100% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
1K tayangan427 halaman

Panduan Memilih Saham yang Efektif

Ebook ini memberikan panduan bagi trader pemula untuk memilih saham yang potensial naik 5-10% dalam sehari melalui analisis teknikal. Ebook ini menjelaskan berbagai jenis trader, jangka waktu yang disarankan untuk trading, dan konsep-konsep penting seperti swing trading, intraday trading, saham-saham berbeda klasifikasi, fraksi harga, auto reject, dan spread bid-offer.

Diunggah oleh

fian lukas guntur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (4 suara)
1K tayangan427 halaman

Panduan Memilih Saham yang Efektif

Ebook ini memberikan panduan bagi trader pemula untuk memilih saham yang potensial naik 5-10% dalam sehari melalui analisis teknikal. Ebook ini menjelaskan berbagai jenis trader, jangka waktu yang disarankan untuk trading, dan konsep-konsep penting seperti swing trading, intraday trading, saham-saham berbeda klasifikasi, fraksi harga, auto reject, dan spread bid-offer.

Diunggah oleh

fian lukas guntur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PLUS: Panduan Memilih Saham yang Naik 5-10%

dalam Sehari

i
PANDUAN SIMPEL DAN EFEKTIF (SCREENING) SAHAM YANG BAGUS

EL HEZEKIAH SABBAT

Hak Cipta dilindungi oleh undang-undang. Ebook Panduan Simpel dan Efektif

(Screening) Saham yang Bagus pertama kali diterbitkan oleh El Hezekiah Sabbat,

pemilik dan pengelola website [Link].

El Hezekiah Sabbat, [Link]


Sama seperti buku, ebook ini memiliki Hak Cipta. Anda tidak diizinkan membagikan,

menyebarluaskan ebook ini, menjual untuk kepentingan komersil maupun mengubah konten

ebook tanpa seizin penulis. Setiap pelanggaran Hak Cipta akan dikenakan sanksi sesuai

dengan peraturan Undang-Undang yang berlaku.

Apabila anda ingin merekomendasikan ebook ini kepada teman atau saudara anda,

rekomendasikanlah ebook melalui link di web Sahamgain berikut ini:

[Link]

[Link]

Hak Cipta maupun hak untuk menjual ebook, baik adalah hak penulis El Hezekiah Sabbat

sebagai pemilik website [Link].


Sanski Pelanggaran Pasal 72

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002

Tentang HAK CIPTA

1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam
pasal 2 Ayat (1) atau Pasar 49 Ayat (1) dan Ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing
paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp1.000.000 (satu juta rupiah), atau
pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000 (lima
miliar rupiah).
2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum
suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagai dimaksud pada Ayat
(1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/ atau denda paling banyak
Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah).
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan

karunianya, sehingga Ebook ―Panduan Simpel dan Efektif Memilih Saham yang Bagus‖

dapat diselesaikan dengan baik. Ebook ini disusun untuk memenuhi kebutuhan para trader

sebagai panduan, agar trader bisa mendapatkan profit konsisten di pasar saham, dengan

memilih saham-saham yang bagus secara analisis teknikal.

Tidak lupa secara khusus saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-

besaranya kepada:

1. Orang tua serta para saudara yang terus memberi dorongan, semangat dan movitasi pada

penulis untuk bisa menyelesaikan ebook ini dengan baik dan tepat waktu.

2. Danareksa Sekuritas yang banyak membimbing dan berbagi ilmu tentang dunia saham.

3. Teman-teman seperjuangan trader saham.

4. Rekan-rekan yang bertanya dan konsultasi. Melalui pertanyaan rekan-rekan saya

mendapatkan banyak pencerahan untuk mengupas banyak studi kasus di ebook ini.

5. Pihak-pihak lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu yang turut berkontribusi

dalam memotivasi penulis untuk membuat konten ebook yang berkualitas dan sebaik

mungkin.

Tak ada gading yang tak retak. Saya menyadari masih terdapat kekurangan dalam ebook

ini. Oleh karena itu, kritik dan saran terhadap penyempurnaan ebook ini sangat diharapkan.

Semoga seluruh konten ebook ini dapat memberikan maanfaat bagi para trader saham, baik

trader saham pemula, menengah maupun expert.

Salam Profit Saham

El Hezekiah Sabbat

i
LEVEL PEMULA – PARA MASTER

Mendapat profit secara konsisten di pasar saham merupakan tujuan akhir setiap trader

saham. Profit konsisten bisa dicapai apabila anda memiliki saham-saham pilihan (stock pick)

yang sudah melalui proses pemilihan saham yang berkualitas.

Memilih saham-saham bagus atau istilahnya adalah screening saham adalah suatu hal

yang masih sulit dilakukan oleh trader. Mengapa? Karena jumlah saham di Bursa Efek

semakin hari semakin banyak, sedangkan opsi saham yang layak untuk ditradingkan tidaklah

banyak. Sehingga akhirnya sebagian besar trader sering terjebak memilih saham-saham yang

berpotensi merugikan trader itu sendiri.

Ebook Panduan Simpel dan Efektif Memilih Saham yang Bagus, sesuai judulnya,

berisi pembahasan dan praktik langsung panduan step by step bagaimana cara memilih

saham-saham yang bagus untuk ditradingkan, serta membuang saham-saham yang

pergerakan harganya berpotensi menjebak trader. Ebook ini juga saya lengkapi dengan

panduan mencari saham-saham yang potensial naik cepat 5-10% dalam sehari.

Memiliki stock pick atau saham-saham pilihan dapat mengarahkan anda pada profit

trading yang lebih konsisten dan realistis. Saya sudah membuktikannya sendiri. Jadi bagi

anda yang ingin bisa profit konsisten di pasar saham, dengan memiliki ebook ini anda sudah

memegang kunci untuk meraih profit konsisten!

ii
HALAMAN DISCLAIMER

Elektronik Book (Ebook) saham yang saya terbitkan dengan judul ―Panduan Simpel

dan Efektif Memilih (Screening) Saham yang Bagus‖ sebagai Ebook Praktik Trading

Saham Pemula – Para Master, saya susun dengan menekankan full praktik pada berbagai

jenis saham yang sudah pernah saya tradingkan sendiri, maupun pengalaman para rekan-

rekan pemain saham yang berkonsultasi dengan saya.

Seluruh konten terutama praktik studi kasus saham-saham yang saya paparkan di ebook

ini, sama sekali bukanlah rekomendasi maupun ajakan kepada anda untuk membeli saham-

saham tertentu. Seluruh konten dan contoh-contoh saham yang saya paparkan bertujuan

untuk membuka wawasan anda tentang intisari yang dibahas di dalam ebook ini dan sebagai

panduan dalam memilih saham.

Seluruh keputusan beli dan jual saham dalam trading, keuntungan dan risiko main saham

sepenuhnya berada di tangan anda. Ebook ini tidak memberikan rekomendasi saham apapun

kepada anda.

iii
PROFIL PENULIS

Penulis dilahirkan dan besar di Kota Malang. Penulis memiliki ketertarikan di dunia

pasar modal sejak berada di bangku kuliah. Dari situlah, penulis akhirnya menekuni dunia

pasar modal sampai sekarang. Pasar modal merupakan hal yang sangat menarik minat

penulis, terutama berkaitan dengan analisis teknikal.

Awal penulis berkecimpung di dunia pasar modal, penulis melakukan Praktik Kerja

Lapangan (PKL) di salah satu kantor sekuritas di Kota Malang dan hal itu menjadi tonggak

awal penulis menekuni dunia pasar modal sampai sekarang. Beberapa pengalaman penulis

terkait di bidang pasar modal antara lain penulis pernah mempublikasikan jurnal ilmiah

terakreditasi dengan topik pasar modal. Penulis juga menjadi tim pengajar pasar modal yang

tergabung dalam Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Dalam tim KSPM, penulis kerap

mengadakan edukasi-edukasi pasar modal, antara lain kunjungan SMA Karang Turi

Semarang, SMA Hwa Ind Blimbing Malang, Universitas Brawijaya dan lain-lain.

Saat ini, status penulis adalah trader saham. Penulis juga menulis website

[Link]. Penulis selalu mengamati pergerakan harga saham dan berita-berita

yang terjadi, yang dapat mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan.

iv
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................. i

PANDUAN SIMPEL DAN EFEKTIF MEMILIH SAHAM YANG BAGUS .................. ii

HALAMAN DISCLAIMER ................................................................................................ iii

PROFIL PENULIS ............................................................................................................... iv

DAFTAR ISI ........................................................................................................................... v

BAB I: TRADING SAHAM .................................................................................................. 1

1.1 Apa itu Trading Saham? ..................................................................................................... 1

1.2 Jenis-jenis Trader di Pasar Saham ...................................................................................... 2

1.3 Berapa Lama Jangka Waktu Trading yang Disarankan? ................................................... 3

1.3.1 Bolehkah Trading dengan Jangka Waktu yang Berbeda-beda? ................................. 4

1.4 Memahami Swing Trading Lebih Dalam ........................................................................... 4

1.5 Memahami Intraday Trader Lebih Dalam .......................................................................... 6

1.6 Memahami Saham Lapis Satu, Saham Lapis Dua dan Saham Lapis Tiga ………………. 7

1.7 Memahami Fraksi Harga, Auto reject dan Spread Bid-Offer ........................................... 13

1.7.1 Fraksi Harga Saham ................................................................................................ 13

1.7.2 Auto Reject .............................................................................................................. 15

1.7.3 Spread Bid-Offer ..................................................................................................... 19

BAB II: ANALISIS TREN: ANALISIS MANUAL DAN MOVING AVERAGE ......... 23

2.1 Penjelasan Analisis Tren .................................................................................................. 23

2.1.1 Garis Support dan Garis Resisten ........................................................................... 24

2.1.2 Jenis-jenis Tren ...................................................................................................... 33

2.2 Analisis Tren untuk Swing Trading dan Intraday Trading................................................ 38

2.3 Analisis Tren Menggunakan Garis Manual ...................................................................... 40

v
2.4 Swing Trading Menggunakan Moving Average .............................................................. 40

2.4.1 Moving Average 100 .............................................................................................. 41

2.4.2 Moving Average 50 ................................................................................................ 42

2.4.3 Moving Average 25 ................................................................................................ 42

2.4.4 Moving Average 200 .............................................................................................. 43

2.4.5 Kombinasi Moving Average .................................................................................. 44

2.5 Kesalahan Trader dalam Menggunakan Moving Average ............................................... 44

2.6 Kaitan Support-Resisten, Analisis Tren dan Screening Saham ....................................... 48

BAB III: MENGUASAI ANALISIS TREN: SWING TRADING .................................. 50

3.1 Praktik Lanjutan Saham Uptrend, Downtrend, dan Sideways ......................................... 50

3.2 Kesalahan Besar Trader dalam Membaca Tren Saham .................................................... 50

3.3 Saham yang Memberikan Keuntungan: Saham Uptrend ................................................. 55

3.4 Cara Jitu Menentukan Saham Uptrend / Akan Uptrend .................................................. 55

3.5 Cara Jitu Menentukan Harga Saham yang Akan/ Masih Turun ....................................... 87

3.6 Cara Jitu Menentukan Harga Saham yang Akan Turun di Ujung Tren Naik .................. 95

3.7 Analisis Moving Average Tidaklah Kaku....................................................................... 102

3.8 Saham Layak Screening untuk Swing Trading .............................................................. 105

BAB IV: PENYEBAB TRADER SERING RUGI DI PASAR SAHAM ....................... 109

4.1 Kesalahan Utama Trader dalam Menerapkan Strategi Trading ..................................... 109

4.1.1 Tidak Tahu Cara Melakukan Screening Saham ................................................... 110

4.1.2 Tidak Punya stock pick ......................................................................................... 110

4.1.3 Salah Memilih Screening Saham Pilihan ............................................................. 111

4.1.4 Mengabaikan Analisis Tren dalam Stock pick ..................................................... 111

4.1.5 Tidak Melakukan Evaluasi ................................................................................... 112

vi
BAB V: PANDUAN SIMPLE DAN EFEKTIF SCREENING SAHAM PILIHAN

TRADING............................................................................................................................ 114

5.1 Apa itu Screening Saham? ............................................................................................. 114

5.2 Mengapa Trader Harus Bisa Melakukan Stock pick Saham Pilihan secara Mandiri? .... 116

5.2.1 Saham Pilihan Hanya ada Beberapa Jenis Saham ................................................ 119

5.3 Cara Memilih Saham Bagus dan Membuang Saham Jelek untuk Stock Pick ................ 119

5.4 Panduan Step-by-Step Screening Saham yang Benar, Simple dan Efektif ..................... 149

5.4.1 Mengamati Saham ................................................................................................ 150

5.4.2 Buat Daftar untuk Saham-saham Tersebut ........................................................... 160

[Link] Buat List Spesifik yang Mengacu pada Daftar Saham-saham LQ45 ......... 162

[Link] Prioritaskan Screening Saham LQ45 ......................................................... 164

5.4.3 Anda Harus Bisa Menyeleksi Kriteria Saham Terlebih Dahulu ................................. 165

5.4.4 Menentukan Saham-saham yang Lolos Uji Screening untuk Stock Pick .................... 166

[Link] Studi Kasus Screening Saham LQ45 untuk Stock Pick ..................................... 174

[Link] Studi Kasus Screening Saham Selain LQ45 untuk Stock Pick .......................... 183

[Link] Stock Pick Saya .................................................................................................. 187

BAB VI: STRATEGI KOMBINASI YANG SAYA TERAPKAN DALAM

SCREENING SAHAM ....................................................................................................... 189

6.1 Strategi Kombinasi Screening Saham yang Saya Terapkan ...........................................189

6.2 Hasil Keuntungan Trading Saya dari Screening Saham Pilihan .................................... 194

6.3 Trading di Saham yang Sama Secara Berulang ............................................................. 198

6.4 Percayalah! Memiliki Saham Pilihan Lebih Menjamin Anda Mencetak Profit ............. 212

BAB VII: STRATEGI LANJUTAN: YANG HARUS DILAKUKAN SETELAH

SCREENING SAHAM? ..................................................................................................... 217

7.1 Berapa Jumlah Maksimal Stock pick yang Disarankan? ................................................ 217

vii
7.2 Manajemen Modal Saat Trading di Saham Pilihan ........................................................ 219

7.3 Jangan Mencintai Satu Saham ........................................................................................ 223

7.4 Apakah Harus Main Saham LQ45 dalam Stock Pick? ................................................... 224

7.5 Apakah Saham Pilihan Boleh Dikeluarkan dari Daftar Stock Pick? .............................. 225

7.6 Dalam Hal Apa Saham Pilihan Dikeluarkan dari Stock Pick? ....................................... 226

7.7 Bolehkah Trading Saham Diluar Daftar Stock Pick? ..................................................... 230

7.8 Perlukah Cut loss pada Saham Stock Pick? .................................................................... 234

7.9 Pada Saat Apa Anda Harus Mulai Menambah Saham Pilihan? ..................................... 235

7.10 Kondisi Market dan Saham Kurang Bagus, Apa yang Harus Dilakukan? .................. 236

BAB VIII: CARA SCREENING SAHAM PALING MUDAH ..................................... 238

8.1 Screening Saham Paling Simpel .................................................................................... 238

8.2 Cara Paling Mudah Mencari Saham ............................................................................... 239

8.3 Screening Saham Tidaklah Sulit .................................................................................... 251

BAB IX: PANDUAN MEMILIH SAHAM YANG NAIK 5-10% DALAM

SEHARI ............................................................................................................................... 252

9.1 Screening Saham yang Potensi Naik Kencang ............................................................... 252

9.2 Cara Membaca Candlestick ............................................................................................ 255

9.3 Saham yang Akan Naik 5-10%, Seperti Ciri-cirinya? ................................................... 264

9.4 Studi Kasus Menemukan Saham-saham yang Naik 5-10% Sehari ................................ 289

9.5 Scalping Trading Saat Saham Kena Sentimen Positif .................................................... 308

9.6 Peluang Scalping Ketika Beberapa Saham Satu Sektor Naik & ARA ........................... 313

9.7 Strategi ―Nyopet‖ Saham yang Naik 5-10% dalam Sehari ............................................ 313

9.8 Manajemen Modal untuk Scalping Trading ................................................................... 319

9.9 Mau Incar Saham yang Naik Cepat: Perhatikan Hal-hal Ini .......................................... 320

9.10 Rangkuman Mencari Saham-saham yang Potensial Naik 5-10% Sehari ..................... 326

viii
BAB X: TERUS BERLATIH DAN BERPROSES ........................................................ 329

10.1 Kunci Sukses Trading Saham ...................................................................................... 329

10.2 Terus Mencoba dan Jangan Antipati terhadap Saham ................................................. 331

BAB XI: CARA MEMILIH SAHAM DISKON DAN MURAH ................................... 334

11.1 Pengertian Saham Murah yang Benar .......................................................................... 334

11.2 Jangka Waktu Trading Saham Diskon ......................................................................... 335

11.3 Indikator untuk Mencari Saham Diskon ...................................................................... 336

11.4 Cara Mencari Saham Diskon ........................................................................................ 338

11.5 Praktik Mencari Saham Diskon .................................................................................... 339

11.6 Pertanyaan Lanjutan tentang Saham Diskon ................................................................ 355

11.7 Saham Diskon untuk Saham Likuid ............................................................................. 359

11.8 Cara Screening Saham Diskon ..................................................................................... 360

BAB XII: STRATEGI TRADING SAAT IHSG JATUH ............................................... 362

12.1 IHSG Turun Tajam ....................................................................................................... 362

12.2 Beli Saham Saat IHSG Turun ...................................................................................... 363

12.3 Cara Membaca IHSG yang Sedang Jatuh .................................................................... 364

12.4 Strategi Membeli Saham Saat IHSG Jatuh .................................................................. 367

12.5 Melihat Peluang Dibalik Bencana ................................................................................ 374

12.6 Pasar Saham Bearish: Hold, Cut Loss atau Averaging? .............................................. 375

12.7 Belajar dari Kesalahan Trading .................................................................................... 377

12.8 Rangkuman IHSG Bearish & Strategi Trading ............................................................ 379

12.9 Menghadapi Pasar Saham Sesungguhnya .................................................................... 380

BAB XIII: SCREENING SAHAM MUDAH DENGAN MOVING AVERAGE ......... 382

13.1 Moving Average (MA) dan Screening Saham ............................................................. 382

13.2 Moving Average yang Bagus untuk Screening Saham ................................................ 382

ix
13.3 Rule Pakai MA untuk Screening Saham ...................................................................... 384

13.4 Rangkuman Screening Saham dengan MA .................................................................. 387

13.5 Praktik Screening Saham dengan MA .......................................................................... 388

13.6 Jangka Waktu Trading .................................................................................................. 397

13.7 Take Profit dan Cut Loss dengan Screening MA ......................................................... 398

13.8 Rangkuman Tips Screening Saham dengan MA .......................................................... 399

EBOOK SAHAM TERBITAN LAINNYA DISKON 15% ............................................ 400

EBOOK TRADING DAN BELAJAR SAHAM ......................................……..……….. 401

EBOOK SAHAM INTRADAY & ONE DAY TRADING ............................................. 405

EBOOK ANALISIS FUNDAMENTAL SAHAM ........................................................... 409

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 413

x
BAB I

TRADING SAHAM

1.1 Apa Itu Trading Saham?

Dalam dunia saham terdapat 2 (tipe) pemain saham, yaitu seorang trader dan investor.

Trader dan investor tentu saja memiliki banyak perbedaan. Trader memiliki aktivitas

membeli kemudian menjual sahamnya dalam jangka pendek – jangka menengah (dibawah 1

tahun). Trader saham bisa saja membeli saham hari ini dan menjualnya besok apabila harga

saham sudah naik. Bahkan, trader bisa membeli dan menjual saham pada hari yang sama.

Sedangkan investor lebih berorientasi pada pandangan jangka panjang. Investor membeli

saham dan tidak menjualnya selama jangka waktu minimal 1 (satu) tahun. Bahkan ada

investor yang membeli dan menjual sahamnya bertahun-tahun kemudian. Jika anda ingin tahu

contoh investor, di Indonesia ada investor saham legendaris Lo Kheng Hong. Siapa beliau?

Silahkan anda googling perjalanan investasi yang beliau terapkan.

Investor memiliki prinsip ―membeli perusahaan‖. Oleh karena itu, investor lebih

menekankan pada nilai perusahaan. Sedangkan prinsip trader adalah mencetak capital gain

(selisih harga beli – harga jual) dalam jangka yang lebih pendek.

Maka dari itu, seorang trader lebih berpandangan dan menggunakan konsep analisis

teknikal dalam mengambil keputusan beli dan jual saham. Sedangkan seorang investor

menggunakan konsep analisis fundamental dalam membeli saham. Analisis teknikal dan

fundamental banyak sekali saya bahas di ebook trading dan belajar saham. Anda bisa

memperolehnya melalui link berikut: [Link]

Di buku ini, saya akan lebih banyak membahas mengenai trading saham. Saya banyak

membahas terutama mengenai panduan untuk trader dalam memilih saham-saham pilihan

(screening saham) untuk mendapatkan profit trading yang lebih besar. Hal ini dikarenakan

1
banyak trader yang masih buta bagaimana cara memilih saham-saham yang bagus untuk

trading.

1.2 Jenis-Jenis Trader di Pasar Saham

Sebelum saya membahas lebih banyak mengenai pokok bahasan penting di dalam buku

ini, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis trader di pasar saham.

1. Scalper trader

Scalper trader memiliki tipe trading dengan membeli saham hari ini dan jual hari ini juga

dalam hitungan menit. Tidak ada barang menginap di portofolio. Jadi, trader ini ibaratnya

adalah main cepat dan cari untung cepat. Trader cenderung mencari saham-saham gorengan

(saham lapis 3) yang naik cepat dalam hitungan menit yang sedang digoreng oleh bandar.

Target scapler adalah cuan dalam tempo yang sesingkat mungkin. Kalau anda ingin tahu apa

arti scalper, "scalper" sendiri berasal dari bahasa Inggris, yaitu "scalp" yang artinya "kutu

loncat".

2. Intraday Trader / Day Trader.

Trading ini dilakukan dengan cara membeli dan menjual saham dalam satu hari Bursa

(beli saat pembukaan dan jual saat sore menjelang penutupan), atau membeli hari ini dan

menjual saham keesokan hari sampai jangka waktu satu minggu saja. Target keuntungan

seorang intraday trader adalah sebesar 1-4% dalam waktu pendek. Kalau anda ingin menjadi

intraday trader, tentu saja anda harus mengetahui saham-saham apa saja yang memiliki

potensi naik dalam tempo maksimal satu minggu.

3. Swing Trader.

Swing trader boleh saya katakan adalah penganut murni analisis teknikal. Swing trader

benar-benar mengandalkan analisis tren untuk membeli saham-saham dan disimpan dalam

jangka waktu yang lebih panjang ketimbang intraday trader.

2
Swing trader mengandalkan analisis teknikal dengan tempo trading berminggu-minggu

sampai beberapa bulan (biasanya sampai dengan 3 bulan). Swing trader biasanya cenderung

suka mengamati grafik bulanan sampai grafik tahunan sebagai dasar analisis trading.

4. Mid term Trader.

Tipikal trader ini agak mirip swing trader, namun range waktu trading seorang mid term

trader lebih panjang ketimbang swing trader (diatas 3 bulan sampai dibawah satu tahun). Mid

term trader juga memperhatikan faktor fundamental, walaupun tidak sedalam investor. Hal

ini dikarenakan seorang mid-term trader cenderung melihat saham-saham yang bisa naik

dalam jangka waktu yang agak lama.

LALU DI BUKU SCREENING SAHAM INI, UNTUK JENIS TRADER APA YANG

AKAN DIBAHAS?

Di buku ini, saya akan membahas panduan memilih saham (stock pick) terutama untuk

intraday trading dan sedikit scalping (untuk mencari saham-saham yang naik cepat 5-10%

dalam sehari). Serta juga panduan screening saham-saham pilihan untuk swing trading.

Dalam trading, anda bisa memadukannya atau memilih antara intraday trading atau swing

trading atau keduanya sesuai dengan modal yang anda miliki. Untuk lebih jelasnya baca sub

bab 1.3 pada pembahasan dibawah ini.

1.3 Berapa Lama Jangka Waktu Trading yang Disarankan?

Setelah anda memahami jenis-jenis trader di pasar saham, yang jadi pertanyaan

selanjutnya adalah: Berapa lama jangka waktu trading yang disarankan? Jangka waktu

trading yang saya sarankan, adalah paling tidak anda trading dalam jangka waktu satu hari

sampai beberapa hari. Hal ini dikarenakan menjadi intraday trader bisa mendapatkan

keuntungan yang lebih cepat dan intraday trader bisa cenderung trading pendek dengan lebih

tenang.

3
Menjadi intraday trader juga tidak sesulit menjadi scalper trader yang harus memantau

layar dan ―support jantung‖. Demikian pula dengan swing trader. Menjadi swing trader yang

handal berarti anda harus benar-benar mengerti cara membaca tren harga saham. Banyak

sekali trader yang masih belum mengerti cara membaca tren. Di Bab 2 dan Bab 3 akan saya

bahas lebih banyak mengenai analisis tren sebagai dasar panduan untuk screening saham.

Namun, semua itu kembali lagi ke preferensi anda masing-masing. Di buku ini saya

hanya menyarankan pada anda berdasarkan pada apa yang sudah saya jalani di dunia trading

selama bertahun-tahun. Kalau anda tidak terlalu suka dengan fluktuatif harga saham, atau

anda tidak memiliki banyak waktu untuk memantau harga saham anda bisa mencoba swing

trading atau minimal intraday trading.

1.3.1 Bolehkah Trading dengan Jangka Waktu yang Berbeda-beda?

Bolehkah seorang trader menjadi scalper trader, intraday trader dan menjadi swing

trader sekaligus? Jawabannya: Boleh. Tetapi anda harus memiliki dua modal utama, yaitu:

Mampu melakukan screening saham dengan benar dan memiliki manajemen modal dengan

baik. Tidak ada salahnya anda ―memainkan peran‖ untuk beberapa jenis trader sekaligus.

1.4 Memahami Swing Trading Lebih Dalam

Seperti yang sudah saya paparkan di sub bab 1.2, di buku ini saya akan banyak membahas

cara menyeleksi saham untuk intraday trading, sedikit scalping trading dan juga swing

trading. Namun pada Bab II dan Bab III, saya membahas banyak mengenai analisis tren

untuk intraday trading dan swing trading. Mengapa swing trading juga banyak saya bahas di

buku ini?

Hal ini dikarenakan masih banyak sekali trader, bahkan yang bukan trader pemula

ternyata masih banyak yang belum mengerti cara membaca tren harga saham yang benar,

sehingga mereka selalu terjebak pada pemilihan saham (stock pick) yang salah.

4
Banyak trader yang mencoba swing trading tapi justru terjebak di harga saham yang

setinggi langit alias nyangkut. Selain itu, trader juga sering terjebak pada saham-saham yang

kelihatannya sudah rebound, padahal saham-saham tersebut hanyalah ‗jebakan batman‘.

Maka dari itu, sebagai seorang swing trader, anda harus bisa menemukan saham-saham

yang memiliki pola yang bagus untuk ditradingkan diatas 1 (satu) minggu. Swing trader

seperti yang saya jelaskan sebelumnya yaitu trading dengan mengandalkan jangka waktu

trading diatas satu minggu sampai dengan 3 (tiga) bulan. Dalam praktiknya, kebanyakan

swing trader lebih suka trading dengan jangka waktu 1 (satu) minggu lebih sampai dengan

sekitar 1 (satu) bulan saja.

Hal ini dikarenakan trading dengan jangka waktu yang tidak terlalu lama memiliki

potensi untuk nendapatkan profit yang lebih cepat. Nah karena swing trader mencari saham-

saham yang naik diatas 1 (satu) minggu, maka swing trader akan mencari saham-saham yang

naik berdasarkan tren. Artinya, seorang swing trader hanya akan mencari 2 (dua) jenis saham

berdasarkan analisis tren yaitu:

1. Mencari harga saham yang sudah breakout dari resisten

2. Mencari harga saham yang sedang uptrend / berada dalam tren naik dan harga saham

tersebut masih berpotensi untuk terus melanjutkan tren naik dalam jangka waktu minimal

1 bulan.

Swing trader hanya mencari kedua jenis saham tersebut untuk ditradingkan. Seorang

swing trader tidak akan mencari harga saham yang secara tren masih downtrend. Walaupun

saham downtrend kelihatannya sudah diskon dan ―murah‖. Seorang swing trader juga tidak

mencari saham-saham yang sudah berada di ujung tren naik, atau saham-saham yang secara

sinyal sudah menunjukkan tanda-tanda akan koreksi dalam jangka pendek.

Maka dari itu, seorang swing trader dapat dikatakan sebagai trend follower alias

pengincar momentum. Jadi dalam trading anda jangan salah mengartikan swing trader adalah

5
trader yang mengincar segala jenis saham. Bukan begitu. Swing trader hanya akan mengincar

kedua kriteria jenis saham tersebut. Dengan kata lain, seorang swing trader memiliki pola

permainan yang lebih rapi dan sabar.

Mereka menggunakan time frame trading yang lebih panjang, yaitu dengan melihat

analisis tren, sehingga potensinya lebih kecil terkena sinyal palsu (fake signal). Mengenai

analisis tren akan saya bahas lebih banyak pada Bab 2. Jadi, jangan melewatkan bahasan Bab

2 di buku ini. Hal ini juga akan memantapkan anda untuk melakukan screening saham yang

benar dan berkualitas.

1.5 Memahami Intraday Trading Lebih Dalam

Istilah intraday seringkali pasti tidak asing lagi bagi anda. Intraday trading secara

sederhana merupakan merupakan trading dengan rentang waktu yang pendek, yaitu dibawah

satu minggu. Intraday trading biasanya beli saham hari ini dan langsung dijual keesokan hari

atau dijual 2-3 hari kemudian. Intraday trading juga bisa membeli saham pagi hari dan dijual

pada sore hari pada hari yang sama.

Intraday trading berbeda dengan scalping trading. Scalping trading, trading dengan

durasi yang sangat pendek, yaitu durasi menit (beli saham kemudian 5-30 menit kemudian

dijual). Oleh karena itu, fokus intraday trading biasanya mengincar saham-saham lapis

satu dan lapis dua yang memiliki pergerakan kenaikan harga yang agak cepat.

Sedangkan scalping trader mencari saham-saham lapis tiga alias saham gorengan yang

biasanya akan naik kencang dalam beberapa menit pertama jam bursa saham berlangsung.

Karena fokus intraday trading adalah membeli saham lapis satu dan saham lapis dua

yang fluktuatifnya gerak harga sahamnya agak cepat, maka seorang intraday trader tetap

menggunakan analisis teknikal grafik dalam mengambil keputusan trading. Analisis teknikal

yang digunakan seorang intraday trader YANG PALING UTAMA biasanya adalah analisis

6
tren pendek, yaitu mengacu pada GARIS SUPPORT dan RESISTEN. Bahasan-bahasan

mengenai analisis tren saya bahas lengkap di Bab II.

1.6 Memahami Saham Lapis Satu, Saham Lapis Dua dan Saham Lapis Tiga

Di pasar saham ada 3 (tiga) jenis kategori saham yang harus anda pahami. Sebelum

saya membahas lebih dalam ke bab-bab selanjutnya, anda perlu memahami dahulu sub bab

1.6. Kalau anda belum mengerti sub bab 1.6, ada baiknya anda jangan berpindah ke bab

lainnya karena tanpa memahami sub bab 1.6 ini, anda tidak akan bisa melakukan screening

saham / stock pick dengan baik.

Secara umum jenis-jenis saham bisa dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu saham lapis satu,

saham lapis dua dan saham lapis tiga. Berikut penjelasannya.

1. Saham Lapis Satu

Saham lapis satu adalah saham-saham yang memiliki nilai kapitalisasi pasar besar, pada

umumnya adalah pemimpin pasar di industrinya, dan memiliki kinerja yang mumpuni di

industrinya. Cara mengetahui nilai kapitalisasi pasar perusahaan yaitu mengalikan jumlah

saham beredar (listed share) dengan harga saham.

Untuk mudah mengetahui apa itu saham lapis satu, saham-saham lapis satu itu adalah

saham-saham blue chip. Bagaimana dengan saham LQ45? Saham lapis satu PASTI masuk

dalam saham [Link], saham-saham LQ45 belum tentu adalah saham-saham lapis satu.

Sebagian besar saham LQ45 masuk dalam saham lapis dua. Saham-saham blue chip adalah

TLKM, BBCA, PGAS, SMGR, ICBP, BBNI, BBRI, UNTR, PTBA, BMRI, INDF, UNVR,

GGRM, ANTM, ASII.

Saham-saham tersebut dikatakan blue chip karena mereka adalah perusahaan yang sudah

mapan secara di industrinya, dan rutin membagikan dividen, sehingga pergerakan harganya

pun jauh lebih stabil. Selain itu, saham-saham tersebut dikatakan blue chip karena saham-

saham tersebut adalah saham-saham penggerak pasar / IHSG.

7
Dikatakan penggerak IHSG karena saham-saham blue chip tersebut memiliki nilai

kapitaliasasi pasar yang besar. Sehingga, saham-saham lapis satu ini bisa "menyetir"

pergerakan IHSG. Jika saham-saham blue chip (saham lapis satu) mengalami kenaikan atau

penurunan beberapa poin saja, maka akan berpengaruh besar terhadap pergerakan IHSG.

Tentu saja, saham-saham lapis satu adalah saham-saham yang likuid. Likuid tidaknya

saham bisa anda lihat dari antrian bid-offer saham yang selalu tebal dan peminat saham

tersebut tinggi. Semua saham blue chip yang sejauh saya amati selalu masuk dalam indeks

LQ45.

Yang perlu anda ketahui dari saham lapis satu ini adalah volatilitas harga saham yang

tidak terlalu tinggi. Artinya, kenaikan dan penurunan saham-saham lapis satu cenderung lebih

stabil. Itulah mengapa para broker, analis saham kalau merekomendasikan membeli saham-

saham yang aman, selalu merekomendasikan untuk membeli saham lapis satu. Oke, lalu

bagaimana contoh grafik saham blue chip? Perhatikan saham ASII dibawah ini:

Ciri-ciri grafik saham yang likuid adalah grafik harga sahamnya memiliki pola yang

beraturan. Naik turunnya harga saham bisa dibaca dengan analisis. Selain itu, pada grafik

saham yang likuid, selalu memiliki volume yang cukup tinggi atau setidaknya volume

tersebut stabil.

Kalau anda perhatikan volume pada grafik ASII diatas, terlihat jelas volume ASII sangat

stabil. Anda juga bisa membandingkannya dengan bid-offer saham tersebut pada jam trading

8
sehari-hari. Bid-offer yang cukup besar dan banyak peminat menunjukkan saham tersebut

likuid dan memiliki volume transaksi yang memadai.

Pada umumnya, anda mungkin agak kesulitan membedakan grafik saham lapis satu

dengan saham lapis dua. Hal ini dikarenakan saham lapis dua juga merupakan saham yang

masih dapat dikatakan likuid. Bedanya, saham-saham lapis dua biasanya memiliki pergerakan

yang lebih volatil daripada saham lapis satu, sehingga return dan risikonya berbanding lurus,

yaitu: High risk, high return.

2. Saham Lapis Dua

Saham lapis dua adalah saham-saham yang likuid, kinerja masih stabil, namun

kapitalisasi pasarnya tidak sebesar saham-saham lapis satu. Saham lapis dua adalah saham-

saham yang tingkat volatilitasnya masih lumayan tinggi, namun kenaikan dan penurunan

harga masih dapat dikatakan stabil. Contoh saham-saham lapis dua antara lain adalah: BSDE,

CPIN, PPRO, PWON, RALS, AKRA, LSIP, JPFA, KLBF, EXCL.

Tidak semua saham lapis dua adalah saham yang bagus untuk trading. Hal ini

dikarenakan banyak saham-saham lapis dua yang memiliki pergerakan harga sideways terus

dan pergerakan sahamnya seringkali menipu trader. Sebut saja ASRI, ELSA, GIAA.

Maka dari itu, anda harus pintar memilah (screening) saham-saham mana saja yang layak

untuk ditradingkan dan yang tidak layak. Pada bab-bab selanjutnya nanti saya akan

memaparkan strategi memilih saham-saham yang bagus untuk ditradingkan secara analisis

teknikal dan menghindari jebakan-jebakan pada saham-saham tertentu.

Di sisi lain, membedakan saham lapis satu dan saham lapis dua bisa jadi agak subjektif.

Sebagai contoh, ada beberapa pemain saham yang mengatakan bahwa saham EXCL adalah

saham lapis satu. Namun, ada yang berpendapat bahwa EXCL adalah saham lapis dua.

Sebenarnya sah-sah saja penilaian dari masing-masing anda.

9
Cara yang paling mudah untuk melihat saham lapis satu dan saham lapis dua adalah

dengan melihat kinerja perusahaan di sektor tersebut. Saham-saham lapis satu biasanya

merupakan pemimpin di sektor industrinya (kinerja dan pertumbuhan laba sudah stabil).

3. Saham Lapis Tiga

Sedangkan saham lapis tiga adalah saham-saham yang kapitalisasi pasarnya sangat kecil,

harga saham tidak likuid, harga sahamnya cenderung rendah (dibawah 400), dan volatilitas

harga sahamnya sangat tinggi. Kenaikan dan penurunan saham-saham lapis tiga bisa terjadi

dalam waktu yang sangat cepat, bahkan bisa terjadi dalam hitungan menit saja.

Kinerja perusahaan saham-saham lapis tiga tidak mencerminkan kinerja fundamental

yang baik. Dikarenakan kinerja fundamentalnya yang jelek, harga sahamnya pun tidak likuid

dan tidak menjadi sasaran investor.

Biasanya beberapa dari perusahaan yang kinerjanya jelek, perusahaan tersebut juga sering

bermasalah. Misalnya sering terlambat menyampaikan laporan keuangan, memiliki utang

yang terancam gagal bayar, direksi perusahaan bermasalah dan sebagainya.

Akibatnya, saham-saham tersebut kerap digoreng bandar. Inilah yang menyebabkan

volatilitas saham-saham lapis tiga menjadi semakin tinggi, dan harga sahamnya sulit sekali

ditebak menggunakan analisis teknikal (Bagaimana mau nebak pakai teknikal, grafiknya saja

nggak ada).

Dengan kata lain, saham-saham lapis tiga adalah saham-saham gorengan / junk stock /

saham sampah. Kalau anda melihat saham-saham yang harganya "murah", tiba naik 18%

sehari tanpa ada berita, atau naik kencang hanya karena rumor-ruomor yang tidak jelas, itulah

salah satu ciri-ciri saham lapis tiga. Contoh saham lapis tiga menurut adalah DEWA, ENRG,

UNSP, TRAM, BEKS, BNBR, CNKO, AKKU, FINN, DSFI.

Mengetahui ciri-ciri saham gorengan atau saham lapis tiga sebenarnya cukup mudah.

Beberapa ciri saham gorengan antara lain adalah sebagai berikut:

10
1. Harga saham umumnya sangat rendah (biasanya dibawah 500 per lembar saham)

2. Antrian bid-offer biasanya tipis (hanya puluhan orang saja) dan spread harga sangat

renggang. Mengenai spread harga dan strategi tradingnya saya bahas di sub bab 1.7.

3. Kalaupun antrian bid-offernya tebal dan spread harga adalah sebesar fraksi harganya,

pergerakan harganya biasanya sangat fluktuatif. Harga saham sangat mudah naik dan

turun sebanyak puluhan persen dalam hitungan menit. Mengenai saham lapis tiga yang

masih ―likuid‖, saya membahas strategi tradingnya di bab 8 : Panduan Screening Saham-

saham Pilihan yang Naik 5-10% dalam Sehari.

4. Grafik harga sahamnya memiliki pola yang sangat tidak beraturan. Di mana candlestick

yang terbentuk terkadang naik tinggi sekali terkadang turun sangat dalam. Grafik juiga

tidak didukung dengan volume yang stabil. Volume harga saham terkadang tipis sekali

dan di saat tertentu tiba-tiba volume naik sangat tinggi.

Kalau anda ingin mengetahui saham gorengan itu yang seperti bagaimana, coba anda

perhatikan grafik saham ICON dibawah ini:

Pada grafik ICON tampak bahwa volume sangat tidak stabil. Anda bisa lihat bahwa

volume sangat tipis. Namun ada saat-saat tertentu tiba-tiba volume melonjak dan diikuti

dengan kenaikan / penurunan harga yang sangat signifikan.

Pola grafiknya pun tampak tidak beraturan. Harga saham terkadang naik dan

terkadan turun pula secara drastis. Tetapi di satu sisi, harga saham juga sering tidak

11
bergerak. Hal ini tampak dari beberapa candlesticknya yang hanya membentuk seperti

garis dengan body candle yang sangat tipis. Perhatikan juga antrian bid-offer ICON

dibawah ini:

Salah satu ciri saham yang tidak likuid / saham lapis tiga adalah saham tersebut

umumnya memiliki antrian yang tipis. Kalau anda perhatikan bid-offer ICON diatas, bisa

anda lihat split (jumlah orang-orang yang melakukan antrian) hanya puluhan orang saja.

Sebagai contoh, orang yang meminta beli di harga 150 hanya ada 1 orang. Lalu, dibawahnya

orang yang meminta beli di harga 149 hanya ada 1 orang.

Jumlah lot-nya juga hanya ratusan sampai seribu lot. Ini menunjukkan bahwa saham

tersebut tidak likuid. Tipe-tipe saham seperti inilah yang sangat rentan / mudah digoreng oleh

bandar.

SAHAM LAPIS SATU, LAPIS DUA DAN LAPIS TIGA

So, itulah perbedaan saham lapis satu, dua dan tiga. Jika anda sudah memahaminya, kini

anda baru boleh lanjut untuk membaca sub bab berikutnya kemudian lanjut pada Bab 2.

Selamat belajar dan praktik.

12
1.7 Memahami Fraksi Harga, Auto reject dan Spread Bid-Offer

1.7.1 Fraksi Harga Saham

Dalam perdagangan saham, anda akan sering mengenal istilah fraksi harga saham. Fraksi

harga merupakan batasan perubahan atau kelipatan harga yang diperbolehkan dalam transaksi

jual beli saham. Aturan fraksi harga di pasar modal perlu dipahami karena jika tidak

memahami fraksi harga, kita bisa ngawur dalam memasukkan harga saham yang ingin kita

beli atau kita jual, sehingga jika kita memasukkan harga saham yang tidak sesuai dengan

prosedur bursa, otomatis order kita akan di-reject oleh sistem. Sistem perdagangan di Bursa

saham dikenal dengan istilah Jakarta Automatic Trading System (JATS). Berikut merupakan

penjelasan fraksi harga.

Kelompok Harga Fraksi Harga

< Rp200,00 Rp1,00

Rp200,00 s/d < Rp500,00 Rp2,00

Rp500,00 s/d < Rp2.000,00 Rp5,00

Rp2000,00 s/d < Rp5.000,00 Rp10,00

> Rp5.000,00 Rp25,00

Sumber: [Link]

Contoh Penjelasan Fraksi Harga

Contoh 1:

Harga saham perusahaan PT Astra International Tbk (Kode Saham: ASII) saat ini berada

pada harga Rp8.700. Rp8.700 berada pada fraksi harga Rp25. Nah, maka dari itu, jika terjadi

kenaikan, maka kenaikan harga saham ASII dimulai secara bertahap, mulai Rp8.700,

Rp8.725, Rp8.750 dan seterusnya. Demikian juga jika terjadi penurunan, maka penurunannya

juga harus bertahap mengikuti fraksi harga, yaitu mulai Rp8.675, Rp8.650, Rp8.625 dan

seterusnya.

13
Jadi, tidak mungkin harga saham ASII tiba-tiba dari harga 8.700, lalu antrian harga di

bawahnya menjadi 8.610. Semua antrian bid-offer yang ada dalam fraksi harga, sesuai

dengan aturan fraksi yang sudah ditetapkan Bursa.

Contoh 2:

Untuk memudahkan contoh konkritnya, perhatikan antrian harga saham perusahaan

Aneka Tambang Persero Tbk (ANTM) dibawah ini.

Jika mengacu pada fraksi harga, harga saham ANTM saat ini berada pada kelompok

hargaRp500,00 s/d < Rp2.000,00. Oleh karena itu, fraksi harganya adalah Rp5. Perhatikan,

antrian harga saham ANTM selalu selisih Rp5. Tidak ada harga saham ANTM yang dari

harga Bid Price Rp700 tiba-tiba harga dibawahnya menjadi Rp612. Antrian harga saham

yang Anda lihat diatas semuanya terjadi karena fraksi harga yang sudah ditetapkan oleh

Bursa Efek.

PERHATIKAN !! Jangan kaget kalau pada fraksi harga saham ternyata antrian harga

sahamnya terkadang loncat. Misalnya harga Bid Price ANTM paling atas sebesar Rp700.

Kalau menurut aturan fraksi harga, harga dibawahnya seharusnya Rp695, tetapi kadang-

14
kadang juga kita temui harga saham antrian dibawahnya langsung loncat Rp690 bukan

Rp695.

Hal ini dikarenakan, tidak ada atau belum ada trader yang memasang permintaan pada

harga Rp695, sehingga harga tersebut kosong. Kasus ini biasanya sering terjadi pada saat

pasar saham baru dibuka, karena investor yang memasang antrian masih sedikit, sehingga

banyak harga yang masih kosong. Kasus tersebut bukanlah pelanggaran fraksi harga saham.

Sepanjang harga saham kelipatannya tetap mengikuti aturan fraksi harga, tidak masalah.

Antrian harga yang terkadang loncat ini disebut dengan perbedaan SPREAD HARGA.

Setelah ini akan saya jelaskan mengenai spread harga dalam antrian bid-offer saham.

Nah, untuk aturan fraksi harga sendiri bisa berubah-ubah sesuai dengan ketetapan Bursa

Efek Indonesia (BEI). Fraksi harga diatas merupakan fraksi harga yang saat ini digunakan.

Fraksi dan jenjang maksimum perubahan harga di atas berlaku untuk satu hari bursa

penuh di pasar reguler dan disesuaikan pada hari bursa berikutnya jika harga penutupan

berada pada rentang harga yang berbeda. Jenjang maksimum perubahan harga dapat

dilakukan sepanjang tidak melampaui persentase auto rejection.

1.7.2 Auto Reject

Auto rejection merupakan penolakan secara otomatis oleh JATS terhadap penawaran jual

dan permintaan beli yang dimasukkan ke JATS sebagai akibat dilampauinya batasan harga

yang ditetapkan oleh bursa. Batasan auto rejection sendiri dimaksudkan agar transaksi yang

terjadi di BEI benar-benar berlangsung menurut mekanisme pasar, yaitu secara wajar, sehat,

dan teratur. Berikut merupakan rentang harga saham yang terkena auto rejection.

15
Batas Auto rejection Saham

Harga AutoRejection

Rp50,00-Rp200,00 35%

Rp200,00-Rp5.000,00 25%

> Rp5.000,00 20%

Sumber: [Link]

Pada saat hari pertama Initial Public Offering (IPO), maka persentase batas auto

rejection ditetapkan 2x lipat dari harga normal. IPO = proses perusahaan pertama kalinya go

public dengan menawarkan sahamnya ke publik.

Keterangan

Harga auto reject dihitung berdasarkan:

1. Dihitung dari harga pre-opening untuk saham yang memang diperdagangkan pada saat

sesi pre-opening.

2. Dihitung dari harga penutupan sehari sebelumnya untuk saham yang tidak

diperdagangkan pada sesi pre-opening.

3. Saham IPO = 2X Auto rejection Normal dari harga opening.

*Sesi pre-opening terjadi pada jam 08.55-08.59.59 sebelum pasar saham benar-benar buka.

Contoh Perhitungan Auto reject

Harga saham ABCD berada pada harga Rp2.500 pada saat harga pembukaan. Karena

harga saham Rp2.500, maka batas auto reject nya sebesar 25%. Artinya kenaikan harga

saham ABCD maksimal adalah sebesar 2500 + (2500 X 25%) = Rp3.125 dan penurunan

sedalam-dalamnya adalah sebesar 2500 - (2500 X 25%) = Rp1.875 untuk satu hari

perdagangan. Nah, jadi apabila Anda memasang order beli dan order jual melebihi batas

tersebut, maka order Anda akan ditolak otomatis oleh Jakarta Automatic Trading System

(JATS).

16
Jadi, Anda dalam satu hari perdagangan maksimal bisa meraup keuntungan pada harga

Rp3.125. Jika Anda mengalami kerugian, kerugian maksimal yang Anda tanggung sebesar

Rp1.875.

Praktik Auto reject dalam Perdagangan Saham

Dalam praktiknya di perdagangan saham sesungguhnya, seringkali ditemukan suatu

saham yang harganya mengalami kenaikan drastis sehingga tidak ada lagi pelaku pasar yang

melakukan penawaran jual (offer). Kasus ini disebut sebagai Auto reject Atas. Atau

sebaliknya, harga saham turun drastis sehingga tidak ada lagi pelaku pasar yang melakukan

permintaan beli (bid). Kasus ini disebut sebagai Auto reject Bawah. Hal ini disebabkan

karena adanya kebijakan auto rejection, yaitu batas maksimum dan minimum kenaikan dan

penurunan harga saham.

Auto reject Atas

Nah, mengapa saat harga naik terlalu tinggi sampai tidak ada yang melakukan

penawaran jual? Itu terjadi karena adanya batasan persentase yang ditetapkan, seperti yang

dipaparkan diatas. Jadi, pada saat harga naik terlalu tinggi melebihi batas kenaikan

maksimum aturan auto reject, artinya para pembeli saham (permintaan) berbondong-bondong

bersedia untuk membeli saham yang ditawarkan oleh penjual (offer), sampai-sampai penjual

yang menjual saham habis karena barangnya laku terbeli. Penjual yang menawarkan

barangnya di harga berapapun dari harga yang paling murah sampai paling mahal laku

terbeli, sehingga penawaran jual habis. Artinya, karena permintaan besar, maka harga

mengalami kenaikan (ingat hukum ekonomi permintaan dan penawaran), permintaan >

penawaran maka harga naik dan sebaliknya.

17
Contoh kasus Auto reject Atas. Lihat harga penawaran jual (Offer) habis

Auto reject Bawah

Demikian pula, mengapa saat harga turun terlalu dalam sampai tidak ada yang

melakukan permintaan beli? Karena pada saat harga turun terlalu dalam melebihi batas

penurunan maksimum aturan auto reject, artinya para penjual saham (penawaran) bersedia

menjual sahamnya dengan harga yang diminta oleh pembeli (bid). Pembeli selalu meminta

dengan harga yang paling murah. Sehingga, pada saat penjual bersedia mengalah dengan

menjual saham dengan harga yang diminta pembeli, maka harga saham mengalami

penurunan. Namun, jika penawaran jual (offer) deras sekali, maka permintaan beli pun akan

habis karena penjual sangat banyak, sehingga saat penawaran jual sangat besar melebihi

batas, maka harga akan mengalami auto reject, yaitu permintaan beli yang meminta di harga

paling rendah sekalipun sudah habis.

18
Contoh kasus Auto reject Bawah. Lihat harga permintaan beli (Bid) habis

Mengenai pembahasan auto reject ini paling tidak perlu anda pahami karena saya akan

menggunakan banyak istilah tersebut di bab 8, yaitu mengenai panduan screening saham

untuk memilih saham-saham yang naik 5-10% dalam satu hari.

1.7.3 Spread Bid-Offer

Nah, pada sub bab sebelumnya saya sudah menjelaskan pada anda mengenai fraksi harga

dan auto rejection. Saya yakin anda sudah memahaminya dengan baik. Masih berhubungan

dengan fraksi harga saham, sekarang saya akan menjelaskan tentang spread. Di sub bab 1.7.1

tentang fraksi harga tadi, sadah sempat saya singgung sedikit mengenai spread. Di sub bab ini

saya akan membahasnya lebih dalam.

Secara sederhana spread dalam bid-offer adalah jarak antara harga bid-offer. Jarak

antara fraksi harga ini biasanya / pada umumnya adalah sebesar fraksi harganya. Masih

bingung? Perhatikan lagi antrian bid-offer saham ANTM.

19
Kalau anda lihat contoh diatas, maka spread bid-offer diatas adalah sebesar fraksi

harganya. Hal ini dikarenakan harga saham ANTM berada di rentang harga 500 sampai

dengan dibawah 2.000, maka dapat anda lihat jarak kelipatan harganya adalah Rp5 (mengacu

pada fraksi harga).

Maka dari itu, spread / jarak harga antara antrian satu dengan antrian yang ada di

bawahnya adalah sebesar Rp5 (705 - 700 – 695 – 690 dan sebagainya). Spread yang sempit

(dikatakan sempit karena sebesar fraksi harganya) ini biasanya akan anda temui pada saham-

saham yang likuid yang banyak peminatnya. Kalaupun ada saham yang tidak likuid dan

memiliki spread yang sempit maka saham tersebut dapat dikatakan masih memiliki peminat

yang lumayan banyak.

Kemudian, perhatikan lagi contoh saham yang memiliki spread yang sempit alias saham

tersebut memang memiliki banyak peminat. Perhatikan saham BBRI dibawah ini:

Saham BBRI ini memiliki fraksi harga yang sebesar fraksi harganya. Karena kelompok

harga BBRI berada diatas Rp5.000, maka fraksi harganya adalah sebesar Rp25. Kalau anda

lihat bid-offer BBRI diatas, maka setiap kenaikan dan penurunan satu poin adalah sebesar

Rp25.

20
Nah, tapi ada juga antrian bid-offer saham yang seakan-akan ―tidak menunjukkan

besaran fraksi harga‖. Untuk memudahkan ilustrasinya, perhatikan bid-offer MREI dibawah

ini:

Perhatikan ada yang aneh dengan antrian MREI, di mana spreadnya tampak tidak

beraturan. Apabila mengacu pada fraksi harga, seharusnya berada di kisaran fraksi harga

Rp2000,00 s/d < Rp5.000,00 yang berarti fraksi harganya adalah kelipatan Rp10. Artinya jika

best bid price MREI berada di harga 3.500, maka seharusnya antrian yang ada di bawahnya

bukan 3.410, tetapi 3.490, kemudian antrian dibawahnya adalah 3.480 – 3.470 dan

seterusnya. Tetapi perhatikan antrian MREI setelah harga 3.500 antrian dibawahnya langsung

menjadi 3.410. Pertanyaannya: Kemanakah harga 3.420 – 3.490?

Harga antrian 3.420 – 3.490 kosong karena tidak ada orang yang memasang order beli

pada rentang harga sekian. Sehingga dapat dikatakan SPREAD saham tersebut renggang atau

banyak yang kosong. Hal ini sering terjadi pada saat jam pasar waktu masih pertama buka

(pukul 09.00). Pada saat jam market pertama dibuka biasanya pasar saham masih belum

terlalu ramai, sehingga masih banyak order beli dan jual yang belum terisi.

21
Kemungkinan kedua memang saham tersebut tidak likuid alias tidak banyak peminatnya.

Nah, kalau saham sudah tidak banyak peminatnya maka jelas akan ada banyak antrian harga

yang kosong.

Kalau anda menemukan saham-saham yang memiliki spread yang renggang seperti ini,

anda harus menghindari saham tersebut. Jangan pernah memasukkan saham seperti ini dalam

screening saham anda. Saham-saham seperti ini tidak likuid dan anda akan kesulitan untuk

menjualnya. Saya berikan ilustrasinya. Perhatikan lagi saham MREI diatas.

Jika anda membeli MREI pada harga 3.600 anda paling tidak membutuhkan menjual di

harga 3.630 di harga best bid supaya anda bisa profit. Tetapi kalau anda melihat best bid

MREI, best bid MREI ada di harga yang sangat jauh dari harga 3.630, yaitu di harga 3.500.

Kalau saham MREI adalah saham yang likuid dan spreadnya sempit (sebesar fraksi

harganya), seharusnya antrian best bid MREI bukan di 3.500 tetapi di 3.590. Disini terlihat

bahwa jarak antara best bid dengan best offer ada kekosongan di rentang harga 3.510-3.590

(tidak ada orang yang antri beli pada harga-harga tersebut).

Sehingga, anda akan kesulitan untuk menjual saham MREI pada harga 3.630 karena

antrian best bidnya saja masih sangat jauh, yaitu 3.500. Kecuali jika best bid MREI sekarang

adalah 3.590, maka anda akan jauh lebih mudah merealisasikan profit di 3.630

Oke, lalu apa hubungannya dengan materi ebook yang akan saya bahas. Saya akan lebih

banyak membahas spread dan fraksi harga ini pada bab 8, yaitu mengenai panduan memilih

saham-saham yang naik 5-10% dalam sehari. Untuk memilih saham-saham yang naik cepat,

anda harus memahami bid-offer saham tersebut, terutama mengenai spreadnya.

Seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya, hindarilah saham-saham yang memiliki

spread yang renggang, karena saham-saham seperti ini pergerakannya tidak bisa ditebak,

walaupun sebelumnya harga naik kencang. Selain itu, anda akan kesulitan menjual saham

yang memiliki spread renggang.

22
BAB II

ANALISIS TREN: ANALISIS MANUAL DAN MOVING AVERAGE

2.1 Penjelasan Analisis Tren

Di bab 2 anda akan banyak belajar mengenai analisis tren. Pada dasarnya analisis tren

bisa dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu menggunakan analisis manual dan menggunakan

moving average. Analisis manual adalah garis support dan resisten. Garis support dan resisten

sendiri bisa dibagi menjadi 2, yaitu garis support dan resisten untuk jangka yang agak

panjang (minimal 6 bulan) dan garis support dan resisten untuk jangka pendek (dibawah 6

bulan).

Penjelasan mengenai garis support dan resisten akan saya bahas di sub bab 2.1.1.

Pertanyaan selanjutnya adalah: Apa tujuan anda menganalisis tren sebuah saham? Ada 2

(dua) tujuan analisis tren:

1. Mengetahui saham-saham yang potensial

Semua pemain saham trading dengan tujuan untuk mendapatkan PROFIT. Jadi sudah

jelas, tujuan analisis tren adalah untuk mencari saham-saham yang potensial memberikan

profit bagi anda berdasarkan pada garis tren.

Sayangnya, banyak sekali pemain saham yang tidak tahu bagaimana cara menganalisis

dan membaca tren. Sehingga, trader akhirnya sering salah dan terjebak membeli saham-

saham yang kelihatannya bagus, padahal saham tersebut sebenarnya sudah akan koreksi atau

masih koreksi. Maka dari itu, diperlukan sebuah analisis tren yang benar dan akurat untuk

menentukan saham-saham mana saja yang potensial.

23
2. Sebagai Dasar untuk Screening saham alias stock pick saham-saham yang bagus.

Untuk melakukan screening saham, anda harus bisa mencari saham-saham yang bagus.

Bagus disini artinya saham tersebut cocok untuk anda. Dari mana anda bisa tahu kalau saham

tersebut cocok untuk anda? Anda harus menganalisis terlebih dahulu.

Salah satu dasar analisis yang paling penting untuk memilih saham yang cocok

ditradingkan, maka anda harus mampu melakukan analisis tren. Analisis tren itu luas. Dengan

analisis tren, maka anda memiliki peluang lebih besar untuk mengetahui saham-saham yang

sekiranya bagus dan cocok untuk anda.

Setelah anda mengetahui cara melakukan analisis tren saham dengan benar, pada Bab 5

sampai dengan Bab 7 saya akan memberikan strategi melakukan screening saham yang

benar. Sekarang, fokuslah terlebih dahulu untuk mempelajari dengan baik dan detail Bab 2

ini.

Analisis tren juga sangat berguna untuk seorang mid-term trader dan beberapa investor

terkadang juga menggunakan analisis tren. Namun dalam buku ini, saya akan lebih fokus

membahas analisis tren untuk screening saham pada jenis swing trading dan intraday

trading. Hal ini dikarenakan swing trading dan intraday trading lebih bisa menghasilkan

return saham yang cepat dibandingkan jika anda harus menunggu lama untuk main saham

jangka menengah.

2.1.1 Garis Support dan Garis Resisten

Pembahasan garis support dan resisten di ebook ini perlu anda perhatikan dan anda simak

dengan baik, karena pembahasan mengenai support dan resisten ini akan saya banyak ulas di

bab-bab selanjutnya mengenai panduan melakukan screening saham untuk mendapatkan

stock pick yang cocok untuk anda.

Menentukan garis support dan resisten merupakan SALAH SATU ANALISIS UTAMA

yang benar-benar harus anda kuasai ketika anda melakukan screening saham. Kalau saham

24
tersebut terlihat tidak memiliki support dan resisten yang jelas karena trennya yang turun

terus, maka saham tersbut bisa jadi tidak cocok untuk dimasukkan dalam screening saham.

Oke, kita langsung saja masuk pada pembahasan support dan resisten. Secara sederhana

garis support merupakan garis batas bawah. Sedangkan resisten adalah garis batas atas dari

harga saham.

1. Garis support = batas bawah harga saham

2. Garis resistance = batas atas harga saham

Untuk memudahkan ilustrasinya, perhatikan gambar support dan resisten pada grafik

saham dibawah ini:

Cara menggambar garis support dan resisten biasanya dilakukan secara manual, artinya

anda harus bisa menggambar dan menentukan sendiri. Karena sifatnya yang manual inilah,

setiap orang bisa memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam menentukan support dan

resisten suatu saham. Unsur subjektifitas dalam menentukan titik support dan resisten sangat

tinggi. Sehingga, dalam menentukan support dan resisten tidak ada benar dan salah.

Titik support merupakan batas bawah. Jadi titik support ini berguna untuk menentukan

kapan anda melakukan entry beli suatu saham. Titik support juga berguna untuk menentukan

25
pada titik berapa anda harus cut loss. Support juga berguna untuk melihat prediksi kapan

saham akan berbalik arah (rebound).

Sedangkan titik resisten merupakan batas atas. Jadi titik resisten ini berguna dalam

menentukan kapan anda harus melakukan entry jual alias melakukan aksi ambil untung (take

profit). Titik resisten berguna juga untuk melihat kapan potensi harga saham akan segera

turun lagi atau koreksi setelah naik di harga tertentu.

Dikarenakan menentukan titik support dan resisten memiliki unsure subjektifitas yang

tinggi, maka di bab ini supaya ada acuan untuk anda bisa menentukan support dan resisten,

saya akan memaparkan beberapa strateginya. Hal ini juga berguna sebagai acuan untuk anda

nantinya dalam menentukan screening saham.

Pada umumnya, dalam melakukan screening saham untuk memilih stock pick ada 3 (tiga)

cara analisis memprediksi pergerakan harga saham menggunakan garis support dan resisten.

Berikut ketiga cara menentukannya:

1. Menentukan titik support dan resisten yang paling dekat

Cara menentukan titik support dan resisten yang paling aman yaitu dengan cara

menentukan titik yang paling dekat dengan pergerakan harga terakhir. Untuk

memudahkannya saya berikan ilustrasinya. Perhatikan grafik saham EXCL dibawah ini.

Katakanlah anda ingin membeli saham EXCL di harga 3.200 (perhatikan tanda

lingkaran) karena anda melihat saham EXCL sudah koreksi. Anda menganalisis bahwa

26
saham EXCL akan rebound. Jika anda membeli EXCL di harga 3.200 seperti yang saya beri

tanda lingkaran, kira-kira bagaimana cara anda menentukan target resisten untuk take profit?

Caranya anda bisa melakukan take profit di harga resisten terdekat.

Kalau anda lihat grafik EXCL diatas, diatas harga beli 3.200 terlihat ada titik resisten

terdekat di harga 3.300 (perhatikan tanda panah pertama). Saya katakan titik resisten terdekat

karena kalau anda perhatikan, harga 3.300 ada pada harga resisten beberapa hari sebelumnya

sebelum saham EXCL koreksi. Setelah itu, target resisten terdekat selanjutnya ada di harga

3.360 (tanda panah kedua) dan target resisten terdekat selanjutnya ada di harga 3.400

(perhatikan tanda panah ketiga).

Seperti yang saya katakana, dalam menganalisis target resisten memang mengandung

unsur subjektifitas. Cara yang saya paparkan ini bisa anda gunakan dan terapkan, tetapi

mungkin anda memiliki pandangan berbeda. Bisa saja anda menganggap bahwa titik resisten

terdekat bukan di harga 3.300 tetapi di harga 3.250. Itu juga sah saja. Intinya, dalam

menganalisis resisten, cobalah untuk menganalisis titik resisten yang terdekat terlebih dahulu.

Hal ini bertujuan agar anda memiliki kesempatan melakukan take profit. Masalahnya kalau

anda menetapkan target take profit terlalu tinggi, harga saham mungkin belum sempat

menyentuh target jual anda, tetapi harga saham sudah turun lebih dulu.

Nah, itu adalah cara menentukan target resisten berdasarkan titik harga terdekat. Lalu,

bagaimana cara menentukan titik support terdekat? Perhatikan kembali saham EXCL

dibawah ini.

27
Jika anda membeli EXCL di harga 3.200, maka target support terdekat adalah di harga

3.100 (perhatikan yang saya beri tanda persegi). Hal ini dikarenakan harga support paling

dekat yang tersentuh candlestick ada di kisaran harga 3.100. Sehingga harga 3.100 ini bisa

menjadi titik cut loss apabila saham EXCL turun dibawah 3.100. Jika EXCL turun dibawah

3.100, ada kemungkinan harga saham akan turun lagi.

Analisis ini juga saya sarankan pada anda dalam melakukan screening saham, yaitu

dengan cara menentukan target take profit dengan menentukan titik-titik resisten terdekat

lebih dari satu kali. Baca sub bab 5.4.4 saya memaparkan banyak analisis saham untuk

menentukan target take profit lebih dari satu kali, untuk mendapatkan stock pick yang akurat.

2. Menentukan titik support dan resisten kuat

Menentukan titik support dan resisten bisa dilakukan menggunakan analisis support dan

resisten kuat terdekat, apabila pada grafik saham anda menemukan titik-titik tersebut. Yang

saya maksud dengan titik support dan resisten kuat adalah titik harga yang paling sering

disentuh atau dilalui. Kemudian, setelah tersentuh pergerakan harga tersebut akan kembali

lagi. Masih bingung? Saya berikan contohnya.

Misalnya saham ABCD selama 3 bulan sering sekali menyentuh harga 1.000. Setiap kali

menyentuh harga 1.000 saham ABCD selalu naik hingga menyentuh harga 1.070. Setelah

menyentuh 1.070 harga saham ABCD turun lagi ke harga 1.000. Pergerakan harga ini

terulang terus, sehingga pada grafik saham 3 bulan, terlihat adanya harga 1.000 yang sering

28
sekali tersentuh. Demikian juga dengan pergerakan harga 1.070 yang juga sering tersentuh.

Sehingga, harga 1.000 ini bisa menjadi support kuat yang berfungsi sebagai entry buy dan

harga 1.070 bisa menjadi resisten kuat yang berfungsi sebagai entry sell. Sekarang kita

langsung masuk saja pada praktik menentukan titik support dan resisten kuat suatu saham.

Perhatikan grafik saham PGAS selama 6 bulan dibawah ini.

Perhatikan yang saya beri tanda lingkaran. Harga PGAS tampak sering sekali menyentuh

harga bawah atau support di level yang sama, yaitu di harga 2.400. Hal ini terjadi terus secara

berulang. Ketika PGAS menyentuh harga 2.400, PGAS bisa memantul ke kisaran harga

2.490-2.510 (perhatikan yang saya beri tanda persegi). Hal ini juga terjadi terus secara

berulang kali.

Inilah yang saya maksud dengan menentukan support dan resisten kuat berdasarkan

support dan resisten kuatnya. Dengan cara ini anda bisa mentradingkan saham PGAS dengan

membeli ketika PGAS sudah berada di harga support 2.400 dan menjual ketika PGAS

harganya sudah naik ke 2.490. Dengan cara ini, anda bisa mencetak profit berkali-kali dari

satu saham.

Perlu anda ketahui, tidak semua saham memiliki support dan resisten kuat. Apabila anda

tidak menemukan titik support dan resisten kuat, anda tidak perlu memaksa menggunakan

29
analisis tersebut. Anda bisa menentukan titik support dan resisten menggunakan analisis

lainnya seperti yang sudah saya paparkan di ebook ini.

3. Menentukan titik support dan resisten yang paling krusial atau paling menonjol

Cara menentukan titik support dan resisten selanjutnya adalah dengan menentukan titik

support dan resisten yang titiknya paling krusial atau paling terlihat. Titik seperti ini biasanya

bisa menjadi titik psikologis, di mana ada kecenderungan harga akan menuju ke level

tersebut. Bagaimana cara menentukan titik yang paling menonjol dalam grafik?

Salah satunya dilakukan dengan cara melihat support-resisten yang paling terlihat. Hal ini

bisa juga anda kombinasikan dengan melihat titik support dan resisten terdekat seperti yang

sudah saya bahas di poin nomor 2. Kita langsung saja masuk ken praktik. Perhatikan grafik

ASII dibawah ini.

Misalnya anda memutuskan membeli saham ASII di harga 8.175 (perhatikan yang saya

beri tanda panah warna merah). Anda ingin mnentukan target resisten untuk take profit.

Berapakah target resisten yang bisa anda tentukan? Anda bisa menentukan target resisten di

kisaran harga 8.325 (perhatikan yang saya beri tanda lingkaran).

Pada grafik tampak bahwa harga 8.325 ini selain harga resisten terdekatnya juga

merupakan harga yang paling menonjol di grafik. Harga ini langsung terlihat jelas dan bisa

menjadi acuan target resisten. Kira-kira seperti itulah cara menentukan garis resisten dengan

cara melihat titik support dan resisten yang krusial. Jika anda meakukan analis dengan cara-

30
cara seperti ini, maka saham-saham yang bisa dilakukan analisis adalah saham-saham yang

likuid, yaitu saham lapis satu dan lapis dua yang tren harga sahamnya terlihat cenderung agak

fluktuatif. Jika saham tersebut downtrend terus, anda akan sulit menemukan titik-titik support

dan resisten yang tepat.

Untuk memberikan contoh tambahan cara menentukan support dan resisten berdasarkan

target support dan resisten krusial saya akan memberikan contoh lain saham BNGA.

Perhatikan grafik saham BNGA dibawah ini.

Jika anda membeli saham BNGA di harga 1.200 (perhatikan yang saya beri tanda panah),

maka dimanakah anda menentukan target resistennya? Target resisten bisa anda lihat ada

harga 1.300 yang candlesticknya cukup menonjol atau terlihat dengan jelas pada grafik

(perhatikan tanda lingkaran).

Disitulah anda bisa menenetukan target take profit, yaitu pada harga 1.300. Saham-

saham yang memiliki titik support dan resisten krusial / yang paling terlihat jelas di grafik ini

biasanya bisa dikatakan adalah cerminan psikologis pelaku pasar, sehingga harga saham

berpotensi untuk menyentuh angka tersebut. Jika sudah menentukan titik resistennya, lalu

dimanakah menentukan titik support krusialnya? Perhatikan lagi grafik saham BNGA

dibawah ini:

31
BNGA memiliki support yang cukup terlihat di grafik, yaitu support 1.150 (perhatikan

tanda persegi). Perhatikan bahwa titik support tersebut cukup menonjol. Kemudian dibawah

harga 1.150 ada titip support kedua di harga 1.100 (perhatikan tanda lingkaran). Titik support

itu juga bisa dikatakan sebagai titik support yang menonjol dalam grafik karena titik tersebut

terlihat muncul cukup jelas.

Jadi itulah cara menentukan support dan resisten berdasarkan pada titik support dan

resisten yang krusial dalam grafik. Titik-titik seperti ini biasanya lebih cepat tersentuh. Dalam

menentukan titik support dan resisten ini anda harus mampu melihat grafik sebuah saham.

Memang dalam praktikknya, ketika anda trading anda tidak harus menggunakan analisis

support dan resisten. Anda bisa mengembangkan analisis trading anda menggunakan

indikator-indikator trading dan analisis lainnya. Namun, mengenai analisis-analisis tersebut

tidak akan saya bahas di ebook ini, karena saya sudah membahas strategi-strateginya secara

lengkap diebook sebelumnya. Anda bisa mendapatkannya disini:

[Link]

Perlu anda ketahui, anda bisa menganalisis support dan resisten sebuah saham apabila

saham tersebut memiliki pergerakan grafik yang cenderung uptrend atau yang lebih

fluktuatif. Kalau saham tersebut turun terus, atau sideways terlalu lama, anda sulit

menggunakan dan menentukan titik support dan resisten.

32
Itulah mengapa dalam metoda screening saham, saya selalu menekankan bahwa anda

harus bisa memilih grafik saham yang polanya bagus, karena dengan demikian anda bisa

menebak pergerakan harga sahamnya dengan lebih mudah dan akurat. Pada bab 5 saya akan

memaparkan grafik saham yang bagus dan layak untuk anda lakukan screening, serta

membuang saham-saham yang memiliki grafik yang tidak atau kurang layak masuk dalam

screening saham.

2.1.2 Jenis-jenis Tren

Di pasar saham, analisis tren dibagi menjadi 3 (jenis). Berikut adalah jenis-jenis analisis

tren di pasar saham:

1. Tren Naik (Uptrend)

Tren naik berarti saham tersebut mengalami kenaikan. Tren naik berarti secara tren harga

saham akan selalu membentuk puncak-puncak resisten yang baru. Sebagai contoh, harga

saham 2 (dua) minggu lalu memiliki garis support di kisaran harga 1.000 dan kisaran harga

resisten 1.500. Kemudian 1 (satu) minggu kemudian, harga sahamnya membentuk support

baru di kisaran harga 1.200 dan resisten baru di kisaran harga 1.700.

Kemudian minggu ini, saham tersebut kembali membentuk support baru di harga 1.400

dan resisten baru di harga 1.900. Inilah yang disebut sebagai saham uptrend. Mengapa

demikian? Untuk mempermudah ilustrasinya, perhatikan tabel dibawah ini:

Jangka Waktu Harga Kisaran Support Harga Kisaran Resisten


2 Minggu Lalu 1.000 1.500
1 Minggu Lalu 1.200 1.700
Minggu Ini 1.400 1.900

Karena bisa anda lihat bahwa harga support dan harga resisten yang terbentuk semakin

tinggi (mengindikasikan harga saham semakin naik). Sudah paham sampai disini? Contoh

grafik saham uptrend, bisa anda lihat grafik saham GGRM selama 6 bulan dibawah ini:

33
Inilah salah satu contoh pola grafik saham uptrend. Perhatikan beberapa tanda lingkaran

dan tanda persegi pada grafik. Terlihat jelas bahwa harga saham GGRM semakin naik dari

waktu ke waktu selama 6 bulan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa:

Definisi tren naik berarti secara major tren saham tersebut naik, walaupun di

dalam tren 6 bulan pasti terdapat koreksi sesaat yang membuat saham downtrend

selama beberapa hari, namun secara major tren alias tren besar, saham tersebut

mengalami kenaikan. Dengan kata lain tren naik berarti harga saham membentuk

swing low dan swing high yang semakin tinggi.

Maka dari itu, di sub bab selanjutnya saya akan lebih memaparkan praktikknya secara

lebih mendalam untuk swing trader dan intraday trader sebagai dasar screening saham.

Kedengarannya simpel sekali ya melihat tren naik? Tapi jangka waktu berapa lama yang

sebaiknya digunakan untuk mengatakan bahwa tren tersebut naik? Sampai kapan tren naik

tersebut akan berlangsung? Jawaban dari pertanyaan tersebut akan saya bahas di sub bab

selanjutnya. Hal ini juga berlaku untuk tren turun dan tren naik.

2. Tren Turun (Downtrend)

Tren turun berarti harga saham tersebut secara tren mengalami penurunan. Sebagai

contoh, jika harga saham dua minggu lalu memiliki kisaran harga support sebesar 2.000 dan

harga resisten 2.500. Kemudian satu minggu kemudian, harga saham memiliki harga support

34
sebesar 1.700 dan harga resisten baru terbentuk di kisaran 2.200. Lalu, minggu ini harga

saham kembali membentuk kisaran harga support di 1.400 dan kisaran harga resisten di

1.900.

Inilah yang dikatakan sebagai tren turun. Mengapa dikatakan sebagai tren turun? Karena

harga saham mengalami penurunan sejak dua minggu lalu yang semula memiliki kisaran

harga support 2.000 dan resisten 2.500, sekarang kisaran harga supportnya turun menjadi

1.400 dan resisten 1.900. Untuk mempermudah ilustrasinya, silahkan perhatikan tabel

dibawah ini.

Jangka Waktu Harga Kisaran Support Harga Kisaran Resisten


2 Minggu Lalu 2.000 2.500
1 Minggu Lalu 1.700 2.200
Minggu Ini 1.400 1.900

Inilah contoh harga saham downtrend, di mana harga saham akan membentuk swing low

dan swing high yang semakin rendah. Hal ini terlihat dari harga saham yang semakin turun

dari waktu ke waktu. Lalu, bagaimana contoh saham downtrend? Silahkan perhatikan grafik

saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) selama 6 bulan dibawah ini:

Pada grafik diatas dapat anda lihat bahwa saham AALI mengalami penurunan tren.

Perhatikan bahwa harga puncak (resisten) dari waktu ke waktu terus menurun (perhatikan

tanda persegi). Demikian juga dengan harga lembah (support) dari waktu ke waktu juga terus

menurun (perhatikan tanda lingkaran). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa:

Definisi tren turun berarti secara major tren saham tersebut turun, walaupun di

dalam tren 6 bulan pasti terdapat kenaikan harga saham jangka pendek yang membuat

35
saham tampak uptrend selama beberapa saat, namun secara major tren alias tren

besar, saham tersebut mengalami penurunan. Dengan kata lain tren turun berarti

harga saham membentuk swing low dan swing high yang semakin rendah.

3. Tren Mendatar (Sideways / Trendless)

Tren mendatar berarti harga saham tidak memiliki tren (trendless atau sideways).

Mengapa dikatakan tidak memiliki tren? Hal ini dikarenakan saham sideways tidak

membentuk tren naik maupun tren turun. Alias harga saham bergerak mendatar di kisaran

support dan resisten yang sama dalam rentang waktu tertentu.

Harga saham akan terus memantul di kisaran harga saham sama. Misalnya harga saham

terus berada di kisaran harga support 3.000 dan resisten 3.200 dalam rentang waktu tertentu.

Harga saham jarang sekali turun dari harga 3.000 dan jarang sekali naik dari harga 3.200.

Inilah yang dikatakan sebagai saham sideways. Untuk mempermudah, berikut adalah contoh

saham sideways pada PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) selama 6 bulan.

Pada grafik tersebut anda bisa melihat harga saham AKRA memiliki tren sideways. Hal

ini dikarenakan AKRA membentuk kisaran harga support dan resisten yang selalu sama.

Sehingga AKRA bisa dikatakan sideways selama kurang lebih bulan. Pertanyaannya: Apakah

saham sideways layak masuk dalam screening saham?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, anda harus memahami tipikal saham sideways.

Saham sideways bisa dibagi menjadi 2 (dua) jenis: Saham sideways yang rentang

36
pergerakannya terlalu sempit dan saham sideways yang masih memiliki rentang pergerakan

lumayan besar. Masih bingung? Untuk lebih jelasnya perhatikan grafik WIKA dibawah ini:

Pada tanda persegi menunjukkan saham berada dalam tren sideways yang sulit sekali

ditentukan titik support dan resistennya, karena rentang pergerakan harganya sangat

sempit. Kalau anda menemukan saham dengan tipe sideways seperti ini, saran saya anda

jangan coba-coba untuk membelinya, karena anda tidak akan tahu arah selanjutnya.

Tampak bahwa ternyata setelah sideways cukup lama, harga saham WIKA langsung

anjlok. Sekarang perhatikan lagi grafik WIKA setelah anjlok. Setelah anjlok, WIKA ternyata

kembali sideways, namun sideways-nya kali ini beda.

WIKA terlihat cukup fluktuatif naik dan turun dalam rentang waktu tertentu. Di dalam

grafik sideways masih terlihat adanya fluktuatif, sehingga bisa dengan mudah ditentukan titik

support dan resistennya. Dalam hal ini, anda masih bisa trading pendek, dengan

memanfaatkan support dan resisten WIKA.

Masalahnya kalau rentang harga support dan resistennya terlalu sempit, anda tidak akan

bisa menjual sahamnya secara untung. Misalnya jika suatu saham berada dalam tren sideways

dan memiliki support di harga 2.300 dan resisten di harga 2.320, maka jika anda membeli

saham di 2.300 dan menjual di 2.320 anda masih rugi. Kok bisa masih rugi?

Karena anda masih terkena fee beli dan fee jualnya. Inilah mengapa saya katakan saham

sideways yang rentang support-resistennya sangat sempit akan menjadi sangat sulit untuk

mencetak profit bagi trader. Sedangkan jika harga saham sideways berada di rentang support

37
dan resisten yang agak renggang, saham tersebut masih bagus bagi trader untuk ditradingkan

dalam jangka pendek.

Misalnya, harga saham terus sideways di rentang support kuat di harga 2.000 dan resisten

kuat di harga 2.150. Dalam hal ini, anda masih bisa memanfaatkannya untuk trading dengan

cara membeli ketika harga saham turun di kisaran 2.000 dan menjual ketika harga saham

sudah naik ke 2.150. Adanya rentang harga saham yang agak besar walaupun trennya

sideways, anda tetap bisa meraih keuntungan dari adanya rentang harga support dan resisten

tersebut.

Sebagai gambaran, saya juga pernah mentradingkan saham PGAS ketika PGAS

mengalami sideways. Karena PGAS sideways di rentang harga support 2.400 dan resisten

2.500, saya biasanya buy di harga 2.420 dan sell di harga 2.480-2490. Untuk sedikit

gambaran, perhatikan grafik PGAS dibawah ini:

Pada grafik diatas, tren PGAS terlihat sideways (perhatikan yang saya beri tanda

persegi).PGAS terlihat sideways Karen terus mondar-mandir di harga 2.400 – 2.500. Namun

momen ini bisa anda manfaatkan untuk trading, karena lebih mudah untuk menghafalkan titik

support dan titik resistennya.

2.2 Analisis Tren untuk Swing Trading dan Intraday Trading

Di Bab 1 anda sudah memahami apa itu swing trading maupun intraday trading. Sekarang

saatnya saya memberikan strategi-strategi menganalisis tren untuk swing trading dan intraday

38
[Link] anda tidak salah dalam menganalisis, perlu anda ketahui bahwa analisis tren

yang digunakan oleh seorang swing trader dengan intraday trader itu berbeda.

a. Analisis tren untuk swing trading

Kalau anda seorang swing trader, maka analisis tren yang digunakan adalah analisis tren

dengan rentang waktu yang lebih panjang. Swing trading bisa dilakukan menggunakan

analisis garis support dan resisten manual atau menggunakan garis moving average.

Tehnik swing trading sangat bagus jika menganalisis saham menggunakan garis bantu

moving average. Mengapa moving average? Moving average bertujuan untuk melihat analisis

kecenderungan tren. Semakin panjang perioda moving average yang anda gunakan, maka

semakin akurat garis tersebut untuk melihat tren dalam rentang waktu yang lebih panjang.

Ya, hal ini dikarenakan swing trader memang memiliki rentang waktu yang lebih panjang

dalam trading.

Jika anda trading menggunakan strategi swing trading tidak saya sarankan untuk

menganalisis support dan resisten dalam jangka yang sangat pendek. Hal ini lebih cocok

dilakukan seorang intraday trader.

b. Analisis tren untuk intraday trading atau trading beberapa hari

Untuk seorang intraday trader atau anda yang ingin trading beberapa hari, analisis tren

yang digunakan adalah dengan melihat support dan resisten jangka pendek. Jangka pendek

berarti anda melihat grafik secara 3 bulnan sampai 6 bulan. Anda melihat di mana titik

support dan titik resisten kuat yang PALING SERING TERSENTUH, YANG PALING

DEKAT DENGAN PERGERAKAN HARGA TERAKHIR. Disitulah trader mengincar

saham dengan mengandalkan titik support dan resisten dalam rentang waktu beli-jual

dibawah 1 (satu) minggu.

Intraday trader tidak saya sarankan untuk menggunakan analisis moving average jika

anda sedang mencari saham-saham pilihan untuk ditradingkan. Moving average jauh lebih

39
bagus digunakan untuk swing trading. Mengenai analisis moving average, anda bisa baca

terus buku ini pada bahasan-bahasan selanjutnya.

2.3 Analisis Tren Menggunakan Garis Manual

Melakukan analisis tren menggunakan garis manual harus anda kuasai terlebih dahulu

karena anda harus mengerti cara menganalisis garis manual sebelum menggunakan moving

average. Tanpa mengerti cara menggunakan garis manual, anda tidak akan bisa memahami

analisis moving average. Garis manual yang saya maksud adalah menggambar sendiri

support dan resisten yang benar. Analisis tren menggunakan garis manual ini, seperti yang

saya paparkan juga sangat berguna untuk segala jenis trading, terutama untuk intraday

trading.

Mengenai cara menggunakan support dan resisten sudah saya jelaskan banyak pada sub

bab 2.1.1. Anda bisa baca-baca kembali. Seperti yang saya paparkan di sub bab tersebut,

menggunakan analisis tren garis manual berarti ada unsur subjektifitas. Maka dari itu, anda

perlu lebih jeli menentukan titik-titik support dan resisten menggunakan ketiga cara tersebut.

2.4 Swing Trading Menggunakan Moving Average

Menggunakan analisis moving average untuk wing trading yang saya sarankan adalah

menggunakan moving average 100, moving average 50, moving average 25 atau moving

average 200. Saya pribadi lebih suka kombinasi 2 (dua) garis moving average untuk mencari

saham-saham yang lagi uptrend atau saham yang akan turun Di Bab 3 kita akan langsung

masuk pada praktik dan studi kasus.

Biasanya, moving average 50 adalah moving average yang enak untuk digunakan, karena

moving average 50 mencerminkan 3 (tiga) bulan perdagangan saham yang dihitung hari

perdagangan penuhnya, tidak termasuk hari libur bursa dan hari libur nasional, sehingga kira-

kira jumlah hari perdagangan penuhnya adalah 50 hari.

40
Nah, 3 bulan perdagangan bursa ini adalah perioda penyampaian laporan kuartal

perusahaan, di mana setiap 3 bulan perusahaan pasti menerbitkan laporan keuangan ke Bursa,

sehingga kondisi keuangan dan kesehatan perusahaan bisa dianalisis setiap 3 bulan sekali.

Tapi tidak ada salahnya anda mencoba berbagai kombinasi moving average.

Sebagai contoh, moving average 200. Moving average 200 bagus untuk menganalisis

saham dengan tren yang lebih pasti dan jelas, walaupun sinyal yang diberikan lebih lama.

Namun, hasil yang didapatkan juga tidak kalah akurat dengan moving average 50 atau

moving average 100.

2.4.1 Moving Average 100

Berikut adalah contoh garis moving average 100. Perhatikan grafik dibawah ini. Garis

warna orange adalah garis moving average 100 pada saham BNGA.

Itu adalah gambaran moving average 100. Untuk menampilkan garis moving average,

anda hanya perlu setting indikator anda dan tulis time period: 100. Kemudian untuk jenis

moving average sebenarnya ada 3 (tiga), yaitu simple, exponential dan weighted moving

average. Namun, ketiga metoda tersebut pada umumnya penerapannya sama saja. Anda bisa

memilih simple moving average yang paling sering dan umum digunakan. Untuk mudahnya,

perhatikan gambar dibawah ini:

41
2.4.2 Moving Average 50

Berikut adalah contoh garis moving average 50. Moving average 50 berarti pergerakan

rata-rata 50 hari perdagangan.

Moving average 50 menghasilkan sinyal perubahan tren yang lebih cepat daripada

menggunakan moving average 100. Coba anda perhatikan perbandingan garis moving

average 50 dan moving average 100. Pada perbedaan tersebut, tampak bahwa garis moving

average 50 lebih dekat pada pergerakan harga saham dibandingkan moving average 100.

2.4.3 Moving Average 25

Perhatikan garis moving average 25 yang bisa juga digunakan untuk analisis swing

trading.

42
Garis moving average 25 ini adalah garis yang lebih dekat lagi dengan pergerakan harga.

Garis moving average 25 lebih cocok digunakan untuk memberikan sinyal kapan sebaiknya

anda membeli dan menjual saham ketika tren harga saham berada dalam tren naik atau tren

turun yang tidak terlalu signifikan. Kalau harga saham sudah turun drastis, sinyal yang lebih

bagus digunakan untuk membeli adalah moving average 50, 100 atau 200.

2.4.4 Moving Average 200

Alternatif lainnya anda bisa menggunakan garis moving average 200 untuk mencari

saham untuk swing trading. Perhatikan garis moving average 200 dibawah ini.

Garis moving average biasanya digunakan oleh beberapa trader karena garis moving

average 200 mencerminkan pergerakan harga saham rata-rata selama 1 (satu) tahun

perdagangan bursa saham.

43
2.4.5 Kombinasi Moving Average

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, analisis moving average bisa dilakukan

menggunakan kombinasi garis. Akan tetapi, saya menyarankan paling tidak anda hanya

menggunakan 2-3 buah kombinasi moving average. Berikut adalah contoh kombinasi moving

average 50 (garis warna orange) dan kombinasi moving average 100 (garis warna hijau).

Adanya perpaduan garis moving average ini bisa lebih menghasilkan sinyal yang akurat

untuk swing trading karena kedua garis ini bisa saling mendukung perannnya dalam melihat

perubahan tren yang ada. Dalam menerapkan swing trading, ada beberapa kombinasi garis

moving average yang bisa anda gunakan, yang juga saya sarankan untuk anda, yaitu:

- Kombinasi moving average 25 dan moving average 200

- Kombinasi moving average 25 dan moving average 50

- Kombinasi moving average 50 dan 100

- Dan kombinasi lainnya

2.5 Kesalahan Trader dalam Menggunakan Moving Average

Analisis moving average memang kelihatannya simpel sekali. Tetapi, dalam praktiknya

saya banyak menemukan trader yang sering melakukan kesalahan-kesalahan umum

menggunakan moving average. Hal ini membuat trader akhirnya sering terjebak dalam

menggunakan indikator ini, dan ujung-ujungnya meng-kambinghitamkan indikator moving

average sebagai penyebab kerugian di pasar saham.

44
Padahal penggunaan moving average yang benar akan menghasilkan sinyal yang benar

pula. Dalam praktik saya sering menemukan 4 (empat) kesalahan utama trader menggunakan

moving average. Berikut adalah kesalahan-kesalahan tersebut:

1. Ingin swing trading, tapi pakai moving average yang rentang waktunya sempit

Seperti yang saya paparkan sebelumnya, swing trading sangat bagus jika anda

melakukan analisis saham menggunakan moving average. Akan tetapi, moving average yang

bagus digunakan untuk analisis swing trading adalah moving average dengan rentang perioda

waktu yang agak panjang, misalnya menggunakan moving average 50, moving average 100

atau moving average 200.

Hal ini dikarenakan swing trading berarti anda membeli saham dan kemudian hold

sahamnya sampai sekitar 1 bulan. Kalau anda menggunakan moving average 5, moving

average 10 untuk swing trading, maka hal ini berpotensi menimbulkan sinyal-sinyal palsu.

Semakin pendek perioda garis moving average, semakin cepat dan fluktuatif garis moving

average dalam memberikan sinyal pergerakan harga.

Solusi: Kalau anda ingin swing trading, jangan gunakan moving average 5, moving

average 10, moving average 15. Paling tidak gunakan moving average 25, moving average

50, moving average 100 atau moving average 200. Semakin panjang garis moving average,

maka akan menghasilkan sinyal yang lebih akurat untuk swing trading.

2. Terlalu banyak menggunakan perpaduan garis moving average

Analisis menggunakan garis moving average bisa menggunakan lebih dari satu buah

garis untuk menghasilkan sinyal beli dan jual. Banyak trader yang suka menggunakan banyak

garis moving average. Hasilnya mereka menjadi bingung dalam mengambil keputusan karena

terlalu banyak perpaduan garis yang digunakan.

Dalam kasus mencari saham pilihan untuk swing trading, saya tidak menyarankan anda

untuk menggunakan terlalu banyak garis moving average. Saran saya anda cukup

45
menggunakan MAKSIMAL 2 (dua) buah garis moving average saja. Kedua garis tersebut

saling mendukung sebagai garis sinyal dan konfirmasi.

3. Melupakan fungsi utama garis moving average sebagai garis tren

Seperti yang saya jelaskan di poin nomor 2, mengapa trader suka menggunakan

perpaduan banyak garis moving average? Hal ini dikarenakan trader ingin agar indikator

moving average yang dipakai bisa menghasilkan sinyal beli dan jual yang akurat. Inilah yang

sering menjadi salah persepi.

Memang benar bahwa garis moving average bisa berfungsi sebagai garis sinyal apabila

anda memadukan perpotongan dua buah atau beberapa buah garis. Tetapi, garis moving

average itu jauh lebih bagus digunakan sebagai garis tren, karena itulah memang fungsi

utama garis moving average.

Jadi apakah garis moving average tidak bisa dijadikan sebagai patokan untuk membeli

dan menjual saham? Tentu saja bisa. Tetapi, sebelum anda melakukan beli dan jual saham

menggunakan moving average, anda harus menggunakan garis ini sebagai garis tren terlebih

dahulu.

Ketika tren mendukung / saham sudah uptrend, itulah saatnya anda membeli sahamnya.

Ketika tren tidak mendukung / saham dalam kondisi turun atau akan turun setelah berada

dalam tren naik, maka itulah saatnya anda jual saham. Masih bingung? Di Bab 3 akan saya

bahas lengkap strategi-srategeinya.

4. Melupakan moving average sebagai indikator lagging

Moving average bukanlah indikator leading / indikator yang memberikan sinyal yang

lebih awal dalam menentukan posisi beli dan posisi jual. Kalau indikator leading seperti

stochastic oscillator, indikator tersebut akan langsung memberikan sinyal ketika beli dan jual

yang cepat ketika harga saham sudah membentuk suatu kecenderungan pergerakan harga

tertentu. Indikator leading ini ibarat mengatakan kepada anda seperti ini: ―Bro, harga saham

46
ini AKAN naik, segera beli sahamnya. Kalau nggak beli, nanti ketinggalan harganya keburu

sudah naik duluan”.

Kesalahan yang sering dilakukan trader adalah trader seringkali menggunakan moving

average ini sebagai indikator leading. Padahal moving average adalah indikator lagging alias

indikator yang TERLAMBAT dalam memberikan sinyal. Dikarenakan sifatnya yang

terlambat ini, maka indikator moving average lebih bagus digunakan sebagai garis tren.

Indikator lagging itu ibarat mengatakan kepada anda : “Bro,tren saham harga SUDAH

naik lagi, sekarang saatnya beli saham”. Nah, disini terlihat bahwa indikator lagging seperti

moving average lebih lambat dalam memberikan sinyal, karena indikator ini baru

mengatakan pada anda untuk membeli sahamnya setelah ada konfirmasi kalau harga saham

sudah naik.

Berbeda dengan indikator leading yang memberikan sinyal beli saham yang lebih awal

saat harga saham AKAN naik (belum naik). Inilah perbedaannya. Sudah paham? Jadi, anda

tidak bisa menjadikan moving average sebagai indikator leading.

Indikator moving average jauh lebih bagus anda gunakan untuk melihat tren harga

saham. Maka dari itu, analisis ini bagus untuk anda yang suka mencari saham (screening)

untuk melakukan swing trading. Dikarenakan sifatnya yang lagging, maka saya menyarankan

pada anda untuk selalu menggunakan garis moving average yang lebih panjang, misalnya

moving average 100.

Sesuai dengan sifatnya, seorang swing trader adalah trend follower alias trader pengikut

tren. Berarti jika anda trading menggunakan strategi swing trading, ya anda harus mencari

saham yang punya TREN naik. Kemudian, anda terus simpan saham tersebut dan anda jual

sahamnya ketika tren sudah mulai menunjukkan adanya tanda-tanda perubahan. Hal ini akan

saya bahas di Bab 3.

47
2.6 Kaitan Support-Resisten, Analisis Tren dan Screening Saham

Setelah anda membaca Bab 2 ini mungkin anda bertanya-tanya: “Kenapa di buku ini

malah membahas tentang garis support-resisten, analisis tren dan moving average?” Apa

hubungannya sama screening saham yang ada di judul buku ini? Supaya anda bisa men-

korelasikan kaitan antara Bab 2 ini dengan bab-bab selanjutnya, maka di sub bab ini saya

akan membuka kaitannya.

Dalam melakukan screening saham, anda harus menggunakan analisis yang tepat, karena

screening saham ini nantinya akan anda pilih untuk menjadi stock pick. Seperti yang saya

bahas di ebook ini, saya akan mengajarkan cara melakukan screening saham untuk trading

jangka pendek, yaitu untuk intraday trading, swing trading, dan trading beberapa hari.

Agar anda bisa melakukan screening saham DENGAN BENAR DAN LAYAK, maka

anda harus menggunakan analisis teknikal, bukan menggunakan feeling atau menggunakan

ilmu tebak-menebak tanpa pengetahuan apapun.

Menemukan saham yang bagus untuk trading, INTINYA HARUS DILAKUKAN

MENGGUNAKAN 3 (TIGA) HAL: Melihat support-resisten saham, melihat tren harga

saham tersebut, melihat analisis menggunakan moving average. Untuk moving average

khusus digunakan jika anda ingin mencari saham untuk SWING TRADING. Ketiga hal ini

berkaitan dengan pembelajaran bagaimana trader membaca grafik saham.

Dengan kata lain anda HARUS BISA BACA GRAFIK SAHAM. Nah, kalau anda tidak

bisa baca grafik, bagaimana mungkin anda bisa melakukan screening saham dengan baik dan

benar?

Masalahnya banyak trader yang sudah coba melakukan screening saham, tetapi mereka

tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Banyak trader yang salah melakukan screening

saham karena mereka tidak tahu strateginya. Saham yang trennya jelas-jelas tidak

mendukung untuk trading tetapi masih saja ditradingkan jangka pendek. Maka dari itu tidak

48
heran jika dalam trading, seorang pemain saham memiliki nilai cut loss yang besar dan

portofolio diisi banyak saham yang ‗nyangkut‘.

Kemudian yang jadi pertanyaan selanjutnya: ―Kenapa kok bukan indikator lainnya

seperti stochastic oscillator atau bollinger bands atau relative strength index yang dibahas di

ebook ini sebagai dasar untuk melakukan screening saham?” Indikator memang penting

untuk membaca sinyal harga saham, tetapi indikator ini sifatnya ―hanyalah‖ tambahan.

Setelah anda bisa membaca grafik, maka anda barulah saya sarankan untuk mulai

memasang indikator ini dan itu dalam trading anda, sesuai dengan indikator yang cocok

untuk anda. Namun, indikator pada umumnya bukanlah cara untuk membaca tren harga

saham, atau melihat lebih dalam kecenderungan pergerakan grafik yang bagus untuk

ditradingkan. Kecuali moving average yang bagus untuk melihat tren.

Jadi, inti dari screening saham yang utama adalah setidaknya anda paham cara membaca

tren dan menentukan titik support dan resisten dari harga saham. Sekali lagi, indikator

sifatnya hanyalah tambahan.

Ketika anda sudah menguasai analisis tren, mengetahui titik-titik support dan resisten

yang bisa dijadikan acuan, maka tahapan screening saham anda sudah jauh lebih maju. Anda

hanya tinggal mempraktikkannya dengan trading alias eksekusi beli dan jual.

Maka dari itu, di Bab 2 ini saya membahas banyak tentang support-resisten serta garis

tren dan moving average supaya anda bisa menemukan saham-saham mana saja yang perlu

anda screening untuk kemudian anda masukkan dalam stock pick. Setidaknya di Bab 2 ini,

anda sudah mendapatkan dasar-dasar atau pemahaman basic yang kuat untuk melakukan

screening saham pilihan.

49
BAB III

MENGUASAI ANALISIS TREN: SWING TRADING

3.1 Praktik Lanjutan Saham Uptrend, Downtrend, dan Sideways

Di Bab 2 saya sudah memaparkan sedikit banyak dasar-dasar untuk anda dalam

membaca analisis tren untuk saham uptrend, downtrend dan saham sideways. Saya yakin

anda pasti sudah memahami intisarinya.

Di Bab 3 ini saya akan menjelaskan lebih banyak praktik membaca analisis tren,

terutama bagaimana cara anda menemukan saham yang akan UPTREND, membaca saham

yang trennya akan berubah, dan membaca saham yang tren turunnya masih akan berlanjut.

Untuk anda yang ingin melakukan screening saham dengan mencari saham untuk swing

trading, anda harus simak baik-baik Bab 3 ini, karena di Bab 3 ini adalah inti dari strategi

swing trading.

Sebelum saya melanjutkan yang perlu anda ingat, cara trading ini hanya VALID

DIGUNAKAN untuk saham-saham lapis satu dan saham lapis dua. Untuk saham-saham yang

tidak likuid, volume grafik tidak beraturan (volume sangat tipis dan terkadang naik sangat

tinggi), cara analisis tren ini tidak bisa digunakan, karena pada saham yang pola grafiknya

jelek, pergerakan harganya seringkali menipu.

3.2 Kesalahan Besar Trader dalam Membaca Tren Saham

Dalam praktik, ternyata banyak sekali trader yang tidak tahu cara membaca tren harga

saham. Memang dalam trading hanya terdapat 3 (tiga) macam tren, yaitu tren naik, tren turun

dan sideways alias tidak bergerak. Akan tetapi, saya sering sekali menemukan beberapa

kesalahan utama trader dalam membaca tren saham.

50
1. Menganggap saham downtrend adalah saham yang sudah murah dan berpotensi

rebound

Ini adalah kesalahan besar yang seringkali dilakukan trader, yaitu menganggap saham

yang trennya turun adalah saham yang bagus karena harganya sudah diskon, sehingga ada

kesempatan besar untuk membeli saham di harga rendah. Pernyataan tersebut tidak salah,

DENGAN SYARAT: Saham tersebut memang sudah memiliki sinyal rebound atau sudah

breakout. Kalau belum ada sinyal rebound, maka saham tersebut memiliki potensi untuk

turun lagi.

Perlu anda ketahui, membeli saham yang downtrend (yang sama sekali belum

menunjukkan tanda-tanda rebound) adalah sesuatu yang sangat berisiko. Saham yang trennya

turun sangat besar kemungkinannya akan turun lagi. Jadi, saham-saham yang trennya turun

terus secara berkepanjangan bukanlah tipe saham yang bagus untuk anda tradingkan, baik

untuk swing trading maupun untuk intraday trading.

Saya pernah mendapati trader yang nyangkut saham MPPA di harga 970, dan saat trader

menanyakan kapan MPPA akan rebound, harga sahamnya sudah berada di kisaran harga 630.

Oh ya, saham yang tipenya downtrend adalah saham yang grafiknya seperti ini: Perhatikan

grafik MPPA dibawah ini selama tren 1 tahun.

Pada grafik diatas terlihat bahwa MPPA awalnya berada di harga 2.000-an. Namun

MPPA turun terus hingga harganya menyentuh sekitar 1.200 (perhatikan yang saya beri tanda

persegi kedua). Pertanyaannya, apakah harga 1.200 ini sudah diskon dan murah? Mengingat

51
MPPA harga sahamnya pernah mencapai 2.000 dalam beberapa bulan terakhir? Apakah

harga 1.200 sudah merupakan waktu yang tepat untuk beli?

Sebagian trader menganggap bahwa 1.200 sudah merupakan waktu yang tepat untuk beli

karena harganya sudah diskon. Kalau anda menganggap demikian, itu artinya anda belum

bisa membaca tren saham. Membaca potensi kenaikan harga saham, terutama untuk swing

trading tidak bisa anda lakukan hanya dengan melihat ‗tinggi‘ atau ‗rendah‘ harga saham

tersebut.

Akan tetapi, anda harus melihat kecenderungan tren tersebut. Seperti yang saya katakan

tadi, harga saham yang trennya turun, memiliki kecenderungan untuk turun lagi lebih dalam.

Maka dari itu, anda harus memahami cara membaca tren. Sekarang saya coba menggunakan

kombinasi moving average 50 dan moving average 100 untuk MPPA. Perhatikan lagi grafik

MPPA dibawah ini.

Disini terlihat jelas bahwa tren MPPA sama sekali belum menunjukkan adanya tanda-

tanda kenaikan harga saham. Walaupun harga sahamnya kelihatannya sudah ―diskon‖ karena

MPPA pernah menyentuh harga 2.000 dan sekarang harga sahamnya sudah di level 1.000.

Perhatikan moving average 50 (garis merah) dan moving average 100 (panah biru) semuanya

masih berada diatas garis candlestick / harga saham. Sedangkan sama sekali belum ada

candlestick yang naik dan menyentuh garis moving average, sehingga dapat dikatakan

meskipun MPPA harganya sudah ―murah‖, tetapi MPPA masih berpotensi untuk turun lagi.

52
Dan bisa anda lihat saat MPPA menyentuh harga 1.000, MPPA masih turun terus sampai

harga 630. Hal ini tentu akan sangat riskan jika anda membeli sahamnya dan anda tradingkan

untuk swing trading. Nah, itulah cara membaca tren menggunakan garis moving average.

Kalau moving average masih belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan, maka jangan coba-

coba membeli sahmnya untuk swing trading.

2. Membeli saham yang trennya sudah naik tinggi

Kesalahan lainnya yang sering dilakukan trader adalah selalu membeli saham yang

harganya sudah naik sangat tinggi. Hal ini yang sering menjadi penyebab mengapa portofolio

saham yang dimiliki trader trader rata-rata diisi oleh saham yang nyangkut di harga atas.

Banyak trader beranggapan bahwa harga saham yang trennya sudah naik, maka harga saham

masih akan berpotensi naik lagi.

Hal ini tidaklah salah. Akan tetapi, jauh lebih baik apabila anda melakukan analisis lebih

dalam, karena saham yang trennya sudah naik bisa saja berbalik arah menjadi tren turun,

sehingga anda justru tidak bisa menjual sahamnya dengan untung. Bisa saja saham yang

trennya terlihat naik sebenarnya itu adalah ujung tren naik dari saham tersebut.

3. Membeli saham yang masih sideways

Trader juga sering membeli saham-saham yang grafiknya masih terlihat sideways.

Saham-saham yang grafiknya sideways sama sekali tidak cocok digunakan untuk swing

trading. Saham-saham yang trennya sideways lebih cocok digunakan untuk intraday trading

dan trading dengan jangka waktu beberapa hari saja dengan mengincar level support dan

resisten yang sama.

Itupun dengan catatan saham yang masih sideways tersebut memiliki pergerakan yang

rentang harganya masih agak lebar. Kalau rentang harganya sempit, anda akan sulit

mentradingkannya.

53
Saya sering mendapat pertanyaan rekan-rekan trader: “Pak Heze, saya beli saham WSBP

di harga 498. Kira-kira saham ini bisa naik sampai harga berapa Pak? Saya ingin main

WSBP ini buat swing trading saja” Ketika saya melihat grafik WSBP ternyata grafik saham

tersebut trennya sideways. Coba anda perhatikan grafik saham WSBP dibawah ini:

Nah kalau tren saham sideways seperti ini jelas saja anda akan sangat susah mengincar

kenaikan harga saham, apalagi kalau anda berpikir ingin swing trading. Biasanya kalau anda

membeli saham yang tipikalnya seperti ini yang terjadi adalah saham anda tidak akan banyak

bergerak. Misalnya saat anda membeli di harga 498, maka keesokan hari dan sampai jangka

waktu yang agak lama, harga sahamnya akan terus bertengger di level 498-500.

Ini membuktikan bahwa ternyata masih banyak trader yang belum paham benar

bagaimana cara membaca tren grafik harga saham dengan benar. Masih banyak trader yang

belum mengerti apa itu swing trading dan bagaimana melakukan screening saham untuk

swing trading. Atas dasar inilah, saya membuat ebook ini sebagai panduan praktik langsung

untuk anda.

Saham-saham yang trennya masih sideways tidak cocok untuk anda tradingkan

menggunakan metoda swing trading. Swing trading hanya bisa diterapkan pada saham-saham

yang polanya: UPTREND dan YANG AKAN UPTREND. Saham yang trennya masih

sideways jangan coba-coba anda tradingkan menggunakan strategi swing trading.

54
3.3 Saham yang Memberikan Keuntungan: Saham Uptrend

Kalau anda ingin melakukan screening saham dan anda memiliki tujuan SWING

TRADING, maka yang harus anda cari adalah saham yang trennya sedang naik (uptrend)

atau saham yang breakout dari resisten. Hal ini juga saya paparkan di sub bab sebelummya.

Jadi, untuk saham-saham yang trennya turun (downtrend), sideways, saham yang sudah naik

terlalu tinggi harus anda buang dari daftar stock pick anda. Sedangkan Saham-saham yang

memberikan sinyal uptrend, maka saham tersebut bisa anda masukkan dalam stock pick dan

anda tradingkan sahamnya. Sekarang anda sudah tahu inti dari swing trading, kini kita tinggal

melangkah pada praktikknya di sub bab selanjutnya.

3.4 Cara Jitu Menentukan Saham Uptrend / Akan Uptrend

Sekarang saya akan praktik bagaimana cara menentukan saham yang uptrend, yang masih

akan melanjutkan pola uptrendnya atau pola saham yang akan uptrend menggunakan garis

moving average. Kita langsung saja masuk ke studi kasus.

1. Studi kasus saham PT Jasamarga Persero (JSMR)

Perhatikan grafik saham JSMR dibawah ini.

55
Grafik saham JSMR terlihat jelas bahwa trennya turun. Tetapi setelah itu, JSMR tampak

mengalami rebound (perhatikan yang saya beri tanda panah) selama berhari-hari. Apakah ini

berarti JSMR sudah memulai tren naiknya dan anda sudah bisa membeli sahamnya untuk

swing trading? Jawabannya: Belum tentu. Sekarang perhatikan lagi tren JSMR dibawah ini

Setelah JSMR naik, ternyata trennya kembali turun. Setelah itu JSMR terlihat jelas

mengalami sideways yang cukup panjang. Nah, dalam tren sideways ini anda tidak akan tahu

apakah JSMR setelah itu akan rebound atau justru akan turun lagi. Jika kita menggunakan

analisis moving average 50 dan moving average 100 untuk melihat tren JSMR, maka dapat

disimpulkan bahwa tren JSMR masih belum aman dijadikan sarana swing trading. Sekarang

coba perhatikan tren JSMR dibawah ini menggunakan garis moving average.

56
Perhatikan bahwa setelah JSMR keluar dari tren turunnya harga saham JSMR mari

berada dibawah garis moving average 50 (garis warna biru) dan 100 (garis warna hijau).

Artinya, JSMR masih membentuk tren turun dan belum ada tanda-tanda kenaikan. Memang

pada saat JSMR mulai naik, harga saham JSMR sempat menyentuh moving average 50,

tetapi kemudian turun lagi.

Ini yang juga harus anda waspadai. Ada kalanya harga saham menyentuh moving

average setelah naik, tetapi kenaikan itu hanya tipuan. Jadi, agar anda menghindari tipuan

atau sinyal palsu ini, anda harus membeli sahamnya ketika sudah ada konfirmasi kenaikan

yang lebih tinggi.

Pertanyaan selanjutnya: Lalu, kapan harga saham JSMR memberikan sinyal kenaikan

harga saham? JSMR akan naik kalau harga sahamnya sudah memotong garis moving

average. Saya akan menggunakan garis moving average 50. Perhatikan lagi saham JSMR

dibawah ini.

57
JSMR akan breakout dan memulai tren naiknya ketika candlestick memotong moving

average 50 (garis warna biru). Perhatikan yang saya beri tanda lingkaran warna merah,

berada di level harga 4.400 (perhatikan baik-baik). Pada saat candlestick mulai naik dan

menyentuh moving average 50, maka itulah awal tren naik.

Akan tetapi seperti yang saya paparkan sebelumnya, demi menghindari adanya sinyal

palsu (setelah bersentuhan turun kembali), maka anda saya sarankan membeli sahamnya

ketika harga sudah naik lagi keesokan harinya (perhatikan yang saya beri tanda panah warna

merah). Itulah titik entry beli anda. Jadi kalau pada grafik, entry beli ada di kisaran harga

4.450-4.500.

Ini berarti sudah ada konfirmasi kalau harga sahamnya akan uptrend. Nah, setelah itu

anda perhatikan saham JSMR terus naik sampai ke level 5.400. Lalu, di mana target harga

jualnya kalau kita ada seorang swing trading? Kalau menggunakan teori moving average,

target jual adalah ketika harga harga saham sudah mulai turun dan menyentuh garis moving

average.

“Tapi kan kalau tunggu harga saham turun dan menyentuh moving average 50 baru

dijual, bisa-bisa saya jual rugi donk. Bagaimana kalau harga saham baru turun menyentuh

moving average 50 saat berada di harga 4.300? Sedangkan saya membeli sahamnya di

58
harga 4.450 Kan jadinya jual rugi?”Benar, maka dari itu, saya ingin menjelaskan beberapa

hal mengenai target jual jika anda menggunakan moving average.

Pada grafik diatas, memang terlihat bahwa secara tren harga saham JSMR naik dari

4.400 menuju 5.400. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan kalau tiba-tiba harga saham

JSMR turun lagi, bahkan turun dibawah harga jual anda. Daripada anda menjual JSMR saat

trennya turun baru anda jual, lebih baik anda ―mengamankan posisi‖ terlebih dahulu.

Bagaimana caranya?Anda bisa jual JSMR terlebih dahulu pada saat saham JSMR sudah naik

dan mulai menunjukkan penurunan. Perhatikan yang saya beri nomor 1. Anda bisa menjual

sahamnya terlebih dahulu saat JSMR sudah mulai turun. Jadi, anda bisa menjual di kisaran

harga 4.800.

Kemudian, anda bisa entry buy lagi apabila candlestick JSMR mulai menyentuh garis

moving average 50 setelah turun (perhatikan nomor 2). Kalau anda belum yakin tren JSMR,

anda bisa menjualnya saat harga sahamnya sudah naik beberapa hari, dan mulai terlihat berat

naik lagi (perhatikan nomor 3). Lalu, anda bisa membeli JSMR lagi saat sahamnya mulai

turun dan menyentuh lagi garis moving average 50.

Anda bisa membeli beberapa poin diatas garis moving average untuk menghindari sinyal

palsu (perhatikan nomor 4). Nah, setelah tren saham JSMR mulai terlihat naik dan

meninggalkan moving average 50, anda bisa tahan terus sahamnya unntuk swing trading dan

menjualnya di harga tinggi.

Nah, pada harga 4.400 menuju harga 5.400 harga saham memang terlihat lebih fluktuatif.

Dalam praktikknya, hal ini mungkin bisa membuat anda kurang nyaman kalau harga

sahamnya kemudian turun, dan ada kemungkinan harga saham kemudian turun dibawah garis

moving average 50. Kemungkinan ini akan selalu ada meningat anda dan saya bukanlah

peramal ataupun orang sakti yang pasti tahu kalau saham akan uptrend terus.

59
Tapi kalau anda benar-benar yakin bahwa JSMR bisa uptrend terus, maka anda

bisa terus hold sahamnya. Itulah analisis cara membaca saham uptrend untuk swing trading

menggunakan satu garis moving average 50. Cara ini agak subjektif karena penilaian setiap

orang bisa berbeda-beda. Sekarang saya akan paparkan ALTERNATIF kombinasi lainnya

untuk swing trading menggunakan dua buah garis moving average.

ANALISIS JSMR: KOMBINASI MOVING AVERAGE 25 DAN 200

Alternatif analisis lainnya, anda bisa menggunakan garis kombinasi moving average 25

dan moving average 200. Apa tujuan kedua garis kombinasi ini? Mengapa menggunakan

moving average 25 dan moving average 200? Moving average 200 digunakan untuk

memberikan sinyal harga saham dengan tren yang lebih pasti. Moving average 200 juga

berguna untuk melihat tren yang akan breakout dan siap naik ketika trennya

cenderung turun.

Sedangkan, moving average 25 berguna untuk melihat kapan tren akan segera berubah

atau berbalik turun. Jadi, moving average 200 berguna sebagai sinyal entry buy, sedangkan

moving average 25 berguna sebagai sinyal take profit. Perhatikan kembali saham JSMR

dibawah ini.

Kalau anda menggunakan moving average 200, kelebihannya adalah: Harga saham akan

memberikan tren yang lebih pasti, karena perioda moving averagenya jauh lebih panjang

60
daripada moving average 50. Kalau tadi anda menggunakan moving average 50, garis

moving average sudah memberikan sinyal saat trennya masih sedikit fluktuatif dan cenderung

naik.

Sedangkan jika menggunakan moving average 200, garis moving average akan

memberikan sinyal yang lebih pasti ketika harga sahamnya sudah benar-benar uptrend.

Tetpai kelemahannya, garis ini memang memberikan sinyal yang lebih lambat. Kalau pada

moving average 50, sinyal beli muncul saat harga saham JSMR berada di level 4.400, maka

ketika anda menggunakan garis moving average 200, sinyal beli harga saham baru muncul

ketika harganya berada di harga 4.800 (lihat garis berwarna biru).

Ketika harga saham masih agak fluktuatif walaupun cenderung naik, garis moving

average 200 tetapi masih terlihat berada dibawah harga saham. Memang sempat terlihat

candlestick mulia menyentuh moving average 200 setelah naik, tetapi sekali saya tidak

menyarankan anda membeli di titik tersebut, karena jika candlestick baru menyentuh garis

moving average satu hari, maka bisa jadi itu adalah sinyal tipuan.

Candlestick terlihat menyentuh moving average ketika sahamnya mulai naik, dan

dikonfirmasi lagi dengan kenaikan harga saham keesokan hari (perhatikan tanda lingkaran).

Maka, disitulah saya menyarankan anda mulai pasang entry beli. Setelah itu, tunggu saja

harga sahamnya naik.

Oke, itu soal cara membeli sahamnya. Terus kalau harga sahamnya sudah naik, lalu di

mana titik jualnya? Kapan saya harus menjual sahamnya? Kapan tren naik saham tersebut

akan segera berakhir? Nah, disinilah kemudian garis moving average 25 berperan. Perhatikan

moving average 25 (garis warna merah). Ketika harga saham menyentuh garis moving

average 200, ternyata benar harga saham terus uptrend. Hal ini juga didukung dengan garis

moving average 25 yang terus berada dibawah candlestick.

61
Anda saya sarankan menjual sahamnya ketika harga sahamnya mulai terlihat turun yang

mulai menyentuh moving average 25 (perhatikan yang saya beri tanda persegi). Jadi disini

anda bisa membeli JSMR di harga 4.800 dan kemudian anda menjualnya di kisaran harga

5.200-5.300. Begitulah cara menganalisis saham untuk memasang posisi beli dan jual untuk

strategi swing trading.

Nah, dari analisis moving average 50 dan kombinasi moving average 25 digabung

moving average 200, manakah yang lebih bagus untuk anda seorang swing trader?

Sebagai seorang swing trader, saya menyarankan pada anda untuk menggunakan

kombinasi moving average 25 dan 200 jika anda tidak terlalu menyukai fluktuatif dan ingin

mendapatkan sinyal yang lebih meyakinkan. Tetapi jika anda ingin mendapatkan sinyal yang

lebih cepat dan siap dengan fluktuatif, anda bisa menggunakan cara analisis moving average

50 tersebut.

2. Studi kasus saham PT Bank Niaga Tbk (BNGA)

Studi kasus lainnya analisis saham untuk swing trading, perhatikan grafik saham BNGA

selama 1 (satu) tahun dibawah ini.

62
Harga saham BNGA ini sebelumnya pada grafik tanpa uptrend. Saat itu harga saham

BNGA berada di kisaran harga 800. Namun kemudian, BNGA terkoreksi terus dan turun

hingga akhirnya BNGA terlihat sedikit sideways. BNGA terakhir (perhatikan yang saya beri

garis warna hitam) turun ke level 500-an. Pertanyaannya: Apakah sudah saatnya beli saham

BNGA dan kita simpan untuk swing trading karena harganya sudah murah? Jawabannya:

belum tentu. Sekarang perhatikan lagi grafik BNGA dibawah ini.

Pada grafik BNGA diatas tampak bahwa garis moving average 50 (garis warna biru) dan

garis moving average 100 (garis warna merah) masih berada diatas harga saham (candlestick)

saat harga saham meninggalkan pola uptrendnya. Sehingga dapat dikatakan, walaupun saham

BNGA sudah ―murah‖ karena harga sahamnya sudah turun dari 800 ke harga 500, tetapi

BNGA belum menunjukkan adanya sinyal rebound.

Kalau anda membeli sahamnya pada saat trennya masih seperti pada grafik diatas, maka

anda memiliki risiko rugi yang tinggi. Harga saham bisa saja masih melanjutkan tren

turunnya. Pertanyaan selanjutnya: Kapan saya harus beli sahamnya? Kapan sinyal yang bagus

untuk beli? Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, sinyal beli tampak ketika harga saham

mulai naik dan dikonfirmasi (bersentuhan) dengan garis moving average. Sekarang

63
perhatikan kembali saham BNGA dibawah. Saya menggunakan perpaduan kombinasi

moving average 25 dan moving average 50.

KOMBINASI MOVING AVERAGE 25 DAN MOVING AVERAGE 50

Sinyal beli terlihat ketika harga saham naik kencang kemudian memotong garis moving

average 50 (garis warna merah). Ketika harga saham bersentuhan dengan moving average 50,

ada baiknya anda tidak langsung membeli sahamnya. Hal ini bertujuan untuk menghindari

tipuan harga saham.

Harga saham bisa saja turun lagi setelah menyentuh garis moving average. Maka dari itu,

untuk konfirmasi breakout yang lebih valid, anda saya sarankan membeli sahamnya satu hari

atau dua hari setelah harga saham breakout. Perhatikan yang saya beri tanda panah merah

pertama. Itu adalah level entry beli yang saya sarankan, yaitu ketika harga saham naik

beberapa poin dari perpotongan moving average. Pada level entry beli tersebut, BNGA

berada di level harga 650.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk menjual sahamnya? Waktu yang tepat untuk menjual

saham adalah ketika harga saham sudah mulai menunjukkan ciri-ciri penurunan harga saham,

yaitu ketika harga saham sudah mulai menyentuh moving average 25 (garis warna biru).

64
Ketika harga saham sudah naik tinggi dan mulai terlihat turun, dan harga saham

menyentuh moving average 25 itulah titik jualnya. Perhatikan tanda persegi diatas, itulah titik

jual yang saya sarankan (di level harga 1.000). Dengan strategi swing trading ini, anda bisa

membeli di harga 650 dan menjual saham di kisaran harga 950-1.000.

Analisis ini tidak harus anda kombinasikan menggunakan moving average 25 dan

moving average 50, tetapi anda bisa menggunakan kombinasi moving average 25 dan moving

average 200. Analisis moving average ini tidaklah kaku.

3. Studi kasus saham PT Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA)

Pada contoh kasus ini saya akan memaparkan cara menentukan entry beli untuk saham

yang sedang berada dalam tren naik. Di dalam tren naik sebuah saham, tidak mungkin harga

saham naik terus. Pasti ada fluktuatif yang membuat harga saham naik dan turun, walaupun

secara tren besar, trennya uptrend. Inilah jenis saham yang bagus untuk anda incar untuk

swing trading.

Sesuai konsep swing trading maka saham yang memberikan keuntungan adalah saham

yang trennya naik. Maka dari itu, anda harus paham bagaimana cara membeli dan

menentukan saham bagus yang trennya naik dan berpotensi memberikan profit. Sekarang

perhatikan saham PTBA dibawah ini.

65
Saham PTBA diatas tampak jelas membentuk pola uptrend. Tetapi, setelah itu PTBA

terlihat sideways (perhatikan yang saya beri tanda persegi). Setelah sideways diatas, PTBA

mengalami penurunan / koreksi. Hal ini saya rasa wajar karena seperti yang saya katakan

bahwa tidak ada saham yang naik terus. Pasti ada saatnya saham akan koreksi. Setelah saham

PTBA koreksi, kapan anda bisa entry beli PTBA? Untuk memudahkan mengetahui sinyalnya,

saya akan menggunakan analisis garis moving average 25. Perhatikan grafik saham PTBA

dibawah ini.

ANALISIS MOVING AVERAGE 25 UNTUK SWING TRADING SAHAM UPTREND

PTBA baru memberikan sinyal naik setelah harga saham mulai rebound lagi dan

menyentuh moving average 25 (garis warna biru) yang saya beri tanda lingkaran. Saya

menyarankan anda membeli sahamnya ketika PTBA sudah breakout beberapa poin diatas

garis moving average 25 untuk menghindari adanya sinyal palsu.

66
Level entry beli yang saya sarankan kira-kira seperti yang saya beri tanda panah

(beberapa poin diatas setelah menyentuh garis moving average), yaitu di kisaran harga

10.000. Kemudian, kapan target jual PTBA yang tepat? Perhatikan lagi grafik diatas.

Ketika harga saham mulai turun dan menyentuh moving average 25 dari atas, maka

itulah tanda-tanda atau sinyal jual saham PTBA. Perhatikan yang saya beri tanda persegi.

Pada grafik diatas terlihat jelas bahwa saat PTBA sudah mulai turun dan mulai menyentuh

moving average 25 dari atas, maka disitulah level jualnya.

Hal ini menandakan bahwa tren naik sudah segera berakhir. Level jual tersebut ada

kisaran harga 12.500. Dengan menerapkan tehnik analisa swing ini, anda bisa membeli di

harga 10.000 dan menjual di harga lebih tingi, yaitu 12.500 dalam kurun waktu 1 bulan.

Untuk saham yang trennya masih uptrend seperti contoh PTBA diatas, anda bisa

coba lebih mengandalkan moving average 25, bukan moving average 200. Mengapa

demikian? Karena kalau grafik sahamnya masih uptrend, anda sulit menemukan sinyal beli

menggunakan moving average 200 (menemukan perpotongan harga saham dengan garis

moving average), karena secara umum pada saham uptrend moving average 200 selalu

berada jauh dibawah harga saham. Sedangkan moving average 25 lebih dekat pada

pergerakan harga, sehingga dapat memberikan sinyal yang lebih cepat.

Kalau anda perhatikan lagi grafik PTBA diatas, moving average 200 (garis orange)

PTBA masih berada jauh diatas harga saham, sehingga anda akan sulit menemukan sinyal

beli harga saham. Jadi kalau saham sedang dalam kondisi uptrend seperti diatas, ada baiknya

anda mencoba analisis swing trading menggunakan moving average 25 atau moving average

50.

Terus kapan moving average 200 mulai berperan lagi dalam swing trading? Moving

average baru berperan ketika harga saham yang tren awalnya naik, kemudian berubah

menjadi tren turun. Disinilah moving average 200 harus anda gunakan untuk analisis, karena

67
semakin turun harga saham, maka harga saham akan semakin dekat dengan pergerakan

moving average 200. Ketika harga saham mulai rebound dan breakout lagi, serta menyentuh

garis moving average 200, maka itu bisa menjadi sinyal beli. Untuk lebih memperdalam

praktikknya, perhatikan grafik saham PTBA setelah harganya menyentuh moving average 25

dan terkoreksi cukup kencang.

Setelah menyentuh garis moving average 25 (perhatikan yang saya beri tanda persegi),

harga saham PTBA ternyata turun terus. Nah, kalau harga saham turun, kapan sinyal terbaik

untuk membeli kembali saham PTBA diharga bawah, kemudian ditradingkan kembali

menggunakan metoda swing trading? Disinilah kita akan menggunakan moving average 200.

Perhatikan lagi grafik PTBA dibawah ini.

68
Setelah PTBA turun tajam, PTBA ternyata kembali rebound. Titik beli PTBA adalah

ketika harga saham PTBA mulai REBOUND dan menyentuh garis moving average 200 dari

bawah menuju keatas (perhatikan yang saya beri tanda lingkaran).

Titik entry beli yang saya sarankan adalah ketika harga saham sudah naik beberapa poin

dari harga saham saat menyentuh garis moving average 200 (perhatikan tanda panah merah

pertama). Disitulah saatnya anda membeli saham PTBA karena sudah ada konfirmasi

breakout yang lebih valid, yaitu di kisaran harga 10.500.

Lalu kapan anda menjual sahamnya? Untuk melihat sinyal kapan harga saham akan turun

dan menyentuh target jual, kita akan menggunakan garis moving average 25 (perhatikan garis

warna biru). Target take profit terlihat ketika harga saham PTBA naik dan kemudian mulai

terkoreksi hingga menyentuh moving average 25. Disitulah target jual anda (perhatikan tanda

persegi), yaitu di kisaran harga 12.500-13.000.

Tetapi kalau anda memiliki penilaian yang berbeda, misalnya anda melihat PTBA

harganya sudah mulai turun saat harganya sudah naik tajam, maka anda bisa menjual

sahamnya terlebih dahulu sebelum menyentuh moving average 25. Misalnya, anda bisa

mentetapkan target jual di kisaran harga 14.000 (perhatikan yang saya beri tanda panah

kedua).

Dengan cara swing trading seperti ini, anda bisa membeli PTBA di kisaran harga 10.500

dan menjual kembali saat harganya naik tinggi di kisaran harga 12.500 dalam kurun waktu

kurang lebih satu bulan.

4. Studi kasus saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

Contoh lainnya cara melakukan screening saham yang akan breakout dari resistennya

bisa anda lihat pada saham GGRM. Sekarang perhatikan grafik saham GGRM dibawah ini.

69
Pada grafik saham GGRM diatas, tampak bahwa tren saham GGRM cukup memiliki tren

yang fluktuatif. Namun, anda bisa lihat bahwa tren saham GGRM ini sebenarnya membentuk

lower high yang rendah. Perhatikan kedua tanda lingkaran diatas, tampak bahwa harga high

GGRM dari waktu ke waktu semakin rendah. Kemudian, GGRM tiba-tiba mengalami

penurunan harga saham yang cukup drastis.

Setelah GGRM turun, perhatikan bahwa GGRM mulai rebound lagi. Bahkan rebound

GGRM mampu melebihi dua resisten pertamanya (perhatikan tanda lingkaran). Setelah itu,

GGRM kembali koreksi cukup tajam. Kapan waktu yang tepat untuk membeli GGRM?

Apakah ketika harga saham GGRM sudah koreksi itulah waktunya membeli untuk swing

trading? Kalau anda perhatikan grafik diatas pada garis moving average 200 (perhatikan garis

warna hijau), harga saham GGRM saat koreksi lagi kembali berada dibawah atau mendekati

garis moving average, sehingga anda baru saya sarankan membeli sahamnya jika harga

saham sudah rebound dan menyentuh garis moving average, hingga harga saham berada

diatas moving average. Untuk praktikknnya, perhatikan kembali grafik GGRM dibawah ini:

70
Anda baru saya sarankan membeli GGRM ketika harga saham GGRM mulai rebound

dan kembali memotong moving average 200 (garis hijau) dari bawah. Perhatikan yang saya

beri tanda lingkaran. Itulah titik yang saya maksud. Kemudian untuk entry beli, anda bisa

membeli sahamnya ketika harga saham sudah naik lagi beberapa poin diatas perpotongan

candlestick dengan moving average 200 untuk memberikan konfirmasu breakout yang tepat.

Perhatikan tadna panah, itulah entry beli sebagai konfirmasi breakout yang lebhi valid.

Maksud saya, anda jangan membeli saham ketika harga saham baru saja menyentuh moving

average, karena bisa jadi itu adalah sinyal palsu.

Setelah harga saham menyentuh moving average 200, bisa anda perhatikan harga saham

setelahnya langsung naik sangat kencang. Oke, sekarang di mana titik jualnya? Kapan

sebaiknya anda menjual sahamnya jika anda melakukan swing trading? Untuk mengetahui

titik jualnya, disini kita akan menggunakan garis moving average 25, untuk memberikan

sinyal yang lebih dekat pada pergerakan harga. Perhatikan lagi grafik GGRM dibawah

ini.

71
Titik jual tampak ketika harga saham setelah mengalami kenaikan drastis, kemudian

harga saham mulai terkoreksi dan menyentuh garis moving average 25 (garis warna biru) dari

atas. Pada grafik GGRM terlihat bahwa ketika GGRM turun, GGRM mulai menyentuh

moving average 25. Maka disitulah titik jual anda (perhatikan tanda lingkaran yang saya beri

tanda panah hitam).

Namun apabila anda memiliki pertimbangan sendiri bahwa ketika GGRM sudah mulai

turun dan mulai mendekati moving average 25, walaupun belum terlalu menyentuh moving

average 25, anda bisa melakukan take profit terlebih dahulu. Dengan kata lain, jika anda

menerapkan strategi swing trading ini anda bisa membeli saham GGRm di kisaran harga

68.000 dan menjualnya di harga yang cukup tinggi, yaitu 76.000.

Jadi ketika anda menemukan saham yang koreksi cukup kencang pada saat saham

tersebut berada dalam tren naik, dan ketika harga saham sudah mulai tampak rebound lagi,

lalu mulai mendekati garis moving average 200, maka saat itulah anda harus mulai watchlist

sahamnya. Itu adalah peluang membeli sahamnya di harga bawah.

72
5. Studi kasus saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL)

Studi kasus berikutnya adalah saham NIKL. Apabila anda menemukan saham yang

trennya naik, kemudian di ujung tren tersebut saham terkoreksi, maka hal ini bisa menjadi

peluang untuk anda mentradingkan sahamnya menggunakan tehnik swing trading dengan

analisis moving average. Perhatikan grafik saham NIKL dibawah ini.

Pada grafik NIKL diatas tampak bahwa NIKL yang awalnya adalah saham tidur, tiba-

tiba bergerak naik secara perlahan namun pasti, sehingga secara tren 6 bulan terlihat adanya

pola uptrend. Namun, di ujung tren saham NIKL terkoreksi (perhatikan tanda lingkaran).

Apakah NIKL sudah saatnya entry beli karena harga sahamnya sudah turun? Kita akan

menggunakan analisis moving average 200. Perhatikan lagi NIKL dibawah ini.

73
Setelah menggunakan garis moving average 200 (perhatikan garis warna hijau), maka

dapat dikatakan bahwa tren saham NIKL masih berada diatas moving average 200, namun

harga saham tampak semakin mendekati moving average 200 Artinya, anda jangan

melakukan posisi beli terlebih dahulu. Mengapa? Ada baiknya anda menunggu konfirmasi

harga saham turun terlebih dahulu.

Di mana titik beli NIKL? Perhatikan grafik NIKL dibawah ini.

Ternyata setelah NIKL mendekati garis moving average 200, benar saja harga saham

NIKL mengalami penurunan, hingga harga saham menyentuh moving average 200 dari atas.

Perhatikan, ketika NIKL menyentuh moving average 200 dari atas, harga saham berlanjut

turun.

Level beli yang tepat untuk swing trading anda lakukan ketika harga saham mulai terlihat

bergerak naik lagi dan menyentuh garis moving average keatas. Untuk lebih jelasnya

perhatikan yang saya beri tanda lingkaran. Untuk lebih aman, entry beli dilakukan saat harga

saham naik lagi keesokan harinya (perhatikan tanda panah, disitulah kira-kira level buy, yaitu

di kisaran harga 3.000 pada grafik NIKL). Hal ini bertujuan untuk menghindari sinyal palsu,

karena bisa saja harga saham turun lagi setelah menyentuh garis moving average.

74
Setelah harga saham menyentuh moving average 200 keatas, perhatikan grafik saham

NIKL setelahnya.

Benar saja NIKL bergerak naik cukup drastis. Nah, lalu dimanakah titik jualnya? Pada

saat apa anda harus menjual NIKL? Karena harga saham sudah bergerak naik lebih kencang,

maka untuk menentukan titik jual kita gunakan moving average 25 (perhatikan garis warna

biru).

Anda harus mulai menjual NIKL ketika NIKL sudah berada di ujung tren naik dan NIKL

mulai menunjukkan tanda-tanda koreksi harga saham, sehingga harga saham NIKL

bersentuhan dengan garis moving 25. Perhatikan yang saya beri tanda persegi, disitulah titik

jual yang tepat, yaitu di kisaran harga 5.000.

Namun jika anda melihat NIKL mulai turun drastis ketika harga sahamnya sudah sangat

tinggi, anda bisa menjualnya terlebih dahulu ketika sudah mendekati moving average 25

(perhatikan tanda panah), tanpa harus menunggu konfirmasi harga saham menyentuh moving

average 25.

75
Sepengalaman saya, kebanyakan saham-saham yang berada di ujung tren naik,

ketika turun dan kemudian menyentuh garis moving average 25, harga saham sangat

berpotensi mengalami penurunan harga saham dalam rentang waktu yang cukup lama.

Kalau anda perhatikan lagi saham NIKL diatas, ketika NIKL turun di ujung ten naik dan

menyentuh moving average 25, harga sahamnya kemudian terkoreksi cukup lama. Maka dari

itu, garis moving average 25 ini bisa berfungsi sebagai sinyal jual yang bagus dan cukup

akurat.

Jadi, untuk analisis swing trading ini kita menggunakan kombinasi moving average 200

(untuk entry buy) dan moving average 25 (untuk entry sell). Dengan menerapkan strategi

swing trading seperti yang dipaparkan, anda bisa membeli NIKL di harga 3.000 dan menjual

di harga tinggi, yaitu di harga 5.000-6.000.

6. Studi kasus saham PT Semen Gresik Tbk (SMGR)

Di dalam tren saham, anda terkadang akan menemukan saham yang awalnya berada di

harga atas, kemudian harga saham tersebut bergerak downtrend terus, tetapi dengan rentang

harga yang cukup fluktuatif dan lebar. Kemudian, harga sahamnya dalam satu sampai dua

minggu terakhir mengalami kenaikan harga saham yang signifikan.

Tren saham seperti ini juga menjadi peluang bagi anda untuk anda tradingkan

menggunakan metoda swing trading, karena kenaikan drastis yang terjadi selama beberapa

minggu terakhir setelah harga sahamnya membentuk pola downtrend, mulai menunjukkan

adanya tekanan atau minat beli pelaku pasar.

Apabila harga saham kemudian breakout, hal ini bisa menjadi saham-saham yang bagus

untuk swing trading. Contoh grafik saham seperti ini adalah saham SMGR. Perhatikan tren

saham SMGR dibawah ini selama 6 bulan.

76
SMGR awalnya membentuk pola uptrend tetapi kemudian harga sahamnya turun cukup

drastis. Dalam satu hingga dua minggu terakhir, bisa anda perhatikan tren SMGR kembali

rebound secara signifikan. Nah, kapan waktu yang tepat untuk membeli sahamnya? Untuk

mengetahuinya, kita harus menggunakan analisis moving average. Disini kita anda

menggunakan moving average 200 (garis warna biru). Perhatikan lagi tren SMGR dibawah

ini.

Garis moving average 200 masih berada diatas harga saham. Maka dari itu kita menunggu

harga saham rebound lebih tinggi dan menyentuh moivng average 200. Pada grafik tampak

bahwa SMGR berhasil menyentuh moving average 200 ketika rebound (perhatikan tanda

lingkaran). Akan tetapi, SMGR kemudian turun lagi.

77
Hal ini sering terjadi. Maka dari itu, apabila anda melihat harga saham yang rebound dan

menyentuh moving average 200, anda jangan langsung membeli sahamnya, tetapi harus ada

konfirmasi breakout lebih lanjut, yaitu harga saham keesokan harinya harus naik lagi, maka

disitulah anda bisa mulai membeli sahamnya. Untuk titik entry beli yang lebih valid,

perhatikan SMGR dibawah ini.

SMGR kembali rebound dan menyentuh garis moving average 200, kemudian keesokan

harinya dikonfirmasi lagi dengan kenaikan harga saham, sehingga harga saham sudah berada

diatas garis moving average 200 lagi. Maka, disinilah anda bisa mulai membeli sahamnya (di

titik yang saya beri tanda panah yaitu di kisaran harga 9.600). Hal ini menunjukkan bahwa

harga saham sudah ada konfirmasi breakout dan ada potensi untuk melanjutkan kenaikannya

kembali.

Apa yang terjadi pada saham SMGR setelah harga sahamnya berhasil menyentuh moving

average 200 dan dikonfirmasi dengan kenaikan harga saham keesokan harinya? Lalu,

dimanakah titik jual SMGR apabila anda sudah membeli sahamnya? Untuk lebih jelasnya,

perhatikan grafik SMGR dibawah ini.

78
Setelah harga saham menyentuh moving average 200, SMGR mengalami kenaikan yang

cukup signifikan. Nah, untuk menentukan kapan anda menjual sahamnya, maka kita akan

menggunakan analisis moving average 25 (perhatikan garis warna hijau).

Hampir sama seperti analisis-analisis sebelumnya yang saya paparkan, titik jual terjadi

ketika harga saham sudah naik tinggi, dan mulai koreksi serta bersentuhan dengan garis

moving average 25. Pada grafik diatas tampak bahwa SMGR mulai koreksi dari harga 10.400

dan akhirnya harga saham (candlestick) SMGR turun menyentuh moving average 25

(perhatikan yang saya beri tanda persegi). Disitulah titik jual anda, yaitu kisaran harga

10.000.

Jika anda melihat harga 10.400 sudah mulai koreksi, anda juga bisa melakukan take

profit lebih awal ketika harga saham sudah mendekati moving average 25, dan tidak perlu

menunggu harga saham menyentuh moving average 25. Dengan analisis swing trading ini,

anda bisa membeli SMGR di harga 9.600 dan menjualnya di harga tinggi, yaitu kisaran harga

10.000-10.300.

79
7. Studi kasus saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Studi kasus saham berikutnya adalah saham BBRI. Pola grafik saham uptrend seperti

BBRI ini juga terkadang akan anda temukan dalam trading sehari-hari. Hal ini bisa menjadi

peluang bagi anda untuk menerapkan strategi swing trading. Perhatikan grafik saham BBRI

dibawah ini.

Grafik BBRI awalnya terlihat turun, namun kemudian BBRI berhasil breakout terus dari

resistrn, sehingga tren BBRI tampak terus naik. Nah, apakah ketika tren saham membentuk

grafik seperti ini, maka sudah saatnya anda membeli karena trennya masih naik terus? Kalau

anda menemukan grafik yang trennya naik dengan mantap seperti BBRI ini, ada baiknya

anda jangan terburu-buru membeli sahamnya.

Mengapa? Pertama, anda tidak akan tahu apakah saham ini akan lanjut uptrend

atau justru tren naik yang anda lihat seperti pada grafik tersebut ternyata adalah

ujung tren naik dan sudah bersiap untuk koreksi besar. Kedua, sesuai prinsip analisis

teknikal, tidak ada harga saham yang mengalami kenaikan TANPA KOREKSI.

Ada saatnya harga saham akan mengalami penurunan. Biasanya saham-saham yang

memiliki kenaikan harga saham yang tinggi, juga memiliki potensi koreksi yang cukup besar.

Disinilah anda harus pintar dan jeli dalam memanfaatkan peluang untuk membelinya di harga

80
bawah. Bukan membeli saat harganya sedang naik tinggi, karena sangat mungkin harga yang

sedang naik tinggi sebentar lagi akan koreksi. Lalu, dimana titik beli BBRI yang tepat?

Untuk menganalisisnya saya akan menggunakan garis moving average 25 (garis berwarna

hijau). Perhatikan lagi grafik BBRI dibawah ini.

Entry beli yang tepat terjadi saat harga saham koreksi, dan kemudian mulai rebound lagi

lalu candlestick menyentuh moving average 25 ketas (perhatikan yang saya beri tanda

lingkaran). Kemudian untuk konfirmasi entry beli, anda bisa membeli sahamnya saat ada

konfirmasi breakout yang lebih valid, yaitu saat harga sahamnya naik satu-dua hari lagi diatas

moving average 25 (perhatikan yang saya beri tanda panah). Disitulah titik beli yang lebih

valid, dan bertujuan untuk menghindari adanya sinyal palsu, di mana ada kemungkinan harga

saham justru koreksi lagi setelah menyentuh moving average 25.

Perhatikan, setelah harga saham menyentuh moving average 25 dan dikonfirmasi lagi

dengan kenaikan harga saham keesokan harinya, harga saham terus membentuk pola uptrend

yang kencang. Lalu, dimanakah titik jual yang tepat? Titik jual yang tepat terjadi pada saat

harga saham mulai koreksi di ujung tren naik dan menyentuh moving average 25 dari atas.

Untuk lebih jelasnya perhatikan lagi grafik BBRI dibawah ini.

81
Ketika harga saham BBRi mulai turun dan menyentuh moving average 25, maka

disitulah anda mulai take profit sahamnya. Pada grafik tampak ada 2 kali harga saham yang

sudah naik dan kemudian menyentuh moving average 25 (perhatikan yang saya beri tanda

persegi).

Pada tanda persegi pertama, saat harga saham BBRI koreksi dan menyentuh moving

average 25, BBRI justru uptrend sedikit lagi karena ketika menyentuh moving average 25

belum dikonfirmasi apakah harga saham keesokan harinya turun lagi, sehingga ada

kemungkinan harga saham akan berbalik naik setelah menyentuh moving average 25. Inilah

yang terjadi pada grafik BBRI. Dalam praktikknya, anda juga akan menemukan kasus-kasus

seperti ini. Lalu bagaimana solusinya?

Disini anda bisa memilih target take profit. Apabila harga saham sudah koreksi dan

menyentuh moving average 25 anda bisa segera take profit langsung di tanda persegi

pertama. Akan tetapi, apabila anda ingin menguji sinyal yang lebih akurat, anda bisa take

82
profit di tanda persegi kedua, yaitu pada saat harga saham koreksi dan menyentuh moving

average 25, setelah itu keesokan harga harga saham tampak tidak berbalik naik lagi.

Dengan strategi swing trading moving average ini, anda bisa membeli saham BBRI di

kisaran harga 12.900 dan menjualnya di harga yang tinggi, yaitu di kisaran harga 14.400.

8. Studi kasus saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

Studi kasus lainnya adalah saham ITMG. Harga saham ITMG membentuk pola uptrend

dengan kenaikan yang cukup fluktuatif. Untuk lebih jelasnya, perhatikan grafik saham ITMG

dibawah ini.

Pada grafik diatas tampak harga saham ITMG membentuk pola uptrend. Pertanyannya:

kapan saatnya membeli saham ITMG yang berada dalam kondisi uptrend tersebut? Apakah

ketika grafik saham terjadi seperti diatas maka sudah saatnya anda membeli sahamnya karena

masih membentuk pola uptrend?

Hampir sama dengan analisis saham BBRI sebelumnya, titik beli yang saya sarankan ada

baiknya anda menunggu harga saham koreksi terlebih dahulu. Untuk mengetahui kapan titik

beli yang tepat, disini saya akan menggunakan analisis garis moving average 25 (garis

berwarna hijau). Perhatikan lagi grafik ITMG dibawah ini.

83
Titik beli IMTG yang tepat terjadi saat sahamnya koreksi dan kemudian menyentuh garis

moving average keatas dan dikonfirmasi lagi dengan kenaikan harga saham saat keesokan

harinya. Perhatikan yang saya beri tanda panah, disitulah titik beli yang saya sarankan.

Perhatikan setelah harga saham menyentuh moving average 25 dan dikonfirmasi lagi

dengan kenaikan harga saham keesokan harinya, harga saham kemudian naik dengan

kencang. Lalu kapan saatnya menjual saham? Anda menjual sahamnya pada saat harga

saham sudah mulai korkesi dan menyentuh garis moving average 25. Untuk lebih jelasnya

perhatikan lagi grafik ITMG dibawah ini (Lanjut ke halaman berikutnya).

84
Saat ITMG sudah naik kencang dan kemudian ITMG mulai turun dan menyentuh

moving average 25, anda bisa mulai mempertimbangkan untuk menjual sahamnya. Titik jual

adalah yang saya beri tanda persegi. Namun apabila anda memiliki pertimbangan lain, yaitu

ketika anda melihat harga saham sudah berada di ujung tren dan mulai turun, anda bisa mulai

take profit sebelum harga sahamnya turun dan menyentuh garis moving average 25

(perhatikan tanda panah).

Untuk kasus ITMG ini bisa anda perhatikan, setelah turun dari tren naiknya dan

menyentuh garis moving average 25 dari atas, harga saham ITMG ternyata anjlok cukup

drastis. Disinilah bisa menjadi peluang anda untuk membeli kembali sahamnya di harga

bawah, dengan tetap menerapkan strategi swing trading.

Ketika harga saham anjlok / koreksi cukup tajam, maka biasanya harga saham ada

peluang untuk kembali turun dibawah moving average 200. Maka dari itu, jika anda ingin

membeli saham yang koreksi dan potensial rebound lagi untuk swing trading, anda bisa

menggunakan formula moving average 200. Perhatikan lagi grafik ITMG dibawah ini.

85
Harga saham ITMG diatas tampak terkoreksi cukup drastis setelah harganya sempat naik

[Link] yang saya paparkan sebelumnya, ITMG turun drastis setelah harganya turun

dan menyentuh moving average 25 dari atas..

Sinyal beli harga saham terlihat ketika harga saham mulai rebound lagi setelah

menyentuh garis moving average 200 (perhatikan tanda lingkaran). Entry beli yang saya

sarankan adalah ketika ada konfirmasi kenaikan harga keesokan harinya setelah harga saham

menyentuh moving average 200, yaitu pada tanda yang saya beri panah.

Disitulah kurang lebih entry belinya. Sedangkan cara menentukan take profit kurang

lebih sama. Take profit dilakukan ketika harga saham mulai turun dan menyentuh moving

average 25. Jadi, untuk analisis moving average ini anda bisa melakukan kombinasi moving

average 25 dan moving average 200, dan menggunakan moving average 25 untuk saham-

saham yang uptrend kencang.

86
3.5 Cara Jitu Menentukan Harga Saham yang Akan/ Masih Turun

Kalau di sub bab 3.4 kita sudah banyak praktik bagaimana cara menentukan saham yang

uptrend untuk swing trading, di sub bab ini, saya akan menjelaskan bagaimana cara

menentukan harga saham yang trennya masih turun. Mengapa anda perlu mempelajari

saham-saham yang trennya masih turun? Hal ini dikarenakan banyak sekali trader yang

sering terjebak membeli saham yang kelihatannya harganya tampak sudah ―murah‖ dan

diskon.

Sehingga di sub bab ini, saya lebih menekankan pada anda bagaimana cara menghindari

saham-saham yang masih downtrend untuk swing trading. Oke, kita langsung saja masuk

pada studi kasus.

1. Studi kasus saham PT Lippo Cikarang Tbk (Tbk)

Perhatikan grafik saham LPCK dibawah ini

Saham LPCK tampak membentuk tren turun yang tajam. Saham ini sebelumnya berada

di level harga 7.000-7.500 (perhatikan tanda lingkaran). Akan tetapi , harga sahamnya turun

terus ke level 5.000-an (perhatikan tanda persegi). Lalu saham ini sempat sideways. Nah,

apakah saham LPCK ini adalah waktu yang tepat untuk beli? Mengingat harga sahamnya

juga sudah banyak terdiskon.

87
Jawabannya: Belum tentu. Sekarang perhatikan lagi grafik saham LPCK dibawah ini

dengan menggunakan analisis moving average 50.

Pada grafik diatas tampak jelas bahwa garis moving average 50 LPCK masih berada

diatas harga saham. Hal ini menunjukkan bahwa saham LPCK masih berpotensi melanjutkan

kembali penurunan. Ada beberapa momen di mana LPCK terlihat rebound dan sedikit

menyentuh garis moving average, tetapi karena kenaikannya hanya satu hari, maka kenaikan

ini sangat berpotensi memberikan sinyal palsu.

Kemudian perhatikan lagi, ternyata ketika candlestick belum memberikan konfirmasi

kenaikan harga saham yang lebih valid, yaitu dengan menyentuh moving average 50,

sehingga candlestick berada diatas moving average 50 selama lebih dari satu hari, harga

sahamnya berpotensi melanjutkan penurunan. Perhatikan LPCK dibawah ini.

88
Pada grafik diatas, LPCK yang awalnya sudah turun dari harga 8.000 ke harga 5.000,

ternyata LPCK masih turun lagi sampai ke kisaran harga 4.000. Hal ini juga didukung dengan

moving average 100 (garis berwarna hijau) yang juga masih berada diatas harga saham.

Nah, itulah contoh cara mengetahui harga saham downtrend yang masih berpotensi

elanjutkan kembali penurunan. Dengan kata lain, saham yang donwtrend dan terlihat sudah

murah dan diskon harganya belum tentu harganya akan balik naik lagi dengan cepat.

Disini anda harus melihat sinyal yang bisa digunakan untuk swing trading, yaitu

moving average. Ketika harga saham masih belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan, maka

jangan coba-coba nekad membeli sahamnya untuk swing trading.

2. Studi kasus saham PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA)

Contoh kasus berikutnya adalah saham JPFA yang juga mengalami penurunan tren.

Perhatikan grafik JPFA dibawah ini.

Saham JPFA memiliki tren yang cukup fluktuatif pada grafik. Kalau anda lihat trennya

JPFA ini sempat juga berada dalam tren naik yang cukup panjang (perhatikan tanda panah).

Sekedar info, JPFA pernah naik dari 1.300 sampai ke harga hampir 2.000. Namun kemudian,

saham JPFA kembali koreksi dengan cepat.

89
Seumpama anda melihat JPFA yang terkoreksi seperti grafik diatas (perhatikan tanda

persegi), apakah anda akan mentradingkannya untuk swing trading? Apakah saham JPFA

harganya sudah diskon besar mengingat harganya sudah berada di kisaran 1.500, sedangkan

JPFA sempat menyentuh harga hampir 2.000? Untuk menemukan jawabannya, kita

perhatikan lagi grafik JPFA dibawah ini.

Dalam analisis ini, kita menggunakan analisis moving average 50 untuk melihat tren

JPFA. Garis orange adalah garis moving average 50. Pada tren JPFA terlihat bahwa setelah

JPFA turun, moving average langsung berada diatas harga sahasm JPFA. Sedangkan sinyal

kenaikan saham JPFA belum tampak secara signifikan.

Kalau anda perhatikan, JPFA sempat rebound kemudian juga menyentuh kembali moving

average 50, tetapi setelah menyentuh sahamnya masih turun lagi karena belum ada

konfirmasi kenaikan harga saham keesokan harinya. Benar saja, saat tren JPFA mulai turun

dan belum ada tanda-tanda rebound yang signifikan yang salah satunya ditandai dengan

harga saham JPFA yang asub berada jauh dibawah moving average 50, saham JPFA kembali

mengalami penurunan harga yang signifikan.

90
3. Studi kasus saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

Kasus lainnya pada grafik yang sering anda temui adalah garik saham yang awalnya

memiliki tren cukup meyakinkan, yaitu fluktuatif naik dan turun. Akan tetapi, dalam

beberapa bulan terakhir harga saham tampak cenderung donwtrend dan kemudian mulai

terjadi sideways di ujung downtrendnya. Seperti contoh grafik saham AALI dibawah ini.

Terlihat jelas tren AALI setelah naik cukup tajam, AALI downtrend lagi dan sedikit

terlihat sideways (perhatikan tanda persegi). Dalam banyak kasus, biasanya trader banyak

yang terjebak jika melihat saham dengan pola seperti ini. Trader biasanya cenderung

beranggapan bahwa saham yang sudah koreksi cukup drastis (hingga membentuk pola

downtrend yang cukup menonjol), dan saat harga saham sudah bergerak sideways, maka

disitulah ada peluang beli, karena menunjukkan bahwa saham sudah jenuh jual.

Anggapan tersebut sah-sah saja. Tetapi, dalam kenyataannya banyak pula saham-saham

yang polanya seperti ini harganya masih turun lagi. Hal ini karena secara tren saja harga

sahamnya masih turun, dan belum terlihat adanya sinyal. Sehingga, sebenarnya saya belum

bisa mengatakan bahwa saham yang tipikalnya seperti pada grafik AALI diatas sudah bagus

untuk beli hanya karena harga sahamnya sudah ―murah‖. Tidak percaya? Perhatikan grafik

AALI dibawah ini.

91
Benar saja, AALI setelah sempat sideways dari tren turunnya (perhatikan tanda persegi),

bukannya harga sahamnya naik tetapi justru melanjutkan penurunan lebih drastis lagi. Dari

mana kita bisa tahu kalau AALI ini sebenarnya masih belum menunjukkan sinyal beli yang

bagus?

Kita bisa mengetahuinya menggunakan analisis garis moving average 25 (garis orange)

dan moving average 50 (garis biru). Saat harga AALI turun, garis moving average, baik 25

maupun 50 masih berada diatas harga saham. Ketika AALI rebound sedikit, harga saham

juga tampak belum mampu menembus garis moving average keatas.

Sehingga saya mengatakan bahwa ketika harga saham masih berada dibawah garis

moving average, saham tersebut sangat rentan koreksi dan belum layak anda tradingkan. Hal

ini menunjukkan bahwa saham yang punya tren turun dapat berpotensi melanjutkan kembali

penurunannya.

4. Studi kasus saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)

Kasus lainnya pola grafik yang sering menipu trader adalah pola grafik saham yang

trennya turun tajam tetapi kemudian harga sahamnya mulai rebound. Trader seringkali

92
beranggapan bahwa saham-saham seperti ini bagus untuk swing trading. Perhatikan grafik

saham LPKR dibawah ini.

Pola grafik ini adalah yang saya maksudkan pada anda. Saat harga saham terjun bebas

sebebas-bebasnya, harga saham kemudian rebound lagi dengan kencang satu sampai dua hari

(perhatikan yang saya beri tanda persegi). Apakah ketika harga saham tersebut rebound,

maka itulah saat yang tepat untuk membeli sahamnya?

Seperti yang sudah saya paparkan, harga saham yang trennya masih turun, walaupun

sudah terlihat mulai rebound di ujung tren turun, saham tersebut bisa anda watchlist. Akan

tetapi, saya belum menyarankan pada anda untuk membeli sahamnya, terutama jika saham

tersebut belum menunjukkan sinyal yang bagus untuk swing trading.

Hal ini dikarenakan harga saham yang trennya masih turun dapat berpotensi turun lagi.

Dan rebound sesaat yang terjadi di ujung tren turun bisa jadi adalah tipuan untuk trader.

Bagaimana cara mengetahuinya? Perhatikan lagi grafik LPKR dibawah ini menggunakan

analisis garis moving average 50 (garis warna biru).

93
Ketika LPKR rebound dari ujung tren turunnya, LPKR terlihat sempat menyentuh garis

moving average 50 (perhatikan tanda lingkaran). Akan tetapi, harga saham yang menyentuh

moving average 50 tersebut tidak dikonfirmasi lagi dengan kenaikan harga saham keesokan

harinya. Keesokan harinya harga saham justru turun lagi.

Sehingga, kemudian LPKR meneruskan momentum tren turunnya. Nah, dari pola dan

analisis yang saya paparkan ini, sudah terlihat jelas bahwa saham yang terlihat naik di ujung

tren turun, masih berpotensi turun lagi dan sangat mungkin menjebak anda. Saya sering

menemukan trader yang mulai membeli saham dalam jumlah besar untuk swing trading saat

melihat harga saham mulai naik di ujung tren turun.

Keputusan ini salah besar. Ada baiknya trader harus melakukan analisis swing trading,

yaitu menggunakan garis moving average 25, 50, atau 100 untuk melihat apakah harga saham

sudah menunjukkan rebound yang kuat atau hanya tipuan saja. Apabila harga saham

kecenderungannya masih berada dibawah garis moving average, maka ada baiknya anda

jangan mentradingkan sahamnya terlebih dahulu, terutama untuk swing trading.

94
3.6 Cara Jitu Menentukan Harga Saham yang Akan Turun di Ujung Tren Naik

Dalam kasus menerapkan swing trading, satu kesalahan trader yang sering sekali

dilakukan dan bahkan bisa berakibat FATAL adalah: Trader tidak paham cara membaca

tren naik. Hal ini juga sudah saya paparkan di sub bab 3.2. Sebenarnya banyak saham yang

kalau anda lihat secara tren harga sahamnya membentuk pola uptrend. Dan pola uptrend

inilah yang bagus untuk ditradingkan menggunakan strategi swing trading.

Namun bukan berarti ketika anda melihat saham yang secara 6 bulan membentuk tren

naik saham tersebut adalah saham yang bagus untuk ditradingkan. Nah, lho?

“Tapi bukannya Pak Heze di sub bab 3.3 sendiri mengatakan kalau saham yang

memberikan keuntungan bagi para swing trader adalah saham yang trennya naik

(uptrend)?”Benar. Tetapi uptrend disini tidak sembarang uptrend. Saham yang grafiknya

uptrend ada dua kemungkinan: Harga saham akan melanjutkan uptrendnya (seperti yang saya

bahas di sub 3.2) atau harga saham itu sebenarnya sudah ada di ujung tren naik dan bersiap

untuk koreksi besar.

Nah, maka dari itu di bahasan kali ini saya akan mengajarkan cara membaca grafik

saham uptrend yang sebenarnya sudah berada di ujung tren naik dan bersiap untuk koreksi

besar. Mengapa saya perlu memaparkan ini pada anda? Karena dalam melakukan screening

saham untuk swing trading, anda tidak boleh asal-asalan memilih saham yang trennya naik.

Hal inilah yang berpotensi menyebabkan trader sahamnya sering nyangkut di harga atas.

Trader beranggapan bahwa saham yang sedang naik berarti saham tersebut akan naik terus.

Padahal belum tentu demikian. Oke, tanpa berlama-lama lagi, saya akan langsung masuk

pada studi kasus.

1. Studi kasus saham NIKL

Saham NIKL saat ebook ini ditulis adalah salah satu saham yang memiliki pola uptrend

yang kemudian saham ini koreksi sangat cepat dan drastis. Saya membahas saham NIKL ini

95
karena rekan-rekan trader sempat banyak yang ‗nyangkut‘ di saham NIKL di harga atas.

Padahal saya sempat kasih warning bahwa NIKL sudah berada di ujung tren naiknya.

Sekarang perhatikan grafik NIKL dibawah ini.

NIKL yang awalnya sahamnya tidak bergerak tiba-tiba bergerak naik dengan sangat

meyakinkan, dari harga 800 hingga harga 6.700!!!! Fantastis.... Bisa anda lihat trennya diatas.

Tetapi ketika harganya menyetuh di kisaran 6.700 (perhatikan tanda persegi), harga saham

NIKL tiba-tiba mulai anjlok. Nah, disinilah anda harus benar-benar waspada dan jangan

pernah masuk (beli sahamnya) kalau melihat saham yang sudah naik tinggi tiba-tiba harga

saham mulai turun drastis. Bisa jadi ini adalah awal koreksinya harga saham uptrend secara

besar-besaran.

Kemudian untuk mengetahui lebih valid alias bukti lanjutan, kita harus menggunakan

garis analisis moving average 25 (perhatikan garis warna biru). NIKL tampak koreksi terus

hingga menyentuhgaris moving average 25 dibawah (perhatikan tanda lingkaran).

Hal ini bisa mengindikasikan bahwa harga saham berpotensi untuk jatuh lagi setelah

terkoreksi dari ujung tren naiknya. Sekarang perhatikan lagi grafik NIKL dibawah ini setelah

menyentuh moving average 25.

96
Pada grafik diatas tampak jelas bahwa setelah harga saham turun dan kemudian

menyentuh moving average 25 dibawah, harga saham NIKL langsung terjung bebas ke

kisaran 4.200. Berarti, NIKL yang awalnya berada di 6.700 turun drastis sampai 4.200.

Inilah salah satu cara membaca saham-saham yang berada di ujung tren naik dan

berpotensi untuk koreksi. Satu contoh ini mungkin masih agak membingungkan anda. Maka

dari itu, saya akan memberikan contoh-contoh analisis lainnya dibawah ini.

2. Studi kasus saham PT Indofarma Tbk (INAF)

Saham INAF juga memiliki pola seperti grafik saham NIKL yang saya paparkan diatas.

INAF saya bahas di ebook ini juga karena banyak sekali trader yang terjebak pada saham

INAF. Banyak trader yang membeli saham INAF saat trennya sudah naik sangat tinggi.

Trader tidak menyadari bahwa INAF sebenarnya sudah berada di ujung tren naik. Oleh

karena itu, jika menemukan pola saham serupa anda tidak boleh serakah dengan memasang

entry beli. Perhatikan grafik INAF dibawah ini.

97
INAF tampak membentuk pola uptrend yang kencang. Saat itu INAF juga merupakan

salah satu saham tidur. INAF yang awalnya berada di kisaran harga 1.500 bisa naik sampai

5.500!!!. Setelah itu, bisa anda lihat candlestick terakhir INAF yang mulai koreksi cukup

besar (candle terakhir yang berwarna merah). Kemudian, perhatikan lagi grafik INAF

dibawah ini.

98
Setelah itu, INAF mengalami penurunan harga dan meninggalkan harga resisten

tertingginya di 5.500. Nah, pada saat inilah anda harus sudah mulai waspada. Jangan nekad

membeli sahamnya, ketika harga sahamnya mulai turun meninggalkan harga tertinggi

sebelumnya.

Hal ini bisa menunjukkan bahwa saham tersebut sebenarnya sudah berada di ujung tren

naik dan bersiap koreksi besar. Kemudian untuk bukti lanjutan, kita pasang garis moving

average 25 (garis berwarna biru). Ketika harga saham INAF turun drastis dan menyentuh

moving average 25 dari atas (perhatikan yang saya beri tanda lingkaran), lalu setelah

menyentuh moving average 25 harga saham keesokan hari turun lagi, maka bisa anda lihat

harga saham INAF langsung terjun bebas.

Harga saham INAF yang awalnya di level 5.500 terjun bebas sampai kisaran harga 2.500

terutama setelah harga saham turun dan menyentuh moving average 25!!! Setelah itu INAF

terlihat sudah sulit naik lagi. INAF memang sempat mengalami rebound tetapi selama

berbulan-bulan INAF masih belum mampu mencapai harga resisten tertinggi awalnya di

harga 5.500.

Sehingga, hal ini bisa bahaya untuk anda apabila anda hanya sekedar melihat harga

saham yang trennya naik kemudian anda langsung membeli sahamnya tanpa melakukan

analisa terlebih dahulu. Ada baiknya untuk menganalisa saham uptrend, anda harus

menggunakan moving average 25 dan juga melihat tanda-tanda koreksi besar saat

harga saham sudah naik (ketika harga saham mulai koreksi besar saat tren sudah naik

tinggi, bisa jadi itu adalah tanda harga saham akan turun lebih dalam).

3. Studi kasus saham PT Bank BCA Tbk (BBCA)

Studi kasus lainnya yaitu saham BBCA yang juga membentuk pola uptrend kemudian

harga saham koreksi di ujung tren naik. Perhatikan grafik BBCA dibawah ini.

99
BBCA membentuk tren naik yang panjang selama 6 bulan. Moving average 25 juga

tampak terus berada dibawah harga saham yang menunjukkan saham sedang berada dalam

tren naik. Setelah itu, perhatikan BBCA diujung tren naik (perhatikan yang saya beri tanda

garis horizontal) mulai [Link] BBCA mulai turun anda harus mulai ―memasang

peringatan‖ di saham-saham seperti ini.

Kemudian untuk konfirmasi lebih lanjut, kita gunakan garis moving average 25

(perhatikan garis warna biru). Perhatikan pada grafik diatas, setelah harga saham turun dari

ujung tren naik dan menyentuh moving average 25, harga saham BBCA terus terkoreksi.

Perhatikan lagi grafik BBCA dibawah ini.

100
BBCA memang bisa rebound lagi setelah turun dan menyentuh garis moving average 25,

tetapi masih sulit untuk kembali ke harga resisten puncaknya di awal. BBCA baru bisa

kembali melebihi harga resisten tertingginya sebelum turun berbulan-bulan kemudian.

BBCA butuh waktu yang lama untuk kembali lagi ke harga resisten puncak di awal,

sehingga kalau anda membeli saham BBCA saat berada di ujung tren naik, padahal saham

tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda koreksi, maka anda membutuhkan waktu yang lama

agar saham anda minimal bisa break event point (BEP).

4. Studi kasus saham PT Unilever Tbk (UNVR)

Studi kasus lainnya adalah saham UNVR. Saham UNVR sebelumnya juga memiliki tren

naik yang cukup drastis. Perhatikan pola grafik UNVR dibawah ini:

Kenaikan UNVR secara drastis sempat hampir menyentuh level 50.000 (perhatikan tanda

panah). Kenaikan UNVR secara drastis mulai harga 42.000 hingga 49.500 ini ternyata

kemudian diikuti dengan koreksi harga saham yang drastis setelahnya. Penurunan harga

saham yang cukup signifikan setelah UNVR berada di tren naiknya bisa menjadi indikaasi

bahwa UNVR sudah bersiap untuk koreksi alias sudah mengakhiri tren naiknya selama ini.

101
Kemudian perhatikan juga garis moving average 25, di mana setelah UNVR koreksi

tajam dan menyentuh garis moving average 25 (perhatikan tanda lingkaran), UNVR memang

bisa rebound lagi, tetapi selama berbulan-bulan UNVR tampak sulit kembali lagi ke harga

resisten tertinggi awalnya di 49.500.

Sehingga, kalau anda membeli UNVR saat trennya sudah naik sangat tinggi, saham anda

bisa nyangkut di harga atas. Nah, itulah cara meganalisis saham yang sudah berada di ujung

tren naikknya.

Dari sub bab 3.6 ini, dapat ditarik kesimpulan 2 (dua) hal cara membaca dan mewaspadai

harga saham yang sudah berada di ujung tren naiknya, yaitu sebagai berikut:

1. Perhatikan saham yang trennya sudah naik kencang dan jarang terjadi koreksi yang

signifikan. Ketika harga saham kemudian koreksi cepat setelah tren naik berlangsung,

kemungkinan besar itu adalah ujung tren naik saham tersebut. Jadi, anda jangan membeli

sahamnya terlebih dahulu karena ada potensi koreksi yang cukup besar. Selain itu,

perhatikan juga saham yang sudah naik kencang sebelumnya, dan terlihat sulit untuk naik

lagi, kemungkinan besar itu adalah ujung tren naiknya.

2. Konfirmasi lagi dengan garis moving average 25. Ketika harga saham turun dari ujung

tren naik dan kemudian mendekati garis moving average 25, atau bahkan menyentuh

garis moving average 25 dari atas, maka itu adalah pertanda harga saham benar-benar

sudah bersiap koreksi di ujung tren naiknya.

Dengan cara ini, anda akan dapat meminimalisir kemungkinan terjebak membeli saham-

saham yang trennya naik, padahal saham tersebut sudah berpotensi koreksi lagi dengan cepat.

3.7 Analisis Moving Average Tidaklah Kaku

Analisis moving average yang sudah saya paparkan dalam analisis swing trading, bisa

disimpulkan bahwa moving average yang umumnya bagus untuk swing trading adalah:

102
moving average 25, 50, 100, dan moving average 200. Dari moving average tersebut,

manakah kombinasi yang terbaik?

Kombinasi moving average terbaik secara umum bisa anda sesuaikan dengan situasi dan

market. Artinya saya tidak bisa mengatakan bahwa moving average 50 adalah moving

average terbaik untuk swing trading. Demikian juga, saya tidak bisa mengatakan moving

average 100 adalah moving average terbaik.

Terkadang kita harus fleksibel dalam trading. Penggunaan moving average tidaklah kaku

yang harus menggunakan satu garis moving average secara terus menerus. Nah, tadi saya

mencontohkan pada anda bagaimana cara menganalisis tren saham naik (contoh saham

PTBA) menggunakan moving average. Pada saham PTBA tersebut, kita awalnya

menggunakan moving average 25 untuk menemukan sinyal. Tetapi setelah tren PTBA

menjadi downtrend dan ada potensi rebound, kita menggunakan moving average 200.

Inilah yang saya maksud bahwa penggunaan moving average tidaklah kaku dan harus

mengandalkan satu jenis moving average saja. Namun saya akan kasih sedikit bocoran

tentang strategi penggunaan moving average yang efektif untuk swing trading.

BOCORAN STRATEGI KOMBINASI MOVING AVERAGE DAN SINGLE MOVING

AVERAGE UNTUK SWING TRADING:

Moving average 25 bagus anda kombinasikan dengan moving average 200 ketika anda

melakukan analisa saat kondisi saham berada dalam tren saham yang akan breakout. Saat

saham sedang turun dan mulai ada tanda-tanda breakout, cobalah menggunakan moving

average 100 atau moving average 200.

Moving average 200 berfungsi untuk memberikan sinyal beli ketika harga saham akan

breakout. Sedangkan moving average 25 berfungsi untuk melihat kapan harga saham akan

segera turun dan titik target jual atau take profit anda. Analisis ini juga sudah saya paparkan

pada sub bab 3.4.

103
Sedangkan jika anda ingin menggunakan moving average 25 untuk melihat sinyal

beli, saya sarankan ketika harga saham sedang uptrend kencang. Ketika saham seadng

uptrend kencang anda bisa memanfaatkan moving average 25 sebagai sinyal beli saat harga

saham sedikit terkoreksi dan kemudian memantul menyentuh moving average 25 dari bawah

keatas.

Ketika harga saham sedang uptrend kencang, saya tidak menyarankan anda

menggunakan moving average 100 atau moving average 200. Hal ini dikarenakan saat saham

uptrend kencang, biasanya harga saham selalu berada jauh diatas moving average tersebut.

Kalau menggunakan moving average 25, moving average 25 lebih dekat pada pergerakan

harga sehingga bisa memberikan sinyal yang lebih cepat.

Moving average 50 juga sangat bagus untuk melihat sinyalyang lebih smooth daripada

moving average 25. Apabila anda masih kurang yakin menggunakan moving average 25

karena sedikit lebih fluktuatif, anda bisa mencoba menggunakan moving average 50.

Moving average 25 kurang cocok anda gunakan untuk melihat sinyal beli pada saham-

saham yang trennya agak fluktuatif. Saham yang trennya agak fluktuatif, ada baiknya anda

menggunakan moving average yang lebih panjang, seperti moving average 50 atau moving

average 100. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan sinyal yang lebih smooth, sehingga anda

tidak bingung menentukan sinyal entry buy dan entry sell dari garis moving average.

Pada saham-saham yang downtrend tajam pun, ada baiknya anda menggunakan paling

tidak moving average 50. Akan lebih bagus jika anda menggunakan moving average 100 atau

moving average 200. Hal ini bertujuan juga untuk menghindari sinyal tipuan harga saham.

Kalau anda menggunakan garis moving average 25, bisa jadi saat harga saham yang

downtrend rebound sedikit saja dan menyentuh moving average 25, anda sudah langsung

membeli sahamnya, padahal sinyal itu hanyalah tipuan saja alias sinyal palsu.

104
3.8 Saham Layak Screening untuk Swing Trading

Dari analisis cara melakukan analisis tren saham untuk swing trading, kini anda harus

melakukan screening saham. Kalau anda ingin swing trading, carilah dan screening-lah

saham-saham yang memiliki kriteria-kriteria sebagai berikut:

1. Cari saham-saham yang trennya turun (garis moving averagenya berada diatas

harga saham). Kemudian pada beberapa hari terakhir (minimal satu minggu

terakhir), harga saham bergerak naik terus. Hal ini bisa mengindikasikan sinyal beli

saham apabila candlestick kemudian bersentuhan dengan garis moving average, sehingga

posisi garis moving average menjadi berada di bawah harga saham.

2. Cari saham-saham yang trennya sedang naik, kemudian pada beberapa hari

terakhir (minimal satu minggu terakhir), harga saham mengalami tren turun. Hal

ini bisa menjadi peluang beli bagi anda apabila harga sahamnya berpeluang

rebound dengan menyentuh moving average setelah harganya turun drastis. Selama

harga saham berada dalam tren naik, harga saham tetap memiliki peluang untuk anda

tradingkan menggunakan metoda swing trading.

3. Cari saham yang trennya turun dan cenderung sedikit sideways tetapi setelah itu

mengalami kenaikan kencang dan dikonfirmasi dengan perpotongan candlestick

dengan garis moving average. Contohnya adalah saham BNGA yang saya paparkan

dalam studi kasus di sub bab 3.4.

Kalau anda perhatikan saham-saham yang saya analisis di sub bab 3.4, saham-saham

tersebut adalah saham yang memiliki pola uptrend kemudian koreksi, atau pola downtrend

yang kemudian berubah jadi uptrend (breakout). Tipe-tipe saham seperti inilah yang harus

anda cari dalam swing trading.

Sedangkan, saham-saham yang harus anda buang dari screening saham untuk swing

trading adalah saham-saham yang memiliki tipikial sebagai berikut:

105
1. Saham-saham yang trennya turun dan di ujung tren tidak ada kenaikan atau

rebound harga saham yang cukup signifikan, sehingga garis moving average tampak

terus berada diatas harga saham. Saham seperti ini masih biasanya memiliki peluang

yang besar untuk turun lagi

2. Saham-saham yang memiliki tren sideways. Saham seperti ini sangat tidak cocok anda

tradingkan untuk swing trading karena saham yang trennya mendatar tidak ada sinyal

yang jelas, apakah saham akan bergerak naik setelahnya atau harga saham akan turun lagi

atau tetap diam di tempat

3. Saham-saham yang sudah uptrend sangat kencang selama 6 bulan kemudian

sahamnya terlihat stagnan di harga atas. Saham-saham seperti ini berarti anda sudah

terlambat untuk masuk karena harganya sudah tinggi. Sehingga kalau anda beranggapan

bahwa harga sahamnya masih uptrend terus, maka kemungkinan besar saham anda bisa

nyangkut di harga atas.

Analisis grafik untuk melihat saham sedang uptrend downtrend, atau sideways yang

saya sarankan gunakan analisis grafik minimal 3-6 bulan. Akan lebih baik jika anda

menggunakan analisis grafik harian 6 bulan, karena tren harga saham akan terlihat dengan

lebih jelas dan panjang. Berikut adalah contoh screening saham untuk swing trading

menggunakan garis moving average yang bisa anda lakukan, berdasarkan pada kriteria-

kriteria yang sudah saya sebutkan diatas sebelumnya.

106
SWING TRADING SCREENING LIST
NO. KODE SAHAM UPTREND POTENSI BREAKOUT DOWNTREND TAJAM SIDEWAYS
1 AALI X X V X
2 INDF X X X V
3 ICBP X X X V
4 PTBA V V X X
5 HRUM X X X V
6 GGRM V X V V
7 JPFA X X V X
8 MPPA X X V V
9 LPKR X X V V
10 LSIP X X V V
11 BNGA V V X X
12 HMSP X X X V
13 BBRI V V X X
14 JSMR V X X X
15 BBCA X V X X
16 NIKL X V X X
17 PGAS X X X V
18 SMGR V V X X
19 WSKT X X V V
20 KLBF X X X V

Katakanlah anda memiliki 20 (dua puluh) jenis saham yang anda sedang lakukan

watchlist. Anda ingin trading menggunakan metoda swing trading. Dari 20 saham tersebut,

anda ingin menentukan saham-saham mana saja yang memiliki potensi yang bagus untuk

swing trading.

Disini anda memilih jenis saham yang: UPTREND dan atau memiliki POTENSI

UPTREND karena kedua saham tersebut memang adalah jenis saham yang bagus untuk

swing trading. Jadi, tidak harus saham yang uptrend dan potensi uptrend. Anda bisa memilih

salah satu apabila pada grafik terlihat pola-pola tersebut.

Perhatikan tabel diatas. Setelah anda memiliki 20 saham yang ingin anda watchlist, kini

yang harus anda lakukan adalah: Anda harus membuang saham-saham yang trennya:

DOWNTREND TAJAM, SIDEWAYS.

Tentu saja untuk mengetahui dan menemukan saham-saham yang memiliki kriteria

seperti yang saya sebutkan, anda harus menggunakan analisis moving average seperti yang

sudah banyak saya bahas sebelumnya.

107
Dari 20 tersebut, ada 13 saham yang dibuang dari screening karena 13 saham tersebut

menunnjukkan tren turun dan sideways yang panjang. Hal ini memiliki risiko besar jika

ditradingkan menggunakan swing trading.

Sedangkan 7 saham sisanya lolos dalam daftar screening saham, yaitu saham yang

uptrend dan saham yang polanya akan uptrend atau sudah berpotensi breakout menurut

analisa garis moving average. Berikut adalah daftar 7 saham yang lolos screening.

LOLOS UJI SCREENING


NO. KODE SAHAM
1 PTBA
2 GGRM
3 BNGA
4 BBRI
5 JSMR
6 BBCA
7 SMGR

Dari 7 saham yang lolos screening, saham-saham inilah yang harus anda screening dan

mulai anda tradingkan dengan metoda swing trading. Itulah cara menganalisis dan screening

saham bagi anda yang memiliki tujuan swing trading.

Pada bab-bab selanjutnya, saya akan memaparkan bagaimana panduan cara melakukan

screening saham secara umum (general) menggunakan analisis support-resisten manual, dan

membaca grafik saham. Khususnya, saya paparkan juga bagaimana melakukan analisis

screening saham untuk intraday trading dan untuk trading beberapa hari atau intinya untuk

trading dengan jangka waktu yang lebih pendek daripada swing trading.

Catatan: Saham-saham yang saya paparkan di tabel tersebut HANYALAH CONTOH.

Saya tidak merekomendasikan saham tersebut pada anda untuk swing trading. Saham-saham

tersebut memiliki pola pergerakan grafik yang sangat mungkin berubah setiap waktu.

108
BAB IV

PENYEBAB TRADER SERING RUGI DI PASAR SAHAM

4.1 Kesalahan Utama Trader dalam Menerapkan Strategi Trading

Tahukah anda, banyak sekali pemain saham yang mengalami kerugian yang terus

terulang. Misalnya seorang trader hari ini rugi karena membeli saham yang tidak likuid.

Kemudian besok rugi lagi karena mengulang kesalahan yang sama.

Semua trader pasti akan mengalami rugi dalam tradingnya. Itu adalah wajar karena hal

tersebut adalah sebuah proses. Ya, semua trader, tidak peduli anda masih pemula atau anda

yang sudah expert di dunia saham tidak menutup kemungkinan untuk rugi. Bedanya, pemain

saham yang berpengalaman mampu menutup rugi sekecil mungkin dan membuat profit

sebesar mungkin.

Namun, yang saya sangat sayangkan adalah ternyata banyak sekali trader yang

mengalami kerugian yang terus berulang. Bukan karena trader tersebut tidak cocok menekuni

dunia saham, tetapi karena mereka TIDAK TAHU CARA TRADING. Ironisnya, banyak

trader yang sudah trading lebih dari 1 (satu) tahun, namun mereka masih tergerus dalam

kerugian yang sama.

Hal ini akhirnya berakibat pada tergerusnya modal trader. Tidak sedikit para pemain

saham yang bangkrut karena modal yang digunakan untuk trading tergerus dalam kerugian.

Modal dalam trading itu ibarat nyawa. Selama anda punya modal, anda tetap bisa bertahan di

pasar saham. Nah kalau anda tidak punya modal, darimana anda bisa trading?

Memang sehebat apapun anda, tidak ada yang menjamin anda pasti untung dan tidak

pernah rugi sama sekali. Tetapi, kalau trader tidak pernah belajar dari kesalahan, itu adalah

hal yang sangat fatal.

109
Jadi, misi anda di pasar saham selain mengembangkan modal menjadi profit adalah

membuat modal anda tetap bisa bertahan. Karena sekali lagi: Dalam trading modal adalah

nyawa. Trader yang mengalami kerugian dan kemungkinan terburuk adalah risiko

kebangkrutan di pasar saham ternyata sebagian besar penyebab utamanya ada beberapa hal,

salah satunya adalah berkaitan dengan: KEMAMPUAN TRADER DALAM MELAKUKAN

SCREENING SAHAM UNTUK PEMILIHAN STOCK PICK YANG BENAR.

Maka dari itu, perlu anda ketahui beberapa penyebab utama mengapa trader terus

mengalami kerugian di pasar saham, dan kerugian tersebut terus saja terulang walaupun

sudah trading dalam jangka waktu yang cukup lama.

4.1.1 Tidak Tahu Cara Melakukan Screening Saham

Inilah penyebab utama mengapa trader sering mengalami kerugian yang sama. Screening

saham adalah kunci utama agar anda bisa meminimalisir kerugian di pasar saham. Secara

sederhana, screening saham berarti anda memilih saham-saham yang cocok, layak dan bagus

untuk anda tradingkan.

Kalau anda menyeleksi saham-saham untuk anda tradingkan secara rutin, anda tidak

akan mudah terjebak untuk membeli saham tanpa arah, yang mengakibatkan aktivitas trading

anda menjadi kacau. Trader yang tidak paham bagaimana cara melakukan screening saham

akan berdampak pada kerugian yang terus terulang, karena trader tidak tahu harus mulai

trading di saham apa dan harus memulai aktivitasnya dari mana.

Yang lebih parah, saya sering menjumpai trader yang justru mengabaikan betapa

pentingnya screening [Link] trader yang menganggap bahwa screening saham adalah

sesuatu yang hanya buang-buang waktu saja. Anggapan ini salah besar, karena screening

saham juga merupakan bagian dari trading plan yang bisa membuat trading anda lebih

terarah dan meminimalisir risiko kerugian di pasar saham.

110
Nah, di bab-bab selanjutnya saya akan menjelaskan pada anda lebih banyak mengapa

anda harus bisa melakukan screening saham secara mandiri. Di Bab 5 sampai seterusnya saya

akan memandu anda agar anda bisa melakukan screening saham dengan benar.

4.1.2 Tidak Punya Stock Pick

Poin pertama dan kedua ini saling berkaitan. Apa sih tujuan screening saham?

Jawabannya tidak lain adalah agar anda memiliki daftar stock pick. Stock pick kalau diartikan

adalah saham-saham pilihan. Jadi, ketika anda sudah punya saham-saham pilihan maka

trading anda akan lebih aman dan risiko kerugian bisa lebih ditekan.

Coba bandingkan jika anda sama sekali tidak punya stock pick dan hanya trading

berdasarkan feeling. Anda memiliki potensi rugi yang besar. Masalahnya, di Bursa Efek tidak

semua saham itu likuid dan cocok untuk anda tradingkan. Kemungkinan besar, hanya ada

beberapa saham saja yang cocok untuk anda.

4.1.3 Salah Memilih Screening Saham Pilihan

Banyak trader yang sebenarnya paham betapa pentingnya melakukan screening saham.

Sayangnya mereka tidak tahu bagaimana cara memilih screening saham yang benar. Ujung-

ujungnya kembali lagi, trader tidak tahu apa yang harus dilakukan saat trading.

4.1.4 Mengabaikan Analisis Tren Dalam Stock Pick

Melakukan screening saham untuk mendapatkan stock pick yang berkualitas artinya anda

harus melakukan analisis yang tepat. Salah satu analisis yang harus digunakan trader dalam

stock pick adalah melakukan analisis tren jangka yang agak panjang (untuk swing trading)

dan analisis tren untuk jangka agak pendek (intraday trading).

Mengapa analisis tren? Analisis tren adalah analisis yang berfungsi untuk mengetahui

kecenderungan pergerakan harga saham dan untuk mempelajari psikologis pasar melalui

harga saham (garis support dan resisten). Kalau anda mengabaikan analisis tren dalam stock

111
pick, bisa jadi saham-saham yang masuk dalam stock pick kebanyakan saham yang asal-

asalan alias ngawur.

Kesalahan trader yang sering dilakukan adalah trader hanya melihat beberapa faktor saja

dalam memasukkan saham ke dalam daftar saham [Link] trader hanya melihat

saham tersebut naik sehari saja langsung dibeli.

Trader hanya melihat bid-offer tanpa mempertimbangkan faktor lainnya. Sehingga,

trader rentan terjebak membeli saham-saham yang sebenarnya saham tersebut pergerakannya

sering sekali menipu trader. Mengenai analisis tren, saya banyak membahasnya juga di Bab

3.

4.1.5 Tidak Melakukan Evaluasi

Kerugian yang sering dialami trader karena mereka tidak melakukan evaluasi. Apa yang

menjadi penyebab kerugiannya dan apa yang harus dilakukan. Ini adalah penyebab yang fatal

yang membuat kerugian trader terus saja terulang dari waktu ke waktu .Kebangkrutan yang

dialami trader merupakan akumulasi dari dampak trader yang tidak melakukan evaluasi

trading sepanjang karir tradingnya.

Anda harus lakukan evaluasi sejauh mana profit yang bisa anda dapatkan sampai saat ini.

Apakah screening saham yang anda lakukan sudah benar? Apakah saham-saham yang masuk

dalam stock pick anda memang adalah saham-saham yang sudah terbukti memberikan

keuntungan bagi anda? Apakah anda perlu mengeluarkan beberapa saham dari stock pick

anda? Apakah anda perlu melakukan screening ulang untuk memasukkan saham-saham lain

ke dalam daftar stock pick anda? Anda harus terus melakukan evaluasi terkait hal-hal

tersebut. Evaluasi dalam trading dapat mengetahui kesalahan-kesalahan apa saja yang sering

anda lakukan dalam trading, yang menyebabkan anda rugi.

Nah setelah anda membaca Bab 4 ini, dapat disimpulkan bahwa kelima poin inilah yang

menyebabkan trader selalu mengalami kerugian, tanpa trader tersebut tahu bagaimana cara

112
mengatasinya. Adalah hal yang sangat tidak masuk akal apabila trader mengalami kerugian

karena membuat kesalahan yang sama setiap kali trading.

Di pasar saham ada pepatah terkenal: KELEDAI SAJA TIDAK AKAN JATUH DI

LUBANG YANG SAMA. Tahukah anda apa maksud pepatah tersebut? Anda dan saya tahu

bahwa keledai bukanlah binatang yang pandai dan cerdas. Tetapi, sekalipun keledai bukanlah

binatang yang pandai, saat keledai jatuh di suatu lubang, keledai tersebut tidak akan pernah

jatuh dua kali di lubang yang sama.

Pepatah ini mengartikan bahwa keledai yang tidak pandai pun belajar dari kesalahan dan

tidak lagi mengulang kesalahan yang sama. Jadi, jika anda yang pandai dan mampu berpikir

dengan baik, seharusnya anda terus melakukan evaluasi dalam trading anda secara berkala.

Dengan kata lain, kalau anda mengalami kesalahan yang sama dalam trading maka inilah

saatnya anda harus mulai melakukan evaluasi, dan anda harus mulai merombak lagi cara

trading yang selama ini masih salah. Jika trader selama ini sering mengalami kerugian,

penyebab terbesarnya adalah: Trader memang belum tahu cara melakukan screening saham

yang benar. Untuk itulah di buku ini saya mengupasnya secara tuntas.

113
BAB V

PANDUAN SIMPLE DAN EFEKTIF SCREENING SAHAM PILIHAN TRADING

5.1 Apa itu Screening Saham

Judul buku ini memang seakan ingin menekankan pada anda tentang bahasan

SCREENING SAHAM atau STOCK PICK. Memang di buku ini saya sangat menekankan

pada pembahasan topik screening saham. Lalu, apa itu yang dimaksud dengan screening

saham?

Screening saham dapat diartikan sebagai tindakan pemain saham dalam memilih dan

memilah saham-saham pilihan yang NYAMAN, COCOK dan LAYAK untuk ditradingkan.

Screening saham yang sudah dipilah akan masuk dalam daftar stock pick / daftar saham

pilihan.

Dengan kata lain, stock pick atau saham pilihan adalah saham-saham yang nyaman,

cocok, dan layak anda tradingkan karena anda bisa menebak analisis saham tersebut dengan

baik. Dapat dikatakan bahwa stock pick adalah SAHAM PRIORITAS dalam trading.

Saham prioritas berarti saham tersebut adalah saham yang anda tradingkan secara rutin

karena anda sudah mengentahui pola pergerakannya, titik-titik acuan yang bisa anda jadikan

sebagai entry buy dan entry sell.

Sedangkan nyaman: berarti saham tersebut terbukti memberikan profit yang konsisten

bagi anda, dengan risiko rugi / loss yang lebih kecil dibandingkan apabila anda trading di

saham-saham lainnya selain daripada saham yang sudah anda stock pick.

Cocok: Berarti anda bisa menghafalkan pola saham tersebut dengan benar. Anda bisa

menebak dengan benar arah titik support dan resisten, sehingga anda bisa dengan mudah

membeli harga saham ketika sudah turun di support tertentu dan menjual dengan mudah

ketika sudah naik di harga resisten tertentu.

114
Layak: Berarti saham yang anda masukkan dalam screening saham pilihan, memang

merupakan saham-saham yang berpola bagus (bisa dibaca menggunakan analisis teknikal)

dan bukan saham abal-abal yang hampir tidak ada peminatnya sama sekali.

Saya kasih satu contoh. Misalnya anda membeli saham ASII. Saham ASII mampu

memberikan anda keuntungan berkali-kali, karena anda hafal dengan pola saham tersebut.

Anda bisa membaca pola pergerakan ASII dengan baik. Anda paham benar kapan harus entry

buy dan kapan harus menjual ASII saat harga sahamnya sudah naik. Apabila anda mampu

mendapat profit berkali-kali dari saham yang sama, itu artinya saham tersebut adalah saham

yang nyaman, cocok dan layak untuk anda tradingkan. Sehingga, saham tersebut layak anda

masukkan dalam daftar saham pilihan anda.

Screening saham berarti anda anda memilih saham yang layak anda tradingkan.

Jadi misalnya dari 500 lebih saham yang ada di Bursa Efek (kedepannya pasti bisa

tembus 500 lebih), anda memutuskan untuk memilih 15 saham yang paling bagus dan

cocok untuk anda tradingkan.

Artinya, dari 15 saham tersebut anda hanya boleh trading di 15 saham itu saja.

Anda tidak disarankan trading diluar saham-saham tersebut. Mengapa? Karena

saham-saham diluar stock pick memiliki risiko yang lebih besar, terutama saham-

saham lapis tiga yang jelas-jelas tidak likuid dan sering digoreng.

Kecuali jika anda ingin menambah daftar stock pick atau melakukan uji coba

membeli saham di luar stock pick tetap diperbolehkan. Namun, anda harus trading

dengan jumlah lot yang lebih kecil. Apabila saham diluar stock pick tersebut cocok

untuk anda, barulah anda boleh memasukkannya dalam stock pick anda.

Masalahnya, bagaimana caranya menemukan saham-saham seperti ini yang cocok untuk

ditradingkan? Baca terus buku ini sampai habis.

115
5.2 Mengapa Anda Harus Bisa Melakukan Stock pick Saham Pilihan secara Mandiri?

Jumlah saham yang ada di Bursa Efek sudah mencapai lebih dari 500 saham.

Kedepannya dengan semakin bagus prospek ekonomi Indonesia, saya bisa menjamin bahwa

akan semakin banyak perusahaan-perusahaan tertutup yang berbondong-bondong untuk

menjadi perusahaan go public.

Saat ini untuk mendapatkan pendanaan, perusahaan tidak harus selalu mengandalkan

pinjaman perbankan. Ada sarana pasar modal yang bisa digunakan perusahaan untuk

mendapatkan tambahan modal (melalui initial public offering, right issue dan lain-lain). Di

mana tambahan dana melalui pasar modal, perusahaan hanya perlu menggaet minat investor

dan perusahaan tidak perlu membayar bunga pinjaman dan lain-lain seperti ketika perusahaan

―merayu‖ perbankan untuk memperoleh pendanaan.

Sehingga, pasti perusahaan-perusahaan di Indonesia akan semakin tertarik untuk mulai

menjadi perusahaan go public. Di Indonesia sendiri masih banyak perusahaan-perusahaan

besar yang belum go public. Sangat memungkinkan perusahaan-perusahaan tersebut menjadi

perusahaan terbuka di kemudian hari. Sehingga akhirnya jumlah saham di Bursa Efek akan

semakin banyak.

Anda tentu tidak mungkin mentradingkan semua saham yang ada di Bursa Efek. Dengan

100 jumlah saham saja mustahil anda mentradingkan dan melihat semua sahamnya satu per

satu, apalagi jika anda ingin mentradingkan 500 lebih jumlah saham di Bursa Efek (dijamin

mata anda akan sakit). Maka dari itu, anda harus bisa memilih saham yang benar-benar layak,

cocok dan bagus untuk anda tradingkan.

Jika anda tidak bisa melakukan stock pick secara mandiri, hal ini akan sangat

membahayakan karir trading anda. Berdasarkan pengalaman saya di dunia saham selama

bertahun-tahun, dampak dari adanya trader yang tidak melakukan stock pick saham dalam

trading adalah sebagai berikut:

116
1. Trader ibarat petinju yang memukul angin saat bertanding

Kalau anda tidak mempunyai stock pick untuk trading bahkan tidak tahu mengapa stock

pick itu diperlukan, trading anda akan sangat kacau. Saya bisa jamin hal itu. Ibarat petinju

yang terlalu banyak melakukan pukulan kosong (memukul angin) saat bertanding, tidak

punya strategi dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Sudah jelas petinju itu akan kalah. Screening saham itu ibarat strategi yang membuat anda

menjadi lebih on track untuk membeli saham yang cocok dan bisa memberikan profit untuk

anda.

2. Trader akan mudah bingung

Tidak melakukan stock pick membuat trader menjadi mudah bingung. Seperti yang sudah

saya jelaskan, anda tidak mungkin trading semua saham di Bursa Efek. Anda hanya perlu

mentradingkan beberapa saham yang benar-benar sesuai dengan karakter trading anda. Kalau

anda tidak bisa melakukan screening saham, anda akan mudah bingung dan labil dalam

mengambil keputusan yang tepat.

Anda akan bingung memilih saham mana yang harus dibeli. Hal ini berakibat pada

pengambilan keputusan yang ngawur, tidak tahu arah dan asal-asalan. Seperti yang saya

jelaskan di poin pertama: Trader yang tidak memiliki daftar saham pilihan, ibarat petinju

yang selalu memukul angin saat bertanding.

3. Trader mudah terbawa arus

Ini yang sering dialami oleh kebanyakan para pemain saham jika tidak memiliki saham-

saham pilihan. Trader akan sangat mudah terbawa arus pasar dan tidak memiliki rencana

trading yang jelas. Kalau anda tidak memiliki saham pilihan untuk masuk dalam screening

anda, anda akan sangat mudah terpengaruh membeli saham-saham diluar trading plan anda.

Anda akan mudah tergoda membeli saham-saham yang kelihatannya naik, padahal saham

tersebut tidak likuid. Anda akan mudah mengikuti kata-kata orang yang mengatakan saham A

117
bagus, saham B bagus, saham C sebentar lagi akan naik, padahal kenyataanya tidak

demikian. Hal ini berbeda jika anda memiliki daftar saham pilihan. Saham pilihan akan

membantu anda untuk trading berdasarkan pada saham-saham yang paling potensial untuk

memberikan profit, sehingga anda tidak perlu mudah tergoda membeli saham-saham yang

tidak jelas dan tidak anda kenal.

4. Berujung pada kebangkrutan

Risiko paling buruk bagi trader yang tidak pernah melakukan screening saham adalah

trader tersebut akan mengalami kebangkrutan. Kalau tidak tahu bagaimana cara trading yang

benar dan tidak paham bagaimana memilih saham yang bagus untuk masuk dalam list trading

(stock pick), jangan berharap anda bisa mendapatkan profit.

Justru sebaliknya, anda berpotensi besar mengalami kebangkrutan. Ibarat anda tidak

mungkin menang di medan pertempuran kalau anda tidak paham cara menggunakan

senjata walaupun anda memegang senjata sebanyak mungkin. Anda tidak mungkin

bisa mendapatkan profit besar di pasar saham kalau anda tidak memiliki daftar saham

yang layak untuk anda tradingkan dengan baik, walaupun anda punya modal triliunan.

Trust me!

Apakah ada trader yang mengalami kebangkrutan karena tidak memiliki stock pick?

Jawabannya: Banyak. Sudah banyak korban trader yang modalnya tergerus habis dalam

waktu singkat karena mereka mengabaikan pentingnya melakukan screening saham.

Sebelum saya lanjut ada satu hal yang perlu anda ketahui. Saham-saham yang cocok

untuk anda belum tentu cocok juga untuk orang lain, dan sebaliknya. Maka dari itu, dalam

melakukan stock pick, anda harus bisa melakukannya secara MURNI dan MANDIRI. Jangan

sampai anda memasukkan saham kedalam daftar screening saham karena anda mengikuti apa

yang dikatakan atau direkomendasikan oleh orang lain.

118
Apabila yang direkomendasikan orang lain cocok untuk anda, it’s ok, tetapi jika tidak

maka hal tersebut akan menambah risiko rugi di portofolio anda. Intinya, anda harus bisa

melakukan analisis stock pick secara mandiri. Setiap orang memiliki gaya trading dan saham

yang paling cocok.

5.2.1 Saham Pilihan Hanya ada Beberapa Jenis Saham

Ketika berbicara mengenai saham pilihan (stoc pick), anda mungkin bertanya-tanya:

Sebenarnya saham pilihan itu ada berapa banyak yang bisa masuk di stock pick? Apakah 5

saham saja? Apakah 10 saham? Apakah 20 saham? Apakah 50 saham? Jumlah stock pick bisa

banyak (diatas 10), tetapi anda harus mentradingkannya beberapa saja (hanya sekitar 3-5

saham yang ada di portofolio anda).

Walaupun anda memiliki stock pick sebanyak 20 saham, namun tentu anda tidak

bijaksana jika men-tradingkan semuanya. Alangkah baiknya jika anda mentradingkan saham-

saham yang ada di stock pick secara bergantian tergantung momentumnya (saham mana yang

berpotensi naik terlebih dahulu). Mengenai stock pick saya juga membahas secara detail di

bab 5.4.4.

5.3 Cara Memilih Saham Bagus dan Membuang Saham Jelek untuk Stock Pick

Melakukan screening saham untuk masuk dalam stock pick tidak bisa dilakukan asal-

asalan. Jika anda melakukan secara asal-asalan, hal ini akan menjebak diri anda sendiri dalam

kerugian trading yang besar. Maka dari itu, sebelum anda melakukan screening saham,

pahami terlebih dahulu jenis-jenis saham yang saya rekomendasikan untuk masuk dalam

stock pick (daftar saham pilihan yang anda tradingkan). Apa saja saham-saham yang sangat

layak untuk masuk stock pick?

119
1. Pilih saham lapis satu dan saham lapis dua, buang saham-saham gorengan

Kriteria utama saham yang bagus untuk masuk dalam stock pick adalah saham lapis satu

dan saham lapis dua. Mengenai perbedaannya, anda bisa baca lagi di sub bab 1.6. Kenapa

harus saham lapis satu dan saham lapis dua? Karena saham lapis satu dan saham lapis dua

memiliki pola grafik yang jelas dan bisa diprediksi dengan baik.

Jadi, kita sudah menyempitkan target untuk screening saham. Artinya, saham lapis tiga

harus dibuang dari daftar screening saham. Pilihlah hanya saham lapis satu dan saham lapis

dua saja. Sebagai contoh, saham-saham yang volume tidak likuid, candlestick tiba-tiba

panjang sekali, pola grafik sangat tidak beraturan. Itulah daftar saham yang harus anda buang

dari stock pick. Untuk lebih mudahnya perhatikan contoh dibawah ini:

120
Saham-saham diatas terlihat adanya volume yang tidak [Link] sangat tipis, tiba-

tiba ada volume yang sangat besar. Lalu bisa anda perhatikan pula pola grafik saham yang

terbentuk diatas sangatlah tidak beraturan dan sulit diprediksi menggunakan analisis teknikal.

Ada candlestick yang sangat panjang (harga tiba-tiba naik/ turun secara drastis dalam sehari).

Lalu, harga saham mengalami penurunan drastis selama berminggu-minggu. Kalau anda

melakukan screening saham dan menemukan pola-pola seperti ini, maka saham-saham inilah

yang harus anda hindari untuk masuk dalam stock pick anda.

Saham-saham dengan pola seperti ini tetap bisa anda tradingkan, tetapi anda harus

mentradingkannya hanya untuk main pendek alias scalping [Link] tidak boleh men-

tradingkannya secara rutin (memasukkannya dalam stock pick). Pada bab 8, saya akan

menjelaskan strategi-strategi trading di saham lapis tiga untuk mengetahui saham-saham yang

naik 5-10% dalam sehari.

KESALAHAN UMUM TRADER: Trader cenderung suka memasukkan saham-saham

lapis tiga ke dalam stock pick. Hal ini membuat trader sering nyangkut di saham-saham yang

memiliki fundamental jelek. Selain itu, banyak trader yang asal-asalan memasukkan saham

lapis satu dan saham lapis dua ke dalam stock pick. Padahal saham lapis dua belum tentu

bagus ditradingkan. Lho, kenapa bisa begitu? Tadi katanya saham lapis satu dan lapis dua

bagus untuk trading?

121
Perlu anda ketahui, walaupun saham lapis satu dan saham lapis dua adalah saham yang

likuid, tidak semua saham-saham lapis satu dan lapis dua (terutama saham lapis dua) layak

ditradingkan. Maka dari itu, saham-saham yang pergerakannya suka menipu trader harus

anda keluarkan dari screening saham pilihan. Saya akan membahas lebih lanjut pada poin 6

sub bab ini.

2. Pilih saham yang memiliki pola uptrend, buang saham long downtrend

Saham yang memiliki pola uptrend adalah saham yang sangat bagus untuk anda

masukkan dalam daftar screening saham. Hal ini berguna terutama jika anda adalah seorang

swing trader. Saham yang uptrend memiliki potensi yang lebih besar untuk memberikan

keuntungan bagi seorang trader ketimbang membeli saham-saham yang turun (yang belum

ada sinyal naik). Cara membaca saham-saham yang memiliki pola uptrend, banyak saya

bahas di Bab 3

Jadi, dalam melakukan screening untuk stock pick, hindari saham-saham yang

membentuk POLA DOWNTREND BERKEPANJANGAN. Pola downtrend yang seperti ini

biasanya sangat sulit diprediksi kapan akan naik kembali. Hal ini dikarenakan saham yang

sudah downtrend lama berpotensi sideways di harga bawah. Selain itu, saham yang sudah

downtrend dalam jangka waktu lama, anda akan sulit menentukan titik support dan

resistennya.

Untuk memperjelas sedikit dan mengulas lagi bab sebelumnya, saham downtrend dalam

waktu yang panjang yang saya maksudkan adalah sebagai berikut. Perhatikan grafik-grafik

saham dibawah ini.

122
Saham-saham downtrend yang harus anda hindari adalah seperti grafik-grafik yang

tertera diatas. Harga saham secara tren turun terus, tidak ada tanda-tanda harga saham akan

mengalami kenaikan

KESALAHAN UMUM TRADER: Trader biasanya memasukkkan saham downtrend

seperti ini dalam stock pick. Kebanyakan trader beranggapan bahwa saham downtrend adaah

saham-saham yang sudah diskon sehingga layak untuk ditradingkan. Padahal saham-saham

downtrend tersebut belum memberikan sinyal rebound sama sekali. Akibatnya, trader sering

sekali nyangkut di saham-saham downtrend. Jauh lebih bagus anda memasukkan saham

uptrend dalam stock pick ketimbang memasukkan saham downtrend.

123
Kecuali jika ada suatu saham yang membentuk pola downtrend, tetapi saham tersebut

kemudian membentuk sideways dan membentuk support dan resisten yang jelas, maka anda

bisa memasukkan saham tersebut dalam stock pick. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca poin

nomor 3.

3. Pilih saham yang memiliki pola sideways dengan rentang harga yang renggang,

buang saham sideways dengan rentang harga sempit

Saham yang sideways sebenarnya cukup bagus untuk anda masukkan dalam stock pick.

Hal ini dikarenakan saham sideways sebebanrnya memiliki pola pergerakan support dan

resisten yang selalu terulang berkali-kali. Sehingga, tipe saham ini mudah untuk dihafalkan

titik support dan resistennya. Contoh pola saham sideways yang memiliki harga renggang

bisa anda lihat contohnya saham PGAS dibawah ini:

Pada grafik PGAS diatas tampak bahwa tren PGAS mengalami penurunan. Akan tetapi

PGAS kemudian membentuk sideways dengan rentang support dan resisten yang cukup

renggang. Ketika PGAS turun di harga 2.300-an, PGAS berhasil rebound dan menyentuh

angka 2.400-an. Disinilah anda bisa terus memantau PGAS dan memanfaatkan profit di harga

support dan menjual di harga resistennya.

Mengenai jenis-jenis saham sideways, bisa anda baca di Bab 2 pada sub bab 2.1.2. Pada

sub bab tersebut saya menjelaskan saham-saham sideways yang cocok untuk

dimasukkan ke dalam stock pick dan saham-saham sideways yang sebaiknya anda

keluarkan dari stock pick.

124
4. Pilih saham yang sering membentuk support dan resisten kuat

Saham yang layak untuk masuk dalam stock pick adalah saham yang sering membentuk

support dan resisten kuat yang berdekatan dengan harga terakhir (harga hari ini). Alasannya

adalah, saham yang membentuk support dan resisten kuat yang dekat dengan pergerakan

harga terakhir akan lebih mudah anda tebak dan anda pantau. Sebagai contoh, perhatikan

saham PWON dibawah ini.

Perhatikan bahwa saham PWON membentuk support kuat di rentang harga 600-610.

Sedangkan resisten kuat ada di harga 640-650. Artinya, ketika PWON turun ke harga 600-

610, PWON akan mampu naik hingga kisaran 640-650. Setelah PWON menyentuh resisten

640-650, PWON akan koreksi lagi ke kisaran support 600-610. Hal ini terulang terus hingga

berkali-kali, sehingga mudah dijadikan sinyal entry buy dan enrty sell yang tepat.

Saya katakan support dan resisten kuat karena harga saham tersebut sering tersentuh di

level tersebut. Untuk mengetahuinya, anda bisa melihat candlesticknya. Apabila ada saham

yang memiliki support dan resisten kuat, maka cobalah untuk memasukkan dalam screening

saham, karena saham-saham seperti ini biasanya memiliki pola pergerakan yang lebih mudah

untuk ditebak.

5. Pilih saham yang peminatnya banyak, buang saham yang kurang peminat

Saham yang peminatnya banyak berarti saham tersebut memiliki antrian bid-offer yang

ramai setiap harinya. Untuk memudahkan, coba anda perhatikan bid—offer saham Astra

International (ASII) dibawah ini:

125
Antrian bid dan offer lots terlihat tebal hingga mencapai lebih dari 10.000 untuk satu

harga. Hal ini menunjukkan bahwa saham tersebut memang memiliki banyak peminat,

sehingga anda bisa mempertimbangkannya untuk memasukkan dalam screening saham.

Apabila ada harga saham yang peminatnya sedikit sekali (bid dan offer lots hanya puluhan

saja), maka anda harus LANGSUNG MENGELUARKANNYA dari daftar screening saham

anda.

Walaupun demikian, anda harus memperhatikan faktor-faktor lainnya dalam memilih

saham, seperti poin-poin sebelumnya yang saya jelaskan. Hal ini dikarenakan saham yang

antriannya ramai juga belum tentu menjamin saham tersebut memiliki pergerakan harga yang

sangat bagus. Tetapi, setidaknya dengan saham-saham yang banyak peminat akan jauh lebih

memberikan rasa aman dan risiko yang lebih kecil daripada anda trading pada saham yang

peminatnya kurang.

6. Pilih saham lapis satu dan lapis dua yang meyakinkan, bukan saham lapis dua yang

suka pemberi harapan palsu (PHP)

Di poin 5 saya mengatakan bahwa saham-saham yang kelihatannya ramai dan likuid,

belum tentu pergerakannya bagus. Ada jenis saham yang secara bid-offer memang ramai,

tetapi pergerakan harga sahamnya seringkali membuat trader tertipu.

Saya beri contoh. Misalnya saham A biasanya aman-aman saja di harga 500 selama

beberapa minggu. Tiba-tiba saham A naik 8% pada hari ini dengan volume yang besar sekali.

126
Hal ini menunjukkan bahwa saham tersebut sudah mulai ada tekanan beli karena juga

didukung dengan volume yang sangat tinggi.

Sehingga, hal tersebut menarik bagi trader untuk mulai koleksi sahamnya. Tetapi

keesokan harinya alih-alih sahamnya melanjutkan kenaikan, harga sahamnya justru langsung

anjlok. Saya akan berikan contohnya.

ANALISA SAHAM SRIL

Di pasar saham, saya pernah menemukan tipe-tipe saham seperti ini, contohnya adalah

SRIL (setidaknya sampai saat ebook ini ditulis). Perhatikan grafik SRIL dibawah ini.

Dahulu SRIL selalu masuk dalam stock pick saya. Namun seiring berjalannya waktu,

ternyata SRIL sering sekali memberikan sinyal palsu alias suka PHP. Saya sudah pernah 2

kali melakukan cut loss di saham SRIL. Dan sejak itu, saya menyimpulkan bahwa SRIL

menurut pandangan saya kurang cocok dijadikan sebagai wadah trading yang aman.

Salah satunya ketika saya membeli SRIL di harga 288 pada pertengahan tahun 2016.

Karena SRIL breakout maka saya beli, tapi alih-alih naik, sahamnya langsung turun.

Akhirnya saya cut loss di 280. SRIL sempat turun lama ke 228. Bisa Anda bayangkan kalau

saya tidak cut loss sedini mungkin, berapa kerugian yang akan saya derita? Kalau saya keluar

lebih awal, saya bisa memindahkan modal ke saham yang lebih bagus.

Lantas, dari mana anda bisa mengetahui bahwa suatu saham adalah saham-saham yang

pergerakannya sering menipu?

127
SRIL tidak bisa ditebak menggunakan analisis teknikal, karena SRIL menurut pandangan

saya lebih dikuasai tangan-tangan bandar. SRIL seringkali bergerak sideways, kalau tidak

sideways pasti turun terus. Dalam satu atau dua hari tertentu (yang tidak bisa anda tebak),

SRIL akan diangkat naik tinggi. Sehingga, SRIL terkesan sudah breakout dari tren

sidewaysnya dan siap ditarik ke harga atas.

Tapi, ketika tren terlihat breakout, ternyata SRIL tidak bisa melanjutkan kenaikannya

lagi. Inilah yang dikatakan sebagai sinyal palsu (whipsaws). Whipsaws ini tidak hanya tejradi

sekali. Perhatikan grafik SRIL dibawah.

SRIL mengalami sideways (perhatikan tanda persegi). Setelah SRIL sideways, SRIL

mengalami penguatan signifikan dan breakout diatas 280, sehingga SRIL membentuk long

white marubozu, dan juga diiringi dengan volume sangat tinggi. Menurut analisis teknikal,

pola saham seperti ini seharusnya siap untuk ditarik naik keatas.

Keesokan hari, SRIL ternyata hanya mampu naik harga high 288, dan setelah itu? Seperti

yang Anda lihat di grafik SRIL terjun bebas sampai 230.

128
Perhatikan lagi grafik SRIL diatas. Pada tanda lingkaran pertama, SRIL mengalami

breakout dari tren bearish-nya,dan diikuti dengan volume besar. Ternyata SRIL tidak mampu

melanjutkan kenaikannya, dan justru harga sahamnya malah turun. Perhatikan juga lingkaran

kedua, dimana SRIL terlihat rebound dari support 220. SRIL terlihat meninggalkan level

support dan bergerak naik diiringi volume besar, akan tetapi apa yang terjadi? SRIL malah

turun lagi.

Pola permainan bandar yang saya amati dari saham SRIL, kira-kira seperti ini

gambarannya (dilihat dari grafik): Pertama-tama, bandar akan menjatuhkan saham SRIL

terlebih dahulu, atau dibuat sideways dalam kurun waktu agak lama, dengan tujuan agar

trader bisa membuat saham ini breakout dari tren sideways untuk menarik perhatian trader

lain.

Ketika akan menggoreng SRIL, bandar memberikan "sinyal" kepada trader-trader ritel

dengan cara menaikkan harga sahamnya sampai breakout, dan naik tinggi. Hal ini bertujuan

memancing trader-trader ritel masuk untuk ikut akumulasi saham SRIL. Ketika harga SRIL

sudah terbang tinggi dan breakout, dan trader-trader sudah pada membeli SRIL di harga atas,

barulah bandar melakukan aksi jual (distribusi) perlahan tapi pasti.

Jadi, yang saya amati selama ini, aksi distribusi yang dilakukan bandar tidak dilakukan

secara besar-besaran, namun dilakukan secara perlahan. Itulah sebabnya kalau Anda lihat

grafik SRIL, grafiknya terlihat oke-oke saja (hanya mungkin yang kurang enak dipandang

mata, trennya saja yang turun terus). Dan berhubung SRIL ini juga masih banyak

peminatnya, maka spread bid-offer SRIL masih terlihat normal (penuh).

Namun, dari pola grafik yang muncul, terlihat bahwa pergerakan SRIL sering sekali

menipu. Kalau anda menemukan saham-saham yang memiliki pola pergerakan yang kurang

lebih sama seperti ini: Ada saham yang satu hari naik kencang diiringi volume besar,

kemudian keesokan harinya langsung turun drastis maka keluarkan saham tersebut

129
dari screening saham anda. Saham-saham tersebut sudah jelas tidak menguntungkan bagi

trader.

ANALISA SAHAM ELSA

Supaya anda lebih paham lagi pola-pola saham yang sering menipu trader, perhatikan

lagi grafik saham ELSA dibawah ini. ELSA termasuk dalam saham lapis dua yang secara

bid-offer dan volume sebenarnya masih lumayan bagus.

Lihat grafik saham ELSA. Perhatikan pada tanda lingkaran pertama ELSA terlihat

mengalami kenaikan harga saham yang signifikan dan berhasil keluar dari tren sideways.

Selain itu kenaikan ELSA juga didukung dengan kenaikan volume yang semakin besar.

Akan tetapi apa yang terjadi keesokan harinya? Ya, harga saham hanya bertahan naik satu

hari lagi, setelah itu ELSA langsung turun drastis. Biasanya trader yang melihat grafik seperti

ini langsung optimis dan mulai koleksi saham dalam jumlah besar, berharap harga saham

akan kembali naik drastis dalam beberapa minggu.

Kemudian perhatikan lagi tanda lingkaran kedua. Setelah mengalami tren turun, ELSA

tiba-tiba mengalami kenaikan harga diiringi dengan volume yang besar. Seharusnya ini

menjadi sinyal bahwa ELSA bisa rebound, karena ELSA naik dengan volume yang tinggi

dan keluar dari tren turun menuju sideways. Namun, keesokan hari harga saham bukannya

naik lagi, justru melanjutkan penurunan.

Penurunan harga saham ELSA terjadi dalam jangka yang cukup panjang. Hal ini terjadi

beberapa kali. Pada grafik 6 bulanan yang saya analisis, ELSA tampak 4 kali mengalami pola

130
yang serupa. Di mana harga saham awalnya naik dan mulai keluar dari tren turun diiringi

dengan volume besar, namun harga saham keesokan harinya tidak melanjutkan kenaikan, dan

justru melanjutkan tren turun dengan waktu yang cukup panjang.

Saham-saham dengan pola grafik seperti ini harus anda keluarkan dari stock pick. Pola

ini memiliki pola yang mirip dengan pola SRIL seperti yang saya jelaskan sebelumnya.

ANALISA SAHAM GIAA

Untuk lebih memantapkan pemahaman analisis anda, saya berikan satu contoh lagi tipe

grafik saham yang harus dihindari dalam pemilihan saham saat anda melakukan screening

saham. Perhatikan grafik saham GIAA dibawah ini.

Kalau anda melihat grafik GIAA secara lebih jeli, pola pergerakannya mirip dengan

SRIL dan ELSA. Pada tanda lingkaran pertama GIAA keluar dari tren sideways dengan

kenaikan harga signifikan dan volume juga mulai naik signifikan. Tapi bisa anda lihat yang

terjadi keesokan hari. GIAA hanya sempat naik beberapa poin setelah itu GIAA kembali

koreksi tajam (candle merah). Kemudian, GIAA terus saja turun dan membentuk tren

sideways dalam jangka waktu yang lama.

Hal ini tidak hanya terjadi sekali saja. Perhatikan lagi tanda lingkaran kedua. GIAA

mulai naik signifikan dengan volume besar, meninggalkan tren sidewaysnya. Setelah itu,

GIAA bukannya melanjutkan tren naik, namun mengalami penurunan harga saham dan

kembali sideways lagi.

131
Pola yang sama terus terulang pada saham GIAA hingga beberapa kali. Pada analisis

saham GIAA selama 6 bulan, tampak ada 5 kali GIAA membentuk pola yang sama. Pola

inilah yang sangat berpotensi merugikan trader. Perhatikan dan pelajari lagi pola ini dengan

baik. Coba anda bandingkan dengan pola saham SRIL dan [Link] polanya sangat

mirip?

Sehingga, kalau sewaktu-waktu anda menemukan saham dengan pola seperti ini, maka

anda harus segera mengeluarkan saham tersebut dari daftar stock pick anda. Masalahnya

banyak trader yang sering sekali nyangkut di saham-saham seperti ini. Trader biasanya

beranggapan bahwa harga saham yang sudah breakout dari tren sideways dan didukung

volume besar, biasanya akan melanjutkan kenaikan.

Trader lupa mengamati / cek pergerakan histori grafik beberapa bulan sebelumnya bahwa

saham-saham tersebut ternyata seringkali bergerak tidak sesuai dengan harapan. Sehingga,

ujung-ujungnya trader terpaksa harus cut loss.

Disini terlihat jelas bahwa saham-saham lapis dua ternyata TIDAK MENJAMIN

kalau saham tersebut adalah saham yang bagus untuk ditradingkan. Saham GIAA dan

ELSA adalah saham yang bid-offernya lumayan tebal setiap hari. Selain itu, kedua saham

tersebut juga memiliki kinerja yang tidak [Link] mengapa pergerakan sahamnya malah

PHP terus?Ya itulah market. Kita tidak bisa melawan. Kita hanya bisa menganalisis dan

menghindari saham-saham yang tidak menguntungkan.

Kalau anda hanya asal membeli saham lapis dua tanpa menganalisis lebih dalam

pergerakan harganya, maka hal ini bisa menyebabkan anda mengalami kerugian dan

berakibat pula pada ‗nyangkutnya‘ harga saham.

Pola saham yang pergerakannya suka PHP biasanya tren harga sahamnya

cenderung lebih mengarah pada tren turun (downtrend). Sekali lagi saya tekankan, jika

132
pada grafik saham (paling tidak grafik selama 3-6 bulan) anda menemukan pola-pola saham

seperti demikian, maka anda harus segera mengeluarkan dari daftar saham pilihan anda.

7. Hindari saham yang tiba-tiba turun drastis, dan saham tersebut menyebabkan anda

cut loss

Pernahkah anda membeli saham yang pada awalnya grafik saham tersebut baik-baik

saja? Saham tersebut memiliki level support dan resisten yang jelas, dan anda sudah pernah

mencetak profit dari saham tersebut? Tiba-tiba ketika anda membeli saham tersebut,

harganya langsung turun drastis diluar prediksi anda, diluar ekspektasi anda. Sehingga, anda

harus cut loss. Setelah anda cut loss, harga saham masih tetap turun terus sehingga saham

membentuk pola downtrend yang baru.

Ingat, bahwa hal seperti ini sudah biasa terjadi ketika anda main saham. Maka dari itu,

anda jangan berharap keuntungan dari saham yang sama. Jika anda menemukan saham

seperti yang saya katakana tadi, maka anda harus segera mengeluarkan saham tersebut dari

daftar stock pick. Pola saham seperti apa yang saya maksud? Langsung saja kita masuk ke

studi kasus.

a. Studi kasus saham LSIP

Katakanlah anda biasanya trading di saham LSIP karena saham LSIP membentuk pola

uptrend dan LSIP memiliki pola support dan resisten yang bisa anda tebak. Perhatikan grafik

LSIP diatas. LSIP beberapa kali memberikan profit bagi anda karena anda selalu berhasil

133
membeli dan menjual LSIP di harga yang lebih tinggi. Anda sering membeli dan bisa

menjual LSIP di harga 1.600-an.

Suatu saat LSIP yang membentuk uptrend, tiba-tiba harga sahamnya perlahan berubah

menjadi downtrend. Anda beranggapan bahwa LSIP harganya sudah murah dan ada potensi

untuk kembali lagi ke 1.600-an. Akhirnya anda memutuskan untuk membeli LSIP lagi.

Perhatikan lagi grafik LSIP dibawah yang sudah mulai downtrend.

Anda beranggapan bahwa LSIP secara volume masih likuid dan harganya sudah mulai

diskon. Akhirnya, anda memutuskan untuk membeli LSIP di harga di harga 1.500 (perhatikan

yang saya beri tanda lingkaran, asumsikan itu adalah harga beli anda). Anda berencana

menjual atau take profit LSIP di harga 1.640 (perhatikan yang saya beri tanda persegi).

Nah, setelah anda membeli LSIP di 1.500, alih-alih harganya rebound, harga LSIP malah

tersungkur lagi. LSIP tidak kembali ke 1.640 tetapi harga saham LSIP jatuh menuju 1.400.

Perhatikan lagi tren LSIP diatas yang harga sahamnya terus jatuh.

Dalam hal ini, berarti anda harus ambil posisi cut loss. Atau kalau anda sudah terlambat

cut loss, ya sudah anda hanya bisa berharap LSIP naik lagi kalau ada sentiment positif yang

bisa menggerakkan kembali LSIP secara berangsur-angsur. Tetapi yang lebih penting dari

semua itu, kalau anda melihat tren saham yang sudah tidak sesuai bahkan jauh dari harapan

anda, anda harus keluarkan saham tersebut dari daftar stock pick anda.

134
Jangan terus berharap pada saham yang pola pergerakan harganya sudah berubah dan

tidak lagi menguntungkan bagi [Link] saham tersebut sudah pernah memberikan

profit pada anda beberapa kali.

b. Studi kasus saham JPFA

Perhatikan grafik JPFA diatas. Katakanlah anda sering trading di saham JPFA karena

anda melihat bahwa JPFA membentuk pola uptrend. Anda juga melihat bahwa JPFA

memiliki titik support dan resisten yang jelas. Anda melihat bahwa JPFA setiap kali harganya

turun, bisa berbalik arah membentuk harga high (tertinggi) yang baru. Sehingga, dengan

trading di saham JPFA, anda bisa mendapat profit dalam jumlah yang fantastis sampai

beberapa kali.

Dalam kasus ini, anda sering membeli dan kemudian menjual JPFA di kisaran 1.850.

Namun, kemudian harga saham JPFA mulai koreksi dan berbalik arah. Untuk lebih jelasnya,

perhatikan grafik JPFA dibawah ini.

135
Berdasarkan pengamatan grafik sebelumnya, anda menganggap bahwa ketika JPFA

mulai koreksi, JPFA bisa berbalik arah dengan cepat. Akhirnya anda memutuskan membeli

JPFA di harga 1.680 (perhatikan tanda lingkaran). Anda memasang take profit di kisaran

harga 1.780- 1.850 (perhatikan tanda persegi).

Anda memiliki keyakinan kalau JPFA bisa memantul dari 1.680 menuju target take profit

anda. Akan tetapi, prediksi anda ternyata salah. JPFA bukannya naik, namun malah

melanjutkan penurunan harga saham secara drastis.

Ketika anda melihat ada perubahan tren harga saham seperti yang anda lihat diatas, di

mana tren harga saham yang semula enak untuk anda tradingkan, tiba-tiba saham tersebut

menjadi turun drastis dan otomatis meninggalkan harga lamanya dan membentuk harga

support yang baru, maka saham dengan pola seperti itulah yang harus anda keluarkan dari

stock pick.

Saran saya: Jangan memaksa untuk trading di saham yang trennya sudah turun terus,

meskipun dahulu anda pernah merasakan profit besar pada saham tersebut. Hal ini

dikarenakan tren saham sudah berubah arah, sehingga anda tidak bisa men-tradingkannya

sebagus dan semanis saat dahulu anda mendapatkan profit.

KESALAHAN TRADER DALAM STOCK PICK: Trader seringkali merasa sayang

terhadap saham yang sudah memberikan profit. Sehingga, walaupun ada saham yang trader

136
tersebut sudah cut loss sampai beberapa kali, dan pola grafik saham tersebut sudah mulai

jelek (karena downtrend, mulai tidak likuid dan sebagainya), trader masih saja memasukkan

saham tersebut dalam stock pick.

Trader berharap akan terjadi keajaiban dan profit di masa lalu akan terulang pada saham

yang sama. Jika anda punya anggapan tersebut, buanglah cara trading seperti itu! Harga

saham itu sangat volatil dan dinamika pergerakan pasar saham sangat dinamis. Ada kalanya

saham yang dulunya bagus bisa menjadi tidak likuid dan downtrend. Ada kalanya harga

saham yang awalnya kelihatan biasa-biasa saja, tiba-tiba menjadi likuid.

Jadi, kalau anda pernah profit dari saham yang sudah pernah tradingkan, dan tiba-tiba

saham tersebut bergerak juh diluar ekspektasi anda, maka yang harus anda lakukan adalah:

KELUARKAN SAHAM TERSEBUT DARI STOCK PICK, karena itu artinya saham

tersebut sudah mulai akan berbalik pola. Di mana pola yang dulunya bisa memberikan profit

bagi anda, kini saham tersebut sudah tidak bisa memberikan profit seperti dahulu, karena pola

pergerakannya sudah berubah.

Lalu, apakah saham-saham yang sudah Saham-saham yang sudah berbalik pola bisa

anda tradingkan kembali dengan catatan saham tersebut sudah mulai rebound dari

lesunya tren harga saham. Untuk memudahkannya, perhatikan lagi harga saham JPFA

dibawah ini:

Setelah JPFA berada dalam masa tren turun yang cukup lama, JPFA mulai kembali naik

perlahan tapi pasti. Dalam hal ini, anda bisa mulai akumulasi kembali saham JPFA. Dengan

137
kata lain, jika grafik suatu saham sudah mulai naik, anda bisa kembali memasukkannya

dalam daftar stock pick .

8. Hindari saham-saham yang geraknya lambat/ lemot

Di pasar saham ada beberapa saham yang geraknya lemooot banget kayak siput. Harga

sahamnya seakan diam di tempat walaupun setiap hari antrian bid-offer saham tersebut masih

tampak meyakinkan dan volume juga masih stabil. Masalahnya saham-saham tersebut justru

sering menipu trader karena harga sahamnya cenderung sudah rendah dan ada beberapa

saham yang memang berasal dari sektor yang bagus, termasuk kinerja perusahaan juga

tergolong masih meyakinkan untuk jangka panjang.

Seperti apa contoh saham yang pergerakan harga sahamnya lama sekali? Untuk

mudahnya, saya akan langsung masuk ke studi kasus.

a. Studi kasus saham WSBP

Saham Waskita Beton Precast (WSBP) kalau anda lihat grafiknya diatas sering sekali

mengalami trendless alias sideways dalam waktu yang lama. Untuk lebih meyakinkannya,

kalau anda menemukan saham-saham seperti ini coba anda amati juga bid-offer saham

tersebut. Saham-saham yang membentuk pola seperti ini, biasanya bid-offernya juga tidak

banyak bergerak.

Tipe saham seperti ini harus anda hindari untuk trading. Dengan kata lain, anda harus

mengeluarkan saham ini dari stock pick. Hal ini jelas karena saham-saham yang tidak

138
bergerak dalam waktu yang cukup lama dan trennya cenderung turun, adalah saham-saham

yang tidak bisa memberikan profit besar bagi trader.

Catatan: Sampai saat ebook ini ditulis WSBP sudah satu tahun mengalami pergerakan

harga yang sangat lambat dan stagnan. Tetapi, saya tidak bermaksud untuk mengajak anda

menghindari WSBP. Suatu saat mungkin WSBP akan naik lagi sesuai dengan kinerja

fundamentalnya. Di ebook ini, saya hanya memaparkan contoh-contoh grafik saham yang

harus anda hindari untuk trading, supaya anda tidak mudah terjebak memilih stock pick yang

salah.

b. Studi kasus saham WTON

Perhatikan yang saya beri tanda persegi. Saham Wijaya Karya Beton (WTON) terlihat

sideways panjang dan body candlestick setiap harisangat pendek. Hal ini menunjukkan bahwa

saham tersebut memang memiliki rentang pergerakan harga yang sangat sempit alias hampir

tidak bergerak, walaupun volumenya stabil (lihat bar volume).

Kalau anda beli saham dengan tipe seperti ini, anda akan dibuat menunggu terlalu lama,

sehingga anda akan kesulitan memperoleh profit. Biasanya saham-saham yang sideways

dalam waktu lama dengan rentang pergerakan harga yang sempit (nyaris tidak bergerak)

adalah saham-saham yang trennya turun. Jadi, saham-saham seperti ini harus anda keluarkan

dari daftar stock pick anda.

KESALAHAN TRADER DALAM STOCK PICK: Saya sering sekali menemukan

trader yang membeli saham yang pergerakan harganya lemot sekali. Pada saat harga saham

139
tidak banyak bergerak, trader mulai kebingungan dan bertanya: Pak Heze, apa yang harus

saya lakukan di saham A, karena harganya nggak naik-naik? Kira-kira besok bisa naik

sampai ke harga berapa ya?

Jujur saja, saya tidak bisa menjawab besok akan sampai ke harga berapa. Jangankan

menebak harga. Grafiknya saja sideways dan tidak ada tanda-tanda rebound atau akumulasi

sama sekali, bagaimana bisa menebak pergerakan harga selanjutnya? Pada saat saya bertanya

kembali: Mengapa membeli saham tersebut? Trader menjawab: ―Karena saham tersebut

punya kinerja fundamental yang bagus”. “Karena saya lihat saham tersebut sudah murah

dan diskon banyak”

Alasan ini sangatlah tidak berdasar. Kalau anda seorang trader jangka pendek, anda tidak

perlu terlalu memperhatikan kinerja fundamental perusahaan terlalu dalam. Selain itu,

seorang trader membeli saham bukan hanya berdasarkan pada rendah / diskon atau tingginya

harga saham.

Tidak peduli apakah harga sahamnya punya fundamental bagus, tetapi kalau secara

grafik masih sideways dan tidak menunjukkan sinyal kenaikan harga, maka saham tersebut

bukanlah saham yang bisa memberikan profit bagi trader. Meskipun volume saham tersebut

besar, tetapi lihatlah kenyataannya, bahwa saham-saham tersebut (WSBP dan WTON) justru

sideways dan geraknya lama sekali.

Jadi hal utama yang perlu anda perhatikan adalah: BAGAIMANA GRAFIK serta

PERGERAKAN HARGA SAHAMNYA. Dalam contoh saham WSBP dan WTON diatas,

saham WSBP dan WTON adalah saham yang punya fundamental bagus (kalau tidak percaya

cek laporan keuangannya), karena selain WSBP dan WTON sektor BUMN yang juga

ditopang oleh induk usahanya WSKT, tetapi kenapa kok harga sahamnya lama sekali

bergerak?

140
Ya itulah pasar saham. Ini menandakan bahwa anda tidak boleh memilih saham

(screening saham) hanya karena kelihatannya saham tersebut bagus dan banyak

dibicarakan. Saya ulangi lagi: Anda tidak saya sarankan membeli saham hanya karena

saham tersebut menurut anda bagus dan banyak dibicarakan trader. Anda harus memantau

grafik saham tersebut, terutama memantau titik-titik support dan resisten yang bisa dibaca

dengan analisis teknikal.

9. Hindari saham-saham yang baru go public di bursa dalam screening

Satu lagi, saham-saham yang harus anda buang dari screening saham adalah: Saham-

saham yang baru melantai di Bursa. Hal ini dikarenakan saham-saham yang baru melantai di

Bursa (yang baru beberapa hari melantai) masih belum memiliki grafik yang cukup mewakili

agar anda bisa membaca pola pergerakan sahamnya. Biasanya, saham-saham yang baru

melantai di Bursa saham, juga memiliki pergerakan harga yang sangat fluktuatif, sehingga

sangat berisiko bagi anda apabila anda taruhan dengan membeli saham tersebut.

Sekarang, coba anda perhatikan grafik saham MABA dibawah ini. MABA baru saja

melantai di Bursa saham selama beberapa hari.

MABA terkena auto reject atas dan mengalami kenaikan hingga 25%. Kelihatannya

menggiurkan sekali untuk dimasukkan dalam stock pick. Bayangkan saja, dalam tiga hari

harga saham MABA mampu naik dari 500 hingga ke harga 950.

141
Tapi kalau anda lihat antrian bid-offer saham MABA ini, maka antriannya banyak yang

renggang. Alias, spread bid-offernya sangat renggang. Hal ini menunjukkan bahwa saham

tersebut sangatlah tidak likuid untuk ditradingkan.

Nah, kalau anda tanya apakah MABA besok akan ke 1.100? Saya tidak bisa memberikan

jawaban, karena polanya saja sulit untuk ditebak. Perhatikan juga bid-offer MABA dibawah

ini:

Pada bid-offer MABA terlihat bahwa harga sahamnya memang sangat tidak likuid.

Demikian juga dengan kebanyakan saham-saham yang baru melantai di Bursa. Walaupun

beberapa diantaranya memiliki bid-offer yang sekilas terlihat bagus dan spread harganya

sempit (sebesar fraksi harga), tetapi adanya fluktuatif harga yang terlalu tinggi pada saham-

saham yang baru melantai, serta pergerakan grafik yang belum bisa mewakili untuk

dianalisis, membuat saham-saham seperti ini berisiko untuk ditradingkan secara rutin.

KESALAHAN TRADER DALAM SCREENING SAHAM: Sayangnya, banyak trader

yang masih sering memiliki keinginan yang besar untuk membeli saham-saham yang baru

melantai di Bursa. Alasannya karena saham-saham yang baru melantai di Bursa biasanya

142
naik kencang dalam waktu cepat. Memang benar demikian, namun jika anda perhatikan

pergerakan saham-saham yang baru melantai di Bursa saham, saham-saham tersebut juga

memiliki risiko yang jauh lebih besar.

Bahayanya, sering sekali saham-saham yang setelah melantai di Bursa mengalami

kenaikan satu hari atau sampai beberapa hari, keesokan hari harganya langsung amblas tanpa

ampun. Bahkan, penurunannya bisa berlanjut sampai berhari-hari. Kalau anda ngotot untuk

membeli sahamnya saat harganya sudah tinggi, bisa anda bayangkan apa yang terjadi pada

portofolio anda.

10. Contoh grafik saham yang bagus untuk masuk screening

Seperti yang saya paparkan sebelumnya, saham yang bagus untuk masuk dalam

screening saham adalah saham-saham yang memiliki pergerakan harga likuid dan grafik

saham tersebut mudah ditebak atau dianalisis menggunakan analisis teknikal. Nah, beberapa

dari anda mungkin bertanya-tanya: Saham-saham yang grafiknya seperti apa yang bisa dibaca

menggunakan analisis teknikal? Untuk mudahnya saya berikan banyak contoh saham yang

secara grafik layak untuk anda masukkan dalam screening saham.

Catatan: Sebelum saya membahas lebih banyak, perlu anda perhatikan bahwa saya

TIDAK merekomendasikan saham-saham tersebut untuk anda beli. Apa yang saya paparkan

pada contoh grafik tersebut adalah contoh pola grafik yang bisa menjadi patokan anda dalam

melakukan stock pick. Sangat memungkinkan anda bisa menemukan pola-pola serupa pada

saham-saham yang lain. Oke, sekarang perhatikan grafik-grafik saham dibawah ini:

143
a. Contoh Grafik GJTL

Grafik saham GJTL diatas terlihat layak untuk ditradingkan karena bisa anda lihat selain

volume saham tersebut yang stabil, GJTL memiliki titik support dan resisten yang jelas dan

mudah dibaca (perhatikan yang saya beri tanda persegi, adalah titik support dan resisten).

b. Contoh Grafik ASII

Grafik ASII juga memiliki titik support dan resisten yang jelas. Misalnya jika anda

membeli ASII di harga 8.750, di atas harga beli terdapat titik resisten yang jelas yaitu di

kisaran harga 8.800-9.000. Disitulah anda bisa melakukan target untuk take profit (pethatikan

tand persegi).

Selain itu, harga 8.750 pada grafik tampak sering dilalui, sehingga bisa menjadi titik

support kuat. Artinya, anda bisa bersiap memasang entry buy ketika ASII mulai turun

menyentuh kisaran harga 8.750.

144
c. Grafik saham JPFA

JPFA juga memiliki titik support dan resisten yang mudah dibaca. JPFA yang mulai

membentuk uptrend setelah berada dalam tren turun. Tipikal kenaikan tren seperti pada

grafik diatas bisa menjadi alternatif trading yang bagus untuk trader. Pada grafik juga terlihat

adanya beberapa level harga saham yang sering tersentuh grafik, antara lain adalah harga

1.500 (perhatikan tanda persegi) yang bisa menjadi target take profit.

d. Grafik saham ANTM

Pola grafik diatas mirip seperti pola grafik saham-saham likuid lainnya yang sudah

saya bahas sebelumnya. Pola pergerakan ANTM terlihat cukup bergerak fluktuatif dan

ANTM terlihat membentuk titik suppot dan resisten yang jelas (perhatikan yang saya beri

tanda persegi). Level support-resisten ini bisa menjadi patokan anda dalam menentukan

target take profit, entry buy dan level cut loss.

145
e. Grafik saham BMRI

Tipe grafik saham diatas juga cukup meyakinkan untuk trading karena membentuk pola

uptrend dan di dalam pola uptrend terdapat fluktuatif harga yang meninggalkan level support

dan resisten yang bisa digunakan untuk entry buy dan entry sell. Perhatikan tanda persegi,

terdapat jelas level-level harga support dan resisten.

f. Grafik saham EXCL

Pola grafik seperti EXCL diatas agak mirip dengan BMRI. Pola grafik inilah yang bagus

untuk anda masukkan dalam screening saham. Mengapa demikian? Pola grafik yang enak

untuk ditradingkan adalah pola grafik yang UPTREND dan terdapat tingkat fluktuatif harga.

Pada saham EXCL diatas, adanya tingkat fluktuatif harga membuat saham tersebut memiliki

level support dan resisten yang jelas (perhatikan tanda persegi dan lingkaran).

146
g. Grafik saham BNGA

Saham BNGA juga membentuk pola uptrend yang cukup fluktuatif, sehingga disini kita

bisa melihat titik support dan resistennya dengan jelas. Selain itu, pola grafik tersebut juga

memiliki volume perdagangan (lihat Volume) yang likuid. Hal ini terlihat dari bar volume

yang cukup rata dan stabil pada grafik.

h. Grafik saham BBTN

BBTN membentuk pola uptrend, di mana saham BBTN juga membentuk titik support

dan resisten yang jelas. Pola grafik saham tersebut juga didukung dengan volume yang stabil

(perhatikan bar volume yang cukup stabil selama 6 bulan).

i. Grafik saham MEDC

147
Grafik saham diatas memiliki titik support dan resisten yang bisa ditebak. Perhatikan

level support dan resisten MEDC. Volume transaksi MEDC juga stabil dan pergerakan

harganya sering terulang di level 2.750 (perhatikan tanda lingkaran).

j. Grafik Saham UNTR

Sama seperti yang saya jelaskan pada sebagian besar grafik di poin-poin sebelumnya,

grafik UNTR juga membentuk pola uptrend yang disertai dengan beberapa pergerakan

fluktuatif harga, sehingga hal ini membuat grafik saham terlihat membentuk pola-pola

support dan resisten yang jelas yang bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam

trading.

Nah, itulah contoh-contoh grafik yang bisa mulai coba anda masukkan dalam screening

saham. Pada umumnya, pola-pola grafik tersebut yang terbukti bisa memberikan saya profit

yang lebih dibandingkan grafik-grafik yang downtrend tajam atau sideways terus dalam

jangka waktu yang lama.

Contoh grafik-grafik saham yang saya paparkan diatas menunjukkan adanya titik-titik

krusial yang bisa dijadikan Patokan sebagai target take profit, target beli, dan target cut loss

karena pergerakan harga sahamnya bisa ditebak menggunakan titik support-resisten dan

indikator-indikator pendukung lainnya (seperti stochastic, moving average dan lain-lain).

Sekali lagi, saya bukan bermaksud merekomendasikan anda untuk membeli saham-saham

diatas. Namun, di Bursa Efek anda bakalan menemukan grafik-grafik saham seperti itu. Nah,

pola-pola seperti itulah yang bisa anda pertimbangkan untuk anda masukkan dalam daftar

148
screening saham. Kemudian dari saham-saham yang sudah anda screen / watchlist, cobalah

untuk mentradingkannya. Apabila saham-saham tersebut bisa memberikan profit untuk anda,

masukkan saham tersebut dalam daftar stock pick (daftar saham pilihan).

5.4 Panduan Step-by-Step Screening Saham yang Benar, Simple dan Efektif

Dari penjelasan di sub bab sebelumnya, saya yakin anda sudah memahami apa itu

screening saham dan kriteria stock pick yang layak. Paling tidak anda sudah mendapat

gambaran saham-saham yang layak untuk masuk screening saham dan saham-saham yang

harus anda keluarkan dari daftar screening saham.

Sekarang saatnya anda praktik melakukan screening saham. Dalam melakukan screening

saham, anda harus melakukan PENGAMATAN SAHAM dan PRAKTIK. Dalam melakukan

screening saham untuk mendapatkan stock pick, terdadapat tahapan-tahapan yang harus anda

lakukan.

Tahapan-tahapan ini akan saya rangkum terlebih dahulu sebelum saya menjelaskan step-

by-step untuk setiap poin. Tujuannya, agar sebelum membaca lebih lanjut anda sudah

menangkap intisari dan pokok bahasannya. Berikut adalah tahapan-tahapan dalam

melakukan screening saham yang simpel, benar dan efektif.

149
5.4.1 Mengamati saham

Sebelum anda memasukkan daftar saham pilihan, ada baiknya anda mengamati

pergerakan saham-saham di bursa efek, sambil mencoba trading pada beberapa saham yang

anda amati dalam lot yang kecil. Lot yang kecil usahakan maksimal hanya 10% dari total

modal anda. Mengapa harus menggunakan lot yang kecil?

Tidak peduli apakah anda pemula atau expert, apabila anda sedang mencoba saham baru

untuk dimasukkan ke dalam stock pick, maka anda tidak boleh nekad membeli dalam jumlah

yang besar. Hal ini dikarenakan anda baru saja mencoba hal yang baru yang belum pasti

bagus untuk anda, dan tentunya akan mengundang risiko yang lebih besar apabila anda nekad

membeli dalam jumlah besar.

150
Coba anda amati pergerakan saham-saham di Bursa Efek. Karena jumlah saham di Bursa

Efek sangat banyak, maka untuk mudahnya anda bisa screen saham berdasarkan: Percentage

change, harga last (terakhir / harga close) atau amati saham-saham yang menurut anda

grafiknya menarik perhatian anda (seperti yang saya paparkan di sub bab 5.3).

a. Percentage change

Artinya anda mengurutkan saham-saham di Bursa Efek berdasarkan harga yang naiknya

paling tinggi sampai harga saham yang turunnya paling dalam, termasuk juga melihat saham-

saham yang harganya tidak berubah. Caranya mudah. Kalau di software saham biasanya anda

tinggal klik menu % Change dan semua harga saham akan urut berdasarkan perubahan

kenaikan dan penurunan persentase harga saham yang paling banyak. Untuk memudahkan,

perhatikan gambar dibawah ini:

Di setiap menu software saham, seharusnya tersedia menu-menu yang memudahkan anda

untuk memantau [Link], salah satunya adalah menu untuk mengurutkan harga

saham (dari yang paling tinggi ke yang paling rendah dan sebaliknya).

Untuk kepentingan screening saham, anda bisa melakukan analisis screening dengan

mengurutkan saham berdasarkan pada perubahan kenaikan dan penurunan persentase seperti

pada gambar diatas. Hal ini akan memudahkan anda untuk melihat saham-saham mana saja

151
yang mengalami kenaikan harga tertinggi, kenaikan harga terendah atau bahkan harga saham

yang tidak berubah sama sekali selama jam bursa saham berlangsung. Untuk lebih mudahnya,

bisa lihat gambar dibawah ini.

152
153
Pada gambar diatas tampak bahwa setelah anda klik menu %change maka akan tampak

jelas saham-saham mana saja yang mengalami kenaikan paling kencang sampai saham-saham

yang naiknya hanya nol sekian persen saja. Anda juga bisa melihat saham-saham mana saja

yang turunnya paling banyak.

Termasuk melihat saham-saham yang harganya tidak berubah sama sekali (yang

warnanya abu-abu). Harga saham yang tidak berubah secara persentase biasanya adalah

saham-saham yang tidak likuid dan saham-saham yang jarang ditradingkan di Bursa Saham

Indonesia.

STRATEGI SCREENING SAHAM: Anda bisa mengeluarkan saham-saham yang

harganya turun paling banyak. Terutama anda bisa segera mengeluarkan saham-saham yang

harganya turun lebih dari 4% dalam satu hari. Hal ini dikarenakan saham-saham yang turun

drastis dalam satu hari biasanya adalah saham-saham yang sudah jelas tidak likuid dan

mudah digoreng.

Kemudian untuk lebih melengkapi analisa anda, saham-saham yang turun sebanyak lebih

dari 4% tadi anda lihat atau cek grafiknya. Apabila memang benar pola grafik saham tersebut

tidak beraturan (seperti yang sudah saya bahas di bab-bab sebelumnya), maka anda harus

segera mengeluarkan saham tersebut dari screening saham. Untuk lebih mudah, perhatikan

saham berikut ini.

154
Setelah di screen berdasarkan harga saham yang turun paling banyak, maka disini saya

coba ambil satu sampel saham saja yang ingin saya buang dari daftar screening. Saya ambil

saham PRDA yang turun 4,34% dalam satu perdagangan. Nah, karena PRDA ingin saya

buang dari daftar screening saham, maka saya coba cek grafiknya. Perhatikan grafik PRDA

dibawah ini

Pada grafik tersebut ternyata memang benar bahwa PRDA merupakan saham yang

sangat tidak likuid (perhatikan candlesticknya yang rata-rata hanya membentuk garis) dan

pola grafiknya tidak [Link] bahwa PRDA selain downtrend, PRDA juga tidak

likuid secara volume (perhatikan tanda lingkaran).

Saya ambil lagi satu sampel lainnya, yaitu saham VIVA yang turun sebanyak 3,61%

dalam sehari. Perhatikan grafik VIVA dibawah ini.

Ternyata memang benar, pola grafik VIVA tidak beraturan dan tampak beberapa kali

digoreng oleh bandar. Dari mana saya tahu kalau pola grafik VIVA tidak beraturan? Grafik

VIVA tampak agak sulit ditebak dengan analisis teknikal. VIVA membentuk tren sideways

tiba-tiba naik. Dan tidak lama kemudian turun secara drastis dalam jangka yang cukup lama.

155
Selain itu, harga saham VIVA tiba-tiba bisa melonjak drastis atau sebaliknya turun

drastis dalam satu hari (perhatikan tanda lingkaran). Sehingga, saham-saham yang turun

banyak dalam satu hari biasanya memang saham-saham tersebut merupakan saham yang

grafiknya tidak beraturan. Dan jika anda tidak terlalu suka dengan spekulasi, ada baiknya

anda mengeluarkan saham tipe ini terlebih dahulu.

Lalu, bagaimana dengan saham-saham yang turunnya lebih dari 3% dalam satu hari?

Apakah saham-saham itu juga harus dikeluarkan dari daftar screening saham? Bisa ya, bisa

tidak. Untuk saham-saham yang turun lebih dari 2-3% dalam sehari anda harus cek dahulu

grafiknya. Apabila grafiknya memenuhi kriteria saham-saham yang tidak likuid seperti yang

sudah saya jelaskan sebelumnya, saham tersebut harus anda keluarkan dari screening.

Pasalnya, saham-saham yang turun 3-4% dalam sehari belum tentu semuanya adalah

saham-saham yang tidak [Link] memang 90% SAHAM-SAHAM TERSEBUT

ADALAH SAHAM TIDAK LIKUID. Bisa jadi saham-saham LQ45 turun sampai 4%

dalam sehari karena memang saat itu pasar saham sedang koreksi. Jadi, itulah mengapa anda

perlu cek grafiknya juga sebelum memutuskan untuk membuang saham dari daftar screening.

Kalau memang saham-saham tersebut masih bagus secara grafik, maka anda bisa

memasukkannya dalam daftar screening saham sebelum anda lakukan stock pick.

Selain itu, keluarkan juga saham-saham yang tidak bergerak alias tidak naik dan tidak

turun (lihat lagi gambar diatas). Saham-saham yang tidak naik dan tidak turun biasanya juga

95% adalah saham-saham yang tidak likuid (cek juga grafiknya).

Kalaupun besok tiba-tiba saham tersebut naik kencang, maka saham-saham tersebut

biasanya adalah saham lapis tiga yang tidak likuid, yang sangat mudah digoreng. Jadi

sebelum anda tertipu untuk membeli saham tersebut, singkirkan terlebih dahulu dari daftar

saham yang akan anda screening atau seleksi untuk masuk dalam daftar stock pick (saham

pilihan).

156
b. Harga last (Harga terakhir)

Cara screening berikutnya atau cara lainnya adalah dengan mengurutkan harga saham

berdasarkan harga terakhir. Kalau anda mengurutkan harga last, anda akan menemukan

buanyaaaakk sekali saham-saham yang harga lastnya nol atau Rp50 atau yang

harganya berada di bawah Rp200, bahkan yang harga sahamnya 0 (nol) alias tidak

ditradingkan.

Saham-saham yang harganya dibawah 200 saya sarankan untuk anda keluarkan

dari daftar screening saham. Saham-saham yang harganya terlalu rendah, hampir

semuanya adalah saham-saham tidak likuid dan saham gorengan.

Hati-hati kesalahan yang sering dilakukan trader adalah trader seringkali beranggapan

bahwa dengan membeli saham yang ―murah‖, maka bisa dapat profit lebih cepat. Anggapan

tersebut salah besar! Harga saham yang ―murah‖ alias rendah sama sekali tidak menjamin

anda akan profit. Kalau saham-saham tersebut bukan saham yang bagus, anda akan kesulitan

mendapat profit.

Sudah banyak trader yang sering nyangkut di saham-saham yang harganya 150-an dan

sulit menjual lagi karena harga sahamnya turun ke level 70-an. Maka dari itu, saham-saham

yang harganya terlalu rendah dan tidak likuid, harus anda keluarkan dari screening saham.

Kembali lagi, untuk mengurutkan harga last silahkan perhatikan gambar dibawah ini:

157
Untuk screening saham dengan melihat berdasarkan harga terakhir, anda bisa klik Last

kemudian harga akan menyesuaikan urutan dari harga yang paling rendah di Bursa Efek

sampai harga yang paling tinggi seperti yang anda lihat di gambar. Lalu, perhatikan pula

gambar dibawah ini.

Setelah di-screen berdasarkan harga terakhir, ternyata ada banyak sekali saham-saham

yang harga last-nya 0 (nol). Nah, saham-saham yang harganya nol ini harus segera anda

158
keluarkan semua dari screening saham. Hal ini dikarenakan saham-saham yang harganya nol

sudah dipastikan merupakan saham yang tidak likuid dan jarang ditradingkan.

Logikanya, harga saham yang ramai mana mungkin harganya nol pada hari itu? Di Bursa

Efek, saham-saham yang harganya nol ada ratusan. Memang cukup banyak jumlahnya.

Dengan mengeluarkan saham-saham yang harganya nol, anda sudah mengurangi ratusan

saham yang tidak likuid untuk dimasukkan dalam screening saham. Simpel bukan?

PAKAI SCREENING MENGGUNAKAN % CHANGE ATAU HARGA LAST?

Secara umum, saya lebih suka menggabungkan keduanya. Pertama, ada baiknya anda

menggunakan harga last supaya anda lebih mudah membuang saham-saham yang harganya

Rp0 (nol). Setelah saham-saham yang harganya Rp0 dibuang, gunakan screening

menggunakan harga persentase untuk membuang saham-saham yang turun drastis dalam

sehari (turun 3% keatas, dengan tetap lihat pola grafiknya), dan buang saham-saham yang

naik terlalu tinggi dalam sehari (karena saham-saham tersebut biasanya juga adalah saham-

saham lapis tiga yang sedang digoreng dan pola pergerakannya sulit ditebak menggunakan

analisis teknikal).

KAPAN WAKTU TERBAIK UNTUK MELIHAT HARGA %CHANGE DAN LAST?

Pertanyaan selanjutnya adalah: Kapan waktu terbaik untuk melihat dan menganalisis

harga berdasarkan persentase dan harga last? Masalahnya kalau anda melakukan screen harga

berdasarkan persentase misalnya, maka jika anda melakukan saat awal jam market sedang

berlangsung maka saham-saham tersebut mungkin masih banyak yang belum bergerak,

karena market masih belum ramai.

Jadi, untuk melakuan screening harga berdasarkan persentase (%change) dan harga last,

ada baiknya anda melakukannya saat jam istirahat Bursa saham (jam 12:00 dan jam 11:30

kalau hari Jumat). Atau anda bisa melakukan screening pada saat jam pasar saham sudah

tutup. Hal ini ditujukan supaya analisis anda lebih objektif karena saat-saat tersebut harga

159
saham sedang / sudah tidak bergerak dan saham-saham sudah banyak yang ditradingkan.

Biasanya saham-saham yang tidak bergerak atau yang suka naik dan turun secara drastis,

keesokan harinya pergerakannya kurang lebih akan tetap sama seperti itu.

Setelah anda mengeluarkan saham-saham yang terlalu banyak naik dan terlalu banyak

turun dalam satu hari, termasuk saham-saham yang jarang ditradingkan, kini saham-saham

yang bisa masuk dalam daftar screening saham mungkin hanya sekitar 20% dari total saham

yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Masa sih cuma 20% dari total saham yang ada di Bursa Efek? Jawabannya: Ya. Perlu

anda ketahui, di Bursa Efek Indonesia memang jumlah saham sangat banyak dan setiap

waktu pasti akan semakin bertambah. Namun yang likuid tidak banyak.

Selain faktor banyaknya emiten yang kinerjanya kurang bagus dan nama besar emiten

yang masih kurang populer bagi masyarakat, jumlah pemain saham di Bursa Efek Indonesia

juga belum terlalu banyak, sehingga banyak saham-saham yang tidak likuid, yang kibatnya

saham-saham tersebut sulit ditebak menggunakan analisis teknikal. Atas dasar inilah anda

harus bisa melakukan screening saham yang layak anda [Link] mentradingkan

saham-saham hanya tanpa tujuan dan hanya berdasarkan feeling.

c. Mengamati saham-saham yang grafiknya menarik perhatian anda

Cara lainnya, dalam melakukan screening saham anda bisa juga melihat saham-saham

yang kira-kira menarik perhatian anda, berdasarkan bid-offer pada jam perdagangan tersebut,

dan juga berdasarkan pada grafik sahamnya. Kalau ada saham-saham yang grafiknya menarik

perhatian anda, anda bisa memasukkan ke dalam screening saham. Cara melihat grafik-grafik

saham yang bagus masuk screening, saya jelaskan di sub bab 5.3.

5.4.2 Buat Daftar untuk Saham-saham Tersebut

Setelah anda menyingirkan saham-saham yang tidak layak masuk dalam screening

saham, anda perlu membuat daftar saham untuk saham-saham yang masuk dalam screening

160
saham. Cara membuat list daftar saham cukup mudah. Semua software saham pasti

menyediakannya.

Sebagai gambaran menggunakan salah satu software saham Danareksa, saya akan

memberikan contoh untuk membuat list saham. Perhatikan langkah-langkahnya:

1. Buka menu Watchlist  Create New Watchlist, seperti gambar dibawah ini:

Setelah itu, anda beri nama watchlist saham sesuai yang anda inginkan. Misalnya disini

saya ingin memberi nama watchlist dengan nama Saham Gain.

2. Lalu akan muncul tampilan kosong watchlist seperti gambar dibawah ini.

Untuk memasukkan daftar saham dalam screening, maka anda bisa pilih Add Symbols

 Ketikkan kode saham yang ingin anda tambahkan. Misalnya anda ingin melakukan

screening pada saham PTBA, maka ketikkan kode PTBA‘RG. Lalu saham PTBA akan

muncul dalam daftar screening saham / watchlist saham anda. Lalu, tambahkan juga saham

lain sesuai yang ingin anda screening. Perhatikan gambar dibawah ini:

161
Untuk mudah memilih saham yang anda masukkan screening, pilihlah saham-saham

yang menurut anda secara grafik memang layak masuk dalam screening saham. Untuk lebih

jelasnya, silahkan and abaca lagi sub bab 5.3 tentang: Contoh Grafik Saham yang Bagus

untuk Masuk Screening.

Saham-saham lapis satu dan lapis dua memang jumlahnya cukup banyak, sehingga anda

tidak perlu memasukkan semuanya dalam watchlist. Cukup lihat grafik saham-saham

tersebut. Apabila saham-saham tersebut memiliki grafik yang bagus, likuid, menarik

perhatian anda, anda bisa membaca support dan resistennya dengan jelas, masukkan dalam

daftar screening.

Pada langkah-langkah sub bab 5.4.1, juga sudah saya paparkan strategi membuang

saham-saham yang tidak likuid yang jumlahnya bisa mencapai sekitar 50% lebih dari total

saham yang ada di Bursa Efek. Jadi, memilih saham untuk screening akan lebih mudah

dilakukan. Anda tinggal memilih saham yang secara grafik bagus untuk masuk screening.

[Link] Buat List Spesifik yang Mengacu pada Daftar Saham-saham LQ45

Untuk lebih spesifik, buat dua list. List satu lagi berisi KHUSUS saham-saham LQ45.

Mengapa saham-saham LQ45? Ya karena LQ45 adalah daftar saham-saham yang

pergerakannya paling likuid di Bursa Efek Indonesia, sehingga, saham-saham tersebut

memiliki grafik yang pergerakannya lebih enak untuk ditebak.

Selama ini, saya sendiri banyak main saham-saham LQ45 dan memang lebih aman

membeli saham LQ45 daripada membeli saham non LQ45. Hal inilah yang menjadi alasan

mengapa anda perlu membuat screening saham sendiri khusus untuk saham LQ45.

162
Dari 45 saham tersebut, nantinya saham-saham tersebut anda uji. Jika anda mampu

mencetak profit dari saham tersebut, anda bisa memasukkannya dalam stock pick dan bisa

mulai anda pantau terus dan anda tradingkan secara rutin. Mengenai menyeleksi saham-

saham yang lolos uji screening, silahkan baca Sub Bab 5.4.4

Berikut contoh watchlist / screening saham-saham LQ45 yang saya buat di software

saham Danareksa.

163
Catatan: Contoh screening / watchlist saham-saham LQ45 yang ada diatas bukan daftar

anggota saham LQ45 yang baku. Daftar anggota saham LQ45 diperbaharui setiap 6 (enam)

bulan sekali, yaitu setiap Februari-Juli dan Juli-Februari. Maka dari itu, ada kemungkinan

saham-saham baru yang masuk LQ45 atau yang dikeluarkan dari daftar LQ45 apabila tidak

memenuhi syarat. Untuk screening saham, apabila ada anggota yang dikeluarkan dari LQ45,

anda perlu menghapus daftar saham tersebut dari screening.

[Link] Prioritaskan Screening Saham LQ45

Ketika anda sedang melakukan screening saham, saya selalu menyarankan pada anda

agar memprioritaskan saham-saham LQ45 untuk anda watchlist dan uji analisis teknikalnya.

Itulah mengapa di sub bab [Link] saya menuliskan yang intinya adalah anda harus membuat

screening saham yang khusus berisi saham-saham LQ45.

Hal ini dikarenakan grafik saham LQ45 lebih mencerminkan pergerakan harga pasar

saham. Terutama jika IHSG sedang turun banyak, sudah pasti 100% banyak saham-saham

LQ45 yang diskon besar. Disini anda bisa memanfaatkan momentum untuk trading pada

saham-saham LQ45.

164
Sebaliknya, ketika IHSG sudah naik terlalu tinggi, maka ada banyak saham LQ45 yang

sudah menunjukkan tanda-tanda koreksi, sehingga itulah saatnya anda mulai profit taking.

Artinya saham LQ45 lebih bisa memberikan rasa nyaman dan aman bagi trader. Terutama

untuk anda yang tidak terlalu suka dengan risiko tinggi, jika anda bertanya: Saham apa yang

sebaiknya bagus untuk masuk dalam stock pick? Maka saham-saham LQ45 inilah yang harus

anda screening terus.

Jadi, saya menyarankan pada anda agar paling tidak di dalam stock pick anda memiliki

saham-saham LQ45 untuk anda tradingkan secara rutin. Pola grafik pada saham-saham LQ45

lebih mudah dan enak diprediksi daripada saham-saham diuar LQ45, apalagi saham-saham

yang kurang likuid.

5.4.3 Anda Harus Bisa Menyeleksi Kriteria Saham Terlebih Dahulu

Mulai dari Sub Bab 5.4.1 saya sudah menerangkan cara mengeluarkan saham-saham

yang tidak layak untuk masuk dalam daftar screening saham. Untuk lebih mempertegas lagi

sekaligus menyeleksi saham-saham screening supaya bisa lebih spesifik lagi, maka langkah

selanjutnya adalah anda menyeleksi semu saham yang tidak cocok untuk masuk dalam

kriteria screening saham. Berikut adalah cara menyeleksi kriteria saham setelah anda

membuat daftar watchlist:

a. Buang saham-saham yang dikategorikan dalam saham-saham lapis tiga (Baca lagi bab 1.6

untuk memahami saham lapis tiga).

b. Buang saham-saham yang downtrend secara berkepanjangan.

c. Cari saham-saham lapis satu dan lapis dua.

d. Setelah itu, buang saham-saham yang pergerakan harganya sering menipu trader.

e. Cari saham yang pergerakannya agak fluktuatif atau uptrend.

f. Cari saham-saham LQ45.

165
5.4.4 Menentukan Saham-saham yang Lolos Uji Screening untuk Stock Pick

Jika anda sudah menentukan saham mana saja yang akan anda screening, sekarang

saatnya anda mulai mentradingkan saham-saham tersebut. Apabila dalam menganalisa,

saham-saham tersebut mampu memberikan profit bagi anda, maka saham tersebut cocok

untuk anda masukkan dalam stock pick atau nama lainnya adalah daftar saham pilihan.

Jika saham sudah masuk dalam stock pick berarti saham itulah yang harus anda pantau

terus dan anda tradingkan secara rutin. Menentukan saham yang cocok untuk masuk dalam

stock pick dilakukan dengan cara terus mengamati pergerakan saham tersebut selama jam

pasar saham buka. Amati support dan resisten yang terbentuk dan/ atau yang paling sering

tersentuh. Hal-hal penting yang harus anda lakukan dalam memilih stock pick:

a. Amati titik support dan resisten terdekat dan/atau titik support dan resisten kuat

Apabila anda bisa menebak titik support dan resisten saham tersebut dengan baik, maka

saham tersebut layak anda masukkan dalam daftar stock pick. Apabila prediksi anda terhadap

saham tersebut sering salah, maka saham tersebut memang bukanlah saham yang cocok

untuk anda.

Jika anda sudah mengalami rugi di saham tersebut sampai lebih dari satu kali, maka itu

bisa jadi mengindikasikan: Saham tersebut adalah saham yang pergerakannya sering menipu

trader atau memang anda tidak cocok trading di saham tersebut.

b. Pantau terus bid-offer saham tersebut

Dalam menganalisis saham untuk stock pick, jangan melupakan pentingnya analisa bid

offer. Mengapa? Karena dengan anda memantau terus bid-offer anda bisa tahu

kecenderungan pergerakan harga yang sering tersentuh di harga best bid dan best offernya.

Sehingga, harga yang sering tersentuh inilah yang bisa anda gunakan sebagai dasar untuk

membeli dan menjual saham pada rentang harga tertentu.

166
Kalau bid-offer saham tersebut selalu diam di tempat, dan saham tersebut tidak fluktuatif

anda harus langsung tinggal saham tersebut. Itu artinya saham tersebut memang tidak cukup

bagus untuk memberikan keuntungan bagi [Link] adalah contoh bid-offer saham.

Ini adalah contoh bid-offer saham PWON yang saya screen shoot. Bid offer ini selama

jam pasar saham berlangsung akan terus bergerak karena saham-saham tersebut selalu

ditradingkan pelaku pasar. Disinilah anda bisa melihat pergerakan fluktuatif harganya. Harga

saham yang cenderung bergerak adalah saham yang bagus untuk ditradingkan.

Misalnya, harga saham PWON sekarang ada di best bid price 615 dan best offer price

620, maka anda bisa melihat seberapa fluktuatif saham tersebut bergerak. Jika PWON

beberapa hari kemudian bisa naik ke kisaran 650, kemudian PWON beberapa saat lagi

koreksi ke 620-an, maka PWON dapat dikatakan sebagai saham yang bagus untuk

ditradingkan.

Mengapa begitu? Ya karena jika saham tersebut bergerak ke rentang harga tertentu dalam

waktu beberapa hari, itu artinya saham tersebut memang memiliki titik support dan resisten

yang jelas. Justru sebaliknya, jika antrian PWON terus saja berda di harga best bid price 615

dan best offer price 620, tidak naik dan tidak turun walaupun bid dan offer lots yang

167
ditawarkan sampai puluhan ribu, maka saham tersebut dapat dikatakan sebagai saham yang

―tidak bergerak‖.

Jadi, jika anda menemukan saham-saham yang bid-offernya fluktuatif (tetapi tidak terlalu

volatile), saham tersebut bisa anda masukkan dalam daftar screening saham. Sebaliknya, jika

saham tersebut menunjukkan harga bid-offer yang stagnan dan tidak bergerak atau kenaikan

dan penurunan harga terlalu tinggi, maka keluarkan dari screening saham.

Pola bid offer saham yang bagus adalah bid-offer yang memiliki spread yang sempit.

Yang saya maksud dengan spread yang sempit adalah spread yang sebesar fraksi harganya.

Hal ini dikarenakan spread bid-offer yang sebesar fraksi harga menunjukkan bahwa saham

tersebut memiliki banyak peminat. Mengenai spread bid-offer, bisa anda baca lagi di bab I

sub bab 1.7.3.

Tapi ingat, bukan berarti bid-offer yang spreadnya adalah sebesar fraksi harga

merupakan saham yang pasti bagus / layak untuk masuk dalam screening saham. Ada banyak

faktor lainnya seperti analisis grafik saham. Hal ini juga sudah banyak sekali saya bahas di

bab-bab sebelumnya. Analis bid-offer ini ―hanya‖ salah satunya saja yang harus anda

perhatikan.

c. Gunakan analisa grafik minimal 3 bulan, lebih baik jika 6 bulan

Dalam melakukan screening untuk stock pick, maka anda harus menggunakan grafik

untuk melihat kcenderungan harga saham. Maka dari itu, anda harus menggunakan time

frame grafik yang agak panjang. Seberapa panjang? Minimal lakukan uji grafik untuk 3

bulan. Akan lebih baik jika anda menganalisis grafik minimal selama 6 bulan.

Hal ini dikarenakan grafik yang jangka waktunya agak panjang akan jauh memudahkan

anda untuk melihat lebih jelas titik support dan resisten yang terbentuk, sehingga anda bisa

mengambil keputusan trading yang lebih luas dan menghindari sinyal palsu harga saham. Jika

168
grafik selama 6 bulan anda rasa masih belum cukup mewakili, maka anda bisa melihat harga

saham selama satu tahun.

d. Tentukan target take profit yang realistis agar anda bisa memasukkan lebih banyak

stock pick

Jika anda membeli saham untuk mengetahui apakah saham-saham tersebut cocok untuk

anda tradingkan, ada baiknya saya sarankan anda menentukan target take profit yang lebih

realistis. Seperti apa target yang realistis itu? Menetapkan target take profit yang

realistis,artinya anda jangan mematok target take profit yang terlalu tinggi.

Misalnya anda membeli saham BBCA di harga 13.000. Kemudian anda menetapkan take

profit di harga 18.000. Masalahnya ada kemungkinan harga saham BBCA belum sempat

menyentuh 18.000 sesuai target anda, BBCA sudah turun lebih dahulu. Sehingga, anda yang

awalnya sudah bisa mendapatkan profit, harga saham malah jadi turun lagi. Hal ini seringkali

terjadi di pasar saham.

Kecuali jika anda adalah seorang swing trader, anda bisa menetapkan target take profit

yang lebih tinggi, karena swing trader trading dengan melihat jangka waktu yang lebih

panjang daripada trader jangka pendek atau intraday trading. Mengenai strategi trading dan

screening saham untuk swing trading, anda bisa membaca analisis-analisis tradingnya di Bab

3.

Kembali lagi pada menentukan target take profit yang realistis. Jika anda membeli

saham, ada baiknya anda menentukan target take profit yang lebih realisitis. Bagaimana

caranya? Caranya yaitu menentukan lebih dari satu target take profit. Saya beri contoh:

saham BBCA. Misalnya anda membeli saham BBCA di harga 13.000. Ada baiknya anda

menentukan target take profit berdasarkan resisten terdekat lebih dahulu. Misalnya: Target

take profit 1: 14.500. Target take profit 2: 16.500. Target take profit 3: 18.000.

169
Artinya, jika harga saham BBCA naik ke harga 14.500 dan anda melihat BBCA sulait

naik dari 14.500, maka anda bisa take profit lebih dahulu. Toh, anda sudah profit lumayan

jika membeli di harga 13.000 dan profit di 14.500, daripada harga saham turun lagi dan profit

anda jauh lebih sedikit.

Tetapi jika ternyata tekanan beli di harga 14.500 masih tinggi, anda bisa menunggu

BBCA mencapai target take profit 2, yaitu di harga 16.500. Apabila anda melihat BBCA naik

ke 15.000 dan belum mencapai 16.500, BBCA sudah mulai berat naik, lebih baik anda take

profit di 14.900-15.000.

Tetapi apabila BBCA bisa naik ke 16.500 dan BBCA masih ada tekanan beli yang besar

untuk naik, anda bisa mematok target jual di harga 18.000. Jika harga mencapai 18.000, anda

harus langsung jual dan tidak boleh berharap naik lagi, karena 18.000 adalah area target take

profit terakhir yang sudah anda tetapkan.

Intinya, anda harus fleksibel. Jangan terlalu kaku dalam menetapkan target dan jangan

terlalu serakah (greed) ingin menjual di harga terlalu tinggi, padahal harga saham sudah ada

tanda-tanda mau koreksi.

Memiliki lebih dari 1 (satu) target take profit bertujuan agar anda tidak salah

memasukkan saham ke dalam stock pick, lebih tepatnya tidak membuang terlalu banyak

saham untuk masuk dalam stock pick. Sayang sekali jika ada saham yang sebenarnya bagus

untuk anda tradingkan, tetapi anda tidak memasukkannya ke dalam stock pick hanya karena

target take profit anda meleset, karena anda menetapkan take profit yang terlalu tinggi.

Padahal saham tersebut sebenarnya sudah sering naik dan anda bisa profit dari saham

tersebut. Tetapi karena take profit yang anda tetapkan terlalu tinggi, saham tersebut naik dan

belum mencapai target take profit, kemudian saham langsung turun lagi. Akhirnya anda

mengeluarkannya dari stock pick.

170
Dengan menetapkan target take profit yang tidak terlalu tinggi, anda bisa lebih

mengetahui pola kenaikan saham tersebut, bisa mengetahui lebih banyak titik support dan

resisten yang terbentuk, serta bisa memanfaatkan momentum lebih pendek untuk

mendapatkan profit. Sudah paham sampai disini? Sekarang kita akan masuk studi kasus

contoh menetapkan target take profit lebih dari satu kali.

1. Studi kasus saham AISA

Perhatikan grafik saham AISA dibawah ini:

Misalnya anda memutuskan untuk membeli saham AISA di harga 2.100 karena anda

melihat AISA sudah koreksi kembali ke support kuat, sehingga ada potrensi rebound

(perhatikan yang saya beri tanda panah. Asumsikan itu adalah harga beli anda). Jika anda

membeli AISA di harga 2.100, lalu anda melihat grafik AISA, maka berapa target take

profit yang sebaiknya anda buat?

AISA sebenarnya ada resisten yang terlihat jelas di harga 2.470 (perhatikan tanda

persegi). Namun, alangkah baiknya apabila anda tidak menetapkan target terlalu tinggi,

karena setelah harga 2.100 ada resisten-resisten lainnya yang terbentuk. I mean, kalau

anda menetapkan target take profit AISA langsung di harga 2.470, bisa jadi AISA naik

2.200 lalu malah koreksi lagi. Artinya, target anda masih belum kesampaian.

171
Nah, jangan sampai anda langsung mengeluarkan saham dari stock pick hanya karena

target take profit anda tidak sampai, padahal saham yang anda beli sebenarnya sudah

naik. Hanya saja, anda kurang memantau titik-titik resisten terdekat.

Maka dari itu, alangkah lebih baik jika anda menetapkan target take profit AISA di

harga yang lebih rendah terlebih dahulu. Diatas harga 2.100 ada harga resisten yang

sering sekali dilalui, yaitu harga 2.200 (perhatikan yang saya beri lingkaran panjang, itu

adalah harga resisten AISA yang sering dilalui). Anda bisa menetapkan terlebih dahulu

target take profit 1 di harga: 2.200. Lalu, jika anda menyiapkan target take profit 2, maka

anda bisa menetapkan resisten terdekat lainnya, yaitu resisten yang cukup terlihat /

resistem yang krusial.

Pada grafik ada harga 2.300 (perhatikan tanda lingkaran). Anda bisa menetapkan

target take profit 2 di harga 2.300. Nah, kemudian anda bisa menetapkan target take profit

3 di harga 2.470. Pada grafik tersebut tampak bahwa AISA berhasil menembus target take

profit 1 di 2.200. AISA juga berhasil menembus target take profit di harga 2.300.

Tetapi, apa yang terjadi selanjutnya? Ketika AISA mencoba menguji resisten 2.470,

ternyata AISA langsung koreksi saat harganya menyentuh 2.350. Setelah itu, bisa anda

lihat sendiri grafiknya, harga saham AISA turun tajam, bahkan berada di bawah harga

beli 2.100.

Nah, coba bayangkan jika anda memaksa take profit AISA di harga 2.400. Anda tidak

bisa menjualnya dan harga saham akan turun lagi. Tetapi, jika anda menetapkan target

take profit beberapa kali, anda punya peluang untuk mencetak profit dari saham-saham

yang ada di stock pick anda.

172
2. Studi kasus saham AKRA

Perhatikan grafik saham AKRA dibawah ini

Seumpama anda membeli saham AKRA di harga 6.100 (perhatikan tanda persegi) karena

anda melihat AKRA sudah ada potensi rebound. Target take profit sebaiknya ditetapkan tidak

terlalu tinggi dari harga beli anda. Anda bisa menetapkan target take profit AKRA pertama di

kisaran harga 6.350 (perhatikan tanda panah).

Lalu, anda bisa menetapkan target take profit 2 di kisaran harga 6.650. Jika harga-harga

tersebut mampu ditembus, anda bisa menetapkan take profit di harga yang lebih tinggi, yaitu

di titik resisten paling tinggi selama 6 bulan, yaitu harga 7.100. Tetapi, sebelum itu seperti

yang sudah saya jelaskan, akan sangat baik apabila anda menetapkan target profit lebih dari

satu kali.

Hal ini dikarenakan untuk mengantisipasi harga saham koreksi terlebih dahulu sebelum

mencapai batas target take profit anda. Perhatikan bahwa setelah AKRA rebound dari 6.050,

AKRA memang naik cukup kencang tetapi belum sempat menyentuh harga 7.100 AKRA

sudah koreksi duluan.

Nah, kalau anda trading dengan membeli di harga 6.050 dan langsung menetapkan take

profit di harga terlalu tinggi, anda mungkin tidak sempat menjual saham anda, dan harga

saham sudah turun. Tentu hal ini sangat disayangkan.

173
Catatan: Cara menentukan titik support-resisten setiap orang bisa berbeda. Di poin ini

saya hanya memaparkan contoh kasus sebagai dasar untuk analisa anda dalam memilih stock

pick yang bagus dan layak untuk anda tradingkan.

Inti yang ingin saya sampaikan di poin ini adalah: Tetapkanlah target take profit pada

harga-harga resisten yang terdekat lebih dahulu, supaya anda punya kesempatan menjual

saham sebelum akhirnya koreksi lagi. Saham-saham yang bisa memberikan anda keuntungan

ini berarti saham tersebut cocok untuk anda, sehingga bisa anda masukkan ke dalam stock

pick.

[Link] Studi Kasus Screening Saham LQ45 untuk Stock Pick

Setelah saya memberikan panduan step-by-step pada anda Untuk memudahkannya, mari

kita langsung melakukan studi kasus praktik melakukan screening saham untuk stock pick.

Untuk sub bab ini, saya akan memberikan cara melakukan screening saham pada saham-

saham LQ45. Mengapa saham LQ45? Karena saham LQ45 adalah saham-saham yang

memiliki pergerakan harga likuid, serta memiliki grafik yang lebih mudah ditebak arahnya.

Akan tetapi, tidak semua saham-saham yang masuk dalam LQ45 adalah saham yang

bagus dan layak ditradingkan. Maka dari itu, dalam melakukan screening saham, anda harus

menyeleksi saham-saham tersebut lebih dahulu.

Dalam menyeleksi saham, anda tentu harus melihat grafiknya. Maka, pada screening

saham ini, saya gunakan grafik saham SELAMA MINIMAL 6 BULAN. Mengapa 6 bulan?

Karena grafik saham 6 bulan sudah dapat digunakan untuk melihat titik-titik support, resisten

dan tren arah harga saham tersebut. Jika anda ingin menlakukan screening saham, saya

menyarankan anda menggunakan setidaknya grafik saham MINIMAL 3 BULAN, jangan

menggunakan grafik saham hanya 1 bulan. Berikut adalah tabel saham LQ45.

174
No. List Saham LQ45 Downtrend Tajam Sideways (Rentang harga sempit)
1 AALI V V
2 ADHI V X
3 ADRO X X
4 AKRA X X
5 ANTM V X
6 ASII X X
7 ASRI V V
8 BBCA X X
9 BBNI X X
10 BBRI X X
11 BBTN X X
12 BMRI X X
13 BSDE X V
14 BUMI X X
15 CPIN X X
16 ELSA V V
17 EXCL X X
18 GGRM X X
19 HMSP V V
20 ICBP X X
21 INCO V X
22 INDF X X
23 INTP X X
24 JSMR X X
25 KLBF X X
26 LPKR V V
27 LPPF X X
28 LSIP V V
29 MNCN X X
30 MYRX X V
31 PGAS V X
32 PPRO V V
33 PTBA X X
34 PTPP V V
35 PWON X X
36 SCMA X X
37 SMGR X X
38 SMRA V X
39 SRIL X V
40 SSMS X X
41 TLKM X X
42 UNTR X X
43 UNVR X X

175
No. List Saham LQ45 Downtrend Tajam Sideways (Rentang harga sempit)
44 WIKA V V
45 WSKT V V

Keterangan: List saham LQ45 yang ada di tabel bukanlah list yang tetap. List yang saya

gunakan adalah list saham LQ45 terakhir saat saya menulis ebook ini. Jadi, saham-saham

LQ45 diatas jangan anda jadikan patokan 100%.

Daftar saham LQ45 sangat memungkinkan adanya anggota baru saham yang masuk

dalam daftar dan sebaliknya sangat memungkinkan ada daftar yang dikeluarkan dari saham

LQ45 apabila Bursa Efek menganggap sahamnya sudah tidak likuid lagi. Memang sebagian

saham LQ45 selalu tetap masuk menjadi langganan anggota LQ45 sejak dahulu, tetapi tidak

semua.

Oke, kembali lagi pada screening diatas. Kita sudah mendapatkan saham-saham LQ45.

Maka dari itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah: MEMBUANG SAHAM-

SAHAM LQ45 YANG TIDAK LAYAK TRADING: Mengalami downtrend tajam serta

saham yang sideways terus dalam jangka waktu yang panjang dengan rentang harga sempit

(misalnya, harga saham tidak bergerak di rentang harga 1.000-1.015).

Saham yang trennya turun tajam belum tentu kita buang dri daftar screening. Akan tetapi

jika saham tersebut trennya turun tajam disertai harga yagng kemudian sideways dibawah dan

tidak bergerak, maka saham tersebut harus segera anda buang dari stock pick.

Saham yang dowtrend tajam selama paling tidak 3-6 bulan harus kita seleksi lagi karena

saham yang downtrend tajam tetapi kemudin sahamnya sudah menujukkan sinyal rebound

(pembalikan arah), maka saham tersebut bisa jadi sudah layak ditradingkan. Mengenai seleksi

saham LQ45 yang memasuki downtrend, akan saya bahas selanjutnya.

Namun kalau harga saham sudah sideways, hal ini tentu akan menyulitkan anda kalau

anda membeli sahamnya di harga 1.005, maka anda tidak bisa menjual saham tersebut di

176
harga yang lebih tinggi. Kalau anda menjual di 1.010, maka anda masih rugi terkena fee

broker).

Saham yang downtrend tajam disertai sideways dengan harga yang sangat sempit ini bisa

anda lihat pada grafik sahamnya dan pada saat anda mengamati sistem antrian bid-offer

saham tersebut setiap jam market. Biasanya, jika bid-offer saham cenderung ada di harga itu-

itu saja dan hampir tidak bergerak, maka saham tersebut harus anda keluarkan dahulu dari

screening.

Dari 45 saham LQ45 tersebut, tercatat ada 13 (tiga belas) daftar saham yang dibuang dari

screening saham karena harga saham sideways terus dan mengalami tren turun yang sama

sekali tidak ada sinyal naik. Jadi, saham yang trennya turun tajam dan/atau saham yang

trennya sideways dengan rentang harga sempit harus langsung dibuang dari daftar stock pick.

Yang saya beri stabilo merah, itulah ketiga belas saham yang dibuang dari daftar stock pick.

Kenapa harus 13 saham tersebut yang dibuang? Oke saya akan memberikan

gambarannya. Contohnya anda bisa perhatikan grafik saham ASRI selama 1 (satu) tahun Juli

2016- Juli 2017 dibawah ini.

Grafik saham ASRI disini tampak terlihat jelas mengalami downtrend yang sangat

panjang. Mulai dari harga 550, harganya turun terus kebawah 350. Setelah itu ASRI tidak

pernah bergerak naik dari harga 330. Harga sahamnya sideways terus di harga itu-itu saja.

Saham yang grafiknya seperti ini tentu harus dikeluarkan dari daftar saham LQ45, karena

harga sahamnya sama sekali belum menunjukkan kenaikan. Masalahnya, kalau anda

177
memaksa beli ASRI ketika harganya, katakanlah masih di 400 karena menganggap ASRI

sudah murah, maka anda akan tertipu karena ASRI masih turun lagi sampai 340.

Atas dasar inilah saya membuang saham ASRI, karena ASRI tampak downtrend tajam

nggak tanggung-tanggung dan sama sekali tidak tampak naik atau rebound. Sehingga, saham

seperti ini biasanya berpotensi menjebak trader. Kemudian saya juga membuang saham

MYRX dari screening saham. Mengapa demikian? Perhatikan grafik MYRX.

MYRX pada grafik tampak hanya bergerak di rentang harga 132-135 (perhatikan tanda

persegi). MYRX tidak bergerak kemana-mana selain trading pada rentang harga tersebut.

Inilah yang membuat saya mengeluarkan MYRX dari daftar stock pick. Selain itu, saya juga

membuang saham-saham seperti HMSP karena bid-offernya setiap hari terus saja bergerak di

rentang harga 3.760-3.790 dan tidak bergerak kemana-mana.

Catatan: Saham-saham yang ―saya buang‖ pada contoh screening diatas juga bukan

berarti anda harus membuang dan tidak mentradingkan saham tersebut. Mungkin suatu saat

saham tersebut ada perubahan pola (dari donwtrend menjadi uptrend).

Dari 45 saham yang sudah diseleksi, didapatkanlah 32 saham, sementara 13 saham yang

tidak memenuhi kriteria telah dibuang dari daftar stock pick. Kemudian, dari 32 saham

tersebut, kita akan menyeleksi lagi saham-saham yang harus dieliminasi berdasarkan pada:

PERGERAKAN HARGA SAHAM SERING MENIPU TRADER dan HARGA SAHAM

DOWNTREND TAJAM DAN BELUM REBOUND. Sehingga, melalui proses screening

saham, didapatkanlah tabel seperti yang tertera dibawah ini:

178
List Saham Pergerakan Harga Sering Belum
No. LQ45 Mengecoh Rebound
1 ADHI V V
2 ADRO X X
3 AKRA V X
4 ANTM X X
5 ASII X X
6 BBCA X X
7 BBNI X X
8 BBRI X X
9 BBTN X X
10 BMRI X X
11 BUMI v x
12 CPIN X X
13 EXCL X X
14 GGRM X X
15 ICBP V X
16 INCO V X
17 INDF V X
18 INTP V X
19 JSMR X X
20 KLBF X X
21 LPPF X X
22 MNCN X X
23 PGAS V V
24 PTBA X X
25 PWON X X
26 SCMA V V
27 SMGR X X
28 SMRA V X
29 SSMS V X
30 TLKM X X
31 UNTR V X
32 UNVR X X

Dari 32 saham diatas, ada 12 saham yang dibuang dari screening saham berdasarkan

kedua kriteria tersebut (perhatikan yang saya beri stabilo merah adalah daftar saham yang

dibuang dari stock pick). Jika ada salah satu saja kriteria saham yang masuk dalam kedua

kriteria tersebut, maka saham harus sudah segera dibuang dari stock pick.

179
Anda mungkin bertanya-tanya: Dari mana bisa tahu kalau saham-saham tersebut

pergerakan harga saham tersebut sering menipu trader dan bagaimana juga saya bisa

paham kalau harga saham tersebut belum rebound?

Tentu saja yang pertama dilihat dari grafik saham. Kedua, dilihat juga dari pengamatan

trading sehari-hari. Dalam hal ini, anda membutuhkan jam terbang trading juga untuk bisa

melakukan screening saham dengan melihat saham-saham LQ45 yang pergerakan harganya

sering mengecoh trader.

Sekarang saya berikan satu contoh mengapa saya mengeluarkan saham ADHI.

Perhatikan pergerakan grafik ADHI selama 6 bulan dibawah ini.

Pergerakan saham ADHI selama 3 bulan terakhir tampak sangat meragukan. ADHI

berada dalam tren turun yang cukup tajam dan bisa anda lihat pada grafiknya bahwa ADHI

sama sekali belum ada tanda-tanda rebound sama sekali.

Atas dasar inilah ADHI harus dibuang dari screening saham karena jika anda membeli

saham yang trennya masih turun, sangat memungkinkan harga saham tersebut masih akan

melanjutkan tren turunnya. Kemudian saya juga mengeluarkan BUMI dan SRIL. Mengapa

saya mengeluarkan saham tersebut dari screening? Karena saham tersebut sering mengecoh

trader. Hal ini dapat diamati selama jam pasar saham berlangsung. Saham seperti SRIL

180
biasanya sering diam di tempat. Mengenai pergerakan saham SRIL dan pola saham yang

sering mengecoh trader, juga sudah saya bahas secara detail di bab ini.

Hal ini sebenarnya juga terjadi sama seperti saham ADHI. Saham ADHI seringkali tidak

bergerak, kemudian pada hari tertentu harga saham naik sampai 5% dengan volume besar,

namun keesokan harinya harga saham langsung koreksi. Pergerakan harga seperti inilah yang

sering mengecoh dan menjebak trader.

Seperti yang saya paparkan sebelumnya, saham yang downtrend panjang pun belum

tentu harus dibuang dari stock pick, karena ada saham yang downtrend panjang selama tren

saham 6 bulan, kemudian dalam beberapa minggu terakhir, saham tersebut sudah

menunjukkan rebound, sehingga saham tersebut bisa mulai coba anda tradingkan. Saya beri

contohnya: Saham LPPF. Perhatikan grafik LPPF dibawah ini.

Saham LPPF tampak mengalami tren turun yang panjang pada grafik 6 bulan. Akan

tetapi LPPF pada7 hari terakhir tampak mulai rebound terus (perhatikan yang saya beri tanda

persegi). Untuk memperjelas, saya jadikan grafik 3 bulanan. Perhatikan LPPF dibawah ini.

181
Saham LPPF tampak mulai ada tanda-tanda kenaikan setelah berada dalam tren turun.

Saham dengan pola grafik seperti ini, setidaknya masih layak anda tradingkan, dan anda

masukkan dalam screening saham.

Setelah melalui proses screening saham tersebut, dari 45 saham LQ45, didapatkanlah 20

saham yang lolos dalam uji screening. Berikut adalah daftar sahamnya.

No. LQ45 Lolos Screening


1 ADRO
2 ANTM
3 ASII
4 BBCA
5 BBNI
6 BBRI
7 BBTN
8 BMRI
9 CPIN
10 EXCL
11 GGRM
12 JSMR
13 KLBF
14 LPPF
15 MNCN
16 PTBA
17 PWON
18 SMGR
19 TLKM
20 UNVR

Saham-saham yang lolos uji screening ini artinya sudah bisa anda coba tradingkan.

Apabila anda bisa bisa menebak titik-titik support dan resisten pada saham-saham tersebut,

prediksi anda pada saham tersebut benar, maka saham tersebut bisa masuk stock pick dan

anda tradingkan secara rutin. Apabila pada saham tersebut anda sering salah dan cut loss,

maka bisa anda keluarkan dahulu dari stock pick.

Mengenai cara memprediksi harga saham menggunakan titik support dan resisten, bisa

coba anda baca-baca lagi pembahasannya di sub bab 2.1.1 tentang support dan resisten.

182
Begitulah caranya melakukan screening saham. Intinya, dalam melakukan screening

saham, hal pertama yang harus anda lakukan adalah membuang saham-saham yang tidak

layak masuk screening berdasarkan pada kriteria yang sudah saya sebutkan sebelumnya.

Setelah itu, barulah anda mentradingkan saham-saham yang sudah anda seleksi sebelumnya.

[Link] Studi Kasus Screening Saham Selain LQ45 untuk Stock Pick

Dikarenakan jumlah saham di Bursa Efek sangatlah banyak, maka tentu saja anda tidak

harus mentradingkan saham LQ45. Anda sangat boleh dan justru saya sarankan untuk

mengembangkan sendiri sistem trading anda.

Bagaimana, jika anda ingin trading di luar saham-saham LQ45? Bagaimana cara

melakukan screening sahamnya? Cara melakukan screening tentu saja sama dengan langkah-

langkah yang sudah saya jelaskan di bab ini. Intinya, anda harus membuang terlebih dahulu

saham-saham yang tidak memenuhi kriteria-kriteria saham yang layak trading.

Oke, sekarang supaya lebih masuk kepada praktikknya. Katakanlah setelah

mengeluarkan saham-saham lapis tiga, saham-saham downtrend dan saham-saham sideways,

anda menemukan daftar saham-saham di luar LQ45 yang ingin anda tradingkan. Berikut

tabelnya.

LOLOS UJI SCREENING


NO KODE SAHAM
1 MEDC
2 GJTL
3 HRUM
4 INDY
5 INCO
6 ROTI
7 ERAA
8 SILO
9 RALS
10 BJBR
11 BMTR
12 BDMN
13 BNGA
14 NIKL

183
Dari keempat belas saham yang ada di screening saham, anda sudah bisa mulai

mentradingkan saham-saham tersebut. Namun karena sifatnya masih screening saham dan

belum menjadi stock pick, saya menyarankan agar trading dengan jumlah lot yang agak

kecil. Apabila ternyata saham tersebut bisa memberikan anda profit, maka saham tersebut

bisa anda masukkan dalam daftar stock pick anda. Saya berikan sedikit studi kasus terkait

screening.

1. Studi kasus 1: Menguji saham BMTR

Seumpama anda ingin membeli saham BMTR dari saham yang sudah anda screening.

Anda melihat adanya titik support dan resisten saham BMTR yang ingin anda jadikan target

beli dan target jual. Perhatikan grafik BMTR dibawah ini.

Seumpama anda ingin membeli saham BMTR diharga 600 (perhatikan tanda persegi)

dan anda melihat pada pergerakan harga sebelumnya ada resisten di harga 675. Kemudian

anda memutuskan untuk menjual BMTR di harga 675. Ternyata prediksi anda meleset.

BMTR justru mengalami penurunan dan pada grafik dapat dilihat BMTR turun sampai 550.

Maka dari itu, anda harus mempertimbangkan kembali apakah anda ingin tetap

memasukkan saham BMTR ke dalam daftar screening saham anda atau tidak. Anda tetap bisa

mentradingkan sahamnya, yaitu dengan menunggu membeli di harga [Link] apabila

ternyata prediksi anda meleset lagi, saya sarankan BMTR dikeluarkan dari screening saham

anda. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan saat prediksi anda sudah meleset beberapa kali

184
dari satu saham, bisa jadi saham tersebut kurang cocok untuk anda atau pola grafiknya sudah

berubah.

2. Studi kasus 2: Menguji saham BNGA

Katakanlah dari screening saham anda ingin mentradingkan saham BNGA karena anda

melihat BNGA berada dalam posisi uptrend dan kemudian BNGA juga membentuk titik-titik

support dan resisten yang bisa dijadikan sebagai acuan. Perhatikan grafik BNGA dibawah ini.

Anda memutuskan membeli saham BNGA di harga 1.170 (perhatikan tanda lingkaran

pertama). Kemudian anda memasang targe take profit di harga 1.300 karena harga 1.300

tampak sering tersentuh (perhatikan tanda panah pertama). Benar saja, BNGA kemudian

setelah anda beli, harga sahamnya naik sampai 1.300 dan anda bisa profit dari saham BNGA.

Kemudian setelah BNGA terkoreksi, anda membeli lagi BNGA di harga 1.150

(perhatikan tanda lingkaran kedua). Anda berencana take profit BNGA di harga 1.300 karnea

pada grafik sebelumnya, BNGA juga memiliki resisten di 1.300. Setelah itu, beberapa

minggu kemudian harga saham BNGA naik sampai 1.300 (perhatikan tanda panah kedua).

Sehingga, anda bisa memperoleh profit dari BNGA.

Kalau anda bisa mentradingkan saham dan profit beberapa kali dari saham yang sama,

anda bisa memasukkan saham tersebut ke dalam stock pick. Kemudian saham tersebut terus

anda pantau dan anda bisa membelinya ketika harga sudah koreksi. Saham-saham yang bisa

185
anda baca polanya dan memberikan keuntungan bagi anda inilah adalah saham-saham yang

memiliki persentase besar untuk memberikan profit bagi anda pada trading-trading

berikutnya. Dibandingkan jika anda harus trading di saham-saham yang belum pernah anda

tradingkan sebelumnya, maka saham-saham tersebut biasanya cenderung mengandung unsur

risiko yang tinggi. Saya sudah membuktikannya sendiri.

3. Studi kasus 3: Menguji saham GJTL

Dari screening saham yang ada, anda ingin menguji saham GJTL, maka anda

memutuskan membeli saham GTJL. Perhatikan grafik saham GJTL dibawah ini.

Seumpama anda ingin membeli GJTL di harga 1.000 (perhatikan yang saya beri tanda

lingkaran pertama). Anda ingin memasang target take profit di harga 1.100. Beberapa hari

kemudian prediksi anda benar. GJTL bisa naik sampai harga 1.100 (perhatikan tanda

persegi).

Kemudian anda mencoba trading GJTL lagi ketika harganya sudah koreksi lagi ke 1.000

(perhatikan tanda lingkaran kedua). Kemudian, aharga saham GJTL bisa naik sampai 1.050

dan anda menjual GJTL dengan profit. Ini menandakan bahwa saham GJTL bisa anda

masukkan dalam stock pick karena anda sudah bisa membaca pola saham GJTL tersebut

dengan lebih akurat dan anda bisa mendapatkan profit dari saham GJTL.

186
Ini artinya, anda bisa coba terus melakukan watchlist pada saham GJTL dan anda bisa

memprioritaskan saham GJTL untuk anda beli ketika GJTL harganya sudah diskon.

Demikian juga dengan saham-saham yang sudah anda masukkan dalam stock pick, anda bisa

terus mengamati saham-saham tersebut dan kemudian anda prioritaskan saham-saham

tersebut dalam trading.

KESALAHAN UMUM TRADER: Kesalahan yang seringkali dialami trader adalah:

Trader tidak peka terhadap situasi dan kondisi market. Ketika trader sudah menemukan

saham yang beberapa kali membuatnya rugi, trader masih saja bersikeras mentradingkan

saham tersebut. Saat trader sudah mengetahui tren harga saham yang tidak lagi bagus, trader

masih tetap berusaha membeli sahamnya.

Yang lebih parah, trader seringkali nekad membeli sahamnya dengan jumlah lot yang

cukup besar. Hasilnya tentu sudah bisa anda tebak: Trader berpotensi cut loss atau kalau

trader tidak berani cut loss sudah pasti sahamnya nyangkut.

5.5 Contoh Stock Pick Saya

Sebagai sedikit gambaran, berikut adalah contoh daftar saham stock pick saya.

187
Daftar ini bukan berarti daftar stock pick yang tetap dan pasti. Saya bisa saja menambah

saham untuk stock pick kalau saham-saham yang sudah saya screening polanya cocok dengan

saya. Sebaliknya, saya juga bisa mengeluarkan saham tersebut dari stock pick jika saham-

saham tersebut sudah membentuk pola yang tidak cocok dan tidak bagus untuk ditradingkan.

Itulah penjelasan mengenai cara dan langkah-langkah simpel, lengkap dan efektif

panduan dalam melakukan screening saham. Cara ini sama sekali tidak sulit. Bagi anda yang

masih pemula di dunia saham, anda yang sudah level expert, anda yang saat ini masih merasa

belum bisa mendpatkan profit konsisten, anda bisa mulai menerapkan langkah-langkah

melakukan screening saham yang benar, hingga mendapatkan stock pick saham yang

berkualitas. Pada Bab selanjutnya, saya akan memaparkan strategi kombinasi dan bukti

keuntungan dari hasil melakukan screeninng saham.

188
BAB VI

STRATEGI KOMBINASI YANG SAYA TERAPKAN DALAM SCREENING

SAHAM

6.1 Strategi Kombinasi Screening Saham yang Saya Terapkan

Setelah membahas banyak bab 5 tentang panduan melakukan screening saham untuk

memilih stock pick, di bab ini saya akan memaparkan strategi kombinasi dari screening

saham yang saya terapkan untuk mendapatkan profit di pasar saham secara konsisten.

1. Saya memprioritaskan trading di saham-saham LQ45

Prioritas saya adalah trading di saham-saham LQ45. Hal ini sudah saya buktikan berkali-

kali bahwa saham-saham LQ45 memang bisa memberikan kenyamanan dan return yang

konsisten dalam trading saham. Saya bukannya anti saham LQ45. Toh, saya juga punya

banyak daftar stock pick dan saham yang masih saya screening yang berada di luar saham-

saham LQ45.

Tetapi, saya memang tetap memprioritaskan untuk membeli saham LQ45. Walaupun

trading di saham LQ45 juga memiliki kekurangan. Apa kekurangannya? Ketika pasar saham

turun atau bearish dengan cepat, maka kemungkinan besar jika anda sedang memegang

saham yang masuk dalam daftar saham LQ45, saham anda juga akan ikut turun. Hal ini

karena pergerakan IHSG memiliki korelasi sebesar 99% terhadap saham-saham LQ45.

Saham LQ45 adalah saham-saham likuid yang rata-rata sahamnya menyumbang

pengaruh yang besar terhadap kapitalisasi pasar saham. Sehingga, kalau IHSG naik, biasanya

saham LQ45 juga naik, dan sebaliknya.

Namun, saham-saham LQ45 memiliki pergerakan grafik saham yang lebih mudah untuk

ditebak. Terutama ketika pasar saham sedang jatuh, maka peluang membeli saham LQ45 di

harga rendah terbuka lebar. Saya sudah membuktikannya sendiri. Sebagai contoh, saham-

189
saham yang memiliki nilai kapitalisasi pasar besar dan masuk saham LQ45 seperti TLKM,

ASII, ketika harga sahamnya turun (saat itu IHSG juga sedang turun), maka harga sahamnya

bisa balik lagi dengan cepat ketika pasar saham sudah mulai rebound.

Saham-saham LQ45 lebih aman ditradingkan ketika saham-saham tersebut sudah melalui

proses screening. Walaupun kenaikan saham LQ45 tidak lebih cepat daripada saham-saham

gorengan, namun saham LQ45 bisa memberikan kenyamanan trading dan konsistensi profit.

Nah di satu sisi, sebenarnya saya sudah banyak menerima kritikan trader ketika di

website [Link] saya beberapa kali mengatakan bahwa membeli saham LQ45

itu memberikan kenyamanan yang lebih besar daripada main di saham-saham lapis tiga,

apalagi jika anda tidak paham cara tradingnya yang benar.

Trader banyak meng-kritik karena beranggapan bahwa: Untuk apa trading terus di

saham-saham LQ45. Saham-saham LQ45 itu pergerakannya lama sekali. Akan jauh lebih

baik jika bisa mendapatkan keuntungan yang cepat setiap hari. Anggapan tersebut tidaklah

salah. Semua trader juga ingin mendapatkan profit besar dan cepat dalam tempo singkat.

Tetapi yang paling adalah: Bagaimana trader mengaplikasinya lebih lanjut?

Hal ini yang kemudian menjadi amat sangat berisiko apabila trader kemudian gegabah

dan cenderung mengarah ke gambling dalam main saham. Jika trader maunya untung cepat

terus, ujung-ujungnya pasti akan mengarah ke permainan gambling.

Kalau trader main gambling di saham, anda pasti sudah tahu apa risikonya. Hal ini

dikarenakan sudah banyak sekali trader yang mengalami korban kebangkrutan karena

gambling dan maunya untung cepat tanpa mau menganalisa yang benar. Sangat disayangkan!

Maka dari itu, ebook ini bukan mengajarkan pada anda untuk gambling, tetapi lebih

mengajarkan pada anda bagaimana cara mendapat profit yang KONSISTEN di pasar saham,

dan bagaimana cara menghadapi gejolak di pasar saham dengan menetapkan saham-saham

pilihan yang lebih sesuai untuk anda.

190
Walaupun di bab 8 saya juga memaparkan membeli saham-saham lapis tiga yang

berpotensi naik 5-10% dalam sehari, tetapi saya lebih menekankan anda untuk tidak gegabah

dan tidak serakah dalam menetapkan target. Saham-saham LQ45 inilah bisa jadi pilihan.

Sepanjang yang saya alami selama ini, walaupun saham-saham LQ45 naiknya tidak

sekencang saham gorengan, tetapi pergerakan saham LQ45 tidak lambat.

Pergerakan saham LQ45 memiliki pola kenaikan dan penurunan harga saham yang lebih

pasti. Titik-titik support dan resisten pada grafik saham LQ45 lebih dapat dijadikan acuan

untuk membeli dan menjual saham.

2. Saya menetapkan batasan support dan resisten yang terdekat, support resisten kuat

dan menetapkan target support dan resisten lebih dari satu target

Kombinasi screening lainnya adalah dalam hal menetapkan target. Untuk menguji

keberhasilan analisis saham yang diuji dalam screening, saya tidak menetapkan target yang

terlalu muluk-muluk atau menggunakan analisa yang aneh-aneh dalam menetapkan take

profit atau menetapkan harga jual.

Dalam menetapkan target, saya menentukan target berdasarkan: Support dan resisten

yang paling dekat, support dan resisten yang paling sering tersentuh (support dan resisten

kuat), support dan resisten yang paling tampak dalam grafik. Dan yang paling penting adalah

menetapkan target jual lebih dari satu target. Mengenai hal ini sudah saya bahas di bab 5.

Silahkan anda baca analisa dan studi kasusnya kembali. Dengan menetapkan target seperti

ini, saya bisa lebih menentukan saham-saham mana yang sekiranya cocok untuk saya

tradingkan.

3. Saya sering mentradingkan saham yang sama berkali-kali

Jika saya menganalisis saham dan analisa saya terhadap saham tersebut benar, maka saya

bisa menyimpulkan bahwa saya cocok dengan saham tersebut. Kalau saya cocok dengan

suatu saham, saya pasti akan mentradingkannya berkali-kali. Mengapa demikian? Ya karena

191
disitulah ada portensi profit yang besar. Hal ini sudah saya buktikan dan memang bisa

‗menyumbang‘ profit terbesar dalam trading.

Saya tidak mengatakan bahwa saham yang bisa memberikan profit berkali-kali adalah

saham yang pasti bisa memberikan untung pada anda. Ada kalanya anda harus cut loss kalau

ternyata keputusan anda meleset (walaupun persentasenya sangat kecil), dan ada kalanya

anda bisa saja sewaktu-waktu mengeluarkan saham tersebut dari stock pick. Mengenai hal

tersebut, akan saya jelaskan di sub bab selanjutnya. Jadi, baca terus buku ini sampai habis

agar anda semakin memahami bagaimana cara melakukan screening saham yang benar dan

efektif.

4. Mengambil saham bagus, membuang saham jelek

Dalam melakukan screening saham, saya selalu membuang saham-saham yang memiliki

ciri-ciri sebagai berikut:

a. Downtrend berkepanjangan dan belum ada kenaikan harga saham sama sekali.

b. Sideways dengan rentang harga yang sangat sempit (sehingga harganya cenderung tidak

bergerak).

c. Mengalami perubahan tren secara signifikan (awalnya tren naik tiba-tiba menjadi turun

atau sideways).

d. Saham-saham yang tidak likuid terutama saham-saham lapis tiga.

e. Menghindari saham-saham yang pergerakan naik turunnya terlalu volatil, sehingga

menekan risiko kerugian. Untuk saham-saham lapis tiga yang ada sinyal naik, saya hanya

mentradingkan untuk scalping dengan alokasi modal maksimal 10% dari total modal.

f. Saham-saham yang pergerakan harganya sering menipu trader. Sebagai contoh, harga

saham yang keluar dari tren turun naik dengan volume besar, tetapi keesokan hari

harganya turun lagi sampai berhari-hari

g. Membuang saham-saham yang sudah pernah saya cut loss lebih dari satu kali.

192
Kemudian saya mengambil saham-saham bagus dengan kriteria-kriteria sebagai berikut:

a. Saham-saham lapis satu dan lapis dua yang sudah saya screening sebelumnya (baca bab 5

untuk mengetahui cara screening saham).

b. Saham-saham yang lebih memiliki tren yang agak fluktuatif, sehingga titik support dan

resisten bisa dibaca dengan jelas.

c. Saham-saham sideways yang memiliki rentang pergerakan harga yang agak lebar,

sehingga saya bisa membeli di harga support dan ketika memantul di resisten saya

langsung menjual. Dengan cara seperti ini, saya bisa profit 3-5% berkali-kali. Contohnya

pernah saya aplikasikan pada saham PWON (baca sub bab berikutnya: Hasil Keuntungan

Trading Saya dari Screening Saham Pilihan).

d. Mencari saham yang uptrend. Pernah saya aplikasikan pada PPRO, JPFA, WSKT dan

masih banyak saham lainnya.

e. Saham-saham yang memiliki titik support dan resisten yang bisa ditebak akan lebih

sering saya tradingkan (baca poin nomor 2).

Kombinasi strategi ini saya gunakan sejak beberapa tahun lalu. Selain itu, strategi ini

juga saya sarankan pada beberapa teman-teman yang pernah konsultasi berbayar dan terbukti

dengan kombinasi tersebut, lebih bisa menghasilkan keuntungan yang lebih konsisten, dan

memiliki arah trading yang lebih baik.

Intinya, dalam melakukan screening saham anda harus bisa memilah saham-saham

sebaik mungkin yang bisa membuat anda cocok dan nyaman untuk anda tradingkan. Jadi,

anda juga harus membuang saham-saham yang tidak cocok atau tidak layak untuk

ditradingkan.

Dalam menerapkan strategi kombinasi untuk screening saham, saya kebanyakan

menggunakan strategi swing trading dan intraday trading. Swing trading biasanya saya

193
gunakan saat membeli saham-saham yang sedang uptrend atau saham yang sudah benar-

benar berada di harga rendah (diskon) dan breakout.

Sedangkan intraday trading biasanya saya terapkan pada saham-saham yang sedang

sideways dan saham-saham yang memiliki fluktuatif pergerakan harga yang agak cepat, di

mana pergerakan harga tersebut lebih cepat menyentuh titik resisten tertentu.

6.2 Hasil Keuntungan Trading Saya dari Screening Saham Pilihan

Setelah saya memaparkan kombinasi strategi yang saya gunakan di pembahasan

sebelumnya, mungkin anda bertanya: Apakah memang strategi ini benar-benar Pak Heze

terapkan? Apakah terbukti membuahkan hasil yang lebik baik? Untuk memberikan bukti

yang lebih akurat dari strategi melakukan screening saham yang sudah saya paparkan, berikut

saya berikan salah satu hasil trading saya pada Bulan Mei 2017.

Sebelum menimbulkan pertanyaan dari para pembaca, saya akan menjelaskan sedikit

mengapa saya memaparkan hasil trading Bulan Mei 2017, bukan bulan-bulan lainnya. Bulan

Mei 2017 memang merupakan bulan di mana saya sedikit melakukan transaksi trading

dibandingkan bulan-bulan lainnya. Ya, boleh dikatakan jauh lebih sedikit. Bulan Mei 2017

saya hanya mentradingkan 5 (lima) jenis saham, yaitu PGAS, INDY, PWON, HRUM dan

ANTM.

Sedangkan di bulan-bulan lainnya, saya bisa trading pada lebih banyak saham dan satu

saham bisa saya tradingkan lebih dari dua kali, jika pola teknikalnya mendukung. Mengapa

saya sharing hasil trading bulan Mei 2017?

Pertama, bulan Mei 2017 saya memang cukup memiliki beberapa kesibukan di luar

trading saham, sehingga frekuensi transaksi saham saya cukup minim. Seperti yang saya tulis

bahwa saya hanya trading di lima jenis saham saja. Kelima trading saham itu hanyalah

194
saham-saham yang masuk dalam daftar / list stock pick saya. Di bulan Mei 2017 ini saya juga

lebih banyak trading saham menggunakan strategi intraday trading.

Artinya, selama Mei 2017 saya sama sekali tidak mentradingkan saham-saham yang ada

di luar stock pick. Namun, di Bulan Mei 2017 ini juga cukup unik karena saya transaksi

saham di portofolio bersih dari cut loss.

Kesibukan di luar trading ternyata tidak membuat trading saya kacau. Bagaimana bisa

tidak kacau? Jawabannya karena saya sudah memiliki stock pick. Stock pick ini bisa menjadi

―penunjuk jalan‖ bagi trader untuk trading pada arah yang lebih benar dan aman.

Kedua, Bulan Mei memang sering dikaitkan dengan fenomena sell in may and go away.

Dengan kata lain, banyak orang percaya bahwa pada Bulan Mei adalah bulan di mana para

trader banyak melakukan aksi profit taking yang menyebabkan pasar saham mengalami

koreksi yang lebih besar daripada bulan-bulan sebelumnya. Namun, dengan stock pick yang

sudah dilakukan screening sebelumnya, saya membuktikan bahwa mitos sell in may and go

away adalah salah.

Oke, kita langsung masuk saja. Perhatikan transaksi saham Bulan Mei 2017.

195
(Catatan: Saham PWON dan HRUM pada transaksi diatas tercatat saya membeli dan

menjual beberapa kali di harga yang sama. Saya hanya membeli satu kali. Mungkin

kesalahan pencatatan sistem saja yang dicatat lebih dari satu kali).

Dari kelima saham yang saya tradingkan, selama Bulan Mei 2017 profit yang saya

dapatkan adalah sebesar 9,2%. Keuntungan sekian saya yakin bukanlah keuntungan yang

terlalu besar dalam satu bulan. Namun, dengan trading tersebut saya bisa trading dengan

lebih terarah walaupun pada Bulan Mei 2017 fokus saya terpecah dari trading.

Memang dalam trading saham, anda tidak bisa hanya sekedar mengandalkan stock pick

saja. Ada banyak faktor lain yang harus anda perhatikan dalam trading, antara lain yang

paling penting adalah faktor emosi dan psikologis anda. Faktor emosi dan psikologis berarti

berkaitan dengan kemampuan anda untuk menahan diri untuk tidak trading terus kalau

memang anda sudah mencapai profit.

Kalau anda perhatikan rincian transaksi Mei 2017 diatas, saya terakhir kali melakukan

trading tanggal 19 Mei 2017. Setelah itu saya tidak lagi melakukan trading. Selama sisa

Bulan Mei 2017, saya tidak melakukan trading bukan karena tanpa alasan.

Saya merasa bahwa target take profit saya sudah tercapai sekitar 9,2% pada 19 Mei,

maka dari itu saya memutuskan untuk rest alias istirahat sejenak dari aktivitas trading saham.

Di satu sisi, saya juga melihat pasar saham sudah sudah mulai bearish, sehingga saya

memutuskan untuk mengambil posisi aman. Apabila saya menuruti emosi dengan trading

terus apalagi mengincar saham-saham lapis tiga, bukan tidak mungkin keuntungan yang

sudah saya dapatkan tergerus dan berubah menjadi kerugian.

Inilah yang saya maksud dengan faktor emosi dan psikologis. Mengontrol faktor emosi

dan psikologis dalam trading juga memiliki kaitan yang erat dengan stock pick. Jadi, dengan

memiliki stock pick ini saya dapat lebih mampu melihat peluang-peluang trading yang ada

196
dan menghindari risiko-risiko kerugian yang terlalu besar (seperti trading berlebihan, dan

membeli saham terlalu banyak di portofolio di luar rencana).

Stock pick membuat trading anda lebih berkualitas. Jika trader tidak memiliki stock pick,

trader biasanya akan cenderung mengambil keputusan trading yang asal-asalan. Kenapa saya

katakan asal-asalan?

Jumlah saham di Bursa Efek ada ratusan. Semakin tua anda main saham, jumlah saham

di Bursa Efek akan terus bertambah. Semakin bertambahnya jumlah saham di Bursa Efek,

semakin besar tuntutan anda untuk bisa memilih saham yang harus anda prioritaskan untuk

trading (stock pick).

Kalau anda tidak bisa memilih saham yang bagus untuk trading, saya bisa jamin anda

pasti tidak akan tahu arah dalam trading. Pernahkah anda mencoba melihat pergerakan semua

saham di Bursa Efek? Apa yang anda rasakan? Bingung, mata sakit (karena harga gerak

terus), tidak tahu harus pilih saham apa.

Itulah yang seringkali dirasakan trader ketika melihat semua daftar saham yang ada di

Bursa Efek saat jam pasar saham sedang berjalan. Rasa bingung karena melihat banyaknya

saham yang bergerak ini pada akhirnya rentan membuat trader mengambil saham yang salah.

Saham salah yang biasanya diambil trader adalah: Saham-saham yang kelihatannya

naik banyak, saham-saham yang harganya rendah, saham-saham yang kelihatannya

bergerak cepat.

Padahal trader sebenarnya tidak tahu dengan pasti apakah saham tersebut secara analisis

teknikal bagus atau tidak. Pada akhirnya, trader mencoba-coba trading tanpa paham arah

yang benar. Hasilnya? Sudah bisa ditebak. Akan ada banyak saham nyangkut dan saham cut

loss. Inilah yang saya maksud dengan: Trader tidak akan tahu arah jika tidak memiliki stock

pick.

197
Mungkin hasil trading saya ini terlihat konyol karena logikanya bagaimana mungkin saya

hanya mentradingkan 5 saham di Bulan Mei 2017, padahal saham di Bursa Efek jumlahnya

ada 500 lebih? Sedangkan Bulan Mei jumlah hari trading ada sekitar 20 hari? Ya karena

saya sudah memiliki stock pick. Memang jumlah saham yang ada di stock pick saya lebih

dari 15 jenis saham, tetapi saya hanya memilih 5 saham yang menurut pengamatan saya

memiliki potensi naik cepat pada saat itu.

Jadi apakah konyol hanya trading di 5 jenis saham saja? Menurut saya tidak. Saya tidak

terus berharap dan menginginkan janji surga untuk trading di saham-saham yang katanya Si

A bagus, katanya Si B pasti akan naik hanya demi mengejar keuntungan ratusan persen per

bulan.

Cara ini sudah pernah saya gunakan sebelumnya dan bukan profit ratusan persen per

bulan yang saya dapatkan, tetapi justru saya banyak cut loss. Ketika saya sudah bisa

menemukan strategi screening saham, barulah profit yang saya dapatkan lebih konsisten dan

hasil keputusan trading bisa dijalankan dengan logis, masuk akal dan penuh pertimbangan

yang matang.

Bukan masalah mana yang lebih cepat menghasilkan keuntungan antara harian,

mingguan, atau bulanan. Tetapi hal yang lebih penting adalah bagaimana anda bisa

melakukan SCREENING SAHAM.

6.3 Trading di Saham yang Sama Secara Berulang

Pada sub bab 6.1 saya juga menjelaskan pada anda mengenai kombinasi strategi

screening saham yang saya terapkan dalam trading. Pada salah satu poin, saya menjelaskan

bahwa ketika menemukan stock pick yang cocok, saya bisa mentradingkan saham yang sama

secara berulang kali.

198
Saya akui bahwa jika memiliki stock pick, saya lebih mudah dalam mengambil keputusan

trading saham, dan bisa mendapatkan profit yang berulang pada beberapa jenis saham, karena

saya sudah memahami benar pola pergerakan sahamnya. Pada sub bab ini, saya akan

memaparkan beberapa saham yang saya tradingkan secara berulang (ada juga yang hanya

satu kali), yaitu pada saham PWON, PPRO, ELSA, JPFA, WTON, APLN, WSKT).

Sebenarnya ada banyak, tetapi saya berikan beberapa contoh saya yang sudah bisa mewakili

untuk strategi intraday trading dan swing trading.

TRADING SAHAM PWON

Sekarang perhatikan saham PWON yang masuk dalam stock pick saya dan juga

seringkali saya tradingkan. Berikut rincian transaksi saham PWON yang saya ambil mulai 1

Januari 2016 – Pertengahan tahun 2017.

199
200
Itu adalah rincian transaksi saya pada saham PWON. Bisa anda lihat saya mentradingkan

PWON dengan frekuensi yang cukup sering dan saya mentradingkannya berulang kali.

Selama trading di saham PWON, saya beberapa kali menggunakan strategi averaging up

(membeli dan menambah jumlah saham ketika harganya naik lagi). Mengapa saya sering

sekali trading di saham PWON? Karena saya sudah memahami pola pergerakannya.

Analisis yang saya gunakan untuk trading di saham PWON, yaitu seperti yang sudah

saya jelaskan pada sub bab sebelumnya mengenai kombinasi strategi screening saham, yaitu

saya menetapkan batasan support dan resisten kuat yang bisa dibaca dan ditebak dengan lebih

mudah. Sebagai informasi, sampai saat ebook ini ditulis PWON masuk dalam daftar anggota

saham LQ45. Mungkin beberapa dari anda ada yang bingung melihat rincian transaksi

PWON yang saya paparkan. Oleh karena itu, agar anda bisa melihat time frame trading saya

dan saya membeli dan menjual di harga berapa, perhatikan tabel transaksi saham PWON saya

dibawah ini.

Tanggal Beli Harga Beli Tanggal Jual Harga Jual Keterangan


08-Jan-16 479 13-Jan-16 494
04-Feb-16 442 17-Feb-16 480
Harga 460 adalah harga averaging up dari 461, 458, 442 dan
23-Feb-16 458,75 10-Mar-16 480
462. 480 adalah harga average dari 486 dan 474
16-Mei-16 493 18-Mei-16 510
20-Mei-16 500 23-Mei-16 510
24-Jun-16 587,5 29-Jun-16 620 Harga 587,5 adalah averaging up dari 585 dan 590
18-Jul-16 627,5 21-Jul-16 640 Harga 627,5 adalah averaging up dari 625 dan 630
26-Jul-16 625 29-Jul-16 640
15-Agust-16 630 16-Agust-16 650
15-Sep-16 600 16-Sep-16 625
04-Nop-16 705 07-Nop-16 720
09-Nop 705 10-Nop 720
18-Mei-17 565 19-Mei-17 600
06-Jun 605 07-Jun 625
12-Jun 605 14-Jun 625

Perhatikan rincian transaksi beli-jual saham PWON yang masuk dalam stock pick saya.

Trading saham PWON yang saya lakukan ada yang saya gunakan untuk intraday trading, ada

juga yang saya gunakan untuk swing trading. Saya juga melihat situasi dan kondisi yang ada

201
di pasar saham. Apabila PWON naik dengan cepat mencapai batas resisten tertentu, maka

saya segera jual (intraday trading). Tetapi apabila saya harus menunggu PWON naik ke

resisten tertentu, maka saya jadikan sebagai swing trading.

Pada beberapa transaksi memang terlihat saya pernah membeli dan menjual PWON di

harga yang agak rendah. Misalnya saya pernah membeli PWON di 500 dan menjual di 510.

Hal ini dikarenakan saya melihat kondisi market yang kurang kondusif dan saham saya

berpotensi turun, sehingga saya memilih untuk menjual sahamnya terlebih dahulu.

Dari transaksi saya di saham PWON, saya bisa profit berkali-kali di saham yang sama.

Apa artinya? Artinya jika anda trading di saham-saham yang sudah melalui proses

screening dan seleksi, trading anda akan terasa lebih aman, nyaman, dan profit yang

didapatkan bisa lebih konsisten. Hal ini seperti yang juga sudah saya paparkan di bab-bab

sebelumnya.

Mungkin beberapa dari anda bertanya-tanya: ―Strategi apa yang sebenarnya Pak Heze

terapkan untuk trading di saham PWON ini? Support dan resisten seperti apa yang Pak Heze

terapkan untuk analisis?”

Oke, di ebook ini saya akan kasih bocorannya. Bocoran yang saya berikan ini hendaknya

bisa jadi pertimbangan dasar pengambilan keputusan anda juga dalam menyeleksi saham-

saham yang bagus untuk masuk dalam stock pick. Maksud saya, jika anda nantinya

menemukan saham dengan pola-pola seperti itu, anda bisa mencoba untuk mentradingkannya

dan memasukkan dalam stock pick. Perhatikan grafik saham PWON daily 3 bulanan.

202
Perhatikan adanya titik support dan resisten saham PWON. Titik-titik support dan

resisten pada saham PWON ini seringkali tersentuh. Di mana ketika titik support 600

tersentuh (perhatikan yang saya beri garis horizontal, harga saham kemudian langsung

berbalik naik. Sedangkan ketika harga saham sudah berada di kisaran harga 625, 640-650

(perhatikan yang saya beri tanda lingkaran), harga saham langsung turun lagi ke 600.

Perhatikan juga grafik PWON selama Januari 2017- April 2017.

Grafik PWON pada Januari – April 2017 ketika harga sahamnya masih di rentang 550-

600, PWON juga sering membentuk support dan resisten kuat. Perhatikan, PWON sering

menyentuh harga 550 (tanda lingkaran). Setelah menyentuh harga 550, PWON mampu naik

ke 600-610 (perhatikan tanda persegi). Setelah itu, PWON kembali turun ke 550. Demikian

juga seterusnya sebelumnya PWON melanjutkan kenaikan tren. Kemudian, perhatikan juga

grafik PWON Mei 2016- Agustus 2016.

Pada Bulan Maret – Mei 2016 PWON sering menyentuh support 480 dan resisten 560.

Sedangkan pada Juni – Agustus 2016 PWON sering menyentuh support 605 dan resisten 650.

203
Sehingga disini anda bisa memanfaatkan momen untuk membeli di harga support yang

sama, yaitu di 605 dan menjual di harga resisten yang sama, yaitu di harga 625, 640-650. Hal

ini bisa anda lakukan secara berulang kali, sehingga anda bisa mentradingkan saham ini terus.

Inilah adalah salah satu CONTOH tipe saham yang pola grafiknya BAGUS. Tipe pola

grafik seperti ini bisa anda masukkan dalam stock pick anda, ketimbang anda memilih saham

yang downtrend terus (meksipun harganya sudah rendah), tetapi belum ada sinyal naik sama

sekali.

TRADING SAHAM PPRO

Saham PPRO sering sekali saya tradingkan, terutama pada Bulan Februari 2016 –

Desember 2016. Saham PPRO saya tradingkan berkali-kali karena PPRO sudah saya

uji screening dan masuk dalam stock pick saya. Supaya anda percaya, berikut adalah

rincian trading saham PPRO dibawah ini.

204
Saya mentradingkan saham PPRO untuk swing trading dan beberapa transaksi untuk

intraday trading. Untuk lebih memudahkan melihat transaksi buy-sell saya pada saham

PPRO, berikut saya rangkum trading saham PPRO. Perhatikan rincian transaksi PPRO

dibawah ini:

Tanggal Beli Harga Beli Tanggal Jual Harga Jual Keterangan


Harga 232 adalah harga averaging up dari harga 190, 224,
16-Feb-16 232 12-Mei-16 330
226, 230, 306
23-Mei-16 372 02-Jun-16 382
03-Jun-16 412 30-Jun-16 520 Harga 412 adalah averaging up dari harga 388 dam 436
29-Jul-16 560 29-Jul-16 615
01-Agust-16 662,5 03-Agust-16 720 Harga 662,5 adalah averaging up harga 640 dan 685
15-Agust-16 745 15-Agust-16 810
18-Agust-16 825 05-Sep-16 845
07-Sep-16 985 16-Sep-16 1040 Harga 985 adalah averaging up dari harga 955 dan 1015
30-Sep-16 1307,5 31-Okt-16 1325
14-Des-16 1330 29-Des-16 1380

Saya mentradingkan PPRO rata-rata dengan strategi swing trading. Saya membeli PPRO

mulai 16 Februari 2016 dan melakukan averaging up sebanyak 4 kali. Kemudian saya

menjual PPRO tanggal 12 Mei 2016. Saya trading di saham PPRO selama tahun 2016.

Banyak transaksi saya pada saham PPRO yang rata-rata saya gunakan untuk swing trading.

205
Perhatikan, dengan adanya stock pick, saya bisa trading dengan lebih baik, dan mencetak

profit yang konsisten. Saya bisa mencetak profit dari satu saham yang berulang karena bisa

mengerti titik support, resisten dan arah garis trennya. Mengenai garis tren saya bahas banyak

di bab 2 dan bab 3. Silahkan anda baca-baca kembali.

Saya mengincar saham-saham yang memiliki pola analisis teknikal yang bisa saya baca

dan cocok untuk ditradingkan. Saya membeli PPRO karena saya melihat tren saham PPRO

yang terus naik (uptrend), sehingga bagi saya saham yang memiliki tren naik lebih bagus

dijadikan sebagai sarana swing trading.

Namun kemudian saya mengeluarkan PPRO dari stock list dikarenakan tren PPRO sudah

cukup naik kencang hingga hampir ke 1.500 dan sudah berada sideways di harga atas.

Akhirnya saya mengeluarkan PPRO dari stock pick. Daftar saham yang ada di stock pick

boleh anda keluarkan kalau anda menganggap saham tersebut sudah ‗tidak layak‘

ditradingkan. Saya banyak membahas ini pada bab 7.

TRADING SAHAM ELSA

Saham ELSA juga saya tradingkan sejak bulan April 2016 – Bulan September 2016.

Berikut adalah rincian saham ELSA

206
Saya mentradingkan ELSA karena saya melihat ELSA berada dalam tren naik. Di sisi

lain, ELSA juga menunjukkan tren naik dengan grafik yang sedikit fluktuatif, sehingga saya

bisa menebak titik support dan resistennya dengan jelas. Saya cukup sering membeli saham

ELSA. Untuk mempermudah melihat saya membeli dan menjual di harga berapa, perhatikan

rangkuman tabel dibawah ini.

Tanggal Beli Harga Beli Tanggal Jual Harga Jual Keterangan


11-Apr-16 375 13-Apr-16 434
25-Apr-16 489 26-Apr-16 500 Harga 489 adalah averaging up dari harga 478 dan 500
12-Mei-16 480 17-Mei-16 515
26-Jul-16 498 27-Jul-16 510
10-Agust-16 525 15-Agust-16 510 Cut loss
15-Sep-16 438 16-Sep-16 460

Saya membeli ELSA tanggal 11 April 2016 dan menjual tanggal 13 April di harga 434

karena saya melihat ELSA sudah mulai koreksi. Namun tren ELSA kembali melanjutkan

penguatan. Saya membeli kembali di harga averaging 478 dan 500. Saya sempat melakukan

cut loss saham ELSA tanggal 15 Agustus 2016 di harga 510 dan tanggal 10 Agustus 2016

saya membeli di harga 525.

Saya melakukan cut loss karena pada waktu itu saya terburu-buru mengambil keputusan.

Saat tren ELSA sudah terlihat sulit naik saya memaksakan membeli di harga 525. Alhasil,

harga saham ELSA justru turun dan saya cut loss. Kemudian saat 15 September 2016 harga

saham ELSA sudah mulai rebound saya membeli lagi di harga 438 dan menjual di 460.

Nah, perhatikan! Seperti yang sudah saya tekankan sebelumnya bahwa memiliki saham

pilihan memang sama sekali tidak menjamin anda untung. Buktinya, saya juga pernah

melakukan cut loss.

Tetapi, cut loss yang saya lakukan pada saham-saham yang sudah masuk di stock pick

tidak sebesar ketika saya melakukan cut loss ketika masih belum memiliki stock pick yang

jelas dan hanya trading berdasarkan feeling. Dan cut loss tersebut bisa tertutup oleh

keuntungan di transaksi berikutnya. Disini terlihat bahwa memiliki stock pick tidak menjamin

207
profit terus, tetapi bisa mengarahkan anda pada jalan trading yang benar. Oke, sekarang

perhatikan grafik saham ELSA dibawah ini.

Ini adalah salah satu contoh grafik yang cukup bagus untuk ditradingkan jangka pendek

karena kalau anda lihat polanya terdapat adanya fluktuatif harga yang bisa dijadikan acuan

titik support dan resisten serta adanya dukungan volume yang likuid. Atas dasar inilah, saya

mentradingkan saham ELSA.

TRADING SAHAM JPFA

Saham JPFA ini juga termasuk salah satu sahsam favorit saya yang sering saya

tradingkan. JPFA sudah melalui proses screening saham melalui langkah-langkah seperti

yang saya jelaskan di bab 5. Perhatikan rincian transaksi saham JPFA dibawah ini.

208
Tanggal Beli Harga Beli Tanggal Jual Harga Jual Keterangan
11-Agust-16 1450 11-Agust-16 1505
30-Nop-16 1600 01-Des-16 1670
01-Des-16 1590 01-Des-16 1570 Cut Loss
29-Des-16 1440 30-Des-16 1515
Tanggal 3 dan 6 Januari 2017 saya membeli JPFA 2 kali
03-Jan-17 1475 11-Jan-17 1520
di harga yang sama, yaitu 1475
10-Mar-17 1645 05-Apr-17 1710

Saham JPFA saya tradingkan cukup sering tetapi ada beberapa saat di mana JPFA tidak

saya tradingkan dan menunggu momenyang lebih tepat. Perhatikan rincian buy-sell JPFA

diatas. Pada tanggal 1 Desember 2016 saya juga melakukan cut loss pada JPFA. Hal ini

dikarenakan 1 Desember 2016 saya menjual saham JPFA setelah membeli tanggal 30

November 2016 d harga 1.600.

Namun, setelah menjual di harga 1.670, saham JPFA terkoreksi cukup cepat. Hingga

JPFA menyentuh kembali harga 1.590. Saya saat itu memang terburu-buru mengambil

keputusan dengan membeli JPFA di 1.590, padahal JPFA ada potensi penurunan lagi. Dan

benar saja, JPFA saat itu sempat turun ke 1.555. Akhirnya saya memutuskan cut loss JPFA di

harga 1.570. Saya kembali membeli JPFA pada tanggal 29 Desember 2016 setelah JPFA

sudah menunjukkan sinyal rebound.

Untuk saham JPFA saya lebih banyak mentradingkan menggunakan strategi intraday

trading. Hal ini dikarenakan JPFA memiliki fluktuatif yang cukup tinggi, di mana harga naik

dan turun dengan cukup cepat, sehingga saya tidak melakukan swing trading pada JPFA

keran terlalu berisiko. Saya mengincar kenaikan cepat dari saham JPFA

Sekali lagi, memiliki stock pick tidak menjamin anda pasti untung. Seperti contoh saham

ELSA yang saya paparkan sebelumnya, saya juga melakukan cut loss. Namun, setidaknya

dengan adanya stock pick, saya bisa trading dengan lebih baik dan membeli saham-saham

yang sudah hafal pola teknikal grafiknya. Sekarang coba anda perhatikan grafik JPFA

dibawah ini.

209
JPFA terlihat membentuk titik-titik support yang cukup jelas dan sering tersentuh di

kisaran harga 1.500. Lalu saat JPFA naik, support JPFA bertengger di kisaran harga 1.600.

Saya bisa trading JPFA secara berulang dengan ―menghafalkan‘ titik support dan resistennya.

TRADING SAHAM WTON

Tahun 2014 saya juga membeli saham WTON sebanyak 2 kali. Saya membeli WTON

karena tren WTON sedang naik dan WTON saat itu juga memiliki peminat yang besar. Tren

WTON yang naik ini saya gunakan sebagai sarana swing trading, di mana salah satunya saya

menyimpan saham WTON selama 1 bulan. Tanggal 24 November 2014 saya membeli

WTON di harga 1.235 dan menjualnya tanggal 24 Desember 2014 di harga 1.310. Perhatikan

rincian transaksi WTON saya dibawah ini.

Untuk saham WTON, saya mulai meragukannya sejak mulai terlihat adanya perubahan

tren harga saham. Di mana WTON terlihat mulai lambat naik ketika mencapai 1.400.

Akhirnya saya mengeluarkan WTON dari stock pick karena mulai menunjukkan adanya

tanda-tanda perubahan tren harga saham.

210
TRADING SAHAM APLN

Saham APN sering saya trading pada akhir tahun 2014 hingga tahun 2015. Perhatikan

rincian transaksi saham APLN dibawah ini.

APLN saya tradingkan karena memiliki titik support dan resisten kuat yang jelas.

Sebagai contoh pada tanggal 11 Maret 2015 saya membeli APLN di harga 412 dan menjual

tanggal 20 Maret 2015 di harga 435. Lalu ketika APLN koreksi lagi di kisaran harga 412-

418, saya membelinya lagi di harga 416 pada tanggal 26 Maret 2015 dan menjual ketika

APLN naik lagi ke kisaran resisten 438 pada tanggal 1 April 2015.

Analisis teknikal APLN sama dengan saham PWON: Saya memasukkan APLN ke dalam

stock pick karena APLN memiliki titik support dan resisten kuat yang sering dilalui oleh

pergerakan harga, sehingga saya mentradingkannya beberapa kali. Namun, setelah itu saya

mengeluarkan APLN dari stock pick karena sejak akhir April 2015 saham APLN terus turun,

yang juga diperparah dengan resesi ekonomi Indonesia pada saat itu.

TRADING SAHAM WSKT

Saya juga pernah mentradingkan saham WSKT untuk swing trading pada tahun 2014-

2015. Alasan saya mentradingkan saham WSKT adalah karena WSKT berada dalam tren

naik. Saya menyimpan WSKT selama lebih dari 2 bulan dan kemudian saya jual. Saya

membeli WSKT tanggal 29 Desember 2014 di harga 1.535 dan kemudian menjual pada

tanggal 14 Februari 2015 di harga 1.795. Saya kemudian tidak mentradingkan WSKT lagi

karena pada Bulan April 2015 mulai terlihat tanda-tanda adanya pelemahan IHSG yang

sangat signifikan.

211
Apa yang saya paparkan di bab ini sama sekali bukan bermaksud untuk pamer profit

pada anda. Bab ini memiliki kaitan yang erat dengan bab-bab sebelumnya tentang panduan

melakukan screening saham untuk mendapatkan stock pick.

Cara melakukan screening saham yang sudah saya paparkan ini terbukti bisa

memberikan hasil profit yang lebih konsisten dibandingkan jika melakukan trading secara

asal-asalan. Apa yang saya paparkan ini bisa menjadi ACUAN TRADING bagi anda. Acuan

bagaimana anda membeli saham yang bisa membuat anda aman, acuan bagaimana anda

menerapkan dan mengaplikasikan trading saham pada stock pick yang sudah anda lakukan

screening sebelumnya.

6.4 Percayalah! Memiliki Saham Pilihan Lebih Menjamin Anda Mencetak Profit

Tidak memiliki stock pick ibarat seseorang yang sedang berlayar, tetapi tidak paham

cara membaca kompas. Tidak memiliki stock pick berarti trader sedang menghadapi

fluktuatif pasar saham, tetapi tidak tahu bagaimana caranya trading.

EL HEZE – STOCK TRADER

Dalam trading saham, yang paling penting adalah bagaimana agar anda bisa

mendapatkan profit KONSISTEN, bukan sekedar profit besar. Tidak ada gunanya jika di

Bulan Januari anda memperoleh profit yang paling besar dibandingkan bulan-bulan

sebelumnya, akan tetapi anda pada Bulan Februari anda mengalami kerugian 2 kali lebih

besar daripada Bulan Januari.

212
Sudah banyak pemain saham yang senang mendapatkan profit besar. Ternyata di bulan-

bulan berikutnya trader mengalami kerugian yang besar. Hal ini menandakan bahwa trader

belum bisa mendapatkan profit konsisten di pasar saham. Apa kunci seorang trader bisa

mendapatkan profit konsisten? Profit konsisten bisa diraih apabila anda memiliki stock pick

dari saham-saham yang sudah anda screening sebelumnya.

Dari strategi kombinasi yang saya terapkan dan profit yang saya peroleh, saya juga

sudah membuktikan bahwa dengan adanya stock pick terbukti saya bisa mendapatkan profit

yang lebih stabil dibandingkan jika saya tidak memiliki stock pick.

Stock pick bukanlah ―dewa‖ dalam trading yang bisa memberikan jaminan pada anda

bahwa anda akan pasti untung ketika trading di saham-saham yang masuk stock pick. Stock

pick bukanlah ―dewa‖ karena stock pick memang tidak menjamin anda 100% pasti untung.

Di bahasan bab 7, anda akan menemukan jawabannya.

Tetapi, stock pick itu ibarat penunjuk jalan dalam trading. Mengapa saya penunjuk jalan?

Stock pick adalah bagian dari trading plan. Sesuai artinya, trading plan adalah perencanaan

trading, yaitu perencaan untuk membeli saham yang tepat berdasarkan analisis, perencanaan

membeli dan menjual saham di harga yang sudah anda setting. Agar anda bisa menentukan

perencanaan beli-jual saham yang baik, anda setidak-tidaknya harus memiliki saham-saham

pilihan yang nyaman untuk anda tradingkan.

Perencanaan juga anda butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, Si Abi

berencana untuk datang ke kantor lebih pagi, maka si Abi merencanakan semuanya dari awal.

Mulai bangun lebih pagi, tidur lebih awal dan lain sebagainya. Tetapi, perencanaan yang

dilakukan Si Abi ini tidak menjamin bahwa Si Abi pada hari besok pasti akan sampai di

kantor lebih pagi. Kenapa demikian?

213
Bisa saja Si Abi terkena macet karena pagi hari jalanan sudah ramai. Bisa saja Si Abi

tiba-tiba saat pagi hari sebelum berangkat melupakan sesuatu. Atau bisa saja tiba-tiba di jalan

raya Si Abi terkena razia polisi. Si Abi tidak pernah bisa mengetahui hal itu sebelumnya.

Dengan kata lain, sebuah perencanaan yang disusun oleh seseorang TIDAK MENJAMIN

bahwa semua rencana yang ditetapkan akan berhasil. Mengapa demikian? Karena anda tidak

bisa mengetahui masa depan. Namun, dengan perencanaan anda bisa lebih teratur, disiplin

dan tentunya lebih dapat mencapai hasil yang optimal.

Hal ini sama juga dengan stock pick dalam trading. Stock pick yang anda miliki tidak

menjamin anda pasti profit, tetapi dengan adanya stock pick, trading anda akan terasa lebih

aman, nyaman, profit yang anda dapatkan lebih konsisten, dan anda lebih dapat menghindari

risiko saham-saham yang nyangkut atau terlalu sering cut loss.

Sekali lagi, memiliki saham pilihan itu sangat penting. Saham pilihan bisa lebih

menjamin anda untuk mendapatkan profit yang konsisten, mendapatkan kenyamanan dan

disiplin dalam trading. Namun, stock pick tidak bisa memastikan 100% bahwa anda pasti

profit dan tidak pernah rugi.

Seperti quote yang saya tulis diatas, seorang trader yang tidak punya stock pick ibarat

seseorang yang sedang berlayar, tetapi tidak paham cara membaca kompas. Banyaknya trader

yang tidak punya stock pick membuat mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika

melihat pergerakan saham yang begitu banyak dan fluktuatif.

Hal ini kerap membuat mental trading mereka lebih cepat jatuh, terutama ketika mereka

harus berhadapan dengan saham yang turun secara drastis, dan tidak tahu arah dalam trading.

Jadi, setelah membaca buku ini anda harus mulai menerapkan strategi-strategi melakukan

screening saham untuk mendapatkan stock pick yang layak, seperti yang sudah banyak saya

paparkan dalam ebook ini.

214
6.5 Insting Trading dan Stock pick

Saya harus mengatakan satu hal penting ini pada anda. Fakta ini mungkin agak sulit anda

terima, tetapi itulah kenyataanya. Apakah fakta yang saya maksud tersebut? Banyak orang

berpikir bahwa trading saham itu bisa dilakukan dengan jauh lebih mudah jika anda sudah

mahir. Maksudnya disini adalah, kalau anda sudah mahir dalam trading (anda sudah kenyang

pengalaman), anda bisa memperoleh dan mencetak profit dengan lebih mudah. Semakin lama

jam terbang trading, maka semakin pintar seseorang dalam mencetak profit di pasar saham.

Faktanya, TIDAK SELALU begitu. Sometimes market is really unpredictable. Perlu

anda ketahui, dalam trading saham yang anda andalkan bukan hanya analisis teknikal, tetapi

juga adalah ILMU MENEBAK. Artinya, INSTING trading anda harus kuat. Ilmu menebak

yang saya maksud disini bukan ilmu menebak asal-asalan, tetapi dengan analisis teknikal dan

pengetahuan yang sudah anda dapatkan di pasar saham.

Kenapa anda butuh ilmu menebak? Ya karena seperti yang saya katakan tadi:Sometimes

market is really unpredictable. Ada saham-saham yang kelihatannya naik, ternyata naiknya

cuma tipuan saja. Ada saham-saham yang kelihatannya memberikan sinyal yang bagus

sekali, ternyata harga sahamnya cuma naik sehari saja. Besok harganya turun drastis. Banyak

orang berpikir saham A, saham B, saham C tidak lama lagi akan naik. Kenyataannya? Harga

sahamnya justru bertengger di harga itu-itu saja.

Maka dari itu, karena pasar saham sifatnya terkadang tidak bisa diprediksi, anda harus

punya insting yang kuat. Insting trading yang kuat ini biasanya akan dengan cepat

terasah diperoleh jika anda mentradingkan saham-saham yang sama yang sudah

pernah atau bisa memberikan profit. Dan saham-saham tersebut, anda tradingkan terus

menerus secara berulang kali.

215
Logikanya sama seperti pisau. Pisau yang sama jika diasah terus berkali-kali, maka pisau

tersebut semakin tajam. Jika saham yang sama anda tradingkan secara berulang kali, lama-

kelamaan anda akan paham pola saham tersebut.

Anda akan lebih mengetahui dengan mudah ke mana pergerakan saham tersebut. Anda

bisa lebih paham kapan anda harus masuk dan keluar pada saham yang anda tradingkan,

karena anda setiap hari sudah melihat dan mengamati pola grafiknya di depan monitor.

Bahkan anda akan punya insting yang kuat jika saham tersebut akan berbalik tren.

Inilah yang saya maksud dengan insting trading. Ketika anda trading di saham-saham

pilihan secara berulang kali, maka insting trading anda akan semakin kuat. Insting ini muncul

karena anda sudah belajar pola pergerakannya. Berbeda jika anda mengambil saham secara

random, anda mungkin belum paham pergerakan support-resisten saham tersebut dan

memiliki risiko yang lebih tinggi. Itulah kenapa saya selalu mengatakan pada anda bahwa

anda harus memiliki stock pick.

216
BAB VII

STRATEGI LANJUTAN: YANG HARUS DILAKUKAN SETELAH SCREENING

SAHAM?

Bab 7 ini saya buat karena saya yakin sekali setelah anda membaca bab demi bab

terutama tentang panduan screening saham untuk stock pick yang tepat, anda pasti memiliki

banyak sekali pertanyaan: Berapa jumlah saham yang seharusnya masuk dalam stock pick?

Bagaimana cara manajemen modal ketika trading saham di stock pick? Apakah boleh saham-

saham yang sudah masuk stock pick dikeluarkan? Kalau sudah punya stock pick yang bagus,

apakah boleh sayatrading saham-saham lain yang diluar stock pick? Untuk melengkapi dan

menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai stock pick, supaya hasil trading anda lebih baik,

silahkan simak bab 7 ini.

7.1 Berapa Jumlah Maksimal Stock pick yang Disarankan?

Dikarenakan ada banyak sekali saham-saham yang ada di Bursa Efek, jika anda

melakukan screening saham, dan jika saham-saham yang sudah anda screening bisa masuk

dalam stock pick (daftar saham pilihan), kemungkinan besar anda akan memiliki lumayan

banyak saham yang cocok untuk anda tradingkan.

Nah, yang jadi pertanyaan: Berapa jumlah maksimal saham yang ada di stock pick yang

sebaiknya dimiliki oleh trader? Jumlah maksimal stock pick saya tidak membatasinya. Tetapi,

yang lebih spesifik saya sarankan adalah jangan memiliki terlalu banyak stock pick (lebih dari

30 saham). Sebaliknya, saya juga tidak menyarankan anda memiliki terlalu sedikit stock pick.

Misalnya, anda hanya punya 5 stock pick. Jumlah 5 saham untuk masuk stock pick tentu

terlalu sedikit

Saya tidak menyarankan pada anda untuk memiliki terlalu banyak stock pick karena

terlalu banyak stock pick akan menyebabkan anda bingung, anda harus memilih terlalu

217
banyak saham. Sedangkan, dalam portofolio saham juga tidak baik apabila anda memiliki

terlalu banyak saham.

Artinya, jika anda memiliki sampai 80 jenis saham yang masuk dalam stock pick,

sedangkan anda harus memilih hanya 3-4 saham yang perlu anda tradingkan, maka hal

tersebut bisa membuat anda bingung memilih saham, karena terlalu banyak saham yang

masuk dalam stock pick.

Sedangkan jika anda memiliki hanya 20 saham di stock pick, maka hal ini akan jauh lebih

memudahkan anda untuk memilih saham dan memantau saham-saham mana saja yang paling

potensial untuk mengalami kenaikan pada keesokan harinya. Hal ini memudahkan anda untuk

membeli 3-4 jenis saham saja dengan pertimbangan yang lebih akurat.

Sebaliknya, kalau anda memiliki stock pick yang terlalu sedikit (dibawah 10 saham), hal

ini juga bisa membuat anda kesulitan untuk memilih saham yang bagus untuk ditradingkan.

Memang dalam memilih stock pick, anda harus mampu mengerucutkan pilihan saham dari

ratusan hanya menjadi beberapa saja. Tetapi, anda harus memiliki stock pick saham dengan

jumlah yang memadai.

Hal ini dikarenakan jika anda memiliki stock pick yang terlalu sedikit, apabila saham-

saham tersebut belum ada yang memberikan sinyal kenaikan harga saham, maka anda ―tidak

bisa trading‖. Ini artinya anda punya potensi kehilangan momen trading dan mencetak profit,

padahal mungkin ada banyak saham di luar stock pick anda yang seharusnya bisa anda

masukkan sedang naik tinggi-tingginya.

Setiap manusia memiliki bounded rationality (keterbatasan rasional). Keterbatasan

rasional artinya, manusia (baca: trader) bisa memilah informasi dan saham apabila tidak

terlalu banyak pertimbangan, dan juga tidak terlalu sedikit pertimbangan yang ada. Terlalu

banyak pertimbangan bisa membuat seseorang bingung harus memilih mana yang terbaik.

Sebaliknya, apabila anda memiliki terlalu sedikit pertimbangan, hal ini akan membuat anda

218
memiliki sedikit opsi, jalan, dan pada akhirnya anda tidak bisa mengembangkan keputusan

trading dengan baik.

Jadi, saham yang ada dalam stock pick anda tidak boleh terlalu banyak dan juga tidak

boleh terlalu sedikit. Maka dari itu, saya menyarankan pada anda setidaknya anda memiliki

tidak lebih dari 30 saham yang masuk dalam stock pick. Dan saham-saham yang anda

masukkan dalam stock pick sedikit-dikitnya lebih dari 10 jenis saham.

7.2 Manajemen Modal Saat Trading di Saham Pilihan

Trading di saham-saham pilihan yang masuk dalam stock pick tentu saja membutuhkan

manajemen modal yang baik. Walaupun saham-saham tersebut sudah masuk dalam daftar

saham yang anda pilih, tetapi anda harus mampu melakukan manajemen modal. Mengapa

perlu manajemen modal yang benar? Saya berikan contoh yang pernah saya alami sendiri.

Jika di dalam stock pick terdapat 17 saham pilihan dan kemudian ada 11 saham yang

sudah memberikan sinyal naik, maka disini tidak mungkin anda membeli 11 saham tersebut.

Jika anda harus membeli 2-3 saham saja, anda pun harus mengalokasikan modal

sebijaksana mungkin agar anda tetap memiliki sisa modal di account balance dan

memprioritaskan saham-saham yang sekiranya paling potensial memberikan profit.

Hal yang sering dialami pemain saham adalah mereka mulai serakah, overconfidence dan

panic buying ketika mereka melihat saham-saham yang ada dalam daftar stock picknya

banyak yang memberikan sinyal naik. Hal ini terutama terjadi ketika pasar saham sedang

bullish kencang.

Akhirnya trader mulai membeli semua saham-saham yang sudah terlihat naik. Hal ini

mengakibatkan terlalu banyak saham di portofolio trader yang berakibat pada diversifikasi

saham yang buruk. Perlu anda ketahui, menyimpan saham terlalu banyak tidak baik untuk

anda. Akan lebih baik jika anda memiliki 2-5 saham di portofolio daripada anda memegang

219
10 saham di portofolio dengan alokasi modal yang sangat kecil untuk setiap saham, karena

potensi profit yang anda dapatkan akan semakin sedikit.

Maka dari itu, anda harus punya manajemen modal yang benar walaupun anda sudah

mempunyai stock pick dan anda sudah bisa trading di jalur yang benar. Manajemen modal

yang saya sarankan saat anda trading di saham pilihan adalah sebagai berikut:

1. Jumlah saham maksimal

Sebagus-bagusnya saham yang anda miliki di stock pick, anda tetap tidak bisa

mentradingkan semuanya karena adanya keterbatasan modal yang anda miliki dan jumlah

saham tidak boleh terlalu banyak di portofolio anda. Maka dari itu, jumlah saham maksimal

yang sebaiknya anda miliki dari saham-saham di stock pick adalah 3-5 saham saja, sedangkan

anda bisa memiliki saham diluar stock pick sebanyak 2 saham.

Anda bisa mengalokasikan modal untuk saham-saham yang masuk stock pick lebih besar

daripada saham-saham anda yang ada di luar stock pick.

2. Pilihlah saham-saham yang paling potensial untuk profit / saham-saham yang

paling sering memberikan profit untuk anda

Kemudian, pada saat anda melakukan screening saham dan anda menemukan ada 10

saham yang bagus dan potensial untuk naik, maka anda harus memilih beberapa saham saja

yang menurut anda paling potensial naik secara analisis teknikal. Nah, tapi bagaimana kalau

ternyata semua saham tersebut secara teknikal sangat bagus dan sangat potensial untuk

ditradingkan. Di sisi lain, market saat itu juga sedang bullish?

Solusinya, pilihlah saham-saham yang paling sering memberikan profit bagi anda dalam

kurun waktu 3-6 bulan terakhir trading anda. Saham-saham yang paling sering memberikan

profit terak

Misalnya anda memiliki 24 stock pick. Kemudian terdapat 17 saham yang sama-sama

potensial naik secara analisis teknikal. Dari 17 saham ini anda hanya ingin memilih 4 saham

220
saja untuk anda tradingkan. Maka anda bisa membuat list saham yang paling besar

memberikan keuntungan anda berdasarkan berapa kali (X) anda profit. Berikut adalah contoh

listnya.

No. Kode Saham X Profit


1 ASII 2 kali
2 BBCA 1 kali
3 BBNI 4 kali
4 BMRI 2 kali
5 PWON 7 kali
6 AISA 4 kali
7 MEDC 9 kali
8 RALS 1 kali
9 DOID 3 kali
10 HRUM 2 kali
11 GJTL 6 kali
12 KLBF 1 kali
13 PGAS 5 kali
14 ADHI 2 kali
15 PPRO 1 kali
16 KRAS 0 kali
17 BOLT 0 kali

Berdasarkan list diatas, dapat disimpulkan bahwa saham PWON, MEDC, GJTL dan

PGAS adalah empat saham yang paling sering memberikan anda profit dalam kurun waktu 3

bulan terakhir. Maka dari itu, anda bisa memilih keempat saham tersebut dari stock pick

untuk anda tradingkan. Pada tabel diatas, tentu saja lebih baik anda memilih saham yang bisa

memberikan profit lebih banyak daripada saham yang memberikan profit lebih sedikit.

Mengapa kok disarankan memilih saham-saham yang memberikan profit paling banyak

(X)? Sederhananya, saham-saham yang bisa memberikan anda profit paling banyak dalam

rentang waktu trading beberapa bulan terakhir dengan asumsi semua saham memiliki potensi

yang sama untuk rebound, artinya saham-saham tersebut merupakan saham-saham yang

polanya paling bisa anda baca dan anda tebak pergerakan harganya.

221
Sedangkan kalau ada saham yang baru memberikan profit pada anda sebanyak 1 (satu)

kali, maka mungkin saham tersebut pengujiannya belum sekuat apabila anda sudah pernah

profit 5 (lima) kali dari saham yang lain. Sehingga, saham-saham yang memberikan profit

pada anda paling banyak, maka saham-saham itulah yang kemungkinan potensial

memberikan anda profit apabila anda melihat secara analisis teknikal saham tersebut sudah

menununjukkan sinyal rebound.

Dengan cara seperti ini, anda bisa lebih memanajemen modal anda. Artinya, anda hanya

perlu memilah beberapa saham yang paling potensial untuk anda tradingkan dalam stock

pick. Anda tidak perlu mentradingkan 17 saham tersebut. Sehingga, diversifikasi atau alokasi

modal anda di portofolio bisa lebih rapi dan anda bisa mendapatkan potensi profit yang lebih

besar.

3. Selalu sisakan modal di account balance

Memiliki stock pick yang sudah benar-benar terbukti memberikan keuntungan trading

bagi anda dan saham tersebut sudah cocok untuk anda, terkadang membuat trader menjadi

cepat senang kalau saham tersebut sudah waktunya untuk buy lagi. Inilah yang berbahaya

karena bisa membuat trader jadi lupa diri dan trader bisa menggunakan semua modalnya

untuk mentradingkan saham yang ada di stock pick

Saya tidak menyarankan anda menghabiskan seluruh modal anda untuk trading. Anda

harus memiliki atau menyisakan modal / kas anda di account balance paling tidak 5% dari

keseluruhan modal anda. Selain untuk disiplin, hal ini bisa memberikan rasa nyaman pada

anda apabila anda memiliki sisa kas di account balance anda.

4. Jangan menggunakan margin trading

Walaupun anda sudah trading pada saham-saham yang masuk dalam stock pick, anda

tetap tidak saya sarankan untuk menggunakan margin trading. Margin trading berarti anda

222
menggunakan dana utang dari sekuritas. Kalau menggunakan dana margin, anda akan terkena

risiko terkena force sell.

Menggunakan dana margin dalam trading menunjukkan bahwa anda sudah ―kehilangan

kontrol‖ dalam trading. Oleh karena itu, jangan pernah menggunakan dana margin dalam

trading.

7.3 Jangan Mencintai Satu Saham

Akhirnya kita masuk pada topik yang sangat berhubungan erat dengan stock pick. Saya

berikan satu studi kasus. Misalnya anda biasa trading di saham BMRI. Saham BMRI tersebut

adalah saham yang bisa memberikan keuntungan pada anda berkali-kali. Anda benar-benar

memahami pola grafik saham tersebut, sehingga tidak heran jika anda bisa mendapatkan

profit dengan frekuensi yang sering dan besar.

Saham–saham yang bisa memberikan anda profit yang besar dan sering, bukan berarti

anda harus ―mencintai‖ saham tersebut. Hal ini tidak saya sarankan pada anda. Sebagai

gambaran, saya ceritakan salah satu pengalaman saya.

Saya pernah terkena force sell ketika kondisi ekonomi sedang jelek. Saya berpikir bahwa

saham yang biasanya bisa memberikan profit pada saya bakalan naik lagi dengan cepat,

karena harganya sudah turun banyak. Saya sangat yakin karena biasanya saham yang biasa

saya tradingkan selalu bisa memberikan profit ketika harganya sudah turun.

Akhirnya, saya membelinya dalam jumlah besar dan saat itu saya tidak sadar kalau saya

sudah menggunakan dana margin dari kantor sekuritas. Ternyata saham yang saya banggakan

harganya bukan naik tapi malah turun terus dan terjun bebas. Akibatnya? Ya sudah jelas saya

terkena force sell dari kantor sekuritas.

223
Ketika terkena force sell, saham yang saya banggakan tersebut dijual rugi. Sungguh pada

saat itu rasanya tidak percaya. Bagaimana mungkin saham yang bisa memberikan saya profit

berkali-kali harganya bisa turun dan saya terkena force sell?

Ini membuktikan bahwa saham yang sudah masuk stock pick tidak menjamin anda akan

profit sama sekali. Ternyata pada saat kondisi ekonomi sedang bergejolak, bukan hanya satu-

dua saham saja yang turun.

Tetapi, saham-saham yang sering memberikan saya profit pun hargannya juga ikut turun.

Sehingga, tentu tidak bijaksana apabila tetap mentradingkan saham tersebut pada saat kondisi

pasar saham sedang jelek, hanya karena saham tersebut sudah sering memberikan profit

berkali-kali.

Di sub bab ini saya menekankan pada anda: Jangan mencintai satu [Link] saham

harus didasari atas analisis yang benar dan logis. Bukan didasari atas ‗suka tidak suka‘ pada

suatu saham. Panduan memilih stock pick yang ada di buku ini sama sekali bukan

mengajarkan anda untuk mencintai saham-saham yang ada di stock pick. Dalam trading. anda

harus menyesuaikan kondisi trading dengan kondisi pasar saham, dan psikologis anda pada

saat itu.

7.4 Apakah Harus Main Saham LQ45 dalam Stock Pick?

Pada panduan screening saham untuk memilih stock pick, saya memang banyak

memaparkan contoh-contoh melakukan screening pada saham-saham LQ45. Mengapa saya

terkesan memprioritaskan screening saham LQ45? Karena saham-saham LQ45 adalah saham

yang memiliki pola grafik yang lebih mudah dianalisis secara teknikal.

Namun, bukan berarti anda sama sekali tidak boleh trading di luar saham-saham LQ45.

Memilih stock pick tidak mutlak harus saham LQ45. Di Bursa Efek ada banyak sekali saham.

Anda bisa melakukan screening saham yang pola grafiknya menurut anda layak untuk

224
ditradingkan (tidak downtrend berkepanjangan, tidak sideways dengan rentang harga sempit,

tidak mengalami perubahan tren yang terlalu signifikan, bukan saham lapis tiga).

Dalam trading saham, ada banyak sekali cara untuk mendapatkan profit. Tentunya, anda

tidak harus kaku hanya trading di saham LQ45 saja. Banyak sekali saham-saham lapis dua

yang tidak masuk dalam daftar saham LQ45 tetapi memiliki pola pergerakan yang likuid dan

agak fluktuatif. Momen-momen seperti ini tentu bisa anda manfaatkan untuk trading.

Intinya, dalam trading janganlah kaku. Kesempatan mencetak profit bisa datang

kapanpun asalkan anda bisa memanfaatkannya dengan baik.

7.5 Apakah Saham Pilihan Boleh Dikeluarkan dari Daftar Stock Pick?

Di website [Link] saya pernah membahas sedikit mengenai pentingnya

trader dalam melakukan screening saham agar bisa menghasilkan stock pick yang berkualitas

untuk trading. Nah, dari yang pernah saya paparkan tersebut ternyata mengundang banyak

antusias rekan-rekan untuk bertanya banyak hal tentang screening saham.

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan rekan-rekan adalah: Apakah diperbolehkan

saham-saham yang sudah masuk dalam stock pick dikeluarkan dari daftar?Jawabannya:

BOLEH dan SANGAT MUNGKIN. Perlu anda ketahui, daftar saham yang ada di stock pick

anda bukanlah saham-saham yang baku dan pasti grafiknya akan bagus terus. Mengapa

demikian? Bukannya stock pick saham sudah melalui proses seleksi yang ketat?

Pasar saham itu sangat dinamis dan berkembang dari waktu ke waktu. Ada saham yang

mungkin dahulu likuid, tetapi sekarang tidak likuid. Sebaliknya, ada kemungkinan saham

yang dulu tidak likuid sekarang menjadi likuid dan bagus untuk ditradingkan. Ada saham

yang dulunya cukup fluktuatif, sekarang saham tersebut sideways dan tidak bergerak. Kita

tidak bisa menebaknya. Anda dan saya tidak akan bisa mengetahui keinginan pasar itu seperti

apa. Anda dan saya hanya bisa mengikutinya.

225
Kalau anda melihat bahwa saham-saham yang ada di stock pick ternyata polanya sudah

tidak sama seperti saat anda sering mentradingkannya dahulu, sehingga pergerakan harganya

sering menipu anda, ada baiknya anda keluarkan terlebih dahulu saham tersebut, dan jangan

mentradingkannya.

Dengan kata lain, seorang trader harus peka dan mampu menyesuaikan diri dengan

kondisi pasar saham. Seperti yang sudah saya jelaskan di sub bab sebelumnya: Jangan

Mencintai Satu Saham, maka jangan selalu terpatok hanya pada saham-saham tertentu. Anda

harus peka untuk melihat saham mana yang potensial dan tidak potensial. Kalau memang

saham tersebut memang sudah ―tidak memungkinkan‖ untuk anda tradingkan karena saham

tersebut sudah tidak menguntungkan anda, maka harus anda keluarkan dari stock pick.

7.6 Dalam Hal Apa Saham Pilihan Dikeluarkan dari Stock pick?

Saham-saham yang pada awalnya sudah masuk dalam daftar stock pick, sangat mungkin

dikeluarkan dari stock pick (baca lagi sub bab 7.5) apabila terdapat kriteria-kriteria sebagai

berikut dalam stock pick anda:

1. Saham mengalami perubahan tren atau pola yang signifikan

Jika pergerakan harga saham yang anda pilih tiba-tiba mengalami perubahan yang

signifikan, sehingga anda bingung menentukan kembali support dan resistennya, maka

keluarkan saham tersebut dari stock pick. Hal ini dikarenakan saham-saham tersebut

mengandung unsur risiko yang lebih tinggi jika anda kaget dengan perubahan pola saham

tersebut dan anda menjadi bingung mau beli dan jual di harga berapa.

Percaya atau tidak, perubahan tren atau pola ini kerap kali berpengaruh terhadap

perubahan harga sahamnya. Sebagai contoh, kalau dulu anda biasanya mentradingkan saham

A di rentang harga 2.000-2.500, dan tiba-tiba saham tersebut downtrend tajam secara

berkepanjangan hingga ke kisaran harga 1.200, maka biasanya saham-saham yang pola

226
sahamnya berubah seperti ini, pergerakan harga sahamnya tidak akan ―normal‖ seperti

dahulu. Terutama kalau saham tersebut downtrend tajam atau sideways terlalu lama.

Mengapa saya menulis demikian? Karena saya sudah mengalaminya sendiri.

Saya sendiri terkadang mengeluarkan saham dari daftar stock pick karena pertimbangan

seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Sebagai contoh, saya dulu senang sekali trading di

saham HMSP. Terutama setelah HMSP melakukan aksi korporasi stock split, sehingga

sahamnya jadi mudah diperdagangkan.

Selain itu, HMSP juga merupakan perusahaan LQ45 yang termasuk memimpin di sektor

industri rokok, sehingga saya memprediksi saham ini bakalan ramai lagi setelah stock split.

Benar saja, HMSP setelah stock split menjadi salah satu saham yang masuk dalam stock pick.

Perhatikan grafik HMSP

Harga saham HMSP bergerak terus di kisaran harga 3.870-4.100. Sehingga saya dengan

mudah membaca titik support dan resisten saham HMSP. Biasanya saya membeli HMSP

ketika harganya berada di 3.910, kemudian saya pasang target jual di kisaran 4.000-4.030.

Nah, tetapi setelah HMSP mengalami perubahan tren harga saham. Entah mengapa tren

HMSP tiba-tiba turun, tapi ya itulah faktanya di pasar saham. Perhatikan perubahan tren

HMSP dibawah ini.

227
HMSP tiba-tiba mengalami tren turun yang cukup tajam. Setelah nyaman di kisaran

harga sebelumnya, tren HMSP terus turun dari 4.100 hingga di kisaran 3.760 (perhatikan

yang saya beri tanda lingkaran). Setelah itu, HMSP sampai saat ebook ini ditulis harga

sahamnya tidak pernah bergerak kemana-mana. Hanya di kisaran 3.740-3.760.

Perhatikan lagi pola pergerakan grafik HMSP diatas. Inilah yang saya maksud contoh

perubahan pola pergerakan harga saham yang menyebabkan adanya perubahan harga saham

yang awalnya bergerak fluktuatif kini harganya tidak beerpindah kemana-mana. Sehingga,

saya mengeluarkan saham HMSP dari stock pick.

2. Saham tidak likuid seperti dulu

Ada suatu kasus di mana saham yang awalnya likuid, tiba-tiba karena mengalami

perubahan tren (seperti yang saya jelaskan di poin pertama), saham tersebut menjadi tidak

likuid lagi.

Tidak likuid ini bias ditandai dengan harga saham yang sulit bergerak lagi (ada

kemiripan dengan poin nomor 1). Dan biasanya juga didukung dengan volume yang semakin

menipis. Selain itu, tidak likuid bisa terlihat dari antrian bid-offer yang belakangan semakin

sedikit dibandingkan pada saat saham tersebut masih likuid.

Sebagai contoh, saya dulu sudah beberapa kali mentradingkan saham ELSA saat

harganya masih di kisaran 478-550. Akan tetapi, setelah ELSA mengalami perubahan tren

228
harga saham dan sahamnya menjadi tidak selikuid dahulu pergerakan harganya, saya

membuang ELSA dari stock pick. Coba anda perhatikan grafik ELSA dibawah ini.

Pada grafik ELSA tampak bahwa pergerakan harga ELSA masih cukup fluktuatif dan

banyak yang bar / batang volumenya tinggi. Setelah itu, ELSA mengalami perubahan tren

dan harga saham tidak likuid lagi seperti dahulu. Perhatikan lagi grafik tren ELSA dibawah

ini.

ELSA mendadak turun tajam. Dan setelah menyentuh titik jenuh jual dalam jangka

waktu hampir 1 (satu) tahun, ELSA bertahan di kisaran harga 278. Perhatikan perbandingan

volume ELSA saat masih saya tradingkan dibandingkan dengan volume ELSA saat harganya

sudah berada di kisaran 278. Volume ELSA terlihat mulai tipis dan harga sahamnya juga

sudah sulit untuk bergerak. Atas dasar inilah yang mengeluarkan ELSA dari stock pick.

229
Nah, saham-saham yang sudah anda keluarkan dari stock pick, suatu saat bisa anda

masukkan kembali ke dalam stock pick, jika saham tersebut sudah kembali berada pada tren

dan harga support-resisten yang bisa anda tebak dengan baik.

Jadi, dalam memasukkan dan mengeluarkan stock pick, tidak ada aturan yang kaku dan

terlalu baku. Saham yang anda anggap memiliki tren yang sudah tidak layak masuk stock

pick bisa anda keluarkan. Sebaliknya, jika ada saham-saham yang anda anggap memiliki tren

yang bagus, anda bisa memasukkannya ke dalam stock pick.

7.7 Bolehkah Trading Saham Diluar Daftar Stock Pick?

Melakukan screening saham untuk stock pick berarti dalam trading nantinya, anda harus

lebih berfokus untuk mentradingkan saham-saham yang ada dalam stock pick, karena saham-

saham ini sudah disaring melalui seleksi dan sudah terbukti memberikan keuntungan bagi

anda. Dalam trading, anda harus mengalokasikan modal yang lebih besar untuk trading di

saham-saham yang ada dalam stock pick.

Tapi, bolehkah kalau anda ingin trading saham diluar stock pick? Apakah saham-saham

diluar stock pick termasuk aman jika anda mentradingkannya?

Tentu saja boleh. Justru saya menyarankan anda untuk mencoba dan terus mengamati

pergerakan saham yang lain di luar saham-saham yang anda miliki di stock pick. Sekali lagi

saya tekankan, pasar saham itu dinamis. Di Bursa saham ada banyak sekali pilihan saham

yang anda tradingkan. Jika anda memiliki peluang dan pengamatan akan saham-saham yang

mungkin akan naik, mengapa anda tidak coba untuk membelinya?

Selain itu, dengan mengamati saham-saham yang ada di luar stock pick, pengetahuan

anda tentang analisa teknikal akan jauh lebih luas, karena semakin banyak saham yang anda

amati dan anda uji, maka semakin banyak anda belajar analisis teknikal. Hal ini dikarenakan

setiap saham memiliki pola yang berbeda-beda. Coba bandingkan jika anda hanya trading di

230
saham stock pick dan tidak peduli dengan saham-saham lainnya, maka gaya trading anda

akan lebih sulit berkembang, dan anda akan sulit menemukan saham-saham potensial

lainnya.

Kalau anda hanya trading di saham yang ada di stock pick tanpa mengamati saham-

saham yang lain mungkin akan kehilangan peluang membeli saham-saham lain yang

potensial, di mana kemungkinan saham-saham yang di luar stock pick ini nantinya bisa

masuk ke dalam daftar stock pick anda.

Mengamati saham-saham lain juga membuat anda menjadi lebih jeli dalam mengetahui

saham-saham yang punya potensi. Pernah ada trader berkonsultasi pada saya. Kira-kira isi

konsultasi dan curhatannya sebagai berikut:

“ Pak Heze, kenapa ya saya selalu ketinggalan melihat saham-saham yang naik kencang

pada saat jam market berlangsung? Saya baru sadar melihat saham PNLF hari ini naik

sampai 14%. Waktu saya cek analisa teknikal grafiknya ternyata kemarin PNLF memang

membentuk pola yang sangat bagus. Saya bukan cuma menemukan sekali ini saja seperti itu.

Tapi saya sering luput melihat saham-saham yang punya potensi naik.”

Dari curhatan trader diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa trader tersebut kurang

mengamati pergerakan saham-saham yang ada. Karena kurang mengamati, maka trader

tersebut seringkali tidak mengetahui saham-saham mana saja yang potensial untuk naik.

Nah, maka dari itu anda boleh trading di luar saham-saham yang ada di stock pick.

Semakin anda banyak mengamati saham-saham yang ada di pasar saham, semakin besar

kemungkinan anda untuk mendapatkan saham-saham yang memiliki potensi naik dalam

jangka pendek.

Namun, saya menyarankan beberapa strategi pada anda kalau anda ingin menguji

membeli saham yang ada di luar stock pick. Hal ini bertujuan untuk mengontrol kondisi

emosional dan modal anda supaya lebih aman:

231
1. Lakukan pengujian

Saham-saham yang tidak masuk dalam screening stock pick, bisa jadi mengandung unsur

risiko yang lebih tinggi, karena saham-saham tersebut belum melalui pengujian dan anda

belum pernah mentradingkannya. Dengan kata lain, tingkat kesalahan anda untuk menebak

pergerakan saham yang belum pernah anda uji akan lebih besar daripada saham-saham yang

sudah ada di stock pick anda.

Saham-saham yang ada di stock pick anda berarti anda sudah familiar dengan saham

tersebut (analisa teknikalnya), dan setidak-tidaknya anda sudah pernah profit dari saham

tersebut. Sedangkan saham yang ada diluar stock anda masih belum familiar, sehingga anda

mungkin memiliki tingkat kesalahan yang lebih besar. Apa buktinya?

Saya sering menemukan trader yang rugi besar karena trader tersebut coba-coba membeli

saham yang kelihatannya naik (diluar stock pick), padahal saham tersebut besoknya langsung

turun dan terus terjun bebas. Saya pribadi juga pernah mengalami hal tersebut.

Hal ini membuktikan bahwa saham-saham yang ada di luar stock pick mengandung unsur

risiko yang lebih tinggi daripad saham-saham yang ada di stock pick. Sehingga kalau

memang anda ingin trading di saham yang ada di luar stock pick, anda harus lakukan

pengujian terlebih dahulu. Bagaimana cara melakukan pengujiannya?

Caranya jangan membeli dengan jumlah lot yang terlalu besar (di bab-bab

sebelumnya juga saya jelaskan). Kalau saham tersebut tiba-tiba turun, dan mengharuskan

anda untuk cut loss, maka kerugian anda tidak akan terlalu besar. Jangan berkata saham anda

pasti naik. Trader yang suka berandai-andai dan nekad akan terjerumus dalam kerugian besar.

Saya pernah cut loss besar pada saham MLPL karena saya tertipu dengan pergerakannya.

Saat itu MLPL bukanlah saham yang ada dalam stock pick saya, tetapi karena saya

melihat pola fluktuatif MLPL yang cukup menguntungkan, maka saya nekad membeli

dengan jumlah yang besar. Akibatnya? MLPL ternyata turun terus dan akhirnya saya cut loss

232
MLPL. Sejak saat itu saya menyimpulkan bahwa saham yang belum melakukan pengujian

stock pick, memang memiliki unsur risiko yang lebih besar.

Saya kemudian mulai mengurangi jumlah lot jika trading di saham-saham yang belum

masuk dalam screening saham. Dengan cara seperti ini, maka akan memberikan rasa yang

lebih aman.

Jika kemudian anda membeli saham tersebut dan anda profit, maka anda bisa mulai

screening saham tersebut. Anda bisa mulai menambah jumlah lot ketika anda memutuskan

untuk membeli lagi sahamnya. Tetapi jika saham tersebut membuat anda rugi, anda bisa coba

tradingkan lagi.

Jika ternyata anda mengalami rugi kedua kalinya pada saham tersebut, berarti saham

tersebut bukanlah saham yang cocok untuk anda. Artinya, anda jangan memaksa untuk

mentradingkan lagi saham tersebut. Saham tersebut harus anda keluarkan dari daftar

screening saham anda.

2. Alokasikan modal yang lebih kecil daripada saham yang anda tradingkan di stock

pick

Jangan sampai anda mengalokasikan modal yang sangat besar untuk saham-saham yang

ada di luar stock pick alias masih berada dalam tahap pengujian anda. Saran saya, gunakanlah

alokasi modal yang lebih kecil daripada saham-saham utama anda yang ada di stock pick.

Saham-saham yang ada di stock pick lebih aman untuk ditradingkan, sehingga anda bisa

mengalokasikan modal yang lebih besar dan risiko yang tidak diinginkan (cut loss dengan

kerugian yang besar dan nyangkut dengan modal besar) bisa lebih ditekan.

3. Jangan gegabah

Misalnya pada market hari ini anda melihat ada 3 (tiga) saham di luar stock pick yang

sedang naik. Dan secara analisis teknikal memang ketiga saham menunjukkan indikasi

rebound. Dalam hal ini, anda tidak boleh gegabah. Sifat gegabah dan kurangnya

233
pertimbangan inilah yang menyebabkan trader akhirnya sering terjebak ‗nyangkut‘ dengan

nominal modal yang besar.

Gegabah disini artinya anda langsung membeli ketiga saham tersebut dalam jumlah besar

tanpa pertimbangan lebih lanjut mengenai risiko yang akan anda hadapi. Seperti yang sudah

saya utarakan di poin pertama dan poin kedua, jika anda trading pada saham-saham diluar

stock pick, gunakanlah modal yang lebih kecil.

4. Jika saham tersebut membuat anda cut loss sampai lebih dari 2-3 kali, artinya

saham tersebut harus anda buang dari screening saham

Saham di luar stock pick yang anda tradingkan, kemudian saham tersebut ternyata tidak

bergerak sesuai harapan dan akhirnya anda cut loss. Ini artinya anda harus mengevaluasi lagi

apakah ada yang salah dengan cara anda menentukan posisi beli. Namun, jika anda tetap

mengalami kerugian pada saham tersebut, berarti saham tersebut bukanlah saham yang cocok

untuk anda dan harus anda keluarkan dari screening saham.

5. Jika saham tersebut sudah bisa memberikan anda profit minimal dua kali, artinya

saham tersebut cocok untuk masuk dalam stock pick

Kalau anda mentradingkan saham tersebut dan anda bisa profit paling tidak 2 (kali),

berarti anda sudah mulai familiar dengan saham tersebut. Means, anda bisa memasukkan

saham tersebut ke dalam stock pick apabila anda bisa profit di saham-saham yang anda

tradingkan di luar stock pick anda.

7.8 Perlukah Cut loss pada Saham Stock Pick?

Kalau sudah punya saham-saham pilihan, berarti saham-saham yang anda tradingkan

mengandung unsur risiko yang lebih rendah. Jadi, apakah trader perlu melakukan cut loss jika

saham-saham pilihan ternyata bergerak tidak sesuai dengan harapan? Jawabannya: Tetap

perlu.

234
Memang, persentase kemungkinan cut loss pada saham-saham yang ada di stock pick

akan lebih kecil. Tetapi, sekali lagi cut loss tetaplah diperlukan apabila pada saham-saham

stock pick anda terjadi kondisi sebagai berikut:

1. Mengalami perubahan tren dan pola pergerakan harga saham secara signifikan

(downtrend secara tajam). Mengenai hal ini sudah saya jelaskan banyak pada bab

sebelumnya.

2. Kondisi perekonomian tiba-tiba lesu, sehinga menyeret hampir semua harga saham,

termasuk saham-saham yang ada di stock pick. Sebagai contoh, perhatikan kondisi pasar

saham tahun 2015 kuartal I, di mana pasar saham saat itu jatuh sekitar 7-8 bulan karena

kondisi ekonomi yang lesu. Dalam hal ini, anda harus cut loss karena sudah dipastikan

saham-saham yang anda pegang akan anjlok drastis selama berbulan-bulan.

3. Seperti biasa, anda saya sarankan cut loss apabila harga saham tidak bergerak sesuai

harapan dan target anda.

7.9 Pada Saat Apa Anda Harus Mulai Menambah Saham Pilihan?

Saham-saham di stock pick bisa anda tambah jumlahnya kalau kondisi anda sekarang

memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:

1. Tidak mengalami kerugian atau banyak saham nyangkut

Kalau anda sedang rugi besar, dan anda memiliki banyak saham yang nyangkut, maka

yang harus anda lakukan bukan menambah stock pick tetapi anda harus MELAKUKAN

EVALUASI trading kembali. Kalau anda menambah stock pick saat anda sedang rugi besar,

maka kemungkinan kerugian anda akan bertambah, karena dalam posisi rugi psikologis trader

akan cenderung berbeda saat memiliki portofolio yang normal.

235
2. Anda mengeluarkan terlalu banyak stock pick, sehingga jumlah stock pick anda

terlalu sedikit

Jika anda mengeluarkan banyak stock pick karena anda menganggap pergerakan

sahamnya sudah tidak sebagus dulu, anda bisa mencari dan menambah jumlah saham yang

ada di stock pick anda. Hal ini bisa dilakukan apabila anda memiliki sedikit saham pilihan

untuk anda tradingkan, sehingga anda kesulitan mendapatkan profit akibat sedikitnya opsi

saham yang bisa ditradingkan. Dalam hal ini, anda bisa mencari saham-saham lain yang

bagus dan potensial.

3. Anda menemukan saham yang bagus untuk masuk stock pick

Jika anda menemukan saham yang bagus yang sudah anda uji sahamnya, maka anda bisa

menambahkannya ke dalam stok pick anda, dan anda tradingkan secara rutin.

4. Trading anda sudah naik level

Kalau anda bisa meraih profit yang lebih konsisten dengan saham-saham yang ada di

stock pick anda, dan kerugian yang anda alami sudah mulai berkurang dibandingkan perioda-

perioda sebelumnya, maka hal itu menunjukkan anda sudah naik level dalam trading dan

anda sudah menguasai saham-saham yang anda tradingkan.

Kalau profit anda lebih konsisten di beberapa saham, berarti anda mampu membaca pola

teknikal dengan lebih baik. Artinya, anda sudah bisa mulai untuk coba mempertimbangkan

mencari dan menambah saham-saham pilihan lainnya dalam stock pick anda.

7.10 Kondisi Market dan Saham Kurang Bagus, Apa yang Harus Dilakukan?

Di pasar saham anda akan sering menemukan kasus seperti ini: Kondisi pasar saham

sedang kurang bagus. Banyak saham-saham yang sedang koreksi dan tidak sedikit yang

berjatuhan. Di sisi lain, saham-saham lapis satu dan lapis dua juga sedang tidak berada dalam

kondisi harga saham yang terlalu bagus. Bahkan, hampir semua stock pick anda sedang tidak

236
terlalu bagus untuk ditradingkan. Hal ini pasti anda sering temukan sebagai pemain saham.

Nah, kalau anda menemukan kondisi seperti ini, apa yang sebaiknya dilakukan?

Apakah tetap harus trading saham-saham stock pick seperti biasa? Jawabannya: Tidak.

Hal utama yang saya sarankan ketika menghadapi kondisi pasar saham seperti itu adalah

jangan terlalu nekad untuk trading saham, sekalipun itu adalah saham-saham stock pick anda.

Mengapa? Karena kondisi pasar saham yang kurang bagus membuat hampir semua saham

anda kemungkinan besar akan sulit bergerak naik sesuai yang anda harapkan.

Dalam kondisi seperti demikian, anda tetap boleh trading tetapi jangan terlalu nekad,

yaitu anda boleh trading dengan cara mengurangi porsi modal untuk trading. Misalnya:

Biasanya anda membeli satu saham dengan modal Rp100 juta. Saat kondisi pasar saham

sedang kurang bagus dan banyak saham-saham anda yang pergerakannya kurang bagus juga,

anda bisa trading satu saham dengan modal Rp40 juta.

Cara lainnya, kalau anda melihat pasar saham masih kurang bagus, anda bisa berhenti

dulu dari aktivitas trading. Anda wait and see sambil menunggu saham-saham rebound lebih

pasti. Pada saat wait and see inilah justru merupakan momen yang bagus untuk melakukan

screening saham yang lain dan melihat peluang yang ada. Ingat, wait and see bukan

keputusan yang buruk.

Anda tidak harus trading setiap hari, tetapi anda juga harus memiliki fleksibilitas dalam

trading saham. Anda tidak harus memaksa trading di saham-saham stock pick apabila kondisi

pasar saham serta saham-saham anda kurang memiliki pola yang bagus pada saat itu.

Hal ini bertujuan untuk menghindarkan anda dari potensi kerugian. Seperti yang saya

utarakan sebelumnya, bahwa memiliki stock pick tidak menjamin anda untung 100%. Anda

juga harus bijaksana dalam melakukan trading dan mencermati pergerakan di pasar saham.

237
BAB VIII

CARA SCREENING SAHAM PALING MUDAH

8.1 Screening Saham Paling Simpel

Setelah anda membaca pembahasan di ebook ini tentang screening saham, terutama di

Bab V, Bab VI dan Bab VII, kini anda sudah memahami mengenai praktik cara melakukan

screening saham. Yap, intinya dalam screening saham, anda harus bisa mencari saham-saham

yang layak untuk ditradingkan secara analisis teknikal, sehingga anda memiliki ‗panduan‘

trading yang jelas, tidak asal membeli saham, tidak asal menjual saham.

Di Bab VIII, sesuai judunya, saya akan menjelaskan praktik ―Cara melakukan screening

saham yang paling mudah‖. Cara screening saham paling mudah perlu anda praktikkan

terutama kalau anda masih benar-benar awam dan pemula.

Cara screening saham paling mudah cocok anda terapkan apabila anda benar-benar

masih bingung bagaimana cara melakukan screening saham. Dalam praktikknya, ada banyak

pemula yang ketika pertama kali membuka software saham (untuk trading), langsung blank

alias nggak tahu apa yang harus dilakukan (karena saking banyaknya kode saham, grafik, dan

tool-tool yang ada di software).

Nah, kalau trader sudah bingung, kemungkinan besar trader akan sedikit terkendala

melakukan screening saham. Jadi, di Bab VIII ini saya akan menjelaskan praktik untuk

mencari ―jalan pintas‖ mencari saham yang bisa / layak untuk ditradingkan.

Cara screening yang akan saya jelaskan nanti akan sangat membantu untuk seorang

pemula. Tapi tidak menutup kemungkinan, cara screening saham paling simpel ini

diterapkan untuk anda yang sudah menjalankan trading di pasar saham.

238
8.2 Cara Paling Mudah Mencari Saham

Oke tanpa berlama-lama lagi, sebenarnya ada tiga cara mudah yang bisa anda lakukan

agar anda bisa menemukan saham-saham yang layak untuk trading.

1. Carilah Saham yang Menarik Perhatian Anda

Anda yang masih benar-benar bingung bagaimana cara mencari saham-saham pilihan

untuk trading, anda bingung bagaimana cara memilih grafik saham yang begitu banyak

variasinya (hal ini terutama sering dialami oleh trader yang benar-benar masih awal di dunia

saham), maka cara paling mudah menemukan saham untuk trading adalah amatilah saham-

saham yang menarik perhatian anda pada saat jam trading.

Cara ini saya katakan sebagai ―Cara bodoh main saham‖. Lho kok ―cara bodoh‖?

Daripada anda semakin bingung, kita mulai praktikknya.

Bagaimana cara kita mengetahui saham yang kelihatannya menarik? Ada dua cara.

Pertama perhatikan running trade saham. Running trade ini bertujuan untuk melihat saham-

saham apa saja yang sering ditradingkan oleh pelaku pasar. Saham yang sangat sering

ditradingkan, maka kode sahamnya akan sering muncul di running trade.

Sebagai contoh, anda menemukan saham TLKM di running trade yang selalu muncul

setiap saat, sehingga TLKM kelihatan menarik perhatian anda. Maka, anda bisa mulai

memasukkan TLKM ke dalam daftar watchlist anda, dan anda harus fokus untuk mulai

menganalisis grafik saham TLKM ini.

Cara kedua, amatilah saham-saham yang kenaikan atau penurunannya menarik perhatian

anda dibandingkan saham-saham lainnya. Misalnya anda menemukan saham TINS yang pada

saat itu mengalami kenaikan 5%, sedangkan saham-saham lainnya hanya naik 0,2%. Dan

saham tersebut kenaikannya cukup stabil setelah anda mengamatinya selama beberapa hari.

Maka dari itu, anda bisa coba memasukkan saham TINS ke dalam watchlist anda. Dan

jangan lupa fokuskan analisis anda pada saham TINS ini dengan menganalisis grafiknya,

239
melihat bid-offernya dan lain-lain. Untuk memudahkan contoh praktik lainnya, perhatikan

gambar dibawah ini:

Dari sekian banyak daftar saham yang warnanya hijau-merah, katakanlah anda melihat

saham RAJA selama beberapa hari terakhir cukup menarik perhatian anda. Saham RAJA

kenaikan dan penurunannya lumayan stabil, dan saat anda mengamati sahamnya, RAJA naik

2%, tidak terlalu tinggi, namun tidak terlalu sedikit.

Maka dari itu, anda bisa memasukkan saham RAJA ke dalam menu screening saham,

kemudian lakukan analisa teknikal saham RAJA. Perhatikan grafiknya, apakah menurut anda

ada potensial naik lagi atau akan koreksi dulu. Cara ini akan lebih memudahkan anda untuk

mengerucutkan analisa grafik pada saham tertentu saja, daripada anda melihat grafik setiap

kode saham satu per satu.

240
Saya yakin anda pasti akan bertanya: ―Bagaimana caranya agar saya bisa tahu kalau

ada saham yang menarik perhatian saya? Apa ukurannya saham itu dikatakan menarik

perhatian?”

Saham apa yang menarik perhatian hanya anda yang merasakan, karena anda yang

trading, anda yang praktik, dan setiap orang punya pandangan sendiri terhadap suatu saham.

Saya kasih satu ilustrasi. Batu akik mungkin sangat menarik perhatian anda, karena

mungkin anda adalah kolektor batu akik, atau bahkan anda pebisnis batu akik. Namun, bagi

saya batu akik sama sekali tidak menarik karena saya bukan penggemar baut akik. Jadi ketika

ada orang yang lagi pamer batu akik, perhatian anda kemungkinan akan langsung tertuju pada

batu akik tersebut, sedangkan saya mungkin akan cuek saja.

Ilustrasi ini menjawab pertanyaan tadi. Saham yang menarik perhatian setiap orang akan

berbeda-beda. Dan tidak ada ukuran pasti atau standar saham dikatakan menarik perhatian

trader. Saya mungkin tertarik melihat saham BNGA, namun bisa jadi anda tidak tertarik

untuk melihat saham tersebut.

Maka dari itu, cara screening saham ini banyak kelemahannya. Memang cara ini cara

yang paling simpel. Tetapi masalahnya, saham yang kelihatannya menarik belum tentu saham

tersebut memang bagus secara tekmikal. Bagaimana kalau ternyata trader melihat saham

yang naik 12% sehari selama 3 berturut-turut sebagai saham yang menarik perhatiannya?

Kemudian trader memutuskan untuk membeli saham tersebut (karena pengetahuan

teknikal masih minim), dan ternyata sahamnya langsung anjlok 15% setelah itu? Who knows?

Mungkin ada trader yang tidak tertarik membeli saham yang sudah naik 12% sehari,

namun seperti yang saya katakan di awal, setiap orang punya ketertarikan sendiri terhadap

saham-saham tertentu, dan semua orang tidak sama. Nah, kalau ada trader yang masih minim

pengalaman dan mudah tertarik melihat saham-saham yang naik terlalu cepat, hal ini juga

cukup berisiko.

241
Kelemahan lainnya adalah, tahukah anda jumlah saham di Bursa Efek itu sangat banyak.

Jika anda mau mengamati satu per satu saham yang kira-kira menarik perhatian anda,

kemungkinan anda akan pusing, bingung, kepala bisa puyeng.

Itulah mengapa di awal paragraf saya mengatakan bahwa cara ini adalah ―Cara bodoh

main saham‖. Saya tidak mengatakan cara ini jelek, karena biar bagaimanapun, ujung-

ujungnya kalau anda sudah menemukan saham yang menarik perhatian anda, anda juga harus

melakukan analisis teknikal sebelum membeli saham tersebut.

Cara ini tetap bisa anda lakukan apabila anda benar-benar tidak tahu cara memilih saham

namun seperti saya jelaskan, cara ini memang ada kelemahan-kelemahannya. Tapi hei,

bukankah ada banyak jalan menuju roma? Bukankah cara screening saham yang mudah itu

bisa dilakukan dengan banyak cara?

Apabila cara pertama ini masih membuat anda kurang ―sreg‖ karena memlih saham yang

terkesan dilakukan secara acak, maka ada cara lainnya yang cukup mudah untuk menemukan

saham bagus. Cara apakah itu? Kita lanjut ke poin kedua.

2. Carilah Saham yang Produknya Populer / Saham Blue Chip

Anda yang bingung mau memilih saham apa untuk trading, bingung melihat kode saham

yang begitu banyak, anda bingung mau beli saham apa karena anda baru pertama kali

mencoba trading, anda bisa membeli saham-saham yang produknya sangat populer, ada di

mana-mana dan selalu dibutuhkan oleh orang banyak. Dan tentunya yang perusahaannya

mudah diingat oleh semua orang.

Yap, perusahaan-perusahaan seperti ini biasanya tergolong sebagai perusahaan blue chip.

Perusahaan blue chip yaitu perusahaan yang memiliki kinerja mapan, rutin bagi dividen

setiap tahun dan nominal dividennya cukup besar, produknya dibutuhkan masyarakat, dan

merupakan pemimpin di sektor industrinya (dilihat dari kinerja, omzet, dan jumlah laba

bersih).

242
Sebagai contoh, saat anda bepergian, setiap hari anda pasti akan menemukan ATM Bank

BCA. Anda juga pasti sering menemukan kantor-kantor cabang BCA. Sebagian besar

masyarakat Indonesia pasti menggunakan BCA. Anda tidak mungkin lupa dengan nama

BCA. Selain BCA ada pula bank-bank besar yang juga memiliki nasabah berlimpah, yaitu

BRI, BNI, Bank Mandiri.

Contoh lainnya, anda suka internetan? Perhatikan perusahaan teknologi yang sangat

terkenal di Indonesia, dan teknologinya selalu digunakan oleh orang banyak yaitu Telkomsel.

Kode sahamnya TLKM. Semua orang pasti tahu Telkom bukan? Layanan Telkomsel,

produk-produknya juga selalu digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Atau anda perhatikan barang-barang sekeliling anda yang sering anda gunakan. Produk-

produk kecantikan, Wipol, sampo, sabun, pasta gigi. Produk-produk tersebut diproduksi oleh

Unilever Indonesia (UNVR).

Perhatikan juga produk-produk asli Indonesia yang bahkan sampai dikonsumsi hampir di

seluruh dunia, yaitu produk Indofood. Produknya yang sangat terkenal dan murah meriah

adalah produk Indomie.

Atau anda bisa lihat jumlah kendaraan yang semakin banyak lalu-lalang di jalan raya.

Siapakah raja produksi kendaraan terbesar? Anda pasti tahu nama perusahaan Astra. Kode

sahamnya ASII. Astra sudah sangat ternama, produk-produknya sangat terkenal, dan

kendaraan selalu dibutuhkan oleh orang.

Maka dari itu, kalau anda bingung dalam melakukan screening saham, anda bisa

membeli saham-saham tersebut, yaitu saham yang produknya sangat mudah anda ingat, dan

digunakan oleh semua orang.

Bukankah semua orang membutuhkan bank? Bukankah sebagian besar orang

membutuhkan jalan tol? Apalagi kedepannya infrastrutkur Indonesia akan terus maju.

243
Bukankah semua orang membutuhkan peralatan mandi, peralatan mencuci? Bukankah semua

orang membutuhkan teknologi?

Perusahaan-perusahaan seperti yang saya sebutkan diatas tadi, adalah perusahaan-

perusahaan blue chip. Dan karena produk-produknya sangat dibutuhkan banyak orang,

maka sahamnya pun juga selalu diingat orang. Itulah mengapa sahamnya cenderung

likuid.

Jadi, anda yang bingung memilih saham, dan anda berpikir cara nomor 1 tadi masih

terlalu berisiko untuk seorang pemula, maka anda bisa menggunakan cara ini: Membeli

saham-saham yang produknya populer (saham blue chip).

Dengan cara ini, trading anda akan cenderung lebih aman, lebih minim risiko dan

porfotolio anda akan jauh lebih berkualitas, karena seperti yang saya katakan di dua paragraf

sebelumnya (saya beri huruf tebal), saham-saham ini cenderung likuid dan diminati oleh

orang banyak.

Kalaupun sahamnya turun setelah anda beli, kemungkinan saham tersebut rebound cukup

besar, karena yang mentradingkan banyak, dan saham ini bukanlah saham gorengan yang

tidak jelas.

Tentunya setelah anda memilih saham-saham blue chip, anda tetap harus melakukan

analisa terhadap saham-saham yang sudah anda masukkan dalam screening saham. Untuk

analisa teknikal lebih lanjut, anda bisa mendapatkan juga materinya disini: Ebook

Trading dan Belajar Saham.

Untuk lebih memudahkan anda dalam melakukan screening saham menggunakan metode

ini, saya akan memberikan bocoran saham-saham blue chip yang produknya sangat populer,

sahamnya sangat likuid, selalu ditradingkan orang banyak, dan cenderung minim risiko.

Perhatikan tabel dibawah ini:

244
SCREENING SAHAM BLUE CHIP

No Kode Saham Nama Perusahaan

1. ASII PT Astra International Tbk

2. BBCA PT Bank Central Asia Tbk

3. BBNI PT Bank Bank Nasional Indonesia Tbk

4. BMRI PT Bank Mandiri Tbk

5. BBRI PT Bank Rakyat Indonesia Tbk

6. INDF PT Indofood Tbk

7. ICBP PT Indofood CBP Tbk

8. GGRM PT Gudang Garam Tbk

9. HMSP PT HM Sampoerna Tbk

10. JSMR PT Jasamarga Tbk

11. TLKM PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

12. PTBA PT Bukit Asam Tbk

13. ITMG PT Indo Tambangraya Megah Tbk

14. UNVR PT Unilever Indonesia Tbk

Itulah screening 14 saham blue chip menurut versi saya. Indikatornya adalah kinerja

perusahaan, produk-produknya, pemimpin di sektor industrinya dan tentunya dilihat dari

likuid tidaknya harga saham serta grafiknya.

Untuk PTBA dan ITMG ini adalah perusahaan pertambangan. Memang produk-produk

pertambangan tidak semua orang menggunakannya secara langsung seperti halnya bank,

produk-produk Telkom dan Unilever misalnya. Namun, PTBA dan ITMG sangat bagus

secara kinerja dan merupakan pemimpin pasar di sektor industrinya.

245
Sebagai contoh, PTBA dan ITMG tetap rutin membagikan dividen pada saat kondisi

ekonomi yang saat itu lesu tahun 2015. PTBA dan ITMG juga memiliki grafik teknikal yang

bagus dan sahamnya likuid.

Nah, dari sekian banyak daftar saham ini, anda mungkin bertanya: ―Saya kan tidak

mungkin membeli semua saham blue chip ini? Apakah Bung Heze ada saran bagaimana cara

memilih saham blue chip yang bagus untuk masuk dalam screening saham?”

Poin pertama sudah anda dapatkan, yaitu anda sudah bisa mengerucutkan / menyeleksi

jumlah saham untuk screening berdasarkan saham-saham blue chip ini tadi. Tahap

selanjutnya adalah memilih lagi beberapa saham saja untuk trading (Apalagi kalau anda

masih pemula, memang tidak disarankan memegang saham terlalu banyak).

Sebelum saya menjelaskan lebih lanjut, ada baiknya anda mengetahui kelemahan

membeli saham blue chip. Kelemahan utamanya, saham-saham blue chip ini harganya

cenderung sudah tinggi atau mahal secara nominal, sehingga kalau anda modalnya terlalu

kecil, katakanlah hanya Rp500 ribu, kemungkinan besar anda akan sulit membeli sahamnya.

Tapi tenang saja, banyak saham-saham blue chip yang harganya tinggi, kemudian

manajemen perusahaan melakukan stock split. Sederhananya stock split adalah pemecahan

saham. Anda bisa baca tentang penjelasan stock split di web saya: Pengertian dan Contoh

Stock Split.

Sebagai contoh, HMSP harganya pernah mencapai Rp97.500 per saham. Artinya, untuk

beli satu lot anda butuh modal minimal Rp9.750.000. Kemudian HMSP stock split dengan

rasio 1:25, sehingga harganya menjadi 3.900. Artinya, kalau anda mau beli 1 HMSP setelah

stock split, anda hanya membutuhkan modal minimal yang jauh lebih kecil, yaitu Rp390.000

(3.900 * 1 lot * 100 lembar).

Hal yang sama juga dilakukan banyak perusahaan blue chip lainnya. Saham BBRI,

BMRI, UNVR, PTBA pernah melakukan aksi korporasi stock split, sehingga harga sahamnya

246
lebih mudah terjangkau oleh trader dan investor. Dalam jangka panjang, biasanya saham-

saham blue chip ini selalu mengalami kenaikan harga.

Jadi, kalau anda mau menyeleksi lagi beberapa saham blue chip untuk trading, saran saya

seleksilah saham-saham blue chip berdasarkan kriteria-kriteria sebagai berikut:

a. Pilih yang harganya tidak terlalu tinggi

Screening saham blue chip yang harganya tidak terlalu mahal. Sebagai contoh, jika harga

UNVR adalah 55.000 dan harga Gudang Garam adalah sebesar 60.000, dan modal anda

hanya Rp2.000.000 (dua juta rupiah), maka keluarkanlah UNVR dan GGRM dari daftar

screening saham, karena modal anda tidak akan cukup membeli saham-saham tersebut.

Kemudian jika dari 14 saham blue chip didapatkanlah saham-saham BBRI, PTBA,

HMSP yang harga sahamnya masih dibawah Rp5.000 per saham (Ini hanya contoh, harga

saham bisa berubah sewaktu-waktu), maka masukkan ketiga saham tersebut dalam menu

watchlist / screening anda. Setelah itu, fokuskan untuk trading di ketiga saham tersebut.

Namun jika anda memiliki modal yang sudah cukup besar, anda tidak perlu terlalu

memperhatikan poin pertama ini. Anda tidak perlu terlalu meng-klasifikasikan saham-saham

blue chip ini berdasarkan pada murah-mahalnya harga. Poin kedua lebih penting daripada

sekedar modal. Mari kita bahas poin kedua.

b. Lihat grafik analisis teknikalnya

Setelah anda memilih saham-saham blue chip ini, anda harus melakukan screening

dengan melihat grafik atau analisis teknikalnya. Grafik analisis teknikal ini berguna untuk

melihat saham-saham mana yang akan anda beli, dan melihat sinyal harga saham.

Selain itu, kalau anda menemukan saham blue chip yang ternyata grafiknya sedang turun

terus, maka anda juga harus mempertimbangkan untuk menghindari saham yang grafiknya

downtrend berkepanjangan, dan yang belum memberikan sinyal pembalikan arah. Saya

membahas hal ini pada Bab V, pada Sub Bab 5.4.

247
Untuk cara kedua ini bukan hanya dilakukan untuk seorang pemula, namun anda yang

sudah bukan pemula lagi, tetap bisa mempraktikkan screening saham menggunakan

cara ini.

Saya banyak menemukan para trader yang cenderung konservatif dengan mengincar

saham-saham blue chip saja sebagai sarana trading, dan kenyataannya mereka tetap bisa

mencetak profit. Saya pribadi juga mempraktikkan trading di saham-saham blue chip.

Sebagai bocoran, portofolio saya lebih dominan diisi oleh saham-saham blue chip. Sisanya

adalah saham-saham lapis dua, dan saham lapis tiga khusus untuk trading cepat.

Jadi, dalam trading saya lebih cenderung membeli saham paling besar komposisinya

berdasarkan yang tingkat risikonya paling rendah hingga yang tingkat risikonya paling tinggi

(dengan modal lebih kecil).

3. Carilah Saham-saham LQ45

Cara mudah screening saham lainnya, anda bisa menggunakan acuan indeks LQ45.

Indeks LQ45 adalah daftar 45 saham paling likuid di Bursa Efek. Nah, saham-saham blue

chip biasanya selalu masuk dalam Indeks LQ45. Jadi kalau anda melakukan screening saham

berdasarkan pada poin kedua, maka secara otomatis anda juga sudah mentradingkan saham-

saham LQ45.

Akan tetapi, memang tidak semua saham LQ45 adalah saham blue chip. Anda yang ingin

trading dengan variasi saham yang berbeda dan yang risikonya cenderung lebih aman, anda

bisa mencoba melakukan screening saham pada saham-saham LQ45 saja. Mengenai

screening saham LQ45, saya banyak membahasnya di Bab V terutama pada Sub Bab 5.4.

Anda bisa baca-baca dan praktikkan kembali.

4. Cara-cara Lainnya

Masih ada cara-cara lainnya untuk melakukan screening saham. Cara-cara ini terkadang

dilakukan juga oleh trader yang benar-benar masih bingung mau membeli saham. Tapi cara-

248
cara ini tidak terlalu saya sarankan untuk anda, terutama kalau anda menelan cara ini secara

mentah-mentah.

Pertama, mencari saham berdasarkan berita. Banyak trader yang melakukan screening

saham dengan membaca berita. Misalnya terdapat berita bahwa ANTM mencatatkan

kenaikan laba bersih. Atau terdapat berita bahwa TPIA akan mengakuisisi perusahaan X.

Masalahnya, kebanyakan harga saham tidak naik walaupun ada berita bagus (entah

kenaikan laba, mau ekspansi, mau bayar utang dan lain-lain). Trader yang cenderung mencari

berita dan menelan mentah-mentah berita ini, kemudian langsung membeli sahamnya,

kemungkinan besar sahamnya bisa nyangkut.

Dan memang, dalam trading saham anda harus mencari saham yang ada potensi naik,

bukan mencari yang benar. Apa maksudnya? Saya pernah menuliskannya disini: Main

Saham, Anda Pilih Untung Atau Benar?

Kedua, mencari saham dengan mengikuti rekomendasi di grup-grup saham. Cara ini

sering dilakukan oleh para pemula yang sama sekali tidak tahu mau membeli saham apa, dan

tidak tahu cara memilih saham. Akhirnya banyak dari mereka yang memasukkan watchlist

saham berdasarkan apa yang dikatakan oleh ―pakar‖ di grup saham. Hasilnya? Saham-saham

watchlist mereka banyak dipenuhi oleh saham-saham yang tidak jelas. Of course, kinerjanya

di awal-awal trading jadi amburadul.

Saya tidak menyalahkan anda belajar saham dari sumber manapun, selagi sumber

tersebut bisa membuat anda lebih mengerti tentang saham. Akan tetapi, semua keputusan

trading ada di tangan anda. Jadi apapun alasannya, anda tetap harus melakukan screening

saham terlebih dahulu, jangan menelan rekomendasi secara mentah-mentah meskipun anda

sedang dalam posisi sama sekali tidak tahu cara memilih saham. Baca juga pos saya:

Seberapa Akurat Rekomendasi Para Analis?

249
Tapi dari tiga cara screening yang saya paparkan sebelumnya, bukanlah andd sudah

lebih paham tentang cara paling mudah memilih saham? Seharusnya anda sudah ada

gambaran donk. Kini anda tinggal mempraktikannya.

Jadi, tiga cara screening saham paling mudah tadi tetaplah lebih saya sarankan untuk

anda aplikasikan dalam trading daripada cara nomor 4 (cara-cara lainnya). Anda mungkin

bertanya kembali:

“Dari ketiga cara tersebut, cara mana yang paling disarankan untuk screening saham?”

Cara yang paling saya sarankan untuk anda, terutama kalau anda sama sekali bingung

mau memilih saham apa, maka cara nomor 2 (cari saham yang produknya populer /

saham blue chip) inilah yang paling saya sarankan, karena cara nomor 2 adalah cara

trading yang risikonya paling kecil.

Cara nomor 3 (memilih saham LQ45) adalah opsi lainnya apabila anda ingin mencoba

saham yang lebih variatif. Namun, cara nomor 3 ini memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi

karena tidak semua saham LQ45 adalah saham yang memiliki grafik yang bagus, dan dalam

perjalanannya memang ada beberapa saham LQ45 yang mengalami perubahan kinerja

fundamental, sehingga harga sahamnya menjadi tidak se-likuid saat sahamnya pertama kali

masuk indeks LQ45. Got it?

Sedangkan cara nomor 1 (mencari saham-saham yang menarik perhatian anda), adalah

cara screening saham paling mudah yang risikonya cukup tinggi. Jadi, kalau anda merasa

tidak yakin dalam memilih saham, lebih baik gunakan cara nomor 2. Cara nomor 2 ini adalah

cara yang sangat mudah dan simpel dalam melakukan screening dan bisa diterapkan bukan

hanya untuk pemula.

250
8.3 Screening Saham Tidaklah Sulit

Bab 8 ini menjawab semua pertanyaan anda tentang cara melakukan screening saham

paling mudah. Dan ternyata screening saham yang simpel itu tidak sulit untuk dipraktikkan,

karena saya sendiri juga sudah mempraktikannya saat masih pemula banget di dunia saham.

Jadi setelah membaca buku ini, harapannya anda yang tidak tahu cara memilih saham untuk

pemula, anda sudah mulai mengerti dan bisa mempraktikannya.

So, jangan sampai lagi anda membeli saham namun anda tidak tahu mengapa anda

membeli saham tersebut. Jangan sampai juga anda membeli saham hanya karena ikut-ikutan,

membeli saham hanya karena ada berita, membeli saham tanpa analisa apapun.

Demikian pula bagi anda yang ingin trading saham dengan mengincar saham-saham

yang risikonya rendah tapi memberikan return yang lebih pasti, anda juga bisa menerapkan

strategi screening saham di Bab 8 ini terutama di Sub Bab 8.2 pada poin 2.

251
BAB IX

PANDUAN MEMILIH SAHAM YANG NAIK 5-10% DALAM SEHARI

9.1 Screening Saham yang Potensi Naik Kencang

Bab 8 ini mungkin agak berbeda dengan bab lainnya, karena bab ini sebenarnya bukan

mengajarkan pada anda untuk mencari saham-saham pilihan yang anda masukkan dalam

stock pick untuk trading secara rutin. Bab 9 memang saya fokuskan untuk screening saham.

Tetapi fokus kita adalah mencari saham-saham yang punya potensi besar naik paling tidak 5-

10% dalam satu hari perdagangan Bursa saham.

Namun, tipikal saham tersebut tidak cocok untuk anda masukkan dalam stock pick.

Mengapa demikian? Karena di bab ini kita akan mencari saham-saham lapis tiga yang cocok

untuk dijadikan trading SCALPING. Dengan kata lain, saham tersebut tidak cocok umtuk

―menginap‖ di portofolio anda.

Mengapa harus scalping trading? Ya karena saham saham-saham tersebut adalah saham

lapis tiga yang pergerakannya tidak terlalu likuid, sehingga akan sangat berisiko bagi anda

jika anda menginapkan saham tersebut di portofolio. Alasan kedua mengapa anda saya

sarankan scalping trading karena saham yang naik sangat kencang dalam satu hari, biasanya

keesokan harinya saham tersebut SANGAT berpotensi terkena suspensi dari pihak Bursa

Efek Indonesia (BEI).

Nah, kalau saham sudah kena suspensi, otomatis anda tidak akan bisa mentradingkan

saham tersebut pada hari berikutnya. Saham-saham yang terkena suspensi, setelah status

suspensinya dibuka oleh Bursa Efek, ada kemungkinan saham tersebut langsung anjlok

drastis. Hal ini akan membahayakan bagi anda jika anda masih memegang sahamnya.

Kemungkinan anda tidak sempat menjual karena harga saham sudah turun lebih dahulu

akibat banyaknya orang yang melakukan antri jual.

252
Sebagai contoh, saham AGRS pernah terkena suspensi oleh Bursa Efek Indonesia karena

sebelumnya AGRS mengalami kenaikan yang sangat drastis, hingga dalam sehari AGRS naik

25% pada tanggal 16 Juni 2017. Pada perdagangan tanggal 19 Juni 2017, BEI langsung

melakukan suspensi pada saham AGRS, sehingga AGRS tidak bisa ditradingkan. Setelah itu,

tanggal 20 Juni 2017 saat suspensi AGRS kembali dibuka, harga sahamnya sempat anjlok

hingga 8%.

Anda juga harus notif terhadap saham-saham yang sudah terkena Unusual Market

Activity (UMA) oleh pihak BEI. Kalau ada saham-saham yang naik kencang dalam sehari,

kemudian saham tersebut terkena UMA, maka ada baiknya hindari saham tersebut untuk

masuk dalam screening saham. Saham-saham yang naik cepat dan terkena UMA, biasanya

sangat rentan terkena suspensi dari Bursa Efek. Berikut adalah contoh pengumuman UMA

saham CKRA oleh BEI (Jika CKRA sudah masuk radar UMA, maka hindari CKRA untuk

anda watchlist).

Dengan kata lain, kalau anda trading pada saham lapis tiga yang berpotensi naik kencang

5-10% dalam sehari, anda harus langsung menjual ketika harga sahamnya naik dalam satu

253
hari. Sekali lagi, saham-saham tersebut akan sangat berisiko jika anda menginapkannya di

portofolio anda.

Mungkin anda bertanya-tanya kembali: “Memangnya nggak ada saham-saham blue chip

atau saham lapis dua yang naik 10% dalam sehari?‖Well, jujur saja saya jarang menemukan

saham-saham lapis satu atau saham lapis dua yang naik 10% dalam sehari, kecuali karena

kasus-kasus tertentu. Misalnya saham tersebut naik 10% sehari karena laba bersih tumbuh

berkali-kali lipat.

Tetapi, kalau anda ingin menganalisis grafik saham-saham lapis satu dan lapis dua yang

naik 10% dalam sehari, maka hal ini akan sulit ditemukan, karena pergerakan saham-saham

lapis satu dan lapis dua yang cenderung lebih likuid, sehingga lebih sulit bagi para bandar

untuk menggoreng sahamnya setinggi mungkin.

Jadi, inti pada bab 8 ini, jika anda ingin mencari saham-saham yang mengalami kenaikan

5-10% dalam sehari maka berikut adalah kriteria-kriteria saham yang saya sarankan

untuk anda beli:

1. Cari saham-saham yang pada harga penutupan sebelumnya naik kurang lebih 20%. Akan

lebih baik jika saham tersebut terkena auto reject atas atau terkena auto reject atas pada

sore hari.

2. Cari saham-saham yang memiliki pola candlestick white marubozu atau candlestick yang

tidak memiliki upper shadow.

3. Cari saham-saham yang memiliki spread bid-offer yang sempit, yaitu yang sebesar fraksi

harganya. Mengenai spread bid-offer bisa anda baca-baca lagi di Bab 1.

4. Cari saham-saham yang harga pembukaan hari ini loncat beberapa poin dari harga

penutupan sebelumnya, dan kemudian harga saham langsung naik kencang saat jam

pertama pasar buka. Misalnya: Harga penutupan hari ini adalah 140. Besok harga

254
pembukaan dibuka meloncat ke 146 setelah itu harga saham langsung naik kencang ke

150, 151, 152, 153 dan seterusnya.

5. Cari saham-saham lapis tiga (sudah saya jelaskan di paragraf sebelumnya).

Mengenai poin-poin tersebut akan saya bahas satu per satu di sub bab selanjutnya,

terutama pada poin 1-4. Termasuk, saya akan membahas saham-saham lapis tiga yang

harus anda hindari yang berpotensi menjebak anda. Jadi intinya mencari saham-saham

yang naik 5-10% dalam sehari adalah mencari saham-saham yang naik cepat pada awal sesi I

pembukaan pasar saham dan menjual beberapa menit setelah naik (scalping trading). Istilah

scalper trader biasanya: ―nyopet‖.

9.2 Cara Membaca Candlestick

Pada bab ini candlestick merupakan alat analisis utama yang digunakan untuk

memprediksi saham-saham lapis tiga yang akan naik 5-10% dalam sehari. Mengapa bukan

grafik? Saham-saham lapis tiga tidak ada grafik yang bisa anda andalkan untuk analisis

karena grafik pada saham lapis tiga sama sekali tidak bisa digunakan untuk memprediksi

harga.

Saham-saham lapis tiga lebih bergerak karena adanya tangan bandar. Artinya disini

adalah permainan psikologis. Permainan psikologis ini bisa kita baca melalui analisis

candlestick. Harga candlestick yang terbentuk bisa menjadi sinyal apakah saham itu masih

punya kekuatan untuk naik ataukah saham tersebut sudah tidak kuat untuk naik lagi (tekanan

beli sudah reda, dan tekanan jual kuat). Dengan kata lain, candlestick setidaknya bisa

mencerminkan psikologis pasar terhadap saham itu sendiri. Candlestick terdiri dari 4 (empat)

macam harga, yaitu sebagai berikut:

a) O= Open (harga pembukaan).

b) H= High (harga tertinggi dalam satu hari perdagangan).

c) L= Low (harga terendah dalam satu hari perdagangan).

255
d) C= Close (harga penutupan di akhir sesi perdagangan).

Lalu, bagaimana dengan bentuk candlestick itu sendiri? Secara umum, bentuk

candlestick dapat dibagi menjadi 2 (dua) jenis:

1. Candlestick berwarna hijau

Candle berwarna hijau menandakan adanya pergerakan harga yang naik pada sesi

perdagangan tersebut, atau harga penutupan berada di atas harga pembukaan (Ong,

2011). Warna grafik dapat diubah sesuai selera, pada umumnya menggunakan warna

hijau.

Di bawah open terdapat garis lower shadow yang berarti harga pernah mencapai titik

terendah sejauh lower shadow berakhir. Di atas close terdapat garis upper shadow yang

berarti harga pernah mencapai titik tertinggi sejauh upper shadow. Dapat dikatakan bahwa

candlestick berwarna hijau merupakan bullish pattern. Bullish pattern melambangkan

optimisme pelaku pasar dalam kondisi pasar yang harganya sedang naik. Contoh harga

SMRA yang terbentuk pada saat candlestick berwarna hijau:

Opening = 1.000

High = 1.300

Low =950

Close =1.250

Ini adalah contoh harga yang mengalami kenaikan, di mana candlestick akan berwarna

hijau, karena harga close lebih tinggi daripada harga opening. Pada contoh harga tersebut

256
terlihat bahwa harga saham pernah mencapai harga tertinggi 1.300, namun harga saham

ditutup di harga 1.250, sehingga harga 1.300 ini menjadi upper shadow. Sementara itu, harga

saham pernah mencapai harga terendah dalam satu hari perdagangan, yaitu di harga 950,

tetapi karena harga pembukaan masih lebih tinggi daripada harga low-nya, maka harga 950

menjadi membentuk lower shadow. Sudah paham sampai disini?

2. Candlestick berwarna merah

Candle berwarna merah menandakan adamya pergerakan harga yang turun pada sesi

tersebut, atau harga penutupan yang lebih rendah (di bawah) daripada harga

pembukaan.

Di atas open terdapat garis yang disebut dengan upper shadow yang berarti bahwa pada

saat itu harga pernah mencapai titik tertinggi sejauh upper shadow. Namun, kemudian harga

saham tersebut turun lagi.

Pada gambar juga ditunjukkan adanya garis di bawah close yang disebut dengan lower

shadow yang mengartikan bahwa harga pernah mencapai titik terendah sejauh lower shadow.

Berikut adalah contoh harga yang terbentuk pada candlestick yang berwarna merah (close

lebih rendah daripada open).

Opening = 2.000

High = 2.100

Low = 1.800

Close = 1.950

257
Ini adalah contoh harga saham yang mengalami penurunan. Bisa anda lihat bahwa harga

penutupan (close) lebih rendah daripada harga pembukaannya (opening), sehingga dapat

dikatakan harga saham mengalami penurunan. Harga saham sempat menyentuh harga high,

tetapi karena harga saham turun lagi dan ditutup di 1.950, maka harga high 2.100 menjadi

upper shadow.

Demikian juga dengan harga low. Saham sempat membentuk harga low di harga 1.800,

tetapi kemudian harga saham mampu naik sedikit dan ditutup di 1.950, sehingga harga low

1.800 ini menjadi lower shadownya. Sudah paham? Mudah kan? Baca terus analisis

candlestick ini, karena analisis candlestick ini nantinya akan banyak kita pakai untuk

menentukan saham-saham yang naik 5-10% dalam sehari.

Tadi anda sudah memahami cara membaca candlestick. Candlestick yang terbentuk di

pasar saham bukan hanya seperti yang saya paparkan diatas tadi. Tetapi, di pasar saham ada

beberapa jenis candlestick lagi yang sering muncul di grafik. Apakah itu? Mari kita simak.

CANDLESTICK TANPA LOWER SHADOW

1. Candlestick tanpa lower shadow warna hijau

Candlestick ini berarti harga saham opening / pembukaan sama dengan harga terendah /

low. Harga saham sempat menyentuh harga tertinggi sehingga membentuk upper shadow

tetapi kemudian harga saham melemah lagi, sehingga harga close lebih rendah daripada harga

tertinggi. Tetapi, harga saham sepanjang perdagangan tidak pernah turun dibawah harga

pembukaan (opening).

258
Candlestick dengan tipikal seperti ini bisa menunjukkan bahwa harga saham pada

awalnya ada dorongan beli yang kuat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya harga terendah

yang tidak pernah turun dibawah harga pembukaan dan harga penutupan berada diatas harga

pembukaan dan harga terendah.

Akan tetapi, dorongan beli ini kemudian menurun karena harga saham yang pada

awalnya mampu mencapai harga tertinggi, harga saham tersebut tidak mampu lagi

untuk mempertahankan puncaknyaharga tertingginya. Harga saham kemudian turun di

akhir sesi dan akhirnya membentuk harga penutupan yang lebih rendah daripada harga

pembukaan.

Semakin panjang UPPER SHADOW CANDLESTICK, menunjukkan TEKANAN BELI

SEMAKIN REDA. Hal ini dikarenakan semakin panjang upper shadow, menunjukkan bahwa

jarak antara harga tertinggi dengan harga penutupan semakin besar. Yang artinya bahwa

harga saham sempat menyentuh harga tertinggi, tetapi harga saham turun semakin jauh

meninggalkan harga tertingginya dan ditutup dibawah harga tertinggi.

2. Candlestick tanpa lower shadow warna merah

Candlestick ini berarti bahwa harga saham terendah sama dengan harga penutupan,

sehingga tidak ada lower shadow. Bahasa mudahnya, harga saham ditutup sama dengan

harga terendahnya pada sesi perdagangan tersebut. Sedangkan, harga saham pembukaan

berada diatas harga penutupan, sehingga candlestick berwarna merah, alias harga saham

mengalami penurunan.

259
Harga saham sempat menyentuh harga tertinggi, tetapi kemudian harga saham turun

secara drastis (sehingga membentuk sebuah upper shadow), hingga harga saham ditutup sama

dengan harga terendahnya pada perdagangan hari itu. Nah, candlestick seperti itu

menunjukkan adanya tekanan jual yang sangat besar pada perdagangan hari itu.

Hal ini dikarenakan selain harga penutupan yang lebih rendah daripada harga

pembukaan, harga saham juga meninggalkan jauh harga tertingginya, dan ditutup di harga

yang sama dengan harga penutupannya. Nah, kalau anda mau mencari saham-saham yang

naik cepat 5-10% dalam sehari, maka ketika candlestick sebelumnya membentuk pola

seperti ini, anda harus menghindarinya terlebih dahulu, karena bentuk candlestick

tersebut menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup besar, sehingga kemungkinan besar

keesokan harinya masih ada euphoria jual dari pelaku pasar. Semakin panjang body candle,

semakin besar tekanan jualnya.

CANDLESTICK TANPA UPPER SHADOW

1. Candlestick tanpa upper shadow warna hijau

Candlestick ini berarti harga saham penutupan sama dengan harga tertingginya pada sesi

perdagangan. Harga saham membentuk harga terendah tetapi kemudian harga saham mampu

naik lagi / berhasil meninggalkan harga terendahnya, sehingga candlestick membentuk lower

shadow.

260
Candlestick seperti ini menunjukkan bahwa ada tekanan atau minat beli yang tinggi dari

pelaku pasar. Hal ini dikarenakan harga saham mampu terus naik ke harga tertingginya, dan

ketika harga saham ditutup, harga saham ditutup sama dengan harga tertingginya.

Semakin panjang body candlestick, maka dapat dikatakan semakin tinggi tekanan beli

yang terjadi pada saat itu. Semakin panjang body candlestick menunjukkan harga saham naik

semakin banyak dan harga saham juga ditutup di harga tertingginya. Adanya dorongan beli

yang semakin besar sangat memungkinkan saham tersebut masih bisa melanjutkan kenaikan

harga pada keesokan harinya.

Bentuk candlestick seperti inilah yang sangat bagus untuk memprediksi saham-saham

lapis tiga yang punya potensi naik 5-10% dalam sehari, karena saat harga saham ditutup sama

dengan harga tertingginya, maka hal tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar sebenarnya

ingin mengangkat harga sahamnya lebih tinggi. Akan tetapi lebih baik jika candlestick

tersebut menunjukkan body yang sangat panjang, karena hal ini berarti tekanan beli semakin

kuat. Pada saham-saham lapis tiga, anda akan sering menemukan tipe candlestick seperti ini.

2. Candlestick tanpa upper shadow warna merah

Candlestick ini berarti kebalikan dari candlestick sebelumnya. Harga pembukaan sama

dengan harga tertingginya. Dengan kata lain di sesi perdagangan pada hari tersebut, harga

saham tidak pernah naik dari harga pembukaannya, sehingga harga pembukaan = harga

tertinggi. Kemudian, harga saham membentuk harga terendah tetapi kemudian harga saham

261
mampu ditutup lebih tinggi daripada harga terendah, sehingga harga low membentuk sebuah

lower shadow.

Candlestick seperti ini menunjukkan bahwa pelaku pasar memiliki minat jual saham

yang sangat tinggi. Hal ini tampak jelas karena harga saham tidak mampu naik lagi sejak

harga pembukaan. Semakin panjang body candlestick, semakin besar tekanan jual saham

tersebut. Jika anda menemukan candlestick dengan pola demikian, anda harus menghindari

saham tersebut untuk ditradingkan. Kemungkinan besar saham tersebut keesokan harinya

masih akan menunjukkan tekanan jual yang besar pada perdagangan hari selanjutnya.

CANDLESTICK MARUBOZU

1. White / Green Marubozu

White Marubozu terjadi apabila harga sepanjang sesi tidak pernah turun di bawah

harga pembukaan, serta ditutup pada harga tertinggi atau puncak di sesi tersebut. Hal

tersebut mencerminkan minat beli yang besar pada sesi tersebut (bullish signal). Berikut

adalah gambar dari White Marubozu.

Sumber Gambar: Ong (2011)

Perhatikan lagi gambar candlestick tesebut dengan baik. Candlestick ini menunjukkan

tekanan beli yang sangat tinggi. Mengapa demikian? Karena pada saat harga saham dibuka,

harga saham tidak pernah turun dari harga pembukaan, sehinga O = L. Harga saham terus

mengalami kenaikan, sehingga membentuk harga high. Dan pada saat pasar saham ditutup,

harga saham tertinggi sama dengan harga penutupannya (C = H).

262
Hal ini menunjukkan bahwa pelaku pasar memang memiliki minat beli yang tinggi

terhadap saham tersebut. Semakin panjang body candlestick, maka semakin tinggi minat beli

pelaku pasar. Pada saham-saham lapis tiga, bentuk candle white marubouzu seperti ini

biasanya adalah harga saham yang terkena auto reject atas.

Dikarenakan terkena auto reject atas, maka pelaku pasar sebenarnya masih ingin

mengangkatharga sahamnya lebih tinggi. Akan tetapi karena terbentur batasan atas aturan

auto reject, maka harga saham ―terhenti‖ secara otomatis di harga high-nya. Maka dari itu,

pada umumnya saham-saham yang membentuk pola seperti ini keesokan harinya akan

melanjutkan kenaikannya lagi.

2. Black / Red Marubozu

Black Marubozu terjadi apabila harga sepanjang sesi tidak pernah naik di atas harga

pembukaan, serta ditutup pada harga terendah atau di harga dasar pada sesi tersebut.

Hal tersebut mencerminkan tekanan jual yang besar pada saat itu (bearish signal). Semakin

panjang body Marubozu melambangkan intensitas yang semakin tinggi. Berikut adalah

gambar dari Black Marubozu.

Sumber Gambar: Ong (2011)

Candlestick black marubozu menunjukkan adanya tekanan jual yang sangat tinggi dari

pelaku pasar. Hal ini terlihat ketika harga saham dibuka, harga saham langsung mengalami

penurunan, sehingga harga pembukaan adalah sama dengan harga tertinggi. Dengan kata lain,

263
harga saham selama satu hari perdagangan tidak pernah naik lebih tinggi dari harga

pembukaannya.

Kemudian, harga saham juga ditutup sama dengan harga paling rendah (O = L) pada satu

hari sesi perdagangan tersebut. Hal ini menunjukkan keinginan pelaku pasar yang besar untuk

berbondong-bondong menjual sahamnya. Pada saham-saham lapis tiga, biasanya saham yang

membentuk red marubozu ini adalah saham-saham yang mengalami auto reject bawah.

Semakin panjang body candlestick, semakin besar tekanan jual pada saham tersebut.

Kalau anda menemukan saham-saham lapis tiga yang membentuk pola seperti ini, jangan

berharap banyak kalau harga saham keesokan hari akan mengalami kenaikan dengan cepat,

karena ketika saham lapis tiga membentuk pola white marubozu, maka biasanya harga saham

keesokan harinya masih akan melanjutkan penurunan yang cukup signifikan.

9.3 Saham yang Akan Naik 5-10%, Seperti Ciri-cirinya?

Menemukan saham-saham yang berpotensi naik 5-10% dalam sehari tidak bisa dilakukan

dengan asal membeli saham lapis tiga. Anda harus memahami pola-pola dan cirri-cirinya.

Seperti analisis candlestick yang terbentuk untuk memprediksi pergerakan harga selanjutnya,

yang sudah saya paparkan di sub bab sebelumnya. Bukan hanya candlestick saja analisis yang

digunakan untuk memprediksi saham yang naik cepat dalam sehari, tetapi anda juga harus

melihat banyak faktor lainnya. Nah, seperti apa ciri-ciri dan kriteria saham-saham yang

bakalan naik 5-10% dalam sehari?

1. Pertama-tama, cari saham-saham yang pada perdagangan hari ini naik diatas 20%

pada saat penutupan market, lebih baik jika terkena auto reject atas

Cara mencari / melihat saham-saham yang naik di kisaran 20% pada harga penutupan

adalah dengan cara melakukan screening, yaitu dengan cara mengurutkan harga saham

berdasarkan %change atau persentase kenaikan harga saham tertinggi.

264
Atau anda bisa lihat juga melalui top stocks lalu lihat top gainer. Sekedar perlu anda

ketahui, untuk mencari saham-saham yang naik 20% lebih, sebaiknya anda lakukan ketika

jam pasar saham sudah tutup. Jika pasar saham masih buka, anda sangat tidak disarankan

untuk mengambil kesimpulan tersebut karena posisi candlestick masih sangat mungkin untuk

berubah lagi.

Sekarang perhatikancara screening / mengetahui saham-saham yang pada harga

penutupan menguat kencang. Perhatikan gambar dibawah ini:

Anda bisa melihat saham-saham yang naik kencang menggunakan informasi Top Stocks

(Top Gainers By % Change). Kemudian anda pilih saham-saham apa saja yang mengalami

kenaikan kencang pada saat penutupan perdagangan hari ini, yang kira-kira naik kurang lebih

20%.

Alternatif lain, anda juga bisa langsung melihat saham-saham yang naik pada penutupan

perdagangan menggunakan %change. Perhatikan gambar dibawah ini (kemudian pilih

saham-saham yang mengalami kenaikan kurang lebih 20%).

265
Setelah anda menemukan saham-saham yang naik kencang, bukan berarti saham-saham

tersebut ―sudah layak‖ untuk naik cepat keesokan harinya. Anda harus melihat lagi kriteria-

kriteria lainnya. Salah satunya, adalah lebih baik jika saham tersebut mengalami auto reject

atas pada penutupan perdagangan tersebut.

Tidak harus terkena auto reject atas tetapi paling tidak saham tersebut sudah mengalami

kenaikan sekitar 20% pada satu hari perdagangan. Hal ini bisa menjadi sinyal harga saham

akan melanjutkan kenaikan keesokan harinya. Memang, saham-saham yang terkena auto

reject atas memiliki potensi yang besar untuk naik lagi secara cepat keesokan harinya pada

beberapa menit pertama. Momen ini bisa anda manfaatkan untuk trading cepat dengan

mengincar kenaikan sebesar 5-10%.

TEORI AUTO REJECT ATAS SORE

Bagi para pemain saham yang suka mengamati saham-saham yang terkena auto reject

atas, tentu anda sudah tidak asing dengan isitlah teori auto reject atas sore. Nah, perlu anda

ketahui saham-saham yang terkena auto reject atas pada sore hari, saham tersebut memiliki

potensi melanjutkan kenaikan keesokan harinya di beberapa menit pertama.

266
Mengapa demikian? Saham yang terkena auto reject atas menunjukkan pelaku pasar

memiliki minat beli yang sangat besar terhadap saham tersebut. Ada banyak sekali yang ingin

membeli saham (bid) sehingga para penjual (offer) habis. Jika auto reject atas terjadi pada

sore hari pada sesi 2 perdagangan pasar saham, maka itu artinya pelaku pasar menjelang

pasar tutup semakin besar.

Pelaku pasar sebenarnya ingin terus mengangkat harga sahamnya ketika sesi 2

perdagangan saham di sore hari, tetapi karena terbentur aturan batasan maksimal kenaikan

harga dalam satu hari (auto reject) yang ditetapkan Bursa, maka pelaku pasar tidak bisa

menaikkan harga sahamnya lagi.

Dikarenakan keinginan yang masih besar untuk mengangkat harga sahamnya di sore hari,

maka kemungkinan besar keesokan hari harga saham akan berlanjut naik lagi. Itulah kenapa

saham-saham yang terkena auto reject atas seringkali mengalami kenaikan harga sekitar 5-

10% pada keesokan harinya. Sudah paham sampai disini?

Terus bagaimana kalau auto reject atasnya bukan sore hari tapi siang hari? Ya bisa saja.

Tetapi auto reject atas yang terjadi sore hari memiliki sinyal yang lebih kuat kalau harga

saham bisa melanjutkan kenaikan yang cepat keesokan hari.

Saham-saham dengan tipe seperti sudah saya uji berkali-kali dan memang terbukti harga

saham keesokan harinya bisa mengalami kenaikan 5-10% di beberapa menit pertama sebelum

akhirnya koreksi lagi. Jadi, momen ini bisa dimanfaatkan untuk membeli saham di sesi awal

perdagangan Bursa dan menjual kembali beberapa menit kemudian. Maka dari itu,

perhatikanlah saham-saham lapis tiga yang biasa terkena auto reject atas pada perdagangan

sore hari (sesi 2).

267
2. Sebisa mungkin cari yang harga closing sama dengan harga high, atau harga closing

lebih rendah sedikit dari harga high satu-dua poin.

Kriteria kedua, carilah harga saham yang naik kurang lebih 20% dalam sehari dengan

harga high yang sama dengan harga closing. Dengan kata lain, carilah candlestick yang

membentuk pola: Candlestick tanpa upper shadow. Baca kembali sub bab 8.2 untuk

detailnya.

Dalam mencari saham-saham yang akan naik 5-10% pada keesokan harinya, akan sangat

baik jika harga saham tersebut memiliki harga tertinggi dan harga penutupan yang sama.

Seperti yang sudah saya jelaskan pada sub bab 8.2. Saham yang memiliki pola candlestick

seperti itu biasanya sedang diminati pelaku pasar untuk diangkat lagi harganya.

Akan lebih sempurna, jika anda menemukan saham yang auto reject atas dengan pola

candlestick white marubozu. White marubozu adalah pola yang sangat sempurna untuk

menebak saham-saham yang akan naik 5-10% pada keesokan harinya.

Pola white marubozu ini adalah pola di mana pelaku pasar benar-benar memiliki antusias

yang tinggi untuk mengangkat harga sahamnya, karena harga saham tidak pernah turun dari

harga pembukaan dan harga saham naik terus hingga ditutup tepat pada harga tertingginya.

Atau jika harga high saham tertinggi lebih rendahdaripada harga penutupan, setidaknya cari

yang harga high hanya turun maksimal hanya dua poin dari harga penutupan. Jadi

misalnya jika harga saham memiliki harga high 150, dan harga saham ditutup di 148, maka

harga saham tersebut masih dapat dikatakan memiliki tekanan beli atau minat beli yang

tinggi.

Jadi disini anda juga harus memperhatikan bentuk candlesticknya, bukan hanya melihat

kenaikan harga sahamnya. Itulah kenapa di sub bab 8.2, saya banyak membahas tentang

candlestick yang sering muncul di saham-saham lapis tiga. Karena kalau anda hanya melihat

268
saham yang naik 20% lalu anda membeli sahamnya, belum tentu saham tersebut memiliki

pola yang bagus.

3. Hindari saham yang harganya sudah meninggalkan harga high, walaupun harganya

ditutup naik 20%

Nah, ini yang saya maksud di paragraf sebelumnya: Kalau anda hanya melihat saham

yang naik 20% lalu anda membeli sahamnya, belum tentu saham tersebut memiliki pola yang

bagus. Pada dua paragraf sebelumnya saya juga sudah menjelaskan, jika ada harga saham

yang harga highnya lebih rendah daripada harga close, carilah yang harganya turun maksimal

hanya 2 (dua) poin saja.

Jika anda ingin menemukan saham-saham lapis tiga yang potensial untuk naik kencang

pada keesokan hari, hindarilah saham yang harganya meninggalkan harga high terlalu

jauh, (membentuk upper shadow yang agak panjang), meskipun harga saham mengalami

kenaikan 20% pada penutupan perdagangan. Mengapa demikian?

Harga saham yang menyentuh harga tertinggi pada perdagangan saham tersebut, namun

kemudian harga saham tersebut meninggalkan harga tertingginya, dan akhirnya harga saham

ditutup lebih rendah atau jauh lebih rendah daripada harga tertinggi, menunjukkan minat beli

pelaku pasar yang mulai hilang terhadap saham tersebut.

Harga saham yang sudah mencapai harga tertinggi, kemudian turun lagi menunjukkan

bahwa sudah banyak pelaku pasar yang melakukan aksi ambil untung pada saham tersebut,

sehingga harga saham tidak kuat untuk naik lagi. Nah, jika anda menemukan pola candlestick

seperti ini, hindari saham-saham tersebut.

Saham seperti biasanya akan koreksi tajam pada keesokan harinya, meskipun pada

penutupan perdagangan hari ini harganya mungkin naik 20%. Misalnya, saham ABCD pada

perdagangan saham menyentuh harga tertinggi di harga 252. Saham ABCD pada sore hari

pun mengalami auto reject atas.

269
Namun, beberapa menit kemudian saham ABCD tiba-tiba turun lagi ke harga 246.

Akhirnya pada penutupan perdagangan, ABCD ditutup di 246. Harga saham yang awalnya

mampu naik hingga level 252 kemudian turun lagi hingga 246, menunjukkan bahwa saham

tersebut sudah mulai ada tanda-tanda aksi ambil untung dari pelaku pasar.

Hal ini dikarenakan pelaku pasar sudah menilai bahwa harga saham sudah naik tinggi.

Pelaku pasar menilai bahwa harga saham yang naik kencang hingga ke 252 sejatinya sudah

cukup untuk ―menebalkan dompet‖ mereka, sehingga terjadilah aksi ambil untung hingga

harga saham turun lagi ke harga 246.

Sehingga, kalau harga saham kemudian turun dari harga tertinggi, terutama untuk saham-

saham lapis tiga, hal ini menandakan bahwa minat beli pada saham tersebut sudah mulai

berkurang. Karena minat beli sudah berkurang, maka kemungkinan besar harga saham

keesokan hari akan ada potensi yang besar untuk koreksi. Masih bingung yang saya maksud?

Untuk memudahkannya saya masuk pada praktik langsung studi kasus.

a. Studi kasus saham JAWA

Saham JAWA pada tanggal 11 Juli 2017 terlihat mengalami kenaikan sekitar 20%.

Tampaknya memang fantastis. Tetapi kalau anda perhatikan candlesticknya (perhatikan tanda

panah), JAWA sempat menyentuh harga tertinggi di harga 200, kemudian harga sahamnya

ditutup turun di 182, sehingga anda melihat adanya upper shadow yang panjang.

270
Ini menunjukkan bahwa JAWA sudah menunjukkan adanya tanda-tanda profit taking

karena JAWA sudah meninggalkan harga tertingginya dan ditutup lebih rendah beberapa

poin dari harga tertinggi. Nah, sekarang pehatikan pergerakan JAWA keesokan hari tanggal

12 Juli 2017

JAWA hanya mampu dibuka di harga 183 dan harga tertingginya adalah 195 (perhatikan

tanda lingkaran). Kemudian JAWA mengalami penurunan hingga sempat menyentuh angka

180. Ini menunjukkan bahwa saham-saham yang sudah meninggalkan harga tertinggi pada

hari sebelumnya, maka keesokan harinya tekanan beli sudah reda, sehingga saham akan

kembali melanjutkan aksi ambil untung.

b. Studi kasus saham ESTI

Saham ESTI pada tanggal 12 Juni 2017 mengalami kenaikan hampir 15%. Tetapi harga

saham ESTI pada keesokan harinya sudah meninggalkan harga tertingginya, sehingga harga

saham membentuk sebuah upper shadow yang cukup panjang. Perhatikan grafik saham ESTI

dibawah ini:

271
Saham ESTI tanggal 12 Juni 2017 dibuka di harga 150 dan sempat menguat ke harga

tertinggi hingga 196 (perhatikan tanda panah), tetapi kemudian ESTI turun lagi sampai harga

167. ESTI kemudian ditutup di harga 147. Artinya, ketika harga sudah menyentuh 196,

pelaku pasar melakukan ambil untung sehingga harga saham kemudian ditutup meninggalkan

harga tertingginya. Perhatikan harga saham ESTI keesokan harinya tanggal 13 Juni 2017.

ESTI pada tanggal 13 Juni 2017 ternyata memang mengalami penurunan. ESTI dibuka

hanya naik satu poin daripada harga penutupan 12 Juni 2017, yaitu di harga 168. ESTI hanya

sempat menyentuh harga tertinggi di harga 172. ESTI kemudian ditutup turun di harga 144.

Nah, sehingga dapat dibuktikan bahwa saham-saham yang walaupun sudah naik tinggi

tetapi membentuk upper shadow, maka harga saham keesokan harinya sangat rentan

mengalami penurunan. Untuk membuktikan valid tidaknya uji ini, saya akan memberikan

contoh-contoh lainnya. Simak saham-saham tersebut dibawah ini:

c. Studi kasus saham DGIK

Harga saham DGIK pada tanggal 15 Juni 2017 menguat hampir 20%. Tetapi saham

DGIK pada penutupan perdagangan saham ternyata meninggalkan harga high beberapa poin,

sehingga saham DGIK membentuk upper shadow. Perhatikan grafik saham DGIK dibawah

ini.

272
DGIK pada 15 Juni 2017 sempat terkena auto reject atas pada sore hari karena DGIK

naik sekitar 25%. DGIK sempat naik di harga tertinggi 126 (auto reject atas, perhatikan tanda

panah). Tetapi kemudian DGIK turun lagi hingga harga 121, dan DGIK ditutup di posisi 121.

DGIK juga memiliki spread bid-offer yang tidak ada harganya renggang. Perhatikan bid-offer

DGIK pada penutupan 15 Juni 2017.

Volume transaksi DGIK yang terlihat dari volume bar memang sangat tinggi pada hari

itu, tetapi karena DGIK sudah meninggalkan harga high dan ditutup beberapa poin lebih

rendah dari harga high (saat itu DGIK juga sempat auto reject atas tetapi harga kemudian

turun lagi), maka dapat disimpulkan bahwa pada saat sore hari sudah terjadi aksi profit taking

dari pelaku pasar. Perhatikan grafik saham DGIK keesokan harinya.

273
Benar saja, keesokan harinya DGIK tidak mampu naik lagi secara signifikan (perhatikan

yang saya beri tanda lingkaran). DGIK dibuka di harga 120. Memang DGIK sempat naik ke

harga 129, namun setelah itu DGIK kembali turun ke 115. Kenaikan DGIK di awal sesi

pertama ini hanya sekitar 7,5% saja, sehingga kalau anda mengincar untuk mendapatkan

profit dari DGIK sekitar 5-10% dalam sehari mungkin anda akan kesulitan.

Hal ini dikarenakan pada awal sesi harga biasanya naik dan turun dengan cepat, sehingga

anda belum tentu dapat order DGIK ketika harganya naik beberapa poin. Setelah naik

beberapa poin, DGIK langsung turun lagi. Kemudian keesokan harinya, DGIK kembali

koreksi lagi.

Hal ini membuktikan bahwa saham-saham yang walaupun sudah naik secara signifikan

namun jika harga saham sudah meninggalkan harga tertinggi, harga tersebut akan sangat

rentan koreksi keesokan harinya.

d. Studi kasus saham FPNI

Saham FPNI pada tanggal 11 Juli 2017 mengalami kenaikan hampir 10%. FPNI dibuka

di harga 320 dan sempat naik di harga high 382. Namun, setelah itu FPNI turun lagi ke harga

346 (harga penutupannya). Perhatikan grafik FPNI dibawah ini.

274
Saham FPNI yang meninggalkan harga highnya beberapa poin pada saat penutupan pasar

saham meninggalkan pola candlestick dengan upper shadow yang agak panjang (perhatikan

yang saya beri tanda panah). Volume transaksi FPNI memang naik sangat tinggi pada saat

itu.

Namun adanya pola pergerakan harga FPNI pada saat menjelang penutupan Bursa,

seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, mengindikasikan FPNI sedang berada dalam

tekana jual. Sekarang perhatikan harga saham FPNI keesokan hari tanggal 12 Juli 2107.

Benar saja, pada tanggal 12 Juli 2017 harga saham FPNI langsung turun drastis.

Penurunan ini bahkan berlangsung hingga 2 hari setelah FPNI membentuk pola upper

shadow. Pada tanggal 12 Juli, FPNI dibuka di 348 hanya naik 1 poin dari harga penutupan 11

Juli 2017. FPNI hanya mampu naik di harga tertinggi sampai 358, namun saat itu FPNI

dengan cepat terkoreksi ke harga 320. Sekali lagi, walaupun sebelumnya harga saham sudah

275
naik kencang sebelumnya, tetapi saat harga saham membentuk pola seperti ini, harga saham

rentang koreksi keesokan hari.

e. Studi kasus saham TRAM

Saham TRAM pada tanggal 11 Juli 2017 ditutup naik sebesar 13,5%. TRAM dibuka di

harga 96 dan sempat naik ke harga tertingginya di harga 118. Setelah menyentuh harga 118

pada sesi 2, tiba-tiba TRAM meninggalkan harga 118 dan akhirnya TRAM ditutup di harga

109. Perhatikan grafik TRAM 11 Juli 2017 dibawah ini.

Tampak bahwa TRAM sudah meninggalkan harga tertingginya dan ditutup lebih rendah

daripada harga tertinggi. Perhatikan adanya upper shadow yang cukup panjang pada saham

TRAM (perhatikan tanda panah). Walaupun TRAM pada penutupan naik sebesar13%, namun

ini adalah sinyal bahwa TRAM akan mengalami penurunan / koreksi pada keesokan harinya.

Perhatikan grafik TRAM keesokan harinya tanggal 12 Juli 2017 dibawah ini:

Keesokan harinya TRAM langsung koreksi. TRAM dibuka di harga 108 lebih rendah

daripada harga penutupannya tanggal 11 Juli 2017. TRAM hanya sempat naik beberapa poin

276
ke 114, namun kemudian TRAM turun drastis dengan cepat hingga ke harga 87. Penurunan

TRAM ini juga terus berlanjut hingga keesokan harinya.

f. Studi kasus saham YULE

Contoh kasus terakhir yang saya paparkan adalah saham YULE. Pada perdagangan 11

Juni 2017 YULE ditutup menguat sebesar 25%. Perhatikan grafik saham YULE dibawah ini.

Pada tanggal 15 Juni 2017 YULE dibuka di harga 151 dan menguat signifikan hingga

harga 200. Akan tetapi, pada sore hari menjelang penutupan perdagangan Bursa, harga saham

YULE kemudian turun dari harga high dan akhirnya ditutup di harga 151 (perhatikan yang

saya beri tanda panah). Sehingga tampak adanya pola upper shadow yang terbentuk pada

saham ini.

Walaupun YULE ditutup menguat 25% pada tanggal 15 Juni 2017, namun karena YULE

sudah meninggalkan harga tertingginya beberapa poin dan ditutup lebih rendah daripada

harga tertingginya, YULE memiliki potensi koreksi keesokan harinya. Hal ini menunjukkan

bahwa tekanan beli sudah reda yang ditandai dengan aksi profit taking yang menyebabkan

harga saham turun beberapa poin dari harga tertingginya.

277
Apa yang terjadi dengan harga saham YULE keesokan harinya tanggal 19 Juni 2017?

Perhatikan grafik YULE dibawah ini

Keesokan hari, harga saham YULE langsung mengalami penurunan. Bahkan penurunan

tersebut cukup drastis dan berlangsung hingga 3 (tiga) hari. Pada tanggal 19 Juni 2017 YULE

dibuka di harga 190 dan YULE hanya mampu naik sampai 193. Setelah itu YULE kembali

turun di harga 168.

Dari keenam contoh yang sudah saya paparkan diatas, saya rasa anda sudah cukup

memahami pola-pola saham lapis tiga yang bisa saja pergerakan harganya menipu trader.

Meskipun pada poin pertama saya sudah membahas bahwa saham-saham lapis tiga yang akan

naik 5-10% dalam sehari adalah saham-saham yang pada harga penutupan sebelumnya naik

sekitar 20-30%, tetapi anda juga harus memahami posisi candlesticknya pada saat itu.

Kalau candlestick tersebut meninggalkan upper shadow, apalagi upper shadownya

sangat panjang, maka saham tersebut akan rentan koreksi pada keesokan harinya. Jadi, dalam

melakukan analisis untuk mencari saham-saham yang naik cepat dalam sehari, anda harus

mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk pada poin ketiga ini.

4. Cari yang spread bid-offernya sebesar fraksi harga

Setelah anda menemukan kriteria-kriteria saham seperti yang saya maksud dan

membuang saham-saham yang tidak layak, jangan terburu untuk ingin mentradingkannya.

Ada satu hal lagi yang harus anda perhatikan: Amati terlebih dahulu posisi bid-offernya,

278
terutama perhatikan SPREAD-nya. Anda harus memilih saham yang spread bid-offernya

SEBESAR FRAKSI HARGA. Jika spreadnya tidak sebesar fraksi harga, maka saham

tersebut tidak akan menguntungkan anda, dan bisa jadi pergerakan saham keesokan harinya

lebih banyak tipuan.

Mengapa demikian? Sederhana saja, saham yang memiliki spread yang terlalu renggang

adalah saham yang terlalu sedikit peminatnya. Nah, kalau saham yang peminatnya sangat

sedikit, apakah anda bisa menebak pergerakan harganya dengan lebih akurat? Tentu saja

tidak bisa. Maka dari itu, hindarilah saham lapis tiga yang memiliki spread yang renggang.

Meksipun pola candlestick sempurna, tetapi anda akan kesulitan untuk menebak apakah

harga saham besok akan naik paling tidak 5-10% atau justru akan turun lagi. Banyak saham

lapis tiga yang membentuk pola candlestick seperti kriteria yang saya sebutkan, tetapi spread

bid-offernya sangat renggang, dan keesokan harinya harga saham justru turun drastis, dan

kalaupun naik anda akan kesulitan untuk menjual di harga tinggi karena banyak spread harga

yang kosong. Hal ini sudah saya alami berkali-kali.

Nah, untuk memudahkannya berikut adalah contoh saham-saham lapis tiga yang

mengalami kenaikan drastis (20% lebih tetapi memiliki spread yang sangat renggang).

279
Perhatikan antrian bid-offer saham SIMA dibawah ini. SIMA memang terkena auto

reject atas dan mengalami kenaikan sebesar 25% pada penutupan perdagangan. Tapi, bisa

anda lihat spread bid-offernya sangat renggang. Setelah harga 220 antrian bid diatasnya

langsung menuju 270.

Artinya terdapat antrian harga yang kosong di rentang harga 222-268. Ini artinya saham

SIMA tersebut memiliki peminat yang sepi. Sehingga, anda akan sulit memprediksi apakah

SIMA besok akan naik atau justru akan turun lagi. Kalaupun anda bisa membeli sahamnya,

anda akan kesulitan menjual di harga tinggi karena perbedaan spread yang besar. Perhatikan

grafik saham SIMA dibawah ini:

Setelah harga penutupan sebelumnya naik 20% tetapi dengan spread yang renggang,

harga saham keesokan harinya (lihat yang saya beri tanda panah) hanya naik beberapa poin

saja. Harga saham sama sekali tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini

dikarenakan memang sedikit peminat saham tersebut yang terlihat dari spreadnya, sehingga

pergerakan harganya menjadi sulit ditebak.

Perhatikan juga antrian saham JKSW yang naik 20% pada saat penutupan perdagangan

saham tetapi dengan spread yang sangat renggang.

280
Kemudian perhatikan grafik JKSW pada penutupan harga terakhir.

Harga JKSW tampak membentuk candlestick dengan body biru yang panjang. Hal ini

dikarenakan harga JKSW naik signifikan, 20%. Lalu perhatikan harga saham JKSW

keesokan harinya

281
Harga JKSW bukannya naik, tapi justru mengalami penurunan yang drastis selama 3

(tiga) hari. Sehingga, kalau anda menemukan saham yang memiliki spread renggang, sekali

lagi, jangan berasumsi bahwa saham tersebut akan naik 10% pada keesokan harinya. Saham-

saham lapis tiga tersebut memiliki pergerakan harga yang menipu.

5. Hindari saham-saham yang baru pertama melantai di Bursa

Saham-saham yang baru melantai di Bursa saham memang kelihatannya menggiurkan

untuk ditradingkan karena pada umumnya saham-saham memiliki potensi naik yang kencang

dan cepat. Saham-saham tersebut bisa naik dengan cepat hanya dalam beberapa menit

perdagangan Bursa saja.

Tetapi saham-saham tersebut sangat berisiko karena fluktuatifnya terlalu cepat, sehingga

ketika anda belum sempat membeli harga sudah naik lebih dahulu. Jadi, kalau ingin mencari

saham-saham yang naik 5-10% dalam sehari, jangan membeli saham perusahaan yang baru

go public di Bursa.

6. Cari saham-saham yang harga pembukaan hari ini loncat beberapa poin daripada

harga penutupan sebelumnya dan harga saham langsung naik drastis setelahnya

Ciri-ciri harga saham yang akan naik 5-10% dalam sehari selain harga penutupan hari

sebelumnya yang naik sekitar 20% dan harga high ditutup sama dengan harga penutupan,

yang harus anda perhatikan lagi adalah: HARGA PEMBUKAAN HARI INI DIBUKA

LONCAT BEBERAPA POIN DARI HARGA PENUTUPAN HARI KEMARIN,

KEMUDIAN HARGA SAHAM NAIK DRASTIS SETELAH HARGA PEMBUKAAN.

Saya beri contohnya:

Misalnya harga saham CKRA pada tanggal 28 November 2017 ditutup di harga 150.

Harga saham CKRA terkena auto reject atas dan menguat hampir 30%, serta membentuk

pola candlestick white marubozu. Sehingga dengan membentuk pola seperti ini, CKRA

memiliki potensi mengalami kenaikan lagi pada keesokan harinya 29 November 2017.

282
Pada tanggal 29 November 2017 saat perdagangan saham CKRA dibuka, CKRA dibuka

di harga 155. Disini tampak jelas bahwa harga pembukaan CKRA pada 29 November 2017

sudah loncat 5 poin (di 155) daripada harga penutupan 28 November 2017 (di 150).

Setelah itu, begitu CKRA dibuka di harga 155, CKRA langsung mengalami kenaikan

dengan cepat. Mulai harga 155, 156, 157 dan seterusnya. Disini anda bisa langsung segera

melakukan order beli beberapa poin diatas harga terakhir.

Kenapa anda saya sarankan untuk mencari saham lapis tiga yang harga pembukaan hari

ini naik beberapa poin daripada harga penutupan hari sebelumnya, dan langsung mengalami

kenaikan cepat? Hal ini dikarenakan saham yang pada saat harga pembukaan sudah dibuka

naik lebih tinggi daripada harga penutupan sebelumnya, hal ini menunjukkan bahwa ada

banyak sekali pelaku pasar yang memang beramai-ramai ingin membeli sahamnya.

Apalagi jika harga saham tersebut langsung dibuka naik cepat, maka hal ini semakin

menunjukkan bahwa pelaku pasar memang sedang ramai ingin mengangkat harga sahamnya

di beberapa menit awal.

Dengan kata lain, MINAT BELI pelaku pasar terhadap saham tersebut memang sudah

sangat tinggi semenjak harga saham pertama kali dibuka. Sesuai hukum permintaan dan

penawaran, saham yang memiliki permintaan beli yang tinggi, maka harga saham tersebut

berpotensi mengalami kenaikan.

Minat yang sangat tinggi pada awal perdagangan Bursa saham ini biasanya berlangsung

dalam beberapa menit. Setelah harga saham diangkat naik, harga saham kemudian rentan

koreksi. Jadi, kalau anda ingin trading di saham dengan tipe seperti ini, anda harus

mentradingkannya dengan cepat (scalping trading).

Kalau harga saham tidak dibuka dan tidak mengalami kenaikan daripada harga

penutupan pada perdagangan hari kemarin, maka dapat dikatakan harga saham tersebut tidak

memiliki minat beli yang tinggi, sehingga bisa jadi saham tersebut justru tidak naik signifikan

283
atau turun setelah harga saham dibuka. Walaupun, pada perdagangan kemarin harga

saham terkena auto reject atas dan naik lebih dari 20%.

Tidak percaya? Saya berikan contoh studi kasusnya. Perhatikan saham AGRO tanggal 12

Juli 2017 dibawah ini.

Pada tanggal 12 Juli 2017, AGRO ditutup menguat hampir 25% (perhatikan tanda

panah). AGRO ditutup di harga 780 sama dengan harga tertingginya, disertai juga dengan

spread bid-offer yang likuid pada saat itu. Tipe saham seperti ini, seperti yang sudah saya

jelaskan sebelumnya adalah tipe saham yang bisa memberikan sinyal harga saham akan naik

5-10% dalam sehari. Perhatikan harga saham AGRO keesokan harinya tanggal 13 Juli 2017.

Pada tanggal 13 Juli 2017, AGRO ternyata dibuka pada harga 780. Artinya, harga

pembukaan AGRO kemarin adalah sama dengan harga penutupannya tanggal 12 Juli 2017.

284
AGRO kemudian hanya mampu naik sampai harga tertingginya di harga 790. Setelah itu

AGRO turun ke 750 dan ditutup di harga 765.

Nah, pada contoh AGRO diatas dapat dilihat jelas bahwa saham-saham yang tidak

mengalami kenaikan harga pembukaan dibandingkan harga pembukaan sebelumnya, maka

harga sahamnya biasanya tidak naik drastis. Mengapa demikian? Sederhanya saja, saham-

saham dengan tipikal seperti ini berarti menunjukkan tidak adanya minat beli yang besar dari

pelaku pasar pada saat pembukaan perdagangan saham, sehingga harga sahamnya pun sulit

untuk naik.

Perlu anda ingat, analisis ini biasanya HANYA berlaku untuk saham-saham lapis tiga.

Sedangkan untuk saham-saham lapis satu (saham blue chip) dan saham-saham lapis dua

biasanya analisis ini kurang tepat untuk diterapkan.

Pada sub bab 8.4 nanti anda bisa melihat banyak sekali contoh saham-saham yang naik

5-10% dalam sehari. Saham-saham yang saya paparkan dalam studi kasus pada sub bab 8.4

tersebut adalah saham-saham yang harga pembukaan pada hari ini mengalami kenaikan atau

loncat beberapa poin diatas harga penutupan pada hari atau perdagangan kemarin, dan

beberapa menit kemudian harga sahamnya diangkat tinggi.

POIN PENTING LAINNYA  JIKA HARGA SAHAM DIBUKA MELONCAT

BEBERAPA POIN DARI HARGA PENUTUPAN SEBELUMNYA TETAPI HARGA

SAHAM TIDAK SEGERA NAIK, HINDARI SAHAM TERSEBUT.

Jika harga saham dibuka loncat beberapa poin dari harga penutupan kemarin, namun saat

perdagangan hari ini dibuka dan harga saham tidak kunjung naik alias diam di tempat, anda

tidak saya sarankan mentradingkan sahamnya. Hal ini dikarenakan jika harga saham

cenderung diam di tempat artinya pelaku pasar sudah tidak memiliki minat besar untuk

mengangkat harga sahamnya lebih tinggi.

285
Biasanya saham-saham tersebut memiliki kecenderungan akan koreksi dengan cepat

setelah dibuka. Hal ini sudah saya buktikan sendiri beberapa kali. Jadi, disini anda harus

mengamati juga pergerakan harga saham tersebut pada saat pasar saham pertama dibuka,

yaitu jam 09.00.

Perhatikan apakah saham tersebut ketika dibuka harganya langsung naik apakah harga

saham tersebut cenderung diam di tempat setelah harga saham dibuka. Saya beri satu contoh,

yaitu saham OKAS. Perhatikan grafik saham OKAS tanggal 19 Juli 2017.

Saham OKAS tanggal 19 Juli 2017 ditutup naik sekitar 30%. OKAS dibuka di harga 65

dan kemudian OKAS naik sampai harga tertinggi di 83. OKAS ditutup sama dengan harga

tertingginya dan juga mengalami auto reject atas pada sore harinya. Saat itu, saya terus

mengamati saham OKAS tersebut.

Seharusnya pola saham seperti ini berpotensi untuk melanjutkan kenaikannya secara

signifikan pada keesokan harinya di beberapa menit pertama. Sekarang perhatikan

candlestick OKAS keesokan harinya tanggal 20 Juli 2017 dibawah ini.

286
Keesokan harinya OKAS dibuka meloncat ke harga 90 (perhatikan candlestick yang

saya beri tanda panah), harga penutupan 19 Juli 2017 adalah 83. Harga pembukaan

memang loncat tetapi ketika saya perhatikan ketika OKAS dibuka di harga 90, OKAS

kemudian justru diam di tempat dan tidak menunjukkan kenaikan harga saham.

Benar saja, setelah itu OKAS justru mengalami penurunan harga saham yang cukup

signifikan. OKAS terus turun ke harga terendah di harga 72, dan kemudian ditutup di

harga 75. Hal ini membuktikan bahwa saham lapis tiga yang harganya tidak naik secara

signifikan dan fluktuatif pada saat jam pembukaan menunjukkan ada minat beli pelaku

pasar yang cenderung sudah berkurang, sehingga ada baiknya anda menghindarinya.

7. Hindari saham yang body candlesticknya sudah mulai pendek (menunjukkan

tekanan beli yang sudah berkurang)

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, saham yang membentuk pola white marabozu

atau saham yang naik kencang lebih dari 20% dalam sehari dan harga high ditutup sama

dengan harga penutupan, hingga candlestick membentuk body yang panjang adalah jenis

candlestick yang bisa memprediksi kenaikan harga saham keesokan harinya.

Akan tetapi, kalau anda menemukan saham-saham yang body candlesticknya mulai

pendek walaupun saham tersebut membentuk pola white marubozu atau saham tersebut

mengalami kenaikan yang kencang, saya sarankan anda untuk tidak membeli sahamnya.

Mengapa demikian? Saya akan masuk langsung ke praktik contoh kasus

a. Contoh kasus saham FPNI

Perhatikan grafik saham FPNI, terutama 2 candlestick terakhir yang ada di gambar.

287
FPNI pada tanggal 13 Juni 2017 (candlestick pertama) tampak ditutup naik di harga auto

reject atas. Saat itu FPNI dibuka di harga 250 dan ditutup di harga tertingginya di 310.

Setelah itu, benar saja keesokan harinya tanggal 14 Juni 2017 FPNI mengalami kenaikan

(candlestick kedua). FPNI dibuka di 350 dan mengalami kenaikan tertinggi di harga 386.

Tanggal 14 Juni 2017 FPNI membentuk pola candlestick white marubozu sama seperti

candlestick hari sebelumnya. Pertanyaannya: Apakah saham FPNI besok juga akan

mengalami kenaikan lagi sama seperti kemarin? Tunggu dulu… Kita harus analisa lebih

dalam lagi.

Ada satu hal yang mengganjal dari bentuk candlestiknya, yaitu terkait dengan panjang

body candlestick. Body candlestick tanggal 14 Juni 2017 lebih pendek daripada hari

sebelumnya. Apa artinya? Artinya kenaikan harga saham FPNI sudah tidak setinggi hari

sebelumnya. Dengan kata lain, tekanan beli yang terjadi pada tanggal 14 Juni 2017 tidak

setinggi tekanan beli saat tanggal 13 Juni 2017.

Kemudian, perhatikan grafik FPNI dibawah ini tanggal 15 Juni 2017. Lihat apa yang

terjadi pada harga saham FPNI.

Pada tanggal 15 Juni 2017, harga saham FPNI dibuka di harga 450 tetapi kemudian FPNI

tidak pernah naik lagi dari harga pembukaannya. FPNI kemudian mengalami penurunan

harga saham yang drastis hingga turun ke harga terendah di 356. Hal ini membuktikan bahwa

ketika harga saham sudah memiliki body candlestick yang mulai rendah dibandingkan hari

288
sebelumnya, hal ini bisa merupakan sinyal bahwa harga saham akan turun pada keesokan

harinya.

Walaupun tidak selalu (saham-saham lapis tiga yang membentuk candlestick marubozu

masih ada kemungkinan naik keesokan harinya), tetapi banyak saham yang body

candlesticknya sudah mulai tipis dibandingkan hari sebelumnya biasanya harga sahamnya

sangat-sangat berpotensi untuk turun dan tidak kuat melanjutkan kenaikan yang signifikan.

Saya mengatakan demikian karena saya sudah pernah mengalaminya sendiri.

9.4 Studi Kasus Menemukan Saham-saham yang Naik 5-10% Sehari

Di sub bab sebelumnya saya sudah menjelaskan tipe-tipe saham apa saja yang harus anda

lihat kriteria dan polanya untuk bisa menentukan saham-saham yang akan naik 5-10%

keesokan hari. Di sub bab ini, saya akan lebih banyak memaparkan praktikknya supaya anda

lebih memahami dengan mudah.

1. Studi kasus saham FINN

Saham FINN pada penutupan perdagangan tanggal 14 Juni 2017 ditutup naik sekitar

25%. FINN juga mengalami auto reject atas. Perhatikan grafik FINN dibawah ini

Perhatikan, candlestick FINN tidak memiliki upper shadow karena harga tertinggi sama

dengan harga penutupan, yaitu di harga 310. FINN saat itu memiliki spread fraksi harga yang

renggang, sehingga saya juga ikut membeli saham ini pada keesokan harinya. Nah, apa yang

terjadi keesokan harinya? Perhatikan grafik FINN dibawah.

289
Perhatikan yang saya beri tanda panah, FINN mengalami kenaikan yang signifikan di

mana FINN dibuka di harga 320 pada tanggal 15 Juni 2017 dan FINN sempat naik ke harga

tertinggi di harga 366. Artinya, kenaikan FINN dalam satu hari ini sudah lebih dari 10% jika

kita bandingkan dengan harga penutupan kemarin dan pembukaan pada pagi hari ini.

Disinilah anda harus bisa memanfaatkan momen untuk trading cepat. Mengapa? Karena

setelah mengalami kenaikan, FINN kembali koreksi ke harga penutupan 332.

Jadi, jika anda ingin beli seperti ini, anda harus stand by dan pada saat jam 09.00 anda

harus segera melakukan order beli dan segera jual beberapa menit setelah naik. Ingat, jangan

sampai ada saham-saham yang menginap. Disini target kita adalah mencari saham-saham

yang naik 10% dalam satu hari, bahkan dalam beberapa menit.

2. Studi kasus saham JKSW (11 Juli-12 Juli 2017)

Saham JKSW tanggal 11 Juli 2017 juga naik lebih dari 20% pada penutupan

perdagangan. JKSW terkena auto reject atas, dan harga tertinggi JKSW pada 11 Juli 2017

berada di harga yang sama dengan harga penutupannya. Sekarang, perhatikan grafik JKSW

dibawah ini.

290
Perhatikan pola candlesticknya yang terakhir (berwarna biru sangat panjang). JKSW

bahkan tidak memiliki upper shadow, karena harga high dengan harga closingnya sama, di

mana harga tertinggi JKSW adalah 81 dan juga ditutup di harga 81. Sedangkan harga

pembukaannya adalah 63.

Disini terlihat adanya minat beli JKSW yang sangat tinggi jika melihat pola candle tanpa

upper shadow dan kenaikan harganya yang lebih dari 20%. JKSW juga memiliki spread bid-

offer yang likuid dan sempit, sehingga saham ini layak untuk dibeli. Apa yang terjadi pada

JKSW keesokan hari? Perhatikan lagi grafik JKSW dibawah ini.

Pada tanggal 12 Juli 2017 JKSW mampu naik sangat drastis diatas 10% (perhatikan

candlestick yang saya beri tandal lingkaran). JKSW dibuka di harga 81 dan sempat naik

menyentuh harga tertinggi di 109. Artinya jika harga JKSW dibuka di 81 dan menyentuh 109,

kenaikan harga sahamnya sudah lebih dari 10% dalam sehari. JKSW saat itu juga memiliki

spread bid-offer yang renggang.

291
Ini adalah salah satu contoh lagi yang saya paparkan bagaimana cara memilih saham-

saham yang akan naik 5-10% dalam sehari. Anda bisa membeli saham seperti ini tepat pada

saat market buka dan menjualnya saat harganya naik beberapa poin, yaitu sekitar 5-10%.

3. Studi kasus saham AGRS

Saham AGRS pada tanggal 15 Juni 2017 naik 25% dan terkena auto reject atas. Saya

juga sempat memantau saham ini dan akhirnya memutuskan untuk membeli AGRS pada

tanggal 16 Juni 2017. Pertimbangan saya adalah selain AGRS memiliki spread bid-offer yang

sempit, AGRS juga ditutup sama dengan harga tertingginya. Yang lebih bagus lagi, pola

candlestick AGRS membentuk white marubozu. Perhatikan grafik AGRS dibawah ini dan

juga bid-offernya.

AGRS terlihat membentuk pola white marubozu (perhatikan yang saya beri tanda

panah). Ini menunjukkan bahwa adanya tekanan beli yang sangat tinggi dari pelaku pasar.

Bid-offer AGRS juga memiliki spread yang sempit serta AGRS terkena auto reject atas pada

sore harinya. Perhatikan bid-offer AGRS.

292
Apa yang terjadi pada saham AGRS keesokan hari? Perhatikan harga saham AGRS

keesokan harinya tanggal 16 Juni 2017.

Saham AGRS tampak menguat cukup signifikan (perhatikan yang saya beri tanda

lingkaran) setelah membentuk pola yang saya sebutkan diatas. AGRS dibuka di harga 320

dan menyentuh harga tertinggi di harga 362. Hal ini berarti kenaikan saham AGRS dalam

satu hari sudah lebih dari 10%.

4. Studi kasus saham FPNI

Saham FPNI pada tanggal 13 Juni 2017 membentuk pola white marubozu dan menguat

lebih dari 25% serta mengalami auto reject pada sore hari. Perhatikan grafik saham FPNI

dibawah ini.

Tampak candlestick FPNI saat ditutup membentuk pola marubozu. Antrian bid-offer

FPNI juga memiliki spread harga yang sempit pada saat itu. FPNI ditutup di harga yang sama

dengan harga highnya, yaitu di harga 310. Setelah itu, apa yang terjadi dengan saham FPNI

keesokan harinya tanggap 14 Juni 2017? Perhatikan grafik FPNI dibawah ini

293
FPNI keesokan harinya dibuka menguat di harga 350 dan FPNI kemudian naik di harga

tertingginya di harga 386. Ini artinya, kenaikan FPNI dalam sehari sudah lebih dari 10%,

sehingga anda bisa memanfaatkan trading cepat di saham-saham yang memiliki pola seperti

ini.

5. Studi kasus saham RODA

Saham RODA pada tanggal 14 Juni 2017 ditutup menguat naik hampir 30%. Saat itu

saham RODA ditutup menguat di harga 197, yang juga ditutup sama dengan harga

tertingginya. Perhatikan grafik saham RODA dibawah ini.

RODA terlihat menguat signifikan. Kalau anda perhatikan candlestick terakhir memiliki

body yang panjang dan tidak ada upper shadownya. Selain itu, RODA saat itu juga memiliki

spread yang sempit. Sehingga, tipe saham seperti ini sangat bagus untuk memberikan sinyal

294
saham yang naik 5-10% dalam sehari. Apa yang terjadi dengan saham RODA 15 Juni 2017?

Perhatikan grafik RODA dibawah ini

Saham RODA dibuka di harga 200 dan RODA naik menyentuh harga tertinggi di 236

(Perhatikan yang saya beri tanda panah). Artinya kenaikan RODA adalah sekitar 18% sejak

perdagangan saham dibuka hingga beberapa menit pertama. Perhatikan lagi, candlestick

RODA tanggal 15 Juni 2017 justru berwarna merah yang artinya harga saham RODA ditutup

turun.

Saham RODA memang naik hingga menyentuh harga 236, tetapi kemudian RODA

terkoreksi lagi ke harga 175. Artinya, jika anda trading di saham-saham yang naik cepat

dalam satu hari, anda harus segera menjualnya pada hari yang sama pada saat harga saham

sudah naik. Ingat, jangan serakah. Jika anda serakah hal ini akan menyebabkan harga saham

anda akan nyangkut dan anda akan sulit menjual jika tiba-tiba harga saham berbalik arah

setelah naik drastis.

6. Studi kasus saham TOPS

Saham TOPS pada tanggal 5 Juli 2017 ditutup menguat dengan kenaikan 24,5%. TOPS

juga terkena auto reject atas pada sore hari. Candlestick TOPS membentuk pola white

marubozu. Perhatikan grafik TOPS dibawah ini.

295
Perhatikan pola candlestick saham TOPS yang saya beri tanda panah. Pola seperti inilah

yang menunjukkan saham sedang berada dalam tekanan beli yang tinggi . TOPS tanggal 5

Juli 2017 seperti yang anda lihat pada grafik diatas, ditutup di harga 660. Sedangkan harga

high juga sama dengan harga close di 660. TOPS memiliki spread yang likuid dan sempit

(sebesar fraksi harga). Hal ini terlihat dari bid-offernya. Perhatikan bid-offer TOPS dibawah

ini.

Lalu, apa yang terjadi dengan harga saham TOPS keesokan harinya tanggal 6 Juli 2017?

Perhatikan grafik TOPS dibawah ini.

296
Benar saja, keesokan harinya TOPS langsung menguat signifikan (perhatikan yang saya

beri tanda panah). TOPS dibuka di harga 665 dan kemudian TOPS naik menyentuh harga

tertinggi di harga 825. TOPS menyentuh harga terendah 610, tetapi TOPS mampu ditutup

naik juga di harga tertinggi 825. Artinya, harga saham TOPS mengalami kenaikan sebesar

24% dalam satu hari perdagangan. Seperti contoh-contoh yang saya paparkan sebelumnya,

pola saham seperti ini memang sangat potensial untuk naik cepat dalam satu hari

perdagangan dan sangat bagus untuk ditradingkan menggunakan metoda scalping trading.

7. Studi kasus saham WICO

Saham WICO pada perdagangan tanggal 5 Juli 2017 ditutup menguat 25%. WICO

terkena auto reject atas pada sore harinya. WICO membentuk candlestick white marubozu.

Perhatikan grafik saham WICO tanggal 5 Juli 2017 dibawah ini.

297
Pada grafik diatas (perhatikan yang saya beri tanda panah) WICO ditutup di harga yang

sama dengan harga tertingginya pada perdagangan tersebut, yaitu ditutup di harga 350. Hal

ini menunjukkan adanya minat atau tekanan beli yang tinggi pada saham WICO. Sedangkan,

yang menjadi menarik bagi WICO untuk ditradingkan adalah WICO memiliki antrian bid

offer dengan spread yang sempit. Tidak ada antrian harga yang kosong. Perhatikan bid-offer

WICO tanggal 5 Juli 2017.

Terlihat antrian bid-offer WICO yang terisi semua mulai harga yang urut (342-344-346-

348-350). Nah, apa yang terjadi pada pergerakan saham WICO tanggal 6 Juli 2017?

Perhatikan grafik WICO dibawah ini:

Tanggal 6 Juli 2017 WICO dibuka menguat ke harga 356 (perhatikan candlestick yang

saya beri tanda panah). Kemudian WICO menyentuh harga tertinggi di harga 418. Artinya,

kenaikan saham WICO pada satu hari perdagangan mulai harga pembukaan sampai naik ke

298
harga tertinggi adalah sebesar 17%. Hal ini tentu merupakan momen yang sangat baik jika

anda mentradingkannya saat sesi pertama jam market buka.

Kemudian kalau anda perhatikan candlestick WICO 6 Juli 2017, WICO tampak

membentuk suatu upper shadow yang panjang. Apa artinya upper shadow yang panjang

tersebut? Upper shadow yang panjang menunjukkan bahwa WICO sudah meninggalkan

harga tertingginya.

Dengan kata lain, setelah menyentuh harga tertinggi WICO kemudian turun lagi cukup

drastis. Pada tanggal 6 Juli 2017 WICO ditutup di harga 366, yang artinya WICO sudah turun

dari harga tertinggi di 418.

Sehingga, kalau anda ingin trading di saham-saham lapis tiga yang naik cepat, anda

disarankan untuk trading scalping. Memang tidak menutup kemungkinan saham-

saham yang naik 5-10% dalam sehari akan naik lagi keesokan harinya.

Akan tetapi, alangkah lebih baik jika anda menjualnya jika anda sudah untung,

karena sebagian besar saham-saham seperti ini memang hanya sanggup naik cepat

sehari dan setelah itu keesokan harinya akan terkoreksi lagi. Daripada anda gambling,

lebih baik anda bisa tidur nyenyak dan tidak menginapkan saham-saham lapis tiga di

portofolio anda.

8. Studi kasus saham SAFE

Saham SAFE pada tanggal 16 Juni 2017 ditutup menguat hingga 25%. SAFE juga

mengalami auto reject atas dan membentuk pola candlestick white marubozu. Untuk lebih

jelasnya, perhatikan grafik saham SAFE dibawah ini.

299
SAFE dibuka di harga terendah 195 dan menyentuh harga tertinggi di 248 serta ditutup

di harga 248. SAFE saat itu juga memiliki antrian spread bid-offer yang sempit pada saat itu.

Apa yang terjadi setelah SAFE membentuk pola tersebut? Perhatikan harga saham SAFE

pada tanggal 19 Juni 2017.

SAFE mengalami penguatan yang signifikan. SAFE pada perdagangan 19 Juni 2017

dibuka di harga 244 dan ditutup menguat sama dengan harga tertinggi di harga 310. Artinya,

kenaikan saham SAFE dari harga pembukaan hingga harga tertinggi adalah sebesar 27%. Jika

anda bisa memanfaatkan momentum untuk membeli SAFE saat jam pasar saham buka dan

menjualnya beberapa saat kemudian, anda sudah bisa mendapatkan keuntungan alias

―nyopet‖ sebesar 5-10%.

9. Studi kasus saham YULE

Saham YULE pada tanggal 13 Juni 2017 ditutup menguat 30% dan YULE mengalami

auto reject atas pada sore hari. YULE pada saat itu juga memiliki antrian spread bid-offer

yang sempit dan candlestick membentuk white marubozu. Perhatikan saham YULE dibawah.

300
YULE pada tanggal 13 Juni 2017 ditutup sama dengan harga tertingginya, yaitu ditutup

di harga 112. Seperti yang sudah saya bahas di poin-poin sebelumnya, saham-saham lapis

tiga yang memiliki pola seperti ini memiliki potensi besar untuk naik pada keesokan harinya.

Perhatikan saham YULE keesokan harinya tanggal 14 Juni 2017.

Pada perdagangan saham tanggal 14 Juni 2017, YULE dibuka menguat di harga 130 dan

YULE kemudian naik menguat sampai harga 151. Artinya, dari harga pembukaan hingga

harga penutupan YULE mengalami kenaikan sebesar 16%. Anda bisa memanfaatkannya

untuk trading cepat dengan mengincar buy pada saat jam market pertama dibuka.

10. Studi kasus saham GPRA

Saham GPRA pada tanggal 29 Mei 2017 mengalami lebih dari 25%. GPRA juga terkena

auto reject atas pada sore hari dan nyaris membentuk candlestick white marubozu dan

memiliki spread bid-offer yang likuid. Perhatikan grafik GPRA dibawah ini.

301
Candlestick GPRA tanggal 29 Mei 2017 (perhatikan tanda panah) dibuka di harga 90,

kemudian GPRA juga menguat sampai harga 118 dan GPRA ditutup menguat di harga 118.

Harga saham GPRA yang ditutup sama dengan harga tertinggi serta menguat 25%

menunjukkan adanya minat pelaku pasar yang besar untuk mengangkat saham GPRA. Apa

yang terjadi dengan pergerakan GPRA keesokan hari? Perhatikan harga saham GPRA

keesokan harinya (30 Mei 2017).

Saham GPRA keesokan harinya menguat lagi secara signifikan. GPRA dibuka di harga

125, dan GPRA menguat ke sampai harga 159. Artinya, kenaikan GPRA dari harag

pembukaan hingga harga tertinggi adalah sebesar 27,2%. Nah, momen kenaikan harga saham

GPRA ini bisa anda manfaatkan untuk memperoleh profit cepat dalam satu hari.

11. Studi kasus saham STAR

Saham STAR pada tanggal 22 Maret 2017 mengalami kenaikan hingga 33,9%. Star

ditutup dengan auto reject atas pada sore hari. Antrian bid-offer STAR pada saat itu memiliki

spread yang sempit, yaitu sebesar fraksi harganya. Perhatikan grafik saham STAR dibawah

ini.

302
Tanggal 22 Maret 2017 STAR dibuka di harga terendah yang sama dengan harga

pembukaannya, yaitu dibuka di harga 56. STAR kemudian naik ke harga 75 dan STAR

ditutup di harga tertingginya. STAR membentuk pola candlestick white marubozu

(perhatikan yang saya beri tanda panah). Setelah STAR membentuk pola tersebut, apa yang

terjadi dengan harga sahamnya keesokan hari tanggal 23 Maret 2017? Perhatikan grafik

STAR dibawah ini:

Keesokan harinya STAR mengalami kenaikan harga yang signifikan (perhatikan yang

saya beri tanda lingkaran). STAR tanggal 23 Maret 2017 dibuka di harga 81 dan kemudian

naik hingga 101. Artinya, kenaikan STAR dari harga pembukaan hingga harga tertinggi

adalah sebesar 24,6%. 2 (dua) hari kemudian STAR masih melanjutkan kenaikan. Akan

tetapi, kemudian STAR ditutup turun (tekanan beli sudah reda).

303
Sekali lagi, kombinasi pola candlestick dan bid-offer seperti ini memberikan sinyal yang

bagus dan akurat dalam memprediksi saham-saham yang potensial naik cepat dalam satu

hari. Anda bisa memanfaatkan ambil cuan di kisaran 5-10% dalam beberapa menit.

12. Studi kasus saham JKSW (17 Juli-18 juli 2017)

Tanggal 18 Juli 2017 saya juga sempat ―nyopet‖ saham JKSW karena pada penutupan

perdagangan 17 Juli 2017 saya melihat adanya pola yang sangat potensial untuk naik cepat

pada awal perdagangan keesokan hari. Saham JKSW ini saya perhatikan terus lantaran waktu

saya screening sahamnya saat masih sesi satu, JKSW sudah mengalami kenaikan nyairs 20%.

Pada sore hari, JKSW terkena auto reject atas.

JKSW ditutup di harga 101 pada tanggal 17 Juli 2017 dan harga tertingginya juga ada di

harag 101. Perhatikan grafik saham JKSW dibawah ini:

Pada grafik diatas tampak candlestick terakhir JKSW membentuk pola candle white

marubozu dan ditutup di kisaran harga 25% auto reject atas. Pola seperti ini biasanya

keesokan harinya harga saham akan melanjutkan kenaikan yang cepat dalam beberapa menit

pertama. Saya juga mengamati bid-offer JKSW. JKSW memiliki bid-offer dengan spread

yang sebesar fraksi harganya, sehingga saya memutuskan untuk mentradingkan pada

keesokan harinya. Perhatikan bid-offer JKSW.

304
Terlihat adanya spread yang sempit yang sebesar fraksi harganya. Nah, kemudian apa

yang terjadi dengan pergerakan JKSW keesokan harinya tanggal 18 Juli 2017? Perhatikan

grafik JKSW dibawah ini.

JKSW pada tanggal 18 Juli 2017 sempat mengalami kenaikan yang signifikan

(perhatikan yang saya beri tanda panah). JKSW tampak membentuk upper shadow yang

sangat panjang pertanda harga saham mengalami kenaikan yang cukup tinggi pada hari itu.

Dibuka di harga 110, JKSW kemudian berhasil naik hingga harga tertingginya di harga

128. Artinya, kenaikan harga JKSW dari harga pembukaan hingga harga tertinggi adalah

sebesar 16,36%. Momentum seperti ini akan sangat bagus anda manfaatkan untuk

305
memperoleh profit sebesar 5-10% dalam sehari. Saya juga memanfaatkan momen ini dengan

membeli saham JKSW. Pada sub bab 8.5 nanti akan saya jelaskan lebih lanjut.

Kembali lagi, setelah JKSW naik menyentuh harga tertinggi di harga 128, JKSW

kemudian mengalami penurunan dengan cepat. JKSW sempat turun lagi ke harga 90-an.

Sehingga, kalau anda perhatikan candlesticknya, JKSW tampak membentuk suatu upper

shadow yang panjang karena harga saham JKSW sudah meninggalkan jauh harga

tertingginya.

Sekali lagi, saham-saham seperti ini cocok untuk ditradingkan pendek alias scalping.

Anda sudah melihat sendiri bagaimana polanya, dan saya juga terus mengamati saham ini

selama jam Bursa berlangsung, bagaimana tingkat fluktuatif pergerakannya. Sehingga,

saham-saham dengan tipikal seperti ini tidak cocok untuk di-hold sampai berhari-hari alias

diinapkan di portofolio anda.

13. Studi kasus saham BINA

Saham BINA tanggal 19 Juli 2017 ditutup menguat hingga 33,87%. Saham BINA saat itu

terkena auto reject atas. Perhatikan grafik saham BINA dibawah ini.

BINA tanggal 19 Juli 2017 (perhatikan candlestikc yang saya beri tanda panah) dibuka di

harga 870 dan sempat menyentuh harga terendah. Akan tetapi, BINA kemudian bergerak

menguat dan pada sore harinya BINA terkena auto reject atas hingga harga penutupan

306
ditutup sama dengan harga tertingginya di harga 1.100, hingga BINA tidak memiliki upper

shadow. BINA juga memiliki pergerakan spread bid-offer saham yang likuid. Perhatikan bid-

offer BINA dibawah ini.

Apa yang terjadi dengan saham BINA keesokan harinya? Perhatikan grafik saham BINA

tanggal 20 Juli 2017 dibawah ini.

Perhatikan yang saya beri tanda panah. Saham BINA 20 Juli 2017 dibuka di harga 1.130,

kemudian dalam beberapa menit pertama BINA naik kencang sampai harga 1.305. Saat itu

BINA sempat naik hingga sekitar 20%. Namun kemudian BINA kembali koreksi ke harga ke

harga terendah 1.150 dan BINA ditutup di harga 1.250.

307
Disini tampak sekali lagi pengujian dalam menganalisis saham-saham yang berpotensi

naik kencang 5-10% terbukti. Jika anda bisa jeli melihat peluang ini, anda bisa mendapatkan

profit 5-10% dalam beberapa menit perdagangan pertama.

Nah, itulah contoh-contoh pola saham yang memiliki potensi besar untuk mengalami

kenaikan 5-10% dalam sehari. Sekali lagi, analisis ini hanya berlaku untuk saham-saham

lapis tiga yang masih ―likuid‖. Jika anda berharap menemukan hal tersebut pada saham lapis

satu atau saham lapis dua, maka hal ini akan sulit untuk anda terapkan karena saham-saham

blue chip dan lapis dua umumnya memiliki kenaikan yang lebih smooth dan stabil.

Di bab ini saya sengaja memberikan banyak sekali praktik contoh kasus untuk anda

mengenai pola-pola saham yang akan naik 5-10% dalam sehari. Hal ini bertujuan supaya

anda bisa memahami lebih dalam seperti apa pola-pola saham lapis tiga yang potensial yang

seperti saya maksudkan.

Banyaknya contoh yang saya paparkan dalam studi kasus juga bertujuan untuk

menghindarkan anda dari tipikial saham yang menjebak, karena tidak semua saham lapis tiga

yang kelihatannya akan naik, keesokan hari benar-benar naik. Banyak saham-saham lapis tiga

yang memiliki pergerakan harga yang cenderung menipu. Jadi jika anda ingin trading di

saham-saham seperti ini, anda harus mempelajari dan mengerti betul pola yang bagus. Maka

dari itu, jika anda belum mengerti bab ini, anda harus mempelajari praktik studi kasus yang

saya paparkan.

9.5 Scalping Trading Saat Saham Kena Sentimen Positif

Cara memilih saham untuk scalping trading, juga bisa anda terapkan untuk saham-saham

yang lagi naik banyak karena sentimen positif. Semakin bagus jika ada lebih dari satu saham

di sektor yang sama, mengalami kenaikan drastis hingga kena Auto Reject Atas (ARA) dan

308
membentuk candlestick green marubozu, seperti pola-pola yang sudah kita bahas

sebelumnya.

Biasanya saham-saham di satu sektor yang kena ARA karena sentimen positif, harga

sahamnya sangat bagus untuk scalping trading.

Apalagi kalau sahamnya bukan saham gorengan (saham lapis tiga), maka peluang

profitnya semakin besar, karena biasanya saham yang lebih likuid, spreadnya bagus buat

scalping.

Oke kita langsung saya masuk ke beberapa studi kasus scalping trading di saham-saham

ARA yang kena sentimen positif:

1. Studi Kasus Saham DOID dan INDY

Karena harga batu bara saat itu naik, mayoritas saham batu bara seperti ITMG, DOID,

INDY dan lain-lain harganya juga naik tinggi. Tetapi hanya ada dua saham yaitu DOID dan

INDY yang naiknya sangat drastis hingga terkena ARA, yaitu DOID dan INDY. Perhatikan

grafik saham DOID berikut:

Perhatikan tanda panah. DOID membentuk candle marubozu dengan harga tertinggi

sama dengan harga penutupan (closing) di 210. Disertai volume yang sangat besar (tanda

persegi). Ini menunjukkan bahwa harga saham ada potensi lanjut naik keesokan hari.

Kemudian perhatikan harga saham DOID keesokan harinya. DOID saat itu dibuka ke

harga 222 dan naik cepat sampai ke 240. Namun tidak lama kemudian harganya turun sampai

309
ke 216 dan ditutup di 216. Itulah mengapa pola candle setelahnya membentuk long upper

shadow, karena harga sahamnya turun banyak dari harga tertingginya.

Kalau anda perhatikan, pola saham DOID ini sama dengan studi-studi kasus yang kita

bahas sebelumnya, di mana sahamnya: Kena ARA dan membentuk marubozu. Anda punya

kesempatan meraih profit scalping trading di saham yang polanya seperti ini.

Perlu anda perhatikan juga, bahwa saham yang volumenya besar dan naik tinggi di hari

itu, belum tentu harganya berpotensi naik 5-10% keesokan harinya. Anda bisa perhatikan

tanda lingkaran di saham DOID diatas.

Saham DOID harganya naik dan volumenya juga sangat tinggi. Namun kalau anda

perhatikan, saham DOID tidak membentuk candle marubozu karena pada pola tersebut,

terlihat jelas ada pola long upper shadow yang panjang. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan

beli saham di hari itu sudah mulai reda / turun.

Keesokan harinya, harga sahamnya justru cenderung turun dan sulit naik. Jadi untuk

scalping trading, usahakan pola saham tersebut terkena ARA. Lalu, perhatikan juga

saham INDY berikut yang polanya sama dengan saham DOID berikut:

Perhatikan yang saya beri tanda panah. INDY saat itu terkena ARA, dan candlenya sama

seperti candle DOID, membentuk pola green marubozu dan volumenya juga meningkat

signifikan. Saat itu harga penutupan INDY ditutup sama dengan harga tertingginya di harga

930.

310
Keesokan harinya (tanda lingkaran), INDY harganya dibuka di 955 dan naik ke harga

tertinggi 1.040. Namun setelah itu INDY turun berangsur dan ditutup di harga 930.

Dengan adanya pola marubozu, saham terkena ARA dan volume besar (seperti pola-pola

sebelumnya), saham tersebut bisa anda manfaatkan untuk trading beberapa menit pertama di

jam market keesokan harinya. Di web Saham Gain halaman Rekomendasi Saham, saya juga

sempat memberikan ulasan saham INDY dan DOID untuk trading cepat.

Dalam 15-20 menit trading, kedua saham ini berhasil naik diatas 5%. Sehingga,

kesimpulannya saham-saham yang kena ARA karena sentimen positif, apalagi jika sahamnya

cenderung likuid, harga sahamnya punya potensi besar untuk naik keesokan harinya.

2. Studi Kasus Saham KAEF dan INAF

Saham KAEF dan INAF pernah naik tinggi hingga terkena ARA, karena adanya

sentimen positif vaksin Covid 19. Saham KAEF dan INAF bergerak di sektor farmasi, maka

kedua saham ini sama-sama naik drastis dalam sehari. Perhatikan pola saham KAEF

berikut:

311
Perhatikan yang saya beri tanda panah. Saham KAEF membentuk candlestick marubozu

dan volume yang tinggi. Keesokan harinya, saham KAEF masih melanjutkan kenaikan sangat

tinggi (tanda persegi) dalam sehari. Hal ini juga terjadi pada saham INAF di satu sektor yang

sama, yang mengalami kenaikan euforia bersamaan dengan saham KAEF. Perhatikan chart

INAF:

Sama seperti pola saham KAEF diatas, di mana INAF sebelumnya membentuk pola

candle marubozu (tanda panah) dengan volume besar, dan saat itu INAF terkena ARA.

Keesokan harinya INAF melanjutkan kenaikannya (tanda persegi) lagi.

Seperti studi-studi kasus sebelumnya, kita dapat menarik kesimpulan bahwa saham-

saham kemarin naik sampai auto reject atas (ARA), dan memiliki spread harga yang sempit

(sesuai fraksi harganya), maka harga sahamnya memiliki potensi naik minimal 5-10% selama

beberapa menit pertama. Momen inilah yang bisa anda manfaatkan buat scalping trading.

Tetapi untuk saham-saham yang seringkali naik cepat, jika sahamnya sudah membentuk

upper shadow, seperti yang bisa anda lihat pada tanda lingkaran diatas, maka ini adalah

pertanda tekanan beli saham tersebut sudah mulai reda, sehingga sahamnya berpotensi turun

cepat dalam jangka pendek.

Jadi kalau anda melakukan scalping trading di saham tertentu. Dan pada hari-hari

setelahnya saham tersebut sudah tidak membentuk candle marubozu lagi, apalagi jika

mulai membentuk upper shadow yang panjang, hindari saham tersebut untuk scalping,

karena risiko turun / koreksi cukup besar.

312
9.6 Peluang Scalping Ketika Beberapa Saham Satu Sektor Naik & ARA

Jika anda menemukan saham-saham berikut selama jam trading:

 Harga saham naik tinggi hingga terkena ARA.

 Ada lebih dari satu saham di sektor yang sama, yang harga sahamnya sama-sama naik

terkena ARA. Contohnya seperti yang kita paparkan di sub bab sebelumnya yaitu INDY

& DOID serta KAEF & INAF.

 Poin tambahan: Sedang ada sentimen positif di sektor tersebut.

Maka saham-saham tersebut bisa anda gunakan untuk scalping trading untuk keesokan

harinya. Apalagi jika saham tersebut memiliki spread harga saham yang sempit / sebesar

fraksi harganya, dan semakin banyak (tebal) bid-offer sahamnya, maka peluang saham

tersebut untuk melanjutkan kenaikan beberapa menit pertama keesokan harinya semakin

besar.

Di Bab IX ini kita sudah membahas banyak pola saham ARA yang bisa anda gunakan

untuk scalping trading. Termasuk di sub bab 9.5 dan 9.6, karena terkadang di market ada

saham-saham di satu sektor yang naik bersamaan dan ARA pada sore harinya. Maka, saham-

saham seperti ini bisa dimanfaatkan untuk scalping.

9.7 Strategi “Nyopet” Saham yang Naik 5-10% dalam Sehari

Terkait apa yang sudah saya paparkan diatas, saya tentu juga sudah menguji sistem ini

dan saya juga ikut mentradingkan saham-sahamnya. Maka dari itu, saya bisa menyimpulkan

bahwa pola-pola tersebut memang cukup akurat dan bisa dibuktikan kebenarannya. Oh iya,

berikut saya tunjukkan beberapa saham yang pernah saya beli dengan mengincar cuan alias

profit 5-10% dalam sehari.

313
Pada tangal 15 Juni 2017 saya membeli saham FINN di harga 322 pada jam 09:03 dan

menjualnya pada jam 09:13 di harga 344. Profit dari saham FINN dalam sehari yang saya

dapatkan adalah 6,8%.

Lalu pada tanggal 16 Juni 2017, saya juga membeli saham AGRS di harga 326 pada jam

09:02 dan menjualnya di harga 354 pada jam 09:04. Profit dari saham AGRS yang saya

dapatkan dalam sehari adalah sebesar 8,5%.

Kemudian pada tanggal 18 Juli 2017, saya membeli saham JKSW di harga 118 pada jam

09:06 dan menjualnya kembali di harga 125 pada jam 09:08. Profit dari saham JKSW yang

saya dapatkan dalam sehari adalah sebesar 5,93%. Setelah saya jual saham JKSW sempat

naik lagi ke harga 128, tetapi JKSW tidak kuat naik dari harga 128 dan ditutup turun lagi ke

harga 97 pada penutupan perdagangan saham di sesi 2.

Untuk saham JKSW ini sebenarnya saya agak terlambat masuk. Ketika harga sahamnya

dibuka di 110 dan sudah naik ke harga 112, saya masih belum membelinya karena saya lihat

masih ada beberapa antrian harga yang kosong karena waktu itu masih jam pertama bursa

saham dibuka. Ternyata dengan cepat JKSW naik lagi sampai 115 dan kemudian naik ke best

offer 118.

Sehingga, dengan cepat saya memutuskan untuk segera memasang order beli di harga

118. Setelah order match, saya pantau terus saham JKSW dan benar saja 2 (dua) menit

kemudian harga saham JKSW kembali mengalami kenaikan yang cepat hingga ke 125.

314
Karena saya agak terlambat masuk (JKSW sudah dibuka di 110), maka saya segera

merealisasikan profit jual di harga 125.

Secara logika saya berpikir: Saya tidak perlu menunggu harga naik sampai 140. Toh,

kalau saya jual di harga 125 saya ternyata sudah dapat profit sebesar 5,93% (terbukti setelah

naik di 128, JKSW kemudian turun lagi). Disini terlihat bahwa faktor ketenangan,

psikologi, emosi dan pentingnya mengurungkan niat untuk serakah memainkan peran

penting untuk bisa mendapatkan profit.

Saya mentradingkan saham-saham tersebut secara cepat karena risiko fluktuatifnya.

Dengan kata lain, saya sudah stand by dan langsung membeli saham tersebut pada saat jam

pasar saham pertama kali buka dan menjualnya beberapa menit kemudian saat sahamnya

naik.

Nah, kalau anda perhatikan dengan cermat dan seksama mungkin anda akan bertanya-

tanya: “Bagaimana strategi yang tepat untuk memasang entry beli dan jual pada saham-

saham seperti ini? Bukankah biasanya saham-saham seperti ini naiknya begitu cepat ketika

pasar saham dibuka?: Oke, saya akan bahas bagaimana cara ―nyopet‖ saham yang naik 5-

10% dalam sehari.

1. Stand by sebelum market buka

Strategi yang harus anda lakukan agar bisa kebagian profit adalah anda setidaknya harus

stand by sebelum pasar saham buka. Minimal sudah siap saat sesi pre-opening (pukul 08:55).

Jangan mulai membuka software saham anda tepat pada saat jam 09:00 (saat jam pasar saham

sudah buka), karena biasanya harga saham sudah terburu naik dan anda tidak akan kebagian

saham di harga yang rendah.

Ketika pasar saham buka jam 09.00, perhatikan apakah harga saham pembukaan naik /

loncat daripada harga saham penutupan sebelumnya. Jika harga saham dibuka naik

315
dibandingkan harga penutupan kemarin, artinya minat beli memang tinggi. Anda bisa

langsung antri untuk membeli saham. Lalu, harus beli di harga berapa? Baca poin nomor 2

2. Pasang posisi beli beberapa poin diatas harga pembukaan

Kalau anda mengincar harga saham yang bisa naik 5-10% dalam sehari bahkan lebih

dalam tempo cepat, maka ketika harga saham tersebut dibuka naik di awal perdagangan

Bursa, saham tersebut berpotensi melejit cepat. Kalau anda coba membeli pada harga yang

terjadi saat itu, maka kemungkinan besar order beli anda tidak akan match karena ketika anda

memasukkan order, anda butuh waktu mengetikkan jumlah order dan lot yang anda inginkan.

Pada saat anda masih mengetik order beli yang hendak anda masukkan, harga saham

sudah terburu naik lebih dulu. Jadi, jika anda ingin order beli, saya menyarankan anda

membeli beberapa poin diatas harga pembukaan atau beberapa poin diatas harga best offer

pada saat itu. Untuk mudahnya saya berikan ilustrasinya.

Misalnya anda ingin membeli saham FPNI. Saham FPNI saat jam pertama pasar buka

anda melihat harganya sedang naik dan antrian best offer saat itu ada di harga 150. Maka,

saya tidak menyarankan pada anda untuk membeli pada harga tepat 150. Hal ini dikarenakan

kalau anda membeli pada harga 150, maka ketika anda mengetikkan order beli 150, harga

sudah naik lagi, sehingga anda tidak bisa mendapatkan sahamnya.

Jadi, solusinya adalah ada baiknya anda membeli FPNI beberapa poin diatas 150.

Misanya, anda bisa mengetikkan order beli di harga 155. Anda hanya perlu antri beberapa

saat untuk menunggu order anda match. Ketika anda mengetik harga 155, maka mungkin

order anda sudah masuk terlebih dahulu ketika harga sahamnya masih naik di kisaran 152-

153.

Jadi, anda belum terlambat untuk mendapatkan sahamnya. Sudah paham sampai disini?

Sekarang perhatikan lagi saham FINN, AGRS dan JKSW yang saya beli. Saham FINN ini

pada perdagangan tanggal 15 Juni 2017 dibuka di harga 320. FINN saat itu sempat turun

316
sedikit ke 316-318. Nah, saya segera melakukan order beli di harga 322 bukan di 318, karena

jika FINN mulai naik lagi dari 318, kemungkinan besar saya tidak akan mendapatkan saham

FINN pada hari itu.

Perhatikan juga saham AGRS yang saya beli. Pada tanggal 16 Juni 2017 saat saya

membeli AGRS, AGRS dibuka di harga 320. Saya sengaja tidak membeli AGRS tepat di

harga 320 datau 322. Saya memasang order beli beberapa poin diatas harga pembukaan

AGRS. Saya memasang order beli di harga 326 dan menunggu beberapa saat order untuk

match.

Kemudian juga perhatikan saham JKSW. Pada tanggal 18 Juli 2017 saat saya membeli

JKSW, JKSW dibuka di harga 110. Walaupun saya sempat agak terlambat melakukan order

beli, yang pada waktu itu seharusnya saya order beli di harga 115, tapi akhirnya saya

mendapatkan JKSW di 118.

Kembali lagi, saya membeli JKSW dengan cara melakukan antri beli beberapa poin

pertama diatas harga pembukaan sama seperti saham-saham lain yang saya lakukan. Hal ini

bertujuan untuk menghindari adanya kenaikan saham yang terlalu cepat jika membeli tepat

pada harga saat ini, sehingga ada risiko kemungkinan tidak mendapatkan barangnya (baca:

saham).

Itulah strategi memasukkan order beli untuk saham-saham yang naik cepat. Strategi ini

juga ditujukan agar anda tidak panik dan terburu-buru saat memasukkan order.

3. Beli dan jual saham dilakukan saat jam pasar saham pertama dibuka

Poin penting lainnya yang harus anda perhatikan kalau anda ingin ―nyopet‖ saham-

saham yang naik cepat dalam sehari, anda harus melakukan beli dan jual di saat yang

berdekatan. Dengan kata lain, metoda trading yang digunakan adalah scalping trading.

Mengapa scalping trading? Pada umumnya saham-saham yang naik cepat ini memiliki risiko

yang tinggi pula.

317
Biasanya setelah naik dengan kencang, saham-saham tersebut juga berpotensi koreksi

dalam waktu yang cepat. Jadi, jika harga saham sudah naik dan anda sudah dapat profit,

segera jual saham anda. Ingat, prinsip penting di pasar saham adalah: Don’t be greed. Jangan

menjadi tamak dan terus berharap harga saham akan naik terus.

Saya juga tidak menyarankan anda untuk membeli saham dan menahannya selama

berhari-hari. Hal ini dikarenakan analisa yang digunakan di bab 8 ini hanya ditujukan untuk

mencari saham-saham yang naik cepat dalam satu hari perdagangan (beberapa menit).

Apakah memungkinkan harga saham tersebut bisa naik lagi keesokan harinya?

Jawabannya: Mungkin. Tetapi dalam banyak kasus, justru saham-saham yang bisa naik

kencang dalam sehari, kenaikan harga sahamnya tidak bertahan lama. Setelah harga saham

naik, harga saham kemudian berpotensi untuk koreksi lagi dengan cepat. Jadi, gunakan

metoda trading cepat untuk aman.

Kalau anda perhatikan saham FINN dan AGRS yang saya beli, saya membeli dan

menjual dalam waktu yang berdekatan. FINN saya membeli dan menjual setelah sahamnya

naik drastis dalam 10 menit. Sedangkan untuk saham AGRS saya membeli dan menjual

setelah sahamnya naik kencang hanya dalam 2 menit. Intinya, ketika harga saham sudah naik

dan profit saya langsung menjualnya, jangan serakah.

4. Segera pasang antri jual, sebelum harga saham turun duluan

Ketika anda sudah membeli saham, anda mungkin bingung ingin menjual di harga

berapa, terutama ketika anda membeli saham dan kemudian harga saham tiba-tiba terus naik

dengan cepat. Disini anda tidak boleh panik. Anda harus tetap tenang dan memasang segera

antrian jual saat harga sahamnya sudah naik banyak dari harga beli anda.

Anda tidak perlu menunggu harga saham naik ke harga tertinggi, karena anda tidak akan

tahu apakah saham tersebut akan naik sampai auto reject lagi atau harga saham akan turun

setelah naik beberapa poin. Hal ini juga saya lakukan setelah membeli saham-saham tersebut

318
Setelah membeli FINN, saya langsung memasang jual di harga 344 (harga beli 322).

FINN memang masih naik ke harga tertinggi di 366. Sedangkan saya menjual AGRS di harga

354 (harga beli 326). AGRS masih naik lagi beberapa poin ke harga 362.

Namun karena sudah mendapatkan profit yang cukup, saya segera menjualnya. Walaupun

harga saham masih naik lagi beberapa poin, tetapi saya tidak serakah dalam menetapkan

target take profit.

9.8 Manajemen Modal untuk Scalping Trading

Dari apa yang sudah saya paparkan, saya bisa memahami bahwa trading dengan

mengincar saham-saham yang naik 5-10% dalam sehari memang memiliki risiko yang agak

tinggi, walaupun risiko tidak terlalu besar karena kita sudah memahami pola pergerakannya.

Akan tetapi, saham-saham yang kita incar disini adalah saham-saham lapis tiga. Selain itu,

saham-saham yang bisa memberikan profit cepat biasanya sangat rentan membuat trader

menjadi KETAGIHAN untuk PROFIT.

Sifat inilah yang berbahaya dan bisa menggerus modal apabila trader tidak memiliki

manajemen modal yang baik. Maka dari itu, anda harus memiliki manajemen modal yang

benar. Bagaimana caranya? Jika anda ingin membeli saham-saham yang naik kencang dalam

satu hari perdagangan maka:

 Gunakan modal MAKSIMAL 10% dari total modal anda

Mengapa maksimal harus 10%? Ya karena saham-saham ini juga mengandung risiko

yang lebih besar ketimbang mentradingkan saham blue chip. Jadi, untuk amannya anda harus

menggunakan modal yang lebih kecil. Jangan sampai modal yang anda gunakan untuk

membeli saham-saham lapis tiga ini jauh lebih besar daripada saham-saham yang likuid yang

sudah anda screening sendiri. Karena hal ini sama saja anda sedang melakukan taruhan.

319
Di sisi lain, kalau anda membeli saham dengan modal kecil, ketika harga saham naik

anda juga sudah mendapatkan profit yang lumayan besar. Main saham tipe seperti dengan

modal yang tidak terlalu besar juga dapat memberikan rasa nyaman dan lebih tenang. Hal ini

dikarenakan terkadang fluktuatif harga saham yang cukup tinggi di awal sesi perdagangan,

bisa membuat trader menjadi panik apalagi jika modal yang digunakan sangat besar.

9.9 Mau Incar Saham yang Naik Cepat: Perhatikan Hal-hal Ini

Trading saham bukan hanya asal trading dan mendapatkan profit. Ada banyak sekali

faktor lain yang harus anda perhatikan jika anda ingin trading, terutama jika anda

memutuskan untuk trading cepat dengan mengincar profit 5-10% dalam satu hari

perdagangan saham. Berikut adalah beberapa hal yang harus anda perhatikan saat anda

mengincar profit 5-10% sehari dari satu saham:

1. Kalau anda adalah tipikal trader yang tidak suka ambil risiko, jangan mencoba

tehnik ini

Saya selalu menekankan hal ini pada semua trader. Kalau anda adalah tipikal trader yang

suka membeli saham-saham yang likuid, ingin yang lebih pasti, trader yang tidak suka

fluktuatif harga saham yang terlalu cepat, anda tidak tahan melihat harga saham yang naik

dan turun cepat, JANGAN MENCOBA CARA INI. Intinya, kalau anda titpikal pemain

saham yang tidak suka mengambil risiko hindari cara ―nyopet‖ ini.

Tapi bagaimana kalau anda ingin mencobanya? Boleh saja, tetapi seperti yang sudah

saya utarakan sebelumnya anda harus menggunakan modal paling besar adalah 10% dari

seluruh total modal trading anda. Jangan nekad kalau anda belum yakin dan baru pertama kali

mencoba.

Sepengalaman saya dan trader-trader yang curhat mengenai hasil pengalaman

tradingnya, jika trader yang tidak suka ambil risiko kemudian mencoba apalagi nekad

320
membeli saham-saham yang cukup fluktuatif dengan modal besar, mereka justru berpotensi

rugi dan mudah panik dalam trading.

2. Perhatikan manajemen modal

Jika anda ingin menggunakan cara ini, perhatikan manajemen modal. Mengenai

manajemen modal trading di saham-saham yang naik cepat, anda bisa baca lagi pada sub bab

9.8.

3. Jangan pernah menginapkan saham anda di portofolio (cara ini hanya untuk main

menitan)

Karena saham-saham lapis tiga ini naik cepat, maka kemungkinan besar penurunannya

juga akan cepat. Saham-saham seperti saya sarankan pada anda untuk ditradingkan secara

cepat, yaitu scalping. Jangan menginapkan saham di portofolio anda. Hal ini mengandung

risiko yang besar apabila harga saham kemudian turun tajam pada keesokan harinya atau

turun tajam hari itu juga setelah naik drastis.

Selain itu, fokus kita pada bab ini memang adalah untuk mencari saham-saham yang naik

cepat untuk profit 5-10% dalam sehari, sehingga tipikal dan pola-pola yang terbentuk pada

saham ini tidak cocok untuk anda tradingkan beberapa hari, seperti yang saya paparkan di

bab-bab sebelumnya tentang panduan screening saham.

4. Tidak ada yang Sempurna: Berani cut loss jika harga tidak sesuai harapan

Seluruh analisis di bab ini yang sudah saya paparkan dan sudah saya uji sendiri

kebenarannya termasuk rekan-rekan yang pernah berkonsultasi dengan saya, juga sudah

mengujinya sendiri. Tetapi, perlu saya tekankan pada anda bahwa analisa yang saya paparkan

ini bukanlah analisa yang sempurna. Saya harus menekankan poin ini kepada anda supaya

anda tidak overconfidence yang pada akhirnya justru membuat anda bangkrut akibat modal

yang terus tergerus.

321
Selalu saya tekankan berkali-kali dan tidak pernah bosan saya mengatakannya, analisa

teknikal apapun yang anda gunakan tidak ada analisis yang benar-benar sempurna. Kalau

memang ada analisis yang sempurna, tentu semua trader saham sudah kaya dan tidak perlu

banyak belajar lagi. Bukankah begitu?

Selain itu, dalam trading saham bukan hanya satu faktor analisa teknikal saja yang harus

anda kuasai, tetapi anda harus bisa menguasai psikologis, mood anda, emosi dan faktor-faktor

lainnya diluar analisa teknikal. Kembali lagi, karena analisa teknikal tidak akan pernah

sempurna, maka anda jangan mengharap terus.

Jika harga saham yang anda beli tidak sesuai dengan harapan anda, ya anda harus berani

untuk cut loss. Apalagi jika saham-saham tersebut adalah saham lapis tiga, maka anda harus

lebih protektif. Walaupun analisa yang saya paparkan di bab ini sudah saya uji berkali-kali,

namun analisa tersebut tetap bisa meleset dari target, sekecil apapun kemungkinannya. Coba

perhatikan saham TRAM tanggal 5 Juli 2017 dibawah ini.

Pada tanggal 5 Juli 2017, TRAM ditutup menguat sampai 33% (perhatikan yang saya

beri tanda panah). TRAM ditutup di harga 99 sama dengan harga tertingginya, disertai juga

dengan spread bid-offer yang likuid pada saat itu. Perhatikan bid-offer TRAM tanggal 5 Juli

2017 saat penutupan.

322
Seperti yang saya jelaskan pada pola-pola sebelumnya, tipe saham seperti ini adalah tipe

saham yang menunjukkan adanya minat akumulasi beli yang tinggi. Kemudian, perhatikan

harga saham TRAM keesokan harinya tanggal 6 Juli 2017.

Keesokan hari TRAM justru melemah. Walaupun TRAM dibuka di harga 103 lebih

tinggi daripada harga penutupan sehari sebelumnya, tetapi TRAM hanya mampu menyentuh

harga tertingginya di 106, setelah itu TRAM terkoreksi hingga 93. Hingga keesokan harinya,

TRAM juga masih [Link] hal ini, anda setidaknya harus berani cut loss apabila harga

saham tidak bergerak sesuai dengan harapan anda.

Walaupun tidak banyak terjadi, dan rata-rata analisis yang saya paparkan di bab ini sudah

saya uji berkali-kali, namun sekali lagi tidak ada analisis teknikal yang sempurna.

323
Kemungkinan analisis meleset pun pasti tetap ada. Jadi, anda harus memiliki plan untuk

membatasi kerugian jika harga saham kemudian turun.

5. Jangan pernah serakah

Main di saham-saham seperti ini, apalagi jika mengincar profit 5-10% dalam sehari,

maka anda tidak boleh memiliki sifat serakah. Kurungkanlah niat untuk serakah tersebut.

Kalau anda melihat harga saham tiba-tiba naik cepat dan kencang setelah anda beli, segera

pasang entry jual.

Jangan selalu berharap harga saham naik terus. Saham-saham seperti ini biasanya setelah

mengalami kenaikan yang cepat akan koreksi dengan cepat juga. Kelihatannya mudah dalam

teori. Tetapi dalam praktiknya rasa serakah itu seringkali menghantui. Terutama jika melihat

harga saham terus naik kencang setelah anda beli, biasanya rasa berharap dan tidak mau

melepas saham akan selalu ada.

Dalam hal ini, andalah yang harus bisa mengelola emosi trading anda. Jangan terlalu

banyak berharap saat harga saham anda sedang naik. Jika saham anda sudah naik, segera

pasang posisi jual. Toh, kalau saham yang anda beli sudah anda jual, anda sudah

mendapatkan profit yang besar.

Jadi kembali lagi, jangan pernah serakah. Sifat serakah inilah yang seringkali

―membunuh‖ karir trading seorang pemain saham (baca: bangkrut). Banyak pemain saham

yang seharusnya sudah untung, yang terjadi justru sebaliknya, karena trader tidak ingin

merealisasikan profit dan terus berharap harga sahamnya akan naik.

6. Harus pantau terus saham tersebut setelah anda beli

Mencari saham-saham yang bisa naik kencang 5-10% dalam sehari, berarti anda harus

terus memantau saham tersebut. Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, saham-saham

yang berpotensi naik cepat dalam sehari adalah saham-saham lapis tiga. Akan sulit bagi anda

324
jika anda mencari saham-saham lapis satu dan lapis dua yang bisa naik sangat cepat dalam

satu hari / beberapa menit pertama.

Dikarenakan saham-saham lapis tiga memiliki sifat pergerakan harganya yang lebih

fluktuatif, maka anda mau tidak mau harus terus memantau saham anda. Dengan kata lain,

anda harus bisa cepat memasang posisi jual ketika saham anda naik, karena sangat

memungkinkan saham-saham tersebut naik sangat cepat dalam waktu beberapa menit. Jika

anda tidak memantau saham tersebut, dan baru anda pantau satu jam kemudian, kemungkinan

saham yang anda beli harganya sudah turun lebih dulu.

Sehingga, kalau anda adalah orang yang memiliki banyak pekerjaan yang tidak bisa anda

tinggal trading dan memantau layar terus, jangan menggunakan strategi trading seperti yang

saya paparkan di bab ini.

Artinya, strategi trading ini lebih cocok digunakan untuk trader yang memiliki waktu

untuk memantau pergerakan saham dan yang cekatan dalam memasang order. Sedangkan

bagi anda yang tidak punya banyak waktu untuk memantau pergerakan saham yang lebih

fluktuatif, anda saya sarankan untuk main di saham-saham lapis satu dan saham lapis dua.

7. Jika belum yakin, lakukan dahulu uji coba/ demo trading

Di poin-poin sebelumnya saya sudah memaparkan mengenai risiko trading di saham

yang fluktuatif. Maka dari itu, kalau anda belum yakin melakukan trading secara langsung,

anda bisa mencoba uji coba sistem dengan cara melakukan demo trading. Demo trading

berarti anda membeli saham hanya untuk uji coba alias menggunakan uang virtual (tidak

membeli menggunakan uang sungguhan).

Alangkah jauh lebih baik jika anda melakukan demo trading lebih dahulu jika memang

anda merasa belum siap menghadapi fluktuasi saham yang terlalu tinggi. Nah, disini mungkin

anda akan bertanya: ―Berarti apakah bab 8 ini tidak cocok diterapkan untuk pemula?

325
Jawabannya: Bisa. Strategi ini bisa dan dapat diterapkan untuk semua mulai dari pemula

hingga expert. Namun, untuk pemula yang masih belum terlalu terbiasa dengan fluktuatif

harga, ada baiknya pemula memulai dengan demo trading untuk membiasakan fluktuatif

harga dan melatih pemula dalam mengamati pergerakan harga.

Saya sendiri ketika menemukan pola dan metoda ini, saya tidak langsung men-tradingkan

sahamnya. Beberapa kali saya melakukan demo trading. Setelah saya berhasil menguji sistem

teknikal, barulah saya melakukan trading dengan penggunaan modal maksimal 10% dari total

modal.

8. Anda tidak akan selalu menemukan saham dengan pola seperti yang ada di bab ini

Setelah membaca keseluruhan konten di bab ini, saya yakin anda sudah memahami pola

seperti apa yang sangat bagus untuk memprediksi saham yang bakalan naik kencang dalam

sehari, sehingga anda bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan profit 5-10% dalam sehari.

Nah, tetapi anda belum tentu akan menemukan pola seperti ini pada saham-saham lapis tiga

setiap hari.

Pola-pola ini memang akan sering anda temui, namun anda belum tentu menemukannya

setiap saat. Jadi, kalau memang setelah anda melakukan screening saham-saham yang naik

kencang saat penutupan perdagangan, dan anda tidak menemukan pola saham seperti yang

saya bahas, anda jangan memaksakan untuk trading, apalagi gambling membeli saham lapis

tiga tanpa mengetahui pola sinyal yang bagus.

9.10 Rangkuman Mencari Saham-saham yang Potensial Naik 5-10% Sehari

Dari seluruh isi yang sudah saya bahas di bab 8 ini, saya akan merangkum menjadi

beberapa poin mengenai bagaimana cara mencari saham-saham yang berpotensi naik

kencang dalam satu hari, sehingga anda bisa memanfaatkan keuntungan sebesar 5-

10% untuk trading sehari.

326
1. Cari saham-saham lapis tiga

2. Cari saham yang harganya naik lebih dari 20% saat harga penutupan, dengan

KOMBINASI kriteria sebagai berikut:

a. Cari saham yang terkena auto reject atas, akan lebih baik jika auto reject atas pada

sore hari

b. Spread bid-offer yang sebesar fraksi harganya

c. Tidak harus auto reject atas tetapi carilah yang harga tertinggi ditutup sama

dengan harga penutupan (tidak memiliki upper shadow)

d. Akan lebih sempurna jika candlestick membentuk pola white marubozu.

3. Pada saat pembukaan perdagangan saham keesokan harinya: Tradingkan saham tersebut

HANYA APABILA HARGA PEMBUKANNYA NAIK BEBERAPA POIN DIATAS

HARGA PENUTUPAN HARI SEBELUMNYA. Jika harganya tidak naik dari harga

penutupan sebelumnya, maka jangan membeli saham tersebut, meskipun kriteria-kriteria

diatas telah terpenuhi.

4. Tinggi rendahnya volume tidak terlalu berpengaruh untuk analisa ini. Yang terpenting

perhatikan spread bid-offernya.

Ada pula tipe-tipe saham yang kelihatannya memberikan sinyal naik 5-10% untuk

keesokan harinya, akan tetapi sebenarnya itu hanyalah jebakan. Apa ciri-cirinya? Saham-

saham jebakan apa yang harus anda hindari pada saham-saham lapis tiga ini? Berikut kriteria-

kriterianya:

1. Hindari saham yang harganya naik 15-20% lebih, tetapi harganya sudah meninggalkan

harga highnya beberapa poin, sehingga candlestick saham membentuk upper shadow saat

pasar saham ditutup.

2. Hindari saham yang spread bid-offernya renggang. Hal ini menunjukkan saham tidak

likuid dan mungkin harga saham keesokan harinya tidak naik lagi.

327
3. Pada keesokan harinya: Hindari trading di saham lapis tiga yang harga pembukaan tidak

dibuka lebih tinggi beberapa poin dari harga penutupan hari kemarin. Ini menunjukkan

bahwa tidak ada minat beli yang kuat / sedikit keinginan pelaku pasar untuk mengangkat

harga sahamnya lebih tinggi 5-10% dalam beberapa menit pertama.

4. Hindari saham-saham yang baru hari pertama – minggu pertama melantai di Bursa

saham, karena tingkat fluktuatifnya terlalu tinggi. Anda kemungkinan besar tidak dapat

barangnya di harga rendah atau harga saham sudah terburu turun duluan saat anda

membeli di harga yang agak tinggi.

5. Hindari saham yang pada saat jam pertama Bursa saham dibuka harga saham pembukaan

meloncat beberapa poin diatas harga penutupan kemarin tetapi harga saham terlihat

stagnan setelahnya.

Setelah membaca bab ini, saya yakin pasti dari anda ada yang bertanya dalam hati:

“Wah, caranya kayaknya agak ribet dan mbulet ya?” Saya jawab: Tidak. Memang anda

perlu sedikit menganalisa. Analisanya sebenarnya tidak rumit dan tidak sulit untuk

menemukan saham-saham seperti ini.

Apabila anda terus berlatih trading, percayalah anda akan cepat menemukan tipe-tipe

saham seperti ini. Yang membuat anda harus lebih bekerja adalah EKSEKUSI-nya. Anda

harus bisa melakukan beli di timing yang tepat dan menjual di harga yang tepat ketika harga

sahamnya sudah naik. Jangan sampai anda serakah karena terlalu senang dan berharap harga

saham akan naik terus.

Itulah analisa yang saya paparkan di bab 8 ini. Di bab ini saya sudah memaparkan

banyak sekali ulasan, yang bukan hanya didasarkan pada teori, tetapi didasarkan pada studi

kasus dan praktik, yang disertai bukti konkrit bahwa saya juga sudah melakukan uji ini

sendiri. Kini anda tinggal mempraktikannya lebih dalam. Selamat mencoba dan pastinya

salam profit untuk anda semua.

328
BAB X

TERUS BERLATIH DAN BERPROSES

10.1 Kunci Sukses Trading Saham

Setelah anda membaca keseluruhan isi buku ini, saya yakin anda pasti bertanya-tanya:

“Seberapa akurat buku ini bisa memberikan profit untuk saya?”

“Apakah dengan membaca buku ini saya bisa menghasilkan profit ratusan persen?”

“Buku ini bisa menjamin saya berapa persen untuk mendapatkan profit?”

Pertanyaan-pertanyaan ini sering sekali ditanyakan pada rekan-rekan, terutama ketika

saya masih merilis buku trading dan belajar saham pemula – expert disini:

[Link]

Buku ini bisa menjamin anda profit konsisten…. Asalkan…. Anda mau berusaha dan

mau melakukan analisis. Jika anda hanya ingin hasil instan, percayalah anda tidak akan

mendapatkan hasil yang anda inginkan. Seseorang yang ingin kaya, maka dia harus bekerja.

Mi instan yang katanya instan pun tidak bisa dimakan sekaligus dengan bungkusnya. Intinya,

jangan berharap sukses dengan cara instan dan usaha yang sangat sedikit.

Oh ya, anda pasti tahu siapa itu Jack Ma? Ya, dia adalah pendiri perusahaan besar e-

commerce Alibaba. Sebelum beliau menjadi orang kaya yang nama besarnya

dipertimbangkan oleh orang banyak, beliau mengalami banyak sekali jatuh bangun dalam

usaha.

Mulai ditolak kerja oleh salah satu perusahaan fast food terbesar, yaitu Kentucky Fried

Chicken (KFC), gagal masuk polisi dan masih banyak kegagalan-kegagalan yang beliau

alami. Namun, dengan TEKAD dan USAHA yang kuat beliau berhasil mendirikan

perusahaan besar Alibaba, termasuk mendirikan supermarket tanpa karyawan!

329
Kemudian anda juga pasti tahu siapa itu Lo Kheng Hong? Beliau adalah investor saham

legendaries Indonesia. Beliau kaya dari investasi saham dan bisa menghabiskan waktu

luangnya dengan travelling ke luar negeri. Beliau kaya dari investasi saham bukan berarti

beliau tidak usaha sama sekali.

Dari luar mungkin anda melihat: ―Enak sekali ya [Link] Kheng Hong bisa santai-santai

di rumah setiap hari, menghabiskan waktu ke luar negeri”. Perlu anda ketahui, sebelum

beliau menjadi investor kaya dan bisa menghabiskan waktu untuk jalan-jalan ke luar negeri,

beliau melalui banyak PROSES dan JATUH BANGUN.

Lo Kheng Hong mulai dari bekerja ikut orang, menghemat pengeluaran untuk

dimasukkan lagi dalam investasi saham, dan merasakan bagaimana ―dikocok‖ di pasar

saham. Semua tokoh sukses memulai semuanya dari nol sebelum benar-benar mencapai

tujuannya.

Semua tokoh yang sukses di bidangnya mereka tidak memulai dengan keinginan-

keinginan yang instan dan mendapatkan hasil yang sempurna. Tetapi mereka melaluinya

melalui sebuah proses yang panjang.

Jadi bagi anda yang memutuskan untuk main saham, harus menghargai sebuah proses:

PROSES BELAJAR, PROSES BERJUANG. Kembali lagi, buku ini bukan mengajarkan

pada anda cara meraih profit tanpa usaha. Kaya tanpa usaha apapun adalah omong kosong.

Buku ini mengajarkan pada anda step-by-step agar anda bisa melangkah menjadi

trader yang memiliki arah dan tujuan yang jelas dalam trading. Ujung-ujungnya tentu

adalah untuk mendapatkan profit. Semua trader main saham dengan tujuan mendapat profit.

Buku ini saya buat dengan tujuan untuk mengarahkan anda ke jalan trading yang benar.

Saya masih sering melihat trader yang membeli saham tanpa mengetahui dengan jelas:

―Mengapa saya membeli saham tersebut?”

330
Saya sering menemukan rekan-rekan yang konsultasi karena sahamnya ‗nyangkut‘.

Ternyata saham yang dibeli adalah saham yang sama sekali tidak likuid, harganya tidak

bergerak dan kurang menggunakan pertimbangan dalam mengmambil keputusan trading.

Trader yang seharusnya punya kesempatan membeli saham-saham yang berkualitas,

kesempatan tersebut dilewatkan begitu saja karena tidak mengerti cara memilih stock pick

yang baik, saying sekali, kan?

Maka dari itu, anda perlu membaca buku ini dan anda cermati serta anda praktikkan. Apa

yang saya paparkan di buku ini bukanlah analisis yang sempurna dan pasti 100% benar. Anda

harus ingat bahwa dalam dunia trading ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi keputusan

anda dalam main saham: Psikologi anda saat itu, kondisi market, faktor mood dan faktor-

faktor lainnya. Sehingga, anda harus bisa mengatur ritme permainan anda dalam trading.

Nah, di buku ini saya sudah memaparkan panjang dan lebar dengan konten yang padat

bagaimana cara memilih saham-saham yang bagus dan berkualitas untuk anda tradingkan

secara rutin, serta membuang saham-saham yang kurang atau tidak layak untuk masuk dalam

daftar saham pilihan.

Di buku ini, saya tidak menulis teori, tetapi saya menulis berdasarkan praktik (yang saya

alami sendiri), dan termasuk contoh-contoh yang saya gunakan adalah full praktik. Di buku

ini, saya tidak memberikan janji-janji surga yang memberikan jamina dan ekspektasi

berlebihan kepada anda. Tetapi semua yang saya paparkan berdasarkan pengalaman,

praktik dan target-target yang realistis untuk mencapai tujuan akhir dalam trading:

PROFIT. Kini anda tinggal menerapkan lebih lanjut.

10.2 Terus Mencoba dan Jangan Antipati terhadap Saham

Dalam pembahasan-pembahasan yang sudah saya paparkan, saya memberikan panduan

step-by-step bagaimana cara melakukan screening saham yang benar untuk stock pick. Dalam

331
pembahasan tersebut, saya juga selalu memberikan ―warning‖ berkali-kali untuk

mengeluarkan saham-saham tertentu yang pergerakannya tidak likuid dari screening saham

dan stock pick.

Tetapi anda jangan salah persepsi dan menjadi antipati terhadap saham-saham tertentu.

Bahasan yang saya paparkan di buku ini bukan bermaksud mengajak anda untuk menjadi

antipati terhadap suatu saham. Anda tentu perlu menjadi antipati dan takut pada saham. Yang

perlu anda lakukan adalah anda HARUS CERMAT DAN JELI dalam membaca pola-pola

harga saham yang sekiranya tidak layak untuk masuk screening saham. Hal ini dikarenakan

pola yang tidak menguntungkan bisa berpotensi merugikan trading anda.

Di satu sisi, bukan tidak mungkin saham-saham tersebut suatu saat akan mengalami

kenaikan harga lagi atau menjadi likuid. Buku ini juga bukan mengajarkan pada anda untuk

jangan membeli saham lapis tiga sama sekali dalam screening saham. Karena pada bab 8,

saya juga memaparkan analisis untuk mengetahui saham lapis tiga yang polanya akan naik.

Hanya, kalau anda ingin membeli saham lapis tiga yang perlu anda perhatikan adalah:

Gunakan modal sekecil mungkin dan jangan serakah.

Di pasar saham, ada banyak cara dan jalan untuk meraih profit (dengan cara yang benar

tentunya). Anda harus bisa menentukan momentum yang tepat. Trading saham itu tidaklah

kaku, karena pasar akan terus bergerak dengan sangat dinamis, maka anda sebagai pemain

saham juga dituntut untuk bisa menyesuaikan gaya trading dengan kondisi pasar saham.

Tapi karena fokus kita disini adalah: MENCARI SAHAM UNTUK MASUK DALAM

STOCK PICK, maka saham yang anda tradingkan harus melalui proses seleksi (screening)

yang benar dan matang. Hal ini dikarenakan tujuan memiliki saham-saham yang masuk

dalam stock pick adalah untuk ditradingkan secara rutin. Tujuannya: Agar anda bisa

trading hanya di saham-saham yang nyaman untuk anda, sehingga bisa meminimalisir risiko

332
membeli saham yang berisiko tinggi dan saham-saham yang sebenarnya kurang nyaman

untuk anda.

Memiliki saham pilihan adalah bagian dari trading plan (perencanaan trading).

Bayangkan, lebih aman mana anda hanya trading di 15 saham saja yang anda sudah hafal

dengan pola pergerakan sahamnya, dibandingkan jika anda harus memilih ratusan bahkan

nantinya bisa menjadi ribuan saham di Bursa Efek yang anda belum tentu tahu pergerakan

harganya sama sekali?

Tentu saja, anda lebih aman trading pada 15 saham familiar yang sudah anda pilih dan

anda bisa membaca grafiknya dengan baik. Tetapi seperti yang saya paparkan di awal

paragraf, anda tidak boleh antipati terhadap saham-saham yang lain. Anda tetap bisa

mengamati dan mentradingkannya.

Maka dari itu, anda ingin trading di saham-saham seperti saham gorengan atau masih

sekedar melakukan uji coba terhadap saham tertentu, maka anda tidak boleh memasukkan

saham tersebut ke dalam stock pick alias anda tradingkan secara rutinitas. Terutama untuk

saham-saham gorengan ada baiknya anda tradingkan untuk scalping karena sifat fluktuatif

harganya yang begitu cepat dan risiko yang tinggi. Satu hal lagi, anda harus menggunakan

modal sekecil mungkin untuk menghindari risiko kerugian yang terlalu besar.

333
BAB XI

CARA MEMILIH SAHAM DISKON DAN MURAH

11.1 Pengertian Saham Murah yang Benar

Di pasar saham kita sering mendengar istilah atau rekomendasi dari analis, broker atau

trader lain: ―Saham BMRI masih murah. Waktunya dibeli‖. Banyak istilah ―saham murah‖,

―saham diskon‖ yang dilontarkan oleh analisa dan trader. Namun, masih banyak trader yang

belum tahu pengertian saham murah yang benar. Banyak trader yang belum bisa

membedakan istilah ―saham murah yang berkualitas‖ dengan ―saham murah yang murahan‖

atau ―saham downtrend‖.

Maka dari itu, di Bab 12 ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai pengertian saham

murah, dan kita juga akan praktik bagaimana cara menemukan saham-saham yang murah

pada grafik saham.

Saham murah yang benar menurut PANDANGAN ANALISA TEKNIKAL adalah

saham yang harganya sudah diskon secara grafik saham, sahamnya cenderung likuid

dan sahamnya ada potensi untuk naik. Perhatikan baik-baik kata-kata kuncinya:

 Diskon secara grafik

 Cenderung likuid

 Ada potensi untuk naik

Jadi kalau anda mau mencari saham yang sedang murah atau diskon untuk trading, maka

carilah saham yang memang diskon secara grafik, sahamnya lebih baik cenderung likuid

(karena lebih aman) dan saham tersebut memang ada potensi untuk naik.

Sebagian besar trader saham selama ini seringkali melihat chart yang downtrend sebagai

saham diskon. Padahal belum tentu saham downtrend atau saham yang sedang turun adalah

334
saham diskon. Bisa jadi saham tersebut masih akan turun lagi, karena belum waktunya

diskon.

Itulah kenapa banyak trader yang ketika membeli turun, tapi ternyata masih turun terus.

Penyebabnya bisa jadi karena dua hal: Sahamnya tidak terlalu bagus, atau memang

sahamnya belum waktunya benar-benar diskon.

Bicara soal DISKON, maka orang pasti akan mengincar barang diskonan tersebut.

Sebagai contoh, ketika anda belanja di supermarket dan kemudian sedang ada diskon besar-

besaran untuk barang-barang kebutuhan rumah tangga. Apa yang akan anda lakukan?

Anda dan juga orang-orang lain kemungkinan besar akan membeli barang-barang tersebut

dalam jumlah yang lebih besar daripada saat tidak ada periode diskon. Ini adalah hal yang

wajar. Artinya, orang akan lebih senang dengan barang diskon.

Sama seperti saham, ketika ada saham yang harganya lagi murah, lagi diskon, maka orang

akan mulai mengakumulasi saham-saham diskon tersebut lebih banyak daripada biasanya.

Alhasil, harga sahamnya akan naik. Oleh karena itu, membeli saham diskon akan

menguntungkan untuk anda, karena potensi naiknya lebih cepat.

11.2 Jangka Waktu Trading Saham Diskon

Sebelum saya masuk ke sub bab selanjutnya tentang praktik mencari saham diskon, anda

mungkin bertanya-tanya: Memang kalau kita trading di saham diskon, seberapa jangka waktu

trading yang ideal? Apakah bisa dibuat intraday trading? Apakah bisa untuk swing trading?

Apakah bisa untuk trading satu minggu?

Bisa semua. Tapi anda juga harus melihat momentumnya. Mengacu pada pengalaman

pribadi saya, kalau IHSG sudah turun berhari-hari dan ada saham-saham blue chip yang lagi

diskon besar, maka saham-saham blue chip tersebut bisa naik lebih lama, beberapa hari

335
bahkan diatas 1 minggu. Maka, anda bisa simpan saham-saham blue chip yang lagi diskon

untuk swing trading.

Namun dalam kondisi IHSG yang bergejolak (sehari naik-dua hari turun misalnya), maka

saya lebih banyak membeli saham diskon untuk intraday trading saja, atau simpan 1-2 hari.

Mengapa? Karena dalam kondisi IHSG yang bergejolak, biasanya saham yang diskon naik

cepat tapi cuma sebentar, kemudian koreksi lagi.

Dengan kata lain, anda tidak bisa menggunakan rumus pasti, apakah saham diskon berarti

bagus untuk intraday, atau scalping, atau swing trading. Anda juga harus menyesuaikan

dengan kondisi dan pasar saham.

11.3 Indikator untuk Mencari Saham Diskon

Mencari saham diskon sangat berkaitan erat dengan momentum. Dalam analisis teknikal,

momentum artinya membeli saham saat turun dan jual saat naik. Nah konsep momentum ini

sangat berkaitan erat dengan Bab 11, karena di bab ini, kita akan mencari saham yang turun,

jual saat naik. Dengan kata lain, kita akan menggunakan strategi buy on weakness (BOW).

BOW adalah strategi membeli saham di harga support pada saat saham tersebut koreksi.

Sebenarnya ada banyak cara untuk menemukan saham-saham diskon. Salah satu caranya

menggunakan garis tren, seperti yang kita bahas pada Ebook Trading dan Belajar Saham

tentang Buy on Support. Namun disini kita akan mengulas cara mencari saham diskon

dengan cara yang lain, menggunakan indikator yang simpel dan mudah dipraktikkan.

Saya mencari saham diskon menggunakan kombinasi indikator stochastic oscillator

(SO), candlestick dan bid-offer saham. Cara membaca indikator SO sudah kita bahas

bersama pada Ebook Trading dan Belajar Saham. Bagi anda yang ingin mendapatkan

ebooknya, anda bisa memesanny untuk belajar lebih banyak indikator analisis teknikal.

336
Kenapa harus pakai indikator SO? Kenapa tidak pakai RSI? Kenapa tidak pakai MA atau

MACD? Karena garis SO adalah garis indikator yang cukup lengkap untuk dikombinasikan

dengan candlestick dan tren suatu saham. Selain itu, indikator SO terdiri dari dua buah garis,

yang salah satunya adalah indikator MA. Jadi, dengan bantuan dua garis ini, anda bisa

menilai saham yang sedang diskon lebih akurat.

Untuk settingan indikator SO yang bagus dalam melihat saham diskon adalah

14,3,3. Angka 14 dan 3 untuk garis %K, sedangkan 3 untuk garis moving averagenya (garis

%D). Settingannya adalah sebagai berikut:

Berikut settingan indikator SO untuk melihat saham diskon. Jadi untuk %K Parameter

anda setting angka 14 dan 3. Kemudian %D Parameters yang merupakan garis Moving

Average anda pasang 3 hari untuk Time Periodnya. Sehingga tampilan garis SO-nya nanti

ada 2, seperti gambar dibawah ini:

Garis biru adalah garis %D atau garis MA. Sedangkan garis orange adalah garis %K atau

garis SO. Untuk praktik selanjutnya, kita akan menggunakan indikator SO ini dengan warna

biru dan orange agar lebih mudah dan untuk menyamakan persepsi.

337
Mengapa harus settingan 14,3,3? Tidak ada teori pasti. Lho kok? Namun berdasarkan

pengalaman trial saya, pemasangan indikator SO 14,3,3 adalah indikator yang sudah cukup

teruji untuk menilai saham-saham yang sedang diskon, yang bisa ditradingkan dalam jangka

pendek, dan nanti juga akan kita praktikkan secara langsung.

Namun kalau anda mau trial dengan mencoba settingan SO yang lain maka tidak

masalah. Jika anda menemukan settingan yang lebih cocok untuk diri anda sendiri, sah-sah

saja.

11.4 Cara Mencari Saham Diskon

Di sub bab sebelumnya kita sudah membahas tentang settingan indikator SO untuk

melihat saham-saham diskon. Tapi bagaimana caranya melihat saham diskon dengan

settingan SO tersebut? Ada beberapa poin penting yang harus anda perhatikan dibawah ini

untuk mencari saham diskon:

1. Indikator SO terdiri dari area jenuh beli dan jenuh jual.

Kalau garis SO berada di area jenuh beli berarti saham tersebut sudah naik tinggi dan ada

potensi untuk turun. Sedangkan kalau garis SO berada di area jenuh jual, itu artinya

saham tersebut sudah banyak dijual oleh pelaku pasar, sehingga harganya turun terus, dan

disitulah sebenarnya ada peluang untuk trader. Di mana jenuh beli untuk indikator SO

nilainya adalah 80 keatas, dan jenuh jual untuk SO adalah dibawah 20. Untuk lebih

jelasnya anda bisa baca-baca lagi Bab 2 tentang Analisis Teknikal di ebook ini yang

membahas tentang indikator SO.

2. Posisi candlestick

Selain SO, untuk melihat saham diskon bisa didukung juga dengan pola-pola candlestick.

Pola-pola candlestick bisa anda baca kembali pada Bab 2 tentang Candlestick. Jika garis

338
SO berada di area jenuh jual didukung dengan pola candlestick yang bagus, maka sinyal

buy semakin kuat.

3. Posisi bid-offer

Selain memperhatikan SO, ada baiknya anda perhatikan juga posisi bid-offer saham

tersebut pada saat anda watchlist. Jika SO berada di area jenuh jual dan jika posisi /

jumlah bid (permintaan beli) saat itu sangat banyak dibandingkan dengan jumlah offer

(permintaan jual), maka peluang saham tersebut rebound akan lebih besar. Sebaliknya

jika posisi bid jauh lebih sedikit dari offer, maka ada baiknya anda wait and see dulu,

karena mungkin tekanan jual masih belum sepenuhnya reda. Berikut adalah contoh di

mana posisi bid lot lebih banyak / dominan dibandingkan jumlah offernya.

Pada bid-offer INDY diatas tampak bahwa jumlah bid-lot hampir untuk setiap antrian

harga jauh lebih besar dibandingkan jumlah offer lots nya.

11.5 Praktik Mencari Saham Diskon

Di Sub Bab 11.4 kita sudah membahas tiga hal penting yang dapat anda gunakan untuk

mencari saham diskon: Indikator SO, pola candlestick dan bid-offer.

Untuk mencari saham diskon menggunakan SO, maka anda harus melihat saham yang

harganya lagi turun / koreksi, disertai dengan indikator SO yang KEDUA GARISNYA

339
HARUS berada di area JENUH JUAL (dibawah angka 20). Sebagai contoh, perhatikan

saham dibawah ini:

Itu adalah contoh indikator yang menunjukkan bahwa saham sedang diskon. Indikator SO

berada di area jenuh jual. Nilai SO-nya adalah 4.41. Seperti yang saya bahas sebelumnya, SO

berada di jenuh jual jika nilainya berada dibawah 20.

Namun jauh lebih baik jika anda bisa menemukan saham yang SO-nya dibawah 10.

Seperti contoh saham diatas, indikator SO-nya bahkan mencapai angka 4.41. Ini

menunjukkan bahwa saham benar-benar sedang berada dalam ―periode diskon‖.

Selain itu, satu hal lagi yang perlu anda perhatikan adalah: Ada baiknya jika kedua garis

SO harus SAMA-SAMA berada di area jenuh jual. Jadi kalau ada salah satu garis SO yang

belum menyentuh garis jenuh jual, walaupun nilai SO-nya sudah berada dibawah 20, maka

ada baiknya anda tidak terburu membeli sahamnya. Sebagai contoh, perhatikan SO dibawah

ini:

Pada indikator SO diatas tampak bahwa nilai SO adalah 17. Garis SO warna orange

berada di area jenuh jual tetapi garis SO warna biru (garis MA-nya) masih belum menyentuh

garis jenuh jual (dibawah 20), sehingga saham-saham yang SO-nya seperti ini, biasanya

harganya masih rentan koreksi lagi.

Dari apa yang saya paparkan, kita sudah bisa mengambil beberapa kesimpulan tentang

indikator-indikator untuk mencari saham diskon:

340
1. Carilah saham yang kedua garis SO sama-sama berada di area garis jenuh jual. Lebih baik

jika ada saham yang garis SO-nya dibawah 10.

2. Jika memungkinkan, usahakan posisi atau jumlah bid lots untuk beberapa antrian harga

pertama lebih banyak daripada jumlah offer lotsnya. Atau paling tidak, posisi bid lots

cukup seimbang dengan offer lot.

3. Jika anda menemukan pola candlestick yang bagus saat saham berada diujung tren turun,

seperti doji, bullish pregnant dan lain-lain, maka sinyal buy semakin bagus.

4. Selain itu, jika ada saham yang candlesticknya sedang hijau, sedang mengalami kenaikan

0,5-2% di jam trading dan didukung dengan tiga poin diatas, maka saham tersebut

semakin baik untuk ditradingkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa saham tersebut

berada dalam periode diskon dan harganya sudah siap untuk diangkat dalam jangka

pendek. Walaupun poin empat ini bukan syarat mutlak, namun sepengalaman saya, saham

yang candlesticknya sudah hijau di ujung tren turun dan didukung dengan garis SO

dibawah jenuh beli, maka peluang reboundnya lebih besar.

Sekarang kita akan langsung masuk pada praktik untuk mencari saham-saham diskon di

pasar saham IHSG secara riil. Oke, kita langsung mulai saja.

1. Studi kasus saham BBNI

341
Indikator SO saham BBNI keduanya sudah berada di area jenuh jual. Dan nilai SO-nya

adalah 4.71. Di satu sisi, candlestick terakhir BBNI sudah menunjukkan kenaikan

(candlestick sudah berwarna hijau, yang saya beri tanda panah). BBNI sahamnya juga sudah

mengalami penurunan yang drastis sebelumnya. Pola seperti ini menunjukkan bahwa saham

sudah berada di fase diskon alias harganya sudah murah secara analisis teknikal. Saat itu,

BBNI closing price di harga 8.275 dan harga high 8.350. Penulis sendiri saat itu membeli

BBNI di harga 8.275. Berikut rincian trading BBNI saya.

Apa yang terjadi pada saham BBNI keesokan harinya setelah SO-nya berada di angka / di

garis jenuh jual? Perhatikan grafik BBNI keesokan harinya

Saham BBNI berhasil keluar area jenuh jual dan benar saja BBNI terus mengalami

kenaikan selama satu minggu sampai ke kisaran harga 9.000. Jadi peluang beli-nya adalah

ketika indikator SO (kedua garisnya) BBNI berada di area jenuh jual, karena disitulah

peluang harga sahamnya akan rebound.

342
2. Studi kasus saham BBRI

Saham BBRI kedua SO-nya menunjukkan area jenuh jual, dengan nilai SO 9.41.

Sedangkan pada chart candlesticknya, kita juga lihat bahwa BBRI harganya sudah turun

cukup dalam. Didukung penurunan / koreksi BBRI dan SO yang berada di area jenuh jual,

maka BBRI ada peluang untuk naik. Selain itu, candlestick BBRI terakhir sudah bewarna

hijau, menunjukkan mulai adanya tekanan beli. BBRI saat itu berada di harga penutupan

3.500.

Selain itu, bid-offer BBRI saat itu, sudah mulai berimbang antara posisi bid lot dengan

offer lot. Perhatikan bid-offer BBRI dibawah ini.

343
Hal ini menunjukkan bahwa mulai terjadi tekanan beli setelah BBRI berada pada area

jenuh jualnya. Kemudian apa yang terjadi pada BBRI keesokan harinya? Perhatikan grafik

BBRI dibawah ini.

BBRI berhasil naik dalam beberapa hari setelah berada di area jenuh jual, dan BBRI naik

sampai ke harga 3.600-.3650 (dari harga sebelumnya 3.500). Walaupun akhirnua BBRI turun

lagi dengan drastis.

Tapi kalau anda perhatikan lagi, setelah BBRI koreksi, dan ketika garis indikator SO

BBRI kembali menyentuh garis jenuh jual (perhatikan yang saya beri tanda lingkaran), BBRI

selalu berhasil rebound. Jadi sekali lagi, ketika anda menemukan saham yang indikator SO-

nya ada di jenuh jual, apalagi jika nilai SO-nya dibawah 10, maka hal ini adalah peluang yang

bagus untuk membeli sahamnya.

3. Studi kasus saham BRPT

344
Saham BRPT menunjukkan penurunan tren saham yang cukup tajam. Setelah itu,

indikator SO BRPT kedua garisnya berada di area jenuh jual, dengan nilai SO-nya 6,94.

Candlestick BRPT juga menunjukkan kenaikan (candlesticknya warna hijau). Penulis sendiri

saat itu juga membeli BRPT di harga 2.340. Berikut rincian trading BRPT penulis:

Selain itu, bid-offer BRPT pada saat itu juga menunjukkan bahwa posisi bid lots cukup

besar atau sebanding dengan posisi offer lotsnya. Perhatikan bid-offer BRPT dibawah ini:

Posisi bid lots yang cukup banyak ini membuat saya yakin dengan BRPT karena hal ini

menunjukkan mulai ada tekanan beli dari pelaku pasar / trader. Kemudian perhatikan saham

BRPT keesokan harinya.

345
Benar saja, BRPT kemudian mengalami kenaikan yang cukup tinggi selama 4-5 hari

setelah berada di area jenuh jual, dan BRPT berhasil menyentuh resisten 2.600, sebelum

akhirnya koreksi panjang.

4. Studi kasus saham PGAS

Saham PGAS terkoreksi dan setelah itu indikator SO PGAS kedua garis sama-sama

menyentuh area jenuh jual, dan angka SO-nya berada di 10,34. Pada saat jam trading, saya

melihat PGAS berada di jenuh jual dan candlesticknya sudah mulai hijau, maka saya

membeli sahamnya di harga 2.210. Berikut rincian trading PGAS penulis:

Kemudian PGAS berhasil naik kencang dalam satu hari. Perhatikan grafik PGAS

dibawah ini:

346
PGAS naik kencang dalam sehari setelah sahamnya berada di area jenuh jual hingga

menyentuh 2.330, sebelum akhirnya koreksi kembali. Kemudian tanggal 9 Mei penulis

mentradingkan lagi saham PGAS karena pola saham PGAS menunjukkan kriteria saham

diskon. Baca studi kasus nomor 8.

5. Studi kasus saham ASII

Tanggal 4 Juli 2018 pada saat jam trading, penulis sempat cek grafik saham ASII, dan

saat itu juga indikator SO ASII sudah berada di areaa jenuh jual (lihat grafik SO diatas, saat

itu SO-nya ada di 7.43), dan candlestick ASII juga mulai mengalami kenaikan setelah trennya

turun tajam. Akhirnya penulis memutuskan untuk membeli ASII di harga 6.250. Perhatikan

rincian trading ASII penulis:

Keesokan harinya, ASII naik kencang sampai 2 minggu perdagangan Bursa hingga ke

harga 6.800. Namun, penulis saat itu sudah melepas ASII di 6.500, karena prediksi penulis

ASII akan koreksi, namun ASII masih naik lagi. Hal ini menunjukkan bahwa saham-saham

yang indikator SO-nya berada di jenuh jual adalah saham yang punya peluang rebound,

karena sahamnya sudah diskon.

347
6. Studi kasus saham HMSP

Sama seperti pola-pola yang sudah saya jelaskan sebelumnya, HMSP harganya turun

terus dan indikator SO sudah menunjukkan jenuh jual (perhatikan tanda lingkaran biru).

Keesokan harinya HMSP berhasil menguat dari harga 3.230 ke harga 3.500. Saham-saham

yang sudah turun dan mulai jenuh jual, itulah saham-saham yang sudah menunjukkan

indikator diskon, jadi anda bisa mengincar saham-saham yang polanya seperti grafik diatas.

7. Studi kasus saham WIKA

Pada saat jam trading saya mengamati saham WIKA yang polanya sangat bagus, di mana

WIKA sahamnya turun terus dan pada hari itu 9 Mei 2018, WIKA mulai menunjukkan

sedikit kenaikan (candlestick terakhirnya warna hijau), dan kedua garis SO sama-sama berada

di area jenuh jual, dengan nilai SO yang sangat rendah, yaitu 5,32.

348
Maka, saya langsung crop grafik WIKA dan saya safe. WIKA sempat naik di harga

tertinggi 1.275 (saat saya mengamati sahamnya di pagi hari). Dan penulis sendiri, beli WIKA

di harga 1.260. Berikut rincian trading WIKA saya saat itu:

Kemudian perhatikan saham WIKA saat closing 9 Mei 2018 dan pergerakan harga

setelahnya:

And…… WIKA ternyata naik drastis, dan saat closing 9 Mei WIKA berhasil ditutup di

1.345. Kemudian anda bisa lihat (tanda lingkaran), setelah SO WIKA berada di jenuh jual,

WIKA kemudian naik terus berhari-hari sampai menyentuh resisten 1.700, sebelum akhirnya

memasuki masa jenuh beli dan akhirnya koreksi lagi.

8. Studi kasus saham PGAS (kedua)

349
Saat jam trading di hari yang sama tanggal 9 Mei 2018, saya mengamati juga saham

PGAS. PGAS memiliki pola yang bagus, yang menunjukkan kriteria saham diskon, di mana

PGAS harganya sudah turun banyak, kemudian kedua garis SO berada di area jenuh jual,

dengan angka indikator SO nya 4,49 alias sangat murah karena pada indikator SO, saham

dikatakan jenuh jual jika mencapai angka SO 20, namun pada PGAS indikator SO-nya sudah

turun sampai 4,49. PGAS kemudian juga tampak mulai menguat saat saya watchlist. Maka

saya membeli sahamnya di harga 1.815 di jam 09:10. Berikut rincian trading PGAS penulis:

Kemudian perhatikan grafik saham PGAS setelahnya:

Saham PGAS langsung mengalami kenaikan sampai sore hari dan menyentuh level 1.965

(perhatikan candle yang saya beri tanda panah). Keesokan hari PGAS masih naik hingga

harga high 2.030 (perhatikan tanda lingkaran). Namun setelah naik tinggi, PGAS mulai

tampak koreksi. Hal ini menunjukkan bahwa saham-saham yang ada di area jenuh jual, punya

peluang rebound yang lebih tinggi, karena sesungguhnya saham-saham tersebut adalah

saham-saham yang sudah diskon.

350
9. Studi kasus saham PPRO

Tanggal 10 April 2018 di sesi 2 saya menemukan saham PPRO yang memiliki pola cukup

bagus, di mana saham PPRO sebelumnya sudah turun drastis, dan kemudian sideways.

Indikator SO PPRO keduanya berada di area jenuh jual dengan nilai SO yang cukup rendah

yaitu 9,43. Akhirnya penulis membeli PPRO di harga 170. Berikut rincian trading PPRO:

Perhatikan saham PPRO keesokan harinya:

PPRO mengalami kenaikan selama dua hari (perhatikan tanda lingkaran), hingga

menyentuh harga 180, setelah itu PPRO cenderung koreksi.

351
10. Studi kasus saham MNCN

Saya melihat saham MNCN turun dan mulai sideways dibawah, dengan kedua garis SO

sudah berada di area jenuh jual (saat itu SO-nya di level 10,45, perhatikan yang saya beri

tanda panah). Akhirnya saya membeli MNCN di harga 915.

Selain itu, MNCN pada saat itu juga sudah dibuka menguat (candlesticknya hijau). Dalam

beberapa hari kemudian, MNCN ternyata mampu naik ke level 1.000, dan saat ini MNCN

sudah naik dan SO-nya sudah berada di angka 69,32.

Pemahaman lebih lanjut tentang indikator SO untuk melihat saham diskon

Saya sudah memberikan 10 contoh studi kasus yang juga sudah saya terapkan sendiri

dalam praktik trading. Sebenarnya masih ada banyak lagi. Dan cara ini sudah terbukti

memberikan sinyal yang lebih bagus untuk melihat saham diskon. Sebagai pemahaman lebih

lanjut, coba perhatikan studi kasus saham HRUM dibawah ini:

352
Perhatikan ketika saham HRUM turun drastis (perhatikan tanda persegi), dan kemudian

indikator SO mulai memasuki area jenuh jual, HRUM akan kembali rebound. Pada grafik, hal

ini terjadi sampai tiga kali. Dan setiap HRUM turun drastis yang didukung dengan SO di

jenuh jual, HRUM selalu berhasil rebound. Inilah cara menilai saham diskon berdasarkan

analisis teknikal.

Nah kalau anda pelajari lagi semua studi kasus yang saya terapkan, maka anda akan

menemukan kesamaan pola dari setiap studi kasus yang ada. Kesamaan pola tersebut

adalah:

 Semua saham diskon akan selalu diawali dengan penurunan tren harga saham dalam

jangka waktu tertentu.

 Diikuti dengan indikator SO, di mana kedua garis SO sama-sama berada di area jenuh

jual, bahkan sebagian besar SO-nya selalu berada dibawah 15.

Hanya memang kenaikan jangka waktu setiap saham tidak sama antara satu saham

dengan saham yang lain. Ada yang naiknya hanya 1-2 hari. Ada yang naiknya sampai satu

minggu lebih (seperti WIKA contohnya). Jadi, dalam menentukan take profit, anda juga

harus memiliki pertimbangan-pertimbangan lain, misalnya menentukan support-resisten,

menggunakan indikator tambahan lainnya.

353
Namun secara overall, kita sudah membuktikan bahwa saham-saham yang diskon

tersebut, SEBAGIAN BESAR akan REBOUND. Hanya jangka waktu / cepat lamanya

rebound-nya tiap saham yang membedakan.

Jadi untuk menemukan dan mencari saham yang benar-benar diskon alias saham yang

sudah murah dan layak dibeli secara analisis teknikal, maka ada syarat mutlak dan syarat

tambahan yang perlu anda perhatikan:

 Syarat Mutlak: Indikator SO adalah indikator utama untuk melihat saham diskon. Untuk

melihat saham diskon, indikator SO untuk kedua garis harus berada di area jenuh jual.

Kalau belum di jenuh jual, berarti belum sepenuhnya diskon.

 Syarat Tambahan: Posisi candlestick saat itu dan posisi bid-offer. Kebanyakan saham-

saham yang saya paparkan di studi kasus praktik adalah saham-saham yang didukung

dengan candlestick terakhir warna hijau sebelum akhirnya naik. Namun, hal ini bukanlah

syarat mutlak. Jika ada candlestick terakhir yang masih turun (merah), anda tetap bisa

membeli sahamnya selama anda beranggapan bahwa saham tersebut memang sudah

benar-benar diskon. Kedua, posisi bid tidak harus selalu lebih banyak dari posisi offer

untuk membeli sahamnya. Namun alangkah baiknya jika anda bisa menemukan posisi bid

lots yang tinggi dan didukung dengan candlestick terakhir yang berwarna hijau.

Jadi anda selama ini yang sering tertipu membeli saham. Anda yang awalnya berpikir

bahwa saham PTBA sudah turun beberapa hari, lalu anda membeli sahamnya.. Eh.. Ternyata

turun lagi, maka coba anda cek indikator SO-nya. Kemungkinan besar saham yang anda kira

sudah murah dan kemudian turun lagi, dikarenakan indikator SO-nya belum benar-benar

masuk di fase jenuh jual.

Saya juga beberapa kali mendapat pertanyaan dari rekan-rekan trader: “Pak Heze, saham

BBNI turun dari 9.000 ke 8.800. Kemudian saya beli di 8.800, tapi ternyata turun terus.

354
Kenapa bisa begitu? Bagaimana caranya supaya kita bisa tahu kalau saham itu sudah murah

secara analisis teknikal? Dalam hal apa saham dikatakan murah?”

Ebook ini sudah menjawab pertanyaan anda. Sekarang perhatikan lagi saham BBRI

dibawah ini:

Kalau anda membeli saham BBRI di area yang saya beri tanda persegi (candlestick

merah), karena anda berpikir saham BBRI sudah turun dan sudah murah, ternyata setelah

candlestick tersebut, saham BBRI masih turun lagi.. Ya, turun lebih drastis.

Artinya kalau anda beli BBRI di posisi tersebut, kemungkinan besar anda nyangkut.

Kenapa demikian? Karena walaupun sudah turun, BBRI belum benar-benar berada pada

harga diskon. Hal ini terlihat dari indikator SO-nya. Perhatikan indikator SO yang saya beri

tanda persegi, di mana indikator SO-nya masih belum masuk area jenuh jual. BBRI baru

benar-benar rebound setelah indikator SO berada di jenuh jual (perhatikan tanda lingkaran).

Nah, itulah salah satu penyebab mengapa saat anda beli saham yang tampaknya sudah murah

dan diskon, tapi saham anda masih turun terus. Paham sampai disini?

11.6 Pertanyaan Lanjutan Tentang Saham Diskon

Setelah anda membaca banyak analisis dan praktik yang saya paparkan, saya yakin anda

bakal bertanya banyak hal terkait cara mencari saham diskon ini. Kemungkinan besar anda

akan penasaran pada hal-hal berikut ini:

355
1. Seberapa penting volume?

Volume memang penting dalam trading. Kalau saya bicara teori, mungkin saya akan

mengatakan panjang lebar soal volume. Tapi berhubung saya mempraktikannya secara

langsung, maka saya akan jawab: Peran volume tidak terlalu penting dalam mencari saham

diskon menggunakan cara ini. Jadi, anda tidak perlu terlalu memusingkan volume untuk

mencari saham diskon. Selama kriteria-kriteria yang saya sebutkan di sub bab sebelumnya

tercapai, anda bisa membeli sahamnya.

2. Apakah cara ini tidak ada kekurangannya?

Ada. Cara ini sulit diterapkan pada saham uptrend, karena saham yang uptrend terus

biasanya sahamnya jarang menyentuh titik jenuh jual untuk indikator SO-nya. Sebagai

contoh, perhatikan saham TKIM dibawah ini.

Tampak bahwa TKIM terus mengalami kenaikan yang signifikan. Di dalam kenaikan

TKIM, sesekali terdapat koreksi sampai beberapa hari (perhatikan tanda panah). Namun,

penurunan TKIM ini hanya sesaat dan kemudian lanjut uptrend lagi, sehingga indikator SO-

nya tidak sampai menyentuh jenuh jual, kemudian harga sahamnya sudah keburu naik

duluan.

Jadi kalau anda mau beli saham yang uptrend terus, jangan gunakan pendekatan ini,

karena kemungkinan besar anda akan capek menunggu saham yang tidak turun-turun ke titik

356
jenuh jual yang anda harapkan. Gunakanlah strategi lain seperti penentuan resisten, buy on

breakout dan lain-lain.

3. Apakah saham yang naik dari jenuh beli bakal naik terus sampai mencapai jenuh

jual?

Tidak selalu. Tidak ada rumus pasti untuk itu. Ada banyak kasus di mana saham yang

rebound dari jenuh jual, kemudian naik terus sampai mencapai titik jenuh belinya. Tapi ada

banyak kasus juga di mana saham yang naik dari jenuh jual, belum sampai berada di titik

jenuh beli, harga saham sudah turun lagi. Jadi untuk menentukan take profit, gunakanlah

analisa-analisa support-resisten juga dan pola-pola candle (baca bab 2 tentang analisis

teknikal). Jangan hanya mengandalkan SO saja.

4. Apakah cara ini pasti akurat?

Apa yang saya tulis di ebook ini sudah saya praktikkan sendiri dan terbukti akurat. Dari

47 kali pengujian trading yang saya lakukan menggunakan cara ini untuk mencari

saham diskon, 43 kali diantaranya berhasil alias profit. Sedangkan 4 kali gagal alias saya

harus cut loss. Jadi persentase keberhasilan yang saya uji adalah 91,4%.

Tapi itu artinya tetap saja persentasenya tidak 100% alias tetap ada melesetnya. Apa

artinya? Artinya suka tidak suka kita semua harus akui bahwa tidak ada cara yang paling

akurat 100% untuk dapat profit. Ini berarti anda harus PROTEKSI MODAL, TERUS

BERLATIH, dan MEMAHAMI RISIKO. Anda tetap harus melakukan analisa dengan benar.

Karena tidak ada cara yang benar-benar sempurna, anda harus memahami bahwa dalam

trading anda juga harus berproses dan tidak terus berharap berlebihan.

Selain itu, cara ini bukan cara yang baku atau bukanlah cara yang paling mutlak untuk

mencari saham diskon. Karena seperti yang saya jelaskan tadi, bahwa dalam trading saham

ada banyak variasi analisis teknikal yang bisa anda terapkan. Anda bisa melakukan

kombinasi variasi analisa teknikal lainnya yang anda anggap cocok untuk anda. Mengenai

357
analisis teknikal dan strategi-strateginya anda bisa baca di Bab 2. Saya membahasnya dengan

komplit.

5. Kalau indikator SO ada di tengah-tengah, apakah sahamnya bisa dikatakan masih

diskon?

Indikator SO memang terdiri dari area jenuh beli (diatas 80) dan jenuh jual (dibawah 20).

Nah, kalau indikator SO masih di angka 50 misalnya, apakah saham tersebut masih bisa

dikatakan diskon dan masih layak dibeli? Sebagai contoh, perhatikan saham PTRO dibawah

ini:

Saham PTRO diatas memang harganya tampai sudah turun, tapi indikator SO-nya masih

di 57,14. Memang kalau anda ingin mencari saham yang benar-benar diskon, alangkah

baiknya anda cari saham yang indikator SO-nya ada di jenuh jual.

Namun kalau anda melihat saham tersebut sudah ada potensi rebound walaupun SO

belum masuk jenuh jual atau baru mendekati garis jenuh jual, anda bisa coba membeli secara

bertahap (beli tapi jangan full modal dulu). Jika ternyata saham tersebut turun lagi, anda

masih punya modal untuk membeli lagi.

Dalam hal ini, memang ada beberapa saham yang berhasil rebound sebelum

indikator SO-nya menyentuh jenuh jual. Maka dari itu, anda juga perlu perhatikan

358
pola-pola sahamnya. Seperti contoh saham TKIM tadi, di mana sebelum indikator SO

menyentuh jenuh jual, TKIM selalu berhasil rebound. Tapi kalau anda ingin trading yang

lebih aman untuk cari saham diskon, maka carilah indikator SO yang berada dibawah area

jenuh jual.

11.7 Saham Diskon untuk Saham Likuid

Jika anda pelajari kembali studi kasus di sub bab 11.5 dan 11.6, maka sebagian besar

contoh saham yang saya gunakan adalah saham-saham LQ45. Kenapa banyak saham LQ45

dan saham-saham likuid non-LQ45? Apakah tidak bisa diterapkan untuk saham-saham lapis

tiga?

Jawabannya: Sulit. Karena saya sudah mencoba sendiri menggunakan strategi ini pada

saham-saham lapis tiga, dan hasilnya? Lebih banyak melesetnya. Saham-saham lapis tiga

memang sulit dideteksi menggunakan indikator seperti SO.

Agar anda bisa mentradingkan saham lapis tiga dengan pola yang tepat, maka saya

membahasnya di ebook tersendiri tentang cara mencari saham yang naik cepat. Anda yang

belum memiliki ebooknya, anda bisa mendapatkan ebooknya disini: Ebook Panduan

Memilih Saham Naik 5-10% Sehari.

Maka dari itu, mencari saham diskon di Bab 12 ini lebih cocok diterapkan untuk saham-

saham yang likuid, yaitu saham-saham LQ45 dan saham likuid lainnya non LQ-45. Saham-

saham likuid yang non LQ45 menurut versi saya antara lain seperti BRPT, AUTO, ACES.

Terutama dalam hal ini adalah saham-saham likuid yang pergerakannya cukup fluktuatif,

bukan yang trennya naik terus (untuk lebih jelasnya baca lagi sub bab 12.6). Jadi, untuk

menerapkan strategi ini, pertama carilah saham-saham yang pergerakannya likuid, dan

hindari saham-saham lapis tiga.

359
Jika anda suka trading di saham LQ45, maka strategi ini adalah strategi yang sangat

bagus dan cocok untuk anda aplikasikan. Seluruh studi kasus yang saya terapkan di ebook ini,

bukanlah ajakan untuk membeli saham. Setiap pola-pola saham yang saya tulis di ebook ini,

juga bukan ajakan untuk mengatakan bahwa saham A bagus, saham B bagus, karena setiap

saham polanya bisa berubah sewaktu-waktu. Sebagai trader saham, anda harus fleksibel.

11.8 Cara Screening Saham Diskon

Agar anda bisa melakukan screening saham diskon, maka langkah awal yang paling

mudah adalah masukkan watchlist saham-saham LQ45 terlebih dahulu. Saat jam trading atau

saat market tutup, dari keempat lima saham tersebut, pilihlah saham-saham yang sudah

memasuki area jenuh jual seperti pada kriteria yang telah kita bahas sebelumnya.

Selain itu, anda bisa membuat watchlist tersendiri untuk saham-saham yang biasa anda

tradingkan dengan cara ini. Jika suatu saat saham-saham yang biasa anda tradingkan

membentuk pola-pola yang kurang lebih sama, maka anda bisa membelinya kembali.

Misalnya, anda sering menemukan pola saham diskon pada saham-saham ACES, BBRI,

PWON, BRPT, BMRI, BBNI, ASII, PGAS, TLKM. Maka masukkan saham-saham tersebut

khusus dalam screening watchlist saham tersendiri. Saham-saham tersebut bisa terus anda

pantau, apabila suatu saat saham-saham tersebut berada di fase diskon, anda bisa

mentradingkannya.

BLACKLIST SAHAM DISKON

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, cara menemukan saham diskon ini terbukti

akurat, karena saya sudah membuktikannya sendiri, dengan tingkat keakuratan 91%. Tapi

sekali lagi, tetap tidak bisa 100% karena di dunia ini tidak ada yang namanya sistem teknikal

yang sempurna.

360
Nah kalau anda ingin tahu, kenapa 9% pengujian ini gagal, maka jawabannya adalah

karena pergerakan saham tersebut ternyata di luar prediksi saya, di mana saham tersebut

bergerak jauh dari harapan dan terus menunjukkan tren turun. Di satu sisi peminat saham

(bid-offer) yang sedikit, juga bisa membuat saham tersebut akhirnya sulit untuk rebound

walaupun indikator SO sudah jenuh jual.

Saya pernah gagal melakukan pengujian ini di saham ELSA, MEDC, BUMI. Kalau ada

saham yang gagal anda uji menggunakan cara ini, terutama kalau anda gagal melakukan

pengujian lebih satu kali pada saham yang sama, maka yang perlu anda lakukan adalah:

BLACKLIST SAHAM TERSEBUT.

Dengan kata lain, jangan pernah mentradingkan lagi saham tersebut dengan cara seperti

yang saya jelaskan diatas, karena itu artinya saham tersebut memang polanya tidak terlalu

bagus. Jadi disini, perlu juga untuk anda membuat blacklist saham pada saham-saham yang

pergerakannya sering meleset, walaupun indikator sudah menunjukkan diskon.

Sepengalaman saya, hal ini biasanya terjadi pada saham-saham non LQ45 yang bid-offernya

tidak terlalu banyak atau yang pergerakan volatilitas sahamnya kurang bagus (sulit naik).

Jangan sampai anda mengulang kesalahan dengan membeli saham yang sama,

padahal saham tersebut tidak menguntungkan. Jadi selain anda mengejar profit dari

mengincar saham-saham diskon, anda juga harus menyiapkan suatu langkah antisipasi. Inilah

poin penting agar anda benar-benar bisa menjadi trader yang handal.

361
BAB XII

STRATEGI TRADING SAAT IHSG JATUH

12.1 IHSG Turun Tajam

Setiap anda mengamati pasar saham, pasti ada saham yang naik dan turun di hari itu. Hal

ini adalah sesuatu yang biasa karena harga saham itu berfluktuatif. Harga saham tidak

mungkin naik setiap hari. Pasti ada saat di mana saham akan turun setelah harganya naik

tinggi.

Justru ketika harga saham sedang turun, itu adalah kesempatan anda untuk membeli

saham di harga murah atau diskon. Seperti yang kita bahas pada praktik di Bab XI, tentang

panduan menemukan saham diskon, kita bisa membeli saham saat harganya sedang turun

plus diskon.

Namun bagaimana kalau harga saham turun secara drastis dalam rentang waktu tertentu?

Apakah anda yakin mau langsung membeli sahamnya saat sudah turun? Bagaimana kalau

masih turun terus? Kapan belinya? Nah, inilah yang akan kita bahas bersama. Di pasar saham

ada 2 penyebab utama harga saham turun, yaitu:

1. Berita / sentimen negatif

Berita ataupun sentimen negatif bisa membuat IHSG turun. Sentimen / berita negatif itu

bisa bermacam-macam dan pengaruh berita negatif itu bisa berlangsung ke pasar saham

dunia, bukan hanya Indonesia. Misalnya, terdapat berita pertumbuhan ekonomi turun, nilai

tukar Rupiah terus melemah dan lain-lain.

IHSG juga sempat drop ketika ada berita virus Corona (awal tahun 2020). Dan hal ini

bukan hanya menyebabkan IHSG jatuh, tetapi seluruh pasar saham dunia goncang. Berita-

berita yang bisa mengguncang perekonomian dunia, ataupun membuat politik menjadi

kacau inilah yang berpotensi membuat IHSG kita turun terus.

362
2. IHSG sudah waktunya koreksi / turun

Yang paling sering menjadi penyebab turunnya IHSG adalah karena secara analisa

teknikal IHSG memang sudah naik cukup tinggi. Anda harus pahami konsep di saham bahwa

harga saham itu akan selalu bergerak naik dan turun. Demikian juga dengan IHSG.

Jadi kalau IHSG sudah naik tinggi (karena banyak yang beli saham), secara konsep

analisa teknikal, cepat atau lama IHSG pasti akan balik turun/ koreksi sebagai respon dari

aksi para trader yang ambil untung / take profit. Anda bisa lihat IHSG berikut ini:

Perhatikan candlestick terakhir (paling kanan). Anda bisa lihat candlestick tersebut

berwarna merah dengan candle yang panjang. Ini artinya IHSG sedang mengalami penurunan

tajam di hari itu.

Hal ini wajar, karena kalau kita perhatikan chart IHSG, IHSG kita juga sudah naik tinggi

selama 1 bulan terakhir (tanda panah). Di satu sisi, IHSG juga membentuk pola triple top

(tanda lingkaran) yang merupakan sinyal koreksi yang cukup kuat. Jadi kalau secara teknikal

IHSG saja sudah naik tinggi, wajar saja kalau IHSG cepat atau lama bakalan koreksi.

12.2 Beli Saham Saat IHSG Turun

Jadi kalau IHSG turun karena hanya koreksi normal (saat itu memang sedang tidak

banyak sentimen negatif, dan IHSG tidak berada di dalam tren turun setidaknya selama 6

bulan), maka anda bisa mempertimbangkan untuk membeli saham-saham yang sudah diskon

363
dan murah secara teknikal. Cara-cara mencari saham diskon sudah kita bahas pada Bab XI di

ebook ini. Anda bisa praktikkan.

Sebaliknya, jika IHSG turun karena alasan pertama (IHSG dan juga pasar saham global

sedang lesu, dan market sedang dihantui sentimen negatif), maka kita harus lebih cerdas

dalam menyusun strategi trading.

12.3 Cara Membaca IHSG yang Sedang Jatuh

IHSG yang sedang jatuh bisa dilihat dari beberapa hal berikut ini:

1. Banyak sentimen negatif di pasar saham.

Pada saat banyak berita dan sentimen negatif melanda pasar saham, hingga membuat

IHSG sulit naik, banyak saham harganya rontok terus, maka itu adalah pertanda IHSG sedang

jatuh atau awal-awal IHSG mulai jatuh.

Studi kasus 1. Di awal tahun 2020, Indonesia dan dunia sudah banyak menghadapi

berita-berita negatif. Mulai dari banjir Jakarta (sisi internal), melambatnya perekonomian

Indonesia dan dunia, hingga ada wabah virus Corona yang banyak dibicarakan di seluruh

dunia. Hal ini membuat pasar saham di seluruh dunia turun bukan hanya di Indonesia.

Studi kasus 2. Tahun 2015 sekitar bulan Februari-Maret, kita menghadapi kondisi

dimana pertumbuhan ekonomi dunia melambat, Rupiah terus melemah, banyak usaha yang

gulung tikar, hingga keluarnya laporan keuangan kuartal I terbaru yang hasilnya mayoritas

perusahaan membukukan penurunan laba bersih, termasuk perusahaan-perusahaan blue chip

sekalipun.

2. Bursa saham dunia dan khususnya Amerika Serikat (AS) terus turun.

Pertanda pasar saham jatuh biasanya tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terjadi

di seluruh dunia. Sentimen-sentimen negatif yang membuat mayoritas pasar saham turun,

364
khususnya Bursa Saham AS, adalah pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan

pasar saham.

Kalau anda sudah mulai melihat banyak berita negatif, pasar saham turun terus, bursa

saham AS mulai downtrend, anda harus mulai waspada. Itu adalah pertanda bahwa IHSG

berpotensi mengalami kondisi pasar saham yang strong bearish, seperti yang kita bahas di

poin pertama.

3. IHSG cenderung turun selama lebih dari 3 minggu.

Pertanda lain IHSG yang berpotensi jatuh / strong bearish adalah IHSG yang mulai

cenderung turun tajam selama kurang lebih 3 minggu. Kalau selama kurun waktu tersebut

IHSG belum balik kembali ke jalur minor uptrend, maka bisa jadi hal ini adalah pertanda

IHSG memulai tren turunnya.

Terutama jika IHSG belakangan sudah mulai turun terus sampai lebih dari 1% sehari,

dan ditambah sentimen-sentimen negatif (baca poin1 dan 2 lagi), maka anda harus mulai

waspada.

Kalau IHSG hanya koreksi normal, biasanya IHSG hanya turun beberapa hari, dan

penurunannya terjadi karena memang IHSG sudah berada di tren naik sebelumnya. Untuk

lebih jelasnya, anda bisa baca kembali sub bab 12.1 tentang koreksi normal IHSG. Nah,

sekarang anda bisa perhatikan kondisi IHSG berikut ini:

Perhatikan grafik IHSG diatas yang saya beri tanda lingkaran. Itu adalah contoh di mana

IHSG mengalami koreksi drastis, karena terjadi selama berhari-hari dan terus membentuk

365
support-support yang baru. Dan ternyata IHSG (setelah tanda lingkaran), masih terus lanjut

turun.

Dalam kondisi IHSG yang turun drastis, anda harus cek apa yang menyebabkan IHSG

turun tajam dan cek juga kondisi market luar negeri. Pada chart diatas, penurunan IHSG

disebabkan karena wabah virus Corona yang membuat seluruh pasar saham dunia ikut turun.

Jadi dalam kondisi seperti itu, anda harus mulai waspada dan kurangi porsi trading.

IHSG jatuh belum tentu menandakan bahwa terjadi krisis ekonomi seperti yang pernah

terjadi di tahun 1998. Tetapi kalau IHSG sedang jatuh, ada baiknya anda menahan diri

untuk tidak trading seperti layaknya IHSG sedang normal.

4. IHSG dan Moving Average (MA) 200

Untuk melihat tren IHSG yang sedang strong bearish / jatuh, anda bisa menganalisa juga

dengan MA200. Kalau IHSG sebelumnya selalu berada di atas MA200, dan kemudian IHSG

terus turun hingga trennya menjadi dibawah MA200 atau mepet (mendekati) MA200, hal ini

harus anda waspadai. Anda bisa perhatikan chart IHSG berikut:

MA200 diatas adalah MA warna hijau (tanda panah). Kemudian perhatikan yang saya

beri tanda persegi. Itu adalah kondisi-kondisi di mana chart IHSG berada jauh dibawah atau

sedikit dibawah MA200. Kondisi-kondisi tersebut adalah kondisi pasar saham sedang

downtrend. Selalu cek berita-berita yang sedang mempengaruhi IHSG (dan pasar saham

dunia) saat itu.

366
Apakah dalam kondisi seperti ini sebaiknya tidak trading sama sekali? Atau tetap bisa

trading? Bagaimana tips-tips trading pada saat market sedang strong bearish?

Inilah yang akan kita bahas. Oke, silahkan baca terus ke sub bab selanjutnya.

12.4 Strategi Membeli Saham Saat IHSG Jatuh

Pada saat IHSG sedang koreksi normal, strategi trading kita akan lebih mudah. Kita

hanya mencari saham-saham yang harganya sudah diskon dan mudah rebound, dan tunggu

beberapa hari saat rebound, maka anda bisa menjual saham anda profit.

Tapi bagaimana kalau IHSG dalam kondisi yang sangat buruk? Saham-saham yang turun

tajam beberapa hari mungkin sudah kita anggap murah harganya. Namun sangat mungkin

saham tersebut harganya masih turun terus keesokan harinya, karena sentimen negatif di

market masih sangat kuat.

Sehingga, kalau anda membeli saham di saat market strong bearish, saham yang anda

beli sahamnya berpotensi turun terus. Ibaratnya, anda menangkap pisau jatuh.

Jadi di sub bab ini, saya ingin membagikan tips-tips trading (yang juga berdasarkan

pengalaman pribadi saya beberapa kali menghadapi kondisi market strong bearish).

1. Perhatikan kondisi pasar saham luar negeri, khususnya Bursa saham Amerika

Kalau anda berpikir bahwa saham-saham sudah pada murah akibat turun banyak, dan

anda berpikir untuk membeli saham saat itu, anda harus pertimbangkan kondisi market AS

sebelum anda membeli saham di hari besoknya.

Jadi katakanlah sekarang adalah hari Jumat pagi. Kemudian setelah kita cek closing price

indeks Dow, SP500 dan Nasdaq semalam (Kamis malam waktu Indonesia) pada berguguran.

Menurut analisa yang sering saya amati, indeks saham AS bisa dikatakan turun tajam

apabila penurunannya diatas 1% sehari (apalagi kalau ketiga indeks kompak turun

367
bersamaan). Jadi kalau sudah turun diatas 1%, apalagi sampai 2-3%, maka itu sudah pertanda

kalau pembukaan IHSG besok harinya bakalan ikutan drop. Contohnya sebagai berikut:

Ketika indeks Dow Jones jatuh sebesar -3,15%, diikuti Nasdaq -2,77% dan S&P500 -

3,03%, maka IHSG paginya langsung dibuka turun 1% lebih dan masih berlanjut turun

sekitar 2%. Padahal di hari-hari sebelumnya, IHSG sudah turun dan banyak saham yang

harganya di support. Tetapi karena ada sinyal indeks AS penutupan kemarin malam jatuh,

maka hal ini turut mempengaruhi IHSG.

Bayangkan kalau anda membeli saham di saat seperti itu, maka yang terjadi saham yang

anda beli akan turun terus. Bukankah lebih baik wait and see ketika kita sudah melihat sinyal

dari indeks AS yang pada berguguran? Jadi itulah alasan mengapa anda perlu memperhatikan

juga analisa indeks AS, terutama kalau kondisi market sedang acak adut.

Intinya, pada saat market strong bearish, dan indeks saham AS pada penutupan

sebelumnya mengalami penurunan yang signifikan, maka hal ini bisa menjadi pertanda

bahwa IHSG di hari tersebut ada potensi turun lanjutan. Jadi untuk kondisi seperti ini, ada

baiknya anda WAIT AND SEE dan menahan diri untuk tidak trading dulu.

368
2. Manfaatkan technical rebound dan membeli saham dengan jumlah yang sedikit

Sebanyak apapun saham-saham turun, pasti ada saat di mana harga saham mengalami

technical rebound (TR). Momen TR inilah yang bisa anda manfaatkan untuk trading jangka

pendek dan mendapatkan profit saat pasar saham bearish.

Untuk bisa memanfaatkan techincal rebound, sama seperti di poin pertama, anda bisa

menjadikan indeks saham AS sebagai acuan. Kalau indeks saham AS sebelumnya merah

terus, dan setelah itu penutupan indeks Dow, Nasdaq, SP500 menguat signifikan diatas 1,5%,

maka itu bisa menjadi pertanda bahwa IHSG berpotensi rebound kencang di hari tersebut.

Sekarang perhatikan indeks Dow, Nasdaq dan SP500 berikut ini:

IHSG sempat turun tajam selama berhari-hari saat ada wabah virus Corona. Namun

setelah IHSG turun beberapa hari, indeks saham Amerika malam harinya ditutup menguat

signifikan. SP500 naik 4,6%. Dow Jones naik 5,09%. Nasdaq naik 4,49%. IHSG pagi harinya

langsung dibuka menguat 1,88% dan terus berlanjut naik sampai 2,62%.

369
Dan saat itu, banyak sekali saham LQ45 yang harganya naik signifikan mulai dari pagi

hingga sore hari. Momen technical rebound ini bisa anda manfaatkan untuk membeli saham-

saham likuid yang harganya diskon dan memanfaatkan profit jangka pendek.

Selain itu, perhatikan juga sentimen positif yang ada di market saat itu. Sentimen positif

jangka pendek yang didukung dengan Indeks AS yang naik signifikan bisa membuat IHSG

rebound.

Perhatikan tips berikut!

Di saat pasar saham strong bearish, IHSG akan rebound kurang lebih sebesar

persentase reboundnya indeks AS, demikian juga sebaliknya.

Jika Indeks AS rebound kurang lebih 4%, maka IHSG juga berpotensi rebound kurang

lebih sedikit dibawah kenaikan indeks AS, sekitar 2-3% di hari tersebut. Sebaliknya, jika

Indeks AS turun tajam sampai 5%, maka IHSG juga berpotensi turun kurang lebih sedikit

dibawah penurunan indeks AS, sekitar 3% di hari tersebut.

Walaupun bukan rumus pasti, namun hal ini sering terjadi. Artinya, anda bisa

menjadikan indeks AS sebagai acuan trading jangka pendek, terutama ketika market sedang

strong bearish.

370
3. Trading cepat, jangan buy and hold

Melanjutkan poin kedua, kalau anda memutuskan untuk beli saham (manfaatkan

technical rebound) dan saham yang anda beli sudah naik di hari itu, ada baiknya anda tidak

menyimpan saham terlalu lama.

Strategi trading paling bagus saat market sedang strong bearish adalah trading cepat

(kalau saham anda naik di hari yang sama, sebaiknya take profit), karena biasanya saham-

saham yang naik hanya terjadi sementara / jangka pendek. Sentimen negatif yang masih

beredar di market dapat membuat harga saham turun lebih banyak lagi besok-besok harinya.

Tentu saja tidak bijaksana jika anda ingin menyimpan (hold) saham dengan jangka lebih

lama ketika market masih strong bearish, kecuali kalau tujuan anda adalah investasi jangka

panjang.

Untuk memilih saham saat market sedang bearish, pilihlah saham-saham yang

mudah naik / mengikuti arah IHSG. Saham-saham LQ45 dan saham-saham blue chip

seperti BBRI, TLKM, BBCA adalah saham-saham yang mudah naik saat IHSG

rebound sesaat.

Sebagai alternatif, saat kondisi market turun, anda bisa tetap trading dengan

menerapkan strategi scalping trading, yaitu memilih saham-saham lapis tiga yang tidak

mengikuti arah IHSG. Cara scalping trading bisa anda terapkan praktiknya kembali

pada Bab IX di Ebook Saham ini.

4. Wait and see alias tidak trading sama sekali

Ketika market turun, strategi terbaik saat pasar saham strong bearish sebenarnya adalah

wait and see alias tidak trading. Dengan kata lain, frekuensi trading harus anda kurangi secara

signifikan. Anda tetap bisa trading dengan mengandalkan technical rebound, tapi tetap saja

kondisi market yang masih kurang bersahabat, anda harus mengurangi frekuensi trading.

371
Nah, kalau IHSG masih turun terus secara tren, dan anda merasa RAGU-RAGU untuk

TRADING, jangan memaksakan untuk trading. Wait and see saja, sambil screening saham-

saham bagus yang murah dan potensial.

Kalau anda masih merasa ―stres‖ melihat kondisi pasar saham yang amburadul,

solusinya: Tutup laptop dan lupakan sejenak pasar saham. Lakukan aktivitas lain diluar

memantau dan trading saham. Dengan cara seperti ini, pikiran anda akan lebih jernih ketika

anda kembali lagi untuk memantau saham.

Jadi cara menghadapi market yang sedang turun, tidak melulu dilakukan dengan cara

pantengin saham setiap hari dan melihat saham-saham yang turun. Kalau kita tidak bisa

trading karena masih banyak saham anjlok, ‗tutup laptop‘ sementara dan refreshing adalah

solusi terbaik.

Cara ini kedengarannya mungkin aneh. Tapi percayalah, kita harus smart menghadapi

market, dan jangan sampai aktivitas trading membuat anda jadi stres. Menghadapi pasar

saham harus fleksibel, kita tidak harus trading setiap saat.

5. Menunggu sentimen negatif reda

Menunggu sentimen market sudah reda adalah cara terbaik untuk memutuskan apakah

anda akan membeli saham atau masih wait and see dulu. Sentimen negatif reda ditandai

dengan beberapa hal berikut:

 IHSG maupun bursa saham AS mulai naik selama minimal 1 mingguan.

 Didukung dengan mulai berkurangnya sentimen negatif (Sentimen negatif tidak segencar

saat pertama kali).

 Banyak saham blue chip undervalue (PER dibawah rata-rata industri).

Ketika sudah ada tanda-tanda tersebut, biasanya IHSG sudah mulai ada pertanda naik

dan mulai di jalur uptrend. Akan tetapi, sentimen negatif yang reda bukan berarti saham-

saham akan langsung naik. Biasanya saham-saham akan bergerak stagnan (sideways).

372
Saham-saham mulai uptrend ketika sudah ada berita-berita positif yang membuat trader

saham bergairah masuk market.

Jadi strateginya, ketika sentimen negatif sudah mulai reda, anda bisa melakukan

screening dan membeli saham-saham bagus di harga bawah alias CURI START dan lakukan

beli saham bertahap karena pasar saham masih belum sepenuhnya pulih.

Belilah saham beberapa lot secara bertahap, dengan tetap memperhatikan analisa

teknikal (support-resisten saham tersebut).

STUDI KASUS: PASAR SAHAM 2015.

Kita ambil satu contoh saat pasar saham di tahun 2015 mengalami strong bearish karena

kondisi ekonomi dunia sedang lesu. Setelah IHSG turun selama 4 bulan lebih, sentimen

negatif mulai reda, di mana sudah tidak banyak yang mengkhwatirkan tentang pelemahan

Rupiah, dan inflasi mulai terkendali.

IHSG yang sudah turun tajam mulai tertahan setelah sentimen negatif mulai keluar dari

market. Perhatikan IHSG tahun 2015 berikut:

Saat sentimen negatif sudah mulai reda, biasanya IHSG akan tertahan dari penurunan

lanjutannya dan mulai ada sedikit kenaikan (seperti yang anda lihat pada tanda lingkaran

diatas). Walaupun demikian, IHSG biasanya tidak langsung naik, karena pelaku pasar masih

menunggu sentimen positif selanjutnya. Tetapi disinilah paling tidak kita sudah bisa ‗curi

start‘ untuk beli saham-saham yang harganya murah.

373
12.5 Melihat Peluang Dibalik Bencana

Kuncinya, ketika pasar saham strong bearish, anda harus MENAHAN DIRI dari AKTIVITAS

TRADING SAHAM. Lebih baik anda tidak banyak trading dan melihat situasi market,

daripada anda memaksakan beli saham banyak tapi nyangkut.

Penurunan pasar saham sebenarnya kesempatan kita untuk melihat peluang dibalik

‗bencana‘. Kalau pasar saham turun, anda punya kesempatan untuk membeli saham-saham

bagus di harga murah dan diskon.

Saat saham turun, ada banyak orang panic selling. Ada banyak trader yang pesimis. Ada

banyak trader menebar fear. Tapi kita harus selalu berpikir kedepan. Ingat, bahwa pasar

saham itu selalu uptrend dalam jangka panjang. Perhatikan IHSG 10 tahun berikut ini:

Selama 10 tahun, IHSG selalu berada di jalur uptrend, walaupun kita sudah berkali-kali

menghadapi kondisi pasar saham yang bearish, lesu bahkan krisis ekonomi. Hal ini

menunjukkan bahwa saham-saham yang bagus secara teknikal dan fundamental merupakan

saham-saham yang berpeluang besar untuk naik saat pasar saham pulih.

Kalau anda tidak panik, anda menganalisa poin-poin penting yang terjadi di pasar saham

(seperti yang sudah kita ulas sebelumnya), anda pasti bisa mengambil peluang-peluang yang

ada untuk membeli saham yang bagus, dan tidak perlu terburu untuk cut loss. Anda akan

panen hasilnya ketika market sudah pulih dan uptrend.

374
12.6 Pasar Saham Bearish: Hold, Cut Loss atau Averaging?

Lalu bagaimana untuk trader yang sudah terlanjur punya saham sebelum harga saham

turun alias nyangkut? Sebaiknya cut loss saja? Atau hold? Atau beli lagi di harga murah?

Dilema ini yang sering dihadapi oleh trader saham. Banyak trader yang sudah terlanjur

beli saham sebelum IHSG turun, dan belum sempat take profit karena IHSG sudah keburu

jatuh duluan. Dalam kondisi seperti ini, jawabannya bisa variatif. Disini saya akan menjawab

berdasarkan pengalaman pribadi.

KONDISI 1: IHSG BEARISH, CUT LOSS

Kalau anda terlanjur beli saham, dan anda ingin cut loss, anda boleh cut loss dengan

pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

 Cut loss jika saham yang anda beli adalah saham jelek (secara teknikal atau fundamental).

 Cut loss jika anda ingin punya full cash saat market turun tajam.

 Cut loss jika anda salah mengambil posisi beli (anda beli karena terburu-buru, lupa

menganalisa, tidak pertimbangan dengan matang).

KONDISI 2: IHSG BEARISH, TETAP HOLD

Kondisi pasar saham yang strong bearish, bukan berarti anda harus langsung cut loss

saham. Anda bisa pertimbangkan hold saham yang anda miliki sebelumnya jika anda

memiliki pertimbangan-pertimbangan berikut:

 Hold jika saham yang anda beli adalah saham bagus secara teknikal / fundamental. Saham

bagus biasanya mudah naik saat pasar saham pulih. Misalnya saham-saham blue chip

yang kinerjanya bagus seperti BBCA, BBRI, INDF, ICBP, sahamnya akan naik cepat saat

market mulai pulih.

 Hold jika psikologis anda belum siap untuk cut loss. Lebih baik anda hold daripada

psikologis anda terganggu dan menggangu aktivitas anda sehari-hari.

375
 Hold jika saham yang anda beli bagus dan anda memang sudah menganalisa sahamnya

dengan baik sebelum membeli.

KONDISI 3: IHSG BEARISH, AVERAGING DOWN

Saat IHSG bearish, anda bisa pertimbangkan untuk averaging down namun dengan

pertimbangan-pertimbangan berikut:

 Tambah saham ketika sentimen negatif sudah reda (jangan saat market masih strong

bearish).

 Tambah saham kalau saham yang anda beli fundamental atau teknikalnya bagus

(umumnya saham-saham LQ45).

 Tambah saham secara bertahap (beli dengan lot sedikit-sedikit). Jangan langsung beli full

modal.

 Tambah saham dengan tetap perhatikan analisa teknikal (terutama support-support saham

tersebut).

 Tambah saham jika anda masih ada banyak modal. Kalau anda tidak ada modal, jangan

pernah utang atau memaksakan menambah modal (deposit). Hal ini akan berbahaya untuk

psikologis anda, dan tindakan ini akan mengarah ke gambling. So, tidak disarankan.

Jadi ketika pasar saham bearish dan anda udah terlanjur membeli saham, bukan berarti

anda harus langsung panic selling dan cut loss. Anda harus pertimbangkan strategi-strategi

tersebut, supaya anda bisa mengambil keputusan dengan jernih dan tidak terbawa suasana

panic selling.

STUDI KASUS PENGALAMAN PRIBADI: Saya sudah beberapa kali menghadapi

pasar saham bearish, diantaranya tahun 2008 dan 2015. Dan saya akui bahwa sebelum terjadi

crash market 2008, saya membeli beberapa saham blue chip yaitu BBRI dan BBCA.

Sedangkan tahun 2015 saya masih menyimpan ICBP saat pasar saham bearish kala itu.

376
Saat terjadi crash market, saya sama sekali tidak melakukan cut loss di saham BBRI dan

BBCA. Demikian juga tahun 2015 saat market bearish (belum sampai crash market), saya

juga tidak cut loss ICBP. Hal ini karena saya membeli saham-saham tersebut di harga yang

sudah cukup murah, dan saham-saham tersebut memiliki potensi naik cepat setelah pasar

saham berangsur pulih.

Dan karena saat itu masih ada banyak modal untuk averaging, maka saya melakukan

averaging down pada saat pasar saham sudah mulai pulih (sentimen negatif sudah tidak

segencar pertama kali).

Sehingga, saya tidak perlu menanggung kerugian besar akibat melakukan cut loss karena

panic selling saat itu. Namun, dengan pertimbangan, membeli saham yang benar dan

KESABARAN, justru profit bisa diraih ketika pasar saham kembali bergairah.

12.7 Belajar dari Kesalahan Trading

Kalau anda sudah pernah menghadapi kondisi pasar saham strong bearish, dan anda

melakukan kesalahan-kesalahan trading, maka inilah saatnya kita semua belajar dari

kesalahan yang sudah terjadi. Ada beberapa kesalahan trading yang sering dilakukan trader

saat pasar saham strong bearish:

 Tidak menganalisa lebih lanjut ketika pasar saham sudah mulai turun.

 Terus membeli banyak saham ketika pasar saham strong bearish.

 Membeli saham-saham yang pergerakannya kurang bagus atau kurang likuid.

 Mudah panic selling saat pasar saham sedang turun banyak.

 Menghabiskan modal untuk membeli banyak saham dalam kondisi pasar strong bearish.

Kesalahan-kesalahan ini sering dilakukan oleh trader ketika menghadapi pasar saham

bearish. Oleh karena itu, kalau anda melakukan kesalahan-kesalahan diatas yang berakibat

rugi besar di saham, kita harus belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut.

377
Untuk meminimalkan kesalahan pengambilan keputusan saat market strong bearish, ada

beberapa hal yang perlu anda praktikkan:

1. Pelajari dan peka terhadap kondisi pasar saham yang akan bearish

Kalau IHSG sudah mulai turun, apalagi pasar saham dunia mulai goyah dan banyak

sentimen negatif di market, maka anda harus mulai peka dan analisa market. Cara-cara

menganalisa pasar saham yang akan turun sudah kita bahas di sub bab sebelumnya.

Jangan sampai anda tidak peduli dengan kondisi market dan terus membeli saham,

padahal pasar saham sudah mulai turun. Dalam hal ini, anda harus sudah mulai membatasi

dan mulai mengontrol porsi trading anda.

2. Kurangi porsi trading saham

Di saat pasar saham bearish, kurangi porsi trading, jangan bernafsu membeli banyak

saham hanya karena anda berpikir saham-saham sudah pada turun. .

Lebih baik anda memiliki banyak cash yang siap anda belikan saham-saham di harga

murah saat pasar saham sudah mulai pulih, daripada anda terburu membeli saham dan saham

anda nyangkut.

3. Selalu utamakan screening & beli saham yang bagus

Tapi faktanya, ada banyak trader saham yang sudah terlanjur punya saham saat market

sudah mulai bearish dan belum sempat menjual sahamnya. Banyak trader yang terpaksa cut

loss karena saham yang dibeli kurang bagus. Bahkan banyak trader yang tetap hold

sahamnya, tapi setelah market pulih, sahamnya tidak kunjung berbalik naik.

Dari sini anda juga harus belajar dari kesalahan. Jangan sampai anda mengulang

kesalahan yang sama (membeli saham-saham yang jelek). Solusinya, prioritaskan untuk

screening dan membeli saham-saham yang bagus. Di ebook ini, sudah kita bahas bersama

cara-cara memilih saham yang layak untuk ditradingkan maupun disimpan.

378
Saham-saham blue chip terutama blue chip perbankan dan consumer goods bisa

menjadi opsi untuk anda prioritaskan dalam trading anda.

Jadi kemungkinan “terburuk” kalau anda sudah terlanjur memiliki saham yang

belum sempat anda jual ketika market strong bearish, anda tidak perlu terburu untuk

melakukan cut loss dalam jumlah besar.

Kalau anda tetap menyimpan saham-saham yang bagus, yaitu saham-saham yang mudah

naik saat IHSG pulih, maka anda hanya perlu menunggu saham anda panen profit lagi. Dan

di saat market strong bearish, anda masih tetap berpotensi mendapatkan dividen jika anda

membeli saham-saham yang bagus secara fundamental maupun teknikal.

Sebagai pelengkap, untuk mencari saham-saham yang fundamentalnya bagus untuk

jangka panjang, anda bisa pelajari disini: Ebook Analisis Fundamental Saham Pemula –

Expert.

Seperti studi kasus pengalaman pribadi yang saya paparkan di sub bab 12.6, saya sudah

menceritakan pengalaman menyimpan saham-saham bagus saat pasar saham strong bearish

yaitu BBRI, BBCA, ICBP.

Dan akhirnya saat pasar aham pulih, saham-saham tersebut justru naik jauh diatas harga

jual penulis. Kuncinya, selain membeli saham-saham yang bagus (meminimalkan risiko

panic selling), kita juga harus bisa BERSABAR menunggu market pulih.

Dari sub bab ini, anda yang sudah terlanjur membuat kesalahan-kesalahan trading, anda

bisa mempelajari kesalahan-kesalahan anda, supaya tidak mengulanginya di kemudian hari

ketika pasar saham nanti mengalami bearish period lagi.

12.8 Rangkuman IHSG Bearish & Strategi Trading

Dari strategi dan cara menghadapi IHSG yang sedang jatuh yang sudah kita paparkan di

Bab ini, kita bisa menarik kesimpulan dan rangkuman hal-hal berikut:

379
1. IHSG strong bearish belum tentu pertanda crash market.

2. IHSG strong bearish dapat dilihat dari banyaknya sentimen negatif di pasar saham, yang

mempengaruhi IHSG dan bursa saham luar negeri, IHSG cenderung turun selama

beberapa minggu dan IHSG berada dibawah MA200.

3. Strategi membeli IHSG saat jatuh: Perhatikan kondisi bursa saham AS, manfaatkan

technical rebound, terapkan strategi trading cepat. Kalau market masih belum mendukung

untuk trading, ada baiknya anda wait and see dan menahan diri untuk tidak trading dulu,

tunggu sentimen negatif reda.

4. Saat pasar saham bearish dan anda sudah punya saham, jangan terburu cut loss. Lakukan

analisa-analisa apakah anda perlu melakukan cut loss, hold saham atau averaging.

5. Setiap trader perlu belajar dari kesalahan. Jika anda sering panic selling, tidak

memperhatikan market, terburu membeli saham saat market sudah ada pertanda bearish,

maka anda harus mempelajari kesalahan-kesalahan tersebut, agar tidak mengulanginya di

kemudian hari.

6. Pasti ada masa pasar saham mengalami strong bearish walaupun tidak sering. Disinilah

kita harus bisa menghadapinya dengan cara yang benar. Ingat, banyak trader bangkrut,

trauma trading karena mereka menghadapi market strong bearish dan tidak paham cara

dan seni tradingnya.

12.9 Menghadapi Pasar Saham Sesungguhnya

Jadi di ebook ini, kita sudah belajar bersama bagaimana cara menghadapi pasar saham.

Yap, ketika anda berhadapan dengan pasar saham, kita tidak hanya bicara tentang PROFIT

melulu. Kondisi pasar saham itu tidak selalu uptrend. Kita juga menghadapi kondisi market

yang tidak enak, di mana saham-saham turun terus. Saham-saham yang kelihatannya sudah

murah, tapi harganya masih turun terus.

380
Disinilah anda sebagai trader saham harus bisa menghadapi market dengan pikiran,

mindset dan target yang REALISTIS. Berhentilah mempercayai ajakan-ajakan yang

mengharuskan anda membayar mahal dengan iming-iming:

- Belilah software saham kami, bisa bikin untung cepat tanpa menganalisa.

- Ikutilah grup premium kami dijamin profit setiap minggu.

- Ikutilah seminar saham ―Profit cepat 5 menit dari saham‖.

Mindset ini hanya akan menggiring anda untuk berpikir seolah-olah di pasar saham itu

adalah surga untuk mendapatkan profit dengan cara mudah tanpa halangan dan risiko apapun.

Memang pasar saham bisa menjadi ladang profit. Tetapi faktanya, di pasar saham anda

juga harus belajar menghadapi kondisi market dengan cara yang benar, bukan hanya melihat

hal-hal yang poitif saja.

Kalau anda tidak mampu beradaptasi dan menerima realita di pasar saham, jangan harap

anda bisa mendapatkan profit maksimal dari trading. Kuncinya, anda harus memulainya

dengan cara yang benar, dan berhentilah berharap tanpa berusaha. Dan di Ebook Panduan

Memilih Saham Bagus ini, kita sudah belajar banyak sekali poin-poin untuk menghadapi

kondisi market yang sedang jelek.

Apa yang saya paparkan di Bab XII ini, akan terus berlaku sampai kapanpun. I mean,

kalau nanti anda menghadapi lagi kondisi pasar saham yang strong bearish (dan saya yakin

kita pasti akan menghadapinya sewaktu-waktu, kita tidak mungkin menghindarinya), maka

terapkan strategi-strategi trading yang ada di ebook ini.

381
BAB XIII

SCREENING SAHAM MUDAH DENGAN MOVING AVERAGE

13.1 Moving Average (MA) dan Screening Saham

Moving Average (MA) merupakan indikator saham yang dapat digunakan untuk memilih

(screening) saham yang bagus / berpotensi naik. Indikator MA untuk screening saham sudah

kita bahas juga pada Bab II dan Bab V.

Tetapi pada bab-bab sebelumnya, yang kita bahas adalah: Kombinasi dua garis MA dan

analisis MA untuk melihat tren saham untuk swing trading.

Pada Bab XIII ini, kita akan membahas strategi MA untuk mencari saham-saham

yang berpotensi mantul dari support-nya. Di Bab XIII kita gunakan metode screening

saham dengan MA yang PALING SIMPEL, efektif dan mudah diterapkan.

13.2 Moving Average yang Bagus untuk Screening Saham

Ada banyak kombinasi garis MA mulai dari MA5, MA15, MA20, MA25, M50, MA60

dan masih ada puluhan garis MA yang bisa diaplikasikan. Namun semakin banyak garis MA,

justru membuat trader bingung menentukan mana MA yang bagus untuk screening saham.

Jadi di Ebook Screening Saham ini, kita akan menggunakan garis-garis MA yang akurat

untuk screening. Berikut adalah garis-garis MA yang bisa anda pasang di grafik saham:

 Moving Average 25

 Moving Average 50

 Moving Average 100

 Moving Average 200

382
Saya sudah tebak anda pasti akan bertanya: Kenapa kok pakai MA tersebut? Kok nggak

pakai MA5, atau MA 10 atau MA20 saja?

Oke, saya pribadi tidak akan terlalu banyak ber-teori. Karena garis-garis MA tersebut,

sudah saya praktikkan sendiri untuk screening, dan hasilnya efektif.

Kalau anda ingin paham lebih banyak penjelasannya, garis-garis MA diatas adalah garis

MA psikologis, sehingga MA tersebut sering dipakai dan dijadikan acuan oleh banyak trader.

Mari kita bahas.

1. Moving Average 25

MA25 adalah MA yang mewakili 1 bulan perdagangan saham. Di pasar saham

sebenarnya 1 bulan trading tidak sampai 25 hari, karena hari Sabtu dan Minggu market

tutup. Tapi kalau kita hitung hari efektif trading, maka bursa saham dalam 1 bulan itu

kurang lebih antara 21-22 hari. Jadi MA yang sering dijadikan acuan 1 bulan umumnya

adalah MA25.

2. Moving Average 50

MA50 adalah MA 2 bulan trading. Secara psikologis, MA50 lebih mudah diingat

ketimbang MA40, MA45 atau MA60.

3. Moving Average 100

MA100 adalah MA100 hari yang mewakili 4 bulan trading. MA100 juga lebih mudah

diingat secara psikologis dibandingkan misalnya MA125, MA90, MA150, MA75.

4. Moving Average 200

MA200 adalah MA grafik selama 1 tahun. Hari trading efektif dalam 1 tahun (jika

dikurangi dengan semua hari libur, termasuk libur bursa, cuti bersama), maka kurang

lebih adalah 200 hari. MA200 juta relatif mudah diingat.

MA yang kita gunakan untuk screening saham minimal adalah MA 1 bulan – MA 1 tahun

yaitu MA25 – MA200. Hal ini karena terlalu pendek periode MA, garis MA akan terlalu ber-

383
fluktuatif. Selain itu, MA diatas adalah MA psikologis yang sering jadi acuan support resisten

trader.

Di sisi lain, MA 1 bulan (25) sampai MA 1 tahun (200) berfungsi sebagai tren. Apabila

harga saham jatuh dari garis tren-nya, maka saham berpotensi melanjutkan penurunan.

Sebaliknya, jika harga saham bertahan diatas garis tren, maka saham tersebut ada potensi

untuk menguat kembali. Paham sampai disini?

13.3 Rule Pakai MA untuk Screening Saham

Di Bab XIII ini, kita akan praktikkan strategi MA simpel untuk screening saham, yaitu

untuk memilih saham-saham yang berpotensi naik. Ada beberapa rule utama yang perlu anda

perhatikan:

1. Cukup gunakan single Moving Average

Untuk screening saham yang berpotensi naik dengan MA, anda cukup menggunakan satu

garis MA. Anda tidak perlu menggunakan kombinasi perpotongan dua garis MA. Di dalam

satu chart, anda boleh menampilkan 4 garis MA langsung, karena itu lebih baik. Contoh

settingannya seperti berikut:

Catatan: Garis biru: MA25. Garis orange: MA50. Garis kuning: MA100. Garis hijau:

MA200.

384
2. Gunakan Simple Moving Average (SMA)

Seperti kita tahu bahwa indikator MA terdiri dari Simple Moving Average (SMA),

Exponential Moving Average (EMA) dan Weighted Moving Average (WMA). Untuk praktik

screening saham ini, anda cukup gunakan SMA.

SMA merupakan garis setting utama Moving Average dan SMA paling sering digunakan

oleh trader. Untuk screening, anda bisa langsung gunakan SMA untuk pengujian memilih

saham.

3. Diawali penurunan harga saham selama beberapa hari / beberapa waktu tertentu,

kemudian harga saham mulai mendekati garis MA dan tidak jatuh dibawah MA

Cara screening saham MA: Pertama-tama, diawali dengan penurunan harga saham

hingga candlestick mulai menyentuh atau mendekati salah satu dari keempat garis MA (boleh

menyentuh garis MA25, 50, 100 atau 200, tergantung kondisi chart sahamnya saat itu).

Pada saat harga saham sudah turun dan TERTAHAN di garis MA alias tidak jebol dari

garis MA, maka saham tersebut ada potensi rebound. Contohnya seperti pada grafik diatas

(lihat tanda panah).

Harga saham BMRI awalnya turun. Kemudian candlesticknya tertahan di MA100 (garis

kuning) dan harganya tidak jatuh dibawah MA 100. Tidak lama kemudian harga sahamnya

rebound.

Saat anda menemukan saham-saham yang polanya seperti diatas, anda bisa masukkan

saham-saham tersebut ke dalam daftar watchlist stock pick dan bisa anda pertimbangkan buat

trading.

4. Harga saham mulai mantul & tidak jatuh dari garis MA

Anda bisa curi start beli saham ketika harga saham mulai naik setelah menyentuh garis

MA. Karena itu artinya tren harga saham tidak jadi melanjutkan penurunan. Sehingga, harga

385
saham akan berbalik arah. Di sub bab selanjutnya, kita akan praktikkan lebih banyak studi

kasus riil-nya.

5. Perhatikan juga kondisi IHSG

Saham yang harganya sudah turun dan tertahan di garis MA, memiliki potensi rebound

semakin besar jika kondisi IHSG-nya tidak bearish / sedang turun tajam. Karena ketika IHSG

turun atau lesu, biasanya saham-saham akan melanjutkan penurunan.

Jadi kalau IHSG masih turun, terutama saat jam market buka IHSG masih bearish, ada

baiknya anda wait and see. Jika IHSG mulai rebound atau sedang hijau, anda bisa

pertimbangkan untuk mulai membeli saham-saham yang harganya sudah turun dan tertahan

di garis MA.

6. Cocok diterapkan untuk saham-saham likuid

Screening saham dengan MA bagus diterapkan untuk saham-saham yang likuid misalnya

saham-saham LQ45. Untuk saham gorengan dan saham-saham yang pergerakannya kurang

atraktif (likuid), analisa screening MA ini kurang cocok dipraktikkan. Contoh pola saham

gorengan sudah kita bahas pada Bab IX di ebook ini.

RULE TAMBAHAN SCREENING MA

Ada juga rule tambahan yang bisa pertimbangkan sebagai analisa tambahan. Namun rule

tersebut bukanlah rule utama:

1. Analisa Stochastic

Akan semakin bagus jika harga saham turun menyentuh garis MA, didukung dengan

indikator stochastic yang berada di area jenuh jual. Hal ini menunjukkan bahwa saham

tersebut sudah masuk dalam kategori saham diskon. Analisis stochastic untuk melihat saham

diskon kita bahas pada bab sebelumnya yaitu Bab XI.

386
2. Analisa Historis MA

Secara grafik historis, harga saham sebelumnya sudah pernah turun dan menyentuh garis

MA dan kemudian sahamnya rebound. Historis bisa terulang kembali. Maka historis MA

yang terjadi sebelumnya bisa terulang di kemudian hari ketika terjadi pola yang kurang lebih

mirip.

Jadi, garis-garis MA tersebut sesungguhnya bisa berfungsi menjadi garis support krusial

yang akan menentukan potensi rebound suatu saham. Setelah ini, kita akan langsung praktik

screening saham dengan MA.

13.4 Rangkuman Screening Saham dengan MA

Untuk lebih jelasnya, perhatikan pola screening saham dengan MA:

Saham-saham dengan pola seperti inilah yang perlu anda cari untuk dibeli, karena

sahamnya berpotensi naik.

387
13.5 Praktik Screening Saham dengan MA

1. Studi kasus saham ACES (menyentuh MA200 & MA100)

Perhatikan, harga saham ACES diawali dengan penurunan / koreksi. Setelah koreksi,

candlestick ACES (candlestick merah sebelum tanda lingkaran) menyentuh MA hijau (200)

dan MA kuning (100). Kebetulan pada chart, saham MA100 dan MA200 berada pada satu

garis bersamaan.

Ketika harga saham turun dan candlestick menyentuh garis MA, maka garis MA ini

bisa dikatakan sebagai titik support pentingnya. Jika saham ACES bertahan diatas MA,

artinya ada peluang rebound saham ACES.

Namun harga saham ACES bertahan diatas MA200 dan MA100. Keesokan harinya,

saham ACES berhasil mengalami technical rebound (lihat candlestick hijau terakhir yang

saya beri tanda lingkaran). Indikator Stochastic pada chart ACES diatas juga sudah lumayan

rendah, mendekati area jenuh jual.

Anda bisa pertimbangkan beli saham ketika saham tersebut mulai naik / rebound lagi

sehingga menjauhi titik support MA. Namun jika harga saham masih turun lagi, ada baiknya

anda wait and see dulu.

388
2. Studi kasus saham BMRI (menyentuh MA100)

Saham BMRI diawali dengan penuurunan harga saham. Setelah itu candlestick BMRI

menyentuh MA100 (kuning, lihat tanda panah). Dari MA100, BMRI justru mulai rebound.

Ketika BMRI bertahan dan tidak jatuh dari MA100, keesokan harinya bisa anda

perhatikan BMRI melanjutkan kenaikan harga saham dengan cepat (tanda lingkaran).

Ini artinya tren saham BMRI bertahan dari penurunan. Anda bisa membeli sahamnya

ketika harga saham mulai naik dari support MA-nya tersebut.

3. Studi kasus saham BBRI (menyentuh MA50, dan MA100)

Sama seperti pola sebelumnya, bisa anda perhatikan pola BBRI. Harga saham diawali

dulu dengan koreksi / penurunan. Setelah itu BBRI menyentuh garis MA orange (MA50).

Perhatikan tanda panah pertama yang paling kiri.

Ketika BBRI bertahan dari support MA50, harga sahamnya berhasil rebound setelahnya.

Pola ini terulang lagi pada tanda panah kedua dan tanda panah ketiga, yaitu ketika BBRI

389
turun dan menyentuh MA100 (warna kuning). Setelah bertahan di garis support MA100

(kuning), BBRI berhasil rebound meyakinkan.

POLA HISTORIS MA UNTUK TRADING: Perhatikan bahwa chart BBRI diatas

mengalami beberapa kali technical rebound setelah sahamnya menyentuh garis MA dan tidak

jatuh dibawah garis MA.

Nah, pola historis ini dapat terulang di kemudian hari. Artinya, kalau nantinya anda

menemukan saham yang harganya turun dan mulai menyentuh MA seperti pola sebelumnya,

kemungkinan besar saham tersebut akan rebound setelah bertahan diatas garis MA.

4. Studi kasus saham AALI (menyentuh MA25, MA50 & 200)

Pada chart AALI diatas, terjadi tiga kali pengulangan pola, di mana AALI berhasil

rebound setelah harganya turun dan bertahan diatas garis MA. Pada pola pertana, AALI

terlihat koreksi dan mulai turun di garis MA25 (biru, lihat tanda panah pertama).

Setelah itu, saham AALI terlihat sedikit sideways namun tidak jatuh dibawah MA. Tidak

lama kemudian harga sahamnya berhasil technical rebound dengan meyakinkan.

Demikian juga pada pola kedua, saham AALI turun, kemudian menyentuh area MA50

(orange) dan MA200 (hijau). Kebetulan dua MA ini berpotongan di garis yang sama. AALI

sempat turun sedikit dibawah MA, namun tidak lama kemudian rebound.

Pada pola ketiga, terjadi pola yang kurang lebih sama (lihat tanda panah terakhir), di

mana AALI harga sahamnya turun, kemudian candlesticknya menyentuh MA200. Setelah

berhasil bertahan diatas MA200 dan tidak jebol, AALI kembali rebound.

390
5. Studi kasus saham JSMR (menyentuh MA25, MA50 dan MA100)

Pola pergerakan kurang lebih sama seperti sebelumnya. Diawali dengan penurunan harga

saham, kemudian pada penurunan harga saham terakhir, candlesticknya menyentuh garis

MA.

Pada saham JSMR diatas, terdapat tiga kali pola yang sama. Pertama, harga saham turun

dan candlestick menyentuh MA50 (orange, lihat tanda panah pertama). Kedua, harga saham

turun candlestick menyentuh MA25 (biru). Dan pada pola ketiga, setelah harga saham turun,

candlestick menyentuh MA100 (kuning).

Ketika candlestick saham bertahan diatas tren garis MA, saham JSMR kemudian

berhasil naik lagi. Jika anda menemukan pola seperti JSMR, anda bisa pertimbangkan untuk

beli saham ketika harga saham mulai naik diatas garis MA.

6. Studi kasus saham ERAA (menyentuh MA200 dan MA100)

391
Saham ERAA mengawali penurunan harga saham yang cukup drastis. Namun setelah

itu, saham ERAA terlihat jebol dibawah MA50 (orange), lihat persegi pertama. Namun,

candlestick ERAA bertahan diatas MA200 (hijau).

Nah, setelah bertahan diatas MA200, ERAA kemudian berhasil mengalami technical

rebound. Pada pola kedua, juga terlihat pola yang serupa. Harga saham ERAA turun /

koreksi. Setelah itu candlestick ERAA menyentuh MA100 (kuning) dan MA200 (hijau), lihat

tanda persegi kedua.

Setelah berhasil bertahan diatas garis MA, saham ERAA kemudian berhasil naik cukup

meyakinkan (lihat candlestick terakhir hijau).

7. Studi kasus saham ADRO (mendekati MA100)

Perhatikan chart ADRO diatas. Saham ADRO mengalami penurunan, dan pada dua

caandlestick terakhir hampir menyentuh MA100 (kuning, lihat tanda persegi). Di satu sisi,

indikator Stochastic ADRO saat itu sudah berada di jenuh jual (diskon), yaitu di angka 10.42.

Karena ADRO masih ada di area MA100, dalam kondisi seperti ini, ada dua

kemungkinan: ADRO mantul dari MA100 dan harga sahamnya naik. Kemungkinan kedua,

ADRO jebol dari MA100 dan sahamnya melanjutkan penurunan.

Oleh karena itu, untuk mengambil posisi buy, ada baiknya anda menunggu candlestick

hijau, atau saat harga sahamnya naik dari MA-nya. Perhatikan kembali chart ADRO

keesokan hari:

392
Saham ADRO sempat turun sedikit dibawah MA100-nya. Namun tidak lama kemudian,

harga saham ADRO kembali rebound signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa saham yang

sudah turun dan kemudian menyentuh area MA boleh MA25, MA50, MA100 ataupun

MA200 adalah saham-saham yang punya potensi rebound. Saat itu, saya juga membeli saham

ADRO di harga 1.100.

Saat ADRO sempat turun sedikit dibawah MA100 (harga 1.090), saya belum berani

ambil posisi buy karena saya pribadi memastikan candlestick ADRO paling tidak berhasil

naik dulu di area MA100-nya.

Dan saat itu, IHSG juga mulai rebound, sehingga saya segera curi start beli ADRO di

area MA100. Dan harga saham ADRO berhasil naik ke 1.155. Berikut rincian transaksi buy

ADRO yang saya lakukan setelah berhasil naik dari MA100-nya:

393
8. Studi kasus saham BBNI (menyentuh MA25, 50 dan MA100)

Setelah sahamnya turun, candlestick saham BBNI menyentuh area MA25 (biru) dan

MA50 (orange) secara bersamaan. Lihat tanda panah pertama. Setelah itu, harga sahamnya

langsung naik.

Demikian juga dengan pola kedua (lihat tanda panah kedua). Setelah saham BBNI turun

dan menyentuh MA100 (kuning), harga saham BBNI kemudian bisa naik lagi. Polanya mirip

dengan studi-studi kasus kita sebelumnya.

9. Studi kasus saham BBTN (menyentuh MA100)

Pada saat IHSG mulai naik dan anda menemukan saham yang harganya sudah turun,

kemudian sideways tepat di area garis MA, maka anda bisa memilih sahamnya untuk dibeli.

394
Maka ketika IHSG rebound, saham-saham seperti ini biasanya bisa ikut naik. Anda bisa

membeli sahamnya ketika IHSG sedang naik / rebound, atau ketika sahamnya sudah mulai

naik dan meninggalkan area MA-nya.

Contohnya seperti pola saham BBTN diatas. Setelah harga sahamnya turun, BBNI mulai

terlihat sideways dan tidak jebol dari MA100 (kuning) selama beberapa hari. Ketika IHSG

mulai naik, saham BBTN berhasil rebound kencang setelahnya.

10. Studi kasus saham INDF (mendekati & menyentuh MA200)

Saham INDF mulai turun dan mendekati MA200 (hijau). Lihat candlestick merah

terakhir yang saya beri tanda panah. Saham INDF masih mendekati garis MA200 setelah

harganya turun. Namun INDF belum menyentuh MA200.

Dalam kondisi seperti ini, ada baiknya anda tidak terburu mengambil keputusan beli

saham. Perhatikan kondisi market. Kalau IHSG dan saham INDF ternyata rebound, anda bisa

pertimbangkan untuk beli.

Tetapi jika saham INDF masih lanjut turun dan candlestick terakhirnya masih merah, ada

baiknya anda menunggu sinyal saham INDF menyentuh garis MA-nya dulu sebagai

konfirmasi. Karena biasanya setelah berhasil menyentuh MA, saham bisa rebound.

395
Ketika mengamati saham INDF, ternyata keesokan harinya saham INDF masih turun lagi

dan akhirnya candlestick terakhir INDF berhasil menyentuh MA200 ke harga 7.000-7.025.

Perhatikan chart INDF berikut:

Dan benar saja, saat IHSG mulai rebound dan INDF tertahan di MA200 dan tidak jebol

dibawah MA200-nya, INDF tidak lama kemudian rebound sampai ke resisten 7.100-7.150.

Hal ini juga didukung dengan kondisi IHSG yang saat itu sedang naik, sehingga saham-

saham yang tertahan di MA juga berpeluang rebound. Saat itu, IHSG sedang naik sebesar

0,46%:

Kemudian perhatikan lagi chart INDF setelahnya (lihat ke halaman selanjutnya):

396
Anda bisa perhatikan tanda panah diatas, di mana saham INDF mulai berhasil rebound

setelah menyentuh dan mulai bertahan di MA200-nya. Saat itu, saya juga membeli saham

INDF di harga 7.025 dan jual 7.125 buat trading cepat. Berikut rincian transaksi INDF saya:

Sekali lagi, pola-pola yang sama ini membuktikan bahwa ketika harga saham sudah mulai

turun dan menyentuh serta bertahan diatas garis MA, saham tersebut punya potensi untuk

rebound.

13.6 Jangka Waktu Trading

Yang jadi pertanyaan selanjutnya: Berapa lama saham bisa naik setelah menyentuh dan

bertahan diatas garis MA? Apakah strategi ini bagus buat swing trading? Atau trading

harian?

Kita tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan ukuran pasti. Karena kondisi

market dan tipikal saham juga bervariasi. Terkadang ada saham yang setelah turun dan

menyentuh garis MA, sahamnya bisa rebound sampai seminggu lebih.

397
Tapi ada juga saham yang reboundnya sekitar 1-2 hari saja. Contohnya seperti saham

INDF di studi kasus poin 10, di mana saham INDF ―hanya‖ naik 1-2 hari ke resisten 7.125-

7.150.

Jadi, sebagai trader anda harus menyesuaikan juga dengan kondisi market dan tipikal

saham. Namun setidaknya, dengan strategi screening Moving Average, anda bisa melihat dan

memilih saham-saham mana yang berpotensi naik jangka pendek.

Sehingga dengan cara-cara yang kita ulas di Bab XIII ini, anda bisa praktikkan secara

langsung untuk memilih saham-saham bagus yang berpotensi naik dan memberikan profit.

13.7 Take Profit dan Cut Loss dengan Screening MA

Pada sub bab 13.6 kita sudah bahas bahwa jangka waktu naik turunnya saham bisa

bervariasi. Oleh karena itu, target take profit hendaknya anda sesuaikan dengan tipikal

saham dan kondisi market saat itu.

Karena dalam menentukan target profit, juga tidak terlalu kaku. Tidak ada ukuran dan

rumus pasti. Setidaknya dengan screening saham MA ini, anda bisa mengambil target take

profit jangka pendek minimal 1%.

Sedangkan untuk penentuan target cut loss, anda bisa pertimbangkan jika harga

saham (candlestick terakhir) jatuh / turun dibawah garis MA-nya. Karena hal tersebut

menunjukkan bahwa harga saham ada potensi melanjutkan penurunan dibawah tren-nya.

Namun sebagai trader, anda boleh juga menentukan untuk tidak melakukan cut loss, jika

anda beranggapan saham yang anda beli adalah saham yang bagus, atau ketika kondisi

market berbalik arah (menjadi naik), berdasarkan analisa pribadi, anda bisa memutuskan

untuk hold dulu sahamnya.

398
13.8 Rangkuman Tips Screening Saham dengan MA

Itulah cara paling simpel menggunakan MA untuk screening saham yang berpotensi

naik. Jadi anda tidak perlu menggunakan perpotongan dua atau tiga garis MA.

Anda cukup menggunakan satu (single) garis MA dengan kriteria pola chart seperti yang

sudah kita bahas sebelumnya. Berikut beberapa tips screening saham manual dengan MA

yang bisa anda terapkan:

1. Prioritaskan saham-saham likuid atau saham-saham LQ45 untuk screening.

2. Jika menemukan pola MA tersebut, anda bisa masukkan saham-saham yang punya pola

tersebut ke dalam daftar stock pick anda untuk trading.

3. Dalam mengambil keputusan beli saham, ada baiknya anda tetap memperhatikan kondisi

IHSG.

Jika selama ini banyak trader yang masih bingung cara melakukan screening saham yang

mudah dengan indikator MA, anda bisa praktikkan langsung strategi-strateginya di Ebook

Screening Saham Bab XIII ini.

399
EBOOK SAHAM TERBITAN LAINNYA – DISKON 15%

Selain Ebook Panduan Memilih Saham Bagus, saya menerbitkan beberapa ebook

lainnya, yaitu sebagai berikut:

1. Ebook Trading & Belajar Saham.

2. Ebook Intraday & One Day Trading Saham.

3. Ebook Analisis Fundamental Saham.

Jika anda ingin memesan dua ebook, anda akan mendapatkan harga diskon 10%. Jika

anda memesan ketiga ebook, anda akan mendapatkan harga diskon 15%. Detail harga ebook,

bisa anda lihat disini: [Link]

[Link].

Sedangkan jika anda ingin melihat review ebook, anda bisa lihat reviewnya pada

halaman-halaman setelahnya.

400
EBOOK TRADING DAN BELAJAR SAHAM – SAHAM GAIN

Dapatkan Ebook Trading dan Belajar Saham lainnya dari saya. Bagi anda yang ingin

mempelajari dan praktik langsung bocoran strategi trading saham yang sering muncul dalam

pola grafik, analisis teknikal dan strategi investasi analisis fundamental dari saya, termasuk di

dalamnya ada materi-materi lengkap mengenai: Cara membuat dan menyusun trading plan

saham, cara mengelola emosi dan psikologis yang benar dalam trading saham anda bisa

mendapatkan ebook TRADING DAN BELAJAR SAHAM PEMULA – EXPERT. Untuk

cover ebooknya bisa anda lihat dibawah ini:

Mengenai cover ebook sengaja saya pisah menjadi dua jilid, namun tetap menjadi satu

ebook. Berikut garis besar konten ebooknya:

 Strategi menentukan titik take profit dan cut loss yang tepat setelah anda membeli saham

401
 Cara membuat, menyusun dan rekomendasi membuat trading plan saham. Berisi panduan

membuat trading plan step-by-step, langkah2 membuat trading plan yang benar dan

contoh trading plan yang saya jalankan sekarang.

 Memahami CHART PATTERN dan praktik chart pattern di grafik saham.

 Pola single candlestick yang paling akurat, dan sering muncul di grafik, untuk

memprediksi harga saham yang akan naik (berdasarkan pengujian yang sudah saya

lakukan)

 Memprediksi saham yang akan naik berdasarkan garis support dan resistance (aplikasi

lebih lanjut dari garis support dan resisten, di perdagangan saham secara real).

 Membeli saham downtrend (memprediksi harga saham downtrend yang akan rebound

ternyata ada polanya)

 Strategi teknikal (memprediksi harga saham) paling tepat menggunakan: Buy on

Support (banyak para trader yng masih salah dalam mengkonfirmasi sinyal

menggunakan buy on support) (expert). Disertai analisis saham2 GGRM, ASII, PTPP,

SMRA, BBCA

 Cara membeli perusahaan melalui analisis fundamental. Pendalaman analisis

fundamental untuk praktik secara teknis di pasar saham. Materi analisis fundamental

lebih mengarah pada analisis sektor perusahaan dan pergerakan tren jangka panjang harga

saham. Sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan investasi.

 The Right Investor Mindset. Mengupas tuntas bagaimana mengontrol emosi investor

dan psikologis. Ebook new edition juga membahas semua kesalahan-kesalahan yang

dilakukan trader dalam melakukan trading yang kerap kali tidak disadari oleh trader,

serta cara mengubah mindset trading yang benar. Keberhasilan investor di pasar modal

90% dipengaruhi oleh kontrol emosi yang baik, dan 10% dipengaruhi oleh hasil analisis

402
mereka. So, miliki-lah buku ini, yang membahas 90% dari keberhasilan trader dan juga

membahas lengkap 10% sisanya..

 Panduan belajar saham mulai dari awam sampai bisa trading mandiri

 Dan masih banyak materi lainnya

Jumlah halaman ebook: 427 halaman

 Ebook lebih pada penerapan di market secara riil. Analisis teknikal, strategi cuan,

fundamental mencakup sebagian besar contoh saham-saham, pergerakannya dan kapan

waktunya buy - sell berdasarkan analisis, bukan feeling.

 Full menggunakan bahasa Indonesia

 Ebook full warna. Grafik-grafik, sistem antrian saham, semua menggunakan warna.
sds
 Bahasa ebook mudah dipahami. Bukan bahasa tingkat tinggi yang njelimet.

 Ebook bisa dibuka di tablet dan aplikasi smartphone seperti android dan lain-lain.

 Bukan hanya diperuntukkan/ dirancang untuk pemula saja.

Bagi anda yang ingin memesan ebooknya, berikut langkah-langkah pemesanannya:

1. Pembayaran dilakukan melalui transfer via bank lokal (BCA atau BRI)

 BCA = 440 – 1315378

 BRI = 0172 - 01 - 044985 - 50 – 8

 Atas nama: El Hezekiah Sabbat

 Harga Ebook = Rp172.000

2. Setelah transfer, konfirmasi kembali via email: suksesbelajarsaham@[Link] untuk

proses pengiriman ebook + bonus software saham. Software saham akan saya beri

username dan password untuk virtual trading.

403
Fasilitas-fasilitas yang anda dapatkan dengan membeli ebook trading dan belajar saham:

 Dapatkan juga fasilitas FREE KONSULTASI. Anda bisa bertanya tentang saham melalui

email suksesbelajarsaham@[Link]

 Dapatkan free software saham untuk demo trading, melakukan praktik analisis teknikal

dan memantau pergerakan pasar saham secara real time

Memiliki pertanyaan seputar produk ebook? Anda bisa kontak saya melalui Facebook dan

Email:

 Faceook saya: FACEBOOK BELAJAR SAHAM

 Email: suksesbelajarsaham@[Link]

 WA: 087859520042

 Jika anda ingin melihat link ebook secara langsung melalui Saham Gain, anda bisa

melihatnya disini: [Link]

404
Saya menerbitkan ebook ketiga, yaitu Ebook Intraday & One Day Trading Saham.

Jadi setelah Ebook Trading & Belajar Saham, Ebook Panduan Simpel & Efektif Memilih

Saham Bagus, saya menerbitkan lagi ebook yang khusus membahas tentang strategi

mendapat profit dari trading cepat / trading harian (intraday trading).

Secara sederhana, intraday trading alias trading harian adalah strategi trading dengan

cara membeli dan menjual saham pada hari yang sama (one day trading), sampai dengan dua-

tiga hari trading.

Sebagai trader harian, anda harus mampu mencari saham yang bisa naik dalam jangka

waktu nol-dua hari, dengan RISIKO yang KECIL. Momentum yang tepat untuk beli-jual

saham harian, sangat dibutuhkan agar anda bisa mendapatkan profit besar dalam sehari.

Dalam praktikknya, banyak trader saham yang (sama sekali) belum mengerti cara

mempraktikkan one day trading yang benar, serta memilih saham yang bisa naik cepat untuk

jangka harian. Banyak trader nekad membeli saham dengan tujuan profit cepat, hanya

berdasarkan feeling dan momentum yang salah.

Maka dari itu, Ebook Saham Intraday & One Day Trading saya susun sebagai bahan

praktik, pedoman dan panduan agar anda bisa memilih saham-saham yang layak untuk

trading harian dengan benar, dengan risiko yang kecil dan gain yang konsisten. Tujuan

akhirnya: Anda bisa mencetak PROFIT KONSISTEN dari trading harian.

So...... Anda yang ingin bisa meraup profit memuaskan untuk trading harian, namun

masih belum paham benar bagaimana caranya.... Kini anda sudah mendapatkan ebook-nya

lengkap, beserta PRAKTIK LANGSUNG mencetak profit harian di pasar saham.

405
Berikut cover ebooknya:

** Jumlah halaman ebook: 358 halaman

** Ukuran kertas: A4

** Ebook bisa dibuka di PC, laptop, tablet, android dan smartphone lainnya.

Konten-konten penting yang saya bahas di Ebook Intraday & One Day Trading adalah

sebagai berikut:

1. Kriteria saham dan saham-saham pilihan untuk one day trading.

2. Cara memilih saham yang bagus untuk one day trading.

3. Strategi meminimalkan risiko dari trading cepat.

4. Cara menggunakan momentum yang tepat untuk beli saham harian.

5. Strategi memaksimalkan profit konsisten dari one day trading.

406
6. Strategi kapan buy dan sell one day trading.

7. Manajemen modal untuk trading cepat.

8. Membangun psikologis yang benar untuk trader harian.

9. Disertai analisa tape reading (bid-offer) untuk trading cepat.

10. Bukti profit yang saya dapatkan dari one day trading.

11. Dan masih banyak konten penting lainnya.

12. Konten ebook disesuaikan dengan praktik langsung dan market real time.

Intinya, di Ebook Intraday & One Day Trading, kita akan banyak membahas dan

melakukan praktik langsung trading harian dengan cara memilih:

 Saham yang pergerakan lincah dan punya fluktuatif harga yang bagus.

 Saham-saham yang pergerakannya mudah dianalisa untuk trading harian.

 Saham-saham yang punya potensi naik untuk jangka waktu harian.

 Saham yang punya persentase kenaikan cepat dalam nol-dua hari trading.

Sebagaimana tulisan-tulisan di ebook-ebook sebelumnya yang sudah saya terbitkan,

Ebook Intraday & One Day Trading ini juga saya susun dengan bahasa yang mudah

dipahami, dicerna, padat, jelas dan langsung masuk ke praktik trading harian.

Ebook ini menuntun anda, agar anda bisa mendapatkan profit cepat (harian) dengan cara

memilih saham yang mudah naik dalam sehari. Jadi untuk anda para pemula, jangan

khawatir, ebook ini saya susun untuk anda pemula, maupun anda yang sudah trading

beberapa tahun sampai level expert.

407
Bagi Anda yang ingin memesan ebooknya, berikut langkah-langkah pemesanannya:

1. Pembayaran dilakukan melalui transfer via bank lokal (BCA atau BRI)

o BCA = 440 – 1315378

o BRI = 0172 - 01 - 044985 - 50 – 8

o Atas nama: El Hezekiah Sabbat

o Harga Ebook = Rp185.000

2. Setelah transfer, konfirmasi kembali via email: suksesbelajarsaham@[Link] atau

melalui WA / Telegram: 087859520042 untuk proses pengiriman ebook. Selain ebook,

anda juga akan mendapatkan free software saham untuk melakukan analisa teknikal

secara lengkap dan free konsultasi via email.

3. Jangan lupa untuk mengirimkan juga foto screen shoot bukti pembayaran.

408
Ebook terbitan keempat yaitu Ebook Analisis Fundamental Saham untuk level pemula –

expert. Jadi ebook ini sangat cocok untuk anda yang ingin belajar analisis fundamental untuk

INVESTASI SAHAM JANGKA PANJANG.

Kalau anda sekarang ingin menyimpan saham untuk jangka panjang, dan juga

mendapatkan pendapatan pasif dari saham, maka ebook analisis fundamental ini adalah

ebook yang tepat.

Adanya Ebook Analisis Fundamental Pemula – Expert ini akan mengarahkan anda,

supaya anda memiliki panduan, strategi mandiri, pedoman dan praktik untuk memilih saham

benar-benar layak untuk investasi.

Pada Ebook Analisis Fundamental ini, anda akan mempelajari semua hal yang

dibutuhkan untuk memilih saham bagus untuk investasi. Kita akan mempelajari cara

membaca laporan keuangan dan praktiknya untuk investasi.

Termasuk kriteria saham bagus untuk investasi (memilih income stock, value investing,

valuasi saham, mencari growth stock, mencari saham-saham tahan banting terhadap koreksi

market). Plus pendalaman diversifikasi investasi yang ideal dan manajemen modal, serta

manajemen risiko investasi.

Ebook ini saya susun dengan bahasa dan praktik-praktik yang mudah pemula sampai

expert. Targetnya: Untuk semua level investor, anda bisa mendapatkan profit jangka panjang,

plus mendapatkan passive income dari investasi saham. Berikut cover ebooknya (Lihat ke

halaman selanjutnya):

409
** Jumlah halaman ebook: 352 halaman

** Ukuran kertas: A4

** Ebook bisa dibuka di PC, laptop, tablet, android dan smartphone lainnya.

** Bonus kalkulator saham untuk menghitung harga wajar, dan screening investasi

saham.

Konten-konten penting yang saya bahas di Ebook Analisis Fundamental Saham adalah

sebagai berikut:

1. Belajar investasi saham mulai pemula.

2. Cara menganalisa perusahaan & sektoral untuk investasi.

3. Analisis-analisis fundamental yang akurat untuk screening investasi saham.

4. Full praktik bedah dan membaca laporan keuangan.

410
5. Kriteria-kriteria saham yang bagus untuk investasi.

6. Kriteria dan cara mencari saham growth.

7. Mencari saham-saham yang murah / diskon untuk investasi.

8. Cara mencari saham yang tahan banting terhadap koreksi pasar.

9. Cara mencari saham second liner & value stock untuk investasi.

10. Praktik menghitung harga wajar dan valuasi saham (stock valuation).

11. Memahami kriteria perusahaan yang tidak layak investasi.

12. Memahami laporan keuangan yang menjebak investor.

13. Strategi dan cara investasi saham saat terjadi crash market.

14. Diversifikasi dan komposisi portofolio investasi saham yang ideal.

15. Manajemen modal (MM) dan manajemen risiko untuk investasi.

16. Nabung saham dan full strategi nabung saham.

17. Cara analisis aksi korporasi untuk investasi saham.

18. Praktik memaksimalkan profit dari investasi saham.

19. Psikologis & mindset-mindset investasi.

20. Tips, strategi dan mindset investasi ala Warren Buffet & Lo Kheng Hong.

21. Konten ebook disesuaikan dengan pengalaman, dan praktik investasi saham.

22. Dan masih banyak pembahasan lainnya.

Bagi Anda yang ingin memesan ebooknya, berikut langkah-langkah pemesanannya:

1. Pembayaran dilakukan melalui transfer via bank lokal (BCA atau BRI)

o BCA = 440 – 1315378

o BRI = 0172 - 01 - 044985 - 50 – 8

o Atas nama: El Hezekiah Sabbat

o Harga Ebook = Rp178.000

411
 Setelah transfer, konfirmasi kembali via

email: suksesbelajarsaham@[Link] atau melalui WA / Telegram:

087859520042 untuk proses pengiriman ebook. Selain ebook, anda juga akan

mendapatkan kalkulator analisis fundamental saham untuk menghitung harga wajar

saham dan screening investasi saham.

 Jangan lupa untuk mengirimkan juga foto screen shoot bukti pembayaran.

412
DAFTAR PUSTAKA

Ong, E. (2011). Technical Analysis for Mega Profit. Edisi Ketujuh. Jakarta: PT Gramedia.

413

Common questions

Didukung oleh AI

Saat melakukan screening saham untuk stock pick, penting untuk mempertimbangkan analisis tren jangka panjang dan pendek, memastikan saham tersebut tidak berada dalam tren downtrend berkepanjangan atau sideways dengan rentang harga sempit, serta memiliki pola grafik yang dapat diprediksi dengan baik . Selain itu, perhatikan juga jika saham tersebut adalah saham lapis satu atau dua dan hindari saham gorengan atau saham yang baru melantai di bursa .

Mengabaikan evaluasi trading dalam jangka panjang dapat mengakibatkan kerugian terakumulasi, mengakibatkan kebangkrutan trader karena tidak ada pemahaman tentang penyebab kegagalan atau kerugian . Tanpa evaluasi, trader tidak dapat mengidentifikasi kesalahan operasional dan taktik investasi yang gagal, serta tidak dapat menyesuaikan strategi trading untuk kondisi pasar yang berubah . Konsistensi evaluasi juga penting untuk meninjau kembali kelayakan saham dalam daftar stock pick secara berkala .

Keuntungan utama menggunakan saham lapis tiga adalah potensi peningkatan cepat 5-10% dalam sehari karena volatilitas tingginya . Namun, risiko utama adalah likuiditas rendah yang dapat membuat spread harga bid-offer menjadi renggang, menyulitkan untuk menjualnya di harga tinggi . Selain itu, pergerakan harga yang tidak menentu dan fluktuatif memerlukan analisis detail untuk menghindari jebakan harga .

Indikator SO (Stochastic Oscillator) penting dalam memprediksi saham diskon karena membantu mengidentifikasi kondisi jenuh jual, di mana saham sudah mengalami penjualan berlebih dan memiliki potensi rebound . Indikator ini bekerja dengan memastikan kedua garis SO berada di area jenuh jual (bawah 20), yang menandakan peluang beli potensial . Selain itu, ketika didukung pola candlestick yang baik atau keadaan bid-offer yang lebih dominan di bid, peluang rebound saham semakin kuat .

Memiliki daftar stock pick penting untuk mengarahkan trading dan meminimalisir risiko kerugian karena memungkinkan trader fokus pada saham-saham terpilih yang sudah dianalisis sesuai strategi . Jika tidak memiliki stock pick, trader berisiko tinggi mengalami kerugian karena keputusan trading didasari pada spekulasi, dan besar kemungkinan akan memasukkan saham yang tidak likuid atau saham dengan pergerakan harga tidak kompatibel dengan strategi mereka .

Stock pick bantu menghindari kebangkrutan dengan memberikan kerangka strategis untuk trading berdasarkan analisis yang tepat, bukan spekulasi . Trader harus melakukannya secara mandiri agar sesuai dengan strategi dan profil risiko mereka, dan untuk menghindari bias dan pengaruh dari rekomendasi pihak luar yang mungkin tidak cocok dengan gaya trading mereka . Ini menjaga objektivitas dan meningkatkan efektivitas keputusan trading .

Untuk meningkatkan sinyal swing trading, aplikasikan kombinasi moving average seperti moving average 25 dan 200, atau 50 dan 100 . Kombinasi ini memungkinkan satu moving average untuk memberikan sinyal jangka pendek sedangkan yang lain untuk jangka panjang, meningkatkan akurasi sinyal tren secara keseluruhan . Kombinasikan dengan menggunakan analisis teknikal lainnya seperti trend lines dan candlestick patterns untuk memperkuat sinyal yang dihasilkan .

Kesalahan umum dalam penggunaan moving average untuk swing trading adalah menggunakan moving average dengan rentang waktu yang terlalu pendek, seperti moving average 5 atau 10, yang dapat menimbulkan sinyal palsu . Sebaiknya gunakan moving average dengan rentang waktu yang lebih panjang seperti 50, 100, atau 200 untuk sinyal yang lebih akurat . Selain itu, penting untuk tidak bergantung hanya pada satu indikator tetapi menggunakan kombinasi dari beberapa moving averages untuk memperkuat sinyal trading .

Moving average 50 menghasilkan sinyal perubahan tren yang lebih cepat daripada moving average 100 karena lebih dekat dengan pergerakan harga saham . Namun, karena lebih dekat dengan harga saat ini, moving average 50 juga lebih rentan terhadap fluktuasi jangka pendek yang bisa menghasilkan sinyal palsu . Sementara itu, moving average 100 memberikan sinyal yang lebih stabil dan cenderung lebih akurat untuk jangka panjang, meski tidak responsif terhadap perubahan tren yang cepat .

Pola Black Marubozu adalah candlestick dengan harga pembukaan sama dengan harga tertinggi dan harga penutupan sama dengan harga terendah, mencerminkan tekanan jual signifikan dan absence buyer confidence . Sebagai sinyal bearish yang kuat, pola ini dapat mempengaruhi keputusan trading dengan mendorong trader untuk menghindari membeli atau menahan saham yang tampil dengan pola tersebut, serta mempertimbangkan penjualan jika tanda-tanda penurunan lebih lanjut teramati .

Anda mungkin juga menyukai