SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
TENTANG PENYAKIT KULIT PADA KELUARGA TN. I
DI DESA BEJI KOTA BATU
PENYUSUN :
KELOMPOK 3
PSIK-A 2020
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2022
TIM PENYUSUN
Kelompok: kelompok 3
Kegiatan: Satuan Acara Penyuluhan (SAP) Tentang Penyakit Kulit
No. NIM Nama Peran
1 202010420311029 Addana Prayoga
2 202010420311030 Nadhila Putri Permadani
3 202010420311031 Ahmad Irsan Fahmi
4 202010420311032 Awalul Hidayat
5 202010420311033 Riesdya Titis Putrisandy
6 202010420311036 Winda Dwi Yanti
7 202010420311037 Siti Sholikha
8 202010420311038 Dhea Ananda Putri
9 202010420311039 Bella Valentina Amanda Putri
10 202010420311040 Reinastya Dimitri
11 202010420311041 Nicken Nova Kurnia Putri
12 202010420311042 Reike Diyah Setiawati
13 202010420311042 Khairunnisa Adila N.H
14 2016 Marfuatin
1
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Topik : Penyakit Kulit
Sasaran : Keluarga Tn. I
Hari/Tanggal : Oktober 2022
Waktu : 60 menit
Tempat : Di rumah klien
Penyuluh : Seluruh anggota kelompok 3
A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah mengikuti penyuluhan mengenai penyakit kulit selama 1x30 menit,
diharapkan keluarga klien mampu mengerti dan memahami serta dapat
memahami tentang penyakit kulit.
B. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan selama 1x30 menit klien dapat:
1. Menjelaskan pengertian penyakit kulit
2. Menjelaskan jenis-jenis penyakit kulit
3. Mendemonstrasikan cara mencegah atau mengurangi penyakit kulit
C. MATERI (Terlampir)
1. Pengertian penyakit kulit
2. Menjelaskan jenis-jenis penyakit kulit
3. Menjelaskan gejala dan faktor penyebab penyakit kulit
4. Cara mencegah penyakit kulit
D. STRATEGI PEMBELAJARAN
No. Uraian Kegiatan Metode Media Waktu
1. Pendahuluan : Diskusi Leaflet 5 menit
a. Mengucapkan salam
b. Memperkenalkan diri
c. Menyampaikan tujuan d.
2
Mengemukakan kontrak
waktu
Pelaksanaan :
a. Menjelaskan pengertian
2.
penyakit kulit
Diskusi, Leflet 10 - 15 menit
b. Menjelaskan jenis-jenis
tanya jawab
penyakit kulit
c. Menjelaskan gejala dan
faktor penyebab penyakit
kulit
d. Menjelaskan cara
mencegah penyakit kulit
Penutup
3. a. Evaluasi dan validasi
b. Menyampaikan Lisan 5 menit
kesimpulan
c. Memberi salam
E. EVALUASI ( TERLAMPIR )
1. Prosedur : langsung
2. Bentuk evaluasi : lisan
3. Waktu : 5 menit
3
URAIAN MATERI
A. Pengertian
Kulit adalah organ multifungsi terbesar dalam tubuh. Kulit berfungsi
sebagai pelindung radiasi UV, mencegah mikroorganisme invasi dan
penetrasi kimia dan mengendalikan aliran air dan elektrolit. Kulit memiliki
peran utama dalam termogulasi tubuh, selain imunologi, sensorik dan fungsi
otonom (Firooz, et al., 2012). Kulit merupakan bagian tubuh terbesar
mewakili 10-15 % dari berat badan dengan luas permukaan rata-rata sekitar 4
meter. Kulit terdiri dari kompartemen yang berbeda: epidermis, dermis
dengan struktur adneksa, dan lemak subkutan (Alexopoulus & Chrousos,
2016).
Penyakit kulit adalah kelainan kulit yang diakibat adanya jamur, kuman,
parasit, virus maupun infeksi yang dapat menyerang siapa saja. Penyakit kulit
dapat menyerang seluruh atau sebagian tubuh tertentu dan dapat
membahayakan kondisi kesehatan penderita jika tidak ditangani dengan
serius. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan gangguan pada kulit yang
sering ditemui misalnya faktor lingkungan, iklim, tempat tinggal, kebiasaan
hidup yang kurang sehat, alergi dan lain-lain (Putri, Furqon, & Perdana,
2018).
B. Jenis-jenis Penyakit Kulit
1) Dermatitis
Dermatitis adalah peradangan kulit pada epidermis dan dermis yang
disebabkan oleh faktor eksogen maupun endogen dengan ditandai gejala
objektif lesi bersifat polimorf dan gejala subjektif gatal (Maryunani,
2010). Gejala utama yang dirasakan pada penderita penyakit dermatitis
adalah gatal, alergi, kulit melepuh, kulit meradang, perih, keluar nanah,
muncul kemerahan pada wajah, lutut, tangan dan kaki, tetapi tidak
menutup kemungkinan kemerahan muncul di daerah lain, daerah yang
terkena sangat kering dan panas pada area tersebut.
2) Abses
Abses merupakan sebuah penimbunan nanah yang terakumulasi di sebuah
kabitas jaringan karena akibat infeksi bakteri atau karena adanya benda
4
asing seperti serpihan, luka peluru, atau jaruh suntik. Gejala yang
dirasakan biasanya gatal pada bagian kulit tertentu, timbul benjolan kecil
dengan warna kemerahan, keluar nanah, nyeri tekan, nyeri kepala, kulit
meradang, bengkak dan demam. Penyebab penyakit abses antara lain
infeksi bakteri melalui cara bakteri masuk ke bawah kulit akibat luka yang
berasal dari tusukan jarum yang tidak steril.
3) Scabies
Scabies merupakan penyakit infeksi kulit yang menular dengan adanya
rasa gatal pada lesi ketika malam hari yang disebabkan oleh tungau
sarcoptes scabiei var hominis (Prativi, M. Yunita, & Linda, 2013). Gejala
yang sering dirasakan adalah gatal terutama malam hari, bentol/bintik
merah seperti jerawat kulit meradang, panas pada area tersebut, perih, dan
keluar nanah. Faktor berkembangnya penyakit scabies antara lain penyakit
tersebut banyak diderita oleh masyarakat dengan hygiene buruk, sosial
ekonomi yang rendah, hubungan seksual dengan gonta-ganti pasangan,
kesalahan dalam mendiagnosis dan perkembangan demografi serta
ekologi.
4) Herpes
Herpes merupakan penyakit radang kulit yang disebabkan oleh virus
dengan ditandai munculnya bintik yang berisi cairan pada bagian kulit
tertentu. World Health Organization (WHO) melaporkan prevalensi herpes
di Negara berkembang seperti Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan
di negara maju. Gejala yang dirasakan pada penderita herpes biasanya
gatal, demam, nyeri kepala, nyeri tekan, kulit meradang, kulit melepuh,
perih dan muncul gelembung air.
5) Urtikaria
Urtikaria merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya edema kulit
superfisial setempat dengan ukuran yang bervariasi dikelilingi oleh halo
eritem disertai rasa gatal atau panas dan terkadang perut terasa mulas serta
demam. Pada bagian tengan bintul tampak kepucatan yang biasanya
kelainan ini bersifat sementara, gatal, dan dapat terjadi dimanapun di
seluruh permukaan kulit. Ruam urtikaria cepat timbul dan hilang
5
perlahanlahan sekitar dalam waktu 1-24 jam (Fitria, 2013). Gejala yang
dirasakan pada penderita urtikaria biasanya gatal, demam, muncul ruam
merah, alergi, bengkak, dan panas pada area tersebut.
6) Pyoderma
Pioderma merupakan penyakit infeksi bakterial kulit. Penyebab utama
pioderma adalah bakteri staphylococcus aureus maupun streptococcus sp.
Pioderma merupakan infeksi bakteri pada kulit yang sering dijumpai.
Penyakit ini dapat menyerang laiki-laki maupun perempuan pada semua
kalangan usia. Gejala pada penyakit pioderma biasanya gatal, terdapat
benjolan merah pada kulit, membesar dan kemudian menjadi nanah, kulit
meradang, serta demam. Terjadinya pioderma di pengaruhi oleh gizi,
kondisi imunologis, integritas kulit, serta faktor lingkungan seperti panas,
lembab, kurangnya sanitasi dan hygiene.
7) Ektrim ( eczema )
Ektrim (ekzema) merupakan penyakit kulit manusia yang ditandai dengan
kulit kemerah-merahan, bersisik, pecah-pecah, terasa gatal terutama pada
malam hari, timbul gelembung-gelembung kecil yang mengandung air
atau nanah, bengkak, melepuh, tampak merah, sangat gatal dan terasa
panas.
8) Kudis
Kudis adalah penyakit kulit manusia yang menular, memiliki gejala gatal,
dan rasa gatal tersebut akan lebih parah pada malam hari. Sering muncul di
tempat-tempat lembab di tubuh seperti misalnya, tangan, ketiak, pantat,
dan terkadang di celah jari tangan atau kaki.
9) Kurap
Penyakit kurap merupakan penyakit kulit manusia yang menular yang
disebabkan oleh jamur. Gejala kurap mulai dapat dikenali ketika terdapat
baitan kecil yang kasar pada kulit dan dikelilingi lingkaran merah mda.
Bisul (Furunkel), merupakan penyakit kulit manusia berupa benjolan,
tampak memerah, yang akan membesar, berisi nanah dan terasa panas,
dapat tumbuh di semua bagian tubuh, namun biasanya tumbuh pada
6
bagian tubuh yang lembab, seperti : leher, lipatan lengan, atau lipatan
paha, kulit kepala.
10) Panu
Panu merupakan penyakit kulit manusia yang disebabkan jamur. Penyakit
panu ditandai dengan bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal
pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau
merah tergantung warna kulit si penderita.
C. Gejala Penyakit Kulit
Menurut (Maharani, 2015), untuk mendiagnosis penyakit kulit dan untuk
melakukan penanganan terapeutik, makan harus dapat dikenali perubahan
pada kulit yang dapat diamati secara klinis yaitu efloresen. Efloresensi kulit
dapat berubah pada waktu berlangsungnya penyakit. Untuk mempermudah
diagnosis, ruam kulit dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu efloresen
primer dan sekunder. Efloresen primer terdapat pada kulit normal, sedangkan
efloresen sekunder berkembang pada kulit yang berubah.
a) Eflorsen primer
Bercak ( macula ) adalah perubahan warna kulit
Urtica, adalah bentol-bentol pada kulit yang berwarna merah muda
sampah putih dan disebabkan oleh udem.
Papula, bentuknya sebesar kepala jarum pentul sampai sebesar
kecang hujau terjadi karena penebalan epidermis secara lokal.
Tuber (nodus), mirip dengan papula, akan tetapi tuber jauh lebih
besar.
Vesikel, memiliki ukuran sebesar kepala jarum pentul sampai
sebesar biji kapri merupakan rongga beruang satu atau banyak
yang berisi cairan.
Bulla, mirip dengan vesikel tetapi agak besar dan biasanya beruang
satu.
Pustule, merupakan vesikel yang berisi nanah, biasanya terdapat
pada kulit yang berubah karena radang
7
Urtika, penonjolan di atas kulit akibat edema setempat dan dapat
hilang perlahan-lahan, misalnya pada dermatitis medikamentosa
dan gigitan serangga.
Tumor, penonjolan di atas permukaan kulit berdasrakan
pertumbuhan sel.
Kista, penonjolan di atas permukaan kulit berupa kantong yang
berisi cairan serosa.
Plak, peninggian di atas permukaan kulit, permukaannya rata atau
berisi zat padat.
Abses, kumpulan nanah dalam jaringan.
b) Eflorsen sekunder
Ketombe (squama)
Crusta, terbentuk akibat mengeringnya eksudar, nanah, darah
Erosion, kerusakan kulit permukaan yang ada dalam epidermis.
Ulcus, disebabkan oleh hilangnya komponen kulit pada bagian
yang lebih dalam, epidermis, dan kelengkapannya juga rusak.
Likenifikasi, penebalan kulit sehingga garis lipatan tampak lebih
jelas
Ekskoriasi, kerusakan kulit sampai ujung stratum papilaris
sehingga kulit tampak merah disertai bintik-bintik pendarahan.
Ditemukan pada dermatitis kontak dan ektima.
Keloid, hipertropi yang pertumbuhannya melampaui batas.
Rhagade, kerusakan kulit dalam bentuk celah misalnya ada telapak
tangan, ujung bibir, atau diantara jari kaki.
Hiperpigmentasi, penimbunan pigmen berlebihan sehingga kulit
tampak lebih hitam dari sekitarnya.
Hipopigmentasi, kelainan yang menyebabkan kulit menjadi lebih
putih dari sekitarnya.
Atrofi, terjadinya pengecilan semua lapisan kulit, rambut tidak ada
kulit berkerut dan mudah diangkat dari lapisan dibawahnya.
Abses, kantong berisi nanah di dalam jaringan.
8
D. Penyebab Penyakit Kulit
1. Mandi tidak di kamar mandi ( di sungai )
2. Mandi < 2 x setiap hari
3. Mandi tidak memakai sabun
4. Alergi ( makanan,zat kimia,kosmetik dll )
5. Tidak menjaga kebersihan rumah
6. Tidak menutup makanan yang tersedia di meja
E. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi terjadinya Penyakit Kulit
1. Lingkungan
Lingkungan terdiri atas tiga komponen yaitu lingkungan fisik, lingkungan
biologi dan lingkungan sosial. Lingkungan yang tidak sehat atau
sanitasinya tidak terjaga dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Lingkungan dapat menjadi penyebab langsung, sebagai faktor yang
berpengaruh dalam menunjang terjangkitnya penyakit, sebagai medium
transmisi penyakit dan sebagai faktor yang mempengaruhi perjalanan
penyakit (Maharani, 2015).
2. Perilaku
Perilaku hidup yang tidak sehat seperti membuang sampah sembarangan,
tidak mencuci tangan sebelum atau sesudah makan, buang air besar atau
kecil di sembarang tempat, mencuci atau mandi dengan air kotor
merupakan perilaku yang mengudang terjangkitnya berbagai jenis
penyakit (Maharani, 2015).
3. Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan yang minim atau sulit dijangkau dapat membuat
penduduk yang sakit tidak dapat diobati secara cepat dan menularkan
penyakit pada yang lain (Maharani, 2015).
4. Genetik
Keturunan adalah faktor-faktor yang menunjukkan sejumlah sifatsifat
yang menurun dari generasi ke generasi turunannya. Kesehatan
9
masyarakat dipengaruhi oleh faktor keturunan karena sebagian penyakit
diturunkan dari orang tuanya (Maharani, 2015).
5. Riwayat Alergi
Alergi adalah suatu penyakit yang berupa perubahan reaksi tubuh yang
berlebihan terhadap suatu bahan tertentu di lingkungan yang disebut
alergen. Reaksi alergi timbul segera dalam beberapa menit setelah ada
rangsangan alergen pada seseorang yang hipersensitif. Penyebab alergi
ditimbulkan oleh interaksi antara faktor genetik dan lingkungan.
F. Pencegahan Penyakit Kulit
Penyakit kulit dapat dicegah dengan melakukan personal hygiene.
Pemeliharaan personal hygiene berarti tindakan memelihara kebersihan dan
kesehatan diri sesorang untuk kesejahteraan fisik dan psikisnya. Banyak
manfaat yang dapat didapat dengan merawat personal hygiene, memperbaiki
personal hygiene, mencegah penyakit, meningkatkan kepercayaan diri dan
menciptakan keindahan. Personal hygiene seseorang menentukan status
kesehatan secara sadar dalam menjaga kesehatan dan mencegah terjadinya
penyakit terutama gangguan pada kulit. Cara menjaga kesehatan tersebut
meliputi menjaga kebersihan kulit, kebiasaan mencuci tangan dan kuku,
frekuensi mengganti pakaian, pemakaian handuk yang bersamaan, dan
frekuensi mengganti sprei tempat tidur.
10
EVALUASI
Pertanyaan:
1. Jelaskan pengertian penyakit kulit ?
2. Jelaskan gejala penyakit kulit?
3. Menejelaskan factor yang memopengaruhi terjadinya penyakit kulit?
4. Menyebutkan penyebab penyakit kulit?
5. Menejlaskan pencegahan penyakit kulit?
Jawaban:
11
DAFTAR PUSTAKA
Triyono, Liliek, et al. "KLASIFIKASI PENYAKIT KULIT MENGGUNAKAN
METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK." Prosiding Seminar
Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Vol. 4. No. 1. 2022.
Rasyid, Sri Anggarini, Sugireng Sugireng, and Asni Ramayana Tina. "Penyuluhan
Kesehatan Pencegahan & Pengobatan Tradisional Penyakit Kulit Yang
Disebabkan Oleh Jamur Di Wilayah Pesisir Desa Wawatu." Jurnal Pengabdian
Saintek Mandala Waluya 2.1 (2022): 1-6.
12