Prinsip dan Etika Public Speaking
Prinsip dan Etika Public Speaking
Oleh Kelompok 5:
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik dan Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai
salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman yang bermanfaat bagi pembaca.
Penulis Menyadari bahwa tulisan ini tidak luput dari kekurangankekurangan. Hal ini
disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang penulis miliki. Oleh karena itu,
semua kritik dan saran pembaca akan penulis terima dengan senang hati demi perbaikan naskah
penelitian lebih lanjut.
Oleh karena itu, sudah sepantasnyalah pada kesempatan ini penulis menyampaikan
ucapan terima kasih kepada semua pihak, terutama teman-teman dan dosen Ilmu Komunikasi
yang telah memberikan masukan demi kelancaran dan kelengkapan naskah tulisan ini. Akhimya,
semoga tulisan yang jauh dari sempuma ini ada manfaatnya.
Penyusun
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................................................i
DAFTAR ISI..................................................................................................................................ii
BAB 1 PENDAHULUAN.............................................................................................................1
1.1. Latar Belakang...................................................................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah...............................................................................................................................................6
1.3 Tujuan Pembelajaran...........................................................................................................................................6
BAB 2..............................................................................................................................................7
PEMBAHASAN.............................................................................................................................7
2.1 Komunikasi Non Verbal Dalam Public Speaking................................................................................................7
2.1.1 Pengertian Komunikasi Non Verbal...........................................................................................7
2.1.2 Fungsi Komunikasi Non Verbal.................................................................................................7
2.1.3 Contoh Komunikasi Non Verbal..........................................................................................8
2.1.4 Hubungan Publik Speaking dengan Komunikasi Non Verbal.....................................................9
2.1.5 Tujuan dari komunikasi non verbal dalam public speaking adalah...........................................11
2.1.6 Klasifikasi Pesan Non Verbal...................................................................................................12
2.1.7 Bentuk-Bentuk Bahasa Tubuh..................................................................................................13
2.2 Manajemen dalam Public Speaking....................................................................................................................17
2.2.1 Pengertian Manajemen.............................................................................................................17
2.1.2 Manajemen Dalam Publik Speaking.........................................................................................17
2.1.3 Public Speaking Dalam Manajemen.........................................................................................18
2.1.4 Pengembangan Public Speaking Karyawan..............................................................................19
2.1.5 Tips Manajemen Dalam Publick Speaking........................................................................21
2.1.6 Pentingnya Manajemen Waktu Saat Public Speaking........................................................22
2.3 Prinsip Public Speaking..............................................................................................................................26
2.3.1 Prinsip-Prinsip public speaking..........................................................................................27
2.3.2 Prinsip Motivasi.................................................................................................................29
2.3.3 Prinsip Perhatian.......................................................................................................................30
2.3.4 Prinsip Keindraan.....................................................................................................................30
2.3.5 Prinsip Pengertian.....................................................................................................................30
2.3.6 Prinsip Keginaan.......................................................................................................................30
2.4 Etika Public Speaking.................................................................................................................................31
ii
BAB III.........................................................................................................................................39
PENUTUP....................................................................................................................................39
3.1 Kesimpulan.........................................................................................................................................................39
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................41
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1
ketika melakukan interaksi kepada publik harus melalui sebuah proses-proses publik
relations, baik proses secara internal atau proses exsternal.
Media relation merupakan bagian dari public relation eksternal yang membina
dan mengembangkan hubungan baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi
antara organisasi dengan publik untuk mencapai tujuan organisasi. Ada dua sisi yang
hendak dijangkau melalui media relations. Pertama, menjalin hubungan baik dan
berkomunikasi dengan media massa. Kedua, menjadikan media massa sebagai mitra
agar organisasi bisa berkomunikasi dengan publiknya. Itu sebabnya, media relations
menjadi sangat strategis bagi organisasi. Lebih jauh lagi,dalam berkomunikasi dan
menjalin relasi itu, organisasi pun menggunakan media massa untuk menjaga
reputasinya.
2
Selain itu, dalam berbagai kesempatan manusia juga dihadapkan dengan berbagai
aktivitas sosial seperti berorganisasi, bergaul, bekerja dan aktivitas lainnya sehingga
public speaking menjadi hal penting yang perlu dikuasi. Salah satu komponen penting
di dalam kegiatan public speaking adalah melakukan aktivitas komunikasi baik
komunikasi secara verbal maupun nonverbal. Komunikasi verbal merupakan bentuk
komunikasi yang dilakukan secara lisan dan tulisan. Sedangkan komunikasi
nonverbal adalah komunikasi yang dilakukan selain menggunakan lisan, atau dapat
dilakukan dengan menggunakan isyarat, dengan memanfaatkan gerak tubuh, mimik,
intonasi serta gaya bahasa.
Public speaking adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan orang banyak. Public
speaking merupakan kegiatan pengajuan suatu topik, pendapat atau informasi kepada
orang lain. Secara garis besar Public speaking dirancang untuk menjelaskan (to
3
explain), menjual (to sell), dan memotivasi (to motivate). Agar proses Public
speaking berjalan dengan terencana, terarah dan teratur, ada beberapa tahapan yaitu
planning, delivering, handling, dan closing.
4
pembicara. Berikut ini merupakan beberapa bentuk bukti (evidence)
yang umum digunakan;
a) Demonstration (demonstrasi). Menunjukkan bahwa sesuatu dapat
berjalan. Misalnya demonstrasi perhitungan singkat kalkulator,
simulasi kredit rumah, atau kendaraan bermotor.
b) Examples (contoh-contoh). Pembicara bisa memberikan contoh
dari pengalaman pembicara maupun orang lain. Misalnya bisa
menceritakan dari pengalaman keluarga atau teman dalam
menggunakan suatu produk.
c) Facts (fakta-fakta). Fakta yang diberikan bisa berupa informasi
yang dapat dibuktikan, spesifik dan benar.
d) Exhibits (peraga). Peraga dapat berupa peta, gambar, atau gambar
skema dan lain sebagainya.
e) Analogies (analogi). Analogi yaitu membuat perbandingan dengan
situasi yang lain, terutama jika ide yang pembicara sampaikan adalah
sesuatu yang abstrak.
f) Testimonial (kesaksian). Kesaksian bisa berasal dari narasumber
atau user. Pembicara dapat mengutip kesaksian dari seseorang yang
dihormati dan dikenal oleh audience.
g) Statistics (statistik). Menampilkan angka-angka yang menunjukkan
kenaikan , penurunan, perubahan prosentase, perbandingan , tren,
hubungan dan kesimpulan.
c. Handling
Dalam hal ini adalah tentang bagaimana mengatur dan mengatasi sesi tanya
jawab (question and answer). Sesi tanya jawab dilakukan setelah Public
speaking selesai. Beberapa manfaat dari sesi tanya jawab adalah,
memperjelas pesan Public speaking memperkuat pokok-pokok bahasan,
kesempatan bagi pembicara untuk menambah bukti dan contoh, dan
5
mendorong timbulnya interaksi antara pembicara dan audiens. Disamping itu,
sesi tanya jawab memiliki beberapa tantangan dan resiko tersendiri, sehingga
sesi ini cukup menakutkan bagi para pembicara pemula. Beberapa resiko
tersebut adalah; kemungkinan ada pertanyaan yang sulit dijawab, seorang
audience bisa saja mendominasi diskusi, batasan waktu seringkali sulit untuk
ditaati, pendengar lain yang tidak tanggap pada pertanyaan atau jawaban dari
pembicara, bahkan ada audien yang bersikap bermusuhan dan tidak
sependapat. Oleh karena itu ada beberapa cara yang dapat membantu
pembicara untuk mengurangi resiko pada saat sesi tanya jawab diantaranya
dengan membatasi waktu sesi tanya jawab, membantu pendengar untuk
langsung ke permasalahan dan jika pembicara tidak bisa menjawab bisa
menawarkan atau minta saran kepada audiens.
a. Closing
Closing atau penutupan dalam suatu suatu Public speaking diharapkan
dapat memberikan kesan pertama yang positif, yang akan diingat terus
oleh audiens. Cara dan apa yang pembicara ungkapkan pada saat
menutup suatu Public speaking adalah bagian yang tidak kalah penting
dari semua bagian Public speaking. Bahkan ada yang berpendapat
bahwa bagian inilah bagian yang terpenting dari suatu presentasi.
Menutup Public speaking juga harus mengandung kesimpulan dari
tujuan Public speaking.
6
1.3 Tujuan Pembelajaran
7
BAB II
PEMBAHASAN
8
wajah, fokus mata, mimik wajah, dan lain sebagainya merupakan bagian dari
komunikasi nonverbal.
2. Menurut Resberry
Bagi Resberry, komunikasi nonverbal adalah suatu tindakan dan perilaku
manusia yang memiliki makna. Pengertian ini sangat luas, karena setiap perilaku
atau tindakan kita, bisa jadi mengandung makna tertentu yang bahkan tidak kita
sadari akan tetapi dipersepsi oleh orang lain.
3. Menurut Atep Adya Barata
Komunikasi nonverbal menurut Atep Adya Barata adalah suatu jenis
komunikasi yang diungkapkan lewat objek di setiap kategori lainnya (the object
language), komunikasi yang menggunakan gerak (gesture) sebagai sinyal (sign
language), serta komunikasi melalui tindakan atau gerakan tubuh manusia (action
language). Pengertian Atep ini lebih sebenarnya secara tidak langsung
menunjukkan kategori-kategori atau jenis-jenis dari komunikasi nonverbal,
seperti gestur, aksi, objek, dan lain sebagainya.
4. Menurut Agus M. Hardjana
Pengertian komounikasi nonverbal menurut Drs. Agus M. Hardjana, [Link].,
Ed., adalah sebuah komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk non verbal,
yaitu tanpa kata-kata. Pengertian ini identik dengan pengertian yang dijelaskan
oleh Adityawarman di atas. Keduanya sama-sama menekankan bahwa
komunikasi nonverbal menggunakan pesan yang bukan dalam bentuk kata-kata,
walaupun tidak dijelaskan lebih lanjut apa saja kategori yang dapat dianggap
sebagai “nonverbal” itu sendiri.
5. Menurut Mark L. Knapp
Komunikasi nonverbal dalam pandangan Mark L Knapp adalah semua
peristiwa komunikasi di luar kata-kata terucap dan tertulis. Dengan kata lain,
komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang menggunakan pesan di luar kata-
kata baik dari ucapan ataupun tulisan. Pengertian ini, seperti yang sudah kamu
duga, agaknya sama dengan pengertian yang telah kita bahas di atas yaitu dari
9
Adityawarman dan juga Agus Hardjana. Dengan demikian dapat diartikan bahwa
secara umum elemen ketiadaan pesan teks baik terucap ataupun tertulis adalah
salah satu ciri komunikasi nonverbal.
6. Menurut Hudjana
Salah satu ilmuwan komunikasi Indonesia, Hudjana, mendefinisikan
komunikasi nonverbal sebagai suatu proses penciptaan dan pertukaran pesan yang
tidak menggunakan kata-kata, seperti komunikasi yang menggunakan gerakan
tubuh, sikap, kontak mata, ekspresi muka, kedekatan jarak, dan juga sentuhan.
Pengertian ini nampaknya menambahi wawasan kita tentang ruang lingkup dari
“nonverbal” yang dijelaskan oleh Hudjana melingkupi gerakan tubuh, sikap,
kontak mata, ekspresi muka, kedekatan jarak serta sentuhan.
7. Menurut Sasa Djuarsa Sendjaja
Sementara itu menurut Sasa Djuarsa Sendjaja, komunikasi nonverbal adalah
komunikasi yang menggunakan pesan-pesan yang diekspresikan dengan sengaja
atau tidak sengaja melalui gerakan, tindakan, perilaku atau suara-suara atau vokal
yang berbeda dari penggunaan kata-kata dalam bahasa. Agaknya pengertian ini
kembali mempertegas bahwa komunikasi nonverbal jelas tidak melibatkan pesan
dalam bentuk ucapan ataupun tulisan.
8. Menurut Judee K. Burgon & Thomas J. Saine
Dalam pandangan Judee dan Thomas, komunikasi nonverbal merupakan
tindakan-tindakan manusia yang secara sengaja dikirimkan dan diintepretasikan
seperti tujuannya dan memiliki potensi akan adanya umpan balik dari si penerima
pesan tersebut. Dari pengertian ini terdapat syarat kesengajaan dalam suatu proses
komunikasi nonverbal. Artinya, suatu proses pertukaran informasi yang tidak
disengaja meskipun dilakukan dengan simbol-simbol nonverbal, dalam pengertian
ini tidak dapati dihitung sebagai suatu komunikasi nonverbal.
10
2.1.2 Fungsi Komunikasi Non Verbal
a. Sentuhan
Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman,
sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain. Masing-masing
bentuk komunikasi ini menyampaikan pesan tentang tujuan atau perasaan dari
sang penyentuh.
b. Gerakan tubuh
11
Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak
mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya
digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk
untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu;
menunjukkan perasaan, misalnya memukul meja untuk menunjukkan kemarahan;
untuk mengatur atau mengendalikan jalannya percakapan; atau untuk
melepaskan ketegangan.
c. Vokalik
Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan,
yaitu cara berbicara. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau
lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain.
Selain itu, penggunaan suara-suara pengisi seperti “mm”, “e”, “o”, “um”, saat
berbicara juga tergolong unsur vokalik, dan dalam komunikasi yang baik hal-hal
seperti ini harus dihindari.
d. Lingkungan
Lingkungan juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan
tertentu. Diantaranya adalah penggunaan ruang, jarak, temperatur, penerangan,
dan warna.
e. Kronemik
Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam
komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi
durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas yang
dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu
(punctuality).
12
2.1.4 Hubungan Publik Speaking dengan Komunikasi Non Verbal
Karakter asli dari seorang public speaking akan tampak oleh audiens dari bahasa
non verbal yang ditunjukan dalam melakukan public speaking. Bahasa non verbal ini
merupakan bentuk dari sinyal komunikasi yang dapat juga memberikan pengaruh
kuat kepada audiens. Audiens dapat mengetahui komitmen, integritas, dan intuisi dari
seorang pemimpin dari bahasa non verbal yang ditunjukkan pemimpin lewat public
speaking. Fakta yang menarik adalah ternyata citra pembicara yang terbentuk dalam
benak audiens sangat dipengaruhi oleh kemampuan nonverbal sang pembicara.
Contoh yang nyata di Indonesia adalah orang-orang yang besar dan terkenal di dunia
perpolitikan dan pemerintahan yaitu Amien Rais, dan Susilo bambang Yudhoyono.
Komponen public speaking yang dimiliki oleh ketiga calon presiden itu sangat
lengkap masing-masing memiliki kemampuan dalam mengagungkan pesan tiga kali
lebih besar dari pesan itu sendiri. Kalau dirumuskan dari beberapa karakter, segi dan
sifat. Amien adalah pribadi yang cerdas, kritis, mudah diajak bicara, ceplas-ceplos,
bisa diajak bercanda, jenaka dan mau turun ke bawah. SBY juga unik, cara
berjalannya baik, mantap dan percaya diri, memiliki aura, wajah bersahabat,
berpendidikan, sopan santun, terbuka, mau mendengarkan pendapat orang lain.
13
Semua ini menunjukkan bahwa persepsi publik mengenai diri kita bisa di bangun
dengan cara kita berbicara di depan public.
Karakter asli dari seorang public speaker akan tampak oleh audiens dari
bahasa non verbal yang ditunjukan dalam melakukan public speaking. Bahasa non
verbal ini merupakan bentuk dari sinyal komunikasi yang dapat juga memberikan
pengaruh kuat kepada audiens. Audiens dapat mengetahui komitmen, integritas, dan
intuisi dari seorang pemimpin dari bahasa non verbal yang ditunjukkan pemimpin
lewat public speaking.
Bahasa non verbal diperkenalkan oleh seorang ahli psikologi Amerika, Paul
Elkman pada sekitar tahun 1960-an. Ia meneliti bagaimana kemampuan manusia
membaca pesan-pesan dari wajah-wajah orang. Selanjutnya seorang ahli psikologi
dari Inggis, Michael Argyle, juga mempelajari bahasa-bahasa atau isyarat tubuh.
Elkman dan Argyle memberikan pengetahuan baru pada komunikasi, dengan
menekankan bahasa tubuh sebagai sebuah bahasa. Sekelompok orang mampu
mengetahui kehendak sebenarnya dari pembicara dengan mengetahui bahasa tubuh
yang digunakan.
14
Penggunaan bahasa non verbal tidak lepas dari kebiasaan dan budaya tiap
individu. Untuk itu penggunaan bahasa non verbal merupakan keterwakilan dari
budaya yang dimiliki seseorang. Jika anda berasal dari budaya yang terbiasa dengan
keterbukaan dan menampilkan apa adanya, maka akan tampak dari bahasa tubuh
ketika sedang berbicara. Anda mungkin akan bebas bersentuhan dengan audiens dan
bahasa tubuh bebas bergerak. Hal ini berbeda dengan dengan, anda yang berasal dari
budaya yang sopan dan penuh tata karma. Maka dalam melakukan public speaking,
anda akan sopan dalam menggunakan bahasa tubuh serta lebih hati-hati dalam
menggunakan gerakan tubuh.
2.1.5 Tujuan dari komunikasi non verbal dalam public speaking adalah
Memberikan perhatian pada audiens, sehingga audiens tetap fokus pada publik
speaker pada saat menyampaikan sesuatu. Dengan mendapatkan perhatian audiens,
maka gagasan dan ide akan lebih mudah untuk disampaikan. Memberikan kebenaran
dalam informasi. Melalui komunikasi non verbal, audiens akan lebih memahami
kebenaran dibalik informasi, karena tubuh publik speaker menunjukan tanda-tanda
kebenaran tersebut. Memotivasi dan menggali perasaan internal audiens. Dengan
penggunaan non verbal yang baik, peublik speaker dapat memenangkan audiens
secara menyeluruh. Untuk itu audiens akan tergerak untuk melakukan apa yang
disampaikan oleh publik speaker.
15
Perilaku non verbal dapat meregulasi perilaku verbal. Misalnya, anda melihat
jam anda, sebelum anda menutup pidato, sehingga membuat anda terburu-buru
mengakhiri pidato. Perilaku verbal dapat membantah atau bertentangan dengan
perilaku verbal. Misalnya, anda mengatakan “bagus”, namun dengan wajah yang
menunjukan tidak senang.
16
berinteraksi dengan siapa pun, bahkan sebaliknya. Tidak ada batasan
yang membatasi, semuanya beperilaku informal.
Menurut Beliak dan Baker (1981) ada tiga bentuk dari bahasa tubuh, yakni : (1)
Kontak mata, (2) Ekspresi wajah, (3) Gestures atau gerakan anggota tubuh.
Kontak mata
Kontak mata meliputi suatu keadaan penglihatan langsung antar orang kewilayah
wajah, pada saat berbicara. Kontak mata sangat menentukan kebutuhan psikologis
dan membantu kita memantau efek komunikasi antar pribadi. Melalui kontak mata
anda dapat menceritakan kepada orang lain suatu pesan sehingga orang akan
memperhatikan kata demi kata melalui tatapan. Misalnya pandangan yang malas,
kuatir, takut, terharu, terkesan, dapat mewarnai latar belakang psikologis anda.
Jumlah dan cara-cara penataan mata berbeda dari seseorang dengan orang yang
lainnya, dari budaya yang satu ke budaya lain Kontak mata sebagai simbol
komunikasi nonverbal mempengaruhi perilaku kepercayaan dalam berkomunikasi.
Ingatlah bahwa sejak kontak mata anda dilakukan, orang langsung dapat mengukur
sejauh mana kemampuan anda dalam melakukan komunikasi.
Ekspresi wajah
Ekspresi wajah meliputi pengaruh raut wajah yang dipergunakan untuk
berkomunikasi secara emosional atau bereaksi terhadap suatu pesan. Wajah setiap
orang selalu menyatakan hati dan perasaannya. Wajah ibarat cermin dari pikiran, dan
perasaan. Ekpresi wajah dapat berupa : 1) wajah yang tidak menunjukan perasaan,
seperti datar; 2) wajah yang menyembunyikan perasaan, seperti bertolak belakang
dengan verbal; 3) ekpresi wajah yang menunjukkan perasaan, seperti ceria dan
semangat. Wajah dapat menunjukan antusiasme dari ide dan gagasan, akan tetapi
wajah juga dapat menunjukan sikap pesimis terhadap sebuah idea tau gagasan.
17
Banyak yang berpendapat bahwa seorang pemimpin memiliki karisma dapat
dilihat dari wajahnya pada saat melakukan publik speaking. Wajah berkarisma itu
seperti apa? Seperti adanya keyakinan dan perasaan antusias pada apa yang
dibicarakan. Dan hal tersebut merupakan totalitas dari eksistensi diri dari public
speaker.
Gestures
Gestures merupakan bentuk perilaku non verbal pada gerakan tangan, bahu, jari-
jari. Kita sering menggunakan gerakan anggota tubuh secara sadar maupun tidak
sadar untuk menekankan suatu pesan. Ketika anda berkata : gunung yang tinggi, atau
jarak yang dekat; maka anda pasti menggerakkan tangan untuk menggambarkan
deskripsi verbalnya. Pada saat anda mengatakan : Lihat pada saya! Dengarkan saya
bicara! Maka yang bergerak adalah telunjuk yang menunjukkan arah. Manusia
mempunyai banyak cara dan bervariasi dalam menggerakkan tubuh dan anggota
tubuhnya ketika mereka sedang berbicara.
Penggunaan Gerakan Tubuh
Dalam melakukan public speaking, anda juga perlu mengetahui dan mengerti
bagaimana gerak tubuh dipergunakan dalam komunikasi nonverbal. Tanpa
melakukan pengamatan terhadap bahasa tubuh kita, gerakan tubuh ternyata dapat
mengkomunikasikan fungsi tertentu. Ekman dan Friesen mengkategorikannya
sebagai emblem, illustrator, affect display, regulator, adaptor.
1. Emblem
Emblem merupakan terjemahan pesan nonverbal yang melukiskan suatu makna
bagi suatu kelompok sosial. Contohnya, tanda “V” menunjukkan suatu tanda
kekuatan dan kemenangan yang biasanya dipakai dalam kampanye presiden di
Amerika Serikat. Atau di Indonesia sering dimaknai sebagai simbol damai. Emblem
18
harus dipelajari melalui proses yang mungkin saja merupakan bentuk lain dari ikon
dalam perlambangan saja
2. Ilustrator
Ilustrator merupakan tanda-tanda nonverbal dalam komunikasi. Tanda ini
merupakan gerakan anggota tubuh yang menjelaskan atau menunjukkan sesuatu
contoh. Seorang manajer melukiskan perbandingan besar kecilnya perusahaan yang
dipimpinnya, dengan memperbesar dan perkecil bentuk lingkaran yang ditunjukan
lewat kedua tangannya.
19
Dalam melakukan public speaking, batasan yang digunakan antara setiap bentuk
illustrator biasanya kurang jelas. Karena dalam melakukan public speaking, seseorang
tidaklah selalu hanya menggunakan satu bentuk, akan tetapi menerapkan beberapa
bentuk nonverbal sekaligus. Hal ini digunakan, agar informasi yang diberikan sampai
pada audiens.
3. Affect Display
Perilaku affect display selalu menggambarkan perasaan dan emosi. Wajah
merupakan media yang paling banyak digunakan untuk menunjukkan reaksi terhadap
pesan yang direspon. Bentuk affect display bersifat intrinsik yang digunakan untuk
fungsi interaktif dan informatif.
4. Regulator
Regulator adalah gerakan yang berfungsi mengarahkan, mengawasi,
mengkoordinasi interaksi dengan seksama. Sebagai contoh, kita menggunkan kontak
mata sebagai tanda untuk memperhatikan orang lain yang sedang berbicara dan
mendengarkan orang lain. Regulator merupakan tanda utama yang bersifat interaktif,
bentuknya ikonik dan intrinsik.
5. Adaptor
Adaptor merupakan gerakan anggota tubuh yang bersifat spesifik. Pada mulanya
gerakan ini berfungsi untuk menyebarkan atau membagi ketegangan anggota tubuh,
misalnya meliuk-liukan tubuh, memulas tubuh, menggaruk kepala, loncatan kaki.
Ada beberapa jenis adaptor yaitu :
(a) self adaptor misalnya menggaruk kepala untuk menunjukkan
kebingungan;
(b) alter adaptors; gerak adaptor yang diarahkan kepada orang lain, mengusap-
usap kepala orang lain sebagai tanda kasih sayang;
20
(c) obyek adaptor; adalah gerakan adaptor yang diarahkan kepada obyek
tertentu.
Gerakan adaptor sebenarnya gerakan seseorang yang menggambarkan perilaku
ikonik dan intrinsik yang kadang-kadang secara sadar dilakukan terhadap dirinya
sendiri; kecuali untuk orang lain maka adaptor bertujuan menumbuhkan interaksi dan
komunikasi.
21
Pengertian manajemen menurut para ahli yang perlu diketahui:
1. Henry Fayol
2. G.R. Terry
Manajemen adalah sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-
tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang
dilakukan untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan
sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.
3. Handoko
4. Ricky W. Griffin.
5. Hasibuan
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya
manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien.
22
6. Lawrence A. Appley.
Manajemen adalah sebuah keahlian yang dimiliki seseorang atau organisasi untuk
menggerakkan orang lain agar mau melakukan sesuatu.
7. Renville Siagian.
Manajemen adalah satu di antara bidang usaha yang bergerak di bidang jasa
pelayanan, yang dikelola oleh tenaga ahli yang terlatih dan berpengalaman.
Manajemen adalah seni mengetahui apa yang harus dilakukan dan melihat
bahwa itu dilakukan dengan cara sebaik mungkin.
Manajemen adalah ilmu perilaku yang terdiri dari aspek sosial eksak bukan
dari tanggung jawab keselamatan serta kesehatan kerja baik dari sisi perencanaannya.
23
2.1.2 Manajemen Dalam Publik Speaking
Tujuan public speaking sangatlah beragam. Ada yang berguna untuk persuasi,
namun ada pula yang bertujuan memberi informasi atau pengetahuan. Berikut ini
adalah empat tujuanutama dari public speaking dalam dunia kerjayang perlu Anda
ketahui:
24
1. Penyampaian informasiSalah satu tujuan yang paling mendasar daripublic
speaking yang kerap dimanfaatkan olehsebagian besar orang adalah
menyampaikansebuah informasi. Jenis informasi yang tersajijuga cukup
beragam, mulai dari ilmupengetahuan, berita terkini, pemaparan
materimeeting, hingga pengumuman layaknya hasil penelitian gerakan
sosial. Oleh karena itu, salah satu bentuk kesuksesan kompetensi public
speaking adalah menginformasikan sesuatu yang diukur dengan seberapa
baik audiensmemahami, mempertahankan, dan menerapkan ide-ide yang
disampaikan.
2. Memberikan motivasi kerjaSalah satu tujuan dari menyampaikan
informasi,ternyata hal ini berguna untuk motivator, danatasan yang ingin
melihat pendengarnyaberkembang jauh lebih baik. Dengankemampuan
berbicara di depan umum, Andadapat menyampaikan pesan motivasi
secaratepat dan mempengaruhi pola pikir seseorangagar mereka menjadi
lebih bersemangat.
3. Mengendalikan situasi kerjaSelain itu, tujuan dari kompetensi public
speaking adalah terciptanya kemampuan dalammengendalikan situasi
dalam kerja. Salah satucontohnya adalah, pengendalian situasi yangkurang
terbangun, sebagai pembicara Andadapat mengambil alih dan
menghidupkan situasitersebut menjadi semakin aktif dan kembalipada
tujuan awal.
4. mempengaruhi audiensDalam kasus lain, profesi seperti sales tentunysering
menggunakan skill public speaking iniuntuk mempengaruhi konsumen
supayamembeli produk yang mereka tawarkan. Sepertiyang sudah
dijelaskan sebelumnya, keterampilanberbicara di muka umum dapat
digunakan untukmempengaruhi pola pikir dan perilaku [Link]
dunia public speaking sendiri, meyakinkanaudiens merupakan tujuan yang
[Link], hal ini menyiratkan bahwa informasidalam pidato
berhasil tersampaikan secaraefektif.
25
2.1.4 Pengembangan Public Speaking Karyawan
Sebagai suatu kemampuan yang penting untuksebagian besar orang, tentu saja
denganmemiliki kemampuan berbicara di depan umumyang baik Anda dapat
merasakan berbagaimanfaat, khususnya dalam karir yang sedangAnda jalani. Berikut
ini adalah 4 cara utamauntuk mengembangkan skill public speakingpada karyawan,
beberapa hal ini dapatmenunjang keberhasilan Anda saat berbicara didepan umum.
26
menggunakanSistem Manajemen Kompetensi dari HashMicro,ketahui
skema perhitungan harganya secaralebih detail.
27
2.1.5 Tips Manajemen Dalam Publick Speaking
28
Perhitungkanlah materi Anda dengan waktu yang diberikan atau yang sudah
ditentukan. Buat pembahasan materi sesuai dengan schedule
3. Ingatlah selalu target-target pembelajaran Anda
Target pembelajaran yang sudah dibentuk selalu diingat dan digunakan selama
presentasi
4. Realistislah mengenai apa yang bisa diserap orang dalam satu kali kesempatan
Jika Anda melihat para peserta mulai menatap kosong dan mulai gelisah di kursi
mereka, adakan istirahat 15-30 menit bisa dengan coffee break untuk meregakan
badan atau gunakan sebuah penyegaran
5. Rencanakan aktivas secara realitis sehaingga Anda bisa menyelesaikan tepat waktu
Untuk membahas sebuah topik yang trending topik, rencanakan waktu cukup untuk
membahasnya.
Ada tiga cara praktis agar Anda berhasil mengatur waktu di atas panggung :
1. Tahu Waktu
29
Kedengarannya sederhana tetapi banyak pembicara naik ke panggung tanpa
adanya persiapan soal waktu. Cara termudah dan terbaik untuk mengatasi ini adalah
dengan memakai jam tangan. Menggunakan handphone mungkin bisa menjadi
pilihan, tetapi gerakan Anda akan terbatas dan akhirnya justru mengganggu
penampilan Anda. Dengan menggunakan jam tangan, Anda bisa memperkirakan
kapan waktu harus memulai, memberi jeda dan berpisah dengan audiens.
Manajemen waktu yang efektif sangat penting saat berbicara di depan umum.
Sebagai pembicara, pengaturan waktu yang baik dapat mencegah Anda dari
‘berkejar-kejaran’ dengan waktu, bisa terdepan atau bahkan tertinggal di
belakangnya. Dan yang nantinya dirugikan bukan hanya Anda, tapi audiens pun ikut
merasa tak nyaman.
Temukan beragam tips bermanfaat bagi Anda yang ingin meningkatkan keterampilan
public speaking tanpa perlu memakan waktu bertahun-tahun. Cukup dua hari saja,
Anda akan dipandu langsung oleh fasilitator kami yang kompeten dengan cara yang
menyenangkan.
30
Berikut adalah strategi manajemen waktu yang efektif untuk membantu Anda
beraktivitas sehari-hari :
31
Lebih banyak waktu terbuang untuk mencoba menjadi sempurna daripada
menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Keterampilan manajemen waktu akan
lebih baik jika fokus melakukan pekerjaan dengan baik secara tepat waktu dan
efisien.
8. Sederhanakan Alur Kerja Anda
Dengan menyederhanakan tugas Anda, Anda akan bekerja lebih cerdas dan
menyelesaikan pekerjaan dengan lebih tepat waktu. Cara untuk melakukannya
meliputi: memecah tugas-tugas besar menjadi tugas-tugas kecil yang lebih
mudah dikelola; menghilangkan langkah-langkah yang tidak perlu dengan
mengevaluasi dan merampingkan proses.
9. Hilangkan Gangguan
Menghilangkan gangguan memungkinkan Anda untuk fokus pada tugas yang
ada dan bisa menyelesaikannya dengan lebih cepat dan efisien.
Public speaking sudah sedemikian penting bagi setiap orang, apalagi jika
dihadapkan dengan berbagai macam penampilan presentasi, pidato, ceramah dan
lain lain. Public menaspeaking adalah kemampuan berkomunikasi di depan
khalayak banyak yang baik dan elegan, hingga nilai-nilai yang dibawa oleh sang
pembicara mampu membuat terkesan bagi siapapun yang mendengarkan.
32
Tetapi, walaupun public speaking secara definitif sangat universal, tentunya
bisa didapati pula definisi spesifik public speaking adalah kemampuan berbicara
di depan umum. Pada intinya komponen utama dari public speaking adalah
penyampaian komunikasi. Maka dari itu, artikel ini hanya berfokus pada prinsip-
prinsip public speaker yang melibatkan forum audensi.
Tidak sedikit orang masih merasa sulit untuk menguasainya. Seperti merasa
gugup, tidak adanya kepercayaan diri, kurang terbiasa, persiapan yang mendadak
dan masih banyak lagi keluhan lainnya. Tentunya, jika ingin mahir menjadi public
speaker masalah-masalah tersebut sudah harus bisa diatasi dengan mudah. Salah
satunya dengan memahami prinsip dasar public speaking.
33
dalamnya materi yang akan mereka sampaikan kepada publik, seperti materi yang
disampaikan keluar dari konteks atau hal-hal substansial yang seharusnya
disampaikan alih-alih lalai untuk disampaikan sebab kurangnya penguasaan
materi secara mendalam. Maka dari itu, penguasaan materi menjadi salah satu
nyawa bagi seorang publik speaker.
4. Melatih Artikulasi
Bayangkan kita semua menjadi audiens di suatu forum, ketika seorang public
speaker berbicara kurang jelas atau tidak mudah dimengerti maupun tempo dan
artikulasinya sangat tidak beraturan tentunya kita akan merasa rikuh dan tidak
dapat memahami pesan yang disampaikan oleh sang pembicara tersebut. Itulah
alasan mengapa kita harus melatih artikulasi dengan secermat-cermatnya.
Contohnya, seperti pengucapan kata, tempo, maupun kejelasan dalam
menyebutkan huruf. Karena hal tersebut dapat menjadi faktor gagalnya seorang
public speaker.
34
apabila terlalu fokus terhadap diri kita, biasanya kita jadi lupa point penting yang
harus tersampaikan.
Nah, keberhasilan seorang public speaker dilihat dari tersampaikan atau
tidaknya pesan yang disampaikan. Ini menjadi kunci seorang public speaker
sekaligus menjadi hal yang paling penting dalam dunia public speaking.
Maka dari itu, fokuslah pada apa yang ingin disampaikan bukan pada diri kita.
Bukan berarti kita tidak boleh berpenampilan menarik, justru seorang public
speaker harus mempunyai cara bagaimana membuat audiens tertarik.
Seorang public speaker yang handal pastilah berawal dari nol besar, mereka
pernah merasa gagap ketika di depan forum, mereka pernah bersitegang ketika
menjadi pusat perhatian, atau malah pernah diejek dan dimaki oleh audiens ketika
mereka lalai akan materi yang mereka sampaikan, kegagalan dan kekeliruan di
dalam forum sudah menjadi teman akrab bagi mereka. Namun karena mereka
sudah terlalu terbiasa akan hal-hal tersebut, maka hal tersebut bukanlah masalah
besar yang mereka khawatirkan.
35
Maka paling tidak stop memikirkan hal-hal tidak jelas yang tidak bisa
dikendalikan oleh diri sendiri, fokus saja kepada apapun yang bisa dikontrol
dengan baik. Berhenti berpikir mengenai perasaan audiens kepada kita, sebab hal
itu bukan hal yang bisa kita kontrol. Fokus saja kepada materi yang disampaikan,
lakukan se-elegan mungkin, dan jangan lupa mencoba menerapkan prinsip-prinsip
diatas.
36
2.3.5 Prinsip Pengertian
Materi yang disampaikan harus mudah dimengerti oleh audiens
Gunakan kata, kalimat, atau frase yang mudah dipahami
Buatlah pembicaraan yang sistematis
Gunakan ilustrasi dan memoteknik, yaitu teknik membuat singkatan
2.3.6 Prinsip Keginaan
37
2.4 Etika Public Speaking
Etika atau etik (ethics) berasal dari kata Yunani, "ethos", yang berarti norma -
norma, nilai -nilai, kaidah - kaidah, dan ukuran -ukuran bagi tingkah laku manusia
yang baik atau "ethikos” yang artinya timbul dari suatu kebiasaan. Dalam public
speaking, etika merupakan salah satu hal yang sangat penting. “Berbicara di
depan publik / berpidato adalah bentuk kekuatan dan karena itu membawa
tanggung jawab etis yang berat” (Lucas, 2015).
Sebagai praktis, etika berarti nilai- nilai dan norma- norma moral yang baik
yang dipraktikkan atau justru tidak dipraktikkan, walaupun seharusnya
dipraktikkan. Etika sebagai praktis sama artinya dengan moral atau moralitas
yaitu apa yang harus dilakukan, tidak boleh dilakukan, pantas dilakukan, dan
sebgainya. Etika sebagai refleksi adalah pemikiran moral.
Adapun menurut Burhanuddin Salam, istilah etika berasal dari kata latin,
yakni “ethic, sedangkan dalam bahasa Greek, ethikos yaitu a body of moral
principle or value Ethic, arti sebenarnya ialah kebiasaan, habit. Jadi, dalam
pengertian aslinya, apa yang disebutkan baik itu adalah yang sesuai dengan
kebiasaan masyarakat (pada saat itu). Lambat laun pengertian etika itu berubah
dan berkembang sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan manusia.
Perkembangan pengertian etika tidak lepas dari substansinya bahwa etika adalah
suatu ilmu yang membicarakan masalah perbuatan atau tingkah laku manusia,
mana yang dinilai baik dan mana yang jahat. Istilah lain dari etika, yaitu moral,
asusila, budi pekerti, akhlak. Etika merupakan ilmu bukan sebuah ajaran. Etika
dalam bahasa arab disebut akhlak, merupakan jamak dari kata khuluq yang berarti
adat kebiasaan, perangai, tabiat, watak, adab, dan agama. Istilah etika diartikan
sebagai suatu perbuatan standar (standard of conduct) yang memimpin individu,
etika adalah suatu studi mengenai perbuatan yang sah dan benar dan moral yang
dilakukan seseorang.
38
Menurut Webster Dictionary, secara etimologis, etika adalah suatu disiplin
ilmu yang menjelaskan sesuatu yang baik dan yang buruk, mana tugas atau
kewajiban moral, tau bisa juga mengenai kumpulan prinsip atau nilai moral.
Etika adalah cabang filosofi yang berkaitan dengan pemikiran tentang benar
dan salah. Simorangkir menilai etika adalah hasil usaha yang sistematik yang
menggunakan rasio untuk menafsirkan pengalaman moral individu dan untuk
menetapkan aturan dalam mengendalikan perilaku manusia serta nilai-nilai yang
berbobot untuk bisa dijadikan pedoman hidup. Satyanugraha mendefenisikan
etika sebagai nilai-nilai dan norma moral dalam suatu [Link] ilmu,
etika juga bisa diartikan pemikiran moral yang mempelajari tentang apa yang
harus dilakukan atau yang tidak boleh dilakukan.
Etika bagi seseorang terwujud dalam kesadaran moral yang memuat
keyakinan ‘benar dan tidak sesuatu. Perasaan yang muncul bahwa ia akan salah
melakukan sesuatu yang diayakininya tidak benar berangkat dari norma-norma
moral dan self-respect (menghargai diri) bila ia meninggalkannya. Tindakan yang
diambil olehnya harus ia pertangungjawabkan pada diri sendiri. Begitu juga
dengan sikapnya terhadap orang lain bila pekerjaan tersebut mengganggu atau
sebaliknya mendapatkan pujian.
Etika diartikan sebagai seperangkat prinsip moral yang membedakan apa yang
benar dan apa yang salah. Etika merupakan bidang normatif, karena menentukan
dan menyarankan apa yang seharusnya orang lakukan atau hindarkan.
Setiap manusia melakukan tindakan. Menurut pendapat ini, pertimbangan
etika atau morallah yang menentukan tindakan atau perilaku seseorang. Setiap
orang akan mempertimbangkan akibat dari tindakannya apakah baik atau buruk,
benar atau salah, berakibat lebih baik atau lebih buruk, pantas atau tidak pantas.
Ini dilakukan pada suatu momen dan situasi. Jadi, ada pendapat bahwa etika dan
moral itu situasional. Tindakan itu adalah pilihan, dan pilihan itu memerlukan
proses pengambilan keputusan yang dipandu oleh subjective judgment atau
pertimbangan pribadi. Jadi, ada proses evaluasi moral. Yang menjadi dasar utama
39
dalam memutuskan pilihan dan tindakan apa yang akan dilakukan seseorang
merujuk kepada komitmen, prinsip, nilai, dan aturan yang berlaku pada saat dan
situasi itu. Memang, tidak ada tindakan yang dilandasi moral yang hanya
ditentukan oleh situasi tanpa diwarnai komitmen pada suatu prinsip. Prinsip di
sini diartikan sebagai tujuan dalam arti luas yang membantu menentukan
keputusan nyata dan 9 kriteria normatif yang membawa pada situasi nyata.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa etika diartikan
sebagai ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan
kewajiban moral (akhlak).
3. Jujur
Maksudnya, bebas dari pernyataan yang salah atau sengaja menipu;
menyajikan statistik, kesaksian, dan jenis bukti lain secara adil dan akurat;
mengandung penalaran yang valid; jika menyertakaan alat bantu visual,
dipastikan menyajikan fakta dengan jujur dan andal.
40
4. Bebas plagiasi
Maksudnya, ketika berbicara dan menggunakan sumber lain, maka
cantumkan sumbernya sebagai bentuk apresiasi dan menjaga kredibilitas
tulisan.
41
Dalam jurnal ini pun dicantumkan pedoman secara spesifik mengenai
public speaking yang beretika. Yaitu:
1. Menentukan tujuan. Pembicara harus memiliki tujuan etis. Pembicara
seharusnya tidak menjadi satusatunya orang yang mendapatkan
manfaat dari perubahan-perubahan apa yang disampaikan dalam
pembicaraan.
4. Penalaran
5. Bahasa
Menggunakan bahasa yang memperjelas fakta bukan sebaliknya.
42
6. Berbicara persuasif.
Pembicaraan yang persuasive akan membebaskan pendengar untuk
mengeksplor pemikiran mereka sendiri dengan pengetahuan yang mereka
dapatkan dari fakta yang relevan.
7. Mendengarkan.
Audiens seharusnya mencoba untuk memusatkan perhatian, mendengarkan,
dan memberikan timbal balik yang sesuai.
43
6. Menghindari plagiarisme ketika anda berbicara dan menggunakan sumber
lain, maka cantumkan sumbernya sebagai bentuk apresiasi dan menjaga
kredibilitas tulisan. Itulah etika dasar yang perlu terus kita tanamkan. Boleh
jadi sebagian diantara anda sudah ada yang tahu, kini waktunya untuk terus
diaplikasikan ketika anda berbicara.
Etika dalam public speaking adalah pedoman, aturan tidak tertulis, atau kode
etik setiap pembicara publik yang ambisius harus menguasai dan mengamati.
Berikut beberapa cara beretika baik saat melakukan public speaking, yakni;
Semua orang suka dihormati dan audiens pasti mengharapkan hal ini.
Konteks ini mengacu kepada aspek tanpa harus membedakan jenis gender,
agama, suku, ras, pendidikan, atau status sosial mereka.
Jika saat presentasi membutuhkan menggunakan contoh-contoh praktis,
hindari menggunakan contoh yang akan menyinggung mereka.
44
3. Bersikap Jujur dan Jangan Menyesatkan Audiens
Etika dalam berbicara di depan umum menuntut kamu untuk jujur dan akurat
dalam informasi yang disajikan kepada audiens. Kamu jangan sengaja
menyesatkan audiens, bahkan Jika kamu tidak yakin tentang informasi, fakta,
atau statistik, jangan gunakan, sehingga jangan merusak kredibilitas
pembicara lebih dari informasi yang tidak akurat dan terdistorsi.
5. Be Yourself
Setiap orang itu pasti memiliki keunikan. Bahkan kembar identik berbeda
dalam beberapa hal. Meskipun merupakan ide bagus untuk belajar dari orang
lain, terutama yang dianggap sebagai teladan, jangan mencoba menjadi orang
lain yang bukan kamu.
45
seorang public speaker. Tidak hanya tampil dengan baik, namun juga harus
memperhatikan lima etika menurut Charles Bonar Sirait dalam buku The
Power of Public Speaking, agar bisa menjadi pembicara yang berhasil. Apa
saja?
1. Anggun, ramah, dan sopan
46
3. Menghindari perdebatan dan pertengkaran
Dalam sebuah diskusi, sangat perlu menghindari perdebatan dan
pertengkaran. Seperti yang dikatakan oleh Dale Carnagie yaitu, “satu-
satunya cara untuk menenangkan suatu perdebatan atau pertengkaran
adalah dengan cara tidak berdebat”. Sehingga akan selalu penuh dengan
kedamaian, ketulusan hati, kebenaran, dan kejujuran hati.
Meskipun sebagian orang berpikiran bahwa dengan berdebat dan bertengkar
akan terlihat lebih gagah dan pintar. Namun kenyataannya, akan
memunculkan efek negatif baik bagi diri sendiri atau pun orang lain.
Kebanyakan setiap orang tidak bisa menguasai perkataan dan emosinya
ketika bertengkar. Sehingga akan berujung pada permusuhan, merusak
suasana acara dan saling merugikan diri sendiri.
47
5. Jangan lupa waktu dan pahami etika berbicara
Bukan momen langka lagi, kalau seorang public speaker terkadang lupa
dengan durasi waktu karena diskusi yang asyik atau sangat memahami topik
yang dibicarakan. Namun, jangan sampai keegoisan kamu malah mengurangi
etika sebagai public speaker bahkan menjadi penyebab tidak lancarnya acara.
48
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
49
Menjadi seorang pembicara publik bukanlah perkara mudah. Ada
tanggung jawab yang perlu dijaga. Khususnya dalam berkata-kata. Kata-kata
yang kita sampaikan akan terus tertanam dalam benak audiens. Maka, kita
perlu memahami etika dalam dunia public speaking.
50
DAFTAR PUSTAKA
51