0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan12 halaman

Konseptual Keperawatan Jiwa: Panduan Lengkap

Makalah ini membahas tentang pemahaman konseptual keperawatan jiwa dan jenis-jenis model konseptual keperawatan jiwa, seperti model psikoanalisis dan model interpersonal. Tujuannya adalah untuk memahami konseptual keperawatan jiwa dan jenis-jenis modelnya."

Diunggah oleh

Herce Mone
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan12 halaman

Konseptual Keperawatan Jiwa: Panduan Lengkap

Makalah ini membahas tentang pemahaman konseptual keperawatan jiwa dan jenis-jenis model konseptual keperawatan jiwa, seperti model psikoanalisis dan model interpersonal. Tujuannya adalah untuk memahami konseptual keperawatan jiwa dan jenis-jenis modelnya."

Diunggah oleh

Herce Mone
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

MEMAHAMI KONSEPTUAL KEPERAWATAN JIWA

DISUSUN OLEH:

NAMA:HERCE MONE

NIM:PO5303212210355

KELAS:2C

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN KUPANG

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN WAIKABUBAK

TAHUN AJARAN 2022/2023


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan atas kehadiran Tuhan yang mahakuasa karena atas
Rahmat dan Karunia-Nya sehingga makalah yang membahas tentang”MEMAHAMI
KONSEPTUAL KEPERAWATAN JIWA” dapat selesai tepat pada waktunya sebagai
salah satu tugas dari mata kuliah.

Penulisan menyadari makalah ini masih jauh dari harapan pembaca yang mana
didalamnya masih terdapat berbagai kesalahan baik dari sistem penulisan maupun isi. Oleh
karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dan sifatnya membangun sehingga dalam
makalah berikutnya dapat diperbaiki serta ditingkatkan kualitasnya.

Penulis menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita
semua.

Waikabubak, 23 Februari 2023

Penulis
DAFTAR ISI

COVER........................................................................................................................................

KATA PENGANTAR..................................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN.............................................................................................................

A. LATAR BELAKANG......................................................................................................
B. RUMUSAN MASALAH.................................................................................................
C. TUJUAN..........................................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN.............................................................................................................

A. PRNGERTIAN KONSEPTUAL KEPERAWATAN


JIWA............................................
B. MACAM-MACAM KONSEPTUAL KEPERAWATAN JIWA....................................

BAB III PENUTUP......................................................................................................................

A. KESIMPULAN................................................................................................................
B. SARAN............................................................................................................................

DAFTAR
PUSTAKA...................................................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Model konseptual merupakan kerangka kerja konseptual, sistem atau skema yang
menerangkan tentang serangkaian ide global tentang keterlibatan individu, kelompok,
situasi, atau kejadian terhadap suatu ilmu dan perkembangannya. Model konseptual
memberikan keteraturan untuk berfikir, mengobservasi dan menginterpretasi apa yang
dilihat, memberikan arah riset untuk mengidentifikasi suatu pertanyaan untuk
menanyakan tentang fenomena dan menunjukkan pemecahan masalah (Brockopp,
1999 : 73 ).
Model konseptual keperawatan jiwa mengurai situasi yang terjadi dalam
lingkungan atau stresor yang mengakibatkan seseorang individu menciptakan
perubahan yang adaptif baik secara mandiri maupun bantuan perawat. Model
konseptual keperawatan jiwa merupakan upaya yang dilakukan baik oleh perawat
untuk  menolong seseorang dalam mempertahankan keseimbangan melalui
mekanisme koping yang positif untuk mengatasi stresor yang dialaminya (Videbeck,
2008 : 54).
Model psikoanalisa adalah pandangan pada manusia yang pada  hakikatnya
adalah makhluk dorongan nafsu. Psikoanalisa merupakan model yang pertama
dikemukakan oleh Sigmund Freud, sehingga beliau di kenal dengan bapak
Psikoanalisa. Psikoanalisa meyakini bahwa penyimpangan perilaku pada usia dewasa
berhubungan dengan perkembangan pada masa anak ( Kohnstamn & Palland, 1984 :
66 ).
Model psikoanalisa tidak dapat terpisahkan dalam praktik keperawatan
khususnya dalam lingkup keperawatan jiwa. Model psikoanalisa memandang bahwa
perilaku yang ditunjukkan oleh setiap manusia tidak terlepas dari proses tumbuh
kembang yang dialaminya. Sehingga kegagalan seseorang dalam fase tumbuh
kembangnya dapat menyebabkan seseorang melakukan perilaku yang maladaptive.
Berdasarkan masalah-masalah di atas,kami tertarik untuk membahas model
konseptual keperawatan jiwa secara lebih mendalam khususnya tentang model
psikoanalisa.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara menerapkan konseptual keperawatan jiwa?
2. Apa saja macam-macam konseptual keperawatan jiwa?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui konseptual keperawatan jiwa.
2. Untuk mengetahui macam-macam konseptual keperawatan jiwa.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian model konseptual keperawatan jiwa


Model adalah contoh, menyerupai, merupakan pernyataan simbolik tentang
fenomena, menggambarkan teori dari skema konseptual melalui penggunaan symbol
dan diafragma, dan Konsep adalah suatu keyakinan yang kompleks terhadap suatu
obyek, benda, suatu peristiwa atau fenomena berdasarkan pengalaman dan persepsi
seseorang berupa ide, pandangan atau keyakinan. Model konsepadalah rangkaian
konstruksi yang sangat abstrak dan berkaitan yang menjelaskan secara luas fenomena-
fenomena, mengekspresikan asumsi dan mencerminkan masalah. (Hidayat, 2006,
hal.42)
Model konseptual merupakan kerangka kerja konseptual, sistem atau skema yang
menerangkan tentang serangkaian ide global tentang keterlibatan individu, kelompok,
situasi, atau kejadian terhadap suatu ilmu dan perkembangannya. Model konseptual
memberikan keteraturan untuk berfikir, mengobservasi dan menginterpretasi apa yang
dilihat, memberikan arah riset untuk mengidentifikasi suatu pertanyaan untuk
menanyakan tentang fenomena dan menunjukkan pemecahan masalah (Christensen &
Kenny, 2009, hal. 29).
Model adalah cara mengorganisasi pokok pengetahuan yang kompleks. Model
konseptual merupakan kerangka kerja konseptual, sistem atau skema yang
menerangkan tentang serangkaian ide global tentang keterlibatan individu, kelompok,
situasi, atau kejadian terhadap suatu ilmu dan perkembangannya (Brockopp, 1999).
Model konseptual keperawatan merupakan suatu cara untuk memandang situasi
dan kondisi pekerjaan yang melibatkan perawat di dalamnya. Model konseptual
keperawatan memperlihatkan petunjuk bagi organisasi dimana perawat mendapatkan
informasi agar mereka peka terhadap apa yang terjadi pada suatu saat dengan apa
yang terjadi pada suatu saat juga dan tahu apa yang harus perawat kerjakan
(Brockopp, 1999 : 73).
Model konseptual keperawatan jiwa mengurai situasi yang terjadi dalam situasi
lingkungan atau stresor yang mengakibatkan seseorang individu berupa menciptakan
perubahan yang adaktif dengan menggunakan sumber-sumber yang tersedia. Model
konseptual keperawatan jiwa mencerminkan upaya menolong orang tersebut
mempertahankan keseimbangan melalui mekanisme koping yang positif unutk
mengatasi stresor ini (Videbeck, 2008 : 54).
B. Macam-macam model konseptual keperawatan jiwa
Menurut Yosep (2009 : 12), konseptual model keperawatan, dapat
dikelompokkan menjadi beberapa model yaitu :
1. Model Psikoanalisis ( Freud, Erickson)

Model ini menjelaskan bahwa gangguan jiwa dapat terjadi pada seseorang
apabila ego (akal) tidak berfungsi dalam mengontrol id (kehendak nafsu atau
insting). Ketidakmampuan seseorang dalam menggunakan akalnya ( ego ) untuk
mematuhi tata tertib, peraturan, norma, agama (super ego/das uber ich), akan
mendorong terjadinya penyimpangan perilaku (defiation of behavioral).

Proses terapeutik Psikoanalisa memakai : Free association, analisa mimpi dan


transfer untuk membentuk kembali perilaku. Free association : mencurahkan
seluruh pikiran dan perasaan tanpa ada sensor. Terapist akan mencari pola kata-
kata dan area yang secara tidak sadar dihindari. Kemudian dibandingkan dengan
ilmu terapist tentang pengetahuan tentang jiwa dan konflik. konflik yang dihindari
klien dianggap hambatan dan harus diselesaikan. Analisa mimpi : menjadi
gambaran konflik intra psikis yang menjadi hambatan klien dalam berperilaku.
Simbol-simbol mimpi dianalisa dan disimpulkan. Kedua proses ini dilengkapi
dengan transfer yaitu terapist menjadi sasaran perilaku atau perasaan klien.
2. Model interpersonal

Teori ini dikemukakan oleh Harri Stack Sullivan. Dia menganggap perilaku
itu merupakan bentukan karena adanya interaksi dengan orang lain atau
lingkungan sosial. Kecemasan disebabkan perilakunya tidak sesuai atau tidak
diterima orang lain sehingga akan ditolak oleh lingkungan. Perilaku timbul karena
adanya dorongan untuk kepuasan dan dorongan untuk keamanan. Perilaku karena
adanya dorongan untuk memuaskan diri disebabkan karena adanya kelaparan,
tidur, kenyamanan dan kesepian. Keamanan berhubungan dengan penyesuaian diri
terhadap nila-nilai budayaseperti nilai-nilai masyarakat dan suku. Sulivan
beranggapan bila kemampuan untuk memenuhi kebutuhan akan kepuasan dan
keamanan terganggu maka dia akan mengalami sakit mental. 

3. Model sosial

Konsep ini dikemukan oleh Gerard Caplan, yang menyatakan bahwa perilaku
dipengaruhi lingkungan sosial dan budaya. Caplan percaya bahwa situasi sosial
dan menjadi faktor predisposisi klien mengalami gangguan mental, seperti
kejadian kemiskinan, masalah keluarga dan pendidikan yang rendah. Karena
kondisi ini akhirnya individu mengalami ketidakmampuan mengkoping stes,
ditambah lagi dukungan dari lingkungan sangat sedikit. Individu mengembangkan
koping yang patologis. Krisis juga bisa menyebabkan klien mengalami perubahan
perilaku. Koping yang selama ini dipakai dan dukungan dari lingkungan tidak
dapat dipakai lagi sehingga klien mengalami penyimpangan perilaku.

4. Model eksistensi

Konsep ini didasarkan teori dari Sartre, Heidegger dan Keirkegaard. Fokus
teori berdasarkan pengalaman kllien disini dan saat ini, tidak memperhitungkan
masa lalu klien. Seseorang akan merasa hidupnya bermakna bila dia menerima
dirinya apa adanya dan memakai itu untuk berinteraksi dengan lingkungannya.

5. Model medical

Konsep ini dikemukan oleh Siglar and Osmond. Fokusnya pada diagnosis
penyakit mental dan proses pengobatan berdasarkan diagnosis. Proses pengobatan
ke arah somatik : farmakoterapi, ECT atau psikosurgery. Fungsi model medikal
adalah mengobati yang sakit dan proses pengobatan pada fisik, tidak menyalahkan
perilaku kliennya.

6. Model komunikasi

Konsep ini dikemukan oleh Eric Berne. Dia mengatakan bahwa setiap
perilaku, baik verbal maupun nonverbal adalah bentuk komunikasi.
Ketidakmampuan komunikasi mengakibatkan kecemasan dan frustasi.

7. Model perilaku

Konsep ini berdasarkan teori belajar. dan mengatakan bahawa semua perilaku
itu dipelajari. Perilaku seseorang karena dia belajar itu dari lingkungannya. Fokus
konsep ini terletak pada tindakan, bukan pada pikiran atau perasaan individu.
Perubahan perilaku membuat perubahan pada kognitif dan afektif.

8. Model keperawatan

Konsep ini dikemukan oleh Dorethea, Orem, Joan Richi, Roy dan Martha
Rogers. Konsep ini berdasarkan teori sistem, teori perkembangan dan teori
interaksi yang bersifat holistik : bio-psiko-sosial spiritual. Perawat mengarah pada
perubahan perilaku, menyediakan waktu banyak, menciptakan hubungan yang
terapeutik dan sebagai pembela klien.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Model konseptual memberikan kerangka kerja dengan cara mengidentifikasi
suatu pertanyaan untuk mendapatkan pemecahan masalah. Model konseptual
keperawatan jiwa digunakan perawat sebagai acuan untuk menolong seseorang agar
dapat menghadapi stressor melalui meksnisme koping yang positif.
Model psikoanalisa mempunyai pandangan bahwa manusia adalah makhluk dorongan
nafsu. Selain itu, psikoanalisa meyakini bahwa penyimpangan perilaku yang terjadi
pada masa dewasa sangat dipengaruhi oleh perkembangan pada masa anak. Oleh
karena itu, kejadian pada masa lalu (masa kecil) akan sangat berpengaruh pada
pembentukan kepribadian seseorang.
Perawat dapat menerapkan model psikoanalisa dalam praktik keperawatan untuk
mengungkapkan masalah yang dialami seseorang. Perawat dapat berperan sebagai
konselor yang dapat memberikan pemecahan masalah pada seseorang yang
mengalami pengalaman buruk baik dimasa lalu maupun yang sedang dialaminya.
Contohnya seseorang yang tidak dapat mengontrol dirinya ketika marah, dapat di
ajarkan untuk melakukan marah produktif atau diajarkan teknik distraksi, sehingga
selain sebagai konselor peran perawat promotif.
B. Saran
1. Perawat diharapkan dapat menerapkan model konseptual keperawatan  jiwa
khususnya model psikoanalisa dalam merespon setiap perilaku yang
maladaptif yang ditunjukkan oleh klien melalui  pendekatan terapeutik dengan
cara menjalin rasa saling percaya untuk mendapatkan pemecahan dari masalah
klien. 
2. Institusi pelayanan keperawatan khususnya rumah sakit maupun puskesmas
diharapkan mampu menerapkan model psikoanalisa pada setiap perawat yang
ada melalui pendekatan terapeutik  dalam mengatasi masalah yang timbul.
3. Institusi pendidikan keperawatan dapat memberikan pendidikan yang
mendalam mengenai model konseptual khususnya model psikoanalisa
sehingga mahasiswa dapat menjadikan model psikoanalisa sebagai salahsatu
alternatif yang dapat digunakan untuk mengkaji penyebab timbulnya perilaku 
maladaptif yang kelak akan ditemui dilapangan.

DAFTAR PUSTAKA

Perry & potter. 1999. Fundamental keperawatan. Jakarta : EGC

Suliswati, Dkk. 2004. Konsep dasar keperawatan kesehatan jiwa. Jakarta :

       EGC

Maramis, Willy F. & Maramis Albert A. 2009. Ilmu kedokteran jiwa. Jakarta :

      AUP

Kohnstamm. 1984. Sejarah ilmu jiwa.

Sunaryo. 2004. Psikologi lingkup keperawatan. Jakarta : EGC

Stuart   Wiscarz,   Sandra I.   Sundeen. 1995  . Prinsip   dan   Praktik   Ilmu

       Keperawatan Psikiatri. Ed.5. Missouri: Mosby.

Ann Isaacs. 2005. Keperawatan Kesehatan Jiwa dan Psikiatrik. Ed.3. Jakarta:


       EGC

Kaplan, Harold I. & Sadock, Benjamin J. 2010. Synopsis psikiatri. Tengerang:

       BINARUPA AKSARA Publisher

Yosep, Iyus. 2009. Keperawatan jiwa. Bandung : PT Refika Aditama

Anda mungkin juga menyukai