GENSET DAN PANEL ATS AMF
DISUSUN OLEH :
Isnanto Tris Gunawan (20506334017)
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI D IV TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2022
A. Latar Belakang
Energi listrik merupakan salah satu energi yang berperan penting dalam
berbagai segi kehidupan manusia. Kontinuitas pelayanan energi listrik sangat
diperlukan terutama di bidang industri dalam menjalankan produksinya, rumah sakit,
sistem komunikasi dan perbankan. Apabila terjadi gangguan yang menimbulkan
terputusnya aliran listrik dari sumber utama (PLN) ke beban, maka akan terganggunya
proses produksi pada industri, terganggunya perawatan pasien di rumah sakit,
terganggunya kelancaran aktivitas perbankan dan lain sebagainya. maka diperlukan
cadangan listrik sebagai back up suplai cadangan utama yaitu generator set (genset),
Untuk itu diperlukan seseorang operator yang benar – benar handal dan cekatan
karena pada saat listrik padam harus cepat menghidupakan genset secepat mungkin
walaupun dalam kondisi gelap gulita jika listrik padam pada saat malam hari.
Perkembangan teknologi dunia listrik saat ini telah berhasil merekayasa hal tersebut.
kemudian di jalankan secara Automatic dengan menggunakan Automatic Transfer
Swith ( ATS ) yang di fungsikan secara Automatic untuk memindahkan daya sesuai
dengan kebutuhan tanpa menggunakan tenaga manusia untuk mengoprasikan genset,
pada umumnya ATS disertakan AMF ( Automatic Main Failure ) atau sering di
jelaskan sebagai kontrol kendali terhadap generator backup atau perintah kendali
hidup mati mesin Generator.
B. Konsep Dasar Genset
Genset atau kepanjangan dari Generator set adalah sebuah perangkat yang
berfungsi menghasilkan daya listrik. Disebut sebagai generator set dengan pengertian
adalah suatu set peralatan gabungan dari dua perangkat berbeda yaitu engine dan
generator atau alternator. Engine sebagai perangkat pemutar sedangkan generator
sebagai perangkat pembangkit listrik. Engine dapat berupa perangkat mesin diesel
berbahan bakar solar atau mesin berbahan bakar bensin, sedangkan generator
merupakan kumparan atau gulungan tembaga yang terdiri dari stator (kumparan statis)
dan rotor (kumparan berputar).
Genset dapat dibedakan dari jenis engine penggeraknya, dimana kita kenal tipe-
tipe engine yaitu engine diesel dan engine non diesel atau bensin. Engine diesel dikenali
dari bahan bakarnya berupa solar, sedangkan engine non diesel berbahan bakar bensin
premium. Di pasaran, genset dengan engine non diesel biasa diaplikasikan pada genset
berkapasitas kecil atau dalam kapasitas maksimum 10.000 VA atau 10 kVA, sedangkan
genset berbahan bakar solar diaplikasikan pada genset berkapasitas >10 kVA.
Hal terkait dengan tenaga yang dihasilkan oleh diesel lebih besar dibandingkan
engine non diesel, dimana cara kerja pembakaran diesel yang lebih sederhana yaitu tanpa
busi, lebih hemat dalam pemeliharaan, lebih responsive dan bertenaga. Selain itu untuk
aplikasi industry dimana bahan bakar diesel (solar) lebih murah dari pada bensin
(gasoline).
C. Bagian bagian pada Genset
Dalam pengoperasiannya, suatu instalasi GENSET memerlukan sistem
pendukung agar dapat bekerja dengan baik dan tanpa mengalami gangguan. Secara
umum sistem-sistem pendukung tersebut dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Sistem Pelumasan
2. Sistem Bahan Bakar
3. Sistem Pendingin
D. Metode Starting Genset
Metode yang digunakan disini adalah dengan cara otomatis atau quick starting.
Maksudnya yaitu pada saat terjadi pemadaman dari PLN, genset langsung beroperasi
tanpa harus mengalami proses pemanasan terlebih dahulu, karena menggunakan panel
ATS – AMF yang akan menggantikan peran operator untuk mengoperasikan genset.
Sedangkan untuk perawatan (proses warming up), panel ATS – AMF genset dilengkapi
dengan timer yang dapat diatur seminggu sekali selama 10 – 15 menit untuk sirkulasi
pelumas, pemanasan oli atau pengecekan fungsi accu.
E. ATS (Automatic Transfer Switch) dan AMF (Automatic Main Failure)
ATS adalah singkatan dari Automatic Transfer Switch, yaitu proses pemindahan
sumber listrik dari sumber listrik yang satu ke sumber listrik yang lain secara
bergantian sesuai perintah pemrograman, ATS adalah pengembangan dari COS atau
yang biasa disebut secara jelas sebagai Change Over Switch, beda keduanya adalah
terletak pada sistem kerjanya, untuk ATS kendali kerja dilakukan secara otomatis,
sedangkan COS dikendalikan atau dioperasikan secara manual.
AMF adalah singkatan dari Automatic Main Failure yang maksudnya
menjelaskan cara kerja otomatisasi terhadap sistem kelistrikan cadangan apabila terjadi
gangguan pada sumber/penyulang listrik utama (Main), istilah ini secara umum sering
dijabarkan sebagai sistem kendali start dan stop genset, baik itu diesel generator, genset
gas maupun turbin.
F. Cara Kerja ATS AMF
Sistem kerja panel ATS dan AMF yang sering kita temukan adalah kombinasi
untuk pertukaran sumber baik dari genset ke PLN maupun sebaliknya, bilamana suatu
saat sumber listrik dari PLN tiba-tiba padam, maka AMF bertugas untuk menjalankan
diesel genset sekaligus memberikan proteksi terhadap sistem genset, baik proteksi
terhadap unit mesin/engine yang berupa pengamanan terhadap gangguan rendahnya
tekanan minyak pelumas (Low Oil Pressure) maupun kondisi temperatur mesin serta
media pendinginannya, dan juga memberikan perlindungan terhadap unit
Generatornya, baik berupa pengamanan terhadap beban pemakaian yang berlebih
maupun oleh modul PLC DATAKOM DKG707 yang telah diprogram atau diatur
sesuai dengan prinsip kerja yang diinginkan.
G. Bagian bagian ATS AMF
Keterangan :
1. Lampu Indikator PLN (phase 1-3).
2. Lampu Indikator Genset (phase 1-3).
3. Modul PLC tipe DATAKOM DKG707.
4. Tombol tekan dan lampu indicator COS PLN Aktif.
5. Tombol tekan dan lampu indicator COS Genset Aktif.
6. Selector Switch untuk pemulihan sistem operasi Manual atau otomatis.
7. Tombol tekan Emergency Stop.
Keterangan :
1. MCB, sebagai Proteksi sistem kontrol, lampu indicator PLN dan Genset.
2. Relay, sebagai pemberi logika 1 atau 0 pada rangkaian kontrol.
3. CT (Current Transformer) atau Trafo Arus, sebagai converter arus pada beban
yang mengalir.
4. COS, sebagai penghubung dan pemutus daya listrik (dari PLN atau Genset.
5. Battery Charger, sebagai pengisi baterai accu (aki) genset pada saat PLN
terhubung.
6. MCCB, sebagai proteksi rangkaian daya utama.
7. Terminal Kontrol, sebagai titik terminasi antara Panel ATS-AMF dengan Genset
agar dapat saling berkomunikasi.
8. Terminal Daya Utama, sebagai titik terminasi input PLN, input Genset dan output
ke beban.