Evidence Based Asuhan Neonatus dan Bayi
Evidence Based Asuhan Neonatus dan Bayi
Oleh :
T.A 2023/2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Tuhan yang maha esa. Yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayah-Nya kepada penyusun,sehingga dengan izin-Nya dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul EVIDENCE BASED DAN KAJIAN JURNAL
DALAM NEONATUS BAYI BALITA DAN PRASEKOLAH
Makalah ini disusun guna untuk memnuhi mata kuliah Asuhan Kebidanan
neonatus,bayi,balita dan apras sebagai pelengkap acuan pembelajaran. Penyusun
juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu
penyusun sangat mengharapkan saran dan kritik yang siftanya membangun dari
pembaca untuk kesempurnaan makalah ini. Harapan saya, makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca.
KATA PENGANTAR.......................................................................................................2
BAB I.................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.............................................................................................................4
A. Latar Belakang.......................................................................................................4
B. Rumusan Masalah..................................................................................................5
C. Tujuan....................................................................................................................5
BAB II...............................................................................................................................6
PEMBAHASAN................................................................................................................6
A. Baby friendly.................................................................................................................
B. Memberian asi sejak dini dan asi ekskulisif...............................................................7
[Link] suhu tubuh bayi baru lahir dengan kontak kulit ke kulit.............................11
[Link] tali pusat.................................................................................................13
BAB III............................................................................................................................17
PENUTUP.......................................................................................................................17
Kesimpulan..................................................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................19
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu baby fiendly?
2. Cara memulai pemberian asi sejak dini ?
3. Asi ekslusif ?
4. Perawatan tali pusat?
5. Regulasi suhu tubuh bayi baru lahir dengan kontak kulit ke kulit?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa penyebab terjadi masalah-masalah di atas dan
dan cara mengatasinya
BAB II
PEMBAHASAN
A. Baby Friendly
Baby friendly atau Baby Friendly Initiative (inisiasi sayang bayi) adalah
suatu prakarsa internasional yang didirikan oleh WHO/ UNICEF pada tahun 1991
untuk mempromosikan, melindungi dan mendukung inisiasi dan kelanjutan
menyusui. Untuk membantu dalam pelaksanaan inisiatif, alat dan bahan berbeda
yang dikembangkan, diuji lapangan dan disediakan. Alat tambahan tersebut
dikembangkan setelah itu, seperti pemantauan dan penilaian ulang alat. Sejak
meluncurkan The Hospital Initiative Bayi ramah (BFHI) telah berkembang,
dengan lebih dari 152 negara di seluruh dunia menerapkan inisiatif yang memiliki
dampak yang terukur dan terbukti, meningkatkan kemungkinan bayi yang ASI
eksklusif selama enam bulan pertama.
Pelaksanaan Baby Friendly dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Memulai memberian ASI secara dini dan eksklusif
Yaitu pemberian ASI dimulai segera setelah bayi lahir, maksimal setengah jam
pertama setelah persalinan.
2. Melakukan pemotongan tali pusat
Pemotongan tali pusat dilakukan dengan adanya penundaan selama 3 menit.
3. Melakukan perawatan tali pusat
Perawatan tali pusat dilakukan dengan cara :
a. Membiarkan tali pusat kerng sendiri
b. Metode kasa kering
c. Metode kasa alkohol 70%
d. Metode antiseptik dan kasa kering (Asrinah, dkk .2010)
4. Melakukan bounding attachment
Merupakan suatu ikatan yang terjadi antra orang tua dan bayi baaru lahir yang
meliputi pemberian kasih sayang, pencurahan perhatian yang saling tarik menarik.
Keberhasilan dalam hubungan ikatan batin antara seorang bayi dan ibunya dapat
mempengaruhi hubungan sepanjang masa dengan memberikan respon sensual
antara ibu dan bayi pada kontak awal kelahiran yaitu:
a. Sentuhan
b. Kontak mata
c. Bau badan
d. Suara
e. Irama kehidupan (Asrinah, dkk .2010)
5. Menjaga kehangatan bayi
Cara mencegah terjadinya kehilangan panas pada bayi adalah:
1) Mengeringkan tubuh bayi secara seksama
2) Selimuti bayi dengan selimut atau kain bersih dan hangat
3) Selimuti atau tutup kepala bayi
4) Jangan menimang bayi dalam keadaan tidak berpakaian
5) Jangan memandikan bayi sebelum 6 jam pasca persalinan
6) Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayi(Asrinah, dkk .2010).
Program ini mendorong rumah sakit dan fasilitas bersalin yang
menawarkan tingkat optimal perawatan untuk ibu dan bayi. Sebuah fasilitas Baby
Friendly Hospital atau Maternity berfokus pada kebutuhan bayi dan
memberdayakan ibu untuk memberikan bayi mereka awal kehidupan yang baik.
Dalam istilah praktis, rumah sakit sayang bayi mendorong dan membantu wanita
untuk sukses memulai dan terus menyusui bayi mereka dan akan menerima
penghargaan khusus karena telah melakukannya. Sejak awal program, lebih dari
18.000 rumah sakit di seluruh dunia telah menerapkan program baby friendly.
Negara-negara industri seperti Australia, Austria, Denmark, Finlandia, Jerman,
Jepang, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swiss, Swedia, Inggris, dan Amerika
Serikat telah resmi di tetapka sebagai rumah sakit sayang bayi.
Dalam rangka mencapai program Baby Friendly Inisiative, semua provider
rumah sakit dan fasilitas bersalin akan:
a. Memiliki kebijakan tertulis tentang menyusui secara rutin dan dikomunikasikan
kepada semua staf tenaga kesehatan.
b. Melatih semua staf tenaga kesehatan dalam keterampilan yang diperlukan untuk
melaksanakan kebijakan ini.
c. Member tahu semua ibu hamil tentang manfaat dan penatalaksanaan menyusui
d. Membantu ibu untuk memulai menyusui dalam waktu setengah jam kelahiran.
e. Tampilkan pada ibu bagaimana cara menyusui dan cara mempertahankan
menyusui jika mereka harus dipisahkan dari bayi mereka.
f. Berikan ASI pada bayi baru lahir, kecuali jika ada indikasi medis.
g. Praktek rooming-in agar memungkinkan ibu dan bayi tetap bersama-sama
h. Mendorong menyusui on demand
i. Tidak memberikan dot kepada bayi menyusui
j. Mendorong pembentukan kelompok pendukung menyusui dan menganjurkan
ibu menghubungi mereka setelah pulang dari rumah sakit atau klinik.
Gejala hipotermi :
1. Bayi menjadi kurang aktif, letargis, hipotonus, tidak kuat menghisap
ASI, merintih
2. Pernapasan megap-megap, lambat, denyut jantung menurun
3. Timbul sklerema: kulit mengeras berwarna kemerahan terutama di
bagian punggung, tungkai dan lengan
4. Muka bayi berwarna merah terang
5. Hipotermi menyebabkan perubahan metabolism tubuh yang berakibat
kegagalan fungsi jantung, perdarahan pada paru-paru, ikterus dan
kematian(Asrinah, dkk .2010).
Mekanisme terjadinya hipotermi karena penurunan suhu tubuh yang terjadi
melalui:
1. Radiasi: panas tubuh bayi memancar ke lingkungan sekitar bayi yang
lebih dingin, missal: bayi diletakkan di tempat yang dingin
2. Evaporasi: cairan atau air ketuban yang membashi kulit bayi menguap,
missal: bayi tidak langsung dikeringkan dari air ketuban
3. Konduksi: pindahnya panas tubuh bayi karena kulit bayi kontak
langsung dengan permukaan yang lebih dingin, missal: popok yang basah tidak
langsung diganti
4. Konveksi: hilangnya panas tubuh bayi karena aliran udara di sekeliling
bayi, missal: bayi diletakkan di dekat pintu atau jendela terbuka (Asrinah,
dkk .2010).
2. Kontak Kulit Ke Kulit
Setelah tali pusat dipotong, letakkan bayi tengkurap di dada atau perut ibu.
Luruskan dan usahakan ke dua bahu bayi menempel di dada atau perut ibu.
Usahakan kepala bayi berada di antara payudara ibu dengan posisi sedikit lebih
rendah dari puting payudara ibu. Kemudian selimuti tubuh ibu dan bayi dengan
kain hangat yang sama dan pasang topi di kepala bayi. Bagian kepala bayi
memiliki permukaan yang relatif luas dan bayi akan dengan cepat kehilangan
panas jika bagian tersebut tidak tertutup. Untuk menjaga agar bayi tetap hangat,
tubuh ibu dan bayi harus berada di dalam satu pakaian (merupakan teknologi tepat
guna baru) disebut sebagai Metoda Kanguru. Sebaiknya bu menggunakan pakaian
longgar berkancing depan (Sarwono, 2010).
E. Perawatan Tali Pusat
Perawatan tali pusat merupakan upaya untuk mencegah infeksi tali pusat
yang sesungguhnya merupakan tindakan sederhana, yang terpenting adalah tali
pusat dan daerah sekitar tali pusat selalu bersih dan kering, dan selalu mencuci
tangan dengan air bersih dan menggunakan sabun sebelum merawat tali pusat.
Pada bayi normal dipotong sampai denyut nadi tak teraba pada tali pusat,
sedangkan pada bayi resiko tinggi dipotong secepat mungkin, agar dapat
dilakukan [Link] bayi dilahirkan, tali pusar (umbilikal) yang
menghubungkannya dan plasenta ibunya akan dipotong meski tidak semuanya.
Tali pusar yang melekat di perut bayi, akan disisakan beberapa senti. Sisanya ini
akan dibiarkan hingga pelan-pelan menyusut dan mengering, lalu terlepas dengan
sendirinya. Agar tidak menimbulkan infeksi, sisa potongan tadi harus dirawat
dengan benar. (Sodikin, 2009)
1. Cara Perawatan Tali Pusat
Pengenalan dan pengobatan secara dini infeksi tali pusat sangat penting untuk
mencegah sipsis oleh karena itu ada beberapa cara mengenai perawatan tali pusat
yaitu:
a. Membiarkan tali pusat kering sendiri
Membiarkan tali pusat mengering dengan sendirinya dan hanya membersihkan
setiap hari tidak menyebabkan infeksi, hal yang penting adalah tidak
membubuhkan apapun pada sekitar daerah tali pusat karena dapat mengakibatkan
infeksi (Sodikin, 2009).
b. Metode kasa kering
Salah satu yang disarankan oleh WHO dalam merawat tali pusat adalah
dengan menggunakan pembalut kassa bersih yang sering diganti (Sodikin, 2009).
c. Metode kasa alkohol 70%
Tali pusat dirawat dan dijaga kebersihanya dengan menggenakan alkohol 70% ,
paling sedikit dua kali sehari setiap empat jam dan lebih sering lagi jika tampak
basah atau lengket (Sodikin, 2009)
d. Metode antiseptik dan kasa kering
Luka tali pusat dibersihkan dan dirawat dengan alkohol 70% atau povidon iodine
10% serta dibalut kasa steril,pembalut tersebut diganti setiap hari dan setiap tali
basah atau kotor (Saifuddin, 2009)
2. Prinsip Perawatan Tali Pusat
a. Jangan membungkus atau mengoleskan bahan atau ramuan apapun ke puntung
tali pusat.
b. Mengusapkan alkohol ataupun betadin masih diperkenankan sepanjang tidak
menyebabkan tali pusat basah atau lembab.
F. Stimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita
Stimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita adalah
rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir yang dilakukan setiap hari untuk
merangsang semua sistem indera (pendengaran, penglihatan perabaan, pembauan,
dan pengecapan). Selain itu harus pula merangsang gerak kasar dan halus kaki,
tangan dan jari-jari, mengajak berkomunikasi serta merangsang perasaan yang
menyenangkan dan pikiran bayi dan balita. Rangsangan yang dilakukan sejak
lahir, terus menerus, bervariasi dengan suasana bermain dan kasih sayang akan
memicu kecerdasan anak. Waktu yang ideal untuk stimulasi adalah saat bayi
bangun tidur/ tidak mengantuk, tenang, siap bermain dan sehat.
Tujuan tindakan memberikan stimulasi pada bayi dan balita adalah untuk
membantu anak mencapai tingkat pertumbuhan dan perkembangan optimal atau
sesuai yang diharapkan. Tindakan pemberian stimulasi dilakukan dengan prinsip
bahwa stimulasi merupakan ungkapan rasa kasih dan sayang, bermain dengan
anak, berbahagia bersama. Stimulasi dilakukan bertahap dan berkelanjutan dan
mencakup empat bidang kemampuan berkembang. Stimulasi dimulai dari tahap
yang sudah dicapai oleh anak, stimulasi dilakukan dengan wajar, tanpa paksaan
atau hukuman atau arah bila anak tidak dapat melakukannya dan member pujian
bila anak berhasil (Suherman.2010).
Berikut adalah tahapan perkembangan dan stimulasi bagi kesehatan anak:
a. Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi 0-3 bulan
1. Bergaul dan mandiri
Ajaklah bayi anda berbicara dengan lembut dibuai, dipeluk, dinyanyikan lagu dan
lain-lain.
2. Bicara, Bahasa dan Kecerdasan
Ajaklah bayi anda berbicara, mendengarkan bebagai suara (suara burung, radio,
dan lain-lain).
3. Gerak Kasar
Lihat bayi anda mengangkat kepala pada posisi telungkup dan memperhatikan
benda bergerak.
4. Gerak halus
Latih bayi anda menggenggam benda kecil.
b. Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi 3-6 bulan
1. Bergaul dan mandiri
Latih bayi anda mencari sumber suara
2. Bicara, bahasa dan kecerdasan
Latih bayi anda menirukan suara atau bunyi atau kata.
3. Gerak kasar
Latih bayi anda menyangga leher dengan kuat.
4. Gerak halus
Latih bayi anda meraup benda kecil
c. Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi 6-9 bulan
1. Gerak kasar
Latih anak berjalan dengan berpegangan tangan.
2. Gerak halus
Latih anak memasukkan dan mengeluarkan benda dari wadah
3. Bicara, bahasa dan kecerdasan
Latih anak menirukn kata-kata
4. Bergaul dan mandiri
ajak anak bermain dan mandiri
d. Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi usia 9-12 bulan
1. Gerak kasar
Latih anak berjalan sendiri
2. Gerak halus
Ajak anak menggelindingkan bola.
Gelindingkan bola kearah anak dan minta agar ia menggelindingkannya kembali
3. Bicara, bahasa dan kecerdasan
Latih anak menirukan kata-kata. Kenalkan dengan kata-kata baru sambil
menunjukkan gambarnya
4. Bergaul dan mandiri
Ajak anak mengikuti kegiatan keluarga, misalnya makan bersama
e. Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi usia 12-18 bulan
1. Gerak kasar
Latih anak naik turun tangga
2. Gerak halus
Bermain dengan anak melompat dan menangkap bola besar kemudian bola kecil
3. Bicara, bahasa dan kecerdasan
Latih anak menunjuk dan menyebutkan nama-nama bagian tubuh
4. Bergaul dan bicara
Beri kesempatan pada anak untuk melepas pakaian sendiri
f. Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi usia 18-24 bulan
1. Gerak kasar
Latih anak berdiri dengan satu kaki
2. Gerak halus
Ajari anak menggambar bulatan, garis segitiga dan gambar wajah
3. Bicara, bahasa dan kecerdasan
Latih anak mengikuti perintah sederhana
4. Bergaul dan mandiri
Latih anak agar mau ditinggalkan untuk sementara waktu
g. Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi usia 2-3 tahun
1. Gerak kasar
Latih anak melompat dengan satu kaki
2. Gerak halus
Ajak anak bemain menyusun dan menumpuk balok
3. Bicara, bahasa dan kecerdasan
Latih anak mengenal bentuk dan warna
4. Bergaul dan mandiri
Latih anak mencuci tangan dan kaki serta mengeringkan sendiri
h. Stimulasi yang dibutuhkan pada bayi usia 3-4 tahun
1. Gerak kasar
Latih anak melompat dengan satu kaki
2. Gerak halus
Latih anak menggunting dan membuat buku cerita dengan gambar
3. Bicara, bahasa dan kecrdasan
Latih anak mengenal bentuk dan warna
4. Bergaul dan mandiri
Latih anak mengenal sopan santun, berterimakasih, mecium tangan dan lain-lain
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Baby Friendly Baby friendly atau Baby Friendly Initiative (inisiasi sayang bayi)
adalah suatu prakarsa internasional yang didirikan oleh WHO/ UNICEF pada
tahun 1991 untuk mempromosikan, melindungi dan mendukung inisiasi dan
kelanjutan [Link] meluncurkan The Hospital Initiative Bayi ramah
(BFHI) telah berkembang, dengan lebih dari 152 negara di seluruh dunia
menerapkan inisiatif yang memiliki dampak yang terukur dan terbukti,
meningkatkan kemungkinan bayi yang ASI eksklusif selama enam bulan
[Link] bounding attachment Merupakan suatu ikatan yang terjadi
antra orang tua dan bayi baaru lahir yang meliputi pemberian kasih sayang,
pencurahan perhatian yang saling tarik [Link] dalam hubungan
ikatan batin antara seorang bayi dan ibunya dapat mempengaruhi hubungan
sepanjang masa dengan memberikan respon sensual antara ibu dan bayi pada
kontak awal kelahiran yaitu: a. Sentuhan b. Kontak mata c. Bau
badan d. Suara e. Irama kehidupan (Asrinah, dkk .2010) 5.
Menjaga kehangatan bayi Cara mencegah terjadinya kehilangan panas pada bayi
adalah: 1) Mengeringkan tubuh bayi secara seksama 2) Selimuti bayi
dengan selimut atau kain bersih dan hangat 3) Selimuti atau tutup kepala bayi
4) Jangan menimang bayi dalam keadaan tidak berpakaian 5) Jangan
memandikan bayi sebelum 6 jam pasca persalinan 6) Anjurkan ibu untuk
memeluk dan menyusui bayi(Asrinah, dkk .2010).Program ini mendorong rumah
sakit dan fasilitas bersalin yang menawarkan tingkat optimal perawatan untuk ibu
dan bayi.
Sebuah fasilitas Baby Friendly Hospital atau Maternity berfokus pada kebutuhan
bayi dan memberdayakan ibu untuk memberikan bayi mereka awal kehidupan
yang baik. Dalam istilah praktis, rumah sakit sayang bayi mendorong dan
membantu wanita untuk sukses memulai dan terus menyusui bayi mereka dan
akan menerima penghargaan khusus karena telah melakukannya.g. Praktek
rooming-in agar memungkinkan ibu dan bayi tetap bersama-sama h.
Mendorong menyusui on demand i. Tidak memberikan dot kepada bayi
menyusui j. Mendorong pembentukan kelompok pendukung menyusui dan
menganjurkan ibu menghubungi mereka setelah pulang dari rumah sakit atau
[Link] jam pertama setelah persalinan,segera posisikan bayi untuk
menghisap puting susu ibu secara [Link] bayi ini akan memberi rangsangan
pada hipofisis untuk mengeluarkan hormon oksitosin bekerja merangsang otot
polos untuk memeras asi yang ada pada alveoli,lobus,serta duktus yang berisi asi
yang keluarkan melalui putting susu,keadaan ini akan memaksa hormone
prolaktin untuk terus memproduksi [Link] dan ibu menjadi lebih tenang, tidak
stres, pernapasan dan detak jantung lebih stabil, dikarenakan oleh kontak antara
kulit ibu dan [Link] tangan bayi diputing susu dan sekitarnya, emutan dan
jilatan bayi pada puting ibu merangsang pengeluaran hormon [Link] bayi
yang diletakkan di dada ibu ini kepanasan, suhu dada ibu akan turun 1° C. Jika
bayi kedinginan, suhu dada ibu akan meningkat 2° C untuk menghangatkan
[Link], dada ibu yang melahirkan merupakan tempat terbaik bagi bayi yang
baru lahir dibandingkan tempat tidur yang canggih dan [Link] vitamin K
dan tetes mata untuk mencegah penyakit gonore harus segera diberikan setelah
lahir Menurut American College of Obstetrics and Gynecology dan Academy
Breastfeeding Medicine (2007), tindakan pencegahan ini dapat ditunda setidaknya
selama satu jam sampai bayi menyusu sendiri tanpa membahayakan [Link]
harus segera dibersihkan, dimandikan, ditimbang, dan diukur Menunda
memandikan pada bayi berarti menghindarkan hilangnya panas badan [Link]
bayi mengantuk akibat obat yang diasup ibu, kontak kulit akan lebih penting lagi
karena bayi memerlukan bantuan lebih untuk [Link] sebagai imunisasi
pertama dan mengurangi kuning pada bayi baru lahir, kolostrum melindungi dan
mematangkan dinding usus yang masih muda.
Dengan memberi pengganti ASI setelah bayi lahir berarti akan menekan
pengeluaran ASI, dengan tidak adanya rangsangan pada putting susu berarti
membiarakan kadar hormon oksitosin turun secara perlahan dalam peredaran
darah sehingga ASI dalam lobus tidak terperas yang mengakibatkan hormon
prolaktin akan turun dan hilang dari peredaran [Link] ini akan
menyebabkan ASI yang keluar sedikit,dan berhenti sebelum bayi umur 6
bulan,hal ini sangat merugikan bayi.
Setelah bayi dilahirkan dan berhasil melalui adaptasi dari intra ke ekstra uterin,
bayi harus dijaga tetap [Link] memakai pakaian yang lembut, hangat, kering
dan bersih, bila perlu bayi memakai tutup kepala, sarung tangan dan kaos kaki
[Link] bayi harus dipisah dengan ibunya, yakinkan bayi menggunakan pakaian
yang hangat dan diselimuti [Link] ibu untuk memeluk dan menyusui bayi
Jika bayi kedinginan dia akan mulai mengalami [Link]: panas tubuh
bayi memancar ke lingkungan sekitar bayi yang lebih dingin, missal: bayi
diletakkan di tempat yang dingin [Link]: pindahnya panas tubuh bayi karena
kulit bayi kontak langsung dengan permukaan yang lebih dingin, missal: popok
yang basah tidak langsung diganti [Link]: hilangnya panas tubuh bayi karena
aliran udara di sekeliling bayi, missal: bayi diletakkan di dekat pintu atau jendela
terbuka (Asrinah, dkk .2010).
Kemudian selimuti tubuh ibu dan bayi dengan kain hangat yang sama dan pasang
topi di kepala [Link] kepala bayi memiliki permukaan yang relatif luas dan
bayi akan dengan cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak [Link]
menjaga agar bayi tetap hangat, tubuh ibu dan bayi harus berada di dalam satu
pakaian (merupakan teknologi tepat guna baru) disebut sebagai Metoda
Kanguru.D. Pemotongan Tali Pusat Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh
Kinmond, S. et al. (1993) menunjukkan bahwa pada bayi prematur, ketika
pemotongan tali pusat ditunda paling sedikit 30 menit atau lebih, maka bayi akan:
[Link] indikasi bahwa bayi tersebut lebih viabel dibandingkan dengan
bayi yang dipotong tali pusatnya segera setelah lahir [Link] Pritchart,
Macdonald dan Gant (1991) dengan meletakkan bayi baru lahir lebih rendah atau
sejajar vulva selama 3 menit sebelum tali pusat dijepit dan dipotong dapat
mengalirkan darah 80 ml ke sirkulasi darah bayi baru [Link] melakukan
penundaan pemotongan tali pusat pada bayi lahir prematur atau berat lahir rendah
dan bila sebelumnya terjadi gawat janin dapat mencegah kadar Hb yang rendah
pada masa neonatal [Link] aliran darah mengakibatkan kadar
hematokrit dan haemoglbin lebih rendah pada bayi baru lahir dan dapat
manimbulkan anemia zat besi pada pertumbuhan bayi (Sodikin, 2009).
Dalam jurnal ilmiah yang dilakukan oleh George Marcom Morley (2007)
dikatakan bahwa seluruh proses biasanya terjadi dalam beberapa menit setelah
kelahiran, dan pada saat bayi mulai menangis dan kulitnya berwarna merah muda,
menandakan prosesnya sudah [Link] dan memotong tali pusat pada
saat proses sedang berlangsung, dari sirkulasi oksigen janin menjadi sistem
sirkulasi bayi sangat menggangu sistem pendukung kehidupan ini dan bisa
menyebabkan penyakit [Link] sekali akibat yang tidak menguntungkan
pada pemotongan tali pusat segera setelah bayi lahir dan dalam penelitian ini
dikatakan resiko untuk terjadinya brain injury, cerebral palsy, asfiksia, autis,
kejadian bayi kuning bahkan anemia pada bayi sangatlah banyak.
b. Metode kasa alkohol 70% Tali pusat dirawat dan dijaga kebersihanya dengan
menggenakan alkohol 70% , paling sedikit dua kali sehari setiap empat jam dan
lebih sering lagi jika tampak basah atau lengket (Sodikin, 2009) d. Metode
antiseptik dan kasa kering Luka tali pusat dibersihkan dan dirawat dengan alkohol
70% atau povidon iodine 10% serta dibalut kasa steril,pembalut tersebut diganti
setiap hari dan setiap tali basah atau kotor (Saifuddin, 2009) 2.
[Link]
1648425687=&response-content-disposition=inline%3B+filename
%3DPerbedaan_Perawatan_Tali_Pusat_Terbuka_D.pdf&Expires=1679805489&S
ignature=e69TPiakcC1JbyTENrU0ux1Y4icBskY1n11EowM9ZW~yE9KIsYb-
cn5fAXSO1idQEjRYN5zo2E2gX8I4O3GA4p86plBx~nkkPjO1cEQWBQQmspu
n1ETH8jSf5TpD9ILdpY92yS8b7dzLWkEtmXve5tixTdO69j-
z7XkUsZbKo5MqZAc6gNA0G3sUWRJyR58O6tmsWJIIYVvo~oXV-Ww1sv-
pe72KnIsqA-
p76gP4zBAVtm53CQSo7uo7WuvGH69eY3oOqrAQfRTRCCcu3wwvLNszWHk
MAFFWYwesjm7LD7QP1zmdhVkdJb1SOqzcCF4-WP7HlV6rKe1-
nKMCnbNmvg__&Key-Pair-Id=APKAJLOHF5GGSLRBV4ZA
Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap Suhu dan Kehilangan Panas pada
Bayi Baru Lahir | Hutagaol | Jurnal Kesehatan Andalas ([Link])