0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan19 halaman

Aplikasi Android untuk Wisata Indonesia

Tiga kalimat ringkasan dari dokumen tersebut adalah: Dokumen tersebut merangkum hasil penelitian tentang perancangan dan implementasi dua aplikasi berbasis Android untuk layanan informasi pariwisata di kelenteng Tay Kak Sie di Semarang dan wisata pantai di pulau Bangka guna memudahkan wisatawan memperoleh informasi mengenai kedua destinasi wisata tersebut.

Diunggah oleh

Ilmu Pemerintah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan19 halaman

Aplikasi Android untuk Wisata Indonesia

Tiga kalimat ringkasan dari dokumen tersebut adalah: Dokumen tersebut merangkum hasil penelitian tentang perancangan dan implementasi dua aplikasi berbasis Android untuk layanan informasi pariwisata di kelenteng Tay Kak Sie di Semarang dan wisata pantai di pulau Bangka guna memudahkan wisatawan memperoleh informasi mengenai kedua destinasi wisata tersebut.

Diunggah oleh

Ilmu Pemerintah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

IP UIN JAMBI

Jurnal ilmu pemerintahan


Volume 01 Nomor 02 Tahun 2022

ANDROID APPLICATION DESIGN AND IMPLEMENTATION


FOR TOURISM INFORMATION SERVICES

Zulkifli¹ vita² aguslan³ sahdiah⁴ choifi⁵ iky⁶

Program studi ilmu pemerintahan fakultas syariah Universitas


Islam negeri sultan thaha saifuddin jambi
sungai duren, kecamatan jambi luar kota, jambi
Email : ghinanabillahefendi@[Link]
@[Link]

Submitted: 05-12-2022 Revised:14-12-2022 Published:22-12-2022

Abstrak – Aplikasi berbasis Android telah banyak digunakan untuk melakukan


aktivitas sehari-hari seperti berbelanja online, bermain game, streaming video, dan
menonton pertandingan olahraga. Salah satu aplikasi yang umum digunakan adalah
aplikasi yang membantu penggunanya untuk melakukan pemesanan tiket
penerbangan atau kereta api, pemesanan hotel, dan aktivitas lainnya untuk tujuan
wisata. Beberapa pengelola tempat wisata di Indonesia juga mengembangkan
aplikasi berbasis Android untuk memberikan layanan informasi tempat wisata
mereka. Meskipun demikian, dengan banyaknya destinasi wisata yang ada di
Indonesia, belum semua tempat wisata yang memiliki layanan melalui aplikasi
berbasis Android dan dipublikasikan di Play Store. Penelitian ini bertujuan untuk
merancang dan mengimplementasikan aplikasi berbasis Android untuk layanan
informasi pariwisata pada dua tempat wisata sebagai studi kasusnya, yaitu kelenteng
Tay Kak Sie di kota Semarang dan wisata pantai di pulau Bangka. Kedua aplikasi
diimplementasikan menggunakan Compro Mobile App Builder. Hasil pengujian
menggunakan metode black box menunjukkan bahwa implementasi kedua aplikasi
dapat berjalan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Kata Kunci – pariwisata, aplikasi Android, wisata kelenteng, wisata pantai

Abstract – Android-based applications have been widely used to do daily activities


such as online shopping, playing games, video streaming, and watching sports
matches. One of the most commonly used applications is applications that assist
people for flight or train ticket reservations, hotel bookings, and other recreation
purposes. Some tourism companies in Indonesia also develop Android-based
applications to provide information and services for their business. Nevertheless,
with many tourism destinations in Indonesia, not all tourist attractions have services
through Android-based applications published on the Google Play Store. This study
aims to design and implement Android-based applications for tourism information
services in two tourist attractions as the case study, namely Tay Kak Sie Temple in
Semarang City and Beach tourism in Bangka Island. Both applications are
implemented using Compro Mobile App Builder. The testing results using the black
box method demonstrate that the implementation of the two applications can run
according to the specified specifications.
Keywords – tourism, Android application, temple tourism, beach tourism
IP UIN JAMBI Prasetio, Wellem

I. PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak destinasi wisata atau
daerah tujuan pariwisata seperti Borobudur, Danau Toba, Labuan Bajo, dan berbagai
taman nasional yang ada dari Sabang di provinsi Aceh sampai Merauke di provinsi Papua.
Undang-undang (UU) tentang Kepariwisataan [1] mendefinisikan wisata sebagai suatu
kegiatan atau aktivitas perjalanan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang
(wisatawan) dengan tujuan rekreasi. Selain itu, pariwisata dalam undang-undang tersebut
didefinisikan sebagai berbagai kegiatan wisata yang didukung oleh fasilitas dan layanan
umum. Fasilitas dan layanan ini dapat dikelola dan disediakan oleh masyarakat setempat,
pengusaha di sektor pariwisata, ataupun pemerintah daerah. Sektor pariwisata merupakan
salah satu sektor yang diandalkan pemerintah untuk mendatangkan devisa dan sumber
pendapatan bagi daerah (provinsi/kota/kabupaten) di mana destinasi wisata tersebut
berada [2]. Hal ini dapat dilihat dari program pemerintah yang menetapkan 10 destinasi
wisata prioritas di mana lima tempat merupakan destinasi wisata super prioritas, yaitu
Borobudur, Likupang, Mandalika, Danau Toba, dan Labuan Bajo [3].
Berkembangnya pemanfaatan teknologi informasi dalam berbagai bidang termasuk
pariwisata membuat para pelaku usaha pariwisata juga meningkatkan pelayanannya
menggunakan teknologi informasi. Saat ini terdapat berbagai layanan kegiatan pariwisata
yang dapat diakses secara daring melalui Internet, misalnya pencarian penerbangan dan
hotel di tempat tujuan wisata (Traveloka, [Link]). Selain layanan berbasis web,
dengan meluasnya penggunaan perangkat mobile phone berbasis Android dan Apple iOS,
dikembangkan juga berbagai aplikasi Android atau aplikasi iOS untuk mendukung
kegiatan layanan dan promosi pariwisata di Indonesia. Contoh aplikasi Android yang
dapat ditemui di Google Play Store adalah aplikasi “Visiting Jogja” yang dikembangkan
oleh Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) [4] dan aplikasi “Desa
Wisata Nusantara” oleh Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi. Selain itu terdapat
juga aplikasi pariwisata kota Dumai, Provinsi Riau dan kota Banyuwangi, Provinsi Jawa
Timur. Aplikasi-aplikasi ini dikembangkan baik oleh pengembang aplikasi swasta
maupun dinas pariwisata pada pemerintah daerah yang bersangkutan. Selain aplikasi
resmi yang berasal dari dinas pariwisata maupun tidak resmi dari pengembang aplikasi
swasta/pengembang perorangan, terdapat juga beberapa hasil penelitian dari perguruan
tinggi dalam mengembangkan aplikasi Android untuk pariwisata [5]–[7]. Meskipun
demikian, jumlah aplikasi layanan pariwisata di Indonesia seperti yang disebutkan di atas
masih belum terlalu banyak jumlahnya (berdasarkan pencarian di Google Play Store
menggunakan kata kunci “pariwisata” dan “wisata”). Dengan demikian, masih terbuka
peluang untuk melakukan penelitian dan pengembangan aplikasi Android layanan
informasi pariwisata untuk berbagai destinasi wisata di Indonesia, terutama aplikasi yang
menyediakan informasi suatu tempat wisata secara lebih spesifik.
Dari permasalahan yang diutarakan di atas, penelitian ini bertujuan untuk
merancang dan mengimplementasikan aplikasi Android untuk layanan informasi
pariwisata. Agar ruang lingkup dari aplikasi yang akan dikembangkan tidak terlalu luas,
dua destinasi pariwisata diambil sebagai studi kasus dalam penelitian ini, yaitu kelenteng
Tay Kak Sie (大覺寺) di Semarang, Provinsi Jawa Tengah dan wisata pantai di pulau
Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selanjutnya, aplikasi ini dapat
dimodifikasi untuk destinasi-destinasi wisata lainnya. Kelenteng Tay Kak Sie dipilih
dalam penelitian ini karena kelenteng ini merupakan salah satu kelenteng besar di kota
Prasetio, Wellem IP UIN JAMBI

Semarang selain kelenteng Sam Poo Kong yang sudah lebih populer sebagai destinasi
wisata. Pada hari raya keagamaan, kelenteng Tay Kak Sie umumnya melaksanakan
kegiatan-kegiatan (events) yang menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi
kelenteng ini, tetapi karena kepopuleran kelenteng ini belum seperti kelenteng Sam Poo
Kong, maka informasi mengenai kegiatan-kegiatan pada kelenteng tersebut belum
sepenuhnya dapat diketahui umum secara cepat. Berbeda dengan alasan pemilihan
kelenteng Tay Kak Sie, pemilihan wisata pantai di pulau Bangka didasarkan pada
banyaknya pengunjung yang berwisata di pantai-pantai tersebut sehingga terkadang
wisatawan yang akan berkunjung tidak mendapat tempat untuk beristirahat di sekitar
pantai. Oleh karena itu, aplikasi yang dikembangkan untuk wisata pantai di pulau Bangka
dilengkapi fitur untuk pemesanan atau reservasi tempat. Kedua aplikasi yang
dikembangkan dalam penelitian ini diharapkan dapat memudahkan penggunanya untuk
memperoleh informasi mengenai kelenteng Tay Kak Sie dan wisata pantai di pulau
Bangka.

II. KAJIAN PUSTAKA

A. State-of-the-Art dan Related Work


Seperti yang telah diutarakan pada bagian sebelumnya, semakin banyaknya
pengguna mobile phone berbasis Android maupun iOS membuka peluang bagi pengusaha
yang bergerak di sektor pariwisata maupun pengelola destinasi wisata (pemerintah daerah
maupun swasta) untuk meningkatkan layanan dan promosi destinasi wisatanya. Saat ini
pelaku usaha pariwisata (hotel, tour and travel) di Indonesia umumnya telah
memanfaatkan aplikasi berbasis Android maupun iOS, selain aplikasi berbasis web, untuk
layanan informasi wisata. Penggunaan aplikasi berbasis Android untuk pariwisata tidak
hanya dilakukan di Indonesia tetapi juga negara-negara lain di dunia [8]–[10]. Aplikasi
Android untuk bidang pariwisata ini umumnya bervariasi, mulai dari aplikasi sederhana
yang hanya sekedar memberikan informasi wisata berupa gambar dan teks statis hingga
aplikasi intelligent travel assistant yang menyediakan fitur-fitur menggunakan
augmented reality, location-awareness, time planner, geolocation, weather forecast,
location-based service, dan lain sebagainya [11][12]. Aplikasi yang memiliki fitur-fitur
di atas akan menjadi arah (trend) pengembangan aplikasi pariwisata di waktu yang akan
datang seiring dengan meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial
intelligence) dan sains data (data science) pada berbagai bidang.
Dalam perancangan dan implementasi aplikasi Android pada penelitian ini
digunakan beberapa penelitian sebelumnya yang berkaitan dalam konteks pariwisata di
Indonesia sebagai acuan. Herawati, dkk. [6] mengembangkan aplikasi Android untuk
pariwisata di provinsi Jambi. Aplikasi ini menyediakan informasi mengenai tempat
wisata, tempat kuliner, dan hotel, termasuk peta yang menunjukkan lokasi dari tempat
wisata, tempat kuliner, dan hotel menggunakan fitur Google Maps. Purnawan, dkk. [13]
mengembangkan aplikasi berbasis Android untuk pencarian tempat wisata di daerah kota
Malang, Provinsi Jawa Timur. Aplikasi ini dilengkapi dengan informasi rute terdekat dan
jarak tempuh tersingkat sehingga penggunanya dapat mencapai tempat wisata tersebut
dengan lebih efisien secara waktu, tenaga, dan biaya. Pada penelitian [14], Tangalele, dkk.
merancang aplikasi Android untuk pariwisata di kabupaten Parigi Moutong, Provinsi
Sulawesi Tengah dengan tujuan untuk memberikan informasi mengenai lokasi wisata
serta video dan berbagai kegiatan wisata lainnya di kabupaten tersebut.
IP UIN JAMBI Prasetio, Wellem

Zulkiplih, dkk. [15] mengembangkan aplikasi berbasis Android untuk memberikan


informasi wisata di provinsi Sulawesi Barat di mana banyak tempat wisata yang secara
umum belum diketahui oleh kebanyakan wisatawan domestik. Aplikasi ini menyediakan
fitur yang berupa penunjuk lokasi wisata, hotel, dan aktivitas pariwisata (events) yang
sedang berlangsung. Model prototype digunakan untuk pengembangan aplikasi pada
penelitian tersebut. Hanum dan Saifudin [7] mengembangkan aplikasi berbasis Android
untuk panduan pariwisata di kabupaten Banyuwangi. Aplikasi ini memberikan informasi
mengenai tempat wisata, pusat oleh-oleh, dan penginapan (hotel) yang dapat digunakan
oleh wisatawan. Wali, dkk. [5] mengembangkan aplikasi Tourism E-Guide untuk
pariwisata kota Sabang berbasis Android. Aplikasi ini memiliki fitur chat dan call yang
memungkinkan wisatawan dapat berkomunikasi dengan pengelola tempat wisata.
Selain penelitian-penelitian yang telah disebutkan di atas, masih terdapat beberapa
penelitian lain mengenai aplikasi berbasis Android untuk layanan informasi pariwisata,
misalnya [16]–[18]. Secara umum, aplikasi yang dirancang dan diimplementasikan pada
penelitian ini mempunyai tujuan yang serupa dengan penelitian-penelitian sebelumnya,
yaitu untuk memberikan layanan informasi pariwisata pada daerah tertentu.
Perbedaannya terdapat pada lokasi wisata yang lebih spesifik, yaitu kelenteng Tay Kak
Sie di kota Semarang dan wisata pantai di pulau Bangka. Selain itu, dibandingkan dengan
penelitian-penelitian sebelumnya [6][15]–[18], aplikasi yang dikembangkan pada
penelitian ini mempunyai fitur penunjuk lokasi (maps), reservasi tempat, informasi video,
serta pembayaran pemesanan tempat (reservasi). Compro Mobile App Builder [19] dan
Unified Modeling Language (UML) masing-masing digunakan untuk implementasi
aplikasi dan untuk mendeskripsikan perancangan serta alur kerja dari aplikasi. Compro
Mobile App Builder dipilih karena memfasilitasi pengembangan aplikasi Android secara
cepat berdasarkan template aplikasi yang telah disediakan untuk dikustomisasi.
Pengembang aplikasi Android tidak perlu untuk membuat aplikasi dari awal (start from
scratch) tetapi cukup menggunakan template yang sudah tersedia pada Compro Mobile
App Builder.

B. Pariwisata

Wisata merupakan salah satu aktivitas yang disenangi oleh banyak orang. Oleh
karena itu, pariwisata merupakan salah satu bidang atau sektor yang dikembangkan oleh
setiap negara dan telah menjadi industri yang memberikan pendapatan bagi negara.
Secara umum, tidak ada konsensus mengenai definisi pariwisata. Definisi pariwisata
secara luas yang diterima oleh beberapa organisasi internasional seperti Eurostat,
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), dan World Tourism
Organization (WTO) adalah “kegiatan yang dilakukan seseorang untuk berpergian dan
tinggal di suatu tempat di luar tempat asalnya dalam kurun waktu tidak lebih dari satu
tahun untuk tujuan rekreasi (leisure), bisnis, dan tujuan lainnya” [20].
Salah satu definisi konsep pariwisata yang paling awal diberikan oleh Hunzieker
dan Krapf pada tahun 1942. Pariwisata didefinisikan sebagai “seluruh kegiatan yang
berhubungan dengan menetapnya orang asing di suatu tempat, dengan syarat mereka
tidak tinggal di tempat tersebut secara permanen (mendapatkan status permanent
resident) dan kegiatan-kegiatan tersebut tidak berhubungan dengan suatu pekerjaan yang
bersifat permanen atau sementara untuk memperoleh penghasilan (permanent or
temporary earning activity)” [20][21]. British Tourism Society mengadopsi definisi
Prasetio, Wellem IP UIN JAMBI

pariwisata oleh Burkart dan Medlik yang mendeskripsikan bahwa pariwisata adalah
“perpindahan sementara orang dan segala kegiatannya dalam jangka waktu pendek ke
tujuan di luar tempat biasanya mereka tinggal dan bekerja” [20]. Dalam konteks
Indonesia, pariwisata didefinisikan dalam UU tentang Kepariwisataan [1] seperti yang
telah dipaparkan pada bagian sebelumnya (Pendahuluan). Selain itu, dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) pariwisata didefinisikan sebagai “yang berhubungan dengan
perjalanan untuk rekreasi; pelancongan; turisme;” [22].

C. Android OS

Android merupakan sistem operasi untuk perangkat mobile seperti tablet dan
smartphone yang dikembangkan oleh Google dan Open Handset Alliance. Sistem operasi
ini berbasis pada kernel Linux yang telah dimodifikasi dan dikembangkan terutama untuk
peralatan dengan antarmuka (interface) layar sentuh (touch screen) [23]. Saat ini versi
Android terbaru adalah Android 12 dengan kernel versi 5 dan API Level 32. Terdapat
lima lapisan (layer) pada sistem operasi Android, yaitu: 1) Applications, 2) Framework,
3) Native Libraries dan Runtime (berada pada layer yang sama), 4) Hardware Abstraction
Layer (HAL), dan 5) Linux Kernel. Gambar 1 menunjukkan lima layer pada Android OS.

Gambar 1. Android OS stack [24]

Linux kernel merupakan layer terbawah pada Android OS stack. Kernel ini
mengatur beberapa hal seperti sistem operasi pada umumnya, yaitu manajemen proses,
manajemen memory, file system, I/O, driver, networking, serta protection dan security.
Android saat ini menggunakan kernel versi 5.4. Hardware Abstraction Layer (HAL)
berfungsi untuk menyediakan abstraksi hardware kepada layer di atasnya (Native
Libraries dan Runtime) sehingga perangkat keras dapat diakses oleh aplikasi. HAL
mendefinisikan antarmuka standard (standard interface) yang harus diimplementasikan
oleh hardware vendor sehingga layer di atasnya tidak perlu mengetahui secara spesifik
mengenai detail implementasi dari driver perangkat keras.
Layer berikutnya adalah Native Libraries. Native Libraries ditulis dalam bahasa
pemrograman C/C++ dan menyediakan fungsi-fungsi yang dapat digunakan oleh system
components dan service pada Android OS [25] maupun aplikasi (native) untuk mengakses
media (audio), grafik, dan sebagainya. Layer Runtime —yang terdiri dari Core Libraries
dan Android Runtime (ART)— terletak pada layer yang sama dengan Native Libraries.
Core Libraries menyediakan Java library sehingga pengembang aplikasi Android dapat
IP UIN JAMBI Prasetio, Wellem

menggunakan bahasa pemrograman Java untuk menulis aplikasi. ART (menggantikan


Dalvik Virtual Machine yang digunakan pada Android versi 4.x) berfungsi untuk
melakukan translasi dari bytecode menjadi instruksi native yang kemudian akan
dieksekusi oleh runtime environment pada device [26]. Layer Framework atau
Application Framework menyediakan Application Programming Interface (API) yang
ditulis dengan bahasa pemrograman Java dan merupakan bagian yang paling sering
digunakan oleh pengembang aplikasi. Layer Application merupakan layer teratas pada
Android OS stack yang menyediakan sejumlah aplikasi penting seperti Messaging,
Alarm, Browser, Email, Contacts, dan lain sebagainya.

III. METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan untuk pengembangan aplikasi Android dalam penelitian


ini adalah metode Waterfall [27][28] yang ditunjukkan pada Gambar 2. Metode ini
merupakan salah satu model yang paling sering digunakan dalam pengembangan
perangkat lunak dan sistem informasi [29]. Pengembangan aplikasi dengan metode ini
dilakukan secara berurutan (sekuensial) mengikuti lima tahapan yaitu analisis kebutuhan
(requirements analysis), desain (design), implementasi (implementation), pengujian dan
verifikasi (testing and verification), dan perawatan/pemeliharaan (maintenance).

Gambar 2. Tahapan dalam metode Waterfall

Tahapan yang dilakukan dalam pengembangan aplikasi Android pada penelitian ini
dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Tahap Analisis Kebutuhan: Pada tahap ini dilakukan analisis kebutuhan untuk
merancang dan mengimplementasikan aplikasi Android untuk layanan informasi
pariwisata kelenteng Tay Kak Sie dan wisata pantai di pulau Bangka. Analisis
mencakup kebutuhan perangkat lunak dan perangkat keras serta ruang lingkup
aplikasi. Pada tahap ini juga dilakukan studi literatur, pengumpulan data mengenai
tempat wisata, dan observasi dengan langsung mengunjungi tempat wisata
tersebut di atas.
2. Tahap Desain: Pada tahap ini dilakukan desain arsitektur sistem secara
keseluruhan. Perangkat lunak Compro Mobile App Builder digunakan untuk
menuliskan dan mengkompilasi kode program. Selain itu digunakan juga
Prasetio, Wellem IP UIN JAMBI

perangkat lunak StarUML untuk membuat diagram UML. Versi Android


minimum yang disupport oleh Compro Mobile App Builder yang digunakan
adalah Android versi 5.1.
3. Tahap Implementasi: Pada tahap ini dilakukan implementasi aplikasi melalui
penulisan kode program sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan pada
tahap sebelumnya.
4. Tahap Pengujian/Verifikasi: Pada tahap ini dilakukan pegujian dan verifikasi
aplikasi yang telah diimplementasikan. Pengujian dilakukan dengan metode
pengujian black box yang menguji fungsionalitas dan fitur pada aplikasi. Setiap
menu, interface/tampilan, tombol diuji fungsinya dan diverifikasi apakah hasilnya
sudah sesuai dengan spesifikasi atau desain yang ditetapkan. Jika belum sesuai,
dilakukan modifikasi hingga aplikasi dapat berfungsi sesuai dengan spesifikasi
dan menghasilkan keluaran yang diharapkan.
5. Tahap Maintenance: Pada tahap ini, aplikasi dijalankan (operasional) dan
digunakan. Jika ada yang perlu dimodifikasi, maka akan dilakukan update
aplikasi. Pada penelitian ini, tahap maintenance tidak dilakukan karena aplikasi
Android yang dikembangkan belum disebarkan secara luas.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil dari penelitian ini adalah dua aplikasi berbasis Android masing-masing
untuk tempat wisata yang telah disebutkan sebelumnya. Kedua aplikasi ini dinamai “Tay
Kak Sie Temple” dan “Bangka Beach”. Pada bagian ini akan diuraikan hasil perancangan
dan implementasi dari kedua aplikasi tersebut dimulai dengan hasil dari tahap analisis
hingga tahap pengujian. Tabel 1 menunjukkan hasil dari tahap Analisis yang dilakukan
mengenai masalah yang ada dan solusi yang disediakan oleh aplikasi yang
dikembangkan.
Tabel 1 Hasil tahap Analisis untuk kedua aplikasi
No. Masalah Solusi
Aplikasi “Tay Kak Sie Temple”
1 Keterbatasan memperoleh Memberikan informasi tentang kegiatan ibadah
informasi mengenai kegiatan dan terus diperbarui (update).
ibadah.
2 Belum ada data mengenai dewa Memberikan informasi mengenai dewa-dewa
apa saja yang ada di dalam yang ada pada kelenteng tersebut sehingga
kelenteng tersebut. memudahkan umat ibadah dalam mencari dewa
yang ingin disembah.
Aplikasi “Bangka Beach”
1 Padatnya pengunjung pantai Memberikan informasi kepada pengunjung
sehingga ada yang tidak mendapat mengenai jumlah tempat singgah yang masih
tempat singgah pada saat tiba di kosong dan memberikan fitur reservasi tempat.
lokasi.
2 Tidak adanya informasi mengenai Memberikan informasi lokasi berupa koordinat
lokasi wisata. dengan Google Maps.

Hasil dari tahap Desain berupa diagram UML yang menggambarkan interaksi
antara pengguna (user) dengan aplikasi (menggunakan Use Case diagram) dan diagram
IP UIN JAMBI Prasetio, Wellem

UML yang menggambarkan aktivitas yang terjadi atau dilakukan oleh aplikasi dan
pengguna (menggunakan Activity diagram). Kedua diagram ini secara umum digunakan
untuk mendeskripsikan behavior dari sistem atau aplikasi. Gambar 3 dan Gambar 4
masing-masing menunjukkan diagram Use Case dan diagram Activity untuk aplikasi “Tay
Kak Sie Temple”. Aplikasi ini memberikan informasi mengenai kegiatan, sejarah, lokasi,
dan keagamaan (dewa) dari kelenteng tersebut. Aplikasi kedua yaitu “Bangka Beach”
memberikan informasi (berupa teks, gambar, dan video) mengenai pantai dan lokasinya.
Untuk menggunakan aplikasi ini, pengguna harus melakukan proses registrasi dan login
terlebih dahulu. Selain itu, terdapat juga fitur untuk pemesanan tempat sebelum
mengunjungi pantai. Diagram Use Case dan diagram Activity dari aplikasi “Bangka
Beach” masing-masing ditunjukkan pada Gambar 5 dan Gambar 6.

Gambar 3. Diagram Use Case untuk aplikasi “Tay Kak Sie Temple“

Gambar 4. Diagram Activity untuk aplikasi “Tay Kak Sie Temple“


Prasetio, Wellem IP UIN JAMBI

Gambar 5. Diagram Use Case untuk aplikasi “Bangka Beach”

Gambar 6. Diagram Activity untuk aplikasi “Bangka Beach”

Hasil dari tahap Implementasi berupa aplikasi Android yang dibuat menggunakan
Compro Mobile App Builder. Langkah yang digunakan untuk membuat aplikasi adalah
sebagai berikut: 1) Setup untuk memilih tipe aplikasi yang akan dibuat berdasarkan
template yang tersedia, 2) Design untuk memilih warna background dan logo dari aplikasi
IP UIN JAMBI Prasetio, Wellem

yang akan dibuat, 3) Content yang berisi tentang fitur dan fungsi-fungsi yang mendukung
proses berjalannya aplikasi, dan 4) Publish yang mengharuskan pengembang aplikasi
untuk melakukan Request App untuk mendapatkan legalisasi sehingga dapat diunduh di
Apple App Store dan Google Play Store. Tabel 2 dan Tabel 3 masing-masing
menampilkan hasil implementasi aplikasi “Tay Kak Sie Temple” dan aplikasi “Bangka
Beach”.

Tabel 2 Hasil tahap Implementasi untuk aplikasi “Tay Kak Sie Temple”

No. Tampilan Gambar Fungsi


(interface)
1. Home Merupakan halaman utama
aplikasi. Terdapat tiga menu
(News, About Us, Contact
Admin) yang dapat diakses
oleh user dari halaman ini.

2. Menu Merupakan keseluruhan menu


yang terdapat pada aplikasi ini.
Menyediakan menu Home,
Sejarah kelenteng (About Us),
informasi keagamaan berupa
informasi dewa (Statue), info
kegiatan ibadah (News), serta
kontak dan lokasi (Contact
Admin).
3. News Berisi informasi mengenai
kegiatan dan ibadah yang akan
dilaksanakan.

4. About Us Berisi informasi sejarah dari


kelenteng yang saat ini
digunakan sebagai tempat
ibadah.
Prasetio, Wellem IP UIN JAMBI

5. Kontak dan Memberikan informasi letak


Lokasi (Contact geografis dari kelenteng Tay
Admin) Kak Sie serta kontak yang
dapat dihubungi oleh user.

6. Informasi Memberikan informasi tentang


keagamaan sejarah dan kuasa dewa-dewa
(Statue) yang ada sehingga umat yang
baru dapat mengetahui dewa
mana yang akan disembah
berdasarkan keinginan umat.

Tabel 3 Hasil tahap Implementasi untuk aplikasi “Bangka Beach”


No Tampilan Gambar Fungsi
(interface)
1. Registration Sebelum menggunakan aplikasi,
user harus melakukan registrasi
akun.

2. Login User harus melakukan login


untuk masuk ke halaman utama
(Home)

3. Home Merupakan halaman utama


aplikasi.
IP UIN JAMBI Prasetio, Wellem

4. Menu Menampilkan menu yang


memberikan informasi pantai,
video mengenai pantai, menu
pemesanan, dan histori
pemesanan dan transaksi.

5. Daftar pantai Menampilkan daftar pantai


favorit yang biasa dikunjungi oleh
wisatawan.

6. Video Gallery Menampilkan kumpulan video


mengenai pantai (akan diarahkan
ke YouTube).

7. Reservasi Memberikan daftar pantai yang


selanjutnya akan diarahkan untuk
melakukan pemesanan tempat.

8. Pemesanan Halaman untuk melakukan


pemesanan atau reservasi tempat.
User akan diarahkan untuk
mengisi tempat dan jumlah
tempat yang ingin direservasi,
kemudian melakukan checkout.
Prasetio, Wellem IP UIN JAMBI

9. Pengisian Data Halaman untuk mengisi data


Pemesan pemesan. User harus mengisi data
pribadi agar tidak terjadi
kesalahan ketika memberi laporan
kepada penjaga pantai mengenai
pemesanan tempat.

10. Detail Pemesanan Menampilkan informasi detail


mengenai pemesanan. User dapat
melakukan proses pembayaran
(melalui transfer) pada halaman
ini dengan menekan tombol
‘Checkout’.

11. Detail Pembayaran Menampilkan informasi detail


pembayaran dan cara
memberikan bukti pembayaran
(foto bukti pembayaran).
IP UIN JAMBI Prasetio, Wellem

12. Reservation List Memberikan informasi mengenai


(setelah pemesanan) konfirmasi pembayaran.

13. Transaction History Menampilkan seluruh histori


pembayaran yang dilakukan oleh
user.

Pada tahap Pengujian dan Verifikasi digunakan metode black box testing yang secara luas
dipakai untuk menguji fungsionalitas dari suatu aplikasi atau sistem. Aplikasi dipandang
sebagai suatu black box di mana pengujian dilakukan dengan mengamati keluaran
(output) dari aplikasi terhadap suatu masukan (input) tertentu. Dari pengujian ini dapat
dilihat apakah respon dari aplikasi sudah sesuai dengan skenario yang ditetapkan atau
masih terdapat respon yang tidak sesuai. Pengujian dilakukan oleh peneliti sendiri dan 12
pengguna lainnya dengan prosedur yang sama. Berdasarkan hasil pengujian yang
dilakukan dapat disimpulkan bahwa kedua aplikasi dapat berjalan dengan baik sesuai
dengan rencana atau spesifikasi pada tahap Desain. Tabel 4 dan Tabel 5 masing-masing
menunjukkan hasil pengujian untuk aplikasi “Tay Kak Sie Temple” dan aplikasi “Bangka
Beach”.
Tabel 4 Hasil pengujian fungsionalitas untuk aplikasi “Tay Kak Sie Temple”
Aksi atau
Pengujian Hasil yang Hasil yang
No input dari Kesimpulan
Fungsi diharapkan diperoleh
user
Aplikasi Aplikasi dapat
Membuka Klik pada menampilkan menampilkan
1 Valid
aplikasi aplikasi. halaman halaman
utama (Home). utama (Home).
Aplikasi Aplikasi dapat
Klik pada
Mengakses menampilkan menampilkan
2 tombol Valid
Menu menu yang menu yang
Menu.
tersedia. tersedia.
Aplikasi Aplikasi dapat
Klik menu menampilkan menampilkan
Mengakses News pada berita dan berita dan
3 Valid
halaman News halaman jadwal jadwal
utama. kegiatan kegiatan
ibadah. ibadah.
Prasetio, Wellem IP UIN JAMBI

Aplikasi dapat
Klik menu Aplikasi
menampilkan
Mengakses About Us menampilkan
informasi
4 halaman About pada informasi Valid
tentang sejarah
Us halaman sejarah
berdirinya
utama. kelenteng.
kelenteng.
Aplikasi dapat
Aplikasi
menampilkan
menampilkan
Klik menu informasi
informasi
Mengakses Contact lokasi
lokasi
5 halaman Admin pada kelenteng dan Valid
kelenteng dan
Contact Admin halaman nomor telepon
pengurus yang
utama. pengurus yang
dapat
dapat
dihubungi.
dihubungi.
Aplikasi dapat
Klik pada Aplikasi menampilkan
Mengakses tombol menampilkan gambar
6 halaman Menu, gambar patung patung, Valid
Statue kemudian dewa beserta sejarah, dan
pilih Statue. informasinya. kekuasaan
dewa.

Tabel 5 Hasil pengujian fungsionalitas untuk aplikasi “Bangka Beach”


Aksi atau
Pengujian Hasil yang Hasil yang
No input dari Kesimpulan
Fungsi diharapkan diperoleh
user
Username
User gagal User gagal
dan
1 Login user melakukan melakukan Valid
password
login. login.
yang salah.
Username
User berhasil User berhasil
dan
2 Login user melakukan melakukan Valid
password
login. login.
yang benar.
Data user
User berhasil User berhasil
3 Registrasi user untuk Valid
didaftarkan. didaftarkan.
registrasi.
Aplikasi Aplikasi dapat
Klik pada
menampilkan menampilkan
4 Menu tombol Valid
menu yang menu yang
Menu.
tersedia. tersedia.
Aplikasi Aplikasi dapat
Klik pada
menampilkan menampilkan
5 Daftar pantai menu Valid
daftar pantai daftar pantai
Pantai.
yang tersedia. yang tersedia.
IP UIN JAMBI Prasetio, Wellem

Aplikasi Aplikasi dapat


Video Klik pada
menampilkan menampilkan
6 informasi menu Video Valid
daftar video daftar video
pantai Gallery.
pantai. pantai.
Aplikasi Aplikasi dapat
Klik pada menampilkan menampilkan
menu daftar tempat daftar tempat
7 Reservasi Valid
Reservasi di pantai yang di pantai yang
Tempat. akan akan
direservasi. direservasi.
Aplikasi Aplikasi
Klik menampilkan menampilkan
8 Pemesanan 'Dapatkan halaman untuk halaman untuk Valid
Tiket' pengisian data pengisian data
pemesanan. pemesanan.
User dapat dan
User dapat
berhasil
mengisi data
Pengisian Data Klik ‘Add to mengisi data
9 untuk Valid
Pemesan Cart’ untuk
pemesanan
pemesanan
tempat.
tempat.
Aplikasi Aplikasi dapat
menampilkan menampilkan
detail detail
pemesanan pemesanan
Detail Klik yang yang
10 Valid
Pemesanan ‘Checkout’ dilakukan user dilakukan
dan user. User
menampilkan dapat memilih
pilhan metode metode
pembayaran. pembayaran.
Aplikasi
menampilkan Aplikasi
informasi menampilkan
detail detail
Detail
11 pembayaran pembayaran Valid
Pembayaran
dan cara dan status
memberikan validasi
bukti pembayaran.
pembayaran.
Klik pada Aplikasi Aplikasi dapat
Reservation menu menampilkan menampilkan
12 Valid
List Reservation daftar daftar
List. reservasi. reservasi.
Klik pada Aplikasi Aplikasi dapat
Transaction menu menampilkan menampilkan
13 Valid
History Transaction histori histori
History. transaksi. transaksi.
Prasetio, Wellem IP UIN JAMBI

V. SIMPULAN DAN SARAN


Penelitian ini membahas perancangan dan implementasi aplikasi berbasis Android
untuk layanan informasi tempat wisata. Dua aplikasi diimplementasikan masing-masing
untuk obyek wisata yang berbeda, yaitu kelenteng Tay Kak Sie di kota Semarang dan
wisata pantai di pulau Bangka. Compro Mobile App Builder digunakan untuk
pengembangan aplikasi. Dengan mobile app builder seperti Compro, aplikasi yang dibuat
dapat dengan lebih mudah untuk dikustomisasi berdasarkan template yang tersedia dan
waktu yang dibutuhkan untuk pengembangan aplikasi menjadi lebih singkat.
Hasil pengujian menggunakan metode black box terhadap dua aplikasi ini
menunjukkan bahwa aplikasi dapat berjalan sesuai fungsi yang telah ditetapkan. Untuk
pengembangan lebih lanjut pada aplikasi “Tay Kak Sie Temple” dapat ditambahkan fitur
pembelian barang atau perlengkapan untuk ibadah (e.g., kertas, dupa/hio, lilin, bunga),
sedangkan pada aplikasi “Bangka Beach” dapat ditambahkan fitur GPS sehingga aplikasi
dapat memberikan informasi rute menuju ke pantai secara real-time atau mendekati real-
time.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Sekretariat Negara Republik Indonesia, “Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009


tentang Kepariwisataan.” 2009.
[2] M. Rifan and H. I. Fikriya, “Disharmonisasi Periode Pemberlakuan Rencana Induk
Pembangunan Kepariwisataan Daerah Di Indonesia (Implementasi Peraturan
Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 Tentang Rencana Induk Pembangunan
Kepariwisataan),” J. Kepariwisataan Indones., vol. 14, no. 2, pp. 141–158, 2020,
doi: [Link]
[3] Kemenparekraf, “Alasan Menparekraf Fokus Kembangkan 5 Destinasi Super
Prioritas.” [Link]
Fokus-Kembangkan-5-Destinasi-Super-Prioritas (accessed May 26, 2022).
[4] Dinas Pariwisata DIY, “Visiting Jogja - Apps on Google Play.”
[Link] (accessed May
26, 2022).
[5] M. Wali, R. Akbar, T. Iqbal, and P. Al-Bahri, “Development Of An Android-Based
Tourism Guide (A Case Study : Sabang City, Indonesia),” Int. J. Sci. Technol. Res.,
vol. 8, no. 11, 2019, Accessed: May 26, 2022. [Online]. Available: [Link].
[6] R. Herawati, W. A. Utomo, and I. Royana, “Aplikasi Pariwisata Jambi Berbasis
Android,” Go Infotech J. Ilm. STMIK AUB, vol. 24, no. 2, pp. 81–94, 2018, doi:
10.36309/goi.v24i2.88.
[7] W. S. Hanum and A. Saifudin, “Rancang Bangun Aplikasi Panduan Pariwisata di
Kabupaten Banyuwangi Mobile Berbasis Android,” J. Teknol. Sist. Inf. dan Apl.,
vol. 2, no. 2, pp. 59–65, 2019, doi: 10.32493/jtsi.v2i2.2798.
[8] M. A. Pavel, M. Rana, A. Al Roman, Y. Hassan, and R. Khan, “Android
Application for Tourism Planning in Bangladesh,” 19th IEEE Student Conf. Res.
IP UIN JAMBI Prasetio, Wellem

Dev. Sustain. Eng. Technol. Towar. Ind. Revolution, SCOReD 2021, pp. 157–162,
2021, doi: 10.1109/SCORED53546.2021.9652756.
[9] N. H. M. Yusoff, A. Isvaramurty, and H. Razalli, “Mobile application for tourist’s
personal travelling management in Kuala Lumpur,” 2019 IEEE 9th Int. Conf. Syst.
Eng. Technol. ICSET 2019 - Proceeding, pp. 354–359, Oct. 2019, doi:
10.1109/ICSENGT.2019.8906443.
[10] Z. Chen, B. Wei, and J. Quan, “A Travel Assistant Application Based on Android
Baidu Map,” Proc. - 2020 Int. Conf. Intell. Comput. Autom. Syst. ICICAS 2020,
pp. 299–303, Dec. 2020, doi: 10.1109/ICICAS51530.2020.00068.
[11] K. K. D. N. Dilshan, U. M. D. M. Parussella, H. M. C. J. Herath, C. A. J. P.
Chandranath, S. Thelijjagoda, and T. Jayalath, “JESSY: An Intelligence Travel
Assistant,” ICAC 2021 - 3rd Int. Conf. Adv. Comput. Proc., pp. 413–418, 2021,
doi: 10.1109/ICAC54203.2021.9671229.
[12] C. M. Chan and S. L. Lau, “Using augmented reality and location-awareness to
enhance visitor experience: A case study of a theme park app,” 2020 IEEE Graph.
Multimedia, GAME 2020, pp. 49–54, Nov. 2020, doi:
10.1109/GAME50158.2020.9315158.
[13] S. I. Purnawan, F. Marisa, and I. D. Wijaya, “Aplikasi Pencarian Pariwisata Dan
Tempat Oleh-Oleh Terdekat Menggunakan Metode Haversine Berbasis Android,”
J I M P - J. Inform. Merdeka Pasuruan, vol. 3, no. 2, pp. 9–16, 2018, doi:
10.37438/jimp.v3i2.166.
[14] C. S. Tangalele, Y. D. Y. Rindengan, and A. M. Sambul, “Rancang Bangun Aplikasi
Pariwisata di Kabupaten Parigi Moutong Berbasis Android,” J. Tek. Inform., vol.
14, no. 2, pp. 151–158, 2019, doi: [Link]
[15] Zulkiplih, Syahrul, and J. M. Parenreng, “Pengembangan Aplikasi Pariwisata
Sulawesi Barat Berbasis Android,” J. Embed. Syst. Secur. Intell. Syst., vol. 1, no.
1, pp. 48–56, 2020, [Online]. Available:
[Link]
[16] Melda Agustina Butar Butar, “Perancangan Sistem Informasi Geografis Pemetaan
Lokasi Objek Wisata Di Daerah Danau Toba Berbasis Android,” Universitas
Pembangunan Panca Budi Medan, 2019.
[17] B. Irawan and P. Rosyani, “Perancangan Aplikasi Pengenalan Kebudayaan dan
Pariwisata Kabupaten Cianjur Berbasis Android,” TIN Terap. Inform. Nusant., vol.
2, no. 8, pp. 521–526, 2022, doi: 10.47065/tin.v2i8.1187.
[18] I. Alwiah Musdar and H. Arfandy, “Rancang Bangun Sistem Informasi Pariwisata
Sulawesi Selatan Berbasis Android Dengan Menggunakan Metode Prototyping,”
SINTECH (Science Inf. Technol. J., vol. 3, no. 1, pp. 70–76, 2020, doi:
10.31598/sintechjournal.v3i1.542.
[19] [Link], “Compro Mobile App Builder.” [Link] (accessed May 27,
2022).
[20] N. Vanhove, “Tourism,” in Encyclopedia of Tourism, 2016.
[21] N. Vanhove, The Economics of Tourism Destinations : Theory and Practice, 3rd
ed. 2018.
Prasetio, Wellem IP UIN JAMBI

[22] “Arti kata pariwisata - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online.”
[Link] (accessed May 27, 2022).
[23] W.-M. Lee, Beginning Android 4 Application Development, 1st ed. John Wiley &
Sons, Inc., 2012.
[24] “Set up for Android Development | Android Open Source Project.”
[Link] (accessed May 27, 2022).
[25] “Platform Architecture | Android Developers.”
[Link] (accessed May 30, 2022).
[26] A. Frumusanu, “A Closer Look at Android RunTime (ART) in Android L,” 2014.
[Link]
android-l/ (accessed May 30, 2022).
[27] W. W. Royce, “Managing the development of large software systems: concepts and
techniques,” in Proceedings of the 9th international conference on Software
Engineering, 1987, pp. 328–338, [Online]. Available:
[Link]
[28] I. Sommerville, Software Engineering, 10th ed. Pearson, 2016.
[29] A. A. Wahid, “Analisis Metode Waterfall Untuk Pengembangan Sistem
Informasi,” J. Ilmu-ilmu Inform. dan Manaj. STMIK, no. November, pp. 1–5, 2020.

Anda mungkin juga menyukai