0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan9 halaman

Pupuk Organik dan Arang Sekam untuk Terong

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair kotoran kerbau dan arang sekam padi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung hijau. 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi pupuk organik cair kotoran kerbau dan arang sekam padi memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman terung. 3. Perl

Diunggah oleh

Jolly Valentino
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan9 halaman

Pupuk Organik dan Arang Sekam untuk Terong

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair kotoran kerbau dan arang sekam padi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung hijau. 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi pupuk organik cair kotoran kerbau dan arang sekam padi memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman terung. 3. Perl

Diunggah oleh

Jolly Valentino
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Volume 7 No.

2 Juli 2019
ISSN 2302-6944, e-ISSN 2581-1649

PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK DAN ARANG SEKAM DALAM


MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERONG
(Selanum Melogena L.)
Utilization Of Organic Fertilizer And Second Charcoal In Improving Growth And Production Of
Continuous Plants (Selanum Melogena L.)

Wakifatul Hisani1, Herman2


1
email: wakifatulhisanisani@[Link]
1
Fakultas Pertanian, Universitas Cokroaminoto Palopo
2
BPP Walenrang Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu

Abstrak

Salah satu upaya untuk mendapatkan hasil tanaman terung yang optimum yaitu dengan melakukan
teknik budidaya tanaman terung yang baik dan penggunaan pupuk yang efisien. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair kotoran kerbau dan arang sekam padi
terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung hijau. Percobaan ini menggunakan Rancangan
Acak Kelompok (RAK), dengan 6 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali, sehingga diperoleh dari
penelitian ini sebanyak 24 unit satuan percobaan. Adapun perlakuannya terdiri dari: P0: Tanpa
perlakuan (kontrol), P1: Arang sekam padi 100 gram + POC kotoran kerbau 10 ml/200 ml air, P2:
Arang sekam padi 150 gram + POC kotoran kerbau 15 ml/200 ml air, P3: Arang sekam padi 200
gram + POC kotoran kerbau 20 ml/200 ml air, P4: Arang sekam padi 250 gram + POC kotoran
kerbau 25 ml/200 ml air, P5: Arang sekam padi 300 gram + POC kotoran kerbau 30 ml/200 ml air.
Hasil penunjukkan bahwa dosis POC kotoran kerbau dan arang sekam padi berpengaruh nyata
terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, berat buah dan panjang buah. Hasil terbaik
untuk tinggi tanaman terdapat pada perlakuan P3, sedangkan hasil terbaik untuk jumlah daun,jumlah
buah terlihat pada perlakuan P4. Hasil terbaik untuk berat buah dan panjang buah terlihat pada
perlakuan P5. Kandungan nitrogen dalam kotoran kerbau cukup tinggi sehingga memungkinkan
dapat memberikan tambahan kebutuhan unsur hara bagi tanaman.

Kata kunci: Arang Sekam Padi, Pupuk organik, Pertumbuhan, Produksi.

Abstract

One of the efforts to get optimum eggplant yields is by doing good eggplant cultivation techniques and
efficient use of fertilizers. This study aims to determine the effect of water buffalo manure and rice
husk organic fertilizer on the growth and production of green eggplant plants. This experiment used a
Randomized Block Design (RAK), with 6 treatments repeated 4 times, so that 24 units of the
experimental unit were obtained from this study. The treatment consists of: P0: Without treatment
(control), P1: Rice husk charcoal 100 grams + POC buffalo dung 10 ml / 200 ml of water, P2: Rice
husk charcoal 150 grams + POC buffalo dung 15 ml / 200 ml water, P3 : Rice husk charcoal 200
gram + POC buffalo dirt 20 ml / 200 ml water, P4: rice husk charcoal 250 gram + POC buffalo dirt
25 ml / 200 ml water, P5: rice husk charcoal 300 gram + POC buffalo dirt 30 ml / 200 ml of water.
The results showed that the POC dose of buffalo dung and rice husk charcoal significantly affected
plant height, number of leaves, number of fruits, fruit weight and fruit length. The best results for
plant height were found in treatment P3, while the best results for number of leaves, number of fruits
were seen in treatment P4. The best results for fruit weight and fruit length are seen in treatment P5.
The nitrogen content in buffalo dung is high enough to make it possible to provide additional
nutrients for plants

Keywords: Rice Husk Charcoal, Organic Fertilizer, Growth, Production.

147
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Hal: 147-155
Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

PENDAHULUAN

Tanaman terong merupakan mengandung unsur hara penting yang


tanaman asli daerah tropis yang cukup tersedia untuk mendukung pertumbuhan
dikenal di Indonesia. Sebagai salah satu tanaman. Media tanam adalah salah satu
sayuran pribumi, buah terung hampir faktor yang dapat menentukan baik
selalu ditemukan di pasar tani atau pasar buruknya pertumbuhan tanaman (Acquaah,
tradisional dengan harga yang relatif 2002)
murah. Akhir-akhir ini bisnis terung masih Media tanam memegang peranan
memberikan peluang pasar yang cukup penting sebagai tempat tumbuhnya
baik terutama untuk memenuhi permintaan tanaman, juga merupakan komponen hidup
pasar dalam negeri (Rukmana, 1994). dari lingkungan yang penting. Menurut
Salah satu upaya untuk Lakitan (2007) tanah dengan struktur
mendapatkan hasil tanaman terung yang remah sangat baik untuk pertumbuhan dan
optimum yaitu dengan melakukan teknik perkembangan akar tanaman, karena
budidaya tanaman terung yang baik dan didalamnya telah mengandung bahan
penggunaan pupuk yang efisien. Tanaman organik yang merupakan sumber
terung membutuhkan media tanam yang ketersediaan unsur hara. Untuk
tepat dan sesuai agar pertumbuhannya mendapatkan media yang baik untuk
baik. Media yang ideal adalah campuran pertumbuhan tanaman, dapat dilakukan
antara tanah tertentu yang mempunyai dengan pencampuran pupuk kandang.
tekstur cukup berpasir dan kandungan Wirnaso (2003) menyatakan bahwa
unsur hara yang cukup. Soepardi (1983) pemakaian pupuk kandang sapi bagi
menyatakan bahwa media merupakan tanaman bertujuan untuk memperbaiki
salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kesuburan tanah, juga mempunyai
pertumbuhan tanaman sebagai tempat arti penting dalam mempertinggi kadar
tumbuh, media perakaran, dan sumber humus, memperbaiki struktur tanah dan
unsur hara. mendorong kehidupan jasad renik.
Karakteristik penting yang harus Ketersediaan hara di dalam tanah
dimiliki media tanam sebagai tempat sifatnya terbatas maka penggunaan pupuk
tumbuh adalah mempunyai kemampuan merupakan suatu kebutuhan bagi tanaman
memegang air yang baik, mempunyaia dalam hal mencukupi kebutuhan nutrisi
erasi dan drainase yang baik, mempunyai dan menjaga keseimbangan hara yang
pH yang sesuai dengan jenis tanaman, dan tersedia selama siklus pertumbuhan

148
Volume 7 No. 2 Juli 2019
ISSN 2302-6944, e-ISSN 2581-1649

tanaman. Pemberian pupuk NPK METODOLOGI PENELITIAN


Tempat dan Waktu Penelitian
merupakan salah satu usaha dalam
Penelitian ini dilaksanakan di
memenuhi kebutuhan hara bagi tanaman
Lahan Kantor BPP Walenrang, Desa
dan pemberian pupuk NPK yang efisien
Baramamase, Kecamatan Walenrang,
untuk meningkatkan pertumbuhan dan
Kabupaten Luwu. Penelitian ini
hasil tanaman terong yang optimal
berlangsung pada Bulan Februari - Mei
(Leiwakabessy dan Sutandi, 2004).
2019.
Pupuk adalah zat yang berisi satu
Bahan dan Alat
unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk
Bahan yang digunakan dalam
menggantikan unsur yang habis terserap
penelitian ini adalah bibit teronghijau,
oleh tanaman dari tanah. Pupuk secara
arangsekam padi, kotoran kerbau, air,
umum adalah menyediakan unsur hara
EM4, gula merah. Alat yang di gunakan
yang kurang atau bahkan tidak tersedia di
dalam penelitian ini yaitu ember, kayu
tanah untuk mendukung pertumbuhan
untuk mengaduk POC, cangkul, sekop,
tanaman. Namun secara lebih terinci
parang, meteran, timbangan, gelas ukur,
manfaat pupuk dapat dibagi dalam dua
alat tulis, tali rapia, papan perlakuan, dan
macam, yaitu yang berkaitan dengan
kamera.
perbaikan sifat fisika dan kimia tanah
Metode percobaan
(Lingga, 1998).
Percobaan ini menggunakan
Berdasarkan permasalahan di atas
Rancangan Acak Kelompok (RAK),
maka perlu di lakukan penelitian tentang
dengan 6 perlakuan yang diulang sebanyak
pengaruh POC kotoran kerbau dan sekam
4 kali, sehingga diperoleh dari penelitian
padi terhadap tanaman terong hijau
ini sebanyak 24 unit satuan percobaan.
(Solanum melongena L), tujuan dari
Adapun perlakuannya terdiri dari :
penelitian ini sebagai berikut: Untuk
P0= Tanpa perlakuan (kontrol)
mengetahui pengaruh pupuk organik cair
P1 = Arang sekam padi 100 gram + POC
kotoran kerbau dan arang sekam padi
kotoran kerbau 10 ml/200 ml air
terhadap pertumbuhan dan produksi
P2 =Arang sekam padi 150 gram + POC
tanaman terung hijau, Untuk mengetahui
kotoran kerbau 15 ml/200 ml air
dosis pupuk organik cair kotoran kerbau
P3 = Arang sekam padi 200 gram + POC
dan arang sekam padi terhadap
kotoran kerbau 20 ml/200 ml air
pertumbuhan dan produksi tanaman terung
P4 = Arang sekam padi 250 gram + POC
hijau.
kotoran kerbau 25 ml/200 ml air
149
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Hal: 147-155
Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

P5 = Arang sekam padi 300 gram + POC Parameter Pengamatan


kotoran kerbau 30 ml/200 ml air Parameter pengamatan yang diamati
dalam penelitian ini sebagai berikut:
Pelaksanaan Penelitian
1. Tinggi tanaman (cm)
1. Pembutan POC kotoran kerbau
2. Jumlah daun (lbr)
2. Pembuatan Arang sekam padi
3. Umur berbunga (HST)
3. Penyemaian
4. Jumlah buah
4. Pengolahan Tanah
5. Diameter buah (cm)
5. Pindah tanam
6. Berat buah (gr)
6. Pemasangan papan perlakuan
7. Panjang buah (cm)
7. Pengaplikasian Pemeliharaan
8. Panen
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Tinggi Tanaman

50,00 41,83c 41,19b


TINGGI TANAMAN (cm)

39,21b 40,79b 40,25b


40,00 33,71a

30,00
20,00
10,00
0,00
P0 P1 P2 P3 P4 P5

PERLAKUAN

Gambar 1. Diagram Rata-rata Tinggi Tanaman Pengaruh Pupuk Organik dan Arang Sekam Padi
Terhadap Terong (Solanum melongena L.).

Perlakuan yang menunjukan Jumlah Daun


tinggi tanaman yang paling optimal Perlakuan yang menunjukan
terdapat pada P2 dengan rata-rata tinggi jumlah daun yang paling optimal terdapat
tanaman 41,83 cm dan perlakuan yang pada P4 dengan rata-rata jumlah daun
menunjukan pertumbuhan yang kurang 15,04 helai dan perlakuan yang
optimal yaitu P0 dengan rata-rata tinggi menunjukan pertumbuhan yang kurang
tanaman mencapai 33,71 cm. optimal yaitu P0 dengan rata-rata jumlah
daun mencapai 10,58 helai.

150
Volume 7 No. 2 Juli 2019
ISSN 2302-6944, e-ISSN 2581-1649

JUMLAH DAUN (Helai)


20,00 15,04c
12,96b 13,83b 13,71b 13,58b
15,00 10,58a
10,00
5,00
0,00
P0 P1 P2 P3 P4 P5
PERLAKUAN

Gambar 2. Diagram Rata-rata Jumlah Daun, Pengaruh Pupuk organik Dan Arang Sekam Padi
Terhadap Terong (Solanum melongena L.).

Jumlah Buah

7,5c
8,0 6,8b 6,3b
6,0b 6,0b
6,0 4,0a
JUMLAH BUAH

4,0
2,0
0,0
P0 P1 P2 P3 P4 P5
PERLAKUAN

Gambar 3. Diagram jumlah buah Tanaman Pengaruh Pupuk Organik Dan Arang Sekam Padi
Terhadap Terong (Solanum melongena L.).

Perlakuan yang menunjukan dan perlakuan yang menunjukan jumlah


jumlah buah yang paling optimal terdapat buah yang kurang optimal yaitu P0 dengan
pada P4 dengan rata-rata jumlah buah 7,5 rata-rata jumlah buah mencapai 4,0.

Berat Buah

2,32c 2,43c
2,24c
2,50 2,07b 1,99b
BERAT BUAH (ons)

2,00
1,35a
1,50
1,00
0,50
0,00
P0 P1 P2 P3 P4 P5
PERLAKUAN

Gambar 4. Diagram berat buah Tanaman Pengaruh Pupuk Organik Dan Arang Sekam Padi Terhadap
Terong (Solanum melongena L.).

151
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Hal: 147-155
Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Perkuan yang menunjukan berat perlakuan yang menunjukan berat buah


buah yang paling optimal terdapat pada P5 yang kurang optimal yaitu P0 dengan rata-
dengan rata-rata berat buah 2,43 onc dan rata berat buah mencapai 1,35 onc.

Panjang Buah

23,33c 23,63c
25,00 21,71b 20,88b
20,04b
20,00 16,04a
PANJANG BUAH (cm)

15,00
10,00
5,00
0,00
P0 P1 P2 P3 P4 P5

PERLAKAUN

Gambar 5. Diagram panjang buah Tanaman Pengaruh Pupuk Organik Dan Arang Sekam Padi
Terhadap Terong (Solanum melongena L.).

Perlakuan yang menunjukan panjang buah yang kurang optimal yaitu


panjang buah yang paling optimal terdapat P0 dengan rata-rata panjang buah
pada P5 dengan rata-rata panjang buah mencapai 16,04 cm.
23,63 cm dan perlakuan yang menunjukan
Diameter Buah
DIAMETER BUAH (cm)

4,22 4,47 4,31


5,00 3,90 4,01
4,00 3,08
3,00
2,00
1,00
0,00
P0 P1 P2 P3 P4 P5
PERLAKUAN

Gambar 6. Diagram diameter buah tanaman Pengaruh Pupuk Organik Dan Arang Sekam Padi
Terhadap Terong (Solanum melongena L.).

Perlakuan yang menunjukan diameter buah yang kurang optimal yaitu


diameter buahyang paling optimal terdapat P0 dengan rata-rata diameter buah
pada P4 dengan rata-rata diameter buahs mencapai 3,08 cm.
4,47 cm dan perlakuan yang menunjukan
152
Volume 7 No. 2 Juli 2019
ISSN 2302-6944, e-ISSN 2581-1649

Pembahasan pertumbuhan tanaman (Nur dan Tohari,


2005).
Berdasarkan penelitian yang telah
Hasil analisis sidik ragam rata-rata
dilakukan dan pengolahan analisis sidik
jumlah daun tanaman terong menunjukkan
ragam tinggi tanaman terong menunjukkan
hasil terbaik pada perlakuan P4 dengan
hasil terbaik pada perlakuan P2 dengan
nilai rata-rata 15,04 helai dan nilai
nilai rata-rata 41,83 cm sedangkan nilai
terendah pada perlakuan P0 dengan nilai
terendah yaitu pada perlakuan P0 dengan
rata-rata 10,58 helai. Perlakuan
nilai rata-rata 33,71 cm. Hal ini
penggunaan pupuk organik cair (kotoran
menunjukkan bahwa pemberian POC
kerbau) memberikan pengaruh yang nyata
kotoran kerbau dan arang sekam padi
pada jumlah daun tanaman terong, hal ini
dengan dosis yang berbeda memberikan
sejalan dengan pendapat Lingga (1991),
pengaruh yang nyata pada pertumbuhan
bahwa kesuburan daun akan cepat berubah
tanaman terong. Hal ini dikarenakan
dan dapat menumbuhkan tunas baru
nutrisi yang terpenuhi bagi tanaman
karena penyerapan hara N sehingga dapat
berkorelasi terjadinya fotosintesis dengan
meningkatkan pembentukan dan pertum-
baik, sehingga pertumbuhan tanaman
buhan daun pada tanaman.
sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur
Pemberian POC kotoran kerbau
hara yang dapat diserap oleh tanaman.
dan arang sekam padi memperlihatkan
Unsur yang memiliki peran penting dalam
jumlah buah dengan jumlah terbaik yaitu
hal pertumbuhan tanaman yaitu salah
pada perlakuan P4 dengan nilai rata-rata
satunya Nitrogen. Kandungan nitrogen
7,5 dan dan nilai terendah yaitu pada
dalam kotoran kerbau cukup tinggi
perlakuan P0 dengan nilai rata-rata 4,0, hal
sehingga memungkinkan dapat
ini menunjukkan perbedaan nyata.
memberikan tambahan kebutuhan unsur
Menurut Makmur (2003) suatu kultivar
hara bagi tanaman. Pemberian nitrogen
yang mempunyai kemampuan memberikan
yang optimal atau dengan dosis yang
hasil yang tinggi (potensi hasil tinggi),
sesuai dapat meningkatkan sintesis protein,
tetapi jika keadaan lingkungan tidak sesuai
pembentukan klorofil yang menyebabkan
maka kultivar itu tidak dapat menunjukkan
warna daun menjadi lebih hijau dan
potensi hasil yang dimilikinya.
meningkatkan ratio pucuk akar. Oleh
Kemampuan tanaman terong untuk dapat
karena itu pemberian nitrogen yang
menghasilkan buah dengan baik sangat
optimal dapat meningkatkan laju

153
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Hal: 147-155
Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

tergantung pada interaksi antara potensi nyata pada diameter buah. Hasil terbaik
(sifat genetik) dan lingkungan tumbuhnya. terlihat pada perlakuan P4 dengan dosis
Parameter pengamatan berat buah Arang sekam padi 250 gram + POC
memberikan pengaruh terbaik pada kotoran kerbau 25 ml / 200 ml air
perlakuan P5 dengan nilai rata-rata 2,43 dengan nilai rata-rata 4,47 cm.
dan perlakuan terendah yaitu pada 2. Dosis POC kotoran kerbau dan arang
perlakuan P0 dengan nilai rata-rata 1,35. sekam padi berpengaruh nyata terhadap
Perlakuan ini memberikan pengaruh yang tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah
nyata terhadap berat buah terong hal buah, berat buah dan panjang buah.
tersebut diduga dapat terjadi karena unsur Hasil terbaik untuk tinggi tanaman
hara yang diserap oleh tanaman sudah terdapat pada perlakuan P3, sedangkan
mampu untuk meningkatkan berat buah. hasil terbaik untuk jumlah daun,jumlah
Menurut Armaini, dkk (2007), menyatakan buah terlihat pada perlakuan P4. Hasil
bahwa Berat buah dapat dipengaruhi oleh terbaik untuk berat buah dan panjang
ketersediaan unsur hara makro (N, P, K, buah terlihat pada perlakuan P5.
Ca, Mg, dan S) dan mikro (Cu, Zn, Fe, B,
DAFTAR PUSTAKA
Mo, Mn, Cl) yang sangat dibutuhkan
tanaman untuk proses fisiologis tanaman, Acquaah, G. 2002. Horticulture: Principles
and Practices. 2nd Ed.
sehingga dapat mengaktifkan sel-sel PearsonEducation. New Jersey.
meristematik serta dapat memperlancar
Arsyad. S. 2010. Ilmu Iklim dan
fostosintesis pada daun. Dengan demikian Pengairan. CV. Yasaguna, Jakarta.
pertumbuhan daun akan semakin Armaini, Elza Zuhry, dan Gading
meningkat dan akan memperbanyak proses Sahyoga. 2007. Aplikasi Berbagai
Konsentrasi Pupuk Plant Catalyst
fotosintesis, dengan demikian hasil 2006 Dan Gibberelin Pada
fotosintat yang dihasilkan akan semakin Tanaman Tomat (Licopersicum
Esculentum Mill). Jurusan
banyak dan akan meningkatkan produksi Budidaya Pertanian. Fakultas
berat buah terong. Pertania. Universitas Riau.
Barmin, [Link] Sayur Buah.
KESIMPULAN
Ricardo, Jakarta.
Berdasarkan penelitian yang telah
BPTP Jambi. 2010. Budidaya Tanaman
dilakukan, maka didapatkan beberapa Sayuran. Balai Pengkajian Teknik
kesimpulan yaitu : Pertanian. Jambi
Cahyono, B. 2003. Teknik Budidaya ter
1. Pemberian POC kotoran kerbau dan ung. Yayasan Pustaka Nusantara,
arang sekam padi tidak berpengaruh Yogjakarta.

154
Volume 7 No. 2 Juli 2019
ISSN 2302-6944, e-ISSN 2581-1649

Indriani. 2004. Membuat Kompos Secara


Kilat. Penebar Swadaya, Jakarta.
Leiwakabessy, F.M. dan A. Sutandi. 2004.
Pupuk dan Pemupukan.
Departemen Ilmu Tanah. Fakultas
Pertanian. Institut Pertanian Bogor,
Bogor.
Lingga, P. 1991. Kotoran Ternak
Penyubur Tanah. Jakarta: Penebar
Swadaya.
Lakitan B. 2007. Dasar-dasar Fisiologi
Tumbuhan.; PT. Raja Grafindo,
Jakarta.
Makmur, A. [Link] Tanaman
Bagi Lingkungan Spesifik. IPB
Press. Bogor.
Maspary. 2011. Fungsi dan Kandungan
Arang Sekam/Sekam Bakar.
(Diakses 22 November 2018)
Nur, S dan Thohari, [Link] Dosis
Nitrogen dan Pemberian Berbagai
Macam Bentuk Bolus Terhadap
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman
Bawang Merah (Allium
Ascalonicum L). Dinas Pertanian
Kabupaten Brebes.
Pinus Lingga. 1991. Jenis dan Kandungan
Hara pada Beberapa Kotoran
Ternak. Pusat Pelatihan Pertanian
dan Pedesaan Swadaya (P4S)
[Link] (Tidak
dipublikasikan).
Rukmana R. 1994. Bertanam Terung.
Kanisius, Yogyakarta.

155

Anda mungkin juga menyukai