0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
359 tayangan24 halaman

Evidence Based Asuhan Neonatus dan Bayi

Makalah ini membahas tentang evidence based dan kajian jurnal dalam neonatus, bayi, balita dan prasekolah. Topik utama yang dibahas antara lain baby friendly initiative, pemberian asi sejak dini dan asi eksklusif, regulasi suhu tubuh bayi baru lahir dengan kontak kulit ke kulit, dan perawatan tali pusat.

Diunggah oleh

Fira Ahmad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
359 tayangan24 halaman

Evidence Based Asuhan Neonatus dan Bayi

Makalah ini membahas tentang evidence based dan kajian jurnal dalam neonatus, bayi, balita dan prasekolah. Topik utama yang dibahas antara lain baby friendly initiative, pemberian asi sejak dini dan asi eksklusif, regulasi suhu tubuh bayi baru lahir dengan kontak kulit ke kulit, dan perawatan tali pusat.

Diunggah oleh

Fira Ahmad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

EVIDENCE BASED DAN KAJIAN JURNAL DALAM NEONATUS BAYI


BALITA DAN PRASEKOLAH

Oleh :

NUR AFIFAH AUFYAH AHMAD

POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR

PENDIDIKAN PROFESI BIDAN

T.A 2023/2024
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan yang maha esa. Yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayah-Nya kepada penyusun,sehingga dengan izin-Nya dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul EVIDENCE BASED DAN KAJIAN JURNAL
DALAM NEONATUS BAYI BALITA DAN PRASEKOLAH

Makalah ini disusun guna untuk memnuhi mata kuliah Asuhan Kebidanan
neonatus,bayi,balita dan apras sebagai pelengkap acuan pembelajaran. Penyusun
juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu
penyusun sangat mengharapkan saran dan kritik yang siftanya membangun dari
pembaca untuk kesempurnaan makalah ini. Harapan saya, makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca.

Makassar,3 April 2023

Nur afifah aufyah ahmad


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................................2
BAB I.................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.............................................................................................................4
A. Latar Belakang.......................................................................................................4
B. Rumusan Masalah..................................................................................................5
C. Tujuan....................................................................................................................5
BAB II...............................................................................................................................6
PEMBAHASAN................................................................................................................6
A. Baby friendly.................................................................................................................
B. Memberian asi sejak dini dan asi ekskulisif...............................................................7
[Link] suhu tubuh bayi baru lahir dengan kontak kulit ke kulit.............................11
[Link] tali pusat.................................................................................................13

BAB III............................................................................................................................17
PENUTUP.......................................................................................................................17
Kesimpulan..................................................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................19
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

EVIDENCED BASED DALAM ASUHAN KEBIDANAN


KEHAMILAN (Antenatal Care) A. EVIDENCE BASED MIDWIFERY
(PRACTICE) EBM didirikan oleh RCM dalam rangka untuk membantu
mengembangkan kuat profesional dan ilmiah dasar untuk pertumbuhan tubuh
bidan berorientasi akademis. RCM Bidan Jurnal telah dipublikasikan dalam satu
bentuk sejak 1887 (Rivers, 1987), dan telah lama berisi bukti yang telah
menyumbang untuk kebidanan pengetahuan dan praktek. Pada awal abad ini,
peningkatan jumlah bidan terlibat dalam penelitian, dan dalam membuka kedua
atas dan mengeksploitasi baru kesempatan untuk kemajuan akademik. Sebuah
kebutuhan yang berkembang diakui untuk platform untuk yang paling ketat
dilakukan dan melaporkan penelitian. Ada juga keinginan untuk ini ditulis oleh
dan untuk bidan. EBM secara resmi diluncurkan sebagai sebuah jurnal mandiri
untuk penelitian murni bukti pada konferensi tahunan di RCM Harrogate, Inggris
pada tahun 2003 (Hemmings et al, 2003). Itu dirancang ‘untuk membantu bidan
dalam mendorong maju yang terikat pengetahuan kebidanan dengan tujuan utama
meningkatkan perawatan untuk ibu dan bayi ‘(Silverton, 2003). EBM mengakui
nilai yang berbeda jenis bukti harus berkontribusi pada praktek dan profesi
kebidanan berorientasi komunitas. Jurnal kualitatif mencakup aktif serta sebagai
penelitian kuantitatif, analisis filosofis dan konsep serta tinjauan pustaka
terstruktur, tinjauan sistematis, kohort studi, terstruktur, logis dan transparan,
sehingga bidan benar dapat menilai arti dan implikasi untuk praktek, pendidikan
dan penelitian lebih lanjut. Menurut Sackett et al. Evidence-based (EB)adalah
suatu pendekatan medik yang didasarkan pada bukti-bukti ilmiah terkini untuk
kepentingan pelayanan kesehatan penderita. Dengan demikian, dalam prakteknya,
EB memadukan antara kemampuan dan pengalaman klinik dengan bukti-bukti
ilmiah terkini yang paling dapat dipercaya. Pengertian lain dari evidence based
adalah proses yang digunakan secara sistematik untuk menemukan, menelaah/me-
review, dan memanfaatkan hasil-hasil studi sebagai dasar dari pengambilan
keputusan klinik. Jadi secara lebih rincinya lagi, EB merupakan keterpaduan
antara : 1. bukti-bukti ilmiah, yang berasal dari studi yang terpercaya (best
research evidence) 2. keahlian klinis (clinical expertise) 3. nilai-nilai yang ada
pada masyarakat (patient values). Publikasi ilmiah adalah suatu pempublikasian
hasil penelitian atau sebuah hasil pemikiran yang telah ditelaaah dan disetujui
dengan beberapa petimbangan baik dari acountable aspek metodologi maupun
accountable aspek ilmiah yang berupa jurnal, artikel, e-book atau buku yang
diakui. Penggunaan kebijakan dari bukti terbaik yang tersedia sehingga tenaga
kesehatan (Bidan) dan pasien mencapai keputusan yang terbaik, mengambil data
yang diperlukan dan pada akhirnya dapat menilai pasien secara menyeluruh dalam
memberikan pelayanan kehamilan(Gray, 1997). Praktek kebidanan sekarang lebih
didasarkan pada bukti ilmiah hasil penelitian dan pengalaman praktek terbaik dari
para praktisi dari seluruh penjuru dunia. Rutinitas yang tidak terbukti manfaatnya
kini tidak dianjurkan lagi.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu baby fiendly?
2. Cara memulai pemberian asi sejak dini ?
3. Asi ekslusif ?
4. Perawatan tali pusat?
5. Regulasi suhu tubuh bayi baru lahir dengan kontak kulit ke kulit?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa penyebab terjadi masalah-masalah di atas dan
dan cara mengatasinya
BAB II

PEMBAHASAN

A.      Baby Friendly
Baby friendly atau Baby Friendly Initiative (inisiasi sayang bayi) adalah
suatu prakarsa internasional yang didirikan oleh WHO/ UNICEF pada tahun 1991
untuk mempromosikan, melindungi dan mendukung inisiasi dan kelanjutan
menyusui. Untuk membantu dalam pelaksanaan inisiatif, alat dan bahan berbeda
yang dikembangkan, diuji lapangan dan disediakan. Alat tambahan tersebut
dikembangkan setelah itu, seperti pemantauan dan penilaian ulang alat. Sejak
meluncurkan The Hospital Initiative Bayi ramah (BFHI) telah berkembang,
dengan lebih dari 152 negara di seluruh dunia menerapkan inisiatif yang memiliki
dampak yang terukur dan terbukti, meningkatkan kemungkinan bayi yang ASI
eksklusif selama enam bulan pertama.
Pelaksanaan  Baby Friendly dapat dilakukan sebagai berikut:
1.      Memulai memberian ASI secara dini dan eksklusif
Yaitu pemberian ASI dimulai segera setelah bayi lahir, maksimal setengah jam
pertama setelah persalinan.
2.      Melakukan pemotongan tali pusat
Pemotongan tali pusat dilakukan dengan adanya penundaan selama 3 menit.
3.      Melakukan perawatan tali pusat
Perawatan tali pusat dilakukan dengan cara :
a.       Membiarkan tali pusat kerng sendiri
b.      Metode kasa kering
c.       Metode kasa alkohol 70%
d.      Metode antiseptik dan kasa kering (Asrinah, dkk .2010)
4.      Melakukan bounding attachment
Merupakan suatu ikatan yang terjadi antra orang tua dan bayi baaru lahir yang
meliputi pemberian kasih sayang, pencurahan perhatian yang saling tarik menarik.
Keberhasilan dalam hubungan ikatan batin antara seorang bayi dan ibunya dapat
mempengaruhi hubungan sepanjang masa dengan memberikan respon sensual
antara ibu dan bayi pada kontak awal kelahiran yaitu:
a.         Sentuhan
b.        Kontak mata
c.         Bau badan
d.        Suara
e.         Irama kehidupan (Asrinah, dkk .2010)
5.      Menjaga kehangatan bayi
Cara mencegah terjadinya kehilangan panas pada bayi adalah:
1)        Mengeringkan tubuh bayi secara seksama
2)        Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat
3)        Selimuti atau tutup kepala bayi
4)        Jangan menimang bayi dalam keadaan tidak berpakaian
5)        Jangan memandikan bayi sebelum 6 jam pasca persalinan
6)        Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayi(Asrinah, dkk .2010).
Program ini mendorong rumah sakit dan fasilitas bersalin yang
menawarkan tingkat optimal perawatan untuk ibu dan bayi. Sebuah fasilitas Baby
Friendly Hospital atau Maternity berfokus pada kebutuhan bayi dan
memberdayakan ibu untuk memberikan bayi mereka awal kehidupan yang baik.
Dalam istilah praktis, rumah sakit sayang bayi mendorong dan membantu wanita
untuk sukses memulai dan terus menyusui bayi mereka dan akan menerima
penghargaan khusus karena telah melakukannya. Sejak awal program, lebih dari
18.000 rumah sakit di seluruh dunia telah menerapkan program baby friendly.
Negara-negara industri seperti Australia, Austria, Denmark, Finlandia, Jerman,
Jepang, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swiss, Swedia, Inggris, dan Amerika
Serikat telah resmi di tetapka sebagai rumah sakit sayang bayi.
Dalam rangka mencapai program Baby Friendly Inisiative, semua provider
rumah sakit dan fasilitas bersalin akan:
a.       Memiliki kebijakan tertulis tentang menyusui secara rutin dan dikomunikasikan
kepada semua staf tenaga kesehatan.
b.      Melatih semua staf tenaga kesehatan dalam keterampilan yang diperlukan untuk
melaksanakan kebijakan ini.
c.       Member tahu semua ibu hamil tentang manfaat dan penatalaksanaan menyusui
d.      Membantu ibu untuk memulai menyusui dalam waktu setengah jam kelahiran.
e.       Tampilkan pada ibu bagaimana cara menyusui dan cara mempertahankan
menyusui jika mereka harus dipisahkan dari bayi mereka.
f.       Berikan ASI pada bayi baru lahir, kecuali jika ada indikasi medis.
g.      Praktek rooming-in agar memungkinkan ibu dan bayi tetap bersama-sama
h.      Mendorong menyusui on demand
i.        Tidak memberikan dot kepada bayi menyusui
j.        Mendorong pembentukan kelompok pendukung menyusui dan menganjurkan
ibu menghubungi mereka setelah pulang dari rumah sakit atau klinik.

B.       Memulai Pemberian ASI Sejak Dini dan Asi Ekslusif

Inisiasi menyusu dini (Early initiation) adalah permulaan kegiatan menyusu


dalam satu jam pertama setelah bayi lahir. Inisiasi dini juga bisa diartikan sebagai
cara bayi menyusu satu jam pertama setelah lahir dengan usaha sendiri dengan
kata lain menyusu bukan disusui. Cara bayi melakukan inisiasi menyusu dini ini
dinamakan The Breast Crawl atau merangkak mencari payudara (Roesli Utami,
2008).
Menurut Dwi Sunar Prasetyono (2009) Inisiasi menyusu dini (IMD) adalah
perilaku pencarian puting payudara ibu sesaat setelah bayi lahir. Pemberian ASI
dimulai segera setelah bayi lahir, maksimal setengah jam pertamasetelah
persalinan. Hal ini merupakan titk awal yang peting apakah bayi nanti akan cukup
mendapatkan ASI atau tidak. Ini didasari oleh peran hormon pembuat ASI, antara
lain hormonprolaktin, hormone prolaktin dalam peredaran darah ibu akan
menurun setelah satu jam persalinan yang disebabkan oleh lepasnya plasenta.
Setengah jam pertama setelah persalinan,segera posisikan bayi untuk
menghisap puting susu ibu secara [Link] bayi ini akan memberi rangsangan
pada hipofisis untuk mengeluarkan hormon oksitosin bekerja merangsang otot
polos untuk memeras asi yang ada pada alveoli,lobus,serta duktus yang berisi asi
yang di keluarkan melalui putting susu,keadaan ini akan memaksa hormone
prolaktin untuk terus memproduksi ASI.

Manfaat inisiasi menyusu dini:


                        1.     Mencegah hipotermia karena dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat
selama bayi merangkak mencari payudara.
              2.            Bayi dan ibu menjadi lebih tenang, tidak stres, pernapasan dan detak
jantung lebih stabil, dikarenakan oleh kontak antara kulit ibu dan bayi.
                    3.            Imunisasi Dini. Mengecap dan menjilati permukaan kulit ibu sebelum
mulai mengisap puting adalah cara alami bayi mengumpulkan bakteri-bakteri baik
yang ia perlukan untuk membangun sistem kekebalan tubuhnya.
                    4.            Mempererat hubungan ikatan ibu dan anak (Bonding Atthacment)
karena 1 – 2 jam pertama, bayi dalam keadaan siaga. Setelah itu, biasanya bayi
tidur dalam waktu yang lama.
                    5.            Bayi yang diberi kesempatan menyusu dini lebih berhasil menyusui
ekslusif dan akan lebih lama disusui.
                    6.            Sentuhan tangan bayi diputing susu dan sekitarnya, emutan dan jilatan
bayi pada puting ibu merangsang pengeluaran hormon oksitosin.
                    7.            Bayi yang diberi kesempatan inisiasi menyusu dini lebih dulu
mendapatkan kolostrum daripada yang tidak diberi kesempatan. Kolostrum ASI
istimewa yang kaya akan daya tahan tubuh, penting untuk ketahanan terhadap
infeksi, penting untuk pertumbuhan usus, bahkan kelangsungan hidup bayi,.
Kolostrum akan membuat lapisan yang melindungi dinding usus bayi yang masih
belum matang sekaligus mematangkan dinding usus ini.
                    8.            Ibu dan ayah akan sangat bahagia bertemu dengan bayinya untuk
pertama kali dalam kondisi seperti ini. Bahkan, ayah mendapat kesempatan
mengazankan anaknya di dada ibunya. Suatu pengalaman batin bagi ketiganya
yang amat indah. (Roesli Utami, 2008).
                    9.            Perkembangan psikomotorik lebih cepat.
                10.            Menunjang perkembangan koknitif
                11.            Mencegah perdarahan pada ibu
                12.            Mengurangi risiko terkena kanker payudara dan ovarium. (Dewi Cendika
& Indarwati, 2010)

Tahapan inisiasi menyusu dini adalah :


                    1.            Tahap pertama disebut istirahat siaga (rest/quite alert stage). Dalam
waktu 30 menit, biasanya bayi hanya terdiam. Tapi jangan menganggap proses
menyusu dini gagal bila setelah 30 menit sang bayi tetap diam. Bayi jangan
diambil, paling tidak 1 jam melekat.
                    2.            Tahap kedua, bayi mulai mengeluarkan suara kecapan dan gerakan
menghisap pada mulutnya. Pada menit ke 30 sampai 40 ini bayi memasukkan
tangannya ke mulut.
                    3.            Tahap ketiga, bayi mengeluarkan air liur. Namun air liur yang menetes
dari mulut bayi itu jangan dibersihkan. Bau ini yang dicium bayi. Bayi juga
mencium bau air ketuban di tangannya yang baunya sama dengan bau puting susu
ibunya. Jadi bayi mencari baunya.
                    4.            Tahap keempat, bayi sudah mulai menggerakkan kakinya. Kaki
mungilnya menghentak guna membantu tubuhnya bermanuver mencari puting
susu. Khusus tahap keempat, ibu juga merasakan manfaatnya. Hentakan bayi di
perut bagian rahim membantu proses persalinan selesai, hentakan itu membantu
ibu mengeluarkan ari-ari.
                    5.            Pada tahap kelima, bayi akan menjilati kulit ibunya. Bakteri yang masuk
lewat mulut akan menjadi bakteri baik di pencernaan bayi. Jadi biarkan si bayi
melakukan kegiatan itu.
                    6.            Tahap terakhir adalah saat bayi menemukan puting susu ibunya. Bayi
akan menyusu untuk pertama kalinya. "Proses sampai bisa menyusu bervariasi.
Ada yang sampai 1 jam. (Roesli Utami, 2008)
Penghambat pelaksanaan IMD:
           1.            Bayi kedinginan-tidak benar
Berdasarkan hasil pnelitian [Link] Bergman (2005), ditemukan bahwa suhu
dada ibu yang melahirkan menjadi 1° C lebih panas daripada suhu dada ibu yang
tidak melahirkan. Jika bayi yang diletakkan di dada ibu ini kepanasan, suhu dada
ibu akan turun 1° C. Jika bayi kedinginan, suhu dada ibu akan meningkat 2° C
untuk menghangatkan bayi. Jadi, dada ibu yang melahirkan merupakan tempat
terbaik bagi bayi yang baru lahir dibandingkan tempat tidur yang canggih dan
mahal.

           2.            Setelah melahirkan, ibu terlalu lelah untuk segera menyusui bayinya


Seorang ibu jarang terlalu lelah untuk memeluk bayinya segera setelah lahir.
Keluarnya oksitosin saat kontak kulit ke kulit seta saat bayi menyusu dini
membantu menenangkan ibu.
           3.            Tenaga kesehatan kurang tersedia
Saat bayi di dada ibu, penolong persalinan dapat melanjutkan tugasnya. Bayi
dapat menemukan sendiri payudara ibu. Libatkan ayah atau keluarga terdekat
untuk manjaga bayi sambil memberi dukungan pada ibu.
           4.            Kamar bersalin atau kamar operasi sibuk
Dengan bayi di dada ibu, ibu dapat dipindahkan ke ruang pulih atau kamar
perawatan. Beri kesempatan pada bayi untuk meneruskan usahanya mencapai
payudara dan menyusu dini.
           5.            Ibu harus dijahit
Kegiatan merangkak mencari payudara terjadi di area payudara. Yang dijahit
adalah bagian bawah tubuh ibu.
           6.            Suntikan vitamin K dan tetes mata untuk mencegah penyakit gonore harus
segera diberikan setelah lahir
Menurut American College of Obstetrics and Gynecology dan Academy
Breastfeeding Medicine (2007), tindakan pencegahan ini dapat ditunda setidaknya
selama satu jam sampai bayi menyusu sendiri tanpa membahayakan bayi.
           7.            Bayi harus segera dibersihkan, dimandikan, ditimbang, dan diukur
Menunda memandikan pada bayi berarti menghindarkan hilangnya panas badan
bayi. Selain itu, kesempatan vernix meresap, melunakkan, dan melindungi kulit
bayi lebih besar. Bayi dapat dikeringkan segera setelah lahir. Penimbangan dan
pengukuran dapat ditunda sampai menyusu awal selesai.
           8.            Bayi kurang siaga
Justru pada 1-2 jam pertama kelahirannya, bayi sangat siaga (alert). Setelah itu,
bayi tidur dalam waktu yang lama. Jika bayi mengantuk akibat obat yang diasup
ibu, kontak kulit akan lebih penting lagi karena bayi memerlukan bantuan lebih
untuk Bonding.
           9.            Kolostrum tidak keluar atau jumlah kolostrum tidak memadai sehingga
diperlukan cairan lain (cairan prelaktal)
Kolostrum cukup dijadikan makanan pertama bayi baru lahir. Bayi dilahirkan
dengan membawa bekal air dan gula yang dapat dipakai pada saat itu.
       10.            Kolostrum tidak baik, bahkan berbahaya untuk bayi
Kolostrum sangat diperlukan untuk tumbuh-kembang bayi. Selain sebagai
imunisasi pertama dan mengurangi kuning pada bayi baru lahir, kolostrum
melindungi dan mematangkan dinding usus yang masih muda. (Roesli Utami,
2008).
Dengan memberi pengganti ASI setelah bayi lahir berarti akan menekan
pengeluaran ASI, dengan tidak adanya rangsangan pada putting susu  berarti
membiarakan kadar hormon oksitosin turun secara perlahan dalam peredaran
darah sehingga ASI dalam lobus tidak terperas yang mengakibatkan hormon
prolaktin akan turun dan hilang dari peredaran darah. Keadaan ini akan
menyebabkan ASI yang keluar sedikit,dan berhenti sebelum bayi umur 6
bulan,hal ini sangat merugikan bayi. Dengan keluarnya ASI prolaktin terangsang
untuk segera memproduksi ASI,semakin bayi sering menyusu semakin banyak
ASI yang di keluarkan,dan akan makin banyak ASI yang keluar. Semakin tinggi
kadar oksitosin pada peredaran darah merangsang prolaktin untuk terus
memproduksi ASI.
Dengan memberikan ASI pada bayi dalam waktu kurang dari setengah jam pasca
persalinan berarti sudah memberikan 5 keuntungan:
1.      Bayi mendapatkan terapi psikologis berupa ketenangan dan kepuasan
Terpenuhinya rasa aman dan nyaman akibat kelelahan selama proses persalinan
karena bayi harus melewati pintu atas panggul, panggul dalam, dasar panggul,dan
panggul luar yang membuat stress. Dengan menemukan putting susu ibu bayi
mendapatkan ketenangan kembali, pelican ibu membuat bayi mendapatkan rasa
aman atau nyaman seperti di dalam rahim ibu. Hal ini merupakan terapi bagi bayi
yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologos bayi karena ia
mendapatkan modal pertama pembentukan kepercayaan diri terhadap lingkungan.
2.      Tertanamnya kepercayaan akan lingkungan berarti ibu sudah membangun dasar
kepercayaan (psikologis) yang akan terus berkembang pada masa dewasa yaitu
kepercayaan dan ketenengan dalam menghadapi tiap permasalahan (gelisah/sakit
dirasakan akan ada akhirnya ) dan akan diperoleh kenyamanan kembali.
3.      Kadar hormon prolaktin tidak sempat turun dalam peredaran darah ibu sehingga
kolostrum untuk hari pertama akan lebih cepat keluar, bayi tidak gelisah ataupun
rewel. Dengan demikian, untuk hari selanjutnya ASI dapat dipertahankan.
4.      Dengan isapan bayi yang benar, oksitosin akan keluar lebih banyak, hal ini
menguntungkan karena otot polos rahim akan terus berkontraksi, artinya rahim
akan berkontraksi lebih kuat
5.      Oleh karena kontraksi yang baik dari hasil kerja hormon oksitosin, proses
involusio akan lebih cepat terjadi, dengan cepatnya proses involusio, lika bekas
persalinan cepat menutup. Alat reproduksi antara lain uterus, vagina akan segera
kembali normal dan kemungkinan terjadinya infeksi pascapostpartum.

C.    Regulasi Suhu Bayi Baru Lahir Dengan Kontak Kulit Ke Kulit


1.      Regulasi Suhu Bayi Baru Lahir
Bayi baru lahir belum mampu mengatur suhu tubuh mereka sehingga
mengalami stress dengan adanya perubahan lingkungan. Pada saat bayi baru lahir
dan masuk kedalam suhu ruangan menyebabkan tubuh bayi cepat mendingin pada
saat air ketuban menguap dari [Link] tubuh bayi berbanding lurusdengan
lingkungan yang dingin pembentukan suhu tanpa mekanisme menggigil
merupakan usaha utama seorang bayi yang kedinginan untuk mendapatkan
kembali panas tubuhnya (Rochmah, dkk, 2012).
Pembentukan suhu tanpa menggigil ini merupakan hasil penggunaan lemak
coklat yang terdapatt di seluruh tubuh, dan mereka mampu meningkatkan panas
tubuh hingga 100%. Lemak coklat ini tidak dapat diproduksi ulang oleh bayi dan
cadangan lemak coklat ini akan habis dalam waktu singkat dengan adanya stress
dingin (Asrinah, dkk . 2010).
Setelah bayi dilahirkan dan berhasil melalui adaptasi dari intra ke ekstra
uterin, bayi harus dijaga tetap hangat. Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk
menjaga bayi tetap hangat adalah:
                              1.            Jelaskan kepada ibu bahwa menjaga bayi tetap hangat adalah sangat
penting untuk menjaga bayi tetap sehat
                              2.            Bayi memakai pakaian yang lembut, hangat, kering dan bersih, bila
perlu bayi memakai tutup kepala, sarung tangan dan kaos kaki
                              3.            Yakinkan bayi menggunakan baju dan diselimuti
                              4.            Bayi harus dirawat gabung dengan ibunya sehingga ibu mudah
menjangkau bayinya
                              5.            Apabila bayi harus dipisah dengan ibunya, yakinkan bayi
menggunakan pakaian yang hangat dan diselimuti
                              6.            Raba telapak kaki bayi, bila teraba dingin bisa dilakukan kontak kulit
ke kulit, atau ditambah selimut dan lakukan penilaian ulang
                              7.            Jaga ruangan tetap hangat (Kemenkes RI, 2010)
Menurut Asrinah, dkk (2010) setiap bayi yang lahir memiliki sistem
pengendalian suhu yang belum matang. Ketika lahir, bayi berada dalam suhu lebih
rendah daripada di dalam kandungan dan keadaan basah. Cara mencegah
terjadinya kehilangan panas pada bayi adalah:
1.      Mengeringkan tubuh bayi secara seksama
2.      Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat
3.      Selimuti atau tutup kepala bayi
4.      Jangan menimang bayi dalam keadaan tidak berpakaian
5.      Jangan memandikan bayi sebelum 6 jam pasca persalinan
6.      Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayi
Jika bayi kedinginan dia akan mulai mengalami hipotermi. Hipoglikemi
disebabkan oleh:
                           1.          Pusat pengaturan suhu tbuh bayi belum berfungsi sempurna
                           2.          Permukaan tubuh bayi relative lebih luas
                           3.          Tubuh bayi terlalu kecil untuk memproduksi dan menyimpan panas
                           4.          Bayi belum mampu mangatur posisi tubuh dan pakaiannya agar tidak
kedinginan (Asrinah, dkk .2010).

Gejala hipotermi :
                              1.       Bayi menjadi kurang aktif, letargis, hipotonus, tidak kuat menghisap
ASI, merintih
                              2.       Pernapasan megap-megap, lambat, denyut jantung menurun
                              3.       Timbul sklerema: kulit mengeras berwarna kemerahan terutama di
bagian punggung, tungkai dan lengan
                              4.       Muka bayi berwarna merah terang
                              5.       Hipotermi menyebabkan perubahan metabolism tubuh yang berakibat
kegagalan fungsi jantung, perdarahan pada paru-paru, ikterus dan
kematian(Asrinah, dkk .2010).
Mekanisme terjadinya hipotermi karena penurunan suhu tubuh yang terjadi
melalui:
                           1.      Radiasi: panas tubuh bayi memancar ke lingkungan sekitar bayi yang
lebih dingin, missal: bayi diletakkan di tempat yang dingin
                           2.      Evaporasi: cairan atau air ketuban yang membashi kulit bayi menguap,
missal: bayi tidak langsung dikeringkan dari air ketuban
                           3.      Konduksi: pindahnya panas tubuh bayi karena kulit bayi kontak
langsung dengan permukaan yang lebih dingin, missal: popok yang basah tidak
langsung diganti
                           4.      Konveksi: hilangnya panas tubuh bayi karena aliran udara di sekeliling
bayi, missal: bayi diletakkan di dekat pintu atau jendela terbuka (Asrinah,
dkk .2010).
2.      Kontak Kulit Ke Kulit
Setelah tali pusat dipotong, letakkan bayi tengkurap di dada atau perut ibu.
Luruskan dan usahakan ke dua bahu bayi menempel di dada atau perut ibu.
Usahakan kepala bayi berada di antara payudara ibu dengan posisi sedikit lebih
rendah dari puting payudara ibu. Kemudian selimuti tubuh ibu dan bayi dengan
kain hangat yang sama dan pasang topi di kepala bayi. Bagian kepala bayi
memiliki permukaan yang relatif luas dan bayi akan dengan cepat kehilangan
panas jika bagian tersebut tidak tertutup. Untuk menjaga agar bayi tetap hangat,
tubuh ibu dan bayi harus berada di dalam satu pakaian (merupakan teknologi tepat
guna baru) disebut sebagai Metoda Kanguru. Sebaiknya bu menggunakan pakaian
longgar berkancing depan (Sarwono, 2010).

D.    Pemotongan Tali Pusat


Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kinmond, S. et al. (1993)
menunjukkan bahwa pada bayi prematur, ketika pemotongan tali pusat ditunda
paling sedikit 30 menit atau lebih, maka bayi akan:
1. Menunjukkan penurunan kebutuhan untuk tranfusi darah
2. Terbukti sedikit mengalami gangguan pernapasan
3. Hasil tes menunjukkan tingginya level oksigen
4. Menunjukkan indikasi bahwa bayi tersebut lebih viabel
dibandingkan dengan bayi yang dipotong tali pusatnya segera
setelah lahir
5. Mengurangi resiko perdarahan pada kala III persalinan
6. Menunjukkan jumlah hematokrit dan hemoglobin dalam darah
yang lebih baik.
Pada manajemen aktif kala tiga, tali pusat segera dijepit dan dipotong setelah
persalinan. Ini dilakukan untuk memungkinkan intervensi manajemen aktif yang
lain. Pada manajemen menunggu, penjepitan tali pusat biasanya dilakukan setelah
tali pusat berhenti berdenyut. Menurut Pritchart, Macdonald dan Gant (1991)
dengan meletakkan bayi baru lahir lebih rendah atau sejajar vulva selama 3 menit
sebelum tali pusat dijepit dan dipotong dapat mengalirkan darah 80 ml ke sirkulasi
darah bayi baru lahir. Dengan melakukan penundaan pemotongan tali pusat pada
bayi lahir prematur atau berat lahir rendah dan bila sebelumnya terjadi gawat janin
dapat mencegah kadar Hb yang rendah pada masa neonatal [Link]
aliran darah mengakibatkan kadar hematokrit dan haemoglbin lebih rendah pada
bayi baru lahir dan dapat manimbulkan anemia zat besi pada pertumbuhan bayi
(Sodikin, 2009).
Dalam jurnal ilmiah yang dilakukan oleh George Marcom Morley (2007)
dikatakan bahwa seluruh proses biasanya terjadi dalam beberapa menit setelah
kelahiran, dan pada saat bayi mulai menangis dan kulitnya berwarna merah muda,
menandakan prosesnya sudah komplit. Menjepit dan memotong tali pusat pada
saat proses sedang berlangsung, dari sirkulasi oksigen janin menjadi sistem
sirkulasi bayi sangat menggangu sistem pendukung kehidupan ini dan bisa
menyebabkan penyakit serius. Dalam penelitian ini dikatakan bahwa saat talipusat
dilakukan pengekleman, pulse rate dan cardiac out put berkurang 50% karena
50% dari vena yang kembali ke jantung telah dimatikan (clamped off). Banyak
sekali akibat yang tidak menguntungkan pada pemotongan tali pusat segera
setelah bayi lahir dan dalam penelitian ini dikatakan resiko untuk terjadinya brain
injury, cerebral palsy, asfiksia, autis, kejadian bayi kuning bahkan anemia pada
bayi sangatlah banyak.
Oleh harena itu penundaan pemotongan tali pusat merupakan suatu tindakan
yang sangat penting, karena untuk mengubah sirkulasi oksigen dari plasenta ke
sirkulasi paru-paru membutuhkan waktu. Karena di masa transisi ini sangat
penting dilakukan penundaan pemotongan tali pusat karena akan menguntungkan
bagi bayi dan menguraingi resiko trauma (Sodikin, 2009).
Mencermati dari hasil-hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa
pemotongan tali pusat segera setelah bayi lahir sangat tidak menguntungkan baik
bagi bayi maupun bagi ibunya. Namun dalam praktek APN dikatakan bahwa
pemotongan tali pusat dilakukan segera setelah bayi lahir. Dari situ kita bisa lihat
betapa besarnya resiko kerugian, kesakitan maupun kematian yang dapat terjadi.
(Sodikin, 2009).

E.     Perawatan Tali Pusat
Perawatan tali pusat merupakan upaya untuk mencegah infeksi tali pusat
yang sesungguhnya merupakan tindakan sederhana, yang terpenting adalah tali
pusat dan daerah sekitar tali pusat selalu bersih dan kering, dan selalu mencuci
tangan dengan air bersih dan menggunakan sabun sebelum merawat tali pusat.
Pada bayi normal dipotong sampai denyut nadi tak teraba pada tali pusat,
sedangkan pada bayi resiko tinggi dipotong secepat mungkin, agar dapat
dilakukan [Link] bayi dilahirkan, tali pusar (umbilikal) yang
menghubungkannya dan plasenta ibunya akan dipotong meski tidak semuanya.
Tali pusar yang melekat di perut bayi, akan disisakan beberapa senti. Sisanya ini
akan dibiarkan hingga pelan-pelan menyusut dan mengering, lalu terlepas dengan
sendirinya. Agar tidak menimbulkan infeksi, sisa potongan tadi harus dirawat
dengan benar. (Sodikin, 2009)
1.      Cara Perawatan Tali Pusat
      Pengenalan dan pengobatan secara dini infeksi tali pusat sangat penting untuk
mencegah sipsis oleh karena itu ada beberapa cara mengenai perawatan tali pusat
yaitu:
a.    Membiarkan tali pusat kering sendiri
Membiarkan tali pusat mengering dengan sendirinya dan hanya membersihkan
setiap hari tidak menyebabkan infeksi, hal yang penting adalah tidak
membubuhkan apapun pada sekitar daerah tali pusat karena dapat mengakibatkan
infeksi (Sodikin, 2009).
b.    Metode kasa kering
            Salah satu yang disarankan oleh WHO dalam merawat tali pusat adalah
dengan menggunakan pembalut kassa bersih yang sering diganti (Sodikin, 2009).
c.    Metode kasa alkohol 70%
Tali pusat dirawat dan dijaga kebersihanya dengan menggenakan alkohol 70% ,
paling sedikit dua kali sehari setiap empat jam dan lebih sering lagi jika tampak
basah atau lengket (Sodikin, 2009)
d.   Metode antiseptik dan kasa kering
Luka tali pusat dibersihkan dan dirawat dengan alkohol 70% atau povidon iodine
10% serta dibalut kasa steril,pembalut tersebut diganti setiap hari dan setiap tali
basah atau kotor (Saifuddin, 2009)
2.      Prinsip Perawatan Tali Pusat
a.    Jangan membungkus atau mengoleskan bahan atau ramuan apapun ke puntung
tali pusat.
b.    Mengusapkan alkohol ataupun betadin masih diperkenankan sepanjang tidak
menyebabkan tali pusat basah atau lembab.
F.     Stimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita
Stimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita adalah
rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir yang dilakukan setiap hari untuk
merangsang semua sistem indera (pendengaran, penglihatan perabaan, pembauan,
dan pengecapan). Selain itu harus pula merangsang gerak kasar dan halus kaki,
tangan dan jari-jari, mengajak berkomunikasi serta merangsang perasaan yang
menyenangkan dan pikiran bayi dan balita. Rangsangan yang dilakukan sejak
lahir, terus menerus, bervariasi dengan suasana bermain dan kasih sayang akan
memicu kecerdasan anak. Waktu yang ideal untuk stimulasi adalah saat bayi
bangun tidur/ tidak mengantuk, tenang, siap bermain dan sehat.
Tujuan tindakan memberikan stimulasi pada bayi dan balita adalah untuk
membantu anak mencapai tingkat pertumbuhan dan perkembangan optimal atau
sesuai yang diharapkan. Tindakan pemberian stimulasi dilakukan dengan prinsip
bahwa stimulasi merupakan ungkapan rasa kasih dan sayang, bermain dengan
anak, berbahagia bersama. Stimulasi dilakukan bertahap dan berkelanjutan dan
mencakup empat bidang kemampuan berkembang. Stimulasi dimulai dari tahap
yang sudah dicapai oleh anak, stimulasi dilakukan dengan wajar, tanpa paksaan
atau hukuman atau arah bila anak tidak dapat melakukannya dan member pujian
bila anak berhasil (Suherman.2010).
Berikut adalah tahapan perkembangan dan stimulasi bagi kesehatan anak:
a.       Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi  0-3  bulan
1.      Bergaul dan mandiri
Ajaklah bayi anda berbicara dengan lembut dibuai, dipeluk, dinyanyikan lagu dan
lain-lain.
2.      Bicara, Bahasa dan Kecerdasan
Ajaklah bayi anda berbicara, mendengarkan bebagai suara (suara burung, radio,
dan lain-lain).
3.      Gerak Kasar
Lihat bayi anda mengangkat kepala pada posisi telungkup dan memperhatikan
benda bergerak.
4.      Gerak halus
Latih bayi anda menggenggam benda kecil.
b.      Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi  3-6  bulan
1.      Bergaul dan mandiri
      Latih bayi anda mencari sumber suara
2.      Bicara, bahasa dan kecerdasan
      Latih bayi anda menirukan suara atau bunyi atau kata.
3.      Gerak kasar
      Latih bayi anda menyangga leher dengan kuat.
4.      Gerak halus
      Latih bayi anda meraup benda kecil
c.       Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi  6-9 bulan
1.      Gerak kasar
      Latih anak berjalan dengan berpegangan tangan.
2.      Gerak halus
      Latih anak memasukkan dan mengeluarkan benda dari wadah
3.      Bicara, bahasa dan kecerdasan
      Latih anak menirukn kata-kata
4.      Bergaul dan mandiri
      ajak anak bermain dan mandiri
d.      Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi  usia 9-12  bulan
1.      Gerak kasar
      Latih anak berjalan sendiri
2.      Gerak halus
                                                                                                Ajak anak menggelindingkan bola.
Gelindingkan bola kearah anak dan minta agar ia menggelindingkannya kembali
3.      Bicara, bahasa dan kecerdasan
Latih anak menirukan kata-kata. Kenalkan dengan kata-kata baru sambil
menunjukkan gambarnya
4.      Bergaul dan mandiri
Ajak anak mengikuti kegiatan keluarga, misalnya makan bersama
e.       Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi usia 12-18 bulan
1.      Gerak kasar
      Latih anak naik turun tangga
2.      Gerak halus
      Bermain dengan anak melompat dan menangkap bola besar kemudian bola kecil
3.      Bicara, bahasa dan kecerdasan
      Latih anak menunjuk dan menyebutkan nama-nama bagian tubuh
4.      Bergaul dan bicara
      Beri kesempatan pada anak untuk melepas pakaian sendiri
f.       Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi usia 18-24 bulan
1.      Gerak kasar
      Latih anak berdiri dengan satu kaki
2.      Gerak halus
      Ajari anak menggambar bulatan, garis segitiga dan gambar wajah
3.      Bicara, bahasa dan kecerdasan
      Latih anak mengikuti perintah sederhana
4.      Bergaul dan mandiri
      Latih anak agar mau ditinggalkan untuk sementara waktu
g.      Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi usia  2-3  tahun
1.      Gerak kasar
      Latih anak melompat dengan satu kaki
2.      Gerak halus
      Ajak anak bemain menyusun dan menumpuk balok
3.      Bicara, bahasa dan kecerdasan
      Latih anak mengenal bentuk dan warna
4.      Bergaul dan mandiri
      Latih anak mencuci tangan dan kaki serta mengeringkan sendiri
h.      Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi usia 3-4  tahun
            1.      Gerak kasar
      Latih anak melompat dengan satu kaki
2.      Gerak halus
      Latih anak menggunting dan membuat buku cerita dengan gambar
3.      Bicara, bahasa dan kecrdasan
      Latih anak mengenal bentuk dan warna
4.      Bergaul dan mandiri
      Latih anak mengenal sopan santun, berterimakasih, mecium tangan dan lain-lain

i.        Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi usia  4-5 tahun


1.      Gerak kasar
      Beri kesempatan anak melakukan permainan yang memerlukan ketangkasan dan
kelincahan
2.      Gerak halus
      Bantu anak belajar menggambar
3.      Bicara, bahasa dan kecerdasan
      Bantu anak mengerti satu separuh dengan cara membagikan kue atau kertas
4.      Bergaul dan mandiri
      Latih anak untuk mandiri, misalnya bermain ke tetangga

j.        Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi usia 5-6 tahun


1.      Gerak kasar
      Latih anak naik sepeda
2.      Gerak halus
      Latih anak kreatif membuat sesuatu dari lilin atau tanah liat
3.      Bicara, bahasa dan kecerdasan
      Latih anak mengenal waktu hari, minggu dan bulan
4.      Bergaul dan mandiri
      Latih anak untuk bercakap-cakap, bergaul dengan teman sebaya.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Baby Friendly Baby friendly atau Baby Friendly Initiative (inisiasi sayang bayi)
adalah suatu prakarsa internasional yang didirikan oleh WHO/ UNICEF pada
tahun 1991 untuk mempromosikan, melindungi dan mendukung inisiasi dan
kelanjutan [Link] meluncurkan The Hospital Initiative Bayi ramah
(BFHI) telah berkembang, dengan lebih dari 152 negara di seluruh dunia
menerapkan inisiatif yang memiliki dampak yang terukur dan terbukti,
meningkatkan kemungkinan bayi yang ASI eksklusif selama enam bulan
[Link] bounding attachment Merupakan suatu ikatan yang terjadi
antra orang tua dan bayi baaru lahir yang meliputi pemberian kasih sayang,
pencurahan perhatian yang saling tarik [Link] dalam hubungan
ikatan batin antara seorang bayi dan ibunya dapat mempengaruhi hubungan
sepanjang masa dengan memberikan respon sensual antara ibu dan bayi pada
kontak awal kelahiran yaitu: a. Sentuhan b. Kontak mata c. Bau
badan d. Suara e. Irama kehidupan (Asrinah, dkk .2010) 5.

Menjaga kehangatan bayi Cara mencegah terjadinya kehilangan panas pada bayi
adalah: 1) Mengeringkan tubuh bayi secara seksama 2) Selimuti bayi
dengan selimut atau kain bersih dan hangat 3) Selimuti atau tutup kepala bayi
4) Jangan menimang bayi dalam keadaan tidak berpakaian 5) Jangan
memandikan bayi sebelum 6 jam pasca persalinan 6) Anjurkan ibu untuk
memeluk dan menyusui bayi(Asrinah, dkk .2010).Program ini mendorong rumah
sakit dan fasilitas bersalin yang menawarkan tingkat optimal perawatan untuk ibu
dan bayi.

Sebuah fasilitas Baby Friendly Hospital atau Maternity berfokus pada kebutuhan
bayi dan memberdayakan ibu untuk memberikan bayi mereka awal kehidupan
yang baik. Dalam istilah praktis, rumah sakit sayang bayi mendorong dan
membantu wanita untuk sukses memulai dan terus menyusui bayi mereka dan
akan menerima penghargaan khusus karena telah melakukannya.g. Praktek
rooming-in agar memungkinkan ibu dan bayi tetap bersama-sama h.
Mendorong menyusui on demand i. Tidak memberikan dot kepada bayi
menyusui j. Mendorong pembentukan kelompok pendukung menyusui dan
menganjurkan ibu menghubungi mereka setelah pulang dari rumah sakit atau
[Link] jam pertama setelah persalinan,segera posisikan bayi untuk
menghisap puting susu ibu secara [Link] bayi ini akan memberi rangsangan
pada hipofisis untuk mengeluarkan hormon oksitosin bekerja merangsang otot
polos untuk memeras asi yang ada pada alveoli,lobus,serta duktus yang berisi asi
yang keluarkan melalui putting susu,keadaan ini akan memaksa hormone
prolaktin untuk terus memproduksi [Link] dan ibu menjadi lebih tenang, tidak
stres, pernapasan dan detak jantung lebih stabil, dikarenakan oleh kontak antara
kulit ibu dan [Link] tangan bayi diputing susu dan sekitarnya, emutan dan
jilatan bayi pada puting ibu merangsang pengeluaran hormon [Link] bayi
yang diletakkan di dada ibu ini kepanasan, suhu dada ibu akan turun 1° C. Jika
bayi kedinginan, suhu dada ibu akan meningkat 2° C untuk menghangatkan
[Link], dada ibu yang melahirkan merupakan tempat terbaik bagi bayi yang
baru lahir dibandingkan tempat tidur yang canggih dan [Link] vitamin K
dan tetes mata untuk mencegah penyakit gonore harus segera diberikan setelah
lahir Menurut American College of Obstetrics and Gynecology dan Academy
Breastfeeding Medicine (2007), tindakan pencegahan ini dapat ditunda setidaknya
selama satu jam sampai bayi menyusu sendiri tanpa membahayakan [Link]
harus segera dibersihkan, dimandikan, ditimbang, dan diukur Menunda
memandikan pada bayi berarti menghindarkan hilangnya panas badan [Link]
bayi mengantuk akibat obat yang diasup ibu, kontak kulit akan lebih penting lagi
karena bayi memerlukan bantuan lebih untuk [Link] sebagai imunisasi
pertama dan mengurangi kuning pada bayi baru lahir, kolostrum melindungi dan
mematangkan dinding usus yang masih muda.

Dengan memberi pengganti ASI setelah bayi lahir berarti akan menekan
pengeluaran ASI, dengan tidak adanya rangsangan pada putting susu berarti
membiarakan kadar hormon oksitosin turun secara perlahan dalam peredaran
darah sehingga ASI dalam lobus tidak terperas yang mengakibatkan hormon
prolaktin akan turun dan hilang dari peredaran [Link] ini akan
menyebabkan ASI yang keluar sedikit,dan berhenti sebelum bayi umur 6
bulan,hal ini sangat merugikan bayi.

Dengan keluarnya ASI prolaktin terangsang untuk segera memproduksi


ASI,semakin bayi sering menyusu semakin banyak ASI yang di keluarkan,dan
akan makin banyak ASI yang [Link] mendapatkan terapi psikologis berupa
ketenangan dan kepuasan Terpenuhinya rasa aman dan nyaman akibat kelelahan
selama proses persalinan karena bayi harus melewati pintu atas panggul, panggul
dalam, dasar panggul,dan panggul luar yang membuat [Link] menemukan
putting susu ibu bayi mendapatkan ketenangan kembali, pelican ibu membuat
bayi mendapatkan rasa aman atau nyaman seperti di dalam rahim
[Link] kepercayaan akan lingkungan berarti ibu sudah membangun
dasar kepercayaan (psikologis) yang akan terus berkembang pada masa dewasa
yaitu kepercayaan dan ketenengan dalam menghadapi tiap permasalahan
(gelisah/sakit dirasakan akan ada akhirnya ) dan akan diperoleh kenyamanan
kembali. Pada saat bayi baru lahir dan masuk kedalam suhu ruangan
menyebabkan tubuh bayi cepat mendingin pada saat air ketuban menguap dari
[Link] tubuh bayi berbanding lurusdengan lingkungan yang dingin
pembentukan suhu tanpa mekanisme menggigil merupakan usaha utama seorang
bayi yang kedinginan untuk mendapatkan kembali panas tubuhnya (Rochmah,
dkk, 2012).

Setelah bayi dilahirkan dan berhasil melalui adaptasi dari intra ke ekstra uterin,
bayi harus dijaga tetap [Link] memakai pakaian yang lembut, hangat, kering
dan bersih, bila perlu bayi memakai tutup kepala, sarung tangan dan kaos kaki
[Link] bayi harus dipisah dengan ibunya, yakinkan bayi menggunakan pakaian
yang hangat dan diselimuti [Link] ibu untuk memeluk dan menyusui bayi
Jika bayi kedinginan dia akan mulai mengalami [Link]: panas tubuh
bayi memancar ke lingkungan sekitar bayi yang lebih dingin, missal: bayi
diletakkan di tempat yang dingin [Link]: pindahnya panas tubuh bayi karena
kulit bayi kontak langsung dengan permukaan yang lebih dingin, missal: popok
yang basah tidak langsung diganti [Link]: hilangnya panas tubuh bayi karena
aliran udara di sekeliling bayi, missal: bayi diletakkan di dekat pintu atau jendela
terbuka (Asrinah, dkk .2010).

Kemudian selimuti tubuh ibu dan bayi dengan kain hangat yang sama dan pasang
topi di kepala [Link] kepala bayi memiliki permukaan yang relatif luas dan
bayi akan dengan cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak [Link]
menjaga agar bayi tetap hangat, tubuh ibu dan bayi harus berada di dalam satu
pakaian (merupakan teknologi tepat guna baru) disebut sebagai Metoda
Kanguru.D. Pemotongan Tali Pusat Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh
Kinmond, S. et al. (1993) menunjukkan bahwa pada bayi prematur, ketika
pemotongan tali pusat ditunda paling sedikit 30 menit atau lebih, maka bayi akan:
[Link] indikasi bahwa bayi tersebut lebih viabel dibandingkan dengan
bayi yang dipotong tali pusatnya segera setelah lahir [Link] Pritchart,
Macdonald dan Gant (1991) dengan meletakkan bayi baru lahir lebih rendah atau
sejajar vulva selama 3 menit sebelum tali pusat dijepit dan dipotong dapat
mengalirkan darah 80 ml ke sirkulasi darah bayi baru [Link] melakukan
penundaan pemotongan tali pusat pada bayi lahir prematur atau berat lahir rendah
dan bila sebelumnya terjadi gawat janin dapat mencegah kadar Hb yang rendah
pada masa neonatal [Link] aliran darah mengakibatkan kadar
hematokrit dan haemoglbin lebih rendah pada bayi baru lahir dan dapat
manimbulkan anemia zat besi pada pertumbuhan bayi (Sodikin, 2009).

Dalam jurnal ilmiah yang dilakukan oleh George Marcom Morley (2007)
dikatakan bahwa seluruh proses biasanya terjadi dalam beberapa menit setelah
kelahiran, dan pada saat bayi mulai menangis dan kulitnya berwarna merah muda,
menandakan prosesnya sudah [Link] dan memotong tali pusat pada
saat proses sedang berlangsung, dari sirkulasi oksigen janin menjadi sistem
sirkulasi bayi sangat menggangu sistem pendukung kehidupan ini dan bisa
menyebabkan penyakit [Link] sekali akibat yang tidak menguntungkan
pada pemotongan tali pusat segera setelah bayi lahir dan dalam penelitian ini
dikatakan resiko untuk terjadinya brain injury, cerebral palsy, asfiksia, autis,
kejadian bayi kuning bahkan anemia pada bayi sangatlah banyak.

Mencermati dari hasil-hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa


pemotongan tali pusat segera setelah bayi lahir sangat tidak menguntungkan baik
bagi bayi maupun bagi ibunya.
E. Perawatan Tali Pusat Perawatan tali pusat merupakan upaya untuk mencegah
infeksi tali pusat yang sesungguhnya merupakan tindakan sederhana, yang
terpenting adalah tali pusat dan daerah sekitar tali pusat selalu bersih dan kering,
dan selalu mencuci tangan dengan air bersih dan menggunakan sabun sebelum
merawat tali [Link] bayi normal dipotong sampai denyut nadi tak teraba pada
tali pusat, sedangkan pada bayi resiko tinggi dipotong secepat mungkin, agar
dapat dilakukan [Link] bayi dilahirkan, tali pusar (umbilikal) yang
menghubungkannya dan plasenta ibunya akan dipotong meski tidak
[Link] Perawatan Tali Pusat Pengenalan dan pengobatan secara dini
infeksi tali pusat sangat penting untuk mencegah sipsis oleh karena itu ada
beberapa cara mengenai perawatan tali pusat yaitu: a. Membiarkan tali pusat
kering sendiri Membiarkan tali pusat mengering dengan sendirinya dan hanya
membersihkan setiap hari tidak menyebabkan infeksi, hal yang penting adalah
tidak membubuhkan apapun pada sekitar daerah tali pusat karena dapat
mengakibatkan infeksi (Sodikin, 2009).

b. Metode kasa alkohol 70% Tali pusat dirawat dan dijaga kebersihanya dengan
menggenakan alkohol 70% , paling sedikit dua kali sehari setiap empat jam dan
lebih sering lagi jika tampak basah atau lengket (Sodikin, 2009) d. Metode
antiseptik dan kasa kering Luka tali pusat dibersihkan dan dirawat dengan alkohol
70% atau povidon iodine 10% serta dibalut kasa steril,pembalut tersebut diganti
setiap hari dan setiap tali basah atau kotor (Saifuddin, 2009) 2.

c. Stimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita Stimulasi


pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita adalah rangsangan yang
dilakukan sejak bayi baru lahir yang dilakukan setiap hari untuk merangsang
semua sistem indera (pendengaran, penglihatan perabaan, pembauan, dan
pengecapan).Selain itu harus pula merangsang gerak kasar dan halus kaki, tangan
dan jari-jari, mengajak berkomunikasi serta merangsang perasaan yang
menyenangkan dan pikiran bayi dan [Link] tindakan memberikan stimulasi
pada bayi dan balita adalah untuk membantu anak mencapai tingkat pertumbuhan
dan perkembangan optimal atau sesuai yang diharap Berikut adalah tahapan
perkembangan dan stimulasi bagi kesehatan anak: a. Stimulasi yang
dibutuhkan pada bayi 0-3 bulan [Link] halus Latih bayi anda meraup benda
kecil c. Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi 6-9 bulan [Link] dan mandiri
ajak anak bermain dan mandiri d. Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi usia 9-
12 bulan [Link] dan bicara Beri kesempatan pada anak untuk melepas pakaian
sendiri f. Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi usia 18-24 bulan [Link] dan
mandiri Latih anak agar mau ditinggalkan untuk sementara waktu g. Stimulasi
yang dibutuhkan pada bayi usia 2-3 tahun [Link] dan mandiri Latih anak
mencuci tangan dan kaki serta mengeringkan sendiri h. Stimulasi yang
dibutuhkan pada bayi usia 3-4 tahun 1.
DAFTAR PUSTAKA

Review: Implementasi Baby Friendly Hospital Initiative (Inisiasi Rumah Sakit


Sayang Ibu) dan Keberhasilan Menyusui Eksklusif | Jurnal Ilmiah Umum dan
Kesehatan Aisyiyah ([Link])

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG ASI EKSKLUSIF PADA IBU


BEKERJA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF | Jurnal Kebidanan
([Link])

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG ASI EKSKLUSIF PADA IBU


BEKERJA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF | Jurnal Kebidanan
([Link])

[Link]
1648425687=&response-content-disposition=inline%3B+filename
%3DPerbedaan_Perawatan_Tali_Pusat_Terbuka_D.pdf&Expires=1679805489&S
ignature=e69TPiakcC1JbyTENrU0ux1Y4icBskY1n11EowM9ZW~yE9KIsYb-
cn5fAXSO1idQEjRYN5zo2E2gX8I4O3GA4p86plBx~nkkPjO1cEQWBQQmspu
n1ETH8jSf5TpD9ILdpY92yS8b7dzLWkEtmXve5tixTdO69j-
z7XkUsZbKo5MqZAc6gNA0G3sUWRJyR58O6tmsWJIIYVvo~oXV-Ww1sv-
pe72KnIsqA-
p76gP4zBAVtm53CQSo7uo7WuvGH69eY3oOqrAQfRTRCCcu3wwvLNszWHk
MAFFWYwesjm7LD7QP1zmdhVkdJb1SOqzcCF4-WP7HlV6rKe1-
nKMCnbNmvg__&Key-Pair-Id=APKAJLOHF5GGSLRBV4ZA

Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap Suhu dan Kehilangan Panas pada
Bayi Baru Lahir | Hutagaol | Jurnal Kesehatan Andalas ([Link])

Anda mungkin juga menyukai