Keluaran 33: 1-3, 13-17 “Musa meminta penyertaan TUHAN di gurun”
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: ”Pergilah, berjalanlah dari sini, engkau dan bangsa itu
yang telah kaupimpin keluar dari tanah Mesir, ke negeri yang telah Kujanjikan dengan sumpah
kepada Abraham, Ishak dan Yakub, demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri
itu – (2) Aku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu dan akan menghalau orang
Kanaan, orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus – (3) yakni ke suatu
negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu. Sebab Aku tidak akan berjalan di tengah-
tengahmu, karena engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, supaya Aku jangan membinasakan
engkau di jalan.”
Inilah doa permohonan Musa kepada Tuhan, ketika Tuhan berkata bahwa Ia tidak akan lagi
berjalan di tengah-tengah mereka, namun hanya malaikat Tuhan yang diutus untuk memimpin
perjalanan mereka. Respons Musa:
(13) Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya
jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di
hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu.” (14) Lalu Ia berfirman: ”Aku sendiri hendak
membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.” (15) Berkatalah Musa kepada-Nya:
”Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. (16)Dari manakah
gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan
umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan
umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?” 17Berfirmanlah Tuhan kepada
Musa: ”Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia
di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau.”
Adalah penting untuk kita berjalan bersama dengan Tuhan karena kita tidak pernah tau apa yang
akan terjadi ke depan. Apakah yang akan terjadi, baik dalam kehidupan berbangsa, ekonomi,
studi bahkan dalam keluarga. Kita tidak pernah tau.
Latar belakang pada kisah ini adalah: bangsa Israel berbuat dosa, karena pada saat itu mereka
membuat patung lembu emas dan menyembahnya karena musa tidak turun dari gunung
bersama dengan Tuhan. Akhirnya Tuhan menghukum mereka dengan Tuhan tidak berjalan lagi
dengan umatnya, tetapi Tuhan mengutus malaikatnya untuk berjalan ditengah umatnya.
Menarik, kita dapat belajar: Musa sedemikian mengandalkan Tuhan, Musa sedemikian tidak
mampu tanpa Tuhan. Bagi Musa, malaikat tidak cukup, tidak ada yang menggantikan Tuhan
hanya Tuhan yang ada di tengah-tengah kami yang membuat kami berbeda dengan bangsa-
bangsa yang lain. Itulah keistimewaan kami sebagai umat Tuhan.
Bagian 1: Tidak dapat berjalan sendirian, tetap mengandalkan Tuhan. Sekalipun kita memiliki
pengetahuan, pengalaman, gelar. Kita tetap bergantung pada Tuhan, minta pimpinan Tuhan
lebih dari siapapun
Bagian 2: Memiliki hati yang melayani dan tidak egois. Pada bagian ini, Musa mengidentikkan dirinya
dengan bangsa Israel. Musa tidak berpikir bahwa hanya bangsa Israel yang bersalah karena menyembah
berhala. “Aku ya aku, yang penting aku dituntun Tuhan, terserah dengan bangsa Israel”. Musa pakai kata
ganti “kami”. “Tuhan, aku dan umat-Mu ini”, “Tuhan, kami ini”. Terlihat 1 sikap bahwa Musa tidak egois,
Musa merasa menjadi bagian dari Israel dan memiliki pelayanan yang dipercayakan.
Sebagai pemimpin, Ia berpikir bahwa kalau Israel salah maka Ia juga salah, tetapi aku mohon kasih karunia
Tuhan. Kiranya Tuhan mengampuni kami dan tetap menuntun kami.
Bagian 3: Ternyata sekalipun bangsa Israel sudah berdosa, di bagian akhir Tuhan mau Kembali untuk
menuntun Israel. Ada kasih setia Tuhan bagi umatNya.
Melalui bagian firman Tuhan ini, mari kita belajar untuk senantiasa rendah hati dan meminta tuntunan
Tuhan terlebih dahulu untuk segala sesuatu dalam hidup kita. Bukan melangkah dahulu, dan baru
meminta persetujuan Tuhan. Baik itu dalam hal pekerjaan, pelayanan, keluarga, relasi dengan sesama,
kita mau tetap andalkan Tuhan lebih dari siapapun. Hari ini mari kita melanglah bersama dengan Tuhan.