Penggunaan Artificial Intelligence dalam Dunia Pendidikan,
Antara Manfaat dan Kontroversinya
Oleh : Seprianus Kiding S.B
Magister Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
A. Latar Belakang
Saat ini, teknologi informasi dan komunikasi merupakan salah satu jenis dari
bentuk teknologi yang berkembang dengan sangat pesat. Melalui fitur andalannya
yaitu internet, saat ini teknologi komunikasi dan informasi telah bertransformasi
menjadi salah satu jenis teknologi yang menduduki peringkat teratas, baik dari sisi
positif, negatif, hingga penggunaannya.
Salah satu bagian dari teknologi yang berkembang pesat saat ini yaitu
teknologi yang dikenal dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini tengah dikembangkan besar-
besaran sehingga teknologi ini akan meniru bahkan mengambil alih pekerjaan yang
biasa dilakukan oleh manusia. Beberapa perusahaan teknologi telah menerapkan AI di
antaranya Amazon, Facebook, Microsoft, hingga Google.
Teknologi AI telah digunakan dalam berbagai aspek kehidupan manusia.
Paling dekat adalah di ponsel. Terdapat berbagai macam peran AI dalam perangkat
selular yang mudah dibawa kemana saja. Teknologi AI merambah ke semua aspek
kehidupan manusia termasuk juga ke dalam dunia pendidikan. Dunia pendidikan akan
sangat dipengaruhi oleh diperkenalkannya teknologi baru berbasis AI, dan itulah
faktanya. Akan tetapi apakah pengaruh tersebut akan selalu berdampak positif
terhadao dunia pendidikan? Sulit untuk mengatakan apakah perubahan itu benar-
benar akan mendorong ke arah evolusi positif masyarakat kita secara khusus dalam
dunia pendidikan. Pendidikan, secara umum, memiliki dampak luar biasa pada
seluruh masyarakat kita dan merupakan salah satu landasan evolusi manusia. Ilmu
pembelajaran dan pengajaran telah berubah secara signifikan selama abad terakhir,
dan dapat dikatakan bahwa banyak perubahan perilaku generasi terbaru dapat
dikaitkan dengan evolusi dalam pendidikan yang telah kita saksikan. Meningkatnya
penggunaan kecerdasan buatan dalam pendidikan tentunya memiliki potensi besar
untuk meningkatkan pembelajaran dan pengajaran, tetapi apakah peningkatan ini akan
membangun masyarakat yang lebih baik dan dunia yang lebih baik?
1
Penggunaan Artificial Intelligence dalam Dunia Pendidikan,
antara Manfaat dan Kontroversinya
B. Dasar Teori
Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) merupakan salah satu bagian dari
ilmu komputer yang mempelajari bagaimana membuat mesin dalam hal ini yaitu
(komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti manusia, melakuka pekerjaan sebaik
yang dilakukan oleh manusia bahkan melakukan pekerjaan jauh lebih baik daripada
yang bisa dilakukan oleh dilakukan manusia. Menurut John McCarthy (dalam Dahria,
2080) AI adalah hasil dari proses untuk mengetahui dan memodelkan proses–proses
berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia
dengan cerdas. Cerdas, berarti memiliki pengetahuan ditambah pengalaman,
penalaran (bagaimana membuat keputusan dan mengambil tindakan) dengan moral
yang baik.
Istilah AI pertama kali diusulkan oleh John McCarthy, pada tahun 1956. Pada waktu
itu John McCarthy menyelenggarakan sebuah konferensi untuk menarik bakat dan
keahlian orang lain yang tertarik pada isu tentang kecerdasan buatan. Kegiatan
tersebut diberi nama "The Dartmouth summer research project on artificial
intelligence”. Dalam konferensi tersebut, yang ikut terlibat antara lain para penggiat
dalam AI serta peneliti dari Carnegie Mellon University (CMU), MIT dan IBM.
Dalam konferensi tersebut, John McCarthy menyebutkan AI sebagai berikut :
The goal of AI is to develop machines that behave as though they
were intelligent. It is the science and engineering of making
intelligent machines, especially intelligent computer programs. It is
related to the similar task of using computers to understand human
intelligence, but AI does not have to confine itself to methods that
are biologically observable” (John McCarthy,1956)
AI bertujuan untuk mengembangkan mesin yang berperilaku cerdas. AI adalah
ilmu dan teknik dalam membuat mesin yang cerdas, secara khusus program komputer
yang cerdas. AI berkatian dengan upaya menggunakan komputer untuk memahami
kecerdasan manusia, tetapi AI tidak hanya membatasi diri pada metode yang dapat
diamati secara biologis. AI didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem
seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke
dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat
dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan
2
Penggunaan Artificial Intelligence dalam Dunia Pendidikan,
antara Manfaat dan Kontroversinya
antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf
tiruan dan robotika.
Selain definisi oleh John McCarthy, jug terdapat beberapa definis tentang apa itu aI
oleh beberapa tokoh seperti :
H. A. Simon : AI merupakan bidang penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait
dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan
manusia adalah cerdas.
Rich dan Knight : AI merupakan Studi tentang bagaimana membuat komputer
melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.
Stuart J. Russet & Pter Norvig : Perangkat komputer yang dapat memahami
lingkungannya dan dapat mengambil tindakan yang memaksimalkan peluang
kesuksesan di lingkungan tersebut untuk beberapa tujuan.
Jadi secara umum, AI dapat diartikan sebagai adalah teknik dan ilmu untuk
membuat suatu mesin menjadi cerdas, terutama untuk program komputer. Kecerdasan
yang dimaksud adalah kecerdasan seperti yang dimiliki oleh manusia, sehingga
sebuah komputer dapat mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah kompleks
sekalipun dengan pemikiran seperti seorang manusia.
C. Analisa Kasus
Apakah kehadiran AI dalam duni pendidikan akan berdampak positif? Atau
secara ebih ektrem, apakah kehadiran AI dapat membantu peserta didik dalam
menguasai ilmu pengetahuan? Mungkinkah kehadiran AI dapat menggantikan peran
pendidkan dalam melakukan trasfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik?
Terlepas apakah hasilnya akan baik atau buruk, AI dalam pendidikan akan
booming. Menurut laporan terbaru, pertumbuhan sektor ini telah diprediksi pada 47,5
persen hingga 2021 di pasar AS saja. Pembelajaran mesin telah ditambahkan oleh
beberapa raksasa teknologi terbesar dalam alat yang digunakan untuk membantu
siswa dalam melakukan tugas mereka. Sebagai contoh, aplikasi Google G Suite for
Education menggunakan pemrosesan alogaritma sedemikian rupa untuk memenuhi
kebutuhan siswa dan guru dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran elektronik atau Electronic learning (E-learning) juga merupakan
cara terbaru dalam metode pembelajaran yang menggunakan metode internet,
intranet, atau media computer jaringan lain. E-Learning dapat didefinisikan sebagai
3
Penggunaan Artificial Intelligence dalam Dunia Pendidikan,
antara Manfaat dan Kontroversinya
sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan berupa
website yang dapat diakses di mana saja. E-learning merupakan dasar dan
konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang
menggunkan teknologi AI. Dengan e-learning, kita dapat mengakses pembelajaran
dimana saja tanpa harus menyimak ucapan dari seorang pengajar secara langsung, dan
tentu saja sangat menghemat biaya yang dikeluarkan untuk sebuah program
pendidikan.
Bentuk implementasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang saat
ini sudah populer yaitu aplikasi pembelajaran online Quipper. Sistem AI yang
Quipper gunakan akan membaca sejauh mana pengguna memahami materi dari soal
yang berhasil mereka jawab. Selanjutnya, AI akan mengarahkan pengguna untuk
melanjutkan pembelajaran ke materi-materi yang belum dipahami. Teknologi AI
digunakan untuk mengumpulkan data dari para pengguna Quipper, yakni data berupa
soal-soal apa yang dijawab benar dan dijawab salah oleh seorang pengguna. AI juga
akan mengarahkan pengguna ke soal yang belum dipahami, AI juga akan
mengarahkan pengguna ke materi-materi lanjutan dari soal yang sudah mampu
dijawab dengan benar oleh pengguna. Dengan kata lain, AI membuat pengalaman
proses belajar di Quiper menjadi sangat personal, sesuai dengan kebutuhan setiap
anak, dan berbagai kebutuhan yang personal itu ditangani oleh AI sekaligus dengan
real time.
Salah satu manfaat AI yang paling jelas adalah kemampuan untuk
mengotomatiskan operasi, mempercepat banyak tugas administrasi dan organisasi.
Memeriksa pekerjaan rumah, menilai kertas, melihat catatan penyakit dan lembar
absen, dan menyiapkan kartu laporan hanyalah beberapa contoh tugas di mana
pendidik menghabiskan sebagian besar waktu mereka. tugas yang dapat dilakukan AI
dengan hampir tanpa kesalahan hanya dalam beberapa menit. Berikut hal-hal yang
bisa AI lakukan di bidang pendidikan:
1. Pembelajaran yang lebih cerdas
Pembelajaran dalam sistem AI ini merupakan pembelajaran yang
dipersonalisasi sehingga meningkatkan pengalaman belajar siswa. Pembelajaran
AI dalam sistem individual ini menunjukkan bahwa AI dapat membantu dapat
meningkatkan fokus siswa. Hal ini disebabkan karena AI memiliki kemampuan
untuk mengajar siswa secara individu dan mengenali area yang dibutuhkan untuk
4
Penggunaan Artificial Intelligence dalam Dunia Pendidikan,
antara Manfaat dan Kontroversinya
menemukan cara pengajaran yang tepat pada siswa melalui kecerdasan buatan
tersebut. Misalnya, jika teknologi ini tahu kamu tertarik dengan pada objek
tertentu seperti buah mangga, maka itu yang akan digunakan sebagai analogi atau
contoh untuk memahami materi pelajaran. Hal ini sering ditemukan dalam ads di
media sosial facebook, instagram atau di netflix.
2. Identifikasi bila siswa tak mengerti
Kecerdasan AI bisa mengidentifikasi konsep seperti apa yang tidak dipahami
oleh siswa. Sehingga nantinya AI bisa melakukan penyesuaian untuk menemukan
cara baru dalam membantu pembelajaran siswa. Blackboard, salah satu alat di
bidang pendidikan kini banyak digunakan perguruan tinggi. Sebuah platform
pembelajaran online ini digunakan para pendidik untuk merilis catatan, pekerjaan
rumah, kuis, dan tes, dan memungkinkan siswa mengajukan pertanyaan dan tugas
untuk penilaian. Alat ini juga bisa mengidentifikasi alasan di balik ketidak
pahaman siswa.
3. Menilai tugas
Manfaat lain dari program AI yaitu menilai kedua pilihan ganda dan
pertanyaan dengan jawaban singkat. Bahkan AI juga bisa menilai suatu jawaban
dari pertanyaan esai. Oleh sebab itu, para guru tidak perlu lagi menghabiskan
waktu mengerjakan tugas menilai setiap jam karena guru dapat lebih
berkonsentrasi pada pengajaran dan interaksi satu lawan satu saja. Siswa juga
mendapat hasil nilai langsung melalui AI. Siswa tak perlu menunggu waktu yang
lama untuk mendapatkan nilai mereka. Siswa juga akan menuai keuntungan dari
guru yang memiliki waktu tambahan untuk proses belajar dan mengajar.
Namun dibalik semua itu, AI memang memberikan kemudahan kepada manusia
apabila keberadaannya dimaksimalkan untuk hal-hal positif. Apabila disalah gunakan,
AI dapat menjadi pisau bermata dua yang dapat merugikan kehidupan penciptanya
yaitu manusia. Masuknya AI dalam hampir begitu bayak aspek kehidupan manusia
mengindikasikan bahwa penerapan AI untuk keperluan orang banyak haruslah
dipertimbangkan secara ketat, akurat, dan teliti karena hal ini menyangkut hajat hidup
orang banyak.
Kehadiran AI dalam dunia pendidikan pun tak luput dari kontroversi. Mulai dari
persoalan kelengkapan sarana dan prasarana yang membutuhkan biaya yang tidak
5
Penggunaan Artificial Intelligence dalam Dunia Pendidikan,
antara Manfaat dan Kontroversinya
sedikit, kesiapan sumber daya alam, dukungan lingkungan masyarakat sosial,
kesiapan peserta didik, dan masih banyak hal lain, termasuk diantaranya kekhawatiran
jika teknologi AI mampu menggeser eksistensi pendidik sebagai pengajar utama.
Walau ada anggapn bahwa teknologi AI tidak akan menggantikan posisi guru karena
teknologi AI tidak memiliki emosi, kepekaan dan kreativitas, namun sering dengan
perubahan jaman, tidak tertutup kemungkinan peserta didik kelas akan lebih
menyukain belajar dengan menggunkan teknologi AI daripada diajar oleh seorang
pendidik.
D. Kesimpulan
Dari pembahasn di atas, segala sesuatu tentang AI dan pendidikan tampak luar
biasa. Akan tetapi dalam implementasi di dunia nyata tentu tidak pernah sesederhana
itu. Untuk mencapai hasil yang dirancang untuk itu, AI membutuhkan satu hal di atas
segalanya: data. Data harus dimasukkan ke dalam algoritma sehingga AI dapat
"belajar" tentang lingkungan, dan mampu memprediksi apa yang dibutuhkan, mana
yang merupakan hasil "baik" dan "buruk". Hal ini menujukkan bahwa agar AI
sungguh sungguh mampu berfungsi optimal, maka harus didukung dengan data yang
valid dan data yang valid harus sungguh sungguh disediakan oleh sumber daya
manusia yang berkompeten. Hal ini penting karena jika seluruh kumpulan data
tentang pembelajaran siswa yang kita gunakan, tidak dapat diandalkan maka
Ateknologi Ai pun sepenuhnya menjadi tidak berharga.
Teknologi AI juga dapat merangsang kecanduan teknologi dan semakin
membuat generasi masa depan kita sangat bergantung pada semua jenis perangkat jika
paparannya dimulai sejak masa kanak-kanak. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa
kehadiran AI juga turut membantu manusia dalam menyelesaikan permasalah
permasalahan yang ada didalam kehidupan manusia sehari hari. Sungguh
pertimbangan yang matang dan tanggung jawab yang besar sangat diperlukan dalam
memutuskan sejauh mana kita membiarkan teknologi A masuk dalm setiap aspek
kehidupan manusia dewasa ini.
E. Saran
Topik tentang kehadiran AI dalam aspek kehidupan manusia memang
merupakan topik yang menarik untuk dibahas. Selain karena kehadirannya yang
6
Penggunaan Artificial Intelligence dalam Dunia Pendidikan,
antara Manfaat dan Kontroversinya
sangat spektakuler dalam membantu kehidupan manusia, AI juga datang dengan
membawa persoalan persoalan seperti yang telah diungkapan pada bagian
sebelumnya. Diperlukanmnajemen tersendiri alam pengelolaan pendiidkan karena
kehadiran AI tidak sekedar menjadi pelngkap tapi membutuhkan perencanaa yang
khusus dan menyangkut berbagai hal, seperti sumber daya manusia, sarana prasarana,
kurikulum, pembiayaan dan lain sebagainya.
Walau demikian, segala keuntungan serta persoalan tersebut masih berupa
opini dan perlu dikaji lebih mendalam melalui penelitian penelitian konkrit dan
spesifik di sekitar implelentasi teknologi AI dalam dunia pendidikan. Dengan
demikian, diharapkan kita dapat memperoleh gambaran komprehensif tentang sejauh
mana kehadiran teknologi AI sungguh membawa dampak positif ataupun dampak
negatif terkait dalam implementasinya di dunia pendidikan.
Penerapan artificial intelligence harus mempertimbangkan nilai aksiologi,
epiistemologi, dan ontologi dalam sudut pandang filsafat ilmu. Hal ini disebabkan
karena suatu ilmu haruslah bermanfaat bagi kemaslahatan manusia, terutama untuk
memenuhi kebutuhan orang banyak. Oleh sebab itu, diharapkan penelitian ini akan
memberikan dampak yang baik terhadap pemanfaatan teknologi AI di masa
mendatang.
F. Referensi
Dahria, Muhammad. (2008). Kecerdasan Buatan (AI).Jurnal SAINTIKOM
Vol. 5, No. 2 Agustus 2008.
Eka, Fitrijaya dkk. (2010). Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis
Kecerdasan Buatan.
Pratikno, Ahmad Sudi. (2017). Implementasi Artificial Intelligence Dalam
Memetakan Karakteristik, Kompetensi, dan Perkembangan Psikologi Siswa Sekolah
Dasar Melalui Platform Offline. Proceeding KMP Education Research Conference
Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Universitas Negeri Yogyakarta : 21st
Century Trends and Innovations in Education Endeavor: Integrating 21st Century
Skills Into Practice.
Tuomi, Ilkka, (2018). The Impact of Artificial Intelligence on Learning,
Teaching, and Education. Luxembourg: Publications Office of the European Union
-.12 Agustus 2016. Pengaruh Digitalisasi dalam Proses Pembelajaran di
Sekolah, diakses tanggal 8 Juli 2019 :
7
Penggunaan Artificial Intelligence dalam Dunia Pendidikan,
antara Manfaat dan Kontroversinya
[Link]
pembelajaran-di-sekolah/
Harususilo, Yohanes Enggar. 22 Januari 2019. "AI & Big Data" Kunci
Pendidikan di Era Revolusi 4.0, diakses tanggal 8 Juli 2019 :
[Link]
kunci-pendidikan-di-era-revolusi-40
Marr, Bernard. 25 Juli 2018. How Is AI Used In Education - Real World
Examples Of Today And A Peek Into The Future, diakses tanggal 8 Juli 2019 :
[Link]
real-world-examples-of-today-and-a-peek-into-the-future/#716055c586e8
Shivhare, Neha. 8 Maret 2019. AI in schools — here’s what we need to
conside, diakses tanggal 8 Juli 2019 :
[Link]
Siska Permata Sari. 19 Agustus 2017. Catat! Ini Pentingnya Kecerdasan
Buatan di Bidang Pendidikan, diakses tanggal 8 Juli 2019 :
[Link]
kecerdasan-buatan-di-bidang-pendidikan
8
Penggunaan Artificial Intelligence dalam Dunia Pendidikan,
antara Manfaat dan Kontroversinya