0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan9 halaman

Pengendalian Mutu Proyek Konstruksi

Bab V membahas pengendalian dan pengawasan mutu pekerjaan proyek, terutama terkait material konstruksi seperti baja tulangan dan beton. Dilakukan pengujian terhadap sifat mekanis baja tulangan dan wiremesh, serta pengujian slump test untuk mengetahui konsistensi beton sebelum digunakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mutu material memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan.

Diunggah oleh

My PUBG Diary
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan9 halaman

Pengendalian Mutu Proyek Konstruksi

Bab V membahas pengendalian dan pengawasan mutu pekerjaan proyek, terutama terkait material konstruksi seperti baja tulangan dan beton. Dilakukan pengujian terhadap sifat mekanis baja tulangan dan wiremesh, serta pengujian slump test untuk mengetahui konsistensi beton sebelum digunakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mutu material memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan.

Diunggah oleh

My PUBG Diary
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB V

PENGENDALIAN DAN PENGAWASAN

5.1 Pengendalian dan Pengawasan Mutu Pekerjaan


Pengendalian dan pengawasan suatu proyek merupakan kegiatan dari suatu
proyek yang meliputi kegiatan pemantauan, pengkajian, pengkoreksian, agar
proyek tersebut dapat menuju arah yang ditentukan. Adapun sasaran dari
pengendalian dan pengawasa, yaitu biaya, mutu, serta waktu. Untuk mengetahui
progress dari suatu proyek, para pelaku proyek dapat melihat langsung di
lapangan, ataupun melihat catatan teknis suatu proyek yaitu Kurva S.

5.1.1 Pengendalian dan Pengawasan terhadap Material


Pengendalian dan pengawasan terhadap material sangatlah penting, agar
dapat memperoleh hasil pekerjaan struktur yang efisien dan sesuai dengan
keinginan owner. Dalam pengawasan serta pengendalian material, peninjauan
lebih berpusat pada material pembuatan beton bertulang, karena beton bertulang
salah satu bagian terbesar pada pekerjaan struktur.

Proses pengendalian dan pengawasan terhadap material adalah:

1. Perencanaan
Pada tahap perencanaan ini meliputi:
1. Penentuan sasaran PT. PP dan spesifikasi teknis
2. Pemantauan ke lapangan
3. Presentasi sub kontraktor
4. Training
2. Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan ini meliputi:
1. Ijin pelaksanaan
2. Kejelasan gambar pada awal proyek (shop drawing)
3. Pengambilan sample dan pengujian terhadap sample
4. Rapat harian, dan rapat mingguan

V-1
3. Monitoring
1. Pengecekan dan perbaikan
2. Pembuatan evaluasi kualitas terhadap material
4. Perbaikan dan tinjauan
1. Pengevaluasian produk
2. Serah terima

Untuk mendapatkan mutu yang sesuai dengan spesifikasi teknis,


pengendalian dan pengawasan terhadap material yang dilakukan antara lain:

1. Pengawasan terhadap baja tulangan


Pengujian terhadap tulangan pada pembangunan gedung laboratorium
Universitas Padjadjaran ini sangat penting, apabila kita mengingat bahwa
tulangan baja merupakan komponen pemikul tegangan tarik yang amat
kuat, yang terdapat dalam struktur beton bertulang, karena kekuatan beton
polos untuk menahan tegangan tarik amat kecil, sehingga dapat diabaikan.
Peran dari baja tulangan ini ialah memberikan tambahan kekuatan untuk
memikul tegangan tekan, yang dalam perencanaan lapangannya dibuat
menjadi tulangan kolom, ataupun balok. Pengujian terhadap tulangan ini
berupa pengujian tarik baja tulangan Ex. CS, Ex. Toyogiri, dan wiremesh.
Tabel 5.1 Hasil Pengujian Tarik Baja Tulangan [Link]
No. Laporan : 92/NR/[Link] / Test/ II / 2015
Pemberi Tugas : PT. PP (Persero)
Proyek : Gedung Baru Unpad IDB Jatinangor
Tanggal Tes : 11 Februari 2015
Identifikasi Diameter Aktual Diameter Luas Penampang Nominal Elongation Beban Luluh Kekuatan Luluh beban Maks Kekuatan Tarik Tes Tekuk
No Test Panjang Awal (mm) Panjang Akhir (mm)
Benda Uji (mm) Nominal (mm) (mm2) (%) (kg) Nominal (kg/mm2) (kg) Nominal (kg/mm2) 180 ⁰
1 Bj. Polos 9.79 10 78.54 100 122 22.0 3300 42 4450 57 Baik
2 Bj. Ulir 12.86 13 132.73 100 125 25.0 6400 48 8150 61 Baik
3 Bj. Ulir 12.86 16 201.06 100 123 23 8500 42 11875 59 Baik
4 Bj Ulir 18.56 19 283.53 100 120 20 16000 56 19750 70 Baik
5 Bj Ulir 21.82 22 380.13 150 178 18.7 17500 46 24500 64 Baik

V-2
Tabel 5.2 Hasil Pengujian Tarik Baja Tulangan Ex. Toyogiri

No. Laporan : 130/NR/[Link] / Test/ II / 2015


Pemberi Tugas : PT. PP (Persero)
Proyek : Gedung Baru Unpad IDB Jatinangor
Tanggal Tes : 25 Februari 2015
Identifikasi Diameter Aktual Diameter Luas Penampang Nominal Elongation Beban Luluh Kekuatan Luluh beban Maks Kekuatan Tarik Tes Tekuk
No Test Panjang Awal (mm) Panjang Akhir (mm)
Benda Uji (mm) Nominal (mm) (mm2) (%) (kg) Nominal (kg/mm2) (kg) Nominal (kg/mm2) 180 ⁰
1 Bj. Ulir 9.83 10 78.54 100 118 18.0 3450 44 5000 64 Baik
2 Bj. Ulir 12.77 13 132.73 100 120 20.0 5800 44 9100 69 Baik
3 Bj. Ulir 15.75 16 201.06 100 122 22 9125 45 12000 60 Baik
4 Bj Ulir 18.72 19 283.53 100 123 23 12500 44 18250 64 Baik
5 Bj Ulir 21.83 22 380.13 150 179 19.3 17250 45 22500 59 Baik

Tabel 5.3 Hasil Pengujian Tarik Baja Wiremesh

No. Laporan : 93/NR/[Link] / Test/ II / 2015


Pemberi Tugas : PT. PP (Persero)
Proyek : Gedung Baru Unpad IDB Jatinangor
Tanggal Tes : 11 Februari 2015

Identifikasi Diameter Aktual Diameter Luas Penampang Nominal Elongation Beban Luluh Kekuatan Luluh beban Maks Kekuatan Tarik Tes Tekuk
No Test Panjang Awal (mm) Panjang Akhir (mm)
Benda Uji (mm) Nominal (mm) (mm2) (%) (kg) Nominal (kg/mm2) (kg) Nominal (kg/mm2) 180 ⁰
1 Wiremesh M6 - 6 28.27 150 160 6.7 - - 1450 51 -
2 Wiremesh M6 - 6 28,27 150 157 4.7 - - 1475 52 -
3 Wiremesh M7 - 7 38,48 140 145 3.6 - - 1475 38 -
4 Wiremesh M7 - 7 38,48 140 146 4.3 - - 1600 42 -

2. Pengawasan terhadap mutu beton ready mix


Beton yang digunakan pada proyek pembangunan gedung baru
Universitas Padjadjaran ini ialah beton ready mix. Pengawasan yang
dilakukan antara lain:
1. Slump Test
Slump test merupakan salah satu jenis pengujian terhadap
campuran beton, yang parameternya adalah kadar air yang
berkaitan dengan konsistensi beton (workability of concrete)
sebelum diterima dan diaplikasikan dalam pengecoran.
Pengujian slump test ini diuji pada beton segar yang dibawa oleh
ready mix, dan dilakukan sebelum proses pengecoran dimulai.
Pengujian slump Test ini dilakukan di laboratorium Institut
Teknologi Bandung (ITB) dan di Pusat Penelitian dan
Pengembangan Pemukiman yang berada di Cileunyi.

V-3
Berdasarkan data hasil pengujian slump test dapat diketahui bahwa
mutu beton yang direncanakan sesuai dengan hasil pekerjaan
dilapangan, yang artinya campuran beton telah memenuhi syarat.

Gambar 5.1 Slump test

Penggunaan kerucut Abrams tersebut adalah sebagai berikut:


a. Kerucut Abrams yang telah dibersihkan bagian dalamnya,
diletakkan di atas sebuah alas yang biasanya sepotong
papan dengan panjang dan lebar yang cukup dan cukup
bersih.
b. Campuran beton diisikan ke dalam kerucut setinggi ±1/3
dari tinggi kerucut Abrams.
c. Campuran yang telah dituangkan tersebut ditusuk-tusuk
dengan tongkat besi Ø16 mm sepanjang 60 cm sebanyak
±25 kali.
d. Tuangkan adukan beton lapis kedua setinggi ±10 cm (1/3
dari tinggi kerucut Abrams), kemudian ditusuk-tusuk
sebanyak ±25 kali juga.
e. Tuangkan lapisan campuran beton terakhir ke dalam
kerucut Abrams (sampai penuh). Kemudian ditusuk-tusuk
sebanyak 25 kali lalu diratakan juga.
f. Angkat kerucut Abrams secara perlahan-lahan kemudian
biarkan campuran beton menurun dengan sendirinya.
g. Balikkan kerucut dan letakkan perlahan-lahan disamping
benda uji, ukur slump dengan mistar/meteran berapa
penurunan yang terjadi dengan pembacaan perbedaan tinggi

V-4
kerucut dengan tinggi rata-rata dari keruntuhan campuran
beton.
Secara umum konsistensi adukan campuran beton yang
diklasifikasikan menurut slump yang terjadi dapat dikelompokkan
seperti yang disajikan pada tabel 5.1 sebagai berikut :

Tabel 5.4 Konsistensi adukan beton


Konsistensi Slump (cm)

Sangat Kental 0-2

Kental 3-5

Plastis 6-9

Lembek 10-13

Encer >14

a. Uji Tekan pada beberapa sampel yang diambil secara acak dari Ready Mix
Tabel 5.5 Form Quality Control
PROYEK GEDUNG UNPAD
JL. JATINANGOR - SUMEDANG
BENDA UJI SILINDER 15x30cm
MUTU TANGGAL SLUMP UMUR 7 HARI 70% UMUR 14 HARI (88%) UMUR 28 HARI (100%)
Volume
NO. LOKASI Gedung BETON COR Cm Tanggal Kuat Tekan Standarisasi Tanggal Kuat Tekan Standarisasi Tanggal Kuat Tekan Tekan Silinder Standarisasi
(M3)
Test Kg/Cm2 Kg/Cm2 Test Kg/Cm2 Kg/Cm2 Test Kg/Cm2 Kg/Cm2 Kg/Cm2
- -
1 PP unpad /K300/AD BDG 1 K 300 04/02/2015 12,00 11/02/2015 222,48 195,00 18/02/2015 288,53 264,00 04/03/2015 277,29 334,08 300,00
2 PP unpad /K250/AD BDG 2 K 250 04/02/2015 14,00 11/02/2015 191,00 162,50 18/02/2015 239,86 220,00 04/03/2015 274,46 330,68 250,00
3 PP unpad /Plat Lantai 1 K250/AD BDG 1 K 250 05/02/2015 14,00 12/02/2015 187,72 162,50 19/02/2015 236,38 220,00 05/03/2015 265,97 320,45 250,00

V-5
Tabel 5.6 Kuat Tekan Beton

Nama Proyek Gedung Kuliah Unpad Jatinangor

Nama Kontraktor PT. Pembangunan Perumahan


Tanggal
No Umur Tes Mutu (K) Slump Kode Benda Uji Berat (Kg) Benda Uji Ukuran (cm) Luas Penampang (cm2) Beban (kn) Kuat Tekan (Kg/cm2) Keterangan
Tgl Cor Tgl Test
1 14/12/2014 21/12/2014 7 175 12.0 PP UNPAD /K175 / AD BDG 1 12.56 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 185 128.62 OK
2 15/12/2014 22/12/2014 7 250 14.0 PP UNPAD /K250 / AD BDG 1 12.54 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 265 184.24 OK
3 16/12/2014 23/12/2014 7 250 12.0 PP UNPAD /K250 / AD BDG 1 12.55 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 260 180.76 OK
4 27/12/2014 03/01/2015 7 250 14.0 PP UNPAD /K250 / AD BDG 1 12.57 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 275 191.19 OK
5 08/01/2015 15/01/2015 7 250 12.0 PP UNPAD /K250 / AD BDG 1 12.55 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 270 187.72 OK
6 09/01/2015 16/01/2015 7 250 13.0 PP UNPAD /K250 / AD BDG 1 12.56 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 270 187.72 OK
7 13/01/2015 20/01/2015 7 300 14.0 PP UNPAD/TB+PC /K250 / AD BDG 1 12.57 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 325 225.95 OK
8 15/01/2015 22/01/2015 7 250 13.0 PP UNPAD /K250 / AD BDG 1 12.54 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 265 184.24 OK
9 15/01/2015 22/01/2015 7 300 12.0 PP UNPAD /K300 / AD BDG 1 12.55 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 330 229.43 OK
10 16/01/2015 23/01/2015 7 300 12.0 PP UNPAD/BALOKAN T BEAM AS 1-4/C-F/K300 / AD BDG 1 12.56 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 320 222.48 OK
11 17/01/2015 24/01/2015 7 300 14.0 PP UNPAD /K300 / AD BDG 1 12.54 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 335 232.91 OK
12 18/01/2015 25/01/2015 7 300 13.0 PP UNPAD /K300 / AD BDG 1 12.53 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 330 229.43 OK
13 19/01/2015 26/01/2015 7 300 14.0 PP UNPAD /KLM LT DASAR D-6 /11-13/K300 / AD BDG 1 12.56 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 325 225.95 OK
14 19/01/2015 26/01/2015 7 300 13.0 PP UNPAD /PC + TB AS 3-5/A-D/K300 / AD BDG 1 12.57 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 335 232.91 OK
15 21/01/2015 28/01/2015 7 300 12.0 PP UNPAD /PILECAP G EKONOMI /K300 / AD BDG 1 12.54 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 325 225.95 OK
16 21/01/2015 28/01/2015 7 250 12.0 PP UNPAD / PLAT LT 1 G. GEOLOGI /K 300 12.53 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 275 191.19 OK
17 22/01/2015 29/01/2015 7 300 14.0 PP UNPAD / KLM AS 17-18 / C-E/K 300/AC 12.55 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 320 222.48 OK
18 23/01/2015 30/01/2015 7 250 13.0 PP UNPAD /K 250 / AD BDG 1 12.53 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 265 184.24 OK
19 23/01/2015 30/02/2015 7 300 12.0 PP UNPAD / K 300 / AD BDG 1 12.56 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 325 225.95 OK

Tabel 5.7 Kuat Tekan Beton

Nama Proyek Gedung Kuliah Unpad Jatinangor

Nama Kontraktor PT. Pembangunan Perumahan


Tanggal
No Umur Tes Mutu (K) Slump Kode Benda Uji Berat (Kg) Benda Uji Ukuran (cm) Luas Penampang (cm2) Beban (kn) Kuat Tekan (Kg/cm2) Keterangan
Tgl Cor Tgl Test
1 05/06/2015 12/06/2015 7 300 13.0 PP UNPAD /KLM LT 4 PERPUSTAKAAN / K 300/AD BDG 1 12.57 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 330 229.43 OK
2 05/06/2015 12/06/2015 7 250 12.0 PP UNPAD /TGG LT 3 / K 250 / AD BDG 1 12.55 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 270 187.72 OK
3 06/06/2015 13/06/2015 7 300 12.0 PP UNPAD /K300 / AD BDG 1 12.56 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 320 222.48 OK
4 06/06/2015 13/06/2015 7 250 13.0 PP UNPAD /K250 / AD BDG 1 12.54 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 270 187.72 OK
5 07/06/2015 14/06/2015 7 300 14.0 PP UNPAD /K300 / AD BDG 1 12.57 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 330 229.48 OK
6 07/06/2015 14/06/2015 7 250 12.0 PP UNPAD /K250 / AD BDG 1 12.55 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 265 184.24 OK
7 08/06/2015 15/06/2015 7 300 12.0 PP UNPAD/KLM LT DASAR GD KEPERAWATAN /K300 / AD BDG 1 12.56 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 325 225.95 OK
8 08/06/2015 15/06/2015 7 250 13.0 PP UNPAD / PLAT LT 3 AS B-F/1-4 GD FARMASI/ K 250 / AD BDG 1 12.55 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 270 187.72 OK
9 09/06/2015 16/06/2015 7 300 13.0 PP UNPAD /K300 / AD BDG 1 12.57 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 330 229.43 OK
10 09/06/2015 16/06/2015 7 250 14.0 PP UNPAD /K250 / AD BDG 2 12.54 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 265 184.24 OK
11 10/06/2015 17/06/2015 7 300 14.0 PP UNPAD /K300 / AD BDG 1 12.57 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 325 225.95 OK
12 10/06/2015 17/06/2015 7 250 13.0 PP UNPAD /K250 / AD BDG 1 12.54 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 275 191.19 OK
13 11/06/2015 18/06/2015 7 300 12.0 PP UNPAD /KLM LT 3 GD PERPUSTAKAAN /K300 / AD BDG 1 12.56 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 330 229.43 OK
14 11/06/2015 18/06/2015 7 250 12.0 PP UNPAD /PLAT LT ATAP / GD PERPUSTAKAAN /K250 / AD BDG 1 12.55 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 270 187.72 OK
15 12/06/2015 19/06/2015 7 250 14.0 PP UNPAD /PLAT LT ATAP / GD PERPUSTAKAAN /K250 / AD BDG 1 12.54 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 265 184.24 OK
16 12/06/2015 19/06/2015 7 300 14.0 PP UNPAD / PLAT LT 1 G. GEOLOGI /K 300 12.57 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 330 229.43 OK

V-6
Tabel 5.8 Kuat Tekan Beton

Nama Proyek Gedung Kuliah Unpad Jatinangor

Nama Kontraktor PT. Pembangunan Perumahan


Tanggal
No Umur Tes Mutu (K) Slump Kode Benda Uji Berat (Kg) Benda Uji Ukuran (cm) Luas Penampang (cm2) Beban (kn) Kuat Tekan (Kg/cm2) Keterangan
Tgl Cor Tgl Test
1 19/06/2015 26/06/2015 7 300 13.0 PP UNPAD / KLM LT DASAR GD KEPERWATAN/ K300/ AD BDG 1 12.56 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 330 229.43 OK
2 19/06/2015 26/06/2015 7 250 14.0 PP UNPAD / K 250 / AD BDG 1 12.54 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 265 184.24 OK
3 20/06/2015 27/06/2015 7 300 13.0 PP UNPAD /K300 / AD BDG 1 12.58 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 330 229.43 OK
4 20/06/2015 27/06/2015 7 250 13.0 PP UNPAD / PLAT LANTAI 2 GD KEPERWATAN/ K 250 / AD BDG 1 12.55 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 275 191.19 OK
5 21/06/2015 28/06/2015 7 300 14.0 PP UNPAD /KLM GD EKONOMI/ K300 / AD BDG 1 12.57 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 325 225.95 OK
6 22/06/2015 29/06/2015 7 250 12.0 PP UNPAD / BLK LT 3 GD EKONOMI / K300 / AD BDG 1 12.54 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 270 187.72 OK
7 22/06/2015 29/06/2015 7 250 12.0 PP UNPAD/ PLAT LT 2 GD KEPERAWATAN /K250 / AD BDG 1 12.55 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 265 184.24 OK
8 22/06/2015 29/06/2015 7 300 13.0 PP UNPAD / K 300 / AD BDG 1 12.56 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 325 225.95 OK
9 23/06/2015 30/06/2015 7 250 13.0 PP UNPAD /K250 / AD BDG 1 12.53 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 265 184.24 OK
10 23/06/2015 30/06/2015 7 300 14.0 PP UNPAD /K300 / AD BDG 2 12.57 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 330 229.43 OK
11 24/06/2015 01/07/2015 7 250 14.0 PP UNPAD /K250 / AD BDG 1 12.54 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 270 187.72 OK
12 24/06/2015 01/07/2015 7 300 13.0 PP UNPAD /K300 / AD BDG 1 12.59 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 330 229.43 OK
13 25/06/2015 02/07/2015 7 300 12.0 PP UNPAD /KLM LT 3 GD PERPUSTAKAAN /K300 / AD BDG 1 12.56 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 325 225.95 OK
14 25/06/2015 02/07/2015 7 250 12.0 PP UNPAD /RING BALOK LT 4 GD FARMASI/K250 / AD BDG 1 12.55 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 270 187.72 OK
15 26/06/2015 03/07/2015 7 250 14.0 PP UNPAD /K250 / AD BDG 1 12.54 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 265 184.24 OK
16 26/06/2015 03/07/2015 7 300 14.0 PP UNPAD /K 300 / AD BDG 1 12.56 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 325 225.95 OK
17 27/06/2015 04/07/2015 7 250 12.0 PP UNPAD /K250 / AD BDG 1 12.56 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 265 184.24 OK
18 27/06/2015 04/07/2015 7 300 14.0 PP UNPAD /K300 / AD BDG 1 12.58 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 330 229.43 OK
19 29/06/2015 06/07/2015 7 300 14.0 PP UNPAD / K 300 / AD BDG 1 12.57 Cylinder Ø 15 x 30 176.71 325 225.95 OK

5.1.2 Pengendalian dan Pengawasan Hasil Pekerjaan

Ada beberapa cara yang digunakan oleh pihak PT. PP (Persero) tbk dalam
melakukan pengawasan serta pengendalian mutu konstruksi. Cara – cara
tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pengawasan terhadap gambar kerja


Pengawasan terhadap gambar kerja merupakan suatu hal yang penting,
karena semua pekerjaan yang terdapat di lapangan sesuai dengan
spesifikasi teknis.
2. Pengawasan terhadap pelaksanaan di lapangan.
Pengawasan langsung ke lapangan dapat dilakukan melalui cctv, dan
juga dapat secara langsung, seperti:
a. Pengawasan pekerjaan bekisting, seperti pengawasan dimensi,
pengawasan material bekisting, pengawasan pada sistem
perancah, proses pemasangan bekisting, hingga proses
pembongkaran bekisting.
b. Pengawasan pekerjaan pembesian, seperti pengawasan metode
pembesian, pengawasan panjang penjangkarann dan penyaluran.

V-7
3. Foto yang merupakan bukti kelayakan untuk bahan – bahan, serta
pelaksanaan yang terjadi di lapangan , dan jika ada suatu permasalahan
yang terjadi dapat diwakilkan oleh foto tersebut.
4. Rapat proyek yang biasanya dilakukan setiap hari, dan rapat cabang
yang biasa dilakukan selama 2 minggu sekali.
5. Penggunaan form quality control beton.

5.2 Pengawasan dan Pengendalian Waktu Pelaksanaan Kontruksi

Tepat waktu, tepat mutu, tepat biaya, serta tepat metodenya , merupakan
kriteria utama pada konstruksi suatu proyek pembangunan. Pelaksanaan proyek
yang lancar dan memenuhi semua kriteria proyek pembangunan tersebut sangat
diharapkan oleh semua pihak yang terkait dalam proyek. Untuk memenuhi target
tiap waktu konstruksi, PT. PP melakukan pengawasan dan pengendalian waktu
konstruksi dengan menggunakan kurva-S. Berdasarkan pengawasan melalui
kurva-S real, proyek ini tidak mengalami keterlambatan, namun ada beberapa
hambatan yang dihadapi pada saat pelakasanaan pekerjaan pada proyek ini, yaitu:

1. Cuaca
Cuaca sangat menentukan keterlambatan, terutama saat hendak
melakukan pekerjaan pengecoran kolom maupun plat lantai.
2. Biaya
Cost yang tidak menentu dari suatu bahan material yang sesuai dengan
Standar Nasional Indonesia, merupakan pertimbangan sendiri untuk
menggunakan suatu bahan atau material bangunan.
3. Ketersediaan Alat
Ketersediaan alat yang belum memadai dengan jumlah gedung yang
banyak. Seperti pada saat melakukan pengecoran plat, yang
membutuhkan molen, tetapi pekerjaan menjadi tertunda, dikarenakan
menunggu pekerjaan pengecoran yang berlangsung digedung yang lain.
4. Manusia (human error)
Faktor manusia (human error) sangat mempengaruhi terhadap kerja
suatu proyek, seperti kualitas pekerjaan, serta kelancaran dalam
organisasi, dan adanya perubahan pada gambar denah.

V-8
Untuk memenuhi progress mingguan pihak PP melakukan pengawasan
dan pengendalian waktu konstruksi dengan membuat suatu form pekerjaan
mandor saat di lapangan. Dari papan ini kita bisa mengetahui secara langsung,
progress dari lapangan dan dibandingkan dengan kurva s hasil dari rencana awal.

Tabel 5.9 Contoh Form Pekerjaan Mandor


Minggu Lalu Minggu Ini s/d minggu ini
No Mandor/ Uraian Volume Bobot
Volume Persentase Bobot Volume Persentase Bobot Volume Persentase Bobot

5.3 Pengendalian dan pengawasan biaya pelaksanaan proyek

Pada proyek UNPAD IDB ini pihak PT PP telah melakukan pekerjaan


sebanyak 79,295 %, dengan dana sebesar Rp [Link],473 yang
diperoleh dari laporan bulanan. Ada beberapa laporan yang dibuat oleh PT. PP,
sebagai acuan untuk pengendalian pengawasan biaya pelaksanaan proyek, yaitu:

1. Laporan Harian
Laporan harian berisi mengenai aktivitas proyek pada hari itu, jumlah
pekerja pada hari itu, material yang datang, jumlah material yang
digunakan pada hari itu, jumlah dan jenis alat yang dipakai, kondisi
cuaca, kendala yang terjadi di proyek.
2. Laporan Mingguan
Laporan mingguan merekap laporan harian selama 1 minggu. Laporan
mingguan berisi semua kegiatan selama 1 minggu, baik dari minggu lalu,
hingga akhir minggu ini.
3. Laporan Bulanan
Laporan bulanan merekap laporan mingguan selama 1 bulan. Laporan
bulanan berisi tentang semua kegiatan pada bulan perubahan-perubahan
pelaksanaan, kemajuan fisik proyek yang dicapai pada bulan sebelumnya
dan sampai dengan bulan dimaksud, jumlah material yang digunakan,
biaya yang dikeluarkan untuk membeli material, biaya yang dikeluarkan
untuk sewa alat, biaya operasional proyek

V-9

Anda mungkin juga menyukai