LAPORAN ANALISIS
KASUS PENGHINAAN TERHADAP PANCASILA
BESERTA ALTERNATIF PENYELESAIANNYA
OLEH
KELOMPOK 4
PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS LAMPUNG
2022
1|P ag e
LAPORAN ANALISIS
PENGHINAAN TERHADAP PANCASIL
A BESERTA ALTERNATIF PENYELESAIANNYA
( Sebagai tugas ke-1 mata kuliah Pendidikan Pancasila)
NAMA ANGGOTA:
1. Rivan Viriyan (2211021090)
2. Candani Rahmah (2211021091)
3. Nazwa Shihab (2211021092)
4. Shinta Ully Sinaga (2211021093)
5. Unda (2211021094)
PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS LAMPUNG
2022
2|P ag e
Kata Pengantar
Puji dan syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-
Nya. Atas berkat rahmatnya serta berbagai upaya, laporan kami yang berjudul “Laporan
Penghinaan Terhadap Pancasila” dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Adapun tujuan dari laporan ini adalah untuk melengkapi tugas mata kuliah “Pendidikan
Pancasila”, yang dimana laporan ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang
Pancasila.
Dalam kesempatan ini, kami ucapkan terimakasih banyak kepada Bpk. Susilo [Link].,
[Link]. yang membantu dan membimbing kami, dan diucapkan terimakasih juga kepada
segenap pihak yang membantu dalam penyusunan dan penulisan laporan ini.
Oleh karena itu kami berharap laporan ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan Mahasiswa/i mengenai Pancasila. Kami menyadari bahwa tugas yang kami susun ini
masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kami terbuka umtul kritik dan saran dari
pembaca, terutama Bpk. Susilo [Link]., [Link]. selaku dosen pada mata kuliah kuliah “Pendidikan
Pancasila”. Akhir kata, semoga laporan ini bisa bermanfaat bagi semua pihak yang
berkepentingan, Amin.
Bandar Lampung, September 2022
Penulis
3|P ag e
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ............................................................................................................. 3
Daftar Isi ...................................................................................................................... 4
Bab I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .................................................................................................. 5
1.2 Tujuan Penulisan ............................................................................................... 6
1.3 Metode Penulisan .............................................................................................. 6
Bab II PEMBAHASAN
2.1 Alternatif Pilihan Kasus ...................................................................................... 7
2.2 Kasus yang dipilih dan deskripsi ......................................................................... 7
2.3 Kronologi Kejadian ............................................................................................ 7
2.4 Alternatif Penyelesaian ....................................................................................... 8
2.5 Alternatif Terbaik ............................................................................................... 9
Bab III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 10
3.2 Saran ............................................................................................................... 10
3.2.1 Mahasiswa .................................................................................................... 10
3.2.2 Masyarakat ................................................................................................... 10
3.2.3 Pemerintah .................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 11
LAMPIRAN .............................................................................................................. 12
4|P ag e
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Burung garuda merupakan lambang negara yang dimiliki oleh Negara Indonesia, lambang
negara sendiri merupakan sebuah perwujudan ideologi dari negara yang memilikinya,
lambang negara juga dapat diartikan sebagai identitas dari suatu kaum atau bangsa yang
dipegang dalam menjalankan suatu pemerintahan.
Sedangkan dasar negara Indonesia adalah Pancasila, Sebagai dasar negara, Pancasila
mencakup lima pedoman yang sangat penting untuk rakyat Indonesia dalam menjalani
kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga, makna setiap sila di dalam Pancasila harus
dipahami dan juga diamalkan setiap warga Indonesia.
Sejak awal disposisi persetujuannya pada 1951, banyak sekali rintangan yang harus dilewati
oleh negara ini untuk mempertahankan kedudukan Pancasila sebagai lambang negara
Indonesia, seperti melawan paham komunis, Islam merdeka, sistem pemerintahan
presidensial, parlementer, dan lain-lain. Hingga saat ini pun Pancasila kerap kali mendapat
penghinaan dan gertakan dari berbagai pihak. Kejadian ini memang hal yang sangat
disayangkan, mengingat ideologi Pancasila amatlah sakral bagi bangsa Indonesia, tapi justru
ada saja rakyat Indonesia itu sendiri yang menghina dan menjelek-jelekkan Pancasila.
Penghinaan lambang negara sendiri adalah salah satu perbuatan melawan hukum
onrechtmatigdaad yang menurunkan harkat dan martabat bangsa serta mencederai bendera,
bahasa, lambang negara, dan lagu kebangsaan Indonesia sebagai suatu identitas bangsa.
Perbuatan tindak pidana penghinaan tersebut tampak dilakukan oleh banyak kalangan, mulai
dari kalangan artis hingga kalangan remaja melalui akun sosial medianya baik atas dasar
kebenciannya terhadap bangasnya sendiri ataukah sebuah kritikan stakeholder bangsa
Indonesia sendiri.
Di dalam Konstitusi Negara Republik Indonesia disebutkan bahwa negara Indonesia adalah
negara hukum, hal itu menunjukkan bahwa berdasarkan asas equality before of the law
‘’setiap warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan serta
wajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan tidak ada kecualinya’’. Dari sudut hukum
setiap orang sama didepan hukum. Sehingga, dikatakan bahwa setiap orang yang melakukan
kejahatan harus dijatuhi hukuman dengan tidak membedakan setiap orang yang melakukan
perbuatan pidana. Hal ini harusnya berlaku bagi semua orang yang menghina Pancasila
sebagai dasar negara Indonesia, tapi kadang kala ada juga sebagian orang yang tidak
menerima hukuman itu, bahkan ada sebuah kasus yang mana penghina tersebut justru
dijadikan sebagai duta Pancasila.
5|P ag e
1.2 Tujuan Penulisan
Dengan adanya makalah ini diharapkan agar kita semua lebih memahami bahwa Pancasila
adalah suatu hal yang harus dijunjung, dihargai, dan diimplementasikan dalam kehidupan
sehari-hari, baik dilakukan oleh pemerintah ataupun seluruh warga negara Indonesia, hal ini
membuktikan bahwa Pancasila sangat penting bagi bangsa Indonesia. Agar lebih mudah
dipahami, tujuan penulisan makalah ini akan disajikan dalam poin-poin sebagai berikut:
1. Mengetahui latar belakang dan tujuan orang-orang yang menghina Pancasila.
2. Mengetahui sikap pemerintah terhadap orang-orang yang menghina Pancasila.
3. Hukuman (punishment) terhadap orang-orang yang menghina Pancasila.
4. Cara agar kita lebih mencintai Pancasila dan membuat kasus-kasus seperti ini tidak
terulang lagi.
1.3 Metode Penulisan
1. Jenis penelitian
Jenis penulisan yang digunakan dalam makalah ini adalah Studi kasus, yakni penelitian ini
bertujuan untuk mengamati latar belakang, keadaan, dan interaksi yang terjadi.
2. Jenis data penulisan
Jenis data dalam penulisan ini bersifat kualitatif, yaitu data yang berupa pembahasan,
kronologi, dan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan penghinaan terhadap Pancasila.
3. Sumber data
Sumber data yang ada pada makalah ini sepenuhnya diambil dari pihak ketiga seperti
internet, koran, majalah, dan lain-lain.
4. Metode pengumpulan data
Data dalam penulisan ini akan dikumpulkan melalui studi kepustakaan, yakni dengan cara
membaca, mencatat, mempelajari ataupun menganalisis kasus-kasus yang sedang di bahas.
5. Metode analisis data
Data yang telah dikumpulkan itu akan diolah secara kualitatif, artinya data akan dijabarkan
dengan jelas untuk menyelidiki, menggambarkan, menjelaskan, kasus yang sedang dibahas.
6|P ag e
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Alternatif Pilihan Khasus
1. Kasus Helmi Felis memelesetkan Pancasila menjadi Pancagila melalui twittan Twitter
sehingga menyebabkan ramainya Tagar Tangkap Helmi Felis di media Twitter.
2. Kasus Koran Tempo melecehkan Lambang Negara dengan melampirkan Lambang
Negara yang tidak sesuai di media surat kabar Koran Tempo dengan Headline Petaka
Normal Baru.
3. Kasus Rahma Sarita, Staf Ahli MPR yang memelesetkan Pancasila menjadi Pancasila
versi Negara Wakanda melalui unggahan di Facebook.
2.2 Kasus yang dipilih dan deskripsinya
Kasus yang dipilih
Kasus nomor 3 tentang Seorang Staf Ahli MPR, Rahma Sarita yang memelesetkan Pancasila
menjadi Pancasila versi Negara Wakanda melalui unggahan di Facebook karena paling
menarik kasusnya, salah seorang yang berjabatan tinggi di Indonesia, serta tertera sanksi yang
diterima berupa pemberhentian dari jabatan Staf Ahli MPR.
Deskripsi
Rahma Sarita SH lahir 7 April 1975. Sebelumnya, Rahma Sarita pernah bekerja sebagai
pembaca berita di tvOne dan MetroTV. Nama lengkapnya adalah Rahma Sarita Al Jufri.
Rahma merupakan alumni dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Dia adalah seorang staf
tenaga ahli pimpinan MPR keturunan Arab-Indonesia yang diberhentikan dari jabatan karena
mempelesetkan Pancasila lewat unggahan tulisan di media social Facebook.
2.3 Kronologi Kejadian
Rahma Sarita merupakan seorang staf ahli pimpinan MPR dan anggota partai Nasdem yang
mengunggah tulisan yang berjudulkan “Pancasila Versi Wakanda” di akun media sosial
pribadi miliknya. Pada awalnya, beredar sebuah tangkapan layar unggahan status seseorang
bernama Rahma Sarita tersebut.
Isi dari uanggahan Rahma Sarita pada akun media sosial pribadinya berisikan :
7|P ag e
Pancasila Versi Negara Wakanda
1. Ketuhanan yang berkebudayaan
2. Kemanusiaan untuk golongan sendiri dan tidak beradab untuk golongan lainnya
3. Perpecahan wakanda
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh oligarki kekuasaan
5. Ketidakadilan sosial bagi yang bersebrangan oleh penguasa
Setelahnya Rahma Sarita meminta maaf lewat akun media sosial pribadi miliknya. Rahma
Sarita mengaku dirinya tidak bermaksud menghina Pancasila, dirinya hanya bermaksud
mengkritik perkembangan yang terjadi sesuai situasi saat ini dengan merujuk kepada Negara
Fiktif Wakanda.
Kemudian beredar surat pencopotan jabatan Rahma Sarita dimedia sosial. Dalam surat
bernomor 003/LM/MPRRI/XII/2020, Rahma dianggap tidak menjalankan tugasnya. Surat itu
dibuat tertanggal 13 Desember 2020 dan ditandatangani langsung oleh Lestari Moerdijat selaku
Wakil Ketua MPR RI pada 13 Desember 2020 dan diteruskan kepada Pimpinan Fraksi Partai
Nasdem MPR RI periode 2019-2024. Surat ini yang berisi tentang pemberhentikan Staf
Tenaga Ahli atas nama Rahma Sarita, SH, dengan alasan tidak melakukan tanggung jawab
sebagai Staf Ahli MPR diduga karena postingannya yang dianggap melecehkan Pancasila.
2.4 Alternatif Penyelesaian
1. Mengusut tuntas kasus tersebut apa tujuan terselubung yang dimaksud dalam unggahan
facebook sehingga membuat kehebohan hampir seluruh masyarakat Indonesia.
2. Memberikan hukuman atau sanksi yang sesuai dalam Pasal 68 dan 69 UU 24 Tahun
2009.
3. Memberikan himbauan dan pembinaan mengenai betapa pentingnya Pancasila di
kehidupan bermasyarakat dan bernegara agar tidak seenaknya memelesetkan isi dari
Pancasila.
4. Memberi cap atau label buruk dari masyarakat agar pelaku mendapat efek jera dan tidak
mengulangi tindakan penghinaan Pancasila.
5. Menambah Undang Undang tentang Penghinaan Pancasila dan lebih menegaskan
Undang Undang yang telah ada sehingga lebih mendetail untuk memutuskan apa sanksi
atau hukuman yang akan didapat bila menghina atau memelesetkan isi Pancasila.
8|P ag e
2.5 Pilihan Terbaik Alternatif Penyelesaian
Pilihan Terbaik Alternatif Penyelesaian yaitu terdapat pada pilihan kedua berupa, memberi
hukuman atau sanksi sesuai yang ada didalam Pasal 68 UU 24 Tahun 2009 bahwa “Setiap
orang yang mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan
maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 57 huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun
atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)”. Dan Pasal 69 UU 24
Tahun 2009 yaitu “Dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda
paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah), setiap orang yang: dengan sengaja
menggunakan Lambang Negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk, warna, dan
perbandingan ukuran; membuat lambang untuk perseorangan, partai politik, perkumpulan,
organisasi dan/atau perusahaan yang sama atau menyerupai Lambang Negara; atau dengan
sengaja menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain yang diatur dalam Undang-
Undang ini.”
Alasan : Jika hanya pemberhentian jabatan dari Staf Ahli MPR kurang efektif dan efisien
seharusnya juga dikenai sanksi berupa denda dan pidana yang telah disahkan melalui Undang
Undang yang ada agar lebih meminimalisir terjadinya kasus penghinaan lagi berupa
pemelesetan isi dari Pancasila.
9|P ag e
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pancasila merupakan falsafah dan dasar negara Republik Indonesia sebagai pedoman bagi
segala kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dan dari semua kasus-kasus yang telah kami lampirkan sebelumnya, kami menyimpulkan
bahwa Pancasila sebagai lambang negara atau sebagai pedoman rakyat Indonesia tidak
sepatutnya dihina, dipelesetkan, atau dilecehkan oleh siapapun.
1. Sebagai orang yang sudah dewasa kita seharusnya bisa memanfaatkan sosial media
dengan baik,
2. Koran atau surat kabar seharusnya berfungsi memberiukan informasi yang benar untuk
pembacanya.
3.2 Saran
3.2.1 Mahasiswa
Kita sebagai Mahasiswa/I yang berpendidikan harus dapat menjadikan kasus yang
sudag dilampirkan sebagai pembelajaraan agar tidak mengikuti atau meniru apa yang sudah
dilakukan oleh pelaku.
3.2.2 Masyarakat
Kita sebagai masyarakat Indonesia harus bisa menjaga dan mengikuti Pancasila
sebagai pedoman kita untuk bermasyarakat di Indonesia agar kasus-kasus seperti itu tidak
terulang kembali di masa yang akan datang.
3.2.3 Pemerintah
Kami sebagai masyarakat Indonesia sangat mengharapkan agar pemerintah
Indonesia dan aparat hukum yang bertugas, untuk bisa menghukum pelau-pelaku sesuai dengan
aturan yang berlaku, dan memberi hukuman dengan seadil-adilnya.
10 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA
1. [Link]. Diduga Lecehkan Pancasila, #TangkapHelmiFelis Menggema di
Twitter. Minggu, 10 Juli 2022, 08:37 WIB. Aga Gustiana.
[Link]
menggema-di-twitter diakses pada 26 September 2022.
2. [Link]. Saat Tempo Melecehkan Lambang Negara. 2 September 2020,
15.43 [Link] Pratiwi Budi. [Link]
[Link] diakses pada 26 September 2022.
3. Detik News. Petaka Rahma Sarita Unggah 'Pancasila Wakanda' Melebar ke Mana-
mana. Sabtu, 19 Desember 2020 Pukul 6.42 WIB.
Hestiana Dharmastuti. Url [Link]
sarita-unggah-pancasila-wakanda-melebar-ke-mana-mana diakses pada tanggal 26
September 2022.
4. [Link]. Profil Rahma Sarita, Staf Ahli MPR Dipecat Karena Dianggap Hina
Pancasila.
Kamis, 17 Desember 2020 Pukul 18:57 WIB. Rifan Aditya. Url
[Link]
rahma-sarita-staf-ahli-mpr-dipecat-karena-dianggap-hina-pancasila diakses pada 27
September 2022.
5. Wikisource. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009. Url
[Link]
Undang_Republik_Indonesia_Nomor_24_Tahun_2009 diakses pada tanggal 27
September 2022.
11 | P a g e
LAMPIRAN
Gambar 1. Tweet-an Helmi Felis tentang pemelestan Pancasila menjadi Pancagila. (Kasus 1)
Gambar 2. Koran Tempo melecehkan Lambang Negara dengan melampirkan Lambang
Negara yang tidak sesuai di media surat kabar Koran Tempo. ( Kasus 2)
12 | P a g e
Gambar 3.1. Unggahan Facebook Rahma Sarita memelesetkan Pancasila menjadi Pancasila
Versi Negara Wakanda. ( Kasus 3)
Gambar 3.2 Permohonan Maaf Rahma Sarita melalui Unggahan di media Facebook.
(Kasus 3)
13 | P a g e
Gambar 3.3. Foto Diri Rahma Sarita. (Kasus 3)
Gambar 3.4. Surat Pemberhentian Jabatan Rahma Sarita sebagai Staf Ahli MPR yang dibuat
tertanggal 13 Desember 2020 dan ditandatangani langsung oleh Lestari Moerdijat selaku Wakil
Ketua MPR RI. (Kasus 3)
14 | P a g e