0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan13 halaman

Detail Tulangan Balok dan Kolom

Dokumen ini memberikan penjelasan mengenai perhitungan hubungan balok-kolom dengan memberikan parameter, persamaan, dan hasil perhitungan untuk menentukan gaya geser pada kolom dan joint akibat beban gempa. Dokumen ini dimaksudkan sebagai referensi untuk memahami perhitungan struktur balok dan kolom.

Diunggah oleh

fadhil djukum
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan13 halaman

Detail Tulangan Balok dan Kolom

Dokumen ini memberikan penjelasan mengenai perhitungan hubungan balok-kolom dengan memberikan parameter, persamaan, dan hasil perhitungan untuk menentukan gaya geser pada kolom dan joint akibat beban gempa. Dokumen ini dimaksudkan sebagai referensi untuk memahami perhitungan struktur balok dan kolom.

Diunggah oleh

fadhil djukum
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HUBUNGAN BALOK-KOLOM

oleh 8 Minutes Learn [2022]

Mohon kembali periksa persamaan dan hasil perhitungan dalam file ini sebelum dijadikan kesimpulan dalam desain sebenarnya.
Jika menemukan kesalahan atau ada masukan mengenai file ini, silahkan email ke salah satu alamat email berikut:
1 8minuteslearn@[Link]
2 alifmuhammadreza@[Link]

File ini diperuntukkan sebagai alat bantu dalam perhitungan dan referensi untuk belajar
File ini tidak untuk diperjualbelikan
[Link]
n sebenarnya.
Pasal Referensi
Parameter Persamaan Satuan Nilai
SNI 2847:2019
Properti Material dan Penampang
Lebar Y Kolom, b Input mm 500
Lebar X Kolom, h Input mm 500
Panjang Kolom, L Input mm 4000
Kuat Tekan Beton, fc' Input MPa 30
Kuat Leleh Baja Tulangan, fy Input MPa 420
Faktor Beton Ringan, λ 1 tidak mengekang
Tinggi Balok Terbesar, hb Input mm 550
Panjang Bersih Kolom, Ln L - hb mm 3450
Data Lebar dan Eksentrisitas Balok
Lebar Balok 1, bb1 Gambar mm 350
Lebar Balok 2, bb2 Gambar mm 200
Lebar Balok 3, bb3 Gambar mm 350
Lebar Balok 4, bb4 Gambar mm 350
x1a R18.8.4 Input [default: (h-bb1)/2] mm 75 OK
x1b R18.8.4 Input [default: (h-bb1)/2] mm 75
Cek Lebar Sisi Kolom 1 bb1+x1a+x1b mm 500
x2a R18.8.4 Input [default: (h-bb2)/2] mm 150 OK
x2b R18.8.4 Input [default: (h-bb2)/2] mm 150
Cek Lebar Sisi Kolom 1 bb2+x2a+x2b mm 500
x3a R18.8.4 Input [default: (b-bb3)/2] mm 75 OK
x3b R18.8.4 Input [default: (b-bb3)/2] mm 75
Cek Lebar Sisi Kolom 1 bb3+x3a+x3b mm 500
x4a R18.8.4 Input [default: (b-bb4)/2] mm 75 OK
x4b R18.8.4 Input [default: (b-bb4)/2] mm 75
Cek Lebar Sisi Kolom 1 bb4+x4a+x4b mm 500
Dimensi Joint
x terkecil sisi 1, x1 MIN (x1a, x1b) mm 75
x terkecil sisi 2, x2 MIN (x2a, x2b) mm 150
x terkecil sisi 3, x3 MIN (x3a, x3b) mm 75 --> kondisi normal = h
x terkecil sisi 4, x4 MIN (x4a, x4b) mm 75 --> kondisi normal = h
Lebar Joint Sisi 1, bj1 [Link] MIN (bb1+h, bb1+2*x1) mm 500 --> kondisi normal = b
Lebar Joint Sisi 2, bj2 [Link] MIN (bb2+h, bb2+2*x2) mm 500 --> kondisi normal = b
Lebar Joint Sisi 3, bj3 [Link] MIN (bb3+h, bb3+2*x3) mm 500
Lebar Joint Sisi 4, bj4 [Link] MIN (bb4+h, bb4+2*x4) mm 500
Lebar Efektif Joint Y, bj MIN (bj1, bj2) mm 500
Lebar Efektif Joint X, hj MIN (bj3, bj4) mm 500
Luas Efektif Joint Gempa X, AjX [Link] bj * h mm 2
250000
Luas Efektif Joint Gempa Y, AjY [Link] b * hj mm2 250000
Cek Tinggi Joint [Link] hj >= 1/2 hb ? OK
Data dan Gaya Tulangan Balok --> dicek jika tulangan ba
Diameter Tulangan Utama Balok, db Input 19
Cek Dimensi Kolom [Link] b >= 20 * db ? OK
Tulangan Atas Balok 1, As-1 Gambar mm2 1984.701
Tulangan Bawah Balok 1, As+1 Gambar mm2 850.586
Tulangan Atas Balok 2, As-2 Gambar mm2 567.057
Tulangan Bawah Balok 2, As+2 Gambar mm2 567.057
Tulangan Atas Balok 3, As-3 Gambar mm2 1417.644
Tulangan Bawah Balok 3, As+3 Gambar mm2 850.586
Tulangan Atas Balok 4, As-4 Gambar mm2 1417.644
Tulangan Bawah Balok 4, As+4 Gambar mm2 850.586
Tegangan Probable Tulangan, fpr [Link] 1.25 * fy MPa 525
Ts1 =
Gaya Tulangan Atas Balok 1, Fs-1 [Link] As * fpr N 1041968 1.25Asfy
Gaya Tulangan Bawah Balok 1, Fs+1 [Link] As * fpr N 446558
Gaya Tulangan Atas Balok 2, Fs-2 [Link] As * fpr N 297705
Gaya Tulangan Bawah Balok 2, Fs+2 [Link] As * fpr N 297705
Gaya Tulangan Atas Balok 3, Fs-3 [Link] As * fpr N 744263
Gaya Tulangan Bawah Balok 3, Fs+3 [Link] As * fpr N 446558
Gaya Tulangan Atas Balok 4, Fs-4 [Link] As * fpr N 744263
Gaya Tulangan Bawah Balok 4, Fs+4 [Link] As * fpr N 446558
Gaya Geser Akibat Balok
Geser Ketika Arah Gempa X- Fs-3 + C4 = Fs-3 + Fs+4 N 1190821
Geser Ketika Arah Gempa X+ Fs 4 + C3 = Fs 4 + Fs 3
- - +
N 1190821
Geser Ketika Arah Gempa Y- Fs-1 + C2 = Fs-1 + Fs+2 N 1339673
Geser Ketika Arah Gempa Y+ Fs-2 + C1 = Fs-2 + Fs+1 N 744263
Gaya Geser Kolom (Column Hinging)
Mpr- Balok 1 Input [Excel Desain Balok] Nmm 458487714
Mpr+ Balok 1 Input [Excel Desain Balok] Nmm 290271292
Mpr- Balok 2 Input [Excel Desain Balok] Nmm 458487714
Mpr+ Balok 2 Input [Excel Desain Balok] Nmm 290271292
Mpr- Balok 3 Input [Excel Desain Balok] Nmm 458487714
Mpr+ Balok 3 Input [Excel Desain Balok] Nmm 290271292
Mpr- Balok 4 Input [Excel Desain Balok] Nmm 458487714
Mpr+ Balok 4 Input [Excel Desain Balok] Nmm 290271292
Ve Balok 1 Input [Excel Desain Balok] N 206966
Ve Balok 2 Input [Excel Desain Balok] N 206966
Ve Balok 3 Input [Excel Desain Balok] N 206966
Ve Balok 4 Input [Excel Desain Balok] N 206966
Geser Kolom Ketika Arah Gempa X- [(Mpr+4+Mpr-3)+(Ve3+Ve4)*h/2]/Ln N 247027
Geser Kolom Ketika Arah Gempa X+ [(Mpr+3+Mpr-4)+(Ve3+Ve4)*h/2]/Ln N 247027
Geser Kolom Ketika Arah Gempa Y- [(Mpr+2+Mpr-1)+(Ve1+Ve2)*h/2]/Ln N 247027
Geser Kolom Ketika Arah Gempa Y+ [(Mpr+1+Mpr-2)+(Ve1+Ve2)*h/2]/Ln N 247027
Gaya Geser Total Joint
Geser Joint Ketika Arah Gempa X- Fs + C - Vcol N 943794
Geser Joint Ketika Arah Gempa X+ Fs + C - Vcol N 943794
Geser Joint Ketika Arah Gempa Y- Fs + C - Vcol N 1092647
Geser Joint Ketika Arah Gempa Y+ Fs + C - Vcol N 497236
Kuat Geser Joint
Konfigurasi Joint [Link] 3
Faktor Pengali Kuat Geser, c [Link] 1
Kuat Geser Nominal Joint Gempa X, VnX [Link] c * λ * √fc' * AjX N 1369306
Kuat Geser Nominal Joint Gempa Y, VnY [Link] c * λ * √fc' * AjY N 1369306
Faktor Reduksi, Φ [Link] 0.85
Kuat Geser Joint Gempa X, ΦVnX [Link] Φ * VnX N 1163910
Kuat Geser Joint Gempa X, ΦVnY [Link] Φ * VnY N 1163910
Gaya Geser Joint Gempa X, VuX MAX (Geser Joint Gempa X) N 943794
Gaya Geser Joint Gempa Y, VuY MAX (Geser Joint Gempa Y) N 1092647
Faktor Keamanan Gempa X, SFX ΦVnX / VuX 1.233
Faktor Keamanan Gempa Y, SFY ΦVnY / VuY 1.065
Cek Kuat Geser Joint SF >= 1 ? OK
Tulangan Transversal
Tulangan transversal joint [Link] digunakan confinement = tumpuan kolom
Panjang Penyaluran Tarik
ldh hitung [Link] fy * db / (5.4 * λ * √fc') mm 269.804
ldh pakai [Link] MAX(ldh, 8 db, 150) mm 269.804
merangka
bb1 = 350 tidak mengekang
Tampak Atas Joint natas 7
nbawah 3

x1a x1b
merangka x3a x4a merangka
bb3 = bb4 =
350 Kolom 350

tidak mengekang x3b x4b tidak mengekang


natas 5 natas 5
x2a x2b
nbawah 3 nbawah 3

natas 2

Jumlah merangka: 4 nbawah 2

Jumlah mengekang: 0 bb2 = 200 tidak mengekang


Konfigurasi joint: 3 merangka

Konfigurasi 1
Konfigurasi 2

Konfigurasi 3

--> kondisi normal = h


--> kondisi normal = h
--> kondisi normal = b
--> kondisi normal = b

--> dicek jika tulangan balok menerus melalui joint


Vcol

Ts1 =
1.25Asfy C2 = Ts2

Vb1 Vb2

C1 = Ts1

Ts2 =
1.25Asfy

Vcol
* Asumsi pada balok tulangan di kedua ujung tumpuan sama

Vcol

Ts1 C2

Vu =Vj = Ts1 + C2 - Vcol

Anda mungkin juga menyukai