0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan87 halaman

Hubungan Hormon Stres dan COVID-19

Usul riset ini meneliti hubungan antara kadar hormon stres, inflamasi, dan antibodi pada pasien COVID-19. Penelitian ini akan mengukur kadar kortisol, prolaktin, CRP, prokalsitonin, dan antibodi SARS-CoV-2 pada pasien COVID-19 di RSND Semarang.

Diunggah oleh

Mansyur Erfendi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan87 halaman

Hubungan Hormon Stres dan COVID-19

Usul riset ini meneliti hubungan antara kadar hormon stres, inflamasi, dan antibodi pada pasien COVID-19. Penelitian ini akan mengukur kadar kortisol, prolaktin, CRP, prokalsitonin, dan antibodi SARS-CoV-2 pada pasien COVID-19 di RSND Semarang.

Diunggah oleh

Mansyur Erfendi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Revisi Kesehatan

USUL RISET PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN


(RPP)

HUBUNGAN ANTARA KADAR HORMON STRES DENGAN


PETANDA INFLAMASI DAN ANTIBODI PADA PASEIN
CORONAVIRUS DISEASE -19

Oleh :

dr. Dwi Retnoningrum, [Link] NIDN 0017058401


dr. Meita Hendrianingtyas, [Link], SpPK(K) NIDN 0031057907
Dr. dr. I. Edward KSL, MM, MHKes, MSiMed, SpPK(K)NIDN 0005098404
dr. Ariosta, SpPK NIDN 0024038501
dr. Rebriarina Hapsari, [Link], SpMK NIDN 0001108302
dr. Setyo Gundi Pramudo, [Link] NIDN 0005127807

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
Semarang, Tahun 2021
HALAMAN PENGESAHAN
USUL RISET PENGEMBANGAN DAN PENERAPAN

1. Judul Penelitian : Hubungan antara kadar hormone stress dengan


petanda inflamasi dan antibodi pada pasien
Coronavirus disease-19
2. Bidang Ilmu : Kesehatan
3. Ketua Peneliti
a) Nama Lengkap : dr. Dwi Retnoningrum, SpPK
b) Jenis kelamin : Perempuan
c) NIP/NIDN : 19840517 200912 2005/0017058401
d) Fakultas/Jurusan/Lab : Patologi Klinik
e) Pusat penelitian : FK UNDIP
f) Telpon/faks (Kantor) : (024) 8311485
g) HP/Email : 085225379937/dwiretnodr@[Link]
4. Jumlah Anggota Peneliti : 5 peneliti
5. Jumlah mahasiswa terlibat : 3 orang
6. Jangka Waktu Penelitian : 6 bulan
7. Lokasi Penelitian : RSND Semarang
8. Biaya Yang Diperlukan : Rp. 70.000.000,- (Tujuh puluh juta rupiah)
9. Sumber Dana : Selain APBN FK UNDIP tahun anggaran 2021

Semarang, Februari 2021


Mengetahui,
Ketua Bagian Ketua Peneliti

dr. Dwi Retnoningrum, SpPK dr. Dwi Retnoningrum, SpPK


NIP. 19840517 200912 2005 NIP. 19840517 200912 2005

Menyetujui,
Dekan

Dr. dr. Dwi Pudjonarko, [Link], Sp.S(K)


NIP. 196607201995121001

ii
iii
iv
v
vi
vii
viii
Identitas Penelitian

1. Judul Penelitian : Hubungan antara kadar hormone stress dengan


petanda inflamasi dan antibodi pada pasien
Coronavirus disease-19
2. Ketua Peneliti Kesehatan
Nama lengkap : dr. Dwi Retnoningrum, [Link]
Bidang keahlian : Patologi Klinik
Jabatan struktural : Ketua Bagian Patologi Klinik
Jabatan fungsional : Asisten ahli
Unit kerja : FK UNDIP
Alamat surat : Jl. Prof. Soedarto SH
Telpon/faks (Kantor) : (024) 8311485
Email : dwiretnodr@[Link]
3 Tim Peneliti :
No Nama dan gelar Bidang Instansi Tugas/kontribusi Alokasi
akademik keahlian dalam penelitian waktu
1 dr. Dwi Patologi FK Bertanggung jawab 2 jam/
Retnoningrum, Klinik UNDIP dalam persiapan, minggu
SpPK pelaksanaan dan
pelaporan rangkaian
kegiatan penelitian
2 dr. Meita Patologi FK Membantu ketua 2 jam/
Hendrianingtyas, Klinik UNDIP peneliti dalam minggu
[Link], administratif dan
SpPK(K) operasional
3 Dr. dr. I. Edward Patologi FK Membantu ketua 2 jam/
KSL, MM, Klinik UNDIP peneliti dalam minggu
MHKes, MSiMed, administratif dan
SpPK(K operasional
4 dr. Ariosta, SpPK Patologi FK Membantu ketua 2 jam/
Klinik UNDIP peneliti dalam minggu
administratif dan
operasional
5 dr. Rebriarina Mikrobiolo FK Membantu ketua 2 jam/
Hapsari, [Link], gi UNDIP peneliti dalam minggu
SpMK administratif dan
operasional
6 dr. Setyo Gundi Ilmu FK Membantu ketua 2 jam/
Pramudo, SpPD Penyakit UNDIP peneliti dalam minggu
Dalam analisis hasil
penelitian

ix
ABSTRAK

Latar belakang: COVID-19 merupakan infeksi yang menyebabkan terjadinya


stress fisik dan psikis pada penderitanya. Kortisol dan prolaktin merupakan
hormon yang terlah diteliti berhubungan dengan keadaan infeksi. Keadaan infeksi
virus akan menyebabkan tubuh membentuk protein fase akut dan antibodi yang
berperan dalam eliminasi virus.

Tujuan: Membuktikan adanya hubungan antara kadar hormon stress dengan


petanda inflamasi dan antibodi pada pada pasien COVID-19

Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi target adalah
pasien COVID-19 derajad sedang dan berat yang dirawat di RSND, Semarang.
Pemeriksaan kadar kortisol, prolaktin dan kadar antibodi menggunakan prinsip
ELFA, pemeriksaan kadar CRP dan prokalsitonin menggunakan prinsip
imunofluorometry. Uji hubungan antar variabel bivariat maupun multivariat.

Kata kunci: COVID-19, kortisol, prolaktin, CRP, prokalsitonin, antibodi

x
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL.............................................................................……….. i
HALAMAN PENGESAHAN...............................................................……….. ii
IDENTITAS PENELITIAN ………………………………………………….. iii
ABSTRAK ……………………………………………………………………. x
DAFTAR ISI..........................................................................................………. xi
DAFTAR TABEL ….…........................................................................………. xiii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................………. xiv
BAB I PENDAHULUAN......................................................................………. 1
1.1 Latar Belakang ...............................................................………… 1
1.2 Perumusan masalah .......................................................………… 5
1.2.1 Perumusan masalah umum ....................................……... 5
1.2.2 Perumusan masalah khusus ...................................……... 5
1.3 Tujuan penelitian ..........................................................…………. 6
1.3.1 Tujuan umum .......................................................………. 6
1.3.2. Tujuan khusus .......................................................……… 6
1.4 Manfaat penelitian .........................................................………… 6
1.5 Keaslian penelitian ........................................................………… 7
1.6 Luaran penelitian ……………………………………………….. 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...........................................................………. 9
2.1 Coronavirus disease -19 (COVID-19)…..............................……. 9
2.1.1 Definisi .................................................................……… 11
2.1.2 Patofisiologi dan diagnosis....…...….................………. 11
2.2 Hormon kortisol…….……………………………………………. 12
2.3 Hormon prolaktin……… ................…………………….………. 14
2.4 C-reactive protein (CRP)…..…………………......……………… 16
2.5 Prokalsitonin …………………………………………………….. 18
2.6 Antibodi SARS Cov-2 ………………………………………….. 19
2.7 Hubungan antara kadar hormon stress dengan petanda inflamasi
dan antibodI pada pasien COVID-19…………………………. 22
2.8 Kerangka teori …………………………………………………... 23

xi
2.9 Kerangka konsep ………………………………………………... 23
2.10 Hipotesis ………………………………………………….……... 24
2.10.1 Hipotesis mayor ……………………………………… 24
2.10.2 Hipotesis minor ………………………………………. 24
BAB III METODE PENELITIAN ...........................................................…….. 25
3.1 Desain penelitian .............................................………….……… 25
3.2 Ruang lingkup penelitian ..........................................…....……… 25
3.3 Tempat dan waktu penelitian …………………………………… 25
3.4 Populasi dan sampel penelitian.....................................…………. 25
3.4.1 Populasi target …........................................................….. 25
3.4.2 Populasi terjangkau .....................................................….. 25
3.4.3 Sampel penelitian ………………………………………. 26
[Link] Kriteria inklusi ……………………………….. 26
[Link] Kriteria eksklusi ..….....................................…. 26
3.4.4 Besar sampel penelitian.....….......................................…. 26
3.5 Variabel penelitian dan definisi operasional .................………… 27
3.5.1 Variabel penelitian ......................................................….. 27
3.5.2 Definisi operasional .....................................................…. 27
3.6 Alur penelitian...............................................................…………. 28
3.7 Cara pengumpulan data ….. .........................................………… 28
3.8 Analisis data ……….. ....................................................………... 29
3.9 Etika penelitian …………………………………………………. 30
3.10 Road Map Penelitian ……………………………………………. 30
BAB IV. PELAKSANAAN ………………………………………………….. 31
4.1 Rencana pelaksanaan…………………………………………….. 31
4.2 Personalia ……………………………………………………….. 32
4.3 Rekapitulasi Anggaran Belanja …………………………………. 33
DAFTAR PUSTAKA ……............................................................................… 34

xii
DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 1. Keaslian penelitian ………………………………………… 7
Tabel 3. Definisi operasional ………………………………………... 27

DAFTAR GAMBAR

xiii
Halaman
Gambar 1. Aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal dan efek nya pada sel 13
tubuh.………………………………………………………..
Gambar 2. Efek prolaktin pada infeksi……………..………………… 16
Gambar 3. Proses pembentukan CRP pada inflamasi …………………. 17
Gambar 4. Waktu terdeteksinya tes diagnostik terhadap virus SARS
Cov-2………………………………………………………. 21
Gambar 5. Kerangka teori ……………………………………………… 23
Gambar 6. Kerangka konsep …………………………………………… 23
Gambar 7. Alur penelitian……………………………………………….. 28
Gambar 8. Diagram fishbone roadmap penelitian…………………… 30

xiv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Penyakit Coronavirus disease-19 (COVID 19) adalah infeksi yang

disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus -2

(SARS-Cov-2). Pada Januari 2021, COVID-19 telah menyebabkan lebih

dari 101 juta kasus dan lebih dari 2 juta kematian di seluruh dunia (World

Health Organization, 2021). Infeksi ini merupakan keadaan darurat di

seluruh dunia, karena penyebarannya cepat dan angka kematian yang tinggi

serta menyebabkan kondisi yang parah. Penderita infeksi COVID-19

memiliki manifestasi klinis yang luas, penyakit ini dapat bergejala ringan

tetapi juga dapat berkembang menjadi pneumonia, sindrom gangguan

pernapasan akut (ARDS) dan kegagalan multi organ.(Yang et al., 2020).

Pada seseorang yang terinfeksi COVID-19 terjadi keadaan stress baik

secara fisik maupun psikologis. Keadaan stress ini akan menyebabkan

terganggunya fungsi imun yang disebabkan adanya perubahan aksis

hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) terkait inflamasi. Mekanisme yang

mendasari terjadinya perubahan ini belum sepenuhnya diketahui. Perubahan

yang terjadi diduga melalui beberapa interaksi antara sistem saraf otonom

dan sistem kekebalan tubuh. Pada awal infeksi aktivasi aksis HPA

disebabkan adanya aktivasi hipotalamus dan hipofisis oleh sitokin.

Pelepasan awal sitokin dari sel imun berpartisipasi dalam homeostasis

tubuh dengan bertindak sebagai parakrin, autokrin dan endokrin dengan

1
meningkatnya pelepasan hormon kortikotropin (cortiocotropin realeasing

hormon/CRH). Selain peningkatan CRH juga terjadi peningkatan hormon

ACTH (adrenocorticotropin hormon), hormon pertumbuhan dan hormon

prolaktin pada awal infeksi sistemik (Kanczkowski et al., 2013; Vardas et

al., 2014). Penelitian oleh Tant et al, melaporkan terjadinya peningkatan

serum kortisol pada pasien COVID-19 dibandingkan non COVID-19

(median 619 versus 519 nmol/L, p<0,0001), analisis multivariat

menunjukkan peningkatan kadar kortisol berhubungan dengan mortalitas

pasien COVID-19 (T. Tan et al., 2020). Penelitian lain menyatakan kadar

kortisol serum pada pasien COVID-19 lebih tinggi pada bukan penyintas

dibandingkan penyintas COVID-19 (Ramezani et al., 2020).

Prolaktin (PRL), yang dikenal sebagai hormon laktogenik, telah

hubungkan dengan lebih dari tiga ratus fungsi biologis yang berbeda.

Hormon ini terlibat dalam neuroendokrin, imunitas dan homeostasis,

diproduksi tidak hanya dari kelenjar hipofisis anterior tetapi juga dari

berbagai sel seperti sel imun, neuron, prostat, desidua, dan kulit. Selain

perannya dalam meningkatkan imunitas adaptif, PRL memiliki fungsi

kunci dalam meningkatkan imunitas bawaan yang merupakan lini awal

pertahanan melawan patogen. Prolaktin dapat meningkatkan kekebalan

bawaan dengan cara merangsang Sel NK, makrofag, neutrofil, dan sel

dendritik yang dapat berinteraksi dengan limfosit T dan bertindak sebagai

pembawa pesan antara sistem kekebalan bawaan dan adaptif (Sen, 2020).

2
Penelitian hubungan antara prolaktin dan sistem imun pada sepsis telah

dilakukan pada hewan coba, dimana pemberian hormon prolaktin

berhubungan dengan penurunan kelangsungan hidup dan perubahan sistem

imun.(Oberbeck et al., 2003) Prolaktin dalam fungsinya pada sistem imun

merupakan imunomodulator dari limfosit. Nguyen et al (2016), melaporkan

bahwa kadar hormon prolaktin meningkat pada pasien sepsis dengan

(p=0,06).(Nguyen et al., 2016)

C-reactive protein (CRP) adalah penanda inflamasi yang banyak

digunakan untuk menilai beratnya inflamasi yang sedang terjadi. CRP

adalah protein sebagai respon fase akut, muncul dalam darah dalam 6-10

jam dari adanya kerusakan jaringan dan memiliki waktu paruh 19 jam.

Zhang et al, melaporkan pada 140 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah

sakit, kadar CRP bervariasi dari 28,7 μg/mL pada infeksi ringan hingga

47,6 μg/mL pada penyakit berat (Zhang et al., 2020).

Prokalsitonin (PCT) adalah glikoprotein tanpa aktivitas hormonal yang

prekursor kalsitonin. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa

pasien dengan virus pneumonia, termasuk pneumonia SARS mempunyai

kadar PCT yang rendah yaitu kurang dari 1 ng ml, sebaliknya kadar PCT

lebih tinggi pada pneumonia bakteri. Penelitian sebelumnya menunjukkan

pengukuran kadar PCT berperan dalam memprediksi perkembangan

penyakit menjadi derajat berat. Secara umum, level PCT tinggi setelah

infeksi bakteri, tetapi relatif rendah setelahnya infeksi virus. Peningkatan

PCT pada pasien COVID-19 dapat memprediksi adanya infeksi sekunder

3
oleh bakterial yang akan memperberat kondisi pasien (Lippi and Plebani,

2020).

Sistem kekebalan bawaan adalah jalur aktif dan umum pertama

pertahanan tubuh dalam melawan infeksi virus. Molekul interferon (IFN)

diproduksi dan disekresikan dari sel yang terinfeksi setelah infeksi virus.

IFN-α (alpha) dan IFN-β (beta) bertindak sebagai molekul pensinyalan dan

mengaktifkan sebuah tanggapan antivirus di sel sekitarnya, mengubahnya

menjadi tahan terhadap infeksi. Beberapa jam setelah infeksi virus, IFN α

dan β cepat dan diproduksi secara efisien oleh makrofag. Infeksi virus

SARS-CoV diketahui dapat menekan induksi interferon tipe I antivirus

(IFN-α / β). Jika kekebalan bawaan tidak berhasil menghilangkan patogen,

respon imun adaptif spesifik terjadi pada hari ke-4 sampai ke-7 setelah

infeksi. Imunitas adaptif ini dimediasi oleh limfosit B dan limfosit T.

Respon adaptif limfosit B yaitu diproduksinya antibodi IgM pada hari ke-5

sampai hari-7, yang dilanjutkan diproduksinya antibody IgG. Antibodi yang

diproduksi berperan sebagai netralisasi virus dalam tubuh (Rao et al.,

2020). Penelitian Shen et al, melaporkan rendahnya IgM berhubungan

dengan perkembangan penyakit menjadi berat (Shen et al., 2020).

Stress yang terjadi pada tubuh baik fisik maupun psikologis akan

menyebabkan peningkatan hormon glukokortikoid yang akan meningkatkan

respon inflamasi dan mengganggu produksi antibodi dengan menurunnya

jumlah sel limfosit B matur oleh karena apoptosel sel B (Mcgregor et al.,

2015). Hubungan antara hormon stress terkait parameter inflamasi dan

4
produksi antibodi yang berperan pada infeksi COVID-19 belum banyak

diteliti sehigga peneliti ingin membuktikan hubungan tersebut.

1.2. PERUMUSAN MASALAH

1.2.1. Perumusan masalah umum

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan oleh peneliti di atas, peneliti

merumuskan masalah penelitian umum sebagai berikut. Bagaimanakah

hubungan antara kadar hormon stress dengan petanda inflamasi dan

antibodi pada pasien COVID-19?

1.2.2. Perumusan masalah khusus

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan oleh peneliti di atas, peneliti

merumuskan masalah penelitian khusus sebagai berikut:

1. Bagaimanakah hubungan antara kadar cortisol serum dengan CRP pada

pasien COVID-19

2. Bagaimanakah hubungan antara kadar prolaktin serum dengan CRP

pada pasien COVID-19

3. Bagaimanakah hubungan antara kadar cortisol serum dengan kadar

prokalsitonin pada pasien COVDI-19

4. Bagaimanakah hubungan antara kadar prolaktin serum dengan kadar

prokalsitonin pada pasien COVID-19

5. Bagaimanakah hubungan antara kadar cortisol serum dengan kadar

antibodi pada pasien COVID-19

6. Bagaimanakah hubungan antara kadar prolaktin serum dengan kadar

antibodi pasien COVID-19

5
1.3. TUJUAN PENELITIAN

1.3.1. Tujuan umum

Membuktikan hubungan kadar hormon stress dengan petanda inflamasi

dan antibodi pada pasien COVID-19.

1.3.2. Tujuan khusus

1. Membuktikan hubungan antara kadar cortisol serum dengan CRP pada

pasien COVID-19

2. Membuktikan hubungan antara kadar prolaktin serum dengan CRP

pada pasien COVID-19

3. Membuktikan hubungan antara kadar cortisol serum dengan kadar

prokalsitonin pada pasien COVID-19

4. Membuktikan hubungan antara kadar prolaktin serum dengan kadar

prokalsitonin pada pasien COVID-19

5. Membuktikan hubungan antara kadar cortisol serum dengan kadar

antibodi pada pasien COVID-19

6. Membuktikan hubungan antara kadar prolaktin serum dengan kadar

antibodi pasien COVID-19

1.4. MANFAAT PENELITIAN

Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai

berikut :

1. Memberikan informasi dan bukti ilmiah tentang kadar hormon stress

dengan petanda inflamasi dan antibodi pada pasien COVID-19

2. Membantu dalam tatalaksana pasien COVID-19

6
3. Memberikan informasi yang dapat digunakan sebagai landasan untuk

penelitian berikutnya.

1.5. KEASLIAN PENELITIAN

Tabel 1. Keaslian penelitian

Nama, judul
No Metodologi penelitian Hasil penelitian
penelitian/Jurnal

1 Ramezani et al. The Desain: uji belah lintang Kadar kortisol serum pada
Role of Anxiety and pada pasien COVID-19 pasien bukan penyintas
Cortisol in Jumlah subyek 30 lebih tinggi (p<0,017)
Outcomes of Patients pasien dewasa dengan dibandingkan pada
With Covid-19 gejala sedang dan berat. penyintas
Basic and clinical
Neuroscience. Vol.11
no. 2 (2020)

2. Liu et al. Prognostic Desain penelitian : Kadar IL-6, CRP dan


value of interleukin-6, Kohort Retrospektif prokalsitonin meningkat
C-reactive protein, and Jumlah subjek pada 67,9% pasien. Pasien
procalcitonin in penelitian : 140
dengan CRP > 41,8 mg/L
patients with COVID- terdiagnosis COVID-19
mempunyai risiko
19. Journal of Clinical
Virology. Vol.127. komplikasi yang lebih
(2020) berat

3. Liu et al. Association of Desain penelitian : Pasien dengan kadar


procalcitonin levels Retrospektif Prokalsitonin lebih tinggi
with the progression Jumlah subjek kejadian kondisi berat dan
and prognosis of penelitian : 1525 dinilai kritis (p<0,001).
hospitalized patients kadar prokalsitonin
with COVID-19 dengan progresi dan
International Journal of prognosis
Medical Sciences
2020; 17

4. Shen et al. Delayed Desain penelitian : Respon IgM tertunda pada


specific IgM antibody Cross sectional pasien dengan derajat berat.
responses observed Jumlah subjek Pada hari 4-7 hasil positif
among COVID-19 penelitian : 130 pasien pada pasien derajat berat
patients with severe COVID-19 lebih rendah (16,7%)
progression. Emerging dibandingkan derajat ringan
Microbes & (64%).
Infections(2020)

7
1.6. Luaran penelitian

1. Publikasi di jurnal internasional bereputasi minimal Q4 atau prosiding

internasional terindeks scopus

2. Publikasi di jurnal nasional terakreditasi

3. Karya ilmiah akhir PPDS-1. Hubungan kadar Hepsidin serum dengan

kadar Feritin dan prokalsitonin pada pasien COVID-19 yang dapat

dipublikasikan ke jurnal internasional Q4 atau prosiding internasional

terindeks scopus

4. Karya ilmiah akhir PPDS-1. Perbedaan kadar NT-ProBNP dan Troponin

T dengan CRP pada pasien COVID-19 19 yang dapat dipublikasikan ke

jurnal internasional Q4 atau prosiding internasional terindeks scopus

5. Karya tulis ilmiah mahasiswa kedokteran. Hubungan antara kadar CRP

dan Ddimer dengan derajat penyakit pada pasien COVID-19 yang dapat

dipublikasikan ke dalam jurnal nasional

8
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Coronavirus disease-19 (COVID-19)

2.1.1. Definisi

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang

belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab

COVID-19 ini dinamakan SARS-CoV-2. Coronavirus yang menjadi

penyebab penyakit COVID-19 termasuk dalam genus betacoronavirus.

Hasil analisis alogenik menunjukkan bahwa virus ini masuk dalam

subgenus yang sama dengan coronavirus yang menyebabkan wabah Severe

Acute Respiratory Illness (SARS) pada 2002-2004 silam, yaitu

Sarbecovirus. Atas dasar ini, International Commite Taxonomy of Viruses

mengajukan nama SARS-CoV-2 dengan mengikuti garis penalaran berbasis

filogeni untuk memberi nama virus. Penilaian katerkaitan genetik dari

coronavirus baru saja diidentifikasi. Awal mula diberi nama 2019-nCov,

lalu dengan merinci dasar penamaan virus yang dapat menyebabkan Acute

Respiratorry Distress Syndrome (ARDS) virus ini dinamakan SARS-Cov-2

(Gorbalenya et al., 2020)

2.1.2. Patofisiologi dan Diagnosis COVID-19

Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke

manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet), tidak melalui udara. Orang

yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat

9
dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID-19.

Rekomendasi standar untuk mencegah penyebaran infeksi adalah melalui

cuci tangan secara teratur menggunakan sabun dan air bersih, menerapkan

etika batuk dan bersin, menghindari kontak secara langsung dengan ternak

dan hewan liar serta menghindari kontak dekat dengan siapapun yang

menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin. Selain

itu, menerapkan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) saat berada di

fasilitas kesehatan terutama unit gawat darurat (Kementerian Kesehatan RI,

2020).

Patogenesis SARS-CoV-2 masih belum banyak diketahui. Infeksi

SARS-CoV- 2 terutama pada sel-sel pada saluran napas yang melapisi

alveoli dan berikatan dengan reseptor-reseptor khusussnya ACE 2 dan

membuat jalan masuk ke dalam sel. Glikoprotein yang terdapat pada

envelope spike virus akan berikatan dengan reseptor selular berupa ACE2

pada SARS-CoV-2 dan melakukan duplikasi materi genetik lalu

mensintesis protein protein yang diperlukan untuk membuat virion baru.

Pada SARS- CoV-2 diduga setelah virus masuk ke dalam sel, genom RNA

virus akan dikeluarkan ke sitoplasma sel dan ditranslasikan menjadi dua

poliprotein dan protein struktural. Selanjutnya, genom virus akan mulai

untuk bereplikasi. Glikoprotein pada selubung virus yang baru terbentuk

masuk ke dalam membran retikulum endoplasma atau badan golgi

selanjutnya terjadi pembentukan nukleokapsid yang tersusun dari genom

RNA dan protein nukleokapsid. Virus akan tumbuh ke dalam retikulum

10
endoplasma dan badan golgi. Pada tahap akhir, vesikel yang mengandung

patikel kecil virus akan bergabung dengan membran plasma untuk

melepaskan komponen virus yang baru (Yang et al., 2020).

Waktu Inkubasi COVID-19 diperkirakan dalam 14 hari setelah paparan,

dengan sebagian besar kasus terjadi sekitar empat hingga lima hari setelah

paparan. Penelitian menurut Guan tahun 2020 terhadap 1099 pasien dengan

COVID-19 simptomatik yang dikonfirmasi menyampaikan bahwa periode

inkubasi rata-rata adalah empat hari (Guan et al., 2020). Gejala-gejala yang

dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa

orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apapun dan tetap merasa

sehat. Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, rasa lelah, dan

batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami rasa nyeri dan sakit,

hidung tersumbat, pilek, nyeri kepala, konjungtivitis, sakit tenggorokan,

diare, hilang penciuman dan pembauan atau ruam kulit. Menurut data dari

negara-negara yang terkena dampak awal pandemi, 40% kasus akan

mengalami penyakit ringan, 40% akan mengalami penyakit sedang

termasuk pneumonia, 15% kasus akan mengalami penyakit parah, dan 5%

kasus akan mengalami kondisi kritis. Pasien dengan gejala ringan

dilaporkan sembuh setelah 1 minggu. Pada kasus berat akan mengalami

Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), sepsis dan syok septik,

gagal multi-organ, termasuk gagal ginjal atau gagal jantung akut hingga

berakibat kematian. Orang lanjut usia (lansia) dan orang dengan kondisi

medis yang sudah ada sebelumnya seperti tekanan darah tinggi, gangguan

11
jantung dan paru, diabetes dan kanker berisiko lebih besar mengalami

keparahan (Kementerian Kesehatan RI, 2020)

2.2. Hormon Kortisol

Kortisol merupakan glukortikoid, hormon steroid adrenal yang terlibat

dalam berbagai proses fisiologis yaitu metabolisme, respon imun, aktivitas

kardiovaskular, imunomodulator dan fungsi otak. Glukokortikoid (GC) atau

kortisol disintesis oleh sel adrenokortikal sebagai respon terhadap

adrenocorticotrophic hormone (ACTH) . Dalam kondisi fisiologis, hormon

ini beredar dalam kadar bervariasi dengan kadar puncak antara onset

periode aktif, yaitu dalam siklus sirkardian dan utama nya diregulasi oleh

aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal. Hormon ini juga meningkat dalam

kondisi respon tubuh terhadap stres. Kortisol merupakan glukortikoid utama

yang bekerja pada hampir semua sel tubuh dan memiliki efek fisiologis,

yaitu meningkatkan ketersediaan energi dengan meningkatkan resistensi

insulin dan glukoneogenesis. Kortisol berinteraksi dengan norepinefrin dan

epinefrin untuk meningkatkan fungsi kardiovaskular dan paru. Dalam

kondisi fisiologis, kortisol tidak hanya menekan inflamasi dan pertumbuhan

atau imunosupresi, namun memiliki efek pro-inflamasi (peningkatan sitokin

pro-inflamasi IL-1β dan eksersebasi respon imun perifer hipersensitivitas

tipe IV) pada kondisi stress akut dan berhubungan dengan konsentrasi GC

(Chung, Son and Kim, 2011; Timmermans, Souffriau and Libert, 2019).

12
Gambar 1. Aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal dan efek nya pada sel tubuh

Efek COVID-19 pada kortisol masih belum diketahui saat ini, namun

diduga severe acute respiratory syndrome (SARS-CoV-2) memicu respon

imunogenik pada hormon adrenokortikotropik karena mimikri. SARS-CoV

menyerang sistem kekebalan tubuh, salah satu nya dengan melumpuhkan

respon stres kortisol pada pasien dengan penyakit kritis. Kadar kortisol

dalam serum dan bioavabilitasnya meningkat dalam kondisi stres fisiologis

pada penyakit kritis dan pembedahan elektif melalui aktivasi aksis

hipotalamus-hipofisis-adrenal, penurunan metabolisme kortisol, dan

penurunan jumlah protein pengikat (Pal, 2020; T. Tan et al., 2020).

Penelitian pada pasien COVID-19 menyatakan kadar kortisol serum pada

13
pasien COVID-19 lebih tinggi pada bukan penyintas dibandingkan

penyintas COVID-19 (Ramezani et al., 2020)

2.3. Hormon Prolaktin

Hormon prolaktin merupakan hormon peptida yang terdiri dari 199

asam amino yang disintesis dan disekresi oleh sel laktotrof pada hipofise

anterior. Gen yang mengkode hormon prolaktin pada manusia adalah gen

PRL yang terletak pada kromosom 6. Transkripsi gen PRL menghasilkan

prehormon yang disebut preprolaktin, yang tersusun dari 227 asam amino.

Pada perkembangannya preprolaktin diubah menjadi prolaktin dengan

melepaskan signal peptide yang tersusun dari 28 asam amino. Molekul

prolaktin tersusun sebagai rantai tunggal asam amino dengan tiga ikatan

disulfida antara enam residu sistein. Prolaktin mempunyai berat molekul

23.000 Da. Sel laktotrof pada kelenjar hipofise anterior merupakan

penghasil hormon prolaktin utama. Sel laktrotof yang merupakan 15-20%

dari seluruh sel di hipofisis anterior. Hormon prolaktin juga dihasilkan

dalam jumlah kecil oleh hipotalamus, plasenta, amnion, uterus, kelenjar

payudara, dan limfosit. (Freeman et al., 2000)

Fungsi biologis utama hormon prolaktin yang diketahui selama ini

adalah sebagai hormon laktasi pada wanita. Beberapa bukti menunjukkan

bahwa hormon prolaktin adalah faktor pertumbuhan limfosit dan

merangsang respon imunitas. Hal ini dimungkinkan karena prolaktin juga

dihasilkan oleh sel sistem imun, seperti makrofag, sel NK, limfosit T dan

14
limfosit B. Selain itu, hampir semua sel hematopoietik memiliki reseptor

prolaktin pada permukaan selnya.(Freeman et al., 2000) Peningkatan kadar

hormon prolaktin dapat menyebabkan perubahan kondisi imunitas pada

keadaan patologis. Hiperprolaktinemia dilaporkan terjadi pada beberapa

penyakit autoimun seperti systemic lupus erythematosus (SLE), rheumatoid

arthritis, dan systemic sclerosis. Efek hormon prolaktin pada sel beta

pankreas, hepar, limfosit T adalah mengatur proliferasi sel, sedangkan pada

prostat, limfosit, sel karsinoma ovarium, sel karsinoma mammae dan

lainnya, prolaktin bertindak sebagai faktor antiapoptosis (Díaz et al., 2013).

Selama kondisi inflamasi prolaktin telah digambarkan menginduksi

fagositosis, meskipun mekanisme prolaktin dalam regulasi fagositosis

belum diketahui dan menginduksi pelepasan dari sitokin proinflamasi.

Imunomodulasi dari prolaktin tampak dari peningkatan faktor transkripsi

seperti IRF dan NF-κB yang berperan dalam fungsi imunitas. Efek prolaktin

pada imunitas terhadap infeksi digambarakan pada gambar 2 (López-meza,

Lara-zárate and Ochoa-zarzosa, 2010). Brand et al (2004), telah

menunjukkan bahwa prolaktin meningkatkan pelepasan TNF-α dan IL-2

dari sel mononuklear dengan stimulasi LPS (lipopolisakarida). TNF-α dan

IL-2 merupakan sitokin yang penting sebagai mediator inflamasi,

komplikasi sepsis dan autoimunitas (Brand et al., 2004).

15
Gambar 2. Efek prolaktin pada infeksi

2.4. C-reactive protein (CRP)

C-Reactive Protein pertama kali ditemukan pada tahun 1930 oleh Tillet dan

Francis, disebut CRP karena kemampuan untuk presipitasi dan interaksi dengan

residu phosphorylcholine dari C polisakarida serta memiliki kemampuan untuk

presipitasi dengan ion kalsium. CRP merupakan protein fase akut yang diproduksi

oleh hepar pada keadaan inflamasi. Nama C-reactive protein berasal dari

kemampuannya dalam mempresipitasi polisakarida C pada Streptococcus

pneumonia. CRP disintesis sebagai respon sitokin proinflamasi dengan

Interleukin-6 (IL-6) sebagai regulator utama dengan mempromosikan sintesis

CRP, sebagai tambahan IL-6 dibantu dengan Interleukin-1(IL-1) dan TNF α juga

meningkatkan transkripsi CRP. Kadar CRP mulai meningkat pada 6-8 jam setelah

16
stimulasi awal, dan mencapai puncak pada 24-48 jam, dengan waktu paruh kurang

lebih 19 jam.(Pepys and Hirschfield, 2003; Salazar et al., 2014)

Sitokin proinflamasi seperti IL-6 dan IL-1 yang meningkat selama inflamasi

mengakibatkan ekspresi CRP di hati meningkat secara cepat. Fungsi CRP

berhubungan dengan mekanisme pertahanan tubuh antara lain memacu aglutinasi,

pembengkakan kapsul bakteri, opsonisasi bakteri dan sel apoptosis, fagositosis

(CRP menginisiasi aktivasi kaskade komplemen dan mengikat Fc (fragment

crystallizable) gamma pada fagosit untuk mengaktivasi respon fagositosis) dan

fiksasi komplemen. CRP merupakan bagian dari respon fase akut nonspesifik

yang dihasilkan oleh karena adanya inflamasi, infeksi atau kerusakan jaringan.

Sintesis protein fase akut ini dilakukan oleh hepar di bawah kontrol dari sitokin

yang berasal dari tempat inflamasi (Faraj and Salem, 2012).

Gambar 3. Proses pembentukan CRP pada inflamasi

17
CRP dapat diperiksa menggunakan immunoassay. Salah satunya

menggunakan metode latex agglutination immunoassay dengan antibodi

monoklonal. Reaksi yang terjadi adalah CRP dengan adanya antihuman CRP

mouse monoclonal antibody coated latex akan menghasilkan kompleks imun.

CRP tidak dipengaruhi oleh adanya anemia, kadar protein, dan bentuk sel darah

merah.(WHO, 2014) Nilai rujukan CRP pada dewasa adalah ≤ 5 mg/L (0,5

mg/dL) (Vincent, Donadello and Schmit, 2011).

C reactive protein dapat menjadi nilai prognostik yang baik pada keparahan

penyakit pada pasien covid 19. Menurut penelitian Tan et al menyampaikan

bahwa CRP akan meningkat lebih tinggi pada kasus pasien COVID 19 yang parah

dibandingkan kasus yang ringan. CRP memiliki korelasi kuat dengan Laju endap

darah (LED), NLR, dan skor Ct-Thorax, serta memiliki korelasi negatif dengan

persentase jumlah limfosit pada hitung jenis(C. Tan et al., 2020).

2.5. Prokalsitonin

Prokalsitonin (PCT) adalah adalah suatu protein fungsional yang terdiri dari

114- 116 asam amino, merupakan protein yang secara imunologis berbeda dengan

molekul inflamasi lainnya seperti sitokin dan protein fase akut. PCT memiliki

fungsi khusus dan diatur secara ketat oleh tubuh, merupakan prekusor hormon

kalsitonin disintesis secara fisiologis oleh sel C kelenjar tiroid. Jika tidak terdapat

infeksi transkripsi gen CALC-I dihambat dan ekspresinya hanya ditemukan di sel

neuroendokrin tiroid dan paru. Pada infeksi bakteri prokalsitonin di sintesis di

ekstra tiroid dengan adanya berbagai inflamasi diantaranya sel paru, hati dan

lemak yang diakibatkan oleh mikroba bakteri. Sehingga peningkatan prokalsitonin

18
Mengindikasikan mekanisme pertahanan tubuh yang berasal dari jaringan, seperti

peningkatan procalsitonin pada kondisi pneumonia dengan CAP. Prokalsitonin

juga merupakan biomarker yang baik dalam membantu menegakkan diagnosis

sepsis. Prokalsitonin dalam praktek klinis sering dikombinasikan dalam

menetapkan sepsis dengan nilai normal <0,5 ng/ml dan kadar PCT>2ng/ml

memiliki risiko tinggi untuk sepsis. Penelitian yang dilakukan oleh Lippi et al

tahun 2020 menyampaikan bahwa hasil ringkas meta-analisis literatur

menyarankan bahwa pengukuran prokalsitonin serial mungkin berperan penting

dalam memperediksi COVID-19 menjadi derajat penyakit yang lebih parah.

Produksi prokalsitonin dari extrathyroidal selama infeksi bakteri , secara aktif

dipertahankan oleh peningkatan konsentrasi interleukin (IL) -1β, tumor necrosis

factor (TNF) -α dan IL-6 . Namun desintesis dari PCT akan dihambat oleh

interferon (INF) -γ, yang konsentrasinya meningkat selama infeksi virus. Oleh

karena itu tidak mengherankan bahwa nilai prokalsitonin akan tetap di dalam

rentang referensi pada beberapa pasien SARS CoV-2 yang tidak berat atau belum

adanya koninfeksi dari bakteri lain (Lippi and Plebani, 2020).

2.6. Antibodi SARS Cov-2

Antibodi terhadap infeksi SARS Cov-2 diproduksi oleh tubuh seseorang

setelah adanya antigen virus yang masuk ke dalam tubuh. Saat virus memasuki

sel, antigennya akan ditampilkan antigen precenting cell (APC), yang

merupakan bagian pusat dari kekebalan anti-virus tubuh. Peptida antigenik

disajikan oleh major histocompatibility complex (MHC; atau human leukocyte

antigen (HLA) pada manusia) dan kemudian dikenali oleh limfosit T sitotoksik

19
(CTL) virus tertentu. Presentasi antigen selanjutnya merangsang humoral tubuh

dan kekebalan seluler, yang dimediasi oleh Sel B dan T virus tertentu. Mirip

dengan infeksi virus akut yang umum, Profil antibodi terhadap virus SARS-CoV

memiliki pola khas IgM dan IgG. Antibodi IgM spesifik SARS menghilang pada

akhirnya minggu ke 12, sedangkan antibodi IgG bisa bertahan lama, yang mana

menunjukkan antibodi IgG mungkin memainkan peran protektif dan antibodi IgG

spesifik SARS terutama antibodi spesifik S dan spesifik N(Li et al., 2020).

Seperti pada infeksi mikroorganisme yang lain IgM akan muncul terlebih

dahulu dan diikuti oleh munculnya IgG. Antibodi yang dihasilkan oleh tubuh

sebagai respon imunitas adaptif yang berfungsi terutama dalam netralisasi virus.

Respon adaptif limfosit B yaitu diproduksinya antibodi IgM pada hari ke-5

sampai hari-7, yang dilanjutkan diproduksinya antibody IgG (Rao et al., 2020).

Diagnosis serologis khususnya penting bagi pasien dengan penyakit ringan hingga

sedang yang mungkin datang terlambat, setelah 2 minggu pertama sakit.

Diagnosis serologis juga menjadi alat penting untuk memahami luasnya COVID-

19 dalam komunitas dan untuk mengidentifikasi individu yang kebal dan

berpotensi "terlindungi" dari menjadi terjangkit (Sethuraman et al., 2020).

Tes antibodi IgM dan IgG berbasis ELISA memiliki spesifisitas 95% untuk

diagnosis COVID-19. Pengujian serum berpasangan sampel dengan PCR awal

dan dilanjutkan 2 minggu kemudian dapat meningkatkan akurasi diagnostik.

Biasanya, mayoritas antibodi diproduksi melawan protein yang paling melimpah

virus, yang merupakan nukleokapsid (NC). Karena itu, tes yang mendeteksi

antibodi terhadap nukleokapsid (NC) akan menjadi yang paling sensitif. Namun,

20
receptor binding domain of S (RBD-S) adalah protein tempat melekatnya virus

dalam sel tubuh manusia, dan antibodi terhadap RBD-S akan lebih spesifik dan

diharapkan untuk menetralkan virus. Oleh karena itu, penggunaan salah satu atau

kedua antigen untuk mendeteksi IgG dan IgM akan menghasilkan sensitivitas

tinggi. Antibodi bagaimanapun dapat memiliki reaktivitas silang dengan virus

SARS-CoV dan coronavirus lainnya. Perkiraan waktu terdeteksinya test

diagnostit termasuk IgM dan IgG disajikan pada gambar 4 (Sethuraman et al.,

2020).

Gambar 4. Waktu terdeteksinya tes diagnostik terhadap virus SARS Cov-2

21
2.7. Hubungan antara kadar hormon stress dengan petanda inflamasi dan

antibodI pada pasien COVID-19

Pada seseorang yang terinfeksi COVID-19 terjadi keadaan stress baik secara

fisik maupun psikologis. Keadaan stress ini akan menyebabkan terganggunya

fungsi imun yang disebabkan adanya perubahan aksis hypothalamic-pituitary-

adrenal (HPA) terkait inflamasi. Hormon yang terpengaruh pada keadaan stress

yaitu hormon kortisol dan prolaktin. Pada beberapa penelitian sebelumnya telah

menunjukkan peningkatan kadar hormon kortisol dan prolaktin pada beberapa

keadaan inflamasi dan sepsis. Selain berfungsi dalam fungsi endokrin, hormon

tersebut berhubungan dengan respon imun tubuh, terutama ketika terjadi infeksi.

Pada infeksi COVID-19 dilaporkan terjadinya peningkatan hormone kortisol yang

dihubungkan dengan keparahan penyakit. Selain itu hormon prolaktin juga

berpengaruh pada sistem imun tubuh, sehingga kedua hormone tersebut dapat

mempengaruhi produksi protein fase akut sebagai petanda inflamasi pada keadaan

infeksi virus.

Stress yang terjadi pada tubuh baik fisik maupun psikologis akan

menyebabkan peningkatan hormon glukokortikoid yang akan meningkatkan

respon inflamasi dan mengganggu produksi antibodi dengan menurunnya jumlah

sel limfosit B matur oleh karena apoptosel sel B (Mcgregor et al., 2015). Selain

pengaruh hormon stress terhadap respon inflamasi tubuh, respon hormon yang

mempengaruhi sistem imunitas akan menyebabkan gangguan tubuh dalam

pembentukan antibody. Penelitian sebelumnya membuktikan pada pasien dengan

gejala berat terjadi penundaan dalam produksi antibodi.

22
2.8. Kerangka teori

Status infeksi SARS Cov-2

Hipotalamus & Hipofisis

Hormon Kortisol Hormon Prolaktin

Sel NK, makrofag,


neutrofil

Sitokin pro inflamasi Limfosit B

Kadar antibodi
CRP Prokalsitonin

Gambar 5. Kerangka teori

2.9. Kerangka konsep


C-reactive protein
Kortisol
Prokalsitonin

Prolaktin Antibodi IgM

Antibodi IgG

Gambar 6 : Kerangka konsep

23
2.10. Hipotesis

2.10.1. Hipotesis mayor

Terdapat hubungan antara kadar hormon stress dengan petanda inflamasi

dan antibodi kuantitatif pada pasien COVID-19

2.10.2. Hipotesis minor

1. Terdapat hubungan positif antara kadar cortisol serum dengan CRP pada

pasien COVID-19

2. Terdapat hubungan positif kadar prolaktin serum dengan CRP pada pasien

COVID-19

3. Terdapat hubungan positif antara kadar cortisol serum dengan kadar

prokalsitonin pada pasien COVDI-19

4. Terdapat hubungan positif antara kadar prolaktin serum dengan kadar

prokalsitonin pada pasien COVID-19

5. Terdapat hubungan negatif antara kadar cortisol serum dengan kadar antibodi

pada pasien COVID-19

6. Terdapat hubungan negatif antara kadar prolaktin serum dengan kadar

antibodi pasien COVID-19

24
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Desain penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan

belah lintang (cross sectional).

3.2. Ruang lingkup penelitian

Bidang yang diteliti meliputi Ilmu Patologi Klinik, Ilmu Penyakit Dalam dan

Mikrobiologi

3.3. Tempat dan waktu

Waktu penelitian dikerjakan pada bulan Maret-Oktober 2021. Pemeriksaan

fisik, anamnesis, persetujuan informed consent untuk skrining sampel

penelitian dilaksanakan di RS. Nasional Diponegoro. Pemeriksaan darah

lengkap, kadar kortisol serum, kadar prolaktin serum, CRP, prokalsitonin dan

kadar antibodi IgM dan IgG dilakukan di Laboratorium RS Nasional

Diponegoro.

3.4. Populasi dan sampel penelitian

3.4.1. Populasi target

Populasi target adalah pasien COVID-19

3.4.2. Populasi terjangkau

Populasi terjangkau adalah pasien COVID-19 derajat sedang dan berat

yang dirawat di RSND.

25
3.4.3. Sampel penelitian

Sampel penelitian adalah pasien COVID-19 derajat sedang dan berat yang

dirawat di RSND pada bulan Maret-Agustus 2021 yang memenuhi kriteria

inklusi dan eksklusi.

[Link]. Kriteria inklusi:

1. Diagnosis COVID-19 berdasarkan permeriksaan RT PCR

2. Usia 18-70 tahun.

[Link]. Kriteria eksklusi:

1. Pasien hamil dan menyusui

2. Pasien dengan pengobatan glukokortikoid sebelumnya

3. Pasien dengan riwayat penyakit gangguan sistem imum (HIV,

penyakit autoimun lainnya)

3.4.4. Besar sampel penelitian

Kesalahan tipe I ditetapkan sebesar 5%, hipotesis satu arah, sehingga Zα =

1,64. Kesalahan tipe II ditetapkan sebesar 10%, sehingga Zβ = 1,28.

Korelasi minimal yang dianggap bermakna (r) ditetapkan sebesar 0,39.

Didapatkan besar sampel penelitian sebagai berikut :

Z + Zβ 2
+3
n=
0,5 ln[(1+r)/(1-r)
2
1,64 + 1,28 +3
n=
0,5 ln [(1+0,39)/(1-0,39)]

n= 47
Keterangan :

n = besar sampel penelitian

26
Zα = deviat baku alpha (tingkat kesalahan tipe I)

Zβ = deviat baku beta (tingkat kesalahan tipe II)

Besarnya perhitungan di atas, dengan ditambah perkiraan drop out

10% maka akan dibutuhkan besar sampel sebanyak 55 orang.

3.5. Variabel penelitian dan definisi operasional

3.5.1. Variabel penelitian

a. Variabel bebas:

Kadar kortisol dan prolaktin serum

b. Variabel tergantung:

CRP, Prokalsitonin, Antibodi Ig M dan IgG SARS Cov-2

3.5.2. Definisi operasional

Tabel 2. Definisi operasional

Nama variabel Definisi operasional Skala


Kortisol Kadar kortisol dalam serum yang diperiksa dengan Rasio
metode ELFA.
Satuan ng/ml
Prolaktin Kadar prolaktin dalam serum yang diperiksa Rasio
dengan metode ELFA
Satuan ng/ml
CRP Kadar C-reactive protein dalam serum yang Rasio
diperiksa dengan metode hsCRP
Nilai rujukan < 5 mg/dL
Prokalsitonin Kadar prokalsitonin dalam serum yang diperiksa Rasio
dengan metode imunofluorometri
Satuan ng/ml
IgM anti SARS Kadar antibody IgM anti SARS Cov-2 yang Rasio
Cov-2 diperiksa menggunakan metode ELFA
Satuan Reactive Index
IgG anti SARS Kadar antibody IgG anti SARS Cov-2 (anti Rasio
Cov-2 RBD) yang diperiksa menggunakan metode
ELFA
Satuan Reactive Index

27
3.6. Alur penelitian

Pasien COVID-19 yang dirawat

Pengumpulan data

Kriteria inklusi Kriteria eksklusi

Pengambilan spesimen darah

Pengukuran kortisol, prolaktin, CRP,


PCT, IgM dan IgG anti SARS COV-2

Gambar 6. Alur
Analisis kerja
data dan
penyusunan laporan

Gambar 7. Alur Kerja

3.7. Cara pengumpulan data

1. Responden yang bersedia mengikuti penelitian, dilakukan pemeriksaan

laboratorik, pengambilan data klinis dan laboratorium sebelumnya, serta

dilakukan wawancara menggunakan kuesioner yang telah disiapkan .

2. Darah diambil dari vena mediana cubiti sebanyak 8 cc dimasukkan dalam

tabung dengan antikoagulan EDTA 3 cc dan sebagian 5 cc dimasukkan

tabung tanpa antikoagulan (darah beku) dengan teknik vacutainer.

28
3. Darah dalam tabung dengan antikoagulan EDTA diperiksa parameter

darah rutin dengan alat otomatis hematologi analyzer.

4. Darah dalam tabung tanpa antikoagulan dibiarkan menjendal selama 30

menit kemudian disentrifugasi dengan kecepatan 1000g selama 15 menit,

serum yang diperoleh dipisahakan kemudian disimpan dalam suhu beku

(-20º C).

5. Serum yang didapatkan digunakan untuk pemeriksaan kortisol, prolaktin,

CRP, PCT, IgM dan IgG anti SARS COV-2

3.8. Analisis data

Data dikumpulkan dari hasil wawancara, kuesioner, pemeriksaan fisik

serta laboratorium pasien. Data yang terkumpul dilakukan coding, entry,

editing dengan menggunakan perangkat lunak komputer. Semua data

numerik dilakukaan uji statistik untuk mengetahui normalitas data

menggunakan uji normalitas Kolmogorov smirnov. Data yang tidak normal

akan ditransformasikan, kemudian akan dilakukan uji normalitas ulang.

Uji korelasi antar variabel mengunakan uji Pearson jika distribusi data

normal, sedangkan uji korelasi Spearman Rank, jika distribusi data tidak

normal. Nilai p dianggap signifikan jika p< 0,05. Derajat hubungan

menunjukkan hubungan sangat lemah jika r=0,00-0,199; hubungan lemah

jika r=0,20-0,399; hubungan sedang jika r=0,40-0,599; hubungan kuat jika

r=0,60-0,799 dan hubungan sangat kuat jika r=0,80-1,00. Jika didapatkan

hubungan yang kuat maka dilanjutkan uji regresi.

29
3.9. Etika penelitian

Penelitian dilakukan setelah mendapat ethical clearance dari Komisi Etik

Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Seluruh

subyek penelitian/keluarga diminta persetujuannya dengan menandatangani

informed concent secara tertulis. Informed concent diperoleh dari subyek

penelitian. Identitas subyek penelitian dirahasiakan dan seluruh biaya yang

berhubungan dengan penelitian menjadi tanggung jawab peneliti. Seluruh

calon subyek penelitian diberikan penjelasan lengkap tentang tujuan, manfaat

dan prosedur penelitian. Subyek penelitian berhak menolak untuk

diikutsertakan dalam penelitian.

3.10. Road Map Penelitian

Akan Dilakukan
(Tahun Pertama)

Penelitian hubungan hormon


stress dengan petanda
inflamasi dan antibodi pada
pasien COVID-19
Outcome

Publikasi di jurnal
internasional bereputasi
atau proseding
Telah Dilaksanakan Akan Dilakukan
internasional (terindex
(Tahun Kedua)
Scopus / Thompson)
Penelitian tentang CRP dan
platelet lymphocyte ratio Penelitian mengenai kadar
pada COVID-19 telah submit antibodi neutralisasi, status
di jurnal nasional inflamasi terhadap luaran
terakreditasi klinis pasien COVID-19

Gambar 8. Diagram fishbone Roadmap Penelitian

30
BAB IV

PELAKSANAAN

4.1. Rencana Pelaksanaan

Bulan
Bulan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5
6-8
Kegiatan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Persiapan
Pengajuan √ √ √ √
etical clearance
Pelaksanaan
Penapisan data √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
responden
Pengambilan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
darah
responden
Pemeriksaan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
darah
responden
Tabulasi hasil
pemeriksaan √
Penyusunan
laporan
Konsultasi dan √ √
diskusi

Analisis data
Pembuatan
laporan
Publikasi √ √ √
laporan

31
4.2. Personalia
1. Ketua Peneliti
Nama Lengkap : dr. Dwi Retnoningrum, SpPK
NIP/NIDN : 198405172009122005/ 0017058401
Pangkat/ Gol./Jabatan Fungsional : IIID/Asisten ahli
Fakultas/ Jurusan/Lab. : Kedokteran/ Kedokteran Umum
Bidang Keahlian : Patologi Klinik
Waktu yang disediakan : 2 jam/ minggu
2. Anggota Peneliti
Nama Lengkap : dr. Meita Hendrianingtyas, dr, SpPK(K),
[Link]
NIP/NIDN : 19790531 200812 2002/ 0631057901
Pangkat/ Gol./Jabatan Fungsional : IIIc/ Lektor
Fakultas/ Jurusan/Lab. : Kedokteran/ Kedokteran Umum
Bidang Keahlian : Patologi Klinik
Waktu yang disediakan : 2 jam/ minggu
3. Anggota Peneliti
Nama Lengkap : Dr. dr. I. Edward KSL, MM, MHKes, SpPK,
[Link]
NIP/NIDN : 19840905 201504 1001/ 0005098404
Pangkat/ Gol./Jabatan Fungsional : IIIB/ Asisten Ahli
Fakultas/ Jurusan/Lab. : Kedokteran/ Kedokteran Umum
Bidang Keahlian : Patologi Klinik
Waktu yang disediakan : 2 jam/ minggu
4. Anggota Peneliti
Nama Lengkap : dr. Ariosta, SpPK
NIP/NIDN : 198503242010121004/ '0024038501
Pangkat/ Gol./Jabatan Fungsional : IIIB/Asisten ahli
Fakultas/ Jurusan/Lab. : Kedokteran/ Kedokteran Umum
Bidang Keahlian : Patologi Klinik
Waktu yang disediakan : 2 jam/ minggu
5. Anggota Peneliti
Nama Lengkap : dr. Rebriarina Hapsari, MSc, SpMK
NIP/NIDN : 1955 0426 198211 1 001/ 0001108302
Pangkat/ Gol./Jabatan Fungsional : IIIB/Asisten ahli
Fakultas/ Jurusan/Lab. : Kedokteran/ Kedokteran Umum
Bidang Keahlian : Mikrobiologi
Waktu yang disediakan : 2 jam/ minggu
6. Anggota Peneliti
Nama Lengkap : dr. Setyo Gundi Pramudo, SpPD
NIP/NIDN : 197812052010121005/0005127807
Pangkat/ Gol./Jabatan Fungsional : IIIB/ Asisten Ahli
Fakultas/ Jurusan/Lab. : Kedokteran/ Kedokteran Umum
Bidang Keahlian : Ilmu Penyakit Dalam
Waktu yang disediakan : 2 jam/ minggu

32
4.3 Rekapitulasi Anggaran Belanja
1. Belanja Jasa dan habis pakai (Minimal 70%) Biaya (rupiah)
a. Pembelian Reagen Cortisol Rp 9.000.000,00
Pembelian Reagen Prolaktin Rp. 9.000.000,00
Pembelian Reagen CRP Rp. 10.500.000,00
Pembelian Reagen Prokalsitonin Rp. 16.400.000,00
Pembelian IgM anti SARS Cov-2 kuantitatif Rp. 7.000.000,00
Pembelian IgG anti SARS Cov-2 kuantitatif Rp. 8.200.000,00
Pemeriksaan Hematologi rutin Rp 5.500.000,00
(55 x Rp 100.000,00)
Spuit 5 cc (1 box) Rp. 140.000,00
Tabung EDTA ( 1 box) Rp. 200.000,00
Tabung Serum (1 box) Rp. 200.000,00
Tabung microtube (1 box) Rp. 500.000,00
Kertas HVS (5 rim) Rp. 200.000,00
Tinta printer (4 buah) Rp. 400.000,00
Biaya sewa alat VIDAS Rp. 2.500.000,00
(5 x Rp. 500.000,00)
Fotokopi, cetak dan memperbanyak makalah Rp 260.000,00
Subtotal Rp 70.000.000,00
3. Lain-lain (Maksimal 20%)
- -
TOTAL Rp 70.000.000,00

33
DAFTAR PUSTAKA

Brand, J. M. et al. (2004) „Prolactin triggers pro-inflammatory immune responses


in peripheral immune cells‟, European Cytokine Network, 15(2), pp. 99–
104.
Chung, S., Son, G. H. and Kim, K. (2011) „Circadian rhythm of adrenal
glucocorticoid: Its regulation and clinical implications‟, Biochimica et
Biophysica Acta - Molecular Basis of Disease. Elsevier B.V., 1812(5), pp.
581–591. doi: 10.1016/[Link].2011.02.003.
Díaz, L. et al. (2013) „Prolactin in the Immune System‟, in Prolactin. Croatia:
Intech, pp. 53–82.
Freeman, M. E. et al. (2000) „Prolactin : Structure , Function , and Regulation of
Secretion‟, 80(4), pp. 1523–1631.
Gorbalenya, A. E. et al. (2020) „The species Severe acute respiratory syndrome-
related coronavirus: classifying 2019-nCoV and naming it SARS-CoV-2‟,
Nature Microbiology, 5(March), pp. 536–544. doi: 10.1038/s41564-020-
0695-z.
Guan, W. et al. (2020) „Clinical Characteristics of Coronavirus Disease 2019 in
China‟, The New England journal of medicine, 382. doi:
10.1056/NEJMoa2002032.
Kanczkowski, W. et al. (2013) „Hypothalamo-pituitary and immune-dependent
adrenal regulation during systemic inflammation.‟, Proceedings of the
National Academy of Sciences of the United States of America, 110(36),
pp. 14801–14806. doi: 10.1073/pnas.1313945110.
Kementerian Kesehatan RI (2020) Pedoman Pencegahan dan Pengendalian
Coronavirus Disease (COVID-19).
Li, X. et al. (2020) „Molecular immune pathogenesis and diagnosis of COVID-
19‟, Journal of Pharmaceutical Analysis. Elsevier Ltd, 10(2), pp. 102–108.
doi: 10.1016/[Link].2020.03.001.
Lippi, G. and Plebani, M. (2020) „Procalcitonin in patients with severe
coronavirus disease 2019 (COVID-19): A meta-analysis T‟, Clinica
Chimica Acta journal, (January).
López-meza, J. E., Lara-zárate, L. and Ochoa-zarzosa, A. (2010) „Effects of
Prolactin on Innate Immunity of Infectious Diseases‟, The Open
Neuroendocrinology Journal, 3, pp. 175–179.
Mcgregor, B. A. et al. (2015) „Stress , Cortisol , and B-Lymphocytes : A Novel
Approach to Understanding Academic Stress and Immune Function‟, The
International Journal on the Biology of Stress, 3890(December). doi:
10.3109/10253890.2015.1127913.
Nguyen, D. N. et al. (2016) „High prolactin levels are associated with more
delirium in septic patients‟, Journal of Critical Care. Elsevier Inc., (May
2010), pp. 1–6. doi: 10.1016/[Link].2015.12.021.
Oberbeck, R. et al. (2003) „Prolactin Modulates Survival and Cellular Immune
Functions in Septic Mice 1‟, Journal of Surgical Research, 256, pp. 248–
256. doi: 10.1016/S0022-4804(03)00214-2.

34
Pal, R. (2020) „COVID-19, hypothalamo-pituitary-adrenal axis and clinical
implications‟, Endocrine. Springer US, 68(2), pp. 251–252. doi:
10.1007/s12020-020-02325-1.
Pepys, M. B. and Hirschfield, G. M. (2003) „C-reactive protein : a critical update‟,
The Journal of Clinical, 111(12), pp. 1805–1812. doi:
10.1172/[Link].
Ramezani, M. et al. (2020) „The Role Anxiety and Cortisol in Outcomes of
Patients With Covid-19‟, Basic and Clinical Neuroscience Journal,
Covid(April), pp. 179–184. doi: 10.32598/bcn.11.covid19.1168.2.
Rao, V. U. S. et al. (2020) „COVID-19: Loss of bridging between innate and
adaptive immunity?‟, Medical Hypotheses. Elsevier, 144(May), p. 109861.
doi: 10.1016/[Link].2020.109861.
Salazar, J. et al. (2014) „C-Reactive Protein: An In-Depth Look into Structure,
Function, and Regulation‟, International Scholarly Research Notices,
2014. doi: [Link]
Sen, A. (2020) „Repurposing prolactin as a promising immunomodulator for the
treatment of COVID-19: Are common Antiemetics the wonder drug to
fight coronavirus?‟, Medical Hypothesis, 144(January).
Sethuraman, N. et al. (2020) „Interpreting Diagnostic Tests for SARS-CoV-2‟,
JAMA, 323, pp. 2020–2022.
Shen, L. et al. (2020) „Delayed specific IgM antibody responses observed among
COVID-19 patients with severe progression‟, Emerging Microbes and
Infection, 9. doi: 10.1080/22221751.2020.1766382.
Tan, C. et al. (2020) „C ‐ reactive protein correlates with computed tomographic
findings and predicts severe COVID ‐ 19 early‟, Journal of Medical
Virology, (April), pp. 1–7. doi: 10.1002/jmv.25871.
Tan, T. et al. (2020) „Association between high serum total cortisol concentrations
and mortality from COVID-19‟, The Lancet Diabetes and Endocrinology.
Elsevier Ltd, 8(8), pp. 659–660. doi: 10.1016/S2213-8587(20)30216-3.
Timmermans, S., Souffriau, J. and Libert, C. (2019) „A general introduction to
glucocorticoid biology‟, Frontiers in Immunology, 10(JULY). doi:
10.3389/fimmu.2019.01545.
Vardas, K. et al. (2014) „Early Response Roles for Prolactin Cortisol and
Circulating and Cellular Levels of Heat Shock Proteins 72 and 90?? in
Severe Sepsis and SIRS‟, BioMed Research International, 2014. doi:
10.1155/2014/803561.
World Health Organization (2021) „COVID-19 Weekly Epidemiological Update
22‟, World Health Organization, (January), pp. 1–3. Available at:
[Link]
reports/weekly_epidemiological_update_22.pdf.
Yang, L. et al. (2020) „COVID-19: immunopathogenesis and
Immunotherapeutics‟, Signal Transduction and Targeted Therapy.
Springer US, 5(1), pp. 1–8. doi: 10.1038/s41392-020-00243-2.
Zhang, J. jin et al. (2020) „Clinical characteristics of 140 patients infected with
SARS-CoV-2 in Wuhan, China‟, Allergy: European Journal of Allergy
and Clinical Immunology, 75(7), pp. 1730–1741. doi: 10.1111/all.14238.

35
BIODATA KETUA PENELITI

I. Identitas Diri
1. Nama Lengkap (gelar) : dr. Dwi Retnoningrum, SpPK
2. Jabatan fungsional : Asisten ahli
3. NIP/NIDN : 198405172009122005/ 0017058401
4. Tempat tanggal lahir : Semarang, 17 Mei 1984
5. Alamat rumah : Jl. Durian I No. 2 B Srondol Wetan Banyumanik
Smg
6. Telp/Fax :-
7. Nomor HP : 085225379937
8. Alamat kantor : Jl. Prof. Soedarto SH, Tembalang Semarang
9. Telepon/Fax : 024-76928010
10. Email : dwiretnodr@[Link]
11. Mata Kuliah yang diampu:
- Patologi Klinik 1, Patologi klinik 2
- Modul 3,1. Modul 3.2. Modul 3.3, Modul 5.1, Modul 6.1
- Kelainan Imunologi, Instrumentasi (PPDS I Patologi Klinik)

II. Riwayat pendidikan


Program S1 Sp1

Nama perguruan tinggi UNDIP UNDIP

Bidang Ilmu Kedokteran Umum Patologi Klinik

Tahun Masuk 2002 2012

Tahun Lulus 2006 2016

Judul skripsi/Tesis Gingivitis pada ibu hamil Hubungan antara kadar


sebagai faktor risiko albumin dengan zinc dan
terjadinya bayi berat badan CRP serum pada SIRS
lahir rendah kurang bulan
di RSUP dr. Kariadi
Semarang

Nama pembimbing drg. Djoko Priyanto, SpOrt Dr. dr. Banundari


Rachmawati, SpPK(K)

36
III. Pengalaman Penelitian (5 tahun terakhir)
No Tahun Judul penelitian Ketua Sumber Dana
/anggota
1 2014 Perbedaan Monocyte Lymphocyte Ketua Mandiri
Ratio (Mlr) Pada Dengue Jumlah dana:
Haemorrhagic Fever (DHF) Rp. 2.000.000,-
Derajat Ringan Dan Berat
(oral presentation Joglosemar
Patologi Klnik 2014)
2 2015 Hubungan Antara Ketua Mandiri
Neutrophil/Lymphocyte Ratio Jumlah dana:
(NLR) Dan High Density Rp. 2000.000,-
Lipoprotein (HDL) Pada Sindrom
Koroner Akut
3 2015 Analisis preanalytical laboratory Anggota Hibah Penelitian
error paska akreditasi JCI RSUP dr. Kariadi
Di RSUP dr. Kariadi semarang Jumlah dana:
Rp. 5.000.000,-
4 2015 Hubungan antara kadar CRP serum Anggota Hibah Penelitian
dengan kadar T3 serum pada pasien FK UNDIP
dengan HD Jumlah dana:
Rp. 15.000.000
5 2016 Hubungan antara Kadar Prolaktin Ketua Hibah Penelitian
Serum dengan neutrophil FK UNDIP
lymphocyte ratio pada Systemic Jumlah dana:
Inflammatory Response Syndrome Rp. 14.000.000

6 2016 Pengaruh Pemberian Ekstrak Kayu Anggota Hibah Penelitian


Manis (Cinnamomum burmani) FK UNDIP
terhadap Kadar C-reactive protein Jumlah dana:
tikus wistar yang dipapar Rp. 15.000.000
Staphylococcus aureus
7 2018 Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Ketua Hibah Penelitian
Kumis Kucing Terhadap Parameter FK UNDIP
Eritrosit, Leukosit dan Trombosit Jumlah dana:
Tikus Wistar yang dipapar Plumbum Rp. 15.000.000
asetat
8 2019 Hubungan C-reactive protein, Ketua Hibah Penelitian
Vascular Cell Adhesion Molecule-1 FK UNDIP
dan S100B dengan Alberta Stroke Jumlah dana:
Program Early CT Score pada pasien Rp. 60.000.000
Stroke Non Hemoragik
9 2020 Hubungan antara Kadar Interleukin- Ketua Hibah Penelitian
17, C-Reactive Protein, dan S100B FK UNDIP
dengan Skor SOFA pada Pasien

37
Sepsis Jumlah dana:

Rp. 59.000.000,-

IV. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat


No Tahun Judul pengabdian Ketua/anggota Sumber Dana
1 2017 Pelayanan Kesehatan di Klinik Anggota FK UNDIP
Diponegoro dan Laboratorium
Kebencanaan Undip, Desa
Gulon, Kecamatan Salam, 16
Febi 2017
2 2017 Pemberdayaan masyarakat Anggota Hibah
dalam upaya pencegahan Pengabdian
thalasemia mayor melalui FK UNDIP
edukasi dan skrening pada Rp.
keluarga pasien talasemia serta 15.000.000,
pembentukan kelompok
sahabat talasemia
3 2018 Pelayanan kesehatan di Klinik Ketua FK UNDIP
Diponegoro dan Laboratorium
Kebencanaan Undip pada
tanggal 7 November 2018
4 2019 “Pemeriksaan dan Penyuluhan Anggota FK UNDIP
Gula Darah dalam Rangka
Gerakan Masyarakat Hidup
Sehat” di Lapangan Simpang
Lima Semarang pada tanggal
14 April 2019
5 2019 Skrining Malaria pada Anggota Hibah
Kantong Darah sebagai Pengabdian FK
Kontrol Kualitas yang Baik UNDIP
Serta Peningkatan Pelayanan Rp.
Keamanan ransfusi Darah 15.000.000,

38
V. Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah dalam Jurnal
No Tahun Judul Artikel Penulit Nama Jurnal, Terakreditasi
utama/ Vol, No. Halm / belum
anggota
1 2017 Monocyte Penulis Indonesian Terakreditasi
Lymphocyte Ratio in Utama Journal Of
Dengue Hemorrhagic Clinical
Fever Pathology And
Medical
Laboratory
Vol. 23, No. 2,
March 2017‟
2 2017 Perbedaan kadar Anggota Jurnal Belum
glukosa serum dan Kedokteran terakreditasi
plasma natrium Diponegoro
flourida (NaF) Volume 6,
dengan penundaan Nomor 2, April
pemeriksaan 2017
3 2017 Pengaruh Pemberian Anggota Jurnal Belum
Ekstrak Kayu Manis Kedokteran terakreditasi
(Cinnamomum Diponegoro
burmani) Terhadap Volume 6,
Aktivitas dan Nomor 2, April
Kapasitas Fagositosis 2017
Studi Eksperimental
Pada Tikus Wistar
yang Dipapar
Staphylococcus
aureus
4 2017 Serum zinc and C- Penulis Indonesian Terakreditasi
reactive protein as utama Journal Of
risk factor of Clinical
mortality in systemic Pathology And
inflammatory Medical
response syndrome Laboratory
Vol. 24, No. 1,
November
2017
5 2018 Perbedaan Jumlah Anggota Jurnal Belum
Leukosit, Neutrofil Kedokteran terakreditasi

39
Dan Limfosit Diponegoro,
Absolut Pada Vol. 7, No, 2
Penderita Dm Tipe 2 Hal. 854-852
Terkontrol Dan
Tidak Terkontrol
6 2018 The Effect of Green Anggota Proceeding -
Tea Leaf Extract on Book
Caspase-3 Protein International
Level in D-Galactose Conference on
Induced Balb/C Mice Translational
Medicine and
Health Sciences
(ICTMHS)
7 2019 Hubungan kadar Anggota Intisari Sains Terakreditasi
leptin terhadap Medis 2019,
parameter trombosit Volume 10,
pada pasien dengan Number 1
obesitas
8 2019 Hubungan petanda Anggota Intisari Sains Terakreditasi
inflamasi dan Medis 2019,
hemoglobin pada Volume 10,
obesitas di Fakultas Number 1
Kedokteran
Universitas
Diponegoro
9 2019 A rare of Hb H Anggota Bali Medical Terakreditasi
disease caused by Journal 2019
compound volume 8
heterozygous for α number 2
thalassemia and Hb
Quong Sze in
Chinese Indonesian
10 2020 The Anggota Sains Medika, Terakreditasi
Immunomodulator vol 11 no 1.
Effect of Cinnamon 2020
bark extract on the C-
Reactive protein
(CRP ) level ,
leukocyte count and
leukocyte type count

40
of wistar rats expose
to Staphylococcus
aureus
11 2020 Effectiveness of Correspondi Food Research Internasional
Graptophyllum ng author 4 supp 3. 2020
pictum Griff extract
on blood glucose
level in alloxan
induced wistar rat

VI. Pengalaman Penulisan Buku


No Tahun Judul Buku Penulis Penerbit Jumlah
utama/anggota halaman
1 2015 Buku Petunjuk Anggota FK UNDIP 50
Praktikum modul ISBN: 978-
4.2 Sistem Digestif 602-1679-29-
6
2 2015 Buku Petunjuk Anggota FK UNDIP 45
Praktikum modul ISBN: 978-
4.3 Sistem 602-1679-30-
Urogenital Edisi1 2
3 2015 Buku Petunjuk Anggota FK UNDIP 45
Praktikum modul ISBN: 978-
3.1 Mekanisme 602-1679-33-
penyakit dan dasar 3
penatalaksanaannya
4 2016 Buku petunjuk Editor FK UNDIP 106
praktikum ISBN: 978-
Hematologi dan 602-1679-45-
Endokrin 6
5 2016 Buku Petunjuk Anggota FK UNDIP 57
Praktikum modul ISBN: 978-
4.3 Sistem 602-1679
Urogenital Edisi 2
6 2018 Buku Petunjuk Ketua FK UNDIP 74
Praktikum Modul ISBN 978-
3.2 Sistem 602-5560-48-
Hematologi dan 4
Endokrin edisi 2
7 2018 Manajemen Anggota FK UNDIP 140

41
Laboratorium ISBN 978-
Klinik Seri VII 602-5560-73-
Improving the 6
Quality of
Laboratory
Management in
Daily Practice
8 2019 Buku Manlab Seri Anggota FK UNDIP 160
IX Smart ISBN
Laboratory And 978-602-
Quality 5560-91-0
Improvement in
Universal Health
Coverage

Biodata sebagai salah satu syarat dalam pengajuan proposal Riset Penerapan dan
Pengembangan FK UNDIP dan apabila dikemudian hari ternyata dijumpai
ketidak sesuaian, saya sanggup menerima sanksinya.

Semarang, 5 Februari 2021

Pengusul,

dr. Dwi Retnoningrum, SpPK


NIP/NIDN 198405172009122005/0017058401

42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
BIODATA ANGGOTA
PENELITI

A. Data Diri

1 Nama : Dr. dr. I. Edward KSL, MM, MHKes,


SpPK,MSiMed
2 Jenis Kelamin : Laki-laki
3 Jabatan Fungsional : Asisten Ahli
4 NIP/NIK/Identitas Lainnya :198409052015041001 5
5 NIDN :0005098404
6 Tempat, Tanggal Lahir : Purwokerto, 05-09-1984
7 E-mail : liemsianhok@[Link] 8
8 Nomor Telepon / HP :083862305904
9 Alamat Kantor : FAKULTAS KEDOKTERAN
Jalan Prof. Soedarto, Tembalang, Kota
Semarang, Jawa Tengah 50275
10 Nomor Telepon / Faks 083862305904

B. Riwayat Pendidikan

RINCIAN S-1 S-2 S-2 S-2 S-2 S-3


Universitas Universitas
Universitas Universitas Universitas Universitas Islam
Nama Perguruan Tinggi Jenderal Jenderal
Soegijapranoto Diponegoro Diponegoro Sultan Agung
Soedirman Soedirman
Semarang Semarang Semarang Semarang
Purwokerto Purwokerto
Kedokteran
Hukum - Spesialis Doktoral Ilmu
Bidang Ilmu Kedokteran Manajemen Biomedik
Kesehatan Patologi Hukum
Klinik
Tahun Masuk - Lulus 2002 - 2008 2009 - 2010 2011 - 2012 2010 - 2014 2011 - 2015 2014 - 2017

57
Pengaruh
Perlindungan
Diri,
Penanganan
Jumlah
Bahan
Trombosit, Pt
Infeksius, Dan Perbedaan Rekonstruksi
Prevalensi Pemenuhan Hak dan aPTT
Kesehatan Kadar Regulasi Pendirian
Staphylococcus Kesehatan dan sebagai
Karyawan D-Dimer dan
aureuspada Hak Prediktor
Judul Terhadap pada Penyelenggaraan
Jajanan Anak Kesejahteraan Perdarahan
Skripsi/Tesis/Desertasi Produktivitas Hepatitis Laboratorium
Sekolah Dasar di Anak Jalanan di pada
Kerja Kronis dan Klinik dalam
Purwokerto Utara Kota Semarang Hepatitis
Karyawan Di Sirosis Klinik Berbasis
Kronis dan
Laboratorium Hepatis Nilai Keadilan
Sirosis
RSUD Prof.
Hepastis
Dr. Margono
Soekardjo
Purwokerto
Dr. Prof. Dr. A. Prof. dr.
Dra. IDSAP dr. Imam Prof. Dr. Teguh
Suliyanto.,SE, Widanti S, SH. Lisyani BS,
Peramiarti, Budiwiyono, Prasetyo, SH, [Link]
Pembimbing / Promotor MM CN SpPK(K)
[Link] SpPK(K) Dr. Jawade Hafidz,
Wiwiek B. Resti dr. Imam
dr. Agung SDL, dr. Herniah SH, MH
[Link]., Nurhayati, SH., Budiwiyono,
MSc Ph AW, SpPK
MSc [Link] SpPK(K)

58
C. Pengalaman Penelitian Dalam 5 Tahun Terakhir

Pendanaan
No Tahun Judul Penelitian Status
Sumber Dana Jumlah
Uji Sensitivitas Dan Spesifisitas Mentzer
Index, Red Distribution Width Index Dan
1 2018 Green And King Index Terhadap Diagnosis Anggota Internal Fakultas Rp. 0,00
Talasemia Beta Minor Dan Anemia Defisiensi
Besi
Mutation spectrum of alpha and beta
Internal
2 2018 globin genes in thalassemia Anggota Rp. 75.000.000,00
Universitas
hemoglobinopathy in Central Java
Perbandingan Kadar Substansi P Serum pada
Pasien Pre dan Post Operasi Tiroid yang
Internal
3 2017 Diberi Analgetik Bupivakain 25% dengan Anggota Rp. 14.000.000,00
Universitas
Teknik Bilateral Superficial Cervical Plexus
Blok (BSCPB)
Kadar Homocysteindan Profil Lipid pada
4 2016 Individu Non DM, Penderita DM dengan dan Anggota Internal Fakultas Rp. 47.400.000,00
Tanpa Komplikasi Kardiovaskuler

D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam 5 Tahun Terakhir

Pendanaan
No Tahun Judul Penelitian Status
Sumber Dana Jumlah
Penyuluhan Kesehatan Dengan Tema
.{aernia Defisiensi Besi, Pemeriksaan
Sederhana Mendeteksi Anernia, Katarak Dan
1 2018 Anggota Lainnya Rp. 500.000,00
Penanganan Awal Penyakit Sumbatan Jantung
Pada Usia Lanjut Di Posyandu Lansia

6'PEMERIKSAAN KESEHATAN'' di Klinik


Diponegoro dan Laboratorium Kebencanaan
2 2018 Undip Desa Gulon, Kecamatan Salam, Ketua Internal Fakultas Rp. 500.000,00
Kabupaten Magelang, Rabu, 1 AGUSTUS 2018

'PENYULUHAN PEMERIKSAAN TES


CEPAT MOLEKULER BAGI TENAGA
Pemerintah
3 2018 KESEHATAN' di RSUD Ajibarang Ketua Rp. 1.500.000,00
Daerah
Kabupaten Banyumas Jumat, 12 Oktober 2018

Pelayanan kesehatan di klinik Diponegoro dan


laboratorium kebencanaan UNDIP Desa Gulon, Internal
4 2017 Anggota Rp. 500.000,00
Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, 16 Universitas
Februari 2017
Bakti sosial pemeriksaan tekanan darah dan
5 2017 tes POCT gula darah di RSUP Dr. Anggota Lainnya Rp. 1.500.000,00
Kariadi 14 Juni 2017
Pemberdayaan masyarakat dalam upaya
pencegahan thalasemia mayor melalui
6 2017 edukasi dan skrening pada keluarga pasien Anggota Kemenristekdikti Rp. 15.000.000,00
talasemia serta pembentukan kelompok
sahabat talasemia

59
Pendanaan
No Tahun Judul Penelitian Status
Sumber Dana Jumlah
Memberikan pelayanan kepada masyarakat
sebagai tim medis dalam kegiatan pengabdian
kepada masyarakat FK UNDIP di Klinik
7 2017 Anggota Internal Fakultas Rp. 500.000,00
Diponegoro dan Laboratorium Kebencanaan
UNDIP, Desa Gulon, Kec. Salam, Kab.
Magelang
Penyuluhan kesehatan cara cuci tangan yang
8 2017 benar siswa kelas 2 SD Gulon 4, Desa Gulon, Anggota Internal Fakultas Rp. 500.000,00
Kecamatan Salam
.'PELAYANAN KESEHATAN'' di Klinik
Diponegoro dan Laboratorium Kebencanaan
9 2017 Undip Desa Gulon, Kecamatan Salam, Ketua Internal Fakultas Rp. 500.000,00
Kabupaten Magelang Kamis, l9 April 2017

Penyuluhan Cuci Tangan yang Baik dan Benar


di SD Gulon 4 Desa Gulon, Kecamatan Salam,
10 2017 Anggota Lainnya Rp. 500.000,00
Kabupaten Magelang, Tanggal 20 September
2017
Pelayanan Kesehatan di Klinik
Diponegoro dan Laboratorium
11 2017 Kebencanaan Undip, Desa Gulon, Anggota Internal Fakultas Rp. 500.000,00
Kecamatan Salam Magelang, pada
Tanggal 19 April 2017.

60
E. Publikasi Jurnal Dalam 5 Tahun Terakhir

Status
No Tahun Judul Publikasi Jurnal Status Identitas Jurnal
Jurnal
Jurnal
International Medical Journal ISSN Internasional
Transformation of CML Blast Crisis into ALL:
1341-2051 Terindeks
1 2020 Case Finding in Patient‟s First Visit to Penulis ke 1
Vol. 25 / No. 2 Scopus,
Healthcare
[Link] Thomson (SCI,
SSCI)
Jurnal
International Medical Journal ISSN Internasional
Relationship between Inflammation Markers and
1341-2051 Terindeks
2 2020 Stenosis Degrees in Stable Coronary Heart Penulis ke 1
Vol. 25 / No. 2 Scopus,
Disease
[Link] Thomson (SCI,
SSCI)
DIPONEGORO MEDICAL
THE LEVEL OF UNDERSTANDING OF
JOURNAL Jurnal Nasional
GENERAL DOCTORS AND SPECIALIST
3 2020 Penulis ke 4 ISSN 2540-8844 Terakreditasi
DOCTORS IN THE MAKING OF VISUM ET
Vol. 9 / No. 1
REPERTUM IN SEMARANG CITY
[Link]
Jurnal
Pakistan Journal of Medical and
Internasional
Correlation Between AIP, SAA, MPV and Health Sciences
Terindeks
4 2019 Stenosis Degree in Coronary Artery Disease Penulis ke 3 ISSN 1996-7195
Scopus,
Vol. 13 / No. 4
Thomson (SCI,
[Link]
SSCI)
JURNAL KEDOKTERAN
Hubungan Antara Body Mass Index Dengan Q
DIPONEGORO Jurnal Nasional
Angle : Studi Pada Mahasiswa Fakultas
5 2019 Penulis ke 3 ISSN 2540-8844 Terakreditasi
Kedokteran Universitas Diponegoro
Vol. 8 / No. 1
[Link]
Pakistan Journal of Medical and
Correlation Between Fasting Blood Glucose Health Sciences Jurnal
6 2019 and Hba1c with Vitamin D in Diabetes Penulis ke 2 ISSN 1996-7195 Internasional
Mellitus Vol. 13 / No. 4 Lainnya
[Link]
Correlation between Leucocyte Count,
Bali Medical Journal ISSN
Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR), C- Jurnal Nasional
2089-1180
7 2019 reactive Protein (CRP) and Coronary Artery Penulis ke 1 Terakreditasi
Vol. 8 / No. 1
Stenosis Degree on Stable Coronary Artery
[Link]...
Disease
JURNAL KEDOKTERAN
DIPONEGORO Jurnal Nasional
Perbedaan Kadar Magnesium Dan Klorida Pre
8 2019 Penulis ke 3 ISSN 2540-8844 Terakreditasi
Dan Post Hemodialisis
Vol. 8 / No. 1
[Link]
A rare case of Hb H disease caused by compound Bali Medical Journal ISSN
Jurnal Nasional
heterozygous for ? thalasemia and Hb Quong Sze 2302-2914
9 2019 Penulis ke 3 Terakreditasi
in Chinese Indonesian proband: A case report Vol. 8 / No. 2
[Link]

Jurnal Gizi Indonesia ISSN


Jurnal Nasional
Correlation Between Hba1c Level And 2338-3119
10 2019 Penulis ke 1 Terakreditasi
Monocyte Percentage In Obesity Vol. 8 / No. 1
[Link]

61
Status
No Tahun Judul Publikasi Jurnal Status Identitas Jurnal
Jurnal
Protection of Human Right for Pregnant SOEPRA Jurnal Hukum Kesehatan
Women in Implementing HIV/AIDS Screening ISSN 2548-818x Jurnal Nasional
11 2019 for Prevention of HIV/AIDS transmission from Penulis ke 3 Vol. 5 / No. 1 Terakreditasi
mother to Child in Bantul District Health [Link]
Center
Hubungan Profil Lipid Dan C-Reactive Protein Intisari Sains Medis ISSN
Jurnal Nasional
(CRP) Dengan Derajat Stenosis Koroner Pada 2089-9084
12 2019 Penulis ke 2 Terakreditasi
Penyakit Jantung Koroner Stabil Vol. 10 / No. 1
[Link]
International journal of Jurnal
Engineering Business and Internasional
Determinants of Work Productivity in Laboratory Management (IJEBM) ISSN Terindeks
13 2019 Penulis ke 1
of Regional Public Hospital 2456-7817 Scopus,
Vol. 3 / No. 6 Thomson (SCI,
[Link] SSCI)
Media Medika Muda ISSN
Hubungan Masa Simpan Packed Red Cell Jurnal Nasional
1858-3318
14 2018 dengan Kejadian Febrile Non Haemolytic Penulis ke 3 Terakreditasi
Vol. 3 / No. 1
Transfusion Reaction (FNHTRs)
[Link]
Jurnal
Pakistan Journal of Medical and
Internasional
The Difference of D-Dimer Levels between Health Sciences
Terindeks
15 2018 Chronic Hepatitis and Cirrhotic Hepatic Penulis ke 1 ISSN 1996-7195
Scopus,
Vol. 12 / No. 3
Thomson (SCI,
[Link]
SSCI)
Media Medika Muda ISSN
Jurnal Nasional
Hubungan Antara Jumlah CD4 Dan Kadar 1858-3318
16 2018 Penulis ke 2 Terakreditasi
Hemoglobin Pasien HIV Vol. 3 / No. 1
[Link]
Uji Sensitivitas Dan Spesifisitas Mentzer JURNAL KEDOKTERAN
Index, Red Distribution Width Index Dan DIPONEGORO Jurnal Nasional
17 2018 Green And King Index Terhadap Diagnosis Penulis ke 2 ISSN 2540-8844 Terakreditasi
Talasemia Beta Minor Dan Anemia Defisiensi Vol. 7 / No. 2
Besi [Link]
JURNAL KEDOKTERAN
Perbedaan Profil Lipid Pada Pasien DIPONEGORO Jurnal Nasional
18 2018 Dengan Angina Pektoris Stabil Dan Penulis ke 5 ISSN 2540-8844 Terakreditasi
Sindroma Koroner Akut Vol. 7 / No. 2
[Link]
International Journal of
Construction On Regulations For Setting Up &
Advanced Research ISSN Jurnal
Running An Integrated Clinic Laboratory: (A
19 2017 Penulis ke 1 2320-5407 Internasional
Dignified Justice Perspective)
Vol. 5 / No. 7 Lainnya
[Link]
Universa Medicina ISSN
Prothrombine and activated partial thromboplatin 1907-3062 Jurnal
20 2016 time are prolonged in hepatic cirrhosis Penulis ke 1 Vol. 35 / No. 1 Internasional
Lainnya
10.18051/UnivMed.2016.v35...

62
F. Penulisan Buku Dalam 5 Tahun Terakhir

Jml.
No Tahun Judul Status ISBN Penerbit
Hal.
Panduan ketrampilan klinik dokter profesional :
Undip Press
1 2018 pengembangan kepribadian profesional, informed consent, Penulis ke 3 978-979-097-565-1 80
universal precautions
Fakultas
Kedokteran
2 2017 Update in Urinalysis Diagnostic Penulis ke 1 978-602-1679-67-8 88
Universitas
Diponegoro

G. Pemakalah Forum Ilmiah Dalam 5 Tahun Terakhir

Tingkat
No Tahun Judul Forum Status
Forum
International Conference on
Correlation between HbA1c Level Translational Medicine and Health Invited /
Tingkat
1 2018 and Monocyte Percentage in Sciences (ICTMHS) 2018 Keynote
Internasional
Obesity Fakultas Kedokteran Undip Semarang Speaker

International Conference on
Correlation Between Visceral Fat
Translational Medicine and Health Invited /
and Hepcidin, Hemoglobin, Iron Tingkat
2 2018 Sciences (ICTMHS) 2018 Keynote
Serum, HBA1C in Overweight and Internasional
Fakultas Kedokteran Undip Semarang Speaker
Obesity

International Conference on
Atypical Mononuclear Cell in
Translational Medicine and Health Invited /
Immune Thrombocytopenia Tingkat
3 2018 Sciences (ICTMHS) 2018 Keynote
Purpura (ITP) with Massive Internasional
Fakultas Kedokteran Undip Semarang Speaker
Bleeding

Hubungan kadar HbA1c dengan Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) XVI PDS
Pemakalah Biasa Tingkat Nasional
4 2017 presentase monosit pada obesitas PatKLin
Palembang
Comparison of serum p substance
levels in pre and post thyroid International Conference on
surgery patients given 0.25% Translational Medicine and Health
Pemakalah Biasa Tingkat
5 2017 bupivacaine analgesic by bilateral Science
Internasional
superficial cervical plexus block FK Undip Semarang
(BSCPB)
Hubungan antara jumlah CD4 Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) XVI PDS
Pemakalah Biasa Tingkat Nasional
6 2017 Dan kadar hemoglobin pasien PatKLin
HIV Palembang

International Conference on
Homocysteine Levels and Lipid
Translational Medicine and Health
Profile On Non DM and DM Pemakalah Biasa Tingkat
7 2017 Science
Individuals with and without Internasional
FK Undip Semarang
Cardiovascular Complications

63
Tingkat
No Tahun Judul Forum Status
Forum
International Conferences on
The Difference of D-Dimer Levels
Translational Medicine and Health
between Chronic Hepatitis and Pemakalah Biasa Tingkat
8 2017 Science
Cirrhotic Hepatic Internasional
FK Undip Semarang

Hubungan Masa Simpan Packed


Red Cell Dengan Kejadian Febrile Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) XVI PDS
Pemakalah Biasa Tingkat Nasional
9 2017 Non Haemolytic Transfusion PatKLIn
Reaction (FNHTRs) Palembang

The 9th national congress and


15thannual scientific meeting of
Hubungan kadarhemoglobin
indonesian association of clinical
darah dengan point of care Pemakalah Biasa Tingkat Nasional
10 2016 patologi and laboratory medicine 2016
testingPOCT) dan
PDS PatKLin
spe-ktrofotometer
Surakarta

H. HKI Dalam 5 Tahun Terakhir

Tidak ada riwayat.

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Riset Pengembangan dan Penerapan (RPP) tahun
anggaran 2021.

Semarang, 5 Februari 2021

Dr. dr. I. Edward KSL, MM, MHKes, SpPK(K),MSiMed


NIP. 198409052015041001

64
BIODATA ANGGOTA PENELITI

I. Identitas Diri

1. Nama Lengkap : dr. Ariosta, SpPK


2. Jabatan Fungsional : III B/ Asisten Ahli
3. NIP / NIDN : 108503242010121004 / 0024038501
4. Tempat / Tanggal Lahir : Jakarta, 24 Maret 1985
5. Alamat Rumah : Perumahan Graha Padma, Jalan Taman
Alamanda 3 no 1, Semarang
6. Telpon/ Fax :-
7. Nomor HP : 085640255229
8. Alamat Kantor : Fakultas Kedokteran UNDIP Jalan Prof Dr.
Soedharto, Tembalang Semarang
9. Telpon/ Fax : (024) 8311485
10. Email : setyadi85@[Link]
11. Mata Kuliah yang diampu :
Modul 3.1 Aspek Laboratorium Tumor Marker
Aspek Laboratorium Karbohidrat, Protein dan Lemak
Modul 3.2 Aspek Laboratorium Hemostasis
Modul 3.3 Aspek Laboratorium Sklerosis dan Paralisis
Modul 4.2 Aspek Laboratorium Tiroid
Modul 4.3 Aspek Laboratorium Ginjal
PPDS PK Mikrobiologi Klinis
PPDS PK Kesehatan dan Keselamatan Kerja Laboratorium
S1 FKG Aspek Laboratorium Asam Basa dan Elektrolit
Modul 5.2 Aspek Laboratorium Geriatri

II. Riwayat Pendidikan


Program S1 S2/ Spesialis

Nama Perguruan Universitas Diponegoro Universitas Diponegoro


Tinggi

Bidang Ilmu S1 Kedokteran Umum PPDS Patologi Klinik

Tahun Masuk 2003 2010

Tahun Lulus 2007 2015

Judul Skripsi / Tesis Perbandingan Tekanan Perbedaan Respon Nyeri


Darah Dan Frekuensi Pada Pasien Yang
Jantung Pada Penderita Dilakukan Punksi Sumsum
Yang Mendapat Meperidin Tulang Dengan Premedikasi
Dan Ketamin Pada Akhir Midazolam Dan Tanpa
Anestesi Umum Premedikasi

Nama Pembimbing dr. Uripno Budiono, [Link] dr. Imam Budiwiyono,


[Link](K)

dr. Herniah AW, [Link]

65
III. Pengalaman Penelitian
No Tahun Judul Penelitian Sumber Jumlah (Rp)
(Ketua/Anggota) Dana

1 2017 Terapi topical tretinoin 0,025% Mandiri Rp. 5.000.000,00


+ Zinc oral dibandingkan topi
kalnicotinamide 4% + zinc oral
pada akne vulgaris
2 2017 Gambaran gangguan irama Mandiri Rp. 5.000.000,00
jantung yang disebabkan karena
hiperteroid
3 2017 Hubungan Indeks Trombosit Mandiri Rp. 5.000.000,00
Dengan CKMB Dan Troponin
Pada Pasien Sindrom Koroner
Akut
4 2017 Perbandingan pijat akupuntur Selain Rp.
(Accu-pressure) telinga terhadap APBN FK 15.000.000,00
kadar leptin pada obesitas UNDIP

IV. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat


No Tahun Judul Pengabdian Sumber Jumlah (Rp)
(Ketua/Anggota) Dana

1 2017 Pemberdayaan masyarakat PNBP Rp. 15.000.000,00


dalam upaya pencegahan FK
thalasemia mayor melalui UNDIP
edukasi dan skrening pada
keluarga pasien talasemia serta
pembentukan kelompok sahabat
talasemia

(Anggota)

2 2017 Bakti sosial pemeriksaan RSUP Rp. 1.500.000,00


tekanan darah dan tes POCT Dr.
gula darah Kariadi

3 2017 Pelayanan Kesehatan Di Klinik DIPA Rp. 500.000,00


Diponegoro dan Kebencanaan FK
Undip Desa Gulon, Kecamatan UNDIP
Salam, Kabupaten Magelang,

4 2017 Pengobatan massal dalam rangka Mandiri Rp. 500.000,00


hari orang sakit sedunia (Gua
Maria Kerep Ambarawa)

5 2018 Siaran Radio Sindo Trijaya - -


FM "Pemeriksaan TB"

66
6 2018 Pelayanan Kesehatan Di Klinik DIPA Rp. 500.000,00
Diponegoro dan Kebencanaan FK
Undip Desa Gulon, Kecamatan UNDIP
Salam, Kabupaten Magelang,

V. Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah dalam Jurnal (5 tahun


terakhir)
No Tahun Judul Artikel Penulis Nama Jurnal, Terakreditasi
Utama/ Vol, No / Belum
Anggota

1 2017 Terapi topical Anggota Jurnal Belum


tretinoin 0,025% + Kedokteran
Zinc oral DiponegoroVol.6,
dibandingkan topi No.2
kalnicotinamide
4% + zinc oral
pada akne vulgaris
2 2017 Gambaran Anggota Jurnal Belum
gangguan irama Kedokteran
jantung yang DiponegoroVol.6,
disebabkan karena No.2
hiperteroid
3 2017 Perbandingan pijat Ketua Jurnal Belum
akupuntur (Accu- Kedokteran
pressure) telinga Diponegoro tahun
terhadap kadar 2020
leptin pada obesitas

VI. Pengalaman Penulisan Buku (5 tahun terakhir)


No Tahun Judul Artikel Penulis Nama Terakreditasi
Utama/ Jurnal, / Belum
Anggota Vol, No

Biodata sebagai salah satu syarat dalam pengajuan usul Riset Penerapan dan
Pengembangan dan apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian,
saya sanggup menerima sanksinya.

Semarang, 5 Februari 2021


Pengusul

dr. Ariosta, SpPK

67
BIODATA ANGGOTA PENELITI
I. Identitas Diri
1. Nama Lengkap (dengan gelar) : dr. Rebriarina Hapsari, [Link]., [Link]
2. Jabatan Fungsional : Asisten Ahli
3. NIP/NIDN : 198310012008122005/ 0001108302
4. Tempat dan Tanggal Lahir : Kab. Semarang/ 1 Oktober 1983
5. Alamat Rumah : Jl. Letjen Suprapto No. 20 Ungaran 50514
6. Telp./Fax : 024-6921791
7. Nomor HP : 08122810078
8. Alamat Kantor : Jl. Prof Soedharto Tembalang Semarang
9. Telp. / Fax :
10. Email : rebriarina@[Link]
11. Mata Kuliah yang diampu : Mikrobiologi
II. Riwayat Pendidikan
Program S1 S2
Nama Perguruan Tinggi Universitas Diponegoro Universitas Diponegoro
Bidang Ilmu Kedokteran Umum Infection and Immunity
Tahun Masuk 2001 2013
Tahun Lulus 2007 2015
Judul Skripsi/ Tesis/ Uji banding efektivitas selenium Hepatitis B in Indonesia
sulfida 2% dengan ketokonazol blood donors:
1% terhadap pertumbuhan seroprevalence and the role
Malassezia furfur pada of molecular detection
Pytiriasis versicolor
Nama Pembimbing dr. Subakir, [Link], [Link] (K) Bart L. Haagmans
Prof. David H. Muljono,
[Link]

III. Pengalaman Penelitian (5 tahun terakhir)


No. Tahun Judul Penelitian Ketua/ Ketua/Anggota Sumber Dana
Anggota
1 2020 Saliva untuk diagnosis COVID-19 Anggota PT Biofarma
2 2020 Analisis keberadaan SARS-CoV-2 pada Ketua Hibah penelitian
feses pasien COVID-19 LPPM

68
3 2020 Analisis keberagaman genetic receptor Anggota Hibah penelitian
binding domain SARS-CoV-2 pada FK Undip
pasien COVID-19 di Jawa Tengah
4 2019 Protectivity and Safety Following Anggota PT Biofarma
Recombinant Hepatitis B Vaccine with
Different source of Hepatitis B bulk
compared to Hepatitis B (Bio Farma)
vaccine in Indonesian Population
5 2017 Seroprevalensi toxoplasmosis pada Anggota Hibah penelitian
wanita usia subur di Kota Semarang FK UNDIP
6 2016 Resistensi antimikroba di RS Nasional Anggota Hibah penelitian
Diponegoro Semarang: Prevalensi dan FK UNDIP
Pengendalian

7 2016 Potensi tegurt (yogurt tempe) sebagai Anggota Hibah penelitian


probiotik dalam pengelolaan LPPM
hiperglikemia dan hiperlipidemia

8 2016 Seroepidemiologi dan tingkat Ketua Hibah penelitian


pengetahuan tentang hepatitis B pada FK UNDIP
mahasiswa kedokteran dan keperawatan
Universitas Diponegoro

IV. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat


No. Tahun Judul Penelitian Ketua/ Ketua/Anggota Sumber dana
Anggota
1 2021 Pemeriksaan Kesehatan Swab Anggota Hibah
Nasofaring/ Orofaring dan pengabdian
pemeriksaanGenetika Virus SARS masyarakat FK
COV-2 untuk pencegahan infeksi pada UNDIP
mahasiswa PS Pendidikan Profesi
Dokter FK Undip I Juli 2(D0 - 10 Juli
2020
2 2020 Melaksanakan kegiatan pengabdian Ketua FIT Radio
masyarakat sebagai Narasumber di FIT
Radio pada tanggal 10 November 2020)
3 2020 Melaksanakan kegiatan pengabdian Ketua FIT Radio
masyarakat sebagai Narasumber di FIT
Radio pada tanggal 1 September 2020)
4 2020 Melaksanakan kegiatan pengabdian Ketua RSND
masyarakat pembimbingan diagnosis
molekuler SARS-CoV-2dilaksanakan di
Laboratorium Virologi FK
Undip/RSND pada tanggal 6 - 11 Juli
2020

69
V. Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah dalam Jurnal (5 tahun terakhir)
No. Tahun Judul Artikel Penulis Nama Jurnal, Terakreditasi
Utama/ Vol., No, / Belum
Anggota Hlm Terakreditasi
1 2021 Effect of Curcuma xanthorriza Anggota Natural Internasional
Gel on Methicillin-Resistant Product bereputasi
Staphylococcus aureus-Infected Sciences (Q3)
Second-Degree Burn Wound in (accepted)
Rats

2 2020 The Nurses‟ Experience during Anggota Jurnal SINTA 2


the Caring of Coronavirus Keperawatan
(COVID-19) Patients: A Padjadjaran,
Descriptive Qualitative Study Vol 8 Issue 3
3 2020 Appropriate usage of antibiotics Anggota Jurnal SINTA 5
and its cost-effectiveness Kedokteran
Diponegoro
No 6 Vol 9
4 2020 The effect of VCO to the growth Anggota Jurnal SINTA 5
of candida albicans on denture Kedokteran
basis of acrylic resin Diponegoro
No 6 Vol 9

VI. Pengalaman Penulisan Buku (5 tahun terakhir)


No. Tahun Judul Buku Penulis Penerbit Jumlah
Utama/ Halaman
Anggota

Biodata sebagai salah satu syarat dalam pengajuan usul Riset Penerapan dan
Pengembangan dan apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidak sesuaian,
saya sanggup menerima sanksinya.
Semarang, 7 Februari 2021
Pengusul,

dr. Rebriarina Hapsari, [Link]., [Link]

70
BIODATA ANGGOTA PENELITI
I. Identitas Diri
1. Nama Lengkap (dengan gelar) : dr. Setyo Gundi Pramudo, SpPD
2. Jabatan Fungsional : Asisten Ahli
3. NIP/NIDN : 197812052010121005/
4. Tempat dan Tanggal Lahir : Yogyakarta, 5 Desember 1978
5. Alamat Rumah : Iksa Grand Green Villas C-14 Sumurejo
Gunungpati Semarang
6. Telp./Fax :
7. Nomor HP : 082324141191
8. Alamat Kantor : Jl. Prof Soedharto Tembalang Semarang
9. Telp. / Fax :
10. Email : dr.pramudo2012@[Link]
11. Mata Kuliah yang diampu : Ilmu Penyakit Dalam
II. Riwayat Pendidikan
Program S1 S2
Nama Perguruan Tinggi Universitas Diponegoro Universitas Diponegoro
Bidang Ilmu Kedokteran Umum Ilmu Penyakit Dalam
Tahun Masuk 1997 2009
Tahun Lulus 2003 2014
Judul Skripsi/ Tesis/ Fragilitas eritrosit mencit Nilai diagnostik tes IgM
yang diberi pemaparan asap antileptospira pada leptospirosis
tembakau
Nama Pembimbing [Link]. Andrew Johan, [Link] Prof. Dr. M. Hussein Gasem,
SpPD,Ph.D, K-PTI

III. Pengalaman Penelitian (5 tahun terakhir)


No. Tahun Judul Penelitian Ketua/ Ketua/Anggota Sumber Dana
Anggota
1 2015 A Prospective Study to Characterize the Anggota Otsuka
Management and Outcome of Pharmaceutical
Clostridium Difficile Infection in Asian [Link]
Pacific Countries / Anggota
2 2017 Efektivitas Hatha Yoga dan Taichi pada Anggota Hibah penelitian
perbaikan FEV1 dan FVC penderita FK UNDIP
PPOK / Anggota
3 2018 Treatment of Thrombocytopenia with Anggota Nijmegen
Oseltamivir in acute dengue virus University,
infection : a randomized, placebo Netherland

71
controlled, multicenter trial
4 2019 Parameter Terkait Hormon Paratiroid Anggota Hibah penelitian
dan Resistensi Insulin pada Diabetes FK UNDIP
Melitus Terkontrol dan Tak Terkontrol

Ketua Hibah penelitian


Prevalensi Tuberkulosis Laten pada FK UNDIP
Petugas Kesehatan di Rumah Sakit

5 2020 Hubungan CRP dengan vitamin D dan Anggota Hibah penelitian


Osteopontin pada diabetes mellitus FK UNDIP

IV. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat


No. Tahun Judul Penelitian Ketua/ Ketua/Anggota Sumber dana
Anggota
1 2015 Pengabdian masyarakat bagi kelompok Anggota Hibah
penderita diabetes melitus yang berisiko pengabdian
komplikasi vaskular masyarakat FK
UNDIP

V. Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah dalam Jurnal (5 tahun terakhir)


No. Tahun Judul Artikel Penulis Nama Jurnal, Terakreditasi
Utama/ Vol., No, / Belum
Anggota Hlm Terakreditasi
1 2016 Faktor risiko kejadian Anggota Jurnal Belum
hipertensi pada pasien yang Kedokteran terakreditasi
berobat di poliklinik RSUD Diponegoro
RAA Soewondo Pati No 5 Vol 4

2 2016 Faktor risiko kejadian hipertensi Anggota Jurnal Belum


di puskesmas Kenduruan, Kedokteran terakreditasi
Kabupaten Tuban Diponegoro
No 5 Vol 4
3 2016 Hubungan tingkat aktivitas Anggota Jurnal Belum
penyakit dengan kecenderungan Kedokteran terakreditasi
kejadian depresi pada pasien Diponegoro
Lupus Eritematosus Sistemik No 5 Vol 4
(Studi kasus di RSUP Dr
Kariadi Semarang)
4 2016 Hubungan tingkat aktivitas Anggota Jurnal Belum
penyakit dengan kualitas tidur Kedokteran terakreditasi
pada pasien Lupus Eritematosus Diponegoro
Sistemik (Studi Kasus di RSUP No 5 Vol 4

72
Dr Kariadi Semarang)
5 2017 Hubungan status gizi dengan Anggota Jurnal Belum
kualitas hidup orang dengan Kedokteran terakreditasi
HIV/AIDS di Semarang Diponegoro
No 6 Vol 2
6 2018 Gambaran klinis pasien Lupus Anggota Jurnal Belum
Eritematosus Sistemik di RSUP Kedokteran terakreditasi
Dr Kariadi 2016 Diponegoro
No 7 Vol 2
7 2020 Socio-Demografic Anggota 5th Akreditasi
Characteristics Associated with International
Loss to Follow Up of Seminar of
Antiretroviral Therapy Among Public Health
HIV and AIDS Patients in and
Semarang City, Central Java Education

Province: A Case Control Study

8 2020 The Impact of Body Mass Index Anggota Jurnal Belum


to Acute Myocardial Infarction Kedokteran akreditasi
in Hospital Patients Mortality Diponegoro
Rate in Dr Kariadi Hospital No 3 Vol 9

VI. Pengalaman Penulisan Buku (5 tahun terakhir)


No. Tahun Judul Buku Penulis Penerbit Jumlah
Utama/ Halaman
Anggota

Biodata sebagai salah satu syarat dalam pengajuan usul Riset Pengembangan
dan penerapan dan apabila dikemudian hari ternyata dijumpai ketidak sesuaian,
saya sanggup menerima sanksinya.

Semarang, 6 Februari 2021


Pengusul,

(dr. Setyo G Pramudo, SpPD)

73

Anda mungkin juga menyukai