Respon Frekuensi Rangkaian RLC
Respon Frekuensi Rangkaian RLC
RESPON FREKUENSI
Abstrak
Respon frekuensi adalah medote pengukuran spektrum dari sebuah sistem pada titik keluarannya
setelah di beri penamparan variasi frekuensi dengan amplitudo konstan. Dalam percoban ini
terdapat 2 jenis rangkaian, yaitu rangkaian RLC seri dan paralel untuk mengetahui secara
eksperimen serta membuktikan frekuensi resonansi sebuah rangkaian LC seri dan menentukan
serta mengukur nilai arus percabangan, impedasi frekuensi, resonansi rangkaian RLC parallel.
Metode pengukuran respon frekuensi terhadap 2 jenis rangkaian RLC menggunakan Function
Generator dengan beban R dan L ditetapkan konstan yaitu berturut-turut 22 Ω dan 0,2H,
sedangkan beban kapasitor (C) divariasikan dari 2-8 µF. Menghasilkan FR, Vc, VL, VR, VLC serta
% error dari setiap komponen pada rangkaian RLC seri serta didapatkan F R, Ic, IL, IR, ILC, IT
serta % error dari setiap komponen pada rangkaian RLC paralel. Semakin besar nilai kapasitor
maka nilai FR menurun sehingga mempengaruhi nilai tegangan dan arus pada resistor,
kapasitor dan induktor
5.1 PENDAHULUAN
Pada percobaan respon frekuensi terdapat 5.2 DASAR TEORI
dua sub pembahasan yaitu kombinasi seri 5.2.1 Pengertian Respon Frekuensi dan
rangkaian RLC dan kombinasi paralel Jenisnya
rangkaian RLC, di mana setiap sub memiliki Tanggapan frekuensi adalah tanggapan
tujuan yaitu: keadaan mantap suatu sistem terhadap
masukan sinusoidal. Dalam metoda
5.1.1 Kombinasi Seri Rangkaian RLC tanggapan frekuensi, frekuensi sinyal
Tujuan Percobaan : masukan dalam suatu daerah frekuensi
1. Untuk dapat menentukan secara tertentu diubah dan tanggapan frekuensi yang
eksperimen Frekuensi Resonansi sebuah dihasilkan untuk dipelajari. Pengujian
rangkaian LC seri. tanggapan frekuensi pada umumnya
2. Untuk dapat membuktikan Resonansi sederhana dan dapat dilakukan secara teliti
dari sebuah rangkaian LC seri dengan dengan menggunakan pembangkit sinyal
Formula sinusoidal yang telah tersedia dan alat-alat
1 ukur yang teliti. Karakteristik respon
f R= ………………….…....... frekuensi suatu sistem dapat diperoleh secara
2 π √ LC langsung dari fungsi alih sinusoida, yaitu
….(5.1) fungsi alih yang diperoleh dengan mengganti
S dengan jω (frekuensi). Tinjau sistem linier
5.1.2 Kombinasi Paralel Rangkaian RLC parameter konstan, dengan masukkan x(t)
Tujuan Percobaan : adalah sinusoida: x(t) = X sin ωt.
1. Untuk dapat menentukan frekuensi
resonansi rangkaian RLC parallel secara
praktek.
2. Untuk dapat mengukur nilai arus
percabangan dan impedasi dari frekuensi
resonansi rangkaian RLC paralel.
Gambar 5.1 proses sistrm frekuensi
MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062
Respons frekuensi menggambarkan besar secara seri maupun paralel. Ketika komponen
dari gelombang sinus keluaran bervariasi tersebut digabungkan, maka membentuk
sebagai fungsi dari frekuensi gelombang suatu rangkaian listrik yang dapat
sinus masukan. menggabungkan seluruh fungsi dari masing -
masing komponen listrik tersebut.
5.2.1 Respon Frekuensi Tinggi
Ada dua faktor yang mempengaruhi 5.2.5 Rangkaian RLC Seri
tanggapan penguat pada frekuensi tinggi Rangkaian seri RLC pada arus bolak-balik
(respon frekuensi tinggi), yaitu: (a) kapasitor terdiri dari resistor (R), induktor (L) dan
liar, dan (b) Beta (β) yang tergantung kapasitor (C) yang dihubungkan dengan
frekuensi. Kapasitor liar merupakan efek sumber tegangan AC dan disusun secara seri.
kapasitansi yang muncul dari ujung-ujung Hambatan yang dihasilkan oleh resistor
terminal suatu komponen atau pengawatan disebut resistansi, hambatan yang dihasilkan
lainnya. Reaktansi kapasitor liar ini menjadi oleh induktor disebut reaktansi induktif (XL),
berarti bila dikerjakan pada frekuensi tinggi. dan hambatan yang dihasilkan oleh kapasitor
Sedangkan dari Beta (β) suatu transistor juga disebut reaktansi kapasitif (XC). Ketiga besar
sangat dipengaruhi oleh frekuensi. Artinya, hambatan tersebut ketika digabungkan dalam
beta (β) suatu transistor akan menurun bila disebut impedansi (Z) atau hambatan total
dikerjakan pada daerah frekuensi tinggi. (Fitrah. 2020)
(Surjono,2011: 22-23)
√ 2
V = I R 2+ ( I L−I C ) …..........……….(5.1)
−1 I L −I C
φ=tan ....……………......…...
IR
(5.2)
1 1
Gambar 5.3 Rangkaian penguat CE Z= = =Z <φ ....……..….......(5.3)
Y Y ←φ
5.2.3 Pengertian Rangkaian RLC
Rangkaian RLC merupakan rangkaian
listrik yang terdiri dari komponen kapasitor,
induktor, dan resistor yang dihubungan baik
MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062
Gambar 5.5 Rangkaian RLC Paralel
5.2.7 Resonansi
Resonansi bunyi adalah peristiwa ikut - Langkah percobaan
bergetarnya suatu sistem fisis yang
Menyiapkan peralatan yang
diakibatkan oleh sistem fisis lain yang digunakan
bergetar dengan frekuensi tertentu. Contoh I
dari peristiwa resonansi bunyi adalah sebuah
garpu tala yang digetarkan pada tabung. Menghubungkan Function Generator
II dengan sumber tegangan AC 220 V.
Akibat adanya garpu tala yang bergetar maka
tabung akan ikut bergetar dan merapat pada
pipa organa tertutup. Menghubungkan Kabel Probe ke
III output Function Generator.
5.3 METODOLOGI
5.3.1 Spesifikasi Alat dan Komponen
Mengatur Function Generator
1 Resistive Load (1 buah) IV
2 Inductive Load (1 buah)
Menghubungkan beban dengan
3 Capasitive Load (1 buah) Function generator sesuai dengan
4 Function Generator (1 buah) V Gambar
5 Digital Multimeter (1 buah)
6 Kabel Probe (1 buah) Mengatur frekuensi Function
VI Generator
7 Kabel Jumper Besar (10 buah)
Melakukan pengukuran tegangan pada
5.3.2 Kombinasi Seri Rangkaian RLC tiap-tiap beban
VII
- Gambar rangkaian
Mencatat hasil pengukuran
VIII
( ωC1 )
Vc = [Link] = I.
2 π fc ZT =R+ jωL−
Dan nilai tegangan induktor yang di dapat
kan semakin menurun seiring dengan
¿ R+ ( j 2 πfL−
2 πfC )
semakin menurunya frekuensi resonansi.
1
Karena tegangan induktor berbanding lurus
dengan frekuensi, sesuai dengan persamaan ¿ 22+¿
VL = [Link] = I.2 π fL
MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062
¿ 22− j0.015 % error V C =82.75 %
¿ 22 ∠−0.04 ° Ω
d. Menentukan nilai total arus pada Persentase error tegangan di inductor
| |
rangkaian (IT) V L hitung −V L ukur
V % error V L = × 100 %
I t= V L hitung
Zt
¿
5
22∠−0.04 °
% error V L = |71.87−13.9
71.87 |
×100 %
% error V R=
| V R hitung −V R ukur
V R hitung |
× 100 %
VLC ukur
VLC hitung
% error VLC
0.3
0.003
8566.00
0.12
0.0004
32939.67
0.66
0.002
38030.41
% error V R= |5.00−22
5.00 |
× 100 % Berdasarkan tabel 5.6 dapat dianalisa
bahwa pada saat beban R dan L diatur
% error V R=24 % konstan dan C diatur semakin meningkat
didapatkan FR yang semakin menurun dari
Persentase error tegangan di kapasitor data 1,2 dan 3 dimana untuk mengetahui
% error V C =
| V C hitung −V C ukur
V C hitung |
× 100 %
frekuensi resonansi digunakan persamaan
f R=
1
% error V C = |
71.87−12.4
71.87
×100 % | 2 π √ LC
| |
Dengan % error yang didapatkan pada
VR hitung−VR ukur
% error VR= ×100 %
tegangan resistor semakin fluktuatif. Faktor
VR hitung yang menyebabkan % error karena besarnya
selisih nilai antara VLC hitung Dan VLC
Kemudianv VL ukur dan hitung yang ukur. Dimana untuk mengetahui nilai % error
didapatkan semakin menurun dimana dengan menggunakan persamaan
tegangan tertinggi didapatkan pada data 1
dan tegangan terkecil didapatkan pada data
ke 3 antara ukur dan itung, dimana untuk
mengetahui tegangan induktor dengan
% error VLc= |VLc hitung−VLc
VLc hitung
ukur
|×100 %
menggunakan persamaan
B. Analisa Respon Frekuensi Rangkaian
V L=I T × Z L Seri RLC
Tabel 5.7 Pengukuran percobaan respon
frekuensi rangkaian seri RLC
Dengan % error yang didapatkan pada Ste C
tegangan resistor semakin fluktuatif. Dimana R L fR VC VL VR V
% error tertinggi didapatkan pada data ke 2 p (µF LC
(Ω) (H) (Hz) (V) (V) (V) (V)
dengan eror 86 % dan yang terkecil pada data )
1 dengan 80 %. Faktor yang menyebabkan %
fR-40 0.2 8 85.82 12.4 9.3 6.4 0.55
error karena besarnya selisih nilai antara VL 22
hitung Dan VL ukur. Dimana untuk
fR-30 22 0.2 8 95.82 12 9.1 7.1 0.38
mengetahui nilai % error dengan fR-20 0.2 8 105.8 6.7 7.3 9.1 0.52
menggunakan persamaan 22
2
fR-10 0.2 8 115.8 7.3 4.6 7.6 0.36
| |
22
VL hitung−VLukur 2
% error VL= ×100 % f 0.2 8 125.8 4.6 7.9 5.0 0.74
VL hitung R
22
2
fR+10 0.2 8 135.8 4.4 11.5 8.3 0.46
Kemudian VC ukur yang didapatkan semakin 22
2
fluktuatif dan VC hitung yang didapatkan fR+20 0.2 8 145.8 4.0 4.8 8.1 0.70
22
semakin menurun untuk mengetahui 2
tegangan kapasitor dengan menggunakan
persamaan fR+30
22
0.2 8 155.8 3.3 8.6 6.7 0.60
2
V C =I T × Z C
fR+40 0.2 8 165.8 3.1 3.4 5.9 0.32
22
2
Dengan % error yang didapatkan pada
tegangan resistor semakin fluktuatif. Dimana
% error tertinggi didapatkan pada data ke 2 Berdasarkan tabel 5.5 dapat
dengan eror 86 % dan yang terkecil pada data dianalisa bahwa FR yang di dapatkan
1 dengan 80 %. Faktor yang menyebabkan % semakin meninggkat dengan beban R, L dan
MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062
C di atur konstan. Dengan R = 22 Ω, L = 0.2 −1
H dan C = 8 µF. =
2 π (251.64) ¿ ¿
nilai tegangan kapasitor yang di dapat
fluktuatif. Dimana nilai fluktuatif ini terjadi = −316,23 Ω
karena kurangnya kepresisian alat atau
human error. Dimana sehharusnya tegangan c. Menentukan nilai impedansi total pada
kapasitor berbanding terbalik dengan rangkaian (ZT)
frekuensi. Sesuai dengan persamaan
Vc = [Link] = I.
1 ZT =R+ jωL− ( ωC1 )
2 π fc
R+ ( j 2 πfL−
2 πfC )
Kemudian nilai tegangan induktor yang
1
=
didapatkan fluktuatif. Dimana nilai fluktuatif
( )
ini terjadi karena kurangnya kepresisian alat 1
atau human error, Dimana sehharusnya ¿ 22+ j 2 π (251,64)(0.2)− −6
tegangan induktor berbanding lurus dengan 2 π (251.64)(8 ×10 )
frekuensi. Sesuai dengan persamaan ¿ 22− j335.05
VL = [Link] = I.2 π fL
¿ 22 ∠−86.24 ° Ω
Untuk nilai tegangan resistor yang
didapatkan fluktuatif. Dimana seharusnya
d. Menentukan nilai total arus pada rangkaian
nilai tegaangan resistor konstan, karena
(IT)
resistor merupakan hambatan murni yang
tidak terkait dengan nilai frekuensi.
Untuk nilai VLC nilai tegangan yang di V
IT =
dapatkan fluktuatif. Dimana nilai fluktuatif ZT
ini terjadi karena kurangnya kepresisian alat
atau human error. 5
=
22∠−86.24 °
Perhitungan menggunakan data fR = 0 dari
= 0,227 ∠86.24 ° A
hasil pengukuran.
Diketahui :
e. Menentukan tegangan pada masing-masing
V=5V
R = 22 Ω komponen (VC, VL, VR, VLC)
L = 0,2 H Tegangan Kapasitor (VC)
C = 8 × 10-6 F VC = IT x XC
= ∠ 86.24 °
0,227 x (
a. Menentukan nilai frekuensi resonansi pada
1
rangkaian (fR)
−6
¿
1 2 π (251.64)( 8× 10 )
f R=
2 π √ LC = 35.94 V
1 Tegangan Induktor (VL)
¿ VL = IT x XL
2 π √ 0.2× 8× 10
−6
= 0,227 ∠ 86.24 ° x (2 πfL ¿
¿ 125.82 Hz
= ∠ 86.24 °
0,227 x (2
f R −10=115,82 Hz
π x 50 x 0,2 ¿
b. Menentukan nilai XL dan XC = 35.93 V
XL = jωL Tegangan Resistor (VR)
= j 2 πfL VR = IT x R
= j 2 π (251,64)(0.2) = 0,227 ∠ 86.24 ° x 22
=5V
= 316,22 Ω
1
XC = - j Tegangan LC (VLC)
ωC VLC = IT x (XL - XC)
−1 = 0.227 x 0.0076
=
2 πfC = 0.002 V
MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062
f. Menentukan nilai persentase error pada fR+10 22 0.2 8 135.82 0.153
masing-masing komponen fR+20 22 0.2 8 145.82 0.097
fR+30 22 0.2 8 155.82 0.070
VR −V R fR+40 22 0.2 8 165.82 0.055
%error = ¿ ∨¿ x 100%
Hitung ukur
VR Hitung
Berdasarkan Tabel 5.9 dapat dinilai
5−5
=¿ ∨¿ x 100% bahwa pada saat R, L, dan C yang diatur
5 konstan, dengan FR sebelum divsriasikan
=0% yaitu 125.84 Hz. Kemudiaan FR divariasikan
dengan mengurangi 10 sampai dengan 40
Tabel 5.8 Perhitungan Z total FR awal mengakibatkan nilai arus total yang
Ztota semakin meningkat. Setelah itu di variasikan
R L C fR
l kembali FR awal dengan menambahkan 10
Step
(µF
(Ω) (H) (Hz) (Ω) sampai dengan 40 FR awal menghasilkan
)
125.9
arus total yang semakin menurun. Untuk
fR-40 22 0.2 8 85.82 mencari arus total dengan menggunakan
1
fR-30 22 0.2 8 95.82 89.94 persamaan
105.8 V
fR-20 22 0.2 8 59.26 IT =
2 ZT
115.8
fR-10 22 0.2 8 34.23
2 Tabel 5.10 Hasil Perhitungan VR
125.8 R L C fR Vr
fR 22 0.2 8 22.00
2 Step %
(Ω) (H) (µF) (Hz) ukur hitung
fR+1 135.8 error
22 0.2 8 32.71
0 2 fR-40 22 0.2 8 85.82 6.400 0.87632.55
fR+2 145.8 fR-30 22 0.2 8 95.82 7.100 1.22480.54
22 0.2 8 51.72 fR-20 22 0.2 8 105.82 9.100 1.86390.24
0 2
fR+3 155.8 fR-10 22 0.2 8 115.82 7.600 3.21136.51
22 0.2 8 71.60 fR 22 0.2 8 125.82 45.000 5.00800.00
0 2
fR+4 165.8 fR+10 22 0.2 8 135.82 8.300 3.36146.78
22 0.2 8 91.10 fR+20 22 0.2 8 145.82 8.100 2.13280.87
0 2
fR+30 22 0.2 8 155.82 6.700 1.54336.09
fR+40 22 0.2 8 165.82 5.900 1.21388.61
Berdasarkan Tabel 5.8 di atas dapat di
analisa bahwa nilai fR yang divariasi, dengan
nioai nilai R, L, dan C yang diatur konstan,
didapatkan nilai impedansi total (ZT) yang
fluktuatif, hal ini disebabkan oleh nilai FR
yang divariasi Semakin menurun yaitu
dengan mengurangi FR dari -10, -20, -30, -40
mengakibatkan nilai Ztotal menurun dan
pada saat FR divariasikan semakin
meningkat dengan ditambahkan FR 10
sampai dengan 40 mengakibatkan Ztotal
yang semakin meningkat. Dengan FR awal
sebelum divariasikan yaitu 125.82 Hz. Untuk
menghitung Ztotal dengan menggunakan
persamaan
Grafik 5.1 Perbandingan VR Hitung Terhadap
( 1
)
Frekuensi Resonansi (fR)
ZT =R+ jωL−
ωC
Berdasarkan Tabel 5.10 dapat di analisa
bahwa, pada saat R, L, dan C diatur konstan
Tabel 5.9 perhitungan IT dengan FR awal sebelum di variasi yaitu
R L C fR Itotal 125.82 Hz konstan. Kemudian FR awal
Step
(Ω) (H) (µF) (Hz) (A) divariasikan dengan mengurangi 10 sampai
fR-40 22 0.2 8 85.82 0.040
dengan 40 FR awal menghasilkan VR ukur
fR-30 22 0.2 8 95.82 0.056
fR-20 22 0.2 8 105.82 0.084 fluktuatif dan VR hitung yang semakin
fR-10 22 0.2 8 115.82 0.146 meningkat untuk % error yabg didapatkan
fR 22 0.2 8 125.82 0.227 fluktuatif, dimana % terjadi karena selisih
MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062
antara VR ukur dan VR itung. Setelah itu FR error fluktuatif dikarenakan selisih antara
awal divariasi dengan menambah FR awal VR hitung dan VR ukur
dari 10 sampai dengan 40, menghasilkan
nilai VR ukur dab VR hitung yang semakin Tabel 5.12 Hasil Perhitungan VC
menurun dengan dengan % erroe yang R L C fR Vc
didapatkan semakin besar. Dimana % error Step (µF
(Ω) (H) (Hz) ukur hitung % error
)
semakin besar dikarenakan besarnya selisih 12.40
antara VR itung dan VR ukur. fR-40 22 0.2 8 85.82
0 9.21 34.70
12.00
fR-30 22 0.2 8 95.82
0 11.54 3.97
Tabel 5.11 Hasil Perhitungan VL
fR-20 22 0.2 8 105.82 6.700 15.86 57.76
Step R VL fR-10 22 0.2 8 115.82 7.300 25.09 70.90
L C
(Ω (Hz) % fR 22 0.2 8 125.82 4.600 35.94 87.20
(H) (µF) ukur hitung error
) fR+10 22 0.2 8 135.82 4.400 22.39 80.35
fR-40 22 0.2 8 85.82 9.300 4.28 117.15 fR+20 22 0.2 8 145.82 4.000 13.19 69.67
fR-30 22 0.2 8 95.82 9.100 6.69 35.95 fR+30 22 0.2 8 155.82 3.300 8.92 62.99
fR+40 22 0.2 8 165.82 3.100 6.59 52.92
fR-20 22 0.2 8 105.82 7.300 11.22 34.94
fR-10 22 0.2 8 115.82 4.600 21.26 78.36
fR 22 0.2 8 125.82 7.900 35.93 78.02
fR+10 22 0.2 8 135.8211.500 26.09 55.93
fR+20 22 0.2 8 145.82 4.800 17.71 72.90
fR+30 22 0.2 8 155.82 8.600 13.67 37.11
fR+40 22 0.2 8 165.82 3.400 11.44 70.27
¿ 251.64 Hz ¿ 0.20 A
√
¿ 0.03 A
( ) ( )
1 2 1 2
+j f. Menentukan nilai persentase error pada
R 1
ωL− masing masing komponen
ωC Persentase error arus di resistor
| |
1 I R hitung −I R ukur
¿
√(
% error I R = ×100 %
) ( )
2 2
1 1 I R hitung
+j −2 πfC
R 2 πfL
¿
1 % error I R = |0.20−0.161
0.20 |×100 %
√(
1 2
) ( )
2
1 % error I R =19.21
−2 %
+j −2 π ×251.64 × 8 ×10
22 2 π ×251.64 × 0.2 Persentase error arus di kapasitor
| |
¿ 22 Ω I C hitung −I C ukur
% error I C = ×100 %
I C hitung
d. Menentukan nilai total arus pada
rangkaian (IT)
I t=
V
% error I C = |0.014−0.0113
0.014 |×100 %
Zt % error I C =18.49 %
5 Persentase error arus di inductor
¿
| |
22 I L hitung −I Lukur
¿ 0.227 A % error I L = ×100 %
I L hitung
e. Menentukan arus masing–masing
komponen (IC, IL, IR, ILC)
Arus di Resistor (IR)
% error I L = |0.014−0.033
0.014 |×100 %
Z LC % error I L =138.03 %
I R=
Z LC + R Persentase error arus di inductor dan
kapasitor
Tabel 5.15 Perhitungan Rumus pada Berdasarkan tabel 5.16 dapat dianalisa
percobaan Frekuensi Resonansi Rangkaian bahwa FR yang di dapatkan semakin
Paralel RLC meninggkat dengan beban R, L dan C di atur
konstan. Dengan R = 22 Ω, L = 0.2 H dan C
= 8 µF.
Arus kapasitor yang di dapatkan
Besaran Nilai fluktuatif, dimana seharusnya arus
Data 1 Data 2 Data 3 berbanding terbalik dengan frekuensi.
R 22 22 22 Dimana nilai fluktuatif terjadi karena
L 0.2 0.2 0.2 kurangnya kepresisisan alat atau human
error. Dimana untuk mengetahui arus
C 2 4 8
kapasitor menggunakan persamaan
FR 251.64 177.94 125.82 𝐼𝐶 = 𝑉/𝑋𝐶
IR ukur 0.161 0.161 0.161
Arus induktor yang di dapatkan
fluktuatif, dimana seharusnya arus
IR hitung 0.20 0.20 0.20 berbanding terbalik dengan frekuensi.
% error IR 19.21 19.21 19.21 Dimana nilai fluktuatif terjadi karena
kurangnya kepresisisan alat atau human
IL ukur 0.033 0.048 0.067
error. Dimana untuk mengetahui arus
IL hitung 0.014 0.014 0.014 induktor menggunakan persamaan
% error IL 138.03 246.23 383.27
𝐼L = 𝑉/𝑋L
Arus resistor yang di dapatkan fluktuatif,
IC ukur dimana seharusnya arus berbanding terbalik
0.0113 0.0161 0.0228
IC hitung 0.014 0.014 0.014 dengan frekuensi. Dimana nilai fluktuatif
terjadi karena kurangnya kepresisisan alat
% error IC 18.49 16.13 64.47
atau human error. Dimana untuk mengetahui
ILC ukur 0.011 0.016 0.022 arus resistor menggunakan persamaan
ILC hitung 0.03 0.03 0.03
𝐼R = 𝑉/𝑋R
Untuk nilai ILC nilai arus yang di
% error ILC 59.97 43.38 19.93 dapatkan fluktuatif. Dimana nilai fluktuatif
ini terjadi karena kurangnya kepresisian alat
B. Analisa Respon Frekuensi Rangkaian atau human error. Arus ILC terjadi karena
Paralel RLC selisih antara IC dan IL. Untuk mengetahui
nilai ILC menggunakan persamaan
Tabel 5.16 Pengukuran Percobaan 𝐼𝐿𝐶 = 𝐼𝐿 + 𝐼𝐶
PembuktianRumus Frekuensi Resonansi
Rangkaian Paralel RLC
Perhitungan menggunakan data pertama
Step R L C fR IC IL IR dari hasil pengukuran
ILC IT
(Ω) (H) (µF) (Hz) (mA) (mA) (mA) Diketahui :
(mA) (mA)
fR-40 0.2 8
R = 22 Ω
22 45.82 45.8 11 161 34.3 0.239
L = 0.2 H
fR-30 22 0.2 8 65.82 44.8 10.6 161 38 0.231 C = 8 µF
fR-20 22 0.2 8 85.82 44.3 10.8 161 38.6 0.229 V=5V
MODUL 5 | Praktikum Rangkaian Listrik 2023 / F1B021062
a. Menentukan nilai frekuensi resonansi e. Menentukan arus masing–masing
pada rangkaian (fR) komponen (IC, IL, IR, ILC)
1 Arus di Resistor (IR)
f R=
2 π √ LC Z LC
I R= x IT
1 Z LC + R
¿
2 π √ 0.2× 8× 10 50.84
−6
¿ x 239.43
¿ 125,82 Hz 50.84+22
¿ 167.11 mA
b. Menentukan nilai XL dan XC
XL = jωL Arus di kapasitor (IC)
= j 2 πfL XL
I C= x IT
= j 2 π (251,64)(0.2) X L+ X C
= 316,22 Ω 57,58
¿ x 239.43
1 57.58+ 434.28
XC = - j
ωC ¿ 28.03 mA
−1
= Arus di Induktor (IL)
2 πfC
XC
−1 I L= x IT
= X L+ X C
2 π (251.64) ¿ ¿
= −316,23 Ω
434.28
¿ x 239.43
57.58+ 434.28
c. Menentukan nilai impedansi total pada ¿ 211.39 mA
rangkaian (Zt) Arus di Induktor dan Kapasitor (ILC)
1 I LC =I T −I R
ZT =
√
¿ 239.43−167.11
( ) ( )
2 2
1 1
+j ¿ 72.318 mA
R 1
ωL− f. Menentukan nilai persentase error pada
ωC
masing masing komponen
1 Persentase error arus di resistor
¿
√( ) ( ) | |
2 2
1 1 I R hitung −I R ukur
+j −2 πfC % error I R = ×100 %
R 2 πfL I R hitung
|) |
1 167.111−161
¿
√(
% error I R = 2 × 100 %
) (
2
1 1 −2 167.11
+j −2 π × 125.82× 8× 10
22 2 π ×125.82 ×0.2 % error I R =3.66 %
¿ 20.88 Ω Persentase error arus di kapasitor
| |
d. Menentukan nilai total arus pada I C hitung −I C ukur
rangkaian (IT) % error I C = ×100 %
V I C hitung
I t=
¿
Zt
5
% error I C = |28.03−45.8
28.03 |
×100 %
% error I L =
| |
I L hitung −I Lukur
I L hitung
×100 %
| |
I LC hitung −I LC ukur FR awal mengakibatkan nilai arus total yang
% error I LC = × 100 % semakin meningkat. Setelah itu di variasikan
I LC hitung kembali FR awal dengan menambahkan 10
|72.318−34.3
72.318 |
sampai dengan 40 FR awal menghasilkan
% error I LC = ×100 % arus total yang semakin meningkat juga.
Untuk mencari arus total dengan
% error I LC =52.57 % menggunakan persamaan
√
Resonansi (FR)
( ) ( )
1 2 1 2
+j
IR Hitung (mA)
R 1 180 177.42177.8177.53
176.86
ωL− 176.01 175.94
174.89
ωC 172.9
170167.11
Tabel 5.18 Hasil Perhitungan ITotal
R L C fR Itotal
Step 160
(Ω) (H) (µF) (Hz) (A)
95 2
10 82
11 82
12 82
13 82
14 82
15 82
16 82
82
.8
IC Hitung (mA)
yaitu 125.82 Hz konstan. Kemudian FR awal 94.27
divariasikan dengan mengurangi 10 sampai 100 72.59
49.73
dengan 40 FR awal menghasilkan IC ukur 60 28.03
menurun dan IC hitung yang semakin 20
meningkat, untuk % error yang didapatkan 2 2 2 2 2 2 2 2 2
.8 .8 .8 .8 .8 .8 .8 .8 .8
fluktuatif, dimana % terjadi karena selisih 85 95 105 115 125 135 145 155 165
antara IC ukur dan IC hitung. Setelah itu FR
awal divariasi dengan menambah FR awal fR (Hz)
dari 10 sampai dengan 40, menghasilkan
nilai IC ukur fluktuatif dan IC hitung yang 1. Pada kombinasi seri rangkaian RLC
semakin meningkat dengan % error yang saat nilai kapasitansi berubah semakin
didapatkan semakin meningkat. Dimana % besar dari 2, 4 dan 8 μF maka nilai dari
error didapatkan dari selisih antara Ic hitung frekuensi resonansi akan menurun,
dan Ic ukur dimana akan mepengaruhi nilai tegangan
pada resistor, kapasitor dan induktor.
Tabel 5.22 Hasil Perhitungan ILC Kapasitansi dan induktansi akan
R L C fR ILC mempengaruhi nilai dari resonansi
Step
(Ω) (H) (µF) (Hz) ukur
hitun % frekuensi, namun pada percobaan ini
g error menggunakan induksi diatus konstan
fR-40 22 0.2 8 85.82 34.3 72.318 52.57
fR-30 22 0.2 8 95.82 38.0 58.574 35.12
maka nilai kapasitansi yang akan
105.8 mempengaruhi nilai resonansi frekuensi.
fR-20 22 0.2 8 38.6
2 52.610 26.63 2. Pada kombinasi paralel rangkaian
fR-10 22 0.2 8
115.8
36.0 RLC
2 50.115 28 Pada saat nilai kapasitansi berubah
125.8
fR 22 0.2 8
2
38.8
49.477 22
semakin besar maka mengakibatkan nilai
135.8 dari frekuensi resonansi menurun.
fR+10 22 0.2 8 30.9
2 49.940 38.13 Dimana nilai dari frekuensi resonansi
fR+20 22 0.2 8
145.8
44.5 akan mempengaruhi nilai dari impedansi
2 51.103 12.92 total.
155.8
fR+30 22 0.2 8 30.8
2 52.731 41.59
165.8 DAFTAR
fR+40 22 0.2 8 30.0
2 54.681 45.14
Berdasarkan Tabel 5.22 dapat di analisa PUSTAKA
bahwa, pada saat R, L, dan C diatur konstan Surjono, Herman Dwi, 2011. “Elektronika
dengan FR awal sebelum di variasi yaitu Lanjut”. Jember: Cerdas Ulet
125.82 Hz konstan. Kemudian FR awal Kreatif. Yogyakarta.
divariasikan dengan mengurangi 10 sampai Istajarul, Mohamad, 2017. “Rangkaian Seri
dengan 40 FR awal menghasilkan ILC ukur RLC Arus AC”. Departemem Fisika,
fluktuatif dan ILC hitung yang semakin Fakultas Matematika dan Ilmu
menurun, untuk % error yang didapatkan Pengetahuan Alam, Institut
semakin menurun , dimana % terjadi karena Teknologi Sepuluh November
selisih antara ILC ukur dan ILC hitung. (1TS) , Surabaya
Setelah itu FR awal divariasi dengan Fitrah,2020. “Analisa Dan Penyelesaian
menambah FR awal dari 10 sampai dengan Model Matematika Pada Rangkaian
40, menghasilkan nilai ILC ukur fluktuatif Listrik Orde Dua”. Universitas
dan ILC hitung yang semakin meningkat Potensi Utama. Medan. Sumatra
dengan % error yang didapatkan fluktuatif. Utara.
Dimana % error didapatkan dari selisih Tim Lab Listrik Dasar, Penuntun Praktikum
antara ILC hitung dan ILC ukur. Rangkaian Listrik, Lab Listrik Dasar
Fakultas Teknik Universitas
5.6 KESIMPULAN Mataram, 2023.