Laporan Produksi Berita TV Program Acara "In-News" "Digital News Productions"
Laporan Produksi Berita TV Program Acara "In-News" "Digital News Productions"
Disusun oleh:
KELAS 44.5I.01
Outline Laporan Produksi ini telah disetujui dan disahkan serta diizinkan untuk
dipresentasikan untuk memenuhi tugas pada mata kuliah: Digital News Productions.
DOSEN PEMBIMBING
Produksi
i
LEMBAR KONSULTASI BIMBINGAN KARYA PRODUKSI
Disampaikan mahasiswa mata kuliah Digital News Productions untuk menyelesaikan karya
pembuatan berita kepada dosen pengampuh dan telah disetujui untuk dijadikan Laporan
Produksi Berita
ii
KATA PENGANTAR
Penulis
iii
DAFTAR ISI
iv
BAB I
PENDAHULUAN
Media televisi merupakan sarana masuknya informasi baru sekaligus sebagai agen
perubahan budaya baru. Banyak yang menegaskan aktifitas menonton televisi sebagai
kegiatan pasif atas penerimaan gagasan baru. Kata televisi merupakan gabungan dari kata tele
(Yunani) yang berarti jauh dan visio (Latin) yang berarti pengelihatan, sehingga televisi dapat
diartikan sebagai alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual. Pengertian
televisi secara sederhana adalah sebuah media telekomunikasi terkendala yang berfungsi
sebagai penerima siaran gambar bergerak berikut suara, baik itu yang hitam putih atau
berwarna.
Menurut Morissan, 2008 : 200 Televisi hanyalah sebuah alat untuk proses
penyampaian pesan kepada khalayak, namun televisi mempunyai program siaran yang
dikemas secara memenuhi kebutuhan audiencenya. Sedangkan menurut McQuail, 2011:63
Televisi adalah satu media massa yang mempunyai berbagai fungsi. Fungsi televisi adalah
sebagai alat informasi bagi masyarakat yang membutuhkan informasi baik nasional maupun
internasional. Informasi ini berguna untuk menambahkan ilmu pengetahuan mereka akan
berita yang diserap oleh masyarakat yang menggunakan media tersebut. Fungsi televisi sama
dengan fungsi media massa lainnya (surat kabar dan radio siaran), yakni memberi informasi,
mendidik, menghibur dan membujuk. Tetapi fungsi menghibur lebih dominan pada media
televisi sebagaimana hasil penelitian-penelitian yang menyatakan bahwa umumnya tujuan
utama khalayak menonton televisi adalah untuk memperoleh hiburan, selanjutnya untuk
memperoleh informasi (Ardianto, Komala & Karlinah, 2009:137).
Dengan modal audio-visualnya siaran televisi sangat efektif dalam memberikan
pesan-pesannya. Media televisi juga menciptakan berbagai program-program atau acara yang
bisa dinikmati oleh audiencenya. Setiap program atau segmen yang diciptakan oleh produser
mempunyai jenis program yang berbeda, apakah jenis hiburan, pendidikan atau informasi.
Berdasarkan penjelasan diatas kami membuat laporan produksi ini dengan menentukan
beberapa tema program berita tv yang terdiri dari 9 berita yaitu 8 hard news (Kesehatan,
Politik, Hukum, Sosial, Teknologi, Pendidikan, Ekonomi dan Olahraga) dan 1 soft news
(Lalu lintas) dengan nama program acara “In-News”. Program berita atau acara berita adalah
program yang berisi liputan berbagai peristiwa berita dan informasi lainnya, bisa diproduksi
baik secara lokal melalui stasiun televisi dan radio. Program berita juga tempat produksinya
berbagai informasi yang dibutuhkan seluruh lapisan masyarakat (Morrisan, 2008:2)
Alasan kami memilih tema-tema dari program berita tersebut ialah kami ingin
menyampaikan informasi dan mengubah opini masyarakat dari berbagai aspek. Mulai dari
aspek kesehatan, politik, hukum, sosial, teknologi, pendidikan, ekonomi, olahraga maupun
lalu lintas. Sehingga program berita yang kami sampaikan pun beragam aspeknya dan tidak
monoton. Kemudian alasan kami memilih “In-News” sebagai nama program berita kami
ialah “IN” berarti Internal yaitu berita yang berada di dekat atau di sekitar kita. “IN” juga
1
dapat diartikan sebagai berita yang berasal dari dalam negeri (Indonesia). Simbol mic yang
ada pada logo “In-News” berarti suara, opini, fakta atau berita kita dapat didengar oleh
masyarakat luas. Warna biru menggambarkan sebuah perasaan dan pikiran yang tenang.
Harapannya ialah berita kami dapat memberikan keamanan, ketenangan, ketertiban dan
kedamaian masyarakat. Border persegi (2 lancip dan 2 tumpul) pada logo “In-News” berarti
keseimbangan dalam menyampaikan pesan.
Gambar 1.1.1
2
1.2 Tujuan Program
Dalam program berita ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi industri media untuk
memperhatikan kebutuhan khalayak. Selain itu penulisan ini dapat memberikan motivasi bagi
industri media khususnya pada program berita untuk selalu kreatif dalam mengemas program
acaranya tanpa mengabaikan sisi edukatifnya.
Dalam program berita ini kami mempraktikan kemampuan akademik yang didapat dalam
perkuliahan, seperti membuat laporan produksi karya sebuah program berita selain itu untuk
membangun kreativitas kerja sama terhadap para mahasiswa-mahasiswi, juga sebagai latihan
untuk menjadi seseorang yang dapat membuat program-program yang bermutu serta
berkualitas.
Dalam penulisan laporan produksi berita ini guna untuk memenuhi salah satu tugas semester
5 dari mata kuliah Digital News Productions dengan dosen pengampu Irwanto, S. Sos, M.I
Kom. Selain itu laporan produksi berita ini juga sebagai outline dari mata kuliah Digital
News Productions.
3
1.3 Referensi Pustaka dan Audio Visual
Dalam pembuatan program acara berita ini kami mengembangkan inovasinya dan terinspirasi
dari beberapa referensi tentang acara berita yang serupa antara lain :
Gambar 1.3.1
4
2. Contoh produksi program acara berita tv karya senior 2:
Gambar 1.3.2
5
BAB II
KAJIAN PROGRAM
Dalam kategori program televisi berita, televisi berita memiliki tiga tujuan yaitu
informasi, pendidikan, dan hiburan yang dikonsumsi kepada khalayak agar mudah dan
dapat diterima oleh khalayak dalam mendapatkan informasi ter-update. Menurut
(Fachruddin, 2016) “Berita adalah laporan tentang fakta peristiwa atau pendapat dalam
tulisan atau narasi, audio visual, gambar, peta, grafis, baik direkam atau live yang aktual,
menarik, bermanfaat dan dipublikasikan melalui media massa periodik surat kabar,
majalah, radio dan televisi.”
Dari definisi diatas menjelaskan bahwa berita merupakan laporan peristiwa yang
memiliki nilai penting dan menarik bagi audience agar mendapatkan informasi secara
cepat. Menurut (Supriyadi dkk, 2014) “dari banyaknya program yang di tayangkan dalam
6
stasiun televisi dapat digolongkan menjadi dua bagian berdasarkan jenisnya yaitu
program informasi dan hiburan.
Program informasi yang membuat unsur satuan yang nyata disertai mengandung nilai
informatif secara umum maupun khususnya dengan benar dan baik bagi khalayak” dari
definisi di atas menjelaskan bahwa program televisi memiliki tujuan informatif untuk
memberikan informasi kepada audience agar mendapatkan informasi yang nyata sesuai
dengan nilai informasi ter-update.
2.3 Jurnalistik
Jurnalistik atau Journalism berasal dari perkataan journal, yang berarti catatan harian,
atau catatan mengenai kejadian sehari-hari. Journal berasal dari bahasa latin Diurnalis,
yaitu orang yang melakukan pekerjaan pencatatan (Kusumaningrat,2006). Definisi dari
para ahli diberikan oleh F. Fraser Bond, Roland E. Wolseley, Adinegoro, Onong uchjana
Effendy dalam Sumadiria (2005), menurut F. Fraser Bond jurnalistik adalah segala
bentuk yang membuat berita dan ulasan mengenai berita sampai pada kelompok
pemerhati. Menurut Roland E. Wolsley jurnalistik merupakan kegiatan pengumpulan,
penulisan, penafsiran, pemrosesan, dan penyebaran informasi umum, pendapat pemerhati,
hiburan umum secara sistematik dan dapat dipercaya untuk diterbitkan pada surat kabar,
majalah, dan disiarkan di stasiun penyiaran. Onong Uchjana Effendy mengemukakan
bahwa jurnalistik secara sederhana dapat didefinisikan sebagai teknik mengelola berita
mulai dari mendapatkan berita sampai dengan menyebarluaskannya kepada masyarakat.
7
2.4 Lembar Kerja Produksi Berita Televisi
2.4.1 Lembar Kerja Produser
A. Konsep Program
- Menengah ke atas
- Menengah ke bawah
8
C. Rundown Program Berita
9
terhadap penegak hukum”
11 VT berita “Penegakan PB 1:37
hukum di Indonesia dan
kurangnya kepercayaan
masyarakat terhadap penegak
hukum”
12 Anchor membacakan lead LV
berita “SIPOL Memudahkan
proses verifikasi faktual
KPU Kota Depok”
13 VT berita “SIPOL PB 1:59
Memudahkan proses
verifikasi faktual KPU Kota
Depok”
14 Anchor membacakan lead LV
berita “Pendidikan APTE di
sekolah Al-Fath”
15 VT berita “Pendidikan APTE PB 2:00
di sekolah Al-Fath”
16 Anchor membacakan lead LV
berita “Darurat Kesehatan
Mental Bagi Remaja”
17 VT berita “Darurat PB 3:10
Kesehatan Mental Bagi
Remaja”
18 Bumper out PB
COMMERCIAL BREAK
19 3 Bumper in PB
20 Anchor membacakan lead LV
berita “Final PERBASI CUP
U14 Kabupaten Bogor”
21 VT berita “Final PERBASI PB 1:46
CUP U14 Kabupaten Bogor”
10
22 Anchor membacakan lead LV
berita “Bikin Resah, Aksi
Gangster Bersenjata Tajam”
23 VT berita “Bikin Resah, PB 2:42
Aksi Gangster Bersenjata
Tajam”
24 Anchor membacakan lead LV
berita “Meningkatnya
Kemacetan Margonda”
25 Closing Anchor LV
26 VT berita “Meningkatnya PB 1:54
Kemacetan Margonda”
27 Credit Title dan Behind The PB
Scene
11
D. Working Schedule
12
i kelompok kecil yang sudah
dimasukkan lower third dari
template kelompok besar (CLEAR)
11 Pascaproduks Rapat redaksi kelompok besar
i mengenai persiapan simulasi berita
tv
12 Pascaproduks Gladi bersih online yang dilakukan
i oleh kelompok besar
13
E. Breakdown Budgeting
14
3 Jilid lap. produksi 1 Jilid Rp. 104.000,- Rp. 104.000,-
SUB TOTAL Rp. 1.094.000,-
TOTAL Rp. 6.935.000,-
F. Shooting Schedule
16
Selatan - Banten
8 KEL 8 EKONOMI 4/11/22 15:00- Wawancara Ahli Ekonomi PT. DELTA Tripod, Camera
Selesai DJAKARTA Jl. Sony A7 Mark II
Inspeksi Tarum
Barat,
Setiadarma,
Kec. Tambun
Sel., Kabupaten
Bekasi, Jawa
Barat 17510
12/11/22 12:00- Liputan Stand Up Reporter Kementrian Tripod, Camera
Selesai Keuangan RI Sony A7 Mark II
Kav. 40-42, Jl.
Gatot Subroto
No.7,
RT.7/RW.1,
Senayan, Kec.
Kby. Baru, Kota
Jakarta Selatan,
Daerah Khusus
Ibukota Jakarta
12190
9 KEL 9 OLAHRAGA 29/10/22 15:40-17:00 Liputan dan wawancara Gor Karadenan Hp Iphone 11
Cibinong pro dan
Microfon
17
G. Equipment List
18
9 KEL 9 OLAHRAGA Hp Iphone 11 pro 1 Milik sendiri
Microfon 1 Milik sendiri
19
2.4.2 Lembar Kerja Reporter
A. Kelompok 1: Kesehatan
B. Kelompok 2: Politik
Pra Produksi
20
Produksi
Pasca Produksi
21
Partai Politik (Icuk Pramana Putra, Wakil Ketua DPC Partai
PSI Kota Depok)
Transkip Wawancara
Wawancara Partai Politik
1 Bagaimana proses Sejauh ini kami sudah mencapai 180 hampir 185
verifikasi faktualnya? (data) sekitar 142 (data) mungkin hari ini selesai
itu sih. Karena kita kebutuhan untuk dinyatakan
lolos itu sekitar 190 (data) aja dari total anggota
yang 1600 yang dinyatakan memenuhi syarat.
Karena sebelumnya kita kirim itu 2020 (data)
terus, karena masuk ke sipol dia nanti itu kan ke
track jumlah dari yang tadi 2020, akan ke data
apakah dia terdaftar di satu partai ataupun dua
partai. Nah, kita nggak semua nggak semuanya
kita perbaiki karena waktu kan kalau misalnya tadi
dari 2020 (data) sampai jadi 1600 (data) itu sekitar
hampir 400 orang yang datanya juga mungkin
‘dicuplik’ partai lain sebagai anggota partai
jadinya dia punya kegandaan (data) jadi dia di psi
atau mungkin partai lain gitu.
2 Kapan mulai menjalani Kita jalan dari tanggal 28 Oktober, itu tim
verifikasi dari KPU turun ke lapangan langsung,
verifikasi faktual?
jadi bukan kami yang turun dulu gitu, kami hanya
bertugas untuk mengawal aja dan mengarahkan ke
mana temen – temen dari KPU ini jalan. Karena
door to door itu kan kadang – kadang tidak tahu
jalannya atau siapa orangnya jadi tugas kami
mengawal aja gitu.
3 Apa saja agenda hari ini? Jadi (agenda) hari ini adalah temen-temen yang
22
belum bisa kami kunjungi ataupun yang kita
kunjungi tapi tidak ketemu itu kita
5 Bagaimana tanggapan Kalau SIPOL yang sekarang ini lebih mudah terus gak
dari pihak partai politik gampang down nggak tahu itu ganti server atau gimana
mengenai SIPOL milik Tapi kayaknya lebih nggak gampang down karena
KPU? kalau yang tahun lalu tuh kita nginputkan sampai jam
12 malam saat biasanya teman-teman di lapangan 12
malam tuh baru baru kirim (data). Nah, pas jam 12
malam down tapi kalau yang sekarang sudah lebih baik
lah. Karena yang itu juga tadi yang 1600 (data) itu
didapatkan (kegandaan data) itu juga berdasarkan dari
SIPOL.
Wawancara KPU
23
1 Apa tujuan Verifikasi faktual itu artinya kita mem-verfikasi semua berkas
verifikasi yang masuk ke data-data mereka yang masuk ke SIPOL itu kan
faktual? artinya dia adalah Sistem Informasi Politik. Jadi SIPOL itu
memang tugasnya itu memfasilitasi peserta pemilu dalam hal
ini partai politik untuk bisa mengirimkan banyak hal di
dalamnya ada SK pengurus Partai nya ada daftar anggotanya
kemudian ada alamat terkait dengan kantornya dimana seperti
itu. Nah informasi informasi seperti itulah yang kami lakukan
Verifikasi, jadi misalnya gini di dalam berkas yang mereka
upload misalnya tertuliskan bahwa dia beralamat di Jalan
Margonda misalnya nomor sekian akan akan datang ke lokasi
tersebut untuk memastikan bahwa benar. Tidak hanya di situ,
bahkan kami meminta misalnya
24
penggunaan kantor nya itu apakah dia milik (sendiri),
sewa pinjam pakai dan kalau dia pinjam pakai Sampai
kapan kalau dia sewa Sampai kapan karena kami hanya
ingin memastikan bahwa mereka bertempat di situ kalau
misalnya nanti butuh koordinasi atau mungkin ada
persoalan-persoalan yang mengganggu atau misalnya
yang butuh kita butuh komunikasi lebih intens terkait
dengan jalannya Pemilu kan kita butuh tahu kan Dimana
lokasi Mereka. Lalu kemudian kepengurusan,
kepengurusan kami juga ngecek jadi mereka mengirim
SK di upload ke sipol. Kemudian kami cek Apakah
benar itu sk-nya, namanya, lihat KTP-nya, anggotanya,
KTA-nya. Misalnya KTA-nya itu sebagai ketua. Juga
kami bahkan memperhatikan berapa jumlah
keterwakilan perempuan di dalam kepengurusan
tersebut, misalnya ada 30% kita lihat nih dari jumlah
pengurus misalnya ya pengurus itu kan ada ketua,
sekretaris, bendahara, anggota-anggota yang lain, dalam
SK tuh misalnya ada 20 orang. Nah, kita kan tanya tuh
(dalam) 20 anggota ada berapa jumlah perempuannya,
itu akan kami masukkan sebagai bagian dari evaluasi.
Lalu yang berikutnya adalah verifikasi anggota,
verifikasi anggota tuh sampling ya. Jadi memang itu
dilakukan dari KPU RI bukan di KPU tingkat kota, Jadi
kami hanya menerima dalam bentuk nama-nama yang
sudah diacak di ambil seperti itu verifikasi untuk
memastikan bahwa anggota orang yang bersangkutan
yang terdaftar di dalam sampel yang sudah kita ambil Itu
benar-benar adalah anggota Partai politik yang
bersangkutan. Bagaimana kalau misalnya anggota
tersebut menyatakan bahwa dia bukan anggota Partai
politik, maka kami (akan) menuliskan sebagai tidak
memenuhi syarat jadi ada form – form yang harus mereka
isi, kira kira seperti.
2 Apa saja tahapan Verifikasi faktual itu sebenarnya ada satu, pertama
verifikasi faktual? verifikasi faktual terkait dengan dokumen yang sudah di
upload tadi. Itu berlangsung selama 3 minggu, lalu
kemudian apabila mereka tidak lolos dalam verifikasi
faktual ini akan ada itu berlaku sampai tanggal 4
november besok, nanti tinggal di lihat dokumennya
25
setelah tanggal 4 nanti akan ada verifikasi
perbaikan, jadi misalnya ada partai – partai yang
tidak lolos dalam verifikasi faktual maka mereka
diizinkan untuk melakukan perbaikan 2 minggu
dari tanggal 5 sampai tanggal 19 november.
Setelah itu baru kemudian akan dilakukan rekap
rekap sebelum akhirnya diputuskan di tingkat kpu
ri pada tanggal 14 desember terjadi 14 desember
itulah kemudian penentuan berapa jumlah partai
yang lolos menjadi peserta pemilu.
3 Sejauh ini sudah ada berapa Partai politiknya 9 dan sudah semua, tapi kan
partai yang lolos verifikasi hasilnya memang belum bisa kita pastikan karena
faktual dan bagi partai politik sampai sejauh Malam ini saya aja ninggalin itu ya
yang belum memenuhi syarat, (verifikas faktual) kayak tadi ada partai yang
langkah apa yang harus meminta untuk yang mereka akan besok ya bebas
dilakukan oleh partai politik? aja sih karena memang sampai tanggal 4 kan kita
jadi iya nanti setelah tanggal 4 kami akan
melakukan rekap dan dokumennya itu masih
dalam bentuk berkas-berkas ya itu dalam bentuk
kertas kita akan upload. Kita akan rekap kita akan
upload dilaporkan ke provinsi baru kemudian bisa
ditentukan Berapa jumlah partai yang lolos untuk
Kota Depok untuk tahap pertama kan ada tahap
perbaikan misalnya yang lolos pertama misalnya
ada Taruhlah empat partai misalnya berarti masih
ada partai lain yang tidak lolos kan gitu ya. Nah,
tidak lolos Tahapan pertama dia akan langsung ke
tahapan perbaikan kedua seperti itu, mereka
dizinkan untuk melakukan perbaikan. Kita sudah
datangi semuanya (partai politik), semuanya (partai
politik) sudah kita lakukan verifikasi, sementara
sedang dilakukan.
4 Sejak kapan sosialisasi Itu sudah lama ya dari 2017 dan ada beberapa
aplikasi milik KPU perubahan – perubahan. Dan dari awal 2019 sudah
dilakukan? kita lakukan (sosialisasi) dan terakhir itu memang
dari awal awal 2019 tapi yang intens itu pada awal
tahun ini sebenarnya. Kita sudah intens untuk
mensosialisasikan terkait dengan perubahan-
perubahan yang dimaksud. Kenapa kita bisa
bilang itu (sosialisasi) berjalan karena (pihak)
partai politik tidak ada masalah ketika mengupload
nya ketika kita melakukan verifikasi faktual
artinya mereka sudah tidak ada masalah dengan
aplikasi-aplikasi tersebut karena kita tinggal
26
mem-verifikasi apa yang sedang berlaku apa yang sudah
diunggah di SIPOL.
27
Naskah Intro / Lead dan Naskah Berita
Naskah VO
1. Pemilu akan berlangsung pada 24 februari 2024 mendatang.
Ditemui dikantor KPU Kota Depok, Fikri Tamau, Komisioner
KPU Kota depok menjelaskan bahwa KPU Kota Depok telah
rampung melakukan rangkaian kegiatan verifikasi faktual.
28
C. Kelompok 3: Lalu lintas
• Kejujuran
• Keadilan
• Kebebasan Pers
• Tanggung Jawab
Pra Produksi
Dalam Pra produksi Tugas Repoter yaitu Menentukan topik atau tema yang
akan diberitakan kepada Masyarakat . Reporter juga harus mencari sumber
sumber Informasi yang terpecaya dan relevan dengan tema yang sudah di
tentukan reporter pun harus sudah menyusun draft pertayaan untuk
narasumber. Reporter pun harus juga berkerja sama dengan Penata kamera
untuk menyiapkan alat alat untuk liputan dan selalu bisa berhubungan baik
dengan sumber sumber informasi yang akan di temui.
Produksi
Pasca Produksi
29
Draft Pertayaan Narasumber
Ojek Online
Nama : Jumadi
Transkip Wawancara
Wawancara Ojek Online
NO REPORTER NARASUMBER
1 Bagaimana Ga seperti biasanya
menurut anda ka. Kalo di depok
tentang kan jam sembilan
rekontruksi jalan itu udah agak
margonda ? longgar tadinya
sebelum ada ini. Di
saat jalan ini
perbaikin begini,
tambah macet ka.
Apalagi jam sibuk
2 Apakah anda Terganggu banget
terganggu dengan ka. Tadinya kita ,
rekontruksi jalan jarak tempuh empat
margonda? puluh lima menit,
ini jadi satu jaman.
30
Naskah Intro / Lead Naskah Berita
• Naskah Achor
• Naskah Stand Up
31
D. Kelompok 4: Hukum
Reporter adalah wartawan yang memburu dan meliput berita hingga kemudian
merangkainya menjadi suatu tulisan yang menarik dan enak dibaca ataupun didengar
oleh khalayak public (Eni Setiati, 2005).
Reporter televisi biasanya tidak bekerja sendiri, ada seorang camera person
atau lebih dikenal sebagai juru kamera yang ikut menemani. Camera person bertugas
mengambil dan merekam gambar suatu kejadian. Ada beberapa TV yang
menggunakan 1 personal yang bertindak reporter sekaligus cameramen.
Di lapangan reporter juga bertugas sebagai produser untuk liputan yang ia
lakukan. Karena reporterlah yang memimpin liputan tersebut sehingga seorang
reporter harus bisa mengarahkan camera person, tentang gambar apa saja yang ia
butuhkan untuk melengkapi laporan berita yang akan ia buat nantinya.
Di dalam Jurnalistik Penyiaran Televisi, reporter merupakan ujung tombak
dalam peliputan dan pelaporan berita. Reporter merupakan bagian dari tim
pemberitaan yang paling mengetahui apa yang terjadi di lapanga. Reporter juga harus
menghidupkan suasana pemberitaan dengan memberikan pelaporan berita Junaedi,
(2013:49).
Peran dan tanggung jawab reporter adalah mencari informasi berita secara
fakta. Lalu menyusun berita tersebut yang pada akhirnya akan disaksikan kepada
khalayak sebagai paket berita atau buletin berita. Penciptakan berita tersebut tidak
sangatlah mudah untuk didapatkan. Membutuhkan waktu yang sangat panjang seperti
diawali rapat tim bersama produser. Reporter mencari berita bersama koordinator
liputan sesuai dengan hasil arahan produser saat rapat. Reporter tidak seenaknya
bekerja mencari berita-berita tersebut.
Pra Produksi
32
Persiapan pra produksi, reporter bersama tim terutama produser harus
melakukan rapat redaksi, dan menentukan tema berita apa yang akan disampaikan
kepada khalayak. Reporter memilih berita yang sudah ditentukan bersama tim dan
memahami peristiwa atau persoalan yang nantinya akan diliput, lalu sebelum
melakukan peliputan, reporter harus menyiapkan transkip wawancara kepada
narasumber dan untuk melakukan stand-up.
Reporter harus kerjasama dengan juru kamera dan berhubungan baik dalam
pelaksanaan liputan. Supaya menghindari adanya kendala yang tidak diinginkan.
Reporter juga boleh memberikan saran kepada juru kamera dalam pengambilan
gambar karena reporter saat bekerja dilapangan ia juga bertugas sebagai produser,
serta bertanggung jawab pada berita yang sedang diliput.
Pada saat rapat redaksi, kelompok 4 mendapatkan tema berita dengan Tema
Hukum. Setelah itu, reporter berdiskusi bersama anggota kelompok lainnya dan
menentukan berita atau peristiwa tentang “Kurangnya kepercayaan publik terhadap
penegak hukum”. Peristiwa atau berita tersebut diambil dari data survei yang ada di
website Lembaga Survei Indonesia (LSI). Setelah menentukan berita atau peristiwa,
reporter membuat naskah berita untuk liputan beserta naskah untuk transkip
wawancara narasumber
Produksi
Persiapan produksi, reporter bekerja sama dengan juru kamera turun langsung
kelapangan untuk meliput kejadian atau peristiwa.
Dalam proses produksi berita televisi, reporter mengarahkan narasumber dan
melakukan wawancara seputar peristiwa atau berita yang sedang di liput. Lalu
reporter merekamnya guna untuk memperkuat isi berita tersebut. Lalu kemudian
reporter melakukan stand up dan meliput beberapa footage untuk dimasukan ke dalam
materi berita.
Pasca Produksi
33
memberikan susunan gambar dari visual yang akan disunting kepada tape editor,
Mendampingi tape editor selama menyunting berita tersebut, menyusun naskah untuk
komentar berita, menyerahkan susunan naskah berita kepada produser untuk
disunting, cek dan ricek jika ada keragu-raguan, mengisi suara (voice over), memberi
label judul berita termasuk durasinya pada naskah, menyerahkan naskah dan bahan
berita yang siap siar pada redaksi
Transkip Wawancara
34
Naskah Intro / Lead dan Naskah Berita
35
KEPERCAYAAN
MASYARAKAT KEPADA
PEMERINTAH/ KHUSUSNYA
PARA LEMBAGA-LEMBAGA
PENEGAK HUKUM//
3. Sumber Berita LEMBAGA SURVEI
INDONESIA/ MERILIS SEBUAH
SURVEI YANG V.O
MENYEBUTKAN BAHWA 00.31 – (Florencia
MASYARAKAT MENILAI 00.40 Ester
KEADAAN PENEGAKAN Rumbayan)
HUKUM DI INDONESIA KIAN
MEMBURUK//
4. Diagram DUA PULUH KOMA SATU
Kondisi PERSEN MASYARAKAT YANG
Penegakan MENILAI BAIK KEADAAN
Hukum PENEGAKAN HUKUM DI V.O
INDONESIA/ DAN DUA PULUH 00.41 – (Florencia
SEMBILAN KOMA DUA 00.55 Ester
PERSEN MASYARAKAT YANG Rumbayan)
MENILAI BURUK KEADAAN
PENEGAKAN HUKUM DI
INDONESIA//
5. Narasumber ERA TEKNOLOGI SAAT INI 00.56 – Narasumber
JUSTRU BAHKAN SEMAKIN 01.15
BANYAK ANGKA
KEJAHATAN YANG SEMAKIN
MUNCUL// DI SISI LAIN
KAPASITAS APARAT
PENEGAK HUKUM/
KAPASITAS SUBSTANSI
HUKUM ITU SENDIRI DALAM
BAHASA LAINNYA/ SELALU
36
TERTINGGAL DENGAN
KEJAHATAN-KEJAHATAN
YANG MUNCUL// SEHINGGA
TERKESAN PENEGAKAN
HUKUM DI INDONESIA
TERKESAN KURANG
EFEKTIF//
6. Situasi MASYARAKAT MEMANG V.O
Masyarakat MENILAI PENEGAKAN 01.16 – (Florencia
HUKUM DI INDONESIA KIAN 01.22 Ester
MEMBURUK/ Rumbayan)
7. Situasi TETAPI PARA LEMBAGA
Pengadilan PENEGAK HUKUM HARUS
Negeri Depok TETAP BERPEGANG TEGUH
DAN HORMAT KEPADA V.O
HUKUM AGAR KEADILAN 01.23 – (Florencia
SOSIAL BENAR-BENAR 01.37 Ester
DAPAT DIRASAKAN OLEH Rumbayan)
MASYARAKAT//REPORTER
YESI JURU KAMERA SISKA
MELAPORKAN
E. Kelompok 5: Sosial
Reporter merupakan salah satu bagian paling penting dalam stasiun televisi terutama
dalam program berita. Seorang reporter bekerja untuk mencari informasi dan
megungkapkan informasi tersebut yang nantinya akan di konsumsi oleh masyarakat luas.
Sebagai reporter, ia mengorganisasikan setiap laporan, dan sewaktu-waktu menuliskan
dan melaporkannya melalui stasiun di mana ia bertugas. Di beberapa stasiun, reporter
juga berprofesi sebagai produser liputan khususnya untuk berita yang spesifik.
37
Menurut (Irwanto dkk, 2014) “seorang reporter harus memiliki kemampuan multi,
mulai dari meliput berita, menulis naskah, pengetahuan tentang visual dan keahlian
untuk melobi. Reporter yang hanya mengandalkan keahlian meliput dan menulis naskah
saja, ia tidak akan pernah menjadi reporter sejati.”
Reporter atau wawancara televisi bekerja secara cepat dalam mengumpulkan
informasi, menentukan lead berita, menulis berita dan melaporkannya, baik secara
langsung (live) atau direkam dalam bentuk paket yang akan disiarkan kemudian.
Perkembangan teknologi yang cepat dalam pengiriman gambar dan suara mengharuskan
wartawan televisi untuk bekerja lebih cepat pula, ia harus secara cepat berangkat ke
lokasi liputan, mengumpulkan informasi di lapangan dan melaporkannya langsung di
depan kamera. Dalam hal ini wartawan yang memiliki ingatan yang kuat dapat langsung
tampil on air, berbicara lancar dan teratur di depan kamera maupun tanpa persiapan yang
cukup harus mendapatkan kredit poin tersendiri.
Maka dari itu penulis menyimpulkan bahwa seorang reporter harus mempunyai nyali
untuk menembus narasumber. Selain nyali diperlukan pula intuisi jurnalistik yang tajam
dari seorang reporter.
Pra Produksi
Pada tahan Pra Produksi, sebelum reporter melakukan liputan seorang reporter
beserta kru lainnya mengadakan koordinasi, dan membahas materi yang akan diliput.
Reporter juga harus menyiapkan naskah untuk melakukan stand up atau live report
karena itu lebih baik seorang reporter harus mengetahui peristiwa apa yang akan di
liputnya.
Menurut (Morissan, 2018) menyatakan bahwa: wartawan televisi yang baik adalah
seseorang yang mampu menjadikan penyaji berita yang baik, dalam hal ini ia tidak
saja dituntut untuk dapat menulis berita dengan baik dan benar namun juga ia dapat
menyampaikan berita dengan ucapan kata-kata yang baik di depan kamera, lengkap
dengan mimikdan ekspresi yang menunjang (memiliki body language). Maka seorang
reporter televisi juga dituntut untuk menjadi seorang penyiar (news caster).
Seorang reporter TV harus memahami ilmu jurnalistik di samping harus kreatif,
dalam arti mengetahui benar peristiwa-peristiwa yang mempunyai nilai jurnalistik.
Sebelumnya reporter juga akan mengadakan rapat yang akan membahas berbagai
liputan yang telah di peroleh dan liputan yang lainnya yang masih harus dikejar.
Penulis juga penyusun berita dengan bentuk piramida terbalik.
Menurut (Baksin, 2016) “Bentuk piramida terbalik dipergunakan untuk menyusun
kisah berita yang nilai beritanya penting, yang dengan sendirinya perlu disiarkan
secepatnya kepada khalayak”.
Maka dari itu penulis menyimpulkan di tahap Pra Produksi ini, seorang reporter
harus menulis berita dan menyusunnya ke dalam naskah berita dengan menggunakan
bahasa yang efektif dan menarik. Reporter juga harus memiliki moral yang baik,
mematuhi norma yang berlaku, dan mempunyai etika.
Produksi
Pada tahap Produksi, reporter melakukan liputan sesuai dengan materi yang sudah
disiapkan. Pada saat terjun ke lapangan, reporter juga harus mewawancarai
narasumber.
38
Menurut (Junaedi, 2015) “Sikap reporter dalam wawancara juga menjadi hal yang
penting. Jika reporter di mata narasumber dianggap tidak sopan, maka biasa jadi
wawancara yang dilakukan akan berjalan tidak lancar”
Pada tahap ini reporter dan penata kamera harus bekerja sama sebagai satu tim
kerja, namun pada akhirnya reporter lah yang akan bertanggung jawab atas hasil
liputan yang dilakukan. Reporter harus mengarahkan penata kamera agar ia
mendapatkan semua gambar yang dibutuhkan untuk mengilustrasikan berita yang
akan disajikan. Dan reporter akan menentukan pertanyaan kepada narasumber di saat
liputan.
Pasca Produksi
Pada tahap ini, reporter harus mempertimbangkan gambar yang akan dipadukan
pada naskah voice over agar berita yang ditayangkan atau pun di tonton dapat
memberikan inforrmasi bagi audien. Dalam tahap ini, segala aspek teknis naskah dan
gambar yang akan hadir ke pemirsa diperhitungkan.
Menurut (Fachruddin, 2014) “Editor visual perlu didampingi oleh
reporter/produser agar membantu laporan menjadi akurat (memadukan yang terbaik)
baik secara narasi mapupun audio visual”.
Reporter peran dan tanggung jawab adalah mencari informasi berita secara fakta.
Lalu menyusun berita tersebut yang pada akhirnya akan disaksikan khalayak sebagai
paket berita atau buletin berita. Penciptakan berita tersebut tidak mudah untuk
didapatkan. penambahan waktu yang sangat panjang seperti diawali rapat tim bersama
produser. Reporter mencari berita bersama koordinator liputan sesuai dengan hasil
arahan produser saat rapat. Reporter tidak terlihat bekerja mencari berita-berita
tersebut.
Draft Pertanyaan:
Warga
Nama : Ridwan
a) Pak sebagai warga sekitar khawatir ga dengan kondisi saat ini?
b) Setelah kejadian ini, apa yang bapak harapkan untuk kepolisian dalam menangani
kasus gangster ini?
Pihak Polisi
Nama : Ipda Herdianto
a) Jika dilihat dari kasus ini banyak yang membuat warga resah, sehingga mereka
berharap banyak kepada pihak kepolisian agar menangani kasus ini, dari pihak
kepolisian sendiri langkah apa yang akan dilakukan dalam kasus gangster tersebut
pak?
Transkip Wawancara
39
Wawancara Warga
N REPORTER NARASUMBER
O
1 Pak sebagai warga sekitar Nah itu ada rasa takut ya, apa lagi saya punya
khawatir ga dengan kondisi keponakan kadang-kadang pulang kerja [Link]
saat ini? terjadi sesuatu dijalan karena kitakan ga tau ya
2 Setelah kejadian ini, apa yang Ya harap-harap supaya bisa mencegah aja untuk
bapak harapkan untuk kepentingan bersama, untuk masyarakat, pengguna
kepolisian dalam menangani jalan. Karena kitakan ga tau masalahnya, orang lewat
kasus gangster ini? kita dihantam kan kita gatau tujuan mereka itu apa.
Wawancara Kepolisian
N REPORTER NARASUMBER
O
1 Jika dilihat dari kasus ini banyak Sebenernya gangster disini sering, sering terjadi
yang membuat warga resah, aksi sekelompok gangster dijalan. Kadang kita
sehingga mereka berharap banyak melakukan patroli Cuma mereka tau jam-
kepada pihak kepolisian agar jamnya kita patroli. Ya kita tetap melakukan
menangani kasus ini, dari pihak patroli setiap malam, kalo ketemu kita lakukan
kepolisian sendiri langkah apa yang penindakan selanjutnya. Kebanyak sekelompok
akan dilakukan dalam kasus gangster Mereka anak-anak yang dibawah umur
gangster tersebut pak? yang rekrut untuk ikut bergabung gangster, ya
anak-anak masih labil mudah hasut istilahnya
masih mencari jatidiri walaupun tindakan itu
salah. Mungkin dalam prosesnya penindakan
selanjutnta kita sesuaikan dengan umur, ataupun
undang-undang.
Naskah Berita
Naskah Acnchor
Munculnya kelompok remaja yang menyebut dirinya gangster, membuat resah warga
Depok. Bahkan, sudah ada korban melayang akibat ulah para gangster tersebut// Kabar
terkait keberadaan gangster yang membawa senjata tajam di depok jawa barat belakangan
ramai dan menjadi perhatian masyarakat luas.// Salah satunya yakni adanya kelompok
gangster yang melintasi daerah sawangan// sekelompok tersebut beriring-iringan
membawa senjata tajam//
Narasi Stand Up
Pemirsa saat ini saya sedang berada di lokasi yang dijadikan lokasi iring-iringan oleh salah
satu kelompok gangster.
40
Narasi VO 1
Aksi sekelompok pemuda yang mengacungkan senjata tajam sambil mengendarai sepeda
motor ini viral di kota Depok, Warga yang geram mengejar dan menangkap pelaku
tawuran, Pelaku tawuran yang tertangkap menjadi bulan-bulanan bagi warga.
Narasi VO 2
Dari kasus ini warga berharap adanya Tindakan tegas Dari pihak kepolisian.
Narasi VO 3
Aksi gangster ini sangat meresahkan warga dan pengguna jalan sekitar, warga berharap
pihak kepolisian dapat menangkap para pelaku dan bertindak tegas agar kejadian seperti
ini tidak terulang Kembali. Dari Depok Jawa Barat Nurnadhilah BSI News melaporkan.
F. Kelompok 6: Teknologi
Oleh karena itu, reporter merupakan ujung tombak redaksi dalam mencari dan
mendapatkan berita.
-Penggiat otomotif 1
Nama : Rendy
Menurut anda apakah mobil listrik bisa menggantikan mobil konvensional ? dan
kenapa alasan nya ?
-Penggiat otomotif 2
Nama : Attar
Mas attar lebih memilih mobil listrik atau mobil konvensional ? dan kenapa alsan
nya ?
41
Transkrip Wawancara
N Reporter Narasumber
O
1 Menurut anda apakah mobil listrik bisa Untuk sekarang mobil listrik lebih cocoknya
menggantikan mobil konvensional ? di kota sih, karna kalo untuk jarak jauh juga
dan kenapa alasan nya ? masih susah untuk mengisi batrai nya
2 Mas attar lebih memilih mobil listrik Untuk sekarang gua masih milih mobil
atau mobil konvensional ? dan kenapa konvensional ya karna bisa di apain aja gitu
alsan nya ? lebih flexibel
Narasi Stand Up
Selamat siang pemirsa , Pemerintah saat ini sedang mendorong masyarakat beralih ke mobil
listrik dar imobil konvensional saat ini saya sedang berada di daerah Jakarta selatan tepatnya
di senopati , disinilah letak para penggiat otomotif berkumpul.
Narasi VO 1
Pemerintah serius mengembangkan kendaraan listrik berbasis baterai di tanah air, upaya
pemerintah merancang peta jalan penggunaan kendaraan listrik sebagai alat transportasi
nasional di tengah-tengah masyarakat. Sosialisasi pun terus digalakkan kepada semua lapisan
masyarakat, instansi terkait, dan kepada pelaku industri otomotif. Bagaimana respon
masyarakat terhadap upaya pemerintah mengembangkan mobil listrik di Indonesia?
Menurut hasil survei Charta Politika, hanya 28% masyarakat Indonesia yang berminat
menggunakan kendaraan listrik. Sementara 61% masyarakat Indonesia, tidak berminat
beralih menggunakan kendaraan tersebut. Sebagai informasi, Charta Politika melakukan
survei terhadap 1.220 responden di seluruh Indonesia, per tanggal 6 sampai 13 September
2022.
Narasi VO 2
42
Mobil listrik masih memiliki beberapa kekurangan. Di kutip dari [Link] menurut Nugroho
Adi Sasongko selaku perekayasa madya di pusat kajian industry, proses dan energi BRIN
dari kendaraan listrik menghasilkan beberapa dampak negative seperti paparan bahaya dan
beracun. Karna, mobil listrik mengunakan lithium dan nikel secara massif. Dan juga produksi
kendaran lisrtrik maupun pembuatan baterai akan meningkatkan penggunaan energi dan air
bersih yang sangat besar.
G. Kelompok 7: Pendidikan
Pra Produksi
43
menyiapkan transkip wawancara kepada narasumber dan untuk melakukan
stand-up. Reporter harus kerjasama dengan juru kamera dan berhubungan
baik dalam pelaksanaan Liputan. Supaya menghindari adanya kendala yang
tidak diinginkan. Reporter juga boleh memberikan saran kepada juru
kamera dalam pengambilan gambar karena reporter saat bekerja dilapangan
ia juga bertugas sebagai produser, serta bertanggung jawab pada berita yang
sedang diliput.
Produksi
Pasca Produksi
Peran dan tanggung jawab reporter adalah mencari informasi berita secara
fakta. Lalu menyusun berita tersebut yang pada akhirnya akan disaksikan
kepada khalayak sebagai paket berita atau buletin berita. Penciptakan berita
tersebut tidak sangatlah mudah untuk didapatkan.
44
Miss Rossel (Guru Sekolah Al – Fath Indonesia)
Yang bisa mengikuti program APTE ini siapa aja bu ?
Naskah Berita
Naskah Anchor
Naskah Stand Up :
Naskah V.O :
SEKOLAH DASAR AL – FATH INI TERPILIH MENJADI
PERWAKILAN DARI INDONESIA UNTUK MENJALANI PROGRAM
APTE YANG DISELENGGARAKAN OLEH KEMENDIKBUD / YANG
DIMANA PROGRAM INI ADALAH SHARING ILMU TENTANG
KEBUDAYAAN INDONESIA DAN JUGA KEBUDAYAAN DARI
PIHAK NEGARA ASING YANG MENJADI PERWAKILAN
NEGARANYA
H. Kelompok 8: Ekonomi
45
suatu peristiwa/ kejadian atau pendapat narasumber sebagai bahan berita untuk
disajikan kepada publik Suprapto, (2013:92).
Di dalam Jurnalistik Penyiaran Televisi, reporter merupakan ujung tombak
dalam peliputan dan pelaporan berita. Reporter merupakan bagian dari tim
pemberitaan yang paling mengetahui apa yang terjadi di lapanga. Reporter juga
harus menghidupkan suasana pemberitaan dengan memberikan pelaporan berita
Junaedi, (2013:49).
Dengan demikian reporter dapat diartikan sebagai orang yang melakukan
profesi meliput peristiwa, mengumpulkan bahan berita, dan melaporkannya
kepada publik. Reporter adalah bagian dari kerja profesional [Link]
memiliki beberapa pedoman seperti:
Pra Produksi
Produksi
Persiapan produksi, reporter bekerja sama dengan juru kamera turun langsung
kelapangan untuk meliput kejadian atau peristiwa, dan mencari informasi-
informasi fakta dari sebuah peristiwa. Menggunakan unsur 5W+1H untuk
menyampaikan berita guna melengkapi berita yang akan disebarluaskan ke
masyarakat.
Pasca Produksi
46
Pada saat pasca produksi reporter mengkoordinasi dengan produser, kapan
ditayangkan berita yang telah selesai diliput tersebut termasuk durasi yang
diperlukan, memberikan susunan gambar dari visual yang akan disunting
kepada tape editor, Mendampingi tape editor selama menyunting berita
tersebut, menyusun naskah untuk komentar berita, menyerahkan susunan
naskah berita kepada produser untuk disunting.
Peran dan tanggung jawab reporter adalah mencari informasi berita secara
fakta. Lalu menyusun berita tersebut yang pada akhirnya akan disaksikan
kepada khalayak sebagai paket berita atau buletin berita. Penciptakan berita
tersebut tidak sangatlah mudah untuk didapatkan. Membutuhkan waktu yang
sangat panjang seperti diawali rapat tim bersama produser. Reporter mencari
berita bersama koordinator liputan sesuai dengan hasil arahan produser saat
rapat. Reporter tidak seenaknya bekerja mencari berita-berita tersebut.
Transkrip Wawancara
N REPORTER NARASUMBER
O
1. Menurut pendapat bapak ini pertanyaannya menarik karena orang suka
mengenai isu resesi yang sedang banyak persepsi penggantian kata resesi adalah
ramai di perbincangkan? peristiwa pertumbuhan ekonomi yang turun
sebetulnya bukan pertumbuhan, tapi perlambatan
ekonomi yang menurun terus dari masa ke masa dan
ini mengidentifikasikan bahwa kita atau konteksnya.
Nah biasanya indikasi itu ada 3 tuh. Apa daya beli
masyarakat turun daya beli masyarakat turun, kedua
inflasi naik, nah inflasi pengangguran mulai ada. Ini
mengingatkan bahwa suatu suatu negara dalam
konteks resesi itu, katanya. Dan ini mulai waktu itu
47
cerita resesi ini kan munculnya dari Pak Jokowi itu
Pak Jokowi statement itu bahwa hati hati bukan
berarti dia bilang menyampaikan resesi dunia. jadi
harusnya kita berhati hati karena bukan tidak
mungkin Indonesia akan kena dampak dari sesi
tersebut. peristiwa tadi Jokowi dikuatkan lagi oleh
Sri Mulyani nih. Kita pernah mengalami inflasi yang
minus gara gara kenaikan BBM ya waktu itu turun
nah itu mengindikasikan bahwa kita akan
mengalami resesi, tapi ternyata nggak gitu loh.
Akhirnya kita banding lagi nih naik lagi. Jadi
peristiwa tersebut adalah mengindikasikan bahwa
Indonesia akan mengalami resesi. Tapi bukan tidak
mungkin terjadi nih. Gitu ya karena di seluruh dunia
saat ini sudah mulai mengalami terutama Inggris dan
Eropa. Nah, peristiwa tersebut kita sebagai negara
yang yang sekarang menjadi negara 7 terbesar di
dunia ini harus mengantisipasi. Jangan kira kita juga
tidak bisa kena, tapi setahu saya enggak kena gitu
loh dengan peristiwa resesi.
2. Ciri ciri yang paling menonjol Ya saya bilang saat ini Indonesia tidak begitu
atau ciri ciri yang paling terlihat berdampak ya, tapi kita misalnya kemarin di Jawa
dari resesi ini yang sudah terjadi barat tentu saya dengar itu ada mulai terjadi
saat ini itu apa? peristiwa PHK, itu indikasikan bahwa kita sudah
mulai mengalami resesi skala kecil, tapi menurut
saya bukan, tapi itu menjadi indikator. Biasanya
kalau udah mulai banyak pengangguran, suku bunga
mulai naik, itu bisa kita lihat secara sekilas oh
semuanya naik nih, Nah pemerintah melakukan
tindakan. Kemudian ada ciri-ciri pada daya beli kita,
daya beli masyarakat turun. Nah ini bisa dinyatakan
kita masuki dalam konteks resesi, tapi sejauh ini
menurut saya enggak. Jadi peristiwa di berapa
tempat pengangguran itu enggak dalam konteks
resesi gitu, jadi jangan disamakan kayak gitu,
karena itu hal yang berbeda.
3. Jadi apakah menurut bapak kita Memang suku bunga naik tapi enggak seekstrem
masih dalam konteks aman, seperti yang terjadi di bank sentral bank sentral
karena seperti yang kita tahu seperti Inggris, Inggris, hampir 300 bps poin jadi
suku Bungan naik dan banyak naiknya tinggi banget gitu loh, Indonesia enggak
PHK yang kita lihat beberapa Indonesia masih dalam kontrol dalam konteks
waktu belakangan ini? kontrol. Tapi kita harus berhati hati kata kata bu sri
mulyati, Pak Jokowi terus dari beberapa pakar
ekonomi itu bukan berarti enggak ada dasarnya,
mereka juga ada dasarnya, tapi dalam konteks ini
kita masih dalam konteks aman gitu loh, cuma
berhati hati.
4. Bagaimana masyarakat Masyarakat harus tenang tidak panik gitu. Apapun
seharusnya menyikapi isu resesi kondisinya tuh, pemerintah tidak akan tinggal diam
ini? gitu kan ya, akan melakukan satu hal juga dan
48
Tindakan juga. Dan kondisi Indonesia semakin baik
kok konsumsinya gak turun, tanda tanda orang mulai
resesi itu udah mulai gak berkonsumsi lagi. Nah kita
lihat konsumsi kita masih tinggi, bahkan saya bilang
kalau informasi tentang macet itu tidak baik itu bagi
saya baik, karena itu berarti ekonomi masih tumbuh
masih bergerak, itu yang bisa kita lihat jelas.
5. Apa yang harus dilakukan Masyarakat harus terutama harus berterimakasi
Pemerintah bagi masyarakat terhadap Pemerintah karena kita masuk dalam
Indonesia jika benar-benar kategori sukses / berhasil melewati atau bertahan
terjadi resesi di tahun 2023 dari pandemic covid 19 dengan upaya pemerintah
nanti? melakukan kebijakan seperti PPKMsecara bertahap
tetapi tidak me lock down semuanya, sehingga
perekonomian di Indonesia tidak begitu merosot
secara signifikan tetapi tetap bertahan walaupun
menurun tetapa tidak separah negara-negara luar.
Nah kondisi resesi ini pemerintah juga tidak tinggal
dia, hal yang menarik sekali pemerintah melakukan
strategi item yaitu mempersiapkan ekonomi
pembangunan, dan menekankan konsumsi dengan
membuat beberapa project ini dapat diartikan uan
jalan ekonomi telah bergulir gitu loh dan juga tetap
melakukan pembangunan juga dilaksanakan
sengingga ekonomi akan semakin tumbuh.
6. Dari bapak sendiri pesan apa Kebutuhan dasar kita adalah makan dan minum,
untuk masyarakat menghadapi betul. Saya rasa yang paling penting adalah
resesi ini? ketahanan pangan, artinya kalu ketahan pangan kita
kuat, mau itu bentuknya resesi atau apapun itu
perekonomian kita akan tetap aman. Caranya adalah
kita mulai memanfaatkan lahan atau
memberdayakan lahan yang kita punya seperti
bercocok tanam dan lain sebagainya. Kemudian
membelanjakan uang kita dalam bentuk yang tepat,
saya rasa kita akan berhasil untuk melewati krisis
ekonomi. Karena konsumsi itu penting untuk
menjalankan roda ekonomi.
LEAD BERITA
PRESIDEN JOKOWI DODO MENYEBUT AWAL TAHUN 2023
DIPERKIRAKAN DUNIA AKAN GELAP/LANTAS BAGAIMANA DENGAN
INDONESIA /APAKAH INDONESIA AMAN DARI ANCAMAN RESISI /
ATAU JUSTRU SEBALIKNYA INDONESIA SUDAH RESESI DALAM
SKALA KECIL//
NASKAH VO
Vo 1 : TAHUN DEPAN AKAN GELAP/ITULAH KALIMAT YANG AKHIR-
AKHIR INI SELALU DIKEMUKAKAN OLEH PRESIDEN JOKO WIDODO
DALAM BERBAGAI FORUM YANG DIHADIRINYA//
49
Vo 2: SEAKAN KONTRADIKTIF/PERNYATAAN MENTERI KEUANGAN
SRI MULYANI DALAM KONFERENSI PERS APBN KITA OLEH
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA/ MENYATAKAN
BAHWA KINERJA PEREKONOMIAN INDONESIA JUSTRU MEMBAIK//
Vo 3: SENADA DENGAN PERNYATAAN SRI MULYANI/ AHLI EKONOMI
DARI UNIVERSITAS MPU TANTULAR POLTAK SIAHAAN
MENGATAKAN BAHWA/ SAAT INI INDONESIA MASIH DALAM
KONTEKS AMAN//
I. Kelompok 9: Olahraga
50
Maka dari itu penulis menyimpulkan bahwa seorang reporter harus
mempunyai nyali untuk menembus narasumber. Selain nyali diperlukan pula
intuisi jurnalistik yang tajam dari seorang reporter.
Pra Produksi
Produksi
51
Pasca Produksi
Reporter peran dan tanggung jawab adalah mencari informasi berita secara
fakta. Lalu menyusun berita tersebut yang pada akhirnya akan disaksikan
khalayak sebagai paket berita atau buletin berita. Penciptakan berita tersebut tidak
mudah untuk didapatkan. penambahan waktu yang sangat panjang seperti diawali
rapat tim bersama produser. Reporter mencari berita bersama koordinator liputan
sesuai dengan hasil arahan produser saat rapat. Reporter tidak terlihat bekerja
mencari berita-berita tersebut.
Pelatih
No. Reporter Narasumber
1. Bagaimana persiapan Anda selama Untuk persiapan, tidak ada persiapan semua nya
ini sehingga menjuarai pertandingan mendadak tetapi anak anak nya mau ikut dan
? jadi bikin tim.
2. Apa harapan Anda pada olahraga Buat olahraga Indonesia semoga lebih sportif,
Indonesia untuk kedepannya? lebih banyak atlet atlet yang dilihat.
3. Apa ada rasa kesulitan untuk Kesulitan hanya kepikiran dan berpikir “wah
melawan club lain? pasti berat ini” tapi saat bertanding tidak ada
kesulitannya.
Ketua
No. Reporter Narasumber
1. Apa yang bapak harapakan dari Lahirnya atlet atlet terbaik dari kabupaten bogor
juara perbasi cup u14? dalam rangka menyongsong porprov 2026.
2. Apa tujuan dilaksanakan nya Membina atlet atlet yang ada di club, menyemarakan
perbasi cup u14? club club agar meningkatkan permainan nya.
• Naskah Anchor :
Perbasi Cup U14 kabupaten bogor hadir kembali/ dalam pertandingan tersebut diikuti dengan
beberapa tim// tim yang masuk ke final diantaranya tim Hibbers dan tim Yms untuk
memperebutkan Juara 1//
• Naskah Stand Up :
In News kembali hadir bersama saya Gina Tasya Gavian/ Dalam pertandingan Final
PERBASI CUP U14 Kabupaten Bogor sudah terlihat dibelakang saya penuh dengan antusias
suporter dari kedua tim yang sangat bersemangat antara Tim YMS dengan Tim HIBBERS
untuk memperebutkan Juara 1 basket putra// Gina Tasya Gavian melaporkan langsung dari
Gor Karadenan Bogor//
53
• V.O :
1. Final Perbasi CUP U14 kabupaten bogor berlangsung meriah pada hari Sabtu 29 Oktober
2022// Dalam Pertandingan tersebut diikuti oleh 7 tim putra/ yang dilaksanakan di Gor
Karadenan Bogor//
2. Pertandingan tersebut berakhir yang di menangkan oleh Tim Hibbers dengan skor akhir
49-71//
A. Kelompok 1: Kesehatan
54
Produksi
Pasca Produksi
Shot List
55
SCENE INT/EXT CAMER CAMERA AUDIO NARASUMBER KET
A MOVE
ANGLE
1 - - - VO - SLIDE
DATA
GOOGLE
2 EXT Eye Level Still & VO - Daerah
Zoom SCBD
(Kegiatan
Remaja
Jakarta)
3 EXT Low Still VO - Daerah
Angle SCBD
(Kegiatan
Remaja
Jakarta)
4 EXT Low Still VO - Daerah
Angle SCBD
(Kegiatan
Remaja
Jakarta)
5 EXT Eye Level Still & VO - Daerah
Zoom SCBD
(Kegiatan
Remaja
Jakarta)
6 INT Eye Level Still Playback Maya Dita BPD
Survivor &
Founder
Katadjiwa
7 EXT Eye Level Still & - - Kegitaan
Zoom Narasumber
dalam event
56
Founder
Katadjiwa
Spesifikasi Kamera
B. Kelompok 2: Politik
57
Pra Produksi
Produksi
Pasca Produksi
58
kamera juga harus memiliki rasa seni, khususnya seni komposisi
gambar. Dengan demikian, gambar yang dihasilkan memiliki nilai-
nilai artistik.
Berdasarkan kutipan diatas penulis sebagai penata kamera
dapat disimpulkan bahwa dalam produksi berita ini penulis
mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam pengambilan
gambarnya dari segi komposisi, sudut, sudut kamera, ukuran
bidikan agar dapat menciptakan sebuah berita yang disukai oleh
penonton dan membuat gambar jadi tidak membosankan, dan
penulis harus saling bekerja sama dengan kru lain agar dapat
memperlancar pada saat shooting nantinya.
Shot List
59
verifikasi
faktual
60
Pra Produksi
Dalam tahap pra produksi sebagai penata kamera bersama crew yang lain nya
berkumpul dan membahas apa saja yang diperlukan agar memperlancar pada
saat produksi nanti sesuai dengan tugasnya masing-masing. Kemudian penulis
sebagai penata kamera harus memahami isi cerita dari naskah tersebut karena
disini penulis harus dapat imajinasi lalu membuat shot size, camera angle dan
teknik-teknik kamera yang dilakukan bersama sutradara agar mempermudah
pada saat shooting berlangsung. sebagai penata kamera dituntut untuk bisa
memvisualisasikan naskah kedalam bentuk gambar, dan juga mendapatkan
angle – angle yang membuat penoonton tidak merasa jenih dan bosan, konsep
sinematografi juga diperlukan dalam pembuatan sebuah produksi drama
televisi, tujuannya agar gambar yang dihasilkannya bagus dan tidak kaku lalu
dapat membuat penonton mengerti dan memahami isi cerita dalam drama
televisi tersebut
Produksi
Sebagai penata kamera melaksanakan tugasnya yang sesuai dengan apa yang
dibicarakan pada saat pra produksi karena pada saat shooting semua akan
bekerja sesuai dengan tugasnya masing – masing agar dapat berjalan dengan
baik dan benar.
Disini seorang penata kamera dan sutradara harus mempunyai kerja sama yang
baik dalam pengambilan komposisi gambar atau camera angle yang membuat
hasil film nanti tidak membosankan bagi yang menontonnya. Setelah set
dekorasi dan pengaturan tata cahaya yang benar lalu penata kamera mulai
meletakan tripod dan slider sesuai dengan gambaran sutradara, tripod
digunakan supaya gambar yang di shot tidak goyang kemudian slider untuk
memberi kesan dramatik nanti nya, lalu sisanya menggunakan hand held untuk
mengambil shot yang sulit dijangkau oleh penata kamera.
Pasca Produksi
Shoot List
61
3 EXT MS Eye Still Playback Jalan
Level Margonda
Raya
4 EXT MS Low Still Playback Depan
Angle Margo
Hotel
5 EXT MS Eye Still Playback Jumadi Wawancara
Level mengenai
perbaikan
jalan
Spesifikasi Kamera
Penata gambar atau cameraman adalah seseorang yang bertanggung jawab merekam
semua peristiwa yang dibutuhkan oleh repoter, mengambil angle berita dengan baik
untuk dapat disajikan kedalam suatu paket berita. Profesi juru kamera pada stasiun
televisi merupakan perpanjangan dari mata pemirsanya. Gambar yang rekamnya
itulah yang di lihat pemirsa. Memang seorang penata gambar seharusnya hanya
bekerja pada tahapan produksi saja namun bukan berarti tidak berperan dalam dua
tahapan lainnya. seperti profesi lainnya, penulis sebagai penata gambar merupakan
bagian dari crew sebuah produksi televisi yang mempunyai tugas dan tanggung jawab
dalam tiga tahapan penting yaitu, pra produksi, produksi, dan pasca produksi.
Pengambilan gambar siaran langsung biasanya membutuhkan ketahanan fisik yang
lebih besar daripada pengambilan gambar yang direkam, selain itu dalam siaran
langsung dibutuhkan kecepatan mengambil gambar. Kemampuan juru kamera
menjadi sangat penting dalam suatu liputan siaran langsung karena gambar dan suara
mendominasi liputan itu. Seorang juru kamera bertanggung jawab untuk
menghasilkan gambar yang baik dalam arti gambar tidak goyang atau miring, gambar
halus fokus, dan suara terekam dengan baik.
Pra Produksi
62
Menurut Kusumawati (2017:69) “tahap pra produksi merupakan tahap yang paling
menentukan hasil gambar yang baik. Dalam tahap pra produksi penulis sebagai penata
kamera bersama crew yang lain nya berkumpul dan membahas apa saja yang
diperlukan agar memperlancar pada saat produksi nanti sesuai dengan tugasnya
masing-masing. Kemudian sebagai penata kamera harus memahami isi cerita dari
naskah tersebut karena disini penulis harus dapat imajinasi lalu membuat shot size,
camera angle dan teknik-teknik kamera agar mempermudah pada saat liputan
berlangsung. Pra produksi sangatlah penting dilakukan agar pembuatan berita berjalan
dengan lancar karena sudah ada yang dijadikan acuan atau gambaran dan juga seorang
penata kamera harus bekerja sama yang baik dengan sutradara lalu mengikuti
pengarahannya untuk menghasilkan sebuah naskah menjadi audio visual yang bagus.
Produksi
Pada saat melakukan produksi, seorang penata kamera sebelumnya memeriksa dan
membersihkan alat-alat yang digunakan dari debu yang menempel karena sangat
berpengaruh pada hasil. Sebelum semua melakukan produksi semua kru berkumpul
untuk memberikan pengarahan dari pengarahan sesuai dengan tugasnya masing-
masing demi kelancaran pada saat tahap produksi berjalan. Selain itu, seorang penata
kamera juga harus mempunyai kerja sama yang baik dalam pengambilan komposisi
gambar atau camera angle yang membuat hasil produksi nanti tidak membosankan
bagi penonton. Setelah mengatur dekorasi dan pengaturan tata cahaya yang benar lalu
penata kamera mulai meletakan tripod sesuai dengan perencanaan yang ditetapkan,
tripod digunakan agar gambar yang dibidikan tidak goyang. Setelah produksi selesai
kemudian semua kru berkumpul untuk melakukan review ulang kerja dari masing-
masing jobdesk apa saja yang telah didapat dari liputan.
Pra Produksi
Menurut Kusumawati, dkk (2017:77) “pada tahap pasca produksi tidak banyak hal
yang dilakukan oleh penata kamera. Untuk produksi drama, penata kamera biasanya
membantu sutradara dan editor untuk menjelaskan hal-hal yang kurang di mengerti.
Setelah produksi selesai dilaksanakan, kemudian masuk ketahap pasca produksi
dimana seorang penata kamera kembali betugas menyerahkan semua hasil
pengambilan gambar yang dilakukan pada saat liputan dalam bentuk memory card,
63
yang akan diserahkan kepada editor untuk editor edit dan dirangkai menjadi sebuah
berita yang menarik dan bagus.
Juru kamera yaitu mengambil gambar sesuai dengan kebutuhan redaksi serta
bertanggung jawab terhadap materi visual dan audio saat proses liputan di lapangan
Irwanto, (2014:149). Ada anggapan bahwa seorang juru kamera berita terkonsentrasi
pada mengejar moment atau saat saat penting peristiwa saja. Salah kaprah ini terjadi
akibat keliru menafsirkan moment. Memang benar pada reportase berita televisi
moment berharga jangan sampai terlewatkan. Walaupun demikian bukan berarti
masalah komposisi ditinggalkan hanya semata-mata mengejar moment. Bolehlah
moment peristiwa diperboleh tapi komposisi wajib dijaga. Hal ini jauh lebih baik
daripada sekadar mengejar moment. Bolehlah moment peristiwa diperbolehkan tapi
apa artinya jika dalam gambar yang didapat hanya ada sekumpulan gambar juru
kamera lain yang saat itu meliput bersama sementara tidak ada gambar narasumber
atau orang yang menjadi subjek berita. Pada umumnya tugas dan tanggung jawab juru
kamera meliputi :
Shot List
Reporter
membacakan
1 EXT 1 Eye level Still Playback -
naskah stand
up
Wawancara
[Link] Nur menjelaskan
4 INT 4 Eye level Still Playback Hidayati, S.H kondisi
MH penegakan
hukum
Shot situasi
5 EXT 5 Eye Level Still VO -
masyarakat
64
Shot depan
gedung
6 EXT 6 Eye level Still VO -
pengadilan
negeri depok
Shot pintu
masuk
7 EXT 7 Eye level Still VO - Gedung
pengadilan
negeri depok
Shot spanduk
8 EXT 8 Eye level Still VO -
bebas korupsi
Shot Zona
9 EXT 9 Eye level Still VO -
integritas
Camera Report
VISUAL
NO SHOT VIDEO NOTE
SHOT SIZE ANGLE MOVING
Stand Up
1 1 MS Eye level Still
Reporter
Wawancar
2 2 MS Eye level Still a dengan
narasumber
Shot situasi
3 3 LS Eye level Still
masyarakat
Shot depan
gedung
4 4 MS Eye level Still pengadilan
negeri
depok
Shot pintu
masuk
Gedung
5 5 MS Eye level Still
pengadilan
negeri
depok
Shot
spanduk
6 6 MS Eye level Still
bebas
korupsi
65
Shot Zona
7 7 MS Eye level Still
integritas
Spesifikasi Camera
66
Auto, Standard, Portrait, Landscape, Neutral, Faithful,
Picture Style
Monochrome, User Def. 1 - 3
Shoot by ambience selection, Shoot by lighting or scene
Basic+
type
Auto, Preset (Daylight, Shade, Cloudy, Tungsten light,
White fluorescent light, Flash), Custom
White balance correction and white balance bracketing
White balance
features provided
Image * Flash color temperature information communication
Processing provided
During
Noise reduction Applicable to long exposures and high ISO speed shots
Shooting
Automatic image
brightness Auto Lighting Optimizer
correction
Highlight tone
Provided
priority
Lens peripheral
illumination Provided
correction
Type Eye-level pentamirror
Vertical/Horizontal approx. 95% (with Eye point approx.
Coverage
19 mm)
Magnification Approx. 0.85x (-1 m-1 with 50mm lens at infinity)
Eye point Approx. 19 mm (From eyepiece lens center at -1 m-1)
Viewfinder Built-in dioptric
Approx. -3.0 - +1.0 m-1 (dpt)
adjustment
Focusing screen Fixed, Precision Matte
Mirror Quick-return type
Depth-of-field
Provided
preview
Type TTL secondary image-registration, phase detection
AF points 9 AF points
Metering range EV -0.5 - 18 (at 23℃/73℉, ISO 100)
Autofocus
One-Shot AF, AI Servo AF, AI Focus AF, Manual
Focus modes
focusing (MF)
AF-assist beam Small series of flashes fired by built-in flash
67
63-zone TTL full-aperture metering
• Evaluative metering (linked to all AF points)
Metering modes • Partial metering (approx. 9% of viewfinder at center)
• Spot metering (approx. 4% of viewfinder at center)
• Center-weighted average metering
68
Single shooting, continuous shooting, self-timer with 10-
Drive mode sec. or 2-sec. delay and 10-sec. delay with continuous
shooting
Continuous
Max. approx. 3.7 shots/sec.
shooting speed
Drive System
JPEG Large/Fine: Approx. 34 shots
RAW: Approx. 6 shots
Max. burst RAW+JPEG Large/Fine: Approx. 3 shots
* Figures are based on Canon's testing standards (ISO 100
and "Standard" Picture Style) using a 4GB card.
Aspect ratio
3:2, 4:3, 16:9, 1:1
settings
Live mode, Face detection Live mode (Contrast detection),
Quick mode (Phase-difference detection)
Focusing
Manual focusing (Approx. 5x / 10x magnification
Live View possible)
Shooting
Metering modes Evaluative metering with the image sensor
EV 0 - 20 (at 23℃/73℉ with EF50mm f/1.4 USM lens,
Metering range
ISO 100)
Grid display Two types
Movie MPEG-4 AVC/H.264
compression Variable (average) bit rate
Audio recording
Linear PCM
format
Recording format MOV
1920x1080 (Full HD) : 30p/25p/24p
1280x720 (HD) : 60p/50p
Recording size
640x480 (SD) : 30p/25p
and frame rate
* 30p: 29.97 fps, 25p: 25.00 fps, 24p: 23.976 fps, 60p:
59.94 fps, 50p: 50.00 fps
Movie
Shooting 1920x1080 (30p/25p/24p) : Approx. 330 MB/min.
File size 1280x720 (60p/50p) : Approx. 330 MB/min.
640x480 (30p/25p) : Approx. 82.5 MB/min.
Focusing Same as focusing with Live View shooting
Center-weighted average and evaluative metering with the
Metering modes image sensor
* Automatically set by the focusing mode
EV 0 - 20 (at 23℃/73℉ with EF50mm f/1.4 USM lens,
Metering range
ISO 100)
Exposure control Program AE for movies and manual exposure
69
Exposure
±3 stops in 1/3-stop increments (Still photos: ±5 stops)
compensation
With autoexposure shooting: Automatically set within
ISO speed
ISO 100 - 6400
(Recommended
With manual exposure, ISO 100 - 6400 set
exposure index)
automatically/manually
Digital zoom Approx. 3x - 10x
Video snapshots Settable to 2 sec./4 sec./8 sec.
Built-in monaural microphone
Sound recording External stereo microphone terminal provided
Sound recording level adjustable, wind filter provided
Grid display Two types
Type TFT color liquid-crystal monitor
Monitor size and
Wide, 3.0-in. (3:2) with approx. 1.04 million dots
dots
Angle adjustment Possible
LCD Monitor Brightness
Manual (7 levels)
adjustment
Interface
25
languages
Feature guide Displayable
Single image, Single image + Info (Basic info, shooting
Image display
info, histogram), 4-image index, 9-image index, image
formats
rotate possible
Zoom
Approx. 1.5x - 10x
magnification
Image browsing Single image, jump by 10 or 100 images, by shooting date,
methods by folder, by movies, by stills, by rating
Post- Creative filters Grainy B/W, Soft focus, Fish-eye effect, Toy camera
70
Processing of effect, Miniature effect
Images
Resize Possible
Compatible
PictBridge-compatible printers
printers
Direct Printing
Printable images JPEG and RAW images
Print ordering DPOF Version 1.1 compatible
Custom Functions 11
My Menu
Custom Possible
registration
Functions
Copyright
Entry and inclusion possible
information
Analog video (Compatible with NTSC/PAL)/stereo audio
Audio/video OUT/ output
Digital terminal For personal computer communication and direct printing
(Hi-Speed USB equivalent)
HDMI mini OUT
Type C (Auto switching of resolution), CEC-compatible
terminal
External
Interface microphone IN 3.5mm dia. stereo mini-jack
terminal
Remote control
For Remote Switch RS-60E3
terminal
Wireless remote
Remote Controller RC-6
control
Eye-Fi card Compatible
Battery Pack LP-E8 (Quantity 1)
* AC power can be supplied via AC Adapter Kit ACK-E8
Battery
* With Battery Grip BG-E8 attached, size-AA/LR6
batteries can be used
With viewfinder shooting:
Approx. 440 shots at 23℃/73℉, approx. 400 shots at
Battery life
0℃/32℉
Power (Based on CIPA
With Live View shooting:
testing standards)
Approx. 180 shots at 23℃/73℉, approx. 150 shots at
0℃/32℉
Approx. 1 hr. 40 min. at 23℃/73℉
Movie shooting Approx. 1 hr. 20 min. at 0℃/32℉
time (With a fully-charged Battery Pack LP-E8)
71
Dimensions (W x
Approx. 133.1 x 99.5 x 79.7 mm / 5.2 x 3.9 x 3.1 in.
Dimensions H x D)
and Weight Approx. 570 g / 20.1 oz. (CIPA Guidelines),
Weight
Approx. 515 g / 18.2 oz. (Body only)
Working
Operation 0℃ - 40℃ / 32℉ - 104℉
temperature range
Environment
Working humidity 85% or less
72
Rated output 8.4 V DC / 720 mA
Working temperature range 6℃ - 40℃ / 43℉ - 104℉
Working humidity 85% or less
Dimensions (W x H x D) Approx. 69 x 28 x 87.5 mm / 2.7 x 1.1 x 3.4 in.
Weight Approx. 82 g / 2.9 oz.
E. Kelompok 5: Sosial
73
2 INT Medium Still Playbac Kepolisian Wawancara
Shot k mengenai
gangster dan
Tindakan dari
polisi
F. Kelompok 6: Teknologi
Pra Produksi
Produksi
Juru kamera mengambil gambar sesuai dengan kebutuhan redaksi dan juga menjadi
yang bertanggung jawab pada visual dan audio saat proses liputan di lapangan.
Juru kamera mengambil gambar di lokasi peristiwa. Menjaga komposisi gambar,
melakukan sekuen dalam proses pengambilan gambar. Menjaga moment saat
74
liputan. Bekerja sama dengan reporter saat liputan. Mengoperasikan kamera untuk
pengambilan gambar sesuai kebutuhan redaksi.
Pasca Produksi
Dalam tahap ini tidak banyak hal yang di lakukan oleh seorang juru kamera. Juru
kamera membuat camera report agar mempermudah proses editing.
Menuliskan catatan atau label dalam catalog yang isinya berupa liputan apa saja,
gambar apa saja, dan gambar siapa saja.
Shot List
Shot Mobil
Listrik dan
2 EXT MS Eye Level Follow VO - Mobil
Konvension
al
Shot Mobil
5 EXT MS Eye level Follow VO - Listrik dan
75
Mobil
Konvension
al
Spesifikasi Kamera
G. Kelompok 7: Pendidikan
76
tengah dikerjakan, misalnya apakah liputan itu lebih menekan pada fakta
misalnya peristiwa kecelakaan, bencana, atau penekanan pada nilai artistic
misalnya dalam liputan konser musik atau hiburan.
Pra Produksi
Konsep juru kamera seharusnya sudah bisa disusun dalam benaknya. Ini bisa
dilakukan saat ia mengetahui dan telah terlibat briefing singkat dengan reporter
mengenai peristiwa apa yang akan di liputan Irwanto, (2014:150). Pada fase pra
produksi :
77
Produksi
Sebagai juru kamera yaitu mengambil gambar sesuai dengan kebutuhan redaksi
serta bertanggung jawab terhadap materi visual dan audio saaat proses liputan di
lapangan Irwanto, (2014:149).
Pasca Produksi
Dalam tahap ini tidak banyak hal yang di lakukan oleh seorang juru kamera. Untuk
produksi berita televisi :
Cameramen juga wajib menuliskan catatan dalam catalog yang isinya berupa:
liputan apa, gambar apa saja, gambar siapa saja. Ini digunakan demi kemudahan
proses editing dan dokumentasi (library). Dan membuat time code hasil liputan
Irwanto, (2014:149).
78
Peran & Tanggung Jawab Penata Kamera
Juru kamera yaitu mengambil gambar sesuai dengan kebutuhan redaksi serta
bertanggung jawab terhadap materi visual dan audio saat proses liputan di lapangan
Irwanto, (2014:149). Pada umumnya tugas dan tanggung jawab juru kamera
meliputi:
Shot List
CAMERA CAMERA
SCENE INT/EXT SHOT AUDIO NARASUMBER KET.
ANGLE MOVE
EYE Stand Up
1 EXT MS STILL PLAYBACK -
LEVEL Reporter
79
Footage
LOW TILT
2 EXT EWS - - Sekolah Al -
ANGLE DOWN
Fath
Footage
EYE DOLLY
2 EXT WS V.O - Sekolah Al -
LEVEL IN
Fath
Footage
EYE PAN
2 INT WS V.O - Kegiatan
LEVEL RIGHT
APTE
Footage
EYE
2 INT MS STILL V.O - Kegiatan
LEVEL
APTE
Footage
EYE
3 INT WS STILL - - Kegiatan
LEVEL
APTE
80
Footage
EYE
3 INT WS STILL - - Kegiatan
LEVEL
APTE
Spesifikasi Kamera
H. Kelompok 8: Ekonomi
Pra Produksi
Konsep juru kamera seharusnmya sudah bisa disusun dalam benaknya. Ini bisa
dilakukan saat ia mengetahui dan telah terlibat briefing singkat dengan reporter
mengenai peristiwa apa yang akan di liputan Irwanto, (2014:150). Pada fase pra
produksi :
81
Produksi
Sebagai juru kamera yaitu mengambil gambar sesuai dengan kebutuhan redaksi serta
bertanggung jawab terhadap materi visual dan audio saaat proses liputan di lapangan
Irwanto, (2014:149).
Pasca Produksi
Dalam tahap ini tidak banyak hal yang di lakukan oleh seorang juru kamera. Untuk
produksi berita televisi :
1. Juru kamera membuat camera report agar mempermudah proses editing.
2. Menuliskan catatan atau label dalam catalog yang isinya berupa liputan apa
saja, gambar apa saja, dan gambar siapa saja.
3. Merapikan kamera dan komponen lainnya setelah liputan.
Cameramen juga wajib menuliskan catatan dalam catalog yang isinya berupa:
liputan apa, gambar apa saja, gambar siapa saja. Ini digunakan demi kemudahan
proses editing dan dokumentasi (library). Dan membuat time code hasil liputan
Irwanto, (2014:149).
Juru kamera yaitu mengambil gambar sesuai dengan kebutuhan redaksi serta
bertanggung jawab terhadap materi visual dan audio saat proses liputan di lapangan
Irwanto, (2014:149).
Shoot List
82
T Angle Kementria
n
Keuangan
1 EX ELS Eye Level Still VO - Depan
T Gedung
Kementria
n
Keuangan
1 EX MS Low Still VO - Gedung
T Level IDX
2 EX MS Low Still VO - Gedung
T Level Mandiri
2 EX ELS Eye Level Still VO - Gedung
T Perkotaan
2 INT ELS Eye Level Still VO - Pekerja
Kantor
2 INT MCU Eye Level Still VO Poltak Siahaan Footage
2 INT MCU Eye Level Still Playbac Poltak Siahaan Wawancar
k a
Narasumbe
r
3 EX MS Eye Level Still Playbac Jihan Wildan Stand Up
T k Reporter
Spesifikasi Kamera
I. Kelompok 9: Olahraga
Seorang penata kamera harus paham dengan kamera yang digunakan nya lalu mengerti akan
teknik-teknik pengambilan gambar seperti shot size, camera angle, sudut pandang dan
pergerakan kamera. Menurut Kusumawati, dkk (2017:68) “Penata Kamera adalah seseorang
yang bertugas merekam gambar dengan menggunakan perangkat keras kamera video yang
direkam melalui pita video, memory, hard disk atau media penyimpanan lainnya sesuai dengan
arahan sutradara atau pengarah acara
Pra Produksi
83
Dalam tahap pra produksi sebagai penata kamera bersama crew yang lain nya berkumpul dan
membahas apa saja yang diperlukan agar memperlancar pada saat produksi nanti sesuai dengan
tugasnya masing-masing. Kemudian penulis sebagai penata kamera harus memahami isi cerita
dari naskah tersebut karena disini penulis harus dapat imajinasi lalu membuat shot size, camera
angle dan teknik-teknik kamera yang dilakukan bersama sutradara agar mempermudah pada
saat shooting berlangsung. sebagai penata kamera dituntut untuk bisa memvisualisasikan
naskah kedalam bentuk gambar, dan juga mendapatkan angle – angle yang membuat penoonton
tidak merasa jenih dan bosan, konsep sinematografi juga diperlukan dalam pembuatan sebuah
produksi drama televisi, tujuannya agar gambar yang dihasilkannya bagus dan tidak kaku lalu
dapat membuat penonton mengerti dan memahami isi cerita dalam drama televisi tersebut.
Produksi
sebagai penata kamera melaksanakan tugasnya yang sesuai dengan apa yang dibicarakan pada
saat pra produksi karena pada saat shooting semua akan bekerja sesuai dengan tugasnya masing
– masing agar dapat berjalan dengan baik dan benar. Disini seorang penata kamera dan
sutradara harus mempunyai kerja sama yang baik dalam pengambilan komposisi gambar atau
camera angle yang membuat hasil film nanti tidak membosankan bagi yang menontonnya.
Setelah set dekorasi dan pengaturan tata cahaya yang benar lalu penata kamera mulai meletakan
tripod dan slider sesuai dengan gambaran sutradara, tripod digunakan supaya gambar yang di
shot tidak goyang kemudian slider untuk memberi kesan dramatik nanti nya, lalu sisanya
menggunakan hand held untuk mengambil shot yang sulit dijangkau oleh penata kamera.
Pasca Produksi
seorang penata kamera kembali betugas menyerahkan semua hasil pengambilan gambar yang
dilakukan pada saat shooting dalam bentuk memory card, yang akan diserahkan kepada editor
untuk editor untuk di edit dan dirangkai menjadi sebuah berita yang menarik untuk masyarakat.
Shoot List
Spesifikasi Kamera
Jenis Kamera : Iphone 11 PRO
A. Kelompok 1: Kesehatan
Dalam proses program berita televisi tugas seorang editor adalah untuk menggabungkan setiap
materi berita, melengkapinya dengan desain grafis, audio, sehingga dapat memberikan hasil
akhir audio visual yang baik dan menarik dilihat. seorang editor juga memiliki beberapa tugas
sesuai dengan standart operasional prosedur (SOP), dari praproduksi, produksi, sampai pasca
produksi.
Pra Produksi
Dalam proses pra produksi, editor bertugas melakukan beberapa persiapan dalam tahap pra
produksi diantaranya adalah menyiapkan software multimedia seperti Adobe photoshop,
premier, after effect, dan juga 3D max. Guna, untuk mempersiapkan dan mengecek peralatan
editing yang akan digunakan serta mempersiapkan materi shooting.
Produksi
Dalam proses produksi, penulis berperan sebagai editor lebih banyak melakukan diskusi kepada
penata kamera dan reporter terkait angle dan video berita dan narasumber yang akan diambil,
untuk nantinya bisa diproses ke dalam pasca produksi.
Pasca Produksi
Dalam tahap pasca produksi program yang sudah direkam harus melalui beberapa proses
diantaranya editing offline, online, insert graphic, take voice over,mixing, effect visual dan juga
audio. Dalam tahapan terakhir ini, editor mulai memasuki tahap editing, dimana editor
diharuskan untuk menyeleksi gambar yang berisi semua materi video berita lalu disatukan
dengan audio, dan grafis desain. Tidak hanya itu, dalam pembuatan program berita televisi
sebagai tugas akhir ini, editor juga bertanggung jawab untuk memburning hasil berita kedalam
cd, mendesain cover dan label cd, serta poster program, mengemas agar dapat memberikan
hasil akhir yang baik.
85
Peran Dan Tanggung Jawab Editor
Menurut Mabruri KN peran dan tanggung jawab editor yakni bertanggung jawab atas software
yang digunakan dan mempersiapkannya sebelum memasuki tahap editing, mempersiapkan
beberapa profil narasumber ternama yang nantinya bisa dijadikan tambahan dalam materi
berita, merencanakan dan mendesain cover cd, label cd, logo, template dan bumper untuk
nantinya dapat disatukan dengan berita, melakukan diskusi Bersama penata gambar dan
reporter memberikan masukan tentang shot gambar yang nantinya akan diambil, menyeleksi
gambar yang pantas untuk ditampilkan, menyatukan semua video sehingga menghasilkan satu
buah video berita, melakukan recording news reader dan kemudian disatukan bersama video
berita dan melakukan burning hasil dari akhir editing.
Spesifikasi Editing
HARDWARE
Macbook Pro 2012 13”
SOFTWARE
Adobe Premiere Pro CC 2020
Logging Picture
a. Logging Time VO
NO Logging Time Audio Remark
1 00:00:15:00 – 00:01:00:00 VO -
2 00:01:01:00 – 00:02:35:00 VO -
3 00:02:36: 00– 00:03:10:00 VO -
b. logging Time Lower Third
NO Logging Time Video Remark
Shoot berita
1 00:00:00:00 kasus Kesehatan Headline berita
Mental bagi
Remaja
Shoot Footage
2 00:00:14:00 Remaja, Headline berita
Kawasan SCBD,
Jakarta Selatan
86
3 00:00:01:00 Wawancara mba Low third nama dan
Maya tamu jabatan
Laporan Editing
2 1 EXT Kawasan VO - - - 46
SCBD, Jakarta DETI
Selatan K
4 2 INT - - - 14
kampus Bsi VO DETI
mahasiswa K
5 2 INT 12
Wawancara PLAYBA - - - DETI
Narasumber CK K
6 3 INT Stand Up 34
Oleh PLAYBA - - - DETI
Reporter CK K
87
B. Kelompok 2: Politik
Dalam proses program berita televisi tugas seorang editor adalah untuk
menggabungkan setiap materi berita, melengkapinya dengan desain grafis,
audio, sehingga dapat memberikan hasil akhir audio visual yang baik dan
menarik dilihat. seorang editor juga memiliki beberapa tugas sesuai dengan
standart operasional prosedur (SOP), dari praproduksi, produksi, sampai
pasca produksi.
Pra Produksi
Produksi
Pasca Produksi
Dalam tahap pasca produksi program yang sudah direkam harus melalui
beberapa proses diantaranya editing offline, online, insert graphic, take voice
over, mixing, effect visual dan juga audio. Dalam tahapan terakhir ini, editor
mulai memasuki tahap editing, dimana editor diharuskan untuk menyeleksi
gambar yang berisi semua materi video berita lalu disatukan dengan audio,
dan grafis desain. Tidak hanya itu, dalam pembuatan program berita televisi
sebagai tugas akhir ini, editor juga bertanggung jawab untuk memburning
hasil berita kedalam cd, mendesain cover dan label cd, serta poster program,
mengemas agar dapat memberikan hasil akhir yang baik.
Spesifikasi Editing
HARDWARE
Macbook Pro 2012 13”
SOFTWARE
Adobe Premiere Pro CC 2020
Logging Picture
a. Logging Time VO
No Logging Time Audio Remark
89
3 00:00:31:13 Shoot Gedung KPU Low third point
penting berita
“Aplikasi – aplikasi milik KPU”
Laporan Editing
Sementara itu menurut kamus besar bahasa Indonesia, Editing adalah menyusun,
memotong, dan memadukan kembali (film/rekaman) menjadi sebuah cerita utuh dan
lengkap (“Kamus Besar Bahasa Indonesia,” 2016). Tugas seorang editor adalah
seseorang yang bertugas untuk menggabungkan setiap materi berita, melengkapinnya
dengan grafis design, audio, sehingga dapat memberikan hasil akhir audio visual
yang baik dan menarik dilihat.
Pra Produksi
Produksi
Dalam proses produksi, penulis yang berperan sebagai editor lebih banyak
melakukan diskusi kepada penata gambar dan reporter, terkait angle dan video
berita yang akan diambil, yang nantinnya bisa diproses kedalam pascaproduksi.
Pasca Produksi
Seorang editor dituntut untuk lebih peka dalam pekerjaannya. Dalam pascaproduksi
program yang sudah direklam harus melalui beberapa proses diantarannya, editing
offline, online, insert graphic, take voice over, mixing, effect visual, dan audio. sebagai
editor, mulai memasuki tahap editing, dimana editor diharuskan untuk menyeleksi
gambar yang berisi semua materi video berita lalu disatukan dengan audio, dan grafis
desain
Spesifikasi Editing
Hardware
Lenovo ideapad 320
Software
Adobe Primiere Pro CC 2018
92
Logging Picture
a. Logging Time VO
No Logging Time Audio Remark
1 00.00.25 Vo
Laporan Editing
D. Kelompok 4: Hukum
93
Konsep Editor
Pra Produksi
Memasuki tahapan awal dalam pembuatan sebuah karya berita, proses yang dilakukan
pertama kali adalah menentukan konsep dengan kru-kru yang lain. Hal itu dilakukan agar
karya yang kami buat memiliki tema yang jelas dan memiliki nilai identitas. Pada tahap ini,
Kelompok 4 mendapat tema Hukum dengan peristiwa “Kurangnya Kepercayaan Masyarakat
Terhadap Penegakan Hukum Di Indonesia”. Meskipun dalam tahapan awal penulisan editor
tidak memiliki kontribusi pekerjaan yang begitu banyak, namun editor juga turut memberikan
ide dan konsep-konsep editing dalam pembuatan program tugas karya akhir ini.
Dalam tahap pra produksi, penulis yang berperan sebagai editor melakukan beberapa
persiapan dalam tahap pra produksi diantaranya adalah menyiapkan software multimedia
seperti Adobe Photoshop CS6 dan Adobe Premiere Pro CC 2019.
94
Produksi
Dalam proses produksi, penulis yang berperan sebagai editor lebih banyak melakukan diskusi
kepada juru kamera dan reporter, terkait angle dan video berita yang akan diambil yang
nantinya bisa diproses ke dalam tahap penyuntingan gambar saat pasca produksi.
Pasca Produksi
Dalam pasca produksi program yang sudah direkam harus melalui beberapa proses
diantaranya, editing offline, editing online, insert kumpulan beberapa berita, insert graphic,
insert VO dan audio. Dalam proses pasca produksi, editor mulai memasuki tahap editing,
dimana editor diharuskan untuk menyeleksi gambar yang berisi semua materi video berita
lalu disatukan dengan audio dan grafis desain.
Spesifikasi Editing
LAPTOP
Device name : DESKTOP-MKO6M5H (DELL INSPIRON 5593).
Processor : Intel(R) Core(TM) i5-1035G1 CPU @ 1.00GHz 1.19 GHz.
Installed : RAM 8.00 GB (7.77 GB usable).
System type : 64-bit operating system, x64-based processor.
Pen and touch : No pen or touch input is available for this display.
SOFTWARE EDITING
Adobe Photoshop CS6
Adobe Illustrator CS6
Adobe Premiere Pro CC 2019
95
Logging Picture
96
Laporan Editing
Kendala bagi penulis sebagai editor pada saat berproduksi ialah yang pertama
pada saat meng-colour grading narasumber pecah. Hal ini dikarenakan tempat
wawancara yang digunakan pada hari itu terlalu gelap, sehingga penulis pun harus
meninggikan exposure video. Namun hal ini membuat video tersebut menjadi over
exposure sehingga video pun sedikit pecah. Solusi yang penulis lakukan ialah
97
menurunkan exposure nya sedikit agar tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap
sehingga video pun tidak terlalu pecah.
Kemudian kendala kedua yang penulis alami ialah sempat terjadi error ketika
encoding video berita. Dituliskan bahwa terjadi error pada warp stabilizer di
beberapa shot yang ada di dalam sequences sehingga gagal untuk di-render. Solusi
yang penulis lakukan ialah search di Google mengenai cara untuk mengatasi error
tersebut. Kemudian penulis pun menemukan sebuah artikel yang menjelaskan bahwa
penulis diharuskan untuk mengganti video renderer yang semula ialah Mercury
Playback Engine GPU Acceleration (CUDA) menjadi Mercury Playback Engine
Software Only dan proses rendering pun berhasil sehingga tidak terjadi error lagi
pada saat encoding video.
E. Kelompok 5: Sosial
Menurut Marsha kata editing dalam bahasa Indonesia adalah serapan dari Inggris. Editing
berasal dari bahasa Latin “editus” yang artinya menyajikan kembali. Dalam bidang audio-
visual, termasuk film, editing adalah usaha merapihkan dan membuat sebuah tayangan
film menjadi lebih berguna dan enak ditonton.
Pra Produksi
Tahap pra produksi adalah tahap pencarian data awal oleh penulis yang menjadi pedoman
melakukan tahap produksi, data yang didapat kemudian dijadikan bahan untuk
menentukan alur dari video campaign yang akan dibuat. Sebelum masuk ketahap produksi,
yang perlu dipersiapkan dahulu adalah storyline, storyboard dan script berdasarkan data
yang sudah diperoleh.
Produksi
Pada saat produksi sebagai editor dimulai memilih gambar sesuai dengan script dan
beberapa footage gambar lain yang dapat di pakai untuk memenuhi kebutuhan gambar,
setelah beberapa kali mereview editor mulai menyusun footage/shot merangkainya
menjadi perscene sampai semua cerita telah di sesuaikan dengan kebutuhan cerita, setelah
itu menyunting gambar untuk di perbaiki dari setiap perpotongan gambar baik di berikan
effect transisi dan pemberian effect lainnya, sampai menjadikan satu cerita yang utuh lalu
setelah melalukan cut to cut, editor memberikan gambaran kepada audioman untuk
mengolah dialog dan pemberian back sound dan instrument, setelah audioman selesai
dalam pekerjaannya, lalu editor mulai melakukan color granding dan pemberian special
vfx, sampai semua gambar dapat terlihat menarik sesuai dengan diskusi bersama sutradara
dan seluruh rekan kerja.
Pasca Produksi
Dalam tahap ini seorang editor dibutuhkan untuk melakukan proses kerja setelah shoting
selesai mulai dari mereview materi, pemisahan gambar yang akan masuk ke dalam proses
98
editing, setelah itu editor mulai menggabungkan shot hingga menjadikan sebuah scane
atau adegan serta menyusunnya menjadi satu kesatuan cerita yang utuh menyesuai dengan
cerita yang di inginkan. Peranan di sini juga editor merupakan proses akhir dalam
pembuatan sebuah karya audio visual.
99
Fungsi Seorang Editor
Zettl dalam Wahyu (2016) mengungkapkan, ada tiga fungsi dasar editing, antara lain :
1. Menggabungkan
Merancang sebuah cerita adalah hal yang paling sulit. Seorang editor harus merancang
sebuah cerita dari shot to shot dengan baik. Dalam merancang sebuah cerita, editor
tidak boleh asal memilih beberapa shot serta menggabungkannya dalam sequence,
tetapi harus mengambil beberapa shot dan transisi yang efektif untuk merancang atau
membuat cerita menjadi lebih utuh.
Spesifikasi Editing
Hardware
PC INTEL I5 9400F
GTX 1650 Super
Software
Adobe Premier Pro 2020
Logging Time
1. Logging Time Vo
No Logging Time Audio Remark
1 00;00;00;15 - 00;00;17;15 VO -
2 00;00;08;18 - 00;00;15;09 VO -
3 00;01;12;00 - 00;01;12;06 VO -
4 00;02;32;20 – 00;02;41;08 VO
100
2. Logging Time LowerThird
No Logging Time Video Remark
1 00;00;00;00 - Shoot Sekumpulan Gangster Headline Berita
00;00;15;24 Mengeluarkan sajam sehingga “Bikin Resah, Aksi
membuat warga resah Gangster Bersenjata
Tajam”
2 00;00;15;25 Stand Up Reporter Lower Third Nama dan
Jabatan
3 00;00;38;20 Wawancara Warga sekitar Low Third Nama dan
Jabatan
4 00;01;17;25 Wawancara Ahli Kriminal (Pihak Low Thrid Nama dan
kepolisian) jabatan
5 00;02;32;19 Shoot kantor polisi Headline Berita “Bikin
Resah, Aksi Gangster
Bersenjata Tajam”
Laporan Editing
1 1 EXT Shoot VO - - - 15
Gangster Detik
mengeluarka
n senjata
tajam
2 1 EXT Stand up Playback - - - 17
Reporter Detik
101
kepolisian 15
Detik
6 2 EXT Shoot Kantor VO - - - 9
Polisi Detik
1. Reporter: Kendala pada menghafal narasi skrip, karena pada saat take ada
beberapa kata-kata yang berubah.
2. Juru Kamera: Sempat ada suara yang cukup besar pada saat take, namun setelah di
dengar Kembali suara tersebut tidak terdengar pada kamera.
3. Editor: ada beberapa Footage yang shaking cukup parah sehingga sulit untuk
dilakukan stabilizing.
F. Kelompok 6: Teknologi
Menurut Marsha kata editing dalam bahasa Indonesia adalah serapan dari Inggris.
Editing berasal dari bahasa Latin “editus” yang artinya menyajikan kembali. Dalam
bidang audio-visual, termasuk film, editing adalah usaha merapihkan dan membuat
sebuah tayangan film menjadi lebih berguna dan enak ditonton.
Pra Produksi
Tahap pra produksi adalah tahap pencarian data awal oleh penulis yang menjadi
pedoman melakukan tahap produksi, data yang didapat kemudian dijadikan bahan
untuk menentukan alur dari video campaign yang akan dibuat. Sebelum masuk
ketahap produksi, yang perlu dipersiapkan dahulu adalah storyline, storyboard dan
script berdasarkan data yang sudah diperoleh.
Produksi
Pada saat produksi sebagai editor dimulai memilih gambar sesuai dengan script dan
beberapa footage gambar lain yang dapat di pakai untuk memenuhi kebutuhan
gambar, setelah beberapa kali mereview editor mulai menyusun footage/shot
merangkainya menjadi perscene sampai semua cerita telah di sesuaikan dengan
kebutuhan cerita, setelah itu menyunting gambar untuk di perbaiki dari setiap
perpotongan gambar baik di berikan effect transisi dan pemberian effect lainnya,
sampai menjadikan satu cerita yang utuh lalu setelah melalukan cut to cut, editor
memberikan gambaran kepada audioman untuk mengolah dialog dan pemberian back
sound dan instrument, setelah audioman selesai dalam pekerjaannya, lalu editor mulai
melakukan color granding dan pemberian special vfx, sampai semua gambar dapat
terlihat menarik sesuai dengan diskusi bersama sutradara dan seluruh rekan kerja.
102
Pasca Produksi
Dalam tahap ini seorang editor dibutuhkan untuk melakukan proses kerja setelah
shoting selesai mulai dari mereview materi, pemisahan gambar yang akan masuk ke
dalam proses editing, setelah itu editor mulai menggabungkan shot hingga
menjadikan sebuah scane atau adegan serta menyusunnya menjadi satu kesatuan
cerita yang utuh menyesuai dengan cerita yang di inginkan. Peranan di sini juga editor
merupakan proses akhir dalam pembuatan sebuah karya audio visual.
Editor memegang peran yang sangat penting. Video yang dibawa oleh reporter, tidak
akan berarti jika tidak diolah dengan baik oleh seorang editor, maka video atau
gambar tadi akan biasa-biasa saja atau bahkan tidak memiliki arti. Editor dengan
kemampuannya, bisa membuat video atau gambar yang biasa saja menjadi gambar
yang memiliki cerita dan berarti. Sehingga khalayak mengerti dengan apa yang
disampaikan oleh tayangan tersebut. Seorang editor juga harus paham dengan angle
kamera dan konsep program. Dapat membedakan program musik dengan reality
show. Karena dalam pemilihan gambar dan sentuhan artistiknya ada perbedaan. Kalau
program musik akan sangat memerlukan gambar-gambar yang riang, sedangkan
program reality show lebih pada gambar yang natural. Editor bertanggung jawab
dengan gambar yang ditentukannya. Dia harus tahu makna, tujuan, dan informasi
gambar, agar orang yang menonton dapat mengerti gambar yang ditampilkan. (Latief
dan Utud, 2015: 140-141) Video editor adalah orang yang bertanggung jawab
terhadap proses editing dimana di dalamnya terdapat hal-hal yang berkenaan dengan
nilai artistik dan teknik, dimana dari sekian banyak stock gambar atau footage yang
orisinil yang kita miliki disusun sedemikian rupa dan dirubah menjadi sesuatu dengan
versi yang baru. (Anto, 2008: 41).
Spesifikasi Editing
Hardware
PC INTEL I5 9400F
GTX 1650 Super
Software
Adobe Premier Pro 2020
Logging Picture
a. Logging Time Vo
No Logging Time Audio Remark
1 00;00;22;17 - 00;00;45;04 VO -
2 00;01;24;26 – 00;01;57;17 VO -
103
b. Logging Time Lower Third
No Logging Video Remark
Time
1 00;00;04;10 Stand Up Reporter Low Third Nama dan Jabatan
2 00;00;22;01 Shoot Mobil Headline Berita
Konvesioanal dan listrik (Akankah Mobil konvesional
tergantikan oleh mobil listrik ???)
3 00;01;03;18 Wawancara Penggiat Low ThirdNama dan jabatan
otomotif 1
4 00;01;15;23 Wawancara Penggiat Low ThridNama dan jabatan
otomotif 2
5 00;01;24;27 Shoot Mobil Headline Berita
Konvesioanal dan listrik (Akankah Mobil konvesional
tergantikan oleh mobil listrik ???)
Laporan Editing
NO SCENE EXT/INT KETERANGAN
VISUAL AUDIO SFX TRANSISI VIDEO DUR
EFFECT
104
G. Kelompok 7: Pendidikan
Pra Produksi
105
Produksi
Dalam proses produksi, penulis yang berperan sebagai editor lebih banyak
melakukan diskusi kepada penata gambar dan reporter, terkait angle dan
video berita yang akan diambil, yang nantinnya bisa diproses kedalam pasca
produksi.
Pasca Produksi
Dalam tahapan terakhir ini, seorang editor dituntut untuk lebih peka
dalam pekerjaannya. Dalam pascaproduksi program yang sudah direklam
harus melalui beberapa proses diantarannya, editing offline, online, insert
graphic, take voice over, mixing, effect visual, dan audio.
106
Mengekspor hasil yang sudah edit yang siap untuk ditayangkan.
Spesifikasi Editing
Hardware : Acer E5 475G
LOGGING PICTURE
LOGGING
NO. VIDEO REMARK
TIME
Lower Third :
Stand Up Reporter
Nama Narasumber
1 00:04 – 00:10
“Annida Ul Awwaliyah
Darmawan”
Lower Third :
“SEKOLAH DASAR AL
Stand Up Reporter
1 00:10 -00:18 – FATH TERPILIH
MENJALANI
PROGRAM APTE
Lower Third : “SD
Footage Sekolah SD
AL – FATH
Al Fath dan Kegiatan
MENJADI
2 00:18 – 00:26 APTE
PERWAKILAN DARI
INDONESIA UNTUK
MENJALANI
PROGRAM APTE”
Lower Third :
Footage Kegiatan
“PROGRAM APTE INI
2 00:32 – 00:40 APTE
SHARING TENTANG
KEBUDAYAAN
107
INDONESIA DAN
KEBUDAYAAN PIHAK
NEGARA ASING
Lower Third :
Narasumber Kepala
Narasumber “Lisna
Sekolah SD Al – Fath
3 00:48 –00:56 Sawitri (Kepala Sekolah
Dasar SD Al – Fath
Indonesia
Narasumber
Lower Third :
Murid
Narasumber “Kisti
3 01:16 – 01-24 Sekolah
(Murid SD Al – Fath
Dasar Al –
Indonesia)
Fath
Narasumber
Guru Lower Third :
Sekolah Narasumber “Miss
3 01:33 – 01:40
Dasar Al – Rossel (Guru SD Al –
Fath Fath Indonesia)
Indonesia
Narasumber
Lower Third :
Murid
Narasumber “Rizky
3 01:52 – 02:00 Sekolah
(Murid Sd Al – Fath
Dasar Al –
Indonesia)
Fath
Laporan Editing
108
KETERANGAN
NO SCENE EXT/INT
VIDEO
VISUAL AUDIO SFX TRANSISI DURASI
EFECT
1 1 EXT Stand Up di V.O - - - 16 Detik
Depan
Halaman
SD Al -
Fath
2 2 EXT Footage V.O - - - 10 Detik
Sekolah Al
– Fath
3 2 INT Footage V.O - - - 18 Detik
Kegiatan
APTE
4 3 INT Narasumber Playback - - - 69 Detik
Kepala
Sekolah SD
Al – Fath
5 3 INT Footage - - - - 2 Detik
Kegiatan
APTE
6 3 INT Narasumber Playback - - - 15 Detik
Murid SD
Al – Fathh
7 3 INT Footage - - - - 2 Detik
Kegiatan
APTE
8 3 INT Narasumber Playback - - - 16 Detik
Guru SD
109
Al- Fath
Indoensia
9 3 INT Footage - - - - 2 Detik
Kegiatan
APTE
10 3 INT Narasumber Playback - - - 7 Detik
Murid SD
Al – Fath
Indonesia
H. Kelompok 8: Ekonomi
Pra Produksi
110
Produksi
Dalam proses produksi, penulis yang berperan sebagai editor lebih banyak melakukan
diskusi kepada penata gambar dan reporter, terkait angle dan video berita yang akan
diambil, yang nantinnya bisa diproses kedalam pasca produksi.
Pasca Produksi
Dalam tahapan terakhir ini, seorang editor dituntut untuk lebih peka dalam
pekerjaannya. Dalam pascaproduksi program yang sudah direklam harus melalui
beberapa proses diantarannya, editing offline, online, insert graphic, take voice over,
mixing, effect visual, dan audio.
Dalam proses pascaproduksi, penulis yang berperan sebagai editor, mulai
memasuki tahap editing, dimana editor diharuskan untuk menyeleksi gambar yang
berisi semua materi video berita lalu disatukan dengan audio, dan grafis desain. Tidak
hanya itu, dalam pembuatan program berita telivisi sebagai tugas akhir ini, editor juga
bertanggung jawab untuk mengekspor hasil editing yang siap untuk ditayangkan.
Spesifikasi Editing
HARDWARE
LENOVO ideapad Slim 3
SOFTWARE
Adobe Premiere Pro CC 2020
111
Logging Picture
a. Logging Time VO
N LOGGING AUDIO REMARK
O TIME
1. 00:05 – VO -
00:14
2. 00:15 – VO -
00:26
3. 00:32 – VO -
00:42
b. Logging Time Lower Third
NO LOGGING VIDEO REMARK
TIME
1. 00.00-00.00
2. 00:00 – Video Pernyataan Presiden Joko Lower Third:
00:04 widodo dari @SekretariatPresiden Nama Narasuber:
yang menyatakan Tahun Depan Akan Presiden Joko Widodo
Lebih Gelap Tahun Depan Akan
Gelap
112
8. 01.02 – Stand Up Reporter Lower Third:
01.07 Nama Reporter : Jihan
Wildan Andin
9. 01:08 – Stand Up Reporter Lower Third:
01:20 Inflasi dan PHK Masal
terjadi di Indonesia
10. 02.13 – Stand Up Reporter Lower Third:
02.16 Nama Reporter : Jihan
Wildan Andin
Laporan Editing
113
& Footage POM k
Bensin Pertamina
9. 4 EXT Capture Berita - - - 18 Detik
CNBC PHK Masal
dan Animation
PHK Masal sumber
diolah Redaksi
10. 4 EXT Stand Up Reporter Playbac - - - 15 et
k ik
Proses dari pra produksi sampai pasca produksi tidak lepas dari keterbatasan dan
kendala-kendala yang terjadi dilapangan baik teknis maupun non teknis. Adapun
kendala-kendala tersebut dan solusinya adalah :
REPORTER:
1. Pra Produksi:
Pada saat proses pra produksi reporter dan tim menemukan kendala pada
penentuan berita yang akan kami ambil yang bertemakan Ekonomi dan
proses pencarian data untuk kami angkat dan kami sajikan kepada
penonton.
Solusi: Kami melakukan brainstorming untuk mengangkat berita apa yang akan
kami sajikan nanti yang berkaitan dengan tema ekonomi. Brainstorming
kami lakukan agar kami tidak hanya memberikan informasi saja tetapi juga
mengedukasi masyarakat.
2. Produksi:
Pada saat proses produksi reporter dan tim menemukan kendala pada mic
reporter yang kami gunakan untuk standup dan pada saat proses produksi
tim kami dihadapkan pada cuaca yang kurang baik pada saat proses
wawancara dan stand up reporter
Solusi: Kami dan tim mengganti mic dengan clip on untuk digunakan pada saat
stand up. Untuk menghindari cuaca buruk disore hari, tim redaksi kami
memutuskan untuk berangkat lebih awal seikar jam 10 pagi.
3. Pasca Produksi
Tidak menemukan kendala pada Pasca Produksi.
PENATA KAMERA
1. Pra Produksi:
Pada saat proses pra produksi penata kamera dan tim menemukan kendala
pada penentuan berita yang akan kami ambil yang bertemakan Ekonomi
dan penentuan gambar serta lokasi yang akan kami ambil.
114
Solusi: Kami melakukan brainstorming untuk mengangkat berita apa yang akan
kami sajikan yang berkaitan dengan tema yang kami dapat yaitu ekonomi
serta teknis pengambilan gambar yang akan kami ambil.
2. Produksi:
Pada saat proses produksi penata kamera dan tim menemukan kendala
pada cuaca yang kurang baik pada saat proses wawancara dan stand up
reporter serta kapasitas baterai yang boros dan tidak ada tempat untuk
mengisi daya untuk kamera.
Solusi: Untuk menghindari cuaca buruk disore hari, tim redaksi kami memutuskan
untuk berangkat lebih awal seikar jam 10 pagi. Untuk mengatasi baterai
kamera yang boros, kami menggunakan power bank agar dapat mengisi
daya lebih cepat jika baterai mulai low.
3. Pasca Produksi:
Pada saat penyerahan data kepada editor, kami sempat kehilangan file
hasil wawancara dan footage pada kamera yang kami gunakan.
Solusi: Kami menggunakan aplikasi Recuva untuk mengembalikan semua data
yang hilang pada saat wawancara dan pengambilan footage.
EDITOR
1. Pra Produksi:
Pada saat proses pra produksi editor dan tim menemukan kendala pada
penentuan berita yang akan kami ambil yaitu bertemakan Ekonomi dan
memilah data dari berbagai sumber yang akan editor olah dan ditampilkan
baik dalam bentuk screenshot/capture dari beberapa sumber berita sampai
mengubah data tersebut menjadi animasi.
Solusi: Kami membagi tugas untuk mencari dan memantau sebanyak-banyaknya
berita dan data terupdate mengenai perkembangan ekonomi khusunya di
Indonesia untuk kemudian kami diskusikan dan menentukan data yang
akan kami olah dan kami tampilkan.
2. Produksi:
Pada saat proses editing, aplikasi yang digunakan sempat tidak berfungsi
karena data wawancara dan footage yang sebelumnya hilang dan berhasil
dikembalikan terkena virus.
Solusi: Editor mengcopy ulang semua pada file hasil wawancara dan footage yang
telah ditemukan ke folder yang baru.
3. Pasca Produksi:
Laptop yang digunakan mengalami kendala tidak bisa mengexport hasil
video yang telah di editing dan sering mati secara tiba-tiba.
Solusi: Kami melakukan update windows pada laptop dan memindahkan data-data
penting ke dalam hardisk tambahan serta mematikan data dalam proses export video.
115
I. Kelompok 9: Olahraga
Pra Produksi
sebagai editor melakukan beberapa persiapan dalam tahap praproduksi diantarannya adalah
menyiapkan software multimedia seperti adobe photoshop, adobe premiere, adobe after
effect, serta 3d max. Beberapa tahapan tertentu, menurut Fachruddin (2012:405) antara lain :
a. mempersiapkan dan mengecek peralatan editing yang akan digunakan.
b. mempersiapkan materi shooting
Produksi
Dalam proses produksi, penulis yang berperan sebagai editor lebih banyak melakukan diskusi
kepada penata gambar dan reporter, terkait angle dan video berita yang akan diambil, yang
nantinnya bisa diproses kedalam pascaproduksi.
Pasca Produksi
seorang editor dituntut untuk lebih peka dalam pekerjaannya. Dalam pascaproduksi program
yang sudah direklam harus melalui beberapa proses diantarannya, editing offline, online,
insert graphic, take voice over, mixing, effect visual, dan audio. sebagai editor, mulai
memasuki tahap editing, dimana editor diharuskan untuk menyeleksi gambar yang berisi
semua materi video berita lalu disatukan dengan audio, dan grafis desain.
Spefikasi Editing
Hardware : Dell Latitude E6430
Software : Adobe Premiere Pro 2018
Laporan Editing
No EXT/INT Visual Audio SFX Trasisi Video Durasi
. Effect
1. INT Shoot Pertandingan Vo - - - 22
Detik
116
2. INT Shoot Penonton Vo - - - 5 Detik
3. INT Stand Up Playbac - - - 28
k Detik
4. INT Shoot Selesai Vo - - - 15
Pertandingan Detik
5. INT Wawancara coach tim Playbac - - - 10
k Detik
6. INT Wawancara ketua Playbac - - - 24
harian perbasi k Detik
117
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Program acara berita In-News merupakan salah satu acara berita di BSI TV. Program berita
acara In-News ini menyajikan berita terkini yang diringkas sehingga mudah untuk dicerna
oleh audiens. In-News ini juga menyajikan laporan langsung di mana para reporter sedang
disimpan dilapangan secara langsung di tempat peristiwa.
3.2 Saran
Semoga melalui karya ini, informasi yang ingin kami buat tersampaikan dengan baik kepada
seluruh masyarakat. Harapan ke depan, karya ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan
mahasiswa, khususnya sebagai referensi untuk pembuatan program sejenis.
118
CV. Crew
1. Produser
2. Floor Director
3. Anchor
119
4. Camera Person
5. Lighting Man
Lighting Man 1
Lighting Man 2
120
Lighting Man 3
6. Audio Man
121
7. Teleprompter
8. VTR
9. Switcher
122
Semester : 5
10. Artistik
Wardrobe
Program Pendidikan : S1
Make Up
Program Pendidikan : S1
123
11. Koordinator Editor
NIM : 44200585
Semester : 5
124
12. Narator VO
NIM : 44200473
Semester : 5
Kelompok 1: Kesehatan
REPORTER
NIM : 44200737
Semester :5
125
CAMERA PERSON
NIM : 44200073
Semester :5
EDITOR
NIM : 44200350
Semester :5
126
Kelompok 2: Politik
REPORTER
CAMERA PERSON
EDITOR
127
Kelompok 3: Lalu lintas
REPORTER
NIM : 44200473
Semester : 5
CAMERA PERSON
128
EDITOR
NIM : 44200585
Semester : 5
Kelompok 4: Hukum
REPORTER
129
Nama : Yesi Yulianti
Tempat,Tanggal Lahir: Tasikmalaya, 10 November 1999
Jenis Kelamin. : Perempuan
Agama. : Islam
Alamat : Perumahan Pondok Duta 1, Jl. Raya Pondok Duta Blok A/10
Handpone. : 082320391154
Status. : Belum Menikah
E_mail. : yeeshiyulianti@[Link]
IG : yee_shinichi
CAMERA PERSON
DATA PRIBADI
Agustus 2000
130
Agama : Islam
EDITOR
Kelompok 5: Sosial
REPORTER
131
Nama : Nurnadhilah
Tempat, Tanggal Lahir : Bogor, 29 September 2000
Program Pendidikan : S1 Ilmu Komunikasi
Jurusan : Fakultas Ilmu Komunikasi & Bahasa
Televisi dan Film ( Brodcasting
Semester :5
CAMERAMAN
EDITOR
132
Nama : Ihsan Maulana
Tempat, Tanggal Lahir : Subang, 17 Mei 2002
Program Pendidikan : S1 Ilmu Komunikasi
Jurusan : Fakultas Ilmu Komunikasi & Bahasa
Televisi dan Film ( Brodcasting
Semester :5
Kelompok 6: Teknologi
REPORTER
Nama : Muhammad Ilham
NIM : 44200918
Program Pendidikan : S1 Ilmu Komunikasi
Jurusan : Fakultas Ilmu Komunikasi & Bahasa
Televisi dan Film (Brodcasting)
Semester :5
CAMERA PERSON
EDITOR
Kelompok 7: Pendidikan
REPORTER
Nama : Annida Ul Awwaliyah Darmawan
Tempat, Tanggal Lahir : Depok, 27 Januari 2000
Program Pendidikan : S1 Ilmu Komunikasi
: Fakultas Ilmu Komunikasi & Bahasa
Jurusan
Televisi dan Film ( Brodcasting
Semester :5
CAMERAMAN
Nama : Arrizal Imanudien
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 15 Mei 2002
Program Pendidikan : S1 Ilmu Komunikasi
: Fakultas Ilmu Komunikasi & Bahasa
Jurusan
Televisi dan Film ( Brodcasting
Semester :5
EDITOR
Nama : Javier Ristova Koras
Tempat, Tanggal Lahir : Depok, 21 Mei 2002
Program Pendidikan : S1 Ilmu Komunikasi
: Fakultas Ilmu Komunikasi & Bahasa
Jurusan
Televisi dan Film ( Brodcasting
Semester :5
134
Kelompok 8: Ekonomi
REPORTER
CAMERAMAN
EDITOR
135
Nama : Yordan Zen
Tempat , tgl lahir : Depok, 20 Juli 1997
Program Pendidikan : S1
Jurusan : Fakultas Ilmu Komunikasi & Bahasa Televisi dan Film
( Broadcasting)
Semester :5
Kelompok 9: Olahraga
REPORTER
Nama : Gina Tasya Gavian
Tempat, Tanggal Lahir : Bogor, 05 April 2001
Program Pendidikan : S1 Ilmu Komunikasi
Jurusan : Fakultas Ilmu Komunikasi & Bahasa
Televisi dan Film ( Brodcasting
Semester : 5
136
CAMERAMAN
Nama : Metha Fara Anasantia
Tempat, Tanggal Lahir : Bogor, 01 Mei 2002
Program Pendidikan : S1 Ilmu Komunikasi
Jurusan : Fakultas Ilmu Komunikasi & Bahasa
Televisi dan Film ( Brodcasting
Semester : 5
EDITOR
Nama : Muhammad Zidane Gunawan
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 22 Agustus 2002
Program Pendidikan : S1 Ilmu Komunikasi
Jurusan : Fakultas Ilmu Komunikasi & Bahasa
Televisi dan Film ( Brodcasting
Semester : 5
137
To excel in television production, a cameraman should possess a deep understanding of camera operations, including shot sizes, camera angles, and movements . Skills in visual storytelling, such as framing and composition, are essential to enhance the narrative delivery . Additionally, adaptability and problem-solving skills are crucial for adjusting to different shooting conditions and troubleshooting technical issues on set . Teamwork and communication are also vital, as collaboration with directors and crew members impacts the production's coherence and quality .
A shot list is crucial in a cameraman's workflow as it provides a detailed plan of the shots needed in production, helping ensure all necessary footage is captured efficiently and reducing the risk of missing key visuals . It serves as a roadmap for the filming process, guiding the cameraman and director to organize scenes systematically, which helps streamline the shooting schedule and optimize time management . The clarity provided by a shot list enhances communication across the production team and aligns everyone's efforts toward a cohesive final product .
During a sporting event broadcast, a cameraman must meet significant physical and creative demands. Physically, they need to maintain stability and be quick to reposition to follow fast-paced action, often in a dynamic and unpredictable environment . Creatively, they must capture the energy and emotion of the event through strategic camera movements and angles that convey the excitement and drama of the competition . Balancing these demands requires vigilance, agility, and a comprehensive understanding of the sport to anticipate and react to critical moments during the event .
Pre-production discussions are essential as they align the editor, cameramen, and reporters on a cohesive vision and plan for the news broadcast. These discussions determine the angles and content needed, allowing for more targeted shooting and editing processes . By discussing the desired outcomes and images, the team can identify necessary shots that satisfy both the news story requirements and technical production standards . This collaboration helps in achieving a streamlined production process that enhances the broadcast's overall quality and coherence .
Cameramen contribute to the creative aspects of film production by using their skills to transform scripts and scenes into compelling visual stories. Through selecting shot sizes, camera angles, and movements, they create visual aesthetics that enhance narrative engagement and emotional impact . Their creativity in visualizing the script and contributing to scene composition helps in delivering a story that resonates with the audience, thus serving as an extension of the director's creative vision . Additionally, their input often informs the director's decisions on how best to depict certain aspects of the story .
In the post-production phase, a cameraman is responsible for organizing and delivering all recorded footage in a usable format to editors, such as on memory cards . Additionally, they might prepare a camera report that helps editors navigate through the footage during the editing process . Although their primary work is during production, their role in ensuring the footage is well-documented and properly labeled is critical for effective editing and storytelling .
The collaboration between a cameraman and a director is crucial in determining the final quality of a television drama production. During the production phase, they must work together to decide on camera angles and compositions that make the film engaging and visually appealing . Effective collaboration ensures that the story is depicted in a way that holds the audience's attention and properly conveys the narrative's intent . This teamwork involves mutual understanding and respect for each other's creative inputs, leading to a final product that does not bore the audience and keeps them engaged .
The role of a cameraman goes beyond merely operating the camera. They are actively involved in visual storytelling, interpreting scripts into visuals, and ensuring shots convey the intended message clearly . They collaborate with directors and other crew members during pre-production to plan the visual approach and during post-production to ensure the footage aligns with the editorial vision . This involvement in every production phase ensures that the videography supports the narrative effectively while maintaining technical quality standards .
Camera specifications play a critical role in producing high-quality video content by determining the technical capabilities of the equipment used. Specifications such as the camera type, lens size, focal length, and focus capabilities directly affect image quality, stability, and the range of shots that can be captured effectively . These parameters set the limits on how a cameraman can creatively and technically approach a project, influencing choices on shot compositions, lighting, and camera movements to suit the visual requirements of the production .
During live broadcasts, cameramen face several challenges that differ significantly from recorded productions. In live broadcasts, achieving stability and focus while capturing real-time events requires a higher physical endurance and speed due to the absence of retakes or edits . Unlike recorded sessions where shots can be re-taken, live broadcasts demand immediate decision-making to adapt to unplanned occurrences, ensuring that both image and sound are captured correctly in a dynamic setting . These challenges make live broadcasting more demanding than recorded productions, as there is little room for errors .