BUNDLES HAIs
KHAIRUL BARIYAH, [Link],Ns
PELATIHAN PPI UNTUK TENAGA KESEHATAN DI FKTP
18 s.d 26 OKTOBER 2022
INDIKATOR HASIL BELAJAR
Peserta diharapkan mampu :
1. Memahami program PPI
2. Memahami konsep infeksi
3. Menerapkan bundles PPI
pada ISK, IDO, PLABSI, di
FKTP
4. Menerapkan PPI pada
penngunaan O 2, Nebulizer,
perawatan luka
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
BAGAIMANA PELAKSANAAN PPI NYA ?
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
1. PENDAHULUAN
Pre-cleaning, Cleaning
2. KONSEP INFEKSI DALAM PPI
3. PROGRAM PPI
4. PENGERTIAN BUNDLES HAIs
POKOK 5. PELAKSANAAN BUNDLES HAIS
✓ ISK
BAHASAN ✓ IDO
✓ PLABSI
✓ PPI : O 2 NASAL, NEBULIZER,
PERAWATAN LUKA
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
PENDAHULUAN
Healthcare Associated Infection (HAIs)
Lingkungan "Antibiotik"
Faktor Predisposisi (prosedur invasif)
Status pasien tidak dikompromikan
Perilaku tenaga kesehatan, kelengkapan
peralatan, Kondisi lingkungan akan
menyebabkan Kolonisasi dan risiko infeksi
Komite/Tim/Koord/PJ PPI sangat penting
untuk Monev
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
PENGERTIAN HAIs
“
Adalah infeksi yang terjadi pada pasien selama proses
perawatan di rumah sakit atau fasilitas pelayanan
kesehatan lainnya, dimana tidak infeksi atau dalam
masa inkubasi saat masuk rawat serta dapat muncul
setelah pulang rawat dan juga infeksi yang dapat
terjadi pada PETUGAS di fasilitas pelayanan
kesehatan karena pekerjaanya
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022 6
PROGRAM PPI
(PMK NO.27 TAHUN 2017 TENTANG PPI & PEDOMAN TEKHNIS PPI DI FKTP TAHUN 2021)
1. KEWASPADAAN ISOLASI
2. PENCEGAHAN PPI DENGAN BUNDLES
HAIs
3. SURVEILANS HAIs
4. PENDIDIKAN &PELATIHAN PPI
5. PENGGUNAAN AB YANG BIJAK
MONITORING DAN EVALUASI :
AUDIT MEMASTIKAN MASALAH
ICRA UPAYA PENYELESAIAN MASALAH
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
STRATEGI PENCEGAHAN DAN MANAJEMEN HAIS
BUNDLES HAIs
VENTILATOR INFEKSI ALIRAN INFEKSI INFEKSI INFEKSI
ASSOCIATED DARAH SALURAN DAERAH LAINNYA
INFECTION (IAD) KEMIH OPERASI
(ISK)
PREVENTION IS BETTER THAN CURE ! nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
APA ITU BUNDLES ?
“Care bundles, in general, are groupings
of best practices with respect to a
disease process that individually
improve care, but when applied
together result in substantially greater
improvement” ([Link]).
Praktek berbasis bukti sahih yang menghasil
kan perbaikan keluaran proses pelayanan
Kesehatan bila dilakukan secara kolektif
dan konsisten
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
MENGAPA HAIS PERLU DI MONITOR
HAIS memperpanjang hari rawat dan menjadi ancaman
bagi keselamatan pasien
HAIs = Central line-associated bloodstream infections (CRBSI),
catheter-associated urinary tract infections (UTI), surgial site
infetions (SSI), ventilator associated pneumonia (VAP) : BISA
DICEGAH
Resiko infeksi dapat dicegah dan dikendalikan dan menjadi
prioritas saat ini
Kepatuhan petugas terkait standar PPI sangat
mempengaruhi resiko infeksi
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
MASALAH TERKAIT PELAKSANAAN BUNDLES
FAKTORS :
1. Perilaku individu ( Human factors)
2. Manajemen perubahan
3. Sumber daya (Peralatan dan Petugas)
4. Team Work dan komunikasi nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
RESIKO INFEKSI
DAN PENERAPAN
BUNDLES DI FKTP
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
Alat, HH, tehnik disinfeksi alat,
FAKTOR RESIKO INFEKSI DI lingkungan
PELAYANAN KESEHATAN
Kontak PNEUMONIA Droplet
Alat , HH, APD
SDM handal
Kontak
Tekhnik aseptic
Alat , HH,
Kontak PLEBITIS/IAD KIPI tekhnik aseptik
Kontak Droplet Kontak Droplet
Airborne IDO/ABSES IDO Airborne
Peralatan, HH, APD, Peralatan HH, APD
sterilitas alat, lingkungan, Sterilitas alat
lingkungan Kontak immunitas pasien
ISK
Peralatan, SDM handar,
sterilitas alat, lingkungan nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
BUNDLES
INFEKSI SALURAN KEM
(ISK)
01
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
1. Infeksi yang terjadi pada pasien
yang terpasang urine kateter > 2
hari kalender
2. Pasien memiliki kultur urin dengan
tidak lebih dari dua spesies
organisme yang diidentifikasi (tidak
termasuk flora campuran, kandida,
jamur, jamur dimorfik atau parasit
DEFENISI
INFEKSI SALURAN
3. Tanda & gejala
KEMIH ➢ Demam (>38 ○ C) pada pasien
deewasa
➢ Nyeri suprapubik
➢ Urine berubah warna,
frekuensi urine, dysuria
➢ Adanya tanda tanda abses
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
PATOGENESIS TERJADINYA ISK
1. Kuman di meatus uretra bagian distal dapat
langsung masuk ke saluran / kandung kemih
ketika kateter dimasukan.
2. Pada indwelling kateter mikroorganisme
bermigrasi sepanjang permukaan luar kateter
di mukosa periuretra atau sepanjang
permukaan dalam kateter, setelah terjadi
kontaminasi pada kantong penampung urine
atau sambungan antara kantong penampung
dengan pipa drainase.
3. Dalam 8 jam setelah insersi terbentuk biofilm
pada permukaan kateter nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
01
Pelatihan petugas tentang prosedur
cara pemasangan & pemeliharaan
kateter yang benar, penggunaan sesuai
indikasi
02
Pentingnya kepatuhan kebersihan
PENTING tangan dan tehnik aseptik yang benar
DIPERHATIKAN 03 Pertahankan/fiksasi kateter dan
sterilitas sistem drainage tertutup
dengan benar
MENCEGAH TERJADI INFEKSI PADA
PEMASANGAN URINE KATETER
04 Pemasangan kateter urine oleh petugas
yang terlatih
Next Step Slide Presentation
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
ISK Faktor Risiko Dari Pasien
o Immunocompromised
o Penyakit Penyerta
o Usia Extrim
Kriteria ISK o Jenis Kelamin
• Paling sering adalah asymptomatic.
• ISK simptomatik
• Nyeri suprapubik atau juga nyeri
daerah pinggang Faktor Risiko Diluar Pasien
• Rasa tidak nyaman seluruh tubuh o Hand hygiene tidak adekuat
• Demam o APD tdk tepat dan benar
• Terpasang kateter 2 hari kalender atau o Sumber daya kurang
riwayat terpasang kateter urine o Metode kateterisasi
menetap tapi sudah dilepas < 3 hari o Kualitas pemeliharaan kateter
• Specimen urine kultur o Kurangnya perawatan kateter
positif/bakteriuria o Teknik sterilitas kurang
• Lekosituria o Pemakaian jangka lama
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
INSERSI KATETER
1. lakukan kebersihan tangan sebelum dan sesudah pemasangan atau manipulasi
kateter
2. Pemasangan dilakukan oleh orang yang terlatih yang mengetahui teknik
pemasangan dan perawatan aseptik kateter
3. Menggunakan teknik aseptik dan peralatan steril
4. Pastikan kateter terpasang dengan benar untuk mencegah pergerakan yang
meminimalkan trauma
5. Letakan kantong urine kateter lebih rendah bladder dan pastikan urine kateter
BUNDLE ISK tidak kingking (tidak diletakan di lantai)
6. Gunakan sistem tertutup(Close system) dan tulis tanggal pemasangan urine kateter
Pemeliharaan kateter :
➢ Pertahankan sterilitas dan sistem tertutup pada urine kateter, Jangan buka
sambungan kateter kecuali jika akan diirigasi
➢ Pertahankan aliran urine lancer Ganti urine kateter dan urine bag sesuai indikasi :
kotor, rusak
➢ Monitor tanda dan gejala ISK dan tidak menggunakan Antimikroba untuk
propylaksis
➢ Pertahankan kantong dan tubing kateter lebih rendah dari bladder dengan posisi
lurus
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
BUNDLES
INFEKSI DAERAH OPERASI
(IDO)
02
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
BUNDLES INFEKSI DAERAH OPERASI
Adalah penerapan praktik yang baik berbasisi bukti sahih dalam
pentalaksanaan operasi bedah minor atau superficial Incisioan surgical site
Infection (pre, Intra dan pasca operasi) yang merupakan operasi minor yang
sering di lakukan di FKTP yang sesuai prinsi PPI
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
INFEKSI DAERAH OPERASI (IDO)
✓ Bedah Minor adalah suatu tindakan operasi ringan dengan menggunakan anestesi yang bersifat
local dan dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
PENERAPAN PENCEGAHAN INFEKSI PADA
TINDAKAN OPERASI
PRE -OP INTRA-OP PASKA-OP
1. Mandi dengan sabun 1. Gunakan APD sesuai indikasi dan 1. Lakukan tehnik aspetik
antiseptic resiko pajanan
2. Pastikan ruangan tertata 2. Antiseptik permukaan kulit (alcohol 2. Tidak menggunakan
baik, bersih, sirkulasi udara atau inodine 2 % atau clorheksidin 2-4 antimikroba topical
baik % untuk perawatan luka
3. Pertahankan rauang Tindakan sirkulasi
3. Pencukuran rambut jika 12 kali/jam suhu 19-24C kelembaban 3. Melepas dressing < 48
menggangu jalannya operasi 40-60% jam
gunakan clipper 4. Hindari penggunaan antimikroba
4. Kebersihan tangan bedah sebagai irrigasi luka 4. Pilih dressing sesuai
5. Jangan memberikan bubuj vankomisin kebutuhan konisi luka
5. APD sesuai indikasi
kedaerah sayatan pembedahan
6. Batasi jumlah org dalam 6. Peralatan dipergunakan sesuai kriteria
ruangan kritikal, semi kritikal dan non kritikal
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
PERIPHER LINE ASSOCIATED
INFECTION DAN PLEBITIS
(PLABSI)
03
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
PEMASANGAN IV LINE
PERIFER (INFUS)
TUJUAN
1. Mempertahankan atau mengganti cairan tubuh
yang menganung air, elektrolit,vitamin, protein
lemak, dan kalori yang tidak dapat dipertahankan
secara adekuatmelalui oral.
2. Memperbaiki keseimbangan asam basa dan
komponen volume darah
3. Memberikan jalan masuk untuk pemberian obat-
obatan kedalam tubu
4. Memberikan nutrisi pada saat system pencernaan
di istirahatkan
Next Step Slide Presentation nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
BUNDLES PLABSI (PERIPHERAL LINE ASSOCIATED
BLOOD STREAM INFECTION)
INSERSI
Perawatan
1. Kebersihan tangan
1. Lakukan kebersihan tangan
2. Gunakan sarung tangan bersih
2. Gunakan APD sesuai indikasi
3. Gunakan troli Tindakan 3. Lakukan disinfeksi (membuka atau menutup)
4. Pelilihan lokasi insersi sambungan infus (hub) dengan alcohol 70 %
5. Disiinfeksi area insersi dengan 4. Gunakan Kasa atau balutan steril
alcohol 70 % 5. Jika terjadi cloth (bekuan) pastikan dan segera
ganti
6. Penutupan area insersi (Kasa
6. Perawatan dan penggantian administrasi set
steril atau transparent dressing) ✓ Ganti atau pindahkan 3 – 5 hari
7. Pastikan perangkat infus ✓ Transfusi set ganti 24 jam
✓ Parentral nutris 24 jam
tertutup dan tergantung 7. Kaji kebutuhan jika tidak diperlukan segera
8. Berikan label yang jelas lepaskan
PENCEGAHAN LANJUT KEJADIAN
PLEBITIS
Tidak ada Batasan waktu untuk
penetapan kategori Plebitis
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
PENCEGAHAN INFEKSI
PADA
PENGGUNAAN O2 NASAL,
04 NEBULICER DAN
PERAWATAN LUKA
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
PPI PADA PENGGUNAAN PERALATAN
PERALATAN KESEHATAN : O2 NASAL
I. PPI pada therapy oksigen nasal
1. Lakukan kebersihan tangan
2. Slang O2 single use dan reuse dengan
pasien yang sama
3. Pastikan cairan dan tabung humifier
diganti setiap pergantian pasien
4. Pastikan tidak ada slang oksigen masih
tergantung setelah tidak digunakan
pasien lagi
5. Slang oksigen yang tidak terpakai di
buang ke limbah infeksius
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
PPI PADA PENGGUNAAN PERALATAN
PERALATAN KESEHATAN : NEBULIZER
Single use
II. PPI pada penggunaan nebulizer
1. Pastikan peralatan nebulizer dalam kondisi siap
pakai dan bersih dan dilakukan test kelayakan
penggunaan
2. Lakukan kebersihan tangan
3. Penggunaan peralatan : pastikan peralatan
single atau reuse
4. Penggunakan cairan dan obat campuran sekali Re Use
pakai, buang setelah selesai dipergunakan dan disinfeksi
jika berbagi untuk pasien yang berbeda maka
lakukan tehnik aseptik dengan waktu yang
sama
5. Semua limbah yang dihasilkan setelah
pemakaian dianggap sebagai limbah infekius
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
PPI PADA PENGGUNAAN PERALATAN
PERALATAN KESEHATAN : PERAWATAN LUKA
III. Perawatan luka
1. Lakukan Teknik aseptik dan gunakan
peralatan steril ketika melakukan
perawatan luka
2. Lakukan kebersihan tangan
3. Buka penutup luka bersih setelah 48 Jam
4. Berikan profilaksis anti tetanus jika
diperlukan
5. Buang limbah sesuai indikasi
nerskhairul85@[Link], Oktober 2022
KESIMPULAN
Penggunaan alat kesehatan meliputi alat intra vaskuler, alat
urine kateter akan berisiko terjadinya infeksi
Infeksi dapat dicegah dengan memahami dan melaksanakan
penggunaan alat kesehatan menggunakan “ Bundles “
Infeksi terkait penggunaan alat di FKTP meliputi Infeksi saluran
kemih (ISK), tindakan operasi (IDO), penggunaan alat intra
vena (IAD) , pemberian oksigen nasal, pemberian nebilizer dan
perawatan luka
TERIMA KASIH