0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan5 halaman

Bebat

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian bebat perineum terhadap percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bebat perineum tidak berpengaruh terhadap percepatan penyembuhan luka perineum. 3. Namun, bebat perineum dapat mengurangi nyeri dan bengkak sehingga memungk

Diunggah oleh

Mimi Rara Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan5 halaman

Bebat

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian bebat perineum terhadap percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bebat perineum tidak berpengaruh terhadap percepatan penyembuhan luka perineum. 3. Namun, bebat perineum dapat mengurangi nyeri dan bengkak sehingga memungk

Diunggah oleh

Mimi Rara Putra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGGUNAAN BEBAT PERINEUM UNTUK MEMPERCEPAT

PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS

Triwik Sri Mulati, Dewi Susilowati


Kementerian Kesehatan Politeknik Kesehatan Surakarta Jurusan Kebidanan
Diterima : 3 Agustus 2018, Disetujui : 20 Agustus 2018

Abstract
Background: Childbirth is the outcome of a process of conception (the baby) to live
from the uterus to the outside world. In the process of spending the baby frequent injury
in the birth canal or perineal wound (Mochtar, 2012). The purpose of this study to
prove the effect of perineal bandage to cure the perineal wound. Method: The research
design was quasi experiment with untreated control group design. Samples in this
researh were some post partum mother who suffered wounds perineum in BPM Klaten
some 118 people. Bivariate data analysis using statistical test used was t – tes. Result:
Results from this study is that there was no influence the bandage perineum (kempitan)
to cure maternal perineal wound. Perineum will cause pain and discomfort to the
mother postpartum, with pain and swelling in the perineum makes the mother fear for
early mobilization, to overcome this, the mother post partum have bandaging perineum
(kempitan) to reduce pain and swelling, so the mother post partum can do early
mobilization. Conclusion: If the mother can do early mobilization so that the maternal
perineal wound may be able cured as soon as possible. Bandaging perineum (kempitan)
is a bandage on the perineum given after using sanitary napkins and panty to reduce
pain and swelling.

Keywords: Perineal Bandage, Post Partum Mother, Maternal Perineal Wound

PENDAHULUAN IV dilakukan penjahitan (Wiknjosatro,


Pada sebagian proses persalinan 2008)
identik dengan terjadinya luka perineum. Luka pada perineum biasanya
Luka perineum secara alami disebut ringan, akan tetapi kadang-kadang terjadi
ruptur, dikarenakan adanya desakan luka yang luas dan berbahaya. ibu nifas
kepala janin yang terlalu cepat atau bahu akan mengalami keluhan nyeri pada
pada proses persalinan yang lukanya tidak perineum akibat luka jahitan peradangan
teratur dan luka perineum yang di sengaja ataupun bengkak dan lecet pada vagina.
di episiotomi untuk memperbesar muara Peradangan adalah suatu reaksi yang
vagina pada saat perineum dan vagina normal dan merupakan hal penting untuk
meregang sebelum keluar kepala bayi memastikan penyembuhan luka dan
(Jones Derek, 2002). berfungsi mengisolasi jaringan rusak dan
Penanganan luka perineum mengurangi penyebaran infeksi (Coad,
dilakukan dengan melihat derajat luka, 2007)
untuk derajat I jika tidak ada perdarahan Luka perineum akan menyebabkan
tidak diperlukan penjahitan, derajat II – nyeri dan rasa tidak nyaman pada ibu
nifas, hal ini akan mengganggu interaksi

65
66 Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional, Volume 3, No 2, September 2018, hlm 57-106

ibu dan bayi, membuat ibu lebih rentan mempercepat kesembuhan luka perineum
terkena infeksi dan terjadi perdarahan jika pada ibu nifas.
luka perineum tidak dipantau dengan
baik. Nyeri perineum akan menimbulkan METODE PENELITIAN
dan mempengaruhi kesejahteraan Desain penelitian ini adalah quasi
perempuan secara fisik, psikologis dan eksperiment dengan untreated control
sosial pada periode postnatal langsung group design.
maupun dalam jangka panjang (Richard, Sampel pada penelitian ini adalah
2000) Ibu nifas yang mengalami luka perineum
Dengan adanya nyeri dan bengkak di BPM wilayah Klaten yaitu sejumlah
pada perineum membuat ibu takut untuk 118 ibu nifas dengan pembagian 59 ibu
mobilisasi dini, sedangkan manfaat nifas sebagai kelompok perlakuan dan 59
mobilisasi dini adalah: melancarkan ibu nifas sebagai kelompok control.
pengeluaran lokea, mengurangi infeksi, Instrumen yang digunakan sebagai alat
mempercepat involusio alat kandungan, pengumpul data di dalam penelitian ini
melancarkan peredaran darah, mencegah adalah lembar observasi lama
tromboplebitis dan akan mempercepat penyembuhan luka perineum. Analisis
penyembuhan luka. data dilakukan dengan menggunakan uji t-
Untuk mengatasi nyeri dan test.
bengkak perineum serta mempercepat
mobilisasi dini dan kesembuhan luka HASIL PENELITIAN
perineum, maka ibu nifas diberikan bebat Hasil penelitian dapat
perineum (kempitan). Bebat perineum dideskripsikan sebagai berikut:
(kempitan) adalah balutan pada perineum
yang diberikan setelah menggunakan Tabel 1. Distribusi frekuensi karakteristik
pembalut dan celana dalam untuk responden berdasarkan umur pada
mengurangi nyeri dan pembengkakan. kelompok perlakuan
Manfaat bebat pada luka antara lain: Kategori N %
mengurangi nyeri, mengurangi bengkak, 1. < 20 tahun 2 3
mengurangi ketegangan jaringan luka dan 2. 20 – 35 tahun 56 95
mendukung bagian otot yang terluka 3. > 35 tahun 1 2
supaya menyatu kembali, mempercepat Total 59 100
mobilisasi dini dan mempercepat Berdasarkan tabel 1 terlihat bahwa
penyembuhan luka perineum karena bebat mayoritas responden kelompok perlakuan
perineum dapat mengurangi pada kategori umur reproduktif (20 -35
pembengkakan pada luka perineum. tahun) yaitu sebanyak 56 responden
Para Bidan sebaiknya menerapkan (95%).
penggunaan bebat perineum pada ibu
nifas untuk mengurangi nyeri dan
mempercepat penyembuhan luka
perineum.
Berdasarkan latar belakang diatas,
penulis tertarik untuk membuktikan
penggunaan bebat perineum dalam
Triwik Sri Mulati, Penggunaan Bebat Perineum Untuk Mempercepat 67

Tabel 2. Distribusi frekuensi karakteristik Tabel 5. Distribusi frekuensi karakteristik


responden berdasarkan umur pada responden berdasarkan mobilisasi dini
kelompok kontrol pada kelompok perlakuan
Kategori n % Kategori N Prosentase
1. < 20 tahun 3 5 1. ≤ 8 jam 59 100
2. 20 – 35 54 92 post partum
tahun 2. > 8 jam -
3. > 35 tahun 2 3 post partum
Total 59 100
Total 59 100 Berdasarkan tabel 5. dapat dilihat
Berdasarkan tabel 2. dapat dilihat bahwa seluruh responden kelompok
bahwa bahwa mayoritas responden pada perlakuan (100 %) melakukan mobilisasi
kelompok kontrol pada kategori umur dini pada kategori ≤ 8 jam post partum.
reproduktif (20 -35 tahun) yaitu sebanyak
54 responden (92 %). Tabel 6. Distribusi frekuensi karakteristik
responden berdasarkan mobilisasi dini
Tabel 3. Distribusi frekuensi karakteristik pada kelompok kontrol
responden berdasarkan paritas pada Kategori N %
kelompok perlakuan 1. ≤ 8 jam 59 100
Kategori N P post partum
1. Primipara 27 46 2. > 8 jam - -
2. Multipara 32 54 post partum
3. Grandemultipara - Total 59 100
Total 59 100 Berdasarkan tabel 6. dapat dilihat
Berdasarkan tabel 3. dapat dilihat bahwa seluruh responden kelompok
bahwa mayoritas responden kelompok kontrol (100 %) melakukan mobilisasi
perlakuan pada kategori paritas multipara dini pada kategori ≤ 8 jam post partum.
yaitu sebanyak 32 responden (54 %).
Tabel 7. Distribusi frekuensi lama
Tabel 4. Distribusi karakteristik penyembuhan luka perineum pada
responden berdasarkan paritaspada kelompok perlakuan
kelompok kontrol Kategori N %
Kategori N Prosentase 1. ≤ 7 hari 47 80
1. Primipara 25 42 2. > 7 hari 12 20
2. Multipara 34 58 Total 59 100
3. Grandemultipara - - Berdasarkan tabel 7 dapat
Total 59 100 diketahui bahwa mayoritas responden
Berdasarkan tabel 4 terlihat bahwa kelompok perlakuan yang diberikan bebat
mayoritas responden kelompok kontrol perineum mengalami penyembuhan luka
pada kategori paritas multipara yaitu ≤ 7 hari yaitu sebanyak 47 responden (80
sebanyak 34 responden (58 %). %).
68 Jurnal Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional, Volume 3, No 2, September 2018, hlm 57-106

Tabel 8. Distribusi frekuensi lama penggunaan bebat perineum terhadap


penyembuhan luka perineum pada penyembuhan luka perineum.
kelompok kontrol Teori mengungkapkan bahwa
Kategori N % kesembuhan luka dipengaruhi oleh banyak
1. ≤ 7 hari 39 66 faktor, termasuk faktor nutrisi, mobilisasi,
2. > 7 hari 20 34 psikologis, sehingga tidak hanya karena
Total 59 100 adanya pembebatan perineum. Oleh
Berdasarkan tabel 8. dapat karena itu sangat bisa di mengerti bahwa
diketahui mayoritas responden kelompok pada kelompok yang tidak menggunakan
kontrol (tidak diberikan bebat perineum bebat perineum pun juga mengalami
tapi yang masih diberikan perawatan kesembuhan luka yang cepat (≤ 7 hari).
perineum seperti biasanya) mengalami Tetapi pada penelitian ini sebenarnya juga
penyembuhan luka ≤ 7 hari yaitu membuktikan bahwa mayoritas responden
sebanyak 39 responden (66 %). yang memakai bebat perineum (80 %)
Untuk mengetahui pengaruh mengalami kesembuhan luka yang cepat
penggunaan bebat perineum (kempitan) (≤ 7 hari). Dengan data tersebut
terhadap lama penyembuhan luka sebenarnya menunjukkan bahwa bebat
perineum maka dilakukan uji statistic t- perineum kemungkinan mempengaruhi
test. Hasil uji statistik p = 0.064, dimana lebih cepatnya kesembuhan luka perineum
p > 0.05 sehingga di simpulkan bahwa karena seluruh responden (100%) yang
tidak ada pengaruh antara penggunaan diberi bebat melakukan mobilisasi dini ≤ 8
bebat perineum (kempitan) terhadap lama jam post partum. Secara teori disebutkan
penyembuhan luka perineum. bahwa mobilisasi dini dapat mempercepat
kesembuhan luka perineum.
PEMBAHASAN
Dari hasil uji statistik t-test dapat KESIMPULAN DAN SARAN
diketahui bahwa nilai p = 0.064, dimana p Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik
> 0.05 sehingga di simpulkan bahwa tidak kesimpulan sebagai berikut :
ada pengaruh antara penggunaan bebat
perineum (kempitan) terhadap lama 1. Berdasar hasil analisis data dan
penyembuhan luka perineum. pembahasan dapat disimpulkan sebagai
Hal tersebut terjadi karena pada kelompok berikut: Sebagian besar responden (80
kontrol lebih dari 50 % mengalami %) pada kelompok kontrol yang
kesembuhan luka pada ≤ 7 hari juga. memakai bebat perineum mengalami
Meskipun secara hitungan distribusi kesembuhan luka yang cepat pada ≤ 7
frekuensi, bahwa seluruh responden pada hari.
kelompok perlakuan yang diberi bebat 2. Sebagian besar responden (66 %) pada
perineum mengalami kesembuhan ≤ 7 kelompok kontrol yang tidak memakai
hari, tapi karena pada kelompok kontrol bebat perineum mengalami
yang tidak diberi bebat perineum juga kesembuhan luka yang cepat pada ≤ 7
menunjukkan penyembuhan luka yang hari.
cepat (66 %) maka untuk uji statistic 3. Tidak ada pengaruh antara
menunjukkan tidak ada pengaruh antara penggunaan bebat perineum dengan
kesembuhan luka perineum.
Triwik Sri Mulati, Penggunaan Bebat Perineum Untuk Mempercepat 69

Saran yang diajukan yaitu:


1. Bagi Masyarakat (Khususnya ibu post
partum)
Para ibu post partum lebih aktif
bertanya dan mencari informasi tentang
penyembuhan luka perineum dan
menerapkan penanganan tersebut,
khususnya tentang bebat perineum.
2. Bagi petugas kesehatan
Petugas kesehatan khususnya Bidan
diharapkan dapat menerapkan
penggunaan menggunakan bebat
perineum (kempitan) pada luka
perineum untuk mempercepat
penyembuhan luka perineum.

DAFTAR RUJUKAN
Coad, Jane. 2007. Anatomi dan Fisiologi
untuk Bidan. Jakarta: EGC
Jones, Derek [Link]-dasar
Obstrtri dan Ginekologi
Mochtar, Rustam. 2008. Sinopsis Obstetri.
Jakarta : EGC
Richard, 2000. Perineal massage for
prevention of perineal trauma in
childbirth, The Jurnal of America.
Wiknjosastro H. Ilmu Kebidanan. Edisi
ke-4 Cetakan ke-2. Jakarta:
Yayaan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo

Anda mungkin juga menyukai