MAKALAH INFUS NACL
DISUSUN OLEH :
HAI’QAL FAHMI ASSAHRY (20221666044)
DOSEN PENGAMPU :
[Link] Darmawati,MS.,Apt
BAB 1
PENDAHULUAN
[Link] Belakang
Sterilisasi adalah suatu proses dimana kegiatan ini bertujuan untuk membebaskan bahan dari berbagai
macam mikroorganisme, suatu bahan bisa dikatakan steril apabila bebas dari mikroorganisme hidup
yang patogen maupun tidak, baik dalam bentuk vegetatif maupun bentuk non vegetatif (spora).
Sterilisasi adalah proses yang dirancang untuk menciptakan keadaan steril.
Sediaan parenteral adalah bentuk sediaan untuk injeksi atau sediaan untuk infus. Sediaan injeksi telah
digunakan untuk pertama kalinya pada manusia sejak tahun 1660, akan tetapi perkembangan injeksi
baru berlangsung tahun 1852, khususnya pada saat diperkenalkannya ampul gelas Limousin (Perancis )
dan Friedlider (Jerman).
Injeksi adalah pemakaian dengan cara penyemprotan larutan atau suspensi ke dalam tubuh untuk
tujuan terapeutik atau dignostik, injeksi dapat dilakukan ke dalam aliran darah, ke dalam jaringan atau
organ.
1.2 Tujuan Praktikum
1. Mengetahui mengenai pengertian, pembagian, cara pembuatan,perhitungan, sterilisasi dan
penyerahan suatu sediaan obat parenteral khususnya injeksi
2. Memperoleh gambaran mengenai praformulasi suatu zat obat serta membuat dan mengevaluasi hasil
dari sediaan yang dibuat
1.3 Dasar Teori
Infus adalah larutan dalam jumlah besar terhitung mulai dari 10 ml yang diberikan melalui intravena
tetes demi tetes dengan bantuan peralatan yang cocok. Asupan air dan elektrolit dapat terjadi melalui
makanan dan minuman dan dikeluarkan dalam jumlah yang relatif sama. Rasionya dalam tubuh adalah
air 57%; lemak 20,8 %; protein: 17,0 % serta mineral dan glikon 6%. Ketika terjadi gangguan homeostatis
( keseimbangan cairan tubuh ), maka tubuh harus segera mendapatkan terapi untuk mengembalikan
keseimbangan air dan elektrolit. syarat-syarat obat suntik adalah:
Infus adalah larutan dalam jumlah besar terhitung mulai dari 10 ml yang diberikan melalui intravena
tetes demi tetes dengan bantuan peralatan yang cocok. Asupan air dan elektrolit dapat terjadi melalui
makanan dan minuman dan dikeluarkan dalam jumlah yang relatif sama. Rasionya dalam tubuh adalah
air 57%; lemak 20,8 %; protein: 17,0 % serta mineral dan glikon 6%. Ketika terjadi gangguan homeostatis
Aman tidak boleh menyebabkan iritasi jaringan atau efek toksis
Harus jernih, tidak terdapat partikel padat kecuali berbentuk suspense
Tidak berwarna kecuali obatnya berwarna
Sedapat mungkin isohidris
Sedapat mungkin isotonis
Harus steril dan bebas pirogen
Pelarut yang paling sering digunakan pada pembuatan obat suntik adalah water for injection. Air ini
dimurnikan dengan cara penyulingan atau omosis terbalik dan memenuhi standar yang sama dengan
purifield water. Water for Injection adalah air untuk obat suntik yang telah disterilkan dan dikemas
dalam wadah-wadah dosis tunggal yang tidak lebih besar dari ukuran 1 liter, seperti air untuk obat
suntik harus bebas pirogen dan tidak boleh mengandung zat antimikroba atau zat tambahan lainnya.
Sediaan parenteral volume besar umumnya diberikan lewat infus intravena untuk menambah cairan
tubuh, elektrolit, atau untuk memberi nutrisi. Infus intravena adalah sediaan parenteral dengan volume
besar yang ditujukan untuk intravena untuk mempertahankan fungsi normal tubuh pasien rawat inap
yang membutuhkan asupan kalori yang cukup selama masa penyembuhan atau setelah operasi.
Persyaratan infus intravena menrut FI ed III:
Sediaan steril berupa larutan
Bebas pirogen
Sedapat mungkin dibuat isotonis terhadap darah
infus emulsi dibuat dengan air sebagai fase luar,diameter fase Dalam tidak lebih dari
5mikrometer
infus intravena tidak mengandung bakterisida dan zat dapar
Larutan untuk infus intravena harus jernih dan praktis bebas partikel
Emulsi untuk infus intravena setelah dikocok harus homogen dan tidak menunjukkan pemisahan
fase, diameter globul fase terdispersi untuk infus intravena harus dinyatakan
Volume terukur tidak kurang dari nominal
Penyimpanan dalam wadah dosis tunggal
Memenuhi syarat injeksi
Keuntungan pemberian infus intravena adalah menghasilkan kerja obat yang cepat
dibandingkan cara-cara pemberian lain dan tidak menyebabkan masalah terhadap absorbsi obat
Pembuatan infus mengacu pada penggunaannya sebagai cairan infus yang dapat menstabilkan jumlah
elektrolit-elektrolit yang sama kadarnya dalam cairan fisiologis normal, sehingga diharapkan pasien
dapat mempertahankan kondisi elekrolitnya agar sesuai dengan batas-batasa atau jumlah elektrolit yang
normal pada plasma.
BAB II
PREFORMULASI
2.1 Monografi Bahan
2.1.1 Natrium Chlorida (Farmakope Indonesia Ed III Hal 403)
Nama Resmi NATRII CHLORIDUM
Nama Sinonim Natrium Klorida
Rumus Kimia Nacl
BM 58,44
Pemerian Hablur heksandral tidak berwarna atau serbuk
hablur putih,tidak berbau,rasa asin
Kelarutan Larut Dalam 2,8 bagian air,dalam 2,7 bagian air
mendidih dan dalam lebih kurang 10 bagian
gliserol P,sukar larut dalam etanol (95%) p
Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik
Khasiat Sumber ion klorida dan ion natrium
Sterlisasi Dengan autoklaf dan filtrasi
PH 4,5-7
Stabilitas Stabil dalam bentuk larutan
BAB III
FORMULA
3.1 Rancangan Formula
Nama produk : BMS® INFUS NAC
Jumlah produk : 1
Tanggal pembuatan : 18 November 2017
Tanggal produksi : 18 November 2017
Tanggal kadaluwarsa : November 2019
[Link] : DKL17101102246A1
No Batch : 171125
Komposisi
R/ NaCl 0,6
KCI
CaC12 0,03%
0,02%
Na. Laktat
0,3% Aq. Pro. Inject ad 100 ml
M.F Injection
Da in btl 100 ml
3.2 Latar Belakang Pembuatan Formula
NaCl (Natrium Chlorida) adalah senyawa yang dibutuhkan tubuh untuk menyerap dan mengangkut
nutrisi, menjagaga tekanan darah menjaga keseimbangan cairan, mengirimkan sinyal saraf, kontraksi
dan rileks otot-otot, zat NaCl digunakan dalam sediaan karena sifatnya yang larut dalam air, selain itu
NaCl berfungsi sebagai zat aktif untuk mengiritasi luka. Aqua pro Injeksi
BAB 2