juga terdapat pada
dinding bangunan.
commit to user
[Link] [Link]
34
bentuknya yang dibuat dengan tidak sama seperti aslinya, melainkan dibuat
aslinya. Begitu juga dengan tangkai yang dibuat dengan sederhana hanya
Ciri ornamen seni Islam yang terdapat di Indonesia banyak terdapat ciri
abstraksi dan denaturalisasi. Ornamen seni Islam di Indonesia terdapat pada bangunan
masjid dan rumah adat. Khususnya di Jawa Tengah, masjid dan rumah diwilayah ini
terdapat ornamen dengan ciri abstraksi dan denaturalisasi yang bermotif tumbuhan
hewan. Motif ini dapat ditemukan pada pilar, pintu, langit-langit rumah. Penggunaan
motif ini dapat dimaknai secara sosial pada kehidupan masyarakat setempat.
Contohnya pada Masjid Agung Demak terdapat ornamen bermotif hewan berupa
tahun pembuatan masjid, yaitu dengan makna berupa angka tahun 1401. Bentuk kura-
kura yang memiliki empat kaki, satu kepala, satu ekor, dan badan. Masing-masing
commit to user
[Link] [Link]
35
memiliki makna, kepala bermakna angka 1, kaki bermakna angka 4, badan bermakna
Indonesia juga terdapat pola dengan motif geometris. Salah satunya adalah pada
masjid Nurul Huda Islamic Center di Universitas Sebelas Maret Surakarta, terdapat
pola yang bermotif geometris yang bercirikan struktur modular, kombinasi berurutan,
dan repetisi. Pola yang digunakan ini memiliki makna bahwa sifat Allah yang tidak
Stuktur adalah cara sesuatu yang disusun atau dibangun dengan pola tertentu
dengan pengaturan unsur pada suatu benda dengan sebuah ketentuan yang diberikan
untuk unsur-unsur dari suatu benda. Ornamen seni Islam yang terdapat di Mesir
tersusun dengan beberapa macam struktur yang menjadi dari bagian ornamen
tersebut, berikut ini adalah penjelasan tentang struktur ornamen seni Islam yang
terdapat di Mesir :
1. Struktur Geometris
Istilah geometris berasal dari kata geo yang memiliki arti keadaan, dan mertic
yang berarti garis, sehingga pada dasarnya geometris adalah ilmu yang mempelajari
tentang garis. Struktur geometris menggunakan dasar dari pola kotak, bulat, segitiga
dan lain sebagainya. Geometris yang digunakan juga akan berhubungan dengan ritme
serasi. Salah satu yang menarik dalam pola struktur geometris terdapat dari jenis
commit to user
[Link] [Link]
36
ilustrasi yang sangat umum dalam seni Islam adalah keseimbangannya. Pola struktur
pembentuk yang sangat luar biasa pada berbagai media dalam seni maupun arsitektur.
bentuk yang sederhana dari bentuk lingkaran, persegi, segi enam, bintang dan lain
sehingga mereka berkeinginan untuk mencari desain bentuk dasar pembentuk struktur
geometrisnya. Motif yang paling populer pada struktur geometris ini adalah bentuk
bintang dan yang paling umum adalah bentuk bintang yang bersudut.
2. Struktur Arabesque
daun, sulur, binatang, dan garis didalam satu jalinan pola yang rumit dan terperinci.
Struktur arabesque adalah struktur yang polanya tidak terbatas, berulang dan
commit to user
[Link] [Link]
37
beranekaragam macamnya. Pola struktur tak terbatas ini merupakan ekspresi estetis,
hal ini tidak dibatasi dengan jumlah unsur pembentuk dari pola ini. Justru entetis
struktural itulah yang selaras dengan prinsip estetis ideologi Islam (Al-Faruqi,
yang tidak terbatas yang berada diluar ruang dan waktu. Pola arabesque yang tak
berawal dan tak berakhir yang telah memberikan kesan tak terbatas merupakan cara
yang terbaik dalam arabesque mengekspersikan ajaran ketauhidan dalam seni Islam.
banyak ditemukan dalam seni ornamen Islam yang berkaitan dengan estetika
kesenian Islam. Pola arabesque menjadi tak terbatas maknanya dalam ornamen, motif
dan dapat termasuk ke dalam bidang seni yang lain seperti seni sastra, musik yang
digolongkan menjadi beberapa jenis. Pola struktur berkembang dan tak terbatas atau
commit to user
[Link] [Link]
38
yang sering disebut dengan pola struktur arabesque. Pola ini sering dipakai dalam
desain karpet, dekorasi al Qur’an, keramik, bangunan dan lain sebagainya. Ternyata
sesuai dengan sejumlah tipe struktural pola ini dapat ditemukan dan dikenal dalam
karya seni yang telah tercipta empat belas abad yang lalu (Al-Faruqi, 2000:418).
Maka dengan pola tersebut akan dijelaskan klasifikasi pola srtuktur arabesque sebagai
berikut :
1. Struktur Multiunit
Multiunit struktur yang terbentuk secara terikat yang lebih dari satu
dan berdiri sendiri. Menurut (Al-Faruqi, 2000:437) struktur ini tersusun dari
beberapa bagian atau modul yang bercirikhas yang digabungkan dengan cara
dibawah ini. Gambar ilustrasi menunjukan adanya susunan modul yang berciri
39
sedemikian rupa menjadikan bentuk modul yang berciri khas dan bergabung
secara berulang.
Dari gambar ilustrasi diatas, dapat diketahui bahwa unsur modul yang
dipakai berupa bintang yang digabungkan dengan unsur modul segi dua belas
gabungkan maka akan menghasilkan modul atau bentuk yang baru. Modul
yang baru tersebut kemudian disusun dengan cara saling berkaitan satu
commit to user
[Link] [Link]
40
dengan yang lain sehingga pada hasil akhirnya akan menghasilkan modul baru
yang seimbang dan berkaitan. Gambar tersebut juga memiliki keragaman titik
fokus, yaitu titik fokus terdapat pada pola bintang dan segi duabelas, dan hasil
dari kaitan kedua bentuk yang membentuk seperti huruf Y yang bisa
3. Struktur Berjalin
yang lain. Misalnya berupa sulur seperti pohon anggur, yang kelihatannya
4. Struktur Berkembang
pada dasarnya dapat berupa kuncup atau sesuatu yang berlipat yang
satu titik kembang yang dapat menyebar rata pada media seni, dan juga dapat
commit to user
[Link] [Link]
41
memiliki lebih dari satu titik kembang tergantung dengan luasan media yang
dipakai.
yang lain.
Motif adalah corak dari suatu benda yang dapat menghasilkan sebuah
identitas yang muncul ketika corak tersebut di kenali dan menjadi ciri tersendiri bagi
barang produksi seni atau yang lain. Sub bab penelitian ini akan menjelaskan ragam
Ragam Motif yang merupakan motif geometris adalah ragam motif yang
mengandung unsur garis, seperti garis miring, lengkung, serta bangun, seperti
commit to user
[Link] [Link]
42
persegi, lingkaran segitiga, bentuk meander, swastika, dan bentuk pilin L/T dan
mengikuti bentuk objek yang dihiasnya. Selain itu, pembuatan motif ini juga
seimbang.
Janum. Kubah tersebut terdapat motif garis berbentuk zig zag yang melingkari
seluruh kubah. Penempatan garis tersebut disusun secara seimbang dan teratur
menyesuaikan dengan bidang yang dipakai. Motif garis yang terdapat pada kubah
tersebut memberikan kesan tegas dan menyatu pada satu titik yaitu pada ujung
kubahnya.
Gambar 15. Motif Geometris pada kubah masjid Emir Mahmud Janum
tempat dan teknik, misalnya bisa dipahat, dicetak, dan digambar. Hasil motif ini
juga sering diaplikasikan pada kubah masjid, keramik, pintu, jendela, mimbar
43
Manusia merupakan salah satu objek dalam penciptaan motif ornamen yang
digambarkan dengan keadaan yang dilihatnya, namun jika tidak secara utuh
manusia dapat digambarkan dengan salah satu bagian darinya, misalnya wajah.
Pada gambar diatas merupakan motif manusia secara utuh. Motif tersebut
terdapat gambar seorang penjaga atau pengawal di makam Mere Ruka. Gambar
utuhnya terdapat tangan, badan, kaki dan kepala. Penggambaran manusia tidak
hanya berupa apa yang ada dalam manusia dalam arti bentuknya. Namun
kedekatan seorang raja dengan rakyatnya, suasana seorang raja sedang berburu
dan bahkan kewibawaan seorang raja yang digambarkan dengan figur raja
commit to user
[Link] [Link]
44
sentris.
perlindungan kepada semua makhluk yang ada disekitarnya, yaitu rakyatnya atau
manusia, hewan dan tumbuhan yang dapat dijaganya dengan serasi, dan selaras.
hasil dari gubahan atau stilirisasi, yaitu penciptaan motif yang tidak natural
masih dapat dikenali jeninya. Adapun bentuk visualisasi dari binatang yang telah
mengalami gubahan atau stilirisasi hanya diambil pada bagian tertentu saja dan
commit to user
[Link] [Link]
45
dapat dikombinasikan dengan motif yang lainnya. Jenis binatang yang dapat
dijadikan gubahan antara lain, burung, singa, ular, gajah dan lain sebagainya.
Tampak pada gambar diatas merupakan motif burung yang terdapat pada
commit to user
[Link] [Link]
46
Penggambaran motif tumbuhan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan
cara natural, digambar sesuai dengan aslinya dan dengan cara stilirisasi sesuai
digubah dengan sedemikian rupa sehingga tidak mudah dikenali dari jenis dan
tumbuhan berupa vegetasi, sulur-sulur, dan daun yang distilisasi. Motif ini
memiliki kelenturan yang dapat membentuk pola simetris mengikuti luas bidang
yang dipakai.
commit to user
[Link] [Link]
47
pada kaca patri masjid Saydah Zaynab. Menggambarkan tumbuhan yang berbuah
matahari, batu, air awan dan lain sebagainya. Adapun penciptaannya dirubah
dengan sedemikian rupa dan dalam pengubahan itu disesuaikan dengan karakter
yang sesuai dengan sifat dari benda yang digambar secara stilirisasi, yang
bagian bawah suatu bidang yang akan dihias dengan motif tersebut dengan
dapat digunakan pada media apapun, yang setiap motif ornamen tersebut dengan
mudah diterima oleh masyarakat karena nilai keindahan yang muncul pada
commit to user
[Link] [Link]
48
ornamen tersebut. Ornamen di atas juga menunjukan bahwa air juga merupakan
salah satu unsur penting dalam kehidupan yang selalu dibutuhkan oleh manusia.
E. Analisis
dijabarkan. Maka penulis mengungkapkan beberapa fungsi dari ragam struktur dan
motif ornamen seni Islam pada bangunan arsitektural di Mesir. Fungsi ornamen Islam
1. Fungsi Estetis
Istilah estetika berasal dari bahasa Yunani yaitu aistheton yang berarti
maka sejak itu istilah estetika digunakan dalam pembahasan filsafat yang
berkenaan dengan benda-benda seni. Istilah estetika muncul pada tahun 1750
memiliki unsur yang mendasar, yaitu wujud, isi dan penyajian karya seni. Wujud
merupakan bentuk dasar dari unsur yang membentuk karya seni dapat berupa
struktur ataupun susunannya. Isi merupakan makna atau nilai yang terkandung
didalam benda seni yang telah berwujud. Penyajian merupakan cara menyajian
hasil karya seni yang dituangkan pada sebuah media seni sehingga dapat
Djelantik didalam buku estetika makna, simbol dan daya menyebutkan bahwa
“estetika merupakan suatu ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan
commit to user
[Link] [Link]
49
2002 : 3). Nilai keindahan bersifat ideal, suatu benda dikatakan indah karena
keindahan tidak terletak pada suatu benda itu sendiri, melainkan perasaan yang
dihayati yang diresapi ketika kita mengalami karya itu sendiri. Keindahan
merupakan suatu sifat yang melekat pada objek, yang dapat menimbulkan
kesenangan tertentu bagi diri kita. Seni dan estetika merupakan asas penting
untuk memberikan asas, peranan dan pengarahan yang sangat berpengaruh dalam
meliputi keindahan alam, seni, moral, dan intelektual. Karya estetis merupakan
himpunan dari kegiatan budi pikiran masyarakat yang menjadikan karya tersebut
filsuf The Liang Gie “karya estetis adalah sekumpulan segenap kegiatan budi
pikiran seorang seniman yang secara mahir mampu menciptakan suatu karya
Ornamen seni Islam memiliki nilai keindahan yang sangat tinggi. Keindahan
ini disebabkan oleh pola ornamen yang secara intrinsik memimbulkan keindahan
yang dapat dipandang. Keindahan yang sangat tinggi ini merupakan wujud lahir
yang nampak pada ornamen menimbulkan seni yang dapat dinikmati secara
inderawi. Keindahan tersebut juga merupakan wujud batin yang nampak pada
esensi didalam karya ornamen seni Islam, wujud batin yang dapat bermakna
terdapat pada ornamen seni Islam dapat menimbulkan rasa kagum, yang didalam
batinnya akan mengagungkan keesaan Allah, melalui karya ornamen ciptaan para
50
karena karya seni itu bukan sekedar sebuah benda tetapi karena didalamnya ada
indah antara lain warna, dan bentuk pola ornamen yang beragam. Ornamen seni
Berdasarkan firman Allah dalam Al Qur’an surat An Nahl ayat 6 yang berkaitan
penggembalaan ternak pada pagi dan sore hari yang terdapat keindahan berupa
ketika bintang ternak itu pulang kekandang dalam keadaan kenyang disore hari
dan binatang tersebut kembali digembalakan dipagi hari, dan keindahan alam
ketika merasakan keserasian suasana dari pagi hingga sore hari yang
commit to user
[Link] [Link]
51
kembali kepada sebuah nilai rohani. Selain itu juga Rasulullah bersabda yaitu:
Pengertian dari ayat dan hadits menjelaskan bahwa estetika seni Islam dapat juga
Segala sesuatu yang memiliki nilai estetika keagamaan pada akhirnya akan
menjadi ketauhidan atau keesaan. Ajaran dalam Islam yang menghasilkan nilai
berbagai hal, tidak hanya seni. Estetika, khususnya dalam seni Islam banyak
memiliki kedekatan dengan sifat-sifat Allah. Agar benda seni yang diciptakan
memiliki tujuan akhir, dan hal ini merupakan anggapan bahwa nilai keesaan tetap
digunakan dan seni tersebut dapat dibentuk, dirubah subtansi, struktur dan
kondisi yang hubungannya dengan tujuan manusia mencipta seni yaitu tauhid.
Ornamen seni Islam merupakan salah satu ikonografis atau simbol Islam,
Seperti yang diungkapakan oleh Ernst Cassrier “dengan adanya simbol, manusia
dapat menciptakan suatu dunia kultural yang didalamnya terdapat bahasa, mitos,
commit to user
[Link] [Link]
52
agama, kesenian dan ilmu pengetahuan. Manusia tidak dapat diartikan sebagai
(Sachari, 2002:14). Simbol yang diciptakan yaitu ornamen seni Islam memiliki
“simbol estetik adalah satu dan utuh, karena tidak menyampaikan makna untuk
dimengerti atau tidak dimengerti, melainkan pesan untuk diresapi. Akan tetapi,
merupakan salah satu tanda yang digunakan untuk menyampaikan baik informasi
visual, untuk menghemat waktu, sehingga suatu simbol berdiri untuk suatu yang
lainnya.
Nilai estetika yang terdapat pada seni ornamen Islam lebih menonjolkan
yang berhubungan dengan Allah melalui dzikir. Salah satu konsep kunci estetika,
menurut Leaman sama dengan salah satu konsep kunci agama, yaitu dengan cara
memandang sesuatu sebagai sesuatu yang lain, yakni sesuatu itu tidak sekedar
sesuatu, tetapi juga menyimpulkan atau berkaitan dengan yang lain, yang lebih
besar atau yang lebih kecil, yang lebih luas atau lebih dalam. Seni ornamen Islam
merupakan seni visual atau seni dhahir (lahir) yang dimaknai secara bathin
(batin), yang maknanya mengarah pada sifat ketuhanan. Oleh sebab itu para
seniman muslim mengubah material yang digunakan pada ornamen seni Islam
53
tersebut tidak mengubah esensi dari material yang digunakan dan bentuk. Berikut
transfigurasi struktur :
a. Transfigurasi Material
Hal inilah yang terjadi dalam seni ornamen Islam, sebagai contoh
berbentuk polos menjadi desain bermotif seni ornamen Islam. Begitu juga
dengan material lainnya seperti batu granit, logam, dan kaca bahan-bahan
54
material yang berasal dari batu, kayu dan keramik. Bahan tersebut
sekolah, gereja dan rumah. Ornamen seni Islam yang ditemukan di masjid
yaitu pada kubah masjid, dinding, pilar, hiasan pintu,hiasan jendela, dan
material yang terjadi berbahan material batu yang semula tidak bermotif,
kosong maka esensi dari material itu tidak akan berubah, hanya saja
Gambar 22. Transfigurasi material yang terdapat ornamentasi pada masjid Ibn Thulun.
commit to user
[Link] [Link]
55
b. Transfigurasi Struktur
sebuah bangunan yang pada ujung atasnya dihiasi dengan pola batang
pembuatan ornamen dapat dilakukan pada kayu, batu, kaca yang sudah
56
merupakan perubahan bentuk yang dialami oleh objek, dalam hal ini
yaitu sebuah objek natural. Fungsi dari transfigurasi stuktur inilah muncul
makna yang lebih tinggi dari semuanya. Ornamen yang diciptakan secara
commit to user
[Link] [Link]
57
yang bersulur, dan unsur figuratif yang atau esensi bentuk daun yang
yang memberikan identitas pada suatu benda sehingga dapat dikenali dan
2. Fungsi Ideologis
Ideologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata yaitu idea dan
ketuhanan. Kata idea memiliki arti mengetahui pikiran, melihat dengan budi,
sedangkan kata logos memliki arti gagasan, pengertian, kata dan ilmu. Jadi
commit to user
[Link] [Link]
58
yang sangat luas cakupannya, dari ideologi ekonomi, ideologi negara, ideologi
agama dan lain sebagainya. Khusus dalam penelitian ini pembahasan tentang
dapat dengan mudah kita temukan kaitannya dengan agama khususnya agama
pada ajaran Islam yaitu al Qur’an dan al-Sunnah. Islam dibangun dari sebuah
pemikiran yang rasional tentang kehidupan, alam semesta, dan manusia bahwa
semuanya itu adalah ciptaan Allah swt. Islam telah memberikan pengaruh
terhadap perkembangan pada setiap cabang pembahasan seni, dan bahkan Islam
III KEBUDAYAAN
II AGAMA
AQIDAH
I
karya seni Islam yang pertama adalah aqidah, merupakan asas pondasi yang
berkaitan dengan ajaran dan amalan Islam atau aqidah, yang diatasnya terdapat
agama yang tegak berdiri diatas aqidah atau pondasi ajaran Islam, sehingga
commit to user
[Link] [Link]
59
yang dihasilkan akan membina dalam kehidupan yang mengerucut pada tujuan
terdapatnya hubungan antara unsur agama yaitu Islam dengan akal pikiran,
sehingga pemikiran atau ideologi Islam berkaitan dengan al-Qur’an dan al-
spiritualitas dalam Islam dikenal dengan tasawuf, mistisisme Islam atau sufisme.
Turunnya al-Qur’an dari langit (al lawh al mahfu>zh), maka terdapat sebuah
gerak kosmogonis, al qaws al nuzu>li, yaitu gerak dari atas ke bawah yang
merupakan adanya dasar agama yang digunakan dalam pembuatan ornamen seni
Islam. Pengertian diatas dapat diarahkan pada pembuatan ornamen seni Islam di
Mesir dapat direduksikan lagi pada keesaan Allah atau al qaws al shu’u>di.
Terdapat beberapa tingkatan ideologi dalam Islam, antara lain sebagai berikut,
yang pertama adalah syariat, merupakan aspek luar atau aspek eksoterik yang
kebudayaan Islam yang sesuai adalah produk yang memiliki manfaat secara
ungkapan yang disampaikan. Ketiga adalah Ma’rifat adalah esensi batin atau
commit to user
[Link] [Link]
60
esoterik, yang menunjukan nilai kebatinan yang berupa nilai suffisme yang
Tingkatan ideologi Islam yang lainnya adalah Islam, iman, dan ikhsan.
Pertama, Islam adalah sebuah wadah formal yang memiliki beberapa aturan yang
atau realisasi yang tidak mengabaikan aspek landasan beragama yang berupa
aturan formal dalam Islam, dari yang berupa verbal kemudian keyakinan dan
kedekatan diri pada Allah dan bukan dimensi benda melainkan dimensi spiritual.
kesamaan, maksud dan tujuan. Ideologi Islam memiliki maksud bahwa seni yang
diciptakan dengan ciri Islam maka perpegang dengan pedoman Islam, ajaran
Islam yang diaplikasikan pada seni, dan hasil dari seni Islam dapat mengarah
wujud realitas batin melalui substansi jiwa Nabi yang tetap hadir secara gaib di
dunia Islam, bukan hanya melalui hadits, tetapi juga jalan yang tak dapat diraba
di dalam hati mereka yang mencari Tuhan, serta nafas para pemohon yang
ornamen Islam juga dapat memberikan suatu keberkahan sebagai akibat dari
Allah dimanapun manusia berada (Nasr, 1993:214, 17). Keberkahan tidak hanya
commit to user
[Link] [Link]
61
bagi untuk seniman pembuat ornamen seni Islam, melainkan juga mengalir
didalam karya seninya yang berkaitan dengan sifat Allah yang sebelumnya
Tuhan di dalam dirinya dan mampu memberikan apresiasi tak terbatas pada
Pada ornamen seni Islam di Mesir yang berfungsi sebagai spiritualitas Islam
spiritual baik dunia spiritual dalam kerangka kosmologis maupun dalam dunia
tanda yang dimaksud adalah kekuasaan Allah Yang Maha segalanya yang
Sementara itu, dunia spiritual dapat dipahami manusia dan juga dihayati lewat
lembaga agama, lembaga filsafat dan lembaga seni. Seni dapat dimasukkan
commit to user
[Link] [Link]
62
dalam lembaga kebenaran yang bersifat spiritual sejajar dengan agama dan
filsafat (Sumardjo, 2000:7). Pada seni ornamen Islam yang terdapat di Mesir
memiliki fungsi ideologi yaitu ornamen merupakan kategori yang tergolong pada
seni suci, yang merupakan seni yang berhubungan dengan praktek-praktek utama
dalam agama dan kehidupan keagamaan. Contohnya adalah seni kaligrafi, seni
arsitektur masjid.
Seni ornamen merupakan sebagai pengisi dari seni suci, karena seni ornamen
ini dapat menjadi pengisi dalam keagamaan dengan cara menjadi ornamen atau
hiasan seni kaligrafi, seni arsitektur masjid. Seni ornamen juga menggambarkan
prinsip-prinsip agama dan spiritualisme tetapi dengan cara tidak langsung yang
kita untuk memikirkan gagasan-gagasan yang tampak sangat tidak masuk akal
(Leaman, 2005:120).
Tuhan yang tidak tebatas (Leaman, 2005:119). Ornamen seni Islam di Mesir
merupakan salah satu wujud renungan pada pencipta alam dan merupakan suatu
titik yang tinggi pada sebuah pemikiran seperti yang diungkapkan Sayyed H.
Nasr :
Ornamen yang rumit, melingkar ke atas, melingkar lagi hingga menuju kubah,
dan berhenti disuatu titik, untuk kemudian menembus alam raya melalui puncak
kubah tertinggi. Hal itu sebagai suatu simbol yang tiada tara, yang saatnya akan
commit to user
[Link] [Link]
63
sampai pada titik kulminasi, lepas diri kea lam yang bebas dan membahagiakan.
Kubah dalam kebudayaan Islam dikenal sebagai simbol tauhid, sebuah fenomena
kontemplasi tertinggi terhadap sang Khalik (Sachari, 2002:23).
Ideologi sangat penting dimiliki oleh setiap manusia, bahkan negara. Karena
wawasan dalam tujuan dalam sebuah kehidupan. Seperti halnya dengan ideologi
Islam yang digunakan dalam menciptakan seni ornamen Islam, para seniman
yang difirmankan oleh Allah pada surat tersebut ayat 33-35, sebagai berikut :
64
Dari ayat diatas dapat dijelaskan bahwa hiasan didunia hanyalah sebuah
Islam sebagai sebuah hiasan, adapaun hiasan itu digunakan untuk memberikan
madharat. Zukhruf istilah yang menjadi nama surat di dalam al-Qur’an dengan
nama az-Zukhruf, sebab digunakan istilah zukhruf karena orang-orang kafir dan
tersebut pada ayat 35. Keindahan yang diciptakan oleh para seniman Mesir pada
ornamen seni Islam menunjukan tanda adanya kuasa Allah dalam penciptaan,
Islam. Tujuan dari penciptaan seni ornamen Islam di Mesir memiliki tujuan
bahwa manusia tidak dapat menangkap wujud visual Allah dengan panca
inderanya. Sesuai yang difirmakan oleh Allah dalam surat al An’am ayat 103
sebagai berikut :
commit to user
[Link] [Link]
65
tekanan tentang ketuhanan. Seni Islam khususnya seni ornamen memiliki tujuan
yang sama dengan tujuan al-Qur’an, yaitu memperkuat dan mempertegas dengan
adanya ketuhidan dalam diri manusia. Letak tujuan ornamen yang sama dalam
hal ini adalah sebagai fungsi dari ornamen seni Islam, baik fungsi secara lahir
ajaran Islam sehingga tidak ada seni yang disebut dengan seni sekuler, serta
nilai suffisme, selain itu seni Islam juga terdapat hubungan saling melengkapi
semua makhluk hidup merupakan ciptaan Allah. Berdasarkan tauhid tidak ada
bentuk sekutu bagi Allah, sehingga seni ornamen Islam yang diciptakan harus
Seni ornamen Islam harus menggambarkan sebuah keagungan yang tidak akan
bermoral melalui perbuatannya. Hal ini juga diungkapkan oleh Qardhawi, “Islam
itu menjadikan tujuan akhir dan sasarannya yang jauh kedepan dengan menjaga
commit to user
[Link] [Link]
66
memberikan watak baru dalam peradaban. Pada tataran tauhid terdapat dualitas
antara Allah dan bukan Allah, didalam Islam tidak ada sekutu bagi Allah Yang
Maha Esa dan Maha menguasai segalanya, namun berbeda dengan yang bukan
Allah, yaitu makhluk ciptaan-Nya, mereka tidak dapat meniru apa yang Allah
ciptakan, sehingga Allah tidak bisa disamakan dengan ciptaan-Nya dan makhluk
ciptaan-Nya tidak bisa disamakan dengan Allah. Pada akhirnya seni ornamen
Islam dapat dikatakan bahwa ini merupakan refleksi ketauhidan, antara makhluk-
pikiran para penikmatnya ke arah yang lebih menuju oleh siapa seni berciri Islam
ini dibentuk dan akan menimbulkan sebuah konklusi, seni ornamen ini adalah
hasil peradaban Islam yang sangat agung. Kekaguman itu memberikan pesan
ajaran yang mengarah pada kesan keindahan kepada penikmatnya, sehingga para
yang memiliki cipta, rasa, karsa, dan akal dalam menciptakan seni ornamen
Islam yang berdasarkan ajaran Islam yang turut menjadi media refleksi keesaan,
67
Istilah sosial budaya merupakan gabungan dari kata sosial dan budaya, sosial
yang dimaksud adalah sekumpulan masyarakat dan budaya adalah hasil dari
secara luas mencakup seluruh aspek kehidupan dimasyarakat, oleh karena itu
konsep sosial budaya dapat diperoleh rumusan berupa tata nilai, tata sosial yang
merupakan manifestasi masyarakat yang berwujud karya, rasa, dan cipta. Wujud
dari sosial budaya akan memberikan suatu arahan yang akan mengatur,
dapat berupa fisik dan non fisik. Kebudayaan fisik adalah hasil budaya yang
dapat dilihat dan dinikmati oleh manusia melalui inderawinya, sedangkan hasil
kebudayaan non fisik dapat berupa tata nilai, tata adat istiadat. Salah satunya
kesenian, merupakan bagian hasil dari kegiatan sosial dan budaya pada suatu
seni Islam memiliki fungsi seni dalam masyarakat memiliki tatanan kriteria yaitu,
pada konteks sosial adalah sebagai media komunikasi dan akulturasi. Pada
a. Media Komunikasi
68
Salah satu media komunikasi adalah melalui seni, seni juga merupakan
Nilai yang terkandung dalam sebuah seni antara lain adalah nilai
ragam struktur dan motif ornamen seni Islam pada bangunan arsitektural
memunculkan nilai dari seni itu sendiri, yaitu salah satunya adalah nilai
agama yang ditinjau dari sisi sosial dan budaya, karena seni dan agama
adalah hasil dari kebudayaan. Perlu diketahui bahwa ornamen seni Islam
commit to user
[Link] [Link]
69
seni tersebut merupakan nilai Islam. Ornamen seni Islam juga merupakan
salah satu sebagai media komunikasi dalam hal pendidikan, yaitu dengan
menghasilkan ornamen seni Islam yang sesuai dengan kaidah Islam, dan
Islam.
motif, struktur ornamen. Ornamen seni Islam ini yang menjadikan sebuah
ini yang membawakan Islam berkembang melalui seni Islam. Aspek yang
esensi Islam melalu cara yang lebih langsung dan dapat dipahami
commit to user
[Link] [Link]
70
pesan atau perkataan yang tegas dapat membenarkan hal yang benar dan
berupa ornamen. Pola struktur yang tidak terbatas merupakan pola yang
makna yang tak terhinggaan. Sifat infiniti ini yang dimiliki oleh Allah
commit to user
[Link] [Link]
71
Pengaruh fungsi sosial budaya yang akan menjadi sebuah fungsi ketika
setempat. Hal ini didapat dilihat dengan perubahan fungsi pada sebuah
tersebut akan beralih fungsi menjadi masjid. Namun ketika Islam telah
tidak berkuasa maka gereja akan kembali ke fungsi awal bagi kaum
Nasrani. Dengan demikian maka elemen dalam gereja akan berubah dan
bahkan akan tetap digunakan. Begitu juga dengan ornamen Islam yang
b. Akulturasi
secara utuh, atau menerima budaya itu dengan proses pemilahan budaya
yang baik untuk diterima masyarakat. Pada penelitian ini, ornamen seni
72
diketahui dari ornamen Mesir kuno menerima unsur budaya Islam dan
pada daerah kekuasaan Islam saat itu. Wilayah kekuasaan Islam mencapai
pada bangunan yang tidak bercirikan Islam. Ornamen seni Islam yang
terdapat pada gereja tetap digunakan ketika kedua tempat itu beralih
memiliki struktur dan motif yang sama dengan kriteria seni ornamen Islam
maka dapat dikatakan bahwa seni Islam dan Nasrani berakulturasi dalam
lingkup sosial dan budaya. Seni Islam dapat berinteraksi dengan budaya
yang lain tanpa meninggalkan kebudayaan yang menjadi jati diri seni
Islam.
(yang lebih sesuai dengan jiwa aqidah dan tauhid), bukan yang tiga
73
c. Pengetahuan
bentuk ornamen seni yang berciri Islam dengan melalui proses, proses
spiritual, dan oleh sebab itu intelektualitas dan spiritualitas tidak dapat
commit to user
[Link] [Link]
74
sesuatu yang baru yang dapat menjadi ciri dari peradaban Islam. Ornamen
bentuk baru yaitu ornamen seni Islam. Ornamen seni Islam merupakan
Allah yang dicirikan pada pola arabesque dan geometris. Maka dengan
produk ornamen seni Islam ini dapat membawa para penikmatnya kepada
kekuasaan Allah. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa, ornamen seni
d. Kreativitas
commit to user
[Link] [Link]
75
idea atau gagasanya dalam berbagai media, pada ornamen seni Islam
cara yang baru dan tidak biasa sehingga menghasilkan keunikan sebuah
mudah dipahami.
akan terlihat nilai estetik atau keindahan dari sebuah seni. Seni muncul
sehingga setiap karya seni yang dihasilkan merupakan bentuk yang baru,
yang unik dan orisinal. Ornamen seni Islam memiliki sifat yang baru
karena sifat dari ornamen ini belum ada inovasi pembaruan sebelum
Islam. Ketika ornamen seni Islam mudah dipahami, maka pada ornamen
itu terdapat nilai yang terkandung yang tersirat didalamnya, nilai tersebut
langsung dan khusus yaitu dengan umat Islam yang menikmati hasil
commit to user
[Link] [Link]
76
keadaan sosial dan budaya masyarakat tersebut, yang menjadikan ciri dari
sehingga seni yang dihasilkan tetap dapat dinikmati masyarakat Mesir dan
rohani seniman.
manusia dan dengan Allah, maka seni yang diciptakan tidak mengandung
77
KOMUNIKASI
SOSIAL
AKULTURASI
SOSIAL BUDAYA
PENGETAHUAN
BUDAYA
KREATIVITAS
Berdasarkan penjelasan fungsi sosial budaya dapat diproleh bahwa sosial budaya
Mesir kreatif dalam membuat ornamen seni Islam dengan bentuk yang baru.
Ornamen seni Islam yang terdapat di Mesir bukan hanya memliki fungsi
commit to user