0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
273 tayangan19 halaman

Modul Latihan Menembak Pistol TNI AD

Modul ini memberikan panduan tentang pelaksanaan latihan menembak pistol bagi calon perwira TNI AD. Terdiri dari 3 bab yang membahas pendahuluan, kegiatan dasar seperti menembak sasaran polos dan lingkaran, serta latihan lanjut seperti menembak cepat dan tepat dari berbagai posisi dan jarak. Tujuannya adalah melatih ketepatan menembak dalam berbagai situasi.

Diunggah oleh

Masngud
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
273 tayangan19 halaman

Modul Latihan Menembak Pistol TNI AD

Modul ini memberikan panduan tentang pelaksanaan latihan menembak pistol bagi calon perwira TNI AD. Terdiri dari 3 bab yang membahas pendahuluan, kegiatan dasar seperti menembak sasaran polos dan lingkaran, serta latihan lanjut seperti menembak cepat dan tepat dari berbagai posisi dan jarak. Tujuannya adalah melatih ketepatan menembak dalam berbagai situasi.

Diunggah oleh

Masngud
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RAHASIA

MARKAS BESAR TNI ANGKATAN Lampiran II Keputusan Dansecapaad


DARAT Nomor Kep/ /I/2022
SEKOLAH CALON PERWIRA Tanggal Januari 2022

MENEMBAK PISTOL

BAB I
PENDAHULUAN

1. Umum.

a. Seorang prajurit dalam pelaksanaan tugas harus memahami tentang


senjata yang digunakan sehingga dituntut adanya pemahaman yang lebih
tentang setiap senjata yang digunakan.

b. Dalam penggunaan didalam menembak tiap-tiap senjata memiliki


ketentuan ketentuan yang berbeda-beda, maka tiap prajurit harus mampu
melaksanakan koreksi senjata sehingga pada pelaksanaan menembak
perkenaan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh tiap prajurit tersebut.

c. Untuk mendapatkan hasil pembekalan yang optimal maka perlu


disusun Modul Mata Kuliah Taktik dan Teknik Militer materi menembak
pistol sebagai pedoman bagi Gumil/Pelatih dan Calon Perwira TNI AD
pada Prodi Pendidikan Pembentukan Perwira TNI AD Program D-3 (Ahli
Madya).

2. Maksud dan Tujuan.

a. Maksud. Modul Mata Kuliah Taktik dan Teknik Militer materi


Menembak Pistol ini disusun dengan maksud untuk memberikan
gambaran dan penjelasan tentang pelaksanaan Menembak Pistol sebagai
materi pelajaran pada Prodi Pendidikan Pembentukan Perwira TNI AD
Program D-3 (Ahli Madya).

b. Tujuan. Modul Mata Kuliah Taktik dan Teknik Militer materi


Menembak Pistol ini disusun dengan tujuan untuk digunakan sebagai
pedoman bagi Guru Militer (Gumil) dan Calon Perwira TNI AD dalam
proses belajar mengajar pada Prodi Pendidikan Pembentukan Perwira TNI
AD Program D-3 (Ahli Madya) agar tujuan pelajaran dapat tercapai.

3. Ruang Lingkup.

a. Pendahuluan.
b. Kegiatan menembak Pistol.
c. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan.
d. Penutup.
RAHASIA
2

4. Referensi. Keputusan Kasad Nomor Kep/608/VII/2020 tanggal 24 Juli


2020 Petunjuk Teknis tentang Menembak dan Latihan Menembak Senjata
Ringan.

5. Pengertian.
a. Dorongan Tembakan. Dorongan tembakan adalah usaha Pe-
nembak untuk mengatasi akibat tolak balik senapan sebelum letusan
terjadi.

b. Kejutan Tembakan. Kejutan tembakan adalah reaksi Penembak ter-


hadap akibat tolak balik dan ledakan munisi senapan.

c. Lesan. Lesan adalah sebuah gambar yang dibuat sedemikian rupa


untuk mengarahkan bidikan penembak agar perkenaan dapat dikoreksi
ketepatannya atau sebagai sarana untuk menilai kemampuan penembak
dalam menempatkan titik perkenaan sesuai dengan yang diinginkan.

d. Lesan Tempur. Lesan tempur adalah lesan yang digunakan untuk


tembak tepat/nilai dan tembak tempur. Berbentuk siluet manusia dalam
berbagai sikap (berdiri, berlutut, dan tiarap).

e. Prinsip Posisi Zero. Prinsip posisi zero adalah posisi untuk me-
ngarahkan senjata lurus ke sasaran dengan cara Penembak ambil posisi
lurus dengan lesan, apabila belum lurus maka geser tubuh, sehingga
pejera secara alami masuk ke wilayah sasaran.

f. Teknik Posisi. Teknik posisi adalah sarana untuk mengurangi


besarnya gerakan pisir pejera pada wilayah sasaran.

g. Tarikan Picu. Tarikan picu adalah usaha Penembak menarik picu


sesuai dengan tahapannya.

h. Teknik Koordinasi Sistem. Teknik koordinasi sistem adalah


kesatuan langkah yang baku yang dilakukan Penembak secara sistematis
dalam menerapkan teknik menembak oleh organ tubuhnya, termasuk
langkah dalam menangani peralatan yang digunakan.

BAB II
KEGIATAN MENEMBAK PISTOL
 

6. Umum. Kegiatan menembak pistol dilaksanakan secara terencana,


terarah, terkoordinasi, dan berkesinambungan agar tujuan dan sasaran latihan
dapat tercapai secara optimal.
3

7. Menembak Dasar.

a. Menembak pengelompokkan lesan polos. Untuk melatih fokus


mata dalam membuat gambar bidik. Lesan polos digunakan bagi prajurit
yang baru pertama kali menembak (dikma), prajurit yang belum paham
tentang menembak, dan prajurit yang menerima senjata baru. Dilak-
sanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

1) jarak 15 meter;
2) sikap berdiri dua tangan;
3) munisi 3 butir;
4) lesan polos;
5) waktu tidak dibatasi; dan

b. Menembak koreksi lesan lingkaran pistol (LP). Hasil yang di-


harapkan adalah pengelompokan yang berdiameter kecil. Pada
pelaksanaannya memerlukan perubahan titik bidik, agar Penembak
mengetahui titik bidik yang dibuat pada saat menembak. Sehingga di-
dapatkan hasil yang maksimal. Dilaksanakan dengan ketentuan sebagai
berikut:

1) jarak 15 meter;
2) sikap berdiri dua tangan;
3) munisi 3 butir;
4) lesan LP;
5) waktu tidak dibatasi; dan

c. Menembak koreksi lesan tubuh. Hasil yang diharapkan adalah


pengelompokan yang berdiameter kecil. Pada pelaksanaan berikutnya
memerlukan perubahan titik bidik. Koreksi dilakukan dengan meng-
gunakan kelompok perkenaan (tiga butir munisi). Agar Penembak
mengetahui titik bidik yang dibuat pada saat menembak. Sehingga
didapatkan hasil yang maksimal. Dilaksanakan dengan ketentuan sebagai
berikut:

1) jarak 15 meter;

2) sikap duduk dan berlutut dua tangan;

3) munisi 3 butir (2 butir sikap berlutut, 1 butir sikap duduk


atau sebaliknya);

4) lesan tubuh;

5) waktu tidak dibatasi; dan


d. Tembak tepat. Bertujuan untuk mengukur kemampuan penembak
dalam mengaplikasikan pengetahuan menembak di lesan yang bernilai
pada setiap jarak.

Dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

1) menembak lesan LP:

a) jarak 15 meter;
b) sikap berdiri dua tangan;
c) munisi 10 butir;
d) lesan LP;
e) waktu 10 menit;
f) nilai minimal yang harus didapat oleh Penembak 70 dari
nilai maksimal 100 (70%); dan

2) menembak lesan tubuh sikap berlutut dua tangan:

a) jarak 15 meter;
b) sikap berlutut dua tangan;
c) munisi 10 butir;
d) lesan tubuh;
e) waktu 10 menit;
f) nilai minimal yang harus didapat oleh Penembak 33 dari
nilai maksimal 50 (66%); dan

3) menembak lesan tubuh sikap duduk dua tangan:

a) jarak 15 meter;
b) sikap duduk dua tangan;
c) munisi 10 butir;
d) lesan tubuh;
e) waktu 10 menit;
f) nilai minimal yang harus didapat oleh Penembak 33 dari
nilai maksimal 50 (66%); dan
5

Gambar 77. Mekanisme Latihan Menembak Koreksi dan Menembak Tepat


Pistol (Lesan LP dan Lesan Tubuh)

(4) lihat gambar 77


8. Menembak Lanjutan. Latihan untuk memberikan bekal ketrampilan
kepada Penembak agar mahir menembak reaksi dalam segala kemungkinan
sasaran yang dihadapi dengan cepat dan tepat.

a. Tembak tepat.

1) Jarak 25 meter.
2) Sikap berdiri dua tangan dan satu tangan.
3) Munisi 20 butir (setiap sikap 10 butir).
4) Lesan LP.
5) Waktu 20 menit (setiap sikap 10 menit).
6) Nilai minimal yang harus didapat oleh Penembak 150 dari
nilai maksimal 200 (75%).

Gambar 78. Mekanisme Tembak Tepat Pistol Lanjutan


(8) lihat gambar 78.
7

b. Tembak cepat.

1) Kegiatan pertama:

a) jarak 25 meter;
b) sikap berdiri satu tangan;
c) munisi 5 butir;
d) lesan setengah tubuh bernilai pistol statis;
e) waktu 20 detik;
f) nilai minimal yang harus didapat oleh Penembak 15 dari
nilai maksimal 25 (60%);
g) posisi awal pistol berada di sarung pistol dan terkunci
pada saat sebelum menembak; dan

Gambar 79. Mekanisme Kegiatan Pertama Tembak Cepat Pistol


(i) lihat gambar 79.
8

2) Kegiatan kedua:

a) jarak 25 meter;
b) sikap tiarap satu tangan diawali dari sikap berdiri;
c) munisi 5 butir;
d) lesan setengah tubuh bernilai pistol;
e) waktu 20 detik;
f) nilai minimal yang harus didapat oleh Penembak 15 dari
nilai maksimal 25 (60%);
g) posisi awal pistol berada di sarung pistol dan terkunci
pada saat sebelum menembak; dan

Gambar 80. Mekanisme Kegiatan Kedua Tembak Cepat Pistol


(i) lihat gambar 80.
9

3) Kegiatan ketiga:

a) jarak 35 meter;
b) sikap duduk dua tangan diawali dari sikap berdiri;
c) munisi 5 butir;
d) lesan tubuh bernilai pistol statis;
e) waktu 20 detik;
f) nilai minimal yang harus didapat oleh Penembak 15 dari
nilai maksimal 25 (60%);
g) posisi awal pistol berada di sarung pistol dan terkunci
pada saat sebelum menembak; dan

Gambar 81. Mekanisme Kegiatan Ketiga Tembak Cepat Pistol


(i) lihat gambar 81.
10

4) Kegiatan keempat:

a) jarak 35 meter;
b) sikap berlutut dua tangan diawali dari sikap berdiri;
c) munisi 5 butir;
d) lesan tubuh bernilai pistol statis;
e) waktu 20 detik;
f) nilai minimal yang harus didapat oleh Penembak 15 dari
nilai maksimal 25 (60%);
g) posisi awal pistol berada di sarung pistol dan terkunci
pada saat sebelum menembak; dan

Gambar 82. Kegiatan Keempat Tembak Cepat Pistol


(i) lihat gambar 82.
11

5) Kegiatan kelima:

a) jarak 35 meter;
b) sikap berlutut satu tangan diawali dari sikap berdiri;
c) munisi 5 butir;
d) lesan tubuh bernilai pistol statis;
e) waktu 20 detik;
f) nilai minimal yang harus didapat oleh Penembak 15 dari
nilai maksimal 25 (60%);
g) posisi awal pistol berada di sarung pistol dan terkunci
pada saat sebelum menembak; dan

Gambar 83. Mekanisme Kegiatan Kelima Tembak Cepat Pistol


(i) lihat gambar 83.
12

6) Kegiatan ke enam:

a) jarak 50 meter;
b) sikap tiarap dua tangan diawali dari sikap berdiri;
c) munisi 5 butir;
d) lesan tubuh bernilai pistol statis 2 buah;
e) waktu 20 detik;
f) nilai minimal yang harus didapat oleh Penembak 15 dari
nilai maksimal 25 (60%);
g) posisi awal pistol berada di sarung pistol pada saat
sebelum menembak. Mengisi senjata setelah ada aba-aba
tembak dari Pimpinan Penembakan; dan

Gambar 84. Mekanisme Kegiatan Keenam Tembak Cepat Pistol


(i) lihat gambar 84.
13

7) Kegiatan ketujuh:

a) jarak 15 meter;
b) sikap berdiri satu tangan;
c) munisi 4 butir (setiap lesan tembakan 2 butir);
d) lesan dada bernilai timbul tenggelam 2 buah;
e) waktu 12 detik;
f) nilai minimal yang harus didapat oleh penembak 10 dari
nilai maksimal 20 (50%);
g) posisi awal pistol berada di sarung pistol dan terkunci
pada saat sebelum menembak; dan

Gambar 85. Mekanisme Kegiatan Ketujuh Tembak Cepat Pistol


(i) lihat gambar 85.
14

8) Kegiatan kedelapan:

a) jarak 25 meter;
b) sikap berdiri satu tangan;
c) munisi 4 butir (setiap lesan tembakan 2 butir);
d) lesan dada bernilai timbul tenggelam 2 buah;
e) waktu 12 detik;
f) nilai minimal yang harus didapat oleh Penembak 10 dari
nilai maksimal 20 (50%);
g) posisi awal Pistol berada di sarung pistol dan terkunci
pada saat sebelum menembak; dan

Gambar 86. Mekanisme Kegiatan Kedelapan Tembak Cepat Pistol


(i) lihat gambar 86.
15

BAB III
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN

 
9. Umum. Kegiatan menembak pistol merupakan tindakan dalam sistem pe-
rencanaan sampai pada pengakhiran, dengan mengutamakan administrasi dan
keamanan yang menjadi bentuk perhatian utama.

10. Tindakan Pengamanan. Pelaksanaan menembak pistol, faktor keamanan


menjadi perhatian khusus sehingga kerugian personel maupun materiil dapat
diminimalisir. Guna mengantisipasi kerugian perlu tindakan sebagai berikut:

a. Tahap Perencanaan:

1) rencana pengamanan personel dan materiil perlu disusun se-


suai dengan rencana kegiatan menembak pistol yang akan dilak-
sanakan;

2) penggunaan personel dan materil yang diperlukan disesuai-


kan pada jumlah kebutuhan latihan;

3) rencana tindakan mengantisipasi sabotase merupakan lang-


kah tepat terhadap kemungkinan terjadinya kebocoran berita,
keselamatan personel, dan kerugian materiil; dan

4) perkiraan daerah rawan menembak, dalam pelaksanaan


latihan menembak pistol.

b. Tahap Persiapan:

1) melaksanakan pengecekan kesiapan personel dan materiil


yang akan digunakan dalam latihan sesuai dengan kebutuhan
latihan;

2) mengecek kesiapan pengamanan personel, materiil, dan berita


serta memperbaiki kekurangan yang ada;

3) mengelompokan klasifikasi berita yang harus disandi sesuai


dengan ketentuan komunikasi yang berlaku;

4) mengawasi pendistribusian penyimpanan dan pengamanan


dokumen-dokumen yang berklasifikasi rahasia; dan

5) koordinasi dengan aparat terkait.


16

c. Tahap Pelaksanaan:

1) melaksanakan kegiatan pengamanan dan pencegahan ter-


hadap kemungkinan terjadinya kerugian personel, kehilangan
materiil, kemungkinan kebocoran berita, penyalahgunaan alat
komunikasi, surat-surat, dan dokumen;

2) melaksanakan tindakan pencegahan terhadap terjadinya


kerusakan materiil yang digunakan selama pelaksanaan latihan
termasuk kelestarian lingkungan sekitar medan latihan;

3) melaksanakan kegiatan pengamanan terhadap fasilitas alat


instruksi dan fasilitas akomodasi yang digunakan selama pelak-
sanaan latihan;

4) menekankan aturan yang harus ditaati peserta latihan me-


ngenai keharusan dan larangannya;

5) melaksanakan pengawasan dan pengendalian terhadap se-


luruh personel yang melaksanakan kegiatan latihan pistol;

6) menyiapkan tim kesehatan;

7) pengawasan dan pengendalian terhadap berita yang masuk


dan keluar;

8) batas keamanan di lapangan tembak diberi tanda disesuaikan


dengan keadaan medan; dan

9) melakukan pengawasan dan pengendalian secara terus me-


nerus terhadap seluruh kegiatan, untuk menjamin terlaksananya
kegiatan dengan aman dan tertib.

d. Tahap Pengakhiran:

1) melaksanakan evaluasi/kaji ulang terhadap kegiatan latihan;

2) pengecekan personel dan materiil setelah pelaksanaan ke-


giatan latihan menembak;

3) melakukan pemusnahan munisi tidak meletus oleh tim asnik;

4) ganti rugi terhadap kerusakan/kehilangan barang/benda hak


milik masyarakat di daerah latihan;

5) proses verbal terhadap kerusakan/kehilangan materiil satuan


yang digunakan selama latihan;

6) pemeriksaan terhadap keutuhan dokumen dan arsip data; dan


17

7) membuat laporan dan mendistribusikan hasil pelaksanaan


kegiatan latihan.

11. Tindakan Administrasi.  Tindakan administrasi untuk mewujudkan ke-


tertiban, keteraturan, dan kelengkapan dokumen dalam pelaksanaan teknik
menembak dan latihan menembak pistol, dengan kegiatan sebagai berikut:

a. Tahap Perencanaan:

1) menyiapkan dan membuat dokumen yang dibutuhkan terkait


dengan pelaksanaan latihan menembak pistol;

2) menginventarisir jumlah personel dan materiil yang dibutuh-


kan dalam pelaksanaan kegiatan latihan menembak pistol; dan

3) pengajuan kebutuhan dukungan logistik dan materiil untuk


kegiatan latihan menembak pistol.

b. Tahap Persiapan:

1) melaksanakan pengecekan terhadap personel, materiil dan


logistik; dan

2) melaporkan hasil pengecekan akhir mengenai kesiapan ad-


ministrasi dan logistik kepada komando atas.

c. Tahap Pelaksanaan:

1) mendistribusikan materiil dan logistik; dan

2) melaksanakan pemeliharaan terhadap materiil yang diguna-


kan.

d. Tahap Pengakhiran:

1) melaksanakan evaluasi/kaji ulang terhadap administrasi dan


logistik selama latihan;

2) pengembalikan sarana dan prasarana latihan; dan

3) membuat laporan administrasi dan logistik yang digunakan


dalam latihan menembak pistol.
RAHASIA
18

BAB IV
PENUTUP

12. Penutup. Demikian Modul Mata Kuliah Taktik dan Teknik Militer materi
Menembak Pistol ini disusun sebagai bahan untuk pedoman bagi Gumil dan
Calon Perwira TNI AD dalam proses belajar mengajar pada Prodi Pendidikan
Pembentukan Perwira TNI AD Program D-3 (Ahli Madya).

Komandan Sekolah Calon Perwira TNI AD


Kepala Program Studi,

Ferry Zein
Mayor Jenderal TNI

TELAH DITELITI OLEH


PEJABAT PARAF TANGGAL
KADEPTIKNIK
KASETUM
KABAGRENDIK
WADIRDIK
RAHASIA

Anda mungkin juga menyukai