0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan2 halaman

Ulasan Novel Edensor oleh Andrea Hirata

Novel Edensor menceritakan perjalanan Ikal dan Arai yang mendapat beasiswa untuk belajar di Perancis. Mereka melakukan perjalanan panjang mengelilingi Eropa sambil mencari cinta masa kecil Ikal bernama A-Ling. Novel ini mengajarkan semangat juang dan toleransi dalam mengejar mimpi.

Diunggah oleh

sugeng wibowo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan2 halaman

Ulasan Novel Edensor oleh Andrea Hirata

Novel Edensor menceritakan perjalanan Ikal dan Arai yang mendapat beasiswa untuk belajar di Perancis. Mereka melakukan perjalanan panjang mengelilingi Eropa sambil mencari cinta masa kecil Ikal bernama A-Ling. Novel ini mengajarkan semangat juang dan toleransi dalam mengejar mimpi.

Diunggah oleh

sugeng wibowo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA: ASTRID FIFVO PAMVIA

KELAS: XII MIPA 4

Esai tentang Novel Edensor

Edensor, merupakan Novel ke-3 karya Andrea Hirata setelah novel sebelumnya berjudul Laskar
pelangi. Novel yang berjudul “Edensor” ini merupakan salah satu bentuk pengalaman dari seorang
Andrea Hirata. Kisah-kisah di dalamnya merupakan simpul kejadian yang pernah Ia alami.
Pendidikan, kisah romantisme, serta penjelajahannya menjadi media bagi dirinya menjalani kisah
cintanya. Bagaimana semangatnya mencari A-Ling kemudian dia harus rela menerima hasil dari
semangatnya itu.

Dalam novel yang berjudul “edersor” ini, saya menemukan kutipan yang sangat menarik pada
lembar ke-13 yang menjadi kalimat pembuka yaitu “Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan,
misterius, fantastis dan sporadic, namun setiap elemennya adalah sub system keteraturan dari
sebuah desain holistic yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak
ada hal kecil apapun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tidak terbantahkan”.

Edensor, mengulas tentang perjalan hidup Ikal (Andrea) dan Arai, saudara sekaligus teman
seperjalanannya yang telah melalui banyak perjalana kisah kehidupan, suka maupun duka.

Pertemuannya dengan Weh, lelaki yang harus menanggung aib karena menderita penyakit burut,
penyakit nista yang disebabkan oleh ulah nenek moyangnya yang telah berani melanggar aturan
agama. Weh merupakan tokoh yang telah mengajarkannya cara membaca bintang, mengurai langit
sebagai kitab terbentang serta membawanya pada satu pemahaman tentang konstelasi zodiak. Zenit
dan nadir, pesan terakhir yang ditinggalkan Weh sebelum kematiannya. Weh adalah orang pertama
yang telah mengenalkan Andrea pada diri sejatinya, dan telah menguatkan tekat Andrea untuk
menjelajahi separuh belahan dunia, berjalan di atas tanah-tanah mimpi, dan menemukan cinta yang
sesunguhnya. Pelajaran yang tidak akan ditemukan di bangku pendidikan formal, karena hanya
kekuatan semesta yang mampu menguak realita kehidupan.

Tawaran beasiswa dari Uni Eropa telah menjadi sebuah jembatan keberuntungan yang menghantar
mereka pada penjelajahan panjang di tanah-tanah mimpi yang telah menjadi mimpi-mimpi masa
kecil mereka. Universitas Sorbonne Perancis, telah menghantar mereka pada pertemuan dan
persahabatan dengan mahasiwa dari berbagai belahan dunia dengan beragam latar belakang.
Kehidupan bangsa eropa yang terkenal intelektual, dinamis dan efisien telah menunjukkan pada
berbagai realita betapa rendahnya kualitas serta sistem pendidikan bangsa Indonesia. Hanya
semangat dan tekad yang kuat yang mampu menghantar mereka pada sebuah keberanian untuk
menjadi bagian dari sistem pendidikan yang modern. Kesenjangan tingkat pemahaman dan
pengetahuan mengharuskan dua sahabat ini berjuang untuk menyelesaikan pendidikan mereka.

Dalam novel ini bercerita tentang Ikal dan Arai yang berencana untuk melakukan perjalanan keliling
benua Eropa mengikuti tradisi para pengelanan back packer Kanada. Rencana perjalanan panjang ini
mendapat respon yang serius dari para sahabat, yang akhirnya dijadikan sebagai ajang pertaruhan
untuk mengukur keberanian untuk menahklukkan tantangan. Penjelajahan panjang menjelajahi
benua eropa dengan bermodal semangat dan keberanian. Perjalanan dimulai dari kota Paris Perancis
melintasi benua Eropa dan berakhir di Spanyol. Pencarian Andrea akan cinta masa kecil telah
membawa mereka melintasi rute perjalanan yang panjang melintasi benua Eropa hingga Tunisia,
Zaire dan Casablanca di benua Afrika. Rasa lapar, kelelahan serta ancaman kematian karena
kedinginan tidak menyurutkan semangat dan keberanian Andrea untuk menjelajahi enigma tentang
A Ling yang kini menjadi semakin terang.

Dalam novel yang berjudul “Edensor” ini, membawa kita pada perjalanan yang tidak hanya
membawa kita pada tempat-tempat yang spektakuler, tidak hanya memberi kita tantangan yang
menghadapkan pada cinta putih, tetapi mampu membawa kita pada satu kesadaran kesejatian diri
manusia. Toleransi, daya tahan bukanlah hal yang dapat ditawar-tawar dalam keadaan apapun.
Dibutuhkan semangat, kemauan dan daya juang tinggi untuk menghidupi setiap mimpi hingga
mewujud dalam sebuah realita kehidupan.

Akan tetapi dalam novel ini, saya banyak menemukan istilah-istilah dan kalimat-kalimat yang sulit
dimengerti oleh pembaca, seperti pada istilah “Gracias senor dan la niege au sahara”. Dan pada
kalimat “Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika liku
hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-
kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-
duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang dan terurai”

Pada akhir cerita novel ini, hanya menceritakan ketika Ikal menemukan desa khayalan A-Ling,
Edensor. Bukan Ikal bertemu dengan A-Ling. Tepatnya pada tema yang tertulis “ Lorong waktu”, Ikal
tiba di suatu tempat yang benama “Sheffield” . Sheffield merupakan kota yang tak lebih dari kota
pabrik yang telah bangkrut dan ia pun menaiki bus buntut yang berisikan segelintir petani, hingga ia
pun sampai disuatu tempat yang sangat jauh dari sheffield dan tempat itu seolah mengingatkannya
akan sebuah negeri khayalan yang telah lama hidup dalam kalbunya, dan ia pun turun dari mobil dan
bertanya tentang nama tempat dimana ia berada pada saat itu pada seorang ibu, dan ibu itupun
menatapnya dengan lembut lalu menjawab “sure lof, it’s Edensor”.

Banyak nilai sosial yang dapat kita petik dari novel ini yaitu semangat juang dua orang laki-laki yang
berkobar-kobar demi menempuh pendidikan dan pencarian cinta mereka. Dan Novel yang berjudul
“Edensor” ini, sangat cocok bagi pelajar Karena dapat memotivasi semangat belajar mereka. Karena
novel ini menceritakan Ikal dan Arai yang tidak menduga kalau mereka dapat beasiswa untuk belajar
ke Perancis, Eropa. Dan juga semangat penulis yang kokoh walau diterjang penderitaan. Dan Penulis
sepertinya mengharapkan para pembaca agar mencontoh watak tokoh utama dalam mengarungi
kehidupan.

Anda mungkin juga menyukai