Merujuk
Modul Kajian Puisi yang disusun Ade Hikmat, Nur Aini Puspitasari, dan
Syarif Hidayatullah, berikut ini adalah jenis-jenis puisi.
Puisi lama
Puisi lama Indonesia terdiri dari mantra, pantun, karmina, seloka, gurindam, syair,
dan talibun. Hadirnya jenis-jenis puisi banyak dipengaruhi dengan tradisi keagamaan
dan kebudayaan tertentu.
1. Mantra
Mantra adalah ujaran lisan dengan rima yang ketat. Penyusunan bunyi-bunyian
tersebut tidak selalu mengedepankan arti. Mantra dimitoskan memiliki kekuatan
gaib, oleh karena itu, jenis puisi ini dijadikan sebagai bacaan untuk mengobati orang
sakit.
Berikut contoh mantra yang dikutip dari salah satu bait puisi karya Sapardi Djoko
Damono:
Gelang-gelang si gali-gali
Malukut kepada padi
Air susu kerus asalmu jadi
Aku sapa tidak berbunyi
2. Pantun
Pantun merupakan jenis puisi yang memiliki bentuk dan pola yang tetap. Bentuknya
empat baris untuk tiap baitnya. Masing-masing baris berpolakan a-b-a-b. Tiap baris
tersebut, terdiri dari 8-12 suku kata.
Dalam pantun, dua baris berikutnya disebut isi. Pantun berdasarkan isinya dibagi
menjadi pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, dan jenaka.
Contoh pantun:
Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian
3. Karmina
Karmina merupakan sejenis pantun tetapi isinya lebih pendek. Bentuknya yang
pendek membuat karmina juga disebut sebagai pantun kilat.
Jenis puisi ini juga memiliki pola yang tetap yang terdiri dari dua baris. Baris pertama
dalam karmina disebut sampiran dan baris kedua disebut isi.
Contoh karmina:
Buah matoa sulit didapat
Sudah tua belum juga tobat
4. Seloka
Seloka merupakan puisi dengan pola a-a-a-a yang memiliki sampiran dan sisi.
Namun selebihnya, seloka mirip dengan pantun.
Contoh seloka:
Candu dibungkus kain palas
Makan dia mata bilas
Mandi segan kerja malas
Harta orang hendak digalas
5. Gurindam
Gurindam merupakan jenis puisi yang masing-masing baitnya terdiri dari dua baris
dengan pola a-a-a-a. Isi gurindam adalah nasihat atau petuah. Berikut salah satu
contoh gurindam:
Pikir dahulu sebelum berkata
Supaya terelak silang sengketa
Apabila anak tak dilatih
Jikalau besar bapaknya letih
Kurang pikir kurang siasat
Tentu dirimu kelak tersesat
Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti hilang akal di kepala
Tanda orang yang amat celaka
Aib dirinya tiada disangka
6. Syair
Syair merupakan jenis puisi dengan ciri tiap bait berisi empat baris berpola a-a-a-a.
Isi syair adalah nasihat atau cerita yang berisi hikmah.
Contoh syair:
Ilmu didapat tiada cepat
Mesti sabar hatinya kuat
Moga Tuhan berikan rahmat
Maka jaga hati serta niat
Belajar haruslah semangat
Rajin tekun serta giat
Agar ilmu mudah didapat
Masa depan semakin dekat
7. Talibun
Terakhir adalah talibun yang merupakan pantun genap, tiap baitnya terdiri dari 6, 8,
ataupun 10 baris. Beberapa talibun ditulis juga dalam 16-20 baris dalam tiap baitnya.
Pola puisi ini adalah a-a-a-a.
Contoh talibun:
Pergi merantau jauh ke negeri seberang
Janganlah lalai membawa perbekalan berupa makanan