0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
229 tayangan18 halaman

Respon Frekuensi Rangkaian RLC

Modul ini membahas percobaan respon frekuensi pada rangkaian RLC seri dan paralel. Tujuannya adalah menentukan frekuensi resonansi dan mengukur tegangan serta arus pada komponen-komponen rangkaian. Metode yang digunakan adalah mengubah frekuensi masukan menggunakan function generator dan mengukur responnya pada tiap komponen."

Diunggah oleh

Arfando Grasanando
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
229 tayangan18 halaman

Respon Frekuensi Rangkaian RLC

Modul ini membahas percobaan respon frekuensi pada rangkaian RLC seri dan paralel. Tujuannya adalah menentukan frekuensi resonansi dan mengukur tegangan serta arus pada komponen-komponen rangkaian. Metode yang digunakan adalah mengubah frekuensi masukan menggunakan function generator dan mengukur responnya pada tiap komponen."

Diunggah oleh

Arfando Grasanando
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL V

RESPON FREKUENSI

M. Iqballul Haq (F1B021062)


Asisten : Ahmad Nova Alfandi (F1B020007)
Tanggal Percobaan : 20 Maret 2023

FBS2231 – Praktikum Rangkaian Listrik


LAB. LISTRIK DASAR - TEKNIK ELEKTRO – UNRAM

Abstrak
Respon frekuensi adalah medote pengukuran spektrum dari sebuah sistem pada titik keluarannya
setelah di beri penamparan variasi frekuensi dengan amplitudo konstan. Dalam percoban ini
terdapat 2 jenis rangkaian, yaitu rangkaian RLC seri dan paralel untuk mengetahui secara
eksperimen serta membuktikan frekuensi resonansi sebuah rangkaian LC seri dan menentukan
serta mengukur nilai arus percabangan, impedasi frekuensi, resonansi rangkaian RLC parallel.
Metode pengukuran respon frekuensi terhadap 2 jenis rangkaian RLC menggunakan Function
Generator dengan beban R dan L ditetapkan konstan yaitu berturut-turut 22 Ω dan 0,2H,
sedangkan beban kapasitor (C) divariasikan dari 2-8 µF. Menghasilkan FR, Vc, VL, VR, VLC serta
% error dari setiap komponen pada rangkaian RLC seri serta didapatkan F R, Ic, IL, IR, ILC, IT
serta % error dari setiap komponen pada rangkaian RLC paralel. Semakin besar nilai kapasitor
maka nilai FR menurun sehingga mempengaruhi nilai tegangan dan arus pada resistor,
kapasitor dan induktor

Kata kunci : Respon Frekuensi, Rangkaian Seri, Rangkaian Pararel

5.1 PENDAHULUAN
Pada percobaan respon frekuensi terdapat 5.2 DASAR TEORI
dua sub pembahasan yaitu kombinasi seri 5.2.1 Pengertian Respon Frekuensi dan
rangkaian RLC dan kombinasi paralel Jenisnya
rangkaian RLC, di mana setiap sub memiliki Tanggapan frekuensi adalah tanggapan
tujuan yaitu: keadaan mantap suatu sistem terhadap
masukan sinusoidal. Dalam metoda
5.1.1 Kombinasi Seri Rangkaian RLC tanggapan frekuensi, frekuensi sinyal
Tujuan Percobaan : masukan dalam suatu daerah frekuensi
1. Untuk dapat menentukan secara tertentu diubah dan tanggapan frekuensi yang
eksperimen Frekuensi Resonansi sebuah dihasilkan untuk dipelajari. Pengujian
rangkaian LC seri. tanggapan frekuensi pada umumnya
2. Untuk dapat membuktikan Resonansi sederhana dan dapat dilakukan secara teliti
dari sebuah rangkaian LC seri dengan dengan menggunakan pembangkit sinyal
Formula sinusoidal yang telah tersedia dan alat-alat
1 ukur yang teliti. Karakteristik respon
f R= ………………….…....... frekuensi suatu sistem dapat diperoleh secara
2 π √ LC langsung dari fungsi alih sinusoida, yaitu
….(5.1) fungsi alih yang diperoleh dengan mengganti
S dengan jω (frekuensi). Tinjau sistem linier
5.1.2 Kombinasi Paralel Rangkaian RLC parameter konstan, dengan masukkan x(t)
Tujuan Percobaan : adalah sinusoida: x(t) = X sin ωt.
1. Untuk dapat menentukan frekuensi
resonansi rangkaian RLC parallel secara
praktek.
2. Untuk dapat mengukur nilai arus
percabangan dan impedasi dari frekuensi
resonansi rangkaian RLC paralel.
Gambar 5.1 proses sistrm frekuensi
MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062
Respons frekuensi menggambarkan besar secara seri maupun paralel. Ketika komponen
dari gelombang sinus keluaran bervariasi tersebut digabungkan, maka membentuk
sebagai fungsi dari frekuensi gelombang suatu rangkaian listrik yang dapat
sinus masukan. menggabungkan seluruh fungsi dari masing -
masing komponen listrik tersebut.
5.2.1 Respon Frekuensi Tinggi
Ada dua faktor yang mempengaruhi 5.2.5 Rangkaian RLC Seri
tanggapan penguat pada frekuensi tinggi Rangkaian seri RLC pada arus bolak-balik
(respon frekuensi tinggi), yaitu: (a) kapasitor terdiri dari resistor (R), induktor (L) dan
liar, dan (b) Beta (β) yang tergantung kapasitor (C) yang dihubungkan dengan
frekuensi. Kapasitor liar merupakan efek sumber tegangan AC dan disusun secara seri.
kapasitansi yang muncul dari ujung-ujung Hambatan yang dihasilkan oleh resistor
terminal suatu komponen atau pengawatan disebut resistansi, hambatan yang dihasilkan
lainnya. Reaktansi kapasitor liar ini menjadi oleh induktor disebut reaktansi induktif (XL),
berarti bila dikerjakan pada frekuensi tinggi. dan hambatan yang dihasilkan oleh kapasitor
Sedangkan dari Beta (β) suatu transistor juga disebut reaktansi kapasitif (XC). Ketiga besar
sangat dipengaruhi oleh frekuensi. Artinya, hambatan tersebut ketika digabungkan dalam
beta (β) suatu transistor akan menurun bila disebut impedansi (Z) atau hambatan total
dikerjakan pada daerah frekuensi tinggi. (Fitrah. 2020)
(Surjono,2011: 22-23)

Gambar 5.4 Rangkaian Seri RLC

5.2.6 Rangkaian RLC Pararel


sebuah rangkaian RLC paralel yang
terdiri dari sebuah resistor, induktor dan
kapasitor. Tegangan sumber, tegangan
Gambar 5.2 Jaringan untuk penurunan resistor, induktor dan kapasitor adalah sama,
kapasitansi Miller Input yaitu V. arus I adalah penjumlahan secara
vektor antara arus resistor R arus indutor dan
5.2.2 Respon Frekuensi Rendah arus kapasitor Ic karena tegangan resistor ,
Untuk sebuah penguat satu tingkat
induktor dan kapasitor sama , maka tegangan
biasanya terdapat tiga kemungkinan jaringan
RC yaitu: Cs dan Zi; Ce dan Re; serta Cc dan sebagai referensi dan arus resistor IR dan arus
Zo + beban. Masing-masing jaringan RC induktor IL, tertinggal 90° terhadap tegangan,
tersebut tentunya mempunyai karakteristik sedangkan arus kapasitor mendahului
tersendiri terhadap frekuensi (respon tegangannya 90° . sehingga arus I merupakan
frekuensi) rendah. (Surjono,2011: 16-17).
penjumlahan vektor dengan besar I dan
sudut, di mana :

√ 2
V = I R 2+ ( I L−I C ) …..........……….(5.1)
−1 I L −I C
φ=tan ....……………......…...
IR
(5.2)
1 1
Gambar 5.3 Rangkaian penguat CE Z= = =Z <φ ....……..….......(5.3)
Y Y ←φ
5.2.3 Pengertian Rangkaian RLC
Rangkaian RLC merupakan rangkaian
listrik yang terdiri dari komponen kapasitor,
induktor, dan resistor yang dihubungan baik
MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062
Gambar 5.5 Rangkaian RLC Paralel
5.2.7 Resonansi
Resonansi bunyi adalah peristiwa ikut - Langkah percobaan
bergetarnya suatu sistem fisis yang
Menyiapkan peralatan yang
diakibatkan oleh sistem fisis lain yang digunakan
bergetar dengan frekuensi tertentu. Contoh I
dari peristiwa resonansi bunyi adalah sebuah
garpu tala yang digetarkan pada tabung. Menghubungkan Function Generator
II dengan sumber tegangan AC 220 V.
Akibat adanya garpu tala yang bergetar maka
tabung akan ikut bergetar dan merapat pada
pipa organa tertutup. Menghubungkan Kabel Probe ke
III output Function Generator.
5.3 METODOLOGI
5.3.1 Spesifikasi Alat dan Komponen
Mengatur Function Generator
1 Resistive Load (1 buah) IV
2 Inductive Load (1 buah)
Menghubungkan beban dengan
3 Capasitive Load (1 buah) Function generator sesuai dengan
4 Function Generator (1 buah) V Gambar
5 Digital Multimeter (1 buah)
6 Kabel Probe (1 buah) Mengatur frekuensi Function
VI Generator
7 Kabel Jumper Besar (10 buah)
Melakukan pengukuran tegangan pada
5.3.2 Kombinasi Seri Rangkaian RLC tiap-tiap beban
VII
- Gambar rangkaian
Mencatat hasil pengukuran
VIII

Mengulangi langkah 6-8 untuk


IX kombinasi beban selanjutnya

Mengeset frekuensi Function


Gambar 5.6 Rangkaian Percobaan Respon X Generator pada frekuensi resonansi
Frekuensi Kombinasi Seri RLC

5.3.3 Kombinasi Paralel Rangkaian RLC


- Gambar rangkaian

Gambar 5.7 Rangkaian Percobaan Respon


Frekuensi Kombinasi Paralel RLC

MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062


Tabel 5.2 Pengukuran percobaan respon
frekuensi rangkaian seri RLC
Ste C
R L fR VC VL VR V
p (µF LC
(Ω) (H) (Hz) (V) (V) (V) (V)
)

fR-40 0.2 8 85.82 12.4 9.3 6.4 0.55


22

fR-30 22 0.2 8 95.82 12 9.1 7.1 0.38


fR-20 0.2 8 105.8 6.7 7.3 9.1 0.52
22
- Langkah percobaan 2
fR-10 0.2 8 115.8 7.3 4.6 7.6 0.36
22
2
Menyiapkan peralatan yang digunakan fR 0.2 8 125.8 4.6 7.9 5.0 0.74
I 22
2
Menghubungkan Function Generator fR+10 0.2 8 135.8 4.4 11.5 8.3 0.46
22
II dengan sumber tegangan AC 220 V. 2
fR+20 0.2 8 145.8 4.0 4.8 8.1 0.70
Menghubungkan Kabel Probe ke 22
2
III output Function Generator.
fR+30 0.2 8 155.8 3.3 8.6 6.7 0.60
22
Mengatur Function Generator 2
IV
Menghubungkan beban dengan fR+40 0.2 8 165.8 3.1 3.4 5.9 0.32
22
V Function generator sesuai gambar 2

Mengatur frekuensi Function Generator


VI 5.4.2 5.4.1 Data Hail Frekuensi Resonansi
Melakukan pengukuran tegangan pada Rangkaian RLC
VII tiap-tiap beban
Tabel 5.3 Pengukuran percobaan respon
Mencatat hasil pengukuran frekuensi rangkaian Pararel RLC
VIII R L
C
IL
( IC IR ILC
( ( ƒ ( IT
μ (A (A (A
Mengulangi langkah 6-8 untuk kombinasi Ω H
F
( Hz)
)
A
) )
(A)
) ) )
IX beban selanjutnya )
0. 251.6 11. 3 16 11. 0.22
22 2
2 4 3 3 1 1 7
Mengeset frekuensi Function Generator 0. 177.9 16. 4 16 15. 0.22
22 4
X pada frekuensi resonansi 2 4 1 8 1 7 7
0. 125.8 22. 6 16 22. 0.22
22 8
2 2 8 7 1 2 7

5.4. DATA HASIL Tabel 5.4 Pengukuran Percobaan


5.4.1 Data Hail Frekuensi Resonansi PembuktianRumus Frekuensi Resonansi
Rangkaian Paralel RLC
Rangkaian Seri RLC
Step R L C fR IC IL IR
ILC IT
Tabel 5.1 Pengukuran percobaan pembuktian (Ω) (H) (µF) (Hz) (mA) (mA) (mA)
(mA) (mA)
rumus frekuensi resonansi rangkaian seri
RLC fR-40 0.2 8
22 45.82 45.8 11 161 34.3 0.239
R L C fR VC VL VR V
LC fR-30 22 0.2 8 65.82 44.8 10.6 161 38 0.231
(Ω) (H) (µF) (Hz) (V) (V) (V) (V) fR-20 22 0.2 8 85.82 44.3 10.8 161 38.6 0.229
fR-10 22 0.2 8 105.8
47.3 10.6 161 36 0.228
251.6 2
22 0.2 2 12.4 13.9 3.8 0.3 fR 0.2 8 125.8
4 22 49.2 10.2 161 38.8 0.227
2
177.9 fR+10 22 0.2 8 145.8
22 0.2 4 7.1 7.1 6.3 0.12 40 12 161 30.9 0.227
4 2
fR+20 22 0.2 8 165.8
125.8 2
44.3 12.9 161
44.5 0.228
22 0.2 8 6.1 5.1 9.5 0.66
2
fR+30 22 0.2 8 185.8 43.4 11 161 30.8 0.229
2
MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062
untuk nilai tegangan resistor yang
didapatkan semakin menurun dimana
fR+40 22 0.2 8 205.8
45.7 10 161 seharusnya tegangna resistor konstan, karena
2 30 0.230
frekuensi tidak mempengaruhi tegangan
resistor.
5.5 Kombinasi Seri Rangkaian RLC Pada tegangan LC didapatkan nilai
5.5.1 Kombinasi Seri Rangkaian Seri RLC tegangnan yang semakin meningkat seiring
dengan semakin menurunya frekuensi.
A. PembuktiaRumus Frekuensi
Resonansi Rangkaian Seri RLC
 Perhitungan menggunakan data pertama
Tabel 5.5 Pengukuran percobaan pembuktian dari hasil pengukuran
rumus frekuensi resonansi rangkaian seri
RLC Diketahui :
R L C fR VC VL VR V R = 22 Ω
LC
(Ω) (H) (µF) (Hz) (V) (V) (V) (V) L = 0.2 H
C = 2 µF
251.6
22 0.2 2 12.4 13.9 3.8 0.3 V=5V
4
177.9 a. Menentukan nilai frekuensi resonansi
22 0.2 4 7.1 7.1 6.3 0.12
4 pada rangkaian (fR)
125.8
22 0.2 8 6.1 5.1 9.5 0.66
2 1
f R=
2 π √ LC
Berdasarkan tabel 5.3 Pada percobaan 1
pembuktian rumus frekuensi resonansi ¿
2 π √ 0.2× 2×10
−6
rangkaian seri RLC, Beban resistor (R) di
atur konstan yaitu sebesar 22 Ω, Beban ¿ 251.64 Hz
Induktor juga diatur konstan sebesar 0,2 H.
dan Beban kapasitor akan divariasikan mulai b. Menentukan nilai XL dan XC
dari 2 sampai dengan 8 µF. XL = jωL
Dimana dapat dianalisa bahwa pada saat
beban kapasitor di atur semakin meningkat = j 2 πfL
dan induktor di atur konstan mka frekuensi = j 2 π (251,64)(0.2)
resonansinya yang di dapatkan semakin = 316,22 Ω
menurun. Sehingga kapasitor (C) berbanding
terbalik terhadap Frekuensi resonansi (FR),
hal ini sesuai dengan persamaan : 1
XC = - j
1 ωC
f R=
2 π √ LC −1
=
2 πfC
Pada saat frekuensi resonansi semakin
menurun, tegangan kapasitor yang di dapat
−1
=
kan semakin menurun dimana seharusnya 2 π (251.64) ¿ ¿
semakin menurun frekuensi resonansi maka = −316,23
tegangan kapasitor akan semakin meningkat,
karena Vc berbanding terbalik dengan
frekuensi. Sesuai dengan pesamaan c. Menentukan nilai impedansi total pada
1 rangkaian (ZT)

( ωC1 )
Vc = [Link] = I.
2 π fc ZT =R+ jωL−
Dan nilai tegangan induktor yang di dapat
kan semakin menurun seiring dengan
¿ R+ ( j 2 πfL−
2 πfC )
semakin menurunya frekuensi resonansi.
1
Karena tegangan induktor berbanding lurus
dengan frekuensi, sesuai dengan persamaan ¿ 22+¿
VL = [Link] = I.2 π fL
MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062
¿ 22− j0.015 % error V C =82.75 %
¿ 22 ∠−0.04 ° Ω
d. Menentukan nilai total arus pada  Persentase error tegangan di inductor

| |
rangkaian (IT) V L hitung −V L ukur
V % error V L = × 100 %
I t= V L hitung
Zt
¿
5
22∠−0.04 °
% error V L = |71.87−13.9
71.87 |
×100 %

¿ 0.23 ∠ 0.04 ° A % error V L =80.66 %

e. Menentukan tegangan pada masing–  Persentase error tegangan di inductor dan


masing komponen (VC, VL, VR, VLC) kapasitor
 Tegangan di Resistor (VR)
V R=I T × Z R
¿ 0.23 ∠ 0.04 ° ×22
% error V LC = | V LC hitung |
V LC hitung−V LC ukur
×100 %

¿ 5.00 ∠ 0.04 ° V % error V LC = |0.003−0.3


0.003 |
×100 %

 Tegangan di kapasitor (VC) % error V LC =8566 %


V C =I T × Z C
¿ 0.23 ∠ 0.04 ° ×316.24 ∠−90 ° Untuk perhitungan selanjutnya dengan cara
yang sama, diperoleh hasil pada tabel
¿ 71.87 ∠−89.96 ° V berikut.
 Tegangan di Induktor (VL)
Tabel 5.6 Perhitungan Rumus pada
V L=I T × Z L percobaan Frekuensi Resonansi Rangkaian
¿ 0.23 ∠ 0.04 ° ×316.22∠ 90° Seri RLC
Nilai
¿ 71.87 ∠90.04 ° V Besaran
Data 1 Data 2 Data 3
R 22 22 22
 Tegangan di Induktor dan Kapasitor (VLC) L 0.2 0.2 0.2
C 2 4 8
V LC=I T × Z LC FR 251.64 177.94 125.82
¿ 0.23 ∠ 0.04 ° ×0.02 ∠ 90 ° VR ukur 3.8 6.3 9.5
VR hitung 5.00 5.00 5.00
¿ 0.003 ∠−89.96 ° V % error VR 24.00 26.00 90.00
VL ukur 13.9 7.1 5.1
VL hitung 71.87 50.82 35.93
f. Menentukan nilai persentase error pada % error VL 80.66 86.03 85.81
masing masing komponen VC ukur 12.4 7.1 6.1
VC hitung 71.87 50.82 35.94
 Persentase error tegangan di resistor
% error VC 82.75 86.03 83.03

% error V R=
| V R hitung −V R ukur
V R hitung |
× 100 %
VLC ukur
VLC hitung
% error VLC
0.3
0.003
8566.00
0.12
0.0004
32939.67
0.66
0.002
38030.41

% error V R= |5.00−22
5.00 |
× 100 % Berdasarkan tabel 5.6 dapat dianalisa
bahwa pada saat beban R dan L diatur
% error V R=24 % konstan dan C diatur semakin meningkat
didapatkan FR yang semakin menurun dari
 Persentase error tegangan di kapasitor data 1,2 dan 3 dimana untuk mengetahui

% error V C =
| V C hitung −V C ukur
V C hitung |
× 100 %
frekuensi resonansi digunakan persamaan

f R=
1
% error V C = |
71.87−12.4
71.87
×100 % | 2 π √ LC

MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062


Dengan VR ukur yang didapatkan semakin error karena besarnya selisih nilai antara VL
meningkat dan VR ukur yang konstan pada hitung Dan VL ukur. Dimana untuk
5.00 V dimana untuk mengetahui tegangan mengetahui nilai % error dengan
Resistor dengan menggunakan persamaan menggunakan persamaan
V R=I T × Z R

Dengan % error yang didapatkan pada


tegangan resistor semakin meningkat.
% error Vc= |Vc hitung−Vc
Vc hitung
ukur
|× 100 %
Dimana % error tertinggi didapatkan pada Kemudian VLC ukur dan hitung yang
data ke 3 dengan eror 90 % dan yang terkecil didapatkan fluktuatif untuk mengetahui
pada data 1 dengan 24 %. Faktor yang tegangan kapasitor dengan menggunakan
menyebabkan % error karena besarnya persamaan
selisih nilai antara VL hitung Dan VL
[Link] untuk mengetahui nilai % error
dengan menggunakan persamaan
V LC=I T × Z LC

| |
Dengan % error yang didapatkan pada
VR hitung−VR ukur
% error VR= ×100 %
tegangan resistor semakin fluktuatif. Faktor
VR hitung yang menyebabkan % error karena besarnya
selisih nilai antara VLC hitung Dan VLC
Kemudianv VL ukur dan hitung yang ukur. Dimana untuk mengetahui nilai % error
didapatkan semakin menurun dimana dengan menggunakan persamaan
tegangan tertinggi didapatkan pada data 1
dan tegangan terkecil didapatkan pada data
ke 3 antara ukur dan itung, dimana untuk
mengetahui tegangan induktor dengan
% error VLc= |VLc hitung−VLc
VLc hitung
ukur
|×100 %
menggunakan persamaan
B. Analisa Respon Frekuensi Rangkaian
V L=I T × Z L Seri RLC
Tabel 5.7 Pengukuran percobaan respon
frekuensi rangkaian seri RLC
Dengan % error yang didapatkan pada Ste C
tegangan resistor semakin fluktuatif. Dimana R L fR VC VL VR V
% error tertinggi didapatkan pada data ke 2 p (µF LC
(Ω) (H) (Hz) (V) (V) (V) (V)
dengan eror 86 % dan yang terkecil pada data )
1 dengan 80 %. Faktor yang menyebabkan %
fR-40 0.2 8 85.82 12.4 9.3 6.4 0.55
error karena besarnya selisih nilai antara VL 22
hitung Dan VL ukur. Dimana untuk
fR-30 22 0.2 8 95.82 12 9.1 7.1 0.38
mengetahui nilai % error dengan fR-20 0.2 8 105.8 6.7 7.3 9.1 0.52
menggunakan persamaan 22
2
fR-10 0.2 8 115.8 7.3 4.6 7.6 0.36

| |
22
VL hitung−VLukur 2
% error VL= ×100 % f 0.2 8 125.8 4.6 7.9 5.0 0.74
VL hitung R
22
2
fR+10 0.2 8 135.8 4.4 11.5 8.3 0.46
Kemudian VC ukur yang didapatkan semakin 22
2
fluktuatif dan VC hitung yang didapatkan fR+20 0.2 8 145.8 4.0 4.8 8.1 0.70
22
semakin menurun untuk mengetahui 2
tegangan kapasitor dengan menggunakan
persamaan fR+30
22
0.2 8 155.8 3.3 8.6 6.7 0.60
2
V C =I T × Z C
fR+40 0.2 8 165.8 3.1 3.4 5.9 0.32
22
2
Dengan % error yang didapatkan pada
tegangan resistor semakin fluktuatif. Dimana
% error tertinggi didapatkan pada data ke 2 Berdasarkan tabel 5.5 dapat
dengan eror 86 % dan yang terkecil pada data dianalisa bahwa FR yang di dapatkan
1 dengan 80 %. Faktor yang menyebabkan % semakin meninggkat dengan beban R, L dan
MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062
C di atur konstan. Dengan R = 22 Ω, L = 0.2 −1
H dan C = 8 µF. =
2 π (251.64) ¿ ¿
nilai tegangan kapasitor yang di dapat
fluktuatif. Dimana nilai fluktuatif ini terjadi = −316,23 Ω
karena kurangnya kepresisian alat atau
human error. Dimana sehharusnya tegangan c. Menentukan nilai impedansi total pada
kapasitor berbanding terbalik dengan rangkaian (ZT)
frekuensi. Sesuai dengan persamaan
Vc = [Link] = I.
1 ZT =R+ jωL− ( ωC1 )
2 π fc
R+ ( j 2 πfL−
2 πfC )
Kemudian nilai tegangan induktor yang
1
=
didapatkan fluktuatif. Dimana nilai fluktuatif

( )
ini terjadi karena kurangnya kepresisian alat 1
atau human error, Dimana sehharusnya ¿ 22+ j 2 π (251,64)(0.2)− −6
tegangan induktor berbanding lurus dengan 2 π (251.64)(8 ×10 )
frekuensi. Sesuai dengan persamaan ¿ 22− j335.05
VL = [Link] = I.2 π fL
¿ 22 ∠−86.24 ° Ω
Untuk nilai tegangan resistor yang
didapatkan fluktuatif. Dimana seharusnya
d. Menentukan nilai total arus pada rangkaian
nilai tegaangan resistor konstan, karena
(IT)
resistor merupakan hambatan murni yang
tidak terkait dengan nilai frekuensi.
Untuk nilai VLC nilai tegangan yang di V
IT =
dapatkan fluktuatif. Dimana nilai fluktuatif ZT
ini terjadi karena kurangnya kepresisian alat
atau human error. 5
=
22∠−86.24 °
Perhitungan menggunakan data fR = 0 dari
= 0,227 ∠86.24 ° A
hasil pengukuran.
Diketahui :
e. Menentukan tegangan pada masing-masing
V=5V
R = 22 Ω komponen (VC, VL, VR, VLC)
L = 0,2 H  Tegangan Kapasitor (VC)
C = 8 × 10-6 F VC = IT x XC
= ∠ 86.24 °
0,227 x (
a. Menentukan nilai frekuensi resonansi pada
1
rangkaian (fR)
−6
¿
1 2 π (251.64)( 8× 10 )
f R=
2 π √ LC = 35.94 V
1  Tegangan Induktor (VL)
¿ VL = IT x XL
2 π √ 0.2× 8× 10
−6
= 0,227 ∠ 86.24 ° x (2 πfL ¿
¿ 125.82 Hz
= ∠ 86.24 °
0,227 x (2
f R −10=115,82 Hz
π x 50 x 0,2 ¿
b. Menentukan nilai XL dan XC = 35.93 V
XL = jωL  Tegangan Resistor (VR)
= j 2 πfL VR = IT x R
= j 2 π (251,64)(0.2) = 0,227 ∠ 86.24 ° x 22
=5V
= 316,22 Ω
1
XC = - j  Tegangan LC (VLC)
ωC VLC = IT x (XL - XC)
−1 = 0.227 x 0.0076
=
2 πfC = 0.002 V
MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062
f. Menentukan nilai persentase error pada fR+10 22 0.2 8 135.82 0.153
masing-masing komponen fR+20 22 0.2 8 145.82 0.097
fR+30 22 0.2 8 155.82 0.070
VR −V R fR+40 22 0.2 8 165.82 0.055
%error = ¿ ∨¿ x 100%
Hitung ukur

VR Hitung
Berdasarkan Tabel 5.9 dapat dinilai
5−5
=¿ ∨¿ x 100% bahwa pada saat R, L, dan C yang diatur
5 konstan, dengan FR sebelum divsriasikan
=0% yaitu 125.84 Hz. Kemudiaan FR divariasikan
dengan mengurangi 10 sampai dengan 40
Tabel 5.8 Perhitungan Z total FR awal mengakibatkan nilai arus total yang
Ztota semakin meningkat. Setelah itu di variasikan
R L C fR
l kembali FR awal dengan menambahkan 10
Step
(µF
(Ω) (H) (Hz) (Ω) sampai dengan 40 FR awal menghasilkan
)
125.9
arus total yang semakin menurun. Untuk
fR-40 22 0.2 8 85.82 mencari arus total dengan menggunakan
1
fR-30 22 0.2 8 95.82 89.94 persamaan
105.8 V
fR-20 22 0.2 8 59.26 IT =
2 ZT
115.8
fR-10 22 0.2 8 34.23
2 Tabel 5.10 Hasil Perhitungan VR
125.8 R L C fR Vr
fR 22 0.2 8 22.00
2 Step %
(Ω) (H) (µF) (Hz) ukur hitung
fR+1 135.8 error
22 0.2 8 32.71
0 2 fR-40 22 0.2 8 85.82 6.400 0.87632.55
fR+2 145.8 fR-30 22 0.2 8 95.82 7.100 1.22480.54
22 0.2 8 51.72 fR-20 22 0.2 8 105.82 9.100 1.86390.24
0 2
fR+3 155.8 fR-10 22 0.2 8 115.82 7.600 3.21136.51
22 0.2 8 71.60 fR 22 0.2 8 125.82 45.000 5.00800.00
0 2
fR+4 165.8 fR+10 22 0.2 8 135.82 8.300 3.36146.78
22 0.2 8 91.10 fR+20 22 0.2 8 145.82 8.100 2.13280.87
0 2
fR+30 22 0.2 8 155.82 6.700 1.54336.09
fR+40 22 0.2 8 165.82 5.900 1.21388.61
Berdasarkan Tabel 5.8 di atas dapat di
analisa bahwa nilai fR yang divariasi, dengan
nioai nilai R, L, dan C yang diatur konstan,
didapatkan nilai impedansi total (ZT) yang
fluktuatif, hal ini disebabkan oleh nilai FR
yang divariasi Semakin menurun yaitu
dengan mengurangi FR dari -10, -20, -30, -40
mengakibatkan nilai Ztotal menurun dan
pada saat FR divariasikan semakin
meningkat dengan ditambahkan FR 10
sampai dengan 40 mengakibatkan Ztotal
yang semakin meningkat. Dengan FR awal
sebelum divariasikan yaitu 125.82 Hz. Untuk
menghitung Ztotal dengan menggunakan
persamaan
Grafik 5.1 Perbandingan VR Hitung Terhadap

( 1
)
Frekuensi Resonansi (fR)
ZT =R+ jωL−
ωC
Berdasarkan Tabel 5.10 dapat di analisa
bahwa, pada saat R, L, dan C diatur konstan
Tabel 5.9 perhitungan IT dengan FR awal sebelum di variasi yaitu
R L C fR Itotal 125.82 Hz konstan. Kemudian FR awal
Step
(Ω) (H) (µF) (Hz) (A) divariasikan dengan mengurangi 10 sampai
fR-40 22 0.2 8 85.82 0.040
dengan 40 FR awal menghasilkan VR ukur
fR-30 22 0.2 8 95.82 0.056
fR-20 22 0.2 8 105.82 0.084 fluktuatif dan VR hitung yang semakin
fR-10 22 0.2 8 115.82 0.146 meningkat untuk % error yabg didapatkan
fR 22 0.2 8 125.82 0.227 fluktuatif, dimana % terjadi karena selisih
MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062
antara VR ukur dan VR itung. Setelah itu FR error fluktuatif dikarenakan selisih antara
awal divariasi dengan menambah FR awal VR hitung dan VR ukur
dari 10 sampai dengan 40, menghasilkan
nilai VR ukur dab VR hitung yang semakin Tabel 5.12 Hasil Perhitungan VC
menurun dengan dengan % erroe yang R L C fR Vc
didapatkan semakin besar. Dimana % error Step (µF
(Ω) (H) (Hz) ukur hitung % error
)
semakin besar dikarenakan besarnya selisih 12.40
antara VR itung dan VR ukur. fR-40 22 0.2 8 85.82
0 9.21 34.70
12.00
fR-30 22 0.2 8 95.82
0 11.54 3.97
Tabel 5.11 Hasil Perhitungan VL
fR-20 22 0.2 8 105.82 6.700 15.86 57.76
Step R VL fR-10 22 0.2 8 115.82 7.300 25.09 70.90
L C
(Ω (Hz) % fR 22 0.2 8 125.82 4.600 35.94 87.20
(H) (µF) ukur hitung error
) fR+10 22 0.2 8 135.82 4.400 22.39 80.35
fR-40 22 0.2 8 85.82 9.300 4.28 117.15 fR+20 22 0.2 8 145.82 4.000 13.19 69.67
fR-30 22 0.2 8 95.82 9.100 6.69 35.95 fR+30 22 0.2 8 155.82 3.300 8.92 62.99
fR+40 22 0.2 8 165.82 3.100 6.59 52.92
fR-20 22 0.2 8 105.82 7.300 11.22 34.94
fR-10 22 0.2 8 115.82 4.600 21.26 78.36
fR 22 0.2 8 125.82 7.900 35.93 78.02
fR+10 22 0.2 8 135.8211.500 26.09 55.93
fR+20 22 0.2 8 145.82 4.800 17.71 72.90
fR+30 22 0.2 8 155.82 8.600 13.67 37.11
fR+40 22 0.2 8 165.82 3.400 11.44 70.27

Grafik 5.3 Perbandingan VC Hitung Terhadap


Frekuensi Resonansi (fR)

Berdasarkan Tabel 5.12 dapat di analisa


bahwa, pada saat R, L, dan C diatur konstan
dengan FR awal sebelum di variasi yaitu
125.82 Hz konstan. Kemudian FR awal
Grafik 5.2 Perbandingan VL Hitung Terhadap divariasikan dengan mengurangi 10 sampai
Frekuensi Resonansi (fR) dengan 40 FR awal menghasilkan VC ukur
fluktuatif dan VC hitung yang semakin
Berdasarkan Tabel 5.11 dapat meningkat, untuk % error yang didapatkan
di analisa bahwa, pada saat R, L, dan C fluktuatif, dimana % terjadi karena selisih
diatur konstan dengan FR awal sebelum di antara VC ukur dan VC hitung. Setelah itu
variasi yaitu 125.82 Hz konstan. Kemudian FR awal divariasi dengan menambah FR
FR awal divariasikan dengan mengurangi 10 awal dari 10 sampai dengan 40,
sampai dengan 40 FR awal menghasilkan VL menghasilkan nilai VC ukur dan VC hitung
ukur fluktuatif dan VL hitung yang semakin yang semakin menurun dengan dengan %
meningkat untuk % error yang didapatkan error yang didapatkan semakin menurun.
fluktuatif, dimana % terjadi karena selisih Dimana % error semakin menurun
antara VL ukur dan VL hitung. Setelah itu dikarenakan selisih antara VR hitung dan VR
FR awal divariasi dengan menambah FR ukur
awal dari 10 sampai dengan 40,
menghasilkan nilai VL ukur dan VL hitung Tabel 5.13 Hasil Perhitungan VLC
yang semakin menurun dengan dengan % R L C fR VLC
error yang didapatkan fluktuatif. Dimana % Step
(Ω) (H) (µF) (Hz) ukur hitung % error
fR-40 22 0.2 8 85.82 0.550 4.92 88.83

MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062


fR-30 22 0.2 8 95.82 0.380 4.85 92.16 Pada tabel di atas juga dapat dianalisa
fR-20 22 0.2 8 105.82 0.520 4.64 88.80 beban kapasitor (C) semakin meningkat
fR-10 22 0.2 8 115.82 0.360 3.83 90.60 maka arus yang mengalir pada kapasitor (IC)
fR 22 0.2 8 125.82 0.740 0.0017 42652.28
akan semakin meningkat. Hal ini
fR+10 22 0.2 8 135.82 0.460 3.70 87.57
fR+20 22 0.2 8 145.82 0.700 4.53 84.53 menunjukkan bahwa C berbanding lurus
fR+30 22 0.2 8 155.82 0.600 4.76 87.39 dengan IC, sesuai dengan persamaan:
fR+40 22 0.2 8 165.82 0.320 4.85 93.40
Berdasarkan Tabel 5.13 dapat di analisa V
I C=
bahwa, pada saat R, L, dan C diatur konstan XC
dengan FR awal sebelum di variasi yaitu
125.82 Hz konstan. Kemudian FR awal Ketika beban kapasitor (C) semakin
divariasikan dengan mengurangi 10 sampai meningkat maka arus yang mengalir pada
dengan 40 FR awal menghasilkan VLC ukur induktor (IL) akan semakin meningkat. Hal
fluktuatif dan VLC hitung yang semakin ini menunjukkan bahwa C berbanding lurus
menurun, untuk % error yang didapatkan dengan IL, sesuai dengan persamaan:
fluktuatif, dimana % terjadi karena selisih
antara VLC ukur dan VLC hitung. Setelah itu V
FR awal divariasi dengan menambah FR I L=
awal dari 10 sampai dengan 40,
XL
menghasilkan nilai VLC ukur fluktuatif dan
VLC hitung yang semakin meningkat dengan Ketika beban kapasitor (C) semakin
dengan % error yang didapatkan semakin meningkat maka arus yang mengalir pada
besar. Dimana % error semakin besar resistor (IR) akan semakin meningkat. Hal ini
dikarenakan besarnya selisih antara VLC menunjukkan bahwa C berbanding lurus
hitung dan VLC ukur. dengan IR, sesuai dengan persamaan:

5.5.2 Kombinasi Paralel Rangkaian RLC V


I R=
A. Pembuktian Rumus Frekuensi R
Resonansi Rangkaian Paralel RLC
Untuk nilai beban kapasitor (C) yang
Tabel 5.14 Pengukuran percobaan respon meningkat didapatkan nilai arus yang
frekuensi rangkaian Pararel RLC mengalir di induktor kapasitor (ILC) semakin
R L C ƒ IC IL IR ILC IT meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa
( Ω ) ( H ) ( μF ) ( Hz) ( A ) ( A ) ( A ) ( A ) ( A ) beban kapasitor (C) berbanding lurus dengan
251. 0.22 ILC sesuai dengan persamaan:
22 0.2 2 11.3 33 161 11.1 ILC = IL + IC
64 7
177. 0.22
22 0.2 4 16.1 48 161 15.7 Pada saat beban kapasitor meningkat maka
94 7
125. 0.22 arus total (IT) konstan. Hal ini tidak sesuai
22 0.2 8 22.8 67 161 22.2 dengan persamaan:
82 7
V
I T=
Berdasarkan tabel 5.14 pada percobaan ZT
pembuktian rumus frekuensi resonansi
rangkaian paralel RLC, beban resistor (R) Perhitungan menggunakan data pertama
diatur konstan sebesar 22 Ω, beban induktor dari hasil pengukuran
juga diatur konstan sebesar 0,2 H. Sedangkan
Diketahui :
beban kapasitor divariasikan dari 2 µF
sampai 8 µF. Dapat dianalisa bahwa pada R = 22 Ω
saat beban kapasitor meningkat maka L = 0.2 H
frekuensi resonansi yang didapatkan C = 2 µF
menurun. Hal ini menunjukkan bahwa beban V=5V
kapasitor (C) berbanding terbalik terhadap
frekuensi resonansi (FR), sesuai dengan a. Menentukan nilai frekuensi resonansi
persamaan :
pada rangkaian (fR)
1
f R= 1
2 π √ LC f R=
2 π √ LC
MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062
1 158.11
¿ ¿
2 π √ 0.2× 2×10 158.11+22
−6

¿ 251.64 Hz ¿ 0.20 A

b. Menentukan nilai XL dan XC  Arus di kapasitor (IC)


XL = jωL XL
I C=
= j 2 πfL X L+ X C
= j 2 π (251,64)(0.2) 316.22
¿
= 316,22 Ω 316.22+316.24
1 ¿ 0.014 A
XC = - j
ωC
 Arus di Induktor (IL)
−1
= XC
2 πfC I L=
−1 X L+ X C
= 316.24
2 π (251.64) ¿ ¿ ¿
= −316,23 Ω
316.22+316.24
¿ 0.014 A
[Link] nilai impedansi total pada  Arus di Induktor dan Kapasitor (ILC)
rangkaian (Zt) I LC =I T −I R
1 ¿ 0.227−0.20
ZT =


¿ 0.03 A
( ) ( )
1 2 1 2
+j f. Menentukan nilai persentase error pada
R 1
ωL− masing masing komponen
ωC  Persentase error arus di resistor

| |
1 I R hitung −I R ukur
¿

√(
% error I R = ×100 %
) ( )
2 2
1 1 I R hitung
+j −2 πfC
R 2 πfL
¿
1 % error I R = |0.20−0.161
0.20 |×100 %
√(
1 2
) ( )
2
1 % error I R =19.21
−2 %
+j −2 π ×251.64 × 8 ×10
22 2 π ×251.64 × 0.2  Persentase error arus di kapasitor

| |
¿ 22 Ω I C hitung −I C ukur
% error I C = ×100 %
I C hitung
d. Menentukan nilai total arus pada
rangkaian (IT)

I t=
V
% error I C = |0.014−0.0113
0.014 |×100 %
Zt % error I C =18.49 %
5  Persentase error arus di inductor
¿

| |
22 I L hitung −I Lukur
¿ 0.227 A % error I L = ×100 %
I L hitung
e. Menentukan arus masing–masing
komponen (IC, IL, IR, ILC)
 Arus di Resistor (IR)
% error I L = |0.014−0.033
0.014 |×100 %
Z LC % error I L =138.03 %
I R=
Z LC + R  Persentase error arus di inductor dan
kapasitor

MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062


| |
fR-10 22 0.2 8 105.8
I LC hitung −I LC ukur 2
47.3 10.6 161 36 0.228
% error I LC = × 100 %
I LC hitung fR 22 0.2 8 125.8
49.2 10.2 161 38.8 0.227
2
0.03−0.3
| |
fR+10 22 0.2 8 145.8
40 12 161 30.9 0.227
% error I LC = × 100 % 2
0.03 fR+20 22 0.2 8 165.8
44.3 12.9 161
2 44.5 0.228
% error I LC =8566 %
fR+30 22 0.2 8 185.8
43.4 11 161
2 30.8 0.229

Untuk perhitungan selanjutnya dengan cara fR+40 22 0.2 8 205.8


45.7 10 161
yang sama, diperoleh hasil pada tabel 2 30 0.230
berikut.

Tabel 5.15 Perhitungan Rumus pada Berdasarkan tabel 5.16 dapat dianalisa
percobaan Frekuensi Resonansi Rangkaian bahwa FR yang di dapatkan semakin
Paralel RLC meninggkat dengan beban R, L dan C di atur
konstan. Dengan R = 22 Ω, L = 0.2 H dan C
= 8 µF.
Arus kapasitor yang di dapatkan
Besaran Nilai fluktuatif, dimana seharusnya arus
Data 1 Data 2 Data 3 berbanding terbalik dengan frekuensi.
R 22 22 22 Dimana nilai fluktuatif terjadi karena
L 0.2 0.2 0.2 kurangnya kepresisisan alat atau human
error. Dimana untuk mengetahui arus
C 2 4 8
kapasitor menggunakan persamaan
FR 251.64 177.94 125.82 𝐼𝐶 = 𝑉/𝑋𝐶
IR ukur 0.161 0.161 0.161
Arus induktor yang di dapatkan
fluktuatif, dimana seharusnya arus
IR hitung 0.20 0.20 0.20 berbanding terbalik dengan frekuensi.
% error IR 19.21 19.21 19.21 Dimana nilai fluktuatif terjadi karena
kurangnya kepresisisan alat atau human
IL ukur 0.033 0.048 0.067
error. Dimana untuk mengetahui arus
IL hitung 0.014 0.014 0.014 induktor menggunakan persamaan
% error IL 138.03 246.23 383.27
𝐼L = 𝑉/𝑋L
Arus resistor yang di dapatkan fluktuatif,
IC ukur dimana seharusnya arus berbanding terbalik
0.0113 0.0161 0.0228
IC hitung 0.014 0.014 0.014 dengan frekuensi. Dimana nilai fluktuatif
terjadi karena kurangnya kepresisisan alat
% error IC 18.49 16.13 64.47
atau human error. Dimana untuk mengetahui
ILC ukur 0.011 0.016 0.022 arus resistor menggunakan persamaan
ILC hitung 0.03 0.03 0.03
𝐼R = 𝑉/𝑋R
Untuk nilai ILC nilai arus yang di
% error ILC 59.97 43.38 19.93 dapatkan fluktuatif. Dimana nilai fluktuatif
ini terjadi karena kurangnya kepresisian alat
B. Analisa Respon Frekuensi Rangkaian atau human error. Arus ILC terjadi karena
Paralel RLC selisih antara IC dan IL. Untuk mengetahui
nilai ILC menggunakan persamaan
Tabel 5.16 Pengukuran Percobaan 𝐼𝐿𝐶 = 𝐼𝐿 + 𝐼𝐶
PembuktianRumus Frekuensi Resonansi
Rangkaian Paralel RLC 
Perhitungan menggunakan data pertama
Step R L C fR IC IL IR dari hasil pengukuran
ILC IT
(Ω) (H) (µF) (Hz) (mA) (mA) (mA) Diketahui :
(mA) (mA)

fR-40 0.2 8
R = 22 Ω
22 45.82 45.8 11 161 34.3 0.239
L = 0.2 H
fR-30 22 0.2 8 65.82 44.8 10.6 161 38 0.231 C = 8 µF
fR-20 22 0.2 8 85.82 44.3 10.8 161 38.6 0.229 V=5V
MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062
a. Menentukan nilai frekuensi resonansi e. Menentukan arus masing–masing
pada rangkaian (fR) komponen (IC, IL, IR, ILC)
1  Arus di Resistor (IR)
f R=
2 π √ LC Z LC
I R= x IT
1 Z LC + R
¿
2 π √ 0.2× 8× 10 50.84
−6
¿ x 239.43
¿ 125,82 Hz 50.84+22
¿ 167.11 mA
b. Menentukan nilai XL dan XC
XL = jωL  Arus di kapasitor (IC)
= j 2 πfL XL
I C= x IT
= j 2 π (251,64)(0.2) X L+ X C
= 316,22 Ω 57,58
¿ x 239.43
1 57.58+ 434.28
XC = - j
ωC ¿ 28.03 mA
−1
=  Arus di Induktor (IL)
2 πfC
XC
−1 I L= x IT
= X L+ X C
2 π (251.64) ¿ ¿
= −316,23 Ω
434.28
¿ x 239.43
57.58+ 434.28
c. Menentukan nilai impedansi total pada ¿ 211.39 mA
rangkaian (Zt)  Arus di Induktor dan Kapasitor (ILC)
1 I LC =I T −I R
ZT =


¿ 239.43−167.11
( ) ( )
2 2
1 1
+j ¿ 72.318 mA
R 1
ωL− f. Menentukan nilai persentase error pada
ωC
masing masing komponen
1  Persentase error arus di resistor
¿

√( ) ( ) | |
2 2
1 1 I R hitung −I R ukur
+j −2 πfC % error I R = ×100 %
R 2 πfL I R hitung

|) |
1 167.111−161
¿

√(
% error I R = 2 × 100 %
) (
2
1 1 −2 167.11
+j −2 π × 125.82× 8× 10
22 2 π ×125.82 ×0.2 % error I R =3.66 %
¿ 20.88 Ω  Persentase error arus di kapasitor

| |
d. Menentukan nilai total arus pada I C hitung −I C ukur
rangkaian (IT) % error I C = ×100 %
V I C hitung
I t=

¿
Zt
5
% error I C = |28.03−45.8
28.03 |
×100 %

377.25 % error I C =63.37 %


¿ 239.43 mA  Persentase error arus di inductor

% error I L =
| |
I L hitung −I Lukur
I L hitung
×100 %

MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062


| |
211.39−434.19 fR+30 22 0.2 8 155.82 228.68
% error I L = × 100 % fR+40 22 0.2 8 165.82 229.57
211.39 Berdasarkan Tabel 5.18 dapat dianalisa
% error I L =105.39 % bahwa pada saat R, L, dan C yang diatur
konstan, dengan FR sebelum divariasikan
 Persentase error arus di inductor dan yaitu 125.82 Hz. Kemudiaan FR divariasikan
kapasitor dengan mengurangi 10 sampai dengan 40

| |
I LC hitung −I LC ukur FR awal mengakibatkan nilai arus total yang
% error I LC = × 100 % semakin meningkat. Setelah itu di variasikan
I LC hitung kembali FR awal dengan menambahkan 10

|72.318−34.3
72.318 |
sampai dengan 40 FR awal menghasilkan
% error I LC = ×100 % arus total yang semakin meningkat juga.
Untuk mencari arus total dengan
% error I LC =52.57 % menggunakan persamaan

Tabel 5.17 Hasil Perbandingan ZTotal V


R L C fR Ztotal I t=
Step Zt
(Ω) (H) (µF) (Hz) (Ω)
fR-80 22 0.2 8 45.82 20.88
fR-60 22 0.2 8 65.82 21.60 Tabel 5.19 Hasil Perhitungan IR
fR-40 22 0.2 8 85.82 21.87 R L IRC fR
fR-20 22 0.2 8 105.82 21.97 Step hitun %
(Ω) (H) (µF) (Hz) ukur
fR 22 0.2 8 125.82 22.00 g error
fR+20 22 0.2 8 145.82 21.98 fR-40 22 0.2 8 85.82 161 167.11 3.66
fR+40 22 0.2 8 165.82 21.93 fR-30 22 0.2 8 95.82 161 172.90 6.88
fR+60 22 0.2 8 185.82 21.87 105.8 161
fR+80 22 0.2 8 205.82 21.78 fR-20 22 0.2 8
2 176.01 8.53
Berdasarkan Tabel 5.17 di atas dapat di 115.8 161
analisa bahwa nilai fR yang divariasi, dengan fR-10 22 0.2 8
2 177.42 9.26
nilai R, L, dan C yang diatur konstan, 125.8 161
fR 22 0.2 8
didapatkan nilai impedansi total (ZT) yang 2 177.80 9.45
fluktuatif, hal ini disebabkan oleh nilai FR 135.8 161
fR+10 22 0.2 8
yang divariasi Semakin meningkat yaitu 2 177.53 9.31
dengan mengurangi FR dari -20, -40, -60, - 145.8 161
fR+20 22 0.2 8
80 mengakibatkan nilai Ztotal semakin 2 176.86 8.97

meningkat dan pada saat FR divariasikan 155.8 161


fR+30 22 0.2 8
2 175.94 8.49
semakin menurun dengan ditambahkan FR
165.8 161
20 sampai dengan 80 mengakibatkan Ztotal fR+40 22 0.2 8
2 174.89 7.94
yang semakin menurun. Dengan FR awal
sebelum divariasikan yaitu 125.82 Hz. Untuk
menghitung Ztotal dengan menggunakan
persamaan
Perbandingan IR Hitung
ZT =
1 Terhadap Frekuensi


Resonansi (FR)
( ) ( )
1 2 1 2
+j
IR Hitung (mA)

R 1 180 177.42177.8177.53
176.86
ωL− 176.01 175.94
174.89
ωC 172.9

170167.11
Tabel 5.18 Hasil Perhitungan ITotal
R L C fR Itotal
Step 160
(Ω) (H) (µF) (Hz) (A)
95 2
10 82
11 82
12 82
13 82
14 82
15 82
16 82
82
.8

fR-40 22 0.2 8 85.82 239.43


.
5.
5.
5.
5.
5.
5.
5.
85

fR-30 22 0.2 8 95.82 231.48


fR-20 22 0.2 8 105.82 228.62 fR (Hz)
fR-10 22 0.2 8 115.82 227.54
fR 22 0.2 8 125.82 227.27
fR+10 22 0.2 8 135.82 227.47
fR+20 22 0.2 8 145.82 227.96

MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062


Grafik 5.5 Perbandingan IL Hitung
Perbandingan IL Hitung Terhadap Frekuensi
Resonansi (FR)
Terhadap Frekuensi
IR Hitung (mA)
Resonansi (FR) Berdasarkan Tabel 5.20 dapat di analisa
211.39 bahwa, pada saat R, L, dan C diatur konstan
220
181.74 dengan FR awal sebelum di variasi yaitu
180 156.03 125.82 Hz konstan. Kemudian FR awal
133.27
140 113.64 divariasikan dengan mengurangi 10 sampai
97.08
100 83.29 dengan 40 FR awal menghasilkan IL ukur
71.89
62.45 dan IL hitung semakin menurun, dan untuk
60 % error yang didapatkan juga semakin
2 2 2 2 2 2 2 2 2
.8 .8 .8 .8 .8 .8 .8 .8 .8 menurun, dimana % error terjadi dikarenakan
85 95 105 115 125 135 145 155 165
selisih antara IL ukur dan IL hitung. Setelah
fR (Hz) itu FR awal divariasi dengan menambah FR
awal dari 10 sampai dengan 40,
Grafik 5.4 Perbandingan IR Hitung Terhadap menghasilkan nilai IL ukur dan IL hitung
Frekuensi Resonansi (FR) yang semakin menurun dengan % error yang
didapatkan semakin meningkat Dimana %
Berdasarkan Tabel 5.19 dapat di analisa error yang semakin meningkat dikarenakan
bahwa, pada saat R, L, dan C diatur konstan selisih antara IR hitung dan IR ukur
dengan FR awal sebelum di variasi yaitu
125.82 Hz konstan. Kemudian FR awal Tabel 5.21 Hasil Perhitungan Ic
R L C fR Ic
divariasikan dengan mengurangi 10 sampai Ste
(H (µF
dengan 40 FR awal menghasilkan IR ukur p (Ω) (Hz) ukur hitung % error
) )
konstan dan IR hitung yang semakin fR-
22 0.2 8 85.82 45.8
meningkat untuk % error yang didapatkan 40 28.03 63.37
fR-
semakin meningkat, dimana % terjadi karena 30
22 0.2 8 95.82 44.8
49.73 9.92
selisih antara IR ukur dan IR hitung. Setelah fR- 105.8
itu FR awal divariasi dengan menambah FR 22 0.2 8 44.3
20 2 72.59 38.97
awal dari 10 sampai dengan 40, fR-
22 0.2 8
115.8
47.3
menghasilkan nilai IR ukur konstan dan IR 10 2 94.27 49.82
125.8
hitung yang fluktuatif dengan % error yang fR 22 0.2 8
2
49.2
113.63 56.70
didapatkan semakin menurun Dimana % 135.8 40. 130.3
fR+10 22 0.2 8
error didapatkan dari selisih antara IR hitung 2 0 969.32
dan IR ukur. 145.8 44. 144.6
fR+20 22 0.2 8
2 3 769.38
155.8 43. 156.7
Tabel 5.20 Hasil Perhitungan IL fR+30 22 0.2 8
2 4 972.32
R L C fR
IL 165.8 45. 167.1
fR+40 22 0.2 8
Step hitun % 2 7 272.65
(Ω) (H) (µF) (Hz) ukur
g error
fR-40 22 0.2 8 85.82 434.19 211.39 105.39
fR-30 22 0.2 8 95.82 302.25 181.74 66.31
105.8 231.82
fR-20 22 0.2 8
2 156.03 48.57
115.8 188.00
fR-10 22 0.2 8
2 133.27 41.07
125.8 158.12
fR 22 0.2 8
2 113.64 39.14
135.8 136.43
fR+10 22 0.2 8
2 97.08 40.54
145.8 119.98
fR+20 22 0.2 8
2 83.29 44.04
155.8 107.06
fR+30 22 0.2 8
2 71.89 48.93
165.8 96.66
fR+40 22 0.2 8
2 62.45 54.77

MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062


Perbandingan IC Hitung
Grafik 5.6 Perbandingan Ic Hitung Terhadap
Frekuensi Resonansi (FR) Terhadap Frekuensi
Resonansi (FR)
Berdasarkan Tabel 5.21 dapat di
analisa bahwa, pada saat R, L, dan C diatur 167.12
180 156.79
144.67
konstan dengan FR awal sebelum di variasi 140
130.39
113.63

IC Hitung (mA)
yaitu 125.82 Hz konstan. Kemudian FR awal 94.27
divariasikan dengan mengurangi 10 sampai 100 72.59
49.73
dengan 40 FR awal menghasilkan IC ukur 60 28.03
menurun dan IC hitung yang semakin 20
meningkat, untuk % error yang didapatkan 2 2 2 2 2 2 2 2 2
.8 .8 .8 .8 .8 .8 .8 .8 .8
fluktuatif, dimana % terjadi karena selisih 85 95 105 115 125 135 145 155 165
antara IC ukur dan IC hitung. Setelah itu FR
awal divariasi dengan menambah FR awal fR (Hz)
dari 10 sampai dengan 40, menghasilkan
nilai IC ukur fluktuatif dan IC hitung yang 1. Pada kombinasi seri rangkaian RLC
semakin meningkat dengan % error yang saat nilai kapasitansi berubah semakin
didapatkan semakin meningkat. Dimana % besar dari 2, 4 dan 8 μF maka nilai dari
error didapatkan dari selisih antara Ic hitung frekuensi resonansi akan menurun,
dan Ic ukur dimana akan mepengaruhi nilai tegangan
pada resistor, kapasitor dan induktor.
Tabel 5.22 Hasil Perhitungan ILC Kapasitansi dan induktansi akan
R L C fR ILC mempengaruhi nilai dari resonansi
Step
(Ω) (H) (µF) (Hz) ukur
hitun % frekuensi, namun pada percobaan ini
g error menggunakan induksi diatus konstan
fR-40 22 0.2 8 85.82 34.3 72.318 52.57
fR-30 22 0.2 8 95.82 38.0 58.574 35.12
maka nilai kapasitansi yang akan
105.8 mempengaruhi nilai resonansi frekuensi.
fR-20 22 0.2 8 38.6
2 52.610 26.63 2. Pada kombinasi paralel rangkaian
fR-10 22 0.2 8
115.8
36.0 RLC
2 50.115 28 Pada saat nilai kapasitansi berubah
125.8
fR 22 0.2 8
2
38.8
49.477 22
semakin besar maka mengakibatkan nilai
135.8 dari frekuensi resonansi menurun.
fR+10 22 0.2 8 30.9
2 49.940 38.13 Dimana nilai dari frekuensi resonansi
fR+20 22 0.2 8
145.8
44.5 akan mempengaruhi nilai dari impedansi
2 51.103 12.92 total.
155.8
fR+30 22 0.2 8 30.8
2 52.731 41.59
165.8 DAFTAR
fR+40 22 0.2 8 30.0
2 54.681 45.14
Berdasarkan Tabel 5.22 dapat di analisa PUSTAKA
bahwa, pada saat R, L, dan C diatur konstan Surjono, Herman Dwi, 2011. “Elektronika
dengan FR awal sebelum di variasi yaitu Lanjut”. Jember: Cerdas Ulet
125.82 Hz konstan. Kemudian FR awal Kreatif. Yogyakarta.
divariasikan dengan mengurangi 10 sampai Istajarul, Mohamad, 2017. “Rangkaian Seri
dengan 40 FR awal menghasilkan ILC ukur RLC Arus AC”. Departemem Fisika,
fluktuatif dan ILC hitung yang semakin Fakultas Matematika dan Ilmu
menurun, untuk % error yang didapatkan Pengetahuan Alam, Institut
semakin menurun , dimana % terjadi karena Teknologi Sepuluh November
selisih antara ILC ukur dan ILC hitung. (1TS) , Surabaya
Setelah itu FR awal divariasi dengan Fitrah,2020. “Analisa Dan Penyelesaian
menambah FR awal dari 10 sampai dengan Model Matematika Pada Rangkaian
40, menghasilkan nilai ILC ukur fluktuatif Listrik Orde Dua”. Universitas
dan ILC hitung yang semakin meningkat Potensi Utama. Medan. Sumatra
dengan % error yang didapatkan fluktuatif. Utara.
Dimana % error didapatkan dari selisih Tim Lab Listrik Dasar, Penuntun Praktikum
antara ILC hitung dan ILC ukur. Rangkaian Listrik, Lab Listrik Dasar
Fakultas Teknik Universitas
5.6 KESIMPULAN Mataram, 2023.

MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062


MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062

Anda mungkin juga menyukai