0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
170 tayangan10 halaman

Kebijakan Ekonomi Soekarno 1959-1965

Tulisan ini membahas kebijakan ekonomi Soekarno pada masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965). Kebijakan ini mencakup deklarasi ekonomi terpimpin sebagai strategi dasar ekonomi revolusi Indonesia serta upaya menghapus sisa imperialisme dan feodalisme. Soekarno berupaya membangun ekonomi sosialis tanpa eksploitasi manusia oleh manusia berdasarkan azas keadilan sosial dan semangat revolusi.

Diunggah oleh

Mahesa Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
170 tayangan10 halaman

Kebijakan Ekonomi Soekarno 1959-1965

Tulisan ini membahas kebijakan ekonomi Soekarno pada masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965). Kebijakan ini mencakup deklarasi ekonomi terpimpin sebagai strategi dasar ekonomi revolusi Indonesia serta upaya menghapus sisa imperialisme dan feodalisme. Soekarno berupaya membangun ekonomi sosialis tanpa eksploitasi manusia oleh manusia berdasarkan azas keadilan sosial dan semangat revolusi.

Diunggah oleh

Mahesa Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Alur Sejarah : Jurnal Pendidikan Sejarah.

Volume 5, No 1 2022

KEBIJAKAN EKONOMI SOEKARNO PADA MASA DEMOKRASI


TERPIMPIN (1959-1965)
Akhmad Syaekhu Rakhman, Arief Hidayat
Universitas Indraprasta PGRI
a03rakhman@[Link]

Abstract
This study aims to analyze Soekarno's Economic Policy during the Guided Democracy
period (1959-1965), understand the policies issued by the old order government which
was centered on power, and understand the economic declaration policy which is the
basic strategy of a guided economy which is part of the general strategy of the
Indonesian revolution. The type of research used is the historical method with the stages
of heuristics, verification, interpretation and historiography. The results of this study are
to provide information about the impact of Soekarno's economic policies during the
period of Guided Democracy 1959-1965
Keywords : Soekarno, Economic Policy, Guided Democrazy
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kebijakan Ekonomi Soekarno pada masa
demokrasi terpimpin (1959-1965), memahami kebijakan yang dikeluarkan
pemerintahan orde lama yang berpusat pada kekuasaan, serta memahami kebijakan
deklarasi ekonomi yang merupakan strategi dasar ekonomi terpimpin yang menjadi
bagian dari strategi umum revolusi indonesia. Jenis penelitian digunakan adalah
metode sejarah yaitu dengan tahap-tahap heuristik, verifikasi, interpretasi dan
historiografi. Hasil penelitian ini yaitu memberikan sebuah informasi tentang dampak
kebijakan ekonomi soekarno pada masa demokrasi terpimpin 1959-1965
Kata Kunci : Soekarno, Kebijakan Ekonomi, Demokrasi Terpimpin

PENDAHULUAN masih dimonopoli oleh


perusahan- perusahan Belanda
Setelah proklamasi
(Sjamsudin, 1993:226).
kemerdekaan 1945, Indonesia
secara teoritis memiliki tiga Pada masa Demokrasi Liberal
model Demokrasi, yakni di Indonesia ditandai dengan
Demokrasi Liberal (tahun 1945- tumbuh suburnya partai politik
1959) Demokrasi Terpimpin dan berlakunya kabinet
(1959-1965), dan Demokrasi perlementer serta kemelut politik.
Pancasila. Ketiga demokrasi itu Kemelut politik berupa kabinet
turut mempengaruhi yang silih berganti dan
pelaksanaan sistem ekonomi di berdebatan berkepanjangan
Indonesia (Maarif, 1996:198). dalam konstituante. Walaupun
partainya banyak namun tidak
Situasi perekonomian
ada partai yang memiliki
Indonesia sekitar tahun 1945-
mayoritas mutlak. Kondisi ini
1950-an sangat tidak
menunjukan bahwa sistem liberal
menguntungkan bagi
tidak sesuai dengan akar budaya
pemerintahan Republik
bangsa Indonesia yang lebih
Indonesia. Sistem perekonomian
mengedepankan musyawarah
pada masa tersebut merupakan
untuk mencapai mufakat dalam
ekonomi perang gerilya terhadap
berdemokrasi (Budiardjo,
penjajahan, bahkan ekonomi
Alur Sejarah : Jurnal Pendidikan Sejarah. Volume 5, No 1 2022

1972:69-70). Itulah sebabnya tengah krisis diambilah langkah-


kemudian dikenal dengan istilah langkah menuju suatu bentuk
“Kabinet Jatuh Bangun”. Selama pemerintahan yang oleh
Demokrasi Liberal ini posisi Soekarno dinamakan Demokrasi
Soekarno hanya sebagai simbol Terpimpin. Pada bulan Juli 1959
dari kekuasaan politik tertinggi. parlemen dibubarkan dan
Soekarno tidak mempunyai Peresiden Soekarno menetapkan
wewenang dalam pemerintahan konstitusi dibawah Dekrik
sehingga tidak memuaskan Peresiden Soekarno memperkuat
hatinya. Situasi ini menjadi tangan angkat bersenjata dengan
kesempatan Soekarno untuk mengangkat para Jendral ke
mengambil alih pucuk pimpinan, polisi-polisi yang penting. PKI
meninggalkan sistem parlementer menyambut Demokrasi
yang selama tujuh tahun berjalan Terpimpin Soekarno dengan
dirasakan tak memberikan solusi hangat dan anggapan bahwa PKI
yang baik. Melalui Dekrit mempunyai mandat untuk
Presiden 5 Juli 1945, Republik persekutan konsepsi yaitu antara
Indonesia kembali ke Undang- nasionalisme agama Islam dan
Undang Dasar 1945 sebagai komunisme yang di namakan
dasar negara (Sjamsuddin, NASAKOM.
1993:228).
Dekrit Presiden 5 Juli 1945
Dan sejak itu pula adalah dekrit yang mengakhiri
diterapkan model Demokrasi Demokrasi Liberal, merupakan
Terpimpin yang diklaim sesuai titik awal demokrasinya
dengan idiologi pancasila negara Soekarno. Presiden pertama yang
dan pemahaman integralistik memerintah Indonesia pada
yang mengajarkan tentang periode 1945-1966, sosok yang
kesatuan antara rakyat negara. terkenal sebagai penyambung
Pada era kemerdekaan ini banyak lidah rakyat. Mampu
partai-partai yang bermuncul dan bersosialisasi langsung dengan
meramaikan kepolitikan di rakyat. Presiden yang memiliki
Indonesia. semangat nasionalisme yang
besar dalam membangun bangsa.
Tetapi meskipun sistem
Seorang pemimpin dikatakan
politik Indonesia tahun 1957
dapat memajukan negaranya jika
mmemiliki kelemahan-kelemahan
dapat mensejahterakan
namun rakyat Indonesia telah
rakyatnya dapat membangun
mendapatkan suatu kemenangan
perekonomian bangsanya
yang luar biasa, dapat dilihat dari
(Ditjindro, 2012:5).
tersebarnya bahasa Indonesia
dengan cepat, pendiskreditkan Dengan adanya Dekrit
identitas-identitas politik Presiden tersebut, Soekarno
kedaerah atau kekuasan yang mendengungkan untuk kembali
selama ini selalu diupayakan oleh ke Revolusi, melaksanakan
pihak Belanda pada federalisme sosialisme ala Indonesia yang
selama revolusi, ditekan terus bebas dari Imperialisme dan
menerus, persatuan nasional kolonialisme. Demokrasi
oleh Soekarno, kemudian pada Terpimpin dari Soekarno ini
tahun 1957 setelah percoban menginginkan masyarakat yang
Demokrasi mengalami banyak adil dan Makmur yang
kegagalan, Indonesia mengalami memajukan perekonomian
masa-masa kerisis, di tengah- bangsa dengan kekuatan rakyat
Alur Sejarah : Jurnal Pendidikan Sejarah. Volume 5, No 1 2022

tampa ada campur tangan sisa Imperialisme dan


bangsa asing (Dhakidae, Feodalisme, dan tahap kedua
2013:122). yakni tahap Ekonomi Sosialis
Indonesia, ekonomi tampa
Soekarno seorang pemimpin
menghisapkan manusia oleh
yang mencanangkan sosialisme
manusia. Hal ini berarti sebagai
sebagai azas pembangunan.
negara yang ingin membangun
Begitu juga dimasa ekonomi
dan menuju masyarakat
terpimpin, konsep sosialis
Sosialisasi Indonesia kita harus
Indonesia yang dikumandangkan
bersih dari sisa Imperialisme dan
Soekarno merupakan orientasi
Feodalisme. Menggerakan semua
dalam strategi pembangunan
potensi yang ada untuk
perekonomian bangsa Indonesia
meletakan dasar dan
(Hendarseh, 2010:216).
mempertumbukan ekonomi
Soekarno juga menguraikan nasional.
ideologi Demokrasi Terpimpin
Ekonomi Terpimpin dalam
yang dinamakan Manipol
masyarakat Sosialis Indonesia ini
(Manifesto Politik) yang
mengacu pada “Pasal 33 1945”
menyerukan semangat revolusi,
Soekarno mengatakan bahwa
keadilan sosial, dan retooling
Ekonomi Terpimpin menghendaki
Lembaga-lembaga dan
kegotong royongan di bidang
organisasi- organisasi negara
ekonomi. Menurut Soekarno
demi revolusi yang
sistem ekonomi itu mengandung
berkesinambungan. Ideologi ini
tiga unsur yakni kepentingan
kemudian ditambakan dengan
bersama yang ditetapkan
kata USDEK yang berarti
bersama, usaha bersama yang
Undang-Undang Dasar 1945
dilaksanakan bersama, dan
yang intinya Sosialisme ala
pemimpin bersama yang
Indonesia, Demokrasi Terpimpin,
dimufakati bersama (Alam,
Ekonomi Terpimpin, dan
2003:453).
Kepribadian Indonesia (Ricklefs,
2007:403). Sosialisme Indonesia adalah
gotong royong berdasarkan
Istilah Ekonomi Terpimpin,
Pancasila. Ditambah lagi bangsa
secara konseptual sebagaimana
Indonesia adalah bangsa yang
yang disinggung Lewis dalam
kaya akan sumber daya alamnya,
bukunya Dasar-dasar
sehingga dapat dimanfaatkan
Perencanaan Ekonomi Negara
dengan sebaik baiknya. Hal
memperlihatkan bahwa Ekonomi
inilah juga yang membuat
Terpimpin yang sering di
Soekarno berpikir akan adanya
terjemahkan sebagai ekonomi
ekonomi berdikari (berdiri diatas
berencana dan biasa terdapat
kaki sendiri) sebuah negara yang
dimana saja, baik di Negara
harus dapat membangun
Sosialis maupun di Negara
ekonomi sendiri, bersama-sama
Liberal (Amiruddin, 2014:32).
rakyat dan pemimpinya
Konsep sosialis Soekarno (Rahardjo, 2001:288).
seperti yg disebutkan (Soesastro,
Para pemimpin di Indonesia
2005:23) merupakan susunan
menginginkan perkembangan
sistem ekonomi Indonesia yang
ekonomi yang baik bagi negeri,
dapat menciptakan susunan
tentu saja pemikiran para tokoh-
ekonomi yang bersifat nasional
tokoh penting saat itu sangat
dan demokratis, yang bersih dari
Alur Sejarah : Jurnal Pendidikan Sejarah. Volume 5, No 1 2022

mempengaruhi kebijakan Dari data- data yang terkumpul


ekonomi. Dalam kesempatan kali serta relevan dengan tema riset
ini penulis akan mengkaji kondisi yang dicoba, setelah itu dicoba
ekonomi pada masa Demokrasi pengujian kritik buat mendapatkan
Terpimpin, menurut pemikiran kenyataan yang akurat serta bisa
yang berkembang dari toko dipertanggungjawabkan. Sesi
terkait yaitu Peresiden Soekarno. berikutnya merupakan interpretasi,
Penulis memilih pemikiran ialah pengertian terhadap data-
Soekarno karna sebagai data yang telah diverifikasi
“pemimpin demokrasi”, Soekarno sehingga menciptakan kenyataan
telah menjadi tokoh yang paling sejarah. Bermacam kenyataan yang
berpengaruh pada masa diperoleh dirangkai serta
pemerintahan Demokrasi dihubungkan satu sama lain
Terpimpin dengan kediktatoranya sehingga jadi satu kesatuan yang
yang segalanya berpusat pada utuh serta logis. Sesi selanjutnya
kepemimpinanya (politik ialah penyusunan sejarah, dalam
Soekarno). sesi terakhir ini ialah kerangka
penyusunan sejarah yang sudah
Pemikiran-pemikiran
tercipta setelah itu disusun jadi
Soekarno inilah yang
historiografi (Gottschalk, 2008).
berpengaruh besar terhadap
kebijakan perekonomian masa HASIL DAN PEMBAHASAN
Demokrasi Terpimpin. Penulis
Keadaan ekonomi
ingin mengetahui konsep
Indonesia pada masa awal
ekonomi seperti apa dari sosok
kemerdekaan sangatlah rumit.
Soekarno yang nantinya akan
Saat itu bangsa Indonesia
memunculkan keadaan ekonomi
dihadapkan pada hal yang rumit
beserta implementasi kebijakan
yaitu masih adanya campur
ekonomi Indonesia tahun 1959-
tangan dari bangsa kolonial,
1965. Dalam penelitian ini
sehingga menjadi kendala dalam
penulis ingin mengambil ruang
mengatur perekonomian bangsa .
lingkup temporal tahun 1959-
Adapun beberapa kendala yang
1965 yang diambil sebagai masa
dihadapi bangsa Indonesia dari
Demokrasi Terpimpin, karena
segi ekonomi pada masa tersebut
pada masa tersebut Indonesia
adalah masalah menentukan
mengalami kesenjangan dan
mata uang yang diberlakukan,
kemerosotan ekonomi.
adanya blokade yang dilakukan
METODE PENELITIAN oleh Belanda terhadap ekspor RI
Masalah rendanya penghasilan
Riset ini menggunakan
rakyat sehingga tingkat
metode sejarah buat menarangkan
kemiskinan sangat tinggi
tentang Kebijakan Ekonomi
(Poesponegoro,1993:243 ).
Soekarno Pada Massa Demokrasi
Perekonomian Indonesia sekitar
Terpimpin (1959-1965) . Tahap-
tahun 1945-1950-an sangat tidak
tahap dalam menggunakan metode
menguntungkan bagi
sejarah ini merupakan sesi
pemerintahan Republik
heuristik, kritik, interpretasi, serta
Indonesia.
historiografi. Sesi awal ialah
heuristik, data- data dikumpulkan Sistem perekonomian
dari buku serta koran. Situasi pada masa tersebut
Pengumpulan data- data ini merupakan ekonomi perang
diperoleh lewat riset kepustakaan. gerilya terhadap penjajahan
Alur Sejarah : Jurnal Pendidikan Sejarah. Volume 5, No 1 2022

bahkan, ekonomi masih Pancasila sebagai sebuah ideologi


dimonopoli oleh perusahan- negara yang sesuai dengan
perusahan Belanda pandangan hidup dan cita-cita
(Sjamsuddin,1993:226). Selama bangsa Indonesia. Sebuah cita-
periode 1950-an struktur cita yang tertuang dalam
ekonomi Indonesia masih rumusan Pancasila dan
peninggalan zaman kolonialisasi. pembukaan UUD 1945
Prekonomian Indonesia masih berkomitmen untuk
sangat buruk, hal ini karena memerdekakan seluruh rakyat
pengaruh Jepang dan Belanda. Indonesia. Baik secara politik,
Selain itu bangsa Indonesia juga ekonomi maupun sosial budaya.
memasuki era yang sangat sulit, Sehingga terciptanya bangsa
karena bangsa Indonesia Indonesia yang bebas merdeka
menghadapi gejolak sosial, dari segala bentuk penjajahan
politik, dan keamanan yang dan terpenuhinya hak sebagai
besar, sehingga pertumbuhan warga negara untuk hidup baik
ekonomi kurang diperhatikan.
Kemerdekaan sampai pada
Kegiatan ekonomi masyarakat
masa Demokrasi Parlementer
sangat minim, perusahaan-
mempunyai hubungan yang
perusahaan besar saat itu
berkesinambungan. Soekarno
merupakan perusahaan
tidak menyetujui Demokrsi
peninggalan penjajah yang
Liberal , idenya tentang partai
mayoritas milik orang asing,
tunggal sudah muncul sejak awal
dimana produk beroriantasi pada
Gagasan Soekarno yang
ekspor. Perkebunan-perkebunan
dilontarkan sejak zaman
dan instalasi-instalasi diseluruh
pergerakan, awal kemerdekaan
negeri rusak. Dan yang paling
meskipun tidak ditanggapi secara
penting adalah laju pertumbuhan
positif. Hingga pada akhirnya
penduduk di Indonesia
mengambil tindakan berupa
meningkat (Ricklefs,2005:358).
dikeluarkannya Dekrit Presiden 5
Tahun 1950-an pada Juli 1959 yang memberlakukan
dasarnya Indonesia belum kembali UUD 1945 .
memiliki kemampuan untuk
Dengan dikeluarkannya
melaksanakan pembangunan
Dekrit Presiden, dimulailah
ekonomi. Langkah- langkah yang
sistem Demokrasi Terpimpin
dilakukan pemerintah berupa
(1959-1965). Soekarno tidak
rehabilitasi stuktur
dapat menghindari tantangan
perekonomian. Para pemimpin
maupun ketegangan-ketegangan
berusaha memperbaiki
yang terjadi baik dalam bidang
perekonomian yang tindak lanjut
sosial,ekonomi dan politik.
pertumbuhan ekonomi dan
Perekonomian Indonesia pasca
pertumbuhan tidak stabil
proklamasi hingga memasuki
dengan melakukan program yang
tahun 1950an masih ada campur
lebih menekankan pada
tangan bangsa kolonial dan
pemulihan dan perbaikan
masih dimonopoli bangsa asing.
keadaan. Pada masa itu para
Situasi dan kondisi yang
pemimpin belum memikirkan dan
dihadapi oleh bangsa Indonesia
mengupayakan penduduk
mendorong Soekarno untuk
(Leirissa,1996:93).
mencetuskan pemikiran-
Soekarno beserta tokoh pemikiran untuk
lainnya berhasil merumuskan memperjuangkan kemerdekaan
Alur Sejarah : Jurnal Pendidikan Sejarah. Volume 5, No 1 2022

dan kesejahteraan rakyat yang memunculkan pemecahan


bebas dari imperalisme dan persoalan ekonomi. Yakni dengan
kolonialisme harapan, rakyat bisa berdaulat
(Sjamsuddin,1993:216). terhadap persoalan-persoalan
ekonomi. Sebagaimana
Pemikiran Soekarno di
pernyataanya dalam amanat
bidang ekonomi mengantar
proklamasi. Perasaan dan pikiran
Indonesia menjadi negara yang
saya sederhana, amat sederhana
memiliki ideologi ekonomi
sekali. Boleh dirumuskan sebagai
berlandaskan anti- kapitalisme,
berikut : Kalau bangsa- bangsa
penguatan peran negara dan
yang hidup di padang pasir yang
kedaulatan ekonomi
kering dan tandus bisa
(Dhakidae,2013:118). Soekarno
memecahkan persoalan
memperlihatkan bahwa untuk
ekonominya, kenapa kita tidak
mencapai Indonesia yang benar-
(Hendarseh, 2010:99).
benar merdeka maka, rakyat
Indonesia harus bergerak Soekarno memiliki
menghancurkan kapitalisme dan konsep ekonomi yang disebut
imperalisme. Pidato Bung Karno dengan Ekonomi Berdikari.
yang berjudul Deklarasi Ekonomi Indonesia merupakan negara
pada 28 Maret 1963 banyak yang memiliki kekayaan alam
memuat pemikiran dasar strategi yang melimpah yang menurut
ekonomi. Bung Karno mencoba Soekarno bisa dibangun ekonomi
menggunakan analisa Marxisme berdikari (berdiri diatas kaki
untuk menjawab persoalan- sendiri). Dengan kekayaan yang
persoalan ekonomi Indonesia. ada akan dapat dimanfaatkan
Soekarno mengungkapkan dan diolah menjadi barang-
kedaulatan politik dan barang yang bisa dipakai untuk
berkepribadian dalam kebutuhan sehari-hari.
kebudayaan tidak mungkin
Pada tanggal 24
diraih bila tak berdikari dalam
Desember 1963, Presiden
ekonomi. Begitu pula dengan
Soekarno menerbitkan penetapan
kemandirian ekonomi, tidak
Presiden Nomor 12 tahun 1963,
dapat dilaksanakan bila bangsa
yang berisi pengintegrasian
kita tak ada kedaulatan secara
Dewan Perancang Nasional ke
politilk serta berkepribadian
dalam kabinet kerja dan
dalam kebudayaan
bentuknya sebuah lembaga yaitu
Berdikari yang digagas Badan Perancang Pembangunan
Bung Karno tidak hanya sebagai Nasional (BPPENAS). Adapun
tujuan, tapi juga sebagai prinsip tugas BAPPENAS adalah :
dari cara mencapai tujuan.
a. Menyusun rencana
Dimana, prinsip untuk
pembangunan nasional
melaksanakan pembangunan
jangka panjang, termasuk
dengan tidak menyandarkan diri
rencana pembangunan
kepada bantuan negara atau
daerah dan
bangsa lain. Tentunya nilai-nilai
pembangunanmasyarakat
kemandirian ini bertujuan untuk
desa.
kesejahteraan dan kemakmuran
rakyat Indonesia. Dengan b. Menyusun rencana
demikian, nilai kemandirian pembangunan tahunan.
dalam pemikiran ekonomi c. Mengkordinasi semua
berdikari, Bung Karno berusaha
Alur Sejarah : Jurnal Pendidikan Sejarah. Volume 5, No 1 2022

usaha persiapan cabang produksi yang


perencanaan dan persiapan vital untuk
pelaksanaan perkembangan
pembangunan. perekonomian nasional
d. Menilai dan mengawasi b. Mengikutsertakan rakyat
pelaksanaan rencana dalam pengerahan semua
pembangunan. modal dan potensi
e. Melakukan usaha-usaha Sedangkan dalam bidang distribusi
penelitian dan penyelidikan dan perhubungan kebijakan adalah
untuk keperluan :
perencanaan
a. Menyelenggarakan tata
pembangunan.
distribusi barang-
f. Menyempurnakan pola barang keperluan
perencanaan semesta hidup sehari-hari agar
berencana pertama. cepat sampai ketangan
Sejalan dengan perubahan raktat, murah dan
landasan paradigma merata
penyelenggaraan negara dan b. Mengatur dan
pembangunan, panduan pokok menyalurkan distribusi
perencanaan pembangunan bahan-bahan penting
periode 1959-1965 adalah bagi kehidupan rakyat
Manipol-Usdek, sedangkan
lembaga yang bertanggung jawab c. Menyelenggarakan
dalam menyusun perencanaan impor bahan-bahan
pembangunan adalah kebutuhan pokok
Depermas/Bappenas. Setelah untuk rakyat
MPRS menetapkan Manipol- Kebijakan dalam bidang
Usdek sebagai GBHN pada 1960, keuangan diaantaranya :
Depermas menyusun dan
Menjabarkan Rancangan Dasar a. Sumber
Pembangunan Nasional Semesta pembiayaan bagi
Berencana 1961-1969 dalam pembangunan
berbagai kebijakan dan program atas dasar
pembangunan (Mustopadidjaja kekuatan dalam
dkk, 2012:88). negeri sendiri

Kebijakan pembangunan b. Mengadakan kerjasama


yang sebagaimana tercantum ekonomi
dalam RPNSB tahapan 1 terbagi c. Menata sistem moneter
menjadi enam bagian yaitu : yang sehat
agama, kesejahtraan,
pemerintahan dan keamanan, Wujud struktur ekonomi
produksi, distribusi dan masa depan harus dilakukan
perhubungan, keuangan dan melalui perencanaan yang
pembiayaan. Dalam bidang sistematis. Disinilah diperlukan
produksi kebijakan yang adanya perencanaan nasional
dilakukan adalah : dan suatu lembaga Perencanaan
Nasional. Hal ini tidak terlepas
a. Pengutamaan bahan dari tugas konstitusional (pasal
keperluan hidup rakyat 33 UUD 1945) yang menegaskan
yang pokok Cabang-
Alur Sejarah : Jurnal Pendidikan Sejarah. Volume 5, No 1 2022

bahwa “perekonomian disusun sosialis Indonesia (Sjamsuddin,


sebagai usaha bersama 1993:238).
berdasarkan atas asas
Dalam mengatasi krisis ini
kekeluargaan”. Hal ini menurut
pemerintah menggunakan
Soekarno merupakan sosio-
berbagai cara diantaranya adalah
nasionalisme dan sosio-demokrsi.
menggagas adanya Deklarasi
Soekarno menganggap perlunya
Ekonomi (Dekon) pada tahun
Perencanaan Nasional seperti
1963. Dekon ini mempunyai
Depernan dan Bappenas
program dengan bekerja
(Sjamsuddin, 1993:218)
membuat berbagai kebijakan
Soekarno sangat diantaranya adalah :
menjunjung tinggi keberdikarian.
1. Diciptakan susunan ekonomi
Soekarno berorientasi terhadap
yang bersifat nasional dan
kekuatan rakyat, pada potensi
demokratis, yang bersih dari
dalam negeri sendiri sebagai
sisa-sisa Imperialisme dan
landasan pembangunan nasional.
Feodalisme.
Program Bappenas belum
sepenuhnya memperbaiki 2. Ekonomi sosialis Indonesia,
perekonomian Indonesia. Ekspor ekonomi tanpa penghisapan
dan impor Indonesia mengalami manusia oleh manusia.
penurunan yang menyebabkan Dimana tiap orang dijamin
terjadinya defisit. Untuk mendapat pekerjaan,
mengatasinya mengeluarkan dan sandang pangan, perumahan
mencetak uang baru sehingga serta kehidupan kultural dan
uang yang beredar pun semakin spiritual yang layak (Lubis,
bertambah banyak tanpa di 1988:77).
imbangi penambahan barang,
Deklarasi Ekonomi
sepanjang tahun 1960-1965
membenarkan pentingnya untuk
inflasi semakin meningkat, untuk
memperbaiki potensi rakyat dan
mengatasinya Soekarno
untuk mewujudkan cita-cita
memaklumatkan berlakunya 14
ekonomi sosialis Indonesia itu
peraturan pokok Deklarasi
bisa tercapai setelah Imperalisme
Ekonomi (Dekon) pada 28 Maret
dan Feodalisme dapat
1963.
dihancurkan secara total baik
Deklarasi Ekonomi didalam negeri maupun diluar
bertujuan untuk mengatasi negeri Indonesia sendiri.
keadaan ekonomi Indonesia,
Inti dari Dekon ini adalah
sehingga mendukung proses
berusaha mencegah terjadinya
pembangunan di Indonesia,
penyelewengan dalam
selain itu mencanangkan
penyelenggaraan pembangunan
Deklarasi Ekonomi (Dekon)
kemandirian ekonomi, dimana
diharapkan dapat mengatasi laju
pembangunan kemandirian
inflasi. Tujuan yang hendak
ditujukan untuk kepentingan
dicapai bukanlah sekedar
rakyat dan bukan untuk
mencetuskan suatu terobosan
kepentingan golongan atapun
ekonomi, melainkan untuk
pribadi. Namun produk dari
mendorong perkembangan
dekon tersebut pada saat
masyarakat secara menyeluruh
terakhir diubah oleh kelompok
artinya untuk mencapai
komunis dengan memasukan
“Demokrasi Nasional” yang
anak kalimat penting yaitu fokus
kemudian akan menuju tahap
Alur Sejarah : Jurnal Pendidikan Sejarah. Volume 5, No 1 2022

harus diberikan pada anti- ekonomi ini hanya akan berhasil


imperialisme. Akibatnya dalam dengan dukungan massa rakyat.
perkembangan ekonomi tidak Dalam usaha memassifkan
terjadi perubahan apa-apa dukungan rakyat, Soekarno
(Djiwandono dkk,2005:16). berpropaganda tentang Trisakti
yang berisikan : berdikari
Deklarasi Ekonomi
dibidang ekonomi, berdaulat
kemudian disusul dengan
dibidang politik, berkepribadian
pengaruh Dana Moneter
dalam budaya kemudian pada
Internasioal. Peraturan yang
peringatan 17 Agustus 1959,
dikeluarkan saat itu
Soekarno berpidato tentang
menampilkan pendekatan
penemuan Kembali Revolusi Kita,
ekonomi terhadap persoalan-
yang terkenal sebagai Manifesto
persoalan ekonomi yang sedang
Politik Republik Indonesia
dihadapi Indonesia. Pada awal
(Manipol). Dalam pidato tersebut,
pelaksanaa Deklarasi ini terjadi
secara garis besar, Soekarno
laju kenaikan biaya hidup 500%,
mencanangkan dilaksananya
dua bulan kemudian menjadi
sistem Demokrasi Terpimpin.
datar dan laju inflasi dapat
Pada intinya manipol terdiri atas
sedikit ditekan.
lima hal pokok, yaitu: UUD 1945,
Kesimpulan Sosialisme Indonesia, Demokrasi
Pada masa sebelum Terpimpin, Ekonomi Terpimpin,
Demokrasi Terpimpin Indonesia dan Keperibadian Indonesia yang
dihadapi oleh beberapa kendala, disebut USDEK. Sejak saat itu,
diantaranya masalah setiap gerak dan langkah seluruh
menentukan mata uang yang komponen bangsa Indonesia
diberlakukan, adanya blokade diharuskan berdasar pada
yang dilakukan oleh Belanda Manipol-USDEK. Oleh karena itu,
terhadap ekspor RI, masalah sistem ekonomi terpimpin
rendanya penghasilan rakyat menuntut seluruh unsur
sehingga tingkat kemiskinan perekonomian Indonesia menjadi
sangat tinggi. Disamping itu alat revolusi. Dalam ekonomi
perekonomian Indonesia masih terpimpin, kegiatan
menggunakan sistem ekonomi perekonomian ditekankan pada
kolonial dan juga masih konsepsi gotong royong dan
dimonopoli oleh perusahan kekeluargaan sebagaiman
Belanda. dirumuskan dalam pasal 33 UUD
1945.
Dalam pemikirannya
Soekarno banyak belajar dari Seiring dengan perubahan
ajaran Karl Marx tentang politik menuju Demokrasi
marxisme, namun Soekarno Terpimpin maka ekonomipun
hanya menggunakan pendekatan mengikuti ekonomi terpimpin,
ilmiahnya saja dalam sehingga ekonomi terpimpin
penyelenggaraan sistem politik merupakan bagian dari
dan ekonomi. Konsepsinya Demokrasi Terpimpin. Dimana
mengenai Ekonomi Terpimpin, semua aktivitas ekonomi
yang nantinya dituangkan baik disentralisasikan di pusat
dalam Manipol-Usdek. Rencana pemerintahan sementara daerah
Pembangunan Semesta dan juga merupakan kepanjangan dari
Dekon. Soekarno kemudian pusat
menekankan bahwa haluan Daftar Pustaka
Alur Sejarah : Jurnal Pendidikan Sejarah. Volume 5, No 1 2022

[Link] dalam Malaka, Tan (2000) Dari Penjara


Ekonomi. Jakarta : ke Penjara Bagian II.
Grasindo Jakarta: Teplok Press
Amirudin, 2014. Ekonomi Nasution, Saefullah. (1987)
Berdikari Sukarno. Depok: Sejarah Pendidikan
Komunitas Bambu. Indonesia. Jakarta: Bumi
Aksara
Anwar, Rosihan. (1996). Revolusi
Indonesia : Sejarah Noer ,Deliar. 1986. Perkembangan
Pengantar Indonesia. Demokrasi Kita, dalam M.
Jogjakarta:Bentang Amin Rais, Demokrasi dan
Peroses Politik. Jakarta:
Budiardjo, Miriam. 1972. Dasar- LP3ES. Odih, Enjang. 1998.
Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Sejarah Indonesia. Jakarta:
PT. Gramedia Pustaka Balai Pustaka.
Utama
Onghokham. 1978. Manusia
Benda, H.J. (1985) Bulan Sabit dalam kemelut sejarah,
dan Matahari Terbit. Jakarta: LP3ES
Badrika, I Wayan. 2000. Sejarah Suryabrata,Sumardi,1997.
Nasional Indonesia dan Metode Penelitian.
umum, Jakarta: Pustaka Jakarta:Rineka Cipta
Ilmu. Ricklefs, MC. (2003) Sejarah
Dekker, I Nyoman. 2003. Sejarah Indonesia Modern 2001-
Pergerakan Nasional 2004. Jakarta : Serambi
Indonesia, Jakarta: Pustaka Ilmu
Ilmu Amiruddin, (2014) Ekononi
Kuntowijoyo. (2001) Pengantar Terpimpin 1957-
Ilmu Sejarah. Bentang. 1965:Mencari Jalan Baru
Yogyakarta. Indonesia. Skripsi
Pembangunan. Sarjana
Kenichi, (1998) Jepang dan Universitas Indonesia
Pergerakan Kebangsaan
Indonesia. Jakarta: Yayasan Nibras, Nailufar. 2020. Kebijakan
Obor Indonesia. Ekonomi Ekonomi Soekarno
pada masa Demokrasi
Kahin, M. Goerge. (1995) Terpimpin. Kompas, hlm 12-
Nasionalisme dan Revolusi 15.
Indonesia. Jakarta :
Pustaka Sinar Harapan Siti Rifatul Amalia. 2018.
Hubungan ekonomi
Kartodirdjo, Sartono. (1992) Indonesia-Amerika Serikat
Pendekatan Iimu Sosial dalam bidang impor hasil
dalam Metodologi Sejarah. pertanian pada masa
Jakarta: [Link]. Demokrasi Terpimpin.
Jurnal nasional. 6 (2): 75-
Lucas, Anton. (1989) Peristiwa
83
Tiga Daerah: Revolusi
dalam Revolusi. Jakarta:
Pustaka

Common questions

Didukung oleh AI

Soekarno memiliki pandangan anti-kapitalisme yang kuat, sebagaimana terlihat dari pidatonya yang menekankan perlunya mengakhiri kapitalisme dan imperialisme untuk mencapai kemerdekaan sejati . Pandangan ini sangat mempengaruhi kebijakan ekonominya yang berorientasi pada ekonomi sosialisme Indonesia, dengan mengedepankan prinsip gotong royong dan ekonomi berencana yang dianut Ekonomi Terpimpin . Politik ekonomi ini dirancang untuk memutuskan ketergantungan pada ekonomi kapitalis yang dianggap merugikan bangsa dan menggantikannya dengan model ekonomi nasional yang mandiri dan terpusat pada rakyat .

Masalah sosial dan politik pada dekade 1950-an sangat mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia. Kebijakan yang tidak stabil akibat pergantian kabinet yang cepat membuat perekonomian sulit untuk berkembang secara berkelanjutan . Selain itu, gejolak sosial dan politik memperburuk masalah ekonomi, seperti inflasi yang tinggi, monopoli oleh perusahaan asing, dan kerusakan fasilitas ekonomi yang merupakan peninggalan zaman penjajahan serta menurunnya kepercayaan masyarakat dan investor . Tantangan ini memaksa pemerintahan Soekarno untuk mencari model ekonomi yang mampu menanggulangi tantangan ini, yaitu melalui penerapan Ekonomi Terpimpin .

Soekarno menggambarkan hubungan antara Demokrasi Terpimpin dan sosialisme Indonesia sebagai hubungan yang saling melengkapi, di mana Demokrasi Terpimpin menyediakan kerangka politik yang memungkinkan pelaksanaan sosialisme Indonesia dalam bentuk Ekonomi Terpimpin . Sosialisme Indonesia yang diterapkan melalui Demokrasi Terpimpin bertujuan untuk memperkuat kedaulatan nasional dan memberantas dominasi asing serta mendukung praktek ekonomi nasional yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong dan solidaritas .

Demokrasi Terpimpin dan kebijakan ekonomi yang dicanangkan oleh Soekarno saling berkaitan erat, di mana Demokrasi Terpimpin menjadi landasan politik yang dituju untuk mengimplementasikan prinsip Ekonomi Terpimpin. Kebijakan ekonomi ini bertujuan untuk merevolusi struktur ekonomi agar sesuai dengan nilai-nilai sosialisme dan gotong royong, bebas dari dominasi asing dan diterapkan sebagai alat revolusi politik dan ekonomi . Implementasi ini dilakukan dengan tujuan memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia melalui kepemimpinan sentral yang dirumuskan dalam Manipol-USDEK .

Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959 karena berbagai alasan yang mendasari pergeseran sistem pemerintahan dari Demokrasi Liberal ke Demokrasi Terpimpin. Salah satu faktor utamanya adalah kegagalan sistem parlementer dalam membawa stabilitas politik dan kemajuan ekonomi. Periode 1950-an di Indonesia ditandai dengan ketidakstabilan politik dengan seringnya pergantian kabinet yang menyebabkan ketidakefisienan dalam pemerintahan . Implementasi dari Dekrit ini adalah pembubaran parlemen dan berlakunya kembali UUD 1945 yang memusatkan kekuasaan eksekutif pada presiden .

Soekarno memandang Ekonomi Terpimpin sebagai suatu kerangka ekonomi yang didasarkan pada prinsip gotong royong dan kekeluargaan, sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945, yang menekankan pentingnya kepentingan bersama dan usaha bersama . Tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan sisa-sisa imperialisme dan feodalisme demi menciptakan ekonomi nasional yang mandiri dan tidak bergantung pada asing, serta untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur .

Tujuan utama dari kebijakan ekonomi berdikari yang diperkenalkan oleh Soekarno adalah untuk menciptakan kemandirian ekonomi nasional tanpa tergantung pada negara asing, menggerakkan potensi sumber daya domestik dan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui partisipasi aktif dalam usaha ekonomi . Penerapan konsep ini dilakukan melalui prinsip gotong royong yang diterapkan dalam semua aspek ekonomi, mulai dari produksi, distribusi hingga konsumsi, serta penguatan industri-industri nasional yang didorong oleh negara .

Manipol-USDEK memainkan peran sentral dalam sistem Demokrasi Terpimpin dengan memberikan landasan ideologis untuk pembangunan ekonomi dan politik di Indonesia. Manipol, singkatan dari Manifesto Politik, merupakan ajakan untuk revolusi berlandaskan Sosialisme Indonesia dan UUD 1945, sementara USDEK mengacu pada Undang-Undang, Sosialisme ala Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia . Ideologi ini diharapkan menyatukan visi nasional dan mengarahkan seluruh kegiatan politik dan ekonomi bangsa untuk mencapai kemerdekaan sejati yang bebas dari pengaruh asing .

Pancasila berperan sebagai landasan ideologis utama dalam membentuk kebijakan ekonomi Soekarno. Konsep gotong royong yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila diadopsi sebagai dasar dari Ekonomi Terpimpin yang dikembangkan merupakan upaya untuk menumbuhkan kesadaran dan partisipasi rakyat dalam ekonomi nasional . Ideologi tersebut menegaskan pentingnya penghapusan sisa-sisa imperialisme dan feodalisme dalam membangun ekonomi yang adil, merata, dan tidak bergantung pada pihak asing .

Pada awal kemerdekaan, kondisi ekonomi Indonesia sangat rumit dan berada dalam keadaan perang gerilya yang mempengaruhi stabilitas ekonomi. Kendala utama yang dihadapi termasuk campur tangan dari bangsa kolonial, blokade ekonomi oleh Belanda yang mempengaruhi ekspor, rendahnya penghasilan masyarakat, dan masih beroperasinya sistem ekonomi kolonial yang memonopoli ekonomi Indonesia .

Anda mungkin juga menyukai