0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan14 halaman

Modul Ajar Tumbuh Kembang Anak

1. Penyuluhan membahas tumbuh kembang anak usia 2-5 tahun dan faktor yang mempengaruhinya. 2. Ibu diajak mengetahui ciri tumbuh kembang anak, stimulasi perkembangan, dan pemantauan pertumbuhan. 3. Penyuluhan berjalan lancar dengan presentasi, tanya jawab, dan evaluasi.

Diunggah oleh

Adrilia Anissa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan14 halaman

Modul Ajar Tumbuh Kembang Anak

1. Penyuluhan membahas tumbuh kembang anak usia 2-5 tahun dan faktor yang mempengaruhinya. 2. Ibu diajak mengetahui ciri tumbuh kembang anak, stimulasi perkembangan, dan pemantauan pertumbuhan. 3. Penyuluhan berjalan lancar dengan presentasi, tanya jawab, dan evaluasi.

Diunggah oleh

Adrilia Anissa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

“TUMBUH KEMBANG ANAK”


DI TPMB KHOTIK ALIM BAIDAH, SST
PAKISAJI - MALANG

Disusun Guna Memenuhi Tugas Stase VII


Praktik Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah

Dosen Pembimbing:
Herawati Mansur, SST., [Link]., [Link]

Oleh:
Anissa Adrilianingsih
P17312225077

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
TAHUN 2023
LEMBAR PENGESAHAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN
“TUMBUH KEMBANG ANAK”
DI TPMB KHOTIK ALIM BAIDAH, SST
PAKISAJI - MALANG

Mahasiswa

Anissa Adrilianingsih
P17312225077

Mengetahui,

Preseptor Akademik Preseptor Klinik

Herawati Mansur,SST., [Link].,[Link] Khotik Alim Baidah, SST


NIP. 196501101985032002 NIP. 197103111990012001
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
I. Identitas SAP
Topik : Pendidikan Kesehatan Anak
Sub Pokok Bahasan : Tumbuh Kembang Anak
Sasaran : Ibu yang memiliki balita usia 2-5 tahun
Hari/Tanggal : Jum’at, 13 Januari 2023
Waktu : 11.00 WIB
Tempat : TPMB Khotik Alim Baidah, SST
Penyuluh : Anissa Adrilianingsih

II. Identifikasi Masalah


Balita adalah kelompok anak yang berada pada rentang usia 0-5
tahun. Masa balita merupakan periode penting dalam proses tumbuh
kembang manusia dikarenakan tumbuh kembang berlangsung cepat.
(Aminah, 2016). Anak memiliki suatu ciri yang khas yaitu selalu tumbuh
dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Hal ini
yang membedakan anak dengan dewasa. Anak menunjukkan ciri-ciri
pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usianya. Pertumbuhan
adalah suatu ukuran kematangan fisik. Hal ini ditandai dengan peningkatan
ukuran tubuh dan organ – organ yang berbeda dan perkembangan
merupakan bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh
yang lebih kompleks dalam pola yang teratur.
Gangguan pertumbuhan dapat diakibatkan oleh penyebab primer dan
sekunder. Penyebab primer antara lain kelainan pertumbuhan tulang,
kelainan metabolik, dan faktor keturunan. Penyebab sekunder antara lain
retardasi pertumbuhan intra uterin, malnutrisi kronik, dan kelainan
psikososial (Soedjatmiko, 2016). Upaya kesehatan yang dilakukan sejak
anak masih didalam kandungan sampai 5 tahun pertama kehidupannya,
ditujukan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya sekaligus
meningkatkan kualitas hidup anak agar mencapai tumbuh kembang optimal
baik fisik, mental, emosional, maupun sosial serta memilki intelegensi
majemuk sesuai potensial genetiknya. Manfaat pertumbuhan dan
perkembangan anak balita ialah agar dapat mengetahui apa yang
menghambat dan menganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.
Melalui kegiatan kegiatan deteksi dini tumbuh kembang kondisi terparah
dari penyimpangan prtumbuhan anak seperti gizi buruk dapat dicegah,
karena sebelum anak jatuh dalamkondisi buruk, penyimpangan
pertumbuhan pada anak dapat terdeteksi melalui kegiatan DDTK (Ida
Widaningsih, 2012).
III. Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan ibu dapat mengetahui dan
memahami stimulus tumbuh kembang pada anak.
IV. Tujun Instruksional Khusus
1. Ibu dapat menjelaskan kembali ciri serta faktor yang mempengaruhi
tumbuh kembang anak ibu dapat melakukan pemantauan pertumbuhan
dan perkembangan anak
2. Ibu dapat melakukan stimulasi serta deteksi dini tumbuh kembang anak
3. Ibu dapat mendemonstrasikan upaya peningkatan kualitas tumbuh
kembang anak
V. Materi
1. Pengertian tunbuh kembang
2. Ciri-ciri dan prinsip tumbuh kembang anak
3. Faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak
4. Pemantauan pertumbuhanan dan perkembangan
5. Stimulasi perkembangan anak
6. Upaya peningkatan kualitas tumbuh kembang anak
VI. Metode
Ceramah dan tanya jawab
VII. Media
Buku KIA dan Leaflet
VIII. Kegiatan Penyuluhan
No Tahapan Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan
Peserta
1 Pendahuluan 1,5 1. Pengantar dari Menbalas salam
menit fasilitator penyuluh

Peserta
2. Menjelaskan TIU dan memperhatikan
TIK apa yang
disampaikan
penyuluh

3. Fasilitator Peserta mengisi


membagikan lembar pre-test
pre-test
2 Inti 24 1. Melakukan apersepsi Mendengarkan
menit tentang tumbuh dan aktif
kembang anak memberikan
respon umpan
balik
2. Fasilitator
menambahkan dan Peserta
menjelaskan materi memperhatikan
tentang tumbuh apa yang
kembang anak : disampaikan
a. Pengertian tumbuh penyuluh
kembang
b. Ciri-ciri dan
prinsip tumbuh
kembang anak
c. Faktor yang
memengaruhi
tumbuh kembang
anak
d. Pemantauan
pertumbuhanan
dan perkembangan
e. Stimulasi
perkembangan
anak
f. Upaya peningkatan
kualitas tumbuh
kembang anak

3. Memberikan
kesempatan untuk
bertanya terhadap
materi yang Peserta
disampaikan menyampaikan
sebelumnya pertanyaan
tentang materi
yang
4. Menanggapi respon disampaikan
peserta dan
memberikan jawaban
yang kurang dari Memperhatikan
jawaban yang tanggapan yang
disampaikan peserta diberikan
penyuluh

3 Penutup 4,5 1. Melakukan evaluasi Peserta


menit dengan memberikan mengerjakan
post-test lembar post-test

2. Menyimpulkan hasil
Peserta
mengulangi
kesimpulan yang
telah
disampaikan oleh
penyuluh
3. Menutup penyuluhan
dan memberi salam. Menjawab salam.

IX. Evaluasi
1) Evaluasi Struktur
a. Persiapan Media
Media yang digunakan dalam penyuluhan yaitu leaflet
b. Perisapan Materi
Materi disiapkan dalam bentuk makalah, kemudian dibuatkan
leaflet dengan ringkas, menarik, lengkap mudah dimengerti oleh
peserta penyulihan.
2) Evaluasi Proses
Penyuluhan dapat berlangsung dengan lancar dan peserta penyuluhan
memahami materi penyuluhan yang diberikan. Peserta penyuluhan
memperhatikan materi yang diberikan. Selama proses penyuluhan
diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh dengan sasaran.
3) Evaluasi Hasil
Peserta penyuluhan mengerti dari apa yang telah disampaikan dengan
kriteria mampu menjawab pertanyaan dalam bentuk pre-test dan post-
test diberikan oleh penyuluh.
X. Pengorganisasian
1. Protokol / Pembawa acara
Uraian tugas :
a. Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada
peserta.
b. Mengatur proses dan lama penyuluhan.
c. Menutup acara penyuluhan.
2. Penyuluh / Pengajar
Uraian tugas :
a. Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa
yang mudah dipahami oleh peserta.
b. Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses
penyuluhan.
c. Memotivasi peserta untuk bertanya
3. Fasilitator
Uraian tugas :
a. Ikut bergabung dan duduk bersama di antara peserta.
b. Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan.
c. Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas.
d. Menginterupsi penyuluh tentang istilah/hal-hal yang dirasa kurang
jelas bagi peserta.
[Link]
Uraian tugas :
a. Mencatat nama, alamat dan jumlah peserta, serta menempatkan diri
sehingga
memungkinkan dapat mengamankan jalannya proses penyuluhan.
b. Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta.
c. Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses
penyuluhan.
d. Mengevaluasi hasil penyuluhan denga rencana penyuluhan.
e. Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh yang dirasa tidak
sesuai dengan rencana penyuluhan.
XI. Penataan Tempat
Penataan tempat penyuluhan menyesuaikan dengan tempat yang akan
digunakan untuk penyuluhan.
Meja penyuluh

peserta peserta peserta

XII. Daftar Pustaka


Hidayat, [Link] Alimul. 2008. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak Untuk
Pendidikan [Link]: Penerbit Salemba.

Kemenkes RI. 2016. Pedoman Pelaksana Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi


Dini Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Kemenkes RI

M. Syaiful Rahman, M. L. (2019). Modul Ajar Tumbuh Kembang Anak.


131–150.

Noordiati. 2018. Asuhan Kebidanan, Neonatus, Bayi, Balita dan Anak


Sekolah. Jakarta: Penerbit Wineka Media.

Noordiati. 2018. Asuhan Kebidanan, Neonatus, Bayi, Balita dan Anak


Sekolah. Jakarta: Penerbit Wineka Media.

Wahyuni, C. (2018). Panduan Lengkap Tumbuh Kembang Anak Usia 0-5


Tahun
Lampiran 1. Materi

TUMBUH KEMBANG ANAK


A. Pengertian
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan
interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian
atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih
kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa
serta sosialisasi dan kemandirian.

B. Ciri-Ciri Tumbuh Kembang Anak


Proses tumbuh kembang anak mempunyai beberapa ciri-ciri yang saling
berkaitan, diantaranya :
1. Perkembangan menimbulkan perubahan.
2. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan
perkembangan selanjutnya.
3. Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda.
4. Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan.
5. Perkembangan mempunyai pola yang tetap.
Perkembangan fungsi organ tubuh terjadi menurut dua hukum yang tetap,
yaitu:
a. Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah kepala, kemudian
menuju ke arah kaudal/anggota tubuh (pola sefalokaudal).
b. Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah proksimal (gerak kasar)
lalu berkembang ke bagian distal seperti jari-jari yang mempunyai
kemampuan gerak halus (pola proksimodistal). Perkembangan
memiliki tahap yang berurutan.
6. Tahap perkembangan seorang anak mengikuti pola yang teratur dan
berurutan. Tahap-tahap tersebut tidak bisa terjadi terbalik.

C. Faktor yang Mempengaruhi Tumbuh KembangAnak


Pada umumnya anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan normal
yang merupakan hasil interaksi banyak faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan anak. Adapun faktor faktor tersebut antara
lain:
1. Faktor Internal
a. Ras/etnik atau bangsa
b. Keluarga
c. Umur
d. Jenis kelamin
e. Genetik
2. Faktor Eksternal
3. Faktor Prenatal
a. Gizi
b. Mekanis
c. Toksin/zat kimia
d. Endokrin
e. Radiasi
f. Infeksi
g. Kelainan imunologi
h. Anoksia embrio
i. Psikologi ibu
4. Faktor Pranatal
5. Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia dapat
menyebabkan kerusakan jaringan otak.
6. Faktor Pascanatal
a. Gizi
Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zatmakanan yang adekuat.
b. Penyakit kronis/ kelainan kongenital
Tuberkulosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakibatkan
retardasi pertumbuhan jasmani.
c. Lingkungan fisis dan kimia.
Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya sinar matahari,
paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu (Pb, mercuri, rokok, dll)
mempunyai dampak yang negative terhadap pertumbuhan anak.
d. Psikologis
Hubungan anak dengan orang sekitarnya. Seorang anak yang tidak
dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu merasa tertekan,
akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan
perkembangannya.
e. Endokrin
Gangguan hormon, misalnya pada penyakit hipotiroid akan
menyebabkan anak mengalami hambatan pertumbuhan.
f. Sosio-ekonomi
Kemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan
lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan, akan menghambat
pertumbuhan anak.
g. Lingkungan pengasuhan
Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu-anak sangat
mempengaruhi tumbuh kembang anak.
h. Stimulasi
Perkembangan memerlukan rangsangan/stimulasi khususnya dalam
keluarga, misalnya penyediaan alat mainan, sosialisasi anak,
keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak.
i. Obat-obatan
Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat
pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang
terhadap susunan saraf yang menyebabkan terhambatnya produksi
hormon pertumbuhan.
E. Pemantauan Pertumbunan
1. Pengukuran Berat dan Tinggi Badan Anak
Pengukuran berat badan anak terhadap tinggi badan anak dapat dibagi
menjadi :
a. Pengukuran Berat Badan Terhadap Tinggi Badan (BB/TB)
Untuk menentukan status gizi anak usia dibawah 5 tahun, apakah normal,
kurus, sangat kurus atau gemuk
b. Pengukuran Panjang Badan terhadap umur atauTinggi Badan terhadap
umur (PB/U atau TB/U)
Untuk menentukan status gizi anak, apakah normal, pendek atau sangat
pendek.
c. Pengukuran Indeks Massa Tubuh menurut Umur(IMT/U)
Untuk menentukan status gizi anak usia 5 – 6 tahunapakah anak sangat
kurus, kurus, normal, gemuk atau obesitas.
2. Pengukuran Lingkar Kepala Anak (LKA)
Tujuan untuk mengetahui lingkaran kepala anakdalam batas normal atau
diluar batas normal.
Jadwal pengukuran disesuaikan dengan umur anak. Umur 0-11 bulan,
pengukuran dilakukan setiap tiga bulan, umur 12-72 bulan dilakukan
setiap enam bulan.
F. Stimulasi Perkembangan Anak
Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuandasar anak umur 0-6 tahun
agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Stimulasi tumbuh kembang
anak dilakukan oleh ibu dan ayah yang merupakan orang terdekat dengan anak,
pengganti ibu/pengasuh anakdalam kehidupan sehari-hari. Terdapat beberapa
prinsip dasar yang perlu diperhatikan dalam pemberian stimulasipada anak,
yakni:
1. Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang.
2. Selalu tunjukkan sikap dan perilaku yang baik karenaanak akan meniru
tingkah laku orang-orang yang terdekat dengannya.
3. Berikan stimulasi sesuai dengan kelompok umuranak.
4. Lakukan stimulasi dengan cara mengajak anakbermain, bernyanyi,
bervariasi, menyenangkan, tanpa paksaan dan tidak ada hukuman.
5. Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutansesuai umur anak,
terhadap ke 4 aspek kemampuan dasar anak.
6. Gunakan alat bantu/permainan yang sederhana, aman dan ada di sekitar
anak.
7. Berikan kesempatan yang sama pada anak laki-lakidan perempuan.
8. Anak selalu diberi pujian, bila perlu diberi hadiah atas keberhasilannya.

G. Upaya Peningkatan Kualitas Tumbuh Kembang Anak


Kebutuhan dasar anak untuk meningkatkan tumbuhkembang, dibagi 3 yakni :
1. Asuh
Meliputi, pangan/gizi, perawatan kesehatan dasar, pemukiman yang layak,
kebersihan individu, sanitasi lingkungan, pakaian, rekreasi, kesegaran
jasmani, dll.
2. Asih atau kebutuhan emosi/kasih sayang
Menciptakan ikatan yang erat dan kepercayaan dasaruntuk menjamin
tumbuh kembang yang selaras baikfisik, mental, dan psikososial.
3. Asah atau kebutuhan stimulasi mental
Mengembangkan perkembangan kecerdasan, kemandirian, kreativitas,
agama, kepribadian, moraletika, produktivitas, dsb.
Tumbuh kembang anak merupakan hasil interaksi faktor genetic dan faktor
lingkungan, baik lingkungan sebelum anak dilahirkan maupun lingkungan
setelah anak itu lahir. Oleh sebab itu berikut beberapa upayayang perlu
dilakukan :
1. Pranikah
Medical chek UP Pranikah : mengetahui kesehatan secara umun, tindakan
preventif pada masalah kesehatan reproduksi (fertilitas) dan
genetika(keturunan). Jenis pemeriksaan pranikah: Px darah,Px ISR/IMS, Px
keturunan, Px reproduksi
2. Pralahir
Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian diantaranya:
a. Gizi ibu pada waktu hamil (Kenaikan BB ibu 10-12,5 kg, menambah 1x
jumlah porsi makan dengangizi lengkap, konsumsi vitamin yang banyak
mengandung zat besi).
b. Penyakit pada ibu
Infeksi yg sering menyebabkan cacat bawaan, yg terkenal adalah
TORCH, yang juga berpengaruh adalah cacar air, hepatitis, campak, dll.
Penyakit ibuyg berpengaruh buruk pada janin
diantaranya(hipertensi,penyakit jantung, ginjal, asma, DM).
3. Saat Lahir
Komplikasi persalinan seperti (asfiksia), trauma lahir, dapat mengakibatkan
kelainan tumbuh kembang.
4. Setelah Lahir
Gizi. Makanan memegang peranan penting dalamtumbuh kembang anak,
karena anak sedang tumbuh kebutuhannya berbeda dengan orang dewasa.
Pemberian ASI saja sampai 6 bulan (ASI ekslusif).
5. Kesehatan anak
a. Segera membawa anak ke pelayanan kesehatanterdekat bila sakit.
b. Monitoring pertumbuhan anak dgn KMS.
c. Imunisasi sedini mungkin d an lengkap
d. Perumahan yang layak.
6. Sanitasi lingkungan
Kebersihan yang baik dapat mencegah/ mengurangiterjadinya penyakit-
penyakit kulit, diare, saluran pernafasan, demam berdarah dll.
7. Keluarga
Suasana damai dan kasih sayang dalam keluargasangat penting dalam
tumbuh kembang anak.
Lampiran 2. Media
Lampiran 3. Dokumentasi

Anda mungkin juga menyukai