Sediaan Cair
Tek. Sediaan Cair dan Setengah Padat
Putri Jasmine Fezqyratri
1D
2291082
Dosen Pengampu
Husnani, [Link]., Apt
TA
2022/2023
Akademi Farmasi Yarsi Pontianak
Sediaan Cair
Menurut Farmakope Indonesia Edisi V, larutan adalah
sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia
terlarut, terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang
sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur.
Pengertian sediaan cair
Larutan dikatakan terjadi apabila zat terlarut terbagi
secara molekul dalam cairan. Hal ini dikarenakan
molekul-molekul dalam larutan terdispersi secara merata,
penggunaan larutan sebagai bentuk sediaan umumnya
memberikan jaminan keseragaman dosis.
Penggolongan Sediaan Cair
1. Larutan Oral
Larutan oral adalah larutan yang mengandung satu atau lebih zat dengan
atau tanpa pemanis, pewarna, pengawet, pengaroma atau bahkan tambahan
lainnya yang larut dalam air (sirup) atau campuran konsolven (elixir).
2. Larutan Topikal
Larutan topical adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat
yang terlarut yang digunakan secara topical
Keuntungan dan Kekurangan
Keuntungan dari sediaan cair
1. Memudahkan Pasien yang sulit menelan obat
2. Pasien anak-anak yang belum bisa menelan obat
3. Bersifat mudah diserap oleh tubuh
Kekurangan dari sediaan cair
1. Terdapat kemungkinan dosis yang ditakar pasien tidak sama
setiap saat
2. Mudah rusak karena sediaan cair mengandung persentase air
yang tinggi
3. Daya simpannya yang tidak lama
Faktor-faktor yang mempengarui larutan
1. Sifat polaritas zat terlarut 5. Salting in dan Salting Out
dan pelarut 6. Pembentukkan kelompok
2. co-solvency 7. Pengadukan atau
3. Sifat kelarutan pengocokan
4. Temperatur 8. Ukuran partikel
Macam sediaan cair
1. Sirup
larutan pekat dari gula yang ditambahkan satu atau lebih jenis
bahan tambahan lain
2. Elixir
bersifat hidroalkohol sehingga dapat menambah kestabilan obat.
Umumnya mengandung etanol 5-10%
3. Emulsi
sediaan yang mengandung bahan obat cair atau larutan obat,
terdispersi dalam larutan cairan pembawa
4. Suspensi
menurut FI ED 3, suspensi adalah sediaan cari yang mengandung obat padat, tidak
larut dan terdispersi sempurna dalam cairan pembawa atau sediaan padar yang
terdiri dari obat dalam serbuk sangat halus, dengan atau tanpa zat tambahan yang
akan terdispersi sempurna dalam cairan pembawa yang ditetapkan.
Suspensi memiliki bahan yang disebut sebagai suspensing agent, terbagi menjadi 2
yaitu golongan gom dan bukan golongan gom.
Contoh golongan gom adalah Gummi Acaicae (PGA/Gom arab)
contoh bukan golongan gom adalah Veegum
Daftar Pustaka
Maryani, Memahami Teknik Pembuatan Sediaan Obat dalam Skala Kecil dan
dalam Skala Industri, Penerbit Erlangga Jilid 2 untuk SMK dan MAK
Hendrik, [Link].,Apt ; Diniah Apriyani, [Link] ; Abdur Rahman, [Link].,Apt,
Dasar-dasar Kefarmasian Untuk SMK/MAK Kesehatan - Jurusan Farmasi, Pilar
Media
Dr. Hosea Jaya Edy, [Link]., [Link]., Apt, 2022, Teknologi dan Formulasi
Sediaan Cair, Lakeisha
Susanti, Nora, [Link]., Apt, 2017, Bab II Bentuk Sediaan Obat
Anonim, Farmakope Indonesia Edisi V