Panduan Memilih Saham yang Efektif
Panduan Memilih Saham yang Efektif
dalam Sehari
i
PANDUAN SIMPEL DAN EFEKTIF (SCREENING) SAHAM YANG BAGUS
EL HEZEKIAH SABBAT
Hak Cipta dilindungi oleh undang-undang. Ebook Panduan Simpel dan Efektif
(Screening) Saham yang Bagus pertama kali diterbitkan oleh El Hezekiah Sabbat,
menyebarluaskan ebook ini, menjual untuk kepentingan komersil maupun mengubah konten
ebook tanpa seizin penulis. Setiap pelanggaran Hak Cipta akan dikenakan sanksi sesuai
Apabila anda ingin merekomendasikan ebook ini kepada teman atau saudara anda,
[Link]
[Link]
Hak Cipta maupun hak untuk menjual ebook, baik adalah hak penulis El Hezekiah Sabbat
1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam
pasal 2 Ayat (1) atau Pasar 49 Ayat (1) dan Ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing
paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp1.000.000 (satu juta rupiah), atau
pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000 (lima
miliar rupiah).
2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum
suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagai dimaksud pada Ayat
(1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/ atau denda paling banyak
Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah).
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan
karunianya, sehingga Ebook ―Panduan Simpel dan Efektif Memilih Saham yang Bagus‖
dapat diselesaikan dengan baik. Ebook ini disusun untuk memenuhi kebutuhan para trader
sebagai panduan, agar trader bisa mendapatkan profit konsisten di pasar saham, dengan
Tidak lupa secara khusus saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-
besaranya kepada:
1. Orang tua serta para saudara yang terus memberi dorongan, semangat dan movitasi pada
penulis untuk bisa menyelesaikan ebook ini dengan baik dan tepat waktu.
2. Danareksa Sekuritas yang banyak membimbing dan berbagi ilmu tentang dunia saham.
mendapatkan banyak pencerahan untuk mengupas banyak studi kasus di ebook ini.
5. Pihak-pihak lain yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu yang turut berkontribusi
dalam memotivasi penulis untuk membuat konten ebook yang berkualitas dan sebaik
mungkin.
Tak ada gading yang tak retak. Saya menyadari masih terdapat kekurangan dalam ebook
ini. Oleh karena itu, kritik dan saran terhadap penyempurnaan ebook ini sangat diharapkan.
Semoga seluruh konten ebook ini dapat memberikan maanfaat bagi para trader saham, baik
El Hezekiah Sabbat
i
LEVEL PEMULA – PARA MASTER
Mendapat profit secara konsisten di pasar saham merupakan tujuan akhir setiap trader
saham. Profit konsisten bisa dicapai apabila anda memiliki saham-saham pilihan (stock pick)
Memilih saham-saham bagus atau istilahnya adalah screening saham adalah suatu hal
yang masih sulit dilakukan oleh trader. Mengapa? Karena jumlah saham di Bursa Efek
semakin hari semakin banyak, sedangkan opsi saham yang layak untuk ditradingkan tidaklah
banyak. Sehingga akhirnya sebagian besar trader sering terjebak memilih saham-saham yang
Ebook Panduan Simpel dan Efektif Memilih Saham yang Bagus, sesuai judulnya,
berisi pembahasan dan praktik langsung panduan step by step bagaimana cara memilih
pergerakan harganya berpotensi menjebak trader. Ebook ini juga saya lengkapi dengan
panduan mencari saham-saham yang potensial naik cepat 5-10% dalam sehari.
Memiliki stock pick atau saham-saham pilihan dapat mengarahkan anda pada profit
trading yang lebih konsisten dan realistis. Saya sudah membuktikannya sendiri. Jadi bagi
anda yang ingin bisa profit konsisten di pasar saham, dengan memiliki ebook ini anda sudah
ii
HALAMAN DISCLAIMER
Elektronik Book (Ebook) saham yang saya terbitkan dengan judul ―Panduan Simpel
dan Efektif Memilih (Screening) Saham yang Bagus‖ sebagai Ebook Praktik Trading
Saham Pemula – Para Master, saya susun dengan menekankan full praktik pada berbagai
jenis saham yang sudah pernah saya tradingkan sendiri, maupun pengalaman para rekan-
Seluruh konten terutama praktik studi kasus saham-saham yang saya paparkan di ebook
ini, sama sekali bukanlah rekomendasi maupun ajakan kepada anda untuk membeli saham-
saham tertentu. Seluruh konten dan contoh-contoh saham yang saya paparkan bertujuan
untuk membuka wawasan anda tentang intisari yang dibahas di dalam ebook ini dan sebagai
Seluruh keputusan beli dan jual saham dalam trading, keuntungan dan risiko main saham
sepenuhnya berada di tangan anda. Ebook ini tidak memberikan rekomendasi saham apapun
kepada anda.
iii
PROFIL PENULIS
Penulis dilahirkan dan besar di Kota Malang. Penulis memiliki ketertarikan di dunia
pasar modal sejak berada di bangku kuliah. Dari situlah, penulis akhirnya menekuni dunia
pasar modal sampai sekarang. Pasar modal merupakan hal yang sangat menarik minat
Awal penulis berkecimpung di dunia pasar modal, penulis melakukan Praktik Kerja
Lapangan (PKL) di salah satu kantor sekuritas di Kota Malang dan hal itu menjadi tonggak
awal penulis menekuni dunia pasar modal sampai sekarang. Beberapa pengalaman penulis
terkait di bidang pasar modal antara lain penulis pernah mempublikasikan jurnal ilmiah
terakreditasi dengan topik pasar modal. Penulis juga menjadi tim pengajar pasar modal yang
tergabung dalam Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Dalam tim KSPM, penulis kerap
mengadakan edukasi-edukasi pasar modal, antara lain kunjungan SMA Karang Turi
Semarang, SMA Hwa Ind Blimbing Malang, Universitas Brawijaya dan lain-lain.
Saat ini, status penulis adalah trader saham. Penulis juga menulis website
iv
DAFTAR ISI
1.6 Memahami Saham Lapis Satu, Saham Lapis Dua dan Saham Lapis Tiga ………………. 7
1.7 Memahami Fraksi Harga, Auto reject dan Spread Bid-Offer ........................................... 13
BAB II: ANALISIS TREN: ANALISIS MANUAL DAN MOVING AVERAGE ......... 23
v
2.4 Swing Trading Menggunakan Moving Average .............................................................. 40
3.5 Cara Jitu Menentukan Harga Saham yang Akan/ Masih Turun ....................................... 87
3.6 Cara Jitu Menentukan Harga Saham yang Akan Turun di Ujung Tren Naik .................. 95
BAB IV: PENYEBAB TRADER SERING RUGI DI PASAR SAHAM ....................... 109
4.1 Kesalahan Utama Trader dalam Menerapkan Strategi Trading ..................................... 109
vi
BAB V: PANDUAN SIMPLE DAN EFEKTIF SCREENING SAHAM PILIHAN
TRADING............................................................................................................................ 114
5.2 Mengapa Trader Harus Bisa Melakukan Stock pick Saham Pilihan secara Mandiri? .... 116
5.2.1 Saham Pilihan Hanya ada Beberapa Jenis Saham ................................................ 119
5.3 Cara Memilih Saham Bagus dan Membuang Saham Jelek untuk Stock Pick ................ 119
5.4 Panduan Step-by-Step Screening Saham yang Benar, Simple dan Efektif ..................... 149
[Link] Buat List Spesifik yang Mengacu pada Daftar Saham-saham LQ45 ......... 162
5.4.3 Anda Harus Bisa Menyeleksi Kriteria Saham Terlebih Dahulu ................................. 165
5.4.4 Menentukan Saham-saham yang Lolos Uji Screening untuk Stock Pick .................... 166
[Link] Studi Kasus Screening Saham LQ45 untuk Stock Pick ..................................... 174
[Link] Studi Kasus Screening Saham Selain LQ45 untuk Stock Pick .......................... 183
6.2 Hasil Keuntungan Trading Saya dari Screening Saham Pilihan .................................... 194
6.4 Percayalah! Memiliki Saham Pilihan Lebih Menjamin Anda Mencetak Profit ............. 212
7.1 Berapa Jumlah Maksimal Stock pick yang Disarankan? ................................................ 217
vii
7.2 Manajemen Modal Saat Trading di Saham Pilihan ........................................................ 219
7.4 Apakah Harus Main Saham LQ45 dalam Stock Pick? ................................................... 224
7.5 Apakah Saham Pilihan Boleh Dikeluarkan dari Daftar Stock Pick? .............................. 225
7.6 Dalam Hal Apa Saham Pilihan Dikeluarkan dari Stock Pick? ....................................... 226
7.7 Bolehkah Trading Saham Diluar Daftar Stock Pick? ..................................................... 230
7.8 Perlukah Cut loss pada Saham Stock Pick? .................................................................... 234
7.9 Pada Saat Apa Anda Harus Mulai Menambah Saham Pilihan? ..................................... 235
7.10 Kondisi Market dan Saham Kurang Bagus, Apa yang Harus Dilakukan? .................. 236
9.3 Saham yang Akan Naik 5-10%, Seperti Ciri-cirinya? ................................................... 264
9.4 Studi Kasus Menemukan Saham-saham yang Naik 5-10% Sehari ................................ 289
9.5 Scalping Trading Saat Saham Kena Sentimen Positif .................................................... 308
9.6 Peluang Scalping Ketika Beberapa Saham Satu Sektor Naik & ARA ........................... 313
9.7 Strategi ―Nyopet‖ Saham yang Naik 5-10% dalam Sehari ............................................ 313
9.9 Mau Incar Saham yang Naik Cepat: Perhatikan Hal-hal Ini .......................................... 320
9.10 Rangkuman Mencari Saham-saham yang Potensial Naik 5-10% Sehari ..................... 326
viii
BAB X: TERUS BERLATIH DAN BERPROSES ........................................................ 329
10.2 Terus Mencoba dan Jangan Antipati terhadap Saham ................................................. 331
BAB XI: CARA MEMILIH SAHAM DISKON DAN MURAH ................................... 334
12.6 Pasar Saham Bearish: Hold, Cut Loss atau Averaging? .............................................. 375
BAB XIII: SCREENING SAHAM MUDAH DENGAN MOVING AVERAGE ......... 382
13.2 Moving Average yang Bagus untuk Screening Saham ................................................ 382
ix
13.3 Rule Pakai MA untuk Screening Saham ...................................................................... 384
13.7 Take Profit dan Cut Loss dengan Screening MA ......................................................... 398
x
BAB I
TRADING SAHAM
Dalam dunia saham terdapat 2 (tipe) pemain saham, yaitu seorang trader dan investor.
Trader dan investor tentu saja memiliki banyak perbedaan. Trader memiliki aktivitas
membeli kemudian menjual sahamnya dalam jangka pendek – jangka menengah (dibawah 1
tahun). Trader saham bisa saja membeli saham hari ini dan menjualnya besok apabila harga
saham sudah naik. Bahkan, trader bisa membeli dan menjual saham pada hari yang sama.
Sedangkan investor lebih berorientasi pada pandangan jangka panjang. Investor membeli
saham dan tidak menjualnya selama jangka waktu minimal 1 (satu) tahun. Bahkan ada
investor yang membeli dan menjual sahamnya bertahun-tahun kemudian. Jika anda ingin tahu
contoh investor, di Indonesia ada investor saham legendaris Lo Kheng Hong. Siapa beliau?
Investor memiliki prinsip ―membeli perusahaan‖. Oleh karena itu, investor lebih
menekankan pada nilai perusahaan. Sedangkan prinsip trader adalah mencetak capital gain
(selisih harga beli – harga jual) dalam jangka yang lebih pendek.
Maka dari itu, seorang trader lebih berpandangan dan menggunakan konsep analisis
teknikal dalam mengambil keputusan beli dan jual saham. Sedangkan seorang investor
menggunakan konsep analisis fundamental dalam membeli saham. Analisis teknikal dan
fundamental banyak sekali saya bahas di ebook trading dan belajar saham. Anda bisa
Di buku ini, saya akan lebih banyak membahas mengenai trading saham. Saya banyak
membahas terutama mengenai panduan untuk trader dalam memilih saham-saham pilihan
(screening saham) untuk mendapatkan profit trading yang lebih besar. Hal ini dikarenakan
1
banyak trader yang masih buta bagaimana cara memilih saham-saham yang bagus untuk
trading.
Sebelum saya membahas lebih banyak mengenai pokok bahasan penting di dalam buku
ini, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis trader di pasar saham.
1. Scalper trader
Scalper trader memiliki tipe trading dengan membeli saham hari ini dan jual hari ini juga
dalam hitungan menit. Tidak ada barang menginap di portofolio. Jadi, trader ini ibaratnya
adalah main cepat dan cari untung cepat. Trader cenderung mencari saham-saham gorengan
(saham lapis 3) yang naik cepat dalam hitungan menit yang sedang digoreng oleh bandar.
Target scapler adalah cuan dalam tempo yang sesingkat mungkin. Kalau anda ingin tahu apa
arti scalper, "scalper" sendiri berasal dari bahasa Inggris, yaitu "scalp" yang artinya "kutu
loncat".
Trading ini dilakukan dengan cara membeli dan menjual saham dalam satu hari Bursa
(beli saat pembukaan dan jual saat sore menjelang penutupan), atau membeli hari ini dan
menjual saham keesokan hari sampai jangka waktu satu minggu saja. Target keuntungan
seorang intraday trader adalah sebesar 1-4% dalam waktu pendek. Kalau anda ingin menjadi
intraday trader, tentu saja anda harus mengetahui saham-saham apa saja yang memiliki
3. Swing Trader.
Swing trader boleh saya katakan adalah penganut murni analisis teknikal. Swing trader
benar-benar mengandalkan analisis tren untuk membeli saham-saham dan disimpan dalam
2
Swing trader mengandalkan analisis teknikal dengan tempo trading berminggu-minggu
sampai beberapa bulan (biasanya sampai dengan 3 bulan). Swing trader biasanya cenderung
suka mengamati grafik bulanan sampai grafik tahunan sebagai dasar analisis trading.
Tipikal trader ini agak mirip swing trader, namun range waktu trading seorang mid term
trader lebih panjang ketimbang swing trader (diatas 3 bulan sampai dibawah satu tahun). Mid
term trader juga memperhatikan faktor fundamental, walaupun tidak sedalam investor. Hal
ini dikarenakan seorang mid-term trader cenderung melihat saham-saham yang bisa naik
LALU DI BUKU SCREENING SAHAM INI, UNTUK JENIS TRADER APA YANG
AKAN DIBAHAS?
Di buku ini, saya akan membahas panduan memilih saham (stock pick) terutama untuk
intraday trading dan sedikit scalping (untuk mencari saham-saham yang naik cepat 5-10%
dalam sehari). Serta juga panduan screening saham-saham pilihan untuk swing trading.
Dalam trading, anda bisa memadukannya atau memilih antara intraday trading atau swing
trading atau keduanya sesuai dengan modal yang anda miliki. Untuk lebih jelasnya baca sub
Setelah anda memahami jenis-jenis trader di pasar saham, yang jadi pertanyaan
selanjutnya adalah: Berapa lama jangka waktu trading yang disarankan? Jangka waktu
trading yang saya sarankan, adalah paling tidak anda trading dalam jangka waktu satu hari
sampai beberapa hari. Hal ini dikarenakan menjadi intraday trader bisa mendapatkan
keuntungan yang lebih cepat dan intraday trader bisa cenderung trading pendek dengan lebih
tenang.
3
Menjadi intraday trader juga tidak sesulit menjadi scalper trader yang harus memantau
layar dan ―support jantung‖. Demikian pula dengan swing trader. Menjadi swing trader yang
handal berarti anda harus benar-benar mengerti cara membaca tren harga saham. Banyak
sekali trader yang masih belum mengerti cara membaca tren. Di Bab 2 dan Bab 3 akan saya
bahas lebih banyak mengenai analisis tren sebagai dasar panduan untuk screening saham.
Namun, semua itu kembali lagi ke preferensi anda masing-masing. Di buku ini saya
hanya menyarankan pada anda berdasarkan pada apa yang sudah saya jalani di dunia trading
selama bertahun-tahun. Kalau anda tidak terlalu suka dengan fluktuatif harga saham, atau
anda tidak memiliki banyak waktu untuk memantau harga saham anda bisa mencoba swing
Bolehkah seorang trader menjadi scalper trader, intraday trader dan menjadi swing
trader sekaligus? Jawabannya: Boleh. Tetapi anda harus memiliki dua modal utama, yaitu:
Mampu melakukan screening saham dengan benar dan memiliki manajemen modal dengan
baik. Tidak ada salahnya anda ―memainkan peran‖ untuk beberapa jenis trader sekaligus.
Seperti yang sudah saya paparkan di sub bab 1.2, di buku ini saya akan banyak membahas
cara menyeleksi saham untuk intraday trading, sedikit scalping trading dan juga swing
trading. Namun pada Bab II dan Bab III, saya membahas banyak mengenai analisis tren
untuk intraday trading dan swing trading. Mengapa swing trading juga banyak saya bahas di
buku ini?
Hal ini dikarenakan masih banyak sekali trader, bahkan yang bukan trader pemula
ternyata masih banyak yang belum mengerti cara membaca tren harga saham yang benar,
sehingga mereka selalu terjebak pada pemilihan saham (stock pick) yang salah.
4
Banyak trader yang mencoba swing trading tapi justru terjebak di harga saham yang
setinggi langit alias nyangkut. Selain itu, trader juga sering terjebak pada saham-saham yang
Maka dari itu, sebagai seorang swing trader, anda harus bisa menemukan saham-saham
yang memiliki pola yang bagus untuk ditradingkan diatas 1 (satu) minggu. Swing trader
seperti yang saya jelaskan sebelumnya yaitu trading dengan mengandalkan jangka waktu
trading diatas satu minggu sampai dengan 3 (tiga) bulan. Dalam praktiknya, kebanyakan
swing trader lebih suka trading dengan jangka waktu 1 (satu) minggu lebih sampai dengan
Hal ini dikarenakan trading dengan jangka waktu yang tidak terlalu lama memiliki
potensi untuk nendapatkan profit yang lebih cepat. Nah karena swing trader mencari saham-
saham yang naik diatas 1 (satu) minggu, maka swing trader akan mencari saham-saham yang
naik berdasarkan tren. Artinya, seorang swing trader hanya akan mencari 2 (dua) jenis saham
2. Mencari harga saham yang sedang uptrend / berada dalam tren naik dan harga saham
tersebut masih berpotensi untuk terus melanjutkan tren naik dalam jangka waktu minimal
1 bulan.
Swing trader hanya mencari kedua jenis saham tersebut untuk ditradingkan. Seorang
swing trader tidak akan mencari harga saham yang secara tren masih downtrend. Walaupun
saham downtrend kelihatannya sudah diskon dan ―murah‖. Seorang swing trader juga tidak
mencari saham-saham yang sudah berada di ujung tren naik, atau saham-saham yang secara
Maka dari itu, seorang swing trader dapat dikatakan sebagai trend follower alias
pengincar momentum. Jadi dalam trading anda jangan salah mengartikan swing trader adalah
5
trader yang mengincar segala jenis saham. Bukan begitu. Swing trader hanya akan mengincar
kedua kriteria jenis saham tersebut. Dengan kata lain, seorang swing trader memiliki pola
Mereka menggunakan time frame trading yang lebih panjang, yaitu dengan melihat
analisis tren, sehingga potensinya lebih kecil terkena sinyal palsu (fake signal). Mengenai
analisis tren akan saya bahas lebih banyak pada Bab 2. Jadi, jangan melewatkan bahasan Bab
2 di buku ini. Hal ini juga akan memantapkan anda untuk melakukan screening saham yang
Istilah intraday seringkali pasti tidak asing lagi bagi anda. Intraday trading secara
sederhana merupakan merupakan trading dengan rentang waktu yang pendek, yaitu dibawah
satu minggu. Intraday trading biasanya beli saham hari ini dan langsung dijual keesokan hari
atau dijual 2-3 hari kemudian. Intraday trading juga bisa membeli saham pagi hari dan dijual
Intraday trading berbeda dengan scalping trading. Scalping trading, trading dengan
durasi yang sangat pendek, yaitu durasi menit (beli saham kemudian 5-30 menit kemudian
dijual). Oleh karena itu, fokus intraday trading biasanya mengincar saham-saham lapis
satu dan lapis dua yang memiliki pergerakan kenaikan harga yang agak cepat.
Sedangkan scalping trader mencari saham-saham lapis tiga alias saham gorengan yang
biasanya akan naik kencang dalam beberapa menit pertama jam bursa saham berlangsung.
Karena fokus intraday trading adalah membeli saham lapis satu dan saham lapis dua
yang fluktuatifnya gerak harga sahamnya agak cepat, maka seorang intraday trader tetap
menggunakan analisis teknikal grafik dalam mengambil keputusan trading. Analisis teknikal
yang digunakan seorang intraday trader YANG PALING UTAMA biasanya adalah analisis
6
tren pendek, yaitu mengacu pada GARIS SUPPORT dan RESISTEN. Bahasan-bahasan
1.6 Memahami Saham Lapis Satu, Saham Lapis Dua dan Saham Lapis Tiga
Di pasar saham ada 3 (tiga) jenis kategori saham yang harus anda pahami. Sebelum
saya membahas lebih dalam ke bab-bab selanjutnya, anda perlu memahami dahulu sub bab
1.6. Kalau anda belum mengerti sub bab 1.6, ada baiknya anda jangan berpindah ke bab
lainnya karena tanpa memahami sub bab 1.6 ini, anda tidak akan bisa melakukan screening
Secara umum jenis-jenis saham bisa dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu saham lapis satu,
Saham lapis satu adalah saham-saham yang memiliki nilai kapitalisasi pasar besar, pada
umumnya adalah pemimpin pasar di industrinya, dan memiliki kinerja yang mumpuni di
industrinya. Cara mengetahui nilai kapitalisasi pasar perusahaan yaitu mengalikan jumlah
Untuk mudah mengetahui apa itu saham lapis satu, saham-saham lapis satu itu adalah
saham-saham blue chip. Bagaimana dengan saham LQ45? Saham lapis satu PASTI masuk
dalam saham [Link], saham-saham LQ45 belum tentu adalah saham-saham lapis satu.
Sebagian besar saham LQ45 masuk dalam saham lapis dua. Saham-saham blue chip adalah
TLKM, BBCA, PGAS, SMGR, ICBP, BBNI, BBRI, UNTR, PTBA, BMRI, INDF, UNVR,
Saham-saham tersebut dikatakan blue chip karena mereka adalah perusahaan yang sudah
mapan secara di industrinya, dan rutin membagikan dividen, sehingga pergerakan harganya
pun jauh lebih stabil. Selain itu, saham-saham tersebut dikatakan blue chip karena saham-
7
Dikatakan penggerak IHSG karena saham-saham blue chip tersebut memiliki nilai
kapitaliasasi pasar yang besar. Sehingga, saham-saham lapis satu ini bisa "menyetir"
pergerakan IHSG. Jika saham-saham blue chip (saham lapis satu) mengalami kenaikan atau
penurunan beberapa poin saja, maka akan berpengaruh besar terhadap pergerakan IHSG.
Tentu saja, saham-saham lapis satu adalah saham-saham yang likuid. Likuid tidaknya
saham bisa anda lihat dari antrian bid-offer saham yang selalu tebal dan peminat saham
tersebut tinggi. Semua saham blue chip yang sejauh saya amati selalu masuk dalam indeks
LQ45.
Yang perlu anda ketahui dari saham lapis satu ini adalah volatilitas harga saham yang
tidak terlalu tinggi. Artinya, kenaikan dan penurunan saham-saham lapis satu cenderung lebih
stabil. Itulah mengapa para broker, analis saham kalau merekomendasikan membeli saham-
saham yang aman, selalu merekomendasikan untuk membeli saham lapis satu. Oke, lalu
bagaimana contoh grafik saham blue chip? Perhatikan saham ASII dibawah ini:
Ciri-ciri grafik saham yang likuid adalah grafik harga sahamnya memiliki pola yang
beraturan. Naik turunnya harga saham bisa dibaca dengan analisis. Selain itu, pada grafik
saham yang likuid, selalu memiliki volume yang cukup tinggi atau setidaknya volume
tersebut stabil.
Kalau anda perhatikan volume pada grafik ASII diatas, terlihat jelas volume ASII sangat
stabil. Anda juga bisa membandingkannya dengan bid-offer saham tersebut pada jam trading
8
sehari-hari. Bid-offer yang cukup besar dan banyak peminat menunjukkan saham tersebut
Pada umumnya, anda mungkin agak kesulitan membedakan grafik saham lapis satu
dengan saham lapis dua. Hal ini dikarenakan saham lapis dua juga merupakan saham yang
masih dapat dikatakan likuid. Bedanya, saham-saham lapis dua biasanya memiliki pergerakan
yang lebih volatil daripada saham lapis satu, sehingga return dan risikonya berbanding lurus,
Saham lapis dua adalah saham-saham yang likuid, kinerja masih stabil, namun
kapitalisasi pasarnya tidak sebesar saham-saham lapis satu. Saham lapis dua adalah saham-
saham yang tingkat volatilitasnya masih lumayan tinggi, namun kenaikan dan penurunan
harga masih dapat dikatakan stabil. Contoh saham-saham lapis dua antara lain adalah: BSDE,
Tidak semua saham lapis dua adalah saham yang bagus untuk trading. Hal ini
dikarenakan banyak saham-saham lapis dua yang memiliki pergerakan harga sideways terus
dan pergerakan sahamnya seringkali menipu trader. Sebut saja ASRI, ELSA, GIAA.
Maka dari itu, anda harus pintar memilah (screening) saham-saham mana saja yang layak
untuk ditradingkan dan yang tidak layak. Pada bab-bab selanjutnya nanti saya akan
memaparkan strategi memilih saham-saham yang bagus untuk ditradingkan secara analisis
Di sisi lain, membedakan saham lapis satu dan saham lapis dua bisa jadi agak subjektif.
Sebagai contoh, ada beberapa pemain saham yang mengatakan bahwa saham EXCL adalah
saham lapis satu. Namun, ada yang berpendapat bahwa EXCL adalah saham lapis dua.
9
Cara yang paling mudah untuk melihat saham lapis satu dan saham lapis dua adalah
dengan melihat kinerja perusahaan di sektor tersebut. Saham-saham lapis satu biasanya
merupakan pemimpin di sektor industrinya (kinerja dan pertumbuhan laba sudah stabil).
Sedangkan saham lapis tiga adalah saham-saham yang kapitalisasi pasarnya sangat kecil,
harga saham tidak likuid, harga sahamnya cenderung rendah (dibawah 400), dan volatilitas
harga sahamnya sangat tinggi. Kenaikan dan penurunan saham-saham lapis tiga bisa terjadi
dalam waktu yang sangat cepat, bahkan bisa terjadi dalam hitungan menit saja.
yang baik. Dikarenakan kinerja fundamentalnya yang jelek, harga sahamnya pun tidak likuid
Biasanya beberapa dari perusahaan yang kinerjanya jelek, perusahaan tersebut juga sering
volatilitas saham-saham lapis tiga menjadi semakin tinggi, dan harga sahamnya sulit sekali
ditebak menggunakan analisis teknikal (Bagaimana mau nebak pakai teknikal, grafiknya saja
nggak ada).
Dengan kata lain, saham-saham lapis tiga adalah saham-saham gorengan / junk stock /
saham sampah. Kalau anda melihat saham-saham yang harganya "murah", tiba naik 18%
sehari tanpa ada berita, atau naik kencang hanya karena rumor-ruomor yang tidak jelas, itulah
salah satu ciri-ciri saham lapis tiga. Contoh saham lapis tiga menurut adalah DEWA, ENRG,
Mengetahui ciri-ciri saham gorengan atau saham lapis tiga sebenarnya cukup mudah.
10
1. Harga saham umumnya sangat rendah (biasanya dibawah 500 per lembar saham)
2. Antrian bid-offer biasanya tipis (hanya puluhan orang saja) dan spread harga sangat
renggang. Mengenai spread harga dan strategi tradingnya saya bahas di sub bab 1.7.
3. Kalaupun antrian bid-offernya tebal dan spread harga adalah sebesar fraksi harganya,
pergerakan harganya biasanya sangat fluktuatif. Harga saham sangat mudah naik dan
turun sebanyak puluhan persen dalam hitungan menit. Mengenai saham lapis tiga yang
masih ―likuid‖, saya membahas strategi tradingnya di bab 8 : Panduan Screening Saham-
4. Grafik harga sahamnya memiliki pola yang sangat tidak beraturan. Di mana candlestick
yang terbentuk terkadang naik tinggi sekali terkadang turun sangat dalam. Grafik juiga
tidak didukung dengan volume yang stabil. Volume harga saham terkadang tipis sekali
Kalau anda ingin mengetahui saham gorengan itu yang seperti bagaimana, coba anda
Pada grafik ICON tampak bahwa volume sangat tidak stabil. Anda bisa lihat bahwa
volume sangat tipis. Namun ada saat-saat tertentu tiba-tiba volume melonjak dan diikuti
Pola grafiknya pun tampak tidak beraturan. Harga saham terkadang naik dan
terkadan turun pula secara drastis. Tetapi di satu sisi, harga saham juga sering tidak
11
bergerak. Hal ini tampak dari beberapa candlesticknya yang hanya membentuk seperti
garis dengan body candle yang sangat tipis. Perhatikan juga antrian bid-offer ICON
dibawah ini:
Salah satu ciri saham yang tidak likuid / saham lapis tiga adalah saham tersebut
umumnya memiliki antrian yang tipis. Kalau anda perhatikan bid-offer ICON diatas, bisa
anda lihat split (jumlah orang-orang yang melakukan antrian) hanya puluhan orang saja.
Sebagai contoh, orang yang meminta beli di harga 150 hanya ada 1 orang. Lalu, dibawahnya
Jumlah lot-nya juga hanya ratusan sampai seribu lot. Ini menunjukkan bahwa saham
tersebut tidak likuid. Tipe-tipe saham seperti inilah yang sangat rentan / mudah digoreng oleh
bandar.
So, itulah perbedaan saham lapis satu, dua dan tiga. Jika anda sudah memahaminya, kini
anda baru boleh lanjut untuk membaca sub bab berikutnya kemudian lanjut pada Bab 2.
12
1.7 Memahami Fraksi Harga, Auto reject dan Spread Bid-Offer
Dalam perdagangan saham, anda akan sering mengenal istilah fraksi harga saham. Fraksi
harga merupakan batasan perubahan atau kelipatan harga yang diperbolehkan dalam transaksi
jual beli saham. Aturan fraksi harga di pasar modal perlu dipahami karena jika tidak
memahami fraksi harga, kita bisa ngawur dalam memasukkan harga saham yang ingin kita
beli atau kita jual, sehingga jika kita memasukkan harga saham yang tidak sesuai dengan
prosedur bursa, otomatis order kita akan di-reject oleh sistem. Sistem perdagangan di Bursa
saham dikenal dengan istilah Jakarta Automatic Trading System (JATS). Berikut merupakan
Sumber: [Link]
Contoh 1:
Harga saham perusahaan PT Astra International Tbk (Kode Saham: ASII) saat ini berada
pada harga Rp8.700. Rp8.700 berada pada fraksi harga Rp25. Nah, maka dari itu, jika terjadi
kenaikan, maka kenaikan harga saham ASII dimulai secara bertahap, mulai Rp8.700,
Rp8.725, Rp8.750 dan seterusnya. Demikian juga jika terjadi penurunan, maka penurunannya
juga harus bertahap mengikuti fraksi harga, yaitu mulai Rp8.675, Rp8.650, Rp8.625 dan
seterusnya.
13
Jadi, tidak mungkin harga saham ASII tiba-tiba dari harga 8.700, lalu antrian harga di
bawahnya menjadi 8.610. Semua antrian bid-offer yang ada dalam fraksi harga, sesuai
Contoh 2:
Jika mengacu pada fraksi harga, harga saham ANTM saat ini berada pada kelompok
hargaRp500,00 s/d < Rp2.000,00. Oleh karena itu, fraksi harganya adalah Rp5. Perhatikan,
antrian harga saham ANTM selalu selisih Rp5. Tidak ada harga saham ANTM yang dari
harga Bid Price Rp700 tiba-tiba harga dibawahnya menjadi Rp612. Antrian harga saham
yang Anda lihat diatas semuanya terjadi karena fraksi harga yang sudah ditetapkan oleh
Bursa Efek.
PERHATIKAN !! Jangan kaget kalau pada fraksi harga saham ternyata antrian harga
sahamnya terkadang loncat. Misalnya harga Bid Price ANTM paling atas sebesar Rp700.
Kalau menurut aturan fraksi harga, harga dibawahnya seharusnya Rp695, tetapi kadang-
14
kadang juga kita temui harga saham antrian dibawahnya langsung loncat Rp690 bukan
Rp695.
Hal ini dikarenakan, tidak ada atau belum ada trader yang memasang permintaan pada
harga Rp695, sehingga harga tersebut kosong. Kasus ini biasanya sering terjadi pada saat
pasar saham baru dibuka, karena investor yang memasang antrian masih sedikit, sehingga
banyak harga yang masih kosong. Kasus tersebut bukanlah pelanggaran fraksi harga saham.
Sepanjang harga saham kelipatannya tetap mengikuti aturan fraksi harga, tidak masalah.
Antrian harga yang terkadang loncat ini disebut dengan perbedaan SPREAD HARGA.
Setelah ini akan saya jelaskan mengenai spread harga dalam antrian bid-offer saham.
Nah, untuk aturan fraksi harga sendiri bisa berubah-ubah sesuai dengan ketetapan Bursa
Efek Indonesia (BEI). Fraksi harga diatas merupakan fraksi harga yang saat ini digunakan.
Fraksi dan jenjang maksimum perubahan harga di atas berlaku untuk satu hari bursa
penuh di pasar reguler dan disesuaikan pada hari bursa berikutnya jika harga penutupan
berada pada rentang harga yang berbeda. Jenjang maksimum perubahan harga dapat
Auto rejection merupakan penolakan secara otomatis oleh JATS terhadap penawaran jual
dan permintaan beli yang dimasukkan ke JATS sebagai akibat dilampauinya batasan harga
yang ditetapkan oleh bursa. Batasan auto rejection sendiri dimaksudkan agar transaksi yang
terjadi di BEI benar-benar berlangsung menurut mekanisme pasar, yaitu secara wajar, sehat,
dan teratur. Berikut merupakan rentang harga saham yang terkena auto rejection.
15
Batas Auto rejection Saham
Harga AutoRejection
Rp50,00-Rp200,00 35%
Rp200,00-Rp5.000,00 25%
Sumber: [Link]
Pada saat hari pertama Initial Public Offering (IPO), maka persentase batas auto
rejection ditetapkan 2x lipat dari harga normal. IPO = proses perusahaan pertama kalinya go
Keterangan
1. Dihitung dari harga pre-opening untuk saham yang memang diperdagangkan pada saat
sesi pre-opening.
2. Dihitung dari harga penutupan sehari sebelumnya untuk saham yang tidak
*Sesi pre-opening terjadi pada jam 08.55-08.59.59 sebelum pasar saham benar-benar buka.
Harga saham ABCD berada pada harga Rp2.500 pada saat harga pembukaan. Karena
harga saham Rp2.500, maka batas auto reject nya sebesar 25%. Artinya kenaikan harga
saham ABCD maksimal adalah sebesar 2500 + (2500 X 25%) = Rp3.125 dan penurunan
sedalam-dalamnya adalah sebesar 2500 - (2500 X 25%) = Rp1.875 untuk satu hari
perdagangan. Nah, jadi apabila Anda memasang order beli dan order jual melebihi batas
tersebut, maka order Anda akan ditolak otomatis oleh Jakarta Automatic Trading System
(JATS).
16
Jadi, Anda dalam satu hari perdagangan maksimal bisa meraup keuntungan pada harga
Rp3.125. Jika Anda mengalami kerugian, kerugian maksimal yang Anda tanggung sebesar
Rp1.875.
saham yang harganya mengalami kenaikan drastis sehingga tidak ada lagi pelaku pasar yang
melakukan penawaran jual (offer). Kasus ini disebut sebagai Auto reject Atas. Atau
sebaliknya, harga saham turun drastis sehingga tidak ada lagi pelaku pasar yang melakukan
permintaan beli (bid). Kasus ini disebut sebagai Auto reject Bawah. Hal ini disebabkan
karena adanya kebijakan auto rejection, yaitu batas maksimum dan minimum kenaikan dan
Nah, mengapa saat harga naik terlalu tinggi sampai tidak ada yang melakukan
penawaran jual? Itu terjadi karena adanya batasan persentase yang ditetapkan, seperti yang
dipaparkan diatas. Jadi, pada saat harga naik terlalu tinggi melebihi batas kenaikan
maksimum aturan auto reject, artinya para pembeli saham (permintaan) berbondong-bondong
bersedia untuk membeli saham yang ditawarkan oleh penjual (offer), sampai-sampai penjual
yang menjual saham habis karena barangnya laku terbeli. Penjual yang menawarkan
barangnya di harga berapapun dari harga yang paling murah sampai paling mahal laku
terbeli, sehingga penawaran jual habis. Artinya, karena permintaan besar, maka harga
mengalami kenaikan (ingat hukum ekonomi permintaan dan penawaran), permintaan >
17
Contoh kasus Auto reject Atas. Lihat harga penawaran jual (Offer) habis
Demikian pula, mengapa saat harga turun terlalu dalam sampai tidak ada yang
melakukan permintaan beli? Karena pada saat harga turun terlalu dalam melebihi batas
penurunan maksimum aturan auto reject, artinya para penjual saham (penawaran) bersedia
menjual sahamnya dengan harga yang diminta oleh pembeli (bid). Pembeli selalu meminta
dengan harga yang paling murah. Sehingga, pada saat penjual bersedia mengalah dengan
menjual saham dengan harga yang diminta pembeli, maka harga saham mengalami
penurunan. Namun, jika penawaran jual (offer) deras sekali, maka permintaan beli pun akan
habis karena penjual sangat banyak, sehingga saat penawaran jual sangat besar melebihi
batas, maka harga akan mengalami auto reject, yaitu permintaan beli yang meminta di harga
18
Contoh kasus Auto reject Bawah. Lihat harga permintaan beli (Bid) habis
Mengenai pembahasan auto reject ini paling tidak perlu anda pahami karena saya akan
menggunakan banyak istilah tersebut di bab 8, yaitu mengenai panduan screening saham
Nah, pada sub bab sebelumnya saya sudah menjelaskan pada anda mengenai fraksi harga
dan auto rejection. Saya yakin anda sudah memahaminya dengan baik. Masih berhubungan
dengan fraksi harga saham, sekarang saya akan menjelaskan tentang spread. Di sub bab 1.7.1
tentang fraksi harga tadi, sadah sempat saya singgung sedikit mengenai spread. Di sub bab ini
Secara sederhana spread dalam bid-offer adalah jarak antara harga bid-offer. Jarak
antara fraksi harga ini biasanya / pada umumnya adalah sebesar fraksi harganya. Masih
19
Kalau anda lihat contoh diatas, maka spread bid-offer diatas adalah sebesar fraksi
harganya. Hal ini dikarenakan harga saham ANTM berada di rentang harga 500 sampai
dengan dibawah 2.000, maka dapat anda lihat jarak kelipatan harganya adalah Rp5 (mengacu
Maka dari itu, spread / jarak harga antara antrian satu dengan antrian yang ada di
bawahnya adalah sebesar Rp5 (705 - 700 – 695 – 690 dan sebagainya). Spread yang sempit
(dikatakan sempit karena sebesar fraksi harganya) ini biasanya akan anda temui pada saham-
saham yang likuid yang banyak peminatnya. Kalaupun ada saham yang tidak likuid dan
memiliki spread yang sempit maka saham tersebut dapat dikatakan masih memiliki peminat
Kemudian, perhatikan lagi contoh saham yang memiliki spread yang sempit alias saham
tersebut memang memiliki banyak peminat. Perhatikan saham BBRI dibawah ini:
Saham BBRI ini memiliki fraksi harga yang sebesar fraksi harganya. Karena kelompok
harga BBRI berada diatas Rp5.000, maka fraksi harganya adalah sebesar Rp25. Kalau anda
lihat bid-offer BBRI diatas, maka setiap kenaikan dan penurunan satu poin adalah sebesar
Rp25.
20
Nah, tapi ada juga antrian bid-offer saham yang seakan-akan ―tidak menunjukkan
besaran fraksi harga‖. Untuk memudahkan ilustrasinya, perhatikan bid-offer MREI dibawah
ini:
Perhatikan ada yang aneh dengan antrian MREI, di mana spreadnya tampak tidak
beraturan. Apabila mengacu pada fraksi harga, seharusnya berada di kisaran fraksi harga
Rp2000,00 s/d < Rp5.000,00 yang berarti fraksi harganya adalah kelipatan Rp10. Artinya jika
best bid price MREI berada di harga 3.500, maka seharusnya antrian yang ada di bawahnya
bukan 3.410, tetapi 3.490, kemudian antrian dibawahnya adalah 3.480 – 3.470 dan
seterusnya. Tetapi perhatikan antrian MREI setelah harga 3.500 antrian dibawahnya langsung
Harga antrian 3.420 – 3.490 kosong karena tidak ada orang yang memasang order beli
pada rentang harga sekian. Sehingga dapat dikatakan SPREAD saham tersebut renggang atau
banyak yang kosong. Hal ini sering terjadi pada saat jam pasar waktu masih pertama buka
(pukul 09.00). Pada saat jam market pertama dibuka biasanya pasar saham masih belum
terlalu ramai, sehingga masih banyak order beli dan jual yang belum terisi.
21
Kemungkinan kedua memang saham tersebut tidak likuid alias tidak banyak peminatnya.
Nah, kalau saham sudah tidak banyak peminatnya maka jelas akan ada banyak antrian harga
yang kosong.
Kalau anda menemukan saham-saham yang memiliki spread yang renggang seperti ini,
anda harus menghindari saham tersebut. Jangan pernah memasukkan saham seperti ini dalam
screening saham anda. Saham-saham seperti ini tidak likuid dan anda akan kesulitan untuk
Jika anda membeli MREI pada harga 3.600 anda paling tidak membutuhkan menjual di
harga 3.630 di harga best bid supaya anda bisa profit. Tetapi kalau anda melihat best bid
MREI, best bid MREI ada di harga yang sangat jauh dari harga 3.630, yaitu di harga 3.500.
Kalau saham MREI adalah saham yang likuid dan spreadnya sempit (sebesar fraksi
harganya), seharusnya antrian best bid MREI bukan di 3.500 tetapi di 3.590. Disini terlihat
bahwa jarak antara best bid dengan best offer ada kekosongan di rentang harga 3.510-3.590
Sehingga, anda akan kesulitan untuk menjual saham MREI pada harga 3.630 karena
antrian best bidnya saja masih sangat jauh, yaitu 3.500. Kecuali jika best bid MREI sekarang
adalah 3.590, maka anda akan jauh lebih mudah merealisasikan profit di 3.630
Oke, lalu apa hubungannya dengan materi ebook yang akan saya bahas. Saya akan lebih
banyak membahas spread dan fraksi harga ini pada bab 8, yaitu mengenai panduan memilih
saham-saham yang naik 5-10% dalam sehari. Untuk memilih saham-saham yang naik cepat,
Seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya, hindarilah saham-saham yang memiliki
spread yang renggang, karena saham-saham seperti ini pergerakannya tidak bisa ditebak,
walaupun sebelumnya harga naik kencang. Selain itu, anda akan kesulitan menjual saham
22
BAB II
Di bab 2 anda akan banyak belajar mengenai analisis tren. Pada dasarnya analisis tren
bisa dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu menggunakan analisis manual dan menggunakan
moving average. Analisis manual adalah garis support dan resisten. Garis support dan resisten
sendiri bisa dibagi menjadi 2, yaitu garis support dan resisten untuk jangka yang agak
panjang (minimal 6 bulan) dan garis support dan resisten untuk jangka pendek (dibawah 6
bulan).
Penjelasan mengenai garis support dan resisten akan saya bahas di sub bab 2.1.1.
Pertanyaan selanjutnya adalah: Apa tujuan anda menganalisis tren sebuah saham? Ada 2
Semua pemain saham trading dengan tujuan untuk mendapatkan PROFIT. Jadi sudah
jelas, tujuan analisis tren adalah untuk mencari saham-saham yang potensial memberikan
Sayangnya, banyak sekali pemain saham yang tidak tahu bagaimana cara menganalisis
dan membaca tren. Sehingga, trader akhirnya sering salah dan terjebak membeli saham-
saham yang kelihatannya bagus, padahal saham tersebut sebenarnya sudah akan koreksi atau
masih koreksi. Maka dari itu, diperlukan sebuah analisis tren yang benar dan akurat untuk
23
2. Sebagai Dasar untuk Screening saham alias stock pick saham-saham yang bagus.
Untuk melakukan screening saham, anda harus bisa mencari saham-saham yang bagus.
Bagus disini artinya saham tersebut cocok untuk anda. Dari mana anda bisa tahu kalau saham
Salah satu dasar analisis yang paling penting untuk memilih saham yang cocok
ditradingkan, maka anda harus mampu melakukan analisis tren. Analisis tren itu luas. Dengan
analisis tren, maka anda memiliki peluang lebih besar untuk mengetahui saham-saham yang
Setelah anda mengetahui cara melakukan analisis tren saham dengan benar, pada Bab 5
sampai dengan Bab 7 saya akan memberikan strategi melakukan screening saham yang
benar. Sekarang, fokuslah terlebih dahulu untuk mempelajari dengan baik dan detail Bab 2
ini.
Analisis tren juga sangat berguna untuk seorang mid-term trader dan beberapa investor
terkadang juga menggunakan analisis tren. Namun dalam buku ini, saya akan lebih fokus
membahas analisis tren untuk screening saham pada jenis swing trading dan intraday
trading. Hal ini dikarenakan swing trading dan intraday trading lebih bisa menghasilkan
return saham yang cepat dibandingkan jika anda harus menunggu lama untuk main saham
jangka menengah.
Pembahasan garis support dan resisten di ebook ini perlu anda perhatikan dan anda simak
dengan baik, karena pembahasan mengenai support dan resisten ini akan saya banyak ulas di
Menentukan garis support dan resisten merupakan SALAH SATU ANALISIS UTAMA
yang benar-benar harus anda kuasai ketika anda melakukan screening saham. Kalau saham
24
tersebut terlihat tidak memiliki support dan resisten yang jelas karena trennya yang turun
terus, maka saham tersbut bisa jadi tidak cocok untuk dimasukkan dalam screening saham.
Oke, kita langsung saja masuk pada pembahasan support dan resisten. Secara sederhana
garis support merupakan garis batas bawah. Sedangkan resisten adalah garis batas atas dari
harga saham.
Untuk memudahkan ilustrasinya, perhatikan gambar support dan resisten pada grafik
Cara menggambar garis support dan resisten biasanya dilakukan secara manual, artinya
anda harus bisa menggambar dan menentukan sendiri. Karena sifatnya yang manual inilah,
setiap orang bisa memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam menentukan support dan
resisten suatu saham. Unsur subjektifitas dalam menentukan titik support dan resisten sangat
tinggi. Sehingga, dalam menentukan support dan resisten tidak ada benar dan salah.
Titik support merupakan batas bawah. Jadi titik support ini berguna untuk menentukan
kapan anda melakukan entry beli suatu saham. Titik support juga berguna untuk menentukan
25
pada titik berapa anda harus cut loss. Support juga berguna untuk melihat prediksi kapan
Sedangkan titik resisten merupakan batas atas. Jadi titik resisten ini berguna dalam
menentukan kapan anda harus melakukan entry jual alias melakukan aksi ambil untung (take
profit). Titik resisten berguna juga untuk melihat kapan potensi harga saham akan segera
Dikarenakan menentukan titik support dan resisten memiliki unsure subjektifitas yang
tinggi, maka di bab ini supaya ada acuan untuk anda bisa menentukan support dan resisten,
saya akan memaparkan beberapa strateginya. Hal ini juga berguna sebagai acuan untuk anda
Pada umumnya, dalam melakukan screening saham untuk memilih stock pick ada 3 (tiga)
cara analisis memprediksi pergerakan harga saham menggunakan garis support dan resisten.
Cara menentukan titik support dan resisten yang paling aman yaitu dengan cara
menentukan titik yang paling dekat dengan pergerakan harga terakhir. Untuk
memudahkannya saya berikan ilustrasinya. Perhatikan grafik saham EXCL dibawah ini.
Katakanlah anda ingin membeli saham EXCL di harga 3.200 (perhatikan tanda
lingkaran) karena anda melihat saham EXCL sudah koreksi. Anda menganalisis bahwa
26
saham EXCL akan rebound. Jika anda membeli EXCL di harga 3.200 seperti yang saya beri
tanda lingkaran, kira-kira bagaimana cara anda menentukan target resisten untuk take profit?
Kalau anda lihat grafik EXCL diatas, diatas harga beli 3.200 terlihat ada titik resisten
terdekat di harga 3.300 (perhatikan tanda panah pertama). Saya katakan titik resisten terdekat
karena kalau anda perhatikan, harga 3.300 ada pada harga resisten beberapa hari sebelumnya
sebelum saham EXCL koreksi. Setelah itu, target resisten terdekat selanjutnya ada di harga
3.360 (tanda panah kedua) dan target resisten terdekat selanjutnya ada di harga 3.400
Seperti yang saya katakana, dalam menganalisis target resisten memang mengandung
unsur subjektifitas. Cara yang saya paparkan ini bisa anda gunakan dan terapkan, tetapi
mungkin anda memiliki pandangan berbeda. Bisa saja anda menganggap bahwa titik resisten
terdekat bukan di harga 3.300 tetapi di harga 3.250. Itu juga sah saja. Intinya, dalam
menganalisis resisten, cobalah untuk menganalisis titik resisten yang terdekat terlebih dahulu.
Hal ini bertujuan agar anda memiliki kesempatan melakukan take profit. Masalahnya kalau
anda menetapkan target take profit terlalu tinggi, harga saham mungkin belum sempat
menyentuh target jual anda, tetapi harga saham sudah turun lebih dulu.
Nah, itu adalah cara menentukan target resisten berdasarkan titik harga terdekat. Lalu,
bagaimana cara menentukan titik support terdekat? Perhatikan kembali saham EXCL
dibawah ini.
27
Jika anda membeli EXCL di harga 3.200, maka target support terdekat adalah di harga
3.100 (perhatikan yang saya beri tanda persegi). Hal ini dikarenakan harga support paling
dekat yang tersentuh candlestick ada di kisaran harga 3.100. Sehingga harga 3.100 ini bisa
menjadi titik cut loss apabila saham EXCL turun dibawah 3.100. Jika EXCL turun dibawah
Analisis ini juga saya sarankan pada anda dalam melakukan screening saham, yaitu
dengan cara menentukan target take profit dengan menentukan titik-titik resisten terdekat
lebih dari satu kali. Baca sub bab 5.4.4 saya memaparkan banyak analisis saham untuk
menentukan target take profit lebih dari satu kali, untuk mendapatkan stock pick yang akurat.
Menentukan titik support dan resisten bisa dilakukan menggunakan analisis support dan
resisten kuat terdekat, apabila pada grafik saham anda menemukan titik-titik tersebut. Yang
saya maksud dengan titik support dan resisten kuat adalah titik harga yang paling sering
disentuh atau dilalui. Kemudian, setelah tersentuh pergerakan harga tersebut akan kembali
Misalnya saham ABCD selama 3 bulan sering sekali menyentuh harga 1.000. Setiap kali
menyentuh harga 1.000 saham ABCD selalu naik hingga menyentuh harga 1.070. Setelah
menyentuh 1.070 harga saham ABCD turun lagi ke harga 1.000. Pergerakan harga ini
terulang terus, sehingga pada grafik saham 3 bulan, terlihat adanya harga 1.000 yang sering
28
sekali tersentuh. Demikian juga dengan pergerakan harga 1.070 yang juga sering tersentuh.
Sehingga, harga 1.000 ini bisa menjadi support kuat yang berfungsi sebagai entry buy dan
harga 1.070 bisa menjadi resisten kuat yang berfungsi sebagai entry sell. Sekarang kita
langsung masuk saja pada praktik menentukan titik support dan resisten kuat suatu saham.
Perhatikan yang saya beri tanda lingkaran. Harga PGAS tampak sering sekali menyentuh
harga bawah atau support di level yang sama, yaitu di harga 2.400. Hal ini terjadi terus secara
berulang. Ketika PGAS menyentuh harga 2.400, PGAS bisa memantul ke kisaran harga
2.490-2.510 (perhatikan yang saya beri tanda persegi). Hal ini juga terjadi terus secara
berulang kali.
Inilah yang saya maksud dengan menentukan support dan resisten kuat berdasarkan
support dan resisten kuatnya. Dengan cara ini anda bisa mentradingkan saham PGAS dengan
membeli ketika PGAS sudah berada di harga support 2.400 dan menjual ketika PGAS
harganya sudah naik ke 2.490. Dengan cara ini, anda bisa mencetak profit berkali-kali dari
satu saham.
Perlu anda ketahui, tidak semua saham memiliki support dan resisten kuat. Apabila anda
tidak menemukan titik support dan resisten kuat, anda tidak perlu memaksa menggunakan
29
analisis tersebut. Anda bisa menentukan titik support dan resisten menggunakan analisis
3. Menentukan titik support dan resisten yang paling krusial atau paling menonjol
Cara menentukan titik support dan resisten selanjutnya adalah dengan menentukan titik
support dan resisten yang titiknya paling krusial atau paling terlihat. Titik seperti ini biasanya
bisa menjadi titik psikologis, di mana ada kecenderungan harga akan menuju ke level
tersebut. Bagaimana cara menentukan titik yang paling menonjol dalam grafik?
Salah satunya dilakukan dengan cara melihat support-resisten yang paling terlihat. Hal ini
bisa juga anda kombinasikan dengan melihat titik support dan resisten terdekat seperti yang
sudah saya bahas di poin nomor 2. Kita langsung saja masuk ken praktik. Perhatikan grafik
Misalnya anda memutuskan membeli saham ASII di harga 8.175 (perhatikan yang saya
beri tanda panah warna merah). Anda ingin mnentukan target resisten untuk take profit.
Berapakah target resisten yang bisa anda tentukan? Anda bisa menentukan target resisten di
Pada grafik tampak bahwa harga 8.325 ini selain harga resisten terdekatnya juga
merupakan harga yang paling menonjol di grafik. Harga ini langsung terlihat jelas dan bisa
menjadi acuan target resisten. Kira-kira seperti itulah cara menentukan garis resisten dengan
cara melihat titik support dan resisten yang krusial. Jika anda meakukan analis dengan cara-
30
cara seperti ini, maka saham-saham yang bisa dilakukan analisis adalah saham-saham yang
likuid, yaitu saham lapis satu dan lapis dua yang tren harga sahamnya terlihat cenderung agak
fluktuatif. Jika saham tersebut downtrend terus, anda akan sulit menemukan titik-titik support
Untuk memberikan contoh tambahan cara menentukan support dan resisten berdasarkan
target support dan resisten krusial saya akan memberikan contoh lain saham BNGA.
Jika anda membeli saham BNGA di harga 1.200 (perhatikan yang saya beri tanda panah),
maka dimanakah anda menentukan target resistennya? Target resisten bisa anda lihat ada
harga 1.300 yang candlesticknya cukup menonjol atau terlihat dengan jelas pada grafik
Disitulah anda bisa menenetukan target take profit, yaitu pada harga 1.300. Saham-
saham yang memiliki titik support dan resisten krusial / yang paling terlihat jelas di grafik ini
biasanya bisa dikatakan adalah cerminan psikologis pelaku pasar, sehingga harga saham
berpotensi untuk menyentuh angka tersebut. Jika sudah menentukan titik resistennya, lalu
dimanakah menentukan titik support krusialnya? Perhatikan lagi grafik saham BNGA
dibawah ini:
31
BNGA memiliki support yang cukup terlihat di grafik, yaitu support 1.150 (perhatikan
tanda persegi). Perhatikan bahwa titik support tersebut cukup menonjol. Kemudian dibawah
harga 1.150 ada titip support kedua di harga 1.100 (perhatikan tanda lingkaran). Titik support
itu juga bisa dikatakan sebagai titik support yang menonjol dalam grafik karena titik tersebut
Jadi itulah cara menentukan support dan resisten berdasarkan pada titik support dan
resisten yang krusial dalam grafik. Titik-titik seperti ini biasanya lebih cepat tersentuh. Dalam
menentukan titik support dan resisten ini anda harus mampu melihat grafik sebuah saham.
Memang dalam praktikknya, ketika anda trading anda tidak harus menggunakan analisis
support dan resisten. Anda bisa mengembangkan analisis trading anda menggunakan
tidak akan saya bahas di ebook ini, karena saya sudah membahas strategi-strateginya secara
[Link]
Perlu anda ketahui, anda bisa menganalisis support dan resisten sebuah saham apabila
saham tersebut memiliki pergerakan grafik yang cenderung uptrend atau yang lebih
fluktuatif. Kalau saham tersebut turun terus, atau sideways terlalu lama, anda sulit
32
Itulah mengapa dalam metoda screening saham, saya selalu menekankan bahwa anda
harus bisa memilih grafik saham yang polanya bagus, karena dengan demikian anda bisa
menebak pergerakan harga sahamnya dengan lebih mudah dan akurat. Pada bab 5 saya akan
memaparkan grafik saham yang bagus dan layak untuk anda lakukan screening, serta
membuang saham-saham yang memiliki grafik yang tidak atau kurang layak masuk dalam
screening saham.
Di pasar saham, analisis tren dibagi menjadi 3 (jenis). Berikut adalah jenis-jenis analisis
Tren naik berarti saham tersebut mengalami kenaikan. Tren naik berarti secara tren harga
saham akan selalu membentuk puncak-puncak resisten yang baru. Sebagai contoh, harga
saham 2 (dua) minggu lalu memiliki garis support di kisaran harga 1.000 dan kisaran harga
resisten 1.500. Kemudian 1 (satu) minggu kemudian, harga sahamnya membentuk support
baru di kisaran harga 1.200 dan resisten baru di kisaran harga 1.700.
Kemudian minggu ini, saham tersebut kembali membentuk support baru di harga 1.400
dan resisten baru di harga 1.900. Inilah yang disebut sebagai saham uptrend. Mengapa
Karena bisa anda lihat bahwa harga support dan harga resisten yang terbentuk semakin
tinggi (mengindikasikan harga saham semakin naik). Sudah paham sampai disini? Contoh
grafik saham uptrend, bisa anda lihat grafik saham GGRM selama 6 bulan dibawah ini:
33
Inilah salah satu contoh pola grafik saham uptrend. Perhatikan beberapa tanda lingkaran
dan tanda persegi pada grafik. Terlihat jelas bahwa harga saham GGRM semakin naik dari
Definisi tren naik berarti secara major tren saham tersebut naik, walaupun di
dalam tren 6 bulan pasti terdapat koreksi sesaat yang membuat saham downtrend
selama beberapa hari, namun secara major tren alias tren besar, saham tersebut
mengalami kenaikan. Dengan kata lain tren naik berarti harga saham membentuk
Maka dari itu, di sub bab selanjutnya saya akan lebih memaparkan praktikknya secara
lebih mendalam untuk swing trader dan intraday trader sebagai dasar screening saham.
Kedengarannya simpel sekali ya melihat tren naik? Tapi jangka waktu berapa lama yang
sebaiknya digunakan untuk mengatakan bahwa tren tersebut naik? Sampai kapan tren naik
tersebut akan berlangsung? Jawaban dari pertanyaan tersebut akan saya bahas di sub bab
selanjutnya. Hal ini juga berlaku untuk tren turun dan tren naik.
Tren turun berarti harga saham tersebut secara tren mengalami penurunan. Sebagai
contoh, jika harga saham dua minggu lalu memiliki kisaran harga support sebesar 2.000 dan
harga resisten 2.500. Kemudian satu minggu kemudian, harga saham memiliki harga support
34
sebesar 1.700 dan harga resisten baru terbentuk di kisaran 2.200. Lalu, minggu ini harga
saham kembali membentuk kisaran harga support di 1.400 dan kisaran harga resisten di
1.900.
Inilah yang dikatakan sebagai tren turun. Mengapa dikatakan sebagai tren turun? Karena
harga saham mengalami penurunan sejak dua minggu lalu yang semula memiliki kisaran
harga support 2.000 dan resisten 2.500, sekarang kisaran harga supportnya turun menjadi
1.400 dan resisten 1.900. Untuk mempermudah ilustrasinya, silahkan perhatikan tabel
dibawah ini.
Inilah contoh harga saham downtrend, di mana harga saham akan membentuk swing low
dan swing high yang semakin rendah. Hal ini terlihat dari harga saham yang semakin turun
dari waktu ke waktu. Lalu, bagaimana contoh saham downtrend? Silahkan perhatikan grafik
saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) selama 6 bulan dibawah ini:
Pada grafik diatas dapat anda lihat bahwa saham AALI mengalami penurunan tren.
Perhatikan bahwa harga puncak (resisten) dari waktu ke waktu terus menurun (perhatikan
tanda persegi). Demikian juga dengan harga lembah (support) dari waktu ke waktu juga terus
Definisi tren turun berarti secara major tren saham tersebut turun, walaupun di
dalam tren 6 bulan pasti terdapat kenaikan harga saham jangka pendek yang membuat
35
saham tampak uptrend selama beberapa saat, namun secara major tren alias tren
besar, saham tersebut mengalami penurunan. Dengan kata lain tren turun berarti
harga saham membentuk swing low dan swing high yang semakin rendah.
Tren mendatar berarti harga saham tidak memiliki tren (trendless atau sideways).
Mengapa dikatakan tidak memiliki tren? Hal ini dikarenakan saham sideways tidak
membentuk tren naik maupun tren turun. Alias harga saham bergerak mendatar di kisaran
Harga saham akan terus memantul di kisaran harga saham sama. Misalnya harga saham
terus berada di kisaran harga support 3.000 dan resisten 3.200 dalam rentang waktu tertentu.
Harga saham jarang sekali turun dari harga 3.000 dan jarang sekali naik dari harga 3.200.
Inilah yang dikatakan sebagai saham sideways. Untuk mempermudah, berikut adalah contoh
Pada grafik tersebut anda bisa melihat harga saham AKRA memiliki tren sideways. Hal
ini dikarenakan AKRA membentuk kisaran harga support dan resisten yang selalu sama.
Sehingga AKRA bisa dikatakan sideways selama kurang lebih bulan. Pertanyaannya: Apakah
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, anda harus memahami tipikal saham sideways.
Saham sideways bisa dibagi menjadi 2 (dua) jenis: Saham sideways yang rentang
36
pergerakannya terlalu sempit dan saham sideways yang masih memiliki rentang pergerakan
lumayan besar. Masih bingung? Untuk lebih jelasnya perhatikan grafik WIKA dibawah ini:
Pada tanda persegi menunjukkan saham berada dalam tren sideways yang sulit sekali
ditentukan titik support dan resistennya, karena rentang pergerakan harganya sangat
sempit. Kalau anda menemukan saham dengan tipe sideways seperti ini, saran saya anda
jangan coba-coba untuk membelinya, karena anda tidak akan tahu arah selanjutnya.
Tampak bahwa ternyata setelah sideways cukup lama, harga saham WIKA langsung
anjlok. Sekarang perhatikan lagi grafik WIKA setelah anjlok. Setelah anjlok, WIKA ternyata
WIKA terlihat cukup fluktuatif naik dan turun dalam rentang waktu tertentu. Di dalam
grafik sideways masih terlihat adanya fluktuatif, sehingga bisa dengan mudah ditentukan titik
support dan resistennya. Dalam hal ini, anda masih bisa trading pendek, dengan
Masalahnya kalau rentang harga support dan resistennya terlalu sempit, anda tidak akan
bisa menjual sahamnya secara untung. Misalnya jika suatu saham berada dalam tren sideways
dan memiliki support di harga 2.300 dan resisten di harga 2.320, maka jika anda membeli
saham di 2.300 dan menjual di 2.320 anda masih rugi. Kok bisa masih rugi?
Karena anda masih terkena fee beli dan fee jualnya. Inilah mengapa saya katakan saham
sideways yang rentang support-resistennya sangat sempit akan menjadi sangat sulit untuk
mencetak profit bagi trader. Sedangkan jika harga saham sideways berada di rentang support
37
dan resisten yang agak renggang, saham tersebut masih bagus bagi trader untuk ditradingkan
Misalnya, harga saham terus sideways di rentang support kuat di harga 2.000 dan resisten
kuat di harga 2.150. Dalam hal ini, anda masih bisa memanfaatkannya untuk trading dengan
cara membeli ketika harga saham turun di kisaran 2.000 dan menjual ketika harga saham
sudah naik ke 2.150. Adanya rentang harga saham yang agak besar walaupun trennya
sideways, anda tetap bisa meraih keuntungan dari adanya rentang harga support dan resisten
tersebut.
Sebagai gambaran, saya juga pernah mentradingkan saham PGAS ketika PGAS
mengalami sideways. Karena PGAS sideways di rentang harga support 2.400 dan resisten
2.500, saya biasanya buy di harga 2.420 dan sell di harga 2.480-2490. Untuk sedikit
Pada grafik diatas, tren PGAS terlihat sideways (perhatikan yang saya beri tanda
persegi).PGAS terlihat sideways Karen terus mondar-mandir di harga 2.400 – 2.500. Namun
momen ini bisa anda manfaatkan untuk trading, karena lebih mudah untuk menghafalkan titik
Di Bab 1 anda sudah memahami apa itu swing trading maupun intraday trading. Sekarang
saatnya saya memberikan strategi-strategi menganalisis tren untuk swing trading dan intraday
38
[Link] anda tidak salah dalam menganalisis, perlu anda ketahui bahwa analisis tren
yang digunakan oleh seorang swing trader dengan intraday trader itu berbeda.
Kalau anda seorang swing trader, maka analisis tren yang digunakan adalah analisis tren
dengan rentang waktu yang lebih panjang. Swing trading bisa dilakukan menggunakan
analisis garis support dan resisten manual atau menggunakan garis moving average.
Tehnik swing trading sangat bagus jika menganalisis saham menggunakan garis bantu
moving average. Mengapa moving average? Moving average bertujuan untuk melihat analisis
kecenderungan tren. Semakin panjang perioda moving average yang anda gunakan, maka
semakin akurat garis tersebut untuk melihat tren dalam rentang waktu yang lebih panjang.
Ya, hal ini dikarenakan swing trader memang memiliki rentang waktu yang lebih panjang
dalam trading.
Jika anda trading menggunakan strategi swing trading tidak saya sarankan untuk
menganalisis support dan resisten dalam jangka yang sangat pendek. Hal ini lebih cocok
Untuk seorang intraday trader atau anda yang ingin trading beberapa hari, analisis tren
yang digunakan adalah dengan melihat support dan resisten jangka pendek. Jangka pendek
berarti anda melihat grafik secara 3 bulnan sampai 6 bulan. Anda melihat di mana titik
support dan titik resisten kuat yang PALING SERING TERSENTUH, YANG PALING
saham dengan mengandalkan titik support dan resisten dalam rentang waktu beli-jual
Intraday trader tidak saya sarankan untuk menggunakan analisis moving average jika
anda sedang mencari saham-saham pilihan untuk ditradingkan. Moving average jauh lebih
39
bagus digunakan untuk swing trading. Mengenai analisis moving average, anda bisa baca
Melakukan analisis tren menggunakan garis manual harus anda kuasai terlebih dahulu
karena anda harus mengerti cara menganalisis garis manual sebelum menggunakan moving
average. Tanpa mengerti cara menggunakan garis manual, anda tidak akan bisa memahami
analisis moving average. Garis manual yang saya maksud adalah menggambar sendiri
support dan resisten yang benar. Analisis tren menggunakan garis manual ini, seperti yang
saya paparkan juga sangat berguna untuk segala jenis trading, terutama untuk intraday
trading.
Mengenai cara menggunakan support dan resisten sudah saya jelaskan banyak pada sub
bab 2.1.1. Anda bisa baca-baca kembali. Seperti yang saya paparkan di sub bab tersebut,
menggunakan analisis tren garis manual berarti ada unsur subjektifitas. Maka dari itu, anda
perlu lebih jeli menentukan titik-titik support dan resisten menggunakan ketiga cara tersebut.
Menggunakan analisis moving average untuk wing trading yang saya sarankan adalah
menggunakan moving average 100, moving average 50, moving average 25 atau moving
average 200. Saya pribadi lebih suka kombinasi 2 (dua) garis moving average untuk mencari
saham-saham yang lagi uptrend atau saham yang akan turun Di Bab 3 kita akan langsung
Biasanya, moving average 50 adalah moving average yang enak untuk digunakan, karena
moving average 50 mencerminkan 3 (tiga) bulan perdagangan saham yang dihitung hari
perdagangan penuhnya, tidak termasuk hari libur bursa dan hari libur nasional, sehingga kira-
40
Nah, 3 bulan perdagangan bursa ini adalah perioda penyampaian laporan kuartal
perusahaan, di mana setiap 3 bulan perusahaan pasti menerbitkan laporan keuangan ke Bursa,
sehingga kondisi keuangan dan kesehatan perusahaan bisa dianalisis setiap 3 bulan sekali.
Tapi tidak ada salahnya anda mencoba berbagai kombinasi moving average.
Sebagai contoh, moving average 200. Moving average 200 bagus untuk menganalisis
saham dengan tren yang lebih pasti dan jelas, walaupun sinyal yang diberikan lebih lama.
Namun, hasil yang didapatkan juga tidak kalah akurat dengan moving average 50 atau
Berikut adalah contoh garis moving average 100. Perhatikan grafik dibawah ini. Garis
warna orange adalah garis moving average 100 pada saham BNGA.
Itu adalah gambaran moving average 100. Untuk menampilkan garis moving average,
anda hanya perlu setting indikator anda dan tulis time period: 100. Kemudian untuk jenis
moving average sebenarnya ada 3 (tiga), yaitu simple, exponential dan weighted moving
average. Namun, ketiga metoda tersebut pada umumnya penerapannya sama saja. Anda bisa
memilih simple moving average yang paling sering dan umum digunakan. Untuk mudahnya,
41
2.4.2 Moving Average 50
Berikut adalah contoh garis moving average 50. Moving average 50 berarti pergerakan
Moving average 50 menghasilkan sinyal perubahan tren yang lebih cepat daripada
menggunakan moving average 100. Coba anda perhatikan perbandingan garis moving
average 50 dan moving average 100. Pada perbedaan tersebut, tampak bahwa garis moving
average 50 lebih dekat pada pergerakan harga saham dibandingkan moving average 100.
Perhatikan garis moving average 25 yang bisa juga digunakan untuk analisis swing
trading.
42
Garis moving average 25 ini adalah garis yang lebih dekat lagi dengan pergerakan harga.
Garis moving average 25 lebih cocok digunakan untuk memberikan sinyal kapan sebaiknya
anda membeli dan menjual saham ketika tren harga saham berada dalam tren naik atau tren
turun yang tidak terlalu signifikan. Kalau harga saham sudah turun drastis, sinyal yang lebih
bagus digunakan untuk membeli adalah moving average 50, 100 atau 200.
Alternatif lainnya anda bisa menggunakan garis moving average 200 untuk mencari
saham untuk swing trading. Perhatikan garis moving average 200 dibawah ini.
Garis moving average biasanya digunakan oleh beberapa trader karena garis moving
average 200 mencerminkan pergerakan harga saham rata-rata selama 1 (satu) tahun
43
2.4.5 Kombinasi Moving Average
Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, analisis moving average bisa dilakukan
menggunakan kombinasi garis. Akan tetapi, saya menyarankan paling tidak anda hanya
menggunakan 2-3 buah kombinasi moving average. Berikut adalah contoh kombinasi moving
average 50 (garis warna orange) dan kombinasi moving average 100 (garis warna hijau).
Adanya perpaduan garis moving average ini bisa lebih menghasilkan sinyal yang akurat
untuk swing trading karena kedua garis ini bisa saling mendukung perannnya dalam melihat
perubahan tren yang ada. Dalam menerapkan swing trading, ada beberapa kombinasi garis
moving average yang bisa anda gunakan, yang juga saya sarankan untuk anda, yaitu:
Analisis moving average memang kelihatannya simpel sekali. Tetapi, dalam praktiknya
menggunakan moving average. Hal ini membuat trader akhirnya sering terjebak dalam
44
Padahal penggunaan moving average yang benar akan menghasilkan sinyal yang benar
pula. Dalam praktik saya sering menemukan 4 (empat) kesalahan utama trader menggunakan
1. Ingin swing trading, tapi pakai moving average yang rentang waktunya sempit
Seperti yang saya paparkan sebelumnya, swing trading sangat bagus jika anda
melakukan analisis saham menggunakan moving average. Akan tetapi, moving average yang
bagus digunakan untuk analisis swing trading adalah moving average dengan rentang perioda
waktu yang agak panjang, misalnya menggunakan moving average 50, moving average 100
Hal ini dikarenakan swing trading berarti anda membeli saham dan kemudian hold
sahamnya sampai sekitar 1 bulan. Kalau anda menggunakan moving average 5, moving
average 10 untuk swing trading, maka hal ini berpotensi menimbulkan sinyal-sinyal palsu.
Semakin pendek perioda garis moving average, semakin cepat dan fluktuatif garis moving
Solusi: Kalau anda ingin swing trading, jangan gunakan moving average 5, moving
average 10, moving average 15. Paling tidak gunakan moving average 25, moving average
50, moving average 100 atau moving average 200. Semakin panjang garis moving average,
maka akan menghasilkan sinyal yang lebih akurat untuk swing trading.
Analisis menggunakan garis moving average bisa menggunakan lebih dari satu buah
garis untuk menghasilkan sinyal beli dan jual. Banyak trader yang suka menggunakan banyak
garis moving average. Hasilnya mereka menjadi bingung dalam mengambil keputusan karena
Dalam kasus mencari saham pilihan untuk swing trading, saya tidak menyarankan anda
untuk menggunakan terlalu banyak garis moving average. Saran saya anda cukup
45
menggunakan MAKSIMAL 2 (dua) buah garis moving average saja. Kedua garis tersebut
Seperti yang saya jelaskan di poin nomor 2, mengapa trader suka menggunakan
perpaduan banyak garis moving average? Hal ini dikarenakan trader ingin agar indikator
moving average yang dipakai bisa menghasilkan sinyal beli dan jual yang akurat. Inilah yang
Memang benar bahwa garis moving average bisa berfungsi sebagai garis sinyal apabila
anda memadukan perpotongan dua buah atau beberapa buah garis. Tetapi, garis moving
average itu jauh lebih bagus digunakan sebagai garis tren, karena itulah memang fungsi
Jadi apakah garis moving average tidak bisa dijadikan sebagai patokan untuk membeli
dan menjual saham? Tentu saja bisa. Tetapi, sebelum anda melakukan beli dan jual saham
menggunakan moving average, anda harus menggunakan garis ini sebagai garis tren terlebih
dahulu.
Ketika tren mendukung / saham sudah uptrend, itulah saatnya anda membeli sahamnya.
Ketika tren tidak mendukung / saham dalam kondisi turun atau akan turun setelah berada
dalam tren naik, maka itulah saatnya anda jual saham. Masih bingung? Di Bab 3 akan saya
Moving average bukanlah indikator leading / indikator yang memberikan sinyal yang
lebih awal dalam menentukan posisi beli dan posisi jual. Kalau indikator leading seperti
stochastic oscillator, indikator tersebut akan langsung memberikan sinyal ketika beli dan jual
yang cepat ketika harga saham sudah membentuk suatu kecenderungan pergerakan harga
tertentu. Indikator leading ini ibarat mengatakan kepada anda seperti ini: ―Bro, harga saham
46
ini AKAN naik, segera beli sahamnya. Kalau nggak beli, nanti ketinggalan harganya keburu
Kesalahan yang sering dilakukan trader adalah trader seringkali menggunakan moving
average ini sebagai indikator leading. Padahal moving average adalah indikator lagging alias
terlambat ini, maka indikator moving average lebih bagus digunakan sebagai garis tren.
Indikator lagging itu ibarat mengatakan kepada anda : “Bro,tren saham harga SUDAH
naik lagi, sekarang saatnya beli saham”. Nah, disini terlihat bahwa indikator lagging seperti
moving average lebih lambat dalam memberikan sinyal, karena indikator ini baru
mengatakan pada anda untuk membeli sahamnya setelah ada konfirmasi kalau harga saham
sudah naik.
Berbeda dengan indikator leading yang memberikan sinyal beli saham yang lebih awal
saat harga saham AKAN naik (belum naik). Inilah perbedaannya. Sudah paham? Jadi, anda
Indikator moving average jauh lebih bagus anda gunakan untuk melihat tren harga
saham. Maka dari itu, analisis ini bagus untuk anda yang suka mencari saham (screening)
untuk melakukan swing trading. Dikarenakan sifatnya yang lagging, maka saya menyarankan
pada anda untuk selalu menggunakan garis moving average yang lebih panjang, misalnya
Sesuai dengan sifatnya, seorang swing trader adalah trend follower alias trader pengikut
tren. Berarti jika anda trading menggunakan strategi swing trading, ya anda harus mencari
saham yang punya TREN naik. Kemudian, anda terus simpan saham tersebut dan anda jual
sahamnya ketika tren sudah mulai menunjukkan adanya tanda-tanda perubahan. Hal ini akan
47
2.6 Kaitan Support-Resisten, Analisis Tren dan Screening Saham
Setelah anda membaca Bab 2 ini mungkin anda bertanya-tanya: “Kenapa di buku ini
malah membahas tentang garis support-resisten, analisis tren dan moving average?” Apa
hubungannya sama screening saham yang ada di judul buku ini? Supaya anda bisa men-
korelasikan kaitan antara Bab 2 ini dengan bab-bab selanjutnya, maka di sub bab ini saya
Dalam melakukan screening saham, anda harus menggunakan analisis yang tepat, karena
screening saham ini nantinya akan anda pilih untuk menjadi stock pick. Seperti yang saya
bahas di ebook ini, saya akan mengajarkan cara melakukan screening saham untuk trading
jangka pendek, yaitu untuk intraday trading, swing trading, dan trading beberapa hari.
Agar anda bisa melakukan screening saham DENGAN BENAR DAN LAYAK, maka
anda harus menggunakan analisis teknikal, bukan menggunakan feeling atau menggunakan
saham tersebut, melihat analisis menggunakan moving average. Untuk moving average
khusus digunakan jika anda ingin mencari saham untuk SWING TRADING. Ketiga hal ini
Dengan kata lain anda HARUS BISA BACA GRAFIK SAHAM. Nah, kalau anda tidak
bisa baca grafik, bagaimana mungkin anda bisa melakukan screening saham dengan baik dan
benar?
Masalahnya banyak trader yang sudah coba melakukan screening saham, tetapi mereka
tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Banyak trader yang salah melakukan screening
saham karena mereka tidak tahu strateginya. Saham yang trennya jelas-jelas tidak
mendukung untuk trading tetapi masih saja ditradingkan jangka pendek. Maka dari itu tidak
48
heran jika dalam trading, seorang pemain saham memiliki nilai cut loss yang besar dan
Kemudian yang jadi pertanyaan selanjutnya: ―Kenapa kok bukan indikator lainnya
seperti stochastic oscillator atau bollinger bands atau relative strength index yang dibahas di
ebook ini sebagai dasar untuk melakukan screening saham?” Indikator memang penting
untuk membaca sinyal harga saham, tetapi indikator ini sifatnya ―hanyalah‖ tambahan.
Setelah anda bisa membaca grafik, maka anda barulah saya sarankan untuk mulai
memasang indikator ini dan itu dalam trading anda, sesuai dengan indikator yang cocok
untuk anda. Namun, indikator pada umumnya bukanlah cara untuk membaca tren harga
saham, atau melihat lebih dalam kecenderungan pergerakan grafik yang bagus untuk
Jadi, inti dari screening saham yang utama adalah setidaknya anda paham cara membaca
tren dan menentukan titik support dan resisten dari harga saham. Sekali lagi, indikator
Ketika anda sudah menguasai analisis tren, mengetahui titik-titik support dan resisten
yang bisa dijadikan acuan, maka tahapan screening saham anda sudah jauh lebih maju. Anda
hanya tinggal mempraktikkannya dengan trading alias eksekusi beli dan jual.
Maka dari itu, di Bab 2 ini saya membahas banyak tentang support-resisten serta garis
tren dan moving average supaya anda bisa menemukan saham-saham mana saja yang perlu
anda screening untuk kemudian anda masukkan dalam stock pick. Setidaknya di Bab 2 ini,
anda sudah mendapatkan dasar-dasar atau pemahaman basic yang kuat untuk melakukan
49
BAB III
Di Bab 2 saya sudah memaparkan sedikit banyak dasar-dasar untuk anda dalam
membaca analisis tren untuk saham uptrend, downtrend dan saham sideways. Saya yakin
Di Bab 3 ini saya akan menjelaskan lebih banyak praktik membaca analisis tren,
terutama bagaimana cara anda menemukan saham yang akan UPTREND, membaca saham
yang trennya akan berubah, dan membaca saham yang tren turunnya masih akan berlanjut.
Untuk anda yang ingin melakukan screening saham dengan mencari saham untuk swing
trading, anda harus simak baik-baik Bab 3 ini, karena di Bab 3 ini adalah inti dari strategi
swing trading.
Sebelum saya melanjutkan yang perlu anda ingat, cara trading ini hanya VALID
DIGUNAKAN untuk saham-saham lapis satu dan saham lapis dua. Untuk saham-saham yang
tidak likuid, volume grafik tidak beraturan (volume sangat tipis dan terkadang naik sangat
tinggi), cara analisis tren ini tidak bisa digunakan, karena pada saham yang pola grafiknya
Dalam praktik, ternyata banyak sekali trader yang tidak tahu cara membaca tren harga
saham. Memang dalam trading hanya terdapat 3 (tiga) macam tren, yaitu tren naik, tren turun
dan sideways alias tidak bergerak. Akan tetapi, saya sering sekali menemukan beberapa
50
1. Menganggap saham downtrend adalah saham yang sudah murah dan berpotensi
rebound
Ini adalah kesalahan besar yang seringkali dilakukan trader, yaitu menganggap saham
yang trennya turun adalah saham yang bagus karena harganya sudah diskon, sehingga ada
kesempatan besar untuk membeli saham di harga rendah. Pernyataan tersebut tidak salah,
DENGAN SYARAT: Saham tersebut memang sudah memiliki sinyal rebound atau sudah
breakout. Kalau belum ada sinyal rebound, maka saham tersebut memiliki potensi untuk
turun lagi.
Perlu anda ketahui, membeli saham yang downtrend (yang sama sekali belum
menunjukkan tanda-tanda rebound) adalah sesuatu yang sangat berisiko. Saham yang trennya
turun sangat besar kemungkinannya akan turun lagi. Jadi, saham-saham yang trennya turun
terus secara berkepanjangan bukanlah tipe saham yang bagus untuk anda tradingkan, baik
Saya pernah mendapati trader yang nyangkut saham MPPA di harga 970, dan saat trader
menanyakan kapan MPPA akan rebound, harga sahamnya sudah berada di kisaran harga 630.
Oh ya, saham yang tipenya downtrend adalah saham yang grafiknya seperti ini: Perhatikan
Pada grafik diatas terlihat bahwa MPPA awalnya berada di harga 2.000-an. Namun
MPPA turun terus hingga harganya menyentuh sekitar 1.200 (perhatikan yang saya beri tanda
persegi kedua). Pertanyaannya, apakah harga 1.200 ini sudah diskon dan murah? Mengingat
51
MPPA harga sahamnya pernah mencapai 2.000 dalam beberapa bulan terakhir? Apakah
Sebagian trader menganggap bahwa 1.200 sudah merupakan waktu yang tepat untuk beli
karena harganya sudah diskon. Kalau anda menganggap demikian, itu artinya anda belum
bisa membaca tren saham. Membaca potensi kenaikan harga saham, terutama untuk swing
trading tidak bisa anda lakukan hanya dengan melihat ‗tinggi‘ atau ‗rendah‘ harga saham
tersebut.
Akan tetapi, anda harus melihat kecenderungan tren tersebut. Seperti yang saya katakan
tadi, harga saham yang trennya turun, memiliki kecenderungan untuk turun lagi lebih dalam.
Maka dari itu, anda harus memahami cara membaca tren. Sekarang saya coba menggunakan
kombinasi moving average 50 dan moving average 100 untuk MPPA. Perhatikan lagi grafik
Disini terlihat jelas bahwa tren MPPA sama sekali belum menunjukkan adanya tanda-
tanda kenaikan harga saham. Walaupun harga sahamnya kelihatannya sudah ―diskon‖ karena
MPPA pernah menyentuh harga 2.000 dan sekarang harga sahamnya sudah di level 1.000.
Perhatikan moving average 50 (garis merah) dan moving average 100 (panah biru) semuanya
masih berada diatas garis candlestick / harga saham. Sedangkan sama sekali belum ada
candlestick yang naik dan menyentuh garis moving average, sehingga dapat dikatakan
meskipun MPPA harganya sudah ―murah‖, tetapi MPPA masih berpotensi untuk turun lagi.
52
Dan bisa anda lihat saat MPPA menyentuh harga 1.000, MPPA masih turun terus sampai
harga 630. Hal ini tentu akan sangat riskan jika anda membeli sahamnya dan anda tradingkan
untuk swing trading. Nah, itulah cara membaca tren menggunakan garis moving average.
Kalau moving average masih belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan, maka jangan coba-
Kesalahan lainnya yang sering dilakukan trader adalah selalu membeli saham yang
harganya sudah naik sangat tinggi. Hal ini yang sering menjadi penyebab mengapa portofolio
saham yang dimiliki trader trader rata-rata diisi oleh saham yang nyangkut di harga atas.
Banyak trader beranggapan bahwa harga saham yang trennya sudah naik, maka harga saham
Hal ini tidaklah salah. Akan tetapi, jauh lebih baik apabila anda melakukan analisis lebih
dalam, karena saham yang trennya sudah naik bisa saja berbalik arah menjadi tren turun,
sehingga anda justru tidak bisa menjual sahamnya dengan untung. Bisa saja saham yang
trennya terlihat naik sebenarnya itu adalah ujung tren naik dari saham tersebut.
Trader juga sering membeli saham-saham yang grafiknya masih terlihat sideways.
Saham-saham yang grafiknya sideways sama sekali tidak cocok digunakan untuk swing
trading. Saham-saham yang trennya sideways lebih cocok digunakan untuk intraday trading
dan trading dengan jangka waktu beberapa hari saja dengan mengincar level support dan
Itupun dengan catatan saham yang masih sideways tersebut memiliki pergerakan yang
rentang harganya masih agak lebar. Kalau rentang harganya sempit, anda akan sulit
mentradingkannya.
53
Saya sering mendapat pertanyaan rekan-rekan trader: “Pak Heze, saya beli saham WSBP
di harga 498. Kira-kira saham ini bisa naik sampai harga berapa Pak? Saya ingin main
WSBP ini buat swing trading saja” Ketika saya melihat grafik WSBP ternyata grafik saham
tersebut trennya sideways. Coba anda perhatikan grafik saham WSBP dibawah ini:
Nah kalau tren saham sideways seperti ini jelas saja anda akan sangat susah mengincar
kenaikan harga saham, apalagi kalau anda berpikir ingin swing trading. Biasanya kalau anda
membeli saham yang tipikalnya seperti ini yang terjadi adalah saham anda tidak akan banyak
bergerak. Misalnya saat anda membeli di harga 498, maka keesokan hari dan sampai jangka
waktu yang agak lama, harga sahamnya akan terus bertengger di level 498-500.
Ini membuktikan bahwa ternyata masih banyak trader yang belum paham benar
bagaimana cara membaca tren grafik harga saham dengan benar. Masih banyak trader yang
belum mengerti apa itu swing trading dan bagaimana melakukan screening saham untuk
swing trading. Atas dasar inilah, saya membuat ebook ini sebagai panduan praktik langsung
untuk anda.
Saham-saham yang trennya masih sideways tidak cocok untuk anda tradingkan
menggunakan metoda swing trading. Swing trading hanya bisa diterapkan pada saham-saham
yang polanya: UPTREND dan YANG AKAN UPTREND. Saham yang trennya masih
54
3.3 Saham yang Memberikan Keuntungan: Saham Uptrend
Kalau anda ingin melakukan screening saham dan anda memiliki tujuan SWING
TRADING, maka yang harus anda cari adalah saham yang trennya sedang naik (uptrend)
atau saham yang breakout dari resisten. Hal ini juga saya paparkan di sub bab sebelummya.
Jadi, untuk saham-saham yang trennya turun (downtrend), sideways, saham yang sudah naik
terlalu tinggi harus anda buang dari daftar stock pick anda. Sedangkan Saham-saham yang
memberikan sinyal uptrend, maka saham tersebut bisa anda masukkan dalam stock pick dan
anda tradingkan sahamnya. Sekarang anda sudah tahu inti dari swing trading, kini kita tinggal
Sekarang saya akan praktik bagaimana cara menentukan saham yang uptrend, yang masih
akan melanjutkan pola uptrendnya atau pola saham yang akan uptrend menggunakan garis
55
Grafik saham JSMR terlihat jelas bahwa trennya turun. Tetapi setelah itu, JSMR tampak
mengalami rebound (perhatikan yang saya beri tanda panah) selama berhari-hari. Apakah ini
berarti JSMR sudah memulai tren naiknya dan anda sudah bisa membeli sahamnya untuk
swing trading? Jawabannya: Belum tentu. Sekarang perhatikan lagi tren JSMR dibawah ini
Setelah JSMR naik, ternyata trennya kembali turun. Setelah itu JSMR terlihat jelas
mengalami sideways yang cukup panjang. Nah, dalam tren sideways ini anda tidak akan tahu
apakah JSMR setelah itu akan rebound atau justru akan turun lagi. Jika kita menggunakan
analisis moving average 50 dan moving average 100 untuk melihat tren JSMR, maka dapat
disimpulkan bahwa tren JSMR masih belum aman dijadikan sarana swing trading. Sekarang
coba perhatikan tren JSMR dibawah ini menggunakan garis moving average.
56
Perhatikan bahwa setelah JSMR keluar dari tren turunnya harga saham JSMR mari
berada dibawah garis moving average 50 (garis warna biru) dan 100 (garis warna hijau).
Artinya, JSMR masih membentuk tren turun dan belum ada tanda-tanda kenaikan. Memang
pada saat JSMR mulai naik, harga saham JSMR sempat menyentuh moving average 50,
Ini yang juga harus anda waspadai. Ada kalanya harga saham menyentuh moving
average setelah naik, tetapi kenaikan itu hanya tipuan. Jadi, agar anda menghindari tipuan
atau sinyal palsu ini, anda harus membeli sahamnya ketika sudah ada konfirmasi kenaikan
Pertanyaan selanjutnya: Lalu, kapan harga saham JSMR memberikan sinyal kenaikan
harga saham? JSMR akan naik kalau harga sahamnya sudah memotong garis moving
average. Saya akan menggunakan garis moving average 50. Perhatikan lagi saham JSMR
dibawah ini.
57
JSMR akan breakout dan memulai tren naiknya ketika candlestick memotong moving
average 50 (garis warna biru). Perhatikan yang saya beri tanda lingkaran warna merah,
berada di level harga 4.400 (perhatikan baik-baik). Pada saat candlestick mulai naik dan
Akan tetapi seperti yang saya paparkan sebelumnya, demi menghindari adanya sinyal
palsu (setelah bersentuhan turun kembali), maka anda saya sarankan membeli sahamnya
ketika harga sudah naik lagi keesokan harinya (perhatikan yang saya beri tanda panah warna
merah). Itulah titik entry beli anda. Jadi kalau pada grafik, entry beli ada di kisaran harga
4.450-4.500.
Ini berarti sudah ada konfirmasi kalau harga sahamnya akan uptrend. Nah, setelah itu
anda perhatikan saham JSMR terus naik sampai ke level 5.400. Lalu, di mana target harga
jualnya kalau kita ada seorang swing trading? Kalau menggunakan teori moving average,
target jual adalah ketika harga harga saham sudah mulai turun dan menyentuh garis moving
average.
“Tapi kan kalau tunggu harga saham turun dan menyentuh moving average 50 baru
dijual, bisa-bisa saya jual rugi donk. Bagaimana kalau harga saham baru turun menyentuh
moving average 50 saat berada di harga 4.300? Sedangkan saya membeli sahamnya di
58
harga 4.450 Kan jadinya jual rugi?”Benar, maka dari itu, saya ingin menjelaskan beberapa
Pada grafik diatas, memang terlihat bahwa secara tren harga saham JSMR naik dari
4.400 menuju 5.400. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan kalau tiba-tiba harga saham
JSMR turun lagi, bahkan turun dibawah harga jual anda. Daripada anda menjual JSMR saat
trennya turun baru anda jual, lebih baik anda ―mengamankan posisi‖ terlebih dahulu.
Bagaimana caranya?Anda bisa jual JSMR terlebih dahulu pada saat saham JSMR sudah naik
dan mulai menunjukkan penurunan. Perhatikan yang saya beri nomor 1. Anda bisa menjual
sahamnya terlebih dahulu saat JSMR sudah mulai turun. Jadi, anda bisa menjual di kisaran
harga 4.800.
Kemudian, anda bisa entry buy lagi apabila candlestick JSMR mulai menyentuh garis
moving average 50 setelah turun (perhatikan nomor 2). Kalau anda belum yakin tren JSMR,
anda bisa menjualnya saat harga sahamnya sudah naik beberapa hari, dan mulai terlihat berat
naik lagi (perhatikan nomor 3). Lalu, anda bisa membeli JSMR lagi saat sahamnya mulai
Anda bisa membeli beberapa poin diatas garis moving average untuk menghindari sinyal
palsu (perhatikan nomor 4). Nah, setelah tren saham JSMR mulai terlihat naik dan
meninggalkan moving average 50, anda bisa tahan terus sahamnya unntuk swing trading dan
Nah, pada harga 4.400 menuju harga 5.400 harga saham memang terlihat lebih fluktuatif.
Dalam praktikknya, hal ini mungkin bisa membuat anda kurang nyaman kalau harga
sahamnya kemudian turun, dan ada kemungkinan harga saham kemudian turun dibawah garis
moving average 50. Kemungkinan ini akan selalu ada meningat anda dan saya bukanlah
peramal ataupun orang sakti yang pasti tahu kalau saham akan uptrend terus.
59
Tapi kalau anda benar-benar yakin bahwa JSMR bisa uptrend terus, maka anda
bisa terus hold sahamnya. Itulah analisis cara membaca saham uptrend untuk swing trading
menggunakan satu garis moving average 50. Cara ini agak subjektif karena penilaian setiap
orang bisa berbeda-beda. Sekarang saya akan paparkan ALTERNATIF kombinasi lainnya
Alternatif analisis lainnya, anda bisa menggunakan garis kombinasi moving average 25
dan moving average 200. Apa tujuan kedua garis kombinasi ini? Mengapa menggunakan
moving average 25 dan moving average 200? Moving average 200 digunakan untuk
memberikan sinyal harga saham dengan tren yang lebih pasti. Moving average 200 juga
berguna untuk melihat tren yang akan breakout dan siap naik ketika trennya
cenderung turun.
Sedangkan, moving average 25 berguna untuk melihat kapan tren akan segera berubah
atau berbalik turun. Jadi, moving average 200 berguna sebagai sinyal entry buy, sedangkan
moving average 25 berguna sebagai sinyal take profit. Perhatikan kembali saham JSMR
dibawah ini.
Kalau anda menggunakan moving average 200, kelebihannya adalah: Harga saham akan
memberikan tren yang lebih pasti, karena perioda moving averagenya jauh lebih panjang
60
daripada moving average 50. Kalau tadi anda menggunakan moving average 50, garis
moving average sudah memberikan sinyal saat trennya masih sedikit fluktuatif dan cenderung
naik.
Sedangkan jika menggunakan moving average 200, garis moving average akan
memberikan sinyal yang lebih pasti ketika harga sahamnya sudah benar-benar uptrend.
Tetpai kelemahannya, garis ini memang memberikan sinyal yang lebih lambat. Kalau pada
moving average 50, sinyal beli muncul saat harga saham JSMR berada di level 4.400, maka
ketika anda menggunakan garis moving average 200, sinyal beli harga saham baru muncul
Ketika harga saham masih agak fluktuatif walaupun cenderung naik, garis moving
average 200 tetapi masih terlihat berada dibawah harga saham. Memang sempat terlihat
candlestick mulia menyentuh moving average 200 setelah naik, tetapi sekali saya tidak
menyarankan anda membeli di titik tersebut, karena jika candlestick baru menyentuh garis
moving average satu hari, maka bisa jadi itu adalah sinyal tipuan.
Candlestick terlihat menyentuh moving average ketika sahamnya mulai naik, dan
dikonfirmasi lagi dengan kenaikan harga saham keesokan hari (perhatikan tanda lingkaran).
Maka, disitulah saya menyarankan anda mulai pasang entry beli. Setelah itu, tunggu saja
Oke, itu soal cara membeli sahamnya. Terus kalau harga sahamnya sudah naik, lalu di
mana titik jualnya? Kapan saya harus menjual sahamnya? Kapan tren naik saham tersebut
akan segera berakhir? Nah, disinilah kemudian garis moving average 25 berperan. Perhatikan
moving average 25 (garis warna merah). Ketika harga saham menyentuh garis moving
average 200, ternyata benar harga saham terus uptrend. Hal ini juga didukung dengan garis
61
Anda saya sarankan menjual sahamnya ketika harga sahamnya mulai terlihat turun yang
mulai menyentuh moving average 25 (perhatikan yang saya beri tanda persegi). Jadi disini
anda bisa membeli JSMR di harga 4.800 dan kemudian anda menjualnya di kisaran harga
5.200-5.300. Begitulah cara menganalisis saham untuk memasang posisi beli dan jual untuk
Nah, dari analisis moving average 50 dan kombinasi moving average 25 digabung
moving average 200, manakah yang lebih bagus untuk anda seorang swing trader?
Sebagai seorang swing trader, saya menyarankan pada anda untuk menggunakan
kombinasi moving average 25 dan 200 jika anda tidak terlalu menyukai fluktuatif dan ingin
mendapatkan sinyal yang lebih meyakinkan. Tetapi jika anda ingin mendapatkan sinyal yang
lebih cepat dan siap dengan fluktuatif, anda bisa menggunakan cara analisis moving average
50 tersebut.
Studi kasus lainnya analisis saham untuk swing trading, perhatikan grafik saham BNGA
62
Harga saham BNGA ini sebelumnya pada grafik tanpa uptrend. Saat itu harga saham
BNGA berada di kisaran harga 800. Namun kemudian, BNGA terkoreksi terus dan turun
hingga akhirnya BNGA terlihat sedikit sideways. BNGA terakhir (perhatikan yang saya beri
garis warna hitam) turun ke level 500-an. Pertanyaannya: Apakah sudah saatnya beli saham
BNGA dan kita simpan untuk swing trading karena harganya sudah murah? Jawabannya:
Pada grafik BNGA diatas tampak bahwa garis moving average 50 (garis warna biru) dan
garis moving average 100 (garis warna merah) masih berada diatas harga saham (candlestick)
saat harga saham meninggalkan pola uptrendnya. Sehingga dapat dikatakan, walaupun saham
BNGA sudah ―murah‖ karena harga sahamnya sudah turun dari 800 ke harga 500, tetapi
Kalau anda membeli sahamnya pada saat trennya masih seperti pada grafik diatas, maka
anda memiliki risiko rugi yang tinggi. Harga saham bisa saja masih melanjutkan tren
turunnya. Pertanyaan selanjutnya: Kapan saya harus beli sahamnya? Kapan sinyal yang bagus
untuk beli? Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, sinyal beli tampak ketika harga saham
mulai naik dan dikonfirmasi (bersentuhan) dengan garis moving average. Sekarang
63
perhatikan kembali saham BNGA dibawah. Saya menggunakan perpaduan kombinasi
Sinyal beli terlihat ketika harga saham naik kencang kemudian memotong garis moving
average 50 (garis warna merah). Ketika harga saham bersentuhan dengan moving average 50,
ada baiknya anda tidak langsung membeli sahamnya. Hal ini bertujuan untuk menghindari
Harga saham bisa saja turun lagi setelah menyentuh garis moving average. Maka dari itu,
untuk konfirmasi breakout yang lebih valid, anda saya sarankan membeli sahamnya satu hari
atau dua hari setelah harga saham breakout. Perhatikan yang saya beri tanda panah merah
pertama. Itu adalah level entry beli yang saya sarankan, yaitu ketika harga saham naik
beberapa poin dari perpotongan moving average. Pada level entry beli tersebut, BNGA
Lalu, kapan waktu yang tepat untuk menjual sahamnya? Waktu yang tepat untuk menjual
saham adalah ketika harga saham sudah mulai menunjukkan ciri-ciri penurunan harga saham,
yaitu ketika harga saham sudah mulai menyentuh moving average 25 (garis warna biru).
64
Ketika harga saham sudah naik tinggi dan mulai terlihat turun, dan harga saham
menyentuh moving average 25 itulah titik jualnya. Perhatikan tanda persegi diatas, itulah titik
jual yang saya sarankan (di level harga 1.000). Dengan strategi swing trading ini, anda bisa
Analisis ini tidak harus anda kombinasikan menggunakan moving average 25 dan
moving average 50, tetapi anda bisa menggunakan kombinasi moving average 25 dan moving
Pada contoh kasus ini saya akan memaparkan cara menentukan entry beli untuk saham
yang sedang berada dalam tren naik. Di dalam tren naik sebuah saham, tidak mungkin harga
saham naik terus. Pasti ada fluktuatif yang membuat harga saham naik dan turun, walaupun
secara tren besar, trennya uptrend. Inilah jenis saham yang bagus untuk anda incar untuk
swing trading.
Sesuai konsep swing trading maka saham yang memberikan keuntungan adalah saham
yang trennya naik. Maka dari itu, anda harus paham bagaimana cara membeli dan
menentukan saham bagus yang trennya naik dan berpotensi memberikan profit. Sekarang
65
Saham PTBA diatas tampak jelas membentuk pola uptrend. Tetapi, setelah itu PTBA
terlihat sideways (perhatikan yang saya beri tanda persegi). Setelah sideways diatas, PTBA
mengalami penurunan / koreksi. Hal ini saya rasa wajar karena seperti yang saya katakan
bahwa tidak ada saham yang naik terus. Pasti ada saatnya saham akan koreksi. Setelah saham
PTBA koreksi, kapan anda bisa entry beli PTBA? Untuk memudahkan mengetahui sinyalnya,
saya akan menggunakan analisis garis moving average 25. Perhatikan grafik saham PTBA
dibawah ini.
PTBA baru memberikan sinyal naik setelah harga saham mulai rebound lagi dan
menyentuh moving average 25 (garis warna biru) yang saya beri tanda lingkaran. Saya
menyarankan anda membeli sahamnya ketika PTBA sudah breakout beberapa poin diatas
66
Level entry beli yang saya sarankan kira-kira seperti yang saya beri tanda panah
(beberapa poin diatas setelah menyentuh garis moving average), yaitu di kisaran harga
10.000. Kemudian, kapan target jual PTBA yang tepat? Perhatikan lagi grafik diatas.
Ketika harga saham mulai turun dan menyentuh moving average 25 dari atas, maka
itulah tanda-tanda atau sinyal jual saham PTBA. Perhatikan yang saya beri tanda persegi.
Pada grafik diatas terlihat jelas bahwa saat PTBA sudah mulai turun dan mulai menyentuh
Hal ini menandakan bahwa tren naik sudah segera berakhir. Level jual tersebut ada
kisaran harga 12.500. Dengan menerapkan tehnik analisa swing ini, anda bisa membeli di
harga 10.000 dan menjual di harga lebih tingi, yaitu 12.500 dalam kurun waktu 1 bulan.
Untuk saham yang trennya masih uptrend seperti contoh PTBA diatas, anda bisa
coba lebih mengandalkan moving average 25, bukan moving average 200. Mengapa
demikian? Karena kalau grafik sahamnya masih uptrend, anda sulit menemukan sinyal beli
menggunakan moving average 200 (menemukan perpotongan harga saham dengan garis
moving average), karena secara umum pada saham uptrend moving average 200 selalu
berada jauh dibawah harga saham. Sedangkan moving average 25 lebih dekat pada
Kalau anda perhatikan lagi grafik PTBA diatas, moving average 200 (garis orange)
PTBA masih berada jauh diatas harga saham, sehingga anda akan sulit menemukan sinyal
beli harga saham. Jadi kalau saham sedang dalam kondisi uptrend seperti diatas, ada baiknya
anda mencoba analisis swing trading menggunakan moving average 25 atau moving average
50.
Terus kapan moving average 200 mulai berperan lagi dalam swing trading? Moving
average baru berperan ketika harga saham yang tren awalnya naik, kemudian berubah
menjadi tren turun. Disinilah moving average 200 harus anda gunakan untuk analisis, karena
67
semakin turun harga saham, maka harga saham akan semakin dekat dengan pergerakan
moving average 200. Ketika harga saham mulai rebound dan breakout lagi, serta menyentuh
garis moving average 200, maka itu bisa menjadi sinyal beli. Untuk lebih memperdalam
praktikknya, perhatikan grafik saham PTBA setelah harganya menyentuh moving average 25
Setelah menyentuh garis moving average 25 (perhatikan yang saya beri tanda persegi),
harga saham PTBA ternyata turun terus. Nah, kalau harga saham turun, kapan sinyal terbaik
untuk membeli kembali saham PTBA diharga bawah, kemudian ditradingkan kembali
menggunakan metoda swing trading? Disinilah kita akan menggunakan moving average 200.
68
Setelah PTBA turun tajam, PTBA ternyata kembali rebound. Titik beli PTBA adalah
ketika harga saham PTBA mulai REBOUND dan menyentuh garis moving average 200 dari
Titik entry beli yang saya sarankan adalah ketika harga saham sudah naik beberapa poin
dari harga saham saat menyentuh garis moving average 200 (perhatikan tanda panah merah
pertama). Disitulah saatnya anda membeli saham PTBA karena sudah ada konfirmasi
Lalu kapan anda menjual sahamnya? Untuk melihat sinyal kapan harga saham akan turun
dan menyentuh target jual, kita akan menggunakan garis moving average 25 (perhatikan garis
warna biru). Target take profit terlihat ketika harga saham PTBA naik dan kemudian mulai
terkoreksi hingga menyentuh moving average 25. Disitulah target jual anda (perhatikan tanda
Tetapi kalau anda memiliki penilaian yang berbeda, misalnya anda melihat PTBA
harganya sudah mulai turun saat harganya sudah naik tajam, maka anda bisa menjual
sahamnya terlebih dahulu sebelum menyentuh moving average 25. Misalnya, anda bisa
mentetapkan target jual di kisaran harga 14.000 (perhatikan yang saya beri tanda panah
kedua).
Dengan cara swing trading seperti ini, anda bisa membeli PTBA di kisaran harga 10.500
dan menjual kembali saat harganya naik tinggi di kisaran harga 12.500 dalam kurun waktu
Contoh lainnya cara melakukan screening saham yang akan breakout dari resistennya
bisa anda lihat pada saham GGRM. Sekarang perhatikan grafik saham GGRM dibawah ini.
69
Pada grafik saham GGRM diatas, tampak bahwa tren saham GGRM cukup memiliki tren
yang fluktuatif. Namun, anda bisa lihat bahwa tren saham GGRM ini sebenarnya membentuk
lower high yang rendah. Perhatikan kedua tanda lingkaran diatas, tampak bahwa harga high
GGRM dari waktu ke waktu semakin rendah. Kemudian, GGRM tiba-tiba mengalami
Setelah GGRM turun, perhatikan bahwa GGRM mulai rebound lagi. Bahkan rebound
GGRM mampu melebihi dua resisten pertamanya (perhatikan tanda lingkaran). Setelah itu,
GGRM kembali koreksi cukup tajam. Kapan waktu yang tepat untuk membeli GGRM?
Apakah ketika harga saham GGRM sudah koreksi itulah waktunya membeli untuk swing
trading? Kalau anda perhatikan grafik diatas pada garis moving average 200 (perhatikan garis
warna hijau), harga saham GGRM saat koreksi lagi kembali berada dibawah atau mendekati
garis moving average, sehingga anda baru saya sarankan membeli sahamnya jika harga
saham sudah rebound dan menyentuh garis moving average, hingga harga saham berada
diatas moving average. Untuk praktikknnya, perhatikan kembali grafik GGRM dibawah ini:
70
Anda baru saya sarankan membeli GGRM ketika harga saham GGRM mulai rebound
dan kembali memotong moving average 200 (garis hijau) dari bawah. Perhatikan yang saya
beri tanda lingkaran. Itulah titik yang saya maksud. Kemudian untuk entry beli, anda bisa
membeli sahamnya ketika harga saham sudah naik lagi beberapa poin diatas perpotongan
candlestick dengan moving average 200 untuk memberikan konfirmasu breakout yang tepat.
Perhatikan tadna panah, itulah entry beli sebagai konfirmasi breakout yang lebhi valid.
Maksud saya, anda jangan membeli saham ketika harga saham baru saja menyentuh moving
Setelah harga saham menyentuh moving average 200, bisa anda perhatikan harga saham
setelahnya langsung naik sangat kencang. Oke, sekarang di mana titik jualnya? Kapan
sebaiknya anda menjual sahamnya jika anda melakukan swing trading? Untuk mengetahui
titik jualnya, disini kita akan menggunakan garis moving average 25, untuk memberikan
sinyal yang lebih dekat pada pergerakan harga. Perhatikan lagi grafik GGRM dibawah
ini.
71
Titik jual tampak ketika harga saham setelah mengalami kenaikan drastis, kemudian
harga saham mulai terkoreksi dan menyentuh garis moving average 25 (garis warna biru) dari
atas. Pada grafik GGRM terlihat bahwa ketika GGRM turun, GGRM mulai menyentuh
moving average 25. Maka disitulah titik jual anda (perhatikan tanda lingkaran yang saya beri
Namun apabila anda memiliki pertimbangan sendiri bahwa ketika GGRM sudah mulai
turun dan mulai mendekati moving average 25, walaupun belum terlalu menyentuh moving
average 25, anda bisa melakukan take profit terlebih dahulu. Dengan kata lain, jika anda
menerapkan strategi swing trading ini anda bisa membeli saham GGRm di kisaran harga
Jadi ketika anda menemukan saham yang koreksi cukup kencang pada saat saham
tersebut berada dalam tren naik, dan ketika harga saham sudah mulai tampak rebound lagi,
lalu mulai mendekati garis moving average 200, maka saat itulah anda harus mulai watchlist
72
5. Studi kasus saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL)
Studi kasus berikutnya adalah saham NIKL. Apabila anda menemukan saham yang
trennya naik, kemudian di ujung tren tersebut saham terkoreksi, maka hal ini bisa menjadi
peluang untuk anda mentradingkan sahamnya menggunakan tehnik swing trading dengan
Pada grafik NIKL diatas tampak bahwa NIKL yang awalnya adalah saham tidur, tiba-
tiba bergerak naik secara perlahan namun pasti, sehingga secara tren 6 bulan terlihat adanya
pola uptrend. Namun, di ujung tren saham NIKL terkoreksi (perhatikan tanda lingkaran).
Apakah NIKL sudah saatnya entry beli karena harga sahamnya sudah turun? Kita akan
menggunakan analisis moving average 200. Perhatikan lagi NIKL dibawah ini.
73
Setelah menggunakan garis moving average 200 (perhatikan garis warna hijau), maka
dapat dikatakan bahwa tren saham NIKL masih berada diatas moving average 200, namun
harga saham tampak semakin mendekati moving average 200 Artinya, anda jangan
melakukan posisi beli terlebih dahulu. Mengapa? Ada baiknya anda menunggu konfirmasi
Ternyata setelah NIKL mendekati garis moving average 200, benar saja harga saham
NIKL mengalami penurunan, hingga harga saham menyentuh moving average 200 dari atas.
Perhatikan, ketika NIKL menyentuh moving average 200 dari atas, harga saham berlanjut
turun.
Level beli yang tepat untuk swing trading anda lakukan ketika harga saham mulai terlihat
bergerak naik lagi dan menyentuh garis moving average keatas. Untuk lebih jelasnya
perhatikan yang saya beri tanda lingkaran. Untuk lebih aman, entry beli dilakukan saat harga
saham naik lagi keesokan harinya (perhatikan tanda panah, disitulah kira-kira level buy, yaitu
di kisaran harga 3.000 pada grafik NIKL). Hal ini bertujuan untuk menghindari sinyal palsu,
karena bisa saja harga saham turun lagi setelah menyentuh garis moving average.
74
Setelah harga saham menyentuh moving average 200 keatas, perhatikan grafik saham
NIKL setelahnya.
Benar saja NIKL bergerak naik cukup drastis. Nah, lalu dimanakah titik jualnya? Pada
saat apa anda harus menjual NIKL? Karena harga saham sudah bergerak naik lebih kencang,
maka untuk menentukan titik jual kita gunakan moving average 25 (perhatikan garis warna
biru).
Anda harus mulai menjual NIKL ketika NIKL sudah berada di ujung tren naik dan NIKL
mulai menunjukkan tanda-tanda koreksi harga saham, sehingga harga saham NIKL
bersentuhan dengan garis moving 25. Perhatikan yang saya beri tanda persegi, disitulah titik
Namun jika anda melihat NIKL mulai turun drastis ketika harga sahamnya sudah sangat
tinggi, anda bisa menjualnya terlebih dahulu ketika sudah mendekati moving average 25
(perhatikan tanda panah), tanpa harus menunggu konfirmasi harga saham menyentuh moving
average 25.
75
Sepengalaman saya, kebanyakan saham-saham yang berada di ujung tren naik,
ketika turun dan kemudian menyentuh garis moving average 25, harga saham sangat
berpotensi mengalami penurunan harga saham dalam rentang waktu yang cukup lama.
Kalau anda perhatikan lagi saham NIKL diatas, ketika NIKL turun di ujung ten naik dan
menyentuh moving average 25, harga sahamnya kemudian terkoreksi cukup lama. Maka dari
itu, garis moving average 25 ini bisa berfungsi sebagai sinyal jual yang bagus dan cukup
akurat.
Jadi, untuk analisis swing trading ini kita menggunakan kombinasi moving average 200
(untuk entry buy) dan moving average 25 (untuk entry sell). Dengan menerapkan strategi
swing trading seperti yang dipaparkan, anda bisa membeli NIKL di harga 3.000 dan menjual
Di dalam tren saham, anda terkadang akan menemukan saham yang awalnya berada di
harga atas, kemudian harga saham tersebut bergerak downtrend terus, tetapi dengan rentang
harga yang cukup fluktuatif dan lebar. Kemudian, harga sahamnya dalam satu sampai dua
Tren saham seperti ini juga menjadi peluang bagi anda untuk anda tradingkan
menggunakan metoda swing trading, karena kenaikan drastis yang terjadi selama beberapa
minggu terakhir setelah harga sahamnya membentuk pola downtrend, mulai menunjukkan
Apabila harga saham kemudian breakout, hal ini bisa menjadi saham-saham yang bagus
untuk swing trading. Contoh grafik saham seperti ini adalah saham SMGR. Perhatikan tren
76
SMGR awalnya membentuk pola uptrend tetapi kemudian harga sahamnya turun cukup
drastis. Dalam satu hingga dua minggu terakhir, bisa anda perhatikan tren SMGR kembali
rebound secara signifikan. Nah, kapan waktu yang tepat untuk membeli sahamnya? Untuk
mengetahuinya, kita harus menggunakan analisis moving average. Disini kita anda
menggunakan moving average 200 (garis warna biru). Perhatikan lagi tren SMGR dibawah
ini.
Garis moving average 200 masih berada diatas harga saham. Maka dari itu kita menunggu
harga saham rebound lebih tinggi dan menyentuh moivng average 200. Pada grafik tampak
bahwa SMGR berhasil menyentuh moving average 200 ketika rebound (perhatikan tanda
77
Hal ini sering terjadi. Maka dari itu, apabila anda melihat harga saham yang rebound dan
menyentuh moving average 200, anda jangan langsung membeli sahamnya, tetapi harus ada
konfirmasi breakout lebih lanjut, yaitu harga saham keesokan harinya harus naik lagi, maka
disitulah anda bisa mulai membeli sahamnya. Untuk titik entry beli yang lebih valid,
SMGR kembali rebound dan menyentuh garis moving average 200, kemudian keesokan
harinya dikonfirmasi lagi dengan kenaikan harga saham, sehingga harga saham sudah berada
diatas garis moving average 200 lagi. Maka, disinilah anda bisa mulai membeli sahamnya (di
titik yang saya beri tanda panah yaitu di kisaran harga 9.600). Hal ini menunjukkan bahwa
harga saham sudah ada konfirmasi breakout dan ada potensi untuk melanjutkan kenaikannya
kembali.
Apa yang terjadi pada saham SMGR setelah harga sahamnya berhasil menyentuh moving
average 200 dan dikonfirmasi dengan kenaikan harga saham keesokan harinya? Lalu,
dimanakah titik jual SMGR apabila anda sudah membeli sahamnya? Untuk lebih jelasnya,
78
Setelah harga saham menyentuh moving average 200, SMGR mengalami kenaikan yang
cukup signifikan. Nah, untuk menentukan kapan anda menjual sahamnya, maka kita akan
Hampir sama seperti analisis-analisis sebelumnya yang saya paparkan, titik jual terjadi
ketika harga saham sudah naik tinggi, dan mulai koreksi serta bersentuhan dengan garis
moving average 25. Pada grafik diatas tampak bahwa SMGR mulai koreksi dari harga 10.400
dan akhirnya harga saham (candlestick) SMGR turun menyentuh moving average 25
(perhatikan yang saya beri tanda persegi). Disitulah titik jual anda, yaitu kisaran harga
10.000.
Jika anda melihat harga 10.400 sudah mulai koreksi, anda juga bisa melakukan take
profit lebih awal ketika harga saham sudah mendekati moving average 25, dan tidak perlu
menunggu harga saham menyentuh moving average 25. Dengan analisis swing trading ini,
anda bisa membeli SMGR di harga 9.600 dan menjualnya di harga tinggi, yaitu kisaran harga
10.000-10.300.
79
7. Studi kasus saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Studi kasus saham berikutnya adalah saham BBRI. Pola grafik saham uptrend seperti
BBRI ini juga terkadang akan anda temukan dalam trading sehari-hari. Hal ini bisa menjadi
peluang bagi anda untuk menerapkan strategi swing trading. Perhatikan grafik saham BBRI
dibawah ini.
Grafik BBRI awalnya terlihat turun, namun kemudian BBRI berhasil breakout terus dari
resistrn, sehingga tren BBRI tampak terus naik. Nah, apakah ketika tren saham membentuk
grafik seperti ini, maka sudah saatnya anda membeli karena trennya masih naik terus? Kalau
anda menemukan grafik yang trennya naik dengan mantap seperti BBRI ini, ada baiknya
Mengapa? Pertama, anda tidak akan tahu apakah saham ini akan lanjut uptrend
atau justru tren naik yang anda lihat seperti pada grafik tersebut ternyata adalah
ujung tren naik dan sudah bersiap untuk koreksi besar. Kedua, sesuai prinsip analisis
teknikal, tidak ada harga saham yang mengalami kenaikan TANPA KOREKSI.
Ada saatnya harga saham akan mengalami penurunan. Biasanya saham-saham yang
memiliki kenaikan harga saham yang tinggi, juga memiliki potensi koreksi yang cukup besar.
Disinilah anda harus pintar dan jeli dalam memanfaatkan peluang untuk membelinya di harga
80
bawah. Bukan membeli saat harganya sedang naik tinggi, karena sangat mungkin harga yang
sedang naik tinggi sebentar lagi akan koreksi. Lalu, dimana titik beli BBRI yang tepat?
Untuk menganalisisnya saya akan menggunakan garis moving average 25 (garis berwarna
Entry beli yang tepat terjadi saat harga saham koreksi, dan kemudian mulai rebound lagi
lalu candlestick menyentuh moving average 25 ketas (perhatikan yang saya beri tanda
lingkaran). Kemudian untuk konfirmasi entry beli, anda bisa membeli sahamnya saat ada
konfirmasi breakout yang lebih valid, yaitu saat harga sahamnya naik satu-dua hari lagi diatas
moving average 25 (perhatikan yang saya beri tanda panah). Disitulah titik beli yang lebih
valid, dan bertujuan untuk menghindari adanya sinyal palsu, di mana ada kemungkinan harga
Perhatikan, setelah harga saham menyentuh moving average 25 dan dikonfirmasi lagi
dengan kenaikan harga saham keesokan harinya, harga saham terus membentuk pola uptrend
yang kencang. Lalu, dimanakah titik jual yang tepat? Titik jual yang tepat terjadi pada saat
harga saham mulai koreksi di ujung tren naik dan menyentuh moving average 25 dari atas.
81
Ketika harga saham BBRi mulai turun dan menyentuh moving average 25, maka
disitulah anda mulai take profit sahamnya. Pada grafik tampak ada 2 kali harga saham yang
sudah naik dan kemudian menyentuh moving average 25 (perhatikan yang saya beri tanda
persegi).
Pada tanda persegi pertama, saat harga saham BBRI koreksi dan menyentuh moving
average 25, BBRI justru uptrend sedikit lagi karena ketika menyentuh moving average 25
belum dikonfirmasi apakah harga saham keesokan harinya turun lagi, sehingga ada
kemungkinan harga saham akan berbalik naik setelah menyentuh moving average 25. Inilah
yang terjadi pada grafik BBRI. Dalam praktikknya, anda juga akan menemukan kasus-kasus
Disini anda bisa memilih target take profit. Apabila harga saham sudah koreksi dan
menyentuh moving average 25 anda bisa segera take profit langsung di tanda persegi
pertama. Akan tetapi, apabila anda ingin menguji sinyal yang lebih akurat, anda bisa take
82
profit di tanda persegi kedua, yaitu pada saat harga saham koreksi dan menyentuh moving
average 25, setelah itu keesokan harga harga saham tampak tidak berbalik naik lagi.
Dengan strategi swing trading moving average ini, anda bisa membeli saham BBRI di
kisaran harga 12.900 dan menjualnya di harga yang tinggi, yaitu di kisaran harga 14.400.
Studi kasus lainnya adalah saham ITMG. Harga saham ITMG membentuk pola uptrend
dengan kenaikan yang cukup fluktuatif. Untuk lebih jelasnya, perhatikan grafik saham ITMG
dibawah ini.
Pada grafik diatas tampak harga saham ITMG membentuk pola uptrend. Pertanyannya:
kapan saatnya membeli saham ITMG yang berada dalam kondisi uptrend tersebut? Apakah
ketika grafik saham terjadi seperti diatas maka sudah saatnya anda membeli sahamnya karena
Hampir sama dengan analisis saham BBRI sebelumnya, titik beli yang saya sarankan ada
baiknya anda menunggu harga saham koreksi terlebih dahulu. Untuk mengetahui kapan titik
beli yang tepat, disini saya akan menggunakan analisis garis moving average 25 (garis
83
Titik beli IMTG yang tepat terjadi saat sahamnya koreksi dan kemudian menyentuh garis
moving average keatas dan dikonfirmasi lagi dengan kenaikan harga saham saat keesokan
harinya. Perhatikan yang saya beri tanda panah, disitulah titik beli yang saya sarankan.
Perhatikan setelah harga saham menyentuh moving average 25 dan dikonfirmasi lagi
dengan kenaikan harga saham keesokan harinya, harga saham kemudian naik dengan
kencang. Lalu kapan saatnya menjual saham? Anda menjual sahamnya pada saat harga
saham sudah mulai korkesi dan menyentuh garis moving average 25. Untuk lebih jelasnya
84
Saat ITMG sudah naik kencang dan kemudian ITMG mulai turun dan menyentuh
moving average 25, anda bisa mulai mempertimbangkan untuk menjual sahamnya. Titik jual
adalah yang saya beri tanda persegi. Namun apabila anda memiliki pertimbangan lain, yaitu
ketika anda melihat harga saham sudah berada di ujung tren dan mulai turun, anda bisa mulai
take profit sebelum harga sahamnya turun dan menyentuh garis moving average 25
Untuk kasus ITMG ini bisa anda perhatikan, setelah turun dari tren naiknya dan
menyentuh garis moving average 25 dari atas, harga saham ITMG ternyata anjlok cukup
drastis. Disinilah bisa menjadi peluang anda untuk membeli kembali sahamnya di harga
Ketika harga saham anjlok / koreksi cukup tajam, maka biasanya harga saham ada
peluang untuk kembali turun dibawah moving average 200. Maka dari itu, jika anda ingin
membeli saham yang koreksi dan potensial rebound lagi untuk swing trading, anda bisa
menggunakan formula moving average 200. Perhatikan lagi grafik ITMG dibawah ini.
85
Harga saham ITMG diatas tampak terkoreksi cukup drastis setelah harganya sempat naik
[Link] yang saya paparkan sebelumnya, ITMG turun drastis setelah harganya turun
Sinyal beli harga saham terlihat ketika harga saham mulai rebound lagi setelah
menyentuh garis moving average 200 (perhatikan tanda lingkaran). Entry beli yang saya
sarankan adalah ketika ada konfirmasi kenaikan harga keesokan harinya setelah harga saham
menyentuh moving average 200, yaitu pada tanda yang saya beri panah.
Disitulah kurang lebih entry belinya. Sedangkan cara menentukan take profit kurang
lebih sama. Take profit dilakukan ketika harga saham mulai turun dan menyentuh moving
average 25. Jadi, untuk analisis moving average ini anda bisa melakukan kombinasi moving
average 25 dan moving average 200, dan menggunakan moving average 25 untuk saham-
86
3.5 Cara Jitu Menentukan Harga Saham yang Akan/ Masih Turun
Kalau di sub bab 3.4 kita sudah banyak praktik bagaimana cara menentukan saham yang
uptrend untuk swing trading, di sub bab ini, saya akan menjelaskan bagaimana cara
menentukan harga saham yang trennya masih turun. Mengapa anda perlu mempelajari
saham-saham yang trennya masih turun? Hal ini dikarenakan banyak sekali trader yang
sering terjebak membeli saham yang kelihatannya harganya tampak sudah ―murah‖ dan
diskon.
Sehingga di sub bab ini, saya lebih menekankan pada anda bagaimana cara menghindari
saham-saham yang masih downtrend untuk swing trading. Oke, kita langsung saja masuk
Saham LPCK tampak membentuk tren turun yang tajam. Saham ini sebelumnya berada
di level harga 7.000-7.500 (perhatikan tanda lingkaran). Akan tetapi , harga sahamnya turun
terus ke level 5.000-an (perhatikan tanda persegi). Lalu saham ini sempat sideways. Nah,
apakah saham LPCK ini adalah waktu yang tepat untuk beli? Mengingat harga sahamnya
87
Jawabannya: Belum tentu. Sekarang perhatikan lagi grafik saham LPCK dibawah ini
Pada grafik diatas tampak jelas bahwa garis moving average 50 LPCK masih berada
diatas harga saham. Hal ini menunjukkan bahwa saham LPCK masih berpotensi melanjutkan
kembali penurunan. Ada beberapa momen di mana LPCK terlihat rebound dan sedikit
menyentuh garis moving average, tetapi karena kenaikannya hanya satu hari, maka kenaikan
kenaikan harga saham yang lebih valid, yaitu dengan menyentuh moving average 50,
sehingga candlestick berada diatas moving average 50 selama lebih dari satu hari, harga
88
Pada grafik diatas, LPCK yang awalnya sudah turun dari harga 8.000 ke harga 5.000,
ternyata LPCK masih turun lagi sampai ke kisaran harga 4.000. Hal ini juga didukung dengan
moving average 100 (garis berwarna hijau) yang juga masih berada diatas harga saham.
Nah, itulah contoh cara mengetahui harga saham downtrend yang masih berpotensi
elanjutkan kembali penurunan. Dengan kata lain, saham yang donwtrend dan terlihat sudah
murah dan diskon harganya belum tentu harganya akan balik naik lagi dengan cepat.
Disini anda harus melihat sinyal yang bisa digunakan untuk swing trading, yaitu
moving average. Ketika harga saham masih belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan, maka
Contoh kasus berikutnya adalah saham JPFA yang juga mengalami penurunan tren.
Saham JPFA memiliki tren yang cukup fluktuatif pada grafik. Kalau anda lihat trennya
JPFA ini sempat juga berada dalam tren naik yang cukup panjang (perhatikan tanda panah).
Sekedar info, JPFA pernah naik dari 1.300 sampai ke harga hampir 2.000. Namun kemudian,
89
Seumpama anda melihat JPFA yang terkoreksi seperti grafik diatas (perhatikan tanda
persegi), apakah anda akan mentradingkannya untuk swing trading? Apakah saham JPFA
harganya sudah diskon besar mengingat harganya sudah berada di kisaran 1.500, sedangkan
JPFA sempat menyentuh harga hampir 2.000? Untuk menemukan jawabannya, kita
Dalam analisis ini, kita menggunakan analisis moving average 50 untuk melihat tren
JPFA. Garis orange adalah garis moving average 50. Pada tren JPFA terlihat bahwa setelah
JPFA turun, moving average langsung berada diatas harga sahasm JPFA. Sedangkan sinyal
Kalau anda perhatikan, JPFA sempat rebound kemudian juga menyentuh kembali moving
average 50, tetapi setelah menyentuh sahamnya masih turun lagi karena belum ada
konfirmasi kenaikan harga saham keesokan harinya. Benar saja, saat tren JPFA mulai turun
dan belum ada tanda-tanda rebound yang signifikan yang salah satunya ditandai dengan
harga saham JPFA yang asub berada jauh dibawah moving average 50, saham JPFA kembali
90
3. Studi kasus saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
Kasus lainnya pada grafik yang sering anda temui adalah garik saham yang awalnya
memiliki tren cukup meyakinkan, yaitu fluktuatif naik dan turun. Akan tetapi, dalam
beberapa bulan terakhir harga saham tampak cenderung donwtrend dan kemudian mulai
terjadi sideways di ujung downtrendnya. Seperti contoh grafik saham AALI dibawah ini.
Terlihat jelas tren AALI setelah naik cukup tajam, AALI downtrend lagi dan sedikit
terlihat sideways (perhatikan tanda persegi). Dalam banyak kasus, biasanya trader banyak
yang terjebak jika melihat saham dengan pola seperti ini. Trader biasanya cenderung
beranggapan bahwa saham yang sudah koreksi cukup drastis (hingga membentuk pola
downtrend yang cukup menonjol), dan saat harga saham sudah bergerak sideways, maka
disitulah ada peluang beli, karena menunjukkan bahwa saham sudah jenuh jual.
Anggapan tersebut sah-sah saja. Tetapi, dalam kenyataannya banyak pula saham-saham
yang polanya seperti ini harganya masih turun lagi. Hal ini karena secara tren saja harga
sahamnya masih turun, dan belum terlihat adanya sinyal. Sehingga, sebenarnya saya belum
bisa mengatakan bahwa saham yang tipikalnya seperti pada grafik AALI diatas sudah bagus
untuk beli hanya karena harga sahamnya sudah ―murah‖. Tidak percaya? Perhatikan grafik
91
Benar saja, AALI setelah sempat sideways dari tren turunnya (perhatikan tanda persegi),
bukannya harga sahamnya naik tetapi justru melanjutkan penurunan lebih drastis lagi. Dari
mana kita bisa tahu kalau AALI ini sebenarnya masih belum menunjukkan sinyal beli yang
bagus?
Kita bisa mengetahuinya menggunakan analisis garis moving average 25 (garis orange)
dan moving average 50 (garis biru). Saat harga AALI turun, garis moving average, baik 25
maupun 50 masih berada diatas harga saham. Ketika AALI rebound sedikit, harga saham
Sehingga saya mengatakan bahwa ketika harga saham masih berada dibawah garis
moving average, saham tersebut sangat rentan koreksi dan belum layak anda tradingkan. Hal
ini menunjukkan bahwa saham yang punya tren turun dapat berpotensi melanjutkan kembali
penurunannya.
Kasus lainnya pola grafik yang sering menipu trader adalah pola grafik saham yang
trennya turun tajam tetapi kemudian harga sahamnya mulai rebound. Trader seringkali
92
beranggapan bahwa saham-saham seperti ini bagus untuk swing trading. Perhatikan grafik
Pola grafik ini adalah yang saya maksudkan pada anda. Saat harga saham terjun bebas
sebebas-bebasnya, harga saham kemudian rebound lagi dengan kencang satu sampai dua hari
(perhatikan yang saya beri tanda persegi). Apakah ketika harga saham tersebut rebound,
Seperti yang sudah saya paparkan, harga saham yang trennya masih turun, walaupun
sudah terlihat mulai rebound di ujung tren turun, saham tersebut bisa anda watchlist. Akan
tetapi, saya belum menyarankan pada anda untuk membeli sahamnya, terutama jika saham
Hal ini dikarenakan harga saham yang trennya masih turun dapat berpotensi turun lagi.
Dan rebound sesaat yang terjadi di ujung tren turun bisa jadi adalah tipuan untuk trader.
Bagaimana cara mengetahuinya? Perhatikan lagi grafik LPKR dibawah ini menggunakan
93
Ketika LPKR rebound dari ujung tren turunnya, LPKR terlihat sempat menyentuh garis
moving average 50 (perhatikan tanda lingkaran). Akan tetapi, harga saham yang menyentuh
moving average 50 tersebut tidak dikonfirmasi lagi dengan kenaikan harga saham keesokan
Sehingga, kemudian LPKR meneruskan momentum tren turunnya. Nah, dari pola dan
analisis yang saya paparkan ini, sudah terlihat jelas bahwa saham yang terlihat naik di ujung
tren turun, masih berpotensi turun lagi dan sangat mungkin menjebak anda. Saya sering
menemukan trader yang mulai membeli saham dalam jumlah besar untuk swing trading saat
Keputusan ini salah besar. Ada baiknya trader harus melakukan analisis swing trading,
yaitu menggunakan garis moving average 25, 50, atau 100 untuk melihat apakah harga saham
sudah menunjukkan rebound yang kuat atau hanya tipuan saja. Apabila harga saham
kecenderungannya masih berada dibawah garis moving average, maka ada baiknya anda
94
3.6 Cara Jitu Menentukan Harga Saham yang Akan Turun di Ujung Tren Naik
Dalam kasus menerapkan swing trading, satu kesalahan trader yang sering sekali
dilakukan dan bahkan bisa berakibat FATAL adalah: Trader tidak paham cara membaca
tren naik. Hal ini juga sudah saya paparkan di sub bab 3.2. Sebenarnya banyak saham yang
kalau anda lihat secara tren harga sahamnya membentuk pola uptrend. Dan pola uptrend
Namun bukan berarti ketika anda melihat saham yang secara 6 bulan membentuk tren
naik saham tersebut adalah saham yang bagus untuk ditradingkan. Nah, lho?
“Tapi bukannya Pak Heze di sub bab 3.3 sendiri mengatakan kalau saham yang
memberikan keuntungan bagi para swing trader adalah saham yang trennya naik
(uptrend)?”Benar. Tetapi uptrend disini tidak sembarang uptrend. Saham yang grafiknya
uptrend ada dua kemungkinan: Harga saham akan melanjutkan uptrendnya (seperti yang saya
bahas di sub 3.2) atau harga saham itu sebenarnya sudah ada di ujung tren naik dan bersiap
Nah, maka dari itu di bahasan kali ini saya akan mengajarkan cara membaca grafik
saham uptrend yang sebenarnya sudah berada di ujung tren naik dan bersiap untuk koreksi
besar. Mengapa saya perlu memaparkan ini pada anda? Karena dalam melakukan screening
saham untuk swing trading, anda tidak boleh asal-asalan memilih saham yang trennya naik.
Hal inilah yang berpotensi menyebabkan trader sahamnya sering nyangkut di harga atas.
Trader beranggapan bahwa saham yang sedang naik berarti saham tersebut akan naik terus.
Padahal belum tentu demikian. Oke, tanpa berlama-lama lagi, saya akan langsung masuk
Saham NIKL saat ebook ini ditulis adalah salah satu saham yang memiliki pola uptrend
yang kemudian saham ini koreksi sangat cepat dan drastis. Saya membahas saham NIKL ini
95
karena rekan-rekan trader sempat banyak yang ‗nyangkut‘ di saham NIKL di harga atas.
Padahal saya sempat kasih warning bahwa NIKL sudah berada di ujung tren naiknya.
NIKL yang awalnya sahamnya tidak bergerak tiba-tiba bergerak naik dengan sangat
meyakinkan, dari harga 800 hingga harga 6.700!!!! Fantastis.... Bisa anda lihat trennya diatas.
Tetapi ketika harganya menyetuh di kisaran 6.700 (perhatikan tanda persegi), harga saham
NIKL tiba-tiba mulai anjlok. Nah, disinilah anda harus benar-benar waspada dan jangan
pernah masuk (beli sahamnya) kalau melihat saham yang sudah naik tinggi tiba-tiba harga
saham mulai turun drastis. Bisa jadi ini adalah awal koreksinya harga saham uptrend secara
besar-besaran.
Kemudian untuk mengetahui lebih valid alias bukti lanjutan, kita harus menggunakan
garis analisis moving average 25 (perhatikan garis warna biru). NIKL tampak koreksi terus
Hal ini bisa mengindikasikan bahwa harga saham berpotensi untuk jatuh lagi setelah
terkoreksi dari ujung tren naiknya. Sekarang perhatikan lagi grafik NIKL dibawah ini setelah
96
Pada grafik diatas tampak jelas bahwa setelah harga saham turun dan kemudian
menyentuh moving average 25 dibawah, harga saham NIKL langsung terjung bebas ke
kisaran 4.200. Berarti, NIKL yang awalnya berada di 6.700 turun drastis sampai 4.200.
Inilah salah satu cara membaca saham-saham yang berada di ujung tren naik dan
berpotensi untuk koreksi. Satu contoh ini mungkin masih agak membingungkan anda. Maka
dari itu, saya akan memberikan contoh-contoh analisis lainnya dibawah ini.
Saham INAF juga memiliki pola seperti grafik saham NIKL yang saya paparkan diatas.
INAF saya bahas di ebook ini juga karena banyak sekali trader yang terjebak pada saham
INAF. Banyak trader yang membeli saham INAF saat trennya sudah naik sangat tinggi.
Trader tidak menyadari bahwa INAF sebenarnya sudah berada di ujung tren naik. Oleh
karena itu, jika menemukan pola saham serupa anda tidak boleh serakah dengan memasang
97
INAF tampak membentuk pola uptrend yang kencang. Saat itu INAF juga merupakan
salah satu saham tidur. INAF yang awalnya berada di kisaran harga 1.500 bisa naik sampai
5.500!!!. Setelah itu, bisa anda lihat candlestick terakhir INAF yang mulai koreksi cukup
besar (candle terakhir yang berwarna merah). Kemudian, perhatikan lagi grafik INAF
dibawah ini.
98
Setelah itu, INAF mengalami penurunan harga dan meninggalkan harga resisten
tertingginya di 5.500. Nah, pada saat inilah anda harus sudah mulai waspada. Jangan nekad
membeli sahamnya, ketika harga sahamnya mulai turun meninggalkan harga tertinggi
sebelumnya.
Hal ini bisa menunjukkan bahwa saham tersebut sebenarnya sudah berada di ujung tren
naik dan bersiap koreksi besar. Kemudian untuk bukti lanjutan, kita pasang garis moving
average 25 (garis berwarna biru). Ketika harga saham INAF turun drastis dan menyentuh
moving average 25 dari atas (perhatikan yang saya beri tanda lingkaran), lalu setelah
menyentuh moving average 25 harga saham keesokan hari turun lagi, maka bisa anda lihat
Harga saham INAF yang awalnya di level 5.500 terjun bebas sampai kisaran harga 2.500
terutama setelah harga saham turun dan menyentuh moving average 25!!! Setelah itu INAF
terlihat sudah sulit naik lagi. INAF memang sempat mengalami rebound tetapi selama
berbulan-bulan INAF masih belum mampu mencapai harga resisten tertinggi awalnya di
harga 5.500.
Sehingga, hal ini bisa bahaya untuk anda apabila anda hanya sekedar melihat harga
saham yang trennya naik kemudian anda langsung membeli sahamnya tanpa melakukan
analisa terlebih dahulu. Ada baiknya untuk menganalisa saham uptrend, anda harus
menggunakan moving average 25 dan juga melihat tanda-tanda koreksi besar saat
harga saham sudah naik (ketika harga saham mulai koreksi besar saat tren sudah naik
tinggi, bisa jadi itu adalah tanda harga saham akan turun lebih dalam).
Studi kasus lainnya yaitu saham BBCA yang juga membentuk pola uptrend kemudian
harga saham koreksi di ujung tren naik. Perhatikan grafik BBCA dibawah ini.
99
BBCA membentuk tren naik yang panjang selama 6 bulan. Moving average 25 juga
tampak terus berada dibawah harga saham yang menunjukkan saham sedang berada dalam
tren naik. Setelah itu, perhatikan BBCA diujung tren naik (perhatikan yang saya beri tanda
garis horizontal) mulai [Link] BBCA mulai turun anda harus mulai ―memasang
Kemudian untuk konfirmasi lebih lanjut, kita gunakan garis moving average 25
(perhatikan garis warna biru). Perhatikan pada grafik diatas, setelah harga saham turun dari
ujung tren naik dan menyentuh moving average 25, harga saham BBCA terus terkoreksi.
100
BBCA memang bisa rebound lagi setelah turun dan menyentuh garis moving average 25,
tetapi masih sulit untuk kembali ke harga resisten puncaknya di awal. BBCA baru bisa
BBCA butuh waktu yang lama untuk kembali lagi ke harga resisten puncak di awal,
sehingga kalau anda membeli saham BBCA saat berada di ujung tren naik, padahal saham
tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda koreksi, maka anda membutuhkan waktu yang lama
Studi kasus lainnya adalah saham UNVR. Saham UNVR sebelumnya juga memiliki tren
naik yang cukup drastis. Perhatikan pola grafik UNVR dibawah ini:
Kenaikan UNVR secara drastis sempat hampir menyentuh level 50.000 (perhatikan tanda
panah). Kenaikan UNVR secara drastis mulai harga 42.000 hingga 49.500 ini ternyata
kemudian diikuti dengan koreksi harga saham yang drastis setelahnya. Penurunan harga
saham yang cukup signifikan setelah UNVR berada di tren naiknya bisa menjadi indikaasi
bahwa UNVR sudah bersiap untuk koreksi alias sudah mengakhiri tren naiknya selama ini.
101
Kemudian perhatikan juga garis moving average 25, di mana setelah UNVR koreksi
tajam dan menyentuh garis moving average 25 (perhatikan tanda lingkaran), UNVR memang
bisa rebound lagi, tetapi selama berbulan-bulan UNVR tampak sulit kembali lagi ke harga
Sehingga, kalau anda membeli UNVR saat trennya sudah naik sangat tinggi, saham anda
bisa nyangkut di harga atas. Nah, itulah cara meganalisis saham yang sudah berada di ujung
tren naikknya.
Dari sub bab 3.6 ini, dapat ditarik kesimpulan 2 (dua) hal cara membaca dan mewaspadai
harga saham yang sudah berada di ujung tren naiknya, yaitu sebagai berikut:
1. Perhatikan saham yang trennya sudah naik kencang dan jarang terjadi koreksi yang
signifikan. Ketika harga saham kemudian koreksi cepat setelah tren naik berlangsung,
kemungkinan besar itu adalah ujung tren naik saham tersebut. Jadi, anda jangan membeli
sahamnya terlebih dahulu karena ada potensi koreksi yang cukup besar. Selain itu,
perhatikan juga saham yang sudah naik kencang sebelumnya, dan terlihat sulit untuk naik
2. Konfirmasi lagi dengan garis moving average 25. Ketika harga saham turun dari ujung
tren naik dan kemudian mendekati garis moving average 25, atau bahkan menyentuh
garis moving average 25 dari atas, maka itu adalah pertanda harga saham benar-benar
Dengan cara ini, anda akan dapat meminimalisir kemungkinan terjebak membeli saham-
saham yang trennya naik, padahal saham tersebut sudah berpotensi koreksi lagi dengan cepat.
Analisis moving average yang sudah saya paparkan dalam analisis swing trading, bisa
disimpulkan bahwa moving average yang umumnya bagus untuk swing trading adalah:
102
moving average 25, 50, 100, dan moving average 200. Dari moving average tersebut,
Kombinasi moving average terbaik secara umum bisa anda sesuaikan dengan situasi dan
market. Artinya saya tidak bisa mengatakan bahwa moving average 50 adalah moving
average terbaik untuk swing trading. Demikian juga, saya tidak bisa mengatakan moving
Terkadang kita harus fleksibel dalam trading. Penggunaan moving average tidaklah kaku
yang harus menggunakan satu garis moving average secara terus menerus. Nah, tadi saya
mencontohkan pada anda bagaimana cara menganalisis tren saham naik (contoh saham
PTBA) menggunakan moving average. Pada saham PTBA tersebut, kita awalnya
menggunakan moving average 25 untuk menemukan sinyal. Tetapi setelah tren PTBA
menjadi downtrend dan ada potensi rebound, kita menggunakan moving average 200.
Inilah yang saya maksud bahwa penggunaan moving average tidaklah kaku dan harus
mengandalkan satu jenis moving average saja. Namun saya akan kasih sedikit bocoran
tentang strategi penggunaan moving average yang efektif untuk swing trading.
Moving average 25 bagus anda kombinasikan dengan moving average 200 ketika anda
melakukan analisa saat kondisi saham berada dalam tren saham yang akan breakout. Saat
saham sedang turun dan mulai ada tanda-tanda breakout, cobalah menggunakan moving
Moving average 200 berfungsi untuk memberikan sinyal beli ketika harga saham akan
breakout. Sedangkan moving average 25 berfungsi untuk melihat kapan harga saham akan
segera turun dan titik target jual atau take profit anda. Analisis ini juga sudah saya paparkan
103
Sedangkan jika anda ingin menggunakan moving average 25 untuk melihat sinyal
beli, saya sarankan ketika harga saham sedang uptrend kencang. Ketika saham seadng
uptrend kencang anda bisa memanfaatkan moving average 25 sebagai sinyal beli saat harga
saham sedikit terkoreksi dan kemudian memantul menyentuh moving average 25 dari bawah
keatas.
Ketika harga saham sedang uptrend kencang, saya tidak menyarankan anda
menggunakan moving average 100 atau moving average 200. Hal ini dikarenakan saat saham
uptrend kencang, biasanya harga saham selalu berada jauh diatas moving average tersebut.
Kalau menggunakan moving average 25, moving average 25 lebih dekat pada pergerakan
Moving average 50 juga sangat bagus untuk melihat sinyalyang lebih smooth daripada
moving average 25. Apabila anda masih kurang yakin menggunakan moving average 25
karena sedikit lebih fluktuatif, anda bisa mencoba menggunakan moving average 50.
Moving average 25 kurang cocok anda gunakan untuk melihat sinyal beli pada saham-
saham yang trennya agak fluktuatif. Saham yang trennya agak fluktuatif, ada baiknya anda
menggunakan moving average yang lebih panjang, seperti moving average 50 atau moving
average 100. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan sinyal yang lebih smooth, sehingga anda
tidak bingung menentukan sinyal entry buy dan entry sell dari garis moving average.
Pada saham-saham yang downtrend tajam pun, ada baiknya anda menggunakan paling
tidak moving average 50. Akan lebih bagus jika anda menggunakan moving average 100 atau
moving average 200. Hal ini bertujuan juga untuk menghindari sinyal tipuan harga saham.
Kalau anda menggunakan garis moving average 25, bisa jadi saat harga saham yang
downtrend rebound sedikit saja dan menyentuh moving average 25, anda sudah langsung
membeli sahamnya, padahal sinyal itu hanyalah tipuan saja alias sinyal palsu.
104
3.8 Saham Layak Screening untuk Swing Trading
Dari analisis cara melakukan analisis tren saham untuk swing trading, kini anda harus
melakukan screening saham. Kalau anda ingin swing trading, carilah dan screening-lah
1. Cari saham-saham yang trennya turun (garis moving averagenya berada diatas
harga saham). Kemudian pada beberapa hari terakhir (minimal satu minggu
terakhir), harga saham bergerak naik terus. Hal ini bisa mengindikasikan sinyal beli
saham apabila candlestick kemudian bersentuhan dengan garis moving average, sehingga
2. Cari saham-saham yang trennya sedang naik, kemudian pada beberapa hari
terakhir (minimal satu minggu terakhir), harga saham mengalami tren turun. Hal
ini bisa menjadi peluang beli bagi anda apabila harga sahamnya berpeluang
rebound dengan menyentuh moving average setelah harganya turun drastis. Selama
harga saham berada dalam tren naik, harga saham tetap memiliki peluang untuk anda
3. Cari saham yang trennya turun dan cenderung sedikit sideways tetapi setelah itu
dengan garis moving average. Contohnya adalah saham BNGA yang saya paparkan
Kalau anda perhatikan saham-saham yang saya analisis di sub bab 3.4, saham-saham
tersebut adalah saham yang memiliki pola uptrend kemudian koreksi, atau pola downtrend
yang kemudian berubah jadi uptrend (breakout). Tipe-tipe saham seperti inilah yang harus
Sedangkan, saham-saham yang harus anda buang dari screening saham untuk swing
105
1. Saham-saham yang trennya turun dan di ujung tren tidak ada kenaikan atau
rebound harga saham yang cukup signifikan, sehingga garis moving average tampak
terus berada diatas harga saham. Saham seperti ini masih biasanya memiliki peluang
2. Saham-saham yang memiliki tren sideways. Saham seperti ini sangat tidak cocok anda
tradingkan untuk swing trading karena saham yang trennya mendatar tidak ada sinyal
yang jelas, apakah saham akan bergerak naik setelahnya atau harga saham akan turun lagi
sahamnya terlihat stagnan di harga atas. Saham-saham seperti ini berarti anda sudah
terlambat untuk masuk karena harganya sudah tinggi. Sehingga kalau anda beranggapan
bahwa harga sahamnya masih uptrend terus, maka kemungkinan besar saham anda bisa
Analisis grafik untuk melihat saham sedang uptrend downtrend, atau sideways yang
saya sarankan gunakan analisis grafik minimal 3-6 bulan. Akan lebih baik jika anda
menggunakan analisis grafik harian 6 bulan, karena tren harga saham akan terlihat dengan
lebih jelas dan panjang. Berikut adalah contoh screening saham untuk swing trading
menggunakan garis moving average yang bisa anda lakukan, berdasarkan pada kriteria-
106
SWING TRADING SCREENING LIST
NO. KODE SAHAM UPTREND POTENSI BREAKOUT DOWNTREND TAJAM SIDEWAYS
1 AALI X X V X
2 INDF X X X V
3 ICBP X X X V
4 PTBA V V X X
5 HRUM X X X V
6 GGRM V X V V
7 JPFA X X V X
8 MPPA X X V V
9 LPKR X X V V
10 LSIP X X V V
11 BNGA V V X X
12 HMSP X X X V
13 BBRI V V X X
14 JSMR V X X X
15 BBCA X V X X
16 NIKL X V X X
17 PGAS X X X V
18 SMGR V V X X
19 WSKT X X V V
20 KLBF X X X V
Katakanlah anda memiliki 20 (dua puluh) jenis saham yang anda sedang lakukan
watchlist. Anda ingin trading menggunakan metoda swing trading. Dari 20 saham tersebut,
anda ingin menentukan saham-saham mana saja yang memiliki potensi yang bagus untuk
swing trading.
Disini anda memilih jenis saham yang: UPTREND dan atau memiliki POTENSI
UPTREND karena kedua saham tersebut memang adalah jenis saham yang bagus untuk
swing trading. Jadi, tidak harus saham yang uptrend dan potensi uptrend. Anda bisa memilih
Perhatikan tabel diatas. Setelah anda memiliki 20 saham yang ingin anda watchlist, kini
yang harus anda lakukan adalah: Anda harus membuang saham-saham yang trennya:
Tentu saja untuk mengetahui dan menemukan saham-saham yang memiliki kriteria
seperti yang saya sebutkan, anda harus menggunakan analisis moving average seperti yang
107
Dari 20 tersebut, ada 13 saham yang dibuang dari screening karena 13 saham tersebut
menunnjukkan tren turun dan sideways yang panjang. Hal ini memiliki risiko besar jika
Sedangkan 7 saham sisanya lolos dalam daftar screening saham, yaitu saham yang
uptrend dan saham yang polanya akan uptrend atau sudah berpotensi breakout menurut
analisa garis moving average. Berikut adalah daftar 7 saham yang lolos screening.
Dari 7 saham yang lolos screening, saham-saham inilah yang harus anda screening dan
mulai anda tradingkan dengan metoda swing trading. Itulah cara menganalisis dan screening
Pada bab-bab selanjutnya, saya akan memaparkan bagaimana panduan cara melakukan
screening saham secara umum (general) menggunakan analisis support-resisten manual, dan
membaca grafik saham. Khususnya, saya paparkan juga bagaimana melakukan analisis
screening saham untuk intraday trading dan untuk trading beberapa hari atau intinya untuk
trading dengan jangka waktu yang lebih pendek daripada swing trading.
Saya tidak merekomendasikan saham tersebut pada anda untuk swing trading. Saham-saham
tersebut memiliki pola pergerakan grafik yang sangat mungkin berubah setiap waktu.
108
BAB IV
Tahukah anda, banyak sekali pemain saham yang mengalami kerugian yang terus
terulang. Misalnya seorang trader hari ini rugi karena membeli saham yang tidak likuid.
Semua trader pasti akan mengalami rugi dalam tradingnya. Itu adalah wajar karena hal
tersebut adalah sebuah proses. Ya, semua trader, tidak peduli anda masih pemula atau anda
yang sudah expert di dunia saham tidak menutup kemungkinan untuk rugi. Bedanya, pemain
saham yang berpengalaman mampu menutup rugi sekecil mungkin dan membuat profit
sebesar mungkin.
Namun, yang saya sangat sayangkan adalah ternyata banyak sekali trader yang
mengalami kerugian yang terus berulang. Bukan karena trader tersebut tidak cocok menekuni
dunia saham, tetapi karena mereka TIDAK TAHU CARA TRADING. Ironisnya, banyak
trader yang sudah trading lebih dari 1 (satu) tahun, namun mereka masih tergerus dalam
Hal ini akhirnya berakibat pada tergerusnya modal trader. Tidak sedikit para pemain
saham yang bangkrut karena modal yang digunakan untuk trading tergerus dalam kerugian.
Modal dalam trading itu ibarat nyawa. Selama anda punya modal, anda tetap bisa bertahan di
pasar saham. Nah kalau anda tidak punya modal, darimana anda bisa trading?
Memang sehebat apapun anda, tidak ada yang menjamin anda pasti untung dan tidak
pernah rugi sama sekali. Tetapi, kalau trader tidak pernah belajar dari kesalahan, itu adalah
109
Jadi, misi anda di pasar saham selain mengembangkan modal menjadi profit adalah
membuat modal anda tetap bisa bertahan. Karena sekali lagi: Dalam trading modal adalah
nyawa. Trader yang mengalami kerugian dan kemungkinan terburuk adalah risiko
kebangkrutan di pasar saham ternyata sebagian besar penyebab utamanya ada beberapa hal,
Maka dari itu, perlu anda ketahui beberapa penyebab utama mengapa trader terus
mengalami kerugian di pasar saham, dan kerugian tersebut terus saja terulang walaupun
Inilah penyebab utama mengapa trader sering mengalami kerugian yang sama. Screening
saham adalah kunci utama agar anda bisa meminimalisir kerugian di pasar saham. Secara
sederhana, screening saham berarti anda memilih saham-saham yang cocok, layak dan bagus
Kalau anda menyeleksi saham-saham untuk anda tradingkan secara rutin, anda tidak
akan mudah terjebak untuk membeli saham tanpa arah, yang mengakibatkan aktivitas trading
anda menjadi kacau. Trader yang tidak paham bagaimana cara melakukan screening saham
akan berdampak pada kerugian yang terus terulang, karena trader tidak tahu harus mulai
Yang lebih parah, saya sering menjumpai trader yang justru mengabaikan betapa
pentingnya screening [Link] trader yang menganggap bahwa screening saham adalah
sesuatu yang hanya buang-buang waktu saja. Anggapan ini salah besar, karena screening
saham juga merupakan bagian dari trading plan yang bisa membuat trading anda lebih
110
Nah, di bab-bab selanjutnya saya akan menjelaskan pada anda lebih banyak mengapa
anda harus bisa melakukan screening saham secara mandiri. Di Bab 5 sampai seterusnya saya
akan memandu anda agar anda bisa melakukan screening saham dengan benar.
Poin pertama dan kedua ini saling berkaitan. Apa sih tujuan screening saham?
Jawabannya tidak lain adalah agar anda memiliki daftar stock pick. Stock pick kalau diartikan
adalah saham-saham pilihan. Jadi, ketika anda sudah punya saham-saham pilihan maka
trading anda akan lebih aman dan risiko kerugian bisa lebih ditekan.
Coba bandingkan jika anda sama sekali tidak punya stock pick dan hanya trading
berdasarkan feeling. Anda memiliki potensi rugi yang besar. Masalahnya, di Bursa Efek tidak
semua saham itu likuid dan cocok untuk anda tradingkan. Kemungkinan besar, hanya ada
Banyak trader yang sebenarnya paham betapa pentingnya melakukan screening saham.
Sayangnya mereka tidak tahu bagaimana cara memilih screening saham yang benar. Ujung-
ujungnya kembali lagi, trader tidak tahu apa yang harus dilakukan saat trading.
Melakukan screening saham untuk mendapatkan stock pick yang berkualitas artinya anda
harus melakukan analisis yang tepat. Salah satu analisis yang harus digunakan trader dalam
stock pick adalah melakukan analisis tren jangka yang agak panjang (untuk swing trading)
Mengapa analisis tren? Analisis tren adalah analisis yang berfungsi untuk mengetahui
kecenderungan pergerakan harga saham dan untuk mempelajari psikologis pasar melalui
harga saham (garis support dan resisten). Kalau anda mengabaikan analisis tren dalam stock
111
pick, bisa jadi saham-saham yang masuk dalam stock pick kebanyakan saham yang asal-
Kesalahan trader yang sering dilakukan adalah trader hanya melihat beberapa faktor saja
dalam memasukkan saham ke dalam daftar saham [Link] trader hanya melihat
trader rentan terjebak membeli saham-saham yang sebenarnya saham tersebut pergerakannya
sering sekali menipu trader. Mengenai analisis tren, saya banyak membahasnya juga di Bab
3.
Kerugian yang sering dialami trader karena mereka tidak melakukan evaluasi. Apa yang
menjadi penyebab kerugiannya dan apa yang harus dilakukan. Ini adalah penyebab yang fatal
yang membuat kerugian trader terus saja terulang dari waktu ke waktu .Kebangkrutan yang
dialami trader merupakan akumulasi dari dampak trader yang tidak melakukan evaluasi
Anda harus lakukan evaluasi sejauh mana profit yang bisa anda dapatkan sampai saat ini.
Apakah screening saham yang anda lakukan sudah benar? Apakah saham-saham yang masuk
dalam stock pick anda memang adalah saham-saham yang sudah terbukti memberikan
keuntungan bagi anda? Apakah anda perlu mengeluarkan beberapa saham dari stock pick
anda? Apakah anda perlu melakukan screening ulang untuk memasukkan saham-saham lain
ke dalam daftar stock pick anda? Anda harus terus melakukan evaluasi terkait hal-hal
tersebut. Evaluasi dalam trading dapat mengetahui kesalahan-kesalahan apa saja yang sering
Nah setelah anda membaca Bab 4 ini, dapat disimpulkan bahwa kelima poin inilah yang
menyebabkan trader selalu mengalami kerugian, tanpa trader tersebut tahu bagaimana cara
112
mengatasinya. Adalah hal yang sangat tidak masuk akal apabila trader mengalami kerugian
Di pasar saham ada pepatah terkenal: KELEDAI SAJA TIDAK AKAN JATUH DI
LUBANG YANG SAMA. Tahukah anda apa maksud pepatah tersebut? Anda dan saya tahu
bahwa keledai bukanlah binatang yang pandai dan cerdas. Tetapi, sekalipun keledai bukanlah
binatang yang pandai, saat keledai jatuh di suatu lubang, keledai tersebut tidak akan pernah
Pepatah ini mengartikan bahwa keledai yang tidak pandai pun belajar dari kesalahan dan
tidak lagi mengulang kesalahan yang sama. Jadi, jika anda yang pandai dan mampu berpikir
dengan baik, seharusnya anda terus melakukan evaluasi dalam trading anda secara berkala.
Dengan kata lain, kalau anda mengalami kesalahan yang sama dalam trading maka inilah
saatnya anda harus mulai melakukan evaluasi, dan anda harus mulai merombak lagi cara
trading yang selama ini masih salah. Jika trader selama ini sering mengalami kerugian,
penyebab terbesarnya adalah: Trader memang belum tahu cara melakukan screening saham
yang benar. Untuk itulah di buku ini saya mengupasnya secara tuntas.
113
BAB V
Judul buku ini memang seakan ingin menekankan pada anda tentang bahasan
SCREENING SAHAM atau STOCK PICK. Memang di buku ini saya sangat menekankan
pada pembahasan topik screening saham. Lalu, apa itu yang dimaksud dengan screening
saham?
Screening saham dapat diartikan sebagai tindakan pemain saham dalam memilih dan
memilah saham-saham pilihan yang NYAMAN, COCOK dan LAYAK untuk ditradingkan.
Screening saham yang sudah dipilah akan masuk dalam daftar stock pick / daftar saham
pilihan.
Dengan kata lain, stock pick atau saham pilihan adalah saham-saham yang nyaman,
cocok, dan layak anda tradingkan karena anda bisa menebak analisis saham tersebut dengan
baik. Dapat dikatakan bahwa stock pick adalah SAHAM PRIORITAS dalam trading.
Saham prioritas berarti saham tersebut adalah saham yang anda tradingkan secara rutin
karena anda sudah mengentahui pola pergerakannya, titik-titik acuan yang bisa anda jadikan
Sedangkan nyaman: berarti saham tersebut terbukti memberikan profit yang konsisten
bagi anda, dengan risiko rugi / loss yang lebih kecil dibandingkan apabila anda trading di
saham-saham lainnya selain daripada saham yang sudah anda stock pick.
Cocok: Berarti anda bisa menghafalkan pola saham tersebut dengan benar. Anda bisa
menebak dengan benar arah titik support dan resisten, sehingga anda bisa dengan mudah
membeli harga saham ketika sudah turun di support tertentu dan menjual dengan mudah
114
Layak: Berarti saham yang anda masukkan dalam screening saham pilihan, memang
merupakan saham-saham yang berpola bagus (bisa dibaca menggunakan analisis teknikal)
dan bukan saham abal-abal yang hampir tidak ada peminatnya sama sekali.
Saya kasih satu contoh. Misalnya anda membeli saham ASII. Saham ASII mampu
memberikan anda keuntungan berkali-kali, karena anda hafal dengan pola saham tersebut.
Anda bisa membaca pola pergerakan ASII dengan baik. Anda paham benar kapan harus entry
buy dan kapan harus menjual ASII saat harga sahamnya sudah naik. Apabila anda mampu
mendapat profit berkali-kali dari saham yang sama, itu artinya saham tersebut adalah saham
yang nyaman, cocok dan layak untuk anda tradingkan. Sehingga, saham tersebut layak anda
Screening saham berarti anda anda memilih saham yang layak anda tradingkan.
Jadi misalnya dari 500 lebih saham yang ada di Bursa Efek (kedepannya pasti bisa
tembus 500 lebih), anda memutuskan untuk memilih 15 saham yang paling bagus dan
Artinya, dari 15 saham tersebut anda hanya boleh trading di 15 saham itu saja.
saham-saham diluar stock pick memiliki risiko yang lebih besar, terutama saham-
saham lapis tiga yang jelas-jelas tidak likuid dan sering digoreng.
Kecuali jika anda ingin menambah daftar stock pick atau melakukan uji coba
membeli saham di luar stock pick tetap diperbolehkan. Namun, anda harus trading
dengan jumlah lot yang lebih kecil. Apabila saham diluar stock pick tersebut cocok
untuk anda, barulah anda boleh memasukkannya dalam stock pick anda.
Masalahnya, bagaimana caranya menemukan saham-saham seperti ini yang cocok untuk
115
5.2 Mengapa Anda Harus Bisa Melakukan Stock pick Saham Pilihan secara Mandiri?
Jumlah saham yang ada di Bursa Efek sudah mencapai lebih dari 500 saham.
Kedepannya dengan semakin bagus prospek ekonomi Indonesia, saya bisa menjamin bahwa
Saat ini untuk mendapatkan pendanaan, perusahaan tidak harus selalu mengandalkan
pinjaman perbankan. Ada sarana pasar modal yang bisa digunakan perusahaan untuk
mendapatkan tambahan modal (melalui initial public offering, right issue dan lain-lain). Di
mana tambahan dana melalui pasar modal, perusahaan hanya perlu menggaet minat investor
dan perusahaan tidak perlu membayar bunga pinjaman dan lain-lain seperti ketika perusahaan
perusahaan terbuka di kemudian hari. Sehingga akhirnya jumlah saham di Bursa Efek akan
semakin banyak.
Anda tentu tidak mungkin mentradingkan semua saham yang ada di Bursa Efek. Dengan
100 jumlah saham saja mustahil anda mentradingkan dan melihat semua sahamnya satu per
satu, apalagi jika anda ingin mentradingkan 500 lebih jumlah saham di Bursa Efek (dijamin
mata anda akan sakit). Maka dari itu, anda harus bisa memilih saham yang benar-benar layak,
Jika anda tidak bisa melakukan stock pick secara mandiri, hal ini akan sangat
membahayakan karir trading anda. Berdasarkan pengalaman saya di dunia saham selama
bertahun-tahun, dampak dari adanya trader yang tidak melakukan stock pick saham dalam
116
1. Trader ibarat petinju yang memukul angin saat bertanding
Kalau anda tidak mempunyai stock pick untuk trading bahkan tidak tahu mengapa stock
pick itu diperlukan, trading anda akan sangat kacau. Saya bisa jamin hal itu. Ibarat petinju
yang terlalu banyak melakukan pukulan kosong (memukul angin) saat bertanding, tidak
Sudah jelas petinju itu akan kalah. Screening saham itu ibarat strategi yang membuat anda
menjadi lebih on track untuk membeli saham yang cocok dan bisa memberikan profit untuk
anda.
Tidak melakukan stock pick membuat trader menjadi mudah bingung. Seperti yang sudah
saya jelaskan, anda tidak mungkin trading semua saham di Bursa Efek. Anda hanya perlu
mentradingkan beberapa saham yang benar-benar sesuai dengan karakter trading anda. Kalau
anda tidak bisa melakukan screening saham, anda akan mudah bingung dan labil dalam
Anda akan bingung memilih saham mana yang harus dibeli. Hal ini berakibat pada
pengambilan keputusan yang ngawur, tidak tahu arah dan asal-asalan. Seperti yang saya
jelaskan di poin pertama: Trader yang tidak memiliki daftar saham pilihan, ibarat petinju
Ini yang sering dialami oleh kebanyakan para pemain saham jika tidak memiliki saham-
saham pilihan. Trader akan sangat mudah terbawa arus pasar dan tidak memiliki rencana
trading yang jelas. Kalau anda tidak memiliki saham pilihan untuk masuk dalam screening
anda, anda akan sangat mudah terpengaruh membeli saham-saham diluar trading plan anda.
Anda akan mudah tergoda membeli saham-saham yang kelihatannya naik, padahal saham
tersebut tidak likuid. Anda akan mudah mengikuti kata-kata orang yang mengatakan saham A
117
bagus, saham B bagus, saham C sebentar lagi akan naik, padahal kenyataanya tidak
demikian. Hal ini berbeda jika anda memiliki daftar saham pilihan. Saham pilihan akan
membantu anda untuk trading berdasarkan pada saham-saham yang paling potensial untuk
memberikan profit, sehingga anda tidak perlu mudah tergoda membeli saham-saham yang
Risiko paling buruk bagi trader yang tidak pernah melakukan screening saham adalah
trader tersebut akan mengalami kebangkrutan. Kalau tidak tahu bagaimana cara trading yang
benar dan tidak paham bagaimana memilih saham yang bagus untuk masuk dalam list trading
Justru sebaliknya, anda berpotensi besar mengalami kebangkrutan. Ibarat anda tidak
mungkin menang di medan pertempuran kalau anda tidak paham cara menggunakan
senjata walaupun anda memegang senjata sebanyak mungkin. Anda tidak mungkin
bisa mendapatkan profit besar di pasar saham kalau anda tidak memiliki daftar saham
yang layak untuk anda tradingkan dengan baik, walaupun anda punya modal triliunan.
Trust me!
Apakah ada trader yang mengalami kebangkrutan karena tidak memiliki stock pick?
Jawabannya: Banyak. Sudah banyak korban trader yang modalnya tergerus habis dalam
Sebelum saya lanjut ada satu hal yang perlu anda ketahui. Saham-saham yang cocok
untuk anda belum tentu cocok juga untuk orang lain, dan sebaliknya. Maka dari itu, dalam
melakukan stock pick, anda harus bisa melakukannya secara MURNI dan MANDIRI. Jangan
sampai anda memasukkan saham kedalam daftar screening saham karena anda mengikuti apa
118
Apabila yang direkomendasikan orang lain cocok untuk anda, it’s ok, tetapi jika tidak
maka hal tersebut akan menambah risiko rugi di portofolio anda. Intinya, anda harus bisa
melakukan analisis stock pick secara mandiri. Setiap orang memiliki gaya trading dan saham
Ketika berbicara mengenai saham pilihan (stoc pick), anda mungkin bertanya-tanya:
Sebenarnya saham pilihan itu ada berapa banyak yang bisa masuk di stock pick? Apakah 5
saham saja? Apakah 10 saham? Apakah 20 saham? Apakah 50 saham? Jumlah stock pick bisa
banyak (diatas 10), tetapi anda harus mentradingkannya beberapa saja (hanya sekitar 3-5
Walaupun anda memiliki stock pick sebanyak 20 saham, namun tentu anda tidak
bijaksana jika men-tradingkan semuanya. Alangkah baiknya jika anda mentradingkan saham-
saham yang ada di stock pick secara bergantian tergantung momentumnya (saham mana yang
berpotensi naik terlebih dahulu). Mengenai stock pick saya juga membahas secara detail di
bab 5.4.4.
5.3 Cara Memilih Saham Bagus dan Membuang Saham Jelek untuk Stock Pick
Melakukan screening saham untuk masuk dalam stock pick tidak bisa dilakukan asal-
asalan. Jika anda melakukan secara asal-asalan, hal ini akan menjebak diri anda sendiri dalam
kerugian trading yang besar. Maka dari itu, sebelum anda melakukan screening saham,
pahami terlebih dahulu jenis-jenis saham yang saya rekomendasikan untuk masuk dalam
stock pick (daftar saham pilihan yang anda tradingkan). Apa saja saham-saham yang sangat
119
1. Pilih saham lapis satu dan saham lapis dua, buang saham-saham gorengan
Kriteria utama saham yang bagus untuk masuk dalam stock pick adalah saham lapis satu
dan saham lapis dua. Mengenai perbedaannya, anda bisa baca lagi di sub bab 1.6. Kenapa
harus saham lapis satu dan saham lapis dua? Karena saham lapis satu dan saham lapis dua
memiliki pola grafik yang jelas dan bisa diprediksi dengan baik.
Jadi, kita sudah menyempitkan target untuk screening saham. Artinya, saham lapis tiga
harus dibuang dari daftar screening saham. Pilihlah hanya saham lapis satu dan saham lapis
dua saja. Sebagai contoh, saham-saham yang volume tidak likuid, candlestick tiba-tiba
panjang sekali, pola grafik sangat tidak beraturan. Itulah daftar saham yang harus anda buang
dari stock pick. Untuk lebih mudahnya perhatikan contoh dibawah ini:
120
Saham-saham diatas terlihat adanya volume yang tidak [Link] sangat tipis, tiba-
tiba ada volume yang sangat besar. Lalu bisa anda perhatikan pula pola grafik saham yang
terbentuk diatas sangatlah tidak beraturan dan sulit diprediksi menggunakan analisis teknikal.
Ada candlestick yang sangat panjang (harga tiba-tiba naik/ turun secara drastis dalam sehari).
Lalu, harga saham mengalami penurunan drastis selama berminggu-minggu. Kalau anda
melakukan screening saham dan menemukan pola-pola seperti ini, maka saham-saham inilah
yang harus anda hindari untuk masuk dalam stock pick anda.
Saham-saham dengan pola seperti ini tetap bisa anda tradingkan, tetapi anda harus
mentradingkannya hanya untuk main pendek alias scalping [Link] tidak boleh men-
tradingkannya secara rutin (memasukkannya dalam stock pick). Pada bab 8, saya akan
menjelaskan strategi-strategi trading di saham lapis tiga untuk mengetahui saham-saham yang
lapis tiga ke dalam stock pick. Hal ini membuat trader sering nyangkut di saham-saham yang
memiliki fundamental jelek. Selain itu, banyak trader yang asal-asalan memasukkan saham
lapis satu dan saham lapis dua ke dalam stock pick. Padahal saham lapis dua belum tentu
bagus ditradingkan. Lho, kenapa bisa begitu? Tadi katanya saham lapis satu dan lapis dua
121
Perlu anda ketahui, walaupun saham lapis satu dan saham lapis dua adalah saham yang
likuid, tidak semua saham-saham lapis satu dan lapis dua (terutama saham lapis dua) layak
ditradingkan. Maka dari itu, saham-saham yang pergerakannya suka menipu trader harus
anda keluarkan dari screening saham pilihan. Saya akan membahas lebih lanjut pada poin 6
2. Pilih saham yang memiliki pola uptrend, buang saham long downtrend
Saham yang memiliki pola uptrend adalah saham yang sangat bagus untuk anda
masukkan dalam daftar screening saham. Hal ini berguna terutama jika anda adalah seorang
swing trader. Saham yang uptrend memiliki potensi yang lebih besar untuk memberikan
keuntungan bagi seorang trader ketimbang membeli saham-saham yang turun (yang belum
ada sinyal naik). Cara membaca saham-saham yang memiliki pola uptrend, banyak saya
bahas di Bab 3
Jadi, dalam melakukan screening untuk stock pick, hindari saham-saham yang
biasanya sangat sulit diprediksi kapan akan naik kembali. Hal ini dikarenakan saham yang
sudah downtrend lama berpotensi sideways di harga bawah. Selain itu, saham yang sudah
downtrend dalam jangka waktu lama, anda akan sulit menentukan titik support dan
resistennya.
Untuk memperjelas sedikit dan mengulas lagi bab sebelumnya, saham downtrend dalam
waktu yang panjang yang saya maksudkan adalah sebagai berikut. Perhatikan grafik-grafik
122
Saham-saham downtrend yang harus anda hindari adalah seperti grafik-grafik yang
tertera diatas. Harga saham secara tren turun terus, tidak ada tanda-tanda harga saham akan
mengalami kenaikan
seperti ini dalam stock pick. Kebanyakan trader beranggapan bahwa saham downtrend adaah
saham-saham yang sudah diskon sehingga layak untuk ditradingkan. Padahal saham-saham
downtrend tersebut belum memberikan sinyal rebound sama sekali. Akibatnya, trader sering
sekali nyangkut di saham-saham downtrend. Jauh lebih bagus anda memasukkan saham
123
Kecuali jika ada suatu saham yang membentuk pola downtrend, tetapi saham tersebut
kemudian membentuk sideways dan membentuk support dan resisten yang jelas, maka anda
bisa memasukkan saham tersebut dalam stock pick. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca poin
nomor 3.
3. Pilih saham yang memiliki pola sideways dengan rentang harga yang renggang,
Saham yang sideways sebenarnya cukup bagus untuk anda masukkan dalam stock pick.
Hal ini dikarenakan saham sideways sebebanrnya memiliki pola pergerakan support dan
resisten yang selalu terulang berkali-kali. Sehingga, tipe saham ini mudah untuk dihafalkan
titik support dan resistennya. Contoh pola saham sideways yang memiliki harga renggang
Pada grafik PGAS diatas tampak bahwa tren PGAS mengalami penurunan. Akan tetapi
PGAS kemudian membentuk sideways dengan rentang support dan resisten yang cukup
renggang. Ketika PGAS turun di harga 2.300-an, PGAS berhasil rebound dan menyentuh
angka 2.400-an. Disinilah anda bisa terus memantau PGAS dan memanfaatkan profit di harga
Mengenai jenis-jenis saham sideways, bisa anda baca di Bab 2 pada sub bab 2.1.2. Pada
sub bab tersebut saya menjelaskan saham-saham sideways yang cocok untuk
dimasukkan ke dalam stock pick dan saham-saham sideways yang sebaiknya anda
124
4. Pilih saham yang sering membentuk support dan resisten kuat
Saham yang layak untuk masuk dalam stock pick adalah saham yang sering membentuk
support dan resisten kuat yang berdekatan dengan harga terakhir (harga hari ini). Alasannya
adalah, saham yang membentuk support dan resisten kuat yang dekat dengan pergerakan
harga terakhir akan lebih mudah anda tebak dan anda pantau. Sebagai contoh, perhatikan
Perhatikan bahwa saham PWON membentuk support kuat di rentang harga 600-610.
Sedangkan resisten kuat ada di harga 640-650. Artinya, ketika PWON turun ke harga 600-
610, PWON akan mampu naik hingga kisaran 640-650. Setelah PWON menyentuh resisten
640-650, PWON akan koreksi lagi ke kisaran support 600-610. Hal ini terulang terus hingga
berkali-kali, sehingga mudah dijadikan sinyal entry buy dan enrty sell yang tepat.
Saya katakan support dan resisten kuat karena harga saham tersebut sering tersentuh di
level tersebut. Untuk mengetahuinya, anda bisa melihat candlesticknya. Apabila ada saham
yang memiliki support dan resisten kuat, maka cobalah untuk memasukkan dalam screening
saham, karena saham-saham seperti ini biasanya memiliki pola pergerakan yang lebih mudah
untuk ditebak.
5. Pilih saham yang peminatnya banyak, buang saham yang kurang peminat
Saham yang peminatnya banyak berarti saham tersebut memiliki antrian bid-offer yang
ramai setiap harinya. Untuk memudahkan, coba anda perhatikan bid—offer saham Astra
125
Antrian bid dan offer lots terlihat tebal hingga mencapai lebih dari 10.000 untuk satu
harga. Hal ini menunjukkan bahwa saham tersebut memang memiliki banyak peminat,
Apabila ada harga saham yang peminatnya sedikit sekali (bid dan offer lots hanya puluhan
saja), maka anda harus LANGSUNG MENGELUARKANNYA dari daftar screening saham
anda.
saham, seperti poin-poin sebelumnya yang saya jelaskan. Hal ini dikarenakan saham yang
antriannya ramai juga belum tentu menjamin saham tersebut memiliki pergerakan harga yang
sangat bagus. Tetapi, setidaknya dengan saham-saham yang banyak peminat akan jauh lebih
memberikan rasa aman dan risiko yang lebih kecil daripada anda trading pada saham yang
peminatnya kurang.
6. Pilih saham lapis satu dan lapis dua yang meyakinkan, bukan saham lapis dua yang
Di poin 5 saya mengatakan bahwa saham-saham yang kelihatannya ramai dan likuid,
belum tentu pergerakannya bagus. Ada jenis saham yang secara bid-offer memang ramai,
Saya beri contoh. Misalnya saham A biasanya aman-aman saja di harga 500 selama
beberapa minggu. Tiba-tiba saham A naik 8% pada hari ini dengan volume yang besar sekali.
126
Hal ini menunjukkan bahwa saham tersebut sudah mulai ada tekanan beli karena juga
Sehingga, hal tersebut menarik bagi trader untuk mulai koleksi sahamnya. Tetapi
keesokan harinya alih-alih sahamnya melanjutkan kenaikan, harga sahamnya justru langsung
Di pasar saham, saya pernah menemukan tipe-tipe saham seperti ini, contohnya adalah
SRIL (setidaknya sampai saat ebook ini ditulis). Perhatikan grafik SRIL dibawah ini.
Dahulu SRIL selalu masuk dalam stock pick saya. Namun seiring berjalannya waktu,
ternyata SRIL sering sekali memberikan sinyal palsu alias suka PHP. Saya sudah pernah 2
kali melakukan cut loss di saham SRIL. Dan sejak itu, saya menyimpulkan bahwa SRIL
menurut pandangan saya kurang cocok dijadikan sebagai wadah trading yang aman.
Salah satunya ketika saya membeli SRIL di harga 288 pada pertengahan tahun 2016.
Karena SRIL breakout maka saya beli, tapi alih-alih naik, sahamnya langsung turun.
Akhirnya saya cut loss di 280. SRIL sempat turun lama ke 228. Bisa Anda bayangkan kalau
saya tidak cut loss sedini mungkin, berapa kerugian yang akan saya derita? Kalau saya keluar
lebih awal, saya bisa memindahkan modal ke saham yang lebih bagus.
Lantas, dari mana anda bisa mengetahui bahwa suatu saham adalah saham-saham yang
127
SRIL tidak bisa ditebak menggunakan analisis teknikal, karena SRIL menurut pandangan
saya lebih dikuasai tangan-tangan bandar. SRIL seringkali bergerak sideways, kalau tidak
sideways pasti turun terus. Dalam satu atau dua hari tertentu (yang tidak bisa anda tebak),
SRIL akan diangkat naik tinggi. Sehingga, SRIL terkesan sudah breakout dari tren
Tapi, ketika tren terlihat breakout, ternyata SRIL tidak bisa melanjutkan kenaikannya
lagi. Inilah yang dikatakan sebagai sinyal palsu (whipsaws). Whipsaws ini tidak hanya tejradi
SRIL mengalami sideways (perhatikan tanda persegi). Setelah SRIL sideways, SRIL
mengalami penguatan signifikan dan breakout diatas 280, sehingga SRIL membentuk long
white marubozu, dan juga diiringi dengan volume sangat tinggi. Menurut analisis teknikal,
pola saham seperti ini seharusnya siap untuk ditarik naik keatas.
Keesokan hari, SRIL ternyata hanya mampu naik harga high 288, dan setelah itu? Seperti
128
Perhatikan lagi grafik SRIL diatas. Pada tanda lingkaran pertama, SRIL mengalami
breakout dari tren bearish-nya,dan diikuti dengan volume besar. Ternyata SRIL tidak mampu
melanjutkan kenaikannya, dan justru harga sahamnya malah turun. Perhatikan juga lingkaran
kedua, dimana SRIL terlihat rebound dari support 220. SRIL terlihat meninggalkan level
support dan bergerak naik diiringi volume besar, akan tetapi apa yang terjadi? SRIL malah
turun lagi.
Pola permainan bandar yang saya amati dari saham SRIL, kira-kira seperti ini
gambarannya (dilihat dari grafik): Pertama-tama, bandar akan menjatuhkan saham SRIL
terlebih dahulu, atau dibuat sideways dalam kurun waktu agak lama, dengan tujuan agar
trader bisa membuat saham ini breakout dari tren sideways untuk menarik perhatian trader
lain.
Ketika akan menggoreng SRIL, bandar memberikan "sinyal" kepada trader-trader ritel
dengan cara menaikkan harga sahamnya sampai breakout, dan naik tinggi. Hal ini bertujuan
memancing trader-trader ritel masuk untuk ikut akumulasi saham SRIL. Ketika harga SRIL
sudah terbang tinggi dan breakout, dan trader-trader sudah pada membeli SRIL di harga atas,
Jadi, yang saya amati selama ini, aksi distribusi yang dilakukan bandar tidak dilakukan
secara besar-besaran, namun dilakukan secara perlahan. Itulah sebabnya kalau Anda lihat
grafik SRIL, grafiknya terlihat oke-oke saja (hanya mungkin yang kurang enak dipandang
mata, trennya saja yang turun terus). Dan berhubung SRIL ini juga masih banyak
Namun, dari pola grafik yang muncul, terlihat bahwa pergerakan SRIL sering sekali
menipu. Kalau anda menemukan saham-saham yang memiliki pola pergerakan yang kurang
lebih sama seperti ini: Ada saham yang satu hari naik kencang diiringi volume besar,
kemudian keesokan harinya langsung turun drastis maka keluarkan saham tersebut
129
dari screening saham anda. Saham-saham tersebut sudah jelas tidak menguntungkan bagi
trader.
Supaya anda lebih paham lagi pola-pola saham yang sering menipu trader, perhatikan
lagi grafik saham ELSA dibawah ini. ELSA termasuk dalam saham lapis dua yang secara
Lihat grafik saham ELSA. Perhatikan pada tanda lingkaran pertama ELSA terlihat
mengalami kenaikan harga saham yang signifikan dan berhasil keluar dari tren sideways.
Selain itu kenaikan ELSA juga didukung dengan kenaikan volume yang semakin besar.
Akan tetapi apa yang terjadi keesokan harinya? Ya, harga saham hanya bertahan naik satu
hari lagi, setelah itu ELSA langsung turun drastis. Biasanya trader yang melihat grafik seperti
ini langsung optimis dan mulai koleksi saham dalam jumlah besar, berharap harga saham
Kemudian perhatikan lagi tanda lingkaran kedua. Setelah mengalami tren turun, ELSA
tiba-tiba mengalami kenaikan harga diiringi dengan volume yang besar. Seharusnya ini
menjadi sinyal bahwa ELSA bisa rebound, karena ELSA naik dengan volume yang tinggi
dan keluar dari tren turun menuju sideways. Namun, keesokan hari harga saham bukannya
Penurunan harga saham ELSA terjadi dalam jangka yang cukup panjang. Hal ini terjadi
beberapa kali. Pada grafik 6 bulanan yang saya analisis, ELSA tampak 4 kali mengalami pola
130
yang serupa. Di mana harga saham awalnya naik dan mulai keluar dari tren turun diiringi
dengan volume besar, namun harga saham keesokan harinya tidak melanjutkan kenaikan, dan
Saham-saham dengan pola grafik seperti ini harus anda keluarkan dari stock pick. Pola
ini memiliki pola yang mirip dengan pola SRIL seperti yang saya jelaskan sebelumnya.
Untuk lebih memantapkan pemahaman analisis anda, saya berikan satu contoh lagi tipe
grafik saham yang harus dihindari dalam pemilihan saham saat anda melakukan screening
Kalau anda melihat grafik GIAA secara lebih jeli, pola pergerakannya mirip dengan
SRIL dan ELSA. Pada tanda lingkaran pertama GIAA keluar dari tren sideways dengan
kenaikan harga signifikan dan volume juga mulai naik signifikan. Tapi bisa anda lihat yang
terjadi keesokan hari. GIAA hanya sempat naik beberapa poin setelah itu GIAA kembali
koreksi tajam (candle merah). Kemudian, GIAA terus saja turun dan membentuk tren
Hal ini tidak hanya terjadi sekali saja. Perhatikan lagi tanda lingkaran kedua. GIAA
mulai naik signifikan dengan volume besar, meninggalkan tren sidewaysnya. Setelah itu,
GIAA bukannya melanjutkan tren naik, namun mengalami penurunan harga saham dan
131
Pola yang sama terus terulang pada saham GIAA hingga beberapa kali. Pada analisis
saham GIAA selama 6 bulan, tampak ada 5 kali GIAA membentuk pola yang sama. Pola
inilah yang sangat berpotensi merugikan trader. Perhatikan dan pelajari lagi pola ini dengan
baik. Coba anda bandingkan dengan pola saham SRIL dan [Link] polanya sangat
mirip?
Sehingga, kalau sewaktu-waktu anda menemukan saham dengan pola seperti ini, maka
anda harus segera mengeluarkan saham tersebut dari daftar stock pick anda. Masalahnya
banyak trader yang sering sekali nyangkut di saham-saham seperti ini. Trader biasanya
beranggapan bahwa harga saham yang sudah breakout dari tren sideways dan didukung
Trader lupa mengamati / cek pergerakan histori grafik beberapa bulan sebelumnya bahwa
saham-saham tersebut ternyata seringkali bergerak tidak sesuai dengan harapan. Sehingga,
Disini terlihat jelas bahwa saham-saham lapis dua ternyata TIDAK MENJAMIN
kalau saham tersebut adalah saham yang bagus untuk ditradingkan. Saham GIAA dan
ELSA adalah saham yang bid-offernya lumayan tebal setiap hari. Selain itu, kedua saham
tersebut juga memiliki kinerja yang tidak [Link] mengapa pergerakan sahamnya malah
PHP terus?Ya itulah market. Kita tidak bisa melawan. Kita hanya bisa menganalisis dan
Kalau anda hanya asal membeli saham lapis dua tanpa menganalisis lebih dalam
pergerakan harganya, maka hal ini bisa menyebabkan anda mengalami kerugian dan
Pola saham yang pergerakannya suka PHP biasanya tren harga sahamnya
cenderung lebih mengarah pada tren turun (downtrend). Sekali lagi saya tekankan, jika
132
pada grafik saham (paling tidak grafik selama 3-6 bulan) anda menemukan pola-pola saham
seperti demikian, maka anda harus segera mengeluarkan dari daftar saham pilihan anda.
7. Hindari saham yang tiba-tiba turun drastis, dan saham tersebut menyebabkan anda
cut loss
Pernahkah anda membeli saham yang pada awalnya grafik saham tersebut baik-baik
saja? Saham tersebut memiliki level support dan resisten yang jelas, dan anda sudah pernah
mencetak profit dari saham tersebut? Tiba-tiba ketika anda membeli saham tersebut,
harganya langsung turun drastis diluar prediksi anda, diluar ekspektasi anda. Sehingga, anda
harus cut loss. Setelah anda cut loss, harga saham masih tetap turun terus sehingga saham
Ingat, bahwa hal seperti ini sudah biasa terjadi ketika anda main saham. Maka dari itu,
anda jangan berharap keuntungan dari saham yang sama. Jika anda menemukan saham
seperti yang saya katakana tadi, maka anda harus segera mengeluarkan saham tersebut dari
daftar stock pick. Pola saham seperti apa yang saya maksud? Langsung saja kita masuk ke
studi kasus.
Katakanlah anda biasanya trading di saham LSIP karena saham LSIP membentuk pola
uptrend dan LSIP memiliki pola support dan resisten yang bisa anda tebak. Perhatikan grafik
LSIP diatas. LSIP beberapa kali memberikan profit bagi anda karena anda selalu berhasil
133
membeli dan menjual LSIP di harga yang lebih tinggi. Anda sering membeli dan bisa
Suatu saat LSIP yang membentuk uptrend, tiba-tiba harga sahamnya perlahan berubah
menjadi downtrend. Anda beranggapan bahwa LSIP harganya sudah murah dan ada potensi
untuk kembali lagi ke 1.600-an. Akhirnya anda memutuskan untuk membeli LSIP lagi.
Anda beranggapan bahwa LSIP secara volume masih likuid dan harganya sudah mulai
diskon. Akhirnya, anda memutuskan untuk membeli LSIP di harga di harga 1.500 (perhatikan
yang saya beri tanda lingkaran, asumsikan itu adalah harga beli anda). Anda berencana
menjual atau take profit LSIP di harga 1.640 (perhatikan yang saya beri tanda persegi).
Nah, setelah anda membeli LSIP di 1.500, alih-alih harganya rebound, harga LSIP malah
tersungkur lagi. LSIP tidak kembali ke 1.640 tetapi harga saham LSIP jatuh menuju 1.400.
Perhatikan lagi tren LSIP diatas yang harga sahamnya terus jatuh.
Dalam hal ini, berarti anda harus ambil posisi cut loss. Atau kalau anda sudah terlambat
cut loss, ya sudah anda hanya bisa berharap LSIP naik lagi kalau ada sentiment positif yang
bisa menggerakkan kembali LSIP secara berangsur-angsur. Tetapi yang lebih penting dari
semua itu, kalau anda melihat tren saham yang sudah tidak sesuai bahkan jauh dari harapan
anda, anda harus keluarkan saham tersebut dari daftar stock pick anda.
134
Jangan terus berharap pada saham yang pola pergerakan harganya sudah berubah dan
tidak lagi menguntungkan bagi [Link] saham tersebut sudah pernah memberikan
Perhatikan grafik JPFA diatas. Katakanlah anda sering trading di saham JPFA karena
anda melihat bahwa JPFA membentuk pola uptrend. Anda juga melihat bahwa JPFA
memiliki titik support dan resisten yang jelas. Anda melihat bahwa JPFA setiap kali harganya
turun, bisa berbalik arah membentuk harga high (tertinggi) yang baru. Sehingga, dengan
trading di saham JPFA, anda bisa mendapat profit dalam jumlah yang fantastis sampai
beberapa kali.
Dalam kasus ini, anda sering membeli dan kemudian menjual JPFA di kisaran 1.850.
Namun, kemudian harga saham JPFA mulai koreksi dan berbalik arah. Untuk lebih jelasnya,
135
Berdasarkan pengamatan grafik sebelumnya, anda menganggap bahwa ketika JPFA
mulai koreksi, JPFA bisa berbalik arah dengan cepat. Akhirnya anda memutuskan membeli
JPFA di harga 1.680 (perhatikan tanda lingkaran). Anda memasang take profit di kisaran
Anda memiliki keyakinan kalau JPFA bisa memantul dari 1.680 menuju target take profit
anda. Akan tetapi, prediksi anda ternyata salah. JPFA bukannya naik, namun malah
Ketika anda melihat ada perubahan tren harga saham seperti yang anda lihat diatas, di
mana tren harga saham yang semula enak untuk anda tradingkan, tiba-tiba saham tersebut
menjadi turun drastis dan otomatis meninggalkan harga lamanya dan membentuk harga
support yang baru, maka saham dengan pola seperti itulah yang harus anda keluarkan dari
stock pick.
Saran saya: Jangan memaksa untuk trading di saham yang trennya sudah turun terus,
meskipun dahulu anda pernah merasakan profit besar pada saham tersebut. Hal ini
dikarenakan tren saham sudah berubah arah, sehingga anda tidak bisa men-tradingkannya
terhadap saham yang sudah memberikan profit. Sehingga, walaupun ada saham yang trader
136
tersebut sudah cut loss sampai beberapa kali, dan pola grafik saham tersebut sudah mulai
jelek (karena downtrend, mulai tidak likuid dan sebagainya), trader masih saja memasukkan
Trader berharap akan terjadi keajaiban dan profit di masa lalu akan terulang pada saham
yang sama. Jika anda punya anggapan tersebut, buanglah cara trading seperti itu! Harga
saham itu sangat volatil dan dinamika pergerakan pasar saham sangat dinamis. Ada kalanya
saham yang dulunya bagus bisa menjadi tidak likuid dan downtrend. Ada kalanya harga
Jadi, kalau anda pernah profit dari saham yang sudah pernah tradingkan, dan tiba-tiba
saham tersebut bergerak juh diluar ekspektasi anda, maka yang harus anda lakukan adalah:
KELUARKAN SAHAM TERSEBUT DARI STOCK PICK, karena itu artinya saham
tersebut sudah mulai akan berbalik pola. Di mana pola yang dulunya bisa memberikan profit
bagi anda, kini saham tersebut sudah tidak bisa memberikan profit seperti dahulu, karena pola
Lalu, apakah saham-saham yang sudah Saham-saham yang sudah berbalik pola bisa
anda tradingkan kembali dengan catatan saham tersebut sudah mulai rebound dari
lesunya tren harga saham. Untuk memudahkannya, perhatikan lagi harga saham JPFA
dibawah ini:
Setelah JPFA berada dalam masa tren turun yang cukup lama, JPFA mulai kembali naik
perlahan tapi pasti. Dalam hal ini, anda bisa mulai akumulasi kembali saham JPFA. Dengan
137
kata lain, jika grafik suatu saham sudah mulai naik, anda bisa kembali memasukkannya
Di pasar saham ada beberapa saham yang geraknya lemooot banget kayak siput. Harga
sahamnya seakan diam di tempat walaupun setiap hari antrian bid-offer saham tersebut masih
tampak meyakinkan dan volume juga masih stabil. Masalahnya saham-saham tersebut justru
sering menipu trader karena harga sahamnya cenderung sudah rendah dan ada beberapa
saham yang memang berasal dari sektor yang bagus, termasuk kinerja perusahaan juga
Seperti apa contoh saham yang pergerakan harga sahamnya lama sekali? Untuk
Saham Waskita Beton Precast (WSBP) kalau anda lihat grafiknya diatas sering sekali
mengalami trendless alias sideways dalam waktu yang lama. Untuk lebih meyakinkannya,
kalau anda menemukan saham-saham seperti ini coba anda amati juga bid-offer saham
tersebut. Saham-saham yang membentuk pola seperti ini, biasanya bid-offernya juga tidak
banyak bergerak.
Tipe saham seperti ini harus anda hindari untuk trading. Dengan kata lain, anda harus
mengeluarkan saham ini dari stock pick. Hal ini jelas karena saham-saham yang tidak
138
bergerak dalam waktu yang cukup lama dan trennya cenderung turun, adalah saham-saham
Catatan: Sampai saat ebook ini ditulis WSBP sudah satu tahun mengalami pergerakan
harga yang sangat lambat dan stagnan. Tetapi, saya tidak bermaksud untuk mengajak anda
menghindari WSBP. Suatu saat mungkin WSBP akan naik lagi sesuai dengan kinerja
fundamentalnya. Di ebook ini, saya hanya memaparkan contoh-contoh grafik saham yang
harus anda hindari untuk trading, supaya anda tidak mudah terjebak memilih stock pick yang
salah.
Perhatikan yang saya beri tanda persegi. Saham Wijaya Karya Beton (WTON) terlihat
sideways panjang dan body candlestick setiap harisangat pendek. Hal ini menunjukkan bahwa
saham tersebut memang memiliki rentang pergerakan harga yang sangat sempit alias hampir
Kalau anda beli saham dengan tipe seperti ini, anda akan dibuat menunggu terlalu lama,
sehingga anda akan kesulitan memperoleh profit. Biasanya saham-saham yang sideways
dalam waktu lama dengan rentang pergerakan harga yang sempit (nyaris tidak bergerak)
adalah saham-saham yang trennya turun. Jadi, saham-saham seperti ini harus anda keluarkan
trader yang membeli saham yang pergerakan harganya lemot sekali. Pada saat harga saham
139
tidak banyak bergerak, trader mulai kebingungan dan bertanya: Pak Heze, apa yang harus
saya lakukan di saham A, karena harganya nggak naik-naik? Kira-kira besok bisa naik
Jujur saja, saya tidak bisa menjawab besok akan sampai ke harga berapa. Jangankan
menebak harga. Grafiknya saja sideways dan tidak ada tanda-tanda rebound atau akumulasi
sama sekali, bagaimana bisa menebak pergerakan harga selanjutnya? Pada saat saya bertanya
kembali: Mengapa membeli saham tersebut? Trader menjawab: ―Karena saham tersebut
punya kinerja fundamental yang bagus”. “Karena saya lihat saham tersebut sudah murah
Alasan ini sangatlah tidak berdasar. Kalau anda seorang trader jangka pendek, anda tidak
perlu terlalu memperhatikan kinerja fundamental perusahaan terlalu dalam. Selain itu,
seorang trader membeli saham bukan hanya berdasarkan pada rendah / diskon atau tingginya
harga saham.
Tidak peduli apakah harga sahamnya punya fundamental bagus, tetapi kalau secara
grafik masih sideways dan tidak menunjukkan sinyal kenaikan harga, maka saham tersebut
bukanlah saham yang bisa memberikan profit bagi trader. Meskipun volume saham tersebut
besar, tetapi lihatlah kenyataannya, bahwa saham-saham tersebut (WSBP dan WTON) justru
Jadi hal utama yang perlu anda perhatikan adalah: BAGAIMANA GRAFIK serta
PERGERAKAN HARGA SAHAMNYA. Dalam contoh saham WSBP dan WTON diatas,
saham WSBP dan WTON adalah saham yang punya fundamental bagus (kalau tidak percaya
cek laporan keuangannya), karena selain WSBP dan WTON sektor BUMN yang juga
ditopang oleh induk usahanya WSKT, tetapi kenapa kok harga sahamnya lama sekali
bergerak?
140
Ya itulah pasar saham. Ini menandakan bahwa anda tidak boleh memilih saham
(screening saham) hanya karena kelihatannya saham tersebut bagus dan banyak
dibicarakan. Saya ulangi lagi: Anda tidak saya sarankan membeli saham hanya karena
saham tersebut menurut anda bagus dan banyak dibicarakan trader. Anda harus memantau
grafik saham tersebut, terutama memantau titik-titik support dan resisten yang bisa dibaca
Satu lagi, saham-saham yang harus anda buang dari screening saham adalah: Saham-
saham yang baru melantai di Bursa. Hal ini dikarenakan saham-saham yang baru melantai di
Bursa (yang baru beberapa hari melantai) masih belum memiliki grafik yang cukup mewakili
agar anda bisa membaca pola pergerakan sahamnya. Biasanya, saham-saham yang baru
melantai di Bursa saham, juga memiliki pergerakan harga yang sangat fluktuatif, sehingga
sangat berisiko bagi anda apabila anda taruhan dengan membeli saham tersebut.
Sekarang, coba anda perhatikan grafik saham MABA dibawah ini. MABA baru saja
MABA terkena auto reject atas dan mengalami kenaikan hingga 25%. Kelihatannya
menggiurkan sekali untuk dimasukkan dalam stock pick. Bayangkan saja, dalam tiga hari
harga saham MABA mampu naik dari 500 hingga ke harga 950.
141
Tapi kalau anda lihat antrian bid-offer saham MABA ini, maka antriannya banyak yang
renggang. Alias, spread bid-offernya sangat renggang. Hal ini menunjukkan bahwa saham
Nah, kalau anda tanya apakah MABA besok akan ke 1.100? Saya tidak bisa memberikan
jawaban, karena polanya saja sulit untuk ditebak. Perhatikan juga bid-offer MABA dibawah
ini:
Pada bid-offer MABA terlihat bahwa harga sahamnya memang sangat tidak likuid.
Demikian juga dengan kebanyakan saham-saham yang baru melantai di Bursa. Walaupun
beberapa diantaranya memiliki bid-offer yang sekilas terlihat bagus dan spread harganya
sempit (sebesar fraksi harga), tetapi adanya fluktuatif harga yang terlalu tinggi pada saham-
saham yang baru melantai, serta pergerakan grafik yang belum bisa mewakili untuk
dianalisis, membuat saham-saham seperti ini berisiko untuk ditradingkan secara rutin.
yang masih sering memiliki keinginan yang besar untuk membeli saham-saham yang baru
melantai di Bursa. Alasannya karena saham-saham yang baru melantai di Bursa biasanya
142
naik kencang dalam waktu cepat. Memang benar demikian, namun jika anda perhatikan
pergerakan saham-saham yang baru melantai di Bursa saham, saham-saham tersebut juga
kenaikan satu hari atau sampai beberapa hari, keesokan hari harganya langsung amblas tanpa
ampun. Bahkan, penurunannya bisa berlanjut sampai berhari-hari. Kalau anda ngotot untuk
membeli sahamnya saat harganya sudah tinggi, bisa anda bayangkan apa yang terjadi pada
portofolio anda.
Seperti yang saya paparkan sebelumnya, saham yang bagus untuk masuk dalam
screening saham adalah saham-saham yang memiliki pergerakan harga likuid dan grafik
saham tersebut mudah ditebak atau dianalisis menggunakan analisis teknikal. Nah, beberapa
dari anda mungkin bertanya-tanya: Saham-saham yang grafiknya seperti apa yang bisa dibaca
menggunakan analisis teknikal? Untuk mudahnya saya berikan banyak contoh saham yang
Catatan: Sebelum saya membahas lebih banyak, perlu anda perhatikan bahwa saya
TIDAK merekomendasikan saham-saham tersebut untuk anda beli. Apa yang saya paparkan
pada contoh grafik tersebut adalah contoh pola grafik yang bisa menjadi patokan anda dalam
melakukan stock pick. Sangat memungkinkan anda bisa menemukan pola-pola serupa pada
saham-saham yang lain. Oke, sekarang perhatikan grafik-grafik saham dibawah ini:
143
a. Contoh Grafik GJTL
Grafik saham GJTL diatas terlihat layak untuk ditradingkan karena bisa anda lihat selain
volume saham tersebut yang stabil, GJTL memiliki titik support dan resisten yang jelas dan
mudah dibaca (perhatikan yang saya beri tanda persegi, adalah titik support dan resisten).
Grafik ASII juga memiliki titik support dan resisten yang jelas. Misalnya jika anda
membeli ASII di harga 8.750, di atas harga beli terdapat titik resisten yang jelas yaitu di
kisaran harga 8.800-9.000. Disitulah anda bisa melakukan target untuk take profit (pethatikan
tand persegi).
Selain itu, harga 8.750 pada grafik tampak sering dilalui, sehingga bisa menjadi titik
support kuat. Artinya, anda bisa bersiap memasang entry buy ketika ASII mulai turun
144
c. Grafik saham JPFA
JPFA juga memiliki titik support dan resisten yang mudah dibaca. JPFA yang mulai
membentuk uptrend setelah berada dalam tren turun. Tipikal kenaikan tren seperti pada
grafik diatas bisa menjadi alternatif trading yang bagus untuk trader. Pada grafik juga terlihat
adanya beberapa level harga saham yang sering tersentuh grafik, antara lain adalah harga
1.500 (perhatikan tanda persegi) yang bisa menjadi target take profit.
Pola grafik diatas mirip seperti pola grafik saham-saham likuid lainnya yang sudah
saya bahas sebelumnya. Pola pergerakan ANTM terlihat cukup bergerak fluktuatif dan
ANTM terlihat membentuk titik suppot dan resisten yang jelas (perhatikan yang saya beri
tanda persegi). Level support-resisten ini bisa menjadi patokan anda dalam menentukan
145
e. Grafik saham BMRI
Tipe grafik saham diatas juga cukup meyakinkan untuk trading karena membentuk pola
uptrend dan di dalam pola uptrend terdapat fluktuatif harga yang meninggalkan level support
dan resisten yang bisa digunakan untuk entry buy dan entry sell. Perhatikan tanda persegi,
Pola grafik seperti EXCL diatas agak mirip dengan BMRI. Pola grafik inilah yang bagus
untuk anda masukkan dalam screening saham. Mengapa demikian? Pola grafik yang enak
untuk ditradingkan adalah pola grafik yang UPTREND dan terdapat tingkat fluktuatif harga.
Pada saham EXCL diatas, adanya tingkat fluktuatif harga membuat saham tersebut memiliki
level support dan resisten yang jelas (perhatikan tanda persegi dan lingkaran).
146
g. Grafik saham BNGA
Saham BNGA juga membentuk pola uptrend yang cukup fluktuatif, sehingga disini kita
bisa melihat titik support dan resistennya dengan jelas. Selain itu, pola grafik tersebut juga
memiliki volume perdagangan (lihat Volume) yang likuid. Hal ini terlihat dari bar volume
BBTN membentuk pola uptrend, di mana saham BBTN juga membentuk titik support
dan resisten yang jelas. Pola grafik saham tersebut juga didukung dengan volume yang stabil
147
Grafik saham diatas memiliki titik support dan resisten yang bisa ditebak. Perhatikan
level support dan resisten MEDC. Volume transaksi MEDC juga stabil dan pergerakan
Sama seperti yang saya jelaskan pada sebagian besar grafik di poin-poin sebelumnya,
grafik UNTR juga membentuk pola uptrend yang disertai dengan beberapa pergerakan
fluktuatif harga, sehingga hal ini membuat grafik saham terlihat membentuk pola-pola
support dan resisten yang jelas yang bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam
trading.
Nah, itulah contoh-contoh grafik yang bisa mulai coba anda masukkan dalam screening
saham. Pada umumnya, pola-pola grafik tersebut yang terbukti bisa memberikan saya profit
yang lebih dibandingkan grafik-grafik yang downtrend tajam atau sideways terus dalam
Contoh grafik-grafik saham yang saya paparkan diatas menunjukkan adanya titik-titik
krusial yang bisa dijadikan Patokan sebagai target take profit, target beli, dan target cut loss
karena pergerakan harga sahamnya bisa ditebak menggunakan titik support-resisten dan
Sekali lagi, saya bukan bermaksud merekomendasikan anda untuk membeli saham-saham
diatas. Namun, di Bursa Efek anda bakalan menemukan grafik-grafik saham seperti itu. Nah,
pola-pola seperti itulah yang bisa anda pertimbangkan untuk anda masukkan dalam daftar
148
screening saham. Kemudian dari saham-saham yang sudah anda screen / watchlist, cobalah
untuk mentradingkannya. Apabila saham-saham tersebut bisa memberikan profit untuk anda,
masukkan saham tersebut dalam daftar stock pick (daftar saham pilihan).
5.4 Panduan Step-by-Step Screening Saham yang Benar, Simple dan Efektif
Dari penjelasan di sub bab sebelumnya, saya yakin anda sudah memahami apa itu
screening saham dan kriteria stock pick yang layak. Paling tidak anda sudah mendapat
gambaran saham-saham yang layak untuk masuk screening saham dan saham-saham yang
Sekarang saatnya anda praktik melakukan screening saham. Dalam melakukan screening
saham, anda harus melakukan PENGAMATAN SAHAM dan PRAKTIK. Dalam melakukan
screening saham untuk mendapatkan stock pick, terdadapat tahapan-tahapan yang harus anda
lakukan.
Tahapan-tahapan ini akan saya rangkum terlebih dahulu sebelum saya menjelaskan step-
by-step untuk setiap poin. Tujuannya, agar sebelum membaca lebih lanjut anda sudah
149
5.4.1 Mengamati saham
Sebelum anda memasukkan daftar saham pilihan, ada baiknya anda mengamati
pergerakan saham-saham di bursa efek, sambil mencoba trading pada beberapa saham yang
anda amati dalam lot yang kecil. Lot yang kecil usahakan maksimal hanya 10% dari total
Tidak peduli apakah anda pemula atau expert, apabila anda sedang mencoba saham baru
untuk dimasukkan ke dalam stock pick, maka anda tidak boleh nekad membeli dalam jumlah
yang besar. Hal ini dikarenakan anda baru saja mencoba hal yang baru yang belum pasti
bagus untuk anda, dan tentunya akan mengundang risiko yang lebih besar apabila anda nekad
150
Coba anda amati pergerakan saham-saham di Bursa Efek. Karena jumlah saham di Bursa
Efek sangat banyak, maka untuk mudahnya anda bisa screen saham berdasarkan: Percentage
change, harga last (terakhir / harga close) atau amati saham-saham yang menurut anda
grafiknya menarik perhatian anda (seperti yang saya paparkan di sub bab 5.3).
a. Percentage change
Artinya anda mengurutkan saham-saham di Bursa Efek berdasarkan harga yang naiknya
paling tinggi sampai harga saham yang turunnya paling dalam, termasuk juga melihat saham-
saham yang harganya tidak berubah. Caranya mudah. Kalau di software saham biasanya anda
tinggal klik menu % Change dan semua harga saham akan urut berdasarkan perubahan
kenaikan dan penurunan persentase harga saham yang paling banyak. Untuk memudahkan,
Di setiap menu software saham, seharusnya tersedia menu-menu yang memudahkan anda
untuk memantau [Link], salah satunya adalah menu untuk mengurutkan harga
saham (dari yang paling tinggi ke yang paling rendah dan sebaliknya).
Untuk kepentingan screening saham, anda bisa melakukan analisis screening dengan
mengurutkan saham berdasarkan pada perubahan kenaikan dan penurunan persentase seperti
pada gambar diatas. Hal ini akan memudahkan anda untuk melihat saham-saham mana saja
151
yang mengalami kenaikan harga tertinggi, kenaikan harga terendah atau bahkan harga saham
yang tidak berubah sama sekali selama jam bursa saham berlangsung. Untuk lebih mudahnya,
152
153
Pada gambar diatas tampak bahwa setelah anda klik menu %change maka akan tampak
jelas saham-saham mana saja yang mengalami kenaikan paling kencang sampai saham-saham
yang naiknya hanya nol sekian persen saja. Anda juga bisa melihat saham-saham mana saja
Termasuk melihat saham-saham yang harganya tidak berubah sama sekali (yang
warnanya abu-abu). Harga saham yang tidak berubah secara persentase biasanya adalah
saham-saham yang tidak likuid dan saham-saham yang jarang ditradingkan di Bursa Saham
Indonesia.
harganya turun paling banyak. Terutama anda bisa segera mengeluarkan saham-saham yang
harganya turun lebih dari 4% dalam satu hari. Hal ini dikarenakan saham-saham yang turun
drastis dalam satu hari biasanya adalah saham-saham yang sudah jelas tidak likuid dan
mudah digoreng.
Kemudian untuk lebih melengkapi analisa anda, saham-saham yang turun sebanyak lebih
dari 4% tadi anda lihat atau cek grafiknya. Apabila memang benar pola grafik saham tersebut
tidak beraturan (seperti yang sudah saya bahas di bab-bab sebelumnya), maka anda harus
segera mengeluarkan saham tersebut dari screening saham. Untuk lebih mudah, perhatikan
154
Setelah di screen berdasarkan harga saham yang turun paling banyak, maka disini saya
coba ambil satu sampel saham saja yang ingin saya buang dari daftar screening. Saya ambil
saham PRDA yang turun 4,34% dalam satu perdagangan. Nah, karena PRDA ingin saya
buang dari daftar screening saham, maka saya coba cek grafiknya. Perhatikan grafik PRDA
dibawah ini
Pada grafik tersebut ternyata memang benar bahwa PRDA merupakan saham yang
sangat tidak likuid (perhatikan candlesticknya yang rata-rata hanya membentuk garis) dan
pola grafiknya tidak [Link] bahwa PRDA selain downtrend, PRDA juga tidak
Saya ambil lagi satu sampel lainnya, yaitu saham VIVA yang turun sebanyak 3,61%
Ternyata memang benar, pola grafik VIVA tidak beraturan dan tampak beberapa kali
digoreng oleh bandar. Dari mana saya tahu kalau pola grafik VIVA tidak beraturan? Grafik
VIVA tampak agak sulit ditebak dengan analisis teknikal. VIVA membentuk tren sideways
tiba-tiba naik. Dan tidak lama kemudian turun secara drastis dalam jangka yang cukup lama.
155
Selain itu, harga saham VIVA tiba-tiba bisa melonjak drastis atau sebaliknya turun
drastis dalam satu hari (perhatikan tanda lingkaran). Sehingga, saham-saham yang turun
banyak dalam satu hari biasanya memang saham-saham tersebut merupakan saham yang
grafiknya tidak beraturan. Dan jika anda tidak terlalu suka dengan spekulasi, ada baiknya
Lalu, bagaimana dengan saham-saham yang turunnya lebih dari 3% dalam satu hari?
Apakah saham-saham itu juga harus dikeluarkan dari daftar screening saham? Bisa ya, bisa
tidak. Untuk saham-saham yang turun lebih dari 2-3% dalam sehari anda harus cek dahulu
grafiknya. Apabila grafiknya memenuhi kriteria saham-saham yang tidak likuid seperti yang
sudah saya jelaskan sebelumnya, saham tersebut harus anda keluarkan dari screening.
Pasalnya, saham-saham yang turun 3-4% dalam sehari belum tentu semuanya adalah
ADALAH SAHAM TIDAK LIKUID. Bisa jadi saham-saham LQ45 turun sampai 4%
dalam sehari karena memang saat itu pasar saham sedang koreksi. Jadi, itulah mengapa anda
perlu cek grafiknya juga sebelum memutuskan untuk membuang saham dari daftar screening.
Kalau memang saham-saham tersebut masih bagus secara grafik, maka anda bisa
memasukkannya dalam daftar screening saham sebelum anda lakukan stock pick.
Selain itu, keluarkan juga saham-saham yang tidak bergerak alias tidak naik dan tidak
turun (lihat lagi gambar diatas). Saham-saham yang tidak naik dan tidak turun biasanya juga
Kalaupun besok tiba-tiba saham tersebut naik kencang, maka saham-saham tersebut
biasanya adalah saham lapis tiga yang tidak likuid, yang sangat mudah digoreng. Jadi
sebelum anda tertipu untuk membeli saham tersebut, singkirkan terlebih dahulu dari daftar
saham yang akan anda screening atau seleksi untuk masuk dalam daftar stock pick (saham
pilihan).
156
b. Harga last (Harga terakhir)
Cara screening berikutnya atau cara lainnya adalah dengan mengurutkan harga saham
berdasarkan harga terakhir. Kalau anda mengurutkan harga last, anda akan menemukan
buanyaaaakk sekali saham-saham yang harga lastnya nol atau Rp50 atau yang
harganya berada di bawah Rp200, bahkan yang harga sahamnya 0 (nol) alias tidak
ditradingkan.
Saham-saham yang harganya dibawah 200 saya sarankan untuk anda keluarkan
dari daftar screening saham. Saham-saham yang harganya terlalu rendah, hampir
Hati-hati kesalahan yang sering dilakukan trader adalah trader seringkali beranggapan
bahwa dengan membeli saham yang ―murah‖, maka bisa dapat profit lebih cepat. Anggapan
tersebut salah besar! Harga saham yang ―murah‖ alias rendah sama sekali tidak menjamin
anda akan profit. Kalau saham-saham tersebut bukan saham yang bagus, anda akan kesulitan
mendapat profit.
Sudah banyak trader yang sering nyangkut di saham-saham yang harganya 150-an dan
sulit menjual lagi karena harga sahamnya turun ke level 70-an. Maka dari itu, saham-saham
yang harganya terlalu rendah dan tidak likuid, harus anda keluarkan dari screening saham.
Kembali lagi, untuk mengurutkan harga last silahkan perhatikan gambar dibawah ini:
157
Untuk screening saham dengan melihat berdasarkan harga terakhir, anda bisa klik Last
kemudian harga akan menyesuaikan urutan dari harga yang paling rendah di Bursa Efek
sampai harga yang paling tinggi seperti yang anda lihat di gambar. Lalu, perhatikan pula
Setelah di-screen berdasarkan harga terakhir, ternyata ada banyak sekali saham-saham
yang harga last-nya 0 (nol). Nah, saham-saham yang harganya nol ini harus segera anda
158
keluarkan semua dari screening saham. Hal ini dikarenakan saham-saham yang harganya nol
sudah dipastikan merupakan saham yang tidak likuid dan jarang ditradingkan.
Logikanya, harga saham yang ramai mana mungkin harganya nol pada hari itu? Di Bursa
Efek, saham-saham yang harganya nol ada ratusan. Memang cukup banyak jumlahnya.
Dengan mengeluarkan saham-saham yang harganya nol, anda sudah mengurangi ratusan
saham yang tidak likuid untuk dimasukkan dalam screening saham. Simpel bukan?
Secara umum, saya lebih suka menggabungkan keduanya. Pertama, ada baiknya anda
menggunakan harga last supaya anda lebih mudah membuang saham-saham yang harganya
Rp0 (nol). Setelah saham-saham yang harganya Rp0 dibuang, gunakan screening
menggunakan harga persentase untuk membuang saham-saham yang turun drastis dalam
sehari (turun 3% keatas, dengan tetap lihat pola grafiknya), dan buang saham-saham yang
naik terlalu tinggi dalam sehari (karena saham-saham tersebut biasanya juga adalah saham-
saham lapis tiga yang sedang digoreng dan pola pergerakannya sulit ditebak menggunakan
analisis teknikal).
Pertanyaan selanjutnya adalah: Kapan waktu terbaik untuk melihat dan menganalisis
harga berdasarkan persentase dan harga last? Masalahnya kalau anda melakukan screen harga
berdasarkan persentase misalnya, maka jika anda melakukan saat awal jam market sedang
berlangsung maka saham-saham tersebut mungkin masih banyak yang belum bergerak,
Jadi, untuk melakuan screening harga berdasarkan persentase (%change) dan harga last,
ada baiknya anda melakukannya saat jam istirahat Bursa saham (jam 12:00 dan jam 11:30
kalau hari Jumat). Atau anda bisa melakukan screening pada saat jam pasar saham sudah
tutup. Hal ini ditujukan supaya analisis anda lebih objektif karena saat-saat tersebut harga
159
saham sedang / sudah tidak bergerak dan saham-saham sudah banyak yang ditradingkan.
Biasanya saham-saham yang tidak bergerak atau yang suka naik dan turun secara drastis,
keesokan harinya pergerakannya kurang lebih akan tetap sama seperti itu.
Setelah anda mengeluarkan saham-saham yang terlalu banyak naik dan terlalu banyak
turun dalam satu hari, termasuk saham-saham yang jarang ditradingkan, kini saham-saham
yang bisa masuk dalam daftar screening saham mungkin hanya sekitar 20% dari total saham
Masa sih cuma 20% dari total saham yang ada di Bursa Efek? Jawabannya: Ya. Perlu
anda ketahui, di Bursa Efek Indonesia memang jumlah saham sangat banyak dan setiap
waktu pasti akan semakin bertambah. Namun yang likuid tidak banyak.
Selain faktor banyaknya emiten yang kinerjanya kurang bagus dan nama besar emiten
yang masih kurang populer bagi masyarakat, jumlah pemain saham di Bursa Efek Indonesia
juga belum terlalu banyak, sehingga banyak saham-saham yang tidak likuid, yang kibatnya
saham-saham tersebut sulit ditebak menggunakan analisis teknikal. Atas dasar inilah anda
harus bisa melakukan screening saham yang layak anda [Link] mentradingkan
Cara lainnya, dalam melakukan screening saham anda bisa juga melihat saham-saham
yang kira-kira menarik perhatian anda, berdasarkan bid-offer pada jam perdagangan tersebut,
dan juga berdasarkan pada grafik sahamnya. Kalau ada saham-saham yang grafiknya menarik
perhatian anda, anda bisa memasukkan ke dalam screening saham. Cara melihat grafik-grafik
saham yang bagus masuk screening, saya jelaskan di sub bab 5.3.
Setelah anda menyingirkan saham-saham yang tidak layak masuk dalam screening
saham, anda perlu membuat daftar saham untuk saham-saham yang masuk dalam screening
160
saham. Cara membuat list daftar saham cukup mudah. Semua software saham pasti
menyediakannya.
Sebagai gambaran menggunakan salah satu software saham Danareksa, saya akan
1. Buka menu Watchlist Create New Watchlist, seperti gambar dibawah ini:
Setelah itu, anda beri nama watchlist saham sesuai yang anda inginkan. Misalnya disini
2. Lalu akan muncul tampilan kosong watchlist seperti gambar dibawah ini.
Untuk memasukkan daftar saham dalam screening, maka anda bisa pilih Add Symbols
Ketikkan kode saham yang ingin anda tambahkan. Misalnya anda ingin melakukan
screening pada saham PTBA, maka ketikkan kode PTBA‘RG. Lalu saham PTBA akan
muncul dalam daftar screening saham / watchlist saham anda. Lalu, tambahkan juga saham
lain sesuai yang ingin anda screening. Perhatikan gambar dibawah ini:
161
Untuk mudah memilih saham yang anda masukkan screening, pilihlah saham-saham
yang menurut anda secara grafik memang layak masuk dalam screening saham. Untuk lebih
jelasnya, silahkan and abaca lagi sub bab 5.3 tentang: Contoh Grafik Saham yang Bagus
Saham-saham lapis satu dan lapis dua memang jumlahnya cukup banyak, sehingga anda
tidak perlu memasukkan semuanya dalam watchlist. Cukup lihat grafik saham-saham
tersebut. Apabila saham-saham tersebut memiliki grafik yang bagus, likuid, menarik
perhatian anda, anda bisa membaca support dan resistennya dengan jelas, masukkan dalam
daftar screening.
Pada langkah-langkah sub bab 5.4.1, juga sudah saya paparkan strategi membuang
saham-saham yang tidak likuid yang jumlahnya bisa mencapai sekitar 50% lebih dari total
saham yang ada di Bursa Efek. Jadi, memilih saham untuk screening akan lebih mudah
dilakukan. Anda tinggal memilih saham yang secara grafik bagus untuk masuk screening.
[Link] Buat List Spesifik yang Mengacu pada Daftar Saham-saham LQ45
Untuk lebih spesifik, buat dua list. List satu lagi berisi KHUSUS saham-saham LQ45.
Selama ini, saya sendiri banyak main saham-saham LQ45 dan memang lebih aman
membeli saham LQ45 daripada membeli saham non LQ45. Hal inilah yang menjadi alasan
mengapa anda perlu membuat screening saham sendiri khusus untuk saham LQ45.
162
Dari 45 saham tersebut, nantinya saham-saham tersebut anda uji. Jika anda mampu
mencetak profit dari saham tersebut, anda bisa memasukkannya dalam stock pick dan bisa
mulai anda pantau terus dan anda tradingkan secara rutin. Mengenai menyeleksi saham-
saham yang lolos uji screening, silahkan baca Sub Bab 5.4.4
Berikut contoh watchlist / screening saham-saham LQ45 yang saya buat di software
saham Danareksa.
163
Catatan: Contoh screening / watchlist saham-saham LQ45 yang ada diatas bukan daftar
anggota saham LQ45 yang baku. Daftar anggota saham LQ45 diperbaharui setiap 6 (enam)
bulan sekali, yaitu setiap Februari-Juli dan Juli-Februari. Maka dari itu, ada kemungkinan
saham-saham baru yang masuk LQ45 atau yang dikeluarkan dari daftar LQ45 apabila tidak
memenuhi syarat. Untuk screening saham, apabila ada anggota yang dikeluarkan dari LQ45,
Ketika anda sedang melakukan screening saham, saya selalu menyarankan pada anda
agar memprioritaskan saham-saham LQ45 untuk anda watchlist dan uji analisis teknikalnya.
Itulah mengapa di sub bab [Link] saya menuliskan yang intinya adalah anda harus membuat
Hal ini dikarenakan grafik saham LQ45 lebih mencerminkan pergerakan harga pasar
saham. Terutama jika IHSG sedang turun banyak, sudah pasti 100% banyak saham-saham
LQ45 yang diskon besar. Disini anda bisa memanfaatkan momentum untuk trading pada
saham-saham LQ45.
164
Sebaliknya, ketika IHSG sudah naik terlalu tinggi, maka ada banyak saham LQ45 yang
sudah menunjukkan tanda-tanda koreksi, sehingga itulah saatnya anda mulai profit taking.
Artinya saham LQ45 lebih bisa memberikan rasa nyaman dan aman bagi trader. Terutama
untuk anda yang tidak terlalu suka dengan risiko tinggi, jika anda bertanya: Saham apa yang
sebaiknya bagus untuk masuk dalam stock pick? Maka saham-saham LQ45 inilah yang harus
Jadi, saya menyarankan pada anda agar paling tidak di dalam stock pick anda memiliki
saham-saham LQ45 untuk anda tradingkan secara rutin. Pola grafik pada saham-saham LQ45
lebih mudah dan enak diprediksi daripada saham-saham diuar LQ45, apalagi saham-saham
Mulai dari Sub Bab 5.4.1 saya sudah menerangkan cara mengeluarkan saham-saham
yang tidak layak untuk masuk dalam daftar screening saham. Untuk lebih mempertegas lagi
sekaligus menyeleksi saham-saham screening supaya bisa lebih spesifik lagi, maka langkah
selanjutnya adalah anda menyeleksi semu saham yang tidak cocok untuk masuk dalam
kriteria screening saham. Berikut adalah cara menyeleksi kriteria saham setelah anda
a. Buang saham-saham yang dikategorikan dalam saham-saham lapis tiga (Baca lagi bab 1.6
d. Setelah itu, buang saham-saham yang pergerakan harganya sering menipu trader.
165
5.4.4 Menentukan Saham-saham yang Lolos Uji Screening untuk Stock Pick
Jika anda sudah menentukan saham mana saja yang akan anda screening, sekarang
saham-saham tersebut mampu memberikan profit bagi anda, maka saham tersebut cocok
untuk anda masukkan dalam stock pick atau nama lainnya adalah daftar saham pilihan.
Jika saham sudah masuk dalam stock pick berarti saham itulah yang harus anda pantau
terus dan anda tradingkan secara rutin. Menentukan saham yang cocok untuk masuk dalam
stock pick dilakukan dengan cara terus mengamati pergerakan saham tersebut selama jam
pasar saham buka. Amati support dan resisten yang terbentuk dan/ atau yang paling sering
tersentuh. Hal-hal penting yang harus anda lakukan dalam memilih stock pick:
a. Amati titik support dan resisten terdekat dan/atau titik support dan resisten kuat
Apabila anda bisa menebak titik support dan resisten saham tersebut dengan baik, maka
saham tersebut layak anda masukkan dalam daftar stock pick. Apabila prediksi anda terhadap
saham tersebut sering salah, maka saham tersebut memang bukanlah saham yang cocok
untuk anda.
Jika anda sudah mengalami rugi di saham tersebut sampai lebih dari satu kali, maka itu
bisa jadi mengindikasikan: Saham tersebut adalah saham yang pergerakannya sering menipu
Dalam menganalisis saham untuk stock pick, jangan melupakan pentingnya analisa bid
offer. Mengapa? Karena dengan anda memantau terus bid-offer anda bisa tahu
kecenderungan pergerakan harga yang sering tersentuh di harga best bid dan best offernya.
Sehingga, harga yang sering tersentuh inilah yang bisa anda gunakan sebagai dasar untuk
166
Kalau bid-offer saham tersebut selalu diam di tempat, dan saham tersebut tidak fluktuatif
anda harus langsung tinggal saham tersebut. Itu artinya saham tersebut memang tidak cukup
bagus untuk memberikan keuntungan bagi [Link] adalah contoh bid-offer saham.
Ini adalah contoh bid-offer saham PWON yang saya screen shoot. Bid offer ini selama
jam pasar saham berlangsung akan terus bergerak karena saham-saham tersebut selalu
ditradingkan pelaku pasar. Disinilah anda bisa melihat pergerakan fluktuatif harganya. Harga
saham yang cenderung bergerak adalah saham yang bagus untuk ditradingkan.
Misalnya, harga saham PWON sekarang ada di best bid price 615 dan best offer price
620, maka anda bisa melihat seberapa fluktuatif saham tersebut bergerak. Jika PWON
beberapa hari kemudian bisa naik ke kisaran 650, kemudian PWON beberapa saat lagi
koreksi ke 620-an, maka PWON dapat dikatakan sebagai saham yang bagus untuk
ditradingkan.
Mengapa begitu? Ya karena jika saham tersebut bergerak ke rentang harga tertentu dalam
waktu beberapa hari, itu artinya saham tersebut memang memiliki titik support dan resisten
yang jelas. Justru sebaliknya, jika antrian PWON terus saja berda di harga best bid price 615
dan best offer price 620, tidak naik dan tidak turun walaupun bid dan offer lots yang
167
ditawarkan sampai puluhan ribu, maka saham tersebut dapat dikatakan sebagai saham yang
―tidak bergerak‖.
Jadi, jika anda menemukan saham-saham yang bid-offernya fluktuatif (tetapi tidak terlalu
volatile), saham tersebut bisa anda masukkan dalam daftar screening saham. Sebaliknya, jika
saham tersebut menunjukkan harga bid-offer yang stagnan dan tidak bergerak atau kenaikan
dan penurunan harga terlalu tinggi, maka keluarkan dari screening saham.
Pola bid offer saham yang bagus adalah bid-offer yang memiliki spread yang sempit.
Yang saya maksud dengan spread yang sempit adalah spread yang sebesar fraksi harganya.
Hal ini dikarenakan spread bid-offer yang sebesar fraksi harga menunjukkan bahwa saham
tersebut memiliki banyak peminat. Mengenai spread bid-offer, bisa anda baca lagi di bab I
Tapi ingat, bukan berarti bid-offer yang spreadnya adalah sebesar fraksi harga
merupakan saham yang pasti bagus / layak untuk masuk dalam screening saham. Ada banyak
faktor lainnya seperti analisis grafik saham. Hal ini juga sudah banyak sekali saya bahas di
bab-bab sebelumnya. Analis bid-offer ini ―hanya‖ salah satunya saja yang harus anda
perhatikan.
Dalam melakukan screening untuk stock pick, maka anda harus menggunakan grafik
untuk melihat kcenderungan harga saham. Maka dari itu, anda harus menggunakan time
frame grafik yang agak panjang. Seberapa panjang? Minimal lakukan uji grafik untuk 3
bulan. Akan lebih baik jika anda menganalisis grafik minimal selama 6 bulan.
Hal ini dikarenakan grafik yang jangka waktunya agak panjang akan jauh memudahkan
anda untuk melihat lebih jelas titik support dan resisten yang terbentuk, sehingga anda bisa
mengambil keputusan trading yang lebih luas dan menghindari sinyal palsu harga saham. Jika
168
grafik selama 6 bulan anda rasa masih belum cukup mewakili, maka anda bisa melihat harga
d. Tentukan target take profit yang realistis agar anda bisa memasukkan lebih banyak
stock pick
Jika anda membeli saham untuk mengetahui apakah saham-saham tersebut cocok untuk
anda tradingkan, ada baiknya saya sarankan anda menentukan target take profit yang lebih
realistis. Seperti apa target yang realistis itu? Menetapkan target take profit yang
realistis,artinya anda jangan mematok target take profit yang terlalu tinggi.
Misalnya anda membeli saham BBCA di harga 13.000. Kemudian anda menetapkan take
profit di harga 18.000. Masalahnya ada kemungkinan harga saham BBCA belum sempat
menyentuh 18.000 sesuai target anda, BBCA sudah turun lebih dahulu. Sehingga, anda yang
awalnya sudah bisa mendapatkan profit, harga saham malah jadi turun lagi. Hal ini seringkali
Kecuali jika anda adalah seorang swing trader, anda bisa menetapkan target take profit
yang lebih tinggi, karena swing trader trading dengan melihat jangka waktu yang lebih
panjang daripada trader jangka pendek atau intraday trading. Mengenai strategi trading dan
screening saham untuk swing trading, anda bisa membaca analisis-analisis tradingnya di Bab
3.
Kembali lagi pada menentukan target take profit yang realistis. Jika anda membeli
saham, ada baiknya anda menentukan target take profit yang lebih realisitis. Bagaimana
caranya? Caranya yaitu menentukan lebih dari satu target take profit. Saya beri contoh:
saham BBCA. Misalnya anda membeli saham BBCA di harga 13.000. Ada baiknya anda
menentukan target take profit berdasarkan resisten terdekat lebih dahulu. Misalnya: Target
take profit 1: 14.500. Target take profit 2: 16.500. Target take profit 3: 18.000.
169
Artinya, jika harga saham BBCA naik ke harga 14.500 dan anda melihat BBCA sulait
naik dari 14.500, maka anda bisa take profit lebih dahulu. Toh, anda sudah profit lumayan
jika membeli di harga 13.000 dan profit di 14.500, daripada harga saham turun lagi dan profit
Tetapi jika ternyata tekanan beli di harga 14.500 masih tinggi, anda bisa menunggu
BBCA mencapai target take profit 2, yaitu di harga 16.500. Apabila anda melihat BBCA naik
ke 15.000 dan belum mencapai 16.500, BBCA sudah mulai berat naik, lebih baik anda take
profit di 14.900-15.000.
Tetapi apabila BBCA bisa naik ke 16.500 dan BBCA masih ada tekanan beli yang besar
untuk naik, anda bisa mematok target jual di harga 18.000. Jika harga mencapai 18.000, anda
harus langsung jual dan tidak boleh berharap naik lagi, karena 18.000 adalah area target take
Intinya, anda harus fleksibel. Jangan terlalu kaku dalam menetapkan target dan jangan
terlalu serakah (greed) ingin menjual di harga terlalu tinggi, padahal harga saham sudah ada
Memiliki lebih dari 1 (satu) target take profit bertujuan agar anda tidak salah
memasukkan saham ke dalam stock pick, lebih tepatnya tidak membuang terlalu banyak
saham untuk masuk dalam stock pick. Sayang sekali jika ada saham yang sebenarnya bagus
untuk anda tradingkan, tetapi anda tidak memasukkannya ke dalam stock pick hanya karena
target take profit anda meleset, karena anda menetapkan take profit yang terlalu tinggi.
Padahal saham tersebut sebenarnya sudah sering naik dan anda bisa profit dari saham
tersebut. Tetapi karena take profit yang anda tetapkan terlalu tinggi, saham tersebut naik dan
belum mencapai target take profit, kemudian saham langsung turun lagi. Akhirnya anda
170
Dengan menetapkan target take profit yang tidak terlalu tinggi, anda bisa lebih
mengetahui pola kenaikan saham tersebut, bisa mengetahui lebih banyak titik support dan
resisten yang terbentuk, serta bisa memanfaatkan momentum lebih pendek untuk
mendapatkan profit. Sudah paham sampai disini? Sekarang kita akan masuk studi kasus
Misalnya anda memutuskan untuk membeli saham AISA di harga 2.100 karena anda
melihat AISA sudah koreksi kembali ke support kuat, sehingga ada potrensi rebound
(perhatikan yang saya beri tanda panah. Asumsikan itu adalah harga beli anda). Jika anda
membeli AISA di harga 2.100, lalu anda melihat grafik AISA, maka berapa target take
AISA sebenarnya ada resisten yang terlihat jelas di harga 2.470 (perhatikan tanda
persegi). Namun, alangkah baiknya apabila anda tidak menetapkan target terlalu tinggi,
karena setelah harga 2.100 ada resisten-resisten lainnya yang terbentuk. I mean, kalau
anda menetapkan target take profit AISA langsung di harga 2.470, bisa jadi AISA naik
2.200 lalu malah koreksi lagi. Artinya, target anda masih belum kesampaian.
171
Nah, jangan sampai anda langsung mengeluarkan saham dari stock pick hanya karena
target take profit anda tidak sampai, padahal saham yang anda beli sebenarnya sudah
Maka dari itu, alangkah lebih baik jika anda menetapkan target take profit AISA di
harga yang lebih rendah terlebih dahulu. Diatas harga 2.100 ada harga resisten yang
sering sekali dilalui, yaitu harga 2.200 (perhatikan yang saya beri lingkaran panjang, itu
adalah harga resisten AISA yang sering dilalui). Anda bisa menetapkan terlebih dahulu
target take profit 1 di harga: 2.200. Lalu, jika anda menyiapkan target take profit 2, maka
anda bisa menetapkan resisten terdekat lainnya, yaitu resisten yang cukup terlihat /
Pada grafik ada harga 2.300 (perhatikan tanda lingkaran). Anda bisa menetapkan
target take profit 2 di harga 2.300. Nah, kemudian anda bisa menetapkan target take profit
3 di harga 2.470. Pada grafik tersebut tampak bahwa AISA berhasil menembus target take
profit 1 di 2.200. AISA juga berhasil menembus target take profit di harga 2.300.
Tetapi, apa yang terjadi selanjutnya? Ketika AISA mencoba menguji resisten 2.470,
ternyata AISA langsung koreksi saat harganya menyentuh 2.350. Setelah itu, bisa anda
lihat sendiri grafiknya, harga saham AISA turun tajam, bahkan berada di bawah harga
beli 2.100.
Nah, coba bayangkan jika anda memaksa take profit AISA di harga 2.400. Anda tidak
bisa menjualnya dan harga saham akan turun lagi. Tetapi, jika anda menetapkan target
take profit beberapa kali, anda punya peluang untuk mencetak profit dari saham-saham
172
2. Studi kasus saham AKRA
Seumpama anda membeli saham AKRA di harga 6.100 (perhatikan tanda persegi) karena
anda melihat AKRA sudah ada potensi rebound. Target take profit sebaiknya ditetapkan tidak
terlalu tinggi dari harga beli anda. Anda bisa menetapkan target take profit AKRA pertama di
Lalu, anda bisa menetapkan target take profit 2 di kisaran harga 6.650. Jika harga-harga
tersebut mampu ditembus, anda bisa menetapkan take profit di harga yang lebih tinggi, yaitu
di titik resisten paling tinggi selama 6 bulan, yaitu harga 7.100. Tetapi, sebelum itu seperti
yang sudah saya jelaskan, akan sangat baik apabila anda menetapkan target profit lebih dari
satu kali.
Hal ini dikarenakan untuk mengantisipasi harga saham koreksi terlebih dahulu sebelum
mencapai batas target take profit anda. Perhatikan bahwa setelah AKRA rebound dari 6.050,
AKRA memang naik cukup kencang tetapi belum sempat menyentuh harga 7.100 AKRA
Nah, kalau anda trading dengan membeli di harga 6.050 dan langsung menetapkan take
profit di harga terlalu tinggi, anda mungkin tidak sempat menjual saham anda, dan harga
173
Catatan: Cara menentukan titik support-resisten setiap orang bisa berbeda. Di poin ini
saya hanya memaparkan contoh kasus sebagai dasar untuk analisa anda dalam memilih stock
Inti yang ingin saya sampaikan di poin ini adalah: Tetapkanlah target take profit pada
harga-harga resisten yang terdekat lebih dahulu, supaya anda punya kesempatan menjual
saham sebelum akhirnya koreksi lagi. Saham-saham yang bisa memberikan anda keuntungan
ini berarti saham tersebut cocok untuk anda, sehingga bisa anda masukkan ke dalam stock
pick.
Setelah saya memberikan panduan step-by-step pada anda Untuk memudahkannya, mari
kita langsung melakukan studi kasus praktik melakukan screening saham untuk stock pick.
Untuk sub bab ini, saya akan memberikan cara melakukan screening saham pada saham-
saham LQ45. Mengapa saham LQ45? Karena saham LQ45 adalah saham-saham yang
memiliki pergerakan harga likuid, serta memiliki grafik yang lebih mudah ditebak arahnya.
Akan tetapi, tidak semua saham-saham yang masuk dalam LQ45 adalah saham yang
bagus dan layak ditradingkan. Maka dari itu, dalam melakukan screening saham, anda harus
Dalam menyeleksi saham, anda tentu harus melihat grafiknya. Maka, pada screening
saham ini, saya gunakan grafik saham SELAMA MINIMAL 6 BULAN. Mengapa 6 bulan?
Karena grafik saham 6 bulan sudah dapat digunakan untuk melihat titik-titik support, resisten
dan tren arah harga saham tersebut. Jika anda ingin menlakukan screening saham, saya
menggunakan grafik saham hanya 1 bulan. Berikut adalah tabel saham LQ45.
174
No. List Saham LQ45 Downtrend Tajam Sideways (Rentang harga sempit)
1 AALI V V
2 ADHI V X
3 ADRO X X
4 AKRA X X
5 ANTM V X
6 ASII X X
7 ASRI V V
8 BBCA X X
9 BBNI X X
10 BBRI X X
11 BBTN X X
12 BMRI X X
13 BSDE X V
14 BUMI X X
15 CPIN X X
16 ELSA V V
17 EXCL X X
18 GGRM X X
19 HMSP V V
20 ICBP X X
21 INCO V X
22 INDF X X
23 INTP X X
24 JSMR X X
25 KLBF X X
26 LPKR V V
27 LPPF X X
28 LSIP V V
29 MNCN X X
30 MYRX X V
31 PGAS V X
32 PPRO V V
33 PTBA X X
34 PTPP V V
35 PWON X X
36 SCMA X X
37 SMGR X X
38 SMRA V X
39 SRIL X V
40 SSMS X X
41 TLKM X X
42 UNTR X X
43 UNVR X X
175
No. List Saham LQ45 Downtrend Tajam Sideways (Rentang harga sempit)
44 WIKA V V
45 WSKT V V
Keterangan: List saham LQ45 yang ada di tabel bukanlah list yang tetap. List yang saya
gunakan adalah list saham LQ45 terakhir saat saya menulis ebook ini. Jadi, saham-saham
Daftar saham LQ45 sangat memungkinkan adanya anggota baru saham yang masuk
dalam daftar dan sebaliknya sangat memungkinkan ada daftar yang dikeluarkan dari saham
LQ45 apabila Bursa Efek menganggap sahamnya sudah tidak likuid lagi. Memang sebagian
saham LQ45 selalu tetap masuk menjadi langganan anggota LQ45 sejak dahulu, tetapi tidak
semua.
Oke, kembali lagi pada screening diatas. Kita sudah mendapatkan saham-saham LQ45.
Maka dari itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah: MEMBUANG SAHAM-
SAHAM LQ45 YANG TIDAK LAYAK TRADING: Mengalami downtrend tajam serta
saham yang sideways terus dalam jangka waktu yang panjang dengan rentang harga sempit
Saham yang trennya turun tajam belum tentu kita buang dri daftar screening. Akan tetapi
jika saham tersebut trennya turun tajam disertai harga yagng kemudian sideways dibawah dan
tidak bergerak, maka saham tersebut harus segera anda buang dari stock pick.
Saham yang dowtrend tajam selama paling tidak 3-6 bulan harus kita seleksi lagi karena
saham yang downtrend tajam tetapi kemudin sahamnya sudah menujukkan sinyal rebound
(pembalikan arah), maka saham tersebut bisa jadi sudah layak ditradingkan. Mengenai seleksi
Namun kalau harga saham sudah sideways, hal ini tentu akan menyulitkan anda kalau
anda membeli sahamnya di harga 1.005, maka anda tidak bisa menjual saham tersebut di
176
harga yang lebih tinggi. Kalau anda menjual di 1.010, maka anda masih rugi terkena fee
broker).
Saham yang downtrend tajam disertai sideways dengan harga yang sangat sempit ini bisa
anda lihat pada grafik sahamnya dan pada saat anda mengamati sistem antrian bid-offer
saham tersebut setiap jam market. Biasanya, jika bid-offer saham cenderung ada di harga itu-
itu saja dan hampir tidak bergerak, maka saham tersebut harus anda keluarkan dahulu dari
screening.
Dari 45 saham LQ45 tersebut, tercatat ada 13 (tiga belas) daftar saham yang dibuang dari
screening saham karena harga saham sideways terus dan mengalami tren turun yang sama
sekali tidak ada sinyal naik. Jadi, saham yang trennya turun tajam dan/atau saham yang
trennya sideways dengan rentang harga sempit harus langsung dibuang dari daftar stock pick.
Yang saya beri stabilo merah, itulah ketiga belas saham yang dibuang dari daftar stock pick.
Kenapa harus 13 saham tersebut yang dibuang? Oke saya akan memberikan
gambarannya. Contohnya anda bisa perhatikan grafik saham ASRI selama 1 (satu) tahun Juli
Grafik saham ASRI disini tampak terlihat jelas mengalami downtrend yang sangat
panjang. Mulai dari harga 550, harganya turun terus kebawah 350. Setelah itu ASRI tidak
pernah bergerak naik dari harga 330. Harga sahamnya sideways terus di harga itu-itu saja.
Saham yang grafiknya seperti ini tentu harus dikeluarkan dari daftar saham LQ45, karena
harga sahamnya sama sekali belum menunjukkan kenaikan. Masalahnya, kalau anda
177
memaksa beli ASRI ketika harganya, katakanlah masih di 400 karena menganggap ASRI
sudah murah, maka anda akan tertipu karena ASRI masih turun lagi sampai 340.
Atas dasar inilah saya membuang saham ASRI, karena ASRI tampak downtrend tajam
nggak tanggung-tanggung dan sama sekali tidak tampak naik atau rebound. Sehingga, saham
seperti ini biasanya berpotensi menjebak trader. Kemudian saya juga membuang saham
MYRX pada grafik tampak hanya bergerak di rentang harga 132-135 (perhatikan tanda
persegi). MYRX tidak bergerak kemana-mana selain trading pada rentang harga tersebut.
Inilah yang membuat saya mengeluarkan MYRX dari daftar stock pick. Selain itu, saya juga
membuang saham-saham seperti HMSP karena bid-offernya setiap hari terus saja bergerak di
Catatan: Saham-saham yang ―saya buang‖ pada contoh screening diatas juga bukan
berarti anda harus membuang dan tidak mentradingkan saham tersebut. Mungkin suatu saat
Dari 45 saham yang sudah diseleksi, didapatkanlah 32 saham, sementara 13 saham yang
tidak memenuhi kriteria telah dibuang dari daftar stock pick. Kemudian, dari 32 saham
tersebut, kita akan menyeleksi lagi saham-saham yang harus dieliminasi berdasarkan pada:
178
List Saham Pergerakan Harga Sering Belum
No. LQ45 Mengecoh Rebound
1 ADHI V V
2 ADRO X X
3 AKRA V X
4 ANTM X X
5 ASII X X
6 BBCA X X
7 BBNI X X
8 BBRI X X
9 BBTN X X
10 BMRI X X
11 BUMI v x
12 CPIN X X
13 EXCL X X
14 GGRM X X
15 ICBP V X
16 INCO V X
17 INDF V X
18 INTP V X
19 JSMR X X
20 KLBF X X
21 LPPF X X
22 MNCN X X
23 PGAS V V
24 PTBA X X
25 PWON X X
26 SCMA V V
27 SMGR X X
28 SMRA V X
29 SSMS V X
30 TLKM X X
31 UNTR V X
32 UNVR X X
Dari 32 saham diatas, ada 12 saham yang dibuang dari screening saham berdasarkan
kedua kriteria tersebut (perhatikan yang saya beri stabilo merah adalah daftar saham yang
dibuang dari stock pick). Jika ada salah satu saja kriteria saham yang masuk dalam kedua
kriteria tersebut, maka saham harus sudah segera dibuang dari stock pick.
179
Anda mungkin bertanya-tanya: Dari mana bisa tahu kalau saham-saham tersebut
pergerakan harga saham tersebut sering menipu trader dan bagaimana juga saya bisa
Tentu saja yang pertama dilihat dari grafik saham. Kedua, dilihat juga dari pengamatan
trading sehari-hari. Dalam hal ini, anda membutuhkan jam terbang trading juga untuk bisa
melakukan screening saham dengan melihat saham-saham LQ45 yang pergerakan harganya
Sekarang saya berikan satu contoh mengapa saya mengeluarkan saham ADHI.
Pergerakan saham ADHI selama 3 bulan terakhir tampak sangat meragukan. ADHI
berada dalam tren turun yang cukup tajam dan bisa anda lihat pada grafiknya bahwa ADHI
Atas dasar inilah ADHI harus dibuang dari screening saham karena jika anda membeli
saham yang trennya masih turun, sangat memungkinkan harga saham tersebut masih akan
melanjutkan tren turunnya. Kemudian saya juga mengeluarkan BUMI dan SRIL. Mengapa
saya mengeluarkan saham tersebut dari screening? Karena saham tersebut sering mengecoh
trader. Hal ini dapat diamati selama jam pasar saham berlangsung. Saham seperti SRIL
180
biasanya sering diam di tempat. Mengenai pergerakan saham SRIL dan pola saham yang
sering mengecoh trader, juga sudah saya bahas secara detail di bab ini.
Hal ini sebenarnya juga terjadi sama seperti saham ADHI. Saham ADHI seringkali tidak
bergerak, kemudian pada hari tertentu harga saham naik sampai 5% dengan volume besar,
namun keesokan harinya harga saham langsung koreksi. Pergerakan harga seperti inilah yang
Seperti yang saya paparkan sebelumnya, saham yang downtrend panjang pun belum
tentu harus dibuang dari stock pick, karena ada saham yang downtrend panjang selama tren
saham 6 bulan, kemudian dalam beberapa minggu terakhir, saham tersebut sudah
menunjukkan rebound, sehingga saham tersebut bisa mulai coba anda tradingkan. Saya beri
Saham LPPF tampak mengalami tren turun yang panjang pada grafik 6 bulan. Akan
tetapi LPPF pada7 hari terakhir tampak mulai rebound terus (perhatikan yang saya beri tanda
persegi). Untuk memperjelas, saya jadikan grafik 3 bulanan. Perhatikan LPPF dibawah ini.
181
Saham LPPF tampak mulai ada tanda-tanda kenaikan setelah berada dalam tren turun.
Saham dengan pola grafik seperti ini, setidaknya masih layak anda tradingkan, dan anda
Setelah melalui proses screening saham tersebut, dari 45 saham LQ45, didapatkanlah 20
saham yang lolos dalam uji screening. Berikut adalah daftar sahamnya.
Saham-saham yang lolos uji screening ini artinya sudah bisa anda coba tradingkan.
Apabila anda bisa bisa menebak titik-titik support dan resisten pada saham-saham tersebut,
prediksi anda pada saham tersebut benar, maka saham tersebut bisa masuk stock pick dan
anda tradingkan secara rutin. Apabila pada saham tersebut anda sering salah dan cut loss,
Mengenai cara memprediksi harga saham menggunakan titik support dan resisten, bisa
coba anda baca-baca lagi pembahasannya di sub bab 2.1.1 tentang support dan resisten.
182
Begitulah caranya melakukan screening saham. Intinya, dalam melakukan screening
saham, hal pertama yang harus anda lakukan adalah membuang saham-saham yang tidak
layak masuk screening berdasarkan pada kriteria yang sudah saya sebutkan sebelumnya.
Setelah itu, barulah anda mentradingkan saham-saham yang sudah anda seleksi sebelumnya.
[Link] Studi Kasus Screening Saham Selain LQ45 untuk Stock Pick
Dikarenakan jumlah saham di Bursa Efek sangatlah banyak, maka tentu saja anda tidak
harus mentradingkan saham LQ45. Anda sangat boleh dan justru saya sarankan untuk
Bagaimana, jika anda ingin trading di luar saham-saham LQ45? Bagaimana cara
melakukan screening sahamnya? Cara melakukan screening tentu saja sama dengan langkah-
langkah yang sudah saya jelaskan di bab ini. Intinya, anda harus membuang terlebih dahulu
anda menemukan daftar saham-saham di luar LQ45 yang ingin anda tradingkan. Berikut
tabelnya.
183
Dari keempat belas saham yang ada di screening saham, anda sudah bisa mulai
mentradingkan saham-saham tersebut. Namun karena sifatnya masih screening saham dan
belum menjadi stock pick, saya menyarankan agar trading dengan jumlah lot yang agak
kecil. Apabila ternyata saham tersebut bisa memberikan anda profit, maka saham tersebut
bisa anda masukkan dalam daftar stock pick anda. Saya berikan sedikit studi kasus terkait
screening.
Seumpama anda ingin membeli saham BMTR dari saham yang sudah anda screening.
Anda melihat adanya titik support dan resisten saham BMTR yang ingin anda jadikan target
Seumpama anda ingin membeli saham BMTR diharga 600 (perhatikan tanda persegi)
dan anda melihat pada pergerakan harga sebelumnya ada resisten di harga 675. Kemudian
anda memutuskan untuk menjual BMTR di harga 675. Ternyata prediksi anda meleset.
BMTR justru mengalami penurunan dan pada grafik dapat dilihat BMTR turun sampai 550.
Maka dari itu, anda harus mempertimbangkan kembali apakah anda ingin tetap
memasukkan saham BMTR ke dalam daftar screening saham anda atau tidak. Anda tetap bisa
ternyata prediksi anda meleset lagi, saya sarankan BMTR dikeluarkan dari screening saham
anda. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan saat prediksi anda sudah meleset beberapa kali
184
dari satu saham, bisa jadi saham tersebut kurang cocok untuk anda atau pola grafiknya sudah
berubah.
Katakanlah dari screening saham anda ingin mentradingkan saham BNGA karena anda
melihat BNGA berada dalam posisi uptrend dan kemudian BNGA juga membentuk titik-titik
support dan resisten yang bisa dijadikan sebagai acuan. Perhatikan grafik BNGA dibawah ini.
Anda memutuskan membeli saham BNGA di harga 1.170 (perhatikan tanda lingkaran
pertama). Kemudian anda memasang targe take profit di harga 1.300 karena harga 1.300
tampak sering tersentuh (perhatikan tanda panah pertama). Benar saja, BNGA kemudian
setelah anda beli, harga sahamnya naik sampai 1.300 dan anda bisa profit dari saham BNGA.
Kemudian setelah BNGA terkoreksi, anda membeli lagi BNGA di harga 1.150
(perhatikan tanda lingkaran kedua). Anda berencana take profit BNGA di harga 1.300 karnea
pada grafik sebelumnya, BNGA juga memiliki resisten di 1.300. Setelah itu, beberapa
minggu kemudian harga saham BNGA naik sampai 1.300 (perhatikan tanda panah kedua).
Kalau anda bisa mentradingkan saham dan profit beberapa kali dari saham yang sama,
anda bisa memasukkan saham tersebut ke dalam stock pick. Kemudian saham tersebut terus
anda pantau dan anda bisa membelinya ketika harga sudah koreksi. Saham-saham yang bisa
185
anda baca polanya dan memberikan keuntungan bagi anda inilah adalah saham-saham yang
memiliki persentase besar untuk memberikan profit bagi anda pada trading-trading
berikutnya. Dibandingkan jika anda harus trading di saham-saham yang belum pernah anda
Dari screening saham yang ada, anda ingin menguji saham GJTL, maka anda
memutuskan membeli saham GTJL. Perhatikan grafik saham GJTL dibawah ini.
Seumpama anda ingin membeli GJTL di harga 1.000 (perhatikan yang saya beri tanda
lingkaran pertama). Anda ingin memasang target take profit di harga 1.100. Beberapa hari
kemudian prediksi anda benar. GJTL bisa naik sampai harga 1.100 (perhatikan tanda
persegi).
Kemudian anda mencoba trading GJTL lagi ketika harganya sudah koreksi lagi ke 1.000
(perhatikan tanda lingkaran kedua). Kemudian, aharga saham GJTL bisa naik sampai 1.050
dan anda menjual GJTL dengan profit. Ini menandakan bahwa saham GJTL bisa anda
masukkan dalam stock pick karena anda sudah bisa membaca pola saham GJTL tersebut
dengan lebih akurat dan anda bisa mendapatkan profit dari saham GJTL.
186
Ini artinya, anda bisa coba terus melakukan watchlist pada saham GJTL dan anda bisa
memprioritaskan saham GJTL untuk anda beli ketika GJTL harganya sudah diskon.
Demikian juga dengan saham-saham yang sudah anda masukkan dalam stock pick, anda bisa
Trader tidak peka terhadap situasi dan kondisi market. Ketika trader sudah menemukan
saham yang beberapa kali membuatnya rugi, trader masih saja bersikeras mentradingkan
saham tersebut. Saat trader sudah mengetahui tren harga saham yang tidak lagi bagus, trader
Yang lebih parah, trader seringkali nekad membeli sahamnya dengan jumlah lot yang
cukup besar. Hasilnya tentu sudah bisa anda tebak: Trader berpotensi cut loss atau kalau
Sebagai sedikit gambaran, berikut adalah contoh daftar saham stock pick saya.
187
Daftar ini bukan berarti daftar stock pick yang tetap dan pasti. Saya bisa saja menambah
saham untuk stock pick kalau saham-saham yang sudah saya screening polanya cocok dengan
saya. Sebaliknya, saya juga bisa mengeluarkan saham tersebut dari stock pick jika saham-
saham tersebut sudah membentuk pola yang tidak cocok dan tidak bagus untuk ditradingkan.
Itulah penjelasan mengenai cara dan langkah-langkah simpel, lengkap dan efektif
panduan dalam melakukan screening saham. Cara ini sama sekali tidak sulit. Bagi anda yang
masih pemula di dunia saham, anda yang sudah level expert, anda yang saat ini masih merasa
belum bisa mendpatkan profit konsisten, anda bisa mulai menerapkan langkah-langkah
melakukan screening saham yang benar, hingga mendapatkan stock pick saham yang
berkualitas. Pada Bab selanjutnya, saya akan memaparkan strategi kombinasi dan bukti
188
BAB VI
SAHAM
Setelah membahas banyak bab 5 tentang panduan melakukan screening saham untuk
memilih stock pick, di bab ini saya akan memaparkan strategi kombinasi dari screening
saham yang saya terapkan untuk mendapatkan profit di pasar saham secara konsisten.
Prioritas saya adalah trading di saham-saham LQ45. Hal ini sudah saya buktikan berkali-
kali bahwa saham-saham LQ45 memang bisa memberikan kenyamanan dan return yang
konsisten dalam trading saham. Saya bukannya anti saham LQ45. Toh, saya juga punya
banyak daftar stock pick dan saham yang masih saya screening yang berada di luar saham-
saham LQ45.
Tetapi, saya memang tetap memprioritaskan untuk membeli saham LQ45. Walaupun
trading di saham LQ45 juga memiliki kekurangan. Apa kekurangannya? Ketika pasar saham
turun atau bearish dengan cepat, maka kemungkinan besar jika anda sedang memegang
saham yang masuk dalam daftar saham LQ45, saham anda juga akan ikut turun. Hal ini
karena pergerakan IHSG memiliki korelasi sebesar 99% terhadap saham-saham LQ45.
pengaruh yang besar terhadap kapitalisasi pasar saham. Sehingga, kalau IHSG naik, biasanya
Namun, saham-saham LQ45 memiliki pergerakan grafik saham yang lebih mudah untuk
ditebak. Terutama ketika pasar saham sedang jatuh, maka peluang membeli saham LQ45 di
harga rendah terbuka lebar. Saya sudah membuktikannya sendiri. Sebagai contoh, saham-
189
saham yang memiliki nilai kapitalisasi pasar besar dan masuk saham LQ45 seperti TLKM,
ASII, ketika harga sahamnya turun (saat itu IHSG juga sedang turun), maka harga sahamnya
bisa balik lagi dengan cepat ketika pasar saham sudah mulai rebound.
Saham-saham LQ45 lebih aman ditradingkan ketika saham-saham tersebut sudah melalui
proses screening. Walaupun kenaikan saham LQ45 tidak lebih cepat daripada saham-saham
gorengan, namun saham LQ45 bisa memberikan kenyamanan trading dan konsistensi profit.
Nah di satu sisi, sebenarnya saya sudah banyak menerima kritikan trader ketika di
website [Link] saya beberapa kali mengatakan bahwa membeli saham LQ45
itu memberikan kenyamanan yang lebih besar daripada main di saham-saham lapis tiga,
Trader banyak meng-kritik karena beranggapan bahwa: Untuk apa trading terus di
saham-saham LQ45. Saham-saham LQ45 itu pergerakannya lama sekali. Akan jauh lebih
baik jika bisa mendapatkan keuntungan yang cepat setiap hari. Anggapan tersebut tidaklah
salah. Semua trader juga ingin mendapatkan profit besar dan cepat dalam tempo singkat.
Hal ini yang kemudian menjadi amat sangat berisiko apabila trader kemudian gegabah
dan cenderung mengarah ke gambling dalam main saham. Jika trader maunya untung cepat
Kalau trader main gambling di saham, anda pasti sudah tahu apa risikonya. Hal ini
dikarenakan sudah banyak sekali trader yang mengalami korban kebangkrutan karena
gambling dan maunya untung cepat tanpa mau menganalisa yang benar. Sangat disayangkan!
Maka dari itu, ebook ini bukan mengajarkan pada anda untuk gambling, tetapi lebih
mengajarkan pada anda bagaimana cara mendapat profit yang KONSISTEN di pasar saham,
dan bagaimana cara menghadapi gejolak di pasar saham dengan menetapkan saham-saham
190
Walaupun di bab 8 saya juga memaparkan membeli saham-saham lapis tiga yang
berpotensi naik 5-10% dalam sehari, tetapi saya lebih menekankan anda untuk tidak gegabah
dan tidak serakah dalam menetapkan target. Saham-saham LQ45 inilah bisa jadi pilihan.
Sepanjang yang saya alami selama ini, walaupun saham-saham LQ45 naiknya tidak
Pergerakan saham LQ45 memiliki pola kenaikan dan penurunan harga saham yang lebih
pasti. Titik-titik support dan resisten pada grafik saham LQ45 lebih dapat dijadikan acuan
2. Saya menetapkan batasan support dan resisten yang terdekat, support resisten kuat
dan menetapkan target support dan resisten lebih dari satu target
Kombinasi screening lainnya adalah dalam hal menetapkan target. Untuk menguji
keberhasilan analisis saham yang diuji dalam screening, saya tidak menetapkan target yang
terlalu muluk-muluk atau menggunakan analisa yang aneh-aneh dalam menetapkan take
Dalam menetapkan target, saya menentukan target berdasarkan: Support dan resisten
yang paling dekat, support dan resisten yang paling sering tersentuh (support dan resisten
kuat), support dan resisten yang paling tampak dalam grafik. Dan yang paling penting adalah
menetapkan target jual lebih dari satu target. Mengenai hal ini sudah saya bahas di bab 5.
Silahkan anda baca analisa dan studi kasusnya kembali. Dengan menetapkan target seperti
ini, saya bisa lebih menentukan saham-saham mana yang sekiranya cocok untuk saya
tradingkan.
Jika saya menganalisis saham dan analisa saya terhadap saham tersebut benar, maka saya
bisa menyimpulkan bahwa saya cocok dengan saham tersebut. Kalau saya cocok dengan
suatu saham, saya pasti akan mentradingkannya berkali-kali. Mengapa demikian? Ya karena
191
disitulah ada portensi profit yang besar. Hal ini sudah saya buktikan dan memang bisa
Saya tidak mengatakan bahwa saham yang bisa memberikan profit berkali-kali adalah
saham yang pasti bisa memberikan untung pada anda. Ada kalanya anda harus cut loss kalau
ternyata keputusan anda meleset (walaupun persentasenya sangat kecil), dan ada kalanya
anda bisa saja sewaktu-waktu mengeluarkan saham tersebut dari stock pick. Mengenai hal
tersebut, akan saya jelaskan di sub bab selanjutnya. Jadi, baca terus buku ini sampai habis
agar anda semakin memahami bagaimana cara melakukan screening saham yang benar dan
efektif.
Dalam melakukan screening saham, saya selalu membuang saham-saham yang memiliki
a. Downtrend berkepanjangan dan belum ada kenaikan harga saham sama sekali.
b. Sideways dengan rentang harga yang sangat sempit (sehingga harganya cenderung tidak
bergerak).
c. Mengalami perubahan tren secara signifikan (awalnya tren naik tiba-tiba menjadi turun
atau sideways).
menekan risiko kerugian. Untuk saham-saham lapis tiga yang ada sinyal naik, saya hanya
mentradingkan untuk scalping dengan alokasi modal maksimal 10% dari total modal.
f. Saham-saham yang pergerakan harganya sering menipu trader. Sebagai contoh, harga
saham yang keluar dari tren turun naik dengan volume besar, tetapi keesokan hari
g. Membuang saham-saham yang sudah pernah saya cut loss lebih dari satu kali.
192
Kemudian saya mengambil saham-saham bagus dengan kriteria-kriteria sebagai berikut:
a. Saham-saham lapis satu dan lapis dua yang sudah saya screening sebelumnya (baca bab 5
b. Saham-saham yang lebih memiliki tren yang agak fluktuatif, sehingga titik support dan
c. Saham-saham sideways yang memiliki rentang pergerakan harga yang agak lebar,
sehingga saya bisa membeli di harga support dan ketika memantul di resisten saya
langsung menjual. Dengan cara seperti ini, saya bisa profit 3-5% berkali-kali. Contohnya
pernah saya aplikasikan pada saham PWON (baca sub bab berikutnya: Hasil Keuntungan
d. Mencari saham yang uptrend. Pernah saya aplikasikan pada PPRO, JPFA, WSKT dan
e. Saham-saham yang memiliki titik support dan resisten yang bisa ditebak akan lebih
Kombinasi strategi ini saya gunakan sejak beberapa tahun lalu. Selain itu, strategi ini
juga saya sarankan pada beberapa teman-teman yang pernah konsultasi berbayar dan terbukti
dengan kombinasi tersebut, lebih bisa menghasilkan keuntungan yang lebih konsisten, dan
Intinya, dalam melakukan screening saham anda harus bisa memilah saham-saham
sebaik mungkin yang bisa membuat anda cocok dan nyaman untuk anda tradingkan. Jadi,
anda juga harus membuang saham-saham yang tidak cocok atau tidak layak untuk
ditradingkan.
menggunakan strategi swing trading dan intraday trading. Swing trading biasanya saya
193
gunakan saat membeli saham-saham yang sedang uptrend atau saham yang sudah benar-
Sedangkan intraday trading biasanya saya terapkan pada saham-saham yang sedang
sideways dan saham-saham yang memiliki fluktuatif pergerakan harga yang agak cepat, di
mana pergerakan harga tersebut lebih cepat menyentuh titik resisten tertentu.
sebelumnya, mungkin anda bertanya: Apakah memang strategi ini benar-benar Pak Heze
terapkan? Apakah terbukti membuahkan hasil yang lebik baik? Untuk memberikan bukti
yang lebih akurat dari strategi melakukan screening saham yang sudah saya paparkan, berikut
saya berikan salah satu hasil trading saya pada Bulan Mei 2017.
Sebelum menimbulkan pertanyaan dari para pembaca, saya akan menjelaskan sedikit
mengapa saya memaparkan hasil trading Bulan Mei 2017, bukan bulan-bulan lainnya. Bulan
Mei 2017 memang merupakan bulan di mana saya sedikit melakukan transaksi trading
dibandingkan bulan-bulan lainnya. Ya, boleh dikatakan jauh lebih sedikit. Bulan Mei 2017
saya hanya mentradingkan 5 (lima) jenis saham, yaitu PGAS, INDY, PWON, HRUM dan
ANTM.
Sedangkan di bulan-bulan lainnya, saya bisa trading pada lebih banyak saham dan satu
saham bisa saya tradingkan lebih dari dua kali, jika pola teknikalnya mendukung. Mengapa
Pertama, bulan Mei 2017 saya memang cukup memiliki beberapa kesibukan di luar
trading saham, sehingga frekuensi transaksi saham saya cukup minim. Seperti yang saya tulis
bahwa saya hanya trading di lima jenis saham saja. Kelima trading saham itu hanyalah
194
saham-saham yang masuk dalam daftar / list stock pick saya. Di bulan Mei 2017 ini saya juga
Artinya, selama Mei 2017 saya sama sekali tidak mentradingkan saham-saham yang ada
di luar stock pick. Namun, di Bulan Mei 2017 ini juga cukup unik karena saya transaksi
Kesibukan di luar trading ternyata tidak membuat trading saya kacau. Bagaimana bisa
tidak kacau? Jawabannya karena saya sudah memiliki stock pick. Stock pick ini bisa menjadi
―penunjuk jalan‖ bagi trader untuk trading pada arah yang lebih benar dan aman.
Kedua, Bulan Mei memang sering dikaitkan dengan fenomena sell in may and go away.
Dengan kata lain, banyak orang percaya bahwa pada Bulan Mei adalah bulan di mana para
trader banyak melakukan aksi profit taking yang menyebabkan pasar saham mengalami
koreksi yang lebih besar daripada bulan-bulan sebelumnya. Namun, dengan stock pick yang
sudah dilakukan screening sebelumnya, saya membuktikan bahwa mitos sell in may and go
Oke, kita langsung masuk saja. Perhatikan transaksi saham Bulan Mei 2017.
195
(Catatan: Saham PWON dan HRUM pada transaksi diatas tercatat saya membeli dan
menjual beberapa kali di harga yang sama. Saya hanya membeli satu kali. Mungkin
kesalahan pencatatan sistem saja yang dicatat lebih dari satu kali).
Dari kelima saham yang saya tradingkan, selama Bulan Mei 2017 profit yang saya
dapatkan adalah sebesar 9,2%. Keuntungan sekian saya yakin bukanlah keuntungan yang
terlalu besar dalam satu bulan. Namun, dengan trading tersebut saya bisa trading dengan
lebih terarah walaupun pada Bulan Mei 2017 fokus saya terpecah dari trading.
Memang dalam trading saham, anda tidak bisa hanya sekedar mengandalkan stock pick
saja. Ada banyak faktor lain yang harus anda perhatikan dalam trading, antara lain yang
paling penting adalah faktor emosi dan psikologis anda. Faktor emosi dan psikologis berarti
berkaitan dengan kemampuan anda untuk menahan diri untuk tidak trading terus kalau
Kalau anda perhatikan rincian transaksi Mei 2017 diatas, saya terakhir kali melakukan
trading tanggal 19 Mei 2017. Setelah itu saya tidak lagi melakukan trading. Selama sisa
Bulan Mei 2017, saya tidak melakukan trading bukan karena tanpa alasan.
Saya merasa bahwa target take profit saya sudah tercapai sekitar 9,2% pada 19 Mei,
maka dari itu saya memutuskan untuk rest alias istirahat sejenak dari aktivitas trading saham.
Di satu sisi, saya juga melihat pasar saham sudah sudah mulai bearish, sehingga saya
memutuskan untuk mengambil posisi aman. Apabila saya menuruti emosi dengan trading
terus apalagi mengincar saham-saham lapis tiga, bukan tidak mungkin keuntungan yang
Inilah yang saya maksud dengan faktor emosi dan psikologis. Mengontrol faktor emosi
dan psikologis dalam trading juga memiliki kaitan yang erat dengan stock pick. Jadi, dengan
memiliki stock pick ini saya dapat lebih mampu melihat peluang-peluang trading yang ada
196
dan menghindari risiko-risiko kerugian yang terlalu besar (seperti trading berlebihan, dan
Stock pick membuat trading anda lebih berkualitas. Jika trader tidak memiliki stock pick,
trader biasanya akan cenderung mengambil keputusan trading yang asal-asalan. Kenapa saya
katakan asal-asalan?
Jumlah saham di Bursa Efek ada ratusan. Semakin tua anda main saham, jumlah saham
di Bursa Efek akan terus bertambah. Semakin bertambahnya jumlah saham di Bursa Efek,
semakin besar tuntutan anda untuk bisa memilih saham yang harus anda prioritaskan untuk
Kalau anda tidak bisa memilih saham yang bagus untuk trading, saya bisa jamin anda
pasti tidak akan tahu arah dalam trading. Pernahkah anda mencoba melihat pergerakan semua
saham di Bursa Efek? Apa yang anda rasakan? Bingung, mata sakit (karena harga gerak
Itulah yang seringkali dirasakan trader ketika melihat semua daftar saham yang ada di
Bursa Efek saat jam pasar saham sedang berjalan. Rasa bingung karena melihat banyaknya
saham yang bergerak ini pada akhirnya rentan membuat trader mengambil saham yang salah.
Saham salah yang biasanya diambil trader adalah: Saham-saham yang kelihatannya
bergerak cepat.
Padahal trader sebenarnya tidak tahu dengan pasti apakah saham tersebut secara analisis
teknikal bagus atau tidak. Pada akhirnya, trader mencoba-coba trading tanpa paham arah
yang benar. Hasilnya? Sudah bisa ditebak. Akan ada banyak saham nyangkut dan saham cut
loss. Inilah yang saya maksud dengan: Trader tidak akan tahu arah jika tidak memiliki stock
pick.
197
Mungkin hasil trading saya ini terlihat konyol karena logikanya bagaimana mungkin saya
hanya mentradingkan 5 saham di Bulan Mei 2017, padahal saham di Bursa Efek jumlahnya
ada 500 lebih? Sedangkan Bulan Mei jumlah hari trading ada sekitar 20 hari? Ya karena
saya sudah memiliki stock pick. Memang jumlah saham yang ada di stock pick saya lebih
dari 15 jenis saham, tetapi saya hanya memilih 5 saham yang menurut pengamatan saya
Jadi apakah konyol hanya trading di 5 jenis saham saja? Menurut saya tidak. Saya tidak
terus berharap dan menginginkan janji surga untuk trading di saham-saham yang katanya Si
A bagus, katanya Si B pasti akan naik hanya demi mengejar keuntungan ratusan persen per
bulan.
Cara ini sudah pernah saya gunakan sebelumnya dan bukan profit ratusan persen per
bulan yang saya dapatkan, tetapi justru saya banyak cut loss. Ketika saya sudah bisa
menemukan strategi screening saham, barulah profit yang saya dapatkan lebih konsisten dan
hasil keputusan trading bisa dijalankan dengan logis, masuk akal dan penuh pertimbangan
yang matang.
Bukan masalah mana yang lebih cepat menghasilkan keuntungan antara harian,
mingguan, atau bulanan. Tetapi hal yang lebih penting adalah bagaimana anda bisa
Pada sub bab 6.1 saya juga menjelaskan pada anda mengenai kombinasi strategi
screening saham yang saya terapkan dalam trading. Pada salah satu poin, saya menjelaskan
bahwa ketika menemukan stock pick yang cocok, saya bisa mentradingkan saham yang sama
198
Saya akui bahwa jika memiliki stock pick, saya lebih mudah dalam mengambil keputusan
trading saham, dan bisa mendapatkan profit yang berulang pada beberapa jenis saham, karena
saya sudah memahami benar pola pergerakan sahamnya. Pada sub bab ini, saya akan
memaparkan beberapa saham yang saya tradingkan secara berulang (ada juga yang hanya
satu kali), yaitu pada saham PWON, PPRO, ELSA, JPFA, WTON, APLN, WSKT).
Sebenarnya ada banyak, tetapi saya berikan beberapa contoh saya yang sudah bisa mewakili
Sekarang perhatikan saham PWON yang masuk dalam stock pick saya dan juga
seringkali saya tradingkan. Berikut rincian transaksi saham PWON yang saya ambil mulai 1
199
200
Itu adalah rincian transaksi saya pada saham PWON. Bisa anda lihat saya mentradingkan
PWON dengan frekuensi yang cukup sering dan saya mentradingkannya berulang kali.
Selama trading di saham PWON, saya beberapa kali menggunakan strategi averaging up
(membeli dan menambah jumlah saham ketika harganya naik lagi). Mengapa saya sering
sekali trading di saham PWON? Karena saya sudah memahami pola pergerakannya.
Analisis yang saya gunakan untuk trading di saham PWON, yaitu seperti yang sudah
saya jelaskan pada sub bab sebelumnya mengenai kombinasi strategi screening saham, yaitu
saya menetapkan batasan support dan resisten kuat yang bisa dibaca dan ditebak dengan lebih
mudah. Sebagai informasi, sampai saat ebook ini ditulis PWON masuk dalam daftar anggota
saham LQ45. Mungkin beberapa dari anda ada yang bingung melihat rincian transaksi
PWON yang saya paparkan. Oleh karena itu, agar anda bisa melihat time frame trading saya
dan saya membeli dan menjual di harga berapa, perhatikan tabel transaksi saham PWON saya
dibawah ini.
Perhatikan rincian transaksi beli-jual saham PWON yang masuk dalam stock pick saya.
Trading saham PWON yang saya lakukan ada yang saya gunakan untuk intraday trading, ada
juga yang saya gunakan untuk swing trading. Saya juga melihat situasi dan kondisi yang ada
201
di pasar saham. Apabila PWON naik dengan cepat mencapai batas resisten tertentu, maka
saya segera jual (intraday trading). Tetapi apabila saya harus menunggu PWON naik ke
Pada beberapa transaksi memang terlihat saya pernah membeli dan menjual PWON di
harga yang agak rendah. Misalnya saya pernah membeli PWON di 500 dan menjual di 510.
Hal ini dikarenakan saya melihat kondisi market yang kurang kondusif dan saham saya
berpotensi turun, sehingga saya memilih untuk menjual sahamnya terlebih dahulu.
Dari transaksi saya di saham PWON, saya bisa profit berkali-kali di saham yang sama.
Apa artinya? Artinya jika anda trading di saham-saham yang sudah melalui proses
screening dan seleksi, trading anda akan terasa lebih aman, nyaman, dan profit yang
didapatkan bisa lebih konsisten. Hal ini seperti yang juga sudah saya paparkan di bab-bab
sebelumnya.
Mungkin beberapa dari anda bertanya-tanya: ―Strategi apa yang sebenarnya Pak Heze
terapkan untuk trading di saham PWON ini? Support dan resisten seperti apa yang Pak Heze
Oke, di ebook ini saya akan kasih bocorannya. Bocoran yang saya berikan ini hendaknya
bisa jadi pertimbangan dasar pengambilan keputusan anda juga dalam menyeleksi saham-
saham yang bagus untuk masuk dalam stock pick. Maksud saya, jika anda nantinya
menemukan saham dengan pola-pola seperti itu, anda bisa mencoba untuk mentradingkannya
dan memasukkan dalam stock pick. Perhatikan grafik saham PWON daily 3 bulanan.
202
Perhatikan adanya titik support dan resisten saham PWON. Titik-titik support dan
resisten pada saham PWON ini seringkali tersentuh. Di mana ketika titik support 600
tersentuh (perhatikan yang saya beri garis horizontal, harga saham kemudian langsung
berbalik naik. Sedangkan ketika harga saham sudah berada di kisaran harga 625, 640-650
(perhatikan yang saya beri tanda lingkaran), harga saham langsung turun lagi ke 600.
Grafik PWON pada Januari – April 2017 ketika harga sahamnya masih di rentang 550-
600, PWON juga sering membentuk support dan resisten kuat. Perhatikan, PWON sering
menyentuh harga 550 (tanda lingkaran). Setelah menyentuh harga 550, PWON mampu naik
ke 600-610 (perhatikan tanda persegi). Setelah itu, PWON kembali turun ke 550. Demikian
juga seterusnya sebelumnya PWON melanjutkan kenaikan tren. Kemudian, perhatikan juga
Pada Bulan Maret – Mei 2016 PWON sering menyentuh support 480 dan resisten 560.
Sedangkan pada Juni – Agustus 2016 PWON sering menyentuh support 605 dan resisten 650.
203
Sehingga disini anda bisa memanfaatkan momen untuk membeli di harga support yang
sama, yaitu di 605 dan menjual di harga resisten yang sama, yaitu di harga 625, 640-650. Hal
ini bisa anda lakukan secara berulang kali, sehingga anda bisa mentradingkan saham ini terus.
Inilah adalah salah satu CONTOH tipe saham yang pola grafiknya BAGUS. Tipe pola
grafik seperti ini bisa anda masukkan dalam stock pick anda, ketimbang anda memilih saham
yang downtrend terus (meksipun harganya sudah rendah), tetapi belum ada sinyal naik sama
sekali.
Saham PPRO sering sekali saya tradingkan, terutama pada Bulan Februari 2016 –
Desember 2016. Saham PPRO saya tradingkan berkali-kali karena PPRO sudah saya
uji screening dan masuk dalam stock pick saya. Supaya anda percaya, berikut adalah
204
Saya mentradingkan saham PPRO untuk swing trading dan beberapa transaksi untuk
intraday trading. Untuk lebih memudahkan melihat transaksi buy-sell saya pada saham
PPRO, berikut saya rangkum trading saham PPRO. Perhatikan rincian transaksi PPRO
dibawah ini:
Saya mentradingkan PPRO rata-rata dengan strategi swing trading. Saya membeli PPRO
mulai 16 Februari 2016 dan melakukan averaging up sebanyak 4 kali. Kemudian saya
menjual PPRO tanggal 12 Mei 2016. Saya trading di saham PPRO selama tahun 2016.
Banyak transaksi saya pada saham PPRO yang rata-rata saya gunakan untuk swing trading.
205
Perhatikan, dengan adanya stock pick, saya bisa trading dengan lebih baik, dan mencetak
profit yang konsisten. Saya bisa mencetak profit dari satu saham yang berulang karena bisa
mengerti titik support, resisten dan arah garis trennya. Mengenai garis tren saya bahas banyak
Saya mengincar saham-saham yang memiliki pola analisis teknikal yang bisa saya baca
dan cocok untuk ditradingkan. Saya membeli PPRO karena saya melihat tren saham PPRO
yang terus naik (uptrend), sehingga bagi saya saham yang memiliki tren naik lebih bagus
Namun kemudian saya mengeluarkan PPRO dari stock list dikarenakan tren PPRO sudah
cukup naik kencang hingga hampir ke 1.500 dan sudah berada sideways di harga atas.
Akhirnya saya mengeluarkan PPRO dari stock pick. Daftar saham yang ada di stock pick
boleh anda keluarkan kalau anda menganggap saham tersebut sudah ‗tidak layak‘
Saham ELSA juga saya tradingkan sejak bulan April 2016 – Bulan September 2016.
206
Saya mentradingkan ELSA karena saya melihat ELSA berada dalam tren naik. Di sisi
lain, ELSA juga menunjukkan tren naik dengan grafik yang sedikit fluktuatif, sehingga saya
bisa menebak titik support dan resistennya dengan jelas. Saya cukup sering membeli saham
ELSA. Untuk mempermudah melihat saya membeli dan menjual di harga berapa, perhatikan
Saya membeli ELSA tanggal 11 April 2016 dan menjual tanggal 13 April di harga 434
karena saya melihat ELSA sudah mulai koreksi. Namun tren ELSA kembali melanjutkan
penguatan. Saya membeli kembali di harga averaging 478 dan 500. Saya sempat melakukan
cut loss saham ELSA tanggal 15 Agustus 2016 di harga 510 dan tanggal 10 Agustus 2016
Saya melakukan cut loss karena pada waktu itu saya terburu-buru mengambil keputusan.
Saat tren ELSA sudah terlihat sulit naik saya memaksakan membeli di harga 525. Alhasil,
harga saham ELSA justru turun dan saya cut loss. Kemudian saat 15 September 2016 harga
saham ELSA sudah mulai rebound saya membeli lagi di harga 438 dan menjual di 460.
Nah, perhatikan! Seperti yang sudah saya tekankan sebelumnya bahwa memiliki saham
pilihan memang sama sekali tidak menjamin anda untung. Buktinya, saya juga pernah
Tetapi, cut loss yang saya lakukan pada saham-saham yang sudah masuk di stock pick
tidak sebesar ketika saya melakukan cut loss ketika masih belum memiliki stock pick yang
jelas dan hanya trading berdasarkan feeling. Dan cut loss tersebut bisa tertutup oleh
keuntungan di transaksi berikutnya. Disini terlihat bahwa memiliki stock pick tidak menjamin
207
profit terus, tetapi bisa mengarahkan anda pada jalan trading yang benar. Oke, sekarang
Ini adalah salah satu contoh grafik yang cukup bagus untuk ditradingkan jangka pendek
karena kalau anda lihat polanya terdapat adanya fluktuatif harga yang bisa dijadikan acuan
titik support dan resisten serta adanya dukungan volume yang likuid. Atas dasar inilah, saya
Saham JPFA ini juga termasuk salah satu sahsam favorit saya yang sering saya
tradingkan. JPFA sudah melalui proses screening saham melalui langkah-langkah seperti
yang saya jelaskan di bab 5. Perhatikan rincian transaksi saham JPFA dibawah ini.
208
Tanggal Beli Harga Beli Tanggal Jual Harga Jual Keterangan
11-Agust-16 1450 11-Agust-16 1505
30-Nop-16 1600 01-Des-16 1670
01-Des-16 1590 01-Des-16 1570 Cut Loss
29-Des-16 1440 30-Des-16 1515
Tanggal 3 dan 6 Januari 2017 saya membeli JPFA 2 kali
03-Jan-17 1475 11-Jan-17 1520
di harga yang sama, yaitu 1475
10-Mar-17 1645 05-Apr-17 1710
Saham JPFA saya tradingkan cukup sering tetapi ada beberapa saat di mana JPFA tidak
saya tradingkan dan menunggu momenyang lebih tepat. Perhatikan rincian buy-sell JPFA
diatas. Pada tanggal 1 Desember 2016 saya juga melakukan cut loss pada JPFA. Hal ini
dikarenakan 1 Desember 2016 saya menjual saham JPFA setelah membeli tanggal 30
Namun, setelah menjual di harga 1.670, saham JPFA terkoreksi cukup cepat. Hingga
JPFA menyentuh kembali harga 1.590. Saya saat itu memang terburu-buru mengambil
keputusan dengan membeli JPFA di 1.590, padahal JPFA ada potensi penurunan lagi. Dan
benar saja, JPFA saat itu sempat turun ke 1.555. Akhirnya saya memutuskan cut loss JPFA di
harga 1.570. Saya kembali membeli JPFA pada tanggal 29 Desember 2016 setelah JPFA
Untuk saham JPFA saya lebih banyak mentradingkan menggunakan strategi intraday
trading. Hal ini dikarenakan JPFA memiliki fluktuatif yang cukup tinggi, di mana harga naik
dan turun dengan cukup cepat, sehingga saya tidak melakukan swing trading pada JPFA
keran terlalu berisiko. Saya mengincar kenaikan cepat dari saham JPFA
Sekali lagi, memiliki stock pick tidak menjamin anda pasti untung. Seperti contoh saham
ELSA yang saya paparkan sebelumnya, saya juga melakukan cut loss. Namun, setidaknya
dengan adanya stock pick, saya bisa trading dengan lebih baik dan membeli saham-saham
yang sudah hafal pola teknikal grafiknya. Sekarang coba anda perhatikan grafik JPFA
dibawah ini.
209
JPFA terlihat membentuk titik-titik support yang cukup jelas dan sering tersentuh di
kisaran harga 1.500. Lalu saat JPFA naik, support JPFA bertengger di kisaran harga 1.600.
Saya bisa trading JPFA secara berulang dengan ―menghafalkan‘ titik support dan resistennya.
Tahun 2014 saya juga membeli saham WTON sebanyak 2 kali. Saya membeli WTON
karena tren WTON sedang naik dan WTON saat itu juga memiliki peminat yang besar. Tren
WTON yang naik ini saya gunakan sebagai sarana swing trading, di mana salah satunya saya
menyimpan saham WTON selama 1 bulan. Tanggal 24 November 2014 saya membeli
WTON di harga 1.235 dan menjualnya tanggal 24 Desember 2014 di harga 1.310. Perhatikan
Untuk saham WTON, saya mulai meragukannya sejak mulai terlihat adanya perubahan
tren harga saham. Di mana WTON terlihat mulai lambat naik ketika mencapai 1.400.
Akhirnya saya mengeluarkan WTON dari stock pick karena mulai menunjukkan adanya
210
TRADING SAHAM APLN
Saham APN sering saya trading pada akhir tahun 2014 hingga tahun 2015. Perhatikan
APLN saya tradingkan karena memiliki titik support dan resisten kuat yang jelas.
Sebagai contoh pada tanggal 11 Maret 2015 saya membeli APLN di harga 412 dan menjual
tanggal 20 Maret 2015 di harga 435. Lalu ketika APLN koreksi lagi di kisaran harga 412-
418, saya membelinya lagi di harga 416 pada tanggal 26 Maret 2015 dan menjual ketika
APLN naik lagi ke kisaran resisten 438 pada tanggal 1 April 2015.
Analisis teknikal APLN sama dengan saham PWON: Saya memasukkan APLN ke dalam
stock pick karena APLN memiliki titik support dan resisten kuat yang sering dilalui oleh
pergerakan harga, sehingga saya mentradingkannya beberapa kali. Namun, setelah itu saya
mengeluarkan APLN dari stock pick karena sejak akhir April 2015 saham APLN terus turun,
yang juga diperparah dengan resesi ekonomi Indonesia pada saat itu.
Saya juga pernah mentradingkan saham WSKT untuk swing trading pada tahun 2014-
2015. Alasan saya mentradingkan saham WSKT adalah karena WSKT berada dalam tren
naik. Saya menyimpan WSKT selama lebih dari 2 bulan dan kemudian saya jual. Saya
membeli WSKT tanggal 29 Desember 2014 di harga 1.535 dan kemudian menjual pada
tanggal 14 Februari 2015 di harga 1.795. Saya kemudian tidak mentradingkan WSKT lagi
karena pada Bulan April 2015 mulai terlihat tanda-tanda adanya pelemahan IHSG yang
sangat signifikan.
211
Apa yang saya paparkan di bab ini sama sekali bukan bermaksud untuk pamer profit
pada anda. Bab ini memiliki kaitan yang erat dengan bab-bab sebelumnya tentang panduan
Cara melakukan screening saham yang sudah saya paparkan ini terbukti bisa
memberikan hasil profit yang lebih konsisten dibandingkan jika melakukan trading secara
asal-asalan. Apa yang saya paparkan ini bisa menjadi ACUAN TRADING bagi anda. Acuan
bagaimana anda membeli saham yang bisa membuat anda aman, acuan bagaimana anda
menerapkan dan mengaplikasikan trading saham pada stock pick yang sudah anda lakukan
screening sebelumnya.
6.4 Percayalah! Memiliki Saham Pilihan Lebih Menjamin Anda Mencetak Profit
Tidak memiliki stock pick ibarat seseorang yang sedang berlayar, tetapi tidak paham
cara membaca kompas. Tidak memiliki stock pick berarti trader sedang menghadapi
Dalam trading saham, yang paling penting adalah bagaimana agar anda bisa
mendapatkan profit KONSISTEN, bukan sekedar profit besar. Tidak ada gunanya jika di
Bulan Januari anda memperoleh profit yang paling besar dibandingkan bulan-bulan
sebelumnya, akan tetapi anda pada Bulan Februari anda mengalami kerugian 2 kali lebih
212
Sudah banyak pemain saham yang senang mendapatkan profit besar. Ternyata di bulan-
bulan berikutnya trader mengalami kerugian yang besar. Hal ini menandakan bahwa trader
belum bisa mendapatkan profit konsisten di pasar saham. Apa kunci seorang trader bisa
mendapatkan profit konsisten? Profit konsisten bisa diraih apabila anda memiliki stock pick
Dari strategi kombinasi yang saya terapkan dan profit yang saya peroleh, saya juga
sudah membuktikan bahwa dengan adanya stock pick terbukti saya bisa mendapatkan profit
yang lebih stabil dibandingkan jika saya tidak memiliki stock pick.
Stock pick bukanlah ―dewa‖ dalam trading yang bisa memberikan jaminan pada anda
bahwa anda akan pasti untung ketika trading di saham-saham yang masuk stock pick. Stock
pick bukanlah ―dewa‖ karena stock pick memang tidak menjamin anda 100% pasti untung.
Tetapi, stock pick itu ibarat penunjuk jalan dalam trading. Mengapa saya penunjuk jalan?
Stock pick adalah bagian dari trading plan. Sesuai artinya, trading plan adalah perencanaan
trading, yaitu perencaan untuk membeli saham yang tepat berdasarkan analisis, perencanaan
membeli dan menjual saham di harga yang sudah anda setting. Agar anda bisa menentukan
perencanaan beli-jual saham yang baik, anda setidak-tidaknya harus memiliki saham-saham
berencana untuk datang ke kantor lebih pagi, maka si Abi merencanakan semuanya dari awal.
Mulai bangun lebih pagi, tidur lebih awal dan lain sebagainya. Tetapi, perencanaan yang
dilakukan Si Abi ini tidak menjamin bahwa Si Abi pada hari besok pasti akan sampai di
213
Bisa saja Si Abi terkena macet karena pagi hari jalanan sudah ramai. Bisa saja Si Abi
tiba-tiba saat pagi hari sebelum berangkat melupakan sesuatu. Atau bisa saja tiba-tiba di jalan
raya Si Abi terkena razia polisi. Si Abi tidak pernah bisa mengetahui hal itu sebelumnya.
Dengan kata lain, sebuah perencanaan yang disusun oleh seseorang TIDAK MENJAMIN
bahwa semua rencana yang ditetapkan akan berhasil. Mengapa demikian? Karena anda tidak
bisa mengetahui masa depan. Namun, dengan perencanaan anda bisa lebih teratur, disiplin
Hal ini sama juga dengan stock pick dalam trading. Stock pick yang anda miliki tidak
menjamin anda pasti profit, tetapi dengan adanya stock pick, trading anda akan terasa lebih
aman, nyaman, profit yang anda dapatkan lebih konsisten, dan anda lebih dapat menghindari
Sekali lagi, memiliki saham pilihan itu sangat penting. Saham pilihan bisa lebih
menjamin anda untuk mendapatkan profit yang konsisten, mendapatkan kenyamanan dan
disiplin dalam trading. Namun, stock pick tidak bisa memastikan 100% bahwa anda pasti
Seperti quote yang saya tulis diatas, seorang trader yang tidak punya stock pick ibarat
seseorang yang sedang berlayar, tetapi tidak paham cara membaca kompas. Banyaknya trader
yang tidak punya stock pick membuat mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika
Hal ini kerap membuat mental trading mereka lebih cepat jatuh, terutama ketika mereka
harus berhadapan dengan saham yang turun secara drastis, dan tidak tahu arah dalam trading.
Jadi, setelah membaca buku ini anda harus mulai menerapkan strategi-strategi melakukan
screening saham untuk mendapatkan stock pick yang layak, seperti yang sudah banyak saya
214
6.5 Insting Trading dan Stock pick
Saya harus mengatakan satu hal penting ini pada anda. Fakta ini mungkin agak sulit anda
terima, tetapi itulah kenyataanya. Apakah fakta yang saya maksud tersebut? Banyak orang
berpikir bahwa trading saham itu bisa dilakukan dengan jauh lebih mudah jika anda sudah
mahir. Maksudnya disini adalah, kalau anda sudah mahir dalam trading (anda sudah kenyang
pengalaman), anda bisa memperoleh dan mencetak profit dengan lebih mudah. Semakin lama
jam terbang trading, maka semakin pintar seseorang dalam mencetak profit di pasar saham.
anda ketahui, dalam trading saham yang anda andalkan bukan hanya analisis teknikal, tetapi
juga adalah ILMU MENEBAK. Artinya, INSTING trading anda harus kuat. Ilmu menebak
yang saya maksud disini bukan ilmu menebak asal-asalan, tetapi dengan analisis teknikal dan
Kenapa anda butuh ilmu menebak? Ya karena seperti yang saya katakan tadi:Sometimes
market is really unpredictable. Ada saham-saham yang kelihatannya naik, ternyata naiknya
cuma tipuan saja. Ada saham-saham yang kelihatannya memberikan sinyal yang bagus
sekali, ternyata harga sahamnya cuma naik sehari saja. Besok harganya turun drastis. Banyak
orang berpikir saham A, saham B, saham C tidak lama lagi akan naik. Kenyataannya? Harga
Maka dari itu, karena pasar saham sifatnya terkadang tidak bisa diprediksi, anda harus
punya insting yang kuat. Insting trading yang kuat ini biasanya akan dengan cepat
terasah diperoleh jika anda mentradingkan saham-saham yang sama yang sudah
pernah atau bisa memberikan profit. Dan saham-saham tersebut, anda tradingkan terus
215
Logikanya sama seperti pisau. Pisau yang sama jika diasah terus berkali-kali, maka pisau
tersebut semakin tajam. Jika saham yang sama anda tradingkan secara berulang kali, lama-
Anda akan lebih mengetahui dengan mudah ke mana pergerakan saham tersebut. Anda
bisa lebih paham kapan anda harus masuk dan keluar pada saham yang anda tradingkan,
karena anda setiap hari sudah melihat dan mengamati pola grafiknya di depan monitor.
Bahkan anda akan punya insting yang kuat jika saham tersebut akan berbalik tren.
Inilah yang saya maksud dengan insting trading. Ketika anda trading di saham-saham
pilihan secara berulang kali, maka insting trading anda akan semakin kuat. Insting ini muncul
karena anda sudah belajar pola pergerakannya. Berbeda jika anda mengambil saham secara
random, anda mungkin belum paham pergerakan support-resisten saham tersebut dan
memiliki risiko yang lebih tinggi. Itulah kenapa saya selalu mengatakan pada anda bahwa
216
BAB VII
SAHAM?
Bab 7 ini saya buat karena saya yakin sekali setelah anda membaca bab demi bab
terutama tentang panduan screening saham untuk stock pick yang tepat, anda pasti memiliki
banyak sekali pertanyaan: Berapa jumlah saham yang seharusnya masuk dalam stock pick?
Bagaimana cara manajemen modal ketika trading saham di stock pick? Apakah boleh saham-
saham yang sudah masuk stock pick dikeluarkan? Kalau sudah punya stock pick yang bagus,
apakah boleh sayatrading saham-saham lain yang diluar stock pick? Untuk melengkapi dan
menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai stock pick, supaya hasil trading anda lebih baik,
Dikarenakan ada banyak sekali saham-saham yang ada di Bursa Efek, jika anda
melakukan screening saham, dan jika saham-saham yang sudah anda screening bisa masuk
dalam stock pick (daftar saham pilihan), kemungkinan besar anda akan memiliki lumayan
Nah, yang jadi pertanyaan: Berapa jumlah maksimal saham yang ada di stock pick yang
sebaiknya dimiliki oleh trader? Jumlah maksimal stock pick saya tidak membatasinya. Tetapi,
yang lebih spesifik saya sarankan adalah jangan memiliki terlalu banyak stock pick (lebih dari
30 saham). Sebaliknya, saya juga tidak menyarankan anda memiliki terlalu sedikit stock pick.
Misalnya, anda hanya punya 5 stock pick. Jumlah 5 saham untuk masuk stock pick tentu
terlalu sedikit
Saya tidak menyarankan pada anda untuk memiliki terlalu banyak stock pick karena
terlalu banyak stock pick akan menyebabkan anda bingung, anda harus memilih terlalu
217
banyak saham. Sedangkan, dalam portofolio saham juga tidak baik apabila anda memiliki
Artinya, jika anda memiliki sampai 80 jenis saham yang masuk dalam stock pick,
sedangkan anda harus memilih hanya 3-4 saham yang perlu anda tradingkan, maka hal
tersebut bisa membuat anda bingung memilih saham, karena terlalu banyak saham yang
Sedangkan jika anda memiliki hanya 20 saham di stock pick, maka hal ini akan jauh lebih
memudahkan anda untuk memilih saham dan memantau saham-saham mana saja yang paling
potensial untuk mengalami kenaikan pada keesokan harinya. Hal ini memudahkan anda untuk
membeli 3-4 jenis saham saja dengan pertimbangan yang lebih akurat.
Sebaliknya, kalau anda memiliki stock pick yang terlalu sedikit (dibawah 10 saham), hal
ini juga bisa membuat anda kesulitan untuk memilih saham yang bagus untuk ditradingkan.
Memang dalam memilih stock pick, anda harus mampu mengerucutkan pilihan saham dari
ratusan hanya menjadi beberapa saja. Tetapi, anda harus memiliki stock pick saham dengan
Hal ini dikarenakan jika anda memiliki stock pick yang terlalu sedikit, apabila saham-
saham tersebut belum ada yang memberikan sinyal kenaikan harga saham, maka anda ―tidak
bisa trading‖. Ini artinya anda punya potensi kehilangan momen trading dan mencetak profit,
padahal mungkin ada banyak saham di luar stock pick anda yang seharusnya bisa anda
rasional artinya, manusia (baca: trader) bisa memilah informasi dan saham apabila tidak
terlalu banyak pertimbangan, dan juga tidak terlalu sedikit pertimbangan yang ada. Terlalu
banyak pertimbangan bisa membuat seseorang bingung harus memilih mana yang terbaik.
Sebaliknya, apabila anda memiliki terlalu sedikit pertimbangan, hal ini akan membuat anda
218
memiliki sedikit opsi, jalan, dan pada akhirnya anda tidak bisa mengembangkan keputusan
Jadi, saham yang ada dalam stock pick anda tidak boleh terlalu banyak dan juga tidak
boleh terlalu sedikit. Maka dari itu, saya menyarankan pada anda setidaknya anda memiliki
tidak lebih dari 30 saham yang masuk dalam stock pick. Dan saham-saham yang anda
Trading di saham-saham pilihan yang masuk dalam stock pick tentu saja membutuhkan
manajemen modal yang baik. Walaupun saham-saham tersebut sudah masuk dalam daftar
saham yang anda pilih, tetapi anda harus mampu melakukan manajemen modal. Mengapa
perlu manajemen modal yang benar? Saya berikan contoh yang pernah saya alami sendiri.
Jika di dalam stock pick terdapat 17 saham pilihan dan kemudian ada 11 saham yang
sudah memberikan sinyal naik, maka disini tidak mungkin anda membeli 11 saham tersebut.
Jika anda harus membeli 2-3 saham saja, anda pun harus mengalokasikan modal
sebijaksana mungkin agar anda tetap memiliki sisa modal di account balance dan
Hal yang sering dialami pemain saham adalah mereka mulai serakah, overconfidence dan
panic buying ketika mereka melihat saham-saham yang ada dalam daftar stock picknya
banyak yang memberikan sinyal naik. Hal ini terutama terjadi ketika pasar saham sedang
bullish kencang.
Akhirnya trader mulai membeli semua saham-saham yang sudah terlihat naik. Hal ini
mengakibatkan terlalu banyak saham di portofolio trader yang berakibat pada diversifikasi
saham yang buruk. Perlu anda ketahui, menyimpan saham terlalu banyak tidak baik untuk
anda. Akan lebih baik jika anda memiliki 2-5 saham di portofolio daripada anda memegang
219
10 saham di portofolio dengan alokasi modal yang sangat kecil untuk setiap saham, karena
Maka dari itu, anda harus punya manajemen modal yang benar walaupun anda sudah
mempunyai stock pick dan anda sudah bisa trading di jalur yang benar. Manajemen modal
yang saya sarankan saat anda trading di saham pilihan adalah sebagai berikut:
Sebagus-bagusnya saham yang anda miliki di stock pick, anda tetap tidak bisa
mentradingkan semuanya karena adanya keterbatasan modal yang anda miliki dan jumlah
saham tidak boleh terlalu banyak di portofolio anda. Maka dari itu, jumlah saham maksimal
yang sebaiknya anda miliki dari saham-saham di stock pick adalah 3-5 saham saja, sedangkan
Anda bisa mengalokasikan modal untuk saham-saham yang masuk stock pick lebih besar
Kemudian, pada saat anda melakukan screening saham dan anda menemukan ada 10
saham yang bagus dan potensial untuk naik, maka anda harus memilih beberapa saham saja
yang menurut anda paling potensial naik secara analisis teknikal. Nah, tapi bagaimana kalau
ternyata semua saham tersebut secara teknikal sangat bagus dan sangat potensial untuk
Solusinya, pilihlah saham-saham yang paling sering memberikan profit bagi anda dalam
kurun waktu 3-6 bulan terakhir trading anda. Saham-saham yang paling sering memberikan
profit terak
Misalnya anda memiliki 24 stock pick. Kemudian terdapat 17 saham yang sama-sama
potensial naik secara analisis teknikal. Dari 17 saham ini anda hanya ingin memilih 4 saham
220
saja untuk anda tradingkan. Maka anda bisa membuat list saham yang paling besar
memberikan keuntungan anda berdasarkan berapa kali (X) anda profit. Berikut adalah contoh
listnya.
Berdasarkan list diatas, dapat disimpulkan bahwa saham PWON, MEDC, GJTL dan
PGAS adalah empat saham yang paling sering memberikan anda profit dalam kurun waktu 3
bulan terakhir. Maka dari itu, anda bisa memilih keempat saham tersebut dari stock pick
untuk anda tradingkan. Pada tabel diatas, tentu saja lebih baik anda memilih saham yang bisa
memberikan profit lebih banyak daripada saham yang memberikan profit lebih sedikit.
Mengapa kok disarankan memilih saham-saham yang memberikan profit paling banyak
(X)? Sederhananya, saham-saham yang bisa memberikan anda profit paling banyak dalam
rentang waktu trading beberapa bulan terakhir dengan asumsi semua saham memiliki potensi
yang sama untuk rebound, artinya saham-saham tersebut merupakan saham-saham yang
polanya paling bisa anda baca dan anda tebak pergerakan harganya.
221
Sedangkan kalau ada saham yang baru memberikan profit pada anda sebanyak 1 (satu)
kali, maka mungkin saham tersebut pengujiannya belum sekuat apabila anda sudah pernah
profit 5 (lima) kali dari saham yang lain. Sehingga, saham-saham yang memberikan profit
pada anda paling banyak, maka saham-saham itulah yang kemungkinan potensial
memberikan anda profit apabila anda melihat secara analisis teknikal saham tersebut sudah
Dengan cara seperti ini, anda bisa lebih memanajemen modal anda. Artinya, anda hanya
perlu memilah beberapa saham yang paling potensial untuk anda tradingkan dalam stock
pick. Anda tidak perlu mentradingkan 17 saham tersebut. Sehingga, diversifikasi atau alokasi
modal anda di portofolio bisa lebih rapi dan anda bisa mendapatkan potensi profit yang lebih
besar.
Memiliki stock pick yang sudah benar-benar terbukti memberikan keuntungan trading
bagi anda dan saham tersebut sudah cocok untuk anda, terkadang membuat trader menjadi
cepat senang kalau saham tersebut sudah waktunya untuk buy lagi. Inilah yang berbahaya
karena bisa membuat trader jadi lupa diri dan trader bisa menggunakan semua modalnya
Saya tidak menyarankan anda menghabiskan seluruh modal anda untuk trading. Anda
harus memiliki atau menyisakan modal / kas anda di account balance paling tidak 5% dari
keseluruhan modal anda. Selain untuk disiplin, hal ini bisa memberikan rasa nyaman pada
Walaupun anda sudah trading pada saham-saham yang masuk dalam stock pick, anda
tetap tidak saya sarankan untuk menggunakan margin trading. Margin trading berarti anda
222
menggunakan dana utang dari sekuritas. Kalau menggunakan dana margin, anda akan terkena
Menggunakan dana margin dalam trading menunjukkan bahwa anda sudah ―kehilangan
kontrol‖ dalam trading. Oleh karena itu, jangan pernah menggunakan dana margin dalam
trading.
Akhirnya kita masuk pada topik yang sangat berhubungan erat dengan stock pick. Saya
berikan satu studi kasus. Misalnya anda biasa trading di saham BMRI. Saham BMRI tersebut
adalah saham yang bisa memberikan keuntungan pada anda berkali-kali. Anda benar-benar
memahami pola grafik saham tersebut, sehingga tidak heran jika anda bisa mendapatkan
Saham–saham yang bisa memberikan anda profit yang besar dan sering, bukan berarti
anda harus ―mencintai‖ saham tersebut. Hal ini tidak saya sarankan pada anda. Sebagai
Saya pernah terkena force sell ketika kondisi ekonomi sedang jelek. Saya berpikir bahwa
saham yang biasanya bisa memberikan profit pada saya bakalan naik lagi dengan cepat,
karena harganya sudah turun banyak. Saya sangat yakin karena biasanya saham yang biasa
saya tradingkan selalu bisa memberikan profit ketika harganya sudah turun.
Akhirnya, saya membelinya dalam jumlah besar dan saat itu saya tidak sadar kalau saya
sudah menggunakan dana margin dari kantor sekuritas. Ternyata saham yang saya banggakan
harganya bukan naik tapi malah turun terus dan terjun bebas. Akibatnya? Ya sudah jelas saya
223
Ketika terkena force sell, saham yang saya banggakan tersebut dijual rugi. Sungguh pada
saat itu rasanya tidak percaya. Bagaimana mungkin saham yang bisa memberikan saya profit
Ini membuktikan bahwa saham yang sudah masuk stock pick tidak menjamin anda akan
profit sama sekali. Ternyata pada saat kondisi ekonomi sedang bergejolak, bukan hanya satu-
Tetapi, saham-saham yang sering memberikan saya profit pun hargannya juga ikut turun.
Sehingga, tentu tidak bijaksana apabila tetap mentradingkan saham tersebut pada saat kondisi
pasar saham sedang jelek, hanya karena saham tersebut sudah sering memberikan profit
berkali-kali.
Di sub bab ini saya menekankan pada anda: Jangan mencintai satu [Link] saham
harus didasari atas analisis yang benar dan logis. Bukan didasari atas ‗suka tidak suka‘ pada
suatu saham. Panduan memilih stock pick yang ada di buku ini sama sekali bukan
mengajarkan anda untuk mencintai saham-saham yang ada di stock pick. Dalam trading. anda
harus menyesuaikan kondisi trading dengan kondisi pasar saham, dan psikologis anda pada
saat itu.
Pada panduan screening saham untuk memilih stock pick, saya memang banyak
terkesan memprioritaskan screening saham LQ45? Karena saham-saham LQ45 adalah saham
yang memiliki pola grafik yang lebih mudah dianalisis secara teknikal.
Namun, bukan berarti anda sama sekali tidak boleh trading di luar saham-saham LQ45.
Memilih stock pick tidak mutlak harus saham LQ45. Di Bursa Efek ada banyak sekali saham.
Anda bisa melakukan screening saham yang pola grafiknya menurut anda layak untuk
224
ditradingkan (tidak downtrend berkepanjangan, tidak sideways dengan rentang harga sempit,
tidak mengalami perubahan tren yang terlalu signifikan, bukan saham lapis tiga).
Dalam trading saham, ada banyak sekali cara untuk mendapatkan profit. Tentunya, anda
tidak harus kaku hanya trading di saham LQ45 saja. Banyak sekali saham-saham lapis dua
yang tidak masuk dalam daftar saham LQ45 tetapi memiliki pola pergerakan yang likuid dan
agak fluktuatif. Momen-momen seperti ini tentu bisa anda manfaatkan untuk trading.
Intinya, dalam trading janganlah kaku. Kesempatan mencetak profit bisa datang
7.5 Apakah Saham Pilihan Boleh Dikeluarkan dari Daftar Stock Pick?
trader dalam melakukan screening saham agar bisa menghasilkan stock pick yang berkualitas
untuk trading. Nah, dari yang pernah saya paparkan tersebut ternyata mengundang banyak
Salah satu pertanyaan yang sering diajukan rekan-rekan adalah: Apakah diperbolehkan
saham-saham yang sudah masuk dalam stock pick dikeluarkan dari daftar?Jawabannya:
BOLEH dan SANGAT MUNGKIN. Perlu anda ketahui, daftar saham yang ada di stock pick
anda bukanlah saham-saham yang baku dan pasti grafiknya akan bagus terus. Mengapa
demikian? Bukannya stock pick saham sudah melalui proses seleksi yang ketat?
Pasar saham itu sangat dinamis dan berkembang dari waktu ke waktu. Ada saham yang
mungkin dahulu likuid, tetapi sekarang tidak likuid. Sebaliknya, ada kemungkinan saham
yang dulu tidak likuid sekarang menjadi likuid dan bagus untuk ditradingkan. Ada saham
yang dulunya cukup fluktuatif, sekarang saham tersebut sideways dan tidak bergerak. Kita
tidak bisa menebaknya. Anda dan saya tidak akan bisa mengetahui keinginan pasar itu seperti
225
Kalau anda melihat bahwa saham-saham yang ada di stock pick ternyata polanya sudah
tidak sama seperti saat anda sering mentradingkannya dahulu, sehingga pergerakan harganya
sering menipu anda, ada baiknya anda keluarkan terlebih dahulu saham tersebut, dan jangan
mentradingkannya.
Dengan kata lain, seorang trader harus peka dan mampu menyesuaikan diri dengan
kondisi pasar saham. Seperti yang sudah saya jelaskan di sub bab sebelumnya: Jangan
Mencintai Satu Saham, maka jangan selalu terpatok hanya pada saham-saham tertentu. Anda
harus peka untuk melihat saham mana yang potensial dan tidak potensial. Kalau memang
saham tersebut memang sudah ―tidak memungkinkan‖ untuk anda tradingkan karena saham
tersebut sudah tidak menguntungkan anda, maka harus anda keluarkan dari stock pick.
7.6 Dalam Hal Apa Saham Pilihan Dikeluarkan dari Stock pick?
Saham-saham yang pada awalnya sudah masuk dalam daftar stock pick, sangat mungkin
dikeluarkan dari stock pick (baca lagi sub bab 7.5) apabila terdapat kriteria-kriteria sebagai
Jika pergerakan harga saham yang anda pilih tiba-tiba mengalami perubahan yang
signifikan, sehingga anda bingung menentukan kembali support dan resistennya, maka
keluarkan saham tersebut dari stock pick. Hal ini dikarenakan saham-saham tersebut
mengandung unsur risiko yang lebih tinggi jika anda kaget dengan perubahan pola saham
tersebut dan anda menjadi bingung mau beli dan jual di harga berapa.
Percaya atau tidak, perubahan tren atau pola ini kerap kali berpengaruh terhadap
perubahan harga sahamnya. Sebagai contoh, kalau dulu anda biasanya mentradingkan saham
A di rentang harga 2.000-2.500, dan tiba-tiba saham tersebut downtrend tajam secara
berkepanjangan hingga ke kisaran harga 1.200, maka biasanya saham-saham yang pola
226
sahamnya berubah seperti ini, pergerakan harga sahamnya tidak akan ―normal‖ seperti
dahulu. Terutama kalau saham tersebut downtrend tajam atau sideways terlalu lama.
Saya sendiri terkadang mengeluarkan saham dari daftar stock pick karena pertimbangan
seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Sebagai contoh, saya dulu senang sekali trading di
saham HMSP. Terutama setelah HMSP melakukan aksi korporasi stock split, sehingga
Selain itu, HMSP juga merupakan perusahaan LQ45 yang termasuk memimpin di sektor
industri rokok, sehingga saya memprediksi saham ini bakalan ramai lagi setelah stock split.
Benar saja, HMSP setelah stock split menjadi salah satu saham yang masuk dalam stock pick.
Harga saham HMSP bergerak terus di kisaran harga 3.870-4.100. Sehingga saya dengan
mudah membaca titik support dan resisten saham HMSP. Biasanya saya membeli HMSP
ketika harganya berada di 3.910, kemudian saya pasang target jual di kisaran 4.000-4.030.
Nah, tetapi setelah HMSP mengalami perubahan tren harga saham. Entah mengapa tren
HMSP tiba-tiba turun, tapi ya itulah faktanya di pasar saham. Perhatikan perubahan tren
227
HMSP tiba-tiba mengalami tren turun yang cukup tajam. Setelah nyaman di kisaran
harga sebelumnya, tren HMSP terus turun dari 4.100 hingga di kisaran 3.760 (perhatikan
yang saya beri tanda lingkaran). Setelah itu, HMSP sampai saat ebook ini ditulis harga
Perhatikan lagi pola pergerakan grafik HMSP diatas. Inilah yang saya maksud contoh
perubahan pola pergerakan harga saham yang menyebabkan adanya perubahan harga saham
yang awalnya bergerak fluktuatif kini harganya tidak beerpindah kemana-mana. Sehingga,
Ada suatu kasus di mana saham yang awalnya likuid, tiba-tiba karena mengalami
perubahan tren (seperti yang saya jelaskan di poin pertama), saham tersebut menjadi tidak
likuid lagi.
Tidak likuid ini bias ditandai dengan harga saham yang sulit bergerak lagi (ada
kemiripan dengan poin nomor 1). Dan biasanya juga didukung dengan volume yang semakin
menipis. Selain itu, tidak likuid bisa terlihat dari antrian bid-offer yang belakangan semakin
Sebagai contoh, saya dulu sudah beberapa kali mentradingkan saham ELSA saat
harganya masih di kisaran 478-550. Akan tetapi, setelah ELSA mengalami perubahan tren
228
harga saham dan sahamnya menjadi tidak selikuid dahulu pergerakan harganya, saya
membuang ELSA dari stock pick. Coba anda perhatikan grafik ELSA dibawah ini.
Pada grafik ELSA tampak bahwa pergerakan harga ELSA masih cukup fluktuatif dan
banyak yang bar / batang volumenya tinggi. Setelah itu, ELSA mengalami perubahan tren
dan harga saham tidak likuid lagi seperti dahulu. Perhatikan lagi grafik tren ELSA dibawah
ini.
ELSA mendadak turun tajam. Dan setelah menyentuh titik jenuh jual dalam jangka
waktu hampir 1 (satu) tahun, ELSA bertahan di kisaran harga 278. Perhatikan perbandingan
volume ELSA saat masih saya tradingkan dibandingkan dengan volume ELSA saat harganya
sudah berada di kisaran 278. Volume ELSA terlihat mulai tipis dan harga sahamnya juga
sudah sulit untuk bergerak. Atas dasar inilah yang mengeluarkan ELSA dari stock pick.
229
Nah, saham-saham yang sudah anda keluarkan dari stock pick, suatu saat bisa anda
masukkan kembali ke dalam stock pick, jika saham tersebut sudah kembali berada pada tren
Jadi, dalam memasukkan dan mengeluarkan stock pick, tidak ada aturan yang kaku dan
terlalu baku. Saham yang anda anggap memiliki tren yang sudah tidak layak masuk stock
pick bisa anda keluarkan. Sebaliknya, jika ada saham-saham yang anda anggap memiliki tren
Melakukan screening saham untuk stock pick berarti dalam trading nantinya, anda harus
lebih berfokus untuk mentradingkan saham-saham yang ada dalam stock pick, karena saham-
saham ini sudah disaring melalui seleksi dan sudah terbukti memberikan keuntungan bagi
anda. Dalam trading, anda harus mengalokasikan modal yang lebih besar untuk trading di
Tapi, bolehkah kalau anda ingin trading saham diluar stock pick? Apakah saham-saham
Tentu saja boleh. Justru saya menyarankan anda untuk mencoba dan terus mengamati
pergerakan saham yang lain di luar saham-saham yang anda miliki di stock pick. Sekali lagi
saya tekankan, pasar saham itu dinamis. Di Bursa saham ada banyak sekali pilihan saham
yang anda tradingkan. Jika anda memiliki peluang dan pengamatan akan saham-saham yang
Selain itu, dengan mengamati saham-saham yang ada di luar stock pick, pengetahuan
anda tentang analisa teknikal akan jauh lebih luas, karena semakin banyak saham yang anda
amati dan anda uji, maka semakin banyak anda belajar analisis teknikal. Hal ini dikarenakan
setiap saham memiliki pola yang berbeda-beda. Coba bandingkan jika anda hanya trading di
230
saham stock pick dan tidak peduli dengan saham-saham lainnya, maka gaya trading anda
akan lebih sulit berkembang, dan anda akan sulit menemukan saham-saham potensial
lainnya.
Kalau anda hanya trading di saham yang ada di stock pick tanpa mengamati saham-
saham yang lain mungkin akan kehilangan peluang membeli saham-saham lain yang
potensial, di mana kemungkinan saham-saham yang di luar stock pick ini nantinya bisa
Mengamati saham-saham lain juga membuat anda menjadi lebih jeli dalam mengetahui
saham-saham yang punya potensi. Pernah ada trader berkonsultasi pada saya. Kira-kira isi
“ Pak Heze, kenapa ya saya selalu ketinggalan melihat saham-saham yang naik kencang
pada saat jam market berlangsung? Saya baru sadar melihat saham PNLF hari ini naik
sampai 14%. Waktu saya cek analisa teknikal grafiknya ternyata kemarin PNLF memang
membentuk pola yang sangat bagus. Saya bukan cuma menemukan sekali ini saja seperti itu.
Tapi saya sering luput melihat saham-saham yang punya potensi naik.”
Dari curhatan trader diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa trader tersebut kurang
mengamati pergerakan saham-saham yang ada. Karena kurang mengamati, maka trader
tersebut seringkali tidak mengetahui saham-saham mana saja yang potensial untuk naik.
Nah, maka dari itu anda boleh trading di luar saham-saham yang ada di stock pick.
Semakin anda banyak mengamati saham-saham yang ada di pasar saham, semakin besar
kemungkinan anda untuk mendapatkan saham-saham yang memiliki potensi naik dalam
jangka pendek.
Namun, saya menyarankan beberapa strategi pada anda kalau anda ingin menguji
membeli saham yang ada di luar stock pick. Hal ini bertujuan untuk mengontrol kondisi
231
1. Lakukan pengujian
Saham-saham yang tidak masuk dalam screening stock pick, bisa jadi mengandung unsur
risiko yang lebih tinggi, karena saham-saham tersebut belum melalui pengujian dan anda
belum pernah mentradingkannya. Dengan kata lain, tingkat kesalahan anda untuk menebak
pergerakan saham yang belum pernah anda uji akan lebih besar daripada saham-saham yang
Saham-saham yang ada di stock pick anda berarti anda sudah familiar dengan saham
tersebut (analisa teknikalnya), dan setidak-tidaknya anda sudah pernah profit dari saham
tersebut. Sedangkan saham yang ada diluar stock anda masih belum familiar, sehingga anda
Saya sering menemukan trader yang rugi besar karena trader tersebut coba-coba membeli
saham yang kelihatannya naik (diluar stock pick), padahal saham tersebut besoknya langsung
turun dan terus terjun bebas. Saya pribadi juga pernah mengalami hal tersebut.
Hal ini membuktikan bahwa saham-saham yang ada di luar stock pick mengandung unsur
risiko yang lebih tinggi daripad saham-saham yang ada di stock pick. Sehingga kalau
memang anda ingin trading di saham yang ada di luar stock pick, anda harus lakukan
Caranya jangan membeli dengan jumlah lot yang terlalu besar (di bab-bab
sebelumnya juga saya jelaskan). Kalau saham tersebut tiba-tiba turun, dan mengharuskan
anda untuk cut loss, maka kerugian anda tidak akan terlalu besar. Jangan berkata saham anda
pasti naik. Trader yang suka berandai-andai dan nekad akan terjerumus dalam kerugian besar.
Saya pernah cut loss besar pada saham MLPL karena saya tertipu dengan pergerakannya.
Saat itu MLPL bukanlah saham yang ada dalam stock pick saya, tetapi karena saya
melihat pola fluktuatif MLPL yang cukup menguntungkan, maka saya nekad membeli
dengan jumlah yang besar. Akibatnya? MLPL ternyata turun terus dan akhirnya saya cut loss
232
MLPL. Sejak saat itu saya menyimpulkan bahwa saham yang belum melakukan pengujian
Saya kemudian mulai mengurangi jumlah lot jika trading di saham-saham yang belum
masuk dalam screening saham. Dengan cara seperti ini, maka akan memberikan rasa yang
lebih aman.
Jika kemudian anda membeli saham tersebut dan anda profit, maka anda bisa mulai
screening saham tersebut. Anda bisa mulai menambah jumlah lot ketika anda memutuskan
untuk membeli lagi sahamnya. Tetapi jika saham tersebut membuat anda rugi, anda bisa coba
tradingkan lagi.
Jika ternyata anda mengalami rugi kedua kalinya pada saham tersebut, berarti saham
tersebut bukanlah saham yang cocok untuk anda. Artinya, anda jangan memaksa untuk
mentradingkan lagi saham tersebut. Saham tersebut harus anda keluarkan dari daftar
2. Alokasikan modal yang lebih kecil daripada saham yang anda tradingkan di stock
pick
Jangan sampai anda mengalokasikan modal yang sangat besar untuk saham-saham yang
ada di luar stock pick alias masih berada dalam tahap pengujian anda. Saran saya, gunakanlah
alokasi modal yang lebih kecil daripada saham-saham utama anda yang ada di stock pick.
Saham-saham yang ada di stock pick lebih aman untuk ditradingkan, sehingga anda bisa
mengalokasikan modal yang lebih besar dan risiko yang tidak diinginkan (cut loss dengan
kerugian yang besar dan nyangkut dengan modal besar) bisa lebih ditekan.
3. Jangan gegabah
Misalnya pada market hari ini anda melihat ada 3 (tiga) saham di luar stock pick yang
sedang naik. Dan secara analisis teknikal memang ketiga saham menunjukkan indikasi
rebound. Dalam hal ini, anda tidak boleh gegabah. Sifat gegabah dan kurangnya
233
pertimbangan inilah yang menyebabkan trader akhirnya sering terjebak ‗nyangkut‘ dengan
Gegabah disini artinya anda langsung membeli ketiga saham tersebut dalam jumlah besar
tanpa pertimbangan lebih lanjut mengenai risiko yang akan anda hadapi. Seperti yang sudah
saya utarakan di poin pertama dan poin kedua, jika anda trading pada saham-saham diluar
4. Jika saham tersebut membuat anda cut loss sampai lebih dari 2-3 kali, artinya
Saham di luar stock pick yang anda tradingkan, kemudian saham tersebut ternyata tidak
bergerak sesuai harapan dan akhirnya anda cut loss. Ini artinya anda harus mengevaluasi lagi
apakah ada yang salah dengan cara anda menentukan posisi beli. Namun, jika anda tetap
mengalami kerugian pada saham tersebut, berarti saham tersebut bukanlah saham yang cocok
5. Jika saham tersebut sudah bisa memberikan anda profit minimal dua kali, artinya
Kalau anda mentradingkan saham tersebut dan anda bisa profit paling tidak 2 (kali),
berarti anda sudah mulai familiar dengan saham tersebut. Means, anda bisa memasukkan
saham tersebut ke dalam stock pick apabila anda bisa profit di saham-saham yang anda
Kalau sudah punya saham-saham pilihan, berarti saham-saham yang anda tradingkan
mengandung unsur risiko yang lebih rendah. Jadi, apakah trader perlu melakukan cut loss jika
saham-saham pilihan ternyata bergerak tidak sesuai dengan harapan? Jawabannya: Tetap
perlu.
234
Memang, persentase kemungkinan cut loss pada saham-saham yang ada di stock pick
akan lebih kecil. Tetapi, sekali lagi cut loss tetaplah diperlukan apabila pada saham-saham
1. Mengalami perubahan tren dan pola pergerakan harga saham secara signifikan
(downtrend secara tajam). Mengenai hal ini sudah saya jelaskan banyak pada bab
sebelumnya.
2. Kondisi perekonomian tiba-tiba lesu, sehinga menyeret hampir semua harga saham,
termasuk saham-saham yang ada di stock pick. Sebagai contoh, perhatikan kondisi pasar
saham tahun 2015 kuartal I, di mana pasar saham saat itu jatuh sekitar 7-8 bulan karena
kondisi ekonomi yang lesu. Dalam hal ini, anda harus cut loss karena sudah dipastikan
3. Seperti biasa, anda saya sarankan cut loss apabila harga saham tidak bergerak sesuai
7.9 Pada Saat Apa Anda Harus Mulai Menambah Saham Pilihan?
Saham-saham di stock pick bisa anda tambah jumlahnya kalau kondisi anda sekarang
Kalau anda sedang rugi besar, dan anda memiliki banyak saham yang nyangkut, maka
yang harus anda lakukan bukan menambah stock pick tetapi anda harus MELAKUKAN
EVALUASI trading kembali. Kalau anda menambah stock pick saat anda sedang rugi besar,
maka kemungkinan kerugian anda akan bertambah, karena dalam posisi rugi psikologis trader
235
2. Anda mengeluarkan terlalu banyak stock pick, sehingga jumlah stock pick anda
terlalu sedikit
Jika anda mengeluarkan banyak stock pick karena anda menganggap pergerakan
sahamnya sudah tidak sebagus dulu, anda bisa mencari dan menambah jumlah saham yang
ada di stock pick anda. Hal ini bisa dilakukan apabila anda memiliki sedikit saham pilihan
untuk anda tradingkan, sehingga anda kesulitan mendapatkan profit akibat sedikitnya opsi
saham yang bisa ditradingkan. Dalam hal ini, anda bisa mencari saham-saham lain yang
Jika anda menemukan saham yang bagus yang sudah anda uji sahamnya, maka anda bisa
menambahkannya ke dalam stok pick anda, dan anda tradingkan secara rutin.
Kalau anda bisa meraih profit yang lebih konsisten dengan saham-saham yang ada di
stock pick anda, dan kerugian yang anda alami sudah mulai berkurang dibandingkan perioda-
perioda sebelumnya, maka hal itu menunjukkan anda sudah naik level dalam trading dan
Kalau profit anda lebih konsisten di beberapa saham, berarti anda mampu membaca pola
teknikal dengan lebih baik. Artinya, anda sudah bisa mulai untuk coba mempertimbangkan
mencari dan menambah saham-saham pilihan lainnya dalam stock pick anda.
7.10 Kondisi Market dan Saham Kurang Bagus, Apa yang Harus Dilakukan?
Di pasar saham anda akan sering menemukan kasus seperti ini: Kondisi pasar saham
sedang kurang bagus. Banyak saham-saham yang sedang koreksi dan tidak sedikit yang
berjatuhan. Di sisi lain, saham-saham lapis satu dan lapis dua juga sedang tidak berada dalam
kondisi harga saham yang terlalu bagus. Bahkan, hampir semua stock pick anda sedang tidak
236
terlalu bagus untuk ditradingkan. Hal ini pasti anda sering temukan sebagai pemain saham.
Nah, kalau anda menemukan kondisi seperti ini, apa yang sebaiknya dilakukan?
Apakah tetap harus trading saham-saham stock pick seperti biasa? Jawabannya: Tidak.
Hal utama yang saya sarankan ketika menghadapi kondisi pasar saham seperti itu adalah
jangan terlalu nekad untuk trading saham, sekalipun itu adalah saham-saham stock pick anda.
Mengapa? Karena kondisi pasar saham yang kurang bagus membuat hampir semua saham
anda kemungkinan besar akan sulit bergerak naik sesuai yang anda harapkan.
Dalam kondisi seperti demikian, anda tetap boleh trading tetapi jangan terlalu nekad,
yaitu anda boleh trading dengan cara mengurangi porsi modal untuk trading. Misalnya:
Biasanya anda membeli satu saham dengan modal Rp100 juta. Saat kondisi pasar saham
sedang kurang bagus dan banyak saham-saham anda yang pergerakannya kurang bagus juga,
Cara lainnya, kalau anda melihat pasar saham masih kurang bagus, anda bisa berhenti
dulu dari aktivitas trading. Anda wait and see sambil menunggu saham-saham rebound lebih
pasti. Pada saat wait and see inilah justru merupakan momen yang bagus untuk melakukan
screening saham yang lain dan melihat peluang yang ada. Ingat, wait and see bukan
Anda tidak harus trading setiap hari, tetapi anda juga harus memiliki fleksibilitas dalam
trading saham. Anda tidak harus memaksa trading di saham-saham stock pick apabila kondisi
pasar saham serta saham-saham anda kurang memiliki pola yang bagus pada saat itu.
Hal ini bertujuan untuk menghindarkan anda dari potensi kerugian. Seperti yang saya
utarakan sebelumnya, bahwa memiliki stock pick tidak menjamin anda untung 100%. Anda
juga harus bijaksana dalam melakukan trading dan mencermati pergerakan di pasar saham.
237
BAB VIII
Setelah anda membaca pembahasan di ebook ini tentang screening saham, terutama di
Bab V, Bab VI dan Bab VII, kini anda sudah memahami mengenai praktik cara melakukan
screening saham. Yap, intinya dalam screening saham, anda harus bisa mencari saham-saham
yang layak untuk ditradingkan secara analisis teknikal, sehingga anda memiliki ‗panduan‘
trading yang jelas, tidak asal membeli saham, tidak asal menjual saham.
Di Bab VIII, sesuai judunya, saya akan menjelaskan praktik ―Cara melakukan screening
saham yang paling mudah‖. Cara screening saham paling mudah perlu anda praktikkan
Cara screening saham paling mudah cocok anda terapkan apabila anda benar-benar
masih bingung bagaimana cara melakukan screening saham. Dalam praktikknya, ada banyak
pemula yang ketika pertama kali membuka software saham (untuk trading), langsung blank
alias nggak tahu apa yang harus dilakukan (karena saking banyaknya kode saham, grafik, dan
Nah, kalau trader sudah bingung, kemungkinan besar trader akan sedikit terkendala
melakukan screening saham. Jadi, di Bab VIII ini saya akan menjelaskan praktik untuk
mencari ―jalan pintas‖ mencari saham yang bisa / layak untuk ditradingkan.
Cara screening yang akan saya jelaskan nanti akan sangat membantu untuk seorang
pemula. Tapi tidak menutup kemungkinan, cara screening saham paling simpel ini
238
8.2 Cara Paling Mudah Mencari Saham
Oke tanpa berlama-lama lagi, sebenarnya ada tiga cara mudah yang bisa anda lakukan
Anda yang masih benar-benar bingung bagaimana cara mencari saham-saham pilihan
untuk trading, anda bingung bagaimana cara memilih grafik saham yang begitu banyak
variasinya (hal ini terutama sering dialami oleh trader yang benar-benar masih awal di dunia
saham), maka cara paling mudah menemukan saham untuk trading adalah amatilah saham-
Cara ini saya katakan sebagai ―Cara bodoh main saham‖. Lho kok ―cara bodoh‖?
Bagaimana cara kita mengetahui saham yang kelihatannya menarik? Ada dua cara.
Pertama perhatikan running trade saham. Running trade ini bertujuan untuk melihat saham-
saham apa saja yang sering ditradingkan oleh pelaku pasar. Saham yang sangat sering
Sebagai contoh, anda menemukan saham TLKM di running trade yang selalu muncul
setiap saat, sehingga TLKM kelihatan menarik perhatian anda. Maka, anda bisa mulai
memasukkan TLKM ke dalam daftar watchlist anda, dan anda harus fokus untuk mulai
Cara kedua, amatilah saham-saham yang kenaikan atau penurunannya menarik perhatian
anda dibandingkan saham-saham lainnya. Misalnya anda menemukan saham TINS yang pada
saat itu mengalami kenaikan 5%, sedangkan saham-saham lainnya hanya naik 0,2%. Dan
saham tersebut kenaikannya cukup stabil setelah anda mengamatinya selama beberapa hari.
Maka dari itu, anda bisa coba memasukkan saham TINS ke dalam watchlist anda. Dan
jangan lupa fokuskan analisis anda pada saham TINS ini dengan menganalisis grafiknya,
239
melihat bid-offernya dan lain-lain. Untuk memudahkan contoh praktik lainnya, perhatikan
Dari sekian banyak daftar saham yang warnanya hijau-merah, katakanlah anda melihat
saham RAJA selama beberapa hari terakhir cukup menarik perhatian anda. Saham RAJA
kenaikan dan penurunannya lumayan stabil, dan saat anda mengamati sahamnya, RAJA naik
Maka dari itu, anda bisa memasukkan saham RAJA ke dalam menu screening saham,
kemudian lakukan analisa teknikal saham RAJA. Perhatikan grafiknya, apakah menurut anda
ada potensial naik lagi atau akan koreksi dulu. Cara ini akan lebih memudahkan anda untuk
mengerucutkan analisa grafik pada saham tertentu saja, daripada anda melihat grafik setiap
240
Saya yakin anda pasti akan bertanya: ―Bagaimana caranya agar saya bisa tahu kalau
ada saham yang menarik perhatian saya? Apa ukurannya saham itu dikatakan menarik
perhatian?”
Saham apa yang menarik perhatian hanya anda yang merasakan, karena anda yang
trading, anda yang praktik, dan setiap orang punya pandangan sendiri terhadap suatu saham.
Saya kasih satu ilustrasi. Batu akik mungkin sangat menarik perhatian anda, karena
mungkin anda adalah kolektor batu akik, atau bahkan anda pebisnis batu akik. Namun, bagi
saya batu akik sama sekali tidak menarik karena saya bukan penggemar baut akik. Jadi ketika
ada orang yang lagi pamer batu akik, perhatian anda kemungkinan akan langsung tertuju pada
Ilustrasi ini menjawab pertanyaan tadi. Saham yang menarik perhatian setiap orang akan
berbeda-beda. Dan tidak ada ukuran pasti atau standar saham dikatakan menarik perhatian
trader. Saya mungkin tertarik melihat saham BNGA, namun bisa jadi anda tidak tertarik
Maka dari itu, cara screening saham ini banyak kelemahannya. Memang cara ini cara
yang paling simpel. Tetapi masalahnya, saham yang kelihatannya menarik belum tentu saham
tersebut memang bagus secara tekmikal. Bagaimana kalau ternyata trader melihat saham
yang naik 12% sehari selama 3 berturut-turut sebagai saham yang menarik perhatiannya?
teknikal masih minim), dan ternyata sahamnya langsung anjlok 15% setelah itu? Who knows?
Mungkin ada trader yang tidak tertarik membeli saham yang sudah naik 12% sehari,
namun seperti yang saya katakan di awal, setiap orang punya ketertarikan sendiri terhadap
saham-saham tertentu, dan semua orang tidak sama. Nah, kalau ada trader yang masih minim
pengalaman dan mudah tertarik melihat saham-saham yang naik terlalu cepat, hal ini juga
cukup berisiko.
241
Kelemahan lainnya adalah, tahukah anda jumlah saham di Bursa Efek itu sangat banyak.
Jika anda mau mengamati satu per satu saham yang kira-kira menarik perhatian anda,
Itulah mengapa di awal paragraf saya mengatakan bahwa cara ini adalah ―Cara bodoh
main saham‖. Saya tidak mengatakan cara ini jelek, karena biar bagaimanapun, ujung-
ujungnya kalau anda sudah menemukan saham yang menarik perhatian anda, anda juga harus
Cara ini tetap bisa anda lakukan apabila anda benar-benar tidak tahu cara memilih saham
namun seperti saya jelaskan, cara ini memang ada kelemahan-kelemahannya. Tapi hei,
bukankah ada banyak jalan menuju roma? Bukankah cara screening saham yang mudah itu
Apabila cara pertama ini masih membuat anda kurang ―sreg‖ karena memlih saham yang
terkesan dilakukan secara acak, maka ada cara lainnya yang cukup mudah untuk menemukan
Anda yang bingung mau memilih saham apa untuk trading, bingung melihat kode saham
yang begitu banyak, anda bingung mau beli saham apa karena anda baru pertama kali
mencoba trading, anda bisa membeli saham-saham yang produknya sangat populer, ada di
mana-mana dan selalu dibutuhkan oleh orang banyak. Dan tentunya yang perusahaannya
Yap, perusahaan-perusahaan seperti ini biasanya tergolong sebagai perusahaan blue chip.
Perusahaan blue chip yaitu perusahaan yang memiliki kinerja mapan, rutin bagi dividen
setiap tahun dan nominal dividennya cukup besar, produknya dibutuhkan masyarakat, dan
merupakan pemimpin di sektor industrinya (dilihat dari kinerja, omzet, dan jumlah laba
bersih).
242
Sebagai contoh, saat anda bepergian, setiap hari anda pasti akan menemukan ATM Bank
BCA. Anda juga pasti sering menemukan kantor-kantor cabang BCA. Sebagian besar
masyarakat Indonesia pasti menggunakan BCA. Anda tidak mungkin lupa dengan nama
BCA. Selain BCA ada pula bank-bank besar yang juga memiliki nasabah berlimpah, yaitu
Contoh lainnya, anda suka internetan? Perhatikan perusahaan teknologi yang sangat
terkenal di Indonesia, dan teknologinya selalu digunakan oleh orang banyak yaitu Telkomsel.
Kode sahamnya TLKM. Semua orang pasti tahu Telkom bukan? Layanan Telkomsel,
Atau anda perhatikan barang-barang sekeliling anda yang sering anda gunakan. Produk-
produk kecantikan, Wipol, sampo, sabun, pasta gigi. Produk-produk tersebut diproduksi oleh
Perhatikan juga produk-produk asli Indonesia yang bahkan sampai dikonsumsi hampir di
seluruh dunia, yaitu produk Indofood. Produknya yang sangat terkenal dan murah meriah
Atau anda bisa lihat jumlah kendaraan yang semakin banyak lalu-lalang di jalan raya.
Siapakah raja produksi kendaraan terbesar? Anda pasti tahu nama perusahaan Astra. Kode
sahamnya ASII. Astra sudah sangat ternama, produk-produknya sangat terkenal, dan
Maka dari itu, kalau anda bingung dalam melakukan screening saham, anda bisa
membeli saham-saham tersebut, yaitu saham yang produknya sangat mudah anda ingat, dan
membutuhkan jalan tol? Apalagi kedepannya infrastrutkur Indonesia akan terus maju.
243
Bukankah semua orang membutuhkan peralatan mandi, peralatan mencuci? Bukankah semua
perusahaan blue chip. Dan karena produk-produknya sangat dibutuhkan banyak orang,
maka sahamnya pun juga selalu diingat orang. Itulah mengapa sahamnya cenderung
likuid.
Jadi, anda yang bingung memilih saham, dan anda berpikir cara nomor 1 tadi masih
terlalu berisiko untuk seorang pemula, maka anda bisa menggunakan cara ini: Membeli
Dengan cara ini, trading anda akan cenderung lebih aman, lebih minim risiko dan
porfotolio anda akan jauh lebih berkualitas, karena seperti yang saya katakan di dua paragraf
sebelumnya (saya beri huruf tebal), saham-saham ini cenderung likuid dan diminati oleh
orang banyak.
Kalaupun sahamnya turun setelah anda beli, kemungkinan saham tersebut rebound cukup
besar, karena yang mentradingkan banyak, dan saham ini bukanlah saham gorengan yang
tidak jelas.
Tentunya setelah anda memilih saham-saham blue chip, anda tetap harus melakukan
analisa terhadap saham-saham yang sudah anda masukkan dalam screening saham. Untuk
analisa teknikal lebih lanjut, anda bisa mendapatkan juga materinya disini: Ebook
Untuk lebih memudahkan anda dalam melakukan screening saham menggunakan metode
ini, saya akan memberikan bocoran saham-saham blue chip yang produknya sangat populer,
sahamnya sangat likuid, selalu ditradingkan orang banyak, dan cenderung minim risiko.
244
SCREENING SAHAM BLUE CHIP
Itulah screening 14 saham blue chip menurut versi saya. Indikatornya adalah kinerja
Untuk PTBA dan ITMG ini adalah perusahaan pertambangan. Memang produk-produk
pertambangan tidak semua orang menggunakannya secara langsung seperti halnya bank,
produk-produk Telkom dan Unilever misalnya. Namun, PTBA dan ITMG sangat bagus
245
Sebagai contoh, PTBA dan ITMG tetap rutin membagikan dividen pada saat kondisi
ekonomi yang saat itu lesu tahun 2015. PTBA dan ITMG juga memiliki grafik teknikal yang
Nah, dari sekian banyak daftar saham ini, anda mungkin bertanya: ―Saya kan tidak
mungkin membeli semua saham blue chip ini? Apakah Bung Heze ada saran bagaimana cara
memilih saham blue chip yang bagus untuk masuk dalam screening saham?”
Poin pertama sudah anda dapatkan, yaitu anda sudah bisa mengerucutkan / menyeleksi
jumlah saham untuk screening berdasarkan saham-saham blue chip ini tadi. Tahap
selanjutnya adalah memilih lagi beberapa saham saja untuk trading (Apalagi kalau anda
Sebelum saya menjelaskan lebih lanjut, ada baiknya anda mengetahui kelemahan
membeli saham blue chip. Kelemahan utamanya, saham-saham blue chip ini harganya
cenderung sudah tinggi atau mahal secara nominal, sehingga kalau anda modalnya terlalu
kecil, katakanlah hanya Rp500 ribu, kemungkinan besar anda akan sulit membeli sahamnya.
Tapi tenang saja, banyak saham-saham blue chip yang harganya tinggi, kemudian
manajemen perusahaan melakukan stock split. Sederhananya stock split adalah pemecahan
saham. Anda bisa baca tentang penjelasan stock split di web saya: Pengertian dan Contoh
Stock Split.
Sebagai contoh, HMSP harganya pernah mencapai Rp97.500 per saham. Artinya, untuk
beli satu lot anda butuh modal minimal Rp9.750.000. Kemudian HMSP stock split dengan
rasio 1:25, sehingga harganya menjadi 3.900. Artinya, kalau anda mau beli 1 HMSP setelah
stock split, anda hanya membutuhkan modal minimal yang jauh lebih kecil, yaitu Rp390.000
Hal yang sama juga dilakukan banyak perusahaan blue chip lainnya. Saham BBRI,
BMRI, UNVR, PTBA pernah melakukan aksi korporasi stock split, sehingga harga sahamnya
246
lebih mudah terjangkau oleh trader dan investor. Dalam jangka panjang, biasanya saham-
Jadi, kalau anda mau menyeleksi lagi beberapa saham blue chip untuk trading, saran saya
Screening saham blue chip yang harganya tidak terlalu mahal. Sebagai contoh, jika harga
UNVR adalah 55.000 dan harga Gudang Garam adalah sebesar 60.000, dan modal anda
hanya Rp2.000.000 (dua juta rupiah), maka keluarkanlah UNVR dan GGRM dari daftar
screening saham, karena modal anda tidak akan cukup membeli saham-saham tersebut.
Kemudian jika dari 14 saham blue chip didapatkanlah saham-saham BBRI, PTBA,
HMSP yang harga sahamnya masih dibawah Rp5.000 per saham (Ini hanya contoh, harga
saham bisa berubah sewaktu-waktu), maka masukkan ketiga saham tersebut dalam menu
watchlist / screening anda. Setelah itu, fokuskan untuk trading di ketiga saham tersebut.
Namun jika anda memiliki modal yang sudah cukup besar, anda tidak perlu terlalu
memperhatikan poin pertama ini. Anda tidak perlu terlalu meng-klasifikasikan saham-saham
blue chip ini berdasarkan pada murah-mahalnya harga. Poin kedua lebih penting daripada
Setelah anda memilih saham-saham blue chip ini, anda harus melakukan screening
dengan melihat grafik atau analisis teknikalnya. Grafik analisis teknikal ini berguna untuk
melihat saham-saham mana yang akan anda beli, dan melihat sinyal harga saham.
Selain itu, kalau anda menemukan saham blue chip yang ternyata grafiknya sedang turun
terus, maka anda juga harus mempertimbangkan untuk menghindari saham yang grafiknya
downtrend berkepanjangan, dan yang belum memberikan sinyal pembalikan arah. Saya
247
Untuk cara kedua ini bukan hanya dilakukan untuk seorang pemula, namun anda yang
sudah bukan pemula lagi, tetap bisa mempraktikkan screening saham menggunakan
cara ini.
Saya banyak menemukan para trader yang cenderung konservatif dengan mengincar
saham-saham blue chip saja sebagai sarana trading, dan kenyataannya mereka tetap bisa
mencetak profit. Saya pribadi juga mempraktikkan trading di saham-saham blue chip.
Sebagai bocoran, portofolio saya lebih dominan diisi oleh saham-saham blue chip. Sisanya
adalah saham-saham lapis dua, dan saham lapis tiga khusus untuk trading cepat.
Jadi, dalam trading saya lebih cenderung membeli saham paling besar komposisinya
berdasarkan yang tingkat risikonya paling rendah hingga yang tingkat risikonya paling tinggi
Cara mudah screening saham lainnya, anda bisa menggunakan acuan indeks LQ45.
Indeks LQ45 adalah daftar 45 saham paling likuid di Bursa Efek. Nah, saham-saham blue
chip biasanya selalu masuk dalam Indeks LQ45. Jadi kalau anda melakukan screening saham
berdasarkan pada poin kedua, maka secara otomatis anda juga sudah mentradingkan saham-
saham LQ45.
Akan tetapi, memang tidak semua saham LQ45 adalah saham blue chip. Anda yang ingin
trading dengan variasi saham yang berbeda dan yang risikonya cenderung lebih aman, anda
bisa mencoba melakukan screening saham pada saham-saham LQ45 saja. Mengenai
screening saham LQ45, saya banyak membahasnya di Bab V terutama pada Sub Bab 5.4.
4. Cara-cara Lainnya
Masih ada cara-cara lainnya untuk melakukan screening saham. Cara-cara ini terkadang
dilakukan juga oleh trader yang benar-benar masih bingung mau membeli saham. Tapi cara-
248
cara ini tidak terlalu saya sarankan untuk anda, terutama kalau anda menelan cara ini secara
mentah-mentah.
Pertama, mencari saham berdasarkan berita. Banyak trader yang melakukan screening
saham dengan membaca berita. Misalnya terdapat berita bahwa ANTM mencatatkan
kenaikan laba bersih. Atau terdapat berita bahwa TPIA akan mengakuisisi perusahaan X.
Masalahnya, kebanyakan harga saham tidak naik walaupun ada berita bagus (entah
kenaikan laba, mau ekspansi, mau bayar utang dan lain-lain). Trader yang cenderung mencari
berita dan menelan mentah-mentah berita ini, kemudian langsung membeli sahamnya,
Dan memang, dalam trading saham anda harus mencari saham yang ada potensi naik,
bukan mencari yang benar. Apa maksudnya? Saya pernah menuliskannya disini: Main
Kedua, mencari saham dengan mengikuti rekomendasi di grup-grup saham. Cara ini
sering dilakukan oleh para pemula yang sama sekali tidak tahu mau membeli saham apa, dan
tidak tahu cara memilih saham. Akhirnya banyak dari mereka yang memasukkan watchlist
saham berdasarkan apa yang dikatakan oleh ―pakar‖ di grup saham. Hasilnya? Saham-saham
watchlist mereka banyak dipenuhi oleh saham-saham yang tidak jelas. Of course, kinerjanya
Saya tidak menyalahkan anda belajar saham dari sumber manapun, selagi sumber
tersebut bisa membuat anda lebih mengerti tentang saham. Akan tetapi, semua keputusan
trading ada di tangan anda. Jadi apapun alasannya, anda tetap harus melakukan screening
saham terlebih dahulu, jangan menelan rekomendasi secara mentah-mentah meskipun anda
sedang dalam posisi sama sekali tidak tahu cara memilih saham. Baca juga pos saya:
249
Tapi dari tiga cara screening yang saya paparkan sebelumnya, bukanlah andd sudah
lebih paham tentang cara paling mudah memilih saham? Seharusnya anda sudah ada
Jadi, tiga cara screening saham paling mudah tadi tetaplah lebih saya sarankan untuk
anda aplikasikan dalam trading daripada cara nomor 4 (cara-cara lainnya). Anda mungkin
bertanya kembali:
“Dari ketiga cara tersebut, cara mana yang paling disarankan untuk screening saham?”
Cara yang paling saya sarankan untuk anda, terutama kalau anda sama sekali bingung
mau memilih saham apa, maka cara nomor 2 (cari saham yang produknya populer /
saham blue chip) inilah yang paling saya sarankan, karena cara nomor 2 adalah cara
Cara nomor 3 (memilih saham LQ45) adalah opsi lainnya apabila anda ingin mencoba
saham yang lebih variatif. Namun, cara nomor 3 ini memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi
karena tidak semua saham LQ45 adalah saham yang memiliki grafik yang bagus, dan dalam
perjalanannya memang ada beberapa saham LQ45 yang mengalami perubahan kinerja
fundamental, sehingga harga sahamnya menjadi tidak se-likuid saat sahamnya pertama kali
Sedangkan cara nomor 1 (mencari saham-saham yang menarik perhatian anda), adalah
cara screening saham paling mudah yang risikonya cukup tinggi. Jadi, kalau anda merasa
tidak yakin dalam memilih saham, lebih baik gunakan cara nomor 2. Cara nomor 2 ini adalah
cara yang sangat mudah dan simpel dalam melakukan screening dan bisa diterapkan bukan
250
8.3 Screening Saham Tidaklah Sulit
Bab 8 ini menjawab semua pertanyaan anda tentang cara melakukan screening saham
paling mudah. Dan ternyata screening saham yang simpel itu tidak sulit untuk dipraktikkan,
karena saya sendiri juga sudah mempraktikannya saat masih pemula banget di dunia saham.
Jadi setelah membaca buku ini, harapannya anda yang tidak tahu cara memilih saham untuk
So, jangan sampai lagi anda membeli saham namun anda tidak tahu mengapa anda
membeli saham tersebut. Jangan sampai juga anda membeli saham hanya karena ikut-ikutan,
membeli saham hanya karena ada berita, membeli saham tanpa analisa apapun.
Demikian pula bagi anda yang ingin trading saham dengan mengincar saham-saham
yang risikonya rendah tapi memberikan return yang lebih pasti, anda juga bisa menerapkan
strategi screening saham di Bab 8 ini terutama di Sub Bab 8.2 pada poin 2.
251
BAB IX
Bab 8 ini mungkin agak berbeda dengan bab lainnya, karena bab ini sebenarnya bukan
mengajarkan pada anda untuk mencari saham-saham pilihan yang anda masukkan dalam
stock pick untuk trading secara rutin. Bab 9 memang saya fokuskan untuk screening saham.
Tetapi fokus kita adalah mencari saham-saham yang punya potensi besar naik paling tidak 5-
Namun, tipikal saham tersebut tidak cocok untuk anda masukkan dalam stock pick.
Mengapa demikian? Karena di bab ini kita akan mencari saham-saham lapis tiga yang cocok
untuk dijadikan trading SCALPING. Dengan kata lain, saham tersebut tidak cocok umtuk
Mengapa harus scalping trading? Ya karena saham saham-saham tersebut adalah saham
lapis tiga yang pergerakannya tidak terlalu likuid, sehingga akan sangat berisiko bagi anda
jika anda menginapkan saham tersebut di portofolio. Alasan kedua mengapa anda saya
sarankan scalping trading karena saham yang naik sangat kencang dalam satu hari, biasanya
keesokan harinya saham tersebut SANGAT berpotensi terkena suspensi dari pihak Bursa
Nah, kalau saham sudah kena suspensi, otomatis anda tidak akan bisa mentradingkan
saham tersebut pada hari berikutnya. Saham-saham yang terkena suspensi, setelah status
suspensinya dibuka oleh Bursa Efek, ada kemungkinan saham tersebut langsung anjlok
drastis. Hal ini akan membahayakan bagi anda jika anda masih memegang sahamnya.
Kemungkinan anda tidak sempat menjual karena harga saham sudah turun lebih dahulu
252
Sebagai contoh, saham AGRS pernah terkena suspensi oleh Bursa Efek Indonesia karena
sebelumnya AGRS mengalami kenaikan yang sangat drastis, hingga dalam sehari AGRS naik
25% pada tanggal 16 Juni 2017. Pada perdagangan tanggal 19 Juni 2017, BEI langsung
melakukan suspensi pada saham AGRS, sehingga AGRS tidak bisa ditradingkan. Setelah itu,
tanggal 20 Juni 2017 saat suspensi AGRS kembali dibuka, harga sahamnya sempat anjlok
hingga 8%.
Anda juga harus notif terhadap saham-saham yang sudah terkena Unusual Market
Activity (UMA) oleh pihak BEI. Kalau ada saham-saham yang naik kencang dalam sehari,
kemudian saham tersebut terkena UMA, maka ada baiknya hindari saham tersebut untuk
masuk dalam screening saham. Saham-saham yang naik cepat dan terkena UMA, biasanya
sangat rentan terkena suspensi dari Bursa Efek. Berikut adalah contoh pengumuman UMA
saham CKRA oleh BEI (Jika CKRA sudah masuk radar UMA, maka hindari CKRA untuk
anda watchlist).
Dengan kata lain, kalau anda trading pada saham lapis tiga yang berpotensi naik kencang
5-10% dalam sehari, anda harus langsung menjual ketika harga sahamnya naik dalam satu
253
hari. Sekali lagi, saham-saham tersebut akan sangat berisiko jika anda menginapkannya di
portofolio anda.
Mungkin anda bertanya-tanya kembali: “Memangnya nggak ada saham-saham blue chip
atau saham lapis dua yang naik 10% dalam sehari?‖Well, jujur saja saya jarang menemukan
saham-saham lapis satu atau saham lapis dua yang naik 10% dalam sehari, kecuali karena
kasus-kasus tertentu. Misalnya saham tersebut naik 10% sehari karena laba bersih tumbuh
berkali-kali lipat.
Tetapi, kalau anda ingin menganalisis grafik saham-saham lapis satu dan lapis dua yang
naik 10% dalam sehari, maka hal ini akan sulit ditemukan, karena pergerakan saham-saham
lapis satu dan lapis dua yang cenderung lebih likuid, sehingga lebih sulit bagi para bandar
Jadi, inti pada bab 8 ini, jika anda ingin mencari saham-saham yang mengalami kenaikan
5-10% dalam sehari maka berikut adalah kriteria-kriteria saham yang saya sarankan
1. Cari saham-saham yang pada harga penutupan sebelumnya naik kurang lebih 20%. Akan
lebih baik jika saham tersebut terkena auto reject atas atau terkena auto reject atas pada
sore hari.
2. Cari saham-saham yang memiliki pola candlestick white marubozu atau candlestick yang
3. Cari saham-saham yang memiliki spread bid-offer yang sempit, yaitu yang sebesar fraksi
4. Cari saham-saham yang harga pembukaan hari ini loncat beberapa poin dari harga
penutupan sebelumnya, dan kemudian harga saham langsung naik kencang saat jam
pertama pasar buka. Misalnya: Harga penutupan hari ini adalah 140. Besok harga
254
pembukaan dibuka meloncat ke 146 setelah itu harga saham langsung naik kencang ke
Mengenai poin-poin tersebut akan saya bahas satu per satu di sub bab selanjutnya,
terutama pada poin 1-4. Termasuk, saya akan membahas saham-saham lapis tiga yang
harus anda hindari yang berpotensi menjebak anda. Jadi intinya mencari saham-saham
yang naik 5-10% dalam sehari adalah mencari saham-saham yang naik cepat pada awal sesi I
pembukaan pasar saham dan menjual beberapa menit setelah naik (scalping trading). Istilah
Pada bab ini candlestick merupakan alat analisis utama yang digunakan untuk
memprediksi saham-saham lapis tiga yang akan naik 5-10% dalam sehari. Mengapa bukan
grafik? Saham-saham lapis tiga tidak ada grafik yang bisa anda andalkan untuk analisis
karena grafik pada saham lapis tiga sama sekali tidak bisa digunakan untuk memprediksi
harga.
Saham-saham lapis tiga lebih bergerak karena adanya tangan bandar. Artinya disini
adalah permainan psikologis. Permainan psikologis ini bisa kita baca melalui analisis
candlestick. Harga candlestick yang terbentuk bisa menjadi sinyal apakah saham itu masih
punya kekuatan untuk naik ataukah saham tersebut sudah tidak kuat untuk naik lagi (tekanan
beli sudah reda, dan tekanan jual kuat). Dengan kata lain, candlestick setidaknya bisa
mencerminkan psikologis pasar terhadap saham itu sendiri. Candlestick terdiri dari 4 (empat)
255
d) C= Close (harga penutupan di akhir sesi perdagangan).
Lalu, bagaimana dengan bentuk candlestick itu sendiri? Secara umum, bentuk
Candle berwarna hijau menandakan adanya pergerakan harga yang naik pada sesi
perdagangan tersebut, atau harga penutupan berada di atas harga pembukaan (Ong,
2011). Warna grafik dapat diubah sesuai selera, pada umumnya menggunakan warna
hijau.
Di bawah open terdapat garis lower shadow yang berarti harga pernah mencapai titik
terendah sejauh lower shadow berakhir. Di atas close terdapat garis upper shadow yang
berarti harga pernah mencapai titik tertinggi sejauh upper shadow. Dapat dikatakan bahwa
optimisme pelaku pasar dalam kondisi pasar yang harganya sedang naik. Contoh harga
Opening = 1.000
High = 1.300
Low =950
Close =1.250
Ini adalah contoh harga yang mengalami kenaikan, di mana candlestick akan berwarna
hijau, karena harga close lebih tinggi daripada harga opening. Pada contoh harga tersebut
256
terlihat bahwa harga saham pernah mencapai harga tertinggi 1.300, namun harga saham
ditutup di harga 1.250, sehingga harga 1.300 ini menjadi upper shadow. Sementara itu, harga
saham pernah mencapai harga terendah dalam satu hari perdagangan, yaitu di harga 950,
tetapi karena harga pembukaan masih lebih tinggi daripada harga low-nya, maka harga 950
Candle berwarna merah menandakan adamya pergerakan harga yang turun pada sesi
tersebut, atau harga penutupan yang lebih rendah (di bawah) daripada harga
pembukaan.
Di atas open terdapat garis yang disebut dengan upper shadow yang berarti bahwa pada
saat itu harga pernah mencapai titik tertinggi sejauh upper shadow. Namun, kemudian harga
Pada gambar juga ditunjukkan adanya garis di bawah close yang disebut dengan lower
shadow yang mengartikan bahwa harga pernah mencapai titik terendah sejauh lower shadow.
Berikut adalah contoh harga yang terbentuk pada candlestick yang berwarna merah (close
Opening = 2.000
High = 2.100
Low = 1.800
Close = 1.950
257
Ini adalah contoh harga saham yang mengalami penurunan. Bisa anda lihat bahwa harga
penutupan (close) lebih rendah daripada harga pembukaannya (opening), sehingga dapat
dikatakan harga saham mengalami penurunan. Harga saham sempat menyentuh harga high,
tetapi karena harga saham turun lagi dan ditutup di 1.950, maka harga high 2.100 menjadi
upper shadow.
Demikian juga dengan harga low. Saham sempat membentuk harga low di harga 1.800,
tetapi kemudian harga saham mampu naik sedikit dan ditutup di 1.950, sehingga harga low
1.800 ini menjadi lower shadownya. Sudah paham? Mudah kan? Baca terus analisis
candlestick ini, karena analisis candlestick ini nantinya akan banyak kita pakai untuk
Tadi anda sudah memahami cara membaca candlestick. Candlestick yang terbentuk di
pasar saham bukan hanya seperti yang saya paparkan diatas tadi. Tetapi, di pasar saham ada
beberapa jenis candlestick lagi yang sering muncul di grafik. Apakah itu? Mari kita simak.
Candlestick ini berarti harga saham opening / pembukaan sama dengan harga terendah /
low. Harga saham sempat menyentuh harga tertinggi sehingga membentuk upper shadow
tetapi kemudian harga saham melemah lagi, sehingga harga close lebih rendah daripada harga
tertinggi. Tetapi, harga saham sepanjang perdagangan tidak pernah turun dibawah harga
pembukaan (opening).
258
Candlestick dengan tipikal seperti ini bisa menunjukkan bahwa harga saham pada
awalnya ada dorongan beli yang kuat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya harga terendah
yang tidak pernah turun dibawah harga pembukaan dan harga penutupan berada diatas harga
Akan tetapi, dorongan beli ini kemudian menurun karena harga saham yang pada
awalnya mampu mencapai harga tertinggi, harga saham tersebut tidak mampu lagi
akhir sesi dan akhirnya membentuk harga penutupan yang lebih rendah daripada harga
pembukaan.
SEMAKIN REDA. Hal ini dikarenakan semakin panjang upper shadow, menunjukkan bahwa
jarak antara harga tertinggi dengan harga penutupan semakin besar. Yang artinya bahwa
harga saham sempat menyentuh harga tertinggi, tetapi harga saham turun semakin jauh
Candlestick ini berarti bahwa harga saham terendah sama dengan harga penutupan,
sehingga tidak ada lower shadow. Bahasa mudahnya, harga saham ditutup sama dengan
harga terendahnya pada sesi perdagangan tersebut. Sedangkan, harga saham pembukaan
berada diatas harga penutupan, sehingga candlestick berwarna merah, alias harga saham
mengalami penurunan.
259
Harga saham sempat menyentuh harga tertinggi, tetapi kemudian harga saham turun
secara drastis (sehingga membentuk sebuah upper shadow), hingga harga saham ditutup sama
dengan harga terendahnya pada perdagangan hari itu. Nah, candlestick seperti itu
menunjukkan adanya tekanan jual yang sangat besar pada perdagangan hari itu.
Hal ini dikarenakan selain harga penutupan yang lebih rendah daripada harga
pembukaan, harga saham juga meninggalkan jauh harga tertingginya, dan ditutup di harga
yang sama dengan harga penutupannya. Nah, kalau anda mau mencari saham-saham yang
naik cepat 5-10% dalam sehari, maka ketika candlestick sebelumnya membentuk pola
seperti ini, anda harus menghindarinya terlebih dahulu, karena bentuk candlestick
tersebut menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup besar, sehingga kemungkinan besar
keesokan harinya masih ada euphoria jual dari pelaku pasar. Semakin panjang body candle,
Candlestick ini berarti harga saham penutupan sama dengan harga tertingginya pada sesi
perdagangan. Harga saham membentuk harga terendah tetapi kemudian harga saham mampu
naik lagi / berhasil meninggalkan harga terendahnya, sehingga candlestick membentuk lower
shadow.
260
Candlestick seperti ini menunjukkan bahwa ada tekanan atau minat beli yang tinggi dari
pelaku pasar. Hal ini dikarenakan harga saham mampu terus naik ke harga tertingginya, dan
ketika harga saham ditutup, harga saham ditutup sama dengan harga tertingginya.
Semakin panjang body candlestick, maka dapat dikatakan semakin tinggi tekanan beli
yang terjadi pada saat itu. Semakin panjang body candlestick menunjukkan harga saham naik
semakin banyak dan harga saham juga ditutup di harga tertingginya. Adanya dorongan beli
yang semakin besar sangat memungkinkan saham tersebut masih bisa melanjutkan kenaikan
Bentuk candlestick seperti inilah yang sangat bagus untuk memprediksi saham-saham
lapis tiga yang punya potensi naik 5-10% dalam sehari, karena saat harga saham ditutup sama
dengan harga tertingginya, maka hal tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar sebenarnya
ingin mengangkat harga sahamnya lebih tinggi. Akan tetapi lebih baik jika candlestick
tersebut menunjukkan body yang sangat panjang, karena hal ini berarti tekanan beli semakin
kuat. Pada saham-saham lapis tiga, anda akan sering menemukan tipe candlestick seperti ini.
Candlestick ini berarti kebalikan dari candlestick sebelumnya. Harga pembukaan sama
dengan harga tertingginya. Dengan kata lain di sesi perdagangan pada hari tersebut, harga
saham tidak pernah naik dari harga pembukaannya, sehingga harga pembukaan = harga
tertinggi. Kemudian, harga saham membentuk harga terendah tetapi kemudian harga saham
261
mampu ditutup lebih tinggi daripada harga terendah, sehingga harga low membentuk sebuah
lower shadow.
Candlestick seperti ini menunjukkan bahwa pelaku pasar memiliki minat jual saham
yang sangat tinggi. Hal ini tampak jelas karena harga saham tidak mampu naik lagi sejak
harga pembukaan. Semakin panjang body candlestick, semakin besar tekanan jual saham
tersebut. Jika anda menemukan candlestick dengan pola demikian, anda harus menghindari
saham tersebut untuk ditradingkan. Kemungkinan besar saham tersebut keesokan harinya
masih akan menunjukkan tekanan jual yang besar pada perdagangan hari selanjutnya.
CANDLESTICK MARUBOZU
White Marubozu terjadi apabila harga sepanjang sesi tidak pernah turun di bawah
harga pembukaan, serta ditutup pada harga tertinggi atau puncak di sesi tersebut. Hal
tersebut mencerminkan minat beli yang besar pada sesi tersebut (bullish signal). Berikut
Perhatikan lagi gambar candlestick tesebut dengan baik. Candlestick ini menunjukkan
tekanan beli yang sangat tinggi. Mengapa demikian? Karena pada saat harga saham dibuka,
harga saham tidak pernah turun dari harga pembukaan, sehinga O = L. Harga saham terus
mengalami kenaikan, sehingga membentuk harga high. Dan pada saat pasar saham ditutup,
262
Hal ini menunjukkan bahwa pelaku pasar memang memiliki minat beli yang tinggi
terhadap saham tersebut. Semakin panjang body candlestick, maka semakin tinggi minat beli
pelaku pasar. Pada saham-saham lapis tiga, bentuk candle white marubouzu seperti ini
Dikarenakan terkena auto reject atas, maka pelaku pasar sebenarnya masih ingin
mengangkatharga sahamnya lebih tinggi. Akan tetapi karena terbentur batasan atas aturan
auto reject, maka harga saham ―terhenti‖ secara otomatis di harga high-nya. Maka dari itu,
pada umumnya saham-saham yang membentuk pola seperti ini keesokan harinya akan
Black Marubozu terjadi apabila harga sepanjang sesi tidak pernah naik di atas harga
pembukaan, serta ditutup pada harga terendah atau di harga dasar pada sesi tersebut.
Hal tersebut mencerminkan tekanan jual yang besar pada saat itu (bearish signal). Semakin
panjang body Marubozu melambangkan intensitas yang semakin tinggi. Berikut adalah
Candlestick black marubozu menunjukkan adanya tekanan jual yang sangat tinggi dari
pelaku pasar. Hal ini terlihat ketika harga saham dibuka, harga saham langsung mengalami
penurunan, sehingga harga pembukaan adalah sama dengan harga tertinggi. Dengan kata lain,
263
harga saham selama satu hari perdagangan tidak pernah naik lebih tinggi dari harga
pembukaannya.
Kemudian, harga saham juga ditutup sama dengan harga paling rendah (O = L) pada satu
hari sesi perdagangan tersebut. Hal ini menunjukkan keinginan pelaku pasar yang besar untuk
berbondong-bondong menjual sahamnya. Pada saham-saham lapis tiga, biasanya saham yang
membentuk red marubozu ini adalah saham-saham yang mengalami auto reject bawah.
Semakin panjang body candlestick, semakin besar tekanan jual pada saham tersebut.
Kalau anda menemukan saham-saham lapis tiga yang membentuk pola seperti ini, jangan
berharap banyak kalau harga saham keesokan hari akan mengalami kenaikan dengan cepat,
karena ketika saham lapis tiga membentuk pola white marubozu, maka biasanya harga saham
Menemukan saham-saham yang berpotensi naik 5-10% dalam sehari tidak bisa dilakukan
dengan asal membeli saham lapis tiga. Anda harus memahami pola-pola dan cirri-cirinya.
Seperti analisis candlestick yang terbentuk untuk memprediksi pergerakan harga selanjutnya,
yang sudah saya paparkan di sub bab sebelumnya. Bukan hanya candlestick saja analisis yang
digunakan untuk memprediksi saham yang naik cepat dalam sehari, tetapi anda juga harus
melihat banyak faktor lainnya. Nah, seperti apa ciri-ciri dan kriteria saham-saham yang
1. Pertama-tama, cari saham-saham yang pada perdagangan hari ini naik diatas 20%
pada saat penutupan market, lebih baik jika terkena auto reject atas
Cara mencari / melihat saham-saham yang naik di kisaran 20% pada harga penutupan
adalah dengan cara melakukan screening, yaitu dengan cara mengurutkan harga saham
264
Atau anda bisa lihat juga melalui top stocks lalu lihat top gainer. Sekedar perlu anda
ketahui, untuk mencari saham-saham yang naik 20% lebih, sebaiknya anda lakukan ketika
jam pasar saham sudah tutup. Jika pasar saham masih buka, anda sangat tidak disarankan
untuk mengambil kesimpulan tersebut karena posisi candlestick masih sangat mungkin untuk
berubah lagi.
Anda bisa melihat saham-saham yang naik kencang menggunakan informasi Top Stocks
(Top Gainers By % Change). Kemudian anda pilih saham-saham apa saja yang mengalami
kenaikan kencang pada saat penutupan perdagangan hari ini, yang kira-kira naik kurang lebih
20%.
Alternatif lain, anda juga bisa langsung melihat saham-saham yang naik pada penutupan
265
Setelah anda menemukan saham-saham yang naik kencang, bukan berarti saham-saham
tersebut ―sudah layak‖ untuk naik cepat keesokan harinya. Anda harus melihat lagi kriteria-
kriteria lainnya. Salah satunya, adalah lebih baik jika saham tersebut mengalami auto reject
Tidak harus terkena auto reject atas tetapi paling tidak saham tersebut sudah mengalami
kenaikan sekitar 20% pada satu hari perdagangan. Hal ini bisa menjadi sinyal harga saham
akan melanjutkan kenaikan keesokan harinya. Memang, saham-saham yang terkena auto
reject atas memiliki potensi yang besar untuk naik lagi secara cepat keesokan harinya pada
beberapa menit pertama. Momen ini bisa anda manfaatkan untuk trading cepat dengan
Bagi para pemain saham yang suka mengamati saham-saham yang terkena auto reject
atas, tentu anda sudah tidak asing dengan isitlah teori auto reject atas sore. Nah, perlu anda
ketahui saham-saham yang terkena auto reject atas pada sore hari, saham tersebut memiliki
266
Mengapa demikian? Saham yang terkena auto reject atas menunjukkan pelaku pasar
memiliki minat beli yang sangat besar terhadap saham tersebut. Ada banyak sekali yang ingin
membeli saham (bid) sehingga para penjual (offer) habis. Jika auto reject atas terjadi pada
sore hari pada sesi 2 perdagangan pasar saham, maka itu artinya pelaku pasar menjelang
Pelaku pasar sebenarnya ingin terus mengangkat harga sahamnya ketika sesi 2
perdagangan saham di sore hari, tetapi karena terbentur aturan batasan maksimal kenaikan
harga dalam satu hari (auto reject) yang ditetapkan Bursa, maka pelaku pasar tidak bisa
Dikarenakan keinginan yang masih besar untuk mengangkat harga sahamnya di sore hari,
maka kemungkinan besar keesokan hari harga saham akan berlanjut naik lagi. Itulah kenapa
saham-saham yang terkena auto reject atas seringkali mengalami kenaikan harga sekitar 5-
Terus bagaimana kalau auto reject atasnya bukan sore hari tapi siang hari? Ya bisa saja.
Tetapi auto reject atas yang terjadi sore hari memiliki sinyal yang lebih kuat kalau harga
Saham-saham dengan tipe seperti sudah saya uji berkali-kali dan memang terbukti harga
saham keesokan harinya bisa mengalami kenaikan 5-10% di beberapa menit pertama sebelum
akhirnya koreksi lagi. Jadi, momen ini bisa dimanfaatkan untuk membeli saham di sesi awal
perdagangan Bursa dan menjual kembali beberapa menit kemudian. Maka dari itu,
perhatikanlah saham-saham lapis tiga yang biasa terkena auto reject atas pada perdagangan
267
2. Sebisa mungkin cari yang harga closing sama dengan harga high, atau harga closing
Kriteria kedua, carilah harga saham yang naik kurang lebih 20% dalam sehari dengan
harga high yang sama dengan harga closing. Dengan kata lain, carilah candlestick yang
membentuk pola: Candlestick tanpa upper shadow. Baca kembali sub bab 8.2 untuk
detailnya.
Dalam mencari saham-saham yang akan naik 5-10% pada keesokan harinya, akan sangat
baik jika harga saham tersebut memiliki harga tertinggi dan harga penutupan yang sama.
Seperti yang sudah saya jelaskan pada sub bab 8.2. Saham yang memiliki pola candlestick
seperti itu biasanya sedang diminati pelaku pasar untuk diangkat lagi harganya.
Akan lebih sempurna, jika anda menemukan saham yang auto reject atas dengan pola
candlestick white marubozu. White marubozu adalah pola yang sangat sempurna untuk
Pola white marubozu ini adalah pola di mana pelaku pasar benar-benar memiliki antusias
yang tinggi untuk mengangkat harga sahamnya, karena harga saham tidak pernah turun dari
harga pembukaan dan harga saham naik terus hingga ditutup tepat pada harga tertingginya.
Atau jika harga high saham tertinggi lebih rendahdaripada harga penutupan, setidaknya cari
yang harga high hanya turun maksimal hanya dua poin dari harga penutupan. Jadi
misalnya jika harga saham memiliki harga high 150, dan harga saham ditutup di 148, maka
harga saham tersebut masih dapat dikatakan memiliki tekanan beli atau minat beli yang
tinggi.
Jadi disini anda juga harus memperhatikan bentuk candlesticknya, bukan hanya melihat
kenaikan harga sahamnya. Itulah kenapa di sub bab 8.2, saya banyak membahas tentang
candlestick yang sering muncul di saham-saham lapis tiga. Karena kalau anda hanya melihat
268
saham yang naik 20% lalu anda membeli sahamnya, belum tentu saham tersebut memiliki
3. Hindari saham yang harganya sudah meninggalkan harga high, walaupun harganya
Nah, ini yang saya maksud di paragraf sebelumnya: Kalau anda hanya melihat saham
yang naik 20% lalu anda membeli sahamnya, belum tentu saham tersebut memiliki pola yang
bagus. Pada dua paragraf sebelumnya saya juga sudah menjelaskan, jika ada harga saham
yang harga highnya lebih rendah daripada harga close, carilah yang harganya turun maksimal
Jika anda ingin menemukan saham-saham lapis tiga yang potensial untuk naik kencang
pada keesokan hari, hindarilah saham yang harganya meninggalkan harga high terlalu
jauh, (membentuk upper shadow yang agak panjang), meskipun harga saham mengalami
Harga saham yang menyentuh harga tertinggi pada perdagangan saham tersebut, namun
kemudian harga saham tersebut meninggalkan harga tertingginya, dan akhirnya harga saham
ditutup lebih rendah atau jauh lebih rendah daripada harga tertinggi, menunjukkan minat beli
Harga saham yang sudah mencapai harga tertinggi, kemudian turun lagi menunjukkan
bahwa sudah banyak pelaku pasar yang melakukan aksi ambil untung pada saham tersebut,
sehingga harga saham tidak kuat untuk naik lagi. Nah, jika anda menemukan pola candlestick
Saham seperti biasanya akan koreksi tajam pada keesokan harinya, meskipun pada
penutupan perdagangan hari ini harganya mungkin naik 20%. Misalnya, saham ABCD pada
perdagangan saham menyentuh harga tertinggi di harga 252. Saham ABCD pada sore hari
269
Namun, beberapa menit kemudian saham ABCD tiba-tiba turun lagi ke harga 246.
Akhirnya pada penutupan perdagangan, ABCD ditutup di 246. Harga saham yang awalnya
mampu naik hingga level 252 kemudian turun lagi hingga 246, menunjukkan bahwa saham
tersebut sudah mulai ada tanda-tanda aksi ambil untung dari pelaku pasar.
Hal ini dikarenakan pelaku pasar sudah menilai bahwa harga saham sudah naik tinggi.
Pelaku pasar menilai bahwa harga saham yang naik kencang hingga ke 252 sejatinya sudah
cukup untuk ―menebalkan dompet‖ mereka, sehingga terjadilah aksi ambil untung hingga
Sehingga, kalau harga saham kemudian turun dari harga tertinggi, terutama untuk saham-
saham lapis tiga, hal ini menandakan bahwa minat beli pada saham tersebut sudah mulai
berkurang. Karena minat beli sudah berkurang, maka kemungkinan besar harga saham
keesokan hari akan ada potensi yang besar untuk koreksi. Masih bingung yang saya maksud?
Saham JAWA pada tanggal 11 Juli 2017 terlihat mengalami kenaikan sekitar 20%.
Tampaknya memang fantastis. Tetapi kalau anda perhatikan candlesticknya (perhatikan tanda
panah), JAWA sempat menyentuh harga tertinggi di harga 200, kemudian harga sahamnya
ditutup turun di 182, sehingga anda melihat adanya upper shadow yang panjang.
270
Ini menunjukkan bahwa JAWA sudah menunjukkan adanya tanda-tanda profit taking
karena JAWA sudah meninggalkan harga tertingginya dan ditutup lebih rendah beberapa
poin dari harga tertinggi. Nah, sekarang pehatikan pergerakan JAWA keesokan hari tanggal
12 Juli 2017
JAWA hanya mampu dibuka di harga 183 dan harga tertingginya adalah 195 (perhatikan
tanda lingkaran). Kemudian JAWA mengalami penurunan hingga sempat menyentuh angka
180. Ini menunjukkan bahwa saham-saham yang sudah meninggalkan harga tertinggi pada
hari sebelumnya, maka keesokan harinya tekanan beli sudah reda, sehingga saham akan
Saham ESTI pada tanggal 12 Juni 2017 mengalami kenaikan hampir 15%. Tetapi harga
saham ESTI pada keesokan harinya sudah meninggalkan harga tertingginya, sehingga harga
saham membentuk sebuah upper shadow yang cukup panjang. Perhatikan grafik saham ESTI
dibawah ini:
271
Saham ESTI tanggal 12 Juni 2017 dibuka di harga 150 dan sempat menguat ke harga
tertinggi hingga 196 (perhatikan tanda panah), tetapi kemudian ESTI turun lagi sampai harga
167. ESTI kemudian ditutup di harga 147. Artinya, ketika harga sudah menyentuh 196,
pelaku pasar melakukan ambil untung sehingga harga saham kemudian ditutup meninggalkan
harga tertingginya. Perhatikan harga saham ESTI keesokan harinya tanggal 13 Juni 2017.
ESTI pada tanggal 13 Juni 2017 ternyata memang mengalami penurunan. ESTI dibuka
hanya naik satu poin daripada harga penutupan 12 Juni 2017, yaitu di harga 168. ESTI hanya
sempat menyentuh harga tertinggi di harga 172. ESTI kemudian ditutup turun di harga 144.
Nah, sehingga dapat dibuktikan bahwa saham-saham yang walaupun sudah naik tinggi
tetapi membentuk upper shadow, maka harga saham keesokan harinya sangat rentan
mengalami penurunan. Untuk membuktikan valid tidaknya uji ini, saya akan memberikan
Harga saham DGIK pada tanggal 15 Juni 2017 menguat hampir 20%. Tetapi saham
DGIK pada penutupan perdagangan saham ternyata meninggalkan harga high beberapa poin,
sehingga saham DGIK membentuk upper shadow. Perhatikan grafik saham DGIK dibawah
ini.
272
DGIK pada 15 Juni 2017 sempat terkena auto reject atas pada sore hari karena DGIK
naik sekitar 25%. DGIK sempat naik di harga tertinggi 126 (auto reject atas, perhatikan tanda
panah). Tetapi kemudian DGIK turun lagi hingga harga 121, dan DGIK ditutup di posisi 121.
DGIK juga memiliki spread bid-offer yang tidak ada harganya renggang. Perhatikan bid-offer
Volume transaksi DGIK yang terlihat dari volume bar memang sangat tinggi pada hari
itu, tetapi karena DGIK sudah meninggalkan harga high dan ditutup beberapa poin lebih
rendah dari harga high (saat itu DGIK juga sempat auto reject atas tetapi harga kemudian
turun lagi), maka dapat disimpulkan bahwa pada saat sore hari sudah terjadi aksi profit taking
273
Benar saja, keesokan harinya DGIK tidak mampu naik lagi secara signifikan (perhatikan
yang saya beri tanda lingkaran). DGIK dibuka di harga 120. Memang DGIK sempat naik ke
harga 129, namun setelah itu DGIK kembali turun ke 115. Kenaikan DGIK di awal sesi
pertama ini hanya sekitar 7,5% saja, sehingga kalau anda mengincar untuk mendapatkan
profit dari DGIK sekitar 5-10% dalam sehari mungkin anda akan kesulitan.
Hal ini dikarenakan pada awal sesi harga biasanya naik dan turun dengan cepat, sehingga
anda belum tentu dapat order DGIK ketika harganya naik beberapa poin. Setelah naik
beberapa poin, DGIK langsung turun lagi. Kemudian keesokan harinya, DGIK kembali
koreksi lagi.
Hal ini membuktikan bahwa saham-saham yang walaupun sudah naik secara signifikan
namun jika harga saham sudah meninggalkan harga tertinggi, harga tersebut akan sangat
Saham FPNI pada tanggal 11 Juli 2017 mengalami kenaikan hampir 10%. FPNI dibuka
di harga 320 dan sempat naik di harga high 382. Namun, setelah itu FPNI turun lagi ke harga
274
Saham FPNI yang meninggalkan harga highnya beberapa poin pada saat penutupan pasar
saham meninggalkan pola candlestick dengan upper shadow yang agak panjang (perhatikan
yang saya beri tanda panah). Volume transaksi FPNI memang naik sangat tinggi pada saat
itu.
Namun adanya pola pergerakan harga FPNI pada saat menjelang penutupan Bursa,
seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, mengindikasikan FPNI sedang berada dalam
tekana jual. Sekarang perhatikan harga saham FPNI keesokan hari tanggal 12 Juli 2107.
Benar saja, pada tanggal 12 Juli 2017 harga saham FPNI langsung turun drastis.
Penurunan ini bahkan berlangsung hingga 2 hari setelah FPNI membentuk pola upper
shadow. Pada tanggal 12 Juli, FPNI dibuka di 348 hanya naik 1 poin dari harga penutupan 11
Juli 2017. FPNI hanya mampu naik di harga tertinggi sampai 358, namun saat itu FPNI
dengan cepat terkoreksi ke harga 320. Sekali lagi, walaupun sebelumnya harga saham sudah
275
naik kencang sebelumnya, tetapi saat harga saham membentuk pola seperti ini, harga saham
Saham TRAM pada tanggal 11 Juli 2017 ditutup naik sebesar 13,5%. TRAM dibuka di
harga 96 dan sempat naik ke harga tertingginya di harga 118. Setelah menyentuh harga 118
pada sesi 2, tiba-tiba TRAM meninggalkan harga 118 dan akhirnya TRAM ditutup di harga
Tampak bahwa TRAM sudah meninggalkan harga tertingginya dan ditutup lebih rendah
daripada harga tertinggi. Perhatikan adanya upper shadow yang cukup panjang pada saham
TRAM (perhatikan tanda panah). Walaupun TRAM pada penutupan naik sebesar13%, namun
ini adalah sinyal bahwa TRAM akan mengalami penurunan / koreksi pada keesokan harinya.
Perhatikan grafik TRAM keesokan harinya tanggal 12 Juli 2017 dibawah ini:
Keesokan harinya TRAM langsung koreksi. TRAM dibuka di harga 108 lebih rendah
daripada harga penutupannya tanggal 11 Juli 2017. TRAM hanya sempat naik beberapa poin
276
ke 114, namun kemudian TRAM turun drastis dengan cepat hingga ke harga 87. Penurunan
Contoh kasus terakhir yang saya paparkan adalah saham YULE. Pada perdagangan 11
Juni 2017 YULE ditutup menguat sebesar 25%. Perhatikan grafik saham YULE dibawah ini.
Pada tanggal 15 Juni 2017 YULE dibuka di harga 151 dan menguat signifikan hingga
harga 200. Akan tetapi, pada sore hari menjelang penutupan perdagangan Bursa, harga saham
YULE kemudian turun dari harga high dan akhirnya ditutup di harga 151 (perhatikan yang
saya beri tanda panah). Sehingga tampak adanya pola upper shadow yang terbentuk pada
saham ini.
Walaupun YULE ditutup menguat 25% pada tanggal 15 Juni 2017, namun karena YULE
sudah meninggalkan harga tertingginya beberapa poin dan ditutup lebih rendah daripada
harga tertingginya, YULE memiliki potensi koreksi keesokan harinya. Hal ini menunjukkan
bahwa tekanan beli sudah reda yang ditandai dengan aksi profit taking yang menyebabkan
277
Apa yang terjadi dengan harga saham YULE keesokan harinya tanggal 19 Juni 2017?
Keesokan hari, harga saham YULE langsung mengalami penurunan. Bahkan penurunan
tersebut cukup drastis dan berlangsung hingga 3 (tiga) hari. Pada tanggal 19 Juni 2017 YULE
dibuka di harga 190 dan YULE hanya mampu naik sampai 193. Setelah itu YULE kembali
Dari keenam contoh yang sudah saya paparkan diatas, saya rasa anda sudah cukup
memahami pola-pola saham lapis tiga yang bisa saja pergerakan harganya menipu trader.
Meskipun pada poin pertama saya sudah membahas bahwa saham-saham lapis tiga yang akan
naik 5-10% dalam sehari adalah saham-saham yang pada harga penutupan sebelumnya naik
sekitar 20-30%, tetapi anda juga harus memahami posisi candlesticknya pada saat itu.
sangat panjang, maka saham tersebut akan rentan koreksi pada keesokan harinya. Jadi, dalam
melakukan analisis untuk mencari saham-saham yang naik cepat dalam sehari, anda harus
Setelah anda menemukan kriteria-kriteria saham seperti yang saya maksud dan
membuang saham-saham yang tidak layak, jangan terburu untuk ingin mentradingkannya.
Ada satu hal lagi yang harus anda perhatikan: Amati terlebih dahulu posisi bid-offernya,
278
terutama perhatikan SPREAD-nya. Anda harus memilih saham yang spread bid-offernya
SEBESAR FRAKSI HARGA. Jika spreadnya tidak sebesar fraksi harga, maka saham
tersebut tidak akan menguntungkan anda, dan bisa jadi pergerakan saham keesokan harinya
Mengapa demikian? Sederhana saja, saham yang memiliki spread yang terlalu renggang
adalah saham yang terlalu sedikit peminatnya. Nah, kalau saham yang peminatnya sangat
sedikit, apakah anda bisa menebak pergerakan harganya dengan lebih akurat? Tentu saja
tidak bisa. Maka dari itu, hindarilah saham lapis tiga yang memiliki spread yang renggang.
Meksipun pola candlestick sempurna, tetapi anda akan kesulitan untuk menebak apakah
harga saham besok akan naik paling tidak 5-10% atau justru akan turun lagi. Banyak saham
lapis tiga yang membentuk pola candlestick seperti kriteria yang saya sebutkan, tetapi spread
bid-offernya sangat renggang, dan keesokan harinya harga saham justru turun drastis, dan
kalaupun naik anda akan kesulitan untuk menjual di harga tinggi karena banyak spread harga
Nah, untuk memudahkannya berikut adalah contoh saham-saham lapis tiga yang
mengalami kenaikan drastis (20% lebih tetapi memiliki spread yang sangat renggang).
279
Perhatikan antrian bid-offer saham SIMA dibawah ini. SIMA memang terkena auto
reject atas dan mengalami kenaikan sebesar 25% pada penutupan perdagangan. Tapi, bisa
anda lihat spread bid-offernya sangat renggang. Setelah harga 220 antrian bid diatasnya
Artinya terdapat antrian harga yang kosong di rentang harga 222-268. Ini artinya saham
SIMA tersebut memiliki peminat yang sepi. Sehingga, anda akan sulit memprediksi apakah
SIMA besok akan naik atau justru akan turun lagi. Kalaupun anda bisa membeli sahamnya,
anda akan kesulitan menjual di harga tinggi karena perbedaan spread yang besar. Perhatikan
Setelah harga penutupan sebelumnya naik 20% tetapi dengan spread yang renggang,
harga saham keesokan harinya (lihat yang saya beri tanda panah) hanya naik beberapa poin
saja. Harga saham sama sekali tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini
dikarenakan memang sedikit peminat saham tersebut yang terlihat dari spreadnya, sehingga
Perhatikan juga antrian saham JKSW yang naik 20% pada saat penutupan perdagangan
280
Kemudian perhatikan grafik JKSW pada penutupan harga terakhir.
Harga JKSW tampak membentuk candlestick dengan body biru yang panjang. Hal ini
dikarenakan harga JKSW naik signifikan, 20%. Lalu perhatikan harga saham JKSW
keesokan harinya
281
Harga JKSW bukannya naik, tapi justru mengalami penurunan yang drastis selama 3
(tiga) hari. Sehingga, kalau anda menemukan saham yang memiliki spread renggang, sekali
lagi, jangan berasumsi bahwa saham tersebut akan naik 10% pada keesokan harinya. Saham-
untuk ditradingkan karena pada umumnya saham-saham memiliki potensi naik yang kencang
dan cepat. Saham-saham tersebut bisa naik dengan cepat hanya dalam beberapa menit
Tetapi saham-saham tersebut sangat berisiko karena fluktuatifnya terlalu cepat, sehingga
ketika anda belum sempat membeli harga sudah naik lebih dahulu. Jadi, kalau ingin mencari
saham-saham yang naik 5-10% dalam sehari, jangan membeli saham perusahaan yang baru
go public di Bursa.
6. Cari saham-saham yang harga pembukaan hari ini loncat beberapa poin daripada
harga penutupan sebelumnya dan harga saham langsung naik drastis setelahnya
Ciri-ciri harga saham yang akan naik 5-10% dalam sehari selain harga penutupan hari
sebelumnya yang naik sekitar 20% dan harga high ditutup sama dengan harga penutupan,
yang harus anda perhatikan lagi adalah: HARGA PEMBUKAAN HARI INI DIBUKA
Misalnya harga saham CKRA pada tanggal 28 November 2017 ditutup di harga 150.
Harga saham CKRA terkena auto reject atas dan menguat hampir 30%, serta membentuk
pola candlestick white marubozu. Sehingga dengan membentuk pola seperti ini, CKRA
memiliki potensi mengalami kenaikan lagi pada keesokan harinya 29 November 2017.
282
Pada tanggal 29 November 2017 saat perdagangan saham CKRA dibuka, CKRA dibuka
di harga 155. Disini tampak jelas bahwa harga pembukaan CKRA pada 29 November 2017
sudah loncat 5 poin (di 155) daripada harga penutupan 28 November 2017 (di 150).
Setelah itu, begitu CKRA dibuka di harga 155, CKRA langsung mengalami kenaikan
dengan cepat. Mulai harga 155, 156, 157 dan seterusnya. Disini anda bisa langsung segera
Kenapa anda saya sarankan untuk mencari saham lapis tiga yang harga pembukaan hari
ini naik beberapa poin daripada harga penutupan hari sebelumnya, dan langsung mengalami
kenaikan cepat? Hal ini dikarenakan saham yang pada saat harga pembukaan sudah dibuka
naik lebih tinggi daripada harga penutupan sebelumnya, hal ini menunjukkan bahwa ada
banyak sekali pelaku pasar yang memang beramai-ramai ingin membeli sahamnya.
Apalagi jika harga saham tersebut langsung dibuka naik cepat, maka hal ini semakin
menunjukkan bahwa pelaku pasar memang sedang ramai ingin mengangkat harga sahamnya
Dengan kata lain, MINAT BELI pelaku pasar terhadap saham tersebut memang sudah
sangat tinggi semenjak harga saham pertama kali dibuka. Sesuai hukum permintaan dan
penawaran, saham yang memiliki permintaan beli yang tinggi, maka harga saham tersebut
Minat yang sangat tinggi pada awal perdagangan Bursa saham ini biasanya berlangsung
dalam beberapa menit. Setelah harga saham diangkat naik, harga saham kemudian rentan
koreksi. Jadi, kalau anda ingin trading di saham dengan tipe seperti ini, anda harus
Kalau harga saham tidak dibuka dan tidak mengalami kenaikan daripada harga
penutupan pada perdagangan hari kemarin, maka dapat dikatakan harga saham tersebut tidak
memiliki minat beli yang tinggi, sehingga bisa jadi saham tersebut justru tidak naik signifikan
283
atau turun setelah harga saham dibuka. Walaupun, pada perdagangan kemarin harga
saham terkena auto reject atas dan naik lebih dari 20%.
Tidak percaya? Saya berikan contoh studi kasusnya. Perhatikan saham AGRO tanggal 12
Pada tanggal 12 Juli 2017, AGRO ditutup menguat hampir 25% (perhatikan tanda
panah). AGRO ditutup di harga 780 sama dengan harga tertingginya, disertai juga dengan
spread bid-offer yang likuid pada saat itu. Tipe saham seperti ini, seperti yang sudah saya
jelaskan sebelumnya adalah tipe saham yang bisa memberikan sinyal harga saham akan naik
5-10% dalam sehari. Perhatikan harga saham AGRO keesokan harinya tanggal 13 Juli 2017.
Pada tanggal 13 Juli 2017, AGRO ternyata dibuka pada harga 780. Artinya, harga
pembukaan AGRO kemarin adalah sama dengan harga penutupannya tanggal 12 Juli 2017.
284
AGRO kemudian hanya mampu naik sampai harga tertingginya di harga 790. Setelah itu
Nah, pada contoh AGRO diatas dapat dilihat jelas bahwa saham-saham yang tidak
harga sahamnya biasanya tidak naik drastis. Mengapa demikian? Sederhanya saja, saham-
saham dengan tipikal seperti ini berarti menunjukkan tidak adanya minat beli yang besar dari
pelaku pasar pada saat pembukaan perdagangan saham, sehingga harga sahamnya pun sulit
untuk naik.
Perlu anda ingat, analisis ini biasanya HANYA berlaku untuk saham-saham lapis tiga.
Sedangkan untuk saham-saham lapis satu (saham blue chip) dan saham-saham lapis dua
Pada sub bab 8.4 nanti anda bisa melihat banyak sekali contoh saham-saham yang naik
5-10% dalam sehari. Saham-saham yang saya paparkan dalam studi kasus pada sub bab 8.4
tersebut adalah saham-saham yang harga pembukaan pada hari ini mengalami kenaikan atau
loncat beberapa poin diatas harga penutupan pada hari atau perdagangan kemarin, dan
Jika harga saham dibuka loncat beberapa poin dari harga penutupan kemarin, namun saat
perdagangan hari ini dibuka dan harga saham tidak kunjung naik alias diam di tempat, anda
tidak saya sarankan mentradingkan sahamnya. Hal ini dikarenakan jika harga saham
cenderung diam di tempat artinya pelaku pasar sudah tidak memiliki minat besar untuk
285
Biasanya saham-saham tersebut memiliki kecenderungan akan koreksi dengan cepat
setelah dibuka. Hal ini sudah saya buktikan sendiri beberapa kali. Jadi, disini anda harus
mengamati juga pergerakan harga saham tersebut pada saat pasar saham pertama dibuka,
Perhatikan apakah saham tersebut ketika dibuka harganya langsung naik apakah harga
saham tersebut cenderung diam di tempat setelah harga saham dibuka. Saya beri satu contoh,
yaitu saham OKAS. Perhatikan grafik saham OKAS tanggal 19 Juli 2017.
Saham OKAS tanggal 19 Juli 2017 ditutup naik sekitar 30%. OKAS dibuka di harga 65
dan kemudian OKAS naik sampai harga tertinggi di 83. OKAS ditutup sama dengan harga
tertingginya dan juga mengalami auto reject atas pada sore harinya. Saat itu, saya terus
Seharusnya pola saham seperti ini berpotensi untuk melanjutkan kenaikannya secara
286
Keesokan harinya OKAS dibuka meloncat ke harga 90 (perhatikan candlestick yang
saya beri tanda panah), harga penutupan 19 Juli 2017 adalah 83. Harga pembukaan
memang loncat tetapi ketika saya perhatikan ketika OKAS dibuka di harga 90, OKAS
kemudian justru diam di tempat dan tidak menunjukkan kenaikan harga saham.
Benar saja, setelah itu OKAS justru mengalami penurunan harga saham yang cukup
signifikan. OKAS terus turun ke harga terendah di harga 72, dan kemudian ditutup di
harga 75. Hal ini membuktikan bahwa saham lapis tiga yang harganya tidak naik secara
signifikan dan fluktuatif pada saat jam pembukaan menunjukkan ada minat beli pelaku
pasar yang cenderung sudah berkurang, sehingga ada baiknya anda menghindarinya.
Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, saham yang membentuk pola white marabozu
atau saham yang naik kencang lebih dari 20% dalam sehari dan harga high ditutup sama
dengan harga penutupan, hingga candlestick membentuk body yang panjang adalah jenis
Akan tetapi, kalau anda menemukan saham-saham yang body candlesticknya mulai
pendek walaupun saham tersebut membentuk pola white marubozu atau saham tersebut
mengalami kenaikan yang kencang, saya sarankan anda untuk tidak membeli sahamnya.
Perhatikan grafik saham FPNI, terutama 2 candlestick terakhir yang ada di gambar.
287
FPNI pada tanggal 13 Juni 2017 (candlestick pertama) tampak ditutup naik di harga auto
reject atas. Saat itu FPNI dibuka di harga 250 dan ditutup di harga tertingginya di 310.
Setelah itu, benar saja keesokan harinya tanggal 14 Juni 2017 FPNI mengalami kenaikan
(candlestick kedua). FPNI dibuka di 350 dan mengalami kenaikan tertinggi di harga 386.
Tanggal 14 Juni 2017 FPNI membentuk pola candlestick white marubozu sama seperti
candlestick hari sebelumnya. Pertanyaannya: Apakah saham FPNI besok juga akan
mengalami kenaikan lagi sama seperti kemarin? Tunggu dulu… Kita harus analisa lebih
dalam lagi.
Ada satu hal yang mengganjal dari bentuk candlestiknya, yaitu terkait dengan panjang
body candlestick. Body candlestick tanggal 14 Juni 2017 lebih pendek daripada hari
sebelumnya. Apa artinya? Artinya kenaikan harga saham FPNI sudah tidak setinggi hari
sebelumnya. Dengan kata lain, tekanan beli yang terjadi pada tanggal 14 Juni 2017 tidak
Kemudian, perhatikan grafik FPNI dibawah ini tanggal 15 Juni 2017. Lihat apa yang
Pada tanggal 15 Juni 2017, harga saham FPNI dibuka di harga 450 tetapi kemudian FPNI
tidak pernah naik lagi dari harga pembukaannya. FPNI kemudian mengalami penurunan
harga saham yang drastis hingga turun ke harga terendah di 356. Hal ini membuktikan bahwa
ketika harga saham sudah memiliki body candlestick yang mulai rendah dibandingkan hari
288
sebelumnya, hal ini bisa merupakan sinyal bahwa harga saham akan turun pada keesokan
harinya.
Walaupun tidak selalu (saham-saham lapis tiga yang membentuk candlestick marubozu
masih ada kemungkinan naik keesokan harinya), tetapi banyak saham yang body
candlesticknya sudah mulai tipis dibandingkan hari sebelumnya biasanya harga sahamnya
sangat-sangat berpotensi untuk turun dan tidak kuat melanjutkan kenaikan yang signifikan.
Di sub bab sebelumnya saya sudah menjelaskan tipe-tipe saham apa saja yang harus anda
lihat kriteria dan polanya untuk bisa menentukan saham-saham yang akan naik 5-10%
keesokan hari. Di sub bab ini, saya akan lebih banyak memaparkan praktikknya supaya anda
Saham FINN pada penutupan perdagangan tanggal 14 Juni 2017 ditutup naik sekitar
25%. FINN juga mengalami auto reject atas. Perhatikan grafik FINN dibawah ini
Perhatikan, candlestick FINN tidak memiliki upper shadow karena harga tertinggi sama
dengan harga penutupan, yaitu di harga 310. FINN saat itu memiliki spread fraksi harga yang
renggang, sehingga saya juga ikut membeli saham ini pada keesokan harinya. Nah, apa yang
289
Perhatikan yang saya beri tanda panah, FINN mengalami kenaikan yang signifikan di
mana FINN dibuka di harga 320 pada tanggal 15 Juni 2017 dan FINN sempat naik ke harga
tertinggi di harga 366. Artinya, kenaikan FINN dalam satu hari ini sudah lebih dari 10% jika
kita bandingkan dengan harga penutupan kemarin dan pembukaan pada pagi hari ini.
Disinilah anda harus bisa memanfaatkan momen untuk trading cepat. Mengapa? Karena
Jadi, jika anda ingin beli seperti ini, anda harus stand by dan pada saat jam 09.00 anda
harus segera melakukan order beli dan segera jual beberapa menit setelah naik. Ingat, jangan
sampai ada saham-saham yang menginap. Disini target kita adalah mencari saham-saham
yang naik 10% dalam satu hari, bahkan dalam beberapa menit.
Saham JKSW tanggal 11 Juli 2017 juga naik lebih dari 20% pada penutupan
perdagangan. JKSW terkena auto reject atas, dan harga tertinggi JKSW pada 11 Juli 2017
berada di harga yang sama dengan harga penutupannya. Sekarang, perhatikan grafik JKSW
dibawah ini.
290
Perhatikan pola candlesticknya yang terakhir (berwarna biru sangat panjang). JKSW
bahkan tidak memiliki upper shadow, karena harga high dengan harga closingnya sama, di
mana harga tertinggi JKSW adalah 81 dan juga ditutup di harga 81. Sedangkan harga
Disini terlihat adanya minat beli JKSW yang sangat tinggi jika melihat pola candle tanpa
upper shadow dan kenaikan harganya yang lebih dari 20%. JKSW juga memiliki spread bid-
offer yang likuid dan sempit, sehingga saham ini layak untuk dibeli. Apa yang terjadi pada
Pada tanggal 12 Juli 2017 JKSW mampu naik sangat drastis diatas 10% (perhatikan
candlestick yang saya beri tandal lingkaran). JKSW dibuka di harga 81 dan sempat naik
menyentuh harga tertinggi di 109. Artinya jika harga JKSW dibuka di 81 dan menyentuh 109,
kenaikan harga sahamnya sudah lebih dari 10% dalam sehari. JKSW saat itu juga memiliki
291
Ini adalah salah satu contoh lagi yang saya paparkan bagaimana cara memilih saham-
saham yang akan naik 5-10% dalam sehari. Anda bisa membeli saham seperti ini tepat pada
saat market buka dan menjualnya saat harganya naik beberapa poin, yaitu sekitar 5-10%.
Saham AGRS pada tanggal 15 Juni 2017 naik 25% dan terkena auto reject atas. Saya
juga sempat memantau saham ini dan akhirnya memutuskan untuk membeli AGRS pada
tanggal 16 Juni 2017. Pertimbangan saya adalah selain AGRS memiliki spread bid-offer yang
sempit, AGRS juga ditutup sama dengan harga tertingginya. Yang lebih bagus lagi, pola
candlestick AGRS membentuk white marubozu. Perhatikan grafik AGRS dibawah ini dan
juga bid-offernya.
AGRS terlihat membentuk pola white marubozu (perhatikan yang saya beri tanda
panah). Ini menunjukkan bahwa adanya tekanan beli yang sangat tinggi dari pelaku pasar.
Bid-offer AGRS juga memiliki spread yang sempit serta AGRS terkena auto reject atas pada
292
Apa yang terjadi pada saham AGRS keesokan hari? Perhatikan harga saham AGRS
Saham AGRS tampak menguat cukup signifikan (perhatikan yang saya beri tanda
lingkaran) setelah membentuk pola yang saya sebutkan diatas. AGRS dibuka di harga 320
dan menyentuh harga tertinggi di harga 362. Hal ini berarti kenaikan saham AGRS dalam
Saham FPNI pada tanggal 13 Juni 2017 membentuk pola white marubozu dan menguat
lebih dari 25% serta mengalami auto reject pada sore hari. Perhatikan grafik saham FPNI
dibawah ini.
Tampak candlestick FPNI saat ditutup membentuk pola marubozu. Antrian bid-offer
FPNI juga memiliki spread harga yang sempit pada saat itu. FPNI ditutup di harga yang sama
dengan harga highnya, yaitu di harga 310. Setelah itu, apa yang terjadi dengan saham FPNI
keesokan harinya tanggap 14 Juni 2017? Perhatikan grafik FPNI dibawah ini
293
FPNI keesokan harinya dibuka menguat di harga 350 dan FPNI kemudian naik di harga
tertingginya di harga 386. Ini artinya, kenaikan FPNI dalam sehari sudah lebih dari 10%,
sehingga anda bisa memanfaatkan trading cepat di saham-saham yang memiliki pola seperti
ini.
Saham RODA pada tanggal 14 Juni 2017 ditutup menguat naik hampir 30%. Saat itu
saham RODA ditutup menguat di harga 197, yang juga ditutup sama dengan harga
RODA terlihat menguat signifikan. Kalau anda perhatikan candlestick terakhir memiliki
body yang panjang dan tidak ada upper shadownya. Selain itu, RODA saat itu juga memiliki
spread yang sempit. Sehingga, tipe saham seperti ini sangat bagus untuk memberikan sinyal
294
saham yang naik 5-10% dalam sehari. Apa yang terjadi dengan saham RODA 15 Juni 2017?
Saham RODA dibuka di harga 200 dan RODA naik menyentuh harga tertinggi di 236
(Perhatikan yang saya beri tanda panah). Artinya kenaikan RODA adalah sekitar 18% sejak
perdagangan saham dibuka hingga beberapa menit pertama. Perhatikan lagi, candlestick
RODA tanggal 15 Juni 2017 justru berwarna merah yang artinya harga saham RODA ditutup
turun.
Saham RODA memang naik hingga menyentuh harga 236, tetapi kemudian RODA
terkoreksi lagi ke harga 175. Artinya, jika anda trading di saham-saham yang naik cepat
dalam satu hari, anda harus segera menjualnya pada hari yang sama pada saat harga saham
sudah naik. Ingat, jangan serakah. Jika anda serakah hal ini akan menyebabkan harga saham
anda akan nyangkut dan anda akan sulit menjual jika tiba-tiba harga saham berbalik arah
Saham TOPS pada tanggal 5 Juli 2017 ditutup menguat dengan kenaikan 24,5%. TOPS
juga terkena auto reject atas pada sore hari. Candlestick TOPS membentuk pola white
295
Perhatikan pola candlestick saham TOPS yang saya beri tanda panah. Pola seperti inilah
yang menunjukkan saham sedang berada dalam tekanan beli yang tinggi . TOPS tanggal 5
Juli 2017 seperti yang anda lihat pada grafik diatas, ditutup di harga 660. Sedangkan harga
high juga sama dengan harga close di 660. TOPS memiliki spread yang likuid dan sempit
(sebesar fraksi harga). Hal ini terlihat dari bid-offernya. Perhatikan bid-offer TOPS dibawah
ini.
Lalu, apa yang terjadi dengan harga saham TOPS keesokan harinya tanggal 6 Juli 2017?
296
Benar saja, keesokan harinya TOPS langsung menguat signifikan (perhatikan yang saya
beri tanda panah). TOPS dibuka di harga 665 dan kemudian TOPS naik menyentuh harga
tertinggi di harga 825. TOPS menyentuh harga terendah 610, tetapi TOPS mampu ditutup
naik juga di harga tertinggi 825. Artinya, harga saham TOPS mengalami kenaikan sebesar
24% dalam satu hari perdagangan. Seperti contoh-contoh yang saya paparkan sebelumnya,
pola saham seperti ini memang sangat potensial untuk naik cepat dalam satu hari
perdagangan dan sangat bagus untuk ditradingkan menggunakan metoda scalping trading.
Saham WICO pada perdagangan tanggal 5 Juli 2017 ditutup menguat 25%. WICO
terkena auto reject atas pada sore harinya. WICO membentuk candlestick white marubozu.
297
Pada grafik diatas (perhatikan yang saya beri tanda panah) WICO ditutup di harga yang
sama dengan harga tertingginya pada perdagangan tersebut, yaitu ditutup di harga 350. Hal
ini menunjukkan adanya minat atau tekanan beli yang tinggi pada saham WICO. Sedangkan,
yang menjadi menarik bagi WICO untuk ditradingkan adalah WICO memiliki antrian bid
offer dengan spread yang sempit. Tidak ada antrian harga yang kosong. Perhatikan bid-offer
Terlihat antrian bid-offer WICO yang terisi semua mulai harga yang urut (342-344-346-
348-350). Nah, apa yang terjadi pada pergerakan saham WICO tanggal 6 Juli 2017?
Tanggal 6 Juli 2017 WICO dibuka menguat ke harga 356 (perhatikan candlestick yang
saya beri tanda panah). Kemudian WICO menyentuh harga tertinggi di harga 418. Artinya,
kenaikan saham WICO pada satu hari perdagangan mulai harga pembukaan sampai naik ke
298
harga tertinggi adalah sebesar 17%. Hal ini tentu merupakan momen yang sangat baik jika
Kemudian kalau anda perhatikan candlestick WICO 6 Juli 2017, WICO tampak
membentuk suatu upper shadow yang panjang. Apa artinya upper shadow yang panjang
tersebut? Upper shadow yang panjang menunjukkan bahwa WICO sudah meninggalkan
harga tertingginya.
Dengan kata lain, setelah menyentuh harga tertinggi WICO kemudian turun lagi cukup
drastis. Pada tanggal 6 Juli 2017 WICO ditutup di harga 366, yang artinya WICO sudah turun
Sehingga, kalau anda ingin trading di saham-saham lapis tiga yang naik cepat, anda
saham yang naik 5-10% dalam sehari akan naik lagi keesokan harinya.
Akan tetapi, alangkah lebih baik jika anda menjualnya jika anda sudah untung,
karena sebagian besar saham-saham seperti ini memang hanya sanggup naik cepat
sehari dan setelah itu keesokan harinya akan terkoreksi lagi. Daripada anda gambling,
lebih baik anda bisa tidur nyenyak dan tidak menginapkan saham-saham lapis tiga di
portofolio anda.
Saham SAFE pada tanggal 16 Juni 2017 ditutup menguat hingga 25%. SAFE juga
mengalami auto reject atas dan membentuk pola candlestick white marubozu. Untuk lebih
299
SAFE dibuka di harga terendah 195 dan menyentuh harga tertinggi di 248 serta ditutup
di harga 248. SAFE saat itu juga memiliki antrian spread bid-offer yang sempit pada saat itu.
Apa yang terjadi setelah SAFE membentuk pola tersebut? Perhatikan harga saham SAFE
SAFE mengalami penguatan yang signifikan. SAFE pada perdagangan 19 Juni 2017
dibuka di harga 244 dan ditutup menguat sama dengan harga tertinggi di harga 310. Artinya,
kenaikan saham SAFE dari harga pembukaan hingga harga tertinggi adalah sebesar 27%. Jika
anda bisa memanfaatkan momentum untuk membeli SAFE saat jam pasar saham buka dan
menjualnya beberapa saat kemudian, anda sudah bisa mendapatkan keuntungan alias
Saham YULE pada tanggal 13 Juni 2017 ditutup menguat 30% dan YULE mengalami
auto reject atas pada sore hari. YULE pada saat itu juga memiliki antrian spread bid-offer
yang sempit dan candlestick membentuk white marubozu. Perhatikan saham YULE dibawah.
300
YULE pada tanggal 13 Juni 2017 ditutup sama dengan harga tertingginya, yaitu ditutup
di harga 112. Seperti yang sudah saya bahas di poin-poin sebelumnya, saham-saham lapis
tiga yang memiliki pola seperti ini memiliki potensi besar untuk naik pada keesokan harinya.
Pada perdagangan saham tanggal 14 Juni 2017, YULE dibuka menguat di harga 130 dan
YULE kemudian naik menguat sampai harga 151. Artinya, dari harga pembukaan hingga
harga penutupan YULE mengalami kenaikan sebesar 16%. Anda bisa memanfaatkannya
untuk trading cepat dengan mengincar buy pada saat jam market pertama dibuka.
Saham GPRA pada tanggal 29 Mei 2017 mengalami lebih dari 25%. GPRA juga terkena
auto reject atas pada sore hari dan nyaris membentuk candlestick white marubozu dan
memiliki spread bid-offer yang likuid. Perhatikan grafik GPRA dibawah ini.
301
Candlestick GPRA tanggal 29 Mei 2017 (perhatikan tanda panah) dibuka di harga 90,
kemudian GPRA juga menguat sampai harga 118 dan GPRA ditutup menguat di harga 118.
Harga saham GPRA yang ditutup sama dengan harga tertinggi serta menguat 25%
menunjukkan adanya minat pelaku pasar yang besar untuk mengangkat saham GPRA. Apa
yang terjadi dengan pergerakan GPRA keesokan hari? Perhatikan harga saham GPRA
Saham GPRA keesokan harinya menguat lagi secara signifikan. GPRA dibuka di harga
125, dan GPRA menguat ke sampai harga 159. Artinya, kenaikan GPRA dari harag
pembukaan hingga harga tertinggi adalah sebesar 27,2%. Nah, momen kenaikan harga saham
GPRA ini bisa anda manfaatkan untuk memperoleh profit cepat dalam satu hari.
Saham STAR pada tanggal 22 Maret 2017 mengalami kenaikan hingga 33,9%. Star
ditutup dengan auto reject atas pada sore hari. Antrian bid-offer STAR pada saat itu memiliki
spread yang sempit, yaitu sebesar fraksi harganya. Perhatikan grafik saham STAR dibawah
ini.
302
Tanggal 22 Maret 2017 STAR dibuka di harga terendah yang sama dengan harga
pembukaannya, yaitu dibuka di harga 56. STAR kemudian naik ke harga 75 dan STAR
(perhatikan yang saya beri tanda panah). Setelah STAR membentuk pola tersebut, apa yang
terjadi dengan harga sahamnya keesokan hari tanggal 23 Maret 2017? Perhatikan grafik
Keesokan harinya STAR mengalami kenaikan harga yang signifikan (perhatikan yang
saya beri tanda lingkaran). STAR tanggal 23 Maret 2017 dibuka di harga 81 dan kemudian
naik hingga 101. Artinya, kenaikan STAR dari harga pembukaan hingga harga tertinggi
adalah sebesar 24,6%. 2 (dua) hari kemudian STAR masih melanjutkan kenaikan. Akan
303
Sekali lagi, kombinasi pola candlestick dan bid-offer seperti ini memberikan sinyal yang
bagus dan akurat dalam memprediksi saham-saham yang potensial naik cepat dalam satu
hari. Anda bisa memanfaatkan ambil cuan di kisaran 5-10% dalam beberapa menit.
Tanggal 18 Juli 2017 saya juga sempat ―nyopet‖ saham JKSW karena pada penutupan
perdagangan 17 Juli 2017 saya melihat adanya pola yang sangat potensial untuk naik cepat
pada awal perdagangan keesokan hari. Saham JKSW ini saya perhatikan terus lantaran waktu
saya screening sahamnya saat masih sesi satu, JKSW sudah mengalami kenaikan nyairs 20%.
JKSW ditutup di harga 101 pada tanggal 17 Juli 2017 dan harga tertingginya juga ada di
Pada grafik diatas tampak candlestick terakhir JKSW membentuk pola candle white
marubozu dan ditutup di kisaran harga 25% auto reject atas. Pola seperti ini biasanya
keesokan harinya harga saham akan melanjutkan kenaikan yang cepat dalam beberapa menit
pertama. Saya juga mengamati bid-offer JKSW. JKSW memiliki bid-offer dengan spread
yang sebesar fraksi harganya, sehingga saya memutuskan untuk mentradingkan pada
304
Terlihat adanya spread yang sempit yang sebesar fraksi harganya. Nah, kemudian apa
yang terjadi dengan pergerakan JKSW keesokan harinya tanggal 18 Juli 2017? Perhatikan
JKSW pada tanggal 18 Juli 2017 sempat mengalami kenaikan yang signifikan
(perhatikan yang saya beri tanda panah). JKSW tampak membentuk upper shadow yang
sangat panjang pertanda harga saham mengalami kenaikan yang cukup tinggi pada hari itu.
Dibuka di harga 110, JKSW kemudian berhasil naik hingga harga tertingginya di harga
128. Artinya, kenaikan harga JKSW dari harga pembukaan hingga harga tertinggi adalah
sebesar 16,36%. Momentum seperti ini akan sangat bagus anda manfaatkan untuk
305
memperoleh profit sebesar 5-10% dalam sehari. Saya juga memanfaatkan momen ini dengan
membeli saham JKSW. Pada sub bab 8.5 nanti akan saya jelaskan lebih lanjut.
Kembali lagi, setelah JKSW naik menyentuh harga tertinggi di harga 128, JKSW
kemudian mengalami penurunan dengan cepat. JKSW sempat turun lagi ke harga 90-an.
Sehingga, kalau anda perhatikan candlesticknya, JKSW tampak membentuk suatu upper
shadow yang panjang karena harga saham JKSW sudah meninggalkan jauh harga
tertingginya.
Sekali lagi, saham-saham seperti ini cocok untuk ditradingkan pendek alias scalping.
Anda sudah melihat sendiri bagaimana polanya, dan saya juga terus mengamati saham ini
saham-saham dengan tipikal seperti ini tidak cocok untuk di-hold sampai berhari-hari alias
Saham BINA tanggal 19 Juli 2017 ditutup menguat hingga 33,87%. Saham BINA saat itu
terkena auto reject atas. Perhatikan grafik saham BINA dibawah ini.
BINA tanggal 19 Juli 2017 (perhatikan candlestikc yang saya beri tanda panah) dibuka di
harga 870 dan sempat menyentuh harga terendah. Akan tetapi, BINA kemudian bergerak
menguat dan pada sore harinya BINA terkena auto reject atas hingga harga penutupan
306
ditutup sama dengan harga tertingginya di harga 1.100, hingga BINA tidak memiliki upper
shadow. BINA juga memiliki pergerakan spread bid-offer saham yang likuid. Perhatikan bid-
Apa yang terjadi dengan saham BINA keesokan harinya? Perhatikan grafik saham BINA
Perhatikan yang saya beri tanda panah. Saham BINA 20 Juli 2017 dibuka di harga 1.130,
kemudian dalam beberapa menit pertama BINA naik kencang sampai harga 1.305. Saat itu
BINA sempat naik hingga sekitar 20%. Namun kemudian BINA kembali koreksi ke harga ke
307
Disini tampak sekali lagi pengujian dalam menganalisis saham-saham yang berpotensi
naik kencang 5-10% terbukti. Jika anda bisa jeli melihat peluang ini, anda bisa mendapatkan
Nah, itulah contoh-contoh pola saham yang memiliki potensi besar untuk mengalami
kenaikan 5-10% dalam sehari. Sekali lagi, analisis ini hanya berlaku untuk saham-saham
lapis tiga yang masih ―likuid‖. Jika anda berharap menemukan hal tersebut pada saham lapis
satu atau saham lapis dua, maka hal ini akan sulit untuk anda terapkan karena saham-saham
blue chip dan lapis dua umumnya memiliki kenaikan yang lebih smooth dan stabil.
Di bab ini saya sengaja memberikan banyak sekali praktik contoh kasus untuk anda
mengenai pola-pola saham yang akan naik 5-10% dalam sehari. Hal ini bertujuan supaya
anda bisa memahami lebih dalam seperti apa pola-pola saham lapis tiga yang potensial yang
Banyaknya contoh yang saya paparkan dalam studi kasus juga bertujuan untuk
menghindarkan anda dari tipikial saham yang menjebak, karena tidak semua saham lapis tiga
yang kelihatannya akan naik, keesokan hari benar-benar naik. Banyak saham-saham lapis tiga
yang memiliki pergerakan harga yang cenderung menipu. Jadi jika anda ingin trading di
saham-saham seperti ini, anda harus mempelajari dan mengerti betul pola yang bagus. Maka
dari itu, jika anda belum mengerti bab ini, anda harus mempelajari praktik studi kasus yang
saya paparkan.
Cara memilih saham untuk scalping trading, juga bisa anda terapkan untuk saham-saham
yang lagi naik banyak karena sentimen positif. Semakin bagus jika ada lebih dari satu saham
di sektor yang sama, mengalami kenaikan drastis hingga kena Auto Reject Atas (ARA) dan
308
membentuk candlestick green marubozu, seperti pola-pola yang sudah kita bahas
sebelumnya.
Biasanya saham-saham di satu sektor yang kena ARA karena sentimen positif, harga
Apalagi kalau sahamnya bukan saham gorengan (saham lapis tiga), maka peluang
profitnya semakin besar, karena biasanya saham yang lebih likuid, spreadnya bagus buat
scalping.
Oke kita langsung saya masuk ke beberapa studi kasus scalping trading di saham-saham
Karena harga batu bara saat itu naik, mayoritas saham batu bara seperti ITMG, DOID,
INDY dan lain-lain harganya juga naik tinggi. Tetapi hanya ada dua saham yaitu DOID dan
INDY yang naiknya sangat drastis hingga terkena ARA, yaitu DOID dan INDY. Perhatikan
Perhatikan tanda panah. DOID membentuk candle marubozu dengan harga tertinggi
sama dengan harga penutupan (closing) di 210. Disertai volume yang sangat besar (tanda
persegi). Ini menunjukkan bahwa harga saham ada potensi lanjut naik keesokan hari.
Kemudian perhatikan harga saham DOID keesokan harinya. DOID saat itu dibuka ke
harga 222 dan naik cepat sampai ke 240. Namun tidak lama kemudian harganya turun sampai
309
ke 216 dan ditutup di 216. Itulah mengapa pola candle setelahnya membentuk long upper
Kalau anda perhatikan, pola saham DOID ini sama dengan studi-studi kasus yang kita
bahas sebelumnya, di mana sahamnya: Kena ARA dan membentuk marubozu. Anda punya
kesempatan meraih profit scalping trading di saham yang polanya seperti ini.
Perlu anda perhatikan juga, bahwa saham yang volumenya besar dan naik tinggi di hari
itu, belum tentu harganya berpotensi naik 5-10% keesokan harinya. Anda bisa perhatikan
Saham DOID harganya naik dan volumenya juga sangat tinggi. Namun kalau anda
perhatikan, saham DOID tidak membentuk candle marubozu karena pada pola tersebut,
terlihat jelas ada pola long upper shadow yang panjang. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan
Keesokan harinya, harga sahamnya justru cenderung turun dan sulit naik. Jadi untuk
scalping trading, usahakan pola saham tersebut terkena ARA. Lalu, perhatikan juga
saham INDY berikut yang polanya sama dengan saham DOID berikut:
Perhatikan yang saya beri tanda panah. INDY saat itu terkena ARA, dan candlenya sama
seperti candle DOID, membentuk pola green marubozu dan volumenya juga meningkat
signifikan. Saat itu harga penutupan INDY ditutup sama dengan harga tertingginya di harga
930.
310
Keesokan harinya (tanda lingkaran), INDY harganya dibuka di 955 dan naik ke harga
tertinggi 1.040. Namun setelah itu INDY turun berangsur dan ditutup di harga 930.
Dengan adanya pola marubozu, saham terkena ARA dan volume besar (seperti pola-pola
sebelumnya), saham tersebut bisa anda manfaatkan untuk trading beberapa menit pertama di
jam market keesokan harinya. Di web Saham Gain halaman Rekomendasi Saham, saya juga
sempat memberikan ulasan saham INDY dan DOID untuk trading cepat.
Dalam 15-20 menit trading, kedua saham ini berhasil naik diatas 5%. Sehingga,
kesimpulannya saham-saham yang kena ARA karena sentimen positif, apalagi jika sahamnya
cenderung likuid, harga sahamnya punya potensi besar untuk naik keesokan harinya.
Saham KAEF dan INAF pernah naik tinggi hingga terkena ARA, karena adanya
sentimen positif vaksin Covid 19. Saham KAEF dan INAF bergerak di sektor farmasi, maka
kedua saham ini sama-sama naik drastis dalam sehari. Perhatikan pola saham KAEF
berikut:
311
Perhatikan yang saya beri tanda panah. Saham KAEF membentuk candlestick marubozu
dan volume yang tinggi. Keesokan harinya, saham KAEF masih melanjutkan kenaikan sangat
tinggi (tanda persegi) dalam sehari. Hal ini juga terjadi pada saham INAF di satu sektor yang
sama, yang mengalami kenaikan euforia bersamaan dengan saham KAEF. Perhatikan chart
INAF:
Sama seperti pola saham KAEF diatas, di mana INAF sebelumnya membentuk pola
candle marubozu (tanda panah) dengan volume besar, dan saat itu INAF terkena ARA.
Seperti studi-studi kasus sebelumnya, kita dapat menarik kesimpulan bahwa saham-
saham kemarin naik sampai auto reject atas (ARA), dan memiliki spread harga yang sempit
(sesuai fraksi harganya), maka harga sahamnya memiliki potensi naik minimal 5-10% selama
beberapa menit pertama. Momen inilah yang bisa anda manfaatkan buat scalping trading.
Tetapi untuk saham-saham yang seringkali naik cepat, jika sahamnya sudah membentuk
upper shadow, seperti yang bisa anda lihat pada tanda lingkaran diatas, maka ini adalah
pertanda tekanan beli saham tersebut sudah mulai reda, sehingga sahamnya berpotensi turun
Jadi kalau anda melakukan scalping trading di saham tertentu. Dan pada hari-hari
setelahnya saham tersebut sudah tidak membentuk candle marubozu lagi, apalagi jika
mulai membentuk upper shadow yang panjang, hindari saham tersebut untuk scalping,
312
9.6 Peluang Scalping Ketika Beberapa Saham Satu Sektor Naik & ARA
Ada lebih dari satu saham di sektor yang sama, yang harga sahamnya sama-sama naik
terkena ARA. Contohnya seperti yang kita paparkan di sub bab sebelumnya yaitu INDY
Maka saham-saham tersebut bisa anda gunakan untuk scalping trading untuk keesokan
harinya. Apalagi jika saham tersebut memiliki spread harga saham yang sempit / sebesar
fraksi harganya, dan semakin banyak (tebal) bid-offer sahamnya, maka peluang saham
tersebut untuk melanjutkan kenaikan beberapa menit pertama keesokan harinya semakin
besar.
Di Bab IX ini kita sudah membahas banyak pola saham ARA yang bisa anda gunakan
untuk scalping trading. Termasuk di sub bab 9.5 dan 9.6, karena terkadang di market ada
saham-saham di satu sektor yang naik bersamaan dan ARA pada sore harinya. Maka, saham-
Terkait apa yang sudah saya paparkan diatas, saya tentu juga sudah menguji sistem ini
dan saya juga ikut mentradingkan saham-sahamnya. Maka dari itu, saya bisa menyimpulkan
bahwa pola-pola tersebut memang cukup akurat dan bisa dibuktikan kebenarannya. Oh iya,
berikut saya tunjukkan beberapa saham yang pernah saya beli dengan mengincar cuan alias
313
Pada tangal 15 Juni 2017 saya membeli saham FINN di harga 322 pada jam 09:03 dan
menjualnya pada jam 09:13 di harga 344. Profit dari saham FINN dalam sehari yang saya
Lalu pada tanggal 16 Juni 2017, saya juga membeli saham AGRS di harga 326 pada jam
09:02 dan menjualnya di harga 354 pada jam 09:04. Profit dari saham AGRS yang saya
Kemudian pada tanggal 18 Juli 2017, saya membeli saham JKSW di harga 118 pada jam
09:06 dan menjualnya kembali di harga 125 pada jam 09:08. Profit dari saham JKSW yang
saya dapatkan dalam sehari adalah sebesar 5,93%. Setelah saya jual saham JKSW sempat
naik lagi ke harga 128, tetapi JKSW tidak kuat naik dari harga 128 dan ditutup turun lagi ke
Untuk saham JKSW ini sebenarnya saya agak terlambat masuk. Ketika harga sahamnya
dibuka di 110 dan sudah naik ke harga 112, saya masih belum membelinya karena saya lihat
masih ada beberapa antrian harga yang kosong karena waktu itu masih jam pertama bursa
saham dibuka. Ternyata dengan cepat JKSW naik lagi sampai 115 dan kemudian naik ke best
offer 118.
Sehingga, dengan cepat saya memutuskan untuk segera memasang order beli di harga
118. Setelah order match, saya pantau terus saham JKSW dan benar saja 2 (dua) menit
kemudian harga saham JKSW kembali mengalami kenaikan yang cepat hingga ke 125.
314
Karena saya agak terlambat masuk (JKSW sudah dibuka di 110), maka saya segera
Secara logika saya berpikir: Saya tidak perlu menunggu harga naik sampai 140. Toh,
kalau saya jual di harga 125 saya ternyata sudah dapat profit sebesar 5,93% (terbukti setelah
naik di 128, JKSW kemudian turun lagi). Disini terlihat bahwa faktor ketenangan,
psikologi, emosi dan pentingnya mengurungkan niat untuk serakah memainkan peran
Dengan kata lain, saya sudah stand by dan langsung membeli saham tersebut pada saat jam
pasar saham pertama kali buka dan menjualnya beberapa menit kemudian saat sahamnya
naik.
Nah, kalau anda perhatikan dengan cermat dan seksama mungkin anda akan bertanya-
tanya: “Bagaimana strategi yang tepat untuk memasang entry beli dan jual pada saham-
saham seperti ini? Bukankah biasanya saham-saham seperti ini naiknya begitu cepat ketika
pasar saham dibuka?: Oke, saya akan bahas bagaimana cara ―nyopet‖ saham yang naik 5-
Strategi yang harus anda lakukan agar bisa kebagian profit adalah anda setidaknya harus
stand by sebelum pasar saham buka. Minimal sudah siap saat sesi pre-opening (pukul 08:55).
Jangan mulai membuka software saham anda tepat pada saat jam 09:00 (saat jam pasar saham
sudah buka), karena biasanya harga saham sudah terburu naik dan anda tidak akan kebagian
Ketika pasar saham buka jam 09.00, perhatikan apakah harga saham pembukaan naik /
loncat daripada harga saham penutupan sebelumnya. Jika harga saham dibuka naik
315
dibandingkan harga penutupan kemarin, artinya minat beli memang tinggi. Anda bisa
langsung antri untuk membeli saham. Lalu, harus beli di harga berapa? Baca poin nomor 2
Kalau anda mengincar harga saham yang bisa naik 5-10% dalam sehari bahkan lebih
dalam tempo cepat, maka ketika harga saham tersebut dibuka naik di awal perdagangan
Bursa, saham tersebut berpotensi melejit cepat. Kalau anda coba membeli pada harga yang
terjadi saat itu, maka kemungkinan besar order beli anda tidak akan match karena ketika anda
memasukkan order, anda butuh waktu mengetikkan jumlah order dan lot yang anda inginkan.
Pada saat anda masih mengetik order beli yang hendak anda masukkan, harga saham
sudah terburu naik lebih dulu. Jadi, jika anda ingin order beli, saya menyarankan anda
membeli beberapa poin diatas harga pembukaan atau beberapa poin diatas harga best offer
Misalnya anda ingin membeli saham FPNI. Saham FPNI saat jam pertama pasar buka
anda melihat harganya sedang naik dan antrian best offer saat itu ada di harga 150. Maka,
saya tidak menyarankan pada anda untuk membeli pada harga tepat 150. Hal ini dikarenakan
kalau anda membeli pada harga 150, maka ketika anda mengetikkan order beli 150, harga
Jadi, solusinya adalah ada baiknya anda membeli FPNI beberapa poin diatas 150.
Misanya, anda bisa mengetikkan order beli di harga 155. Anda hanya perlu antri beberapa
saat untuk menunggu order anda match. Ketika anda mengetik harga 155, maka mungkin
order anda sudah masuk terlebih dahulu ketika harga sahamnya masih naik di kisaran 152-
153.
Jadi, anda belum terlambat untuk mendapatkan sahamnya. Sudah paham sampai disini?
Sekarang perhatikan lagi saham FINN, AGRS dan JKSW yang saya beli. Saham FINN ini
pada perdagangan tanggal 15 Juni 2017 dibuka di harga 320. FINN saat itu sempat turun
316
sedikit ke 316-318. Nah, saya segera melakukan order beli di harga 322 bukan di 318, karena
jika FINN mulai naik lagi dari 318, kemungkinan besar saya tidak akan mendapatkan saham
Perhatikan juga saham AGRS yang saya beli. Pada tanggal 16 Juni 2017 saat saya
membeli AGRS, AGRS dibuka di harga 320. Saya sengaja tidak membeli AGRS tepat di
harga 320 datau 322. Saya memasang order beli beberapa poin diatas harga pembukaan
AGRS. Saya memasang order beli di harga 326 dan menunggu beberapa saat order untuk
match.
Kemudian juga perhatikan saham JKSW. Pada tanggal 18 Juli 2017 saat saya membeli
JKSW, JKSW dibuka di harga 110. Walaupun saya sempat agak terlambat melakukan order
beli, yang pada waktu itu seharusnya saya order beli di harga 115, tapi akhirnya saya
Kembali lagi, saya membeli JKSW dengan cara melakukan antri beli beberapa poin
pertama diatas harga pembukaan sama seperti saham-saham lain yang saya lakukan. Hal ini
bertujuan untuk menghindari adanya kenaikan saham yang terlalu cepat jika membeli tepat
pada harga saat ini, sehingga ada risiko kemungkinan tidak mendapatkan barangnya (baca:
saham).
Itulah strategi memasukkan order beli untuk saham-saham yang naik cepat. Strategi ini
juga ditujukan agar anda tidak panik dan terburu-buru saat memasukkan order.
3. Beli dan jual saham dilakukan saat jam pasar saham pertama dibuka
Poin penting lainnya yang harus anda perhatikan kalau anda ingin ―nyopet‖ saham-
saham yang naik cepat dalam sehari, anda harus melakukan beli dan jual di saat yang
berdekatan. Dengan kata lain, metoda trading yang digunakan adalah scalping trading.
Mengapa scalping trading? Pada umumnya saham-saham yang naik cepat ini memiliki risiko
317
Biasanya setelah naik dengan kencang, saham-saham tersebut juga berpotensi koreksi
dalam waktu yang cepat. Jadi, jika harga saham sudah naik dan anda sudah dapat profit,
segera jual saham anda. Ingat, prinsip penting di pasar saham adalah: Don’t be greed. Jangan
menjadi tamak dan terus berharap harga saham akan naik terus.
Saya juga tidak menyarankan anda untuk membeli saham dan menahannya selama
berhari-hari. Hal ini dikarenakan analisa yang digunakan di bab 8 ini hanya ditujukan untuk
mencari saham-saham yang naik cepat dalam satu hari perdagangan (beberapa menit).
Apakah memungkinkan harga saham tersebut bisa naik lagi keesokan harinya?
Jawabannya: Mungkin. Tetapi dalam banyak kasus, justru saham-saham yang bisa naik
kencang dalam sehari, kenaikan harga sahamnya tidak bertahan lama. Setelah harga saham
naik, harga saham kemudian berpotensi untuk koreksi lagi dengan cepat. Jadi, gunakan
Kalau anda perhatikan saham FINN dan AGRS yang saya beli, saya membeli dan
menjual dalam waktu yang berdekatan. FINN saya membeli dan menjual setelah sahamnya
naik drastis dalam 10 menit. Sedangkan untuk saham AGRS saya membeli dan menjual
setelah sahamnya naik kencang hanya dalam 2 menit. Intinya, ketika harga saham sudah naik
Ketika anda sudah membeli saham, anda mungkin bingung ingin menjual di harga
berapa, terutama ketika anda membeli saham dan kemudian harga saham tiba-tiba terus naik
dengan cepat. Disini anda tidak boleh panik. Anda harus tetap tenang dan memasang segera
antrian jual saat harga sahamnya sudah naik banyak dari harga beli anda.
Anda tidak perlu menunggu harga saham naik ke harga tertinggi, karena anda tidak akan
tahu apakah saham tersebut akan naik sampai auto reject lagi atau harga saham akan turun
setelah naik beberapa poin. Hal ini juga saya lakukan setelah membeli saham-saham tersebut
318
Setelah membeli FINN, saya langsung memasang jual di harga 344 (harga beli 322).
FINN memang masih naik ke harga tertinggi di 366. Sedangkan saya menjual AGRS di harga
354 (harga beli 326). AGRS masih naik lagi beberapa poin ke harga 362.
Namun karena sudah mendapatkan profit yang cukup, saya segera menjualnya. Walaupun
harga saham masih naik lagi beberapa poin, tetapi saya tidak serakah dalam menetapkan
Dari apa yang sudah saya paparkan, saya bisa memahami bahwa trading dengan
mengincar saham-saham yang naik 5-10% dalam sehari memang memiliki risiko yang agak
tinggi, walaupun risiko tidak terlalu besar karena kita sudah memahami pola pergerakannya.
Akan tetapi, saham-saham yang kita incar disini adalah saham-saham lapis tiga. Selain itu,
saham-saham yang bisa memberikan profit cepat biasanya sangat rentan membuat trader
Sifat inilah yang berbahaya dan bisa menggerus modal apabila trader tidak memiliki
manajemen modal yang baik. Maka dari itu, anda harus memiliki manajemen modal yang
benar. Bagaimana caranya? Jika anda ingin membeli saham-saham yang naik kencang dalam
Mengapa maksimal harus 10%? Ya karena saham-saham ini juga mengandung risiko
yang lebih besar ketimbang mentradingkan saham blue chip. Jadi, untuk amannya anda harus
menggunakan modal yang lebih kecil. Jangan sampai modal yang anda gunakan untuk
membeli saham-saham lapis tiga ini jauh lebih besar daripada saham-saham yang likuid yang
sudah anda screening sendiri. Karena hal ini sama saja anda sedang melakukan taruhan.
319
Di sisi lain, kalau anda membeli saham dengan modal kecil, ketika harga saham naik
anda juga sudah mendapatkan profit yang lumayan besar. Main saham tipe seperti dengan
modal yang tidak terlalu besar juga dapat memberikan rasa nyaman dan lebih tenang. Hal ini
dikarenakan terkadang fluktuatif harga saham yang cukup tinggi di awal sesi perdagangan,
bisa membuat trader menjadi panik apalagi jika modal yang digunakan sangat besar.
9.9 Mau Incar Saham yang Naik Cepat: Perhatikan Hal-hal Ini
Trading saham bukan hanya asal trading dan mendapatkan profit. Ada banyak sekali
faktor lain yang harus anda perhatikan jika anda ingin trading, terutama jika anda
memutuskan untuk trading cepat dengan mengincar profit 5-10% dalam satu hari
perdagangan saham. Berikut adalah beberapa hal yang harus anda perhatikan saat anda
1. Kalau anda adalah tipikal trader yang tidak suka ambil risiko, jangan mencoba
tehnik ini
Saya selalu menekankan hal ini pada semua trader. Kalau anda adalah tipikal trader yang
suka membeli saham-saham yang likuid, ingin yang lebih pasti, trader yang tidak suka
fluktuatif harga saham yang terlalu cepat, anda tidak tahan melihat harga saham yang naik
dan turun cepat, JANGAN MENCOBA CARA INI. Intinya, kalau anda titpikal pemain
saham yang tidak suka mengambil risiko hindari cara ―nyopet‖ ini.
Tapi bagaimana kalau anda ingin mencobanya? Boleh saja, tetapi seperti yang sudah
saya utarakan sebelumnya anda harus menggunakan modal paling besar adalah 10% dari
seluruh total modal trading anda. Jangan nekad kalau anda belum yakin dan baru pertama kali
mencoba.
tradingnya, jika trader yang tidak suka ambil risiko kemudian mencoba apalagi nekad
320
membeli saham-saham yang cukup fluktuatif dengan modal besar, mereka justru berpotensi
Jika anda ingin menggunakan cara ini, perhatikan manajemen modal. Mengenai
manajemen modal trading di saham-saham yang naik cepat, anda bisa baca lagi pada sub bab
9.8.
3. Jangan pernah menginapkan saham anda di portofolio (cara ini hanya untuk main
menitan)
Karena saham-saham lapis tiga ini naik cepat, maka kemungkinan besar penurunannya
juga akan cepat. Saham-saham seperti saya sarankan pada anda untuk ditradingkan secara
cepat, yaitu scalping. Jangan menginapkan saham di portofolio anda. Hal ini mengandung
risiko yang besar apabila harga saham kemudian turun tajam pada keesokan harinya atau
Selain itu, fokus kita pada bab ini memang adalah untuk mencari saham-saham yang naik
cepat untuk profit 5-10% dalam sehari, sehingga tipikal dan pola-pola yang terbentuk pada
saham ini tidak cocok untuk anda tradingkan beberapa hari, seperti yang saya paparkan di
4. Tidak ada yang Sempurna: Berani cut loss jika harga tidak sesuai harapan
Seluruh analisis di bab ini yang sudah saya paparkan dan sudah saya uji sendiri
kebenarannya termasuk rekan-rekan yang pernah berkonsultasi dengan saya, juga sudah
mengujinya sendiri. Tetapi, perlu saya tekankan pada anda bahwa analisa yang saya paparkan
ini bukanlah analisa yang sempurna. Saya harus menekankan poin ini kepada anda supaya
anda tidak overconfidence yang pada akhirnya justru membuat anda bangkrut akibat modal
321
Selalu saya tekankan berkali-kali dan tidak pernah bosan saya mengatakannya, analisa
teknikal apapun yang anda gunakan tidak ada analisis yang benar-benar sempurna. Kalau
memang ada analisis yang sempurna, tentu semua trader saham sudah kaya dan tidak perlu
Selain itu, dalam trading saham bukan hanya satu faktor analisa teknikal saja yang harus
anda kuasai, tetapi anda harus bisa menguasai psikologis, mood anda, emosi dan faktor-faktor
lainnya diluar analisa teknikal. Kembali lagi, karena analisa teknikal tidak akan pernah
Jika harga saham yang anda beli tidak sesuai dengan harapan anda, ya anda harus berani
untuk cut loss. Apalagi jika saham-saham tersebut adalah saham lapis tiga, maka anda harus
lebih protektif. Walaupun analisa yang saya paparkan di bab ini sudah saya uji berkali-kali,
namun analisa tersebut tetap bisa meleset dari target, sekecil apapun kemungkinannya. Coba
Pada tanggal 5 Juli 2017, TRAM ditutup menguat sampai 33% (perhatikan yang saya
beri tanda panah). TRAM ditutup di harga 99 sama dengan harga tertingginya, disertai juga
dengan spread bid-offer yang likuid pada saat itu. Perhatikan bid-offer TRAM tanggal 5 Juli
322
Seperti yang saya jelaskan pada pola-pola sebelumnya, tipe saham seperti ini adalah tipe
saham yang menunjukkan adanya minat akumulasi beli yang tinggi. Kemudian, perhatikan
Keesokan hari TRAM justru melemah. Walaupun TRAM dibuka di harga 103 lebih
tinggi daripada harga penutupan sehari sebelumnya, tetapi TRAM hanya mampu menyentuh
harga tertingginya di 106, setelah itu TRAM terkoreksi hingga 93. Hingga keesokan harinya,
TRAM juga masih [Link] hal ini, anda setidaknya harus berani cut loss apabila harga
Walaupun tidak banyak terjadi, dan rata-rata analisis yang saya paparkan di bab ini sudah
saya uji berkali-kali, namun sekali lagi tidak ada analisis teknikal yang sempurna.
323
Kemungkinan analisis meleset pun pasti tetap ada. Jadi, anda harus memiliki plan untuk
Main di saham-saham seperti ini, apalagi jika mengincar profit 5-10% dalam sehari,
maka anda tidak boleh memiliki sifat serakah. Kurungkanlah niat untuk serakah tersebut.
Kalau anda melihat harga saham tiba-tiba naik cepat dan kencang setelah anda beli, segera
Jangan selalu berharap harga saham naik terus. Saham-saham seperti ini biasanya setelah
mengalami kenaikan yang cepat akan koreksi dengan cepat juga. Kelihatannya mudah dalam
teori. Tetapi dalam praktiknya rasa serakah itu seringkali menghantui. Terutama jika melihat
harga saham terus naik kencang setelah anda beli, biasanya rasa berharap dan tidak mau
Dalam hal ini, andalah yang harus bisa mengelola emosi trading anda. Jangan terlalu
banyak berharap saat harga saham anda sedang naik. Jika saham anda sudah naik, segera
pasang posisi jual. Toh, kalau saham yang anda beli sudah anda jual, anda sudah
Jadi kembali lagi, jangan pernah serakah. Sifat serakah inilah yang seringkali
―membunuh‖ karir trading seorang pemain saham (baca: bangkrut). Banyak pemain saham
yang seharusnya sudah untung, yang terjadi justru sebaliknya, karena trader tidak ingin
Mencari saham-saham yang bisa naik kencang 5-10% dalam sehari, berarti anda harus
terus memantau saham tersebut. Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, saham-saham
yang berpotensi naik cepat dalam sehari adalah saham-saham lapis tiga. Akan sulit bagi anda
324
jika anda mencari saham-saham lapis satu dan lapis dua yang bisa naik sangat cepat dalam
Dikarenakan saham-saham lapis tiga memiliki sifat pergerakan harganya yang lebih
fluktuatif, maka anda mau tidak mau harus terus memantau saham anda. Dengan kata lain,
anda harus bisa cepat memasang posisi jual ketika saham anda naik, karena sangat
memungkinkan saham-saham tersebut naik sangat cepat dalam waktu beberapa menit. Jika
anda tidak memantau saham tersebut, dan baru anda pantau satu jam kemudian, kemungkinan
Sehingga, kalau anda adalah orang yang memiliki banyak pekerjaan yang tidak bisa anda
tinggal trading dan memantau layar terus, jangan menggunakan strategi trading seperti yang
Artinya, strategi trading ini lebih cocok digunakan untuk trader yang memiliki waktu
untuk memantau pergerakan saham dan yang cekatan dalam memasang order. Sedangkan
bagi anda yang tidak punya banyak waktu untuk memantau pergerakan saham yang lebih
fluktuatif, anda saya sarankan untuk main di saham-saham lapis satu dan saham lapis dua.
yang fluktuatif. Maka dari itu, kalau anda belum yakin melakukan trading secara langsung,
anda bisa mencoba uji coba sistem dengan cara melakukan demo trading. Demo trading
berarti anda membeli saham hanya untuk uji coba alias menggunakan uang virtual (tidak
Alangkah jauh lebih baik jika anda melakukan demo trading lebih dahulu jika memang
anda merasa belum siap menghadapi fluktuasi saham yang terlalu tinggi. Nah, disini mungkin
anda akan bertanya: ―Berarti apakah bab 8 ini tidak cocok diterapkan untuk pemula?
325
Jawabannya: Bisa. Strategi ini bisa dan dapat diterapkan untuk semua mulai dari pemula
hingga expert. Namun, untuk pemula yang masih belum terlalu terbiasa dengan fluktuatif
harga, ada baiknya pemula memulai dengan demo trading untuk membiasakan fluktuatif
Saya sendiri ketika menemukan pola dan metoda ini, saya tidak langsung men-tradingkan
sahamnya. Beberapa kali saya melakukan demo trading. Setelah saya berhasil menguji sistem
teknikal, barulah saya melakukan trading dengan penggunaan modal maksimal 10% dari total
modal.
8. Anda tidak akan selalu menemukan saham dengan pola seperti yang ada di bab ini
Setelah membaca keseluruhan konten di bab ini, saya yakin anda sudah memahami pola
seperti apa yang sangat bagus untuk memprediksi saham yang bakalan naik kencang dalam
sehari, sehingga anda bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan profit 5-10% dalam sehari.
Nah, tetapi anda belum tentu akan menemukan pola seperti ini pada saham-saham lapis tiga
setiap hari.
Pola-pola ini memang akan sering anda temui, namun anda belum tentu menemukannya
setiap saat. Jadi, kalau memang setelah anda melakukan screening saham-saham yang naik
kencang saat penutupan perdagangan, dan anda tidak menemukan pola saham seperti yang
saya bahas, anda jangan memaksakan untuk trading, apalagi gambling membeli saham lapis
Dari seluruh isi yang sudah saya bahas di bab 8 ini, saya akan merangkum menjadi
beberapa poin mengenai bagaimana cara mencari saham-saham yang berpotensi naik
kencang dalam satu hari, sehingga anda bisa memanfaatkan keuntungan sebesar 5-
326
1. Cari saham-saham lapis tiga
2. Cari saham yang harganya naik lebih dari 20% saat harga penutupan, dengan
a. Cari saham yang terkena auto reject atas, akan lebih baik jika auto reject atas pada
sore hari
c. Tidak harus auto reject atas tetapi carilah yang harga tertinggi ditutup sama
3. Pada saat pembukaan perdagangan saham keesokan harinya: Tradingkan saham tersebut
HARGA PENUTUPAN HARI SEBELUMNYA. Jika harganya tidak naik dari harga
4. Tinggi rendahnya volume tidak terlalu berpengaruh untuk analisa ini. Yang terpenting
Ada pula tipe-tipe saham yang kelihatannya memberikan sinyal naik 5-10% untuk
keesokan harinya, akan tetapi sebenarnya itu hanyalah jebakan. Apa ciri-cirinya? Saham-
saham jebakan apa yang harus anda hindari pada saham-saham lapis tiga ini? Berikut kriteria-
kriterianya:
1. Hindari saham yang harganya naik 15-20% lebih, tetapi harganya sudah meninggalkan
harga highnya beberapa poin, sehingga candlestick saham membentuk upper shadow saat
2. Hindari saham yang spread bid-offernya renggang. Hal ini menunjukkan saham tidak
likuid dan mungkin harga saham keesokan harinya tidak naik lagi.
327
3. Pada keesokan harinya: Hindari trading di saham lapis tiga yang harga pembukaan tidak
dibuka lebih tinggi beberapa poin dari harga penutupan hari kemarin. Ini menunjukkan
bahwa tidak ada minat beli yang kuat / sedikit keinginan pelaku pasar untuk mengangkat
4. Hindari saham-saham yang baru hari pertama – minggu pertama melantai di Bursa
saham, karena tingkat fluktuatifnya terlalu tinggi. Anda kemungkinan besar tidak dapat
barangnya di harga rendah atau harga saham sudah terburu turun duluan saat anda
5. Hindari saham yang pada saat jam pertama Bursa saham dibuka harga saham pembukaan
meloncat beberapa poin diatas harga penutupan kemarin tetapi harga saham terlihat
stagnan setelahnya.
Setelah membaca bab ini, saya yakin pasti dari anda ada yang bertanya dalam hati:
“Wah, caranya kayaknya agak ribet dan mbulet ya?” Saya jawab: Tidak. Memang anda
perlu sedikit menganalisa. Analisanya sebenarnya tidak rumit dan tidak sulit untuk
Apabila anda terus berlatih trading, percayalah anda akan cepat menemukan tipe-tipe
saham seperti ini. Yang membuat anda harus lebih bekerja adalah EKSEKUSI-nya. Anda
harus bisa melakukan beli di timing yang tepat dan menjual di harga yang tepat ketika harga
sahamnya sudah naik. Jangan sampai anda serakah karena terlalu senang dan berharap harga
Itulah analisa yang saya paparkan di bab 8 ini. Di bab ini saya sudah memaparkan
banyak sekali ulasan, yang bukan hanya didasarkan pada teori, tetapi didasarkan pada studi
kasus dan praktik, yang disertai bukti konkrit bahwa saya juga sudah melakukan uji ini
sendiri. Kini anda tinggal mempraktikannya lebih dalam. Selamat mencoba dan pastinya
328
BAB X
Setelah anda membaca keseluruhan isi buku ini, saya yakin anda pasti bertanya-tanya:
“Apakah dengan membaca buku ini saya bisa menghasilkan profit ratusan persen?”
“Buku ini bisa menjamin saya berapa persen untuk mendapatkan profit?”
saya masih merilis buku trading dan belajar saham pemula – expert disini:
[Link]
Buku ini bisa menjamin anda profit konsisten…. Asalkan…. Anda mau berusaha dan
mau melakukan analisis. Jika anda hanya ingin hasil instan, percayalah anda tidak akan
mendapatkan hasil yang anda inginkan. Seseorang yang ingin kaya, maka dia harus bekerja.
Mi instan yang katanya instan pun tidak bisa dimakan sekaligus dengan bungkusnya. Intinya,
jangan berharap sukses dengan cara instan dan usaha yang sangat sedikit.
Oh ya, anda pasti tahu siapa itu Jack Ma? Ya, dia adalah pendiri perusahaan besar e-
commerce Alibaba. Sebelum beliau menjadi orang kaya yang nama besarnya
dipertimbangkan oleh orang banyak, beliau mengalami banyak sekali jatuh bangun dalam
usaha.
Mulai ditolak kerja oleh salah satu perusahaan fast food terbesar, yaitu Kentucky Fried
Chicken (KFC), gagal masuk polisi dan masih banyak kegagalan-kegagalan yang beliau
alami. Namun, dengan TEKAD dan USAHA yang kuat beliau berhasil mendirikan
329
Kemudian anda juga pasti tahu siapa itu Lo Kheng Hong? Beliau adalah investor saham
legendaries Indonesia. Beliau kaya dari investasi saham dan bisa menghabiskan waktu
luangnya dengan travelling ke luar negeri. Beliau kaya dari investasi saham bukan berarti
Dari luar mungkin anda melihat: ―Enak sekali ya [Link] Kheng Hong bisa santai-santai
di rumah setiap hari, menghabiskan waktu ke luar negeri”. Perlu anda ketahui, sebelum
beliau menjadi investor kaya dan bisa menghabiskan waktu untuk jalan-jalan ke luar negeri,
Lo Kheng Hong mulai dari bekerja ikut orang, menghemat pengeluaran untuk
dimasukkan lagi dalam investasi saham, dan merasakan bagaimana ―dikocok‖ di pasar
saham. Semua tokoh sukses memulai semuanya dari nol sebelum benar-benar mencapai
tujuannya.
Semua tokoh yang sukses di bidangnya mereka tidak memulai dengan keinginan-
keinginan yang instan dan mendapatkan hasil yang sempurna. Tetapi mereka melaluinya
Jadi bagi anda yang memutuskan untuk main saham, harus menghargai sebuah proses:
PROSES BELAJAR, PROSES BERJUANG. Kembali lagi, buku ini bukan mengajarkan
pada anda cara meraih profit tanpa usaha. Kaya tanpa usaha apapun adalah omong kosong.
Buku ini mengajarkan pada anda step-by-step agar anda bisa melangkah menjadi
trader yang memiliki arah dan tujuan yang jelas dalam trading. Ujung-ujungnya tentu
adalah untuk mendapatkan profit. Semua trader main saham dengan tujuan mendapat profit.
Buku ini saya buat dengan tujuan untuk mengarahkan anda ke jalan trading yang benar.
Saya masih sering melihat trader yang membeli saham tanpa mengetahui dengan jelas:
330
Saya sering menemukan rekan-rekan yang konsultasi karena sahamnya ‗nyangkut‘.
Ternyata saham yang dibeli adalah saham yang sama sekali tidak likuid, harganya tidak
kesempatan tersebut dilewatkan begitu saja karena tidak mengerti cara memilih stock pick
Maka dari itu, anda perlu membaca buku ini dan anda cermati serta anda praktikkan. Apa
yang saya paparkan di buku ini bukanlah analisis yang sempurna dan pasti 100% benar. Anda
harus ingat bahwa dalam dunia trading ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi keputusan
anda dalam main saham: Psikologi anda saat itu, kondisi market, faktor mood dan faktor-
faktor lainnya. Sehingga, anda harus bisa mengatur ritme permainan anda dalam trading.
Nah, di buku ini saya sudah memaparkan panjang dan lebar dengan konten yang padat
bagaimana cara memilih saham-saham yang bagus dan berkualitas untuk anda tradingkan
secara rutin, serta membuang saham-saham yang kurang atau tidak layak untuk masuk dalam
Di buku ini, saya tidak menulis teori, tetapi saya menulis berdasarkan praktik (yang saya
alami sendiri), dan termasuk contoh-contoh yang saya gunakan adalah full praktik. Di buku
ini, saya tidak memberikan janji-janji surga yang memberikan jamina dan ekspektasi
berlebihan kepada anda. Tetapi semua yang saya paparkan berdasarkan pengalaman,
praktik dan target-target yang realistis untuk mencapai tujuan akhir dalam trading:
step-by-step bagaimana cara melakukan screening saham yang benar untuk stock pick. Dalam
331
pembahasan tersebut, saya juga selalu memberikan ―warning‖ berkali-kali untuk
mengeluarkan saham-saham tertentu yang pergerakannya tidak likuid dari screening saham
Tetapi anda jangan salah persepsi dan menjadi antipati terhadap saham-saham tertentu.
Bahasan yang saya paparkan di buku ini bukan bermaksud mengajak anda untuk menjadi
antipati terhadap suatu saham. Anda tentu perlu menjadi antipati dan takut pada saham. Yang
perlu anda lakukan adalah anda HARUS CERMAT DAN JELI dalam membaca pola-pola
harga saham yang sekiranya tidak layak untuk masuk screening saham. Hal ini dikarenakan
Di satu sisi, bukan tidak mungkin saham-saham tersebut suatu saat akan mengalami
kenaikan harga lagi atau menjadi likuid. Buku ini juga bukan mengajarkan pada anda untuk
jangan membeli saham lapis tiga sama sekali dalam screening saham. Karena pada bab 8,
saya juga memaparkan analisis untuk mengetahui saham lapis tiga yang polanya akan naik.
Hanya, kalau anda ingin membeli saham lapis tiga yang perlu anda perhatikan adalah:
Di pasar saham, ada banyak cara dan jalan untuk meraih profit (dengan cara yang benar
tentunya). Anda harus bisa menentukan momentum yang tepat. Trading saham itu tidaklah
kaku, karena pasar akan terus bergerak dengan sangat dinamis, maka anda sebagai pemain
saham juga dituntut untuk bisa menyesuaikan gaya trading dengan kondisi pasar saham.
Tapi karena fokus kita disini adalah: MENCARI SAHAM UNTUK MASUK DALAM
STOCK PICK, maka saham yang anda tradingkan harus melalui proses seleksi (screening)
yang benar dan matang. Hal ini dikarenakan tujuan memiliki saham-saham yang masuk
dalam stock pick adalah untuk ditradingkan secara rutin. Tujuannya: Agar anda bisa
trading hanya di saham-saham yang nyaman untuk anda, sehingga bisa meminimalisir risiko
332
membeli saham yang berisiko tinggi dan saham-saham yang sebenarnya kurang nyaman
untuk anda.
Memiliki saham pilihan adalah bagian dari trading plan (perencanaan trading).
Bayangkan, lebih aman mana anda hanya trading di 15 saham saja yang anda sudah hafal
dengan pola pergerakan sahamnya, dibandingkan jika anda harus memilih ratusan bahkan
nantinya bisa menjadi ribuan saham di Bursa Efek yang anda belum tentu tahu pergerakan
Tentu saja, anda lebih aman trading pada 15 saham familiar yang sudah anda pilih dan
anda bisa membaca grafiknya dengan baik. Tetapi seperti yang saya paparkan di awal
paragraf, anda tidak boleh antipati terhadap saham-saham yang lain. Anda tetap bisa
Maka dari itu, anda ingin trading di saham-saham seperti saham gorengan atau masih
sekedar melakukan uji coba terhadap saham tertentu, maka anda tidak boleh memasukkan
saham tersebut ke dalam stock pick alias anda tradingkan secara rutinitas. Terutama untuk
saham-saham gorengan ada baiknya anda tradingkan untuk scalping karena sifat fluktuatif
harganya yang begitu cepat dan risiko yang tinggi. Satu hal lagi, anda harus menggunakan
modal sekecil mungkin untuk menghindari risiko kerugian yang terlalu besar.
333
BAB XI
Di pasar saham kita sering mendengar istilah atau rekomendasi dari analis, broker atau
trader lain: ―Saham BMRI masih murah. Waktunya dibeli‖. Banyak istilah ―saham murah‖,
―saham diskon‖ yang dilontarkan oleh analisa dan trader. Namun, masih banyak trader yang
belum tahu pengertian saham murah yang benar. Banyak trader yang belum bisa
membedakan istilah ―saham murah yang berkualitas‖ dengan ―saham murah yang murahan‖
Maka dari itu, di Bab 12 ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai pengertian saham
murah, dan kita juga akan praktik bagaimana cara menemukan saham-saham yang murah
saham yang harganya sudah diskon secara grafik saham, sahamnya cenderung likuid
dan sahamnya ada potensi untuk naik. Perhatikan baik-baik kata-kata kuncinya:
Cenderung likuid
Jadi kalau anda mau mencari saham yang sedang murah atau diskon untuk trading, maka
carilah saham yang memang diskon secara grafik, sahamnya lebih baik cenderung likuid
(karena lebih aman) dan saham tersebut memang ada potensi untuk naik.
Sebagian besar trader saham selama ini seringkali melihat chart yang downtrend sebagai
saham diskon. Padahal belum tentu saham downtrend atau saham yang sedang turun adalah
334
saham diskon. Bisa jadi saham tersebut masih akan turun lagi, karena belum waktunya
diskon.
Itulah kenapa banyak trader yang ketika membeli turun, tapi ternyata masih turun terus.
Penyebabnya bisa jadi karena dua hal: Sahamnya tidak terlalu bagus, atau memang
Bicara soal DISKON, maka orang pasti akan mengincar barang diskonan tersebut.
Sebagai contoh, ketika anda belanja di supermarket dan kemudian sedang ada diskon besar-
besaran untuk barang-barang kebutuhan rumah tangga. Apa yang akan anda lakukan?
Anda dan juga orang-orang lain kemungkinan besar akan membeli barang-barang tersebut
dalam jumlah yang lebih besar daripada saat tidak ada periode diskon. Ini adalah hal yang
Sama seperti saham, ketika ada saham yang harganya lagi murah, lagi diskon, maka orang
akan mulai mengakumulasi saham-saham diskon tersebut lebih banyak daripada biasanya.
Alhasil, harga sahamnya akan naik. Oleh karena itu, membeli saham diskon akan
Sebelum saya masuk ke sub bab selanjutnya tentang praktik mencari saham diskon, anda
mungkin bertanya-tanya: Memang kalau kita trading di saham diskon, seberapa jangka waktu
trading yang ideal? Apakah bisa dibuat intraday trading? Apakah bisa untuk swing trading?
Bisa semua. Tapi anda juga harus melihat momentumnya. Mengacu pada pengalaman
pribadi saya, kalau IHSG sudah turun berhari-hari dan ada saham-saham blue chip yang lagi
diskon besar, maka saham-saham blue chip tersebut bisa naik lebih lama, beberapa hari
335
bahkan diatas 1 minggu. Maka, anda bisa simpan saham-saham blue chip yang lagi diskon
Namun dalam kondisi IHSG yang bergejolak (sehari naik-dua hari turun misalnya), maka
saya lebih banyak membeli saham diskon untuk intraday trading saja, atau simpan 1-2 hari.
Mengapa? Karena dalam kondisi IHSG yang bergejolak, biasanya saham yang diskon naik
Dengan kata lain, anda tidak bisa menggunakan rumus pasti, apakah saham diskon berarti
bagus untuk intraday, atau scalping, atau swing trading. Anda juga harus menyesuaikan
Mencari saham diskon sangat berkaitan erat dengan momentum. Dalam analisis teknikal,
momentum artinya membeli saham saat turun dan jual saat naik. Nah konsep momentum ini
sangat berkaitan erat dengan Bab 11, karena di bab ini, kita akan mencari saham yang turun,
jual saat naik. Dengan kata lain, kita akan menggunakan strategi buy on weakness (BOW).
BOW adalah strategi membeli saham di harga support pada saat saham tersebut koreksi.
Sebenarnya ada banyak cara untuk menemukan saham-saham diskon. Salah satu caranya
menggunakan garis tren, seperti yang kita bahas pada Ebook Trading dan Belajar Saham
tentang Buy on Support. Namun disini kita akan mengulas cara mencari saham diskon
dengan cara yang lain, menggunakan indikator yang simpel dan mudah dipraktikkan.
(SO), candlestick dan bid-offer saham. Cara membaca indikator SO sudah kita bahas
bersama pada Ebook Trading dan Belajar Saham. Bagi anda yang ingin mendapatkan
ebooknya, anda bisa memesanny untuk belajar lebih banyak indikator analisis teknikal.
336
Kenapa harus pakai indikator SO? Kenapa tidak pakai RSI? Kenapa tidak pakai MA atau
MACD? Karena garis SO adalah garis indikator yang cukup lengkap untuk dikombinasikan
dengan candlestick dan tren suatu saham. Selain itu, indikator SO terdiri dari dua buah garis,
yang salah satunya adalah indikator MA. Jadi, dengan bantuan dua garis ini, anda bisa
Untuk settingan indikator SO yang bagus dalam melihat saham diskon adalah
14,3,3. Angka 14 dan 3 untuk garis %K, sedangkan 3 untuk garis moving averagenya (garis
Berikut settingan indikator SO untuk melihat saham diskon. Jadi untuk %K Parameter
anda setting angka 14 dan 3. Kemudian %D Parameters yang merupakan garis Moving
Average anda pasang 3 hari untuk Time Periodnya. Sehingga tampilan garis SO-nya nanti
Garis biru adalah garis %D atau garis MA. Sedangkan garis orange adalah garis %K atau
garis SO. Untuk praktik selanjutnya, kita akan menggunakan indikator SO ini dengan warna
biru dan orange agar lebih mudah dan untuk menyamakan persepsi.
337
Mengapa harus settingan 14,3,3? Tidak ada teori pasti. Lho kok? Namun berdasarkan
pengalaman trial saya, pemasangan indikator SO 14,3,3 adalah indikator yang sudah cukup
teruji untuk menilai saham-saham yang sedang diskon, yang bisa ditradingkan dalam jangka
Namun kalau anda mau trial dengan mencoba settingan SO yang lain maka tidak
masalah. Jika anda menemukan settingan yang lebih cocok untuk diri anda sendiri, sah-sah
saja.
Di sub bab sebelumnya kita sudah membahas tentang settingan indikator SO untuk
melihat saham-saham diskon. Tapi bagaimana caranya melihat saham diskon dengan
settingan SO tersebut? Ada beberapa poin penting yang harus anda perhatikan dibawah ini
Kalau garis SO berada di area jenuh beli berarti saham tersebut sudah naik tinggi dan ada
potensi untuk turun. Sedangkan kalau garis SO berada di area jenuh jual, itu artinya
saham tersebut sudah banyak dijual oleh pelaku pasar, sehingga harganya turun terus, dan
disitulah sebenarnya ada peluang untuk trader. Di mana jenuh beli untuk indikator SO
nilainya adalah 80 keatas, dan jenuh jual untuk SO adalah dibawah 20. Untuk lebih
jelasnya anda bisa baca-baca lagi Bab 2 tentang Analisis Teknikal di ebook ini yang
2. Posisi candlestick
Selain SO, untuk melihat saham diskon bisa didukung juga dengan pola-pola candlestick.
Pola-pola candlestick bisa anda baca kembali pada Bab 2 tentang Candlestick. Jika garis
338
SO berada di area jenuh jual didukung dengan pola candlestick yang bagus, maka sinyal
3. Posisi bid-offer
Selain memperhatikan SO, ada baiknya anda perhatikan juga posisi bid-offer saham
tersebut pada saat anda watchlist. Jika SO berada di area jenuh jual dan jika posisi /
jumlah bid (permintaan beli) saat itu sangat banyak dibandingkan dengan jumlah offer
(permintaan jual), maka peluang saham tersebut rebound akan lebih besar. Sebaliknya
jika posisi bid jauh lebih sedikit dari offer, maka ada baiknya anda wait and see dulu,
karena mungkin tekanan jual masih belum sepenuhnya reda. Berikut adalah contoh di
mana posisi bid lot lebih banyak / dominan dibandingkan jumlah offernya.
Pada bid-offer INDY diatas tampak bahwa jumlah bid-lot hampir untuk setiap antrian
Di Sub Bab 11.4 kita sudah membahas tiga hal penting yang dapat anda gunakan untuk
Untuk mencari saham diskon menggunakan SO, maka anda harus melihat saham yang
harganya lagi turun / koreksi, disertai dengan indikator SO yang KEDUA GARISNYA
339
HARUS berada di area JENUH JUAL (dibawah angka 20). Sebagai contoh, perhatikan
Itu adalah contoh indikator yang menunjukkan bahwa saham sedang diskon. Indikator SO
berada di area jenuh jual. Nilai SO-nya adalah 4.41. Seperti yang saya bahas sebelumnya, SO
Namun jauh lebih baik jika anda bisa menemukan saham yang SO-nya dibawah 10.
Seperti contoh saham diatas, indikator SO-nya bahkan mencapai angka 4.41. Ini
Selain itu, satu hal lagi yang perlu anda perhatikan adalah: Ada baiknya jika kedua garis
SO harus SAMA-SAMA berada di area jenuh jual. Jadi kalau ada salah satu garis SO yang
belum menyentuh garis jenuh jual, walaupun nilai SO-nya sudah berada dibawah 20, maka
ada baiknya anda tidak terburu membeli sahamnya. Sebagai contoh, perhatikan SO dibawah
ini:
Pada indikator SO diatas tampak bahwa nilai SO adalah 17. Garis SO warna orange
berada di area jenuh jual tetapi garis SO warna biru (garis MA-nya) masih belum menyentuh
garis jenuh jual (dibawah 20), sehingga saham-saham yang SO-nya seperti ini, biasanya
Dari apa yang saya paparkan, kita sudah bisa mengambil beberapa kesimpulan tentang
340
1. Carilah saham yang kedua garis SO sama-sama berada di area garis jenuh jual. Lebih baik
2. Jika memungkinkan, usahakan posisi atau jumlah bid lots untuk beberapa antrian harga
pertama lebih banyak daripada jumlah offer lotsnya. Atau paling tidak, posisi bid lots
3. Jika anda menemukan pola candlestick yang bagus saat saham berada diujung tren turun,
seperti doji, bullish pregnant dan lain-lain, maka sinyal buy semakin bagus.
4. Selain itu, jika ada saham yang candlesticknya sedang hijau, sedang mengalami kenaikan
0,5-2% di jam trading dan didukung dengan tiga poin diatas, maka saham tersebut
semakin baik untuk ditradingkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa saham tersebut
berada dalam periode diskon dan harganya sudah siap untuk diangkat dalam jangka
pendek. Walaupun poin empat ini bukan syarat mutlak, namun sepengalaman saya, saham
yang candlesticknya sudah hijau di ujung tren turun dan didukung dengan garis SO
Sekarang kita akan langsung masuk pada praktik untuk mencari saham-saham diskon di
pasar saham IHSG secara riil. Oke, kita langsung mulai saja.
341
Indikator SO saham BBNI keduanya sudah berada di area jenuh jual. Dan nilai SO-nya
adalah 4.71. Di satu sisi, candlestick terakhir BBNI sudah menunjukkan kenaikan
(candlestick sudah berwarna hijau, yang saya beri tanda panah). BBNI sahamnya juga sudah
mengalami penurunan yang drastis sebelumnya. Pola seperti ini menunjukkan bahwa saham
sudah berada di fase diskon alias harganya sudah murah secara analisis teknikal. Saat itu,
BBNI closing price di harga 8.275 dan harga high 8.350. Penulis sendiri saat itu membeli
Apa yang terjadi pada saham BBNI keesokan harinya setelah SO-nya berada di angka / di
Saham BBNI berhasil keluar area jenuh jual dan benar saja BBNI terus mengalami
kenaikan selama satu minggu sampai ke kisaran harga 9.000. Jadi peluang beli-nya adalah
ketika indikator SO (kedua garisnya) BBNI berada di area jenuh jual, karena disitulah
342
2. Studi kasus saham BBRI
Saham BBRI kedua SO-nya menunjukkan area jenuh jual, dengan nilai SO 9.41.
Sedangkan pada chart candlesticknya, kita juga lihat bahwa BBRI harganya sudah turun
cukup dalam. Didukung penurunan / koreksi BBRI dan SO yang berada di area jenuh jual,
maka BBRI ada peluang untuk naik. Selain itu, candlestick BBRI terakhir sudah bewarna
hijau, menunjukkan mulai adanya tekanan beli. BBRI saat itu berada di harga penutupan
3.500.
Selain itu, bid-offer BBRI saat itu, sudah mulai berimbang antara posisi bid lot dengan
343
Hal ini menunjukkan bahwa mulai terjadi tekanan beli setelah BBRI berada pada area
jenuh jualnya. Kemudian apa yang terjadi pada BBRI keesokan harinya? Perhatikan grafik
BBRI berhasil naik dalam beberapa hari setelah berada di area jenuh jual, dan BBRI naik
sampai ke harga 3.600-.3650 (dari harga sebelumnya 3.500). Walaupun akhirnua BBRI turun
Tapi kalau anda perhatikan lagi, setelah BBRI koreksi, dan ketika garis indikator SO
BBRI kembali menyentuh garis jenuh jual (perhatikan yang saya beri tanda lingkaran), BBRI
selalu berhasil rebound. Jadi sekali lagi, ketika anda menemukan saham yang indikator SO-
nya ada di jenuh jual, apalagi jika nilai SO-nya dibawah 10, maka hal ini adalah peluang yang
344
Saham BRPT menunjukkan penurunan tren saham yang cukup tajam. Setelah itu,
indikator SO BRPT kedua garisnya berada di area jenuh jual, dengan nilai SO-nya 6,94.
Candlestick BRPT juga menunjukkan kenaikan (candlesticknya warna hijau). Penulis sendiri
saat itu juga membeli BRPT di harga 2.340. Berikut rincian trading BRPT penulis:
Selain itu, bid-offer BRPT pada saat itu juga menunjukkan bahwa posisi bid lots cukup
besar atau sebanding dengan posisi offer lotsnya. Perhatikan bid-offer BRPT dibawah ini:
Posisi bid lots yang cukup banyak ini membuat saya yakin dengan BRPT karena hal ini
menunjukkan mulai ada tekanan beli dari pelaku pasar / trader. Kemudian perhatikan saham
345
Benar saja, BRPT kemudian mengalami kenaikan yang cukup tinggi selama 4-5 hari
setelah berada di area jenuh jual, dan BRPT berhasil menyentuh resisten 2.600, sebelum
Saham PGAS terkoreksi dan setelah itu indikator SO PGAS kedua garis sama-sama
menyentuh area jenuh jual, dan angka SO-nya berada di 10,34. Pada saat jam trading, saya
melihat PGAS berada di jenuh jual dan candlesticknya sudah mulai hijau, maka saya
Kemudian PGAS berhasil naik kencang dalam satu hari. Perhatikan grafik PGAS
dibawah ini:
346
PGAS naik kencang dalam sehari setelah sahamnya berada di area jenuh jual hingga
menyentuh 2.330, sebelum akhirnya koreksi kembali. Kemudian tanggal 9 Mei penulis
mentradingkan lagi saham PGAS karena pola saham PGAS menunjukkan kriteria saham
Tanggal 4 Juli 2018 pada saat jam trading, penulis sempat cek grafik saham ASII, dan
saat itu juga indikator SO ASII sudah berada di areaa jenuh jual (lihat grafik SO diatas, saat
itu SO-nya ada di 7.43), dan candlestick ASII juga mulai mengalami kenaikan setelah trennya
turun tajam. Akhirnya penulis memutuskan untuk membeli ASII di harga 6.250. Perhatikan
Keesokan harinya, ASII naik kencang sampai 2 minggu perdagangan Bursa hingga ke
harga 6.800. Namun, penulis saat itu sudah melepas ASII di 6.500, karena prediksi penulis
ASII akan koreksi, namun ASII masih naik lagi. Hal ini menunjukkan bahwa saham-saham
yang indikator SO-nya berada di jenuh jual adalah saham yang punya peluang rebound,
347
6. Studi kasus saham HMSP
Sama seperti pola-pola yang sudah saya jelaskan sebelumnya, HMSP harganya turun
terus dan indikator SO sudah menunjukkan jenuh jual (perhatikan tanda lingkaran biru).
Keesokan harinya HMSP berhasil menguat dari harga 3.230 ke harga 3.500. Saham-saham
yang sudah turun dan mulai jenuh jual, itulah saham-saham yang sudah menunjukkan
indikator diskon, jadi anda bisa mengincar saham-saham yang polanya seperti grafik diatas.
Pada saat jam trading saya mengamati saham WIKA yang polanya sangat bagus, di mana
WIKA sahamnya turun terus dan pada hari itu 9 Mei 2018, WIKA mulai menunjukkan
sedikit kenaikan (candlestick terakhirnya warna hijau), dan kedua garis SO sama-sama berada
di area jenuh jual, dengan nilai SO yang sangat rendah, yaitu 5,32.
348
Maka, saya langsung crop grafik WIKA dan saya safe. WIKA sempat naik di harga
tertinggi 1.275 (saat saya mengamati sahamnya di pagi hari). Dan penulis sendiri, beli WIKA
Kemudian perhatikan saham WIKA saat closing 9 Mei 2018 dan pergerakan harga
setelahnya:
And…… WIKA ternyata naik drastis, dan saat closing 9 Mei WIKA berhasil ditutup di
1.345. Kemudian anda bisa lihat (tanda lingkaran), setelah SO WIKA berada di jenuh jual,
WIKA kemudian naik terus berhari-hari sampai menyentuh resisten 1.700, sebelum akhirnya
349
Saat jam trading di hari yang sama tanggal 9 Mei 2018, saya mengamati juga saham
PGAS. PGAS memiliki pola yang bagus, yang menunjukkan kriteria saham diskon, di mana
PGAS harganya sudah turun banyak, kemudian kedua garis SO berada di area jenuh jual,
dengan angka indikator SO nya 4,49 alias sangat murah karena pada indikator SO, saham
dikatakan jenuh jual jika mencapai angka SO 20, namun pada PGAS indikator SO-nya sudah
turun sampai 4,49. PGAS kemudian juga tampak mulai menguat saat saya watchlist. Maka
saya membeli sahamnya di harga 1.815 di jam 09:10. Berikut rincian trading PGAS penulis:
Saham PGAS langsung mengalami kenaikan sampai sore hari dan menyentuh level 1.965
(perhatikan candle yang saya beri tanda panah). Keesokan hari PGAS masih naik hingga
harga high 2.030 (perhatikan tanda lingkaran). Namun setelah naik tinggi, PGAS mulai
tampak koreksi. Hal ini menunjukkan bahwa saham-saham yang ada di area jenuh jual, punya
peluang rebound yang lebih tinggi, karena sesungguhnya saham-saham tersebut adalah
350
9. Studi kasus saham PPRO
Tanggal 10 April 2018 di sesi 2 saya menemukan saham PPRO yang memiliki pola cukup
bagus, di mana saham PPRO sebelumnya sudah turun drastis, dan kemudian sideways.
Indikator SO PPRO keduanya berada di area jenuh jual dengan nilai SO yang cukup rendah
yaitu 9,43. Akhirnya penulis membeli PPRO di harga 170. Berikut rincian trading PPRO:
PPRO mengalami kenaikan selama dua hari (perhatikan tanda lingkaran), hingga
351
10. Studi kasus saham MNCN
Saya melihat saham MNCN turun dan mulai sideways dibawah, dengan kedua garis SO
sudah berada di area jenuh jual (saat itu SO-nya di level 10,45, perhatikan yang saya beri
Selain itu, MNCN pada saat itu juga sudah dibuka menguat (candlesticknya hijau). Dalam
beberapa hari kemudian, MNCN ternyata mampu naik ke level 1.000, dan saat ini MNCN
Saya sudah memberikan 10 contoh studi kasus yang juga sudah saya terapkan sendiri
dalam praktik trading. Sebenarnya masih ada banyak lagi. Dan cara ini sudah terbukti
memberikan sinyal yang lebih bagus untuk melihat saham diskon. Sebagai pemahaman lebih
352
Perhatikan ketika saham HRUM turun drastis (perhatikan tanda persegi), dan kemudian
indikator SO mulai memasuki area jenuh jual, HRUM akan kembali rebound. Pada grafik, hal
ini terjadi sampai tiga kali. Dan setiap HRUM turun drastis yang didukung dengan SO di
jenuh jual, HRUM selalu berhasil rebound. Inilah cara menilai saham diskon berdasarkan
analisis teknikal.
Nah kalau anda pelajari lagi semua studi kasus yang saya terapkan, maka anda akan
menemukan kesamaan pola dari setiap studi kasus yang ada. Kesamaan pola tersebut
adalah:
Semua saham diskon akan selalu diawali dengan penurunan tren harga saham dalam
Diikuti dengan indikator SO, di mana kedua garis SO sama-sama berada di area jenuh
Hanya memang kenaikan jangka waktu setiap saham tidak sama antara satu saham
dengan saham yang lain. Ada yang naiknya hanya 1-2 hari. Ada yang naiknya sampai satu
minggu lebih (seperti WIKA contohnya). Jadi, dalam menentukan take profit, anda juga
353
Namun secara overall, kita sudah membuktikan bahwa saham-saham yang diskon
tersebut, SEBAGIAN BESAR akan REBOUND. Hanya jangka waktu / cepat lamanya
Jadi untuk menemukan dan mencari saham yang benar-benar diskon alias saham yang
sudah murah dan layak dibeli secara analisis teknikal, maka ada syarat mutlak dan syarat
Syarat Mutlak: Indikator SO adalah indikator utama untuk melihat saham diskon. Untuk
melihat saham diskon, indikator SO untuk kedua garis harus berada di area jenuh jual.
Syarat Tambahan: Posisi candlestick saat itu dan posisi bid-offer. Kebanyakan saham-
saham yang saya paparkan di studi kasus praktik adalah saham-saham yang didukung
dengan candlestick terakhir warna hijau sebelum akhirnya naik. Namun, hal ini bukanlah
syarat mutlak. Jika ada candlestick terakhir yang masih turun (merah), anda tetap bisa
membeli sahamnya selama anda beranggapan bahwa saham tersebut memang sudah
benar-benar diskon. Kedua, posisi bid tidak harus selalu lebih banyak dari posisi offer
untuk membeli sahamnya. Namun alangkah baiknya jika anda bisa menemukan posisi bid
lots yang tinggi dan didukung dengan candlestick terakhir yang berwarna hijau.
Jadi anda selama ini yang sering tertipu membeli saham. Anda yang awalnya berpikir
bahwa saham PTBA sudah turun beberapa hari, lalu anda membeli sahamnya.. Eh.. Ternyata
turun lagi, maka coba anda cek indikator SO-nya. Kemungkinan besar saham yang anda kira
sudah murah dan kemudian turun lagi, dikarenakan indikator SO-nya belum benar-benar
Saya juga beberapa kali mendapat pertanyaan dari rekan-rekan trader: “Pak Heze, saham
BBNI turun dari 9.000 ke 8.800. Kemudian saya beli di 8.800, tapi ternyata turun terus.
354
Kenapa bisa begitu? Bagaimana caranya supaya kita bisa tahu kalau saham itu sudah murah
Ebook ini sudah menjawab pertanyaan anda. Sekarang perhatikan lagi saham BBRI
dibawah ini:
Kalau anda membeli saham BBRI di area yang saya beri tanda persegi (candlestick
merah), karena anda berpikir saham BBRI sudah turun dan sudah murah, ternyata setelah
candlestick tersebut, saham BBRI masih turun lagi.. Ya, turun lebih drastis.
Artinya kalau anda beli BBRI di posisi tersebut, kemungkinan besar anda nyangkut.
Kenapa demikian? Karena walaupun sudah turun, BBRI belum benar-benar berada pada
harga diskon. Hal ini terlihat dari indikator SO-nya. Perhatikan indikator SO yang saya beri
tanda persegi, di mana indikator SO-nya masih belum masuk area jenuh jual. BBRI baru
benar-benar rebound setelah indikator SO berada di jenuh jual (perhatikan tanda lingkaran).
Nah, itulah salah satu penyebab mengapa saat anda beli saham yang tampaknya sudah murah
dan diskon, tapi saham anda masih turun terus. Paham sampai disini?
Setelah anda membaca banyak analisis dan praktik yang saya paparkan, saya yakin anda
bakal bertanya banyak hal terkait cara mencari saham diskon ini. Kemungkinan besar anda
355
1. Seberapa penting volume?
Volume memang penting dalam trading. Kalau saya bicara teori, mungkin saya akan
mengatakan panjang lebar soal volume. Tapi berhubung saya mempraktikannya secara
langsung, maka saya akan jawab: Peran volume tidak terlalu penting dalam mencari saham
diskon menggunakan cara ini. Jadi, anda tidak perlu terlalu memusingkan volume untuk
mencari saham diskon. Selama kriteria-kriteria yang saya sebutkan di sub bab sebelumnya
Ada. Cara ini sulit diterapkan pada saham uptrend, karena saham yang uptrend terus
biasanya sahamnya jarang menyentuh titik jenuh jual untuk indikator SO-nya. Sebagai
Tampak bahwa TKIM terus mengalami kenaikan yang signifikan. Di dalam kenaikan
TKIM, sesekali terdapat koreksi sampai beberapa hari (perhatikan tanda panah). Namun,
penurunan TKIM ini hanya sesaat dan kemudian lanjut uptrend lagi, sehingga indikator SO-
nya tidak sampai menyentuh jenuh jual, kemudian harga sahamnya sudah keburu naik
duluan.
Jadi kalau anda mau beli saham yang uptrend terus, jangan gunakan pendekatan ini,
karena kemungkinan besar anda akan capek menunggu saham yang tidak turun-turun ke titik
356
jenuh jual yang anda harapkan. Gunakanlah strategi lain seperti penentuan resisten, buy on
3. Apakah saham yang naik dari jenuh beli bakal naik terus sampai mencapai jenuh
jual?
Tidak selalu. Tidak ada rumus pasti untuk itu. Ada banyak kasus di mana saham yang
rebound dari jenuh jual, kemudian naik terus sampai mencapai titik jenuh belinya. Tapi ada
banyak kasus juga di mana saham yang naik dari jenuh jual, belum sampai berada di titik
jenuh beli, harga saham sudah turun lagi. Jadi untuk menentukan take profit, gunakanlah
analisa-analisa support-resisten juga dan pola-pola candle (baca bab 2 tentang analisis
Apa yang saya tulis di ebook ini sudah saya praktikkan sendiri dan terbukti akurat. Dari
47 kali pengujian trading yang saya lakukan menggunakan cara ini untuk mencari
saham diskon, 43 kali diantaranya berhasil alias profit. Sedangkan 4 kali gagal alias saya
harus cut loss. Jadi persentase keberhasilan yang saya uji adalah 91,4%.
Tapi itu artinya tetap saja persentasenya tidak 100% alias tetap ada melesetnya. Apa
artinya? Artinya suka tidak suka kita semua harus akui bahwa tidak ada cara yang paling
akurat 100% untuk dapat profit. Ini berarti anda harus PROTEKSI MODAL, TERUS
BERLATIH, dan MEMAHAMI RISIKO. Anda tetap harus melakukan analisa dengan benar.
Karena tidak ada cara yang benar-benar sempurna, anda harus memahami bahwa dalam
trading anda juga harus berproses dan tidak terus berharap berlebihan.
Selain itu, cara ini bukan cara yang baku atau bukanlah cara yang paling mutlak untuk
mencari saham diskon. Karena seperti yang saya jelaskan tadi, bahwa dalam trading saham
ada banyak variasi analisis teknikal yang bisa anda terapkan. Anda bisa melakukan
kombinasi variasi analisa teknikal lainnya yang anda anggap cocok untuk anda. Mengenai
357
analisis teknikal dan strategi-strateginya anda bisa baca di Bab 2. Saya membahasnya dengan
komplit.
diskon?
Indikator SO memang terdiri dari area jenuh beli (diatas 80) dan jenuh jual (dibawah 20).
Nah, kalau indikator SO masih di angka 50 misalnya, apakah saham tersebut masih bisa
dikatakan diskon dan masih layak dibeli? Sebagai contoh, perhatikan saham PTRO dibawah
ini:
Saham PTRO diatas memang harganya tampai sudah turun, tapi indikator SO-nya masih
di 57,14. Memang kalau anda ingin mencari saham yang benar-benar diskon, alangkah
baiknya anda cari saham yang indikator SO-nya ada di jenuh jual.
Namun kalau anda melihat saham tersebut sudah ada potensi rebound walaupun SO
belum masuk jenuh jual atau baru mendekati garis jenuh jual, anda bisa coba membeli secara
bertahap (beli tapi jangan full modal dulu). Jika ternyata saham tersebut turun lagi, anda
Dalam hal ini, memang ada beberapa saham yang berhasil rebound sebelum
indikator SO-nya menyentuh jenuh jual. Maka dari itu, anda juga perlu perhatikan
358
pola-pola sahamnya. Seperti contoh saham TKIM tadi, di mana sebelum indikator SO
menyentuh jenuh jual, TKIM selalu berhasil rebound. Tapi kalau anda ingin trading yang
lebih aman untuk cari saham diskon, maka carilah indikator SO yang berada dibawah area
jenuh jual.
Jika anda pelajari kembali studi kasus di sub bab 11.5 dan 11.6, maka sebagian besar
contoh saham yang saya gunakan adalah saham-saham LQ45. Kenapa banyak saham LQ45
dan saham-saham likuid non-LQ45? Apakah tidak bisa diterapkan untuk saham-saham lapis
tiga?
Jawabannya: Sulit. Karena saya sudah mencoba sendiri menggunakan strategi ini pada
saham-saham lapis tiga, dan hasilnya? Lebih banyak melesetnya. Saham-saham lapis tiga
Agar anda bisa mentradingkan saham lapis tiga dengan pola yang tepat, maka saya
membahasnya di ebook tersendiri tentang cara mencari saham yang naik cepat. Anda yang
belum memiliki ebooknya, anda bisa mendapatkan ebooknya disini: Ebook Panduan
Maka dari itu, mencari saham diskon di Bab 12 ini lebih cocok diterapkan untuk saham-
saham yang likuid, yaitu saham-saham LQ45 dan saham likuid lainnya non LQ-45. Saham-
saham likuid yang non LQ45 menurut versi saya antara lain seperti BRPT, AUTO, ACES.
Terutama dalam hal ini adalah saham-saham likuid yang pergerakannya cukup fluktuatif,
bukan yang trennya naik terus (untuk lebih jelasnya baca lagi sub bab 12.6). Jadi, untuk
menerapkan strategi ini, pertama carilah saham-saham yang pergerakannya likuid, dan
359
Jika anda suka trading di saham LQ45, maka strategi ini adalah strategi yang sangat
bagus dan cocok untuk anda aplikasikan. Seluruh studi kasus yang saya terapkan di ebook ini,
bukanlah ajakan untuk membeli saham. Setiap pola-pola saham yang saya tulis di ebook ini,
juga bukan ajakan untuk mengatakan bahwa saham A bagus, saham B bagus, karena setiap
saham polanya bisa berubah sewaktu-waktu. Sebagai trader saham, anda harus fleksibel.
Agar anda bisa melakukan screening saham diskon, maka langkah awal yang paling
mudah adalah masukkan watchlist saham-saham LQ45 terlebih dahulu. Saat jam trading atau
saat market tutup, dari keempat lima saham tersebut, pilihlah saham-saham yang sudah
memasuki area jenuh jual seperti pada kriteria yang telah kita bahas sebelumnya.
Selain itu, anda bisa membuat watchlist tersendiri untuk saham-saham yang biasa anda
tradingkan dengan cara ini. Jika suatu saat saham-saham yang biasa anda tradingkan
membentuk pola-pola yang kurang lebih sama, maka anda bisa membelinya kembali.
Misalnya, anda sering menemukan pola saham diskon pada saham-saham ACES, BBRI,
PWON, BRPT, BMRI, BBNI, ASII, PGAS, TLKM. Maka masukkan saham-saham tersebut
khusus dalam screening watchlist saham tersendiri. Saham-saham tersebut bisa terus anda
pantau, apabila suatu saat saham-saham tersebut berada di fase diskon, anda bisa
mentradingkannya.
Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, cara menemukan saham diskon ini terbukti
akurat, karena saya sudah membuktikannya sendiri, dengan tingkat keakuratan 91%. Tapi
sekali lagi, tetap tidak bisa 100% karena di dunia ini tidak ada yang namanya sistem teknikal
yang sempurna.
360
Nah kalau anda ingin tahu, kenapa 9% pengujian ini gagal, maka jawabannya adalah
karena pergerakan saham tersebut ternyata di luar prediksi saya, di mana saham tersebut
bergerak jauh dari harapan dan terus menunjukkan tren turun. Di satu sisi peminat saham
(bid-offer) yang sedikit, juga bisa membuat saham tersebut akhirnya sulit untuk rebound
Saya pernah gagal melakukan pengujian ini di saham ELSA, MEDC, BUMI. Kalau ada
saham yang gagal anda uji menggunakan cara ini, terutama kalau anda gagal melakukan
pengujian lebih satu kali pada saham yang sama, maka yang perlu anda lakukan adalah:
Dengan kata lain, jangan pernah mentradingkan lagi saham tersebut dengan cara seperti
yang saya jelaskan diatas, karena itu artinya saham tersebut memang polanya tidak terlalu
bagus. Jadi disini, perlu juga untuk anda membuat blacklist saham pada saham-saham yang
Sepengalaman saya, hal ini biasanya terjadi pada saham-saham non LQ45 yang bid-offernya
tidak terlalu banyak atau yang pergerakan volatilitas sahamnya kurang bagus (sulit naik).
Jangan sampai anda mengulang kesalahan dengan membeli saham yang sama,
padahal saham tersebut tidak menguntungkan. Jadi selain anda mengejar profit dari
mengincar saham-saham diskon, anda juga harus menyiapkan suatu langkah antisipasi. Inilah
poin penting agar anda benar-benar bisa menjadi trader yang handal.
361
BAB XII
Setiap anda mengamati pasar saham, pasti ada saham yang naik dan turun di hari itu. Hal
ini adalah sesuatu yang biasa karena harga saham itu berfluktuatif. Harga saham tidak
mungkin naik setiap hari. Pasti ada saat di mana saham akan turun setelah harganya naik
tinggi.
Justru ketika harga saham sedang turun, itu adalah kesempatan anda untuk membeli
saham di harga murah atau diskon. Seperti yang kita bahas pada praktik di Bab XI, tentang
panduan menemukan saham diskon, kita bisa membeli saham saat harganya sedang turun
plus diskon.
Namun bagaimana kalau harga saham turun secara drastis dalam rentang waktu tertentu?
Apakah anda yakin mau langsung membeli sahamnya saat sudah turun? Bagaimana kalau
masih turun terus? Kapan belinya? Nah, inilah yang akan kita bahas bersama. Di pasar saham
Berita ataupun sentimen negatif bisa membuat IHSG turun. Sentimen / berita negatif itu
bisa bermacam-macam dan pengaruh berita negatif itu bisa berlangsung ke pasar saham
dunia, bukan hanya Indonesia. Misalnya, terdapat berita pertumbuhan ekonomi turun, nilai
IHSG juga sempat drop ketika ada berita virus Corona (awal tahun 2020). Dan hal ini
bukan hanya menyebabkan IHSG jatuh, tetapi seluruh pasar saham dunia goncang. Berita-
berita yang bisa mengguncang perekonomian dunia, ataupun membuat politik menjadi
362
2. IHSG sudah waktunya koreksi / turun
Yang paling sering menjadi penyebab turunnya IHSG adalah karena secara analisa
teknikal IHSG memang sudah naik cukup tinggi. Anda harus pahami konsep di saham bahwa
harga saham itu akan selalu bergerak naik dan turun. Demikian juga dengan IHSG.
Jadi kalau IHSG sudah naik tinggi (karena banyak yang beli saham), secara konsep
analisa teknikal, cepat atau lama IHSG pasti akan balik turun/ koreksi sebagai respon dari
aksi para trader yang ambil untung / take profit. Anda bisa lihat IHSG berikut ini:
Perhatikan candlestick terakhir (paling kanan). Anda bisa lihat candlestick tersebut
berwarna merah dengan candle yang panjang. Ini artinya IHSG sedang mengalami penurunan
Hal ini wajar, karena kalau kita perhatikan chart IHSG, IHSG kita juga sudah naik tinggi
selama 1 bulan terakhir (tanda panah). Di satu sisi, IHSG juga membentuk pola triple top
(tanda lingkaran) yang merupakan sinyal koreksi yang cukup kuat. Jadi kalau secara teknikal
IHSG saja sudah naik tinggi, wajar saja kalau IHSG cepat atau lama bakalan koreksi.
Jadi kalau IHSG turun karena hanya koreksi normal (saat itu memang sedang tidak
banyak sentimen negatif, dan IHSG tidak berada di dalam tren turun setidaknya selama 6
bulan), maka anda bisa mempertimbangkan untuk membeli saham-saham yang sudah diskon
363
dan murah secara teknikal. Cara-cara mencari saham diskon sudah kita bahas pada Bab XI di
Sebaliknya, jika IHSG turun karena alasan pertama (IHSG dan juga pasar saham global
sedang lesu, dan market sedang dihantui sentimen negatif), maka kita harus lebih cerdas
IHSG yang sedang jatuh bisa dilihat dari beberapa hal berikut ini:
Pada saat banyak berita dan sentimen negatif melanda pasar saham, hingga membuat
IHSG sulit naik, banyak saham harganya rontok terus, maka itu adalah pertanda IHSG sedang
Studi kasus 1. Di awal tahun 2020, Indonesia dan dunia sudah banyak menghadapi
berita-berita negatif. Mulai dari banjir Jakarta (sisi internal), melambatnya perekonomian
Indonesia dan dunia, hingga ada wabah virus Corona yang banyak dibicarakan di seluruh
dunia. Hal ini membuat pasar saham di seluruh dunia turun bukan hanya di Indonesia.
Studi kasus 2. Tahun 2015 sekitar bulan Februari-Maret, kita menghadapi kondisi
dimana pertumbuhan ekonomi dunia melambat, Rupiah terus melemah, banyak usaha yang
gulung tikar, hingga keluarnya laporan keuangan kuartal I terbaru yang hasilnya mayoritas
sekalipun.
2. Bursa saham dunia dan khususnya Amerika Serikat (AS) terus turun.
Pertanda pasar saham jatuh biasanya tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga terjadi
di seluruh dunia. Sentimen-sentimen negatif yang membuat mayoritas pasar saham turun,
364
khususnya Bursa Saham AS, adalah pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan
pasar saham.
Kalau anda sudah mulai melihat banyak berita negatif, pasar saham turun terus, bursa
saham AS mulai downtrend, anda harus mulai waspada. Itu adalah pertanda bahwa IHSG
berpotensi mengalami kondisi pasar saham yang strong bearish, seperti yang kita bahas di
poin pertama.
Pertanda lain IHSG yang berpotensi jatuh / strong bearish adalah IHSG yang mulai
cenderung turun tajam selama kurang lebih 3 minggu. Kalau selama kurun waktu tersebut
IHSG belum balik kembali ke jalur minor uptrend, maka bisa jadi hal ini adalah pertanda
Terutama jika IHSG belakangan sudah mulai turun terus sampai lebih dari 1% sehari,
dan ditambah sentimen-sentimen negatif (baca poin1 dan 2 lagi), maka anda harus mulai
waspada.
Kalau IHSG hanya koreksi normal, biasanya IHSG hanya turun beberapa hari, dan
penurunannya terjadi karena memang IHSG sudah berada di tren naik sebelumnya. Untuk
lebih jelasnya, anda bisa baca kembali sub bab 12.1 tentang koreksi normal IHSG. Nah,
Perhatikan grafik IHSG diatas yang saya beri tanda lingkaran. Itu adalah contoh di mana
IHSG mengalami koreksi drastis, karena terjadi selama berhari-hari dan terus membentuk
365
support-support yang baru. Dan ternyata IHSG (setelah tanda lingkaran), masih terus lanjut
turun.
Dalam kondisi IHSG yang turun drastis, anda harus cek apa yang menyebabkan IHSG
turun tajam dan cek juga kondisi market luar negeri. Pada chart diatas, penurunan IHSG
disebabkan karena wabah virus Corona yang membuat seluruh pasar saham dunia ikut turun.
Jadi dalam kondisi seperti itu, anda harus mulai waspada dan kurangi porsi trading.
IHSG jatuh belum tentu menandakan bahwa terjadi krisis ekonomi seperti yang pernah
terjadi di tahun 1998. Tetapi kalau IHSG sedang jatuh, ada baiknya anda menahan diri
Untuk melihat tren IHSG yang sedang strong bearish / jatuh, anda bisa menganalisa juga
dengan MA200. Kalau IHSG sebelumnya selalu berada di atas MA200, dan kemudian IHSG
terus turun hingga trennya menjadi dibawah MA200 atau mepet (mendekati) MA200, hal ini
MA200 diatas adalah MA warna hijau (tanda panah). Kemudian perhatikan yang saya
beri tanda persegi. Itu adalah kondisi-kondisi di mana chart IHSG berada jauh dibawah atau
sedikit dibawah MA200. Kondisi-kondisi tersebut adalah kondisi pasar saham sedang
downtrend. Selalu cek berita-berita yang sedang mempengaruhi IHSG (dan pasar saham
366
Apakah dalam kondisi seperti ini sebaiknya tidak trading sama sekali? Atau tetap bisa
trading? Bagaimana tips-tips trading pada saat market sedang strong bearish?
Inilah yang akan kita bahas. Oke, silahkan baca terus ke sub bab selanjutnya.
Pada saat IHSG sedang koreksi normal, strategi trading kita akan lebih mudah. Kita
hanya mencari saham-saham yang harganya sudah diskon dan mudah rebound, dan tunggu
beberapa hari saat rebound, maka anda bisa menjual saham anda profit.
Tapi bagaimana kalau IHSG dalam kondisi yang sangat buruk? Saham-saham yang turun
tajam beberapa hari mungkin sudah kita anggap murah harganya. Namun sangat mungkin
saham tersebut harganya masih turun terus keesokan harinya, karena sentimen negatif di
Sehingga, kalau anda membeli saham di saat market strong bearish, saham yang anda
beli sahamnya berpotensi turun terus. Ibaratnya, anda menangkap pisau jatuh.
Jadi di sub bab ini, saya ingin membagikan tips-tips trading (yang juga berdasarkan
pengalaman pribadi saya beberapa kali menghadapi kondisi market strong bearish).
1. Perhatikan kondisi pasar saham luar negeri, khususnya Bursa saham Amerika
Kalau anda berpikir bahwa saham-saham sudah pada murah akibat turun banyak, dan
anda berpikir untuk membeli saham saat itu, anda harus pertimbangkan kondisi market AS
Jadi katakanlah sekarang adalah hari Jumat pagi. Kemudian setelah kita cek closing price
indeks Dow, SP500 dan Nasdaq semalam (Kamis malam waktu Indonesia) pada berguguran.
Menurut analisa yang sering saya amati, indeks saham AS bisa dikatakan turun tajam
apabila penurunannya diatas 1% sehari (apalagi kalau ketiga indeks kompak turun
367
bersamaan). Jadi kalau sudah turun diatas 1%, apalagi sampai 2-3%, maka itu sudah pertanda
kalau pembukaan IHSG besok harinya bakalan ikutan drop. Contohnya sebagai berikut:
Ketika indeks Dow Jones jatuh sebesar -3,15%, diikuti Nasdaq -2,77% dan S&P500 -
3,03%, maka IHSG paginya langsung dibuka turun 1% lebih dan masih berlanjut turun
sekitar 2%. Padahal di hari-hari sebelumnya, IHSG sudah turun dan banyak saham yang
harganya di support. Tetapi karena ada sinyal indeks AS penutupan kemarin malam jatuh,
Bayangkan kalau anda membeli saham di saat seperti itu, maka yang terjadi saham yang
anda beli akan turun terus. Bukankah lebih baik wait and see ketika kita sudah melihat sinyal
dari indeks AS yang pada berguguran? Jadi itulah alasan mengapa anda perlu memperhatikan
juga analisa indeks AS, terutama kalau kondisi market sedang acak adut.
Intinya, pada saat market strong bearish, dan indeks saham AS pada penutupan
sebelumnya mengalami penurunan yang signifikan, maka hal ini bisa menjadi pertanda
bahwa IHSG di hari tersebut ada potensi turun lanjutan. Jadi untuk kondisi seperti ini, ada
baiknya anda WAIT AND SEE dan menahan diri untuk tidak trading dulu.
368
2. Manfaatkan technical rebound dan membeli saham dengan jumlah yang sedikit
Sebanyak apapun saham-saham turun, pasti ada saat di mana harga saham mengalami
technical rebound (TR). Momen TR inilah yang bisa anda manfaatkan untuk trading jangka
Untuk bisa memanfaatkan techincal rebound, sama seperti di poin pertama, anda bisa
menjadikan indeks saham AS sebagai acuan. Kalau indeks saham AS sebelumnya merah
terus, dan setelah itu penutupan indeks Dow, Nasdaq, SP500 menguat signifikan diatas 1,5%,
maka itu bisa menjadi pertanda bahwa IHSG berpotensi rebound kencang di hari tersebut.
IHSG sempat turun tajam selama berhari-hari saat ada wabah virus Corona. Namun
setelah IHSG turun beberapa hari, indeks saham Amerika malam harinya ditutup menguat
signifikan. SP500 naik 4,6%. Dow Jones naik 5,09%. Nasdaq naik 4,49%. IHSG pagi harinya
langsung dibuka menguat 1,88% dan terus berlanjut naik sampai 2,62%.
369
Dan saat itu, banyak sekali saham LQ45 yang harganya naik signifikan mulai dari pagi
hingga sore hari. Momen technical rebound ini bisa anda manfaatkan untuk membeli saham-
saham likuid yang harganya diskon dan memanfaatkan profit jangka pendek.
Selain itu, perhatikan juga sentimen positif yang ada di market saat itu. Sentimen positif
jangka pendek yang didukung dengan Indeks AS yang naik signifikan bisa membuat IHSG
rebound.
Di saat pasar saham strong bearish, IHSG akan rebound kurang lebih sebesar
Jika Indeks AS rebound kurang lebih 4%, maka IHSG juga berpotensi rebound kurang
lebih sedikit dibawah kenaikan indeks AS, sekitar 2-3% di hari tersebut. Sebaliknya, jika
Indeks AS turun tajam sampai 5%, maka IHSG juga berpotensi turun kurang lebih sedikit
Walaupun bukan rumus pasti, namun hal ini sering terjadi. Artinya, anda bisa
menjadikan indeks AS sebagai acuan trading jangka pendek, terutama ketika market sedang
strong bearish.
370
3. Trading cepat, jangan buy and hold
Melanjutkan poin kedua, kalau anda memutuskan untuk beli saham (manfaatkan
technical rebound) dan saham yang anda beli sudah naik di hari itu, ada baiknya anda tidak
Strategi trading paling bagus saat market sedang strong bearish adalah trading cepat
(kalau saham anda naik di hari yang sama, sebaiknya take profit), karena biasanya saham-
saham yang naik hanya terjadi sementara / jangka pendek. Sentimen negatif yang masih
beredar di market dapat membuat harga saham turun lebih banyak lagi besok-besok harinya.
Tentu saja tidak bijaksana jika anda ingin menyimpan (hold) saham dengan jangka lebih
lama ketika market masih strong bearish, kecuali kalau tujuan anda adalah investasi jangka
panjang.
Untuk memilih saham saat market sedang bearish, pilihlah saham-saham yang
mudah naik / mengikuti arah IHSG. Saham-saham LQ45 dan saham-saham blue chip
seperti BBRI, TLKM, BBCA adalah saham-saham yang mudah naik saat IHSG
rebound sesaat.
Sebagai alternatif, saat kondisi market turun, anda bisa tetap trading dengan
menerapkan strategi scalping trading, yaitu memilih saham-saham lapis tiga yang tidak
mengikuti arah IHSG. Cara scalping trading bisa anda terapkan praktiknya kembali
Ketika market turun, strategi terbaik saat pasar saham strong bearish sebenarnya adalah
wait and see alias tidak trading. Dengan kata lain, frekuensi trading harus anda kurangi secara
signifikan. Anda tetap bisa trading dengan mengandalkan technical rebound, tapi tetap saja
kondisi market yang masih kurang bersahabat, anda harus mengurangi frekuensi trading.
371
Nah, kalau IHSG masih turun terus secara tren, dan anda merasa RAGU-RAGU untuk
TRADING, jangan memaksakan untuk trading. Wait and see saja, sambil screening saham-
Kalau anda masih merasa ―stres‖ melihat kondisi pasar saham yang amburadul,
solusinya: Tutup laptop dan lupakan sejenak pasar saham. Lakukan aktivitas lain diluar
memantau dan trading saham. Dengan cara seperti ini, pikiran anda akan lebih jernih ketika
Jadi cara menghadapi market yang sedang turun, tidak melulu dilakukan dengan cara
pantengin saham setiap hari dan melihat saham-saham yang turun. Kalau kita tidak bisa
trading karena masih banyak saham anjlok, ‗tutup laptop‘ sementara dan refreshing adalah
solusi terbaik.
Cara ini kedengarannya mungkin aneh. Tapi percayalah, kita harus smart menghadapi
market, dan jangan sampai aktivitas trading membuat anda jadi stres. Menghadapi pasar
Menunggu sentimen market sudah reda adalah cara terbaik untuk memutuskan apakah
anda akan membeli saham atau masih wait and see dulu. Sentimen negatif reda ditandai
Didukung dengan mulai berkurangnya sentimen negatif (Sentimen negatif tidak segencar
Ketika sudah ada tanda-tanda tersebut, biasanya IHSG sudah mulai ada pertanda naik
dan mulai di jalur uptrend. Akan tetapi, sentimen negatif yang reda bukan berarti saham-
saham akan langsung naik. Biasanya saham-saham akan bergerak stagnan (sideways).
372
Saham-saham mulai uptrend ketika sudah ada berita-berita positif yang membuat trader
Jadi strateginya, ketika sentimen negatif sudah mulai reda, anda bisa melakukan
screening dan membeli saham-saham bagus di harga bawah alias CURI START dan lakukan
beli saham bertahap karena pasar saham masih belum sepenuhnya pulih.
Belilah saham beberapa lot secara bertahap, dengan tetap memperhatikan analisa
Kita ambil satu contoh saat pasar saham di tahun 2015 mengalami strong bearish karena
kondisi ekonomi dunia sedang lesu. Setelah IHSG turun selama 4 bulan lebih, sentimen
negatif mulai reda, di mana sudah tidak banyak yang mengkhwatirkan tentang pelemahan
IHSG yang sudah turun tajam mulai tertahan setelah sentimen negatif mulai keluar dari
Saat sentimen negatif sudah mulai reda, biasanya IHSG akan tertahan dari penurunan
lanjutannya dan mulai ada sedikit kenaikan (seperti yang anda lihat pada tanda lingkaran
diatas). Walaupun demikian, IHSG biasanya tidak langsung naik, karena pelaku pasar masih
menunggu sentimen positif selanjutnya. Tetapi disinilah paling tidak kita sudah bisa ‗curi
373
12.5 Melihat Peluang Dibalik Bencana
Kuncinya, ketika pasar saham strong bearish, anda harus MENAHAN DIRI dari AKTIVITAS
TRADING SAHAM. Lebih baik anda tidak banyak trading dan melihat situasi market,
Penurunan pasar saham sebenarnya kesempatan kita untuk melihat peluang dibalik
‗bencana‘. Kalau pasar saham turun, anda punya kesempatan untuk membeli saham-saham
Saat saham turun, ada banyak orang panic selling. Ada banyak trader yang pesimis. Ada
banyak trader menebar fear. Tapi kita harus selalu berpikir kedepan. Ingat, bahwa pasar
saham itu selalu uptrend dalam jangka panjang. Perhatikan IHSG 10 tahun berikut ini:
Selama 10 tahun, IHSG selalu berada di jalur uptrend, walaupun kita sudah berkali-kali
menghadapi kondisi pasar saham yang bearish, lesu bahkan krisis ekonomi. Hal ini
menunjukkan bahwa saham-saham yang bagus secara teknikal dan fundamental merupakan
saham-saham yang berpeluang besar untuk naik saat pasar saham pulih.
Kalau anda tidak panik, anda menganalisa poin-poin penting yang terjadi di pasar saham
(seperti yang sudah kita ulas sebelumnya), anda pasti bisa mengambil peluang-peluang yang
ada untuk membeli saham yang bagus, dan tidak perlu terburu untuk cut loss. Anda akan
374
12.6 Pasar Saham Bearish: Hold, Cut Loss atau Averaging?
Lalu bagaimana untuk trader yang sudah terlanjur punya saham sebelum harga saham
turun alias nyangkut? Sebaiknya cut loss saja? Atau hold? Atau beli lagi di harga murah?
Dilema ini yang sering dihadapi oleh trader saham. Banyak trader yang sudah terlanjur
beli saham sebelum IHSG turun, dan belum sempat take profit karena IHSG sudah keburu
jatuh duluan. Dalam kondisi seperti ini, jawabannya bisa variatif. Disini saya akan menjawab
Kalau anda terlanjur beli saham, dan anda ingin cut loss, anda boleh cut loss dengan
Cut loss jika saham yang anda beli adalah saham jelek (secara teknikal atau fundamental).
Cut loss jika anda ingin punya full cash saat market turun tajam.
Cut loss jika anda salah mengambil posisi beli (anda beli karena terburu-buru, lupa
Kondisi pasar saham yang strong bearish, bukan berarti anda harus langsung cut loss
saham. Anda bisa pertimbangkan hold saham yang anda miliki sebelumnya jika anda
Hold jika saham yang anda beli adalah saham bagus secara teknikal / fundamental. Saham
bagus biasanya mudah naik saat pasar saham pulih. Misalnya saham-saham blue chip
yang kinerjanya bagus seperti BBCA, BBRI, INDF, ICBP, sahamnya akan naik cepat saat
Hold jika psikologis anda belum siap untuk cut loss. Lebih baik anda hold daripada
375
Hold jika saham yang anda beli bagus dan anda memang sudah menganalisa sahamnya
Saat IHSG bearish, anda bisa pertimbangkan untuk averaging down namun dengan
pertimbangan-pertimbangan berikut:
Tambah saham ketika sentimen negatif sudah reda (jangan saat market masih strong
bearish).
Tambah saham kalau saham yang anda beli fundamental atau teknikalnya bagus
Tambah saham secara bertahap (beli dengan lot sedikit-sedikit). Jangan langsung beli full
modal.
Tambah saham dengan tetap perhatikan analisa teknikal (terutama support-support saham
tersebut).
Tambah saham jika anda masih ada banyak modal. Kalau anda tidak ada modal, jangan
pernah utang atau memaksakan menambah modal (deposit). Hal ini akan berbahaya untuk
psikologis anda, dan tindakan ini akan mengarah ke gambling. So, tidak disarankan.
Jadi ketika pasar saham bearish dan anda udah terlanjur membeli saham, bukan berarti
anda harus langsung panic selling dan cut loss. Anda harus pertimbangkan strategi-strategi
tersebut, supaya anda bisa mengambil keputusan dengan jernih dan tidak terbawa suasana
panic selling.
pasar saham bearish, diantaranya tahun 2008 dan 2015. Dan saya akui bahwa sebelum terjadi
crash market 2008, saya membeli beberapa saham blue chip yaitu BBRI dan BBCA.
Sedangkan tahun 2015 saya masih menyimpan ICBP saat pasar saham bearish kala itu.
376
Saat terjadi crash market, saya sama sekali tidak melakukan cut loss di saham BBRI dan
BBCA. Demikian juga tahun 2015 saat market bearish (belum sampai crash market), saya
juga tidak cut loss ICBP. Hal ini karena saya membeli saham-saham tersebut di harga yang
sudah cukup murah, dan saham-saham tersebut memiliki potensi naik cepat setelah pasar
Dan karena saat itu masih ada banyak modal untuk averaging, maka saya melakukan
averaging down pada saat pasar saham sudah mulai pulih (sentimen negatif sudah tidak
Sehingga, saya tidak perlu menanggung kerugian besar akibat melakukan cut loss karena
panic selling saat itu. Namun, dengan pertimbangan, membeli saham yang benar dan
KESABARAN, justru profit bisa diraih ketika pasar saham kembali bergairah.
Kalau anda sudah pernah menghadapi kondisi pasar saham strong bearish, dan anda
melakukan kesalahan-kesalahan trading, maka inilah saatnya kita semua belajar dari
kesalahan yang sudah terjadi. Ada beberapa kesalahan trading yang sering dilakukan trader
Tidak menganalisa lebih lanjut ketika pasar saham sudah mulai turun.
Menghabiskan modal untuk membeli banyak saham dalam kondisi pasar strong bearish.
Kesalahan-kesalahan ini sering dilakukan oleh trader ketika menghadapi pasar saham
bearish. Oleh karena itu, kalau anda melakukan kesalahan-kesalahan diatas yang berakibat
377
Untuk meminimalkan kesalahan pengambilan keputusan saat market strong bearish, ada
1. Pelajari dan peka terhadap kondisi pasar saham yang akan bearish
Kalau IHSG sudah mulai turun, apalagi pasar saham dunia mulai goyah dan banyak
sentimen negatif di market, maka anda harus mulai peka dan analisa market. Cara-cara
menganalisa pasar saham yang akan turun sudah kita bahas di sub bab sebelumnya.
Jangan sampai anda tidak peduli dengan kondisi market dan terus membeli saham,
padahal pasar saham sudah mulai turun. Dalam hal ini, anda harus sudah mulai membatasi
Di saat pasar saham bearish, kurangi porsi trading, jangan bernafsu membeli banyak
Lebih baik anda memiliki banyak cash yang siap anda belikan saham-saham di harga
murah saat pasar saham sudah mulai pulih, daripada anda terburu membeli saham dan saham
anda nyangkut.
Tapi faktanya, ada banyak trader saham yang sudah terlanjur punya saham saat market
sudah mulai bearish dan belum sempat menjual sahamnya. Banyak trader yang terpaksa cut
loss karena saham yang dibeli kurang bagus. Bahkan banyak trader yang tetap hold
sahamnya, tapi setelah market pulih, sahamnya tidak kunjung berbalik naik.
Dari sini anda juga harus belajar dari kesalahan. Jangan sampai anda mengulang
kesalahan yang sama (membeli saham-saham yang jelek). Solusinya, prioritaskan untuk
screening dan membeli saham-saham yang bagus. Di ebook ini, sudah kita bahas bersama
378
Saham-saham blue chip terutama blue chip perbankan dan consumer goods bisa
Jadi kemungkinan “terburuk” kalau anda sudah terlanjur memiliki saham yang
belum sempat anda jual ketika market strong bearish, anda tidak perlu terburu untuk
Kalau anda tetap menyimpan saham-saham yang bagus, yaitu saham-saham yang mudah
naik saat IHSG pulih, maka anda hanya perlu menunggu saham anda panen profit lagi. Dan
di saat market strong bearish, anda masih tetap berpotensi mendapatkan dividen jika anda
jangka panjang, anda bisa pelajari disini: Ebook Analisis Fundamental Saham Pemula –
Expert.
Seperti studi kasus pengalaman pribadi yang saya paparkan di sub bab 12.6, saya sudah
menceritakan pengalaman menyimpan saham-saham bagus saat pasar saham strong bearish
Dan akhirnya saat pasar aham pulih, saham-saham tersebut justru naik jauh diatas harga
jual penulis. Kuncinya, selain membeli saham-saham yang bagus (meminimalkan risiko
panic selling), kita juga harus bisa BERSABAR menunggu market pulih.
Dari sub bab ini, anda yang sudah terlanjur membuat kesalahan-kesalahan trading, anda
Dari strategi dan cara menghadapi IHSG yang sedang jatuh yang sudah kita paparkan di
Bab ini, kita bisa menarik kesimpulan dan rangkuman hal-hal berikut:
379
1. IHSG strong bearish belum tentu pertanda crash market.
2. IHSG strong bearish dapat dilihat dari banyaknya sentimen negatif di pasar saham, yang
mempengaruhi IHSG dan bursa saham luar negeri, IHSG cenderung turun selama
3. Strategi membeli IHSG saat jatuh: Perhatikan kondisi bursa saham AS, manfaatkan
technical rebound, terapkan strategi trading cepat. Kalau market masih belum mendukung
untuk trading, ada baiknya anda wait and see dan menahan diri untuk tidak trading dulu,
4. Saat pasar saham bearish dan anda sudah punya saham, jangan terburu cut loss. Lakukan
analisa-analisa apakah anda perlu melakukan cut loss, hold saham atau averaging.
5. Setiap trader perlu belajar dari kesalahan. Jika anda sering panic selling, tidak
memperhatikan market, terburu membeli saham saat market sudah ada pertanda bearish,
kemudian hari.
6. Pasti ada masa pasar saham mengalami strong bearish walaupun tidak sering. Disinilah
kita harus bisa menghadapinya dengan cara yang benar. Ingat, banyak trader bangkrut,
trauma trading karena mereka menghadapi market strong bearish dan tidak paham cara
Jadi di ebook ini, kita sudah belajar bersama bagaimana cara menghadapi pasar saham.
Yap, ketika anda berhadapan dengan pasar saham, kita tidak hanya bicara tentang PROFIT
melulu. Kondisi pasar saham itu tidak selalu uptrend. Kita juga menghadapi kondisi market
yang tidak enak, di mana saham-saham turun terus. Saham-saham yang kelihatannya sudah
380
Disinilah anda sebagai trader saham harus bisa menghadapi market dengan pikiran,
- Belilah software saham kami, bisa bikin untung cepat tanpa menganalisa.
Mindset ini hanya akan menggiring anda untuk berpikir seolah-olah di pasar saham itu
adalah surga untuk mendapatkan profit dengan cara mudah tanpa halangan dan risiko apapun.
Memang pasar saham bisa menjadi ladang profit. Tetapi faktanya, di pasar saham anda
juga harus belajar menghadapi kondisi market dengan cara yang benar, bukan hanya melihat
Kalau anda tidak mampu beradaptasi dan menerima realita di pasar saham, jangan harap
anda bisa mendapatkan profit maksimal dari trading. Kuncinya, anda harus memulainya
dengan cara yang benar, dan berhentilah berharap tanpa berusaha. Dan di Ebook Panduan
Memilih Saham Bagus ini, kita sudah belajar banyak sekali poin-poin untuk menghadapi
Apa yang saya paparkan di Bab XII ini, akan terus berlaku sampai kapanpun. I mean,
kalau nanti anda menghadapi lagi kondisi pasar saham yang strong bearish (dan saya yakin
kita pasti akan menghadapinya sewaktu-waktu, kita tidak mungkin menghindarinya), maka
381
BAB XIII
Moving Average (MA) merupakan indikator saham yang dapat digunakan untuk memilih
(screening) saham yang bagus / berpotensi naik. Indikator MA untuk screening saham sudah
Tetapi pada bab-bab sebelumnya, yang kita bahas adalah: Kombinasi dua garis MA dan
Pada Bab XIII ini, kita akan membahas strategi MA untuk mencari saham-saham
yang berpotensi mantul dari support-nya. Di Bab XIII kita gunakan metode screening
Ada banyak kombinasi garis MA mulai dari MA5, MA15, MA20, MA25, M50, MA60
dan masih ada puluhan garis MA yang bisa diaplikasikan. Namun semakin banyak garis MA,
justru membuat trader bingung menentukan mana MA yang bagus untuk screening saham.
Jadi di Ebook Screening Saham ini, kita akan menggunakan garis-garis MA yang akurat
untuk screening. Berikut adalah garis-garis MA yang bisa anda pasang di grafik saham:
Moving Average 25
Moving Average 50
382
Saya sudah tebak anda pasti akan bertanya: Kenapa kok pakai MA tersebut? Kok nggak
Oke, saya pribadi tidak akan terlalu banyak ber-teori. Karena garis-garis MA tersebut,
Kalau anda ingin paham lebih banyak penjelasannya, garis-garis MA diatas adalah garis
MA psikologis, sehingga MA tersebut sering dipakai dan dijadikan acuan oleh banyak trader.
1. Moving Average 25
sebenarnya 1 bulan trading tidak sampai 25 hari, karena hari Sabtu dan Minggu market
tutup. Tapi kalau kita hitung hari efektif trading, maka bursa saham dalam 1 bulan itu
kurang lebih antara 21-22 hari. Jadi MA yang sering dijadikan acuan 1 bulan umumnya
adalah MA25.
2. Moving Average 50
MA50 adalah MA 2 bulan trading. Secara psikologis, MA50 lebih mudah diingat
MA100 adalah MA100 hari yang mewakili 4 bulan trading. MA100 juga lebih mudah
MA200 adalah MA grafik selama 1 tahun. Hari trading efektif dalam 1 tahun (jika
dikurangi dengan semua hari libur, termasuk libur bursa, cuti bersama), maka kurang
MA yang kita gunakan untuk screening saham minimal adalah MA 1 bulan – MA 1 tahun
yaitu MA25 – MA200. Hal ini karena terlalu pendek periode MA, garis MA akan terlalu ber-
383
fluktuatif. Selain itu, MA diatas adalah MA psikologis yang sering jadi acuan support resisten
trader.
Di sisi lain, MA 1 bulan (25) sampai MA 1 tahun (200) berfungsi sebagai tren. Apabila
harga saham jatuh dari garis tren-nya, maka saham berpotensi melanjutkan penurunan.
Sebaliknya, jika harga saham bertahan diatas garis tren, maka saham tersebut ada potensi
Di Bab XIII ini, kita akan praktikkan strategi MA simpel untuk screening saham, yaitu
untuk memilih saham-saham yang berpotensi naik. Ada beberapa rule utama yang perlu anda
perhatikan:
Untuk screening saham yang berpotensi naik dengan MA, anda cukup menggunakan satu
garis MA. Anda tidak perlu menggunakan kombinasi perpotongan dua garis MA. Di dalam
satu chart, anda boleh menampilkan 4 garis MA langsung, karena itu lebih baik. Contoh
Catatan: Garis biru: MA25. Garis orange: MA50. Garis kuning: MA100. Garis hijau:
MA200.
384
2. Gunakan Simple Moving Average (SMA)
Seperti kita tahu bahwa indikator MA terdiri dari Simple Moving Average (SMA),
Exponential Moving Average (EMA) dan Weighted Moving Average (WMA). Untuk praktik
SMA merupakan garis setting utama Moving Average dan SMA paling sering digunakan
oleh trader. Untuk screening, anda bisa langsung gunakan SMA untuk pengujian memilih
saham.
3. Diawali penurunan harga saham selama beberapa hari / beberapa waktu tertentu,
kemudian harga saham mulai mendekati garis MA dan tidak jatuh dibawah MA
Cara screening saham MA: Pertama-tama, diawali dengan penurunan harga saham
hingga candlestick mulai menyentuh atau mendekati salah satu dari keempat garis MA (boleh
menyentuh garis MA25, 50, 100 atau 200, tergantung kondisi chart sahamnya saat itu).
Pada saat harga saham sudah turun dan TERTAHAN di garis MA alias tidak jebol dari
garis MA, maka saham tersebut ada potensi rebound. Contohnya seperti pada grafik diatas
Harga saham BMRI awalnya turun. Kemudian candlesticknya tertahan di MA100 (garis
kuning) dan harganya tidak jatuh dibawah MA 100. Tidak lama kemudian harga sahamnya
rebound.
Saat anda menemukan saham-saham yang polanya seperti diatas, anda bisa masukkan
saham-saham tersebut ke dalam daftar watchlist stock pick dan bisa anda pertimbangkan buat
trading.
Anda bisa curi start beli saham ketika harga saham mulai naik setelah menyentuh garis
MA. Karena itu artinya tren harga saham tidak jadi melanjutkan penurunan. Sehingga, harga
385
saham akan berbalik arah. Di sub bab selanjutnya, kita akan praktikkan lebih banyak studi
kasus riil-nya.
Saham yang harganya sudah turun dan tertahan di garis MA, memiliki potensi rebound
semakin besar jika kondisi IHSG-nya tidak bearish / sedang turun tajam. Karena ketika IHSG
Jadi kalau IHSG masih turun, terutama saat jam market buka IHSG masih bearish, ada
baiknya anda wait and see. Jika IHSG mulai rebound atau sedang hijau, anda bisa
pertimbangkan untuk mulai membeli saham-saham yang harganya sudah turun dan tertahan
di garis MA.
Screening saham dengan MA bagus diterapkan untuk saham-saham yang likuid misalnya
saham-saham LQ45. Untuk saham gorengan dan saham-saham yang pergerakannya kurang
atraktif (likuid), analisa screening MA ini kurang cocok dipraktikkan. Contoh pola saham
Ada juga rule tambahan yang bisa pertimbangkan sebagai analisa tambahan. Namun rule
1. Analisa Stochastic
Akan semakin bagus jika harga saham turun menyentuh garis MA, didukung dengan
indikator stochastic yang berada di area jenuh jual. Hal ini menunjukkan bahwa saham
tersebut sudah masuk dalam kategori saham diskon. Analisis stochastic untuk melihat saham
386
2. Analisa Historis MA
Secara grafik historis, harga saham sebelumnya sudah pernah turun dan menyentuh garis
MA dan kemudian sahamnya rebound. Historis bisa terulang kembali. Maka historis MA
yang terjadi sebelumnya bisa terulang di kemudian hari ketika terjadi pola yang kurang lebih
mirip.
Jadi, garis-garis MA tersebut sesungguhnya bisa berfungsi menjadi garis support krusial
yang akan menentukan potensi rebound suatu saham. Setelah ini, kita akan langsung praktik
Saham-saham dengan pola seperti inilah yang perlu anda cari untuk dibeli, karena
387
13.5 Praktik Screening Saham dengan MA
Perhatikan, harga saham ACES diawali dengan penurunan / koreksi. Setelah koreksi,
candlestick ACES (candlestick merah sebelum tanda lingkaran) menyentuh MA hijau (200)
dan MA kuning (100). Kebetulan pada chart, saham MA100 dan MA200 berada pada satu
garis bersamaan.
Ketika harga saham turun dan candlestick menyentuh garis MA, maka garis MA ini
bisa dikatakan sebagai titik support pentingnya. Jika saham ACES bertahan diatas MA,
Namun harga saham ACES bertahan diatas MA200 dan MA100. Keesokan harinya,
saham ACES berhasil mengalami technical rebound (lihat candlestick hijau terakhir yang
saya beri tanda lingkaran). Indikator Stochastic pada chart ACES diatas juga sudah lumayan
Anda bisa pertimbangkan beli saham ketika saham tersebut mulai naik / rebound lagi
sehingga menjauhi titik support MA. Namun jika harga saham masih turun lagi, ada baiknya
388
2. Studi kasus saham BMRI (menyentuh MA100)
Saham BMRI diawali dengan penuurunan harga saham. Setelah itu candlestick BMRI
menyentuh MA100 (kuning, lihat tanda panah). Dari MA100, BMRI justru mulai rebound.
Ketika BMRI bertahan dan tidak jatuh dari MA100, keesokan harinya bisa anda
perhatikan BMRI melanjutkan kenaikan harga saham dengan cepat (tanda lingkaran).
Ini artinya tren saham BMRI bertahan dari penurunan. Anda bisa membeli sahamnya
Sama seperti pola sebelumnya, bisa anda perhatikan pola BBRI. Harga saham diawali
dulu dengan koreksi / penurunan. Setelah itu BBRI menyentuh garis MA orange (MA50).
Ketika BBRI bertahan dari support MA50, harga sahamnya berhasil rebound setelahnya.
Pola ini terulang lagi pada tanda panah kedua dan tanda panah ketiga, yaitu ketika BBRI
389
turun dan menyentuh MA100 (warna kuning). Setelah bertahan di garis support MA100
mengalami beberapa kali technical rebound setelah sahamnya menyentuh garis MA dan tidak
Nah, pola historis ini dapat terulang di kemudian hari. Artinya, kalau nantinya anda
menemukan saham yang harganya turun dan mulai menyentuh MA seperti pola sebelumnya,
kemungkinan besar saham tersebut akan rebound setelah bertahan diatas garis MA.
Pada chart AALI diatas, terjadi tiga kali pengulangan pola, di mana AALI berhasil
rebound setelah harganya turun dan bertahan diatas garis MA. Pada pola pertana, AALI
terlihat koreksi dan mulai turun di garis MA25 (biru, lihat tanda panah pertama).
Setelah itu, saham AALI terlihat sedikit sideways namun tidak jatuh dibawah MA. Tidak
Demikian juga pada pola kedua, saham AALI turun, kemudian menyentuh area MA50
(orange) dan MA200 (hijau). Kebetulan dua MA ini berpotongan di garis yang sama. AALI
sempat turun sedikit dibawah MA, namun tidak lama kemudian rebound.
Pada pola ketiga, terjadi pola yang kurang lebih sama (lihat tanda panah terakhir), di
mana AALI harga sahamnya turun, kemudian candlesticknya menyentuh MA200. Setelah
berhasil bertahan diatas MA200 dan tidak jebol, AALI kembali rebound.
390
5. Studi kasus saham JSMR (menyentuh MA25, MA50 dan MA100)
Pola pergerakan kurang lebih sama seperti sebelumnya. Diawali dengan penurunan harga
saham, kemudian pada penurunan harga saham terakhir, candlesticknya menyentuh garis
MA.
Pada saham JSMR diatas, terdapat tiga kali pola yang sama. Pertama, harga saham turun
dan candlestick menyentuh MA50 (orange, lihat tanda panah pertama). Kedua, harga saham
turun candlestick menyentuh MA25 (biru). Dan pada pola ketiga, setelah harga saham turun,
Ketika candlestick saham bertahan diatas tren garis MA, saham JSMR kemudian
berhasil naik lagi. Jika anda menemukan pola seperti JSMR, anda bisa pertimbangkan untuk
beli saham ketika harga saham mulai naik diatas garis MA.
391
Saham ERAA mengawali penurunan harga saham yang cukup drastis. Namun setelah
itu, saham ERAA terlihat jebol dibawah MA50 (orange), lihat persegi pertama. Namun,
Nah, setelah bertahan diatas MA200, ERAA kemudian berhasil mengalami technical
rebound. Pada pola kedua, juga terlihat pola yang serupa. Harga saham ERAA turun /
koreksi. Setelah itu candlestick ERAA menyentuh MA100 (kuning) dan MA200 (hijau), lihat
Setelah berhasil bertahan diatas garis MA, saham ERAA kemudian berhasil naik cukup
Perhatikan chart ADRO diatas. Saham ADRO mengalami penurunan, dan pada dua
caandlestick terakhir hampir menyentuh MA100 (kuning, lihat tanda persegi). Di satu sisi,
indikator Stochastic ADRO saat itu sudah berada di jenuh jual (diskon), yaitu di angka 10.42.
Karena ADRO masih ada di area MA100, dalam kondisi seperti ini, ada dua
kemungkinan: ADRO mantul dari MA100 dan harga sahamnya naik. Kemungkinan kedua,
Oleh karena itu, untuk mengambil posisi buy, ada baiknya anda menunggu candlestick
hijau, atau saat harga sahamnya naik dari MA-nya. Perhatikan kembali chart ADRO
keesokan hari:
392
Saham ADRO sempat turun sedikit dibawah MA100-nya. Namun tidak lama kemudian,
harga saham ADRO kembali rebound signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa saham yang
sudah turun dan kemudian menyentuh area MA boleh MA25, MA50, MA100 ataupun
MA200 adalah saham-saham yang punya potensi rebound. Saat itu, saya juga membeli saham
Saat ADRO sempat turun sedikit dibawah MA100 (harga 1.090), saya belum berani
ambil posisi buy karena saya pribadi memastikan candlestick ADRO paling tidak berhasil
Dan saat itu, IHSG juga mulai rebound, sehingga saya segera curi start beli ADRO di
area MA100. Dan harga saham ADRO berhasil naik ke 1.155. Berikut rincian transaksi buy
393
8. Studi kasus saham BBNI (menyentuh MA25, 50 dan MA100)
Setelah sahamnya turun, candlestick saham BBNI menyentuh area MA25 (biru) dan
MA50 (orange) secara bersamaan. Lihat tanda panah pertama. Setelah itu, harga sahamnya
langsung naik.
Demikian juga dengan pola kedua (lihat tanda panah kedua). Setelah saham BBNI turun
dan menyentuh MA100 (kuning), harga saham BBNI kemudian bisa naik lagi. Polanya mirip
Pada saat IHSG mulai naik dan anda menemukan saham yang harganya sudah turun,
kemudian sideways tepat di area garis MA, maka anda bisa memilih sahamnya untuk dibeli.
394
Maka ketika IHSG rebound, saham-saham seperti ini biasanya bisa ikut naik. Anda bisa
membeli sahamnya ketika IHSG sedang naik / rebound, atau ketika sahamnya sudah mulai
Contohnya seperti pola saham BBTN diatas. Setelah harga sahamnya turun, BBNI mulai
terlihat sideways dan tidak jebol dari MA100 (kuning) selama beberapa hari. Ketika IHSG
Saham INDF mulai turun dan mendekati MA200 (hijau). Lihat candlestick merah
terakhir yang saya beri tanda panah. Saham INDF masih mendekati garis MA200 setelah
Dalam kondisi seperti ini, ada baiknya anda tidak terburu mengambil keputusan beli
saham. Perhatikan kondisi market. Kalau IHSG dan saham INDF ternyata rebound, anda bisa
Tetapi jika saham INDF masih lanjut turun dan candlestick terakhirnya masih merah, ada
baiknya anda menunggu sinyal saham INDF menyentuh garis MA-nya dulu sebagai
konfirmasi. Karena biasanya setelah berhasil menyentuh MA, saham bisa rebound.
395
Ketika mengamati saham INDF, ternyata keesokan harinya saham INDF masih turun lagi
dan akhirnya candlestick terakhir INDF berhasil menyentuh MA200 ke harga 7.000-7.025.
Dan benar saja, saat IHSG mulai rebound dan INDF tertahan di MA200 dan tidak jebol
dibawah MA200-nya, INDF tidak lama kemudian rebound sampai ke resisten 7.100-7.150.
Hal ini juga didukung dengan kondisi IHSG yang saat itu sedang naik, sehingga saham-
saham yang tertahan di MA juga berpeluang rebound. Saat itu, IHSG sedang naik sebesar
0,46%:
396
Anda bisa perhatikan tanda panah diatas, di mana saham INDF mulai berhasil rebound
setelah menyentuh dan mulai bertahan di MA200-nya. Saat itu, saya juga membeli saham
INDF di harga 7.025 dan jual 7.125 buat trading cepat. Berikut rincian transaksi INDF saya:
Sekali lagi, pola-pola yang sama ini membuktikan bahwa ketika harga saham sudah mulai
turun dan menyentuh serta bertahan diatas garis MA, saham tersebut punya potensi untuk
rebound.
Yang jadi pertanyaan selanjutnya: Berapa lama saham bisa naik setelah menyentuh dan
bertahan diatas garis MA? Apakah strategi ini bagus buat swing trading? Atau trading
harian?
Kita tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan ukuran pasti. Karena kondisi
market dan tipikal saham juga bervariasi. Terkadang ada saham yang setelah turun dan
397
Tapi ada juga saham yang reboundnya sekitar 1-2 hari saja. Contohnya seperti saham
INDF di studi kasus poin 10, di mana saham INDF ―hanya‖ naik 1-2 hari ke resisten 7.125-
7.150.
Jadi, sebagai trader anda harus menyesuaikan juga dengan kondisi market dan tipikal
saham. Namun setidaknya, dengan strategi screening Moving Average, anda bisa melihat dan
Sehingga dengan cara-cara yang kita ulas di Bab XIII ini, anda bisa praktikkan secara
langsung untuk memilih saham-saham bagus yang berpotensi naik dan memberikan profit.
Pada sub bab 13.6 kita sudah bahas bahwa jangka waktu naik turunnya saham bisa
bervariasi. Oleh karena itu, target take profit hendaknya anda sesuaikan dengan tipikal
Karena dalam menentukan target profit, juga tidak terlalu kaku. Tidak ada ukuran dan
rumus pasti. Setidaknya dengan screening saham MA ini, anda bisa mengambil target take
Sedangkan untuk penentuan target cut loss, anda bisa pertimbangkan jika harga
saham (candlestick terakhir) jatuh / turun dibawah garis MA-nya. Karena hal tersebut
menunjukkan bahwa harga saham ada potensi melanjutkan penurunan dibawah tren-nya.
Namun sebagai trader, anda boleh juga menentukan untuk tidak melakukan cut loss, jika
anda beranggapan saham yang anda beli adalah saham yang bagus, atau ketika kondisi
market berbalik arah (menjadi naik), berdasarkan analisa pribadi, anda bisa memutuskan
398
13.8 Rangkuman Tips Screening Saham dengan MA
Itulah cara paling simpel menggunakan MA untuk screening saham yang berpotensi
naik. Jadi anda tidak perlu menggunakan perpotongan dua atau tiga garis MA.
Anda cukup menggunakan satu (single) garis MA dengan kriteria pola chart seperti yang
sudah kita bahas sebelumnya. Berikut beberapa tips screening saham manual dengan MA
2. Jika menemukan pola MA tersebut, anda bisa masukkan saham-saham yang punya pola
3. Dalam mengambil keputusan beli saham, ada baiknya anda tetap memperhatikan kondisi
IHSG.
Jika selama ini banyak trader yang masih bingung cara melakukan screening saham yang
mudah dengan indikator MA, anda bisa praktikkan langsung strategi-strateginya di Ebook
399
EBOOK SAHAM TERBITAN LAINNYA – DISKON 15%
Selain Ebook Panduan Memilih Saham Bagus, saya menerbitkan beberapa ebook
Jika anda ingin memesan dua ebook, anda akan mendapatkan harga diskon 10%. Jika
anda memesan ketiga ebook, anda akan mendapatkan harga diskon 15%. Detail harga ebook,
[Link].
Sedangkan jika anda ingin melihat review ebook, anda bisa lihat reviewnya pada
halaman-halaman setelahnya.
400
EBOOK TRADING DAN BELAJAR SAHAM – SAHAM GAIN
Dapatkan Ebook Trading dan Belajar Saham lainnya dari saya. Bagi anda yang ingin
mempelajari dan praktik langsung bocoran strategi trading saham yang sering muncul dalam
pola grafik, analisis teknikal dan strategi investasi analisis fundamental dari saya, termasuk di
dalamnya ada materi-materi lengkap mengenai: Cara membuat dan menyusun trading plan
saham, cara mengelola emosi dan psikologis yang benar dalam trading saham anda bisa
Mengenai cover ebook sengaja saya pisah menjadi dua jilid, namun tetap menjadi satu
Strategi menentukan titik take profit dan cut loss yang tepat setelah anda membeli saham
401
Cara membuat, menyusun dan rekomendasi membuat trading plan saham. Berisi panduan
membuat trading plan step-by-step, langkah2 membuat trading plan yang benar dan
Pola single candlestick yang paling akurat, dan sering muncul di grafik, untuk
memprediksi harga saham yang akan naik (berdasarkan pengujian yang sudah saya
lakukan)
Memprediksi saham yang akan naik berdasarkan garis support dan resistance (aplikasi
lebih lanjut dari garis support dan resisten, di perdagangan saham secara real).
Membeli saham downtrend (memprediksi harga saham downtrend yang akan rebound
Support (banyak para trader yng masih salah dalam mengkonfirmasi sinyal
menggunakan buy on support) (expert). Disertai analisis saham2 GGRM, ASII, PTPP,
SMRA, BBCA
fundamental untuk praktik secara teknis di pasar saham. Materi analisis fundamental
lebih mengarah pada analisis sektor perusahaan dan pergerakan tren jangka panjang harga
The Right Investor Mindset. Mengupas tuntas bagaimana mengontrol emosi investor
dan psikologis. Ebook new edition juga membahas semua kesalahan-kesalahan yang
dilakukan trader dalam melakukan trading yang kerap kali tidak disadari oleh trader,
serta cara mengubah mindset trading yang benar. Keberhasilan investor di pasar modal
90% dipengaruhi oleh kontrol emosi yang baik, dan 10% dipengaruhi oleh hasil analisis
402
mereka. So, miliki-lah buku ini, yang membahas 90% dari keberhasilan trader dan juga
Panduan belajar saham mulai dari awam sampai bisa trading mandiri
Ebook lebih pada penerapan di market secara riil. Analisis teknikal, strategi cuan,
Ebook full warna. Grafik-grafik, sistem antrian saham, semua menggunakan warna.
sds
Bahasa ebook mudah dipahami. Bukan bahasa tingkat tinggi yang njelimet.
Ebook bisa dibuka di tablet dan aplikasi smartphone seperti android dan lain-lain.
1. Pembayaran dilakukan melalui transfer via bank lokal (BCA atau BRI)
proses pengiriman ebook + bonus software saham. Software saham akan saya beri
403
Fasilitas-fasilitas yang anda dapatkan dengan membeli ebook trading dan belajar saham:
Dapatkan juga fasilitas FREE KONSULTASI. Anda bisa bertanya tentang saham melalui
email suksesbelajarsaham@[Link]
Dapatkan free software saham untuk demo trading, melakukan praktik analisis teknikal
Memiliki pertanyaan seputar produk ebook? Anda bisa kontak saya melalui Facebook dan
Email:
Email: suksesbelajarsaham@[Link]
WA: 087859520042
Jika anda ingin melihat link ebook secara langsung melalui Saham Gain, anda bisa
404
Saya menerbitkan ebook ketiga, yaitu Ebook Intraday & One Day Trading Saham.
Jadi setelah Ebook Trading & Belajar Saham, Ebook Panduan Simpel & Efektif Memilih
Saham Bagus, saya menerbitkan lagi ebook yang khusus membahas tentang strategi
Secara sederhana, intraday trading alias trading harian adalah strategi trading dengan
cara membeli dan menjual saham pada hari yang sama (one day trading), sampai dengan dua-
Sebagai trader harian, anda harus mampu mencari saham yang bisa naik dalam jangka
waktu nol-dua hari, dengan RISIKO yang KECIL. Momentum yang tepat untuk beli-jual
saham harian, sangat dibutuhkan agar anda bisa mendapatkan profit besar dalam sehari.
Dalam praktikknya, banyak trader saham yang (sama sekali) belum mengerti cara
mempraktikkan one day trading yang benar, serta memilih saham yang bisa naik cepat untuk
jangka harian. Banyak trader nekad membeli saham dengan tujuan profit cepat, hanya
Maka dari itu, Ebook Saham Intraday & One Day Trading saya susun sebagai bahan
praktik, pedoman dan panduan agar anda bisa memilih saham-saham yang layak untuk
trading harian dengan benar, dengan risiko yang kecil dan gain yang konsisten. Tujuan
So...... Anda yang ingin bisa meraup profit memuaskan untuk trading harian, namun
masih belum paham benar bagaimana caranya.... Kini anda sudah mendapatkan ebook-nya
405
Berikut cover ebooknya:
** Ukuran kertas: A4
** Ebook bisa dibuka di PC, laptop, tablet, android dan smartphone lainnya.
Konten-konten penting yang saya bahas di Ebook Intraday & One Day Trading adalah
sebagai berikut:
406
6. Strategi kapan buy dan sell one day trading.
10. Bukti profit yang saya dapatkan dari one day trading.
12. Konten ebook disesuaikan dengan praktik langsung dan market real time.
Intinya, di Ebook Intraday & One Day Trading, kita akan banyak membahas dan
Saham yang pergerakan lincah dan punya fluktuatif harga yang bagus.
Saham yang punya persentase kenaikan cepat dalam nol-dua hari trading.
Ebook Intraday & One Day Trading ini juga saya susun dengan bahasa yang mudah
dipahami, dicerna, padat, jelas dan langsung masuk ke praktik trading harian.
Ebook ini menuntun anda, agar anda bisa mendapatkan profit cepat (harian) dengan cara
memilih saham yang mudah naik dalam sehari. Jadi untuk anda para pemula, jangan
khawatir, ebook ini saya susun untuk anda pemula, maupun anda yang sudah trading
407
Bagi Anda yang ingin memesan ebooknya, berikut langkah-langkah pemesanannya:
1. Pembayaran dilakukan melalui transfer via bank lokal (BCA atau BRI)
anda juga akan mendapatkan free software saham untuk melakukan analisa teknikal
3. Jangan lupa untuk mengirimkan juga foto screen shoot bukti pembayaran.
408
Ebook terbitan keempat yaitu Ebook Analisis Fundamental Saham untuk level pemula –
expert. Jadi ebook ini sangat cocok untuk anda yang ingin belajar analisis fundamental untuk
Kalau anda sekarang ingin menyimpan saham untuk jangka panjang, dan juga
mendapatkan pendapatan pasif dari saham, maka ebook analisis fundamental ini adalah
Adanya Ebook Analisis Fundamental Pemula – Expert ini akan mengarahkan anda,
supaya anda memiliki panduan, strategi mandiri, pedoman dan praktik untuk memilih saham
Pada Ebook Analisis Fundamental ini, anda akan mempelajari semua hal yang
dibutuhkan untuk memilih saham bagus untuk investasi. Kita akan mempelajari cara
Termasuk kriteria saham bagus untuk investasi (memilih income stock, value investing,
valuasi saham, mencari growth stock, mencari saham-saham tahan banting terhadap koreksi
market). Plus pendalaman diversifikasi investasi yang ideal dan manajemen modal, serta
Ebook ini saya susun dengan bahasa dan praktik-praktik yang mudah pemula sampai
expert. Targetnya: Untuk semua level investor, anda bisa mendapatkan profit jangka panjang,
plus mendapatkan passive income dari investasi saham. Berikut cover ebooknya (Lihat ke
halaman selanjutnya):
409
** Jumlah halaman ebook: 352 halaman
** Ukuran kertas: A4
** Ebook bisa dibuka di PC, laptop, tablet, android dan smartphone lainnya.
** Bonus kalkulator saham untuk menghitung harga wajar, dan screening investasi
saham.
Konten-konten penting yang saya bahas di Ebook Analisis Fundamental Saham adalah
sebagai berikut:
410
5. Kriteria-kriteria saham yang bagus untuk investasi.
9. Cara mencari saham second liner & value stock untuk investasi.
10. Praktik menghitung harga wajar dan valuasi saham (stock valuation).
13. Strategi dan cara investasi saham saat terjadi crash market.
20. Tips, strategi dan mindset investasi ala Warren Buffet & Lo Kheng Hong.
21. Konten ebook disesuaikan dengan pengalaman, dan praktik investasi saham.
1. Pembayaran dilakukan melalui transfer via bank lokal (BCA atau BRI)
411
Setelah transfer, konfirmasi kembali via
087859520042 untuk proses pengiriman ebook. Selain ebook, anda juga akan
Jangan lupa untuk mengirimkan juga foto screen shoot bukti pembayaran.
412
DAFTAR PUSTAKA
Ong, E. (2011). Technical Analysis for Mega Profit. Edisi Ketujuh. Jakarta: PT Gramedia.
413
Saat melakukan screening saham untuk stock pick, penting untuk mempertimbangkan analisis tren jangka panjang dan pendek, memastikan saham tersebut tidak berada dalam tren downtrend berkepanjangan atau sideways dengan rentang harga sempit, serta memiliki pola grafik yang dapat diprediksi dengan baik . Selain itu, perhatikan juga jika saham tersebut adalah saham lapis satu atau dua dan hindari saham gorengan atau saham yang baru melantai di bursa .
Mengabaikan evaluasi trading dalam jangka panjang dapat mengakibatkan kerugian terakumulasi, mengakibatkan kebangkrutan trader karena tidak ada pemahaman tentang penyebab kegagalan atau kerugian . Tanpa evaluasi, trader tidak dapat mengidentifikasi kesalahan operasional dan taktik investasi yang gagal, serta tidak dapat menyesuaikan strategi trading untuk kondisi pasar yang berubah . Konsistensi evaluasi juga penting untuk meninjau kembali kelayakan saham dalam daftar stock pick secara berkala .
Keuntungan utama menggunakan saham lapis tiga adalah potensi peningkatan cepat 5-10% dalam sehari karena volatilitas tingginya . Namun, risiko utama adalah likuiditas rendah yang dapat membuat spread harga bid-offer menjadi renggang, menyulitkan untuk menjualnya di harga tinggi . Selain itu, pergerakan harga yang tidak menentu dan fluktuatif memerlukan analisis detail untuk menghindari jebakan harga .
Indikator SO (Stochastic Oscillator) penting dalam memprediksi saham diskon karena membantu mengidentifikasi kondisi jenuh jual, di mana saham sudah mengalami penjualan berlebih dan memiliki potensi rebound . Indikator ini bekerja dengan memastikan kedua garis SO berada di area jenuh jual (bawah 20), yang menandakan peluang beli potensial . Selain itu, ketika didukung pola candlestick yang baik atau keadaan bid-offer yang lebih dominan di bid, peluang rebound saham semakin kuat .
Memiliki daftar stock pick penting untuk mengarahkan trading dan meminimalisir risiko kerugian karena memungkinkan trader fokus pada saham-saham terpilih yang sudah dianalisis sesuai strategi . Jika tidak memiliki stock pick, trader berisiko tinggi mengalami kerugian karena keputusan trading didasari pada spekulasi, dan besar kemungkinan akan memasukkan saham yang tidak likuid atau saham dengan pergerakan harga tidak kompatibel dengan strategi mereka .
Stock pick bantu menghindari kebangkrutan dengan memberikan kerangka strategis untuk trading berdasarkan analisis yang tepat, bukan spekulasi . Trader harus melakukannya secara mandiri agar sesuai dengan strategi dan profil risiko mereka, dan untuk menghindari bias dan pengaruh dari rekomendasi pihak luar yang mungkin tidak cocok dengan gaya trading mereka . Ini menjaga objektivitas dan meningkatkan efektivitas keputusan trading .
Untuk meningkatkan sinyal swing trading, aplikasikan kombinasi moving average seperti moving average 25 dan 200, atau 50 dan 100 . Kombinasi ini memungkinkan satu moving average untuk memberikan sinyal jangka pendek sedangkan yang lain untuk jangka panjang, meningkatkan akurasi sinyal tren secara keseluruhan . Kombinasikan dengan menggunakan analisis teknikal lainnya seperti trend lines dan candlestick patterns untuk memperkuat sinyal yang dihasilkan .
Kesalahan umum dalam penggunaan moving average untuk swing trading adalah menggunakan moving average dengan rentang waktu yang terlalu pendek, seperti moving average 5 atau 10, yang dapat menimbulkan sinyal palsu . Sebaiknya gunakan moving average dengan rentang waktu yang lebih panjang seperti 50, 100, atau 200 untuk sinyal yang lebih akurat . Selain itu, penting untuk tidak bergantung hanya pada satu indikator tetapi menggunakan kombinasi dari beberapa moving averages untuk memperkuat sinyal trading .
Moving average 50 menghasilkan sinyal perubahan tren yang lebih cepat daripada moving average 100 karena lebih dekat dengan pergerakan harga saham . Namun, karena lebih dekat dengan harga saat ini, moving average 50 juga lebih rentan terhadap fluktuasi jangka pendek yang bisa menghasilkan sinyal palsu . Sementara itu, moving average 100 memberikan sinyal yang lebih stabil dan cenderung lebih akurat untuk jangka panjang, meski tidak responsif terhadap perubahan tren yang cepat .
Pola Black Marubozu adalah candlestick dengan harga pembukaan sama dengan harga tertinggi dan harga penutupan sama dengan harga terendah, mencerminkan tekanan jual signifikan dan absence buyer confidence . Sebagai sinyal bearish yang kuat, pola ini dapat mempengaruhi keputusan trading dengan mendorong trader untuk menghindari membeli atau menahan saham yang tampil dengan pola tersebut, serta mempertimbangkan penjualan jika tanda-tanda penurunan lebih lanjut teramati .