0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan36 halaman

Buku Panduan Praktik Profesi Ners Keperawatan Gerontik T.A 2023/ 2024

Dokumen tersebut merupakan buku panduan praktik profesi keperawatan gerontik yang berisi format-format pengkajian keperawatan untuk lansia, termasuk pengkajian data demografi, riwayat kesehatan, status kesehatan, kebiasaan sehari-hari, psikososial, pemeriksaan fisik, pengkajian MMSE untuk mengetahui gangguan kognitif, dan pengkajian luka tekan menggunakan skala Braden.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan36 halaman

Buku Panduan Praktik Profesi Ners Keperawatan Gerontik T.A 2023/ 2024

Dokumen tersebut merupakan buku panduan praktik profesi keperawatan gerontik yang berisi format-format pengkajian keperawatan untuk lansia, termasuk pengkajian data demografi, riwayat kesehatan, status kesehatan, kebiasaan sehari-hari, psikososial, pemeriksaan fisik, pengkajian MMSE untuk mengetahui gangguan kognitif, dan pengkajian luka tekan menggunakan skala Braden.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BUKU PANDUAN PRAKTIK

PROFESI NERS
KEPERAWATAN GERONTIK
T.A 2023/ 2024

Koordinator Profesi Keperawatan Gerontik:


Ns. Neneng Kurwiyah, MNS
NIDN: 0314037503

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
Jln. Cempaka Putih Tengah 1/1 Jakarta Pusat 10510
Tlp/fax: 021-42802202
PRAKTIK PROFESI NERS
KEPERAWATAN GERONTIK
TAHUN AKADEMIK 2023 / 2024

Nama Preceptee: Noviarista Rahmawati


NPM : 22090300026

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
Jl. Cempaka Putih Tengah I/1 Jakarta Pusat, Kode Pos 10510
Telp/Faks: 021-42802202

Lampiran 13

PROGRAM PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
Jl. Cempaka Putih Tengah I No. I Jakarta Pusat Telp/Fax : (021) 42802202
================================================================
FORMAT ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK
A. PENGKAJIAN
1. Data demografi
Nama Klien : siti sapariah (inisial)
Umur : 75 tahun. Pendidikan : smp
Jenis kelamin : perempuan Pekerjaan lalu : guru kerajinan di sd
Suku : jawa. Pekerjaan sekarang : tidak belerja (WBS)
Agama : islam
Status marital : menikah
Alamat rumah : jl.116 rt3/rw5. Ceger jakarta timur
Telpon :-
Hobby/minat : klien mengatakan suka bernyanyi

2. Riwayat Kesehatan:
Alasan masuk panti : alasanya karena tidak ada kelurga di jakarta, dan ikut saudara. Suami
klien sidah meninggal dan klien memilih tinggal di panti

Tanggal masuk panti : 25 april 2017


sudah 8 bulan ini di dahlia

Penyakit yang pernah diderita: (kapan, sebab kambuh)


Riwayat hipertensi dan stroke, 5 bulan lalu masuk riw RS karena stroke kaki kedua terasa
lemah dan tidak bisa berdiri
Status kesehatan setahun lalu:
Klien mengatakan tensi tinggi sejak di rumah. Saat dipanti tinggi saat di asoka saja tensi
sekitas 130-140an
Klien saat masih tinggal rumah mengatakan pernah masuk RS karena kaki klien sakit dan
mati rasa di kedua kaki. (Susp Stroke)

3. Status kesehatan
Keluhan/masalah kesehatan saat ini : pala pusing dari mata, tangan kiri terasa linu, cek asam
urat 78 2 bulan lalu. Kaki terasa cegut” saat lurus. Ada katarak di mata kanan. Mata kiri
sudah di angkat di rs semarang karena kelilipan batu kecil

Pengetahuan tentang penyakit yang diderita dan cara perawatannya:


Klien tau mata klien katarak dan tidak lengkap klien mengerti perlu di kasi obat dan kontrol.

4. Kebiasaan sehari-hari:
Istirahat/tidur: 9 mlm-2/3 mlm (kadang tidak bisa tidur), mudah terbangun

Nutrisi (makan dan minum): 3 x makan saat tidak puasa, saat puasa klien sahur dan habis.
Minum klien banyak dan habis.

Kebersihan diri: mandi 2x sehari

Spiritual: klien rajin sholat wajib dan duha. Klien mengikuti puasa dengan teratur hingga
buka puasa.

5. Aktivitas sehari-hari:
Kegiatan:
Pagi : sahur, sholat subuh,sholawatan,mandi pagi, berjemur, ke kamar istirahat, jika jadwal
senam mengikuti senam. Saat puasa hanya melakukan aktifitas di ruangan seperti sholat
berbaring mengobrol
Siang : klien hanya berbaring, melakukan ibadah, jika tidak puasa melaksanakan makan
siang, mengikuti panggung gembira jika ada jadwal.

6. Psikososial:
a. Apakah klien mengenal masalah kesehatannya?
Klien mengenal masalah kesehatannya sendiri yaitu klien merasakan bahwa kepala
suka pusing, klien mentangkal penyakit yg di derita yaitu hipertensi.
b. Bagaimana sikap klien terhadap proses penuaan?
Klien dapat menerima proses penuaan dan ikhlas menjalani apabila seseorang tersebut
diberikan umur yang panjang.
c. Apakah dirinya/klien merasa dibutuhkan atau tidak oleh keluarga atau teman-
temannya?
Klien mengatakan bahwa ia merasa tidak dibutuhkan keluarganya, suami telah
meninggal klien tidak mau menyusahkan keluarganya yg menjadi alasan klien pergi
kepanti dengan sendirinya
d. Apakah klien optimis dalam memandang kehidupan ini?
Klien optimis dalam memandang hidup ini..
e. Bagaimana klien dalam mengatasi stres yang dialaminya?
Klien mengatasinya dengan beribadah..
f. Apakah klien mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan teman-teman
sekitarnya?
Klien mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan teman sekamarnya. Klien juga
kelihatan akrab dengan teman dan sering membantu satu sama lain.
g. Apakah klien pernah/sering mengalami kegagalan? Seperti apa?
Klien mengatakan mengalami kegagalan dalam memiliki keturunan, klien sempt
merasa sedih namun saat ini sudah ikhlas menerimanya.
h. Apakah harapan klien saat ini dan akan datang?
Harapan klien sekarang dan masa yang akan datang bahwa klien berharap agar klien
sehat terus, dan tidak mudah sakit sakitan lagi, sehingga klien dapat menjalankan dan
melakukan aktifitas sehari-hari tanpa ada keluhan atau masalah kesehatan.
i. Apakah klien mampu mengatasi setiap masalahnya sendiri?
Klien mampu dalam menyelesaikan masalah-masalah sendiri seperti dalam melakukan
tindakan atau aktifitas.
j. Bagaimana perasaan klien saat ini?
Perasaan klien saat tidak ada kecemasan, klien hanya ingin menjalani kehidupn dengan
damai.

7. Pemeriksaan fisik (head to toe atau persistem dengan cara inspeksi, auskultasi,
palpasi dan perkusi):

Kepala: (mata, telinga, hidung dan sinus, mulut dan gigi, tenggorok, leher)
Kepala bulat, rambut bersih, warna sudah hitam keputihan(uban), mata ananemis, sklera
anikterik, Mata klien simetris. Mata inkomplit, gangguan pengihatan (katarak) di mata kiri,
hidung tidak ada gangguan penciuman, sinus tidak ada, mulut lembab, lidah bersih, gigi
ompong, dan berkerak, tidak ada gangguan menelan, tidak ada pemb kelenjar tiroid, tidak ada
pemb vena jugularis

Dada: payudara, paru, jantung


Simetris, tidak ada benjolan. Tidak ada nyeri dada, taktil fremitus teraba sama. Tidak ada otot
bantu nafas. Pengembangan dada seimbang. Suara nafas vasikuler. Tidak ada suara nafas
tambahan. Ics teraba, nadi teraba kuat. Suara jantung reguler tidak ada suara tambahan seperti
galop atau mur-mur

Abdomen: gastrointestinal, perkemihan, genitoreproduksi


Tidak ada nyeri tekan, BU: 10x/menit, klien berkemih lancar, BAB 1-2x sehari, klien sudah
maneupouse pada usia 40an

Muskuloskeletal:
Tidak ada odeme, klien mengatakan kedua kaki klien sudah lemah dan tidak sekuat dlu untuk
berdiri lama, saat berjalan sedikit terbata bata dengan minimal bantuan pegangan, namun
masi dapat berjalan pelan pelan, pada ekstremitas atas masih dapt melakukan pergerakan dan
melakukan aktifitas seperti makan sendiri dan mengangkat barang dengan berat ringan,
kekuatan otot :

Tanda vital: nadi, pernafasan, suhu, tekanan darah


TD: 107/66, N: 87, S: 36,0°C, RR: 21x/mnt

Berat dan tinggi badan:


FORMAT PENGKAJIAN MMSE

No ITEM PENILAIAN BENAR SALAH


(1) (2)
1 ORIENTASI
1. Tahun berapa sekarang? -
2. Musim apa sekarang? -
3. Tanggal berapa sekarang? -
4. Hari apa sekarang? -
5. Bulan apa sekarang? -
6. Dinegara mana anda tinggal? -
7. Di provinsi mana anda tinggal? -
8. Di kabupaten mana anda tinggal? -
9. Di desa mana anda tinggal? -
2 REGISTRASI
Minta klien menyebutkan tiga obyek
10. SisiR -
11. Sabun -
12. Sikat -
3 PERHATIAN DAN KALKULASI
Minta klien mengeja 5 kata dari belakang, missal -
“BAPAK”
13. M -
14. A -
15. K -
16. A -
17. N -
4 MENGINGAT
Minta klien untuk mengulang 3 obyek diatas
18. Sisir -
19. Sabun -
20. Sikat -
5 BAHASA
a. Penamaan
Tunjukkan 2 benda minta klien menyebutkan:
21. kertas -
22. Pensil -
b. Pengulangan
Minta klien mengulangi tiga kalimat berikut
23. “tak ada jika, dan, atau tetapi” -
c. Perintah tiga langkah
24. Ambil kertas! -
25. Lipat dua! -
26. Taruh dilantai! -
d. Turuti hal berikut
27. Tutup mata -
28. Tulis satu kalimat -
29. Salin gambar -
JUMLAH

Analisa hasil : klien tidak memiliki gangguan atau kerusakan kognitif yang di alami
Nilai ≤ 21 : Kerusakan Kognitif
Pengkajian Luka Tekan dengan Skala Braden
No Parameter yang dilihat 1 2 3 4
1 Persepsi sensori Sepenuhnya Sangat terbatas Sedikit terbatas Tidak ada
terbatas gangguan
Kemampuan merespon Gangguan Gangguan sensori
secara berarti terhadap Tidak merasakan sensori pada pada 1 atau 2 Tidak ada
ketidaknyamanan yang atau berespon setengah bagian ekstremitas atau gangguan sensori,
berhubungan dengan terhadap stimulus permukaan berespon pada berespons penuh
tekanan nyeri, kesadaran tubuh atau perintah verbal terhadap perintah
menurun hanya berespon tapi tidak selalu verbal.
pada stimulus mampu
nyeri mengatakan
ketidaknyamanan
2 Kelembaban Konsistensi Lembab Terkadang Jarang lembab
lembab lembab
Derajat kulit terekspos Sangat lembab Kulit kering
permukaan lembab Selalu terpapar oleh Kadang lembab
keringat atau urin
basah
3 Aktivitas Bedfast Chairfast Terkadang Berjalan bebas
berjalan
Derajat aktivitas fisik. Terbaring ditempat Tidak bisa Dapat berjalan
tidur. berjalan perlu Berjalan dengan sekitar ruangan.
bantuan kursi atau tanpa
roda. bantuan.
4 Mobilisasi Imobilisasi total Mobilisasi Sedikit terbatas Tidak ada
terbatas Batasan
Kemampuan mengubah Tidak mampu Dapat membantu
dan mengontrol posisi bergerak. Tidak dapat perubahan posisi Dapat mengubah
tubuh. mengubah posisi tubuh atau posisi tanpa
secara tepat dan sktremitas dengan bantuan.
teratur. mandiri.
5 Nutrisi Sangat kurang Kemungkinan Adekuat Baik
tidak adekuat
Pola kebiasaan intake Tidak dapat Mampu Dapat
makanan. menghabiskan 1/3 Jarang mampu menghabiskan menghabiskan
porsi makananya, menghabiskan ½ lebih dari ½ porsi porsi makannya,
sedikit minum, porsi makan. tidak
puasa atau minum makanannya memerlukan
air putih atau atau intake suplementasi
mendapat infus cairan kurang nutrisi.
lebih dari 5 hari. dari jumlah
optimum.
6 Gesekan Bermasalah Potensi Tidak berisiko
bermasalah masalah
Tidak mampu
mengangkat Membutuhkan Dapat bergerak di
badannya sendiri, bantuan minimal bed / kursi tanpa
atau spastik, mengangkat bantuan.
kontraktur atau tubuhnya.
gelisah.

Interpretasi Skala Braden :


Rendah : 23-20 poin
Medium : 19-20 poin
Tinggi : 15-11 poin
Sangat tinggi : 10-6 poin
Pengkajian Luka Tekan dengan Skala Norton
Kondisi fisik Status mental Aktivitas Mobilisasi Inkontinensia
4 Baik 4 Waspada 4 Aktif berjalan 4 Penuh 4 Tidak

3 Cukup 3 Apatis 3 Jalan dengan 3 Sedikit 3 Kadang-


bantuan kadang
2 Buruk 2 Kacau 2 Terbatas
2 Dengan kursi 2 Sering
1 Sangat buruk 1 Stupor roda 1 Imobilisasi (urin/feses)

1 Selalu 1 Keduanya
ditempat tidur

Keterangan :
20 : Tidak ada risiko
>18 : Risiko rendah dekubitus
14-18 : Risiko sedang dekubitus
10-13 : Risiko tinggi dekubitus
<10 : Risiko sangat tinggi decubitus
Tabel Pengkajian Indeks Barthel

No. Kegiatan Nilai Keterangan


1. Mengontrol BAB (Bladder) 0 Inkontinensia
1 Kadang-kadang inkontinensia
2 Kontinensia teratur
2. Mengontrol BAK (Bowel) 0 Inkontinensia
1 Kadang-kadang inkontinensia
2 Kontinensia teratur
3. Membersihkan diri (Lap, 0 Butuh pertolongan orang lain
muka, sisir rambut, sikat
gigi)
1 Mandiri
4. Toileting 0 Tergantung pertolongan orang lain
1 Perlu pertolongan pada beberapa
aktivitas, tetapi aktivitas masih bisa
dikerjakan sendiri
2 Mandiri
5. Makan (Feeding) 0 Tidak mampu
1 Butuh pertolongan orang lain
2 Bantuan minimal 2 orang
3 Mandiri
6. Berpindah tempat dari kursi 0 Tidak mampu
ke tempat tidur
1 Butuh pertolongan orang lain
2 Bantuan minimal 2 orang
3 Mandiri
7. Mobilisasi atau berjalan 0 Tidak mampu
1 Bisa berjalan dengan kursi roda
2 Berjalan dengan bantuan orang lain
3 Mandiri (kadang dibantu)
8. Berpakaian (Dressing) 0 Tergantung pertolongan orang lain
1 Sebagian dibantu
2 Mandiri
9. Naik turun tangga 0 Tidak mampu
1 Butuh pertolongan
2 Mandiri
10. Mandi 0 Tergantung pertolongan orang lain
1 Mandiri
Total Nilai 18
Keterangan:

0-4 : Ketergantungan total


5-8 : Ketergantungan berat
9-11 : Ketergantungan sedang
12-19 : Ketergantungan ringan
20 : Mandir

Dengan
No. Kegiatan Mandiri
Bantuan
1. Makan 5 10
2. Aktivitas toilet 5 10
3. Berpindah tempat dari
5-10 15
kursi ke tempat tidur
4. Membersihkan diri (Lap,
muka, sisir rambut, sikat 0 5
gigi)
5. Mandi 0 5
6. Mobilisasi atau berjalan 10 15
7. Naik turun tangga 5 10
8. Berpakaian 5 10
9. Mengontrol defekasi 5 10
10. Mengontrol berkemih 5 10
Total 75

Keterangan :
0-20 : Ketergantungan
21-61 : Ketergantungan berat/Sangat tergantung
62-90 : Ketergantungan sedang
91-99 : Ketergantungan ringan
100 :Mandiri
PARAMETER TANGGAL PEMERIKSAAN
The National YANG
No. Institute of Health Stroke Scale (NIHSS)
SKALA 28 29
DINILAI SKOR
0 = Sadar penuh 0 0
1 = Tidak sadar penuh; dapat
dibangunkan dengan stimulasi
minor (suara)
Tingkat 2 = Tidak sadar penuh; dapat
1a
Kesadaran berespon dengan stimulasi
berulang atau stimulasi nyeri
3 = Koma; tidak sadar dan tidak
berespon dengan stimulasi
apapun
0 = Benar semua 0 0
Menjawab 1 = 1 benar/ETT/disartria
1b
pertanyaan 2 = Salah
semua/afasia/stupor/koma
0 = Mampu melakukan 2 perintah 0 0
Mengikuti 1 = Mampu melakukan 1 perintah
1c
perintah 2 = Tidak mampu melakukan
perintah
0 = Normal 1 1
1 =Paresis gaze parsial pada 1 atau
Gaze: 2 mata, terdapat abnormal gaze
Gerakan mata namun forced deviation atau
2
konyugat paresis gaze total tidak ada
horizontal 2 =Forced deviation, atau paresis
gaze total tidak dapat diatasi
dengan maneuver okulosefalik
0 = Tidak ada gangguan 2 2
1 = Paralisis minor (sulcus
nasolabial rata, asimetri saat
tersenyum)
Visual:
2 = Paralisis parsial (paralisis total
Lapang
3 atau near-total dari wajah
pandang pada
bagian bawah)
tes konfrontasi
3 = Paralisis komplit dari satu atau
kedua sisi wajah (tidak ada
gerakan pada sisi wajah atas
maupun bawah)
4 Paresis Wajah 0 = Normal 0 0
1 = Paralisis minor (sulcus
nasolabial rata, asimetri saat
tersenyum)
2 = Paralisis parsial (paralisis total
atau near-total dari wajah
bagian bawah)
3 = Paralisis komplit dari satu atau
kedua sisi wajah (tidak ada
gerakan pada sisi wajah atas
maupun bawah)
0 = Tidak ada drift; lengan dapat 1 1
diangkat 90 (45)°, selama

Kanan:
minimal 10 detik penuh
1 = Drift; lengan dapat diangkat 90
(45) namun turun sebelum 10
detik, tidak mengenai tempat 1 1
tidur
2 = Ada upaya melawan gravitasi;
lengan tidak dapat diangkat
Motorik
5 atau dipertahankan dalam
Lengan
posisi 90 (45)°, jatuh mengenai
tempat tidur, nhamunada

Kiri:
upaya melawan gravitasi
3 = Tidak ada upaya melawan
gravitasi, tidak mampu
mengangkat, hanya bergeser
4 = Tidak ada gerakan
UN= Amputasi atau fusi sendi,
jelaskan…………

0 = Tidak ada drift; tungkai dapat 2 2


dipertahankan dalam posisi 30°
Kanan:

minimal 5 detik
1 = Drift; tungkai jatuh persis 5 detik,
namun tidak mengenai tempat tidur
2 = Ada upaya melawan gravitasi; 2 2
Motorik
6 tungkai jatuh mengenai tempat tidur
Tungkai
dalam 5 detik, namun ada upaya
melawan gravitasi
Kiri:

3 = Tidak ada upaya melawan gravitasi


4 = Tidak ada gerakan
UN = amputasi atau fusi sendi,
jelaskan………….
0 = Tidak ada ataksia 0 0
1 = Ataksia pada satu ekstremitas
Ataksia
2 = Ataksia pada 2 atau lebih
7 anggota
ekstremitas
gerak
UN = Amputasi atau fusi sendi,
jelaskan…………
8 Sensorik 0 = Normal; tidak ada gangguan 1 1
sensorik
1 = Gangguan sensorik ringan-sedang;
sensasi disentuh atau nyeri
berkurang namun masih terasa
disentuh
2 = Gangguan sensorik berat; tidak
merasakan sentuhan di wajah,
lengan, atau tungkai
0 = Normal; tidak ada afasia 0 0
1 = Afasia ringan-sedang; dapat
berkomunikasi namun terbatas.
Masih dapat mengenali benda
namun kesulitan bicara percakapan
dan mengerti percakapan
Bahasa 2 = Afasia berat; seluruh komunikasi
9
Terbalik melalui ekspresi yang
terfragmentasi, dikira-kira dan
pemeriksa tidak dapat memahami
respons pasien
3 = Mutisme, afasia global; tidak ada
kata-kata yang keluar maupun
pengertian akan kata-kata
0 = Normal 0 0
1 = Disartria ringan-sedang; pasien
pelo setidaknya pada beberapa kata
namun meski berat dapat
dimengerti
10 Disartria
2 = Disartria berat; bicara pasien sangat
pelo namun tidak afasia
UN = Intubasi atau hambatan fisik lain,
jelaskan……………………………
……….
0 = Tidak ada neglect 0 0
1 = Tidak ada atensi pada salah satu
Pengabaian modalitas berikut; visual, tactile,
11 & Inatensi auditory, spatial, or personal
(Neglect) inattention.
2 = Tidak ada atensi pada lebih dari
satu modalitas
TOTAL 10 10
Keterangan :
Skor < 5 :defisit neurologis ringan
Skor 6-14 :defisit neurologis sedang
Skor 15-24 :defisit neurologis berat
Skor ≥ 25 :defisit neurologis sangat berat
PENGKAJIAN RESIKO JATUH
Skala Morse/ Morse Falls Scale (MFS)
No PENGKAJIAN SKALA NILAI Ket
Klien mengtakan terpeleset
Riwayat jatuh: apakah pasien Tidak 0 25
didekat kamar mandi dan
pernah jatuh dalam 3 bulan
Ya 25 hampir jatuh di kamar
terakhir?
mandi.
Klien memiliki riw.
Diagnosa sekunder: apakah pasien Tidak 0 15
hIpertensi dan riw stroke
memiliki lebih dari satu penyakit?
ringan
Ya 15
Alat bantu jalan: 0 30 Klien dapat berjalan
dengan hati hati sembari
- Bed rest/ dibantu perawat
memegangi tembok atau
- Kruc/tongkat/walker 15 kasur, karena penglihatan
sudah terganggu.
- Berpegangan pada benda di 30
sekitar
Terapi intravena: apakah saat ini Tidak 0 0 Tidak terpasang infus
pasien terpasang infus?
Ya 20
Gaya berjalan/Cara berpindah: 0 10 Klien mengatakan kedua
kaki saat ini mulai lemah
- Normal/bed rest/immobile
kadang-kadang terasa
- Lemah (tidak bertenaga) 10 lemas.
- Gangguan/tidak normal 20
(pincang/diseret)
Status mental: 0 0 Klien mengatakan
menyadari kondisi dirinya
- Pasien menyadari kondisi
saat ini dan tahu harus
dirinya
berhati-hati dalam
- Pasien mengalami keterbatasan 15 berjalan.
daya ingat
Total Nilai 80

Keterangan :
Tidak beresiko : 0-24
Resiko rendah : 25-50
Resiko tinggi : ≥ 51

.
WEB OF CAUTION (WOC)
ANALISA DATA
DATA PROBLEM ETIOLOGI
Ds: - Klien mengatakan sakit Nyeri (sakit kepala) Peningkatan tekanan
kepalanya karena brisik, dan ingin vaskuler cerebral
bersin tidak bisa
-. Klien mengatakan seperti cenut-
cenut
-. Klien mengatakan nyerinya di bagian
depan kepala
-. Klien mengatakan skala nyerinya 3-4
masi bisa di tahan
-. Klien mengatakan nyeri kepalanya
hilang timbul

Do: - tampak memegangi kepala


-. Tampak ngantuk
-. TTV 107/66 N: 87, s: 36°C, RR:
21x/m
-. Klien mendapat terapi amlodipin di
pagi hari

Ds: klien mengatakan kadang sulit Gangguan pola tidur nyeri (sakit kepala)
tidur dimalam hari
-. Klien mengatakan pusing saat malam
terasa ramai di kanar
-. Klien mengatakan kalau pagi masi
ngantuk
-. Klien mengatakan mudah terbangun

Do: -. Tampak menguap terus


-. Tampak sempat tertidur dikursi roda

Ds :
-. Klien mengatakan penglihatannya
sudah buruk Resiko jatuh gangguan penglihatan
-. Klien mengatakan kalau melihat
hanya bayangan dan blur saja yang
terlihat, dan terlihat warnanya jika
dekat saja.
-. Klien mengatakan kalau jalan harus
merambat ke tempat tidur atau tembok
agar tidak tersandung atau jatuh.
-. Klien mengatakan jika kaki lemas
tidak bisa jalan dan dibantu kursi roda
-. Klien mengatakan 3 tahun lalu
pernah jatuh di jemuran dan terimpa
jemuran yang berat karena lumut

Do:
-. Tampak merambat dan memegang
benda sekitar saat berjalan
-. Tampak tidak bisa mengenali benda
jika hanya dilihat.
-. Hasil pengkajian resiko jatuh
menunjukan Resiko tinggi : ≥ 51
dengan hasil nilai 80.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
NO DIAGNOSA KEPERAWATAN
1 Nyeri (sakit kepala) b.d Peningkatan tekanan vaskuler cerebral
2 Gangguan pola tidur b.d nyeri (sakit kepala)
3 Resiko jatuh b.d gangguan penglihatan

PERENCANAAN
NO TUJUAN DAN RENCANA INTERVENSI RASIONALISASI
DX KRITERIA HASIL
1 Setelah dilakukan Manajemen nyeri (I.08238)
Tindakan keperawatan
3x 24 jam klien dapat Observasi
mengontrol nyeri
dengan  Identifikasi lokasi,
kriteria : karakteristik,
1. Nyeri berkurang durasi, frekuensi,
2. Gelisah menururn kualitas, intensitas
3. Kesulitan tidur nyeri
menururn  Identifikasi skala
nyeri
 Idenfitikasi respon
nyeri non verbal
 Identifikasi faktor
yang memperberat
dan memperingan
nyeri
 Identifikasi
pengetahuan dan
keyakinan tentang
nyeri
 Identifikasi pengaruh
budaya terhadap
respon nyeri
 Identifikasi pengaruh
nyeri pada kualitas
hidup
 Monitor keberhasilan
terapi
komplementer
yang sudah
diberikan
 Monitor efek
samping
penggunaan
analgetik
Terapeutik

 Berikan Teknik
nonfarmakologis
untuk mengurangi
nyeri (mis: TENS,
hypnosis,
akupresur, terapi
music,
biofeedback, terapi
pijat, aromaterapi,
Teknik imajinasi
terbimbing,
kompres
hangat/dingin,
terapi bermain)
 Kontrol lingkungan
yang memperberat
rasa nyeri (mis:
suhu ruangan,
pencahayaan,
kebisingan)
 Fasilitasi istirahat dan
tidur
 Pertimbangkan jenis
dan sumber nyeri
dalam pemilihan
strategi meredakan
nyeri
Edukasi

 Jelaskan penyebab,
periode, dan
pemicu nyeri
 Jelaskan strategi
meredakan nyeri
 Anjurkan memonitor
nyeri secara
mandiri
 Anjurkan
menggunakan
analgesik secara
tepat
 Ajarkan Teknik
farmakologis untuk
mengurangi nyeri
Kolaborasi

 Kolaborasi
pemberian
analgetik, jika
perlu

Dukungan Tidur
(I.05174)
Observasi

2  Identifikasi pola
Setelah dilakukan aktivitas dan tidur
intervensi  Identifikasi faktor
keperawatan selama 3 pengganggu tidur
x 24 jam, maka pola (fisik dan/atau
tidur membaik, psikologis)
dengan kriteria hasil:  Identifikasi makanan
dan minuman yang
1. Keluhan sulit mengganggu tidur
tidur (mis: kopi, teh,
menurun alcohol, makan
2. Keluhan mendekati waktu
sering terjaga tidur, minum
menurun banyak air sebelum
3. Keluhan tidur)
tidak puas  Identifikasi obat tidur
tidur yang dikonsumsi
menurun
Terapeutik
4. Keluhan pola
tidur berubah  Modifikasi
menurun lingkungan (mis:
5. Keluhan pencahayaan,
istirahat tidak kebisingan, suhu,
cukup matras, dan tempat
menurun tidur)
 Batasi waktu tidur
siang, jika perlu
 Fasilitasi
menghilangkan
stress sebelum
tidur
 Tetapkan jadwal tidur
rutin
 Lakukan prosedur
untuk
meningkatkan
kenyamanan (mis:
pijat, pengaturan
posisi, terapi
akupresur)
 Sesuaikan jadwal
pemberian obat
dan/atau Tindakan
untuk menunjang
siklus tidur-terjaga
Edukasi

 Jelaskan pentingnya
tidur cukup selama
sakit
 Anjurkan menepati
kebiasaan waktu
tidur
 Anjurkan
menghindari
makanan/minuman
yang mengganggu
tidur
 Anjurkan
penggunaan obat
tidur yang tidak
mengandung
supresor terhadap
tidur REM
 Ajarkan faktor-faktor
yang berkontribusi
terhadap gangguan
pola tidur (mis:
psikologis, gaya
hidup, sering
berubah shift
bekerja)
 Ajarkanrelaksasi otot
autogenic atau cara
nonfarmakologi
lainnya

Pencegahan Jatuh
(I.14540)
Observasi

 Identifikasi faktor
jatuh (mis: usia >
3 65 tahun,
penurunan tingkat
Setelah dilakukan kesadaran, defisit
Tindakan keperawatan kognitif, hipotensi
3x 8 jam klien tidak ortostatik,
terjadi jatuh, dengan gangguan
kriteria :
keseimbangan,
1. Jatuh saat
gangguan
berjalan
berkurang penglihatan,
2. Jatuh saat neuropati)
berpindah  Identifikasi risiko
berkurang jatuh setidaknya
3. Jatuh saat sekali setiap shift
kekamar mandi atau sesuai dengan
berkurang kebijakan institusi
 Identifikasi faktor
lingkungan yang
meningkatkan
risiko jatuh (mis:
lantai licin,
penerangan
kurang)
 Hitung risiko jatuh
dengan
menggunakan
skala (mis: fall
morse scale,
humpty dumpty
scale), jika perlu
 Monitor kemampuan
berpindah dari
tempat tidur ke
kursi roda dan
sebaliknya
Terapeutik

 Orientasikan ruangan
pada pasien dan
keluarga
 Pastikan roda tempat
tidur dan kursi roda
selalu dalam
kondisi terkunci
 Pasang handrail
tempat tidur
 Atur tempat tidur
mekanis pada
posisi terendah
 Tempatkan pasien
berisiko tinggi
jatuh dekat dengan
pantauan perawat
dari nurse station
 Gunakan alat bantu
berjalan (mis: kursi
roda, walker)
 Dekatkan bel
pemanggil dalam
jangkauan pasien
Edukasi

 Anjurkan memanggil
perawat jika
membutuhkan
bantuan untuk
berpindah
 Anjurkan
menggunakan alas
kaki yang tidak
licin
 Anjurkan
berkonsentrasi
untuk menjaga
keseimbangan
tubuh
 Anjurkan melebarkan
jarak kedua kaki
untuk
meningkatkan
keseimbangan saat
berdiri
 Ajarkan cara
menggunakan bel
pemanggil untuk
memanggil perawat

IMPLEMENTASI
NO IMPLEMENTASI RESPON KLIEN
DX

EVALUASI
NO SOAP
DX
Lampiran 14

PROGRAM PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
Jl. Cempaka Putih Tengah I No. I Jakarta Pusat Telp/Fax : (021) 42802202
================================================================

FORMAT PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK (KELOMPOK)


a. Identitas (kelompok)
[Link]
[Link] Pendidikan
[Link]
[Link]

b. Biologi Kelompok
1. Gangguan Penglihatan
2. Gangguan Kebersihan Diri
3. Masalah Keterbatasan Gerak
4. Masalah Pendengaran
5. Masalah Perawatan Diri
6. Masalah Ketergantungan Obat
7. Pelayanan Kesehatan yang digunakan
8. Rekreasi
9. Pola Makan dan Minum

c. Psikologi Kelompok

d. Sosial Kelompok
1. Keadaan ekonomi
2. Hubungan sosial
3. Kegiatan sosial

e. Keadaan Lingkungan
1. Lingkungan dalam ruangan
2. Lingkungan di luar ruangan
3. Sumber air minum

Lampiran 17

PROGRAM PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
Jl. Cempaka Putih Tengah I No. I Jakarta Pusat Telp/Fax : (021) 42802202
================================================================

FORMAT LAPORAN KELOMPOK

Judul
Lembar Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I : Pendahuluan
a. Latar Belakang
b. Tujuan (umum dan Khusus)
BAB II. TINAJUAN TEORI
A. Konsep Menua
B. Patofisiologi....
C. Konsep Keperawatan Lansia dg masalah....
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN KELOMPOK PADA LANSIA DI RUANG....
A. Pengkajian
B. Diagnosa
C. Perencanaan
D. Pelaksanaan
E. Evaluasi
BAB IV. PEMBAHASAN
BAB V. KESIMPULAN & SARAN
Daftar Pustaka
Daftar Lampiran

Lampiran 18

PROGRAM PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
Jl. Cempaka Putih Tengah I No. I Jakarta Pusat Telp/Fax : (021) 42802202
================================================================

FORMAT UJIAN PRAKTEK


Nama Mahasiswa :............................................................................
NPM :............................................................................
Tanggal :............................................................................

DATA DEMOGRAFI
Nama Klien :…………………………………………………
Usia :............................................................................
Diagnosa Medik :…………………………………………………

RIWAYAT PENYAKIT

DATA FOKUS
WEB OF CAUTION
Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Dasar (dikaitkan dengan proses degeneratif,
patofisiologi, insiden dan prognosis penyakit)

DIAGNOSA KEPERAWATAN
PERENCANAAN
NO TUJUAN DAN KRITERIA RENCANA INTERVENSI
DX HASIL
IMPLEMENTASI

NO IMPLEMENTASI RESPON KLIEN


DX

EVALUASI
NO SOAP
DX

Anda mungkin juga menyukai